Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI – Bayi baru lahir yang mengalami kurang ASI tentuya bisa saja terjadi. Hal ini tentunya menyebabkan beberapa dampak yang nantinya menghambat tumbuh kembang bayi. Untuk itu kami sajikan beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda deteksi untuk mencegah hal tersebut. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Bayi yang sehat tentunya memiliki kecukupan gizi dan juga nutrisi yang tentunya ia dapatkan dari ASI. Bayi memang tumbuh dan juga berkembang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan bayi memang dapat dilihat dari nutrisi dan juga gizi yang ia dapatkan dari ibunya. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi tentunya ini menjadi salah satu faktor mengapa tumbuh kembang bayi terhambat.

Cara yang paling tepat bagi Anda dalam memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi ialah dengan memberikannya ASI terutama dari 0-6 bulan yang disebut dengan pemberian ASI eksklusif. Tentu kita semua tahu bahwa ASI memang menjadi salah satu sumber makananbayi yang wajib ia dapatkan. Karena ASI mengandung banyak sekali gizi dan juga nutrisi di dalamnya. Namun, ada juga beberapa orang tua yang bahkan tidak memberikan ASInya kepada bayi karena beberapa faktor.

Tidak sedikit juga bayi yang mengalami kekurangan ASI seiring dengan pertumbuhan dan juga perkembangannya. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui bahwa ternyata bayi mereka mengalami yang namanya kekurangan ASI. Lantas, apa saja ciri-ciri bayi kurang ASI? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini! Baca juga: Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI

ciri-ciri bayi kurang asi

Tentunya, tidak sedikit orang tua yang tidak memberikan ASI kepada buah hatinya yang mungkin dikarenakan beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar, gangguan pada payudara bahkan ibu yang tidak ingin menyusui anaknya secara langsung. Beberapa faktor tersebut tentunya menyebabkan bayi kekurangan ASI. Jika sudah begitu tentunya ini menjadi salah satu masalah yang cukup serius dimana bayi akan mengalami beberapa gangguan pada perkembangannya.

Tentunya, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal mengenai bayi yang kekurangan ASI. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimanapun juga bayi yang kekurangan ASI bisa menyebabkan bayi tumbuh tidak sehat dan juga masalah kesehatan yang terganggu. Berikut ini beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda ketahui untuk mendeteksi bayi Anda, diantaranya:

Lihat juga: Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi Berikut Bahayanya

Dehidrasi

Ciri pertama yang bisa Anda deteksi jika bayi kekurangan ASI tentunya ia akan mengalami yang namanya dehidrasi. Dalam hal ini ASI memang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh bayi. Dapat dikatakan bahwa ASI merupakan salah satu sumber makanan sekaligus minuman bagi bayi. Jelas saja, jika bayi kekurangan ASI, maka akan berakibat fatal yakni bayi kekurangan ASI. Munmgkin awalnya bayi akan rewel, lama-kelamaan ia akan lemas akibat dehidrasi yang terjadi padanya. Kondisi ini tentunya akan terus berlanjut hingga membahayakan nyawa bayi. Itulah mengapa Anda sebagai orang tua harus mengetahui mengenai ciri-ciri bayi kurang ASI

Kurang Gizi

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang mengalami kekurangan ASI akan juga mengalami kekurangan gizi. Hal ini dikarenakan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI tidak dapat diserap oleh bayi karena memnag bayi kekurangan ASI. Seperti yang kita tahu bahwa ASI memang mengandung gizi, nutrisi dan juga vitamin yang tentu sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi.

Selain itu, ASI juga menjadi salah satu produk alami yang diproduksi oleh ibu sehingga sangat aman dan juga bebas dari pengawet. Maka dari itu, tidak heran jika bayi pada usia 0-6 bulan ini harsu mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya agar gizi dan juga nutrisi dapat dengan mudah terserap. Namun, jika pemenuhan ASI pada bayi tersebut tidak sesuai, maka akan menyebabkan suplai gizi dan juga nutrisi bayi yang terganggu. Hal ini tentunya mengakibatkan kebutuhan bayi tidak terpenuhi sehingga bayi akan mengalami yang namanya kekurangan gizi. Akibat buruk yang akan timbul tentunya bayi akan mengalami gizi buruk.

Diare

Ciri selanjutnya yang bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda kekurangan ASI ialah bayi akan mengalami diare. Diare memang sering terjadi pada bayi, namun kondisi ini tentunya bisa menjadi indikasi bahwa bayi Anda kekurangan ASI. Kondisi ini pada awalnya disebabkan oleh susu formula yang tidak cocok dengan perut bayi. Sehingga bisa menyebabkan bayi terkena diare. Utuk beberapa kasus tentunya bayi akan mengalami intoleransi laktosa susu dimana bisa menyebabkan tinja bayi menjadi lembek dan juga diare. Dalam kondisi ini penting bagi Anda untuk mengatasi atau mengobati diare yang terjadi pada bayi Anda.

Bayi Kuning

Tentunya, kita sering mendapati keadaan tubuh bayi yang kuning. Ini tentunya bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi akan mengalami yang namanya kekurangan ASI. Pada bayi yang baru lahir tentunya beberapa fungsi organ seperti hati belum bekerja secara maksimal. Dalam keadaan ini tentunya bayi akan mengalami kuning (ikterik) dikarenakan sistem metabolisme bilirubin pada tubuh bayi belum sempurna.

Warna kuning pada tubuh bayi memang dapat dibagi menjadi kondisi yang normal dan juag abnormal. Hal ini tentunya tubuh bayi yang kuning bisa disebabkan oleh kurangnya suplai ASI dari ibunya sehingga secara perlahan tubuh bayi akan menguning. Ciri bayi kuning tentunya bisa dilihat dari kulit bayi bahkan sampai bagian mata bayi. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk meningkatkan pemberian ASI ketika bayi dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan gejala kuning pada bayi.

Mudah Sakit

Bayi yang kekurangan asupan ASI tentunya memiliki daya tahan tubuh yang buruk dimana ia akan mudah sekali sakit. Hal ini dikarenakan sistem imun tubuh bayi tidak sekuat bayi yang diberikan bayi secara eksklusif. Dalam hal ini tentunya ASI memiliki peran yakni sebagai antioksidan dan juga pertahanan daya tahan tubuh bayi. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi makanan tentunya daya tahan tubuh bayi menjadi sangat terganggu. Dampak buruk yang bisa terjadi dari bayi yang mengalami kekurangan ASI ialah mudah sekali mengalami sakit seperti diare, deman dan juga batuk pilek. Ketika bayi Anda sakit tentunya pemberian ASI justru harus dilakukan agar tetap terpenuhi dan mempercepat pertumbuhan dan juga perkembangan bayi.

Badan Kurus

Ciri yang paling mudah dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah badan bayi akan cenderung kurus. Badan bayi kurus tentunya disebabkan oleh kurangnya pemenuhan gizi dan juga nutrisi yang memang seharusnya ia dapatkan dari ASI. Jika bayi kekurangan gizi tentunya tubuh akan mengambil cadangan dari sel-sel tubuh dengan membakar lemak dan juga otot tubuh. Maka dari itu, jika kondisi ini terus terjadi, maka bayi akan semakin kurus hingga tulang rusuk bayipun akan terlihat akibat kekurangan gizi yang cukup berat.

Kejang

Pada beberapa kasus bayi yang kekruangan ASI tentunya bayi akan mengalami kejang. Hal ini dikarenakan sistem metabolisme bayi dan juga kerja kelistrikan pada otak memang membutuhkan suplai oksigen dan juga glukosa supaya saraf-saraf pada otak bisa tetap terjaga. Jika bayi mengalami kekurangan ASI tentunya ini menjadi salah satu risiko yang mungkin bisa bayi Anda alami seperti tanda mulut mencucu dan juga anggota tubuh yang kaku.

Suhu Tubuh Bayi Meningkat

Pada bayi yang kekurangan ASI tentunya akan mengalami yang namanya suhu tubuh bayi yang meningkat. Hal ini dikarenakan bayi akan mengalami yang namanya dehidrasi sehingga akan mengalami kenaikan suhu tubuh seperti demam. Pada umumnya, suhu tubuh bayi tidak terlalu naik secara signifikan, namun tentunya suhu tubuh bayi yang meningkat akan menyebabkan demam pada bayi yang terus menerus.

Bayi Gelisah

Ciri selanjutnya yang menjadi tanda bahwa bayi mengalami kekurangan ASI ialah bayi akan cenderung merasa gelisah. Kondisi ini tentunya akan ditandai dengan bayi yang mudah rewel. Bayi akan terus rewel dan juga menangis karena merasa lapar. Maka, segeralah berikan bayi Anda ASI agar tidak terus menerus gelisah dan juga rewel.

Bayi Jarang BAB

Tanda selanjutnya yang bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah bayi akan jarang buang air besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami kekurangan ASI. Jika bayi kekurangan ASI, secara otomatis bayi akan jarang buang air besar karena tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Dampak buruknya, produksi tinja bayi tidak ada sehingga tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Kurangnya asupan makanan dan juga minuman tentunya bisa memperlambat produksi tinja sehingga tidak secepatnya dibuang. Akibat yang akan timbul tentunya bayi akan jarang BAB dibandingkan biasanya.

Bayi Kurang BAK

Bayi yang mengalami kekurangan ASI tentunya akan menyebabkan tubuh bayi yang kekurangan cairan dan juga dehidrasi. Jika tubuh kekurangan cairan, maka secara otomatis organ tubuh tidak akan memproduksi urin sehingga tidak ada urin yang harus dibuang. Padahal kita tahu bahwa sisaracun di dalam tubuh akibat dari proses metabolisme harus dibuang karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan bayi Anda. Jika bayi kekurangan cairan, maka produksi urin akan pekat dan juga menurun sehingga bayi akan jarang buang air kecil.

Cara Mengatasi Bayi Kurang ASI

Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa bayi yang kekurangan ASI tentunya bisa memiliki dampak yang buruk. Beberapa bayi mungkin saja akan mengalami dampak buruk yang timbul dari kurangnya asupan ASI. Bayi yang kekurangan ASI tentunya bukan tanpas ebab melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi sulit untuk menyusui.

Menyusui memang terlihat sangat mudah, namun ternyata ibu harus berjuang untuk membujuk si kecil supaya bisa menyusui dengan mudah. Banyak permasalahan yang bisa timbul dimana beberapa ibu akan merasa kurang percaya diri ketika memberikan ASI kepada si kecil, terutama pada bayi baru lahir. Hal ini tentunya disebabkan oleh bayi yang cenderung lebih suka tidur dibandingkan dengan menyusu. Dengan kondisi ini tentunya, ini menjadi tugas bagi Anda untuk menemukan cara mengatasi bayi kurang ASI diantaranya:

Pelajari Pola Tidur Bayi

Beberapa bayi mungkin jarang menyusu dikarenakan bayiyang cenderung tidur sehingga tidak ada keinginan untuk menyusu. Hal ini tentunya bisa Anda atasi dengan mempelajari pola tidur bayi. Pada beberapa bayi tentunya ia akan tidur hingga 16 jam dalam sehari. Akan tetapi, pada waktu yang normal mereka akan memiliki beberapa pola yang mungkin bayi akan tumbuh dan juga berkembang dengan sehat.

Untuk itu, usahakan Anda menyusui bayi setidaknya 2-3 jam sekali dan usahakan juga memberikan ASI pada bayi baru lahir meskipun ia sedang tertidur dan bangunkanlah si kecil. Hal ini memang sangat penting agar kita dapat mencegah si kecil dari dehidrasi ataupun kekurangan gizi dan juga nutrisi.

Biarkan Bayi Terjaga Ketika Sedang Menyusu

Ketika bayi sedang menyusu tentunya ini menjadi momen yang paling tepat bagi Anda untuk memberikan gizi dan juga nutrisi serta memperat kasih sayang antara ibu dan juga anak. Setelah seorang ibu bersusah payah untuk mengatur jadwal untuk menyusui, hal ini tentunya belum berakhir karena bayi harus tetap terjaga ketika diberikan ASI.

Jarangnya bayi menyusu tentunya ini sangat penting bayi Anda agar bayi tetap ingin menyusui. Cobalah untuk menggelitik kakinya sampai ia terbangun. Jika cara ini tidak berhasil, maka sentuhlah dengan lembut bagian kepala, telinga dan juga wajahnya. Setelah bangun, maka tetaplah susui bayi dan usahakan sebelum memberikan ASI, Anda bisa memijat terlebih dahulu payudara agar ASI mengalir dengan deras.

Perhatikan Cairan Yang Masuk Dan Keluar

Dengan mengetahui cairan yang masuk ataupun keluar tentunya ini bisa menjadi cara yang paling tepat bagi Anda untuk mengetahui apakah si kecil terpenuhi asupan gizi dan juga nutrisinya ataukah tidak. Dalam hal ini tentunya Anda bisa melihat apakah ASI yang masuk ke dalam perut bayi hampir seimbang dengan cairan yang keluar baik dalam bentuk bab maupun bak. Hal ini tentunya untuk mengetahui mengenai sistem pencernaan dan juga penyerapan gizi.

Jika air kencing dan juga fese keluar sedikit, tentunya si kecil membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak lagi. Dalam hal ini tentunya berat badan bayi yang ideal bisa memiliki pengaruh pada sistem imunitas tubuh bayi serta pertumbuhan dan juga perkembangan bayi menjadi lebih baik lagi. Bagaimanapun juga, menyusui bayi yang malas dapat dikatakan sebagai tantangan tersendiri bagi Anda sebagai orang tuanya. Dalam hal ini dukungan suami juga bisa sangat penting untuk menjaga agar ibu memberikan ASI yang lebih optimal.

Jadwal Makan

Pada umumnya, bayi akan minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari. Namun, tidak disarankan pula untuk membuat jadwal menyusui bayi karena pada nantinya bayi Anda akan memintanya atau memberikan kode ketika ia lapar. Akan tetapi, Anda sebagai orang tua harus peka dimana ketika bayi memberikan kode, Anda harus bergegas untuk memberikannya ASI. Hal ini jika Anda tidak segera memberikan ASI, maka bayi akan tertidur kembali sebelum diberikan ASI.

Tentunya memang sangat penting bagi Anda untuk memberikan ASI dan juga mengatur pemberian ASI agar bayi Anda tetap mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Selain itu, jika asupan gizi dan juga nutrisi bayi terpenuhi, maka sedikitnya Anda akan mencegah dari kondisi bayi yang kekurangan ASI. Demikianlah beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI  serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Susu Formula Menyebabkan Obesitas Pada Bayi – Susu formula memang menjadi salah satu solusi bagi para orang tua yang mengalami ASI tidak lancar. Pemberian susu formula kerap kali dilakukan oleh orang tua yang ingin memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang instan. Tapi, tahukah Anda bahwa susu formula menyebabkan obesitas pada bayi? Yuk kita simak saja penjelasannya berikut ini!

Dengan segala kepraktisan yang saat ini menjadi hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang. Hal ini membuat para orang tua juga melakukan hal yang cukup instan dalam berbagai hal termasuk mengurus bayinya. Sekarang ini, para orang tua semakin terbuai dengan memberikan susu formula kepada bayinya agar tidak terlalu repot. Padahal memberikan susu formula pada bayi dengan kadar yang berlebih justru akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh si kecil.

Ada hal yang perlu Anda tahu bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula ternyata rentan mengalami kelebihan berat badan pada bayi terutama ketika si kecil menginjak usia 5 tahun. Kondisi ini tentunya sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang meunjukkan bahwa semakin bertambahnya usia si kecil, semakin bertambah juga berat badan pada si kecil. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan membuat bayi rentan mengalami berbagai penyakit. Baca juga: 10 Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi Yang Wajib Diketahui

Kaitan Antara Susu Formula Dengan Obesitas

susu formula menyebabkan obesitas pada bayi

Anggapan bahwa susu formula menyebabkan obesitas pada bayi memang sangat benar adanya. Hal ini tentunya sesuai juga dengan data-data yang ada di WHO ataupun Kementerian Kesehatan RI yang merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Akan tetapi, ada beberapa bayi yang mungkin tidak diberikan ASI karena berbagai faktor tertentu. Faktor-faktor tersebut diantaranya ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak ingin menyusu bahkan ada juga ibu yang tidak ingin menyusui bayinya. Jika kondisinya sudah seperti itu, maka orang tua akhirnya mencari alternatif yang cukup mudah yaitu pemberian susu formula.

Terlepas dari kondisi tersebut tentunya ini menjadi hal yang perlu dipertimbangkan karena pemberian susu formula dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi. Kelebihan berat badan pada bayi tentunya bukan tanpa sebab, melainkan konsumsi susu formula yang berlebihan. Dapat disimpulkan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula memiliki peluang lebih besar mengalami kegemukan. Lihat juga: Menu Makanan Bayi Agar Cerdas Untuk Diberikan Kepada Si Kecil

Penelitian Antara Susu Formula Dengan Obesitas

Seperti sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris yang menunjukkan bahwa bayi yang mengonsumsi kalori secara berlebihan dapat mengalami penambahan berat badan. Penelitian yang menunjukkan bahwa sekitar 20% orang dewasa yang menderita obesitas disebabkan oleh kelebihan gizi dan juga nutrisi ketika mereka masih bayi. Selain itu, penelitian membuktikan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula diperkaya dengan asupan vitamin, potein dan juga nutrisi lainnya yang memamng dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Akibatnya, jika asupan protein, vitamin dan juga gizi didapatkan secara berlebihan ketika sedang bayi. Maka tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami penumpukan lemak sebanyak 22% hingga 38%. Hal ini tentunya ketika si kecil sudah menginjak usia 5 sampai 8 tahun dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi ASI.

Para ahli tentunya telah mewanti-wanti bahwa dalam memberikan gizi dan juga nutrisi harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang sesuai. Pemberian susu formula dengan kadar nutrisi yang tinggi sebenarnya direkomendasikan untuk bayi yang kekurangan berat badan atau bayi yang lahir prematur. Para peneliti juga telah menemukan bahwa sejumlah bayi yang lahir di beberapa rumah sakit seperti Cambridge, Leicester, Glasglow dan juga Nottingham. Para ibu tentunya tidak tahu jenis susu formula yang dikonsumsi oleh bayi mereka. Apakah termasuk pada susu berstandar ataukah tidak.

Susu Formula Kelebihan Berat Badan Dibandingkan Dengan ASI

Jika dikaitkan lebih jauh, susu formula memang dipercaya dapat menyebabkan kelebihan berat badan pada bayi. Beberapa kaitan antara susu formula dengan kelebihan berat badan bayi akan kami sajikan berikut ini:

1. Susu formula mengandung protein dan lemak

Kaitan pertama yang menyebabkan susu formula rentan kelebihan berat badan dikarenakan susu formula mengandung lemak dan juga protein. Selain itu, susu formua mengandung tinggi lemak, protein dan juga tinggi gula. Kandungan tersebut tentunya menyebabkan bayi kelebihan asupan kalori sehingga sangat rentan mengalami kelebihan berat badan.

Susu formula yang dikonsumsi oleh bayi sekitar 70% akan menyebabkan lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi ASI pada usia 3-6 bulan. Hal ini tentunya tidak cukup baik karena asupan protein yang sangat tinggi sehingga akan merangsang pelepasan hormon insulin lebih banyak. Akibatnya, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penumpukan lemak yang lebih banyak pada tubuh bayi.

2. Formula lebih mudah untuk dikonsumsi oleh bayi

Kaitan kedua yang dapat dijadikan sebagai kaitan antara susu formula dengan bayi yang obesitas dikarenakan susu formula mungkin lebih mudah untuk dikonsumsi oleh bayi. Tidak seperti ASI, susu formula lebih mudah untuk diberikan sehingga ia juga mengonsumsi susu formula dalam takaran yang lebih banyak. Dengan begitu, bayi tidak memiliki kendali yang cukup baik dalam mengisap botol susu sehingga asupan susu akan lebih banyak.

Susu formula yang diberikan kepada bayi akan lebih berpengaruh terhadap nafsu makan bayi tersebut pada saat nantinya. Sedangkan, bayi yang mendapatkan ASI harus bekerja lebih keras agar mendapatkan ASI lebih banyak. Selain itu, bayi juga bisa membatasi sendiri ASI yang didapatkan dari ibunya sehingga bayi akan lebih mudah untuk dikontrol nafsu makannya.

3. Susu formula dapat meningkatkan nafsu makan bayi

Selain mudah dikonsumsi, susu formula juga ternyata dapat meningkatkan nafsu makan bayi sehingga bayi tidak akan terkontrol nafsu makannya tersebut. Hal ini juga menyebabkan bayi yang mengonsumsi susu formula akan kurang sensitif terhadap leptin di kemudian hari.

Seperti yang kita tahu bahwa leptin ialah salah satu hormon yang dapat mengatur nafsu makan dan juga lemak di dalam tubuh. Kurangnya sensitivitas pada tubuh terhadap leptin tentunya dapat membuat nafsu makan bayi menjadi lebih besar sehingga akan menyebabkan bayi makan yang berlebihan. Hingga pada akhirnya bayi akan mengalami kelebihan berat badan ataupun obesitas.

Memberikan ASI pada bayi dipercaya dapat memberikan dampak yang positif terhadap kadar leptin selama dalam masa bayi dan juga balita. Kondisi ini tentunya membuat bayi lebih kenal dengan rasa lapar dan juga kenyang di dalam tubuhnya. Dengan begitu, ia akan bisa mengatur sendiri asupan makanan agar tidak dikonsumsi secara berlebihan.

4. Bayi lebih memiliki dorongan untuk menghabiskan susu

Saat mendapatkan susu formula yang ada pada botol, inilah kondisi dimana bayi akan memiliki dorongan yang lebih kuat. Tentunya dalam hal menghabiskan susu di dalam botolnya tersebut. Hal ini tentunya berhubungan pula dengan ibu yang lebih merujuk pada petunjuk pemberian di dalam kemasan. Pastinya, disesuaikan dengan usia bayi. Petunjuk yang ada pada kemasan tersebut tentunya mendorong para orang tua juga untuk mematuhi instruksi tersebut meskipun sebenarnya bayi belum memerlukannya hingga sebanyak itu.

Kaitan antara bayi yang obesitas dan juga susu formula memang sangat berkaitan. Hal ini tentunya menjadi tugas yang cukup besar bagi kita untuk tidak memaksakan diri dalam memberikan susu formula pada bayi Anda. Itulah beberapa alasan dan juga kaitan antara susu formula menyebabkan obesitas pada bayi. Semoga bermanfaat!

Makanan Pelancar ASI – ASI yang lancar memang ditentukan pula oleh asupan makanan yang bergizi dan juga bernutrisi. Seorang ibu hamil perlu memperhatikan menu makanan harian yang akan ia konsumsi setiap harinya. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk memilih menu makanan yang bervariasi agar dapat memperlancar produksi ASI.

Memiliki produksi ASI yang berlimpah tentunya keinginan setiap ibu menyusui. Produksi ASI yang lancar dan juga berlimpah tentunya dapat membuat seorang wanita merasa bangga akan dirinya. Terlebih ketika  memberikan ASI kepada bayinya tersebut. Namun, tidak semua ibu hamil memiliki ASI yang berlimpah pasca melahirkan.

Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan bayi seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Faktanya, memberikan ASI kepada si kecil memang sudah menjadi kewajiban seorang ibu. Akan tetapi, bagaimana jika ibu hamil tersebut tidak memiliki produksi ASI yang cukup untuk diberikan kepada bayinya? Tentunya, pertanyaan tersebut muncul seiring dengan pernyataan bahwa menyusui bayi adalah sebuah keharusan.

Tentunya, Anda tidak akan berdiam diri dan juga menerima akan kondisi tersebut, bukan? Banyak hal-hal yang memang dapat Anda lakukan untuk membuat produksi ASI menjadi semakin lancar. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan menjaga asupan makanan pelancar ASI untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Tips Merawat Bayi BBLR Di Rumah Yang Paling Mudah

Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui

makanan pelancar ASI

Makanan memang memiliki peranan penting di dalam hidup kita. Untuk itu, Anda jangan menyepelekan akan khasiat dan juga manfaat yang berasal dari makanan. Makanan yang kita konsumsi tentunya ikut menentukan kondisi tubuh kita, terutama bagi seorang ibu hamil.

Makanan pelancar ASI memang sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita tidak menyadari akan manfaat yang dapat kita ambil dari makanan jenis tertentu. Perlu Anda tahu bahwa makanan pelancar ASI yang paling banyak ialah makanan yang memiliki senyawa galaktogogus. Lihat Juga: Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Lantas, apa yang dimaksud dengan senyawa galaktogogus? Barangkali, istilah ini memanng sangat jarang didengar oleh kita, namun tentunya Anda harus mengetahui definisi akan istilah tersebut terutama bagi ibu menyusui. Senyawa galaktogogus ialah sebuah zat atau senyawa yang dapat merangsang produksi ASI di dalam tubuh ibu menyusui.

Oleh karena itu, pastikan Anda untuk mengonsumsi jenis makanan yang mengandung senyawa galaktogogus dari beberapa jenis makanan berikut ini:

1. Beras merah

Salah satu jenis makanan yang terkenal akan senyawa galaktogogus ialah beras merah. Beras merah memang sangat dikenal baik untuk melancarkan produksi ASI. Selain itu, beras merah juga dapat memulihkan wanita pasca melahirkan.

Memasukkan beras merah ke dalam menu makanan ibu menyusui memang sangat dianjurkan. Anda dapat dengan mudah mengonsumsi beras merah sebagai pengganti beras putih pada menu makanan harian Anda. Beras berah juga dapat menstabilkan gula darah di dalam darah dan meningkatkan nafsu makan ibu menyusui.

2. Wortel

Sayuran yang satu ini tidaklah susah untuk kita dapatkan. Seperti yang kita tahu bahwa wortel mengandung vitamin A yang memang sangat baik utnuk mata kita. Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui. Wortel memiliki manfaat dan juga kandungan zat yang hampir sama dengan bayam.

Dengan kandungan vitam A yang cukup tinggi pada wortel tentunya dipercaya dapat melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Ibu menyusui tentunay dapat membuat sop dan juga jus wortel pada saat sarapan dan juga makan siang, Alangkah baik untuk dikonsumsi setiap hari.

3. Bayam dan buah bit

Seperti yang sudah dijelaskan di aas, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada bayam memang sama wortel. Begitupula dengan kandungan yang terdapat pada buah bit seperti asam folat, zat besi dan juga kalsium. Kedua makanan ini memiliki potensi yang cukup besar untuk mempelancar produksi ASI pada ibu menyusui.

Bayam mengandung senyawa yang dapat mencegah terjadinya kanker payudara. Dengan mengonsumsi kedua bahan makanan ini tentunya Anda akan mendapatkan hasil yang luar biasa dalam produksi ASI.

4. Labu

makanan pelancar ASI

Labu memang termasuk ke dalam sayuran yang tidak memiliki banyak penikmat akan rasa yang cukup khas. Labu yang biasa kita temukan di pasar tenyata dapat membantu menstabilkan kadar gula di dalam darah. Selain itu, hal yang perlu Anda ingat bahwa labu sebagai ASI booster alami yang dapat meningkatkan kualitas dan juga kuantitas ASI pada ibu menyusui. Anda tentunya dapat membuat labu dengan varian menu seperti puding, kolak dan juga varian lainnya.

5. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan tentunya memiliki kandungan protein dan juga zat besi dalam kadar yang cukup banyak. Mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari seperti kacang merah, hitam, almond dan juga jenis kacang lainnya terbukati dapat membuat produksi ASi menjadi lancar. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengonsumsi kacang-kacangan pada menu makanan Anda.

6. Daun katuk

Daun katuk yang memiliki kandungan fosfor, kalium dan juga protein memang sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun katuk memang dikenal sebagai makanan pelancar ASI yang wajib dikonsumsi oleh ibu pasca melahirkan. Seperti penelitian yang dilakukan di Yogyakarta pada tahun 2004 menyatakan bahwa daun katuk memiliki potensi sekitar 50% dari volume ASI. Daun katuk dapat diolah menjadi sayur bening yang dapat Anda konsumsi setiap hari juga dapat ditambah dengan jagung.

7. Daun pepaya

Rasa khas yang dimiliki oleh daun pepaya memang membuat pepaya jarang dilirik oleh sebagian besar orang. Daun pepaya dengan rasa pahitnya tersebut ternyata memiliki khasiat untuk melancarkan produksi ASI. Mengolah daun pepaya memang susah-susah gampang. Jika dilakukan dengan cara yang tepat mengonsumsi buah pepaya justru tidak akan menghasilkan rasa pahit. Anda dapat membuat olahan daun pepaya dengan varian menu makanan seperti urab, lalap dan juga tumis.

8. Pare

Selain daun pepaya, sayuran dengan rasa pahit yang khas untuk melancarkan ASI ialah pare. Tidak disangka bahwa pare memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C dan juga antioksidan yang tinggi. Buah pare juga memiliki khasiat untuk mencegah penyakit diabetes melitus serta menurunkan kadar gula di dalam darah. Mengonsumsi pare berarti Anda melakukan sedikit langkah untuk mencegah kanker payudara, cacing usus dan juga virus yang sewaktu-waktu dapat menyerang manusia.

9. Asparagus

makanan pelancar ASI

Makanan yang jarang ditemui ini ternyata tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Selain digunakan untuk menu diet, asparagus juga memang sangat baik untuk ibu menyusui. Kandungan asam folat yang tinggi tentunya dapat membuat tubuh menjadi lebih baik serta dapat membuat si kecil menjadi lebih sehat. Anda dapat membuat menu masakan dari asparagus dengan membuatnya menjadi sup yang dapat Anda konsumsi ketika makan siang dan juga makan malam.

10. Edamame

Jika Anda menemukan jenis kacang ini tentunya Anda jangan melewatkannya begitu saja. Kandungan di dalam edamame memang terbukti bagus untuk melancarkan produksi ASI. Jenis makanan ini mengandung zat dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin K, fosfor, magnesium, kalium dan ribonflavin. Untuk itu, sangat mudah untuk mengonsumsi menu makanan ini sebagai cemilan dengan cara direbus terlebih dahulu.

11. Buah pepaya

Tidak ada keraguan lagi akan manfaat dan juga khasiat yang akan didapatkan oleh ibu hamil dari buah yang satu ini. Buah yang memiliki vitamin C yang cukup banyak ini terbukti dapat membuat produksi ASI menjadi lebih lancar. Buah pepaya telah digunakan sebagai obat penenang alami sebagai makanan pelancar ASI. Olahan buah pepaya memang sangat mudah, Anda dapat memakannya secara langsung dan juga dapat direbus agar tekstur buah pepaya menjadi lebih lembut.

12. Buncis

Sayur yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar ibu ini memang memiliki kandungan vitamin B-kompleks, kalsium dan juga serat pangan yang sangat banyak. Tidak heran jika buah ini sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Olahan makanan dari buncis tentunya sangat bervariatif, Anda dapat membuat tumis, lalap, atau rendam dan juga rebus buncis untuk dinikmati sebagai salad.

13. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini ternyata memiliki kandungan senyawa galaktogogus yang mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Bawang putih dianggap sebagai jenis makanan pelancar ASI terbaik. Mengonsumsi bawang putih di dalam masakan dan sayur tentu sering kita dapatkan. Untuk itu, jangan membuang irisan bawang putih yang ada pada masakan terlebih ketika Anda sedang menyusui.

14. Salmon

makanan pelancar ASI

Tidak hanya sayur dan juga buah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Jenis ikan pun tentunya memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya bagi kesehatan manusia. Kandungan omega-3 dan juga EFA yang terdapat pada salmon memang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Kedua kandungan tersebut tentunya dapat meningkatkan produksi hormon laktasi sehingga dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. Anda dapat merebus dan juga memanggang salmon sesuai dengan selera ibu menyusui.

15. Almond

Salah satu jenis kacang yang kaya akan kandungan vitamin E dan juga Omega-3 dimiliki oleh kacang almond. Seperti yang kita tahu bahwa omega-3 dapat meningkatkan hormon yang paling penting untuk meningkatkan produksi ASI. Sedangkan vitamin E dapat menyembuhkan gatal-gatal pasca melahirkan. Tentunya, Anda dapat menjadikan kacang almond dengan dimakan secara langsung atau juga diolah kembali menjadi menu makanan lain.

16. Paha ayam

Ayam memang sering kita konsumsi menjadi menu makanan kita sehari-hari. Akan tetapi, bagian ayam yang paling kaya akan kandungan zat besi dan juga kalsium dapat melancarkan produksi ASI. Paha ayam terbukti dapat meningkatkan sistem saraf dan juga meningkatkan kekebalan tubuh pada ibu menyusui. Anda dapat mengolah paha ayam menjadi berbagai olahan masakan.

17. Ubi jalar

Salah satu umbi-umbian yang sangat kaya akan sumber kalium yang tinggi ialah ubi jalar. Selain itu, ubi jalar juga mengandung vitamin C dan juga B-kompleks serta senyawa relaksan otot yang diperlukan sebagai penghasil energi untuk melawan kelelahan pada ibu menyusui.

18. Daun kemangi

Daun yang memiliki aroma yang khas ini tentunya  dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kemangi yang memang sangat sering kita temui ini tentunya jangan diabaikan begitu saja. Daun kemangi memiliki khasiat untuk menenangkan pada ibu menyusui. Anda juga dapat menikmati daun kemangi sebagai lalap dan juga tambahan pada salah satu menu masakan seperti pecel dan juga pepes.

19. Buah semangka

Buah dengan kandungan air yang cukup tinggi tentu didapatkan oleh buah ini. Buah semangka yang mengandung vitamin A ini tentunya dapat memenuhi kebutuhan harian ibu menyusui. kadar air yang cukup tinggi pada semangka dapat menjaga produksi ASI tetap lancar dan juga banyak. Selain itu, kandungan asam folat, kalium, vitamin A dan C dapat memenuhi cairan tubuh terutama ketika sedang menyusui.

20. Kacang hijau

Jenis kacang yang satu ini memang tidak dapat diabaikan lagi akan manfaat dan juga khasiatnya. Selain itu, kacang hijau dapat memicu hormon oksitosin yang dapat mengeluarkan ASI menjadi lebih banyak. Kacang hijau memiliki kandungan vitamin B1 dan juga kadar tiamin yang dapat mengubah karbohidrat menjadi energi. Hal ini dikarenakan asupan gizi dan juga nutrisi pada ibu hamil lebih banyak dibandingkan saat hamil.

21. Oatmeal

Makanan yang biasanya dijadikan sebagai menu makanan diet, ternyata dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Oatmeal biasanya dikonsumsi pada saat sarapan dipagi hari. Selain meningkatkan produksi ASI, oatmeal juga mengandung serat yang dibutuhkan ibu hamil untuk meningkatkan produksi ASI. Oatmela tentunya memiliki kandungan kalori yang cukup banyak sehingga dapat dijadikan sebagai menu makanan Anda sehari-hari. Oatmeal tentunya dapat disajikan dengan berbagai varian sesui dengan selera ibu menyusui.

22. Aprikot

makanan pelancar ASI

Aprikot merupakan jenis buah yang dapat melancarkan produksi ASI juga dapat dijadikan sebagai penambah pasokan ASI. Terdapat beberapa perubahan pada hormon saat sedang hamil. Aprikot yang kaya akan serat dan juga kalsium dapat membantu menormalkan perubahan hormon tersebut.

23. Jintan hitam

Biji jintan hitam dipercaya dapat membakar lemak yang ada pada tubuh. jintan hitam juga dipercaya dapat meningkatkan produksi dan juga jumlah ASI pada payudara ibu menyusui. Selain itu, jintan hitam dapat mencegah terjadinya iritasi pada pencernaan. Jintan hitam merupakan makanan pelancar ASI yang paling tepat Anda konsumsi. Anda juga dapat menambahkan jintan hitam pada susu atau jenis minuman lainnya.

24. Wijen

Wijen diyakini sebagai booster alami yang paling bagus dan juga sebagai sumber kalsium. Setidaknya Anda dapat mencampurkan biji wijen ke dalam susu, almond atau gula. Anda tentunya dapat mengonsumsi wijen dalam jumlah yang terbatas.

25. Buah pisang

Buah pisang dapat dijadikan sebagai menu makanan yang memang terbukti sebagai penambah ASI. Pisang tentunya banyak ditemukan diberbagai daerah sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya. Buah ini memang mengandung vitamin C dan juga asam folat sehingga dapat meningkatkan produksi ASI dengan cepat.

26. Biji Adas

Biji yang biasa digunakan sebagai bumbu, obat herbal dan juga tambahan minuman ternyata memiliki kandungan yang dapat menambah produksi ASI pada ibu menyusui. Tentunya, biji adas dapat diolah dengan cara ditambahkan ke dalam minuman. Biji adas juga dapat ditemukan di perkampungan dan juga pedesaan.

Menjaga ASI tetap lancar tentunya menjadi sebuah keharusan bagi  Anda. Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan si kecil. Demikianlah beberapa makanan pelancar ASI yang dapat Anda konsumsi setiap harinya. Semoga bermanfaat!

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es? – Menyusui adalah proses paling penting dalam memberikan nutrisi untuk si buah hati. Oleh karenanya, kualitas ASI perlu diperhatikan dengan baik saat anda memberikannya pada buah hati. Banyak ibu bertanya, bolehkah ibu menyusui minum es? Untuk menjawab permasalahan ini mari kita simak dibawah ini.

Menyusui merupakan propses alamiah utnuk memberikan makanan bagi anda anak. Seperti yang kita ketahui, sebelum memasuki usia cukup diberikan makanan pendamping. Satu-satunya nutrisi yang diperoleh oleh si buah hati hanya didapat dari ASI. Dengan demikian, penting sekali untuk ibu menyusui untuk selalu memperhatikan kualitas ASI nya dengan baik.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?

Nah, saat ini tidak sedikit ibu yang merasa khawatir jika makan atau minum minuman dingin dengan es akan mempengaruhi kualitas ASI-nya. Sehingga demikian banyak ibu yang bertanya bolehkah ibu menyusui minum es? Pertanyaan ini tentu banyak diajukan karena ibu merasa khawatir bila kondisi ini malah membuat mereka membahyakan buah hatinya. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak dibawah ini.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Es?

Dalam pemberian ASI seringkali ibu terkendala dikarenakan oleh beberapa alasan tertentu, salah satunya adalah jumlah ASI yang dimiliki. Banyak ibu beranggapan bahwa kuantitas dari produksi ASI erat kaitannya dengan apa yang kita makan. Atau dalam artian lain apa yang ibu makan adalah apa yang akan menentukan deras atau tidaknya ASI yang dikeluarkan untuk si buah hati.

Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab ada banyak faktor lainnya yang ikut memainkan peran dalam produksi ASI yang lancar. Diantaranya bukan hanya makanan, namun juga kondisi kesehatan atau kondisi pikiran ibu pun menentukan masalah ini.

Namun demikian, seringkali masyarakat menghubungkan masalah pemberian susu dengan makanan yang mereka konsumsi. Akibatnya masalah ini membuat mereka mengalami kesalahan dalam menentukan menu makanan yang dimakan, termasuk dengan minum air es.

Banyak anggapan yang beredar dimasyrakat bahwa ibu menyusui dilarang mengkonsumsi es. Sebab hal ini akan dapat membuat ASI menjadi beku. Akibatnya kondisi ini membaut ASI ibu menjadi tidak lancar.

Namun tentunya anggapan ini tidaklah benar. Pada kenyataanya ibu menyusui boleh mengkonsumsi air es saat mereka menginginkannya. Hanya saja, memang ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil perlu membatasi konsumsi air es ini.

Jadi demikian, pada intinya konsumsi air es pada ibu menyusui boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan ibu menyusui mampu memperhatikan beberapa variabel tertentu. Nah, dibawah ini adalah beberapa kondisi yang menuntut ibu menyusui mengehntikan konsumsi es apabila kondisi ini dialami.

Beberapa Kondisi yang Perlu Diperhatikan Untuk Ibu Menyusui yang Minum Es

Untuk ibu menyusui yang senang mengkonsumsi air es atau makanan dingin. Simak beberapa rambu-rambu dibawah ini agar konsumsi es tetap aman selama menyusui

Apabila Konsumsi Es Menyebabkan Bayi Flu

Ibu perlu menghentikan konsumsi es jika setelah mengkonsumsi es rupanya bayi anda mengalami flu. Atau pada kondisi lain yang memang disaat bersamaan bayi anda tengah batuk atau pilek. Demi menjaga hal-hal yang lebih buruk. Maka sebaiknya hentikan terlebih dahulu konsumsi es.

Apabila Konsumsi Es Membuat Ibu Sakit

Bila dalam kondisi tertentu mengkonsumsi makanan atau minuman dingin malah membuat ibu sakit. Maka sebaiknya hentikan kebiasaan ini sebab kesehatan ibu perlu tetap terjaga untuk bisa memberikan ASI dengan baik pada buah hatinya.

Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui – Faktor genetik seringkali menjadi hal utama yang menentukan warna atau pigmen kulit dari bayi. Akan tetapi, untuk anda yang memiliki bayi dengan pigmen kulit kurang cerah. tak perlu khawatir dengan konsumsi makanan ini selama menyusui akan membantu mencerahkan kulit bayi.

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa faktor genetis memainkan peran paling utama dalam menentukan warna kulit pada bayi. Jadi demikian, beruntunglah untuk anda para pasangan berkulit cerah untuk memiliki buah hati dengan warna kulit yang sama.

Sementara itu, sepertinya akan cukup sulit untuk anda para orangtua yang memiliki pigmen kulit lebih gelap agar bisa mendapatkan buah hati dengan kulit yang cerah. Namun demikian tak perlu berkecil hati. Hanya karena anda dan pasangan memiliki pigmen kulit yang lebih gelap tidak berarti kemungkinan memiliki bayi berkulit cerah tertutup dengan rapat.

Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui

Selalu ada jalan untuk anda yang memang mau berusaha untuk menggapai hal ini dengan baik. Salah satu cara untuk membuat kulit bayi putih bersih adalah lewat makanan. Ya, ada makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih yang bisa anda konsumsi.

Agar kulit bayi putih, konsumsi makanna ini selama mneyusui akan membantu anda. Untuk itu, tak perlu khawatir beberapa hal dibawah ini akan membantu anda. Yuk, simak makanan ibu menyusui dibawah ini agar kulit bayi putih bersih.

Agar Kulit Bayi Putih, Konsumsi Makanan Ini Selama Menyusui

Beberapa makanan ibu menyusui dibawah ini dapat bermanfaat. Agar kulit bayi putih bersih mari kita simak langsung beberapa halnya dibawah ini.

Sayuran Hijau

Makanan pertama yang akan membantu anda mendapatkan kulit bersih untuk bayi adalah dengan konsumsi sayuran hijau. Makanan ini sudah terbukti mampu membuat plasenta menjadi bersih. Sehingga demikian, selain menyusui makanan ini pun penting dikonsumsi selama hamil.

Ketika plasenta ibu bersih maka bayi yang ibu kandung akan terbebas dari masalah kulit kusam. Untuk itu, pastikan mengkonsumsi bahan sayuran berwarna hijau yang baik. Adapun beberapa macam sayuran ini adalah bayam, brokoli dan segala jenis sayuran berwarna hijau.

Air Kelapa

Kandungan elektrolit yang terdapat dalam air kelapa dapat menjadi antioksidan yang baik untuk tubuh. Mengkonsumsi air kelapa selama menyusui pun akan dapat bemanfaat untuk si buah hati. Apalagi jika anda mengkonsumsinya pada saat hamil. Hal ini akan membantu membersihkan kotoran pada air ketuban. Dengan begini maka air ketuban akan lebih bersih dan menghindarkan si kecil dari masalah pigmen kulit yang lebih gelap.

Kacang Hijau

Selain beberapa bahan makanan diatas, kacang hijau pun dapat bermanfaat untuk membantu si kecil mendapatkan kulit putih yang bersih. Kandungan asam folat dan protein nabati yang tinggi akan dapat menjernihkan air ketuban. Dengan begini maka kulit bayi pun akan dapat lebih putih dan bersih.

Jadi demikian tidak ada salahnya untuk mulai menyertakan kacang hijau sebagai konsumsi makanan sehat anda selama hamil dan menyusui. Dengan begini ibu menyusui akan dapat membantu si kecil mendapatkan pigmen kulit yang lebih cerah.

Demikianlah beberapa menu makanan ibu menyusui agar kulit bayi putih bersih. Semoga bermanfaat dan membantu anda mendapatkan kulit bayi yang lebih cerah dan lebih putih. Semoga tips ini dapat dengan mudah dipraktikan dirumah.