Alergi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak, terutama bayi. Untuk menghindari risiko alergi pada bayi anda, penting mengetahui tips mencegah alergi pada bayi.

Salah satu masalah kesehatan yang rentan dialami oleh anak-anak yaitu alergi. Alergi merupakan penyakit kronis yang mana jumlah kejadiannya meningkat dari tahun ke tahun. Alergi itu sendiri adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat asing yang dihirup, tertelan, tersentuh atau disuntikan.

Meskipun umum dialami oleh bayi, tetapi mengetahui penyebab alergi itu sendiri tidak semudah yang dipikirkan. Mengetahui seperti itu, apakah alergi pada bayi dapat dicegah? Atau harus menunggu gejala muncul kemudian di atasi?

Tips mencegah alergi pada bayi

Faktor Risiko Alergi

Risiko bayi mengalami alergi umumnya dipengaruhi oleh riwayat keluarga. Apabila dalam keluarga ditemukan terdapat riwayat alergi, maka kemungkinan bayi mengalami alergi sekitar 5-15%. Bahkan faktor risiko akan menjadi semakin meningkat jika ibu dan ayah memiliki alergi dengan jenis yang sama.

Meskipun begitu, tidak selamanya faktor genetik yang mempengaruhi terjadinya alergi pada bayi. Pasalnya, selain faktor genetik faktor lingkungan dan eksternal ikut mempengaruhi dan menjadi faktor risiko alergi pada bayi.

Tips Mencegah Alergi Pada Bayi

Alergi dapat dicegah sehingga tidak akan menimpa bayi anda. Berikut ini tips mencegah alergi pada bayi.

Masa ASI Eksklusif

Masa bahaya bayi terhadap kepekaan yaitu pada usia empat sampai enam bulan pertama kehidupannya. Oleh karena itu, selama usia ini sebaiknya hindari menyapih bayi dan teruskan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi anda. Hingga usianya 6 bulan, bayi anda akan mendapatkan nutrisi dari ASI.

Memberikan ASI eksklusif pada bayi adalah salah satu cara efektif untuk mencegah alergi pada bayi. Konsumsi pada bulan pertama kehidupan bayi memiliki pengaruh terhadap pembentukan sistem kekebalan tubuh bayi.

Selama masa memberikan ASI pada buah hati tercinta, ibu harus lebih berhati-hati dalam memilah dan memilih makanan yang dikonsumsi. Perhatikan beberapa jenis makanan yang dapat memicu alergi. Ini dilakukan untuk mencegah alergi pada bayi dari ASI.

Makanan Pendamping ASI

Setelah selesai masa ASI eksklusif atau saat bayi berusia 6 bulan, ia sudah mulai diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI). Makanan pendamping ini akan melengkapi nutrisi yang bayi dapatkan dari ASI. Dalam memperkenalkan makanan padat pada bayi, sebaiknya kenalkan makanan pada si kecil satu demi satu. Dalam mengenalkan jenis makanan tertentu, sebaiknya tunggu hingga beberapa hari sebelum kembali mengenalkan makanan yang lainnya. Ini dilakukan untuk mengetahui reaksi alergi pada bayi anda. Hindari memberikan makanan yang dapat memicu alergi.

Beberapa jenis makanan dapat memicu munculnya alergi seperti berikut ini:

  • Susu sapi. Susu sapi atau susu formula merupakan protein yang asing untuk bayi, sehingga susu sapi atau susu formula dapat memicu reaksi alergi pada bayi. Protein yang terkandung dalam susu sapi dapat menyebabkan alergi menetap pada si kecil, sampai berakhirnya usia anak-anak.
  • Telur ayam. Telur ayam dapat memicu alergi pada bayi. Namun, anak yang memiliki alergi terhadap telur ayam belum tentu alergi terhadap daging ayam.
  • Kacang-kacangan. Sebenarnya kacang-kacangan memiliki sifat yang ringan. Meskipun begitu, beberapa jenis makanan seperti kacang tanah, kacang mede, serta jenis kacang yang lainnya dapat memicu alergi pada bayi.
  • Ikan. Beberapa jenis ikan akan memicu alergi pada bayi. Sebagian bayi diketahui alergi terhadap ikan tuna, salmon dan cod. Untuk itu, guna mencegah terjadinya alergi pada bayi alangkah lebih baik untuk menunda pemberian ikan. Jika si kecil sudah berusia 8 bulan atau 1 tahun, menu makanan berbahan ikan dapat menjadi menu makanan yang seimbang.
  • Kerang-kerangan. Kerang-kerangan, termasuk lobster dan kepiting dapat memicu alergi. Alergi makanan yang disebabkan oleh ikan laut merupakan tipe cepat. Biasanya kurang dari 8 jam gejala alergi sudah dapat terlihat.

Apabila bayi anda memiliki alergi terhadap susu sapi, maka pengenalan makanan pendamping ASI itu sendiri harus disesuaikan dengan komposisi makanan yang memiliki potensi memicu munculnya alergi.

Pengenalan makanan non susu, serta makanan bebas protein susu sapi sebaiknya anda kenalkan pada bayi dengan kisaran usia antara 17-24 minggu. Mengenalkan makanan pada bayi terlalu awal dapat semakin meningkatkan risiko bayi mengalami alergi. Kenalkan secara bertahap dan hati-hati dalam mengenalkan makanan pada bayi.

Formula Khusus

Apabila dalam keluarga terdapat riwayat alergi, serta anda tidak dapat memberikan ASI dan si kecil tidak dapat mengkonsumsi susu formula biasa, maka anda dapat memberikan susu formula khusus pada bayi anda. Susu formula yang dimaksud yaitu susu formula yang sudah melalui proses hidrolisasi, yang mana proteinnya tidak akan menyebabkan alergi pada bayi.

Faktor Lingkungan

Karena faktor lingkungan berperan terhadap alergi pada bayi, maka menciptakan lingkungan yang sehat akan membantu mengurangi risiko alergi pada bayi anda. Pastikan lingkungan bebas dari polusi, terhindar dari asap kendaraan dan asap rokok, serta udaranya sejuk.

Jika muncul gejala alergi pada bayi anda, maka segera konsultasikan pada dokter. Pencegahan lebih dini akan lebih baik dibandingkan dengan munculnya gejala alergi yang jika dibiarkan akan semakin bertambah parah.

Salah satu pemicu alergi pada bayi yaitu makanan. Agar si kecil terhindar dari masalah kesehatan ini, penting bagi anda untuk mengetahui apa saja makanan pemicu alergi pada bayi.

Alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum ditemui pada bayi. Alergi itu sendiri merupakan suatu respon abnormal sistem kekebalan tubuh. Orang atau bayi yang memiliki alergi, sistem kekebalan tubuhnya bereaksi terhadap subtansi tertentu, dimana umumnya subtansi tersebut tidak berbahaya terhadap lingkungan. Subtansi tersebut disebut dengan alergen atau penyebab alergi.
Selain serbuk sari, bulu binatang, jamur, dan debu tungau yang menjadi penyebab alergi pada bayi, bayi mengalami alergi bisa disebabkan karena makanan yang dikonsumsinya.

Sekitar 20% anak berusia 1 tahun pernah mengalami alergi pada bayi yang disebabkan oleh berbagai jenis makanan. Lantas apa saja makanan yang menjadi pemicu alergi terhadap bayi? Untuk mengetahuinya lebih jelas, anda bisa simak ulasan di bawah ini.

Makanan Pemicu Alergi Pada Bayi

Makanan Pemicu Alergi Pada Bayi

Telur Ayam

Telur ayam merupakan salah satu jenis makanan yang dapat memicu alergi pada bayi. Akan tetapi, anak yang memiliki alergi terhadap telur ayam belum tentu alergi terhadap dagingnya.

Susu Sapi

Susu sapi atau susu formula merupakan suatu protein yang asing untuk bayi sehingga susu sapi akan memicu terjadinya alergi pada bayi. Karena seperti itu, memberikan susu sapi atau susu formula sebaiknya dilakukan saat bayi berusia lebih dari satu tahun. Gejala yang ditimbulkan karena alergi susu sapi atau susu formula yaitu muntah-muntah atau diare.

Protein yang dikandung oleh susu sapi dapat menyebabkan alergi pada si kecil yang menetap, hingga usia anak-anaknya berakhir. Anak yang memiliki alergi terhadap susu sapi, tidak berarti memiliki alergi terhadap daging sapi.

Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan memiliki sifat yang ringan, meskipun begitu jenis kacang seperti kacang mede, kacang tanah dan jenis kacang lainnya dapat memicu terjadinya alergi pada bayi. Gejala yang ditimbulkan akibat alergi terhadap jenis makanan ini yaitu gatal-gatal yang terjadi di daerah tenggorokan.

Ikan

Ikan seperti tuna, cod dan salmon dapat menyebabkan alergi pada sebagian bayi. Untuk itu, menunda memberikan ikan pada bayi adalah pilihan tepat. Apabila si kecil sudah berusia 8 atau 12 bulan, ikan dapat menjadi bagian menu yang seimbang. Tetapi anda tetap harus teliti dalam mengenalkan jenis makanan ini pada bayi.

Kerang-Kerangan

Kerang-kerangan termasuk udang, kepiting dan lobster merupakan makanan yang dapat memicu alergi pada bayi. Gejala yang biasanya ditimbulkan seperti gatal pada kulit, bengkak atau asma. Alergi yang disebabkan oleh ikan laut terbilang mudah dideteksi karena gejala yang ditimbulkan biasanya cepat. Alergi makanan yang disebabkan karena ikan laut termasuk alergi tipe cepat. Kurang dari 8 jam biasanya keluhan alergi sudah dapat dikenali.

Gandum

Gandum dalam bentuk tepung bisa saja menyebabkan alergi pada anak. Meskipun begitu, gandum tidak akan selalu menimbulkan reaksi alergi. Pasalnya, gandum akan dicerna oleh enzim pencernaan yang terdapat dalam lambung bayi.

Sayur dan Buah

Seperti yang kita ketahui, sayur dan buah merupakan makanan yang baik dan sehat untuk si kecil. Meskipun begitu, ternyata tidak selamanya buah dan sayur sehat untuk si kecil. Pasalnya, sayur dan buah bisa menjadi pemicu alergi pada anak. Sifat alergi terhadap jenis makanan ini biasanya akan hilang dengan sendirinya apabila diolah atau dimasak selama 2 menit atau disimpan di dalam freezer selama sekitar 2 minggu. Alergi pada buah dan sayur hanya dialami oleh anak-anak yang biasanya alergi terhadap serbuk bunga.

Mencegah Bayi Alergi Makanan

Untuk memperkecil resiko alergi makanan pada bayi, anda bisa perhatikan langkah di bawah ini:

Beri ASI Eksklusif

ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Oleh karena itu, selama 6 bulan awal kehidupannya bayi cukup diberi ASI eksklusif. Selain untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan si kecil, memberikan ASI eksklusif akan menurunkan resiko alergi yang akan dialami oleh bayi.

Cermat Memilih Susu Formula

Apabila anda mengalami masalah menyusui dan tidak mampu memberikan ASI pada si kecil, maka anda harus lebih cermat dalam memilih susu formula untuk bayi. Berilah si kecil susu formula khusus yang memiliki sifat hipoalergenik.

Hindari Makanan Pemicu Alergi

Pada saat bayi anda masih mengkonsumsi ASI eksklusif, apabila bayi anda memiliki risiko elergi genetik dimana orang tua memiliki riwayat alergi, akan tetapi bayi belum memiliki riwayat alergi, namun anda melihat terdapat hubungan antara makanan yang anda konsumsi dengan gejala alergi pada si kecil, maka sebaiknya anda menghindari makanan yang dicurigai menyebabkan alergi pada bayi.

Apabila anda kesulitan dalam menentukan makanan penyebab alergi pada bayi atau gejala hampir sama dengan penyakit lain, maka anda bisa segera membawa si kecil ke dokter untuk melakukan tes alergi.
Namun, jika bayi anda sudah diberi MPASI atau makanan pendamping ASI, anda harus hati-hati dalam memperkenalkan makanan baru padanya.

MPASI Untuk Bayi Alergi

Dalam memperkenalkan MPASI pada si kecil, anda harus lebih teliti dan cermat. Berikut ini tips memperkenalkan MPASI pada bayi:

  • Pertama, anda harus memperkenalkan bubur tepung beras terlebih dahulu pada bayi. Pasalnya, kadar alergi lebih rendah dibandingkan dengan bubur susu atau biskuit. Susu mengandung protein dan biskuit mengandung gluten, dimana keduanya memiliki potensi menyebabkan alergi.
  • Berikan satu persatu makanan berdasarkan jenis atau rasanya. Untuk memberikan makanan dengan setiap rasa, anda bisa memberikan jeda waktu selama seminggu. Seperti misalkan, jika tepung beras yang diberikan terbukti aman, maka anda bisa melanjutkan untuk mengenalkan bubur jenis lainnya dan untuk minggu depannya anda bisa memperkenalkan kembali bubur jenis yang lainnya.
  • Begitu pun ketika memperkenalkan sari buah pada si kecil, anda harus memberikan satu per satu jangan dicampur dengan berbagai jenis buah. Lihatlah apakah ada reaksi alergi atau tidak. Jika si kecil menimbulkan reaksi alergi, maka anda harus mencatat makanan yang memicu alergi tersebut sehingga anda bisa menghindarinya di kemudian hari.
  • Begitu pula saat anda memberikan tim saring pada si kecil. Selama jeda waktu 2 minggu, anda bisa memberikannya 1 jenis lauk sayuran yang berganti-ganti. Apabila tidak ada gejala alergi karena sayuran, maka untuk berikutnya anda bisa mencampurkan dengan lauk hewani. Akan tetapi, hindari lauk hewani bukan dari jenis mamalia seperti ikan, ayam, udang, telur dan kepiting. Karena jenis lauk hewani tersebut memiliki risiko besar menyebabkan alergi.
  • Apabila semua bahan tersebut tidak menimbulkan reaksi alergi pada si kecil, saat usia si kecil menjelang 12 bulan, maka makanan bayi bisa dicampur dengan lauk hewani yang bukan dari jenis mamalia. Ketika memberikan telur, berikan bagian putihnya terlebih dahulu. Kuning telur biasanya dapat memicu terjadinya alergi. Selain itu, anda bisa menambahkan sumber protein nabati seperti tahu atau tempe yang dihaluskan.

Alergi Makanan Pada Bayi – Alergi makanan rentan dialami oleh bayi. Penting bagi anda untuk mengetahui jenis makanan penyebab alergi pada bayi, reaksi atau gejala alergi pada bayi dan pencegahannya.

Perlu kita ketahui semua, setiap bayi memiliki resiko mengalami alergi terhadap makanan, tidak terkecuali bayi anda. Berdasarkan data, sekitar kurang lebih 4,6 persen anak berusia kurang dari 18 tahun mengalami alergi yang disebabkan oleh makanan.

Alergi makanan itu sendiri merupakan reaksi alergi yang terjadi disebabkan karena kekebalan tubuh mengalami kekeliruan dalam merespon protein yang berasal dari jenis makanan tertentu, serta menganggap sebagai suatu ancaman. Salah satu reaksi alergi yang biasanya muncul di antaranya yaitu ruam atau rasa gatal yang terjadi pada kulit.

Alergi Makanan Pada Bayi

Penting memahami alergi makanan pada bayi atau anak. Dengan memahami alergi pada bayi yang terjadi, maka anda bisa mewaspadai dan mengenal tanda awal untuk berjaga-jaga. Selain itu, penting mengetahui solusi yang harus dilakukan saat anak atau bayi mengalami reaksi alergi.

Pada saat buah hati anda mengalami alergi terhadap jenis makanan tertentu, maka tubuh bayi akan menganggap bahwa makanan tersebut adalah benda asing, kemudian akan terbentuk serangan dari sistem kekebalan tubuh bayi. Terkadang tubuh akan membentuk suatu antibodi yang bernama IgE. Protein tersebut merupakan protein yang mampu mendeteksi makanan. Pada saat bayi atau anak anda mengkonsumsi jenis makanan yang sama pada lain waktu, maka antibodi akan memberitahu sistem kekebalan tubuh si kecil untuk melepaskan zat. Dimana zat tersebut semacam histamine untuk melawan benda asing. Dimana zat itu akan membuat gejala alergi timbul, gejala yang muncul bisa saja bersifat ringan atau berat.

Gejala Alergi Makanan Pada Bayi

Beberapa gejala akan muncul dalam waktu sekitar 1 sampai 2 jam setelah si kecil mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Gejala yang biasanya muncul di antaranya yaitu munculnya bintik berwarna merah, bengkak dan bayi mengalami kesulitan bernafas. Karena keadaan yang tidak nyaman, bayi cenderung menjadi rewel dibandingkan dengan biasanya. Anda harus waspada apabila si kecil mengalami reaksi alergi yang sangat berat.

Dalam beberapa kasus, gejala alergi makanan seperti misalkan eczema atau masalah gastrointestinal yang meliputi muntah-muntah atau diare kronis dan berlangsung terus menerus. Eczema itu sendiri merupakan keadaan dimana kulit bersisik dan kering. Masalah kulit ini biasanya muncul pada lengan, kaki bayi dan wajah, akan tetapi tidak muncul pada area popok bayi.

Reaksi yang dialami oleh bayi bisa saja terjadi meskipun sebelumnya bayi atau anak mengkonsumsi makanan tersebut tidak menimbulkan masalah atau reaksi apapun. Seperti misalkan, bayi yang memiliki alergi pada telur bisa saja tidak langsung memiliki reaksi setelah pertama kali ia mengkonsumsi telur, akan tetapi dengan perlahan-lahan gejala alergi akan ditunjukan.

Makanan Pemicu Alergi Pada Bayi

Alergi bisa saja terjadi pada jenis makanan apapun. Akan tetapi beberapa kelompok makanan memiliki potensi lebih tinggi menyebabkan alergi pada bayi. Jenis makanan yang dimaksud di antaranya seperti susu, kedelai, telur, ikan seperti ikan salmon dan ikan tuna, lobster, kerang, kepiting dan udang.

Kapan Harus Ke Dokter?

Anda harus segera hubungi dokter apabila bayi anda mengalami kesulitan dalam bernafas, muntah dan diare pada bayi atau timbul bengkak pada bibir dan wajah setelah makan. Anda bisa berkonsultasi pada dokter apabila si kecil mengalami gejala yang konsisten selama kurang lebih 2 jam setelah mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Mungkin saja dokter akan merujuk pada spesialis agar bisa dilakukan cek yang lebih lanjut.

Konsultasikan segera pada dokter akan alergi yang dialami oleh bayi anda. Mungkin dokter akan menyarankan untuk membuat catatan mengenai makanan yang dikonsumsi oleh bayi anda. Ini dilakukan sebagai cara untuk mengidentifikasi penyebab atau jenis makanan yang menyebabkan alergi.
Bisa saja dokter akan merujuk pada spesialis. Biasanya spesialis akan bertanya akan gejala yang dialami oleh si kecil. Bahkan mungkin saja akan dilakukan tes alergi pada kulit maupun tes darah. Ini dilakukan untuk menentukan apakah gejala yang muncul disebabkan karena reaksi kekebalan atau tidak.

Jika tes kulit yang dilakukan menimbulkan bintik merah dan rasa gatal, atau ketika dilakukan tes darah menunjukan bayi memiliki antibodi IgE terhadap makanan tertentu, maka mungkin saja bayi anda memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Sedangkan jika hasil tes yang dilakukan negatif, maka gejala yang dialami oleh bayi anda mungkin saja tidak disebabkan karena alergi makanan, bisa saja disebabkan karena intoleransi makanan.
Bayi anda mungkin saja mewarisi alergi dari orang tuanya meskipun tidak spesifik. Seperti misalkan, anda memiliki alergi terhadap makanan atau hewan, maka bayi anda memiliki 50 persen alergi dengan jenis yang sama, meskipun tidak sama persis. Akan tetapi kemungkinan akan meningkat menjadi 75 persen apabila kedua orang tua memiliki alergi.

Pencegahan Alergi Makanan Pada Bayi

  • Tidak ada langkah yang bisa dilakukan untuk mengobati atau mencegah alergi makanan pada bayi. Kunci utama yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya reaksi alergi yaitu dengan menghindari jenis makanan yang dapat memicu timbulnya alergi.
  • Anda harus mulai lebih teliti dalam menyiapkan makanan untuk bayi anda seperti misalkan membaca label pada kemasan makanan, mengetahui bahan makanan yang perlu dihindari dan bertanya komposisi makanan yang akan anda beli.
  • Reaksi alergi yang muncul pada bayi bukan berarti disebabkan karena makanan tersebut dikonsumsi langsung oleh bayi. Protein yang memicu terjadinya infeksi bisa saja dialirkan pada ASI atau air susu ibu. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan makanan yang anda konsumsi apabila anda menyusui bayi yang juga memiliki resiko terkena alergi. Apabila si kecil mengkonsumsi susu formula, dimana ia mengalami alergi terhadap susu sapi, maka anda harus mengganti susu formulanya.
  • Berdasarkan para ahli, menyusui dapat membantu dalam menjaga anak dari alergi. Oleh karena itu, susui si kecil selama mungkin atau sesuai dengan kebutuhan bayi terlebih lagi jika terdapat riwayat alergi pada keluarga. Jika bayi anda baru diperkenalkan pada makanan pendamping ASI, maka anda bisa memperkenalkan makanan secara bertahap. Berikan satu jenis makanan pada satu waktu, kemudian tunggu hingga beberapa hari sebelum mengenalkan janis makanan yang lainnya. Sehingga dengan begitu anda bisa lebih mudah mengetahui makanan apa yang menyebabkan alergi pada bayi.
  • Bayi yang memiliki alergi terhadap susu sapi biasanya memiliki alergi pada kedelai. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk berdiskusi masalah ini bersama dokter sebelum anda memutuskan untuk melakukan perubahan. Apabila si kecil sudah didiagnosa oleh dokter mengalami alergi terhadap makanan, anda harus mengetahui secara pasti terhadap jenis makanan yang harus dihindari, serta mengetahui tanda awal atau gejala dari reaksi alergi tersebut.

Alergi pada bayi merupakan salah satu masalah atau gangguan kesehatan yang umum terjadi pada bayi. Timbulnya alergi pada bayi dipicu oleh beberapa penyebab. Salah satu cara mengatasi alergi pada bayi yaitu dengan menghindarkan bayi dari alergen atau penyebab alergi itu sendiri.

Alergi merupakan suatu respon abnormal terhadap sistem kekebalan tubuh. Alergi terjadi dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan zat tertentu baik dengan cara disuntikan, dihirup, disentuh atau tertelan. Alergi tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Pasalnya, anak atau bayi pun bisa mengalami alergi. Bahkan alergi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh bayi.

Meskipun alergi umumnya sering dialami oleh bayi, tetapi penyebab alergi antara bayi yang satu dengan bayi yang lainnya tidaklah sama. Menentukan penyebab alergi yang dialami bayi nyatanya tidak semudah seperti yang dibayangkan. Namun, diketahui beberapa faktor dapat menjadi penyebab alergi pada bayi.

Mengatasi Alergi Pada Bayi

Penyebab dan Mengatasi Alergi Pada Bayi

Penyebab Alergi Pada Bayi

Mengetahui penyebab alergi pada bayi penting diketahui untuk menemukan solusi yang tepat. Apa saja penyebab alergi pada bayi?

Faktor genetik membawa pengaruh besar terhadap penyebab alergi pada bayi, namun beberapa faktor lainya pun tidak kalah penting. Faktor lain yang dapat menjadi penyebab alergi pada bayi yaitu karena pengaruh makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh si kecil. Selain itu, faktor lingkungan pun bisa mempengaruhinya. Namun, alergi terhadap lingkungan lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan alergi yang disebabkan oleh makanan.

Jenis makanan tertentu dapat menjadi penyebab alergi. Makanan yang dimaksud yaitu susu, kacang, kerang, telur dan ikan. Sedangkan alergi yang disebabkan oleh lingkungan biasanya terjadi setelah usia anak menginjak 18 bulan. Pada usianya itu balita bisa mengalami alergi yang disebabkan karena benda yang terdapat di dalam maupun di luar lingkungannya. Namun, beberapa hal yang diketahui dapat menjadi penyebab alergi pada bayi yaitu debu, tungau, serbuk sari, jamur, kecoa, dan bulu hewan.
Ada juga penyebab alergi lainnya yang dapat menyerang bayi, seperti gigitan serangga yang dapat menyebabkan kulit bayi menjadi memerah, bengkak dan gatal. Bahan kimia tertentu, seperti detergen pun ikut serta sebagai penyebab alergi pada bayi.

Apabila bayi anda mengalami alergi yang disebabkan oleh faktor penyebab di atas, biasanya bayi akan menunjukan beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Bayi mengalami muntah atau mengalami diare pada bayi.
  • Muncul ruam atau kulit memerah.
  • Wajah, lidah atau bibir membengkak.
  • Gatal dan terdapat bilur pada kulit seperti bekas luka.
  • Kesusahan bernapas.
  • Bersin dan batuk.
  • Dalam kasus tertentu bisa saja bayi mengalami hilang kesadaran atau pingsan.

Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Pada Bayi yang Tepat?

Alergi yang dialami oleh bayi umumnya tidak akan terjadi dengan begitu saja, melainkan butuh waktu. Apabila bayi semakin sering mengalami kontak dengan penyebab alergi ,maka semakin sering pula ia mengalami alergi. Hal seperti ini terjadi karena tubuh memiliki batas tertinggi dalam menerima paparan. Apabila paparan tersebut dialami oleh tubuh dengan berlebihan maka reaksi sistem kekebalan atau pertahanan tubuh akan terpicu, akibatnya tubuh akan mengalami alergi.

Oleh karena itu, jika sebelumnya bayi anda tidak alergi terhadap benda atau zat tertentu, namun kemudian timbul reaksi alergi dalam waktu tertentu setelah terpapar beberapa kali, anda jangan merasa heran atau bingung. Penyebab alergi membutuhkan waktu untuk membuat sistem pertahanan tubuh bereaksi dengannya.

Mengatasi Alergi Pada Bayi Berdasarkan Penyebab

Cara mengatasi alergi pada bayi yang terbaik yaitu dengan mengetahui secara pasti apa penyebab dari alergi itu sendiri. Jika kita sudah mengetahui penyebabnya maka bisa dengan mudah untuk menghindari bayi bersentuhan atau melakukan kontak langsung dengan alergen atau penyebab alergi tersebut sehingga alergi pada bayi tidak akan sering kambuh.

Apabila penyebab alergi adalah makanan, hal yang harus anda lakukan yaitu menghindarkan agar bayi anda tidak mengkonsumsi makanan tersebut. Hindari juga makanan yang dapat berpotensi menyebabkan alergi seperti kacang-kacangan.

Sedangkan untuk menghindari bayi anda dari alergi yang disebabkan oleh tungau atau debu yaitu dengan selalu menjaga kebersihan ruangan, tempat tidur dan mainan atau benda-benda yang sering dipegang oleh bayi anda. Begitu pun dengan alergi yang disebabkan oleh kecoak atau jamur.

Apabila anda memiliki hewan peliharaan, sebisa mungkin untuk sering dimandikan agar kebersihannya tetap terjaga. Anda juga harus membatasi kontak bayi anda dengan hewan peliharaan yang dapat menjadi penyebab alergi. Selain itu, batasi pula ruang gerak hewan peliharaan anda.

Apabila serbuk sari penyebabnya, cara mengatasi alergi pada bayi bisa dilakukan dengan mengurangi bepergian ke tempat-tempat yang terbuka, karena cara ini merupakan cara efektif dan paling mudah dilakukan.

ASI merupakan makanan bayi yang mengandung banyak nurisi dan manfaat. Manfaat ASI eksklusif dibutuhkan oleh bayi guna meningkatkan dan menjaga sistem kekebalan tubuhnya, termasuk untuk mencegah alergi. Oleh karena itu, berikan ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan pertama dalam hidupnya. Setelah 6 bulan anda bisa mulai memperkenalkan satu persatu makanan pendamping ASI.

Meskipun sudah melakukan cara di atas tetapi alergi tetap tidak bisa menjauh dari buah hati anda, maka anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi yang tepat dan terbaik. Itulah beberapa cara mengatasi alergi pada bayi berdasarkan penyebabnya.