Nutrisi yang tepat membantu terhadap perkembangan otak bayi. Karenanya, penting mengetahui apa saja nutrisi untuk perkembangan otak bayi.

Anak merupakan segalanya untuk orang tua, oleh karena itu orang tua akan memberikan semua yang terbaik untuk anak-anaknya. Orang tua akan merawat dan membesarkan anaknya dengan sebaik mungkin. Anak yang tumbuh dengan sehat dan cerdas adalah harapan semua orang tua.

Pada dasarnya kecerdasan atau kesehatan anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari banyaknya faktor pendukung, salah satu faktor yang memiliki peran penting yaitu nutrisi. Oleh karena itu, kecukupan dan kualitas nutrisi merupakan faktor penting. Sudah menjadi tugas orang tua untuk memperhatikan asupan nutrisi untuk buah hati tercintanya.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Supaya anak cerdas dan sehat, maka orang tua perlu memberikan nutrisi pada sang buah hati ketika masih berada di dalam kandungan atau ketika masa kehamilan. Tidak hanya itu, pemberian nutrisi ketika awal kehidupan dan masa tumbuh kembangnya sangat penting. Nutrisi yang seimbang dan tepat pada periode awal kehidupan bayi sangat menunjang dan membantu perkembangan otak si kecil agar tumbuh cerdas seperti yang diharapkan oleh orang tua.

Jika bayi kekurangan nutrisi, maka akibatnya akan menyebabkan berbagai dampak negatif. Dimana risiko kekurangan nutrisi itu sendiri berbeda-beda pada bayi, tergantung dari jenis nutrisi dan keadaan fisik bayi anda. Lantas apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi? Untuk mengetahuinya lebih jelas anda bisa simak pada pembahasan di bawah ini.

Nutrisi Untuk Perkembangan Otak Bayi

Protein

Protein memiliki peran penting terhadap perkembangan otak bayi. Protein berperan dalam mengarahkan sel saraf, serta memindahkan pada tempat yang tepat di otak. Dimana saraf tersebut merupakan saraf yang membuat si kecil bisa berpikir, serta membuat persepsi dari dunia yang ada di sekitarnya. Selain itu, protein membantu dalam mengoptimalkan perkembangan indera bayi. Jika bayi belum mengkonsumsi makanan pendamping ASI, maka ibu menyusui dapat mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang mengandung protein seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, daging, ikan dan telur. Makanan tersebut merupakan sumber protein yang baik untuk bayi.

Kolin

Kolin dibutuhkan oleh bayi, terlebih lagi ketika ia masih berada di dalam kandungan dan ketika usia dini pasca melahirkan. Kolin itu sendiri memiliki fungsi untuk membentuk tulang belakang bayi, serta mendukung perkembangan sel otak bayi. Berdasarkan penelitian membuktikan bahwa kolin dapat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif bayi. Untuk mendapatkan asupan kolin yang seimbang, bayi bisa mendapatkannya dari ASI. Oleh karena itu, penting memberikan ASI yang cukup pada bayi. Sedangkan untuk ibu menyusui alangkah lebih baik untuk mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang menjadi sumber kolin seperti misalkan kacang kedelai, susu dan telur.

DHA atau Omega 3

Untuk mengoptimalkan perkembangan otak, bayi membutuhkan Docosahexaenoic Acid (DHA). DHA ini membantu meningkatkan perkembangan mental bayi dan perkembangan psikomotorik. Dimana ASI atau air susu ibu mengandung DHA yang dibutuhkan oleh bayi.

Vitamin B6

Vitamin B6 merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan. Dimana vitamin B6 penting untuk perkembangan dan pertumbuhan sistem saraf pusat janin. Sedangkan dalam masa perkembangan bayi, vitamin B6 ini dibutuhkan untuk perkembangan kemampuan si kecil untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Makanan sumber vitamin B6 yaitu daging, ikan tuna, roti, kacang-kacangan atau sereal.

Asam Folat

Untuk perkembangan otak bayi, asam folat penting dan dibutuhkan, terutama ketika bayi berada di dalam kandungan. Asam folat itu sendiri dapat membantu dalam mencegah risiko terjadinya cacat tabung saraf, serta tumor otak pada bayi. Ibu hamil direkomendasikan untuk mengkonsumsi sekitar 600 mcg asam folat.

Vitamin B12

Vitamin B12 membantu dalam pembentukan myelin yang terdapat pada jaringan saraf bayi. Anda bisa mendapatkan vitamin B12 dan manfaatnya dari daging kambing, daging sapi, daging ayam dan ikan.

Seng

Seng membantu dalam mengoptimalkan kinerja dan fungsi otak bayi. Seng itu sendiri memiliki peran dalam pembentukan sel darah putih supaya tubuhnya dapat melawan infeksi. Selain itu, seng berfungsi untuk memastikan sel tubuh selalu berkembang serta memperbaiki kerusakan yang terjadi. Makanan sumber seng di antaranya yaitu daging ayam dan daging sapi.

Zat Besi

Zat besi dibutuhkan oleh bayi supaya otaknya dapat berkembang dengan maksimal. Zat besi adalah mineral yang mana tubuh membutuhkannya untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Anda bisa mendapatkan zat besi dari asupan sayuran, sereal, telur dan daging.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi bisa dijumpai dalam menu makanan sehari-hari. Makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi tersebut sederhana, mudah didapatkan dan tergolong murah.

Selain beragam nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak bayi, untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi pemberian ASI eksklusif harus dilakukan, terlebih lagi pada masa awal kehidupan bayi, yakni sekitar usia 0 sampai 2 tahun. ASI merupakan asupan bayi yang mengandung nutrisi komplet dan bermanfaat untuk bayi.

Itulah nutrisi untuk perkembangan otak bayi yang dibutuhkan. Semoga bermanfaat.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi – Cara untuk menaikan berat badan bayi diantaranya yaitu dengan memperhatikan asupan makanannya. Beberapa makanan diyakini dapat membantu menaikan berat badan bayi.

Menyaksikan buah hati sehat dan tidak ada keluhan atau gangguan satu pun membuat orang tua merasa tenang dalam merawat buah hatinya. Bayi bisa dikatakan sehat apabila berat badannya berada pada level normal. Bayi yang memiliki berat badan kurang dari level normal terkadang membuat orang tua merasa khawatir, oleh karena itu setiap orang tua berusaha dan berlomba-lomba untuk menaikan berat badan bayinya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menaikan berat badan bayi yaitu dengan memperhatikan asupan makanannya. Pemilihan makanan yang tepat, bernutrisi dan bergizi menjadi langkah tepat yang bisa anda lakukan.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi

Asupan makanan yang dikonsumsi oleh bayi akan ikut menentukan berat badan atau bobot tubuh si kecil. Jika pemberian makanan dilakukan asal-asalan maka pengaruh buruknya pada sistem pencernaan si kecil. Berat badan tidak mengalami kenaikan tetapi justru ia mendapatkan gangguan atau masalah sistem pencernaan. Oleh karena itu, diharapkan orang tua untuk selalu selektif dan hati hati dalam memilih makanan yang tepat sebagai usaha untuk menaikan berat badan bayi.

Beberapa daftar makanan tertentu dapat membantu menaikan berat badan bayi. Lantas apa saja makanan penambah berat badan bayi? Untuk mengetahuinya anda bisa simak langsung penjelasan di bawah ini.

Makanan Penambah Berat Badan Bayi

Agar berat badan bayi naik sesuai yang anda inginkan, maka anda harus memberikan makanan sehat dan bergizi secara teratur. Anda bisa mencoba untuk memperkenalkan makanan baru setiap minggunya. Akan tetapi, perlu anda ingat pemberian makanan padat atau makanan pendamping ASI boleh dilakukan ketika anak anda sudah menginjak usia 6 bulan. Pasalnya, pemberian makanan padat yang terlalu dini justru akan menimbulkan masalah kesehatan untuk bayi anda.

ASI

Satu-satunya cara yang bisa anda lakukan untuk menaikan berat badan bayi berusia di bawah 6 bulan yaitu dengan meningkatkan asupan ASI yang berkualitas pada si kecil. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi sebelum ia mendapatkan makanan pendamping ASI. Di dalam ASI terkandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Agar ASI yang diproduksi oleh ibu berkualitas, maka ibu harus mengkonsumsi asupan makanan yang kaya akan nutrisi dan bergizi. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memperbaiki pola makan dan asupan makanannya. Hindari keadaan yang akan membuat ibu stres, karena stres akan mempengaruhi produksi ASI.

Pemberian ASI itu sendiri harus dilakukan hingga bayi merasa kenyang. Dimana salah satu tanda bayi sudah kenyang yaitu ia tertidur sendiri ketika menyusu.

Sayur dan Buah

Sayur dan buah merupakan makanan sehat dan kaya akan nutrisi. Dimana beberapa jenis sayuran dan buah mengandung sejumlah kalori per porsi dalam jumlah yang lebih besar, serta asupan nutrisi yang seimbang, sehingga dengan begitu pemberian buah dan sayur akan membantu bayi dalam menaikan berat badannya.

Salah satu jenis buah sehat yang dapat membantu menaikan berat badan bayi yaitu buah alpukat. Alpukat merupakan buah yang memiliki kandungan lemak tak jenuh cukup tinggi dan sehat, serta jumlah kalori yang cukup dan tepat.

Selain alpukat sebenarnya masih banyak buah lain yang dapat membantu bayi dalam menaikan berat badannya. Buah tersebut mengandung nutrisi dan gizi yang tidak kalah penting, dimana buah yang dimaksud di antaranya yaitu buah pir dan pisang. Kedua jenis buah tersebut mengandung kalori yang baik untuk bayi.

Selain buah, sayuran pun dapat membantu meningkatkan berat badan bayi. Anda bisa menyajikan sayuran sebagai makanan untuk bayi dengan menghidangkannya bersama satu sendok teh mentega dan minyak zaitun pada saat anda memasaknya. Ini dilakukan untuk menambah kandungan lemak.

Gandum

Makanan yang terbuat dari campuran biji-bijian dan gandum memiliki jumlah kalori yang baik, serta menjadi makanan sehat yang baik untuk diberikan pada bayi. Salah satu pusat kesehatan bayi menyarankan bahwa menggabungkan bahan makanan dengan biji-bijian dapat meningkatkan jumlah kalori setiap harinya untuk bayi. Oleh karena itu, anda bisa membuat dan menyajikan makanan untuk si kecil seperti pancake yang terbuat dari bahan utama tepung gandum yang dicampur dengan kacang-kacangan.

Ubi Manis

Ubi manis memiliki cita rasa yang enak dan manis. Di samping itu ubi manis juga bisa dijadikan sebagai makanan penambah berat badan untuk bayi. Pemberian ubi manis ini dilakukan pada bayi dengan usia di atas 6 bulan. Ubi manis memiliki kandungan lemak dengan kadar yang rendah, magnesium, serat, Vitamin A, kalium, Vitamin C dan Vitamin B6 dalam kadar yang tinggi. Selain itu kalori yang terkandung pada ubi manis pun padat dan banyak.

Kebiasaan Makan

Kebiasaan makan bayi merupakan kunci penting dalam menaikan berat badan bayi. Biasanya bayi yang menginjak usia balita akan mengalami sulit makan, sehingga banyak sekali orang tua yang mengeluh akan keadaan tersebut. Penting bagi setiap orang tua untuk membiasakan kebiasaan makan yang baik sejak dini.

Pada saat usia bayi anda 8 bulan, anda bisa memberikan bubur saring yang terbuat dari nasi, sayur dan daging dibandingkan dengan bubur susu. Ini dilakukan agar anak anda terbiasa mengkonsumsi makanan dewasa pada saat usianya menginjak lebih besar.

Dalam pemberian makanan pada bayi anda harus memperhatikan faktor alergi. Beberapa bayi memiliki faktor alergi terhadap bahan makanan tertentu.

Panduan Berat Badan Bayi

Memiliki bayi sehat adalah harapan orang tua. Selain masalah berat badan bayi yang terlalu kurus, beberapa bayi umumnya memiliki masalah berat badan yang berlebihan atau terlalu gemuk/obesitas. Oleh karena itu, masalah kegemukan pada bayi sebaiknya diatasi sejak dini karena hal tersebut justru akan menambah masalah ketika si kecil beranjak dewasa nanti karena ia akan rentan terhadap masalah penyakit. Maka dari itu, penting bagi anda untuk mengetahui berat badan bayi yang ideal seperti berikut ini.

Berat badan bayi biasanya akan turun beberapa gram dibandingkan saat ia lahir. Menghadapi masalah seperti ini anda jangan merasa khawatir karena ini merupakan keadaan yang normal.

  • Hingga usia bayi 3 bulan, berat badannya naik 175-210 gram per minggu.
  • Pada saat usia bayi 5 bulan berat badan seharusnya naik 2x berat badan ketika ia lahir.
  • Pada usia 1 tahun berat badan bayi seharusnya 3x berat badan ketika ia dilahirkan.
  • Usia 2,5 tahun, berat badan seharusnya 4x berat badan ketika ia lahir.

Dengan demikian, makanan penambah berat badan bayi seperti yang sudah disebutkan di atas bisa membantu anda dalam meningkatkan berat badan si kecil. Agar bayi anda mendapatkan cukup nutrisi, maka anda bisa mengkombinasikan makanan penambah berat badan bayi dalam setiap harinya.

Selama enam bulan di awal kehidupannya bayi hanya menerima ASI sebagai asupannya. Akan tetapi, menginjak usia 6 bulan bayi sudah bisa dikenalkan pada MPASI atau makanan pendamping ASI. Karena bayi belum terbiasa terhadap makanan selain ASI, maka diperlukan tips sukses mengenalkan makanan pada bayi.

Mengamati pertumbuhan dan perkembangan bayi anda, hingga kini si kecil beranjak pada fase baru dalam tahap pertumbuhannya. Dimana saat ini usia bayi anda sudah menginjak usia 6 bulan. Pada usia ini pertumbuhan dan perkembangan si kecil sudah luar biasa menakjubkan. Dimana untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya tersebut, dibutuhkan nutrisi dan gizi yang lebih banyak dan bervariasi lagi. Asupan pertama bayi setelah ia dilahirkan yaitu ASI. Untuk melengkapi kandungan nutrisi dan gizi yang terdapat pada ASI, kini pada usia yang ke 6 bulan bayi anda sudah bisa mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI.

Pada usia 6 bulan, umumnya sistem pencernaan bayi telah mencapai sempurna. Sehingga bayi sudah mampu menerima asupan gizi dan nutrisi lainnya selain dari ASI. Bayi yang sudah siap menerima makanan selain ASI menunjukan beberapa tanda. Dimana secara fisik, bayi yang sudah siap menerima makanan pendamping ASI atau MPASI ditandai dengan kekuatan kepalanya yang mulai stabil dalam posisi tegak, memiliki kemampuan menyimpan makanan di dalam mulutnya kemudian ditelan, si kecil sudah mampu duduk dengan bersandar. Hal ini berhubungan langsung dengan kemampuan bayi dalam proses menelan makanan dengan baik dengan posisi tegak, sehingga akan memudahkan bayi dalam menelan. Tanda lainnya yang biasa diperlihatkan ketika bayi sudah siap menerima makanan selain ASI yaitu ia memiliki ketertarikan terhadap makanan tertentu, selain itu ia pun cenderung masih merasa lapar meskipun sudah diberi ASI.

Mengenalkan Makanan Pada Bayi

Pemberian makanan pendamping ASI itu sendiri harus dilakukan dengan bertahap atau jangan asal-asalan. Sebagai panduan untuk anda, berikut ini tips sukses mengenalkan makanan pada bayi.

Tips Sukses Mengenalkan Makanan Pada Bayi

Mulai dari yang sederhana

Karena pada umumnya bayi masih belum terbiasa dengan asupan makanan selain ASI, maka dari itu penting mengenalkan makanan pendamping ASI dimulai dari makanan yang sederhana. Makanan yang bisa anda berikan sebagai tahap pengenalan pada bayi yaitu bubur saring tanpa gula atau garam. Mungkin anda merasa jika makanan tanpa rasa tersebut tidak akan membuat bayi berselera. Akan tetapi lain halnya dengan bayi, bagi mereka makanan tersebut tidak menjadi masalah karena bayi masih belum mengenal rasa.

Kenalkan makanan sedikit demi sedikit

Pada saat anda memberikan makanan pada bayi, disarankan untuk memberikannya sedikit demi sedikit atau secara bertahap. Berikan makanan pada bayi anda dalam porsi yang kecil serta frekuensi disesuaikan dengan kemampuan dan usia bayi. Sebagai perkenalan untuk pertama kalinya, anda bisa memberikan makanan pendamping ASI sebanyak satu atau dua sendok teh saja. Hal yang harus anda perhatikan ketika memberikan makanan pada bayi yaitu kualitas dari makanan tersebut, dimana makanan untuk bayi harus memenuhi gizi harian yang dibutuhkan oleh bayi.

Perhatikan makanan penyebab alergi

Apabila keluarga anda memiliki riwayat alergi, maka penting untuk memperhatikan jenis makanan yang akan diberikan pada si kecil. Sebagai langkah untuk mengenalkan makanan dan memastikan apakah makanan tersebut menyebabkan alergi pada bayi atau tidak , anda bisa mengenalkannya dengan porsi yang sedikit. Hindari mencampur makanan dengan bahan-bahan lainnya. Seperti misalkan, anda bisa memberikan telur pada bubur si kecil. Apabila si kecil mengalami alergi maka penyebab utamanya adalah telur.

Kenalkan sayuran terlebih dahulu

Sayuran merupakan salah satu makanan sehat dan bergizi untuk bayi. Anda bisa mengenalkan terlebih dahulu sayuran dibandingkan dengan buah-buahan. Umumnya buah memiliki rasa yang manis, sehingga karena rasanya tersebutlah buah mudah diterima oleh bayi. Lain halnya dengan sayuran yang memiliki rasa hambar. Meskipun begitu bukan berarti jika anda tidak mengenalkan buah-buahan. Anda bisa memberikan sayuran dengan diimbangi oleh buah. Perhatikan jenis sayuran dan buah-buahan yang akan diberikan untuk si kecil.

Tunda pemberian madu

Sebaiknya hindari terlebih dahulu memberikan madu pada bayi anda. Pemberian madu bisa dilakukan ketika si kecil berusia 12 bulan atau satu tahun. Ini dilakukan karena pencernaan bayi ditakutkan belum bisa menerima kandungan yang terdapat di dalam madu. Di dalam madu terkandung jenis bakteri. Dimana bakteri tersebut dikhawatirkan akan mengganggu sistem pencernaan bayi yang dikenal dengan toksin botulinnum.

Berikan buah dalam bentuk jus

Ketika memberikan buah pada bayi, maka anda bisa memberikan buah dalam bentuk jus sehingga dengan begitu akan lebih mudah diterima oleh bayi karena buah dalam bentuk jus masih lembut dan lunak. Ketika membuat jus buah sebaiknya hindari menggunakan pemanis. Hindari memberikan buah dalam bentuk jus terlalu sering karena akan mengurangi selera makan bayi anda.

Itulah beberapa tips sukses memperkenalkan makanan pendamping ASI pada bayi. Kenalkan makanan secara bertahap pada si kecil, hindari memaksa si kecil jika ia menolak makanan yang anda berikan. Anda bisa mencobanya kembali pada selang waktu berikutnya. Tetap sabar, karena beberapa kendala mungkin akan anda hadapi ketika memperkenalkan makanan pendamping ASI pada bayi anda.

Demikian tips sukses mengenalkan makanan pada bayi. Semoga bermanfaat.

Memilih makanan untuk balita diare – Diare merupakan salah satu masalah sistem pencernaan yang bisa menimpa siapa saja, baik dewasa, anak-anak maupun balita. Ketika balita mengalami diare, pemilihan makanan yang tepat harus dilakukan.

Kesehatan bayi merupakan hal penting yang selalu diperhatikan oleh setiap orang tua. Berubahnya kondisi kesehatan pada si kecil tidak jarang membuat orang tua merasa cemas dan khawatir. Bayi umumnya rentan mengalami beberapa masalah kesehatan, ini disebabkan karena sistem imun tubuh bayi yang masih belum terbentuk sempurna. Salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami bayi yaitu masalah sistem pencernaan bayi. Dimana masalah sistem pencernaan tersebut berkaitan dengan buang air besar atau lebih dikenal dengan diare pada bayi.

Diare itu sendiri sebenarnya bukan penyakit, tetapi keadaan dimana feses atau tinja berubah menjadi lebih lembek atau cair dan frekuensi buang air besar paling sedikit biasanya tiga kali dalam 24 jam. Dalam beberapa kasus bayi mengalami keadaan ini secara berulang, dimana keadaan ini akan menyebabkan penyerapan nutrisi.

Makanan Untuk Balita Diare

Biasanya anak yang mengalami diare akan disertai dengan muntah. Keadaan ini sebenarnya umum terjadi, namun meskipun begitu anda tetap harus waspada. Jika keadaan ini tetap dibiarkan maka akan menyebabkan masalah kesehatan yang lainnya.

Diare pada balita biasanya lebih banyak disebabkan karena keracunan makanan. Oleh karena itu dalam memilih makanan untuk si kecil yang sedang menderita atau mengalami diare, anda harus lebih teliti dan selektif.

Panduan Memilih Makanan Untuk Balita Diare

Faktor utama yang memiliki pengaruh pada sistem pencernaan yaitu kebersihan dari makanan yang dikonsumsi. Standar makanan yang baik yaitu makanan yang kaya akan kandungan nutrisi. Selain itu makanan yang dikonsumsi kehigenisannya harus terjaga. Bakteri yang menjadi penyebab sakit perut dan mengakibatkan si kecil diare bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tidak diolah dengan cara yang baik dan benar. Oleh karena itu, penting dalam memilih jenis makanan yang tepat untuk si kecil. Berikut ini beberapa panduan memilih makanan untuk balita diare.

Pilih Makanan yang Mudah Dicerna

Dalam memilih makanan untuk balita yang sedang mengalami diare anda harus memilih jenis makanan yang lebih mudah dicerna serta mudah diserap oleh sistem pencernaan balita. Salah satu penyebab diare yang dialami oleh balita di antaranya yaitu karena jenis makanan yang sulit untuk dicerna. Oleh karena itu, anda bisa menyajikan nasi tim atau bubur dengan tekstur yang lembut.

Hindari Memberikan Makanan Tinggi Akan Serat

Selama si kecil mengalami diare maka anda bisa menghindari atau menunda memberikan makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti misalkan sayur dan buah. Serat tinggi yang terkandung pada buah-buahan dapat merangsang produksi gas di dalam perut si kecil, akibatnya keadaan si kecil akan bertambah parah.

Hindari Makanan Kaya Akan Lemak

Makanan yang mengandung lemak tinggi pun harus dihindari selama si kecil mengalami diare. Beberapa jenis makanan yang tinggi akan lemak di antaranya yaitu santan dan cokelat. Kandungan lemak pada makanan tersebut akan semakin memperburuk kedaan pencernaan bayi anda yang mengalami diare.

Hindari Menambahkan Bumbu Pada Makanan Si Kecil

Ketika anda hendak menyajikan makanan untuk si kecil yang menderita diare, maka sebaiknya hindari menambahkan bumbu seperti merica atau rasa asam. Makanan yang berbumbu seperti itu akan semakin memperparah kondisi kesehatan si kecil.

Berikan Jus yang Tidak Memiliki Rasa Asam

Bayi yang mengalami diare memiliki resiko lebih berat mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, untuk mencegah keadaan ini anda bisa memberikan asupan cairan yang cukup. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang anda bisa memberikan jus buah. Berikan jus buah yang tidak memiliki rasa asam seperti jus melon.

Berikan Makanan Dengan Asupan Pectin

Anda bisa memberikan makanan pada si kecil yang mengandung pectin. Makanan yang mengandung pectin akan membantu penyerapan air yang terjadi pada usus besar. Makanan yang mengandung pectin di antaranya yaitu buah pisang, buah apel, wortel dan kentang.

Selain makanan yang harus diperhatikan ketika si kecil mengalami diare, pola makan selanjutnya penting untuk diperhatikan. Anda harus memastikan kecukupan nutrisi perharinya terpenuhi.
Itulah beberapa panduan dalam memilih makanan yang baik ketika balita mengalami masalah pencernaan diare. Apabila keadaan si kecil tidak kunjung membaik, serta sebagai langkah untuk mengurangi resiko terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan, sebaiknya anda bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Hindari memberikan obat apapun tanpa resep dari dokter.

Masalah sistem pencernaan bisa dicegah dengan selalu menjaga asupan makanan. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang bijak anda harus lebih teliti dalam memilih jenis makanan untuk buah hati tercinta. Perhatikan nutrisi dan gizi yang terkandung pada makanan yang akan anda berikan serta kebersihan dari makanan tersebut. Sebelum mengolah makanan, anda harus membiasakan untuk mencuci bahan makanan hingga benar-benar bersih dan mengolah makanan dengan cara yang tepat atau hingga benar-benar matang sebelum disajikan untuk buah hati tercinta.

Demikian panduan memilih makanan untuk balita diare. Semoga bermanfaat.

Bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif sebenarnya tidak terlalu membutuhkan vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi, karena ASI sudah memenuhi semuanya. Akan tetapi vitamin dan nutrisi tambahan bisa diberikan pada bayi dengan berat badan berada di bawah level normal.

Vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi bukan salah satu hal penting untuk menunjang kesehatannya selama bayi masih mengkonsumsi ASI atau air susu ibu. Pasalnya, di dalam ASI terkandung beragam jenis nutrisi dan vitamin yang diperlukan oleh bayi. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi tidak diperlukan apabila bayi masih mengkonsumsi ASI dari ibunya. Akan tetapi vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi bisa diberikan apabila berat badan bayi berada di bawah keadaan normal. Di samping itu dokter anak menyarankan untuk memberikan vitamin dan nutrisi tambahan guna kesehatan dan daya tahan tubuh bayi.

Air susu ibu merupakan makanan utama yang menjadi sumber nutrisi untuk bayi hingga usianya 6 bulan. Pemberian makanan padat atau makanan pendamping ASI bisa dilakukan pada bayi saat usianya 6 bulan. Meskipun bayi sudah mendapatkan makanan pendamping ASI, tetapi pemberian ASI tetap harus dilakukan hingga usia bayi 2 tahun.

Vitamin dan nutrisi tambahan untuk bayi

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa vitamin, zat besi, flouride, nutrisi, air dan konsumsi padat hanya menyumbangkan sedikit manfaat untuk kesehatan bayi apabila bayi dalam kondisi menyusu pada ibunya pada saat usianya 6 bulan pertama. Tambahan vitamin dan nutrisi untuk bayi memang diperlukan untuk keadaan tertentu, akan tetapi bukanlah suatu keharusan.

Apabila bayi lahir prematur, dimana ia mengalami kekurangan berat badan, pemberian vitamin, nutrisi dan mineral bisa ditambahkan dari luar dengan cara ditambahkan pada ASI atau air susu ibu yang sudah diperah terlebih dahulu.

Berikut ini beberapa vitamin dan mineral yang dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Vitamin dan Nutrisi Tambahan Untuk Bayi

Vitamin A

ASI atau air susu ibu merupakan sumber vitamin A yang terbaik dan sempurna. Vitamin A berguna untuk perkembangan mata bayi, juga untuk fungsi tubuh yang lainnya. Selain itu, vitamin A juga dapat membantu perkembangan sistem imun tubuh bayi dan menunjang kemampuan penglihatan bayi ketika malam hari. Untuk pemberian vitamin A itu sendiri, anda bisa memberikannya dengan diteteskan secara langsung. Vitamin A juga bisa anda dapatkan dari makanan lain seperti sayuran hijau tua, sayuran berwarna kekuningan, buah-buahan, susu, hati dan telur ayam.

Vitamin B

Vitamin B merupakan vitamin penting yang dibutuhkan bayi. Vitamin B mengandung sub vitamin yang disebut dengan vitamin B kompleks. Ketika ibu masih mengandung, sangat disarankan untuk mengkonsumsi vitamin B dengan cukup. Vitamin B kompleks itu sendiri bermanfaat untuk perkembangan bayi, dan mampu menjaga keadaan tubuh ibu. Salah satu bagian dari vitamin B yaitu vitamin B2. Akan tetapi, vitamin ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Vitamin B1, B6 dan B12 adalah vitamin B yang dibutuhkan oleh ibu mengandung. Vitamin B kompleks dapat menunjang sistem metabolisme tubuh bayi terhadap protein dan karbohidrat, pembentukan sel darah merah untuk menyerang bakteri, pemeliharaan sistem nerves, dan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh.

Vitamin C

Vitamin C bermanfaat untuk penyembuhan luka, menambah kekuatan terhadap infeksi, menjaga kolagen, untuk kesehatan gigi dan gusi serta pembuluh darah. Vitamin C bisa anda dapatkan dari beragam jenis buah-buahan. Beberapa buah yang dimaksud di antaranya yaitu buah tomat, jeruk, buah beri, buah melon dan sayuran brokoli. Selain itu, vitamin C juga bisa didapatkan dalam bentuk tablet. Dimana kadarnya bisa disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi.

Vitamin D

Apabila konsumsi ASI atau air susu ibu dalam setiap harinya kurang dari 17 ons, The American Academy of Pediatrics menyarankan untuk memberikan vitamin D sebanyak 200 IU pada bayi dalam setiap harinya. Di dalam ASI atau air susu ibu terkandung banyak vitamin D. ASI mengandung 400 IU vitamin G, ini merupakan jumlah yang sama dengan 33 ons susu formula untuk bayi. Oleh karena itu, usahakan bayi anda mendapatkan 1000 IU vitamin D dalam setiap harinya.

Vitamin K

Vitamin K merupakan salah satu jenis vitamin yang sangat penting untuk bayi. Suntikan vitamin K biasanya akan diberikan pada bayi saat ia baru dilahirkan. Suntikan vitamin K ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya perdarahan internal pada tubuh bayi yang baru dilahirkan. Vitamin K itu sendiri bisa menghentikan perdarahan dan menjaga kerusakan tubuh bayi yang bisa saja terjadi.

Vitamin E

Untuk pemberian vitamin E itu sendiri, anda bisa memberikannya dalam bentuk tetes atau pil. Ini dikenal juga sebagai Tocopherol. Vitamin E itu sendiri dapat membantu dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh bayi.

Selain vitamin yang dibutuhkan, mineral juga merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk perkembangan bayi. Zat besi, zink dan flouride memberikan manfaat yang banyak untuk kesehatan bayi serta perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.

Asam Lemak Omega 3

Asam lemak omega 3 atau DHA merupakan nutrisi penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan otak bayi anda. Dimana asam lemak omega 3 ini bisa anda peroleh dari beberapa sumber makanan seperti ikan tuna, ikan salmon, buah alpukat, kacang kedelai dan telur.