Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI – Bayi baru lahir yang mengalami kurang ASI tentuya bisa saja terjadi. Hal ini tentunya menyebabkan beberapa dampak yang nantinya menghambat tumbuh kembang bayi. Untuk itu kami sajikan beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda deteksi untuk mencegah hal tersebut. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Bayi yang sehat tentunya memiliki kecukupan gizi dan juga nutrisi yang tentunya ia dapatkan dari ASI. Bayi memang tumbuh dan juga berkembang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan bayi memang dapat dilihat dari nutrisi dan juga gizi yang ia dapatkan dari ibunya. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi tentunya ini menjadi salah satu faktor mengapa tumbuh kembang bayi terhambat.

Cara yang paling tepat bagi Anda dalam memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi ialah dengan memberikannya ASI terutama dari 0-6 bulan yang disebut dengan pemberian ASI eksklusif. Tentu kita semua tahu bahwa ASI memang menjadi salah satu sumber makananbayi yang wajib ia dapatkan. Karena ASI mengandung banyak sekali gizi dan juga nutrisi di dalamnya. Namun, ada juga beberapa orang tua yang bahkan tidak memberikan ASInya kepada bayi karena beberapa faktor.

Tidak sedikit juga bayi yang mengalami kekurangan ASI seiring dengan pertumbuhan dan juga perkembangannya. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui bahwa ternyata bayi mereka mengalami yang namanya kekurangan ASI. Lantas, apa saja ciri-ciri bayi kurang ASI? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini! Baca juga: Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI

ciri-ciri bayi kurang asi

Tentunya, tidak sedikit orang tua yang tidak memberikan ASI kepada buah hatinya yang mungkin dikarenakan beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar, gangguan pada payudara bahkan ibu yang tidak ingin menyusui anaknya secara langsung. Beberapa faktor tersebut tentunya menyebabkan bayi kekurangan ASI. Jika sudah begitu tentunya ini menjadi salah satu masalah yang cukup serius dimana bayi akan mengalami beberapa gangguan pada perkembangannya.

Tentunya, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal mengenai bayi yang kekurangan ASI. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimanapun juga bayi yang kekurangan ASI bisa menyebabkan bayi tumbuh tidak sehat dan juga masalah kesehatan yang terganggu. Berikut ini beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda ketahui untuk mendeteksi bayi Anda, diantaranya:

Lihat juga: Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi Berikut Bahayanya

Dehidrasi

Ciri pertama yang bisa Anda deteksi jika bayi kekurangan ASI tentunya ia akan mengalami yang namanya dehidrasi. Dalam hal ini ASI memang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh bayi. Dapat dikatakan bahwa ASI merupakan salah satu sumber makanan sekaligus minuman bagi bayi. Jelas saja, jika bayi kekurangan ASI, maka akan berakibat fatal yakni bayi kekurangan ASI. Munmgkin awalnya bayi akan rewel, lama-kelamaan ia akan lemas akibat dehidrasi yang terjadi padanya. Kondisi ini tentunya akan terus berlanjut hingga membahayakan nyawa bayi. Itulah mengapa Anda sebagai orang tua harus mengetahui mengenai ciri-ciri bayi kurang ASI

Kurang Gizi

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang mengalami kekurangan ASI akan juga mengalami kekurangan gizi. Hal ini dikarenakan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI tidak dapat diserap oleh bayi karena memnag bayi kekurangan ASI. Seperti yang kita tahu bahwa ASI memang mengandung gizi, nutrisi dan juga vitamin yang tentu sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi.

Selain itu, ASI juga menjadi salah satu produk alami yang diproduksi oleh ibu sehingga sangat aman dan juga bebas dari pengawet. Maka dari itu, tidak heran jika bayi pada usia 0-6 bulan ini harsu mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya agar gizi dan juga nutrisi dapat dengan mudah terserap. Namun, jika pemenuhan ASI pada bayi tersebut tidak sesuai, maka akan menyebabkan suplai gizi dan juga nutrisi bayi yang terganggu. Hal ini tentunya mengakibatkan kebutuhan bayi tidak terpenuhi sehingga bayi akan mengalami yang namanya kekurangan gizi. Akibat buruk yang akan timbul tentunya bayi akan mengalami gizi buruk.

Diare

Ciri selanjutnya yang bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda kekurangan ASI ialah bayi akan mengalami diare. Diare memang sering terjadi pada bayi, namun kondisi ini tentunya bisa menjadi indikasi bahwa bayi Anda kekurangan ASI. Kondisi ini pada awalnya disebabkan oleh susu formula yang tidak cocok dengan perut bayi. Sehingga bisa menyebabkan bayi terkena diare. Utuk beberapa kasus tentunya bayi akan mengalami intoleransi laktosa susu dimana bisa menyebabkan tinja bayi menjadi lembek dan juga diare. Dalam kondisi ini penting bagi Anda untuk mengatasi atau mengobati diare yang terjadi pada bayi Anda.

Bayi Kuning

Tentunya, kita sering mendapati keadaan tubuh bayi yang kuning. Ini tentunya bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi akan mengalami yang namanya kekurangan ASI. Pada bayi yang baru lahir tentunya beberapa fungsi organ seperti hati belum bekerja secara maksimal. Dalam keadaan ini tentunya bayi akan mengalami kuning (ikterik) dikarenakan sistem metabolisme bilirubin pada tubuh bayi belum sempurna.

Warna kuning pada tubuh bayi memang dapat dibagi menjadi kondisi yang normal dan juag abnormal. Hal ini tentunya tubuh bayi yang kuning bisa disebabkan oleh kurangnya suplai ASI dari ibunya sehingga secara perlahan tubuh bayi akan menguning. Ciri bayi kuning tentunya bisa dilihat dari kulit bayi bahkan sampai bagian mata bayi. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk meningkatkan pemberian ASI ketika bayi dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan gejala kuning pada bayi.

Mudah Sakit

Bayi yang kekurangan asupan ASI tentunya memiliki daya tahan tubuh yang buruk dimana ia akan mudah sekali sakit. Hal ini dikarenakan sistem imun tubuh bayi tidak sekuat bayi yang diberikan bayi secara eksklusif. Dalam hal ini tentunya ASI memiliki peran yakni sebagai antioksidan dan juga pertahanan daya tahan tubuh bayi. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi makanan tentunya daya tahan tubuh bayi menjadi sangat terganggu. Dampak buruk yang bisa terjadi dari bayi yang mengalami kekurangan ASI ialah mudah sekali mengalami sakit seperti diare, deman dan juga batuk pilek. Ketika bayi Anda sakit tentunya pemberian ASI justru harus dilakukan agar tetap terpenuhi dan mempercepat pertumbuhan dan juga perkembangan bayi.

Badan Kurus

Ciri yang paling mudah dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah badan bayi akan cenderung kurus. Badan bayi kurus tentunya disebabkan oleh kurangnya pemenuhan gizi dan juga nutrisi yang memang seharusnya ia dapatkan dari ASI. Jika bayi kekurangan gizi tentunya tubuh akan mengambil cadangan dari sel-sel tubuh dengan membakar lemak dan juga otot tubuh. Maka dari itu, jika kondisi ini terus terjadi, maka bayi akan semakin kurus hingga tulang rusuk bayipun akan terlihat akibat kekurangan gizi yang cukup berat.

Kejang

Pada beberapa kasus bayi yang kekruangan ASI tentunya bayi akan mengalami kejang. Hal ini dikarenakan sistem metabolisme bayi dan juga kerja kelistrikan pada otak memang membutuhkan suplai oksigen dan juga glukosa supaya saraf-saraf pada otak bisa tetap terjaga. Jika bayi mengalami kekurangan ASI tentunya ini menjadi salah satu risiko yang mungkin bisa bayi Anda alami seperti tanda mulut mencucu dan juga anggota tubuh yang kaku.

Suhu Tubuh Bayi Meningkat

Pada bayi yang kekurangan ASI tentunya akan mengalami yang namanya suhu tubuh bayi yang meningkat. Hal ini dikarenakan bayi akan mengalami yang namanya dehidrasi sehingga akan mengalami kenaikan suhu tubuh seperti demam. Pada umumnya, suhu tubuh bayi tidak terlalu naik secara signifikan, namun tentunya suhu tubuh bayi yang meningkat akan menyebabkan demam pada bayi yang terus menerus.

Bayi Gelisah

Ciri selanjutnya yang menjadi tanda bahwa bayi mengalami kekurangan ASI ialah bayi akan cenderung merasa gelisah. Kondisi ini tentunya akan ditandai dengan bayi yang mudah rewel. Bayi akan terus rewel dan juga menangis karena merasa lapar. Maka, segeralah berikan bayi Anda ASI agar tidak terus menerus gelisah dan juga rewel.

Bayi Jarang BAB

Tanda selanjutnya yang bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah bayi akan jarang buang air besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami kekurangan ASI. Jika bayi kekurangan ASI, secara otomatis bayi akan jarang buang air besar karena tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Dampak buruknya, produksi tinja bayi tidak ada sehingga tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Kurangnya asupan makanan dan juga minuman tentunya bisa memperlambat produksi tinja sehingga tidak secepatnya dibuang. Akibat yang akan timbul tentunya bayi akan jarang BAB dibandingkan biasanya.

Bayi Kurang BAK

Bayi yang mengalami kekurangan ASI tentunya akan menyebabkan tubuh bayi yang kekurangan cairan dan juga dehidrasi. Jika tubuh kekurangan cairan, maka secara otomatis organ tubuh tidak akan memproduksi urin sehingga tidak ada urin yang harus dibuang. Padahal kita tahu bahwa sisaracun di dalam tubuh akibat dari proses metabolisme harus dibuang karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan bayi Anda. Jika bayi kekurangan cairan, maka produksi urin akan pekat dan juga menurun sehingga bayi akan jarang buang air kecil.

Cara Mengatasi Bayi Kurang ASI

Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa bayi yang kekurangan ASI tentunya bisa memiliki dampak yang buruk. Beberapa bayi mungkin saja akan mengalami dampak buruk yang timbul dari kurangnya asupan ASI. Bayi yang kekurangan ASI tentunya bukan tanpas ebab melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi sulit untuk menyusui.

Menyusui memang terlihat sangat mudah, namun ternyata ibu harus berjuang untuk membujuk si kecil supaya bisa menyusui dengan mudah. Banyak permasalahan yang bisa timbul dimana beberapa ibu akan merasa kurang percaya diri ketika memberikan ASI kepada si kecil, terutama pada bayi baru lahir. Hal ini tentunya disebabkan oleh bayi yang cenderung lebih suka tidur dibandingkan dengan menyusu. Dengan kondisi ini tentunya, ini menjadi tugas bagi Anda untuk menemukan cara mengatasi bayi kurang ASI diantaranya:

Pelajari Pola Tidur Bayi

Beberapa bayi mungkin jarang menyusu dikarenakan bayiyang cenderung tidur sehingga tidak ada keinginan untuk menyusu. Hal ini tentunya bisa Anda atasi dengan mempelajari pola tidur bayi. Pada beberapa bayi tentunya ia akan tidur hingga 16 jam dalam sehari. Akan tetapi, pada waktu yang normal mereka akan memiliki beberapa pola yang mungkin bayi akan tumbuh dan juga berkembang dengan sehat.

Untuk itu, usahakan Anda menyusui bayi setidaknya 2-3 jam sekali dan usahakan juga memberikan ASI pada bayi baru lahir meskipun ia sedang tertidur dan bangunkanlah si kecil. Hal ini memang sangat penting agar kita dapat mencegah si kecil dari dehidrasi ataupun kekurangan gizi dan juga nutrisi.

Biarkan Bayi Terjaga Ketika Sedang Menyusu

Ketika bayi sedang menyusu tentunya ini menjadi momen yang paling tepat bagi Anda untuk memberikan gizi dan juga nutrisi serta memperat kasih sayang antara ibu dan juga anak. Setelah seorang ibu bersusah payah untuk mengatur jadwal untuk menyusui, hal ini tentunya belum berakhir karena bayi harus tetap terjaga ketika diberikan ASI.

Jarangnya bayi menyusu tentunya ini sangat penting bayi Anda agar bayi tetap ingin menyusui. Cobalah untuk menggelitik kakinya sampai ia terbangun. Jika cara ini tidak berhasil, maka sentuhlah dengan lembut bagian kepala, telinga dan juga wajahnya. Setelah bangun, maka tetaplah susui bayi dan usahakan sebelum memberikan ASI, Anda bisa memijat terlebih dahulu payudara agar ASI mengalir dengan deras.

Perhatikan Cairan Yang Masuk Dan Keluar

Dengan mengetahui cairan yang masuk ataupun keluar tentunya ini bisa menjadi cara yang paling tepat bagi Anda untuk mengetahui apakah si kecil terpenuhi asupan gizi dan juga nutrisinya ataukah tidak. Dalam hal ini tentunya Anda bisa melihat apakah ASI yang masuk ke dalam perut bayi hampir seimbang dengan cairan yang keluar baik dalam bentuk bab maupun bak. Hal ini tentunya untuk mengetahui mengenai sistem pencernaan dan juga penyerapan gizi.

Jika air kencing dan juga fese keluar sedikit, tentunya si kecil membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak lagi. Dalam hal ini tentunya berat badan bayi yang ideal bisa memiliki pengaruh pada sistem imunitas tubuh bayi serta pertumbuhan dan juga perkembangan bayi menjadi lebih baik lagi. Bagaimanapun juga, menyusui bayi yang malas dapat dikatakan sebagai tantangan tersendiri bagi Anda sebagai orang tuanya. Dalam hal ini dukungan suami juga bisa sangat penting untuk menjaga agar ibu memberikan ASI yang lebih optimal.

Jadwal Makan

Pada umumnya, bayi akan minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari. Namun, tidak disarankan pula untuk membuat jadwal menyusui bayi karena pada nantinya bayi Anda akan memintanya atau memberikan kode ketika ia lapar. Akan tetapi, Anda sebagai orang tua harus peka dimana ketika bayi memberikan kode, Anda harus bergegas untuk memberikannya ASI. Hal ini jika Anda tidak segera memberikan ASI, maka bayi akan tertidur kembali sebelum diberikan ASI.

Tentunya memang sangat penting bagi Anda untuk memberikan ASI dan juga mengatur pemberian ASI agar bayi Anda tetap mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Selain itu, jika asupan gizi dan juga nutrisi bayi terpenuhi, maka sedikitnya Anda akan mencegah dari kondisi bayi yang kekurangan ASI. Demikianlah beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI  serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek – Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber makanan utama dan paling penting untuk bayi sebelum mereka dapat diberikan dengan makanan pendamping. Sebelum usianya menginjak 6 bulan, satu-satunya sumber gizi da nutrisi yang diperoleh oleh bayi pada masa ini hanyalah berasal dari ASI. Selain itu, beberapa manfaat lain dari ASI pun cukup mencengangkan tatkala dilihat dari berbagai aspek. Simak berikut ini.

Seusai proses melahirkan berakhir kini ibu akan dihadapkan pada kewajiban dan perjuangan panjang dalam membesarkan si buah hati tercinta. Salah satu dari serangkaian kegiatan mengurus bayi baru lahir ini adalah kegiatan menyusui. Ya, memberikan ASI pada bayi baru lahir adalah hal penting untuk dilakukan sebab hal ini akan menunjang pertumbuhan si buah hati dengan baik.

ASI adalah merupakan sumber makanan untuk bayi. Semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi pada masa pertumbuhannya bisa tercukupi melalui pemberian ASI oleh ibuhnya. Pemberian ASI secara ekslusif akan memberikan manfaat bukan hanya pada si kecil namun juga untuk ibu. Akan tetapi, sayangnya pengetahuan masyarakat mengenai hal tersebut masih sangat minim sehingga tak sedikit ibu yang mengabaikan pemberian ASI ekslusif untuk buah hatinya yang masih bayi.

Pada kebanyakan kasus yang dijumpai tidak sedikit ibu menyusui yang menghadapi kendala tidak subur ASI akhirnya menyerah dan memberikan bayi mereka susu formula untuk mengganti asupan ASI-nya. Padahal manfaat yang besar dari ASI begitu besar dan baik untuk si kecil. Nah, selain beberapa manfaat tersebut dibawah ini kita simak lebih lanjut mengenai manfaat ASI dilihat dari berbagai Aspek.

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek

Manfaat ASI Dilihat Dari Berbagai Aspek

Melewatkan saat-saat pemberian ASI pada awal pertumbuhan akan sangat berdampak pada kesehatan dan pertumbuhan si kecil. Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi ASI akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil, mencegah bayi dari resiko alegri dan berbagai pengaruh buruk lainya. Nah, dibawah ini adalah beberapa manfaat ASI dillihat dari berbagai aspek yang penting.

Aspek Gizi

Manfaat ASI yang pertama akan kita tinjau dari segi manfaat yang baik yang akan dirasakan oleh si kecil yang mendapatkan asupan ASI dengan baik. Manfaat kolostrum salah satunya adalah dampak besar yang akan dialami oleh si kecil. Didalam kolostrum terdapat zat yang dapat memberikan dukungan kekebalan tubuh terutama IgA yang berfungsi untuk melindungi bayi dari berbagai pengaruh penyakit, infeksi terutama penyakit diare yang akan rentan dialami oleh si buah hati.

Jumlah kolostrum yang diproduksi akan bervariasi tergantung pada hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahirannya. Walaupun jumlahnya mungkin sedikit namun zat yang terkandung didalamnya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dengan baik. Untuk itulah, penting sekali langsung memberikan ASI pada si bauh hati pada saat mereka pertama kali dilahirkan.

Bukan hanya itu, terdapat kandungan dan manfaat yang lain yang ada pada kolostrum, diantaranya adalah protein yang tinggi, vitamin A dan kandungan kabohidrat yang baik. Selain itu, kandungan lemak rendah yang ada didalamnya pun membuat bayi baik mengkonsumsi bahan ini.

Komposisinya yang cukup akan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Bukan hanya itu, manfaat dari kolostrum pun akan dapat membantu pengeluaran mekonium dari tubuh bayi. Mekonium adalah kotoran pertama bayi yang berwarna hitam kehijauan. Selain beberapa manfaat tersebut, berikut ini adalah manfaat lain dari ASI:

  • Selain itu, ASI pun pada dasarnya mudah dicera karena berupa cairan yang memiliki kandungan zat gizi yang begitu berlimpah. Kandungan enzim-enzim yang terdapat didalam ASI pun aan dapat membantu mencernakan zat-zat gizi yang terdapat didalam ASI tersebut.
  • ASI memiliki kandungan zat-zat gizi yang berkualitas tinggi yang berguna untuk mendukung tumbuh kembang si kecil serta mendukung kecerdasan anak dengan lebih baik.
  • Kandungan protein yang tinggi yang terdapat didalam ASI jauh lebih baik dibandingkan dengan protein yang terdapat dalam susu sapi ataupun susu formula.

Aspek Imunologik

Sementara itu bila dilihat dari aspek imunologik ASI memiliki kandungan zat anti infeksi dan bebas dari kontaminasi. Immunolobulin A (Ig.A) yang tedapat didalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi dan baik untuk diberikan pada buah hati ada. Sekretori Ig.A tidak diserap namun dapat melumpuhkan bakteri patogen E.coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan dengan lebih baik.

Bukan hanya itu, kandungan lysosom dalam ASI berfungsi untuk melindungi bayi dari virus yang berbahaya. Sementara itu kandungan lain yang terdapat didalam ASI yakni laktoferin dapat berperan sebagai komponen kekebalan tubuh yang mengikat zat besi didalam pencernaan. Sehingga pada intinya ASI adalah asupan wajib untuk diberikan pada buah hati anda.

Aspek Kecerdasan

Kanduangn nutrisi dan gisi yang ada didalam ASI akan dapat membantu perkembangan syaraf dan perkembangan kecerdasan otak anak. Disamping itu, kedekatan antara ibu dan bayi sewaktu memberikan ASI akan dapat dibangun melalui proses yang satu ini. Begitupula halnya dengan perkembanan IQ pada bayi yang dapat didukung dengan lebih baik.

Aspek Neurologi dan Psikologi

Melalui proses menyusui akan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri pada seorang ibu. Hal ini akan tumbuh didalam diri si ibu bahwa mereka mampu memberikan ASI sebagai asupan terbaik untuk buah hatinya. Dengan demikian, kondisi ini akan dapat mendorong produksi ASI menjadi lebih lancar dan deras tanpa adanya hambatan.

Selain itu, dengan menyusui akan pula menumbuhkan kedekatan antara ibu dan bayi yang akan berpengaruh terhadap perkembangan aspek psikologis si kecil. Bukan hanya itu, sentuhan kulit ibu dan bayi pun akan dapat membuat si kecil menjadi lebih tenang dan merasa aman. Hal ini akan seraya membuat si kecil tidak rewel.

Aspek Ekonomis

Memberikan ASI secara ekslusif akan dapat membantu anda dari segi ekonomi. Hal ini dikarenakan selama proses menyusui, anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli susu formula. Sebagaimana kita ketahui, harga dari susu formula saat ini cukup tinggi. Ketika anda membiasakan memberikan susu formula maka hal ini akan dapat mungkin membuat anda perlu menyediakan budget yang lebih besar.

Itulah dia beberapa manfaat dari memberikan ASI pada bayi. Melihat manfaatnya yang cukup besar maka penting sekali untuk anda memberikan asupan ini pada si buah hati. Selain membantu si kecil mendukung tumbuh kembangnya dengan lebih baik. Hal ini pun akan tentu membantu membangun kedekatan ibu bersama dengan si kecil sehingga bayi anda tidak akan rewel pada saat disusui.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan memberikan informasi yang cukup yang anda butuhkan.