Cara Memberikan ASI Perah yang Telah Disimpan Dalam Lemari Pendingin – Ibu yang bekerja atau wanita karir yang sedang dalam proses menyusui umumnya menjadikan menajemen ASI perah sebagai alternatif yang banyak dipilih. Memerah ASI dan menyimpannya dalam lemari es menjadi solusi untuk dapat memberikan ASI pada si kecil meski tidak selalu berada disampingnya. Yuk, simak cara memberikan ASI perah yang telah disimpan dalam lemari pendingin.

Tuntutan dunia kerja lebih banyak mengharuskan seorang wanita untuk tetap berkarir meski memiliki buah hati yang masih kecil dirumahnya. Hal ini menjadi segelintir alasan untuk sebagian besar wanita tidak memberikan ASI ekslusif untuk buah hatinya. Padahal kita semua tahu bagaimana pentingnya pemberian ASI secara ekslusif untuk si buah hati. Selain memberikan manfaat untuk menjaga dan mendukung sistem kekebalan tubuh bayi dengan lebih baik. Pemberian ASI secara ekslusif pun akan dapat mendukung tumbuh kembang bayi dengan lebih baik.

Akan tetapi, kabar baik yang nampaknya dapat membuat kita bernafas lega adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini yang memungkinkan anda para ibu bekerja untuk tetap dapat memberikan ASI untuk buah hatinya. Salah satunya adalah dengan memberikan ASIP (Air Susu Ibu Perah). Guna menjalankan metode ini ada beberapa hal penting untuk anda pelajari, termasuk salah satunya adalah dengan menyimpan ASI.

Hanya saja, penyimpanan ASI perah pun tidak dapat dilakukan dengan sembarang sebab hal ini akan mengurangi kualitasnya. Ditambah juga dengan pemberian ASIP yang tidak sesuai dengan prosedur akan membuat si kecil tidak mau menyusu langsung pada ibunya. Nah, dibawah ini adalah hal penting untuk dipelajari lebih lanjut dalam memberikan ASI perah yang sudah disimpan.

Cara Memberikan ASI Perah yang Telah Disimpan Dalam Lemari Pendingin

Cara Memberikan ASI Perah yang Telah Disimpan Dalam Lemari Pendingin

ASI perah umumnya akan disimpan dalam lemari pendingin. Hal ini biasanya dilakukan pada beberapa ibu yang melakukan stok ASI agar memudahkan mereka untuk dapat memberikan ASI kapanpun bayi mereka butuhkan. Akan tetapi, pemberian ASI perah untuk si kecil perlu diperhatikan dengan baik. Sebab bila tidak hal ini akan dapat mempengaruhi si kecil yang tidak lagi ingin menyusu pada ibunya lagi. Simak beberapa cara memberikan ASI perah yang telah disimpan dalam lemari pendingin dibawah ini.

Lakukan Metode FIFO (First In First Out)

Hal pertama yang penting untuk dilakukan adalah dengan menerapkan sistem FIFO pada stok ASI yang anda masukkan dalam lemari pendingin. FIFO (First In First Out) adalah metode yang memungkinkan ASI yang lebih dulu disimpan adalah ASI yang lebih dulu diberikan. Lewat metode ini maka pemberian ASI perah akan bergulir menurut waktu penyimpanannya. Dengan begini maka tidak akan ada kasus dimana anda memberikan ASI perah yang terlalu lama disimpan.

Hanya saja metode ini akan membutuhkan effort lebih dari anda untuk dapat memberikan tanda atau tanggal pada setiap ASI perah yang anda simpan dalam lemari pendingin. Misalkan setelah anda memerah ASI maka berikan label tanggan pemerahan yang akan membantu anda menentukan pemberian ASI perah pada si kecil.

Hangatkan Terlebih Dahulu

Memberikan ASI perah dalam kondisi dingin pada si kecil akan mungkin memberikan ketidak nyamanan untuknya. Selain itu, pemberian ASI perah dengan suhu yang rendah akan mungkin membuat si kecil tahu bahwa ASI ini tidaklah sama dengan ASI yang biasa mereka dapatkan secara langsung dari payudara ibu. Bila kondisi ini tidak segera diatasi dikhawatirkan si kecil akan menolak diberikan ASI perah karena sensasi dan rasanya yang tidak sama dengan ASI ibu.

Untuk itu, pada saat anda akan memberikan ASI perah yang disimpan dalam lemari es maka hangat terlebih dahulu. Caranya adalah dengan merendam ASI pada botol dengan menggunakan air hangat. Setelah itu, kocok terlebih dahulu dan kemudian berikan pada si kecil.

Cairkan ASI Perah yang Membeku

Untuk ASI perah yang sudah membeku karena suhu pada lemari pendingin yang terlalu dingin maka penting sekali untuk anda mencairkannya terlebih dahulu. Cara ini dapat dilakukan dengan tetap menyimpan ASI perah dalam lemari es namun tidak meletakannya dalam freezer. Sebaliknya simpan pada bagian luar atau store untuk menyimpan botol. Tunggu kira-kira selama kurang lebih 12 jam sampai ASI benar-benar mencair.

Nah, untuk dapat melakukan hal ini anda tidak mungkin memberikan ASI yang tengah dibutuhkan si kecil. Melainkan memberikan jeda pada pemberian ASI perah selanjutnya pada si kecil mengingat waktu pencairannya yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, penting untuk diketahui bahwa ASI perah yang telah dicairkan tidak dapat kembali dibekukan. Namun hal ini memungkinkan anda untuk dapat menyimpannya dalam lemari pendingan sekitar 24 jam lebih lama.

Apabila Pencairan ASI Perah Beku Terdesak

Saat anda tidak memiliki stok ASI perah lain selain dari yang beku saat ini maka mungkin si kecil akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat mengkonsumsi ASI. Nah, untuk menghadapi kasus seperti ini agar proses pencairan menjadi lebih cepat maka anda diperbolehkan untuk mengaliri botol ASI dengan air atau merendamnya didalam air. Caranya adalah dengan memegang botol ASI perah dibawah air yang mengalir pada suhu ruangan. Setelah itu, tingkatkan temperatur air secara berkala sampai ASI mencair secara merata.

Atau anda pun dapat melakukan hal ini dengan meletakkan botol ASI perah beku pada air dalam baskom yang bersuhu ruangan. Setelah itu, ganti air rendaman tersebut beberapa kali menggunakan air yang lebih hangat secara berkala. Perlu diketahui bahwa perubahan suhu air yang bertahap akan sangat berguna untuk kandungan ASI didalam botol. ASI perah yang telah dicairkan ini hanya akan dapat disimpan kembali dalam lemari pendingin maksimal selama 4 jam.

Gunakan Bottle Warmer

Selain menggunakan air dalam wadah untuk dapat mencairkan ASIP. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mempercepat pencairan ASI perah yang membeku adalah dengan menggunakan bantuan bottle warmer. Hanya saja, apabila anda menggunakan alat ini maka sebaiknya anda memperhatikan cara kerjanya dengan baik. Pastikan suhu yang digunakan untuk menghangatkan ASIP dilakukan dengan perlahan. Setelah ASI perah terasa hangat, silahkan segera keluarkan ASI dan jangan terus menerus didiamkan dalam botol penghangat.

Hindari Penggunaan Microwave

ASI perah yang hendak dicairkan tidak disaranakan dipanaskan dengan menggunakan microwave atau dipanaskan dengan menggunakan kompor seperti halnya saat anda merebus makanan. Cara ini dianggap kurang baik sebab akan dapat mempengaruhi kandungan dan kualitas ASI menjadi berubah. Hal tersebut juga akan dapat membuat mulut dan kerongkongan si kecil menjadi terbakar. Untuk itu, hindari penggunaan microwave atau merebus dengan menggunakan cara yang umum.

Buang ASI Perah yang Tersisa

Jangan karena menganggap ASI perah yang sudah anda panaskan masih tersisa anda lantas merasa sayang untuk menggantinya dengan yang baru dan malah memberikan sisa ASI tersebut. Hal ini bukanlah pilihan yang bijak untuk diberikan pada buah hati anda. Untuk itu, sebaiknya biasakan untuk membuang ASI perah yang tersisa.

Hindari menyimpan kembali kedalam lemari pendingin ataupun menghangatkannya kembali untuk diberikan pada si kecil. Hal ini akan dapat memberikan dampak yang tidak baik sebab kualitas ASI yang sudah tidak layak. Bila anda tetap melakukan hal ini maka pengaruhnya akan terjadi pada sistem pencernaan si kecil.

Keadaan tertentu memaksa ibu harus memberikan ASI perah pada bayinya. Pemberian ASI perah dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi selama ibu berada jauh dari bayi karena sibuk bekerja atau hal lainnya. Cara memberikan ASI perah pada bayi harus dilakukan dengan benar dan tepat agar berjalan dengan lancar.

Kelahiran buah hati merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Mengapa tidak, bayi yang selama ini dinanti-nanti akan segera hadir melengkapi keluarga.

Namun, meskipun belum lepas dari rasa bahagia karena kelahiran buah hati, tidak sedikit ibu yang justru merasa kebingungan, terlebih lagi jika ibu wanita karir. Hal yang dipikirkan oleh ibu yaitu tentang bagaimana caranya mencukupi ASI pada buah hatinya.

Cara Memberikan ASI Perah Pada Bayi

Seperti yang kita ketahui semua, air susu ibu atau ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang mengandung berbagai komponen yang bermanfaat. ASI dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Bahkan diketahui, bayi yang tidak mendapatkan ASI memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian pada tahun pertama kehidupannya.

Bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan awal kehidupannya atau dari usia 0-6 bulan. Pada usia tersebut bayi tidak mendapatkan asupan makanan apapun selain ASI.

Meskipun ibu seorang wanita karir, tetapi tidak menutup kemungkinan ibu tetap dapat memberikan ASI eksklusif pada buah hati tercinta. Banyak cara yang dapat ditempuh agar buah hati tercinta mendapatkan cukup ASI, dimana salah satunya yaitu dengan memberikan ASIP atau ASI perah.

Tips Menyusui Bagi Ibu yang Bekerja

  • Meskipun anda bekerja, tetapi anda tetap dapat menyusui bayi seperti biasanya. Tinggalkan ASI perah yang sudah anda siapkan di rumah sebagai persediaan.
  • Agar produksi ASI anda tetap terjaga, anda dapat memerah ASI setiap 3-4 jam sekali di kantor dengan teratur.
  • Jika memerah ASI menggunakan peralatan, maka gunakanlah peralatan yang steril dan bersih. Setelah digunakan sebaiknya segera bersihkan peralatan tersebut.
  • ASI perah dapat anda simpan dalam lemari pendingin atau freezer.
  • Ketika ibu sedang bekerja, ASI perah tersebut dapat diberikan dengan memanfaatkan media seperti cangkir dan sendok.
  • Dalam memerah ASI sebaiknya pilihlah tempat yang benar-benar nyaman untuk anda agar anda dapat merasa lebih rileks ketika proses memerah ASI berlangsung.
  • Ketika berada di rumah, ibu dapat memberikan ASI lebih sering atau sesuai dengan kebutuhan bayi. Jika memungkinkan anda dapat mengganti jadwal menyusui agar anda dapat menyusui lebih sering ketika malam hari.
  • Selama menyusui bayi penting bagi ibu untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi agar dapat memberikan ASI yang berkualitas untuk buah hati tercinta.

Cara Memberikan ASI Perah Pada Bayi

ASI perah biasanya disimpan dengan dibekukan. Dimana ASI beku yang akan digunakan sebelumnya harus dipindahkan ke lemari pendingin terlebih dahulu supaya mencair. Jika ASI sudah mencair anda dapat mengambil ASI sesuai dengan kebutuhan bayi. Hangatkan ASI yang sudah anda ambil tersebut sebelum diberikan pada bayi.

ASI perah tidak boleh dimasak atau dipanaskan. Untuk menghangatkannya cukup dengan merendam botol berisi ASI dalam wadah berisi air hangat. Jika ASI yang diminum oleh bayi tidak habis, jangan menyimpannya anda harus langsung membuangnya.

Dalam memberikan ASI perah sebaiknya hindari menggunakan dot atau botol. Penggunaan dot berdampak buruk pada bayi, dimana salah satunya akan menimbulkan bingung puting pada bayi. Akibatnya bayi anda enggan menyusu langsung dari payudara ibunya karena ia sudah terbiasa dengan mekanisme atau kinerja dot.

Sebaiknya gunakan cangkir atau sendok untuk memberikan ASI perah pada si kecil. Ini dilakukan agar bayi tidak menolak menyusu langsung dari payudara ibunya. Pemberian ASI dengan menggunakan cangkir akan lebih cepat dan dapat memuaskan dahaga bayi dibandingkan dengan menggunakan sendok. Jika bayi merasa kesulitan mendapatkan ASI dengan menggunakan cangkir sebaiknya anda berikan dengan menggunakan sendok dengan penuh kesabaran dan perlahan agar ASI yang didapatkan si kecil cukup sesuai dengan kebutuhannya.

Langkah Memberikan ASI Perah dengan Cangkir

Berikut ini cara memberikan ASI perah yang benar dan tepat:

  • Orang yang akan memberikan ASI perah pada bayi harus duduk dengan posisi yang nyaman sambil memangku bayi.
  • Kemudian, pegang punggung bayi menggunakan lengan.
  • Letakan cangkir pada bibir bawah bayi.
  • Lidah bayi akan berada di atas pinggir cangkir tersebut. Saat cangkir dimiringkan biarkan si kecil menghisap ASI.
  • Setiap bayi anda menelan ASI tersebut, anda dapat memberikan jeda.
  • Berikan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi atau tanpa dijadwal.

Selain memanfaatkan cangkir, anda dapat memberikan ASI dengan menggunakan botol susu yang dilengkapi dengan sendok dengan cara seperti berikut:

  • Suapkan ASI perah menggunakan botol yang dilengkapi dengan sendok. Memberikan ASI dengan menggunakan botol bersendok akan lebih efektif karena dapat memuaskan rasa dahaga bayi dibandingkan dengan mengambil ASI menggunakan sendok satu demi satu dari cangkir.
  • Agar bayi anda tidak tersedak, suapkan ASI perah dengan perlahan dan sedikit demi sedikit.

Demikian cara memberikan ASI perah pada bayi yang benar dan tepat. Dengan ASI perah, bayi anda tetap mendapatkan cukup ASI sesuai dengan kebutuhannya meskipun anda sibuk bekerja atau berada jauh darinya.

Bayi membutuhkan adaptasi dan proses yang panjang ketika diberikan ASI perah. Sering kali bayi menolak ASI perah yang diberikan. Kenali penyebab bayi menolak ASI perah, kemudian anda bisa memulai pemberian ASI perah secara perlahan pada si kecil.

Selain merawat bayi, tugas seorang ibu yaitu menyusui bayinya. Menyusui bayi merupakan tugas penting yang harus dilakukan oleh seorang ibu, karena seperti yang kita ketahui ASI atau air susu ibu merupakan asupan yang harus diterima bayi dari awal kehidupannya hingga berusia 6 bulan. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, dimana di dalam ASI terkandung gizi komplit yang bermanfaat untuk bayi, serta untuk memenuhi nutrisi dan gizi hariannya. Kandungan yang terdapat di dalam ASI tidak bisa digantikan dengan susu formula.

Menyusui bayi menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi. Akan tetapi, terkadang menyusui bayi terhambat oleh segudang kesibukan ibu yang harus bekerja, sehingga memutuskan ibu untuk memberikan ASI perah pada buah hatinya.

Penyebab bayi menolak ASI perah

Pemberian ASI perah memang sah-sah saja dilakukan jika keadaan tidak mendukung untuk menyusui bayi langsung, yang terpenting bayi tetap mendapatkan asupan nutrisi dari ASI ibunya.
Dalam pemberian ASI perah tidak selamanya semulus seperti yang dipikirkan. Terkadang beberapa kendala menghampiri dan membuat ibu merasa cemas. Salah satu kendala ketika memberikan ASI perah yaitu si kecil menolak ASI perah.

Menghadapi keadaan ini ibu kerap kali frustasi karena ia takut buah hatinya tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup. Bagaimana pun juga tidak akan ada yang mampu menandingi kehebatan dan kenyamanan dari payudara seorang ibu.

Agar asupan ASI bayi tetap terpenuhi dan ibu bisa menjalankan rutinitasnya dengan tenang, maka perlu dicari solusi yang tepat. Untuk menemukan solusi yang tepat, ibu harus mengetahui penyebab bayi menolak ASI perah.

Penyebab Bayi Menolak ASI Perah

Tidak Menyukai Aromanya

ASI atau air susu ibu memiliki aroma yang khas untuk bayi, sedangkan pada ASIP atau ASI perah, aroma yang muncul bisa menjadi lebih kuat. Untuk menjaga kandungan nutrisi pada ASI, biasanya dilakukan langkah penyimpanan di dalam kulkas atau freezer, sehingga dengan begitu memungkinkan ASI memiliki aroma kulkas yang belum tentu bayi menyukainya.

Apabila bayi anda menolak ASI perah, anda harus kembali mengingat cara mencairkan ASI perah, karena bisa saja cara yang anda lakukan adalah cara yang kurang tepat.

Agar ASI perah tidak bau aroma kulkas yang kurang sedap, ASI perah yang akan diberikan pada bayi esok hari sebaiknya dikeluarkan dari dalam freezer ke kulkas dan biarkan ASI perah mencair selama semalaman. ASI perah yang sudah cair dapat dihangatkan dengan merendam botol tempat ASI perah pada air hangat.

Apabila anda menggunakan botol plastik sebagai tempat menyimpan ASI perah, cobalah untuk menggantinya dan gunakan botol kaca khusus ASI. Pasalnya, material botol kaca lebih baik dan dilengkapi dengan tutup karet sehingga mampu mencegah udara masuk yang akan mempengaruhi aroma dan kandungan dari ASI perah itu sendiri.

Perbedaan Rasa

Agar ASI perah mampu tahan lama, cara yang dilakukan yaitu menyimpannya dengan membekukan di dalam freezer. Dimana proses pembekuan ini akan mempengaruhi rasa dari ASI sehingga bayi akan menolak meminumnya dan perbedaan rasa ini menjadi penyebab bayi menolak ASI perah. Apabila keadaan ini terjadi, anda bisa mencoba untuk memberikan ASI perah yang segar pada si kecil. Lihatlah reaksinya apakah ia mau meminum ASI segar atau menolaknya kembali.

Teknik Pemberian yang Kurang Tepat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak ada yang lebih nyaman dan baik selain payudara ibu ketika memberikan ASI. Akan tetapi, ketika anda bekerja atau sibuk dengan rutinitas di luar rumah, tentunya bayi anda membutuhkan media lain untuk meminum ASI.

Kebanyakan ibu menggunakan botol susu dan dot dalam proses pemberian ASI perah pada buah hatinya. Pemberian ASI dengan botol akan menyebabkan si kecil bingung puting, bahkan pada beberapa bayi tidak terbiasa dengan dot karena memiliki tekstur yang keras.

Jika terjadi seperti ini anda bisa mencoba untuk memberikan ASI perah dengan menggunakan media lain. Ibu dituntut harus bersabar menghadapi keadaan seperti ini. Secara bertahap ibu dapat memulainya dengan menggunakan:

  • Sendok

Pemberian ASI perah pertama kali dengan menggunakan sendok memang tidak disukai oleh bayi. Akan tetapi, ibu harus lebih sabar dan berhati-hati dalam memberikan ASI perah untuk buah hatinya. Berikan ASI perah dengan menggunakan sendok secara perlahan agar si kecil tidak tersedak. Pada saat anda mendekatkan sendok ke mulut si kecil, biarkan si kecil menjulurkan lidahnya dan meminum ASI perah sedikit demi sedikit. Tunggu beberapa saat hingga si kecil selesai menelan, kemudian bisa kembali diberikan.

  • Pipet

Pipet bisa digunakan untuk memberikan ASI perah pada bayi. Pipet digunakan dengan meneteskan ASI sedikit demi sedikit ke dalam mulut bayi.

  • Cup Feeder, Soft feeder atau Spuit Feeder

Pemberian ASI perah bisa dilakukan dengan menggunakan 3 alat ini. Cup feeder merupakan alat yang memiliki bentuk seperti gelas kecil atau gelas sloki, soft feeder memiliki bentuk sepert tabung dan ujungnya seperti cup feeder, spuit feeder merupakan botol bayi yang dilengkapi dengan ujung berupa sendok. Dimana penggunaannya hampir sama dengan sendok. Biarkan bayi mengirup ASI perah sendiri. Hindari menuangkan ASI perah sekaligus ke dalam mulut si kecil untuk menghindari resiko tersedak.

Tidak Nyaman

Ketika bayi menyusu langsung dari payudara ibunya, maka ia sudah mengenal aroma tubuh ibunya yang memeluk dan memberikan kenyamanan pada saat proses menyusui. Dimana perbedaan inilah yang menjadi penyebab bayi menolak ASI perah. Ketika si kecil tetap dipaksa mengkonsumsi ASI perah, kemungkinan besar si kecil menangis dan trauma ketika diberikan ASI perah.

Untuk memudahkan proses pemberian ASI perah, anda bisa meminta bantuan dari suami atau keluarga yang lainnya. Meskipun begitu, tidak jarang bayi tetap menangis dan terus menolak ASI. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu si kecil akan mulai terbiasa mengkonsumsi ASI selain dari payudara ibunya.

Tips Memberikan ASI Perah

  1. Sebaiknya hindari memberikan ASI perah ketika keadaan si kecil sedang lapar atau mengantuk. Anda atau anggota keluarga lainnya bisa mencoba memberikan ASI perah sedikit demi sedikit namun sering.
  2. Ketika memberikannya si kecil bisa digendong atau berpindah ruangan agar suasana berbeda.
  3. Ada baiknya hindari memaksa memberikan ASI perah pada si kecil, terlebih lagi jika menuangkannya secara langsung ke dalam mulut bayi.
  4. Terus mencoba memberikan ASI secara konsisten pada si kecil, karena lama kelamaan ia akan mulai terbiasa dengan ritme pemberian ASI perah.
  5. Apabila ASI yang didapatkan oleh si kecil kurang optimal, maka anda bisa menutupinya dengan
  6. menyusui si kecil secara langsung pada saat pulang bekerja.
  7. Disarankan untuk memeriksa pertumbuhan dan perkembangan bayi secara rutin guna memantau kenaikan berat badannya.

Pemberian ASI perah tidak mudah dilakukan, karena bayi memerlukan proses yang panjang. Akan tetapi, selama ibu melakukannya dengan penuh kesabaran dan keyakinan, bayi akan belajar hingga pada akhirnya ia terbiasa.

Tips menyimpan dan menyiapkan ASI perah dari dalam kulkas perlu diperhatikan dalam pemberian ASI agar bayi tetap mendapatkan manfaat dan kandungan dari ASI yang baik.

ASI merupakan asupan penting yang kaya akan nutrisi dan kandungan gizi. Pemberian ASI eksklusif dilakukan hingga usia bayi 6 bulan, sedangkan untuk ke depannya pemberian ASI didampingi dengan makanan pendamping ASI atau MPASI.

Untuk mendukung pemberian ASI, ibu menyusui bisa menggunakan ASIP atau dikenal dengan ASI perah. Biasanya ASI perah dilakukan oleh ibu yang sibuk bekerja. Alasannya yaitu agar payudara tidak membengkak yang disebabkan karena produksi ASI yang tidak seimbang dengan kebutuhan bayi. Dengan memerah atau memompa ASI, maka anda bisa membantu dalam mempertahankan produksi ASI.

Tips Menyimpan dan Menyiapkan ASI

Tips Menyimpan dan Menyiapkan ASI

Untuk ibu menyusui yang aktif atau sibuk bekerja sebelum kembali pada rutinitas setelah melahirkan disarankan untuk belajar memerah ASI. Belajar memerah ASI sedini mungkin akan membuat stock ASI perah menjadi lebih banyak untuk disimpan guna memenuhi kebutuhan bayi anda. Penyimpanan ASI perah jangan dilakukan asal-asalan. Beberapa hal perlu diperhatikan ketika menyimpannya.

Penyimpanan ASI perah sebaiknya pada tempat yang telah disesuaikan, seperti misalkan menyimpan ASI perah di dalam kulkas atau lemari pendingin. Penyimpanan ASI itu sendiri tidak harus selalu di dalam freezer, anda bisa menyimpannya di kulkas dalam batas waktu 3 sampai 8 hari. Waktu penyimpanan disesuaikan dengan keadaan dan cara yang tepat.

Perhitungan dalam menyimpan ASI perah harus diperhatikan seperti misalkan, ASI perah disimpan di dalam kulkas tempat anda bekerja selama 9 jam. Kemudian ASI perah tersebut di bawa ke rumah dan baru bisa disimpan di dalam freezer. Dimana ASI perah itu bisa anda gunakan 3 hari ke depan.
Nah, berikut ini beberapa langkah yang bisa anda lakukan sebagai tips menyimpan dan menyiapkan ASI yang sudah diperah dan sudah disimpan di dalam lemari pendingin atau kulkas.

Cara Menyimpan ASI Perah di Dalam Kulkas

  1. Langkah pertamakali yang bisa anda lakukan yaitu, menyiapkan wadah khusus yang digunakan untuk menampung ASI. Siapkan wadah steril dan bisa ditutup rapat. Anda harus memperhatikan volume wadah yang digunakan agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan bayi anda.
  2. Pastikan bahwa ASI perah tersebut langsung dikonsumsi atau bisa juga disimpan dalam waktu lebih lama, akan tetapi anda tetap harus memperhatikan batas waktunya. Apabila ASI perah akan diberikan pada bayi anda kurang dari waktu 6 jam, maka anda tidak perlu menyimpan ASI perah tersebut di dalam kulkas. Sedangkan jika ASI perah akan digunakan selama batas waktu 24 jam maka anda bisa menyimpannya di dalam lemari pendingin dengan suhu 4 derajat celcius. Jika ASI perah akan digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu minggu, anda bisa segera mendinginkannya di dalam lemari pendingin selama kurang lebih 30 menit, kemudian bekukan pada suhu sekitar -18 derajat celcius atau lebih rendah.
  3. Apabila memungkinkan, sebaiknya anda simpan ASI yang sudah diperah tersebut di dalam lemari pendingin bagian tengah, atau anda bisa menyimpannya di dalam freezer. Sebaiknya hindari menyimpan ASI perah di rak lemari pendingin yang terdapat pada pintu. Pasalnya rak tersebut memiliki temperatur yang berubah-ubah ketika dibuka atau ditutup.
  4. Pada wadah tempat ASI perah yang disimpan di dalam lemari pendingin sebaiknya tempelkan label atau keterangan. Anda dapat memberikan keterangan waktu ketika memerah ASI tersebut. Sebaiknya sisakan kurang dari 1/4 bagian kosong pada wadah yang digunakan untuk menyimpan ASI.

Tips Menyajikan ASI Perah

  1. ASI yang berhasil anda perah bisa anda gabung, yang terpenting dalam memerah maksimal serta dalam jangka waktu 24 jam. Sebelum menggabungkan keduanya anda bisa mendinginkannya di dalam kulkas atau lemari pendingin.
  2. Ketika menyajikan ASI tidak disarankan menggabungkan ASI dalam keadaan hangat dengan ASI yang baru atau ASI yang dingin dengan ASI yang beku.
  3. Perlu anda ingat, dalam menghangatkan ASI dingin yang berasal dari dalam kulkas anda bisa melakukannya dengan menggunakan alat khusus pemanas ASI. Jika tidak, anda bisa mencelupkan botol atau wadah ke dalam air hangat bersih dan matang. Putar-putar botol tersebut hingga ASI perah menjadi hangat, kemudian anda bisa langsung menyajikannya untuk si kecil.

Bagi anda yang memutuskan memberikan ASI perah untuk si kecil karena tuntutan pekerjaan atau keadaan lainnya, maka perahlah dengan cara memerah ASI yang tepat. Ini dilakukan agar ASI yang dihasilkan lebih optimal untuk menunjang kebutuhan si kecil. Anda juga harus memperhatikan cara menyimpan dan menyajikan ASI dengan benar agar manfaat ASI tetap bisa didapatkan oleh si kecil. Selain itu, ASI yang dikonsumsi tetap sehat dan tidak mengganggu kesehatannya. Jika anda sedang berada di rumah atau tidak ada kegiatan di kantor, alangkah lebih baiknya jika anda menyusui si kecil secara langsung. Menyusui bayi secara langsung bermanfaat dalam membangun kedekatan di antara ibu dan bayi. Selain itu masih banyak lagi manfaat yang akan didapatkan oleh bayi dan ibu menyusui.

Itulah beberapa tips menyimpan dan menyiapkan ASI perah. Semoga bermanfaat.

Banyak ibu yang memutuskan memberikan ASI perah karena sibuk bekerja. Anak akan tetap mendapatkan manfaat dan kandungan dari ASI jika cara menyimpan ASI perah dilakukan dengan baik dan benar.

Air susu ibu atau ASI merupakan sumber nutrisi yang terbaik untuk bayi. Bermacam kandungan di dalam ASI berguna untuk bayi, dan manfaat ASI eksklusif  untuk bayi sangat banyak. ASI diberikan hingga bayi berusia 6 bulan. Selama itu, tidak ada makanan bayi atau asupan lainnya yang diberikan kecuali ASI. Pemberian ASI selama 6 bulan sangat disarankan, selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisnya, juga untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi agar tidak mudah sakit, memperkuat ikatan antara ibu dan bayi, agar bayi memiliki tingkat intelegensi yang lebih baik dan lain sebagainya. Bahkan selain bayi yang mendapatkan manfaatnya, ibu pun akan mendapatkan manfaat yakni membantu masa pemulihan setelah melahirkan.

Tidak sedikit ibu yang harus kembali pada rutinitas kerjanya. Namun, meskipun begitu tidak ada alasan untuk tidak memberikan ASI pada si kecil. Bagi ibu yang sibuk bekerja bisa tetap memberikan ASI eksklusif dengan cara ASI perah. Agar manfaat ASI tetap didapatkan oleh si kecil, anda bisa menyimpan dengan cara menyimpan ASI yang baik dan benar. ASI perah merupakan satu satunya cara efektif yang bisa dilakukan oleh ibu menyusui yang sibuk bekerja di luar rumah.

Cara Menyimpan Asi Perah

ASI perah itu sendiri merupakan ASI yang dikeluarkan dengan cara diperah, lalu disimpan pada tempat tertentu dan diberikan sesuai dengan kebutuhan si kecil. ASI perah bisa juga diberikan pada bayi yang lahir prematur atau ibu yang tidak bisa menyusui karena kondisi kesehatan tertentu. Termasuk ibu yang sibuk akan rutinitas sehari-harinya sehingga sulit mengatur waktu untuk menyusui bayinya.

Cara Menyimpan ASI Perah yang Baik dan Benar

Persiapan Memerah ASI Sebelum Disimpan

Memerah ASI dengan baik dan benar akan mempertahankan kualitas ASI itu sendiri. Oleh sebab itu, jika anda harus terpaksa memberikan ASI perah pada si kecil karena rutinitas yang sibuk, usahakan untuk memerah ASI sesuai dengan anjuran yang sudah ditentukan agar bayi anda tetap mendapatkan manfaat dari ASI. Berikut ini persiapan sebelum memerah ASI.

  • Sebelum memerah ASI, pastikan anda berada dalam keadaan bersih. Pencernaan dan kesehatan bayi masih belum sempurna, begitu pun dengan kekebalan tubuhnya. Bayi akan tetap sehat apabila kebersihan lingkungannya tetap diperhatikan, begitu pun degan kebersihan ASI-nya. Sebelaum memerah ASI, pastikan anda mencuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun dan air bersih agar bakteri tidak masuk ke dalam ASI yang anda perah.
  • Siapkan wadah untuk menyimpan ASI perah. Kriteria wadah yang perlu anda siapkan yaitu wadah yang bersih seperti botol yang terbuat dari kaca atau kontainer plastik yang dilengkapi dengan penutup. Jika anda memilih menyimpan ASI dalam wadah plastik, maka usahakan untuk memilih bahan plastik yang bebas bisphenol A. Perhatikan juga cara mencuci wadah yang digunakan untuk menyimpan ASI perah ini. Cuci dengan menggunakan sabun dan air hangat kemudian keringkan.
  • Siapkan label yang berisi tanggal ASI diperah. Pemberian label ini akan mempermudah anda dalam menyimpan ASI berdasarkan dengan kebutuhan si kecil.
  • Ketika memerah ASI, anda bisa menggunakan tangan atau memanfaatkan alat bantu seperti pompa ASI. Bahkan, anda bisa menggunakan ke dua cara tersebut, baik dengan tangan maupun dengan pompa ASI.
  • Ketika memerah ASI, baik menggunakan tangan atau alat bantu disarankan untuk perah dengan cara yang baik dan benar agar ASI untuk si kecil tetap sehat dan bermanfaat.

Cara Menyimpan ASI Perah

Berikut ini cara menyimpan ASI perah yang bisa anda lakukan.

  • ASI perah yang sudah dimasukan ke dalam wadah yang sebelumnya sudah anda siapkan, berupa botol dengan tutup rapat dan tahan panas.
  • Jika anda akan menyimpan ASI perah hingga 6 jam, maka anda bisa menyimpannya pada suhu ruangan sekitar 25 derajat celcius.
  • Sedangkan jika anda akan menyimpan ASI perah hingga 24 jam, maka bisa disimpan di dalam boks pendingin yang ditambahkan dengan kantung es.
  • ASI perah akan tahan hingga 5 hari jika disimpan pada kulkas dalam bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat Celcius.
  • ASI perah akan tahan dalam waktu yang lebih lama yakni 6 bulan jika disimpan di dalam freezer dengan suhu 18 derajat celcius dan di bawah titik beku nol derajat celcius.
  • Jika memungkinkan, ketika anda menyimpan ASI di dalam lemari pendingin sebaiknya simpan di bagian tengah atau di dalam freezer karena bagian tersebut memiliki suhu yang konstan.
  • Hindari menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu kulkas karena memiliki suhu yang tidak konstan.
  • Agar lebih mudah, tempelkan label tanggal ASI tersebut diperah pada wadah ASI. Ketika mengisi ASI usahakan untuk tidak mengisinya sampai penuh, cukup seperempat bagian kosong saja.
  • ASI yang disimpan lebih dari 6 bulan akan kehilangan senyawa yang berfungsi untuk melawan organisme berbahaya. Oleh sebab itu, hindari menyimpan ASI hingga 6 bulan lamanya.

Semakin lama ASI perah disimpan, baik itu didinginkan atau dibekukan, maka kandungan vitamin C pada ASI akan menghilang. Namun meskipun demikian, ASI perah yang sudah dibekukan memiliki kandungan gizi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan susu formula.