Ketahuilah Risiko Penyakit Asma Pada Bayi Gemuk

Risiko Penyakit Asma Pada Bayi Gemuk – Berat badan berlebih pada bayi memang menjadi faktor risiko yang cukup rentan terkena penyakit tertentu. Seperti halnya penyakit asma yang sangat rentan terjadi pada bayi yang gemuk. Namun sayangnya, tidak banyak orang tua yang mengetahui akan hal yang satu ini. Agar Anda lebih mengetahuinya, berikut kami sajikan beberapa fakta dan juga penyebab risiko penyakit asma pada anak gemuk!

Tentunya, kita sudah tidak asing lagi saat mendengar penyakit asma. Ya, penyakit yang rentan menyerang anak-anak bahkan bayi ini menjadi salah satu penyakit yang wajib untuk Anda waspadai. Hal ini dikarenakan penyakit asma memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis penyakit lainnya. Tidak hanya itu, penyakit asma juga dapat terjadi pada siapa saja sehingga menjadi jenis penyakit yang harus Anda waspadai.

Penyakit asma ternyata berisiko tinggi menyerang bayi ataupun anak yang memiliki badan yang gemuk. Seperti sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa anak yang memiliki tubuh yang gemuk akan lebh cenderung mengidap penyakit asma lebih mudah dibandingkan dengan anak yang kurus. Kondisi penyakit asma pada anak yang gemuk akan lebih serius dibandingkan pada anak yang memiliki berat badan yang ideal. Meskipun banyak orang tua yang berpikir bahwa anak yang memiliki badan yang gemuk menandakan tubuh yang sehat. Padahal, anggapan tersebut tidak selamanya benar. Baca juga: 12 Rekomendasi Tas Dengan Model Terbaik Untuk Perlengkapan Bayi

Risiko Penyakit Asma Pada Bayi Gemuk

risiko penyakit asma pada bayi gemuk

Dikarenakan banyak orang tua yang beranggapan bahwa bayi yang gemuk tersebut sehat, maka tidak heran jika para orang tua kurang mewaspadai terjadinya gejala asma pada anak. Padahal penyakit asma sangat rentan terhadap anak yang memiliki berat badan yang berlebih atau gemuk. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang mengungkapkan bahwa anak atau remaja yang berbadan gemuk akan mengidap penyakit asama lebih besar.

Dari hasil penelitian tersebut yang telah ditulis di dalam American Journal of Epidemiology yang dilansri dari Newsmaxhealth.com. Para peneliti tersebut tentunya telah menemukan bahwa anak remaja yang memiliki badan yang gemuk akan cenderung memiliki asma yang cukup parah. Untuk itum, diperlukanm sebuah terapi dan juga pengobatan untuk menurunkan berat badan.

Jika saja orang tua menyadari bahwa anak yang memiliki berat badan berlebih dan cenderung obesitas akan cukup rentan memiliki masalah asma. Namun, satu hal yang harus diperhatikan yakni tidak hanya asma saja yang perlu Anda waspadai. Akan tetapi, berat badan berlebih juga menjadi kondisi yang harus diwaspadai bagi si kecil. Tidak dapat dipungkiri bahwa anak yang obesitas memiliki banyak sekali risiko penyakit yang kemungkinan menyerang anak tersebut. Lihat juga: 10 Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi | Cara Mengatasi Puting Perih

Mengapa Bagi Gemuk Berisiko Terkena Asma?

Pertanyaan tersebut tentunya berhubungan dengan beberapa penelitian yang tidak dapat diragukan lagi akan kebenarannya. Kenaikan berat badan si kecil tentunya akan cepat melonjak sehingga menyebabkan perkembangan pada organ paru-paru dan juga sistem imunitas tubuh berkembang secara tidak normal. Tentunya, tidak heran jika dokter dan juga perawat memeriksa pertumbuhan bayi jika terjadi lonjakan yang cukup signifikan pada berat badan bayi.

Hal ini tentunya diperkuat dengan peneliti utama yakni Dr. Agnes Sonnenschein van derVoort yang berasal dari Bristol University yang menyatakan bahwa adanya hubungan antara bayi yang memiliki peningkatan berat badan yang cukup dratis dalam waktu tiga bulan pertama kehidupannya, maka akan berisiko terkena penyakit asma di kemudian hari. Pernyataan tersebut ditambah dengan sebuah penelitian yang dilansir di laman Mirror yakni para peneliti telah menganalisis bahwa pada 10.000 bayi yang datanya ada di University of Bristol. Ternyata di dapatkan fakta bahwa penyakit asma sangat berisiko pada bayi yang memiliki berat badan berlebih pada waktu tiga bulan pertama.

Untuk menanggapi hasil penelitian tersebut tentunya telah diterbitkan di dalam sebuah Journal of Allergy & Clinical Immunology yakni direktur peneliti asma yakni Samantha Walker dair Inggris telah menyatakan bahwa sangat penting bagi peneliti lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas yang tentunya mendukung sebuah penelitian yang sebelumnya yang lebih mendalam lagi.

Mengenal Asma Pada Bayi

Seperti yang kita tahu bahwa asma merupakan salah satu jenis penyakit yang rentan menyerang anak-anak. Penyakit ini diketahui sebagai penyakit kronis yang disebabkan oleh munculnya sebuah peradangan pada saluran pernapasan. Dalam hal ini peradangan mmebuat saluran pernapasan menjadi sangat sensitif dan juga bengkak. Akibat yang terjadi yakni saluran pernapasan akan mengalami penyempitan sehingga aliran udara ke dalam paru-paru menjadi berkurang. Tidak hanya itu, aliran udara yang menyerang paru-paru ini tentunya menyebabkan seorang pengidap merasa sesak napas.

Sedangkan menurut WHO, dimana asma merupakan suatu penyakit yang cukup umum terjadi diantara anak-anak. Akan tetapi, menurut pada ahli banyak yang belum mengetahui akan penyebab pasti dari penyakit asma ini. Dalam hal ini penyakit asma memang dapat terjadi pada orang yang ada dalam segala jenis usia, namun yang paling sering terjadi yakni pada masa bayi, balita  dan juga anak-anak. Perlu Anda ketahui bahwa anak laki-laki akan cenderung memiliki risiko terkena asma dibandingkan dengan anak perempuan. Namun, pada orang dewasa, wanita akan lebih sering mengalami asma dibandingkan dengan pria.

Penyakit asma ini tentunya dikenal juga dengan istilan mengi dengan napas yang berbunyi lirih, batuk dan juga sesak napas. Asma yang terjadi pada bayi tentunya tidak dapat didiagnosis secara langsung oleh sokter, namun dibutuhkan hasil pemeriksaan lain untuk mendukung bahwa penyakit yang dialami oleh bayi tersebut memang asma ataukah bukan.

Setidaknya sekitar 30% bayi yang berusia di bawah 3 tahun, mengalami satu sampai dua kali gejala terjadinya mengi. Gejala yang terjadi pada bayi ini tentunya dikenal dengan istilah bronkiolitis. Penyakit ini yakni sebuah infeksi pada paru-paru yang memang umum terjadi. Kondisi ini yakni menyebabkan adanya penyumbatan dan juga peradangan yang terjadi pada saluran udara kecil di dalam paru-paru. Perlu Anda ketahui bahwa bronkiolitis ini yakni disebabkan oleh virus yang cukup rentan menyerang balita.

Penyebab Terjadinya Asma Pada Bayi

Tentunya, bronkiolitis dapat terjadi pada bayi yang disebabkan oleh adanya virus yang menginfeksi bronkiolus. Bronkiolus yakni sebuah saluran udara yang paling kecil pada bagian paru-paru. Infeksi virus ini dapat menyerang bronkiolus sehingga kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan dan juga pembengkakan. Jika  lendir menumpuk pada saluran tersebut tentunya dapat menyebabkan udara cukup sulit mengalir bebas pada paru-paru sehingga menyebabkan balita cukup sulit untuk bernapas.

Kebanyakan dari kasus penyakit asma ini dapat disebabkan pula oleh respiratory syncytial virus (RSV). Virus RSV ini yakni virus yang dapat menginfeksi pada hampir setiap anak yang berusia sekitar 2 tahun. Pada wabah infeksi RSV ini pada umumnya terjadi setiap musim dingin atau musim hujan. Tentunya, bronkiolitis ini dapat pula disebabkan oleh virus lain yakni virus yang menyebabkan pilek dan juga flu. Tidak heran jika bayi dapat terinfeksi kembali dengan RSV dikarenakan ada dua turunan dari virus ini.

Setidaknya ada beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya asma pada bayi, diantaranya:

Orang tua perokok

Tidak heran jika medis melarang orang tua untuk tidak merokok terutama saat hamil dan juga menyusui. Namun akan lebih baik jika orang tua tidak merokok agar kemungkinan risiko terjadinya asma pada anak dapat Anda hindari. Pada orang tua perokok tentunya anak memiliki risiko 4 kali lebih besar terkena asma dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar oleh asap rokok sama sekali.

Berat bayi lahir rendah

Penyebab kedua yang kemungkinan akan terjadi asma pada anak yakni pada bayi yang memiliki berat bayi lahir rendah. Bayi yang lahir prematur tentunya akan memiliki risiko yang lebih besar terkena asma dikarenakan organ paru-paru belum berkembang dengan normal seperti pada bayi umumnya.

Alergi makanan atau eksim

Tentunya, orang tua yang memiliki alergi terhadap makanan, maka kemungkinan besar akan menurunkan alergi pada bayi. Tentu, pada bayi yang memiliki alergi makanan tentu saja akan berisiko lebih besar terkena asma.

Orang tua yang memiliki riwayat asma

Sudah tidak diragukan lagi jika ibu ataupun ayah yang memiliki asma akan memungkinkan menurunkan risiko asma kepada bayinya. Maka, dapat disebut bahwa bayi yang memiliki asma dapat disebabkan oleh faktor genetik.

Bayi yang tinggal pada tempat yang lembap

Penyakit asma memang rentan terjadi pada tempat yang lembap dan juga dingin. Tidak heran jika penyakit asma akan lebih sering terjadi pada saat musim hujan atau musim dingin. Tentunya, banyak kasus anak yang terkena asma yang disebabkan oleh musim hujan.

Bayi gemuk

Tidak hanya berat bayi lahir rendah yang dapat terserang asma, namun pada bayi yang memiliki berat badan yang gemuk juga tidak dapat terhindar dari penyakit asma. Seperti yang sudah kami sebutkan di atas bahwa ada kaitan yang cukup kuat antara penyakit asma dengan bayi yang memiliki berat badan berlebih. Dalam hal ini berat badan berlebih dapat memperburuk kondisi asma pada tubuh anak balita. Sedangkan menurut para ilmuwan menyatakan bahwa tubuh bayi yang gemuk memiliki kapasitas napas yang lebih terbatas saat bernapas.

Tentu, bagi Anda yang memiliki anak dengan berat badan berlebih harus lebih mewaspadai akan kesehatan si kecil. Alangkah lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter anak apakah ada risiko atau gejala terjadinya penyakit asma pada si kecil.

Gejala Asma Pada Bayi

Asma memang menjadi penyakit serius jika terjadi pada bayi. Dalam hal ini asma memang memiliki efek yang lebih buruk menimpa bayi. Hal ini dikarenakan sistem imunitas tubuh bayi masih belum sempurna sehingga cukup rentan penyakit asma untuk kambuh kembali. Pada bayi yang terjadinya asma tentunya disebabkan oleh terjadinya gangguan pada sistem pernapasan sehingga dapat mengakibatkan penderita sangat sulit untuk bernapas.

Bagaimanapun juga, gejala penyakit asma yang terjadi pada bayi tentunya hampir sama dengan gejala yang terjadi pada orang dewasa. Terdapat beberapa gejala asma yang terjadi pada bayi, diantaranya:

Batuk

Gejala pertama yang terjadi pada bayi yang mengalami asma yakni sering mengalami batuk. Mungkin terbilang cukup sulit untuk membedakan antara batuk biasa dengan batuk yang terkena asma. Batuk yang disebabkan oleh asma tentunya cukup sulit untuk diatasi karena memiliki sifat yang menetap.

Sulit bernapas

Gejala kedua yang dapat terjadi pada bayi yang mengalami asma yakni bayi akan cenderung kesulitan bernapas. Pada umumnya, bayi mengalami asma akan kesulitan bernapas saat makan ataupun menyusu. Bayi yang mengalami asma tentunya terlihat seperti terengah-engah ataupun tersenggal-senggal saat bernapas. Ini dikarenakan terjadinya penyempitan saluran pernapasan pada organ paru-paru bayi. Tentunya, kondisi ini akan lebih buruk saat bayi menangis.

Bayi bernapas dengan bunyi ngik-ngik

Gejala selanjutnya yang mungkin terjadi yakni perhatikan suara napas bayi. Umumnya istilah ini dikenal dengan istilah mengi. Hal ini tentunya dapat terjadi dikarenakan terjadinya penyempitan pada saluran pernapasan bayi sehingga seolah-olah mengeluarkan bunyi seperti siulan. Saat Anda mendengar bayi mengeluarkan napas dengan suara ngik-ngik, maka sebaiknya Anda periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Lemas

Pada bayi yang mengalami asma tentunya akan terlihat lemas dan seolah tidak bertenaga sama sekali. Ia cenderung merasa malas dan juga tidak bergairah saat bermain dan secara tiba-tiba ia batuk tidak jelas.

Sesak napas pada dada

Tentunya, tidak hanya itu bayi yang menderita asma akan cenderung mengalami sesak napas yang lebih sering. Tentunya, terlihat seolah-olah dada bayi kembang kempis dengan jelas.

Terjadinya eksim pada kulit

Tentunya, hal ini erat kaitannya dengan alergi yang makanan ataupun minuman. Kondisi ini tentunya menjadi indikasi dimana bayi yang terkena asma dengan berbagai jenis gejala lain akan mengalami eksim yang terjadi pada kulit.

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri terjadinya asma dimana Anda diharuskan untuk membawa si kecil ke dokter anak dengan segera, diantaranya:

– Bayi dengan perut yang terlihat kembang kempis seperti kesulitan saat menarik napas.

– Bayi yang memiliki wajah yang pucat dikarenakan kesulitan saat bernapas sehingga membuat tubuh kekurangan oksigen.

– Pada bayi yang bernapas dengan cepat-cepat atau seperti terengah-engah sehingga membuatnya kesulitan saat bayi menyusu.

Pencegahan Asma Pada Bayi

Tentunya, banyak orang tua yang tidak mengetahui bagaimana cara pencegahan asma pada bayi. Namun, hal ini cukup penting untuk Anda lakukan karena pencegahan asma pada bayi memang sangat penting untuk Anda lakukan. Berikut ini beberapa pencegahan terjadinya asma pada bayi, diantaranya:

– Anda harus mengamati tanda-tanda dan juga gejala terjadinya asma pada bayi. Bila perlu, cacat kapan kejadian asma tersebut pada bayi.

– Pahamilah apa saja yang dapat memicu terjadinya asma pada bayi

– Jauhkan bayi dari benda-benda yang dapat menyebabkan asma pada bayi

– Berikan buah dan sayur jika bayi sudah mulai diberikan mpasi.

– Orang tua hatus cepat tanggap jika sewaktu-waktu asma dapat menyerang bayi

– Bayi yang terlihat seperti tersenggal-senggal dan semakin parah saat bayi menangis.

– Kenalilah alergi yang kemungkinan berasal dari makanan ataupun susu. Kondisi ini tentunya dapat membuat produksi lendir yang terjadi pada rongga pernapasan sehingga dapat terjadinya penyumbatan pernapasan pada bayi.

– Orang tua tentunya harus selalu cepat tanggap untuk menyerang bayi agar Anda tidak panik.

Demikianlah beberapa risiko penyakit asma pada bayi gemuk yang harus Anda pahami. Semoga bermanfaat!

Loading...