Makanan Pelancar ASI – ASI yang lancar memang ditentukan pula oleh asupan makanan yang bergizi dan juga bernutrisi. Seorang ibu hamil perlu memperhatikan menu makanan harian yang akan ia konsumsi setiap harinya. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk memilih menu makanan yang bervariasi agar dapat memperlancar produksi ASI.

Memiliki produksi ASI yang berlimpah tentunya keinginan setiap ibu menyusui. Produksi ASI yang lancar dan juga berlimpah tentunya dapat membuat seorang wanita merasa bangga akan dirinya. Terlebih ketika  memberikan ASI kepada bayinya tersebut. Namun, tidak semua ibu hamil memiliki ASI yang berlimpah pasca melahirkan.

Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan bayi seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Faktanya, memberikan ASI kepada si kecil memang sudah menjadi kewajiban seorang ibu. Akan tetapi, bagaimana jika ibu hamil tersebut tidak memiliki produksi ASI yang cukup untuk diberikan kepada bayinya? Tentunya, pertanyaan tersebut muncul seiring dengan pernyataan bahwa menyusui bayi adalah sebuah keharusan.

Tentunya, Anda tidak akan berdiam diri dan juga menerima akan kondisi tersebut, bukan? Banyak hal-hal yang memang dapat Anda lakukan untuk membuat produksi ASI menjadi semakin lancar. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan menjaga asupan makanan pelancar ASI untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Tips Merawat Bayi BBLR Di Rumah Yang Paling Mudah

Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui

makanan pelancar ASI

Makanan memang memiliki peranan penting di dalam hidup kita. Untuk itu, Anda jangan menyepelekan akan khasiat dan juga manfaat yang berasal dari makanan. Makanan yang kita konsumsi tentunya ikut menentukan kondisi tubuh kita, terutama bagi seorang ibu hamil.

Makanan pelancar ASI memang sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita tidak menyadari akan manfaat yang dapat kita ambil dari makanan jenis tertentu. Perlu Anda tahu bahwa makanan pelancar ASI yang paling banyak ialah makanan yang memiliki senyawa galaktogogus. Lihat Juga: Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Lantas, apa yang dimaksud dengan senyawa galaktogogus? Barangkali, istilah ini memanng sangat jarang didengar oleh kita, namun tentunya Anda harus mengetahui definisi akan istilah tersebut terutama bagi ibu menyusui. Senyawa galaktogogus ialah sebuah zat atau senyawa yang dapat merangsang produksi ASI di dalam tubuh ibu menyusui.

Oleh karena itu, pastikan Anda untuk mengonsumsi jenis makanan yang mengandung senyawa galaktogogus dari beberapa jenis makanan berikut ini:

1. Beras merah

Salah satu jenis makanan yang terkenal akan senyawa galaktogogus ialah beras merah. Beras merah memang sangat dikenal baik untuk melancarkan produksi ASI. Selain itu, beras merah juga dapat memulihkan wanita pasca melahirkan.

Memasukkan beras merah ke dalam menu makanan ibu menyusui memang sangat dianjurkan. Anda dapat dengan mudah mengonsumsi beras merah sebagai pengganti beras putih pada menu makanan harian Anda. Beras berah juga dapat menstabilkan gula darah di dalam darah dan meningkatkan nafsu makan ibu menyusui.

2. Wortel

Sayuran yang satu ini tidaklah susah untuk kita dapatkan. Seperti yang kita tahu bahwa wortel mengandung vitamin A yang memang sangat baik utnuk mata kita. Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui. Wortel memiliki manfaat dan juga kandungan zat yang hampir sama dengan bayam.

Dengan kandungan vitam A yang cukup tinggi pada wortel tentunya dipercaya dapat melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Ibu menyusui tentunay dapat membuat sop dan juga jus wortel pada saat sarapan dan juga makan siang, Alangkah baik untuk dikonsumsi setiap hari.

3. Bayam dan buah bit

Seperti yang sudah dijelaskan di aas, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada bayam memang sama wortel. Begitupula dengan kandungan yang terdapat pada buah bit seperti asam folat, zat besi dan juga kalsium. Kedua makanan ini memiliki potensi yang cukup besar untuk mempelancar produksi ASI pada ibu menyusui.

Bayam mengandung senyawa yang dapat mencegah terjadinya kanker payudara. Dengan mengonsumsi kedua bahan makanan ini tentunya Anda akan mendapatkan hasil yang luar biasa dalam produksi ASI.

4. Labu

makanan pelancar ASI

Labu memang termasuk ke dalam sayuran yang tidak memiliki banyak penikmat akan rasa yang cukup khas. Labu yang biasa kita temukan di pasar tenyata dapat membantu menstabilkan kadar gula di dalam darah. Selain itu, hal yang perlu Anda ingat bahwa labu sebagai ASI booster alami yang dapat meningkatkan kualitas dan juga kuantitas ASI pada ibu menyusui. Anda tentunya dapat membuat labu dengan varian menu seperti puding, kolak dan juga varian lainnya.

5. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan tentunya memiliki kandungan protein dan juga zat besi dalam kadar yang cukup banyak. Mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari seperti kacang merah, hitam, almond dan juga jenis kacang lainnya terbukati dapat membuat produksi ASi menjadi lancar. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengonsumsi kacang-kacangan pada menu makanan Anda.

6. Daun katuk

Daun katuk yang memiliki kandungan fosfor, kalium dan juga protein memang sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun katuk memang dikenal sebagai makanan pelancar ASI yang wajib dikonsumsi oleh ibu pasca melahirkan. Seperti penelitian yang dilakukan di Yogyakarta pada tahun 2004 menyatakan bahwa daun katuk memiliki potensi sekitar 50% dari volume ASI. Daun katuk dapat diolah menjadi sayur bening yang dapat Anda konsumsi setiap hari juga dapat ditambah dengan jagung.

7. Daun pepaya

Rasa khas yang dimiliki oleh daun pepaya memang membuat pepaya jarang dilirik oleh sebagian besar orang. Daun pepaya dengan rasa pahitnya tersebut ternyata memiliki khasiat untuk melancarkan produksi ASI. Mengolah daun pepaya memang susah-susah gampang. Jika dilakukan dengan cara yang tepat mengonsumsi buah pepaya justru tidak akan menghasilkan rasa pahit. Anda dapat membuat olahan daun pepaya dengan varian menu makanan seperti urab, lalap dan juga tumis.

8. Pare

Selain daun pepaya, sayuran dengan rasa pahit yang khas untuk melancarkan ASI ialah pare. Tidak disangka bahwa pare memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C dan juga antioksidan yang tinggi. Buah pare juga memiliki khasiat untuk mencegah penyakit diabetes melitus serta menurunkan kadar gula di dalam darah. Mengonsumsi pare berarti Anda melakukan sedikit langkah untuk mencegah kanker payudara, cacing usus dan juga virus yang sewaktu-waktu dapat menyerang manusia.

9. Asparagus

makanan pelancar ASI

Makanan yang jarang ditemui ini ternyata tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Selain digunakan untuk menu diet, asparagus juga memang sangat baik untuk ibu menyusui. Kandungan asam folat yang tinggi tentunya dapat membuat tubuh menjadi lebih baik serta dapat membuat si kecil menjadi lebih sehat. Anda dapat membuat menu masakan dari asparagus dengan membuatnya menjadi sup yang dapat Anda konsumsi ketika makan siang dan juga makan malam.

10. Edamame

Jika Anda menemukan jenis kacang ini tentunya Anda jangan melewatkannya begitu saja. Kandungan di dalam edamame memang terbukti bagus untuk melancarkan produksi ASI. Jenis makanan ini mengandung zat dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin K, fosfor, magnesium, kalium dan ribonflavin. Untuk itu, sangat mudah untuk mengonsumsi menu makanan ini sebagai cemilan dengan cara direbus terlebih dahulu.

11. Buah pepaya

Tidak ada keraguan lagi akan manfaat dan juga khasiat yang akan didapatkan oleh ibu hamil dari buah yang satu ini. Buah yang memiliki vitamin C yang cukup banyak ini terbukti dapat membuat produksi ASI menjadi lebih lancar. Buah pepaya telah digunakan sebagai obat penenang alami sebagai makanan pelancar ASI. Olahan buah pepaya memang sangat mudah, Anda dapat memakannya secara langsung dan juga dapat direbus agar tekstur buah pepaya menjadi lebih lembut.

12. Buncis

Sayur yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar ibu ini memang memiliki kandungan vitamin B-kompleks, kalsium dan juga serat pangan yang sangat banyak. Tidak heran jika buah ini sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Olahan makanan dari buncis tentunya sangat bervariatif, Anda dapat membuat tumis, lalap, atau rendam dan juga rebus buncis untuk dinikmati sebagai salad.

13. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini ternyata memiliki kandungan senyawa galaktogogus yang mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Bawang putih dianggap sebagai jenis makanan pelancar ASI terbaik. Mengonsumsi bawang putih di dalam masakan dan sayur tentu sering kita dapatkan. Untuk itu, jangan membuang irisan bawang putih yang ada pada masakan terlebih ketika Anda sedang menyusui.

14. Salmon

makanan pelancar ASI

Tidak hanya sayur dan juga buah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Jenis ikan pun tentunya memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya bagi kesehatan manusia. Kandungan omega-3 dan juga EFA yang terdapat pada salmon memang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Kedua kandungan tersebut tentunya dapat meningkatkan produksi hormon laktasi sehingga dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. Anda dapat merebus dan juga memanggang salmon sesuai dengan selera ibu menyusui.

15. Almond

Salah satu jenis kacang yang kaya akan kandungan vitamin E dan juga Omega-3 dimiliki oleh kacang almond. Seperti yang kita tahu bahwa omega-3 dapat meningkatkan hormon yang paling penting untuk meningkatkan produksi ASI. Sedangkan vitamin E dapat menyembuhkan gatal-gatal pasca melahirkan. Tentunya, Anda dapat menjadikan kacang almond dengan dimakan secara langsung atau juga diolah kembali menjadi menu makanan lain.

16. Paha ayam

Ayam memang sering kita konsumsi menjadi menu makanan kita sehari-hari. Akan tetapi, bagian ayam yang paling kaya akan kandungan zat besi dan juga kalsium dapat melancarkan produksi ASI. Paha ayam terbukti dapat meningkatkan sistem saraf dan juga meningkatkan kekebalan tubuh pada ibu menyusui. Anda dapat mengolah paha ayam menjadi berbagai olahan masakan.

17. Ubi jalar

Salah satu umbi-umbian yang sangat kaya akan sumber kalium yang tinggi ialah ubi jalar. Selain itu, ubi jalar juga mengandung vitamin C dan juga B-kompleks serta senyawa relaksan otot yang diperlukan sebagai penghasil energi untuk melawan kelelahan pada ibu menyusui.

18. Daun kemangi

Daun yang memiliki aroma yang khas ini tentunya  dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kemangi yang memang sangat sering kita temui ini tentunya jangan diabaikan begitu saja. Daun kemangi memiliki khasiat untuk menenangkan pada ibu menyusui. Anda juga dapat menikmati daun kemangi sebagai lalap dan juga tambahan pada salah satu menu masakan seperti pecel dan juga pepes.

19. Buah semangka

Buah dengan kandungan air yang cukup tinggi tentu didapatkan oleh buah ini. Buah semangka yang mengandung vitamin A ini tentunya dapat memenuhi kebutuhan harian ibu menyusui. kadar air yang cukup tinggi pada semangka dapat menjaga produksi ASI tetap lancar dan juga banyak. Selain itu, kandungan asam folat, kalium, vitamin A dan C dapat memenuhi cairan tubuh terutama ketika sedang menyusui.

20. Kacang hijau

Jenis kacang yang satu ini memang tidak dapat diabaikan lagi akan manfaat dan juga khasiatnya. Selain itu, kacang hijau dapat memicu hormon oksitosin yang dapat mengeluarkan ASI menjadi lebih banyak. Kacang hijau memiliki kandungan vitamin B1 dan juga kadar tiamin yang dapat mengubah karbohidrat menjadi energi. Hal ini dikarenakan asupan gizi dan juga nutrisi pada ibu hamil lebih banyak dibandingkan saat hamil.

21. Oatmeal

Makanan yang biasanya dijadikan sebagai menu makanan diet, ternyata dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Oatmeal biasanya dikonsumsi pada saat sarapan dipagi hari. Selain meningkatkan produksi ASI, oatmeal juga mengandung serat yang dibutuhkan ibu hamil untuk meningkatkan produksi ASI. Oatmela tentunya memiliki kandungan kalori yang cukup banyak sehingga dapat dijadikan sebagai menu makanan Anda sehari-hari. Oatmeal tentunya dapat disajikan dengan berbagai varian sesui dengan selera ibu menyusui.

22. Aprikot

makanan pelancar ASI

Aprikot merupakan jenis buah yang dapat melancarkan produksi ASI juga dapat dijadikan sebagai penambah pasokan ASI. Terdapat beberapa perubahan pada hormon saat sedang hamil. Aprikot yang kaya akan serat dan juga kalsium dapat membantu menormalkan perubahan hormon tersebut.

23. Jintan hitam

Biji jintan hitam dipercaya dapat membakar lemak yang ada pada tubuh. jintan hitam juga dipercaya dapat meningkatkan produksi dan juga jumlah ASI pada payudara ibu menyusui. Selain itu, jintan hitam dapat mencegah terjadinya iritasi pada pencernaan. Jintan hitam merupakan makanan pelancar ASI yang paling tepat Anda konsumsi. Anda juga dapat menambahkan jintan hitam pada susu atau jenis minuman lainnya.

24. Wijen

Wijen diyakini sebagai booster alami yang paling bagus dan juga sebagai sumber kalsium. Setidaknya Anda dapat mencampurkan biji wijen ke dalam susu, almond atau gula. Anda tentunya dapat mengonsumsi wijen dalam jumlah yang terbatas.

25. Buah pisang

Buah pisang dapat dijadikan sebagai menu makanan yang memang terbukti sebagai penambah ASI. Pisang tentunya banyak ditemukan diberbagai daerah sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya. Buah ini memang mengandung vitamin C dan juga asam folat sehingga dapat meningkatkan produksi ASI dengan cepat.

26. Biji Adas

Biji yang biasa digunakan sebagai bumbu, obat herbal dan juga tambahan minuman ternyata memiliki kandungan yang dapat menambah produksi ASI pada ibu menyusui. Tentunya, biji adas dapat diolah dengan cara ditambahkan ke dalam minuman. Biji adas juga dapat ditemukan di perkampungan dan juga pedesaan.

Menjaga ASI tetap lancar tentunya menjadi sebuah keharusan bagi  Anda. Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan si kecil. Demikianlah beberapa makanan pelancar ASI yang dapat Anda konsumsi setiap harinya. Semoga bermanfaat!

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif – Mengenai pemberian ASI eksklusif, beberapa pertanyaan sering diajukan oleh ibu.

Setelah melahirkan buah hati, setiap ibu direkomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pada buah hatinya. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, selama enam bulan awal kehidupannya ASI adalah satu-satunya makanan bayi. Dimana ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi.

Mengenai ASI itu sendiri, tidak sedikit ibu yang mengajukan berbagai pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif. Selain karena kurangnya pemahaman, pertanyaan yang diajukan biasanya untuk meyakinkan ibu agar dapat memberikan ASI dengan optimal pada buah hatinya.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Berikut ini daftar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh ibu menyusui.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Apa Itu ASI Eksklusif?

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI atau air susu ibu pada bayi dari 0-6 bulan. Selama rentan waktu tersebut, makanan yang didapatkan bayi hanyalah ASI. Bayi tidak boleh mendapatkan makanan atau minuman yang lainnya meskipun makanan dan minuman tersebut bergizi.

Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, maka makanan selain ASI dapat dikenalkan pada bayi. Meskipun begitu, ASI tetap harus dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun.

Ketika ASI belum keluar, terkadang tidak sedikit ibu yang memberikan air putih atau cairan lainnya pada bayi. Namun, tanpa disadari hal tersebut sudah menggagalkan ASI eksklusif, meskipun cairan tersebut hanya diberikan satu kali pada bayi. Keadaan ini sudah tidak bisa lagi disebut dengan ASI eksklusif, karena lebih tepatnya disebut dengan ASI predominan. ASI predominan itu sendiri merupakan pemberian ASI pada bayi, namun ibu pernah memberikan air atau cairan yang lainnya pada bayi sebelum ASI keluar.

Manfaat Apa Saja yang Didapatkan Bayi Dari ASI Eksklusif?

Mengenai manfaat ASI eksklusif itu sendiri sudah tidak bisa diragukan lagi. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada makanan apapun sebaik ASI yang dapat diberikan pada bayi sebelum usianya 6 bulan. Di dalam ASI, khususnya ASI pertama yang keluar atau disebut dengan kolostrum terkandung gizi dengan komposisi tepat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Hanya dengan ASI kebutuhan gizi bayi sudah terpenuhi. ASI dapat membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Di dalam ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi untuk meningkatkan atau memperkuat sistem kekebalan tubuhnya saat bayi lahir. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat menurunkan risiko bayi terserang berbagai macam penyakit. Selain itu, terdapat banyak manfaat ASI eksklusif yang lainnya, manfaat ASI yang lainnya seperti berikut ini:

  • ASI mampu meningkatkan kecerdasan bayi. Perkembangan kognitif bayi akan semakin meningkat dengan pemberian ASI.
  • Dengan ASI bayi tidak akan mengalami alergi, lain halnya dengan susu formula, susu sapi atau susu kedelai.
  • ASI eksklusif dapat menurunkan risiko bayi mengalami obesitas atau kegemukan saat ia besar nanti.

Saat ASI Eksklusif Bolehkah Bayi Mendapatkan Obat?

Pemberian obat dapat dilakukan saat bayi dalam masa ASI eksklusif. Bayi dapat menerima obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, serta mineral atau vitamin yang diperlukan ketika bayi sakit. Bayi membutuhkan obat agar ia lekas sembuh. Karena seperti itu, pemberian obat pada bayi tidak akan menggagalkan ASI eksklusif. Ketika bayi sakit anda dapat memberikan obat dan terus lanjutkan memberikan ASI karena di dalam ASI terkandung antibiotik yang dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Bagaimana Jika Bayi Diberi Susu Formula, Apakah Masih Dapat Disebut ASI Eksklusif?

Terkadang orang tua tidak percaya diri ASInya dapat memenuhi kebutuhan bayi. Karena seperti itu, tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk memberikan susu tambahan atau susu formula pada bayinya. Pemberian susu formula selama masa ASI eksklusif dapat menggagalkannya.

Keadaan ini bisa disebut dengan ASI parsial. Selain ASI bayi juga mendapatkan makanan lainnya selain ASI, baik susu formula, bubur bayi dan lain sebagainya sebelum bayi berusia 6 bulan.

Apa yang Harus Dilakukan Agar Produksi ASI Cukup Untuk Bayi?

Agar produksi ASI tetap lancar dan kebutuhan ASI untuk bayi tetap terpenuhi, maka anda dapat menyusui bayi dengan rutin. Susui bayi anda setiap 2-3 jam sekali dengan posisi pelekatan dan hisapan yang baik dan tepat. Semakin ibu sering menyusui bayi maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan. Namun, penambahan jumlah ASI itu sendiri tidak akan terjadi saat itu juga, akan tetapi membutuhkan waktu.

Bagaimana Pemberian ASI Pada Ibu yang Bekerja?

Meskipun ibu bekerja dan tidak selalu berada dekat dengan bayi, tetapi ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya. Berikut ini tips memberikan ASI selama ibu bekerja:

  • Selama ibu tidak bekerja atau cuti melahirkan, ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif lebih sering.
  • Hindari memberikan asupan makanan lain selama bayi belum berusia 6 bulan.
  • Untuk mengoptimalkan memompa ASI, ibu harus belajar lebih dini atau setelah bayi lahir.
  • Hindari memberikan ASI melalui botol susu. Alangkah lebih baik memberikan ASI dengan sendok atau cangkir. Anda dapat mulai melatih bayi selama 1 minggu sebelum kembali bekerja.
  • Anda harus paham tentang pemberian ASI atau proses penyimpanannya, kemudian informasikan itu semua pada keluarga atau pengasuh bayi.
  • Setelah pulang ke rumah, pemberian ASI dapat dilakukan langsung.
  • Ketika berada di tempat kerja, ibu dapat memerah ASI setiap 2-3 jam sekali. Ini dilakukan untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.

Ketika Sakit Apakah Ibu Tetap Boleh Menyusui?

Ibu akan merasa bingung dan khawatir ketika dirinya sakit. Pada umumnya keadaan ibu sakit bukanlah suatu alasan untuk menghentikan proses menyusui. Hanya saja, ketika sakit ibu membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus si kecil karena ibu membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Ketika menyusui ibu dapat menggunakan masker agar si kecil tidak tertular. Ibu disarankan untuk segera pergi ke dokter, beritahu pada dokter bahwa ibu sedang menyusui. Pasalnya beberapa obat dapat mengkontaminasi ASI. Ada beberapa keadaan atau penyakit tertentu yang melarang ibu untuk menyusui bayinya. Anda dapat meminta informasinya dari dokter.

Apa Tanda Bayi Cukup Menerima ASI?

Ketika sudah cukup menerima ASI, bayi akan menunjukan beberapa tanda seperti berikut ini:

  • Bayi akan terlihat puas setelah menyusu.
  • Setiap bulannya bayi anda menunjukan penambahan berat badan.
  • Setelah menyusui payudara akan terasa lebih lunak.
  • Bayi sering buang air kecil sehingga anda harus mengganti popoknya sebanyak 6-9 kali dalam sehari.
  • Pada bulan pertama kehidupannya, bayi buang air besar sebanyak 3 kali dalam satu hari. Selain itu, feses bayi berwarna kuning terang. Namun, setelah usianya satu bulan frekuensi buang air besar bayi akan mulai berkurang, tetapi anda tetap harus memastikan bayi buang air besar setiap harinya.

Itulah seputar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh para ibu.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif – Tidak sedikit ibu gagal dalam memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya dan memilih beralih pada susu formula. Kegagalan tersebut disebabkan karena beberapa faktor.

Anjuran memberikan ASI eksklusif pada bayi selama ini selalu digembor-gemborkan. Bukan karena tidak ada alasan, ini dilakukan agar ibu selalu termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Pasalnya, ASI eksklusif mendatangkan banyak manfaat untuk bayi, selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi, ASI juga memiliki manfaat untuk kesehatan bayi.

Pemberian ASI eksklusif disarankan dari awal kehidupan bayi hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan awal kehidupannya, tidak ada asupan apapun selain ASI. Meskipun begitu, semua kebutuhan nutrisi dan gizi harian bayi sudah terpenuhi dalam ASI karena ASI mengandung nutrisi dan gizi komplit.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Manfaat ASI Eksklusif

  • Dengan ASI eksklusif maka sistem kekebalan tubuh bayi akan menjadi lebih kuat. Di dalam ASI atau air susu ibu terkandung zat antibodi yang dapat membantu bayi dalam memerangi segala virus dan bakteri penyebab penyakit. Sehingga risiko bayi mengalami penyakit diare, infeksi sistem pernafasan, konstipasi, infeksi telinga, serta meningitis akan menjadi lebih rendah. Selain itu, antibodi dari ibu mampu melindungi bayi dari serangan alergi, eksim dan asma.
  • Berat badan bayi akan menjadi ideal. Dengan ASI eksklusif memungkinkan bayi akan tumbuh dengan berat badan ideal, tidak terlalu gemuk atau tidak terlalu kurus. Dibandingkan dengan susu formula, di dalam ASI terkandung lebih sedikit insulin. Dimana insulin ini dapat memicu terbentuknya lemak. Karena ASI sedikit mengandung insulin, maka dari itu lemak yang terbentuk pun hanya sedikit. Selain itu, dengan ASI eksklusif bayi akan memiliki leptin lebih banyak, yakni suatu hormon yang memiliki peran penting dalam mengatur nafsu makan bayi, serta untuk metabolisme lemak.
  • ASI eksklusif akan membuat bayi lebih cerdas. Berdasarkan ahli, asam lemak yang terdapat pada ASI memiliki pengaruh penting terhadap kecerdasan otak bayi. Tidak hanya itu, ketika menyusui maka hubungan emosional antara ibu dan bayi akan terjadi yang akan memberikan kontribusi.
  • ASI eksklusif menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi.
  • Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 3 bulan atau lebih akan memiliki tulang belakang dan tulang leher yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang tidak mengkonsumsi ASI eksklusif kurang dari 3 bulan atau tidak sama sekali.
  • Kolesterol untuk orang dewasa tidak baik, namun Penyebab Kegagalan ASI Eksklusifbeda halnya dengan bayi. Dimana untuk bayi kolesterol justru dibutuhkan untuk menunjang proses tumbuh kembangnya. Dimana kolesterol ini mudah ditemukan pada ASI.
  • Hubungan di antara ibu dan bayi akan menjadi lebih kuat. Saat proses menyusui berlangsung ibu akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi, serta keduanya akan saling bertatapan. Keadaan ini akan semakin memperkuat hubungan di antara ibu dan bayinya.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Proses Persalinan

Melahirkan bayi dengan proses persalinan normal dapat memberikan kesempatan untuk melakukan IMD atau inisiasi menyusu dini, serta akan mendukung lanjutan pemberian ASI eksklusif.

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa memberikan obat penahan sakit selama proses melahirkan akan membuat bayi merasa pusing, serta ia akan menghisap ASI dengan tidak teratur.

Ibu yang mengalami stres sebelum persalinan atau sesudah persalinan dapat mempengaruhi produksi ASI untuk buah hatinya.

ASI Tidak Cukup

Berdasarkan mitos yang beredar di tengah masyarakat, bayi baru lahir harus diberi minum. Sehingga ketika ASI belum keluar, maka bayi akan diberikan cairan lain menggunakan dot. Karena seperti ini, maka efeknya bayi enggan belajar menyusu sehingga ia hanya akan menghisap ASI sedikit.

Ibu dan Bayi Terpisah Setelah Melahirkan

Setelah dilahirkan, terkadang bayi tidak bisa langsung diletakan pada dada ibu. Keadaan yang biasanya mengharuskan terpisahnya ibu dan bayi yaitu karena proses persalinan caesar atau hal lainnya. Kontak langsung antara kulit bayi dan ibu setelah melahirkan sebenarnya sangat penting karena memiliki peran dalam keberhasilan inisiasi menyusui dini, serta proses menyusui selanjutnya.

Memilih Susu Fomula

Banyak anggapan bahwa susu formula lebih praktis dibandingkan dengan menyusui langsung. Namun, faktanya anggapan tersebut tidak benar, karena justru susu formula lebih merepotkan karena ibu harus membuat terlebih dahulu.

Ibu Harus Bekerja

Karena sibuk bekerja ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Namun sebenarnya bekerja bukanlah sebuah alasan, karena meskipun bekerja ASI tetap diberikan dengan metode ASIP atau ASI perah.

Tidak Ada Dukungan

Ibu akan lebih mudah menyerah memberikan ASI eksklusif ketika tidak ada dukungan dari keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Terlebih lagi jika ibu mengalami kesulitan lainnya seperti produksi ASI kurang, puting lecet, saluran ASI tersumbat dan lain sebagainya.

Tekad Ibu Kurang Kuat

Ibu yang memiliki rasa percaya diri serta keteguhan hati untuk menyusui bayinya akan sukses menjalankan ASI eksklusif. Namun, sebaliknya jika rasa percaya dan keyakinan ibu kurang kuat, maka ia akan memutuskan untuk beralih pada susu formula.

Bayi Tumbuh Sehat

Terkadang ibu beranggapan bahwa meskipun tanpa ASI eksklusif bayi tetap tumbuh sehat. Meskipun mungkin bayi dengan susu formula dapat tumbuh sehat, tetapi tidak ada kandungan lebih baik dibandingkan dengan ASI.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI – ASI sangat baik untuk mengoptimalkan perkembangan bayi, oleh karena itu sudah menjadi tugas seorang ibu untuk mempertahankan dan membuat ASInya berkualitas sehingga bayi bisa mendapatkan manfaatnya yang beragam.

Seperti yang kita ketahui, ASI atau air susu ibu merupakan makanan yang terbaik untuk bayi hingga usianya 6 bulan atau sebelum bayi mengenal makanan pendamping ASI. Kandungan yang terdapat di dalam ASI mudah dicerna oleh bayi, yang mana kandungan tersebut memiliki manfaat yang baik untuk bayi dan tidak tergantikan oleh susu formula yang berharga mahal sekalipun.

Seorang ibu tentunya akan memberikan semua yang terbaik untuk anaknya, termasuk ASI kepada buah hati tercintanya. Sebisa mungkin seorang ibu akan membuat ASI berkualitas demi kebaikan malaikat kecilnya. Akan tetapi, ibu tidak bisa memastikan dengan pasti apakah ASI-nya berkualitas atau sebaliknya. Oleh sebab itu, semua ibu harus tahu cara meningkatkan kualitas ASI demi sang buah hati.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI

Meningkatkan kualitas ASI sebenarnya bisa dilakukan dengan memperhatikan menu makanan sang ibu. Apabila makanan yang dikonsumsi ibu baik dan sehat, ASI yang diproduksinya akan semakin berkualitas. Perlu anda ketahui, kualitas ASI akan semakin menurun apabila gizi dari ibu buruk. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka si anak akan mendapatkan dampaknya yang mana kebutuhan gizinya tidak akan terpenuhi dengan maksimal.

Nah, untuk meningkatkan kualitas ASI, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu menyusui.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI

Makan Seimbang

Pola makan ibu menyusui harus diperhatikan dengan baik dan benar. Pola makan yang tepat, selain akan membuat tubuh ibu sehat, juga akan semakin menambah kualitas ASI-nya. Ibu harus mengkonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang. Asupan sehari-hari ibu menyusui harus seimbang dengan kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. Porsi makan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui berbeda dengan porsi makan sebelumnya. Dimana prosi makan ibu menyusui akan lebih banyak dari biasanya. 3 bulan pertama, kalori yang dibutuhkan sekitar 500 kalori lebih banyak dari biasanya. Sedangkan jika usia kandungan di atas 3 bulan, maka kalori yang dibutuhkan lebih banyak sekitar 700 kalori dari biasanya.

Konsumsi Asupan Kalsium dan Zat Besi

Di dalam ASI terkandung kalsium yang bermanfaat dan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas tulang si kecil. Ibu menyusui bisa saja mengalami masalah, seperti sering mengeluh terasa nyeri pada tulang. Jika keadaan ini terjadi maka sebaiknya segera tingkatkan asupan kalsium. Cara meningkatkan asupan kalsium yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium. Ikan merupakan salah satu makanan yang kaya akan kalisium. Selain itu, anda juga bisa mengkonsumsi susu khusus ibu menyusui. Jika diperlukan, ibu bisa mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium.

Konsumsi Buah dan Sayur

Memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayur merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas ASI. Anda bisa mengkonsumsi sayuran hijau untuk meningkatkan zat besi yang bermanfaat untuk mencegah anemia yang akan dialami oleh ibu dan bayi. Sedangkan buah bermanfaat sebagai antioksidan yang akan membuat ibu tetap sehat dan tidak akan mudah sakit.

Olahraga

Olahraga bisa anda lakukan untuk meningkatkan kualitas ASI. Anda bisa melakukan olahraga secara rutin. Tujuannya yaitu sebagai relaksasi yang akan membuat suasana hati menjadi lebih bahagia dan tenang. Olahraga yang dilakukan tidak perlu olahraga berat. Anda cukup melakukan olahraga ringan dan berkala, serta durasi secukupnya. Beberapa olahraga yang dimaksud yaitu aerobik atau jalan sehat. Jika suasana emosi menjadi lebih bahagia, maka hormon yang akan menunjang ASI menjadi lebih meningkat.

Istirahat dengan Cukup

Stres akan menghambat produk ASI. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari keadaan stres. Istirahat cukup akan membantu anda dalam menekan stres.

Seorang ibu, umumnya akan begadang pada 4 sampai 8 minggu kelahiran buah hatinya untuk menyusui bayi. Agar bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup, anda bisa menyesuaikan waktu tidur anda dengan waktu tidur si kecil. Disarankan untuk istirahat sekitar 7 sampai 8 jam perhari.

Hindari Kontaminasi ASI

Menghindari kontaminasi ASI adalah langkah lainnya yang bisa dilakukan sebagai cara meningkatkan kualitas ASI. Mengurangi terjadinya kontaminasi ASI bisa dilakukan dengan memperhatikan dan selalu berhati-hati terhadap makanan yang akan dikonsumsi oleh ibu menyusui. Beberapa cara bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya kontasminasi ASI seperti berikut ini:

Mengkonsumsi banyak jenis makanan bisa anda lakukan sebagai upaya agar anda tidak mengkonsumsi satu jenis makanan yang ternyata makanan yang anda konsumsi tersebut di dalamnya terkandung kadar pestisida yang tinggi.

Ketika anda mengkonsumsi daging, maka sebaiknya hindari mengkonsumsi bagian kulit dan lemak ekstra daging tersebut. Pasalnya, terdapat banyak zat kimia yang tersimpan di dalam lemak daging.
Anda harus tahu apa saja buah dan sayuran yang mengandung pestisida tinggi. Usahakan untuk mencuci terlebih dahulu buah atau sayuran yang akan anda konsumsi sampai benar-benar bersih. Meskipun buah yang akan anda konsumsi bisa dimakan dengan kulitnya, tetapi alangkah baiknya hindari memakan kulit buah tersebut. Kupas terlebih dahulu kulit buah sampai benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.

Demikian beberapa cara meningkatkan kualitasi ASI. Tetaplah terapkan pola hidup sehat guna manjaga dan menunjang kualitas produksi ASI.

Tips menyusui bayi harus anda ketahui. Segera susui bayi anda setelah ia dilahirkan. Jika anda belum terbiasa, mintalah bantuan suster atau orang berpengalaman agar proses menyusui bayi anda lancar. 

Sebenarnya, tidak semua ibu menyusui bayinya dengan ASI, karena menyusui merupakan pilihan atau keputusan pribadi. Namun, bagaimana pun itu semua ibu tentunya ingin memberikan semua yang terbaik untuk anaknya.

Bagi ibu yang memutuskan untuk menyusui bayinya, menyusui untuk pertama kalinya merupakan momen yang berharga dan spesial. Pasalnya, pada waktu ini ibu dan bayi mulai melakukan interaksi antara satu sama lain. Karena ini adalah kelahiran pertama kali, mungkin sebagian ibu akan merasa takut dan bingung ketika hendak menyusui bayinya, serta tidak mengetahui seperti apa tips menyusui bayi. Namun, tetaplah yakin bahwa keterampilan dalam menyusui bayi akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Nah, berikut ini beberapa tips menyusui bayi saat pertama kali.

Tips Menyusui bayi pertama kali

Tips Menyusui Bayi Untuk Pertama Kali

  1. Setelah bayi anda dilahirkan, maka disarankan untuk segera menyusui bayi anda. Bayi dalam keadaan bangun sebagian besar dan lebih berminat menyusu yaitu selama satu jam setelah ia dilahirkan, dibandingkan dalam waktu 8 atau 24 jam kemudian. Lakukan cara menyusui yang benar.
  2. Sebaiknya susui bayi anda yang baru lahir dalam lingkungan yang sepi dan tenang. Keadaan lingkungan seperti ini akan membuat anda tidak tegang dan membantu anda lebih rileks yang memungkinkan anda dan bayi fokus pada pemberian dan penerimaan ASI.
  3. Karena ini momen menyusui bayi untuk pertama kali, jika anda belum terbiasa dan merasa butuh bantuan dari seseorang, maka mintalah bantuan dari orang terdekat anda seperti ibu atau sahabat yang berpengalaman.
  4. Ketika itu, anda bisa meminta suami anda untuk mengajak tamu yang menjenguk untuk menunggu di luar. Hal ini dilakukan agar anda memiliki privasi pada saat anda belajar memberikan ASI pada bayi anda untuk pertama kalinya.
  5. Selain ibu atau sahabat, anda bisa meminta bantuan dari perawat rumah sakit yang berpengalaman. Namun, jika anda percaya diri untuk melakukannya sendiri maka anda bisa meminta untuk dibiarkan sendiri, namun tetap diperhatikan.
  6. Ketika menyusui, disarankan untuk mencari posisi senyaman mungkin. Usahakan punggung anda tersangga dengan baik. Anda bisa menggunakan bantal untuk menopang tangan anda dan bayi. Apabila anda melahirkan dengan proses caesar, pemberian ASI untuk pertama kalinya mungkin harus ditunda hingga satu jam lebih. Setelah itu, ketika mulai menyusui anda mungkin memerlukan bantuan yang lebih ekstra.

Permasalahan yang Akan Muncul

Ketika pertama kali menyusui dan belum terbiasa memberikan ASI, mungkin beberapa permasalahan akan muncul seperti payudara terasa penuh, infeksi dan radang payudara atau puting terasa sakit dan lecet. Jika permasalahan tersebut muncul tentunya pemberian ASI pada bayi anda akan terhambat, terlebih lagi jika anda mengalami lecet pada puting.

Penyebab Lecet atau Sakit  Puting

Lecet pada puting biasanya disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut.

  1. Penyebab puting lecet yang sering terjadi yaitu karena anda menyusui bayi anda tidak tepat, dimana posisi mulut bayi tidak berada pada seluruh aerola, sehingga bayi anda hanya menggigit pada bagian pangkalnya saja.
  2. Penggunaan pompa payudara yang tidak tepat.
  3. Terdapat infeksi jamur pada mulut atau lidah bayi yang akan menular pada ibu sehingga akibatnya puting menjadi lecet.

Perawatan Puting Lecet atau Sakit

Jika keadaan ini terjadi dan menimpa anda, maka anda jangan khawatir. Lakukan perawatan pada puting anda agar kondisinya segera pulih dan anda bisa menyusui bayi anda kembali dengan normal. Berikut perawatan yang bisa anda lakukan pada puting sakit atau lecet.

  1. Jika anda merasa dan menemukan puting susu menjadi lecet, anda bisa istirahat dan tidak menyusui selama 12 sampai 24 jam agar proses penyembuhan lebih cepat.
  2. Ketika hendak menyusui lagi, gunakan terlebih dahulu puting sebelah yang tidak dalam keadaan lecet. Apabila pada bagian payudara dengan puting susu yang lecet ASI terasa penuh anda bisa melakukan pemerahan atau pemijatan. Usahakan agar bayi anda selalu mendapatkan ASI.
  3. Gunakan puting susu yang sehat, baru setelah itu gunakan puting susu yang lecet dengan bertahap dan dalam waktu yang singkat. Biasanya bayi akan menyusu lebih lembut pada kali kedua, karena pada waktu itu bayi sudah tidak terlalu lapar.
  4. Anda harus memperhatikan melekatnya mulut bayi pada payudara anda. Usahakan sebagian besar mulut bayi meliputi aerola, atau jangan sampai berada pada ujung puting saja.
  5. Selesai menyusui, disarankan untuk membersihkan puting susu secara lembut. Anda bisa menggunakan kassa steril yang sebelumnya sudah dicelupkan ke dalam air hangat bersih.
  6. Pada saat puting dalam keadaan lecet, usahakan untuk tidak menyentuhnya secara langsung. Terlebih lagi jika anda belum atau tidak membersihkan tangan anda, karena ditakutkan akan membawa bakteri yang menjadi penyebab infeksi.
  7. Apabila anda tidak bisa menahan rasa sakit karena lecet, anda bisa menghilangkan rasa sakit tersebut dengan minum obat penghilang rasa sakit. Namun, obat yang digunakan harus resep dari dokter.
    Jika puting masih saja lecet dan rasa sakit bertambah parah, anda bisa segera konsultasi atau melakukan pemeriksaan pada dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Intinya, ketika pertama kali menyusui anda jangan panik agar bisa memberikan ASI dengan tepat untuk si kecil. Jika permasalahan muncul, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter atau bidan.

Demikian tips menyusui bayi untuk pertama kalinya, beserta cara mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi. Semoga bermanfaat.