Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan – Apakah si kecil saat ini sudah berusia 15 bulan? Pertumbuhan dan juga perkembangan apa saja yang sudah diperlihatkan oleh si kecil saat usianya 15 bulan? Yuk kita cari tahu apa saja kriteria  perkembangan bayi usia 15 bulan berikut ini!

Seringkali ketika kita melihat atau menatap si kecil timbul perasaan si kecil yang terasa baru saja dilahirkan sudah tumbuh besar. Terkadang banyak yang tidak menyadari bahwa si kecil sudah tumbuh dan juga berkembang sesuai dengan usianya. Seiring berjalannya waktu tentunya banyak sekali perkembangan yang sudah dilakukan oleh si kecil mulai dari usai 3 bulan sampai saat usia 15 bulan. Bagaimanapun juga, anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Jika si kecil tidak mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan yang signifikan terlebih tidak sesuai dengan usianya. Kondisi tersebut justru harus benar-benar Anda waspadai.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya pertumbuhan fisik bukan menjadi salah satu tnada bahwa si kecil mengalami perkembangan dengan baik. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang menjadi indikator dimana si kecil disebut sebagai anak yang sehat dan berkembang dengan usianya. Beberapa faktor tersebut tentunya menyangkut perkembangan fisik, perkembangan motorik kasar, halus, bicara dan bahasa, perkembangan sosial dan juga perkembangan emosionalnya. Lantas, apa saja tanda atau ciri dari beberapa faktor yang ikut mempengaruhi perkembangan si kecil. Untuk mendapatkan informasi yang jelas, yuk kita langsung simak saja penjelasan kami pada beberapa poin di bawah ini! Baca juga: Inilah Jenis Kentut Bayi Bau Busuk Yang Harus Anda Waspadai

Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan

perkembangan bayi usia 15 bulan

pPertumbuhan dan juga perkembangan anak menjadi salah satu indikator dimana menjadi acuan status kesehatan anak. Anak yang tumbuh dan juga berkembang pastinya juga diiringi oleh tubuh yang sehat. Namun, tubuh yang sehat jika tidak diiringi oleh beberapa indikator perkembangan anak, tentu menjadi salah satu masalah yang harus Anda ketahui pula. Beberapa indikator tentunya menjadi salah satu pengaruh dimana anak tersebut dikatakan sebagai anak yang tumbuh dan berkembang.

Tidak dapat dipungkiri bahwa si kecil pada usia 15 bulan juga menampakkan emosi yang cukup matang. Pada umumnya akan timbul rasa emosional yang cenderung padd perasaan takut berpisah atau ditinggal oleh orangtunya. Tidak sedikit bagi ibu ataupun ayah yang bekerja akan merasa kesulitan ketika hendak berangkat kerja karena si kecil merengek ingin ikut atau bahkan menangis. Kondisi tersebut tentunya terbilang wajar karena sifat takutnya tersebut akan hilang pula dengan sendirinya ketika ia merasakan lingkungan baru yang nyaman.

Bayi yang berusia 15 bulan ini tentunya sudah mulai tumbuh dan berkembang meskipun terbilang lebih lambat dibandingkan saat mencapai usia 1 tahun. Untuk itu memang sangat penting bagi Anda mengetahui pertumbuhan si kecil agar dapat mengamati apakah pertumbuhan si kecil berjalan normal ataukah tidak. Lihat juga: Perkembangan Bayi 14 Bulan Yang Wajib Anda Ketahui

Pertumbuhan Bayi Usia 15 Bulan

Indikator pertama yang menjadi tanda bahwa bayi usia 15 bulan mengalami perkembangan ialah pertumbuhan secara fisik. Perlu Anda ketahui bahwa pada usia 15 bulan, bayi akan mengalami pertumbuhan yang tidak secepat dengan pertumbuhannya ketika akan menginjak 1 tahun. Akan tetapi, pada usia 15 bulan atau dibawah 2 tahun, otak si kecil akan terjadi pertumbuhan yang cukup banyak sehingga sekitar 70% otak orang dewasa terbentuk pada saat usia ini.

Pada usia 15 bulan, bayi akan mengalami pertumbuhan otak dengan cukup pesat sekitar 2 cm setiap tahunnya dan rata-rata akan mencapai 46 cm. Untuk pertumbuhan berat badan, bayi akan mencapai pertumbuhan badan sekitar 2-3 kali lipat dibandingkan dengan berat badan lahir. Pada anak perempuan tentunya akan mengalami pertumbuhan mencapai sekitar 10,5 kg sedangkan pada anak laki-laki sekitar 11 kg. Pada umumnya, penambahan berat badan ini akan mengalami penurunan sekitar 2-3 kg pertahunnya. Sementara untuk tinggi badan akan mencapai sekitar 50% dari tinggi badan ketika ia lahir dengan pencapaian rata-rata sekitar 79 cm untuk laki-laki dan 77cm untuk perempuan.

Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara fisik

Jika kita lihat perkembangan anak secara fisik, beberpa balita mungkin sudah mulai bisa berjalan ketika mencapai usia 15 bulan, namun tidak sedikit juga balita yang belum bisa berdiri dengan tegap dan berjalan. Akan tetapi, Anda jangan merasa khawatir jika bayi Anda belum bisa berjalan dengan tegak. Hal ini dikarenakan perkembangan fisik pada bayi tentunya berbeda-beda.

Pada bayi usia 15 bulan yang lebih aktif untuk bergerak tentunya ia akan menunjukkan tanda-tanda bahwa ia bisa meluncur turun dari tempat tidur atau sofa dengan sendirinya tanpa bantuan orang dewasa. Sesekali mungkin ia akan merangkak, berdiri dan juga berjalan, namun ketika ia susah atau lelah berjalan, ia akan merangkak kembali atau bahkan diam. Pada usia 15 bulan ini, rasa penasaran si kecil sangat tinggi. Tidak sedikit balita yang berusia 15 bulan ini akan membuka lemari dan mengobrak-ngabrik apa isi yang ada di dalamnya. Maka dari itu, Anda harus benar-benar menutup dan juga mengunci lemari pakaian Anda secara rapat untuk menghindari hal yang akan dilakukan oleh si kecil.

Perkembangan Fisik Sebagai Tanda Bayi Sehat

Tidak heran jika pada usia ini menjadi salah satu momen yang paling melelahkan bagi para orangtua yang memiliki anak usia 15 bulan. Dalam kondisi ini tentunya Anda harus lebih bergerak dan juga lebih lincah dibandingkan dengan si kecil. Karena tidak menutup kemungkinan si kecil akan menunjukkan rasa penasarannya itu terhadap hal-hal yang berbahaya. Agar bayi usia 15 bulan bisa tumbuh dengan sempurna dengan mengenal alam di sekitarnya, cobalah untuk mengajak si kecil berjalan-jalan di sekitar taman atau arena bermain. Pastikan pula Anda mengawasinya dengan sangat baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjatuh atau bahkan hilang di kerumunan banyak orang.

Perkembangan bayi usia 15 bulan ini tentunya menjadi tanda perkembangan bagian tubuh lainnya seperti gerakan berdiri, berjalan dan juga gerakan kepala. Pada usia 15 bulan ini tentunya bayi sudah dapat memegang sesuatu dan juga meraihnya. Ia juga akan berdiri dan juga berjalan dengan cara mencari pegangan yang dapat membantunya berdiri lalu berjalan bahkan juga memanjat tangga.

Ketika sehari-hari mengasuhnya, tentunya Anda harus benar-benar menyingkirkan benda-benda yang dapat membahayakannya. Jauhkan pula si kecil dari pensil, spidol, cat warna dan alat tulis lainnya. Karena ketika sudah memegang benda tersebut si kecil akan merasa penasaran dan secara otomatis akan langsung menuliskan dan mencoretnya pada benda yang ada disekitarnya seperti lantai dan juga tembok. Itulah perkembangan anak usia 15 secara fisik yang wajib Anda ketahui agar membuat Anda menjadi lebih mengerti si kecil.

Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Kognitif

Selain secara fisik, perkembangan bayi juga dapat dilihat secara kognitif atau yang lebih dikenal dengan perkembangan motorik halus. Perkembangan ini ialah sebuah perkembangan yang mengkombinasikan gerakan fisik (motor) dengan kognitif (pengertian). Dalam hal ini tentunya si kecil sudah dapat mengerti perintah apa yang diberikan kepadanya. Pada fase ini si kecil sudah bisa menghubungkan antara yang ia pegang dengan apa yang akan ia lakukan. Gerakan motorik ini tentunya meliputi gerakan menggapai, menyusun balok, menggambar dan juga gerakan lainnya. Oleh karena itu, tidak heran jika si kecil sudah mampu menyusun 2-3 balok menjadi sebuah menara. Selain itu, jika juga sudah dapat menggambar dengan menggunakan alat tulis yang tersedia atau yang diberikan oleh orangtuanya.

Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Dalam Berbicara dan Berbahasa

Pada umumnya, bayi usia 15 bulan sudah memiliki perkembangan bahasa yang lebih luas meliputi pengertian anak akan sesuatu atau bahasa yang diutarakan oleh orang dewasa dan juga ekspresi anak ketika berbicara. Tidak heran jika pada usia ini si kecil sudah mulai menggunakan kata-kata jargon (kata yang ia dapat dari manapun dan mulai menunjukkan sesuatu). Si kecil juga sudah mampun berbicara 4-6 kata dengan benar dan jelas serta menjelaskan nama-nama orang dan juga barang yang ada di sekitarnya. Pada usia ini pula anak sudah dapat merespon jika ia dipanggil nama dan mengikuti perintah yang cukup sederhana.

Jika bayi usia 15 bulan sudah mampu menyebut nama-nama benda di sekitarnya seperti “kakak”, “ibu”, “ayah”, “kucing” dan lain-lain. Pastinya si kecil juga sudah mampu mengikuti bahasa dari lagu dan juga permainan. Tahap ini tentunya menjadi sebuah kolaborasi antara bahasa isyarat dengan bahasa cadel si kecil. Ia juga sudah mulai menunjukkan apa yang ia rasakan seperti ia akan mendorong piring ketika ia sudah kenyang atau melempar mainan ketika ia sudah bosan memainkannya.

Momen ini tentunya menjadi sebuah momen yang paling membahagiakan bagi para orangtua karena si kecil sudah mampu berbicara dan menghafal nama orangtuanya dengan suara cadelnya tersebut. Momen ini tentunya menjadi momen yang harus Anda nikmati karena perkembangan bahasa yang baru separuh dan membuat Anda tertawa ini hanya berjalan singkat.

Secara kognitif juga bayi sudah mulai mengenal lingkungan dimana ia berada. Ia juga sudah mulai mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui panca indera. Anda juga bisa mengenalkan si kecil terhadap tekstur suatu benda baik padat ataupun kenyal. Lihatlah ekspresi dan reaksi si kecil ketika ia menyentuh benda-benda yang memiliki perbedaan tekstur ini. Tidak heran jika ia akan memasukkan segala sesuatu yang ia temuai ke dalam mulutnya dan memakannya. Untuk itu, jangan biarkan benda-benda kecil tergeletak di sembarang tempat terlebih benda yang berbahaya.

Perkembangan Emosi Bayi Usia 15 Bulan

Untuk perkembangan emosi bayi usia 15 bulan tentunya ia sudah mulai peka mengenal lingkungan dan orang-orang sekitarnya. Si kecil juga sudah mulai mengenali foto ibu, ayah, dan juga anggota keluarganya yang lain. Ia tentunya sudah bisa berpikir bahwa ia merupakan bagian dari dalam keluarga tersebut terlebih ketika mereka melihat fotonya sendiri.

Pada usia ini juga si kecil sudah mulai merasa cemas dan juga takut terhadap orang asing. Bagi si kecil menatap orang asing menjadi hal yang menakutkan dan mengganggu kenyamanannya. Meskipun memang tidak semua anak akan merasakan hal tersebut, namun tentu Anda harus mengetahui akan faktor emosinya tersebut. Ia juga kerap menunjukkan ekspresi tidak suka terhadap orang asing yang ia temuinya. Ia ingin kenal dan bersikap baik hanya kepada orang yang ia kenal. Kondisi ini tentunya menjadi salah satu hal yang harus Anda waspadai karena jika terlalu berlarut-larut, si kecil akan sangat sulit berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu, ia juga akan sangat ketergantungan kepada orangtua dan menarik diri dari lingkungan sosilnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, tentunya Anda harus sejak dini mengenalkan si kecil terhadap lingkungan baru yang lebih luas dan tunjukkan bahwa orang-orang di sekitarnya tidak akan menyakitinya. Setelah mengenalkan ia dengan lingkungan sekitar, beri si kecil waktu untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan yang ia temui. Biarkan ia bermain sendiri atau bahkan dengan anak yang lainnya. Pastikan Anda selalu mengawasi si kecil dari kejauhan dan jika memungkinkan mintalah si kecil untuk memberi salam kepada orang-orang yang ia temui.

Inilah Alasan Mengapa Emosi Bayi Wajar

Selain rasa cemas dan juga takut terhadap orang asing, bayi usia 15 bulan juga sudah mulai mencari perhatian orang-orang di dekatnya. Tidak heran jika ia tiba-tiba menangis, menendang, menjerit-jerit, menarik-narik atau bahkan memukul. Sikap si kecil ini tentunya akan membuat Anda cemas dan tidak sedikit pula yang merasa jengkel. Tidak sedikit bayi yang merasa terganggu atau tidak nyaman akan mengamuk untuk mencari perhatian orang-orang terutama ibunya.

Kondisi ini tentunya terbilang wajar dimana bayi usia 15 bulan belum mampu mengontrol emosi dalam situasi apapun. Ia cenderung akan mengekspresikan kekesalannya dan menarik perhatian Anda sebagai orangtunya. Melihat kondisi ini tentunya Anda sebagai orangtua harus mengabaikan prilaku si kecil yang sedang mencari perhatian Anda. Alangkah baiknya jika Anda mengalihkan perhatian si kecil pada sesuatu yang lain. Jangan sampai emosi Anda terpancing oleh tangisan dan rengekan si kecil karena ia akan berpikir bahwa keinginannya pasti akan dikabulkan. Berilah pengertian pada si kecil bahwa Anda tidak akan memberi apa yang ia mau ketika menangis atau menjerit. Perlu Anda ingat untuk menghindari yang namanya mengomel atau memarahi si kecil yang justru akan membuat si kecil menjadi lebih rewel dan menangis. Jika si kecil melakukan sesuatu yang baik, jangan lupa untuk memberinya pujian dan juga motivasi.

Perkembangan Sosial Bayi Usia 15 Bulan

Pada tahap perkembangan sosial ini tentunya menjadi salah satu tahap yang merupakan reaksi anak berinteraksi dengan orang lain dan juga kemampuannya dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti berpakaian dan juga makan. Pada tahap ini, si kecil sudah mengerti dalam menggunakan gelas untuk minum dan juga sendok untuk makan. Perkembangan lainnya juga ia tunjukkan ketika berinteraksi dengan anak yang lainnya.

Si kecil akan mungkin mendorong dan juga menyerang temannya jika ia merasa diganggu atau bahkan ketika mainnanya di ambil. Karena perkembangan sosial si kecil belum sempurna, maka hal ini wajar jika si kecil berbuat semaunya. Bahkan tidak sedikit orangtua yang menganggap bahwa ini prilaku normal dan akan hilang dengan sendirinya. Namun perlu Anda tahu, jika prilaku si kecil sejak dini dibiarkan seperti itu, maka nantinya akan berpengaruh ketika ia tumbuh dewasa. Segeralah ambil tindakan Anda untuk mengalihkan perhatiannya pada hal yang lain agar ia tidak berlaku buruk terhadap temannya. Jika Anda membiarkan tentunya akan tertaman di otaknya bahwa apa yang ia lakukan akan Anda setujui.

Jenis Penyakit Rawan Pada Bayi Usia 15 Bulan

Ini tentunya menjadi sebuah keharusan bagi Anda dimana Anda harus benar-benar menjaga kesehatan si kecil dengan sangat baik. Bagaimanapun juga, bayi yang kurang dari 2 tahun memang sangat rentan terkena penyakit. Beberapa penyakit yang terbilang rawan dan juga rentan menyerang si kecil seperti batuk dan pilek, diare, muntah dan juga infeksi telinga. Penyakit tersebut tentunya dapat datang dengan sendirinya secara tiba-tiba. Beberapa tindakan tentunya bisa Anda lakukan seperti menjaga nutrisi dan makanan si kecil, asap rokok dan juag menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, bayi yang berusia 15 tahun harus diber vaksin MMR atau singkatan dari Measles(campak), mumps (radang kelenjar air liur) dan rubella (campak Jerman). Hal ini dikarenakan usia 15 bulan memang sangat rentan terkena penyakit dari virus-virus yang tidak diinginkan. Selain itu, Anda juga bisa memberi vaksin Hib (Haemophilus influenzae type b) dan PCV (Pneumococcal conjugate vaccine). Pneumococcal ini tentunya menjadi salah satu penyebab penyakit infeksi telinga dan sinus, radang paru-paru. Sedangkan Hib dapat menimbulkan beberapa penyakit lainnya seperti infeksi paru-paru, radang selaput otak (meningitis) dan juga radang tenggorokan.

Beberapa penyakit tentunya harus Anda periksakan ke dokter anak jika mendapati kondisi si kecil dengan:

– gejala pilek lebih dari 10 hari

– kejang-kejang

– adanya darah dan juga nanah yang keluar dari telinga

– serta suhu tubuh yang lebih dari 38oC.

Memberikan obat-obatan pada anak tentunya harus sesuai dengan resep dokter dan tidak boleh  sembarangan memberikannya obat.

Menjaga Kesehatan Bayi Usia 15 Bulan

Setelah kita mengetahui beberpa penyakit yang memang rawan menyerang si kecil. Tentunya, ini menjadi pendorong Anda untuk menjaga kesehatan si kecil. Untuk menjaga kesehatan si kecil tentunya dimulai dari memberinya nutrisi dan juga makanan yang seimbang. Pada tahap ini susu UHT menjadi salahs atu jenis susu yang paling direkomendasikan bagi si kecil. Hal ini dikarenakan bayi usia 15 bulan memang membutuhkan asupan kalori yang cukup sebagai bahan bakar tubuh bagi bayi yang sudah mulai aktif bergerak.

Akan tetapi, Anda juga harus membatasi untuk memberikan susu kepada si kecil. Anda juga bisa membiasakan si kecil untuk minum air putih untuk menghindari konstipasi. Berikanlah jenis minuman yang bervariasi bagi si kecil seperti jus buah segar setidaknya 2 gelas per hari. Hindari untuk memberikannya minuman dengan kadar gula yang tinggi dan juga minuman bersoda karena akan mengakibatkan gigi berlubang, nutrisi yang rendah dan juga menimbulkan rasa kenyang sehingga tidak heran jika ia tidak ingin makanan padat.

Anda juga harus menghindari jenis makanan yang dapat membuat bayi tersedak. Anda tentunya juga harus mempertimbangkan jenis makanan menurut ukuran, konsistensi dan juga teksturnya. Jangan sampai Anda memberikan makanan yang keras atau lengket yang justru dapat membuar bayi Anda tersedak. Bagaimanapun juga, makanan padat harus diberi minuman terlebih dahulu. Pastikan untuk memberinya air putih yang cukup, susu formula dan juga ASI.

Demikianlah beberapa faktor yang menjadi indikasi terhadap perkembangan bayi usia 15 bulan yang wajib Anda ketahui. Hal ini tentunya membuat Anda menjadi lebih sensitif dan juga mengerti akan perkembangan si kecil setiap bulannya. Semoga bermanfaat!

Loading...