Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es? – Menyusui adalah proses paling penting dalam memberikan nutrisi untuk si buah hati. Oleh karenanya, kualitas ASI perlu diperhatikan dengan baik saat anda memberikannya pada buah hati. Banyak ibu bertanya, bolehkah ibu menyusui minum es? Untuk menjawab permasalahan ini mari kita simak dibawah ini.

Menyusui merupakan propses alamiah utnuk memberikan makanan bagi anda anak. Seperti yang kita ketahui, sebelum memasuki usia cukup diberikan makanan pendamping. Satu-satunya nutrisi yang diperoleh oleh si buah hati hanya didapat dari ASI. Dengan demikian, penting sekali untuk ibu menyusui untuk selalu memperhatikan kualitas ASI nya dengan baik.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?

Nah, saat ini tidak sedikit ibu yang merasa khawatir jika makan atau minum minuman dingin dengan es akan mempengaruhi kualitas ASI-nya. Sehingga demikian banyak ibu yang bertanya bolehkah ibu menyusui minum es? Pertanyaan ini tentu banyak diajukan karena ibu merasa khawatir bila kondisi ini malah membuat mereka membahyakan buah hatinya. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak dibawah ini.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?

Dalam pemberian ASI seringkali ibu terkendala dikarenakan oleh beberapa alasan tertentu, salah satunya adalah jumlah ASI yang dimiliki. Banyak ibu beranggapan bahwa kuantitas dari produksi ASI erat kaitannya dengan apa yang kita makan. Atau dalam artian lain apa yang ibu makan adalah apa yang akan menentukan deras atau tidaknya ASI yang dikeluarkan untuk si buah hati.

Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab ada banyak faktor lainnya yang ikut memainkan peran dalam produksi ASI yang lancar. Diantaranya bukan hanya makanan, namun juga kondisi kesehatan atau kondisi pikiran ibu pun menentukan masalah ini.

Namun demikian, seringkali masyarakat menghubungkan masalah pemberian susu dengan makanan yang mereka konsumsi. Akibatnya masalah ini membuat mereka mengalami kesalahan dalam menentukan menu makanan yang dimakan, termasuk dengan minum air es.

Banyak anggapan yang beredar dimasyrakat bahwa ibu menyusui dilarang mengkonsumsi es. Sebab hal ini akan dapat membuat ASI menjadi beku. Akibatnya kondisi ini membaut ASI ibu menjadi tidak lancar.

Namun tentunya anggapan ini tidaklah benar. Pada kenyataanya ibu menyusui boleh mengkonsumsi air es saat mereka menginginkannya. Hanya saja, memang ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil perlu membatasi konsumsi air es ini.

Jadi demikian, pada intinya konsumsi air es pada ibu menyusui boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan ibu menyusui mampu memperhatikan beberapa variabel tertentu. Nah, dibawah ini adalah beberapa kondisi yang menuntut ibu menyusui mengehntikan konsumsi es apabila kondisi ini dialami.

Beberapa Kondisi yang Perlu Diperhatikan Untuk Ibu Menyusui yang Minum Es

Untuk ibu menyusui yang senang mengkonsumsi air es atau makanan dingin. Simak beberapa rambu-rambu dibawah ini agar konsumsi es tetap aman selama menyusui

Apabila Konsumsi Es Menyebabkan Bayi Flu

Ibu perlu menghentikan konsumsi es jika setelah mengkonsumsi es rupanya bayi anda mengalami flu. Atau pada kondisi lain yang memang disaat bersamaan bayi anda tengah batuk atau pilek. Demi menjaga hal-hal yang lebih buruk. Maka sebaiknya hentikan terlebih dahulu konsumsi es.

Apabila Konsumsi Es Membuat Ibu Sakit

Bila dalam kondisi tertentu mengkonsumsi makanan atau minuman dingin malah membuat ibu sakit. Maka sebaiknya hentikan kebiasaan ini sebab kesehatan ibu perlu tetap terjaga untuk bisa memberikan ASI dengan baik pada buah hatinya.

Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui – Faktor genetik seringkali menjadi hal utama yang menentukan warna atau pigmen kulit dari bayi. Akan tetapi, untuk anda yang memiliki bayi dengan pigmen kulit kurang cerah. tak perlu khawatir dengan konsumsi makanan ini selama menyusui akan membantu mencerahkan kulit bayi.

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa faktor genetis memainkan peran paling utama dalam menentukan warna kulit pada bayi. Jadi demikian, beruntunglah untuk anda para pasangan berkulit cerah untuk memiliki buah hati dengan warna kulit yang sama.

Sementara itu, sepertinya akan cukup sulit untuk anda para orangtua yang memiliki pigmen kulit lebih gelap agar bisa mendapatkan buah hati dengan kulit yang cerah. Namun demikian tak perlu berkecil hati. Hanya karena anda dan pasangan memiliki pigmen kulit yang lebih gelap tidak berarti kemungkinan memiliki bayi berkulit cerah tertutup dengan rapat.

Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui

Selalu ada jalan untuk anda yang memang mau berusaha untuk menggapai hal ini dengan baik. Salah satu cara untuk membuat kulit bayi putih bersih adalah lewat makanan. Ya, ada makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih yang bisa anda konsumsi.

Agar kulit bayi putih, konsumsi makanna ini selama mneyusui akan membantu anda. Untuk itu, tak perlu khawatir beberapa hal dibawah ini akan membantu anda. Yuk, simak makanan ibu menyusui dibawah ini agar kulit bayi putih bersih.

Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui

Beberapa makanan ibu menyusui dibawah ini dapat bermanfaat. Agar kulit bayi putih bersih mari kita simak langsung beberapa halnya dibawah ini.

Sayuran Hijau

Makanan pertama yang akan membantu anda mendapatkan kulit bersih untuk bayi adalah dengan konsumsi sayuran hijau. Makanan ini sudah terbukti mampu membuat plasenta menjadi bersih. Sehingga demikian, selain menyusui makanan ini pun penting dikonsumsi selama hamil.

Ketika plasenta ibu bersih maka bayi yang ibu kandung akan terbebas dari masalah kulit kusam. Untuk itu, pastikan mengkonsumsi bahan sayuran berwarna hijau yang baik. Adapun beberapa macam sayuran ini adalah bayam, brokoli dan segala jenis sayuran berwarna hijau.

Air Kelapa

Kandungan elektrolit yang terdapat dalam air kelapa dapat menjadi antioksidan yang baik untuk tubuh. Mengkonsumsi air kelapa selama menyusui pun akan dapat bemanfaat untuk si buah hati. Apalagi jika anda mengkonsumsinya pada saat hamil. Hal ini akan membantu membersihkan kotoran pada air ketuban. Dengan begini maka air ketuban akan lebih bersih dan menghindarkan si kecil dari masalah pigmen kulit yang lebih gelap.

Kacang Hijau

Selain beberapa bahan makanan diatas, kacang hijau pun dapat bermanfaat untuk membantu si kecil mendapatkan kulit putih yang bersih. Kandungan asam folat dan protein nabati yang tinggi akan dapat menjernihkan air ketuban. Dengan begini maka kulit bayi pun akan dapat lebih putih dan bersih.

Jadi demikian tidak ada salahnya untuk mulai menyertakan kacang hijau sebagai konsumsi makanan sehat anda selama hamil dan menyusui. Dengan begini ibu menyusui akan dapat membantu si kecil mendapatkan pigmen kulit yang lebih cerah.

Demikianlah beberapa menu makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih. Semoga bermanfaat dan membantu anda mendapatkan kulit bayi yang lebih cerah dan lebih putih. Semoga tips ini dapat dengan mudah dipraktikan dirumah.

Tips Dekorasi Kamar Bayi yang Aman dan Nyaman – Menunggu kelahiran bayi tentu menjadi hal yang sanagt membahagiakan sekaligus mendebarkan untuk orangtua. Betapa tidak, buah cinta yang selama ini menghiasi perut anda akan dapat lahir ke dunia dalam beberapa waktu. Nah, untuk menyambut si kecil lahir ke dunia berikut ini tips dekorasi kamar bayi yang aman dan nyaman.

Memasuki usia kehamilan 7 bulan atau 8 bulan sudah waktunya untuk anda sibuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Termasuk dengan kamar tidur buah hati anda dengan baik. Kini penantian yang sudah lama anda tunggu, tidak lama lagi akan terwujud. Anggot keluarga andapun akan semakin lengkap.

Tak lama beberapa saat lagi tangisan anak kecil akan menghiasi rumah anda. Kehadiran si mungil pun akan dapat mewarnai hari-hari anda. Nah, bila si kecil dapat mewarna hari-hari anda dengan baik mengapa tidak mempersiapkan hal yang akan pula memberikan warna dihidup buah hati anda.

Tips Dekorasi Kamar Bayi yang Aman dan Nyaman

Seperti dengan mendekor kamar tidurnya dengan perlengkapan dan segala kebutuhan yang akan diperlukannya nanti. Akan tetapi, tentunya kegiatan mendekor kamar si kecil tidak boleh dilakukan dengan sembarang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan baik agar jangan sampai model dekorasi membahayakan si kecil dan keselamatannya.

Untuk itu, mari kita simak beberapa tips mendekorasi kamar tidur bayi yang aman dan nyaman dibawah ini. Ingin tahu seperti apa? Mari kita simak langsung beberapa halnya dibawah ini.

Tips Dekorasi Kamar Bayi yang Aman dan Nyaman

Demi menciptakan ruangan kamar tidur bayi yang nyaman, memberikan sentuhan dekorasi yang menarik akan sangat bermanfaat. Hanya saja, perhatikan pula keamanan dekorasi dengan baik agar si kecil tetap dapat tenang dan selamat.

Tentukan Tempat

Hal pertama yang bisa anda lakukan dalam mendekor kamar bayi yang aman dan nyaman adalah menentukan tempat. Untuk kamar tidur bayi sebaiknya tidak ditempatkan diruangan yang berjarak lumayan jauh dari kamar tidur anda. Hal ini tentu penitng dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, lokasi kamar tidur bayi yang tidak terlalu jauh akan memungkinkan anda untuk memonitor mereka dengan mudah. Oleh karenanya, perhatikan pemilihan kamar tidur si kecil dengan baik.

Pilih Warna yang Menenangkan

Siapa bilang kamar bayi baru lahir harus dibuat dari kombinasi warna-warna cerah yang kontras? Mengingat bayi baru lahir belum bisa menjalankan fungsi matanya dengan baik. Maka pemilihan warna-warna yang menanangkan sebaiknya menjadi pilihan anda.

Selain itu, pemilihan warna tidak selalu harus sesuai denga jenis kelamin si bayi. Misalkan memadu padankan warna-warna netral dengan warna-warna yang lebih menenangkan. Yakni putih dengan biru, coklat dengan putih dan lain sebagainya.

Prioritaskan Keamanan

Hal penting lain yang perlu diperhatikan dalam mendekorasi tempat tidur si buah hati adalah keamanan yang selalu diutamakan. Untuk itu, perhatikan pemilihan perabotan yang diletakkan dikamar si kecil. Hindarkan pula beberapa peralatan tajam atau bahkan yang mudah patah.

Anda dan kita semua tentu tidak ingin pemilihan peralatan yang salah malah membuat si kecil berada dalam bahaya. Untuk itu, sebelum memutuskan menggunakan peralatan sebaiknya pastikan terlebih dahulu keamananya dengan baik.

Itulah dia beberapa tips penting yang penting anda perhatikan pada saat mendekorasi kamar bayi anda. Semoga bermanfaat dan membantu anda dalam memberikan dekorasi yang aman dan nyaman untuk si kecil.

Mengenal Tanda Bayi Kenyang Saat Menyusu – Memberikan ASI pada bayi baru lahir sampai dengan cukup usia adalah hal penting dilakukan. Betapa tidak, sebelum mereka cukup usia diberikan makanan pendamping asupan nutrisinya hanya diperoleh dari ASI. Sementara itu, untuk mengetahui tanda bayi lapar dan kenyang saat menyusu. Mari kita simak dibawah ini.

Sebelum masuk pada usia yang cukup untuk diberikan makanan pendamping. Satu-satunya nutrisi yang diperoleh oleh bayi hanyalah didapat dari ASI yang ibu berikan. Untuknya, pemberian ASI selama periode emas minimal sampai dengan 6 bulan perlu diperhatikan dengan baik. Jangan sampai karena beberapa hal, ibu lantai mengabaikan pemberian ASI ini pada bayi.

Tentunya dalam tahapan baru lahir, bayi akan membutuhkan asupan nutrisi penting sebagai modalnya untuk bisa bertumbuh. Sementara itu, satu-satunya pencukupan gizi yang diperoleh oleh si bayi hanya dari ASI. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk ibu melewatkan pemberian ASI untuk bayi baru lahir.

Mengenal Tanda Bayi Kenyang Saat Menyusu

Sementara itu, biasanya akan cukup sulit untuk ibu mengetahui kapan si kecil sudah kenyang meng-ASI. Tidak sama halnya ketika ia lapar dimana ibu akan dengan mudah mengenali gelagat ini dari si kecil yang menangis.

Nah, untuk mengenal tanda kenyang saat menyusu. Maka tak perlu khawatir beberapa hal dibawah ini akan memandu anda mengetahuinya.

Mengenal Tanda Bayi Kenyang Saat Menyusu

Bayi merupakan manunia kecil yang belum mengenal raa lapar. Pola makan bawaan bayi merupakan pola makan paling sehat didunia sebab ia akan makan saat ia lapar dan akan berhenti saat ia kenyang. Akan tetapi, dalam hal ini akan cukup sulit untuk ibu mengenali pola dan tanda dari si kecil saat mereka sudah kenyang ataupun saat lapar. Namun, untuk mengatasi kondisi ini anda dapat memperlajarinya dari beberapa hal dibawah ini.

Banyak ibu bertanya-tanya bagaimana mengetahui si kecil sudah merasa kenyang pada saat menyusui. Hal ini dikarenakan pada umumnya, ketika tidak dilepaskan oleh orangtua, si kecil akan terus menghisap ASI dari payudara ibu.

Payudara memang tidak transpran seperti botol dit, sehingga seringkali ibu merasa ragu memastikan kecukupan nutrisi ASI untuk bayinya. Namun beberapa tanda dibawah ini akan dapat ibu kenali dengan lebih mudah.

Genggaman yang Lebih Rileks

Bayi yang lapar pada umumnya akan terlihat seolah menggenggam dengan kuat bagian payudara ibunya. Akan tetapi, ketika mereka sudah mulai kenyang dan terasa penuh mereka akan mulai terlihat rileks. Bayi yang sudah meraa kenyang akan dapat dikenali dari genggaman yang mulai terbuka dan lebih tenang.

Ketika ibu menemukan tanda ini maka cobalah lepaskan dengan perlahan payudara ibu dari bibir si kecil. Dengan begini ibu bisa menghentikan menyusu pada saat yang tepat setelah si kecil merasa kenyang.

Hisapan yang Lebih Tenang

Selain genggaman yang kuat, bayi yang merasa lapar akan cenderung menghisap dengan kuat dan cepat. Sementara itu, ketika mereka merasa sudah lebih kenyang maka dengan perlahan hisapannya lebih tenang. Kecepatan pada saat menghisap pun terkesan menjadi lebih stabil.

Bahkan si kecil akan mulai rileks dan tertidur. Pada saat ini ibu bisa melepaskan puting ibu dari hisapannya dan biarkan ia tidur dengan pulas.

Itulah dia beberapa tanda dan gejala yang bisa anda simak untuk mengetahui kapan si kecil merasa kenyang saat menyusu. Dengan begini ibu akan dapat memastikan kecukupan ASI untuk si buah hati dengan baik.

Tips dan Trik Memompa ASI Agar Dapat Lebih Banyak – Salah satu masalah umum yang banyak dikeluhkan oleh ibu menyusui adalah kurang atau tidak suburnya produksi ASI. Akan tetapi, sebenarnya ada cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini agar pada saat tertentu si kecil tidak rewel karena tidak ada ASI. Salah satunya adalah dengan memompa ASI dan menyimpannya dengan baik agar anda tidak kekurangan ASI. Nah, simak dibawah ini tips dan trik memompa ASI agar dapat lebih banyak.

Ibu yang mengalami keluhan ASI-nya tidak lancar atau ibu yang bekerja pada umumnya akan menghadapi masalah yang sama saat memberikan ASI untuk buah hatinya. Kebingungan ini biasanya terjadi pada ibu muda ketika telah habis masa cuti kehamilan dan kelahirannya. Beberapa diantaranya merasa berat untuk meninggalkan si buah hati dan tak sedikit diantaranya lebih memutuskan untuk berhenti bekerja.

Akan tetapi, tentunya tidak semua orang memiliki pilihan untuk dapat resign dari pekerjaannya dan memilih menjalankan peran sebagai ibu penuh waktu. Ada beberapa alasan yang membuat mereka harus tetap bekerja meski tengah dalam proses menyusu.

Nah, melihat kasus yang seperti ini anda mungkin akan dibuat kebingungan bagaimana membagi waktu antara kewajiban dan pekerjaan anda saat ini. Namun tenang, saat ini meskipun anda adalah seorang wanita karir anda tetap dapat memberikan ASI pada si kecil, yakni dengan cara memompanya. Yuk, simak tipsnya dibawah ini.

Tips dan Trik Memompa ASI Agar Dapat Lebih Banyak

Tips dan Trik Memompa ASI Agar Dapat Lebih Banyak

Memompa ASI dan menyimpannya ditempat tertentu yang bersih adalah cara dan solusi yang tepat yang banyak dipilih oleh mereka yang tidak dapat memberikan ASI secara langsung. Begitupula dengan ibu yang mengalami masalah dengan ketidak suburan ASI. Daripada membuat bayi mereka menunggu lama saat lapar, mereka lebih memilih untuk dapat memompa ASI-nya. Sehingga dengan segala keterbatasannya mereka berharap dapat memberikan ASI pada si kecil dengan lebih baik.

Sayangnya, meskipun ASI sudah berusaha untuk dikeluarkan dengan menggunakan pompa seringkali kita perlu bekerja keras untuk mendapatkan ASI yang banyak. Hal ini pun membuat anda banyak menghabiskan waktu untuk mendapatkan takaran ASI yang dirasa cukup. Nah, untuk mengatasi masalah ini maka berikut ini adalah beberapa tips dan trik agar memompa ASI bisa lebih banyak dan anda tidak perlu bekerja terlalu keras.

Persiapan yang Matang

Persiapan memberikan ASI perah pada buah hati anda tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa dan dalam waktu yang terburu. Hal ini memerlukan persiapan yang matang dan perlu dilakukan dari jauh-jauh hari sebelum tiba masanya. Anda perlu merencanakannya terlebih dahulu, bila perlu pembicaraan ini sudah harus dipertimbangkan saat sebelum persalinan.

Mulailah dengan membeli peralatan pompa ASI untuk memudahkan anda melakukan hal ini. Sebab tubuh anda memerlukan waktu untuk dapat memproduksi ASI. Oleh karenanya persiapan yang matang perlu benar-benar dicanangkan sebelumnya.

Selain itu, kondisi terburu yang terjadi akan mungkin membuat anda panik dan stress bila ternyata hasilnya masih kurang memuaskan. Perlu diketahui perasaan stres yang terjadi akan membuat produksi ASI menjadi terhambat.

Tentukan Pilihan Anda

Dalam hal memilih metode memerah ASI sebaiknya mulai putuskan dari saat ini. Anda dapat memilih apakah anda akan memerah ASI secara manual dengan menggunakan tangan atau memerahnya dengan menggunakan alat pompa. Ketika anda memilih menggunakan alat pompa atau breastpump maka segera persiapkan peralatan tersebut dengan baik. Latihan atau praktek akan memberikan hasil yang lebih baik untuk anda. Untuk itu, banyaklah meluangkan waktu untuk berlatih menggunakan alat ini. Selain itu, latihan akan dapat membuat anda mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memompa ASI saat ASI sedang deras-derasnya.

Selalu Berpikiran Positif

Memberikan energi baik pada tubuh anda dengan selalu berpikiran positif akan membantu anda menjadi lebih tenang. Sehingga dengan begini maka produksi ASI dalam payudara akan jauh lebih lancar dan lebih deras dibandingkan pada saat anda merasa panik atau stres. Selain itu, dukungan dari pasangan akan membuat anda merasa lebih percaya diri dan yakin bahwa anda bisa tetap memberikan ASI pada si kecil. Yang terpenting jangan pernah merasa takut atau panik saat apa yang anda dapati tidak sesuai dengan harapan anda. Sebab anda akan dapat terus mencobanya dilain waktu.

Hindari Merokok

Merokok selama proses menyusui bukanlah pilihan yang bijak. Sebab hal ini akan dapat memberikan pengaruh yang tidak baik untuk produksi ASI dalam tubuh anda. Paparan nikotin yang ada pada rokok akan menghambat produksi ASI sekaligus mengkontaminasinya. Kontaminasi dari rokok akan dapat mengubah rasa susu yang tentunya mengurangi gizi pada ASI untuk si bayi. Untuk itu, upayakan agar anda tidak merokok selama anda menjalankan kewajiban anda memberikan ASI pada buah hati.

Langkah-Langkah Memompa ASI Agar Lebih Deras

Ada beberapa hal yang perlu untuk dilakukan pada saat anda memompa ASI agar hasilnya lebih banyak. Beberapa hal tersebut dapat disimak dibawah ini.

  • Cucilah tangan anda dengan menggunakan sabun dan air guna memastikan bahwa tangan anda steril saat hendak memerah ASI dengan menggunakan pompa. Lalu setelah itu, keringkan dengan baik menggunakan handuk bersih.
  • Cucilah botol penyimpanan ASI sebelum anda hendak menggunakannya. Pastikan bahwa bagian-bagian dari pompa ASI dibersihkan dengan baik menggunakan air pans dan sabun. Ayah juga bisa membantu ibu melakukan hal ini.
    Setelah itu, kompres terlebih dahulu bagian payudara dengan menggunakan handuk hangat dan lakukan pemijatan kebagian arah menuju puting dengan perlahan.
  • Akan lebih baik jika anda memompa ASI setelah menyusui si kecil sebab pada masa ini ASI sedang deras-derasnya. Tunggu sementara 15 menit dan pompa ASI dengan perlahan menggunakan alatnya.
  • Ketika ASI keluar, segera tampung kedalam botol dan tutupi dengan merata agar ASI tidak terkontaminasi atau membuat kualitas ASI menjadi berkurang.
  • Pompa ASI 3 jam sekali agar ritme produksi ASI tetap terjaga dengan baik. Dengan begini ibu tetap akan dapat menghasilkan ASI yang deras dan banyak saat dipompa.
  • Segera tempatkan ASI dalam lemari pendingin secepat anda mendapatkan takaran yang cukup pada saat memompa ASI. Hal ini akan membantu kesegaran dan kualitas ASI dengan lebih baik.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya, persiapan yang matang dan rasa percaya diri ibu sewaktu memompa ASI akan dapat mendukung kelancaran produksi ASI sehingga ibu dapat memberikan kepuasaan untuk si kecil. Kebutuhan ASI yang tercukupi pada tubuh si kecil akan dapat bermanfaat baik untuk mendukung tumbuh kembangnya berjalan dengan lancar. Untuk itu, tidak sebaiknya ibu menyepelekan pemberian ASI untuk buah hatinya.