Susu Formula Menyebabkan Bayi Obesitas, Benarkah?

Diposting pada

Susu Formula Menyebabkan Obesitas Pada Bayi – Susu formula memang menjadi salah satu solusi bagi para orang tua yang mengalami ASI tidak lancar. Pemberian susu formula kerap kali dilakukan oleh orang tua yang ingin memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang instan. Tapi, tahukah Anda bahwa susu formula menyebabkan obesitas pada bayi? Yuk kita simak saja penjelasannya berikut ini!

Dengan segala kepraktisan yang saat ini menjadi hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang. Hal ini membuat para orang tua juga melakukan hal yang cukup instan dalam berbagai hal termasuk mengurus bayinya. Sekarang ini, para orang tua semakin terbuai dengan memberikan susu formula kepada bayinya agar tidak terlalu repot. Padahal memberikan susu formula pada bayi dengan kadar yang berlebih justru akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh si kecil.

Ada hal yang perlu Anda tahu bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula ternyata rentan mengalami kelebihan berat badan pada bayi terutama ketika si kecil menginjak usia 5 tahun. Kondisi ini tentunya sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang meunjukkan bahwa semakin bertambahnya usia si kecil, semakin bertambah juga berat badan pada si kecil. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan membuat bayi rentan mengalami berbagai penyakit. Baca juga: 10 Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi Yang Wajib Diketahui

Kaitan Antara Susu Formula Dengan Obesitas

susu formula menyebabkan obesitas pada bayi

Anggapan bahwa susu formula menyebabkan obesitas pada bayi memang sangat benar adanya. Hal ini tentunya sesuai juga dengan data-data yang ada di WHO ataupun Kementerian Kesehatan RI yang merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Akan tetapi, ada beberapa bayi yang mungkin tidak diberikan ASI karena berbagai faktor tertentu. Faktor-faktor tersebut diantaranya ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak ingin menyusu bahkan ada juga ibu yang tidak ingin menyusui bayinya. Jika kondisinya sudah seperti itu, maka orang tua akhirnya mencari alternatif yang cukup mudah yaitu pemberian susu formula.

Terlepas dari kondisi tersebut tentunya ini menjadi hal yang perlu dipertimbangkan karena pemberian susu formula dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi. Kelebihan berat badan pada bayi tentunya bukan tanpa sebab, melainkan konsumsi susu formula yang berlebihan. Dapat disimpulkan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula memiliki peluang lebih besar mengalami kegemukan. Lihat juga: Menu Makanan Bayi Agar Cerdas Untuk Diberikan Kepada Si Kecil

Penelitian Antara Susu Formula Dengan Obesitas

Seperti sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris yang menunjukkan bahwa bayi yang mengonsumsi kalori secara berlebihan dapat mengalami penambahan berat badan. Penelitian yang menunjukkan bahwa sekitar 20% orang dewasa yang menderita obesitas disebabkan oleh kelebihan gizi dan juga nutrisi ketika mereka masih bayi. Selain itu, penelitian membuktikan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula diperkaya dengan asupan vitamin, potein dan juga nutrisi lainnya yang memamng dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Akibatnya, jika asupan protein, vitamin dan juga gizi didapatkan secara berlebihan ketika sedang bayi. Maka tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami penumpukan lemak sebanyak 22% hingga 38%. Hal ini tentunya ketika si kecil sudah menginjak usia 5 sampai 8 tahun dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi ASI.

Para ahli tentunya telah mewanti-wanti bahwa dalam memberikan gizi dan juga nutrisi harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang sesuai. Pemberian susu formula dengan kadar nutrisi yang tinggi sebenarnya direkomendasikan untuk bayi yang kekurangan berat badan atau bayi yang lahir prematur. Para peneliti juga telah menemukan bahwa sejumlah bayi yang lahir di beberapa rumah sakit seperti Cambridge, Leicester, Glasglow dan juga Nottingham. Para ibu tentunya tidak tahu jenis susu formula yang dikonsumsi oleh bayi mereka. Apakah termasuk pada susu berstandar ataukah tidak.

Susu Formula Kelebihan Berat Badan Dibandingkan Dengan ASI

Jika dikaitkan lebih jauh, susu formula memang dipercaya dapat menyebabkan kelebihan berat badan pada bayi. Beberapa kaitan antara susu formula dengan kelebihan berat badan bayi akan kami sajikan berikut ini:

1. Susu formula mengandung protein dan lemak

Kaitan pertama yang menyebabkan susu formula rentan kelebihan berat badan dikarenakan susu formula mengandung lemak dan juga protein. Selain itu, susu formua mengandung tinggi lemak, protein dan juga tinggi gula. Kandungan tersebut tentunya menyebabkan bayi kelebihan asupan kalori sehingga sangat rentan mengalami kelebihan berat badan.

Susu formula yang dikonsumsi oleh bayi sekitar 70% akan menyebabkan lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi ASI pada usia 3-6 bulan. Hal ini tentunya tidak cukup baik karena asupan protein yang sangat tinggi sehingga akan merangsang pelepasan hormon insulin lebih banyak. Akibatnya, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penumpukan lemak yang lebih banyak pada tubuh bayi.

2. Formula lebih mudah untuk dikonsumsi oleh bayi

Kaitan kedua yang dapat dijadikan sebagai kaitan antara susu formula dengan bayi yang obesitas dikarenakan susu formula mungkin lebih mudah untuk dikonsumsi oleh bayi. Tidak seperti ASI, susu formula lebih mudah untuk diberikan sehingga ia juga mengonsumsi susu formula dalam takaran yang lebih banyak. Dengan begitu, bayi tidak memiliki kendali yang cukup baik dalam mengisap botol susu sehingga asupan susu akan lebih banyak.

Susu formula yang diberikan kepada bayi akan lebih berpengaruh terhadap nafsu makan bayi tersebut pada saat nantinya. Sedangkan, bayi yang mendapatkan ASI harus bekerja lebih keras agar mendapatkan ASI lebih banyak. Selain itu, bayi juga bisa membatasi sendiri ASI yang didapatkan dari ibunya sehingga bayi akan lebih mudah untuk dikontrol nafsu makannya.

3. Susu formula dapat meningkatkan nafsu makan bayi

Selain mudah dikonsumsi, susu formula juga ternyata dapat meningkatkan nafsu makan bayi sehingga bayi tidak akan terkontrol nafsu makannya tersebut. Hal ini juga menyebabkan bayi yang mengonsumsi susu formula akan kurang sensitif terhadap leptin di kemudian hari.

Seperti yang kita tahu bahwa leptin ialah salah satu hormon yang dapat mengatur nafsu makan dan juga lemak di dalam tubuh. Kurangnya sensitivitas pada tubuh terhadap leptin tentunya dapat membuat nafsu makan bayi menjadi lebih besar sehingga akan menyebabkan bayi makan yang berlebihan. Hingga pada akhirnya bayi akan mengalami kelebihan berat badan ataupun obesitas.

Memberikan ASI pada bayi dipercaya dapat memberikan dampak yang positif terhadap kadar leptin selama dalam masa bayi dan juga balita. Kondisi ini tentunya membuat bayi lebih kenal dengan rasa lapar dan juga kenyang di dalam tubuhnya. Dengan begitu, ia akan bisa mengatur sendiri asupan makanan agar tidak dikonsumsi secara berlebihan.

4. Bayi lebih memiliki dorongan untuk menghabiskan susu

Saat mendapatkan susu formula yang ada pada botol, inilah kondisi dimana bayi akan memiliki dorongan yang lebih kuat. Tentunya dalam hal menghabiskan susu di dalam botolnya tersebut. Hal ini tentunya berhubungan pula dengan ibu yang lebih merujuk pada petunjuk pemberian di dalam kemasan. Pastinya, disesuaikan dengan usia bayi. Petunjuk yang ada pada kemasan tersebut tentunya mendorong para orang tua juga untuk mematuhi instruksi tersebut meskipun sebenarnya bayi belum memerlukannya hingga sebanyak itu.

Kaitan antara bayi yang obesitas dan juga susu formula memang sangat berkaitan. Hal ini tentunya menjadi tugas yang cukup besar bagi kita untuk tidak memaksakan diri dalam memberikan susu formula pada bayi Anda. Itulah beberapa alasan dan juga kaitan antara susu formula menyebabkan obesitas pada bayi. Semoga bermanfaat!

Loading...