Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk – ASI yang baik tentunya memiliki beberapa tanda dan juga ciri-ciri yang tentunya sangat mudah untuk dikenali. ASI yang tidak baik tentunya bisa memberikan dampak yang buruk bagi bayi. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri kualitas ASI yang buruk seperti yang akan kami jelaskan pada poin di bawah ini!

ASI memang menjadi asupan yang paling penting bagi bayi. Bagaimanapun juga, ASI mengandung gizi dan juga nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi dalam mendukung pertumbuhan dan juga perkembangan bayi. Bayi yang sehat dengan imun tubuh yang kuat tentunya tidak dapat lepas dari asupan gizi dan juga nutrisi yang baik dari  ibunya. Namun, tetap saja Anda harus memperhatikan akan kualitas ASI yang masih baik dan juga tepat untuk bayi.

Banyak sekali anggapan bahwa memberikan ASI dengan kualitas yang buruk akan memberikan efek negatif bagi bayi. Sebagian besar efek yang ditimbulkan dari kualitas ASI yang buruk yakni dapat menyebabkan bayi mengalami kegemukan serta bisa membuat bayi mengalami diare dan juga sakit perut. Selain dari kegemukan, kualitas ASI yang buruk juga dapat menyebabkan bayi tidak mengalami penambahan berat badan.

Terlepas dari hal tersebut tentunya banyak sekali ibu yang lebih memilih untuk memberikan susu alternatif yakni susu formula. Hal tersebut tentunya masih menjadi anggapan yang mungkin kebenarannya belum diketahui. Akan tetapi, sebagai orang tua Anda menginginkan asupan gizi dan juga nutrisi yang baik bagi bayi. Inilah alasan yang paling kuat dimana Anda harus mengetahui kualitas ASI yang buruk  dengan mengenali beberapa ciri yang bisa Anda jadikan indikasi kualitas ASI. Baca juga: 15 Penyakit Yang Rentan Menyerang Bayi Baru Lahir

Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk

ciri-ciri kualitas asi yang buruk

Setelah wanita melahirkan tentunya tubuh telah dirancang untuk memproduksi ASI sebagai asupan makanan yang terbaik untuk bayinya. Keadaan tubuh seorang wanita yang sudah melahirkan tentunya sangat menentukan kualitas ASI. Hal ini tentunya berhubungan dengan kondisi tubuh yang sangat memprioritaskan akan produksi ASI. Meskipun Anda mengalami kurangnya asupan gizi dan juga nutrisi, namun tetap saja tubuh wanita yang sudah melahirkan akan tetap memproduksi ASI.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas ASI yang baik memang ikut menentukan pertumbuhan bayi. Banyak sekali bayi yang mengalami penurunan berat badan dikarenakan kualitas ASI buruk yang diberikan kepada bayi. Kondisi tersebut cepat atau lambat tentunya akan menyebabkan kualitas ASI menjadi sangat buruk dan awal dari indikasi gizi buruk.

Tubuh wanita tentunya akan dirancang untuk mengalihkan semua kandungan yang ada di dalam tubuh kepada janin dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Untuk itu, jenis makanan yang Anda makan tentunya ikut menentukan akan kualitas serta dampak untuk bayi. Berikut ini kami sajikan beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk untuk Anda kenali! Lihat juga: Ketahuilah Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

Warna

Ciri pertama yang bisa Anda ketahui yakni dari warna ASI. Namun, warna ASI tidak berhubungan dengan apa yang dikonsumsi oleh ibu. Seperti misalnya jika ibu mengonsumsi minuman yang bersoda, buahan-buahan dan juga desert yang memiliki warna yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan banyak anggapan dimana ketika ibu mengonsumsi makanan yang berwarna, maka akan berwarna juga pada ASI. Namun, jenis makanan tersebut tidak mempengaruhi warna pada ASI. Meskipun seorang ibu mengonsumsi makanan berwarna seperti hijau, rumput laut dan juga sayuran berwarna hijau tentunya tidak akan memberikan warna tersebut pada bayi.

Banyak kasus dimana ibu memiliki ASI yang berwarna hijau. Hal ini dikarenakan di dalam saluran pencernaan jenis makanan apapun akan diproses oleh usus halus. Sebagian besar masuk ke dalam pembuluh darah dan sebagaian lagi akan disalurkan pada ASI. Di dalam proses inilah dimana ASI berubah warna.

Dalam kasus ASI berwarna pink, kondisi ini tentunya dapat disebabkan oleh adanya darah di dalam ASI. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ibu yang mengalami puting yang berdarah ataupun puting yang lecet. Jika puting ibu lecet dan mengalami pendarahan, maka dapat dipastikan ibu mengalami ASI berwarna pink. Kondisi ini tentunya bukan hal yang sepele dimana Anda harus memeriksakan diri ke dokter atau klinik yang menyediakan perawatan pijat laktasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi. Darah yang ada di dalam ASI memang tidak berbahaya, namun jika ASI tidak juga membaik, maka segeralah konsultasikan ke dokter.

Aroma

Selain dari warna, tentunya yang menjadi indikasi dimana kualitas ASI buruk yakni dari aroma yang timbul. Jika Anda mendapati ASI berbau asam atau bau amis, maka dapat dipastikan ASI tersebut sangatlah buruk dan tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada bayi. ASI yang berbau amis tentunya berhubungan dengan bagaimana cara penyimpanan pada ASI tersebut, apakah sudah benar ataukah belum. Hal ini dikarenakan penyimpanan ASI yang kurang baik akan membuat ASI menjadi sangat cepat basi.

Tekstur ASI

Bila ASI disimpan di dalam freezer selama beberapa waktu, tentunya jika disentuh seperti tekstur pada sabun yakni lunak, asam dan juga bau tengik. Maka jangan diberikan kepada bayi karena tekstur ini menyebabkan kandungan enzim lipase di dalam ASI akan meningkat dalam jumlah yang cukup banyak dan sangat berlebihan. Lemak di dalam ASI tentunya akan dipecah oleh enzim setelah ASI diperah. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus sudah mengubah cara dalam menyimpan ASI tersebut. Meskipun pada umumnya tidak terlalu membahayakan bagi bayi, namun kita sebagai orang lebih menginginkan untuk memiliki kualitas ASI yang baik dan tidak berbahaya bagi bayi.

Rasa ASI

Selain dari tekstur yang ikut mempengaruhi dalam menentukan kualitas ASI, maka rasa yang ada pada ASI juga menjadi faktor untuk menentukan kualitas ASI. Jika rasa ASI sudah asam bahkan pahit, maka ini juga menjadi ciri-ciri kualitas ASI yang buruk. Jika Anda merasa bingung untuk mencari cara agar tidak mendapatkan ASI dengan kualitas yang buruk, maka hal yang harus Anda lakukan yakni setelah memerah ASI, Anda harus mendidihkan terlebih dahulu ASI tersebut sebelum di simpan di dalam freezer. Hal ini bertujuan agar lipase dapat berhenti bekerja sehingga proses pada lemak dapat terhenti.

Perubahan struktur lemak

ASI yang beku tentunya akan Anda cairkan dengan cara didihkan atau direndam di dalam air panas. Tidak dapat dipungkiri ketika ASI dicairkan akan menghasilkan aroma dan juga tekstur seperti sabun. Kondisi inilah dimana adanya perubahan struktur pada lemak. Hal ini terjadi dikarenakan perubahan suhu yang mendadak yakni dingin menjadi panas atau hangat. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan bagi Anda untuk memanaskan ASI secara langsung atau membekukan kembali dalam keadaan masih panas.

Penting sangat kita untuk mengetahui kualitas ASI. Kita tentunya sering menemukan dimana ASI memiliki dua lapisan yakni lapisan atas dan juga lapisan bawah. Lapisan atas akan lebih kental dibandingkan dengan lapisan bawah. Jika Anda mendapati kondisi ASI seperti ini tentunya bukan berarti ASI tersebut bayi karena lapisan yang kental ini mengandung banyak lemak. Untuk itu, Anda bisa mengocok ASI secara perlahan hingga larutan homogen bisa kembali.

Fakta Tentang ASI

Selain dari ASI yang berkualitas, tentunya kita juga disarankan untuk mengetahui fakta-fakta dari ASI. Untuk memberikan asupan ASI kepada si kecil, kita juga perlu memgetahui jumlah ASI yang baik diberikan kepada bayi.  Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI termasuk ke dalam salah satu hal ajaib dan juga unik. Berikut ini fakta-fakta seputar ASI yang sangat menakjubkan diantaranya:

Mengandung dua jenis protein

Fakta selanjutnya tentang ASI dimana ASI mengandung dua jenis protein yang disebut dengan kasein dan juga whey. Protein ini tentunya menjadi salah satu asupan gizi dan juga nutrisi untuk bayi dalam mendukung tumbuh kembang. Kadar protein whey yang lebih banyak tentunya akan memiliki kemampuan dalam melawan infeksi. Jika Anda menggunakan susu formula, maka pastikan Anda untuk memilih kandungan protein yang sama dengan dua jenis protein yang ada di dalam ASI. Jika tidak, maka dimungkinkan bayi akan mengalami risiko dan juga mendapatkan kesulitan untuk mencerna susu.

ASI tidak bisa diduplikasi

Fakta selanjutnya bahwa ASI akan selalu berubah warna dan tidak bisa diduplikasi. Hal ini tentunya tidak ada ibu yang memiliki ASI yang sama. Seperti contohnya ASI yang diambil dari satu wanita tidak akan sama dengan wanita lainnya meskipun diambil dalam waktu dan hari yang sama. Untuk itu, tidak ada cara apapun untuk menduplikasi ASI.

ASI mengandung vitamin yang Anda minum

Banyak yang beranggapan bahwa susu formula lebih baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin. Namun, anggapan ini salah besar dimana ASI lebih banyak mengandung vitamin yang siap untuk si kecil. Vitamin ini tentunya didapatkan dari vitamin yang Anda minum sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI memang lebih baik dari susu formula. Inilah yang menjadi alasan mengapa seorang ibu menyusui harus banyak memakan makanan sehat dan juga vitamin seperti vitamin A, D, E, C, K, niacin, riboflavin dan juga panthothenicacid. Jika Anda sering meminum vitamin yang memang bermanfaat bagi bayi, tentunya akan mudah tersalurkan dalam bentuk ASI.

Hati-hati alkohol ada di ASI

Apapun yang Anda minum tentunya akan langsung tersalurkan pada si kecil melalui ASI. Seperti halnya jika Anda keranjingan dalam mengonsumsi alkohol. Kandungan alkohol yang Anda minum tentunya akan ada di dalam ASI seperti misalnya aliran darah. Alkohol yang Anda minum tentunya akan langsung ada di dalam ASI sehingga tidak heran jika bayi juga menyusu alkohol.

ASI menurunkan obesitas pada bayi

Fakta selanjutnya yakni ASI dipercaya dapat menurunkan risiko obesitas pada bayi. Seperti sebuah penelitian yang dilakukan pada anak usia prasekolah dimana telah membuktikan bahwa bayi yang menyusui dengan menggunakan botol atau dot akan memicu kebiasaan makan lebih tinggi. Pada anak yang menyusu pada dot atau botol akan membuat mereka tidak mengetahui kapan merasa kenyang sehingga ia akan cenderung terus makan.

ASI memiliki warna yang berbeda

Fakta ini sunggung mencengangkan dimana susu memiliki warna yang berbeda. Jika pada umumnya kita melihat ASI memiliki warna yang putih bersih, namun tidak menutup kemungkinan ASI akan mengalami perubahan warna yakni menjadi warna pelangi. Warna ini memang muncul pada ASI sebagai warna yang alami. selain dari warna alami, mengonsumsi obat-obatan juga akan berdampak pada perubahan warna ASI.

Konsistensi ASI tidak pernah sama

Dalam hal konsistensi, ASI tentunya memiliki tingkat konsistensi yang kurang dimana ASI tidak pernah sama baik dalam warna, tekstur dan juga kekentalannya. ASI yang mungkin Anda lihat tentunya memiliki banyak air dimana memang difungsikan untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Jika ASI sudah keluar, maka kandungan lemak di dalamnya akan terus meningkat sepanjang sesi menyusui.

Jika Anda memerah setelah menyusui, maka volume ASI akan menjadi lebih rendah dengan tekstur seperti krim. Semakin lamanya waktu untuk memerah ASI, maka tingkat lemak pada ASI semakin rendah. Jika Anda sedang berusaha untuk meningkatkan produksi ASI, maka cara yang paling cocok untuk solusi tersebut yaitu memerahnya dengan menggunakan pompa. Hal ini dikarenakan ASI memang dirancang sebagai salah satu makanan bagi bayi. Maka, tekstur ASI tidak akan terlalu encer, berlemak dan juga tidak akan terlihat seperti susu formula.

Payudara akan selalu memproduksi ASI

Tidak heran jika ibu yang sedang menyusui akan selalu memiliki stok. Inilah yang menyebabkan payudara selalu memproduksi ASI. Faktanya bahwa payudara akan selalu memproduksi ASI sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi dalam artian tidak lebih dan juga tidak kurang. Ketika susu diberikan kepada bayi, meskipun sudah kosong. Maka, payudara akan kembali memproduksi ASI dan payudara akan kembali penuh.

Produksi ASI membutuhkan air

Tidak heran jika wanita yang menyusui akan sering merasa kehausan. Hal ini dikarenakan produksi ASI membutuhkan unsur air. Untuk itu, dianjurkan untuk ibu menyusui agar selalu minum air sebanyak mungkin.

ASI dapat meningkatkan IQ

IQ anak yang tinggi tentunya tidak bisa lepas dari ASI yang ia dapatkan ketika bayi. Hal ini dikarenakan ASI akan meningkatkan IQ pada bayi bahkan hingga mencapai 8 poin lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang tidak menyusu. Kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI akan membantu perkembangan otak dan juga kemampuan mental si kecil serta memiliki sifat membangun pada perkembangan bayi.

Komposisi ASI berbeda setiap harinya

ASI tentunya dibagi ke dalam beberapa bagian diantaranya susu mature, susu transisi dan juga susu kolostrum. Ketiga jenis ASI tersebut tentunya memiliki perbedaan dalam komposisi dan juga kandungannya. Susu kolostrum ini dapat dikatakan sebagai sebuah obat dimana hanya memiliki jumlah yang cukup sedikit. Para ibu akan merasa kebingungan  karena menganggap ASI tidak keluar, padahal bayi menyusu ASI dalam jumlah yang sangat sedikit.

Susu kolostrum ini tentunya memiliki jumlah yang tidak banyak dimana rata-rata ASI cuma 30 cc dalam 24 jam. Ketika bayi meminum susu kolostrum tentunya jangan dianggap remeh karena  di dalam satu tetes susu kolostrum mengandung sekitar 1 juta antibodi. Namun, tidak banyak orang tua yang mengetahui akan kandungan yang terdapat di dalam kolostrum sehingga menganggapnya sepele dan bahkan diganti dengan susu formula.

Untuk susu transisi yakni sebagai salah satu jenis susu yang berfungsi sebagai penghantar sebelum susu mature. Jadi, jenis susu ini berfungsi untuk menyiapkan sistem pencernaan bayi dalam mengolah susu mature. Hal ini memang sangat diperlukan untuk mengolah susu mature yakni jenis susu yang padat untuk memenuhi kebutuhan harian bayi dan mendukung tumbuh kembang dengan baik. Waktu yang dibutuhkan untuk kandungan ASI tentunya tidak sama. Intinya sekitar 5-10 menit pertama susu yang dkeluar dinamakan dengan fore milk yang bersifat lebih cair. Sedangkan di atas 10 menit akan terdapat susu hind milk yakni susu yang mengandung komposisi yang cukup kental karena kaya akan protein, karbohidrat dan juga lemak.

ASI memberikan rasa aman pada bayi

Selain dari komposisi ASI yang berbeda-beda, fakta selanjutnya yakni dimana ASI bisa memberikan rasa yang aman bagi bayi. Hal ini tentunya dapat Anda rasakan dimana bayi akan merasakan ketenangan ketika menyusui ASI. Hal ini tentunya mengingatkan ketika ia berada di dalam kandungan. Selain itu, ASi juga menjadi sebuah medium untuk mendekatkan batin ibu dengan bayi ketika menyusui. Tidak heran jika bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sering berada di pelukan ibu karena itulah ia akan merasa disayangi, dicintai dan juga aman.

ASI memberikan imun bagi bayi

Fakta selanjutnya mungkin sudah banyak diketahui oleh sebagian besar orang. ASI memang tidak bisa lepas dari ketahanan tubuh bayi ketika mendapatkan ASI. Dalam hal ini bayi telah dibekali dengan daya tahan tubuh ketika masih berada di dalam kandungan. Jika ketika lahir bayi dilanjutkan dengan pemberian ASI, maka hal ini akan merangsang pusat daya tahan tubuh bayi demi mendapatkan sistem imunitas tubuh bayi agar lebih meningkat. Maka, Anda sebagai seorang ibu alangkah baiknya untuk memberikan si kecil ASI eksklusif agar imunitas tubuh bayi menjadi lebih aktif.

Komposisi ASI berbeda pada bayi normal dan prematur

Komposisi ASI pada ibu yang satu dengan yang lainnya tentunya berbeda-beda. Kondisi ini juga dapat terjadi pada ibu yang melahirkan dengan normal atau prematur. Ibu yang melahirkan anak prematur tentu produksi ASI masih diperuntukkan untuk bayi yang prematur. Sedangkan ibu yang melahirkan anak normal tentu memiliki komposisi ASI yang lebih banyak. Hal ini juga bisa berlaku dimana seorang ibu A menyusui anak dari ibu B. Sedangkan si ibu A tidak memiliki imunitas tubuh yang kuat. Maka jika anak si ibu A disusui oleh ibu B, maka secara langsung anak ibu A tidak akan terlindungi jika terkena virus dan juga bakteri.

Alasan Mengapa Bayi Mengalami Gangguan Pertumbuhan

Kita tentunya sering melihat sebagian besar bayi yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu. Pada umumnya, bayi yang mengalami pertumbuhan dapat disebabkan oleh asupan gizi dan juga nutrisi pada bayi tersebut. Pada ibu yang memberikan ASi eksklusif, pada dasarnya tidak akan mengalami gangguan pada pertumbuhan seperti misalnya penurunan berat badan yang tidak kunjung naik dan justru menurun seiring berjalannya waktu.

Jika buah hati Anda mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, maka penting bagi Anda untuk mengetahui apa penyebab dari pertumbuhan yang terganggu. Hal ini tidak lepas juga dari beberapa faktor dimana berat badan bayi tidak kunjung juga naik. Berikut ini beberapa penyebab dimana bayi mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, diantaranya:

Adanya infeksi

Infeksi yang terjadi pada Anda tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap sistem imunitas tubuh bayi. Jika pada dasarnya bayi harus memiliki sistem imun tubuh yang kuat, namun hal ini berbeda ketika Anda mengalami infeksi. Seorang ibu yang mengalami infeksi tentunya kemungkinan besar akan menurunkan virus dan juga bakteri sehingga imunitas tubuh bayi menjadi terganggu juga.

Frekuensi menyusu yang kurang

Ketika memberikan ASI kepada bayi tentunya janganlah sekali-kali menjadwalkan pemberian ASI. Hal ini dikarenakan bayi harus mendapatkan ASI eksklusif dimana tidak ada waktu tertentu untuk memberikan ASI. Kurangnya frekuensi dalam memberikan ASI pada bayi tentunya memiliki pengaruh buruk pada tumbuh kembang bayi. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan bayi mengalami kekurangan sehingga berdampak pada status gizi si kecil.

Jumlah ASI berkurang

Kuantitas ASI tentunya menjadi salah satu penyebab dimana bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan juga berat badan yang tidak bertambah. Hal ini dikarenakan semakin jarangnya bayi menyusui maka produksi ASI juga akan semakin berkurang. Tidak heran jika produksi ASI pada ibu juga ikut berkurang dikarenakan tidak ada rangsangan apapun. Hal ini hisapan dari mulut bayi juga dapat merangsang tubuh ibu untuk tetap menghasilkan jumlah ASI yang cukup banyak.

Terjadinya masalah pada saluran pencernaan

Pada bayi yang memiliki sistem pencernaan yang terganggu, maka perut bayi tidak bisa menyerap semua kandungan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalam ASI. Kondisi inilah yang menyebabkan berat badan tidak mengalami penambahan.

Beberapa masalah mengapa bayi mengalami penurunan berat badan dan juga cenderung menurun memang tidak bisa lepas dari kualitas ASI yang ia dapatkan. Hal ini tentu sangat penting untuk tetap menjaga kualitas ASI tetap baik dan terjaga. Demikianlah beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk serta fakta-fakta tentang ASI yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Makanan Pelancar ASI – ASI yang lancar memang ditentukan pula oleh asupan makanan yang bergizi dan juga bernutrisi. Seorang ibu hamil perlu memperhatikan menu makanan harian yang akan ia konsumsi setiap harinya. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk memilih menu makanan yang bervariasi agar dapat memperlancar produksi ASI.

Memiliki produksi ASI yang berlimpah tentunya keinginan setiap ibu menyusui. Produksi ASI yang lancar dan juga berlimpah tentunya dapat membuat seorang wanita merasa bangga akan dirinya. Terlebih ketika  memberikan ASI kepada bayinya tersebut. Namun, tidak semua ibu hamil memiliki ASI yang berlimpah pasca melahirkan.

Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan bayi seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Faktanya, memberikan ASI kepada si kecil memang sudah menjadi kewajiban seorang ibu. Akan tetapi, bagaimana jika ibu hamil tersebut tidak memiliki produksi ASI yang cukup untuk diberikan kepada bayinya? Tentunya, pertanyaan tersebut muncul seiring dengan pernyataan bahwa menyusui bayi adalah sebuah keharusan.

Tentunya, Anda tidak akan berdiam diri dan juga menerima akan kondisi tersebut, bukan? Banyak hal-hal yang memang dapat Anda lakukan untuk membuat produksi ASI menjadi semakin lancar. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan menjaga asupan makanan pelancar ASI untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Tips Merawat Bayi BBLR Di Rumah Yang Paling Mudah

Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui

makanan pelancar ASI

Makanan memang memiliki peranan penting di dalam hidup kita. Untuk itu, Anda jangan menyepelekan akan khasiat dan juga manfaat yang berasal dari makanan. Makanan yang kita konsumsi tentunya ikut menentukan kondisi tubuh kita, terutama bagi seorang ibu hamil.

Makanan pelancar ASI memang sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita tidak menyadari akan manfaat yang dapat kita ambil dari makanan jenis tertentu. Perlu Anda tahu bahwa makanan pelancar ASI yang paling banyak ialah makanan yang memiliki senyawa galaktogogus. Lihat Juga: Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Lantas, apa yang dimaksud dengan senyawa galaktogogus? Barangkali, istilah ini memanng sangat jarang didengar oleh kita, namun tentunya Anda harus mengetahui definisi akan istilah tersebut terutama bagi ibu menyusui. Senyawa galaktogogus ialah sebuah zat atau senyawa yang dapat merangsang produksi ASI di dalam tubuh ibu menyusui.

Oleh karena itu, pastikan Anda untuk mengonsumsi jenis makanan yang mengandung senyawa galaktogogus dari beberapa jenis makanan berikut ini:

1. Beras merah

Salah satu jenis makanan yang terkenal akan senyawa galaktogogus ialah beras merah. Beras merah memang sangat dikenal baik untuk melancarkan produksi ASI. Selain itu, beras merah juga dapat memulihkan wanita pasca melahirkan.

Memasukkan beras merah ke dalam menu makanan ibu menyusui memang sangat dianjurkan. Anda dapat dengan mudah mengonsumsi beras merah sebagai pengganti beras putih pada menu makanan harian Anda. Beras berah juga dapat menstabilkan gula darah di dalam darah dan meningkatkan nafsu makan ibu menyusui.

2. Wortel

Sayuran yang satu ini tidaklah susah untuk kita dapatkan. Seperti yang kita tahu bahwa wortel mengandung vitamin A yang memang sangat baik utnuk mata kita. Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui. Wortel memiliki manfaat dan juga kandungan zat yang hampir sama dengan bayam.

Dengan kandungan vitam A yang cukup tinggi pada wortel tentunya dipercaya dapat melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Ibu menyusui tentunay dapat membuat sop dan juga jus wortel pada saat sarapan dan juga makan siang, Alangkah baik untuk dikonsumsi setiap hari.

3. Bayam dan buah bit

Seperti yang sudah dijelaskan di aas, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada bayam memang sama wortel. Begitupula dengan kandungan yang terdapat pada buah bit seperti asam folat, zat besi dan juga kalsium. Kedua makanan ini memiliki potensi yang cukup besar untuk mempelancar produksi ASI pada ibu menyusui.

Bayam mengandung senyawa yang dapat mencegah terjadinya kanker payudara. Dengan mengonsumsi kedua bahan makanan ini tentunya Anda akan mendapatkan hasil yang luar biasa dalam produksi ASI.

4. Labu

makanan pelancar ASI

Labu memang termasuk ke dalam sayuran yang tidak memiliki banyak penikmat akan rasa yang cukup khas. Labu yang biasa kita temukan di pasar tenyata dapat membantu menstabilkan kadar gula di dalam darah. Selain itu, hal yang perlu Anda ingat bahwa labu sebagai ASI booster alami yang dapat meningkatkan kualitas dan juga kuantitas ASI pada ibu menyusui. Anda tentunya dapat membuat labu dengan varian menu seperti puding, kolak dan juga varian lainnya.

5. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan tentunya memiliki kandungan protein dan juga zat besi dalam kadar yang cukup banyak. Mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari seperti kacang merah, hitam, almond dan juga jenis kacang lainnya terbukati dapat membuat produksi ASi menjadi lancar. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengonsumsi kacang-kacangan pada menu makanan Anda.

6. Daun katuk

Daun katuk yang memiliki kandungan fosfor, kalium dan juga protein memang sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun katuk memang dikenal sebagai makanan pelancar ASI yang wajib dikonsumsi oleh ibu pasca melahirkan. Seperti penelitian yang dilakukan di Yogyakarta pada tahun 2004 menyatakan bahwa daun katuk memiliki potensi sekitar 50% dari volume ASI. Daun katuk dapat diolah menjadi sayur bening yang dapat Anda konsumsi setiap hari juga dapat ditambah dengan jagung.

7. Daun pepaya

Rasa khas yang dimiliki oleh daun pepaya memang membuat pepaya jarang dilirik oleh sebagian besar orang. Daun pepaya dengan rasa pahitnya tersebut ternyata memiliki khasiat untuk melancarkan produksi ASI. Mengolah daun pepaya memang susah-susah gampang. Jika dilakukan dengan cara yang tepat mengonsumsi buah pepaya justru tidak akan menghasilkan rasa pahit. Anda dapat membuat olahan daun pepaya dengan varian menu makanan seperti urab, lalap dan juga tumis.

8. Pare

Selain daun pepaya, sayuran dengan rasa pahit yang khas untuk melancarkan ASI ialah pare. Tidak disangka bahwa pare memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C dan juga antioksidan yang tinggi. Buah pare juga memiliki khasiat untuk mencegah penyakit diabetes melitus serta menurunkan kadar gula di dalam darah. Mengonsumsi pare berarti Anda melakukan sedikit langkah untuk mencegah kanker payudara, cacing usus dan juga virus yang sewaktu-waktu dapat menyerang manusia.

9. Asparagus

makanan pelancar ASI

Makanan yang jarang ditemui ini ternyata tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Selain digunakan untuk menu diet, asparagus juga memang sangat baik untuk ibu menyusui. Kandungan asam folat yang tinggi tentunya dapat membuat tubuh menjadi lebih baik serta dapat membuat si kecil menjadi lebih sehat. Anda dapat membuat menu masakan dari asparagus dengan membuatnya menjadi sup yang dapat Anda konsumsi ketika makan siang dan juga makan malam.

10. Edamame

Jika Anda menemukan jenis kacang ini tentunya Anda jangan melewatkannya begitu saja. Kandungan di dalam edamame memang terbukti bagus untuk melancarkan produksi ASI. Jenis makanan ini mengandung zat dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin K, fosfor, magnesium, kalium dan ribonflavin. Untuk itu, sangat mudah untuk mengonsumsi menu makanan ini sebagai cemilan dengan cara direbus terlebih dahulu.

11. Buah pepaya

Tidak ada keraguan lagi akan manfaat dan juga khasiat yang akan didapatkan oleh ibu hamil dari buah yang satu ini. Buah yang memiliki vitamin C yang cukup banyak ini terbukti dapat membuat produksi ASI menjadi lebih lancar. Buah pepaya telah digunakan sebagai obat penenang alami sebagai makanan pelancar ASI. Olahan buah pepaya memang sangat mudah, Anda dapat memakannya secara langsung dan juga dapat direbus agar tekstur buah pepaya menjadi lebih lembut.

12. Buncis

Sayur yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar ibu ini memang memiliki kandungan vitamin B-kompleks, kalsium dan juga serat pangan yang sangat banyak. Tidak heran jika buah ini sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Olahan makanan dari buncis tentunya sangat bervariatif, Anda dapat membuat tumis, lalap, atau rendam dan juga rebus buncis untuk dinikmati sebagai salad.

13. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini ternyata memiliki kandungan senyawa galaktogogus yang mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Bawang putih dianggap sebagai jenis makanan pelancar ASI terbaik. Mengonsumsi bawang putih di dalam masakan dan sayur tentu sering kita dapatkan. Untuk itu, jangan membuang irisan bawang putih yang ada pada masakan terlebih ketika Anda sedang menyusui.

14. Salmon

makanan pelancar ASI

Tidak hanya sayur dan juga buah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Jenis ikan pun tentunya memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya bagi kesehatan manusia. Kandungan omega-3 dan juga EFA yang terdapat pada salmon memang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Kedua kandungan tersebut tentunya dapat meningkatkan produksi hormon laktasi sehingga dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. Anda dapat merebus dan juga memanggang salmon sesuai dengan selera ibu menyusui.

15. Almond

Salah satu jenis kacang yang kaya akan kandungan vitamin E dan juga Omega-3 dimiliki oleh kacang almond. Seperti yang kita tahu bahwa omega-3 dapat meningkatkan hormon yang paling penting untuk meningkatkan produksi ASI. Sedangkan vitamin E dapat menyembuhkan gatal-gatal pasca melahirkan. Tentunya, Anda dapat menjadikan kacang almond dengan dimakan secara langsung atau juga diolah kembali menjadi menu makanan lain.

16. Paha ayam

Ayam memang sering kita konsumsi menjadi menu makanan kita sehari-hari. Akan tetapi, bagian ayam yang paling kaya akan kandungan zat besi dan juga kalsium dapat melancarkan produksi ASI. Paha ayam terbukti dapat meningkatkan sistem saraf dan juga meningkatkan kekebalan tubuh pada ibu menyusui. Anda dapat mengolah paha ayam menjadi berbagai olahan masakan.

17. Ubi jalar

Salah satu umbi-umbian yang sangat kaya akan sumber kalium yang tinggi ialah ubi jalar. Selain itu, ubi jalar juga mengandung vitamin C dan juga B-kompleks serta senyawa relaksan otot yang diperlukan sebagai penghasil energi untuk melawan kelelahan pada ibu menyusui.

18. Daun kemangi

Daun yang memiliki aroma yang khas ini tentunya  dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kemangi yang memang sangat sering kita temui ini tentunya jangan diabaikan begitu saja. Daun kemangi memiliki khasiat untuk menenangkan pada ibu menyusui. Anda juga dapat menikmati daun kemangi sebagai lalap dan juga tambahan pada salah satu menu masakan seperti pecel dan juga pepes.

19. Buah semangka

Buah dengan kandungan air yang cukup tinggi tentu didapatkan oleh buah ini. Buah semangka yang mengandung vitamin A ini tentunya dapat memenuhi kebutuhan harian ibu menyusui. kadar air yang cukup tinggi pada semangka dapat menjaga produksi ASI tetap lancar dan juga banyak. Selain itu, kandungan asam folat, kalium, vitamin A dan C dapat memenuhi cairan tubuh terutama ketika sedang menyusui.

20. Kacang hijau

Jenis kacang yang satu ini memang tidak dapat diabaikan lagi akan manfaat dan juga khasiatnya. Selain itu, kacang hijau dapat memicu hormon oksitosin yang dapat mengeluarkan ASI menjadi lebih banyak. Kacang hijau memiliki kandungan vitamin B1 dan juga kadar tiamin yang dapat mengubah karbohidrat menjadi energi. Hal ini dikarenakan asupan gizi dan juga nutrisi pada ibu hamil lebih banyak dibandingkan saat hamil.

21. Oatmeal

Makanan yang biasanya dijadikan sebagai menu makanan diet, ternyata dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Oatmeal biasanya dikonsumsi pada saat sarapan dipagi hari. Selain meningkatkan produksi ASI, oatmeal juga mengandung serat yang dibutuhkan ibu hamil untuk meningkatkan produksi ASI. Oatmela tentunya memiliki kandungan kalori yang cukup banyak sehingga dapat dijadikan sebagai menu makanan Anda sehari-hari. Oatmeal tentunya dapat disajikan dengan berbagai varian sesui dengan selera ibu menyusui.

22. Aprikot

makanan pelancar ASI

Aprikot merupakan jenis buah yang dapat melancarkan produksi ASI juga dapat dijadikan sebagai penambah pasokan ASI. Terdapat beberapa perubahan pada hormon saat sedang hamil. Aprikot yang kaya akan serat dan juga kalsium dapat membantu menormalkan perubahan hormon tersebut.

23. Jintan hitam

Biji jintan hitam dipercaya dapat membakar lemak yang ada pada tubuh. jintan hitam juga dipercaya dapat meningkatkan produksi dan juga jumlah ASI pada payudara ibu menyusui. Selain itu, jintan hitam dapat mencegah terjadinya iritasi pada pencernaan. Jintan hitam merupakan makanan pelancar ASI yang paling tepat Anda konsumsi. Anda juga dapat menambahkan jintan hitam pada susu atau jenis minuman lainnya.

24. Wijen

Wijen diyakini sebagai booster alami yang paling bagus dan juga sebagai sumber kalsium. Setidaknya Anda dapat mencampurkan biji wijen ke dalam susu, almond atau gula. Anda tentunya dapat mengonsumsi wijen dalam jumlah yang terbatas.

25. Buah pisang

Buah pisang dapat dijadikan sebagai menu makanan yang memang terbukti sebagai penambah ASI. Pisang tentunya banyak ditemukan diberbagai daerah sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya. Buah ini memang mengandung vitamin C dan juga asam folat sehingga dapat meningkatkan produksi ASI dengan cepat.

26. Biji Adas

Biji yang biasa digunakan sebagai bumbu, obat herbal dan juga tambahan minuman ternyata memiliki kandungan yang dapat menambah produksi ASI pada ibu menyusui. Tentunya, biji adas dapat diolah dengan cara ditambahkan ke dalam minuman. Biji adas juga dapat ditemukan di perkampungan dan juga pedesaan.

Menjaga ASI tetap lancar tentunya menjadi sebuah keharusan bagi  Anda. Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan si kecil. Demikianlah beberapa makanan pelancar ASI yang dapat Anda konsumsi setiap harinya. Semoga bermanfaat!

Manfaat Alpukat Untuk Ibu Menyusui yang Direkomendasikan – Ibu menyusui membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi yang lebih banyak dalam menunjang produksi ASI yang berkualitas. Tahukah anda buah alpukat rupanya baik untuk dikonsumsi selama masa menyusui. Kandungan dan vitamin yang banyak dalam buah ini akan sangat bermanfaat.

Alpukat adalah salah satu buah dengan kandungan asam folat yang banyak dan tinggi. Buah dengan tekstur creamy yang lezat ini rupanya baik untuk dikonsumsi oleh ibu selama masa menyusui. Tidak sedikit wanita yang merasa ragu mengkonsumsi buah alpukat mengingat kandungan lemaknya yang 20 sampai dengan 30 kali lebih banyak dalam buah alpukat.
Namun perlu diketahui bahwa kandungan lemak yang ada pada buah alpukat adalah lemak yang baik. Sehingga demikian, tidak ada salahnya untuk anda memberikan ASI yang lebih berkualitas untuk si kecil. Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?

Manfaat Alpukat Untuk Ibu Menyusui yang Direkomendasikan

Manfaat Alpukat Untuk Ibu Menyusui yang Direkomendasikan

Selain kandungan asam folat yang akan sangat baik untuk ibu selama menyusui. Buah ini pun rupanya memiliki sejumlah manfaat lain untuk ibu menyusui yang akan baik untuk kesehatan. Ingin tahu seperti apa saja manfaat dari alpukat untuk ibu menyusui yang direkomendasikan? Simak informasinya dibawah ini.

Bagus Untuk Kulit Bayi

Manfaat pertama dari buah alpukat adalah sebagai makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih. Selain itu, buah alpukat pun akan dapat baik untuk membuat kulit bayi menjadi lebih lembut. Konsumsi buah alpukat minimal sebanyak 2 hari sekali akan terbukti baik untuk kesehatan kulit si kecil.

Mengolah buah alpukat pun akan cukup mudah, anda dapat mengkonsumsinya secara langsung. Atau mungkin dijadikan jus alami yang anda konsumsi secara rutin. Hanya saja, hindarkan mencampur terlalu banyak bahan yang akan menghilangkan manfaat dari bahan ini pada tubuh.

Meningkatkan Kualitas ASI

Manfaat lain dari mengkonsumsi buah alpukat secara rutin adalah kualitas ASI yang semakin baik pada ibu menyusui. Tentunya selama proses menyusui adalah proses penting dalam memberikan nutrisi yang baik untuk si buah hati. Hal ini dilakukan dalam menunjang tumbuh kembang bayi agar senantiasa terjaga dengan baik.

Oleh karenanya, tidak ada salahnya mengkonsumsi bahan ini untuk meningkatkan kualitas ASI anda dengan baik. Selain itu, buah alpukat pun rasanya lezat sehingga anda tidak akan menemukan kendala dalam mengkonsumsi buah nikmat yang satu ini.

Meningkatkan Kecerdasan Otak Bayi

Untuk ibu menyusui yang rajin mengkonsumsi buah alpukat. Hal ini akan sangat baik dalam meningkatkan kecerdasan otak bayi dengan lebih baik. Mengingat kandungan omega-3 dalam buah alpukat begitu berlimpah. Maka bahan ini akan sangat baik dalam mendukung kecerdasan otak bayi dengan lebih baik.

Dengan demikian, tidak ada salahnya mulai menyertakan buah hijau berbentuk mirip telur ini kedalam asupan harian anda. Bila anda bosan dengan sajian jus alpukat anda dapat menyantap buah ini dengan bahan lainnya yang lebih sehat seperti salmon atau dengan daging.

Menambah Berat Badan Bayi

Manfaat terakhir dari mengkonsumsi buah alpukat secara rutin adalah berat badan bayi yang bertambah dengan lebih cepat. Hal ini dikarenakan kandungan kalori baik pada buah alpukat akan sangat membantu pemberian nutrisi pada bayi berjalan dengan lancar. Hal ini pun akan menjadi solusi yang efektif untuk anda yang memiliki masalah dengan berat badan bayi yang rendah.

Demikianlah beberapa manfaat alpukat untuk ibu menyusui yang direkomendasikan. Semoga informasi diatas akan dapat memberikan motivasi untuk ibu menyusui dalam mengkonsumsi lebih banyak makanan sehat.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI – ASI sangat baik untuk mengoptimalkan perkembangan bayi, oleh karena itu sudah menjadi tugas seorang ibu untuk mempertahankan dan membuat ASInya berkualitas sehingga bayi bisa mendapatkan manfaatnya yang beragam.

Seperti yang kita ketahui, ASI atau air susu ibu merupakan makanan yang terbaik untuk bayi hingga usianya 6 bulan atau sebelum bayi mengenal makanan pendamping ASI. Kandungan yang terdapat di dalam ASI mudah dicerna oleh bayi, yang mana kandungan tersebut memiliki manfaat yang baik untuk bayi dan tidak tergantikan oleh susu formula yang berharga mahal sekalipun.

Seorang ibu tentunya akan memberikan semua yang terbaik untuk anaknya, termasuk ASI kepada buah hati tercintanya. Sebisa mungkin seorang ibu akan membuat ASI berkualitas demi kebaikan malaikat kecilnya. Akan tetapi, ibu tidak bisa memastikan dengan pasti apakah ASI-nya berkualitas atau sebaliknya. Oleh sebab itu, semua ibu harus tahu cara meningkatkan kualitas ASI demi sang buah hati.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI

Meningkatkan kualitas ASI sebenarnya bisa dilakukan dengan memperhatikan menu makanan sang ibu. Apabila makanan yang dikonsumsi ibu baik dan sehat, ASI yang diproduksinya akan semakin berkualitas. Perlu anda ketahui, kualitas ASI akan semakin menurun apabila gizi dari ibu buruk. Apabila kondisi ini terus berlanjut, maka si anak akan mendapatkan dampaknya yang mana kebutuhan gizinya tidak akan terpenuhi dengan maksimal.

Nah, untuk meningkatkan kualitas ASI, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu menyusui.

Cara Meningkatkan Kualitas ASI

Makan Seimbang

Pola makan ibu menyusui harus diperhatikan dengan baik dan benar. Pola makan yang tepat, selain akan membuat tubuh ibu sehat, juga akan semakin menambah kualitas ASI-nya. Ibu harus mengkonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang. Asupan sehari-hari ibu menyusui harus seimbang dengan kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. Porsi makan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui berbeda dengan porsi makan sebelumnya. Dimana prosi makan ibu menyusui akan lebih banyak dari biasanya. 3 bulan pertama, kalori yang dibutuhkan sekitar 500 kalori lebih banyak dari biasanya. Sedangkan jika usia kandungan di atas 3 bulan, maka kalori yang dibutuhkan lebih banyak sekitar 700 kalori dari biasanya.

Konsumsi Asupan Kalsium dan Zat Besi

Di dalam ASI terkandung kalsium yang bermanfaat dan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas tulang si kecil. Ibu menyusui bisa saja mengalami masalah, seperti sering mengeluh terasa nyeri pada tulang. Jika keadaan ini terjadi maka sebaiknya segera tingkatkan asupan kalsium. Cara meningkatkan asupan kalsium yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium. Ikan merupakan salah satu makanan yang kaya akan kalisium. Selain itu, anda juga bisa mengkonsumsi susu khusus ibu menyusui. Jika diperlukan, ibu bisa mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium.

Konsumsi Buah dan Sayur

Memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayur merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas ASI. Anda bisa mengkonsumsi sayuran hijau untuk meningkatkan zat besi yang bermanfaat untuk mencegah anemia yang akan dialami oleh ibu dan bayi. Sedangkan buah bermanfaat sebagai antioksidan yang akan membuat ibu tetap sehat dan tidak akan mudah sakit.

Olahraga

Olahraga bisa anda lakukan untuk meningkatkan kualitas ASI. Anda bisa melakukan olahraga secara rutin. Tujuannya yaitu sebagai relaksasi yang akan membuat suasana hati menjadi lebih bahagia dan tenang. Olahraga yang dilakukan tidak perlu olahraga berat. Anda cukup melakukan olahraga ringan dan berkala, serta durasi secukupnya. Beberapa olahraga yang dimaksud yaitu aerobik atau jalan sehat. Jika suasana emosi menjadi lebih bahagia, maka hormon yang akan menunjang ASI menjadi lebih meningkat.

Istirahat dengan Cukup

Stres akan menghambat produk ASI. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari keadaan stres. Istirahat cukup akan membantu anda dalam menekan stres.

Seorang ibu, umumnya akan begadang pada 4 sampai 8 minggu kelahiran buah hatinya untuk menyusui bayi. Agar bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup, anda bisa menyesuaikan waktu tidur anda dengan waktu tidur si kecil. Disarankan untuk istirahat sekitar 7 sampai 8 jam perhari.

Hindari Kontaminasi ASI

Menghindari kontaminasi ASI adalah langkah lainnya yang bisa dilakukan sebagai cara meningkatkan kualitas ASI. Mengurangi terjadinya kontaminasi ASI bisa dilakukan dengan memperhatikan dan selalu berhati-hati terhadap makanan yang akan dikonsumsi oleh ibu menyusui. Beberapa cara bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya kontasminasi ASI seperti berikut ini:

Mengkonsumsi banyak jenis makanan bisa anda lakukan sebagai upaya agar anda tidak mengkonsumsi satu jenis makanan yang ternyata makanan yang anda konsumsi tersebut di dalamnya terkandung kadar pestisida yang tinggi.

Ketika anda mengkonsumsi daging, maka sebaiknya hindari mengkonsumsi bagian kulit dan lemak ekstra daging tersebut. Pasalnya, terdapat banyak zat kimia yang tersimpan di dalam lemak daging.
Anda harus tahu apa saja buah dan sayuran yang mengandung pestisida tinggi. Usahakan untuk mencuci terlebih dahulu buah atau sayuran yang akan anda konsumsi sampai benar-benar bersih. Meskipun buah yang akan anda konsumsi bisa dimakan dengan kulitnya, tetapi alangkah baiknya hindari memakan kulit buah tersebut. Kupas terlebih dahulu kulit buah sampai benar-benar bersih sebelum dikonsumsi.

Demikian beberapa cara meningkatkan kualitasi ASI. Tetaplah terapkan pola hidup sehat guna manjaga dan menunjang kualitas produksi ASI.