Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif – Mengenai pemberian ASI eksklusif, beberapa pertanyaan sering diajukan oleh ibu.

Setelah melahirkan buah hati, setiap ibu direkomendasikan untuk memberikan ASI eksklusif sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pada buah hatinya. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, selama enam bulan awal kehidupannya ASI adalah satu-satunya makanan bayi. Dimana ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi.

Mengenai ASI itu sendiri, tidak sedikit ibu yang mengajukan berbagai pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif. Selain karena kurangnya pemahaman, pertanyaan yang diajukan biasanya untuk meyakinkan ibu agar dapat memberikan ASI dengan optimal pada buah hatinya.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Berikut ini daftar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh ibu menyusui.

Pertanyaan Tentang Pemberian ASI Eksklusif

Apa Itu ASI Eksklusif?

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI atau air susu ibu pada bayi dari 0-6 bulan. Selama rentan waktu tersebut, makanan yang didapatkan bayi hanyalah ASI. Bayi tidak boleh mendapatkan makanan atau minuman yang lainnya meskipun makanan dan minuman tersebut bergizi.

Setelah usia bayi menginjak 6 bulan, maka makanan selain ASI dapat dikenalkan pada bayi. Meskipun begitu, ASI tetap harus dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun.

Ketika ASI belum keluar, terkadang tidak sedikit ibu yang memberikan air putih atau cairan lainnya pada bayi. Namun, tanpa disadari hal tersebut sudah menggagalkan ASI eksklusif, meskipun cairan tersebut hanya diberikan satu kali pada bayi. Keadaan ini sudah tidak bisa lagi disebut dengan ASI eksklusif, karena lebih tepatnya disebut dengan ASI predominan. ASI predominan itu sendiri merupakan pemberian ASI pada bayi, namun ibu pernah memberikan air atau cairan yang lainnya pada bayi sebelum ASI keluar.

Manfaat Apa Saja yang Didapatkan Bayi Dari ASI Eksklusif?

Mengenai manfaat ASI eksklusif itu sendiri sudah tidak bisa diragukan lagi. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat untuk bayi. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada makanan apapun sebaik ASI yang dapat diberikan pada bayi sebelum usianya 6 bulan. Di dalam ASI, khususnya ASI pertama yang keluar atau disebut dengan kolostrum terkandung gizi dengan komposisi tepat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Hanya dengan ASI kebutuhan gizi bayi sudah terpenuhi. ASI dapat membantu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Di dalam ASI terkandung antibodi yang diperlukan bayi untuk meningkatkan atau memperkuat sistem kekebalan tubuhnya saat bayi lahir. Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat menurunkan risiko bayi terserang berbagai macam penyakit. Selain itu, terdapat banyak manfaat ASI eksklusif yang lainnya, manfaat ASI yang lainnya seperti berikut ini:

  • ASI mampu meningkatkan kecerdasan bayi. Perkembangan kognitif bayi akan semakin meningkat dengan pemberian ASI.
  • Dengan ASI bayi tidak akan mengalami alergi, lain halnya dengan susu formula, susu sapi atau susu kedelai.
  • ASI eksklusif dapat menurunkan risiko bayi mengalami obesitas atau kegemukan saat ia besar nanti.

Saat ASI Eksklusif Bolehkah Bayi Mendapatkan Obat?

Pemberian obat dapat dilakukan saat bayi dalam masa ASI eksklusif. Bayi dapat menerima obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, serta mineral atau vitamin yang diperlukan ketika bayi sakit. Bayi membutuhkan obat agar ia lekas sembuh. Karena seperti itu, pemberian obat pada bayi tidak akan menggagalkan ASI eksklusif. Ketika bayi sakit anda dapat memberikan obat dan terus lanjutkan memberikan ASI karena di dalam ASI terkandung antibiotik yang dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Bagaimana Jika Bayi Diberi Susu Formula, Apakah Masih Dapat Disebut ASI Eksklusif?

Terkadang orang tua tidak percaya diri ASInya dapat memenuhi kebutuhan bayi. Karena seperti itu, tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk memberikan susu tambahan atau susu formula pada bayinya. Pemberian susu formula selama masa ASI eksklusif dapat menggagalkannya.

Keadaan ini bisa disebut dengan ASI parsial. Selain ASI bayi juga mendapatkan makanan lainnya selain ASI, baik susu formula, bubur bayi dan lain sebagainya sebelum bayi berusia 6 bulan.

Apa yang Harus Dilakukan Agar Produksi ASI Cukup Untuk Bayi?

Agar produksi ASI tetap lancar dan kebutuhan ASI untuk bayi tetap terpenuhi, maka anda dapat menyusui bayi dengan rutin. Susui bayi anda setiap 2-3 jam sekali dengan posisi pelekatan dan hisapan yang baik dan tepat. Semakin ibu sering menyusui bayi maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan. Namun, penambahan jumlah ASI itu sendiri tidak akan terjadi saat itu juga, akan tetapi membutuhkan waktu.

Bagaimana Pemberian ASI Pada Ibu yang Bekerja?

Meskipun ibu bekerja dan tidak selalu berada dekat dengan bayi, tetapi ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya. Berikut ini tips memberikan ASI selama ibu bekerja:

  • Selama ibu tidak bekerja atau cuti melahirkan, ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif lebih sering.
  • Hindari memberikan asupan makanan lain selama bayi belum berusia 6 bulan.
  • Untuk mengoptimalkan memompa ASI, ibu harus belajar lebih dini atau setelah bayi lahir.
  • Hindari memberikan ASI melalui botol susu. Alangkah lebih baik memberikan ASI dengan sendok atau cangkir. Anda dapat mulai melatih bayi selama 1 minggu sebelum kembali bekerja.
  • Anda harus paham tentang pemberian ASI atau proses penyimpanannya, kemudian informasikan itu semua pada keluarga atau pengasuh bayi.
  • Setelah pulang ke rumah, pemberian ASI dapat dilakukan langsung.
  • Ketika berada di tempat kerja, ibu dapat memerah ASI setiap 2-3 jam sekali. Ini dilakukan untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.

Ketika Sakit Apakah Ibu Tetap Boleh Menyusui?

Ibu akan merasa bingung dan khawatir ketika dirinya sakit. Pada umumnya keadaan ibu sakit bukanlah suatu alasan untuk menghentikan proses menyusui. Hanya saja, ketika sakit ibu membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus si kecil karena ibu membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Ketika menyusui ibu dapat menggunakan masker agar si kecil tidak tertular. Ibu disarankan untuk segera pergi ke dokter, beritahu pada dokter bahwa ibu sedang menyusui. Pasalnya beberapa obat dapat mengkontaminasi ASI. Ada beberapa keadaan atau penyakit tertentu yang melarang ibu untuk menyusui bayinya. Anda dapat meminta informasinya dari dokter.

Apa Tanda Bayi Cukup Menerima ASI?

Ketika sudah cukup menerima ASI, bayi akan menunjukan beberapa tanda seperti berikut ini:

  • Bayi akan terlihat puas setelah menyusu.
  • Setiap bulannya bayi anda menunjukan penambahan berat badan.
  • Setelah menyusui payudara akan terasa lebih lunak.
  • Bayi sering buang air kecil sehingga anda harus mengganti popoknya sebanyak 6-9 kali dalam sehari.
  • Pada bulan pertama kehidupannya, bayi buang air besar sebanyak 3 kali dalam satu hari. Selain itu, feses bayi berwarna kuning terang. Namun, setelah usianya satu bulan frekuensi buang air besar bayi akan mulai berkurang, tetapi anda tetap harus memastikan bayi buang air besar setiap harinya.

Itulah seputar pertanyaan tentang pemberian ASI eksklusif yang sering diajukan oleh para ibu.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif – Tidak sedikit ibu gagal dalam memberikan ASI eksklusif pada buah hatinya dan memilih beralih pada susu formula. Kegagalan tersebut disebabkan karena beberapa faktor.

Anjuran memberikan ASI eksklusif pada bayi selama ini selalu digembor-gemborkan. Bukan karena tidak ada alasan, ini dilakukan agar ibu selalu termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Pasalnya, ASI eksklusif mendatangkan banyak manfaat untuk bayi, selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bayi, ASI juga memiliki manfaat untuk kesehatan bayi.

Pemberian ASI eksklusif disarankan dari awal kehidupan bayi hingga usia bayi 6 bulan. Selama 6 bulan awal kehidupannya, tidak ada asupan apapun selain ASI. Meskipun begitu, semua kebutuhan nutrisi dan gizi harian bayi sudah terpenuhi dalam ASI karena ASI mengandung nutrisi dan gizi komplit.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Manfaat ASI Eksklusif

  • Dengan ASI eksklusif maka sistem kekebalan tubuh bayi akan menjadi lebih kuat. Di dalam ASI atau air susu ibu terkandung zat antibodi yang dapat membantu bayi dalam memerangi segala virus dan bakteri penyebab penyakit. Sehingga risiko bayi mengalami penyakit diare, infeksi sistem pernafasan, konstipasi, infeksi telinga, serta meningitis akan menjadi lebih rendah. Selain itu, antibodi dari ibu mampu melindungi bayi dari serangan alergi, eksim dan asma.
  • Berat badan bayi akan menjadi ideal. Dengan ASI eksklusif memungkinkan bayi akan tumbuh dengan berat badan ideal, tidak terlalu gemuk atau tidak terlalu kurus. Dibandingkan dengan susu formula, di dalam ASI terkandung lebih sedikit insulin. Dimana insulin ini dapat memicu terbentuknya lemak. Karena ASI sedikit mengandung insulin, maka dari itu lemak yang terbentuk pun hanya sedikit. Selain itu, dengan ASI eksklusif bayi akan memiliki leptin lebih banyak, yakni suatu hormon yang memiliki peran penting dalam mengatur nafsu makan bayi, serta untuk metabolisme lemak.
  • ASI eksklusif akan membuat bayi lebih cerdas. Berdasarkan ahli, asam lemak yang terdapat pada ASI memiliki pengaruh penting terhadap kecerdasan otak bayi. Tidak hanya itu, ketika menyusui maka hubungan emosional antara ibu dan bayi akan terjadi yang akan memberikan kontribusi.
  • ASI eksklusif menurunkan risiko sindrom kematian mendadak pada bayi.
  • Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 3 bulan atau lebih akan memiliki tulang belakang dan tulang leher yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang tidak mengkonsumsi ASI eksklusif kurang dari 3 bulan atau tidak sama sekali.
  • Kolesterol untuk orang dewasa tidak baik, namun Penyebab Kegagalan ASI Eksklusifbeda halnya dengan bayi. Dimana untuk bayi kolesterol justru dibutuhkan untuk menunjang proses tumbuh kembangnya. Dimana kolesterol ini mudah ditemukan pada ASI.
  • Hubungan di antara ibu dan bayi akan menjadi lebih kuat. Saat proses menyusui berlangsung ibu akan bersentuhan langsung dengan kulit bayi, serta keduanya akan saling bertatapan. Keadaan ini akan semakin memperkuat hubungan di antara ibu dan bayinya.

Faktor Penyebab Kegagalan ASI Eksklusif

Proses Persalinan

Melahirkan bayi dengan proses persalinan normal dapat memberikan kesempatan untuk melakukan IMD atau inisiasi menyusu dini, serta akan mendukung lanjutan pemberian ASI eksklusif.

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa memberikan obat penahan sakit selama proses melahirkan akan membuat bayi merasa pusing, serta ia akan menghisap ASI dengan tidak teratur.

Ibu yang mengalami stres sebelum persalinan atau sesudah persalinan dapat mempengaruhi produksi ASI untuk buah hatinya.

ASI Tidak Cukup

Berdasarkan mitos yang beredar di tengah masyarakat, bayi baru lahir harus diberi minum. Sehingga ketika ASI belum keluar, maka bayi akan diberikan cairan lain menggunakan dot. Karena seperti ini, maka efeknya bayi enggan belajar menyusu sehingga ia hanya akan menghisap ASI sedikit.

Ibu dan Bayi Terpisah Setelah Melahirkan

Setelah dilahirkan, terkadang bayi tidak bisa langsung diletakan pada dada ibu. Keadaan yang biasanya mengharuskan terpisahnya ibu dan bayi yaitu karena proses persalinan caesar atau hal lainnya. Kontak langsung antara kulit bayi dan ibu setelah melahirkan sebenarnya sangat penting karena memiliki peran dalam keberhasilan inisiasi menyusui dini, serta proses menyusui selanjutnya.

Memilih Susu Fomula

Banyak anggapan bahwa susu formula lebih praktis dibandingkan dengan menyusui langsung. Namun, faktanya anggapan tersebut tidak benar, karena justru susu formula lebih merepotkan karena ibu harus membuat terlebih dahulu.

Ibu Harus Bekerja

Karena sibuk bekerja ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Namun sebenarnya bekerja bukanlah sebuah alasan, karena meskipun bekerja ASI tetap diberikan dengan metode ASIP atau ASI perah.

Tidak Ada Dukungan

Ibu akan lebih mudah menyerah memberikan ASI eksklusif ketika tidak ada dukungan dari keluarga atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Terlebih lagi jika ibu mengalami kesulitan lainnya seperti produksi ASI kurang, puting lecet, saluran ASI tersumbat dan lain sebagainya.

Tekad Ibu Kurang Kuat

Ibu yang memiliki rasa percaya diri serta keteguhan hati untuk menyusui bayinya akan sukses menjalankan ASI eksklusif. Namun, sebaliknya jika rasa percaya dan keyakinan ibu kurang kuat, maka ia akan memutuskan untuk beralih pada susu formula.

Bayi Tumbuh Sehat

Terkadang ibu beranggapan bahwa meskipun tanpa ASI eksklusif bayi tetap tumbuh sehat. Meskipun mungkin bayi dengan susu formula dapat tumbuh sehat, tetapi tidak ada kandungan lebih baik dibandingkan dengan ASI.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI – ASI sangat baik untuk mengoptimalkan perkembangan bayi, oleh karena itu sudah menjadi tugas seorang ibu untuk mempertahankan dan membuat ASInya berkualitas sehingga bayi bisa mendapatkan manfaatnya yang beragam.

Seperti yang kita ketahui, ASI atau air susu ibu merupakan makanan yang terbaik untuk bayi hingga usianya 6 bulan atau sebelum bayi mengenal makanan pendamping ASI. Kandungan yang terdapat di dalam ASI mudah dicerna oleh bayi, yang mana kandungan tersebut memiliki manfaat yang baik untuk bayi dan tidak tergantikan oleh susu formula yang berharga mahal sekalipun.

Seorang ibu tentunya akan memberikan semua yang terbaik untuk anaknya, termasuk ASI kepada buah hati tercintanya. Sebisa mungkin seorang ibu akan membuat ASI berkualitas demi kebaikan malaikat kecilnya. Akan tetapi, ibu tidak bisa memastikan dengan pasti apakah ASI-nya berkualitas atau sebaliknya. Oleh sebab itu, semua ibu harus tahu cara meningkatkan kualitas ASI demi sang buah hati.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI

Meningkatkan kualitas ASI sebenarnya bisa dilakukan dengan memperhatikan menu makanan sang ibu. Apabila makanan yang dikonsumsi ibu baik dan sehat, ASI yang diproduksinya akan semakin berkualitas. Perlu anda ketahui, kualitas ASI akan semakin menurun apabila gizi dari ibu buruk. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka si anak akan mendapatkan dampaknya yang mana kebutuhan gizinya tidak akan terpenuhi dengan maksimal.

Nah, untuk meningkatkan kualitas ASI, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu menyusui.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI

Makan Seimbang

Pola makan ibu menyusui harus diperhatikan dengan baik dan benar. Pola makan yang tepat, selain akan membuat tubuh ibu sehat, juga akan semakin menambah kualitas ASI-nya. Ibu harus mengkonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang. Asupan sehari-hari ibu menyusui harus seimbang dengan kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. Porsi makan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui berbeda dengan porsi makan sebelumnya. Dimana prosi makan ibu menyusui akan lebih banyak dari biasanya. 3 bulan pertama, kalori yang dibutuhkan sekitar 500 kalori lebih banyak dari biasanya. Sedangkan jika usia kandungan di atas 3 bulan, maka kalori yang dibutuhkan lebih banyak sekitar 700 kalori dari biasanya.

Konsumsi Asupan Kalsium dan Zat Besi

Di dalam ASI terkandung kalsium yang bermanfaat dan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas tulang si kecil. Ibu menyusui bisa saja mengalami masalah, seperti sering mengeluh terasa nyeri pada tulang. Jika keadaan ini terjadi maka sebaiknya segera tingkatkan asupan kalsium. Cara meningkatkan asupan kalsium yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium. Ikan merupakan salah satu makanan yang kaya akan kalisium. Selain itu, anda juga bisa mengkonsumsi susu khusus ibu menyusui. Jika diperlukan, ibu bisa mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium.

Konsumsi Buah dan Sayur

Memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayur merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas ASI. Anda bisa mengkonsumsi sayuran hijau untuk meningkatkan zat besi yang bermanfaat untuk mencegah anemia yang akan dialami oleh ibu dan bayi. Sedangkan buah bermanfaat sebagai antioksidan yang akan membuat ibu tetap sehat dan tidak akan mudah sakit.

Olahraga

Olahraga bisa anda lakukan untuk meningkatkan kualitas ASI. Anda bisa melakukan olahraga secara rutin. Tujuannya yaitu sebagai relaksasi yang akan membuat suasana hati menjadi lebih bahagia dan tenang. Olahraga yang dilakukan tidak perlu olahraga berat. Anda cukup melakukan olahraga ringan dan berkala, serta durasi secukupnya. Beberapa olahraga yang dimaksud yaitu aerobik atau jalan sehat. Jika suasana emosi menjadi lebih bahagia, maka hormon yang akan menunjang ASI menjadi lebih meningkat.

Istirahat dengan Cukup

Stres akan menghambat produk ASI. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari keadaan stres. Istirahat cukup akan membantu anda dalam menekan stres.

Seorang ibu, umumnya akan begadang pada 4 sampai 8 minggu kelahiran buah hatinya untuk menyusui bayi. Agar bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup, anda bisa menyesuaikan waktu tidur anda dengan waktu tidur si kecil. Disarankan untuk istirahat sekitar 7 sampai 8 jam perhari.

Hindari Kontaminasi ASI

Menghindari kontaminasi ASI adalah langkah lainnya yang bisa dilakukan sebagai cara meningkatkan kualitas ASI. Mengurangi terjadinya kontaminasi ASI bisa dilakukan dengan memperhatikan dan selalu berhati-hati terhadap makanan yang akan dikonsumsi oleh ibu menyusui. Beberapa cara bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya kontasminasi ASI seperti berikut ini:

Mengkonsumsi banyak jenis makanan bisa anda lakukan sebagai upaya agar anda tidak mengkonsumsi satu jenis makanan yang ternyata makanan yang anda konsumsi tersebut di dalamnya terkandung kadar pestisida yang tinggi.

Ketika anda mengkonsumsi daging, maka sebaiknya hindari mengkonsumsi bagian kulit dan lemak ekstra daging tersebut. Pasalnya, terdapat banyak zat kimia yang tersimpan di dalam lemak daging.
Anda harus tahu apa saja buah dan sayuran yang mengandung pestisida tinggi. Usahakan untuk mencuci terlebih dahulu buah atau sayuran yang akan anda konsumsi sampai benar-benar bersih. Meskipun buah yang akan anda konsumsi bisa dimakan dengan kulitnya, tetapi alangkah baiknya hindari memakan kulit buah tersebut. Kupas terlebih dahulu kulit buah sampai benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.

Demikian beberapa cara meningkatkan kualitasi ASI. Tetaplah terapkan pola hidup sehat guna manjaga dan menunjang kualitas produksi ASI.

Tips menyusui bayi harus anda ketahui. Segera susui bayi anda setelah ia dilahirkan. Jika anda belum terbiasa, mintalah bantuan suster atau orang berpengalaman agar proses menyusui bayi anda lancar. 

Sebenarnya, tidak semua ibu menyusui bayinya dengan ASI, karena menyusui merupakan pilihan atau keputusan pribadi. Namun, bagaimana pun itu semua ibu tentunya ingin memberikan semua yang terbaik untuk anaknya.

Bagi ibu yang memutuskan untuk menyusui bayinya, menyusui untuk pertama kalinya merupakan momen yang berharga dan spesial. Pasalnya, pada waktu ini ibu dan bayi mulai melakukan interaksi antara satu sama lain. Karena ini adalah kelahiran pertama kali, mungkin sebagian ibu akan merasa takut dan bingung ketika hendak menyusui bayinya, serta tidak mengetahui seperti apa tips menyusui bayi. Namun, tetaplah yakin bahwa keterampilan dalam menyusui bayi akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Nah, berikut ini beberapa tips menyusui bayi saat pertama kali.

Tips Menyusui bayi pertama kali

Tips Menyusui Bayi Untuk Pertama Kali

  1. Setelah bayi anda dilahirkan, maka disarankan untuk segera menyusui bayi anda. Bayi dalam keadaan bangun sebagian besar dan lebih berminat menyusu yaitu selama satu jam setelah ia dilahirkan, dibandingkan dalam waktu 8 atau 24 jam kemudian. Lakukan cara menyusui yang benar.
  2. Sebaiknya susui bayi anda yang baru lahir dalam lingkungan yang sepi dan tenang. Keadaan lingkungan seperti ini akan membuat anda tidak tegang dan membantu anda lebih rileks yang memungkinkan anda dan bayi fokus pada pemberian dan penerimaan ASI.
  3. Karena ini momen menyusui bayi untuk pertama kali, jika anda belum terbiasa dan merasa butuh bantuan dari seseorang, maka mintalah bantuan dari orang terdekat anda seperti ibu atau sahabat yang berpengalaman.
  4. Ketika itu, anda bisa meminta suami anda untuk mengajak tamu yang menjenguk untuk menunggu di luar. Hal ini dilakukan agar anda memiliki privasi pada saat anda belajar memberikan ASI pada bayi anda untuk pertama kalinya.
  5. Selain ibu atau sahabat, anda bisa meminta bantuan dari perawat rumah sakit yang berpengalaman. Namun, jika anda percaya diri untuk melakukannya sendiri maka anda bisa meminta untuk dibiarkan sendiri, namun tetap diperhatikan.
  6. Ketika menyusui, disarankan untuk mencari posisi senyaman mungkin. Usahakan punggung anda tersangga dengan baik. Anda bisa menggunakan bantal untuk menopang tangan anda dan bayi. Apabila anda melahirkan dengan proses caesar, pemberian ASI untuk pertama kalinya mungkin harus ditunda hingga satu jam lebih. Setelah itu, ketika mulai menyusui anda mungkin memerlukan bantuan yang lebih ekstra.

Permasalahan yang Akan Muncul

Ketika pertama kali menyusui dan belum terbiasa memberikan ASI, mungkin beberapa permasalahan akan muncul seperti payudara terasa penuh, infeksi dan radang payudara atau puting terasa sakit dan lecet. Jika permasalahan tersebut muncul tentunya pemberian ASI pada bayi anda akan terhambat, terlebih lagi jika anda mengalami lecet pada puting.

Penyebab Lecet atau Sakit  Puting

Lecet pada puting biasanya disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut.

  1. Penyebab puting lecet yang sering terjadi yaitu karena anda menyusui bayi anda tidak tepat, dimana posisi mulut bayi tidak berada pada seluruh aerola, sehingga bayi anda hanya menggigit pada bagian pangkalnya saja.
  2. Penggunaan pompa payudara yang tidak tepat.
  3. Terdapat infeksi jamur pada mulut atau lidah bayi yang akan menular pada ibu sehingga akibatnya puting menjadi lecet.

Perawatan Puting Lecet atau Sakit

Jika keadaan ini terjadi dan menimpa anda, maka anda jangan khawatir. Lakukan perawatan pada puting anda agar kondisinya segera pulih dan anda bisa menyusui bayi anda kembali dengan normal. Berikut perawatan yang bisa anda lakukan pada puting sakit atau lecet.

  1. Jika anda merasa dan menemukan puting susu menjadi lecet, anda bisa istirahat dan tidak menyusui selama 12 sampai 24 jam agar proses penyembuhan lebih cepat.
  2. Ketika hendak menyusui lagi, gunakan terlebih dahulu puting sebelah yang tidak dalam keadaan lecet. Apabila pada bagian payudara dengan puting susu yang lecet ASI terasa penuh anda bisa melakukan pemerahan atau pemijatan. Usahakan agar bayi anda selalu mendapatkan ASI.
  3. Gunakan puting susu yang sehat, baru setelah itu gunakan puting susu yang lecet dengan bertahap dan dalam waktu yang singkat. Biasanya bayi akan menyusu lebih lembut pada kali kedua, karena pada waktu itu bayi sudah tidak terlalu lapar.
  4. Anda harus memperhatikan melekatnya mulut bayi pada payudara anda. Usahakan sebagian besar mulut bayi meliputi aerola, atau jangan sampai berada pada ujung puting saja.
  5. Selesai menyusui, disarankan untuk membersihkan puting susu secara lembut. Anda bisa menggunakan kassa steril yang sebelumnya sudah dicelupkan ke dalam air hangat bersih.
  6. Pada saat puting dalam keadaan lecet, usahakan untuk tidak menyentuhnya secara langsung. Terlebih lagi jika anda belum atau tidak membersihkan tangan anda, karena ditakutkan akan membawa bakteri yang menjadi penyebab infeksi.
  7. Apabila anda tidak bisa menahan rasa sakit karena lecet, anda bisa menghilangkan rasa sakit tersebut dengan minum obat penghilang rasa sakit. Namun, obat yang digunakan harus resep dari dokter.
    Jika puting masih saja lecet dan rasa sakit bertambah parah, anda bisa segera konsultasi atau melakukan pemeriksaan pada dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Intinya, ketika pertama kali menyusui anda jangan panik agar bisa memberikan ASI dengan tepat untuk si kecil. Jika permasalahan muncul, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter atau bidan.

Demikian tips menyusui bayi untuk pertama kalinya, beserta cara mengatasi permasalahan yang mungkin terjadi. Semoga bermanfaat.

ASI eksklusif merupakan makanan terbaik untuk bayi. Selain itu, tidak ada lagi asupan yang lebih baik dari ASI. ASI eksklusif diproduksi secara alami oleh tubuh sang ibu yang memiliki kandungan nutrisi seperti, lemak, protein, vitamin yang bemanfaat untuk tumbuh kembang bayi. Manfaat ASI eksklusif sungguh luar biasa besar untuk bayi dan ibu.

ASI eksklusif pada dasarnya diberikan sejak pertama kali dilahirkan ke dunia hingga usianya mencapai enam bulan. Selama periode tersebut, bayi anda hanya boleh diberikan air susu ibu atau ASI saja, tidak ada makanan tambahan apapun yang diberikan. Banyak manfaat yang bisa anda dapatkan ketika anda memberikan ASI eksklusif pada buah hati anda.

Selain bayi yang akan mendapatkan manfaat ASI eksklusif, memberikan ASI eksklusif pada bayi juga bermanfaat untuk anda sebagai ibu menyusui. Lantas apa saja manfaat memberikan ASI eksklusif untuk bayi dan ibu? Berikut penjelasannya.

Manfaat Asi Eksklusif

Manfaat Asi Eksklusif Untuk Bayi

Beberapa manfaat akan bayi dapatkan apabila ia mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya seperti berikut.

  1. Jika bayi mendapatkan ASI langsung dari ibunya, maka sistem kekebalan tubuhnya akan menjadi kuat. ASI atau air susu ibu memiliki kandungan zat antibodi, yang mana zat ini bermanfaat dan mampu membantu melawan segala macam virus dan bakteri. Kemungkinan bayi menderita penyakit seperti infeksi telinga, diare, infeksi saluran pernapasan, konstipasi, meningitis atau diabetes tipe 2 akan berkurang dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Tidak hanya itu, antibodi alami dari ibu juga mampu melindungi bayi dari serangan eksim, alergi dan asma.
  2. Berat badan ideal akan bayi anda dapatkan jika ia menyusu dengan ASI eksklusif. Jika buah hati anda diberi ASI eksklusif maka berat badannya akan ideal dan normal. Para ahli mengemukakan insulin air susu ibu lebih sedikit dibandingkan dengan susu formula. Yang mana insulin dapat memicu terjadinya pembentukan lemak. Air susu ibu atau ASI tidak akan memicu terjadinya pembentukan lemak pada bayi. Dengan diberikannya ASI eksklusif, maka bayi akan memiliki hormon yang berperan penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme lemak lebih banyak.
  3. ASI eksklusif akan menjadikan bayi anda cerdas. Asam lemak yang terdapat pada ASI ibu berperan penting dalam kecerdasan otak bayi. Hubungan anda dan bayi anda selama proses menyusui juga memberikan kontribusi.
  4. Tulang bayi menjadi lebih kuat. Apabila bayi anda selama tiga bulan atau lebih mendapatkan ASI eksklusif maka ia akan memiliki tulang belakang dan tulang leher yang lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI atau kurang dari 3 bulan.
  5. Sindrom kematian mendadak pada bayi sering terjadi. Namun, dengan pemberian ASI maka resiko bayi mengalami sindrom kematian mendadak ini akan berkurang.
  6. Bayi akan mendapatkan limpahan kolesterol dari ASI. Kolesterol pada orang dewasa merupakan asupan yang tidak baik. Namun, berbeda dengan bayi, yang mana kolesterol pada bayi sangat dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang bayi.

Manfaat Memberikan ASI Ekslusif Untuk Ibu

Selain bayi yang mendapatkan manfaatnya, ibu menyusui juga akan mendaptkan manfaat seperti berikut.

  1. Manfaat pertama yang akan anda dapatkan apabila memberikan ASI kepada bayi anda yaitu akan membuat tubuh cepat langsing. Ketika menyusui maka kalori dalam tubuh akan terbakar. Kalori yang terpakai ketika anda menyusui bisa mencapai 500 kalori dalam setiap harinya.
  2. Cara Menyusui yang benar akan membantu anda dalam menghilangkan stres. Produksi hormon oksitoksin akan terangsang saat anda menyusui, sehingga anda akan merasa lebih rileks dan nyaman.
  3. Menyusui bisa dijadikan sebagai KB alami. Pasalnya, dengan menyusui maka ovulasi akan menjadi terhambat. Jika anda ingin mendapatkan manfaatnya, maka anda bisa menyusui bayi anda kapanpun pada saat si kecil membutuhkan.
  4. Dengan menyusui maka resiko terkena kanker payudara dan ovarium menjadi rendah. Meskipun pernyataan ini beum diketahui secara pasti, tapi berdasarkan penelitian jika ibu menyusui semakin lama menyusui bayinya maka ia akan semakin terlindung dari penyakit ganas tersebut. Ini dikarenakan menyusui mampu menekan produksi hormon estrogen.
  5. Selama anda memberikan ASI eksklusif untuk bayi anda, maka anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli susu formula.
  6. Menyusui dapat mengurangi terjadinya perdarahan. Saat menyusui hormon oksitoksin akan keluar dan dapat membantu rahim berkontraksi. Keadaan ini mungkin saja mampu mengurangi perdarahan rahim setelah melahirkan dan mampu mengembalikan bentuk rahim ke bentuk semula sebelum hamil dan melahirkan.
  7. Menyusui akan membuat hubungan anda dan bayi anda lebih kuat. Ketika menyusui anda secara langsung akan bersentuhan dengan kulit si kecil serta saling menatap satu sama lain. Sehingga keadaan ini akan semakin memperkuat hubungan anda dengan si kecil.

Hal yang harus diperhatikan selama anda menyusui bayi anda dengan ASI eksklusif yaitu disarankan untuk menjaga pola makan dan memperhatikan asupan makanan. Jika anda makan sembarangan, maka ditakutkan asupan akan mempengaruhi ASI dan efeknya tidak baik untuk kesehatan bayi anda.

Perbanyak konsumsi makanan sehat seperti buah, daging tanpa lemak, sayuran, susu, makanan berserat dan konsumsi banyak minum air sangat dianjurkan. Demikian beberapa manfaat ASI eksklusif.