Pusar Bodong Pada Bayi, Penyebab dan Perawatan

Tidak sedikit bayi yang memiliki kelainan bentuk pusarnya, seperti misalkan pusar bodong. Pusar bodong merupakan keadaan pusar yang menonjol. Ketahui apa penyebab dan bagaimana perawatan pusar bodong pada bayi.

Salah satu masalah pada bayi yang sering ditemui yaitu pusar bodong. Pusar bodong itu sendiri merupakan keadaan dimana pusar tidak rata dengan perut atau menonjol. Dimana tonjolan tersebut bisa mencampai diameter sekitar 5 cm. Dalam istilah medis, pusar bodong itu sendiri disebut sebagai istilah hernia umbilikalis.

Mendapati pusar bayinya menonjol atau bodong, tentu saja kekhawatiran menyelimuti hati orangtua. Berbagai pertanyaan muncul dibenak pikiran mereka. Apaka pusar bodong berbahaya? Apakah dapat disembuhkan? Apa pengaruhnya terhadap bayi? Dan lain sebagainya.

pusar bodong pada bayi

Penyebab Pusar Bodong Pada Bayi

Ketika berada dalam rahim ibu, janin mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi dari ibu melalui pembuluh darah atau yang disebut dengan vena dan arteri umbilikalis atau tali pusat. Dimana pembuluh darah tersebut masuk dengan melalui pusar atau bulatan kecil yang berada pada perut bayi.
Setelah bayi terlahir, maka pembuluh darah tersebut kemudian akan digunting oleh dokter atau bidan dan hanya menyisakan tangkainya saja. Tangkai tersebut akan mengering, lepas atau puput dalam waktu 1-2 minggu, yang mana pada akhirnya akan tersisa pusar.

Pada saat puput, tampilan pusar bayi memang akan menonjol. Namun, pada sebagian besar bayi tonjolan tersebut akan lebih besar dari biasanya yang disebabkan karena penutupan cincin pusar pada bgian dalam pusar itu sendiri tidak sempurna. Keadaan seperti ini dapat terjadi pada saat pembentukan organ tubuh bayi ketika masa kehamilan trimester pertama. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukan, bahwa keadaan pusar bodong pada bayi juga dipengaruhi karena faktor genetik.

Adakah Cara Untuk Membuat Pusar Bodong Kembali Masuk?

Sebenarnya tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan bentuk pusar ke dalam. Meskipun ada sebagian orang yang menyatakan bahwa bentuk pusar yang menonjol dapat dirubah agar bisa kembali masuk ke dalam, seperti misalnya dengan menindih pusar menggunakan uang logam di atasnya. Namun, diketahui hal tersebut tidak akan membuahkan hasil.

Bentuk pusar bayi sebenarnya tidak memiliki kaitan dengan pemotongan tali pusat atau hal hal lainnya yang dilakukan, baik itu oleh dokter, bidan atau anda sendiri. Bentuk pusar sebenarnya merupakan hasil pertemuan tepi pusat bayi dengan perutnya. Apabila bentuk pusar bayi anda sudah terlanjur bodong maka tidak ada cara yang bisa anda lakukan untuk merubah bentuknya.

Akan tetapi, ada kondisi yang akan membuat pusar bayi menjadi tidak bodong lagi dengan sendirinya. Itupun apabila pusar bodong pada bayi disebabkan karena hernia umbilikalis atau hernia pusar. Tonjolan yang muncul dapat disebabkan karena tali pusar tidak sempurna tertutup sesaat setelah bayi lahir. Hernia umbilikalis biasanya tidak akan menyebabkan masalah. Dan saat bayi berusia 12 tahun sampai 18 tahun, benjolan tersebut akan menghilang.

Hernia umbilikalis biasanya dapat menimbulkan rasa sakit, itupun apabila area tali pusar dengan sendirinya tidak menutup setelah anak berusia 3 atau 4 tahun. Untuk mengatasinya, anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Ciri-Ciri Pusar Bodong

Ciri-ciri pusar bodong itu sendiri yaitu pusar menonjol dengan diameter 1 sampai 5 cm. Akan semakin terlihat ketika bayi menangis, kemudian mengecil apabila bayi sudah tenang.

Bagaimana Cara Merawat Pusar Bodong Pada Bayi?

  • Melakukan perawatan terhadap tali pusat bayi baru lahir sangat penting. Pasalnya, di sana terdapat celah yang dapat menimbulkan infeksi. Cara untuk merawat tali pusat bayi yaitu dengan membersihkannya menggunakan kasa steril dan alkohol, terlebih lagi pada bagian yang dekat dengan dinding perut.
  • Apabila sudah selesai, anda dapat menutup pusar dengan menggunakan kasa steril.
  • Meskipun pusar sudah puput, tetapi anda tetap harus membersihkan dan merawatnya. Waktu yang tepat untuk membersihkan pusar bayi yaitu saat memandikannya yakni dengan menggunakan sabun dan bersihkan bagian dalamnya agar tidak ada air.
  • Hindari memegang pusar bayi dengan tangan kotor. Sebelum merawat bayi, sebaiknya tangan dalam keadaan bersih.
  • Anda dapat mencium pusar bayi setiap hari untuk mengetahui aromanya. Apabila tercium bau busuk, maka pusar bayi anda terinfeksi dan anda harus segera membawa si kecil ke dokter.

Apakah Gurita Dapat Mengatasi Pusar Bodong?

Orangtua jaman dulu biasanya memakaikan gurita pada bayinya dengan tujuan agar pusar bayinya tidak bodong dan bayi tidak masuk angin. Namun, sebenarnya bayi tidak perlu dipakaikan gurita. Jika mau, maka penggunaan gurita tersebut dilakukan selama tali pusat belum puput untuk menghindari terjadinya gesekan terhadap proses penyembuhan lukanya. Akan tetapi, ketika memakaikan gurita pada bayi sebaiknya jangan mengikatnya terlalu kencang. Pasalnya, apabila ikatan terlalu kuat maka bagian diafragma akan tertekan sehingga akibatnya bayi akan mudah muntah. Karena bayi masih menggunakan pernafasan perut, maka akan mengganggu gerak pernafasan bayi. Selain itu, volume perut bayi masih kecil, tekanan yang disebabkan karena ikatan gurita dapat membuat perkembangan organ bagian dalam tertahan.

Sedangkan untuk pusar bodong, apabila bayi memiliki bakat bodong meskipun dipakaikan gurita maka pusarnya akan tetap bodong.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *