Manfaat Jagung Untuk Ibu Menyusui – Ibu menyusui membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi lebih banyak dibandingkan orang pada umumnya. Jadi demikian, asupan makanan sehat akan penting untuk diperhatikan. Jagung rupanya dapat memberikan manfaat baik untuk meningkatkan produksi ASI dan masih banyak lagi manfaatnya.

Untuk ibu yang memiliki anak, proses menyusui adalah masa lanjutan dari masa kehamilan. Dimana pada masa ini, asupan nutrisi kedalam tubuh ibu hamil perlu dijaga dan diperhatikan dengan baik. Guna dapat memenuhi kebutuhan tersebut, ibu menyusui perlu menjaga asupan makanan yang sehat. Hindari pula mengkonsumsi makanan dan minuman yang berbahaya. Hal ini dikarenakan, pengaruhnya bisa langsung dialami oleh si kecil sebagaimana mereka mendapatkan nutrisi dari ASI ibunya.

Nah, salah satu pemenuhan nutrisi selama masa menyusui adalah dengan mengkonsumsi buah dan sayur sebagai makanan sehat. Dari serangkaian aneka makanan sehat lainnya, jagung rupanya memiliki manfaat yang cukup baik untuk mendukung kualitas ASI ibu menyusui.

Jagung telah dikenal masyarakat Indonesia sebagai tumbuhan yang mudah untuk didapatkan. Dalam jagung terdapat kandungan yang baik yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan vitamin ibu menyusui. Diantaranya terdapat kandungan serat, elektrolit, karbohidrat, lemak dan masih banyak lagi. Hal inilah yang dapat mendukung ibu menyusui untuk dapat memenuhi kebutuhan esensial dari tubuh.

Kandungan karbohidrat pada jagung yang cukup banyak pun akan mungkin membuat ibu hamil dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan ini dalam tubuhnya. Selain itu, olahan dari jagung tentu dapat dikreasikan menjadi aneka ragam makanan atau bisa pula dikombinasikan dengan makanan lainnya. Dengan demikian, anda tidak akan merasa bosan menyantap sajian ini.

Manfaat Jagung Untuk Ibu Menyusui

Nah, selain beberapa manfaat diatas berikut ini adalah manfaat lain dari mengkonsumsi jagung untuk ibu menyusui.

Manfaat Jagung Untuk Ibu Menyusui

Ada cukup banyak manfaat dari mengkonsumsi jagung untuk ibu menyusi dimana manfaat ini tentunya akan dapat dipenuhi dengan baik dengan rajin mengkonsumsi bahan yang satu ini. Nah, manfaat yang bisa dirasakan dari mengkosumsi jagung selama proses menyusui diantaranya adalah:

Melancarkan Produksi ASI

Manfaat jagung untuk ibu menyusui yang pertama adalah melancarkan produksi ASI. Memang tidak semua ibu yang baru saja melahirkan memiliki produksi ASI yang lancar dan deras. Sebagian dibuat kurang beruntung ketika harus menghadapi masalah dimana produksi ASI nya terkendala.

Untuk itulah, bagi mereka yang menghadapi kondisi masalah seperti ini maka ada banyak hal yang akan dilakukan. Mulai dari konsumsi obat-obatan untuk melancarkan ASI dan masih banyak lagi. Akan tetapi, jika konsumsi bahan alami akan dapat mengatasi masalah yang anda hadapi mengapa tidak mulai mencobanya? Konsumsi jagung akan dapat membantu ibu menyusui lancar dalam memproduksi ASI. Selain itu, kandungan nutrisi yang baik yang terdapat didalamnya akan tentu memberikan manfaat baik untuk si kecil.

Sumber Protein

Meskipun kandungan protein pada jagung tidak sebaik yang terdapat pada kacang-kacangan. Akan tetapi kandungan ini pun akan dapat bermanfaat baik dirasakan oleh ibu menyusui. Sebab dikatakan bahwa kebutuhan protein pada ibu menyusui ukurannya lebih banyak dibandingkan wanita pada umumnya.

Adapun didalam tubuh, protein akan menjadi asam amino yang akan membantu lajunya proses metabolisme darah. Selain itu, manfaat dari adanya asupan protein kedalam tubuh adalah untuk menjaga sel dari kerusakan dan mempercepat terjadinya regenerasi sel untuk menyusun jaringan baru. Bukan hanya itu, protein pun dapat berfungsi sebagai sumber cadangan energi yang diperlukan oleh tubuh. Jadi demikian, jangan lupa untuk memastikan asupan protein dalam tubuh dengan baik.

Mencegah Anemia

Jagung memiliki zat yang dapat membantu tubuh terhindar dari resiko anemia. Komponen-komponen yang terbentuk didalam sel darah merah tidak lepas dari fungsi zat penting seperti zat besi dan asam folat. Dalam jagung, kandungan asam folat dan zat besi yang cukup akan dapat menjaga anemia pada ibu hamil selepas melahirkan. Dimana setelah melahirkan umumnya ibu hamil mengalami kehilangan banyak darah. Bila tidak kembali diasup dengan vitamin dan nutrisi yang baik maka resiko anemia akan mudah terjadi. Untuk itu, bantu tubuh anda pasok kebutuhan nutrisi ini dengan konsumsi jagung.

Sumber Karbohidrat

Kandungan karbohidrat yang terdapat dalam jagung cukup banyak yang mana akan baik dikosumsi oleh ibu hamil. Kandungan karbohidrat didalam tubuh akan dapat diubah menjadi energi guna kelangsunghan hidup sel didalamnya. Selain itu, karbohidrat juga kaan dapat diubah menjadi gula didalam tubuh yang kemudian diubah kembali menjadi kalori.

Pada ibu hamil rupanya kebutuhan kalori lebih meningkat dibandingkan biasanya. Ukurannya ini bisa mencapai 500 kalori lebih tinggi pada wanita yang tidak hamil dan tidak sedang menyusui. Ketika tubuh kekurangan karbohidrat maka otak akan memberikan sinyal ini lewat perasaan lapar. Sehingga demikian, sinyal lapar bisa diartikan sebagai kondisi tubuh yang kurang energi.

Melancarkan Pencernaan

Jagung memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Dimana bila rutin dikonsumsi manfaat ini akan baik dirasakan oleh bagian pencernaan. Pada ibu menyusui yang seringkali mengalami sembelit yang menyiksa maka kondisi ini akan dapat diatasi dengan konsumsi jagung. Serat dalam tubuh akan dapat bekerja melancarkan pencernaan sehingga siklus buang air besar anda tidak akan terkendala dan terjadi secara teratur.

Sumber Fosfor

Secara tidak langsung fosfor memiliki peranan yang cukup penting dan diperlukan oleh seorang wanita pada masa menyusui. Jagung memiliki kandungan fosfor yang cukup baik dalam membantu kesehatan dan kekuatan gigi serta tulang. Selain itu, fosfor pun berperan dalam proses sintetis yang berguna untuk proses regenerasi sel sewaktu terluka. Dengan demekian, jangan sungkan untuk mulai memasukan konsumsi ini pada asupan sehari-hari anda dengan baik.

Menjaga Kulit

Kandungan antioksidan yang besar yang terdapat dalam jagung akan dapat bekerja untuk menjaga daya tahan tubuh. Adapun salah satu fungsi dari antioksidan yang tercukupi dengan baik dalam tubuh adalah untuk menjaga kesehatan kulit. Pada ibu hamil yang baru saja melahirkan, permasalah kulit biasanya banyak dijumpai. Seperti kulit kering, pecah-pecah dan penampilan yang tidak segar.

Penting sekali untuk menjaga kesehatan dan keremajaan kulit anda dengan selalu memperhatikan kesehatan. Salah satunya tentu dengan mengkonsumsi jagung. Selain menjaga kesehatan kulit, antioksidan didalam jagung akan tentu baik untuk mencegah paparan radikal bebas.

Jadi bagaimana? Sudah tertarikkah anda untuk mulai menikmati jagung sebagai konsumsi makanan sehari-hari? Memperhatikan asupan banyak nutrisi dan vitamin kedalam tubuh selama proses menyusui adalah hal yang penting. Selain untuk menjaga kualitas ASI, hal ini pun akan dapat menjaga tubuh ibu menyusui tetap fit.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari manfaat mengkonsumsi jagung untuk ibu menyusui. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan. Sampai berjumpa kembali pada pembahasan yang lainnya.

3 Jenis ASI Berbeda Untuk Bayi – ASI memiliki tiga jenis yang berbeda, yakni kolostrum, ASI transisi (transition milk), dan ASI matur (mature milk).

Makanan bayi yang terbaik dan tepat untuk tumbuh kembangnya yaitu ASI atau air susu ibu. ASI eksklusif diberikan pada bayi hingga usia bayi 6 bulan. Setelah 6 bulan, asupan bayi dilengkapi dengan MPASI atau makanan pendamping ASI.

ASI diproduksi oleh ibu menyusui untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi dalam beberapa bulan pertama kehidupannya. ASI bukan sekedar cairan putih yang dikonsumsi oleh bayi. Faktanya, ASI memiliki tiga tahap atau tiga jenis yang berbeda, yakni kolostrum, ASI transisi dan ASI matur.

3 Jenis ASI Berbeda

3 Jenis ASI Berbeda Untuk Bayi

Kolostrum

Kolostrum merupakan ASI yang pertama kali dikeluarkan oleh kelenjar payudara ibu ketika hari pertama hingga hari keempat. Kolostrum memiliki sifat kental, serta warnanya tidak putih seperti ASI pada umumnya, melainkan berwarna kekuningan karena cairan ini mengandung beta karoten. Kolostrum sangat dibutuhkan oleh bayi karena memiliki banyak manfaat.

Kolostrum berwarna kuning keemasan karena mengandung tinggi lemak dan sel-sel hidup. Kolostrum adalah cairan yang dapat membersihkan usus bayi, membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi baru lahir dapat segera bersih, sehingga bayi dapat segera mendapatkan ASI.

Kandungan yang paling tinggi dalam kolostrum yaitu antibodi. Dimana kandungan antibodi ini dapat menjadi tameng untuk bayi pada saat kondisi bayi masih lemah. Protein yang terkandung di dalam kolostrum lebih tinggi dibandingkan dengan protein yang terkandung dalam susu matur. Meskipun hanya mendapatkan sedikit kolostrum bayi akan lebih lama merasa kenyang. Pasalnya, jenis protein globulin dalam kolostrum membuatnya lebih padat atau pekat.

Di dalam kolostrum kandungan hidrat arang masih rendah. Keadaan ini disebabkan karena selama tiga hari pertama aktivitas bayi masih sedikit sehingga tidak membutuhkan kalori lebih banyak. Dalam kolostrum total kalori hanya 58kal/100 ml kolostrum. Kolostrum tinggi akan kandungan mineral, khususnya natrium, klorida, dan kalsium. Vitamin yang larut di air pada kolostrum lebih sedikit. Dalam lemak yang terkandung pada kolostrum mengandung lebih banyak lisotin dan kolestrol. Karena seperti itu, bayi terlatih lebih dini untuk mengolah kolestrol. Dalam tubuh bayi kolestrol membentuk enzim untuk mencerna kolestrol. Karena terdapat tripsin inhibitor, maka hidrolisis protein pada usus menjadi kurang sempurna. Keadaan ini sangat baik karena dapat melindungi bayi dari alergi.

Kolostrum untuk bayi memiliki banyak manfaat kolostrum di antaranya seperti berikut ini:

  • Kolostrum membantu dalam meningkatkan antibodi atau kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit. Kolostrum mampu mengurangi risiko sindrom kematian mendadak pada bayi.
  • Kolostrum mampu mempengaruhi pertumbuhan sel otak bayi.
  • Membantu mengajarkan bayi menyusu dan melatih ibu agar terampil dalam menyusui.
  • Membantu dalam mengganti atau meremajakan sel kulit yang sudah mati.
  • Karena begitu banyaknya manfaat kolostrum untuk bayi, maka jangan sampai buah hati anda melewatkan kesempatan ini.

ASI Transisi

ASI transisi atau transitional milk dalam waktu empat hari menggantikan kolostrum setelah proses persalinan. ASI transisi ini mengandung lemak tinggi, vitamin, laktosa, serta lebih banyak kalori dibandingkan dengan kolostrum.

ASI transisi ini berlangsung selama sekitar 2 minggu. Dalam masa ASI transisi payudara ibu menyusui akan terasa lebih kencang, lebih besar dan terasa sakit serta membuat tidak nyaman. Untuk meredakan rasa sakit pada payudara, ibu menyusui dapat dengan rutin menyusui bayinya.

ASI Matur

ASI matur merupakan ASI yang muncul sesudah ASI transisi. Dimana ASI matur ini akan keluar pada akhir minggu kedua setelah proses persalinan. ASI matur teksturnya lebih cair, dibandingkan dengan ASI transisi, ASI matur lebih banyak mengandung air.

Di dalam ASI matur terkandung air sekitar 90 % dan 10 % karbohidrat, lemak, protein yang dibutuhkan oleh bayi untuk pertumbuhannya, serta untuk pasokan anergi.

ASI matur terbagi menjadi dua tipe, yakni foremilk dan hindmilk. Foremilk itu sendiri terjadi ketika awal menyusui yang mengandung air, protein dan mineral. Sedangkan hindmilk terjadi saat akhir menyusui yang mengandung kadar lemak lebih tinggi.

Foremilk dan hindmilk keduanya sama-sama penting untuk bayi. Bayi harus mendapatkan kedua jenis ASI tersebut dengan seimbang. Karena seperti itu sebaiknya sebelum payudara kempes ibu tidak mengubah posisi menyusui atau memindahkan bayi untuk menyusu ke payudara yang lainnya. Ketika menyusui sebaiknya susui bayi hingga bayi merasa puas dan melepaskan sendiri. Akan tetapi, jika bayi melepaskan puting dari mulutnya, namun ia terlihat belum puas, sebaiknya sendawakan terlebih dahulu dan berikan kembali ASI pada payudara yang sama.

Indikator seimbangnya foremilk dan hindmilk bisa dilihat dari peningkatan berat badan yang baik. Selain itu, bisa juga dilihat dari warna feses bayi. Bayi sudah mendapatkan foremilk dan hindmilk seimbang apabila warna fesesnya menjadi keemasan.

ASI matur berlangsung lebih panjang, yakni hingga anda menyapih buah hati anda. Akan tetapi, seiring dengan pertambahan usia dan pertumbuhan anak anda, ia akan mulai mengkonsumsi makanan padat atau MPASI. Dimana kandungan nutrisi pada ASI, serta persediaan ASI akan mulai berubah.

Itulah 3 jenis ASI yang berbeda untuk bayi. ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi di samping mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi hariannya. Oleh karena itu, berikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia yang ditentukan, yakni 6 bulan awal kehidupannya.