Berat Badan Bayi Kurang – Salah satu masalah ini memang kerap terjadi pada bayi dimana bayi memiliki kekurangan berat badan. Mungkin kondisi ini pada awalnya tidak menimbulkan gejala dan juga dampak apapun bagi bayi. Namun jika kondisi ini tetap dibiarkan tentunya tidak menutup kemungkinan akan terjadinya beberapa dampak buruk bagi bayi. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk lebih mengetahui akan penyebab, gejala dan juga dampak buruk berat badan bayi kurang seperti yang akan kami sajikan berikut ini!

Memiliki seorang anak tentunya menjadi momen yang paling membahagiakan bagi setiap orangtua. Bagaimanapun juga, kehadiran seorang anak tentunya tidak dapat dibandingkan dengan segala apapun di dunia ini akan kebahagiaan yang kita rasakan. Dapat disebut bahwa anak memang menjadi anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita. Melalui rahim seorang wanita tentunya di dalam anak mengalir darah dan juga gen yang diwariskan dari kedua orangtuanya.

Untuk itu, tidak heran jika anak memiliki hal serupa baik dari sikap, sifat dan juga kebiasaan yang sama dengan orangtuanya. Hal ini tentunya menjadi tugas bagi kita untuk senantiasa melakukan hal-hal yang baik. Mengingat bahwa anak memang menjadi titipan dan juga anugerah yang harus dijaga, makanya kita sebagai orang tua wajib memberikan hal terbaik bagi tumbuh kembang anak. Tidak terkecuali akan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang sangat dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Maka dari itu, kita harus benar-benar memperhatikan akan asupan gizi dan juga nutrisi yang terbaik bagi tubuh si kecil. Banyak anak yang justru memiliki berat badan kurang yang tidak sesuai dengan usia anak tersebut. Kondisi berat badan bayi kurang tentunya tidak lepas dari beberapa faktor penyebab dan juga dampak buruk yang akan terjadi pada anak kita. Baca juga: 10 Hal Yang Harus Dilakukan Ketika Melakukan Perjalanan Dengan Bayi

Berat Badan Bayi Kurang dan Susah Naik

berat-badan-bayi-kurang

Tidak dapat dipungkiri bahwa berat badan bayi merupakan salah satu parameter dalam mengukur adanya pertumbuhan pada bayi. Makanya tidak heran jika bayi yang memiliki berat badan yang besar dan terus naik menjadi indikasi bahwa bayi tersebut sehat. Namun sebaliknya, jika berat badan bayi kurang dan juga cenderung susah naik, maka kondisi ini tentunya harus kita waspadai. Mengukur dan juga menilai pertumbuhan bayi memang tidaklah sulit. Anda dapat menilainya dengan berat badan dan juga tinggi pada bayi.

Tubuh bayi yang sudah naik memang selalu dihubungkan dengan bayi yang cacingan dan juga kurang gizi. Akan tetapi, tidak semua bayi yang memiliki berat badan yang kurang mengalami cacingan dan juga sebagainya. Berat badan bayi tentunya harus disesuaikan dengan tinggi badan pada bayi. Jika berat badan pada bayi tidak diiringi oleh tinggi yang terus bertambah, tentunya kondisi ini juga harus Anda waspadai dengan sangat hati-hati. Jangan sampai berat badan pada bayi bertambah sedangkan tinggi tidak bertambah. Kondisi ini tentunya dapat menimbulkan gejala bayi mengalami obesitas.

Seperti yang kita tahu bahwa bayi yang mengalami pertumbuhan berarti sel-sel di dalam tubuh juga ikut membesar dan juga berkembang dengan cukup cepat. Namun, sebaliknya jika bayi tidak mengalami pertumbuhan, tentunya tidak akan ada yang namanya perkembangan sel-sel di dalam tubuh. Untuk itu, berat badan bayi tentunya harus sesuai juga dengan perkembangan tinggi badan pada bayi. Ada juga bayi yang bertambah tinggi dan tidak terlalu terlihat jika bayi tersebut mengalami penambahan berat badan. Maka dari itu, bayi yang mengalami kekurangan berat badan tidak selamanya dikatakan sebagai bayi yang mengalami cacingan dan lambat akan pertumbuhan. Bisa jadi juga bayi tersebut memang tidak mengalami penambahan pada bdan yang besar, namun terlihat pada tinggi badannya saja. Lihat juga: Perkembangan Bayi 14 Bulan Yang Wajib Anda Ketahui

Berat badan bayi kurang tentunya memang disebabkan oleh beberapa faktor baik nutrisi maupun non nutrisi. Bagaimanapun juga, kedua faktor tersebut memang sangat mempengaruhi akan pertumbuhan dan juga perkembangan pada bayi. Beberapa faktor dan penyebab berat badan bayi kurang tersebut akan kami jelaskan pada poin di bawah ini!

Penyebab Berat Badan Bayi Kurang

Mengenai bayi yang mengalami berat badan yang kurang tentunya memang mengharuskan para orangtua untuk lebih memperhatikan akan apa yang dibutuhkan oleh bayi. Tentunya, ini menjadi salah satu faktor untuk mengindikasi bahwa adanya beberapa masalah pada gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Beberapa faktor di bawah ini tentunya ikut menjadi penyebab berat badan bdayi kurang, diantaranya:

Faktor Nutrisi

Faktor pertama yang dapat menjadi penyebab berat badan bayi kurang ialah berhubungan dengan faktor nutrisi. Faktor ini tentunya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan juga perkembangan pada bayi. Gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi tentunya harus mengandung vitamin dan juga zat-zat untuk mendukung tumbuh kembang anak. Beberapa nutrisi yang direkomendasikan untuk membantu tumbuh kembang bayi diantaranya karbohidrat, protein, lemak, mineral dan juga kalsium. Bagaimanapun juga, gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi akan membuat bayi menjadi lebih bisa tumbuh dan juga berkembang dengan sangat cepat. Dalam hal ini tentunya, para orangtua dapat memahami dengan jelas apa yang menjadi kesukaan dan juga kegemaran bayi. Hal ini tentunya bertujuan untuk memudahkan Anda untuk memberikan makanan pada bayi. Oleh karena itu, sudah menjadi sebuah keharusan bagi Anda untuk memikirkan dan juga memperhatikan akan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh bayi Anda.

Faktor Non-Nutrisi

Faktor kedua yang menjadi penyebab berat badan bayi kurang ialah faktor nutrisi. Berat badan kurang yang disebabkan oleh faktor non nutrisi dapat berupa alergi, penyerapan gizi, juga nutrisi yang kurang baik serta adanya gangguan pada sistem pencernaan si kecil. Untuk itu, Anda memang seharusnya mencari cara dan juga alternatif yang bisa Anda lakukan untuk membuat si kecil terhindar dari diare agar bayi tidak mudah sakit. Jika bayi mengalami diare baik dari makanan ataupun susu formula, sebaiknya Anda mulai berpikir untuk mengganti asupan susu formula.

Endogenous

Penyebab selanjutnya tentunya berhubungan dengan tradisi yang disebut dengan bayi yang gagal mengalami pertumbuhan. Ini disebabkan oleh gangguan pada anak akan masalah fisik dan juga mental. Tentunya, ini menjadi cakupan dalam berbagai hal yang menjadi salah satu kesalahan dalam sebuah proses metabolisme bawaan. Gangguan pencernaan biasanya terjadi dikarenakan tubuh kurang dapat menyerap gizi dan juga nutrisi dengan sangat baik oleh tubuh. Untuk itu, gangguan ini menyebabkan bayi mengalami pertumbuhan yang cukup terganggu dan juga berat badan bayi menjadi kurang.

Exogenous

Ini tentunya dapat disebabkan oleh adanya penyebab yang dilakukan oleh pengasuh ataupun orang tuanya sendiri. Dalam hal pengasuhan dan juga ketidakmampuan ibu dalam memberikan ASI dikarenakan terganggunya produksi ASI yang tidak cukup untuk buah hati.

Campuran

Faktor ini tentunya dapat disebut sebagai penyebab campuran dimana seorang anak yang tidak mendapatkan gizi dan juga nutrisi yang tidak cukup akan bertindak sesuai dengan keinginan anak. Hal ini sering terjadi dimana anak menolak makanan dan juga minuman karena adanya gangguan pada pencernaan. Melihat kondisi ini tentunya ini membuat orang tua merasa malas untuk memberi makan dan juga minum. Sehingga kondisi ini menyebabkan orang tua memberikan makan dan juga minum bayi sesuai dengan keinginan di kecil. Tidak jarang pengasuh dan juga orang tua memberikan makan sesuai dengan frekuensi dan juga volume yang cukup dan sesuai dengan keinginan si kecil tanpa adanya usaha untuk memberikan makan yang lebih banyak lagi.

Fakta Mengenai Berat Badan Pada Bayi

Pertumbuhan dan juga perkembangan  pada bayi tentunya dapat ditentukan oleh berat badan dan juga tinggi badan pada bayi. Hal ini tentunya bisa menjadi acuan bagi Anda para orang tua agar bisa melihat pertumbuhan bayi dengan sangat jelas. Untuk itu, pastinya Anda membutuhkan suatu acuan dalam mengetahui berat badan bayi kurang dan juga normal.

Acuan badan bayi kurus

Acuan pertama yang mengindikasi bahwa berat badan bayi Anda kurus ialah kurang dari 2.5 kg saat dilahirkan. Pada bayi yang normal tentunya berat badan bayi tentunya harus mencapai 2.5 kg dan bahkan lebih. Jika bayi terlalu kecil saat dilahirkan meski telah mencapai usia kehamilan yang pas, dikhawatirkan bayi akan mengalami tumbuh kembang yang tidak sempurna dan terhambat. Sebaliknya pula, jika bayi terlalu besar ditakutkan juga bayi mengalami kesulitan untuk dilahirkan secara normal dan hanya bisa dilakukan secara caesar.

Pada umumnya, berat badan bayi bisa dilihat pada saat triwulan dengan kenaikan sekitar 150-250 gram/minggunya, triwulan II kenaikan berat badannya dapat bertambah hingga 500-600 gram/ bulan sedangkan pada triwulan III akan naik sebesar 350-400 gram/bulan dan triwulan IV akan bertambah menjadi sekitar 250-350 gram/ bulan. Untuk mellihat apakan bayi mengalami penambahan berat badan. Hal ini tentunya dapat dilihat pada saat bayi mencapai usia 6 bulan- 1 tahun. Rentang waktu ini seharusnya menjadi masa dimana bayi mengalami kenaikan berat badan hingga 3 kali lipat. Jika berat badan bayi rendah pada saat dilahirkan, tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami kekurangan berat badan dalam pertumbuhan dan juga perkembangan pada bayi.

Berat badan bayi mandek

Selain pada saat lahir bayi mengalami berat badan rendah, berat badan bayi kurang tentunya dapat pula terjadi meskipun bayi lahir dengan berat yang normal. Kondisi ini biasanya disebut sebagai berat badan bayi yang mandek dan juga berada pada garis yang sama setiap bulannya tanpa bertambah kembali. Sedangkan dalam fase tertentu tentunya ada sebuah kecenderungan berat badan bayi yang lambat sekitar 1-6 bulan. Kondisi ini banyak yang terjadi hampir pada seluruh bayi.

Hal ini tentunya disebabkan oleh bayi yang sudah aktif bergerak dan juga perkembangannya cenderung lambat. Jika berat badan bayi tidak normal pada usia 6 bulan tentunya Anda harus benar-benar mewaspadainya dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan akan berdampak buruk bagi kesehatan dan juga perkembangan si kecil. Mungkin saja ada masalah pada tubuh si kecil seperti terserang diare dan juga TBC. Bagaimanapun juga, penyakit tersebut menjadi penyakit yang benar-benar harus diwaspadai. Inilah menjadi satu indikator bahwa berat badan bayi mengalami gangguan yang membuatnya tidak bisa tumbuh dengan baik.

Berat badan bayi normal

Berat badan bayi yang dikatakan normal tentunya memiliki pertumbuhan yang cukup pesat. Berikut ini beberapa uraian mengenai berat badan yang dikatakan normal yaitu sebagai berikut:

– Pada umur 1 – 3 bulan, berat badan sudah bertambah sebesar 700 gram per empat minggunya sedangkan 170-200 gram meningkat per minggunya.

– Pada umur 3 – 6 bulan berat badan pada bayi yang normal berkisar 125 gram per minggunya.

– Pada umur 6- 12 bulan bayi mulai memiliki penambahan berat badan sekitar 350 gram setiap 4 minggunya.

Menjaga berat badan bayi agar tetap stabil tentunya menjadi sebuah keharusan bagi Anda. Bagaimanapun juga, berat badan bayi kurang dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang tentunya bisa terjadi pada buah hati Anda juga. Itulah beberapa penyebab dan juga fakta yang harus Anda ketahui mengenai berat badan bayi kurang. Semoga bermanfaat!

Perkembangan Bayi 14 Bulan – Melihat perkembangan bayi tentunya moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orangtua. Pasalnya, perkembangan anak yang cepat merupakan hal yang menggembirakan bagi Anda sebagai orangtua. Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang seharusnya dimiliki oleh si kecil berikut ini.

Tentunya, perkembangan si kecil sangatlah penting bagi Anda. Bagaimana tidak, seiring bertambahnya usia si kecil, maka perkembangannya pun menjadi sangat cepat. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengenali beberapa perkembangan si kecil sesuai dengan usianya.

Terkadang terdapat beberapa anak yang tidak berkembang sesuai dengan usianya bahkan cenderung lambat. Tentunya, Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi bukan? Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk mencermati dan juga mengamati perkembangan bayi 14 bulan secara keseluruhan dan umum dimiliki. Kami sajikan beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang wajib Anda ketahui baik secara fisik maupun secara non fisik.

Perkembangan Bayi 14 Bulan

perkembangan bayi 14 bulan

Perkembangan si kecil pada usia 14 bulan tentunya akan menjadi moment yang sangat membahagiakan bagi Anda. Hal ini dikarenakan bayi usia 14 bulan sudah dapat merespon apa yang kita inginkan. Saat memasuki usia 14 bulan, bayi akan berkembang sesuai dengan tahapannya. Baca juga: 12 Rekomendasi Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan | Bentuk & Tips

Umumnya, pada usia 14 bulan, perkembangan bayi menjadi lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan bayi sebelum usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan juga dapat ditandai dengan berkurangnya nafsu makan. Hal ini memang cukup wajar karena perkembangan bayi usia 14 bulan sudah cukup matang.

Perkembangan seorang bayi tentunya menyangkut secara keseluruhan baik secara fisik maupun secara non-fisik. Perkembangan si kecil harus kita amati dengan baik agar kita dapat mengetahui apa saja perkembangan yang cepat dan juga perkembangan yang terbilang lambat bagi mereka. Tentunya, perkembangan bayi 14 bulan sudah dapat merespon perkataan kita dan juga perintah kita meskipun tidak sempurna.

Tumbuh Kembang Bayi 14 Bulan

Pertumbuhan bayi usia 14 bulan akan semakin berkurang dan juga melambat seiring dengan bertumbuhnya usia. Tidak heran jika kita mengalami kesulitan ketika memberi makan si kecil. Hal ini dikarenakan nafsu makan bayi usia 14 bulan sangatlah berkurang. Akan tetapi, Anda jangan khawatir, karena ini merupakan tanda bahwa si kecil sudah mulai berkembang.

Tidak sedikit anak berusia 14 tahun mempunyai berat badan yang menurun dari sebelumnya. Akan tetapi, Anda akan melihat badan si kecil akan lebih tinggi, tangan dan kaki yang cukup panjang. Badan si kecil pastinya akan terlihat lebih kecil dari bulan sebelumnya. Untuk itu, usia 14 tahun ditandai dengan meningginya badan dan perut yang membuncit.

Perkembangan bayi 14 bulan ini sangat berpusat pada otak sehingga ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm sejak si kecil memasuki usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan sudah memiliki kemampuan yang cukup baik secara fisik maupun non fisik. Berikut ini kami akan membagi beberapa tahapan perkembangan bayi 14 bulan secara lebih detail dan mendalam pada poin di bawah ini:

 Perkembangan Fisik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, perkembangan fisik bayi  usia 14 bulan sudah mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan. Terlihat dari bertambahnya tinggi badan dan juga panjangnya kaki dan juga tangan pada si kecil. Terlebih, Anda akan melihat perut si kecil yang mulai membuncit ke bagian depan. Tanda ini akan terlihat ketika Anda memakaikannya baju atau kaos dalam.

Perkembangan fisik si kecil memang tidak terlihat dengan jelas ketika kita mengamatinya langsung. Namun, Anda akan terkejut ketika memakaikannya baju dan juga celana pada si kecil. Akan tampak baju mulai mengecil dan celana mulai menggantung. Tanda inilah yang dapat Anda temukan pada perkembangan bayi usia 14 bulan.

Perkembangan otak juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm ketika si kecil memasuki usia 12 bulan. Secara fisik, ia akan lebih aktif dan juga susah untuk diam. Tidak heran jika usia 14, bayi sudah mulai kesana kemari meskipun Anda melarangnya.

Perkembangan Motorik

Perkembangan bayi 14 bulan ini akan terlihat dari perkembangan motorik yang ia miliki. Perkembangan motorik di sini tentunya menyangkut segala kegiatan dan juga aktifitas yang kerap ia lakukan setiap harinya. Si kecil akan membuat Anda terkejut ketika melihat perkembangan yang begitu sangat cepat.

Bayi usia 14 bulan mulai memperlihatkan kemampuan motoriknya dengan aktifitas yang ia lakukan setiap harinya. Mulai dari bangun sampai mereka tidur lagi. pada usia ini ia sudah mulai ingin melakukan apapun dengan tangannya sendiri tanpa bantuan kita. Tentunya, jika si kecil menginginkan hal itu, Anda harus menuruti keinginannya tersebut. Biarkan si kecil mengeksplorasi aktifitasnya sendiri dan belajar untuk mandiri.

Pada usia 14 bulan, si kecil sudah mulai berlari ke sana kemari, menyisir rambut, menaiki sofa dengan cepat, meloncat-loncat di tempat tidur atau di sofa, memanjat, menaiki tangga, menuruninya lalu menaikinya kembali begitupun seterusnya.

Pada usia 14 bulan, tidak heran jika si kecil sudah ingin makan sendiri tanpa ingin dibantu dengan kita. Mereka akan tertarik dengan memasukkan makanan pada mulutnya sendiri daripada disuapi oleh kita. Terlebih jika itu adalah makanan kesukaannya sendiri atau perlengkapan makan favoritnya. Agar perkembangan si kecil menjadi lebih pesat, sebaiknya Anda biarkan si kecil untuk makan sendiri dan juga beraktifitas dengan keinginan sendiri. Namun, kita juga harus tetap mengamatinya dengan baik dan juga waspada. Jauhkan segala benda berbahaya yang memiliki peluang untuk menyakiti tubuh si kecil.

Perkembangan Kognitif

Seperti yang kita tahu bahwa perkembangan kognitif pada anak merupakan perkembangan dimana si kecil sudah mulai berpikir untuk melakukan, menghubungkan dan juga menilai sesuatu dengan pertimbangan. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan perkembangan otak si kecil.

Pada bayi usia 14 bulan, perkembangan kognitif ini termasuk ke dalam periode sensorimotor. Ini merupakan periode pertama dari empat periode. Periode sensorimotor ini merupakan sebuah dorongan dari dalam otak untuk mengeksplorasi dunianya secara refleks. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan kreatifitas dan juga keingintahuan si kecil mengenai cara ataupun sesuatu yang berada di lingkungannya.

Perkembangan kognitif pada si kecil ditandai dengan bentuk otak yang mulai membesar sekitar 2 cm. Pada tahap ini bayi sudah muali berkembang untuk merespon perintah dari orang-orang sekitarnya dengan cukup baik. Selain itu, ia juga sudah mulai dapat diajak bicara dan menjawab pertanyaan kita meskipun dengan bahasa yang masih belum sempurna.

Keingintahuan dalam dirinya sangatlah tinggi. Si kecil tidak akan segan-segan memegang atau menghampiri sesuatu terutama yang membuatnya tertarik. Untuk itu, perkembangan bayi usia 14 bulan sudah mulai pesat mengenal keadaan dan kondisi di sekitarnya.

Perkembangan Bahasa

Seperti yang sudah kita sebutkan diatas mengenai perkembangan kognitif dimana ia sudah dapat merespon pertanyaan dan perintah dengan baik. Untuk itu, perkembangan bahasa pada bayi 14 bulan juga sudah mulai terbentuk dengan sempurna. Tidak heran jika pada usia ini, si kecil sudah mulai mengoceh apapun berupa kata-kata yang singkat.

Si kecil juga sudah mulai melakukan perintah kepada orangtuanya menggunakan bahasa yang ia katakan. Ia juga sudah mulai bertanya kepada orangtuanya mengenai sesuatu yang ia lihat sehingga membuat ia ingin tahu segalanya. perkembangan bayi usia 14 bulan sudah dapat merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat meskipun berkata dengan terbata-bata dan tidak sempurna. Ia sudah ingin berinisatif untuk mengutarakan apa yang ia inginkan dan juga apa yang ia tidak inginkan.

Si kecil seolah-olah sudah mulai berkata dan bisa bercakap-cakap dengan orang-orang disekitarnya. Mengenai hal ini, tentunya Anda harus merespon apa yang dikatakan oleh si kecil. Anda jangan bosan-bosan untuk menjawab dan juga merespon perkataan si kecil.

Perkembangan Emosional

Perkembangan emosional pada bayi usia 14 bulan sudah dapat dilatih kemandirian dan juga perasaannya. Perkembangan emosional disini, bayi usia 14 bulan sudah mulai menunjukkan rasa percaya dirinya ketika bermain dengan anak seusianya. Tentunya, Anda sering menemui si kecil yang sedang bermain dengan mainan ketika dihampiri oleh kita ia menolaknya.

Begitupula ketika bermain dengan teman sebayanya, ia terkadang ingin barang milik orang lain, akan tetapi mainan yang ia punya tidak boleh dipinjam oleh orang lain. Terkadang ia juga berbagi mainan dengan orang lain tanpa keberatan. Inilah perkembangan emosional bayi usia 14 bulan dimana emosinya masih tidak stabil.

Untuk itu, Anda harus dapat mengatur dan juga menstabilkan emosinya dengan baik. Ajarkan kepada si kecil untuk berbagi mainan dan juga bersikap baik pada orang lain.

Perkembangan Sosial

Sosial di sini berarti bayi usia 14 bulan sudah dapat berinteraksi dengan teman seusianya dengan baik. Si kecil sudah bersikap mandiri dan juga individual ketiak bergabung dan bermain dengan bayi seusianya. Ia tidak segan-segan untuk menghampiri ketika ia melihat temannya sedang bermain.

Si kecil juga sudah mulai mendapatkan kemandiriannya sendiri ketika bermain dengan teman-temannya. Ia sudah mulai ingin pergi ke kamar mandi sendiri untuk buang air. Untuk itu, mengajarkan kemandirian pada anak akan hal ini tentu menjadi sebuah kewajiban bagi Anda.

Namun, sering kita temui seorang bayi usia 14 bulan yang malu ketika bergabung dan bermain dengan bayi lainnya. Jika Anda mendapati hal tersebut tentunya ini menjadi PR besar bagi Anda untuk mengajarkannya menjadi pribadi yang mandiri dan juga percaya diri.

Pemberian Nutrisi

Nutrisi yang diperlukan untuk bayi usia 14 bulan memang terbilang cukup tinggi. Pemberian gizi dan juga nutrisi yang diperlukan tubuh pada bayi usia 14 bulan harus mencapai skala yang memang si kecil butuhkan. Tentunya, Anda harus mengetahui bahwa usia 14 bulan mulai kehilangan nafsu makan sehingga Anda harus memilih dan mencari menu makanan yang sekiranya diinginkan oleh si kecil.

Untuk itu, ada beberapa menu makanan yang dapat Anda pilih untuk bayi usia 14 bulan yang tentu akan ia sukai, diantaranya:

1. Mulailah memasukkan makanan berjenis sayuran dan buah-buahan untuk si kecil. Jangan sungkan-sungkan untuk memberinya varian sayuran dan juga buah meskipun yang belum pernah ia makan. Hal ini tentunya akan memberikan kesempatan bagi si kecil untuk dapat mencicipi berbagai jenis sayuran dan juga buah-buahan.

Sayuran dan buah sangatlah bagus untuk si kecil karena dapat bermanfaat untuk menjaga imun tubuh tetap kuat. Akan tetapi, hindari untuk memberikan jenis buah-buahan seperti nanas, nangka dan durian pada bayi usia 14 bulan ini karena mengandung alkohol yang dapat menyebabkan perut si kecil menjadi tidak nyaman.

2. Berikan sumber makanan lain pada bayi usia 14 bulan sangatlah dianjurkan bagi Anda. Memberikan ia biskuit bayi, jagung, kentang dan juga cemilan aman lainnya akan mendapatkan asupan karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Anda juga dapat menghidangkan sumber protein nabati dan juga hewani seperti nasi beras, roti, telur, daging ayam dan juga sumber protein lainnya.

3.Siapkan cemilan yang si kecil sukai karena makanan pokok saja tidak cukup. Lengkapilan main si kecil dengan memberikan biskuit,  snack cracker jagung atau gandum. Pastinya, jika si kecil susah makan, Anda dapat memberinya cemilan yang baik bagi tubuh si kecil.

Dalam memberikan makanan bernutrisi pada si kecil, tentunya Anda harus membiasakan diri untuk memberikan makanan pokok pada si kecil pada waktu yang sama setiap harinya agar pola makan si kecil menjadi teratur. Alangkah baiknya untuk mengenalkan makanan bernutrisi dan bergizi pada bayi sejak 2 tahun pertama. Hal ini akan membuat bayi terbiasa untuk menerima asupan makanan nantinya.

Pemberian Vaksinasi

Vaksinasi yang diberikan pada bayi usia 14 bulan memang sangat diwajibkan. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi si kecil dalam menjaga ketahanan dan imun tubuh. Jika si kecil tidak mendapatkan imunisasi, maka ia akan tumbuh dengan lambat juga akan sering mengalami sakit-sakitan.

Imunisasi yang umum diberikan pada bayi usia 14 bulan ialah imunisasi PCV dan imunisasi influenza. Perkembangan bayi 14 bulan memang cukup pesat terlebih ketika ia sudah mengenal lingkungan luar. Penting bagi Anda untuk memberikan imunisasi pada si kecil.

Imunisasi PVC boleh diberikan pada bayi dengan rentang usia 12-15 bulan setelah ia mendapati imunisasi dasar seperti BCG, polio, DPT, Hepatitis B dan juga campak.

Tips Agar Perkembangan Bayi 14 Bulan Lebih Cepat

perkembangan bayi 14 bulan

Pastinya, Anda menginginkan si kecil tumbuh sehat dan juga berkembang dengan cepat. Tentu saja, ini memerlukan peran yang cukup untuk mendukung perkembangan si kecil. Kita tidak hanya menunggu perkembangan si kecil, akan tetapi kita diharuskan untuk melakukan cara agar si kecil dapat berkembang dengan cepat. Berikut kami sajikan beberapa tips agar bayi usia 14 bulan dapat berkembang dengan cepat.

1. Respon setiap ocehannya

Jangan karena si kecil terus mengoceh, lantas Anda bosan meresponnya. Jika Anda ingin melihat perkembangan si kecil, tentunya Anda harus terus merespon si kecil sehingga kemampuan berbahasa dan juga komunikasi si kecil menjadi lebih pesat.

2. Ajak bermain

Jika Anda ingin menumbuhkan jiwa sosial dan juga interaksi pada si kecil. Anda dapat mengajak Anda bermain sehingga si kecil tampak lebih aktif. Anda dapat memberikan gambar-gambar dan juga flash card berupa kata-kata dan huruf yang dapat ia atur.

3. Latih anak bicara

Ajak anak untuk berkomunikasi agar anak dapat lebih cepat tanggap sehingga si kecil akan dapat merangsang kemampuan komunikasi si kecil.

4. Berikan stimulasi pada bayi

Memberikan stimulasi pada bayi memang sangat dianjurkan. Pasalnya, rangsangan berupa visual dan verbal dapat membuat otak si kecil cukup berkembang.

Perkembangan bayi 14 bulan memang sangat menentukan kemampuan dan juga keterampilan nantinya. Itulah beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang harus Anda ketahui agar dapat melihat perkembangan bayi Anda dengan baik sehingga Anda dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi si kecil. Semoga bermanfaat!

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan – Perkembangan yang sangat menakjubkan ketika melihat si kecil tumbuh dengan baik sesuai usianya. Pada usia ini perkembangan yang mulai mencolok bahwa bayi usia 13 bulan sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Kenali yuk perkembangan bayi usia 13 bulan berikut ini!

Hari-hari berjalan begitu cepat, padahal tiupan lilin ulang tahun si kecil baru saja dipadamkan sebulan yang lalu saat usia bayi memasuki 12 bulan atau 1 tahun. Bulan inilah bayi mulai memasuki tahun kedua dalam hidupnya. Inilah saatnya Anda melihat perkembangan bayi Anda dengan hal-hal yang lebih menakjubkan dibanding usianya pada bulan sebelumnya.

Tentunya, memiliki seorang bayi yang sehat dan tumbuh dengan baik sesuai dengan usianya merupakan dambaan setiap orang tua. Mungkin waktu terasa cepat berlalu sejak Anda melahirkan sampai pada usia si kecil memasuki 13 bulan. Melihat perkembangan si kecil dengan baik merupakan hadiah paling terindah dalam hidup. Pasalnya, perkembangan bayi usia 13 merupakan awal dari si kecil memasuki usia 2 tahun.

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan

perkembangan bayi usia 13 bulan

Usia 13 tahun dapat dikatakan sebagai awal si kecil memasuki 2 tahun. Pada usia inilah si kecil mulai berkembang sesuai dengan usianya. Keinginan berkomunikasi dengan orang-orang sekitar menjadi bukti bahwa bayi 13 bulan berkembang dengan baik.

Apakah Anda saat ini tengah memiliki seorang bayi usia 13 bulan? Perkembangan apa saja yang diberikan oleh bayi Anda? Atau Apakah bayi Anda sudah dapat melakukan hal-hal diluar dugaan Anda?

Tentu, pertanyaan tersebut seringkali Anda dapatkan ketika bergaul dalam lingkungan masyarakat. Ini menjadi PR besar bagi Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat sesuai dengan perkembangan anak Anda. Namun, terdapat sebagian orangtua yang tidak mengetahui dan tidak melihat perkembangan bayi usia 13 bulan dengan baik. Mereka seaakan tidak memperhatikan perkembangan bayinya, padahal mereka menunjukan prilaku yang menunjukan bahwa mereka benar-benar berkembang sesuai dengan usianya.

Nah, jika Anda ingin mengetahui perkembangan apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh bayi usia 13 bulan ini, berikut kami sajikan beberapa ciri dan aspek perkembangan bayi usia 13 bulan yang mungkin saat ini ditunjukkan oleh anak Anda. Baca juga:  Menu Makanan Bayi 13 Bulan

Perkembangan Fisik dan Prilaku Bayi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, tentu  bayi mengalami perubahan fisik. Mulai dari lebih tinggi dan lebih besar jika dibandingkan dengan usia sebelumnya. Perkembangan fisik ini tidak hanya berbicara soal perubahan fisik pada tubuh bayi, namun juga tingkah laku dan prilaku pada bayi dimana dia sudah mulai melakukan hal-hal yang ia inginkan. Berikut kami sajikan prilaku bayi usia 13 bulan secara spesifik:

1.Mulai Berjalan

Perkembangan bayi usia 13 bulan memang kerap ditandai dengan kemampuan seorang bayi yang sudah bisa berjalan. Meskipun ia mengalami jatuh berkali-kali, namun ia tetap ingin berjalan kesana kemari tanpa mengetahui keadaan. Misalnya, ia tetap berjalan  meskipun bidang tersebut tinggi atau rendah. Pasalnya, bayi usia 13 bulan belum dapat menaksir jarak dan tempat dengan tepat. Ia hanya ingin melakukan hal-hal yang memang ia inginkan tanpa takut apapun. Itulah sebabnya bayi usia 13 bulan dapat mengalami jatuh berkali-kali dan tampak limbung ketika ia sedang berjalan. Namun, bayi usia 13 bulan diberi tulang yang cukup fleksibel, meskipun tampak sedikit melengkung.

Ketika Anda mendapati bayi Anda berjalan dan jatuh, lalu berjalan dan jatuh lagi. Anda tidak usah merasa risau karena ini merupakan fase dimana anak Anda mengembangkan proses berjalannya dengan baik. Lebih baik lagi, seringlah mengajak anak Anda untuk berjalan diatas tanah, pasir dan rumput agar dapat memahami lingkungan diuar sana sehingga anak Anda dapat tumbuh baik dengan alam. Namun, Anda harus memperhatikan juga keadaan pijakan anak Anda dari benda-benda tajam dan hewan yang dapat melukainya.

Pada usia ini, anak Anda akan mulai mendorong barang-barang disekitarnya yang dapat ia gunakan seperti kursi, ember, tempat sampah dan benda-benda lainnya. Keinginan anak usia 13 tahun tidak dapat dicegah, karena ia ingin melakukan penjelajahan suatu tempat dengan sangat antusias. Anda dapat melihat seakan-akan energi dan tenaga pada tubuhnya dia pernah habis dan ia tidak merasakan kelelahan sedikitpun.

2. Mulai Mengacak-acak Benda Di Sekitar

Mungkin perkembangan ini menjengkelkan Anda ketika bayi sudah dapat mengacak-acak benda disekitarnya terutama rumah. Si kecil akan selalu mengacak-ngacak benda-benda yang Anda miliki, tidak terkecuali peralatan kosmetik Anda. Mungkin anda pernah mengalami atau sering mangalami ketika Anda sedang berdandan, si kecil ikut andil untuk merusak peralatan Anda dengan menjatuhkannya dan mengacaknya.

Tentu, moment ini merupakan moment dimana Anda akan merasa jengkel kepada bayi Anda. Mereka mulai mengacak-ngacak benda-benda di dapur, ruang keluarga bahkan mencabut tanaman dihalaman depan. Pada usia ini, sulit sekali bagi Anda membuat sebuah rumah tampak bersih dan rapi karena fase ini masa dimana keingintahuan (curiosity) anak Anda meningkat. Ia tidak bosan-bosannya membuka dan menutup lemari untuk mengelurkan isi didalamnya. Bahkan ia akan melemparkannya kesegala arah yang ia mau.

Namun, hal ini tentu wajar bagi anak Anda yang berusia 13 bulan. Diharapkan Anda jangan merasa jengkel apalagi memarahi anak Anda yang justru perkembangan ini menjadi fase berkembangnya otak si kecil. Ketika Anda mendapati hal ini, lebih baik Anda mengarahkan si kecil untuk membereskan kembali apa yang sudah diacak-acaknya dengan diberikan contoh terlebih dahulu. Memang tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, namun dengan cara ini daapt menumbuhkan pengertian dan kebiasaan nantinya pada mereka untuk membereskan mainan dan benda  apapun kembali.

3. Mulai Mencoret-Coret Apapun

perkembangan bayi usia 13 bulan

Perkembangan pada bayi usia 13 bulan dapat dikatakan sebagai fase yang mengagumkan. Pada fase ini, seorang bayi usia 13 bulan sudah dapat memegang krayon meskipun tidak benar dan tepat. Dengan kemampuannya dalam memegang alat tulis, ia akan mulai bereksplorasi menggunakan alat tersebut. Tak heran jika Anda mendapati tembok yang penuh coretan yang tidak jelas dan sembrawut. pada masa ini, si kecil sudah mulai ingin mengaplikasikan khayalan yang ada dipikirannya dengan alat tulis tersebut. Meskipun pada kenyataannya, hasil coretan tersebut tidak jelas. Mereka hanya mencoret dengan sebuah garis yang tidak beraturan.

Ketika mendapati alat tersebut, ia tidak sungkan-sungkan untuk mencoret-coret benda atau kertas-kertas disekitarnya, meskipun itu buku yang sangat penting bagi Anda. Ia akan bereksplorasi keberbagai tempat untuk mencoret-coret benda tersebut. Ketika ia menghasilkan sebuah coretan pada sebuah benda, ini menjadi hal yang menakjubkan bagi merek sehingga mereka akan terus mengulangi kegiatan tersebut.  Untuk menghindari si kecil mencoret-coret benda yang Anda miliki, lebih baik persiapkan kertas khusus sebagai medianya terlebih dahulu dan jauhkan benda-benda yang penting bagi Anda.

4. Mulai Menyusun

Pada perkembangan ini bayi usia 13 bulan sudah dapat diajak bermain. Ia sudah mulai tertarik pada sesuatu yang menurutnya menarik. Si kecil akan berusaha untuk memegang benda-benda yang menarik baik berdasarkan bentuk dan warnanya. Ia akan menghampiri benda tersebut dan akan bermain dengannya.

Seperti balok-balok yang berwana-warna yang dapat disusun membentuk sesuatu seperti menara, rumah, dan bentuk lainnya. Mereka akan mulai menyusun satu persatu, dan akan merobohkannya dengan seketika. Kondisi inilah dimana seorang bayi mulai tertarik pada sesuatu dan ingin mengulanginya terus menerus. Jangan heran jika ia menyusun balok-balok tersebut dengan rapi lalu merobohkannya, sesaat kemudian ia  akan tertawa menyaksikannya. Hal ini tentunya menjadi bagian dari perkembangan bayi untuk mengasah panca inderanya.

Untuk itu Anda sebagai orangtua harus mendampinginya dan dapat juga memberikan sentuhan sambil menggelitiknya ketika balok tersebut roboh. Cara ini dilakukan agar si kecil dapat berinteraksi dengan baik dengan orangtuanya tanpa merasa bermain sendiri.

Perkembangan Kognitif

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, si kecil sudah masuk pada perkembangan sebab dan akibat. Pada fase inilah, ia sudah mulai mengerti pada sesuatu benda berdasarkan sebab dan akibatnya. Perkembangan pada bayi usia 13 bulan ini dapat disebut dengan perkembangan kognitif.

Pada usia 13 bulan, ia sudah dapat mengetahui jika suatu benda dijatuhkan atau dilemparkan. Ketika ia mengambil botol dotnya, kemudian ia jatuhkan kebawah, maka ia sudah bisa mengetahui jika dijatuhkan maka harus ia ambil. Tak heran jika Anda mendapati si kecil yang tengah duduk diatas stroller atau kursi yang tinggi, kemudian menjatuhkan botol dot miliknya. Tentu, ia sudah mulai berpikir bagaimana jika botolnya dijatuhkan, maka sulit baginya untuk membawanya kembali.

Mungkin Anda melihat ketika si keci berjalan kesuatu arah dan ingin memegang sesuatu yang Anda larang. Namun, Anda akan jengkel ketika si kecil terus berjalan kearah tersebut tanpa menghiraukan larangan Anda. Ia tetap ingin mencapai benda tersebut karena ingin mengetahui kenapa orangtua melarangnya mendekati benda tersebut. Tentunya, ia ingin mengetahui akibat apa yang akan timbul jika ia memegang atau mendekati benda tersebut. Pertanyaan itulah yang akan ada pada pikiran si kecil.

Terkadang si kecil membutuhkan perhatian Anda, ketika ia menunjukkan sikap yang sulit diatur atau rewel. Ketika Anda mendapati kondisi seperti ini, sebaiknya Anda bersikap sabar karena ini merupakan perkembangan kognitif karena rasa ingin tahunya tersebut.

Perkembangan Bahasa dan Komunikasi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Pada bayi usia 13 bulan, ia sudah mulai menunjukkan perkembangan dalam hal bahasa dan komunikasi. Pada umumnya, bayi usia 13 bulan menunjukkan bahasa isyarat ketika ia berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Pada fase ini sebenarnya ia sudah mulai mengenal nama-nama benda dan belajar benda baru yang ia temui setiap hari. Dengan bahasa isyarat yang ia ditunjukkan, diharapkan orang-orang disekitarny dapat mengerti dan memahami apa sebenarnya yang ia inginkan. Tentunya, berbicara adalah suatu aktifitas yang membutuhkan pergerakan otot-otot kecil untuk mengeluarkan suara.

Dengan proses seperti ini, si kecil akan berusaha mengucapkan satu atau dua kata yang akan berkembang seiring dengan usianya. Selain itu, ia juga mempelajari suatu objek dengan respon Anda. Pada umumnya, seorang bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan kemampuan berbicaranya meskipun hanya sepatah dan dua patah kata yang belum jelas seperti “mama”, “susu”, “papa” dan “nene”. Sebaiknya jika si kecil dapat mengatakan kata-kata tersebut dengan jelas, berikan pujian pada mereka.

Pada umumnya perkembangan bayi usia 13 bulan masih dengan bahasa isyarat ketika ia ingin orangtua melakukan sesuatu yang diinginkannya. Seperti ketika ingin minum susu atau air, ia pasti menyodorkan sebuah botol dot atau gelas. Ketika Anda mendapati kondisi semacam ini, pertegaslah dengan berbicara pada ia bahwa ia ingin susu.

Perkembangan Sosial dan Emosional

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, perkembangan sosial dan emosional bayi menjadi lebih memuncak. Seorang bayi usia 13 bulan, ia mulai merasa bahwa seisi dunia tidak memahaminya ketika ia menginginkan sesuatu, namun tidak dikabulkan oleh orang-orang sekitarnya termasuk Anda.

Bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda keras kepala yang menjadi sifat pemarah dan bandel. Namun, sikap keras yang ia tunjukkan jangan membuat Anda terkejut, mungkin saja berasal dari orangtuanya. Cepat atau lambat, ia akan mulai mengerti cara untuk membuat orangtuanya senang, marah atau menurutinya.

Pada perkembangan ini, bayi usia 13 bulan sudah dapat bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya selain kedua orangtuanya. Ia sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana ia berada, ia bahkan akan berkontak mata dengan bayi seusianya disebuah kesempatan.

Pada masa ini seorang bayi usia 13 bulan sudah ingin berkeliling dan menghadapi dunia luar bahkan menyapa tetangga dan orang-orang disekitarnya. Dalam proses ini, ia akan menghadapi orang-orang baru yang baru ia kenal. Pada tahap ini, sebaiknya Anda mulai mengajak anak Anda untuk keliling komplek dan lingkungan baru agar dapat beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Mungkin Anda akan mendapati ketika Anda akan berangkat kerja dan anak Anda menangis. Kondisi ini membuat Anda pilu, namun Anda tidak usah khawatir karena emosi anak akan kembali setelah Anda berangkat kerja. Perasaan emosional pada perkembangan bayi usia 13 bulan memang belum stabil.

Perkembangan Nutrisi dan Kesehatan

Perkembangan bayi usia 13 bulan dalam hal kesehatan dan nutrisi memang lebih meningkat. Pada usia 13 bulan, bayi sudah mulai mengonsumsi makanan yang padat dan solid. Pada usia 13 bulan, bayi sudah dapat meminum minuman berjenis lain selain ASI. Konsumsi ASI pada usia ini menjadi lebih berkurang, ia lebih menginginkan minuman lain seperti air putih, jus dan minuman jenis lainnya. Pada usia 13 bulan, Anda akan merasa lebih nyaman dengan ASI yang tidak penuh dan lebih kecil kembali, karena ASI sudah jarang diberikan kepada anak Anda.

Namun, Anda harus berhati-hati dalam memberikan makanan dan minuman pada bayi usia 13 bulan. Hal ini bertujuan untuk menghindari makanan yang justru berpotensi menyebabkan alergi yang tinggi pada tubuh si kecil. Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, permberian ASI harus terus dilakukan karena ASI mengandung zat sisa makanan alami yang didapatkan khusus dari ibunya. Anda jangan heran ketika mendapati bayi usia 13 bulan yang sulit makan karena bayi sudah dapat menemukan rasa yang menurut ia enak.

Pemberian Vaksinasi

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, inilah saatnya anak Anda menerima imunisasi PCV dosis ke 4 dan infuenza setahun sekali sejak usia 6 bulan. Pada usia 13 bulan seharunya bayi sudah menerima vaksin yang lengkap mulai dari DPT, BCG, hepatitis B, Polio, Rotavirus dan Campak.

Perlu Anda tahu bahwa perkembangan-perkembangan pada bayi usia 6 bulan berbeda setiap anak. Hal ini tergantung dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak Anda cepat atau telat perkembangannya. Jadi, jangan heran ketika melihat anak yang lain berkembang pada salah satu bidang, namun belum bisa pada bidang lainnya. Semoga bermanfaat!

Perkembangan bayi usia 8 minggu membuat si kecil sudah mampu mengembangkan kepekaan emosionalnya. Hal ini dibuktikan dengan pada saat si kecil mendengar oranglain menangis maka ia pun akan mungkin ikut menangis.

Mengetahui perkembangan bayi usia 8 minggu adalah salah satu hal yang amat penting diketahui oleh para orangtua. Fungsi dari hal ini tentu saja guna memantau tumbuh kembang si buah hati sejak ia dilahirkan ke dunia.
Perkembangan si buah hati pada minggu-minggu awal setelah ia dilahirkan dari rahim seorang ibu adalah masa yang amat penting dan menarik untuk terus diikuti. Apa yang dilakukan oleh orangtua terhadap si kecil pada usia ini akan sangat mempenggaruhi perkembangannya. Hal ini dikarenakan bayi berusia 8 minggu secara umum sudah membuat si kecil mulai mengenali suara-suara yang ada disekelilingnya.

Untuk itulah, penting sekali untuk ibu dan orang-orang terdekat si bayi agar dapat memberikan stimulasi yang baik. Biarkan buah hati anda mengenali suara anda, pasangan, kakek, nenek atau bila ia sudah memiliki kakak maka perkenalkan ia dengan suara hangat dari kakaknya.

Dengan begini maka perlahan si kecil akan mulai dapat mengembangkan ikatan emosional bersama dengan orang-orang terdekatnya dengan lebih baik. Dengan mengetahui perkembangan bayi usia 8 minggu maka akan lebih mudah untuk ibu menentukan stimulasi apa yang baik anda berikan pada mereka. Ini berarti sama artinya ibu menjaga dan mendukung tumbuh kembang si buah hati agar dapat berjalan dengan baik.

Lalu seperti apa sih perkembangan bayi usia 8 minggu? Dan hal apa saja yang terjadi dengan tubuhnya? Yuk, simak dibawah ini.

Perkembangan Bayi Usia 8 Minggu

Perkembangan Bayi Usia 8 Minggu

Pada usia ini, otak dan pendengaran si kecil semakin dikembangkan dengan lebih baik sehingga ia sudah mulai dapat menikmati aslunan musik yang diperdengarkan. Sementara itu, sejak usia sekitar 6 minggu, si kecil sudah mulai dapat merespon alunan musik dengan bersuara atau menendang-nendang kakinya dengan bersemangat.

Meski demikian, ia pun akan membutuhkan waktu yang tenang, sehinggga hindari memberikan si kecil musik dalam wajtu yang panjang. Ia pun akan membutuhkan istirahat tanpa terus-terusan diiringi dengan musik apalagi musik yang cukup ceria. Sebaliknya, berikanlah musik yang tenang pada saat si kecil mulai terlihat mengantuk.

Usia perkembangan bayi 8 minggu pun membuat bayi anda sudah mulai dapat mengidentifikasi suara yang datang dari lingkungan sekitarnya. Namun memang tidak semua bayi akrab dengan orang-orang sekitarnya. Biasanya ibu adalah salah satu orang yang akan lebih mudah dikenali oleh anaknya. Hal ini terutama akan lebih terlihat bila anda adalah orang yang mengurus dan selalu bersama si kecil setiap waktunya.

Nah, dalam waktu genap 2 bulan biasanya gerakan kepala si kecil dan tubuhnya sudah mulai lebih aktif dan bervariatif. Akan tetapi untuk para ibu, anda masih harus tetap memberikan perlindungan ekstra pada buah hati anda dengan membantu menopang tubuh si kecil dengan lebih baik guna menghindari bahaya.

Apabila anda mengabadikan momen perkembangan bayi sejak ia dilahirkan sampai usia 8 minggunya ini, maka akan sangat menyenangkan dan mengharukan sekali tentunya. Sedikit demi sedikit buah hati yang selama ini telah anda impikan telah tumbuh menjadi seorang bayi mungil yang sedang berkembang.

Apabila anda mulai mengajaknya bercanda dan mengobrol maka anda akan mulai melihat ketertarikan si kecil dalam merespon apa yang anda lakukan. Hal ini tentu akan semakin membuat anda tertarik untuk bermain bersama si kecil. Sehingga demikian tidak ada salahnya, mulai mengajak si kecil ke rumah orangtua anda atau memperkenalkan ia pada anggota keluarga besar anda. Bila memungkinkan undang anggota keluarga anda ke rumah untuk sekedar melihat perkembangan si kecil. Hal ini tentu akan menjadi hal yang menyenangkan terutama untuk kakek dan neneknya.

Perkembangan Kemampuan Motorik

Pada usia ini si kecil sudah mulai dapat menggenggam benda-benda yang ada disekitar dengan kuat. Untuk itu, hindarkan benda-benda tajam yang berbahaya yang akan mungkin dijangkau oleh si buah hati. Perhatikan pula agar anda tidak meletakan perabotan rumah tangga yang berat diatas lemari atau tempat yang akan memungkinkan benda tersebut jatuh. Sebab seiring dengan pertumbuhan si kecil, maka kemampuan eksplorasinya akan semakin hebat. Menempatkan peralatan berbahaya akan membuat keselamatan buah hati anda dipertaruhkan.

Selain beberapa hal tersebut, berikut ini adalah perkembangan motorik lain yang terjadi dengan si kecil usia 8 minggu:

  • Pada usia 8 minggu, leher si kecil semakin kuat. Ia pun akan dapat menegakkan kepalanya hingga 45 derajat dengan ditopang menggunakan tangannya. Gerakan ini akan terlihat seprti si kecil sedang melakukan gerakan olahraga push-up saat ia barbaring tengkurap.
  • Usia ini pun membuat si kecil mulai dapat bermain dengan ibu jarinya. Bahkan untuk menghibur dirinya ia bisa memasukan jarinya kedalam mulutnya.
  • Genggaman tangan pada si kecil pun kini sudah bisa dibuka dan ditutup dengan lebih teratur.
  • Pada akhir minggu ini, bayi anda akan mulai dapat meraih sesuatu yang diinginkannya.

Kemampuan Berbicara

Pada saat ini si kecil mulai dapat berceloteh dan membuat suara-suara bayi. Ia pun semakin mahir membuat ekpresi wajah dan mulai dapat merubah-rubahnya sesuai dengan apa yang ia rasakan. Misalkan menaikan alis saat ia kesal, meniup atau matanya yang mulai melotot saat ia berusaha memberitahu anda atas ketidaknyamanan yang tengah dirasakannya.

Untuk itu, maka segeralah penuhi kebutuhan buah hati anda agar suasana hatinya menjadi lebih baik dan ia tidak lagi rewel. Umumnya bayi yang rewel seringkali menunjukan si kecil merasa tidak nyaman akibat popok yang basah atau perasaan lapar juga ngantuk.

Kemampuan Sosial Bayi

Pada saat ini bayi anda sudah mulai dapat berinteraksi dengan memberikan senyuman pertamanya. Dengan membalas senyumannya, ia akan menyadari bahwa tindakan tersebut dapat dilakukan sebagai respon. Selain beberapa hal tersebut, berikut ini adalah kemampuan sosial yang mulai dikembangkan oleh si buah hati:

  • Bayi anda akan mungkin mulai dapat menirukan ekpresi anda atau orang-orang sekitarnya.
  • Kini si kecil pun menjadi lebih peka terhadap emosi orang lain. Misalkan ia akan menangis saat mendengar oranglain menangis.
  • Bayi anda pun sudah mulai dapat mengenali seseorang dari jarak tertentu. Terutama jarak yang dekat.
  • Pada akhir minggu ini kemampuan pendengaran si kecil akan berkembang dengan lebih baik. Ia pun semakin mampu mendengarkan bunyi-bunyian, termasuk suara burung, TV dan masih banyak lagi.

Untuk itu bantu stimulasi kemampuan ini dengan lebih baik, seperti selalu mengajak si kecil mengobrol, bertanya padanya dan melakukan banyak hal. Meski ia masih belum mampu memahami apa yang anda sampaikan, namun dengan perlahan ia akan belajar bagaimana mengembangkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari perkembangan bayi usia 8 minggu. Simak perkembangan sebelumnya pada artikel Perkembangan Bayi Usia 7 Minggu

Perkembangan bayi usia 7 minggu membuat si buah hati mulai mengembangkan kemampuan matanya dengan lebih baik. Pada saat ini mata si kecil sudah mulai dapat melihat benda dengan lebih baik. Untuk itu, penting sekali memberikan stimulasi penglihatan pada masa ini.

Perkembangan bayi usia 7 minggu memang cukup menakjubkan dimana sebagian besar dari kemampuan ini dikembangkan dengan lebih baik. Pada saat ini anda pun akan semakin tidak percaya bahwa anda kini sudah menjadi seorang ibu dari seorang anak yang menakjubkan. Hari- hari anda bahkan kini menjadi lebih berwarna dan menyenangkan. Kegiatan yang paling menyenangkan dari menjadi seorang ibu adalah mengurus bayi mereka yang masih mungil dan menjadi saksi dari setiap keajaiban perkembangannya.

Itulah mengapa, ketika bayi mereka masih begitu kecil banyak ibu yang belum sanggup berada jauh dari buah cintanya. Menciumi aroma tubuhnya yang wangi, kulitnya yang halus dan jemari mungilnya yang kecil tentu menjadi hal yang menyenangkan untuk terus dilakukan.

Jika mengingat kembali masa-masa saat hamil dulu, seringkali kita dibuat kepayahan menahan gangguan kehamilan yang cukup menyiksa. Belum lagi, kondisi mual dan muntah yang datang sebagai tanda-tanda kehamilan membuat anda seringkali sulit untuk dapat mencicipi makanan dengan rasa yang lezat dan menggoda. Sulit tidur dimalam hari terkadang menjadi tantangan yang cukup berat untuk dihadapi. Terutama saat waktu ngidam, rasanya segala hal yang menyangkut makanan akan cukup menganggu dan menjijikan saat nafsu makan tak kunjung datang.

Perkembangan Bayi Usia 7 Minggu

Akan tetapi, nampaknya saat ini anda sudah bernapas dengan lega. Pasalnya kini, si buah hati sudah lahir ke dunia. Dan perjuangan selama kehamilan terbayar lunas sudah tatkala dokter memberitahukan proses kelahiran anda berbuah dengan hadirnya bayi mungil yang sehat dan sempurna.

Saat ini yang harus anda pikirkan adalah bagaimana menjaga dan merawat si kecil agar tumbuh kembangnya berjalan dengan baik. Untuk itulah, penting sekali menyimak seperti apa perkembangan bayi usia 7 minggu. Sebab dengan begini bunda akan dapat menentukan dukungan dan memberikan stimulasi yang baik terhadap buah hati anda.

Pada masa ini, pemberian ASI tentu menjadi hal yang penting sebab ini adalah satu-satunya sumber asupan nutrisi dan gizi untuk buah hati anda. Lewat asupan ASI yang cukup tumbuh kembang si kecil akan dapat berjalan dengan baik. Begitupula perkembangan organ-organ dalamnya yang masih belum terbentuk dengan sempurna pada saat ia masih berada dalam rahim ibu. Mencukupi kebutuhan ASI pada si kecil sesering mungkin juga akan dapat menstimulasi produksi ASI dengan lebih banyak.

Lantas seperti apa saja perkembangan bayi usia 7 minggu yang terjadi dengan si kecil? Simak dibawah ini.

Perkembangan Bayi Usia 7 Minggu

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Kini bayi anda usdah tak lagi tampak seperti bayi baru lahir dengan kulit yang memerah. Justru sebaliknya, usia ini membuat anda semakin mengenali buah hati anda dan kemiripannya dengan anda dan pasangan.

Ia semakin tampak lebih cantik dan tampan sebab kini kulit tubuhnya mulai berubah menjadi lebih cerah. Tubuhnya pun semakin tampak gagah dan kuat serta tangannya tak lagi gemetaran pada saat anda memandikan mereka. Bahkan kini kemampuan anda dalam memandikan si kecil seorang diri mungkin sudah lebih baik dan lebih lancar.

Anda sudah tidak lagi repot-repot memanggil suster atau meminta bantuan orangtua anda setiap kali kegiatan mandi si buah hati datang. Sebab kini anda sudah dapat melakukan hampir sebagian besar kegiatan mengurus dan merawat si kecil dengan lebih baik.

Pada beberapa bayi usia 7 minggu, ada bayi yang sudah mulai dapat mengembangkan kemampuan tengkurapnya sendiri, baik pada sat ia sedang tidur ataupun saat terjaga. Bayi anda akan merasa lebih aman tidur dalam posisi tengkurap karena ia merasa seolah-olah ia sedang didekap. Hanya saja, sebaiknya jangan lengah pada saat kemampuan tengkurap pada buah hati anda belum dikuasainya dengan baik. Salah-salah hidung dan saluran pernapasan lain pada si kecil akan terhalangi dan hal ini akan membuatnya sulit bernapas.

Akan tetapi untuk anda yang memiliki bayi yang belum mampu tengkurap pada masa ini, maka anda tidak perlu berkecil hati sebab perkembangan setiap bayi tidaklah sama. Namun anda wajib mencurigai jika ia belum dapat tengkurap setelah usianya genap 2 bulan.

Bayi anda akan mulai mengenali siapa anda. Ia pun mungkin akan berhenti menghisap jarinya pada saat mendengar suara anda. Beberapa bayi menginginkan perhatian lebih dan mulai dapat menunjukan protes ketika perhatian ibunya tidak tertuju pada mereka. Untuk itu, maka tidak ada salahnya untuk mulai mengerti saat si kecil membutuhkan belaian dan perhatian anda.

Adapun bentuk protes yang mungkin ditunjukan anak berusia 7 minggu diantaranya seperti berhenti menyusu saat anda berbicara pada suami atau oranglain yang ada disekeliling anda. Jadi demikian, jangan khawatir atau heran saat anda sedang menyusui si kecil dan perhatian anda terbagi, ia akan dengan seketika melepaskan hisapannya.

Kemampuan Belajarnya Dimulai Saat Ini!

Anda mungkin melihat pada beberapa waktu si kecil tampak lebih tenang atau waspada. Waktu ini adalah waktu utama si kecil untuk mulai belajar. Perlu diketahui, pada masa ini otak bayi anda akan tumbuh sekitar 5 cm selama 3 bulan pertamanya.

Jadi demikian, mafaatkan waktu ini agar bayi anda bisa belajar dengan lebih baik. Cobalah berikan stimulasi untuk si kecil seperti bernyanyi dengan interval yang tenang, berbicara atau menempelkan gambar didinding rumah agar perhatian si kecil bisa teralihkan pada objek yang lebih baik. Pada masa ini banyak hal yang dapat dijadikan media untuk si kecil belajar suatu hal yang baru. Seperti merasakan tangan dan kakinya, tekstur tubuhnya, mengenali suara lain, mengenal objek baru dan lain sebagainya. Bahkan kegiatan mandi pun bisa dijadikan sumber belajar untuk si kecil mengenali lingkungan yang baru.

Kemampuan Penglihatan yang Berkembang dengan Lebih Baik

Pada masa ini kedua mata bayi sudah mulai dapat mengikuti pergerakan benda dengan stabil dan lebih baik. Kemampuan ini mungkin menjadi kemampuan besar yang dapat dipelajarinya pada periode singkat setelah kelahirannya.

Dengan demikian tidak ada salahnya mulai menempatkan mainan gantung diatas kereta atau ranjang bayi, atau menempelkan pernak-pernik mencolok pada dinding kamarnya. Hal ini dilakukan guna melatih kemampuan penglihatan bayi agar bekerja lebih baik lagi.

Dengan melihat banyak hal yang tergantung dan terpasang disekelilingnya. Hal ini akan menarik perhatian si buah hati, meskipun ia belum mampu melihat benda atau objek dengan penglihtaan yang jernih sampai usia 3 bulan.
Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari perkembangan bayi usia 7 minggu. Simak perkembangan bayi sebelumnya di Perkembangan Bayi Usia 6 Minggu