Benarkah Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan? – Proses kehamilan memang memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kenaikan berat badan sang ibu. Setelah usai melahirkan seringkali banyak ibu dibuat tidak percaya diri dengan penampilannya saat ini. Dengan demikian, tidak heran bila banyak ibu akan mengupayakan segala hal untuk dapat mengembalikan ukuran tubuhnya pada kondisi semula, termasuk saat mendengar rumor bahwa menyusui dapat bantu turunkan berat badan. Lantas benarkah demikian? Simak dibawah ini.

Kondisi kenaikan berat badan yang terus melambung dan membesar tentu menjadi kekhawatiran tersendiri pada benak perempuan. Hal heran bila hal ini membuat beberapa orang yang mengalami kondisi seperti ini dibuat tidak percaya diri dengan penampilannya saat ini. Kenaikan berat badan yang terjadi selama masa kehamilan adalah hal yang lumrah terjadi. Hal ini dikarenakan tubuh ibu memerlukan asupan banyak vitamin dan nutrisi dari konsumsi makanan. Oleh karenanya tidak heran bila ukuran berat ibu selama hamil akan cenderung melambung tinggi.

Namun belakangan ini banyak kabar beredar bahwa kegiatan menyusui si kecil usai melahirkan dapat membantu ibu untuk dapat memangkas lebih cepat berat badan. Lalu benarkah demikian? Mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Benarkah Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan?

Benarkah Menyusui Bantu Turunkan Berat Badan?

Seringkali seorang wanita setelah usai melahirkan dirundung dengan masalah ketidak percayaan diri seputar ukuran berat badannya. Terutama masalah ini akan semakin terasa nyata dampaknya tatkala anda adalah seorang wanita karir yang dituntut untuk selalu tampil mempesona.

Akan tetapi rupanya belakangan menyerebak berita mencengangkan seputar kegiatan menyusui yang dapat membantu menurunkan berat badan. Salah satunya adalah beberapa selebritis dunia yang mengklaim hal yang satu ini. Sebut saja namanya Rebecca Romijin dan Angelina Jolie. Keduanya mengaku memiliki satu rahasia untuk mendapatkan kembali tubuh ideal seperti yang telah didiamkan, yakni menyusui.

Siapa sangka bahwa rupaya kegiatan yang satu ini mampu membakar sejumlah lemak dalam tubuh bahkan sampai dengan 600 kalori dalam satu harinya. Akan tetapi, benarkah dimikian? Apakah dengan menyusui dapat membantu ibu untuk cepat memiliki tubuh seperti yang telah didambakan?

Jawabannya belum tentu demikian. Sebab sampai saat ini belum ada penelitian yang memang menunjukan bukti secara pasti bahwa menyusui dapat benar-benar menurunkan berat badan atau tidak. Namun menurut seorang penulis The F-Factor Diet, Tanya Zuckebrot, M.S.,R.D, menyusui bukanlah satu-satunya cara untuk dapat menurunkan berat badan.

Lalu berbicara mengenai mengapa ada wanita yang dapat menurunkan berat badan dengan melakukan pemberian ASI pada buah hatinya, Tanya menjawab bahwa menyusui memang dapat membakar sebanyak 300 sampai dengan 500 kalori setiap harinya. Akan tetapi hal yang perlu diingat dari hal ini adalah kegiatan menyusui membutuhkan energi untuk membantu produksi ASI.

Pengaruh Menyusui Terhadap Tubuh

Selain itu, Tanya juga mengungkapkan bahwa seorang wanita menyusui akan dapat kehilangan berat badannya dengan lebih cepat. Hal ini umumnya terjadi karena ibu menyusui tidak mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan kalori ekstra. Jadi demikian, kemungkinan menurunkan berat badan pada ibu menyusui akan lebih besar apabila anda mendukungnya dengan diet yang sehat dan seimbang. Artinya tidak mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak atau kalori yang berlebihan.

Lalu apa lagi yang membuat para ibu baru menjadi langsing? Tanya mengungkapkan bahwa wanita yang mudah mengembalikan ukuran berat badannya setelah melahirkan adalah mereka yang menjaga berat badannya selama kehamilan. Tak heran, sebab hal ini pun disarakan oleh dokter. Wanita hamil tidak disarankan menaikan ukuran berat badannya lebih dari 15 kilogram. Dan setelah melahirkan, ibu akan kehilangan sebanyak 6 kilogram karena berat bayi, cairan dan plasenta darah yang sebelumnya berada dalam perut ibu hamil.

Menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat memang akan sangat didamba oleh para wanita. Akan tetapi, satu hal penting yang perlu untuk diperhatikan adalah ibu menyusui perlu menjalankan diet yang sehat dan aman. Sementara itu, selebihnya wanita bisa menjaga berat badannya selama masa kehamilan mengingat resiko diabetes gestasional, berat badan bayi berlebih sampai dengan resiko komplikasi persalinan dan pre-eklampsia.

Cara Menerapkan Diet Sehat Untuk Ibu Menyusui

Ibu menyusui yang ingin menurunkan berat badan perlu memperhatikan metode diet yang dijalankan. Hal ini dikarenakan pada masa menyusui anda tetap membutuhkan asupan nutrisi dan gizi dari makanan yang sehat. Nah dibawah ini adalah beberapa tips diet yang sehat yang dapat dijalankan oleh ibu menyusui.

Terapkan Pola Diet Sehat dan Seimbang

Diet yang dijalankan oleh ibu menyusui bukanlah jenis diet ekstrim dengan mengurangi asupan makanan kedalam tubuh. Jenis diet seperti ini tentu bukanlah pilihan yang bijak untuk dijalankan. Sebab bagaimanapun, ibu menyusui masih tetap membutuhkan asupan nutrisi dari makanan guna mendukung produksi ASI dalam tubuhnya.

Untuk itu, penting sekali untuk anda memilih program diet yang aman dan seimbang. Artinya mengurangi konsumsi makanan dengan kalori yang tinggi dan memperbanyak konsumsi terhadap makanan sehat seperti sayur dan buah. Ketika menyusui, ibu tidak dianjutkan untuk melakukan diet yang ketat. Karena hal ini akan dapat membuat persediaan ASI berkurang dan malah tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh si bayi. Untuk ibu yang tidak ingin mengalami peningkatan berat badan menjadi lebih buruk maka sebaiknya lakukan diet dengan mengkonsumsi maksimal sebanyak 2.200 sampai dengan 2.700 kalori setiap harinya.

Rutin Berolahraga

Hal selanjutnya yang penting untuk dilakukan untuk anda yang ingin menurunkan berat badan lebih cepat adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan lebih aman maka konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jenis olahraga apa yang baik untuk dilakukan. Atau apabila anda ingin metode yang lebih praktis, mudah dan lebih murah. Maka tidak ada salahnya untuk meluangkan sedikitnya 30 menit dengan berjalan di komplek rumah ambil mendorong stroller si kecil. Hal ini pun akan tentu menyenangkan itung-itung anda menikmati waktu bermain bersama dengan si buah hati.

Sementara itu, kegiatan olahraga lain yang akan membantu anda untuk dapat menurunkan berat badan dengan lebih cepat adalah dengan melakukan yoga. Yoga dianggap sebagai salah satu sarana olahraga yang akan dapat membakar kalori dengan lebih merata. Untuk itu, cobalah mulai saat ini menggali lebih dalam informasi mengenai jenis yoga yang akan dapat anda pelajari.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya menjaga asupan makanan dan menerapkan pola hidup sehat adalah hal penting yang akan membantu anda untuk mendapatkan ukuran badan yang diinginkan. Selain itu, perhatikan untuk tidak menjalankan pola diet ketat yang menyiksa sebab pada saat menyusui ibu masih membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi penting dari konsumsi makanan yang sehat.
Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi yang cukup yang anda butuhkan.

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar – Kondisi selepas melakukan operasi caesar seringkali meninggalkan bekas luka yang belum sembuh benar. Akan tetapi, diwaktu yang bersamaan kewajiban bunda untuk tetap menyusui buah hatinya adalah tuntutan yang tidak boleh dilewatkan. Nah, untuk membantu posisi menyusui agar lebih nyaman berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Melahirkan menjadi momen yang paling penting sekaligus mendebarkan untuk setiap wanita. Betapa tidak, perjuangan yang panjang yang telah dinanti selama ini akhirnya akan dapat berbuah. Hanya saja, detik-detik menantikan kelahiran bayi seringkali menjadi hal yang begitu mendebarkan dan penuh dengan rasa panik yang luar biasa.

Proses melahirkan pada setiap wanita memang tidak terjadi dengan mudah. Ada sebagian perempuan yang memang menghadapi kendala dimana mereka tidak dapat menghadapi persalinan yang normal. Kondisi ini akhirnya membuat dokter harus mengambil tindakan alternatif untuk melahirkan si kecil lewat operasi caesar. Operasi ini dilakukan dengan memberikan sayatan pada bagian tertentu diperut ibu untuk memungkinkan bayi dikeluarkan lewat bagian ini.

Akan tetapi tentunya luka yang ditinggalkan selepas melakukan operasi akan membutuhkan masa penyembuhan yang lebih lama dibandingkan dengan persalinan yang normal. Hanya saja, hal ini akan sedikit menjadi kendala untuk masa penyembuhan tatkala kewajiban menyusu tidak dapat ditunda. Nah, untuk itulah mari kita simak beberapa hal dibawah ini untuk membuat posisi menyusui menjadi lebih nyaman setelah proses operasi caesar.

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar

Posisi Menyusui Untuk Ibu yang Melahirkan Bayi Caesar

Tindakan operasi caesar yang dilakukan oleh dokter pada ibu saat melahirkan umumnya akan meninggalkan bekas luka yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat sembuh. Walaupun demikian ketika sang bayi lahir mereka tetap membutuhkan asupan ASI sebagai nutrisi yang palling penting untuk pertumbuhannya. Inilah yang memicu banyak kekhawatiran bagi sang ibu karena merasa takut bila mereka tidak dapat memberikan ASI secara ekslusif. Namun berikut ini adalah beberapa posisi menyusui yang akan membantu ibu merasa nyaman setelah melakukan operasi caesar.

Posisi Tidur

Saat pertama kali memberikan ASI pada si kecil setelah proses operasi yang cukup panjang dan melelahkan anda dapat mencoba posisi tidur. Posisi ini akan dapat membantu anda lebih rileks dan merasa nyaman. Adapun posisi yang dapat dipraktikan adalah posisi tidur menyamping dimana tubuh anda miring ke bagian salah satu sisi baik itu kanan maupun kiri. Posisi miring serta mengempit yakni diantara lengan dan tubuh ini akan memudahkan anda untuk memberikan ASI pada si kecil.

Sementara itu, lewat posisi ini anda akan dapat menyesuaikan posisi nyaman anda, apakah miring kebagian kanan atau ke bagian kiri. Bila anda sedikit merasakan nyeri pada bagian perut maka anda bisa menyangganya dengan menggunakan bantal pada bagian depan antara perut dan paha anda. Posisi ini aka dapat melindungi bekas luka operasi pada tubuh ibu dan mengurangi beban pada tubuh bayi.

Posisi Bersandar

Selain posisi tidur diatas, posisi lain yang akan memungkinkan anda mendapatkan posisi yang lebih nyaman adalah posisi bersandar. Anda dapat menggunakan bantuan kursi yang berlengan dan memiliki sandaran yang tegak. Bahkan bila anda masih kurang merasa nyaman maka jangan sungkan untuk meminta sanggahan pada bagian punggung berupa bantal. Selain dibagian belakang, bantal pun akan dapat anda gunakan untuk menyangga bagian lengan. Sebab posisi ini memungkinkan ibu mengangkat si kecil sedikit lebih tinggi. Penggunaan bantal akan membantu anda tidak mudah merasakan pegal.

Peran Suami

Peranan suami untuk ikut terlibat dan membantu anda sewaktu memberikan ASI pada si buah hati akan jauh lebih dibutuhkan. Apalagi jika tidak ada orang lain yang ikut membantu anda. Pastikan untuk ibu mengajak pasangan untuk melihat bagaimana tim medis membantu ibu mengatur posisi dengan nyaman dan benar. Hal ini diharapakan akan dapat membuat suami mampu melakukan hal tersebut dan membantu anda mendapatkan posisi yang nyaman saat dirumah.

Jangan sungkan pula untuk meminta suami membantu menyelangi menggendong si buah hati. Hal ini akan sangat bermanfaat saat ibu merasa pegal dan ingin berganti posisi. Hal ini pun akan dapat dipraktikan bukan hanya dirumah namun ketika sudah keluar rumah sakit dimana nantinya suami andalah yang akan membantu anda.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Setelah Selesai Melakukan Operasi Caesar

Bayi yang lahir lewat operasi caesar pada umumnya akan lebih terlihat lemas dan lesu. Selain itu, si kecil pun akan sering tersiur karena bayi terkena imbasnya dari anestesi pada saat operasi caesar berlangsung. Pemberian ASI sejak bayi dilahirkan akan sangat baik manfaatnya. Hal ini akan memberikan uterus untuk berkontraksi serta dapat kembali pada ukuran semula dengan waktu yang sangat cepat. Untuk itulah, beberapa hal ini penting untuk dilakukan setelah selesai melakukan operasi caesar.

Jangan Hindari Asupan Obat

Hal pertama yang penting untuk dilakukan setelah usainya melakukan operasi caesar adalah dengan tidak menghindari asupan obat kedalam tubuh. Hal ini penting sekali untuk diperhatikan guna menghilangkan perasaan nyeri pasca operasi. Dengan begini, anda pun akan merasa lebih nyaman saat memberikan ASI pada buah hati anda.

Minta Dokter Untuk Segera Melakukan IMD

Usai melakukan operasi caesar dan anda sudah lebih pulih beberapa saat setelahnya. Maka segera minta dokter untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Hal ini dikarenakan menyusui merupakan proses alami dimana setiap ibu bisa diberikan kemampuan untuk dapat menyusui sang buah hatinya. Selain itu, bayi yang lahir dari proses caesar akan terlihat lebih lemas sehingga mereka membutuhkan asupan ASI dengan segera.

Biasanya ibu dengan anestesi lokal bisa melakukan IMD dimana si kecil akan melakukan kontak kulit ke kulit (skin to skin) pada bagian payudara ibu dan berusaha mengisap payudara untuk dapat menyusui. Ibu tak perlu cemas ketika sudah masuk dalam tahapan ini sebab ada petugas medis yang akan membantu anda melakukannya. Yang perlu anda lakukan hanyalah berusaha lebih tenang dan atasi perasaan ngilu yang ditimbulkan dari luka bekas operasi yang akan mungkin mengganggu.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini. Pada dasarnya menyusui atau memberikan ASI pada bayi menjadi tanggung jawab dan kewajiban yang penting untuk dilakukan. Karena lewat ASI inilah kebutuhan nutrisi dan gizi dalam tubuh si kecil yang akan menunjang tumbuh kembangnya bisa didapatkan dengan baik. Jadi demikian, mengatasi segala kondisi setelah melakukan operasi adalah hal yang penting untuk diupayakan agar ibu bisa langsung memberikan ASI pertama kali untuk buah hatinya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan inforasi yang anda butuhkan. Sampai jumpa pada pembahasan yang lainnya.