Manfaat Alpukat Untuk Ibu Menyusui yang Direkomendasikan – Ibu menyusui membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi yang lebih banyak dalam menunjang produksi ASI yang berkualitas. Tahukah anda buah alpukat rupanya baik untuk dikonsumsi selama masa menyusui. Kandungan dan vitamin yang banyak dalam buah ini akan sangat bermanfaat.

Alpukat adalah salah satu buah dengan kandungan asam folat yang banyak dan tinggi. Buah dengan tekstur creamy yang lezat ini rupanya baik untuk dikonsumsi oleh ibu selama masa menyusui. Tidak sedikit wanita yang merasa ragu mengkonsumsi buah alpukat mengingat kandungan lemaknya yang 20 sampai dengan 30 kali lebih banyak dalam buah alpukat.
Namun perlu diketahui bahwa kandungan lemak yang ada pada buah alpukat adalah lemak yang baik. Sehingga demikian, tidak ada salahnya untuk anda memberikan ASI yang lebih berkualitas untuk si kecil. Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?

Manfaat Alpukat Untuk Ibu Menyusui yang Direkomendasikan

Manfaat Alpukat Untuk Ibu Menyusui yang Direkomendasikan

Selain kandungan asam folat yang akan sangat baik untuk ibu selama menyusui. Buah ini pun rupanya memiliki sejumlah manfaat lain untuk ibu menyusui yang akan baik untuk kesehatan. Ingin tahu seperti apa saja manfaat dari alpukat untuk ibu menyusui yang direkomendasikan? Simak informasinya dibawah ini.

Bagus Untuk Kulit Bayi

Manfaat pertama dari buah alpukat adalah sebagai makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih. Selain itu, buah alpukat pun akan dapat baik untuk membuat kulit bayi menjadi lebih lembut. Konsumsi buah alpukat minimal sebanyak 2 hari sekali akan terbukti baik untuk kesehatan kulit si kecil.

Mengolah buah alpukat pun akan cukup mudah, anda dapat mengkonsumsinya secara langsung. Atau mungkin dijadikan jus alami yang anda konsumsi secara rutin. Hanya saja, hindarkan mencampur terlalu banyak bahan yang akan menghilangkan manfaat dari bahan ini pada tubuh.

Meningkatkan Kualitas ASI

Manfaat lain dari mengkonsumsi buah alpukat secara rutin adalah kualitas ASI yang semakin baik pada ibu menyusui. Tentunya selama proses menyusui adalah proses penting dalam memberikan nutrisi yang baik untuk si buah hati. Hal ini dilakukan dalam menunjang tumbuh kembang bayi agar senantiasa terjaga dengan baik.

Oleh karenanya, tidak ada salahnya mengkonsumsi bahan ini untuk meningkatkan kualitas ASI anda dengan baik. Selain itu, buah alpukat pun rasanya lezat sehingga anda tidak akan menemukan kendala dalam mengkonsumsi buah nikmat yang satu ini.

Meningkatkan Kecerdasan Otak Bayi

Untuk ibu menyusui yang rajin mengkonsumsi buah alpukat. Hal ini akan sangat baik dalam meningkatkan kecerdasan otak bayi dengan lebih baik. Mengingat kandungan omega-3 dalam buah alpukat begitu berlimpah. Maka bahan ini akan sangat baik dalam mendukung kecerdasan otak bayi dengan lebih baik.

Dengan demikian, tidak ada salahnya mulai menyertakan buah hijau berbentuk mirip telur ini kedalam asupan harian anda. Bila anda bosan dengan sajian jus alpukat anda dapat menyantap buah ini dengan bahan lainnya yang lebih sehat seperti salmon atau dengan daging.

Menambah Berat Badan Bayi

Manfaat terakhir dari mengkonsumsi buah alpukat secara rutin adalah berat badan bayi yang bertambah dengan lebih cepat. Hal ini dikarenakan kandungan kalori baik pada buah alpukat akan sangat membantu pemberian nutrisi pada bayi berjalan dengan lancar. Hal ini pun akan menjadi solusi yang efektif untuk anda yang memiliki masalah dengan berat badan bayi yang rendah.

Demikianlah beberapa manfaat alpukat untuk ibu menyusui yang direkomendasikan. Semoga informasi diatas akan dapat memberikan motivasi untuk ibu menyusui dalam mengkonsumsi lebih banyak makanan sehat.

Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Ketika Sakit? – Banyak kekhawatiran yang melanda seorang ibu dalam memberikan ASI untuk buah hatinya, termasuk pada saat sakit. Lantas amankah tetap memberikan ASI sewaktu sakit? Untuk lebih jelasnya mari kita simak pemaparan dibawah ini.

Seorang wanita tentu menginginkan menjadi seorang ibu seutuhnya. Untuk mencapai semua hal ini maka seorang wanita diharuskan untuk dapat menempuh jalan dan perjuangan yang tidak mudah. Mulai dari mengandung bayi selama sembilan bulan lamanya dan mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan. Akan tetapi, perjuangan itu nyatanya tak habis sampai disana, setelahnya masih ada perjuangan dalam memberikan ASI ekslusif untuk buah hatinya. Hal ini tentunya menjadi serangkaian panjang dan perjuangan yang tak kenal lelah yang dilakukan oleh seorang wanita.

Kebahagiaan seorang ibu tidak bisa digambarkan dengan hal apapun terlebih lagi jika untuk pertama kalinya mereka mendengar tangisan bayi mereka setelah dilahirkan. Selain haru dan perasaan bangga sekaligus senang yang menghujani benaknya, tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan dari momen ini.

Berbicara mengenai pemberian ASI pada bayi, umumnya seorang ibu diwajibkan memberikan asupan nutrisi ini hingga si kecil berusia 6 bulan. Hal ini tentu dilakukan guna meningkatkan dan mendukung tumbuh kembang si kecil dengan lebih baik.

ASI memiliki manfaat yang sangat baik dan banyak diantara lain adalah untuk melengkapi nutrisi, mengoptimalkan perkembangan serta menjaga daya tahan tubuh pada bayi. Selain itu, pemberian ASI yang dilakukan pada bayi pun dapat menjadi media untuk menjalin ikatan emosional antara ibu dengan anaknya menjadi lebih erat dan kuat.

Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Ketika Sakit?

Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Ketika Sakit?

Sayangnya, perjuangan mulia dalam memberikan nutrisi besar pada sang buah hati ini seringkali dipenuhi dengan perjuangan. Salah satunya adalah kondisi kesehatan ibu yang tidak prima dan membuatnya lemah tak berdaya.

Akan tetapi, disamping itu kewajiban dalam memenuhi nutrisi pada si kecil pun tentu menjadi tuntutan yang utama. Sehingga demikianlah, kondisi seperti ini seringkali menuai banyak pertanyaan apakah ibu menyusui boleh tetap memberikan ASI meski tengah sakit? Mari kita bahas dibawah ini.

Banyak yang menyatakan bahwa ketika ibu menyusui dilanda sakit maka pemberian ASI-nya harus segera dihentikan. Hal ini dikhawatirkan bila kondisi tersebut akan dapat menular pada buah hatinya. Benarkah demikian?
Untuk ibu yang tetap ingin memberikan ASI pada saat sakit nampaknya anda dapat menghirup udara segar.

Pasalnya, ibu menyusui yang tengah sakit diperbolehkan untuk tetap memberikan ASI pada buah hatinya. Tidak ada larangan medis yang tertulis untuk setiap ibu menyusui agar menghentikan kewajiban mulia yang satu ini.

Memberikan ASI selama sakit pada buah hati anda adalah hal yang boleh-boleh saja dilakukan. Hal ini dikarenakan terdapat anti-bodi yang dibentuk ibu yang sedang sakit akan terdapat dalam ASI. Dimana hal ini akan dapat memberikan zat kekebalan tubuh yang akan menghindarkan si bayi tertular dengan kondisi penyakit yang ibu rasakan.

Begitupula dengan kondisi obat-obatan yang tengah ibu konsumsi. Hampir tidak ada pengaruhnya untuk ASI yang anda berikan pada si kecil. Terkecuali untuk obat anti-kanker dan ibu tengah menjalani pengobatan radioaktif maka kondisi ini akan cukup beresiko.

Jadi demikian, pada intinya ibu yang tengah dilanda sakit selama proses menyusui boleh tetap memberikan ASI untuk bayinya. Tidak ada larangan medis mengenai hal ini. Hanya saja, ada beberapa kondisi yang memungkinkan ibu mengalami kendala dalam menyusui si kecil. Akan tetapi, untuk mencegah penularan yang terjadi lewat kontak langsung maka beberapa hal ini perlu diperhatikan dengan baik.

Beberapa Kondisi Penyakit yang Perlu Diperhatikan Selama Menyusui

Pada dasarnya penularan penyakit dari ibu yang tengah menyusui kepada bayinya lebih mungkin terjadi akibat kontak langsung, bukan dari ASI yang diberikan. Nah, untuk mengatasi beberapa kemungkinan penyebaran dan tetap memperhatikan kualitas ASI mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Ibu Menderita Flu/Demam

Kondisi penyakit yang satu ini pada umumnya akan membuat ibu seringkali bersin atau batuk. Seperti yang kita ketahui penyebaran flu pada umumnya akan begitu mudah, apalagi untuk bayi. Jadi demikian, guna menghindari kemungkinan penyebaran penyakit ini maka sebaiknya gunakan masker. Penggunaan masker dilakukan guna menghindari penularan virus flu sewaktu anda bersin atau batuk. Selain itu, tetap konsumsi obat-obatan penghilang flu agar penyakit anda cepat sembuh.

Ibu Mengalami Diare

Kondisi penyakit ini pada umumnya disebakan oleh kurangnya cairan dalam tubuh. Pada penyakit diare, pasien akan lebih sering buang air besar dalam intensitas yang sering (lebih dari 6 kali dalam satu hari). Mengingat kurangnya cairan menjadi penyebab utama penyakit ini maka sebaiknya perhatikan kembali. Jangan sampai tubuh anda mengalami dehidrasi dengan selalu mencukupi kebutuhan cairan dengan baik. Sebaiknya pilih cairan yang lebih alami dan tidak merangsang lambung. Seperti misalkan air putih atau penggantinya seperti teh dan lain sebagainya.

Ibu Menderita Diabetes

Diabetes mellitus (DM) memang bukan sebuah penyakit yang menular, akan tetapi penyakit ini perlu mendapatkan perhatian yang baik. Jangan pernah remehkan kehadiran diabetes dalam tubuh anda. Akan tetapi, rupanya selama proses menyusui, kegiatan ini akan dapat menguntungkan untuk kesehatan.

Ibu yang menderita diabetes saat proses menyusui akan berkurang resikonya menderita diabetes dimasa yang akan datang. Perubahan hormon didalam tubuh akan dapat membantu mencegah meningkatnya kadar gula didalam darah. Sehingga kondisi ini akan membuat ibu merasa lebih baik lagi. Misalnya, hormon oksitosin dalam tubuh akan dapat mengilangkan stes yang akan dapat dialami oleh seorang ibu menyusui selepas melahirkan. Seperti yang kita ketahui bahwasanya stres pun dapat memicu peningkatan kadar gula didalam darah.

Ibu Menderita Hepatitis A

Hingga sampai saat ini, menurut American Academy of Pediatrics belum ada bukti ditemukan adanya penularan penyakit hepatitis A melalui ASI pada bayi. Akan tetapi, guna mencegah kemungkinan bayi tertular, sang ibu perlu rajin mencuci tangan sebelum menyusui si kecil. Sama halnya dengan penggunaan obat flu, obat yang dikonsumsi untuk menangani penyakit hepatitis A juga tidak akan mempengaruhi produksi ASI.

Manfaat Memberikan ASI Pada Bayi

Mencukupi Kebutuhan Nutrisi

Bayi yang baru lahir membutuhkan asupan nutrisi dan vitamin yang banyak untuk tubuhnya dapat mengembangkan kemampuannnya dengan baik. Jadi demikian, pemberian ASI adalah hal penting dalam hal ini.

Menjaga Daya Tahan Tubuh

Terdapat banyak kandungan dan manfaat yang baik didalam ASI yang akan berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh bayi. Terutama bayi baru lahir umumnya akan lebih rentan terkena dengan penyakit. Oleh karenanya, pemberian ASI akan sangat bermanfaat.

Demikianlah pemaparan lebih dalam mengenai bolehkah ibu tetap menyusui saat sedang sakit. Pada dasarnya, hal ini boleh tetap dilakukan karena tidak ada pengaruh konsumsi obat-obatan yang akan terjadi pada ASI. Selain itu, penyakit yang ibu alami pun tidak akan menular lewat pemberian ASI.

Sebaliknya penularan dapat terjadi lewat kontak langsung, seperti ketika bersin atau batuk. Jadi demikian, lindungi diri anda dengan baik agar sebisa mungkin virus tidak mudah menyebar pada buah hati anda.

Bolehkah Ibu Hamil Menyusui? – Jenjang waktu kehamilan kedua yang tidak jauh dengan kelahiran pertama sang anak membuat anda dituntut untuk dapat menyusui si kecil yang masih bayi. Hanya saja, kondisi kehamilan yang anda miliki saat ini membuat kekhawatiran seringkali terjadi. Lantas bolehkah ibu hamil menyusui? Simak penjelasannya dibawah ini.

Direncanakan atau tidak, kehamilan bisa terjadi saat ibu masih dalam kondisi menyusui. Akan tetapi, ini adalah anugerah yang besar Tuhan berikan untuk anda. Oleh karenanya bersyukur adalah hal penting untuk selalu dipanjatkan kehadirat-Nya. Baca juga: ciri-ciri orang hamil

Banyak yang berpikir bahwa kegiatan menyusui harus segera dihentikan saat anda hamil. Hal ini dikarenakan janin didalam perut ibu akan “bersaing” mendapatkan gizi dengan si bayi yang saat ini tengah menyusu. Selain itu, keselamatan bayi yang ada didalam kandungan pun juga dipertaruhkan. Mendengar hal ini tentu akan menjadi dilema yang besar utnuk sebagian ibu. Mereka menjadi resah dan khawatir bila kondisi ini membuat si kecil didalam kandungan menjadi terganggu pertumbuhannya.

Akan tetapi, disamping itu juga kehadiran si buah hati yang masih bayi tentu membuat mereka masih membutuhkan asupan ASI. Terlebih lagi untuk mereka anak bayi yang berada pada usia dibawah 6 bulan. Dimana umumnya anak bayi berusia ini belum dapat diberikan makanan pendamping lain. Hal ini tentu menjadikan ASI sebagai satu-satunya asupan nutrisi kedalam tubuh si kecil yang harus selalu dipenuhi.

Hal inilah yang pada akhirnya menimbulkan banyak pertanyaan mengenai bolehkah ibu hamil menyusui anaknya? Nah, untuk menjawab pertanyaan anda mari kita bahas penjelasannya dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Menyusui?

Bolehkah Ibu Hamil Menyusui?

Kegiatan menyusui saat periode kehamilan juga dikenal dengan istilah Tandem Nursing. Banyak yang mengatakan bahwa kondisi ini akan dapat berbahaya untuk janin dalam kandungan ibu, ibu hamil dan juga si bayi yang tenagh disususi.

Akan tetapi berdasarkan penelitian medis, Tandem Nursing relatif aman dan tidak akan dapat berbahaya. Selama ibu hamil dapat mematuhi beberapa rambu-rambu penting dalam melakukan kegiatan ini maka boleh-boleh saja dilakukan. Terutama, ibu hamil perlu memperhatikan pemenuhan gizi selama melakukan Tandem Nursing. Hal ini dikarenakan ada dua orang lebih yang membutuhkan asupan nutrisi dari tubuh anda. Sehingga kekurangan asupan nutrisi akan mungkin beresiko untuk kesehatan ibu hamil.

Kegiatan Tandem Nursing memerlukan asupan makanan yang penuh dengan kandungan protein dan juga karbohidrat. Hal ini dilakukan agar ibu hamil tidak mudah merasakan lemas. Selain itu, jumlah asupan dari beberapa zat makanan ini lebih tinggi dibandingkan dengan biasanya. Karenanya ibu hamil dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrii untuk janin dan menghasilkan ASI yang berkualitas untuk anak bayi yang tengah disusuinya.

Sementara itu, kalsium dan kebutuhan vitamin pun perlu diperhatikan dengan baik. Bila ibu tidak mendapatkan cukup asupan nutrisi maka kombinasikan pula suplemen dengan asupan makanan alami menjadi taktik terbaik dalam melakukan hal ini. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Tandem Nursing

Beberapa Hal Penting dalam Melakukan Tandem Nursing

Guna mendapatkan produksi ASI yang lancar dan kondisi kehamilan yang senantiasa terjaga dengan baik tanpa masalah. Maka dibawah ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan.

Penuhi Kebutuhan Gizi dengan Baik

Kondisi kehamilan yang anda alami saat ini dan tuntutan menyusui yang harus tetap dijalankan membuat tubuh anda akan membutuhkan asupan nutrisi sebanyak dua kali lipat. Karenanya, untuk membutuhkan kbutuhan ASI bagi bayi dan menjaga perkembangan janin maka asupan ini perlu diperhatikan betul.

Pastikan kebutuhan protein, mineral, serat, vitamin dan karbohidrat anda terjaga dengan baik. Sebagai tambahan, anda dapat mengkonsumsi suplemen yang didapatkan dari hail konsultasi bersama dengan dokter.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada umumnya kehamilan membuat anda tidak dapat mengkonsumsi sembarang obat-obatan. Vitamin yang didapatkan dari resep dokter akan aman karena tentunya diberikan sesuai dosis yang tepat. Dan menimbang kondisi kehamilan anda saat ini.

Perbanyak Konsumsi Cairan

Ibu hamil yang tengah menyusui diwajibkan untuk bisa mendapatkan asupan cairan yang banyak kedalam tubuhnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko terjadinya dehidrasi. Selain itu, air juga berfungsi untuk membawa nutrisi ke janin dalam kandungan anda. Bukan hanya itu, hal ini pun akan dapat melindungi janin dalam rahim dengan lebih baik.

Karenanya ibu hamil akan membutuhkan asupan cairan lebih banyak dibandingkan orang normal pada umumnya. Kebutuhan cairan yang terpenuhi akan pula membuat produksi ASI menjadi lebih lancar. Sehingga demikian, anda tetap dapat menjaga kehamilan anda dengan baik sementara ASI anda tetap melimpah. Yang mana ini artinya anda akan dapat menjalankan dua peran ini dengan baik.

Dapatkan Waktu Istirahat yang Cukup

Kehamilan yang dialami oleh seorang wanita tentu membutuhkan tubuh yang bugar. Apalagi jika dalam waktu yang bersamaan kewajiban anda ditambah dengan aktivitas menyusui si buah hati. Untuk itu, upayakan tubuh anda tetap fit dengan selalu mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Salah satu cara mendapatkan istirahat terbaik agar tubuh bisa kembali segar adalah dengan mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Hindari begadang atau terjaga sampai larut malam dengan waktu yang sering. Kondisi ini akan membuat tubuh kelelahan. Pada akhirnya yang terjadi dengan tubuh anda adalah stres yang mudah timbul.

Menyusui dengan Rileks dan Tenang

Kondisi kehamilan yang anda alami pada saat masih dalam proses menyusui akan mungkin membuat anda kurang nyaman. Untuk itu, perhatikan posisi menyusui anda dan upayakan mendapatkan posisi yang nyaman, aman dan rileks. Ketika pikiran anda tenang, maka produksi ASI akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Untuk itu, silahkan tentukan sendiri posisi mana yang lebih baik apakah posisi berbaring atau posisi dudu. Pastikan bayi anda menyusu dengan tenang dan tidak banyak bergerak. Selain itu, pada umumnya bayi yang sedang disusui akan cenderung sering menendang. Untuk itu, silahkan lindungi bagian perut anda dengan menggunakan tangan. Upayakan agar si kecil tidak menendang dengan keras kebagian tersebut.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil menyusui. Pada dasarnya selama ibu memperhatikan beberapa rambu-rambu diatas maka kegiatan menyusui akan boleh dan aman untuk dilakukan.

Sementara itu, bila selama menyusui anda merasakan kontraksi secara berlanjut dan disertai dengan timbulnya flek. Maka anda disarankan untuk segera mengkonsultasikan kondisi ini ke dokter. Terutama untuk anda yang memiliki riwayat susah hamil atau memiliki riwayat melahirkan bayi premature.

Hal ini dikarenakan kondisi keluarnya flek dan kontraksi bisa mungkin menjadi tanda yang bahaya. Berkonsultasi ke dokter atas segala keluhan yang anda rasakan akan dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi dengan kesehatan anda.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome) – Setiap ibu tentu ingin bisa menyusui atau memberikan ASI pada bayi mereka dengan baik. Hanya saja, bagaimana dengan mereka yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti anak-anak yang mengidap down syndrome? Berikut ini adalah tips menyusui bayi berkebutuhan khusus yang dapat dipraktikan dengan mudah.

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi. Selama usianya belum memasuki usia yang cukup untuk diberikan makanan pendamping, pemberian ASI harus terus dilakukan. Hal ini dikarenakan ASI adalah satu-satunya asupan makanan bernutrisi untuk bayi dapat mengembangkan kemampuan tubuhnya dengan lebih baik. Memberikan ASI yang cukup untuk bayi sama artinya dengan mendukung dengan baik setiap pertumbuhanya. Dengan demikian, tubuh bayi akan dapat bekerja dengan perkembangan yang terus berjalan setiap saatnya.

Hanya saja, belajar memberikan ASI atau menyusui tentunya bukan perkara yang mudah, terutama untuk ibu baru manapun. Dibutuhkan proses dan waktu untuk dapat memberikan ASI dengan baik pada buah hatinya. Belum lagi, perasaan sakit dan gangguan menyusui lain yang kerap hadir, membuat ibu baru yang baru saja menyusui dibuat sedikit tersiksa dengan kondisi ini.

Lalu bagaimanan kasusnya dengan mereka yang memiliki bayi berkebutuhan khusus, seperti misalkan down syndrome atau terdapat celah bibir dan langit-langit (bibir sumbing) pada bayi? Kondisi seperti ini pada umumya akan membuat mereka akan sedikit sulit untuk disusui.

Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome)

Padahal menyusui bisa menjadi media untuk menenangkan kondisi emosi naik-turun yang disebabkan olesh sulitnya membesarkan bayi yang berkebutuhan khusus. Selain itu, ibu yang menyusui bayi berkebutuhan khusus memang cenderung lebih membutuhkan banyak waktu, ketekunan dan kesabaran. Bahkan, dalam beberapa kasus tidak sedikit ibu yang memilih tidak menyusui bayi mereka karena menganggap keadaan tersebut tidak memungkinkan mereka untuk dapat memberikan ASI dengan baik.

Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome): Apa Itu Down Syndrome?

Down Syndrome merupakan kondisi abnormal genetik yang paling umum. Kondisi ini terjadi pada tiap ras dan kelompok masyarakat yang ada di dunia. Pada kondisi yang normal, nukleus tiap sel tubuh bayi terdiri dari 23 pasang kromosom yang diwariskan dari kedua orangtuanya. Sementara itu, pada anak dengan kelainan down syndrome terjadi ketika beberapa atau semua sel seseorang memiliki semua atau sebagian kromosom 21.

Hingga sampai saat ini belum diketahui penyebab dari kondisi ini dapat terjadi. Resiko down syndrome akan lebih tinggi pada kehamilan usia lanjut. Pada kebanyakan kasus bayi pengidap down syndrome banyak dilahirkan dari ibu berusia lebih dari 35 tahun.

Terkadang ibu akan merasa putus asa ketika dokter berusaha menolong anaknya. Akan tetapi pemberian ASI pada si kecil akan menjadi media yang baik untuk membuat mereka menjadi lebih tenang. Sementara itu kiat dalam memberikan ASI yang sukses pada bayi berkebutuhan khusus diantaranya adalah:

Tips Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus (Down Syndrome)

Ada beberapa hal dan cara yang penting untuk diperhatikan agar bayi berkebutuhan khusus tetap bisa mendapatkan nutrisi dan vitamin dari ASI ibunya. Diantaranya dapat dilakukan dengan beberapa hal dibawah ini.

Pentingkan Agar Bayi Tetap Mendapatkan ASI yang Cukup

Adalah hal yang penting untuk setiap bayi yang baru saja dilahirkan tetap mendapatkan asupan ASI yang cukup. Adapun tanda bayi mendapatkan ASI yang cukup bisa dilihat dari banyak popok yang basaj setiap harinya. Selain itu, kondisi ini juga bisa dilihat dari buang air besar yang lancar, feses yang tidak berbentuk, kuli bayi yang bagus.

Dan yang terpenting adalah penambahan berat badan yang terus berjalan dengan baik. Tidak perlu merasa khawatir dengan kondisi yang dialami oleh si kecil. Bila anda mendapati sesuatu yang salah terjadi dengan tubuhnya, maka segera hubungi dokter. Sementara itu, ada tabel pertumbuhan khusus untuk bayi dengan kelainan down syndrome dimana tabel ini bisa menjadi panduan untuk ibu.

Perhatikan Persediaan ASI

Meski terdapat tantangan yang berbeda dalam mengurus bayi anda. Namun ada banyak solusi yang sama yang bisa anda lakukan. Langkah pertama yang penting dalam menjalankan proses menyusui yang baik untuk bayi adalah dengan memperhatikan kesediaan ASI dengan baik.

Jika bayi anda tidak dapat langsung disusui begitu ia dilahirkan, maka anda harus memompa ASI segera selepas mereka lahir setiap dua atau tiga jam sekali dan sesering mungkin bayi anda akan membutuhkan ASI. Penting pula untuk ibu tetap menjaga kesehatannya dengan baik.

Stres dan kecemasan yang terjadi pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus akan dapat mempengaruhi produksi ASI. Padahal, emosi memainkan peranan yang penting dalam pengeluaran ASI. Untuk itu, upayakan bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk menghindari stres terjadi.

Jangan Ciptakan Ekspektasi yang Berlebihan

Ibu akan rentan merasa “down” karena khawatir dengan kondisi dan keinginan untuk menjalin ikatan batin dengan bayi berkebutuhan khusus. Akan tetapi, kondisi emosi ini akan dapat mengganggu kelancaran dalam menyusui. Jadi daripada mengharapkan terlalu berlebihan lebih baik berfokus pada bagaimana mengurus bayi anda dengan baik.

Jangan buat atau ciptakan ekspektasi yang berlebihan. Awal-awal menyusui adalah waktu untuk mendekap bayi anda dan membiarkan mereka dekat dengan payudara anda. Disadari atau tidak perlahan hal ini akan membangun ikatan batin yang kuat antara anda dengan si kecil.

Berikan Dekapan yang Hangat

Kontak kulit dengan kulit yang menutupi tubuh si kecil dengan tubuh bunda adalah sentuhan yang indah. Cara ini pun akan dapat membantu ibu untuk dapat membangun persediaan ASI dengan baik. Dimana kondisi ini tentu akan dapat mengarah pada keberhasilan menyusui bayi berkebutuhan khusus.

Setelah mendapatkan pasokan ASI yang cukup dan mencipatkan ikatan batin yang kuat bersama dengan si bayi. Ibu bisa mulai mengatur dan mencoba menyesuaikan posisi menyusui yang lebih nyaman.

Resiko Menyusui Bayi Berkebutuhan Khusus

Pada umumnya memang lebih sulit menyusui bayi berkebutuhan khusus dibandingkan dengan anak yang normal. Bayi dengan kelainan down syndrome memiliki otot yang tidak berkembang dengan baik atau terlalu kaku. Kondisi ilah yang membuat si bayi sulit untuk dapat memposisikan diri pada bagian payudara ibunya sewaktu menyusu.

Bayi juga bisa mengalami masalah pada bagian mulutnya, seperti lidah yang terlalu lebar atau langit-langit mulut yang terlalu datar. Dimana kondisi seperti ini akan dapat mempengaruhi dalamnya pelekatan dan membuat payudara ibu terasa sakit.

Bukan hanya itu, bayi penderita down syndome juga mengalami kesulitan dalam mengatur penghisapan dan menelan. Selain itu, mereka pun akan sulit untuk bernapas sehingga lebih rentan untuk mereka tersedak sewaktu disusui. Mereka juga cenderung mudah merasa lelah sewaktu menyusu.

Pada akhirnya kondisi ini membuat mereka kurang mendapatkan ASI akibat banyaknya hambatan ini. Karenanya dalam hal memberikan ASI pada bayi berkebutuhan khusus diperlukan kesabaran yang lebih besar dan ketekunan.

Latihan menyusui yang baik akan dapat meningkatkan kekuatan otot pada tubuh bayi. Dan ketika ia bertambah kuat maka si kecil akan dapat belajar menyusu dengan lebih efektif. Sehingga mereka dapat mengkonsumsi ASI dengan lebih banyak. Pada kondisi yang lebih jarang, ada pula bayi yang mengalami Pierre Robin Syndrome, yakni dengan ciri-ciri rahang yangkeci dan dagu yang muncil. Kondisi seperti inipun dapat membuat si kecil kesulitan menyusu.

Akan tetapi hanya karena bayi anda didiagnosa mengalami salah satu kondisi diatas tidak berarti anda tidak bisa menyusui mereka. Satu-satunya kondisi yang tidak memungkinkan bayi diberikan ASI adalah galaktosemia, yakni kondisi yang membuat si kecil tidak dapat mencerna laktosa.

Manfaat Air Kelapa Untuk Ibu Menyusui – Ibu menyusui memerlukan asupan nutrisi dua kali lebih banyak dibandingkan dengan orang normal pada umumnya. Pemenuhan nutrisi ini tentu dilakukan untuk menjaga kualitas ASI yang akan diberikan pada si kecil. Konsumsi air kelapa rupanya dapat memberikan banyak manfaat untuk ibu menyusui. Apa sajakah itu? simak dibawah ini.

Anda tentu pernah mencicipi segar dan nikmatnya air kelapa, bukan? Rasanya yang segar dan sensasi dingin yang menenangkan dari air kelapa seolah cocok menjadi pelepas dahaga yang nikmat. Apalagi iklim tropis dengan terik matahari seperti di Indonesia ini membuat air kelapa menjadi minuman yang ideal untuk pelepas dahaga. Baik diminum sewaktu baru saja dipetik dari pohonnya atau dicampur bersama dengan es batu, rasa dari minuman ini memang menyegarkan dan membuat hasrat haus dapat diatasi dengan lebih baik.

Bukan hanya menyegarkan, air kepala juga dikenal dengan buah yang memiliki khasiat yang amat baik untuk tubuh. Air kelapa dipercaya dapat digunakan sebagai media detoks alami untuk tubuh. Kandungan elektrolitnya yang ada dalam air kelapa diyakni mirip dengan cairah tubuh. Sehingga bahan ini banyak digunakan sebagai bahan dasar minuman untuk mengganti cairan tubuh.

Akan tetapi, selain beberapa manfaat diatas air kelapa juga baik dikonsumsi untuk mereka yang tengah melakukan diet. Meski dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, rasa manis pada air kelapa yang menyegarkan tidak akan membuat gemuk.

Manfaat Air Kelapa Untuk Ibu Menyusui

Hal ini dikarenakan, tidak ada kandungan pemanis buatan yang mengandung banyak kalori dalam air kelapa. Bentuknya yang mirip dengan ciaran tubuh bahkan bisa digunakan untuk mengganti konsumsi air putih saat anda sulit menemukannya.

Jadi demikian, mulai saat ini tidak perlu khawatir menyantap air kelapa. Selain menyegarkan, bahan yang satu ini pun tentu tidak akan membuat merusak atau berbahaya untuk kesehatan anda. Untuk itulah, jangan sungkan untuk mengkonsumsi air kelapa sesuka hati anda.

Nah, kita mungkin sudah familiar dengan pertanyaan bolehkah ibu hamil mengkonsumsi air kelapa. Dan jawabannya, tentu sudah jelas bila bahan yang satu ini memang baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Sementara itu bagaimana manfaatnya untuk ibu menyusui? Sebagaimana kita ketahui asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu menyusui langsung dirasakan oleh si kecil. Untuk itulah, ibu menyusui dituntut untuk selalu waspada mengkonsumsi segala hal yang masuk kedalam tubuhnya.

Jangan salah, meski banyak yang khawatir dengan mengkonsumsi air kelapa selama menyusui. Rupanya bahan sumber minuman alami ini memang memberikan banyak manfaat. Tidak heran bila bahan ini dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil. Mengkonsumsi air kelapa selama periode menyusui tidak memberikan pengaruh yang buruk. Justru sebaliknya, ada banyak manfaat dan khasiat yang bisa dirasakan. Simak dibawah ini.

Manfaat Air Kelapa Untuk Ibu Menyusui

Konsumsi air kelapa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan dan juga untuk ibu menyusui. Sekedar informasi untuk anda, berikut ini manfaat air kelapa untuk ibu menyusui.

Pengganti Cairan Tubuh

Manfaat pertama yang bisa dirasakan oleh ibu menyusui dari mengkonsumsi air kelapa adalah bahan ini baik untuk kesehatan. Salah satunya adalah mengganti cairan dalam tubuh. Selama menyusui ibu pasti mengalami kehilangan banyak sekali cairan tubuhnya. Mimun air putih yang banyak mungkin membantu meredakan kondisi ini. Akan tetapi, apakah banyaknya cairan yang hilang dapat diganti seutuhnya?

Nah, untuk itu bantu pemenuhan kebutuhan cairan dalam tubuh dengan konsumsi air kelapa. Kekurangan cairan akan mungkin membuat anda mengalami dehidrasi. Kondisi ini tentu akan berbahaya dan bisa mungkin menimbulkan diare.

Untuk itu, cobalah mengkonsumsi air kelapa dengan rutin guna menghindari dan mengatasi masalah anda. Kandungan elektrolit alami yang ada dalam air kelpana akan dapat bermanfaat untuk tubuh. Selain itu, manfaat alami dari bahan ini akan baik untuk si kecil.

Meningkatkan Produksi ASI

Banyak ibu hamil yang mengalami kekurangan ASI akan merasa panik. Mereka khawatir jika bayi mereka tidak mendapatkan cukup ASI. Sehingga hal ini membuat mereka melakukan segala hal untuk memperderas ASI-nya, mulai dari mempraktikan cara sederhana sampai dengan konsumsi obat-obatan. Lantas mengapa melakukan hal yang berbahaya bila masalah ini bisa diatasi dengan cara yang lebih alami?

Hentikan konsumsi obat-obatan penyubur ASI sebab konsumsi air kelapa sendiri akan dapat meningkatkan produksi ASI dengan lebih baik. Konsumsi air kelapa akan dapat membuat tubuh anda tetap terhidrasi. Dengan begini maka produksi ASI dalam payudara anda tidak akan terkendala.

Mencegah Resiko Berbagai Penyakit

Air kelapa memiliki kandungan komponen fitokimia berupa tanin. Zat tanin ini memiliki sifat anti bakteri yang mana bila dikonsumsi nantinya akan dapat berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri didalam tubuh. Karena air kelapa muda memiliki senyawa anti jamur dan anti bakteri inilah, maka minuman menyegarkan ini akan baik untuk dikonsumsi.

Minum air kelapa akan dapat melindungi anda dan si bayi dari berbagai infeksi penyakit yang berbahaya. Selain itu, mengkonsumsi air putih pun dapat meningkatkan sistem imunitas dalam tubuh. Hal ini dikarenakan kandungan asam kaprat dan juga kadar asam laurat dalam tubh anda akan meningkat dengan baik.

Sumber Energi yang Alami

Ibu menyusui tetap membutuhkan energi yang banyak untuk dapat terjaga, mengurus bayinya serta mengurus rumah tangganya. Untuk itulah, segudang kewajiban yang menumpuk akan mungkin membuat energinya cepat menghilang. Untuk itulah, anda akan membutuhkan asupan energi yang banyak agar anda tetap dalam melakukan peran dan kegiatan tersebut.

Nah, untuk menambah energi yang hilang ini air kelapa dapat menjadi solusi yang baik. Air kelapa yang cenderung memiliki rasa manis saat dikonsumsi akan terasa segar untuk tubuh anda. Hal ini dikarenakan air kelapa mengandung sebanyak 2,6 persen gula dan juga mengandung protein, mineral dan juga lemak.

Perlu diketahui, sebaiknya pilihlah air kelapa yang muda untuk anda konsumsi. Hal ini dikarenakan air kelapa muda akan lebih manis dibandingkan dengan air kelapa tua. Kandungan sukrosa, glukosa dan fruktosa pada air kelapa akan dapat dibakar oleh tubuh menjadi energi. Untuk itu, mulailah memasukan air kelapa pada daftar konsumsi cairan anda secara rutin.

Memperlancar Pencernaan

Masalah sulit buang air besar dan masalah pencernaan lainnya akan cenderung menganggu dan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Bila tidak segera ditangani, masalah pencernaan akan semakin kompleks akibatnya. Selain mengatasinya dengan jalan obat-obatan, air kelapa juga bisa menjadi obat untuk pencernaan.

Air kelapa dapat dijadikan sebagai stimulan untuk anda yang menderita sembelit selama proses menyusui berlangsung. Konsumsi air kelapa akan dapat membantu melancarkan saluran pencernaan sehingga kotoran yang menumpuk didalamnya akan dapat dibuang. Dengan begini, anda tidak akan membutuhkan obat-obatan pencahar untuk mengatasi masalah yang tengah anda hadapi.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari manfaat air kelapa untuk ibu hamil. Semoga bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.