Mempunyai bayi berat bayi lahir rendah memang membutuhkan perawatan tersendiri yang harus Anda lakukan dirumah. Anda harus memperhatikan beberapa cara dan tips merawat bayi bblr yang harus dilakukan agar kesehatan bayi Anda terjaga dan dapat tumbuh dengan sempurna.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memang dapat dikatakan sebagai bayi yang beresiko tinggi baik dari fisik maupun non fisik. Tentunya, Anda harus melakukan perawatan khusus bagi bayi berat lahir rendah dibanding dengan bayi lahir normal. Perawatan bayi bblr harus dilakukan dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Tips Merawat Bayi BBLR

tips merawat bayi bblr

Penyebab Bayi Lahir Dengan Berat Rendah

Segala sesuatu yang terjadi tentu ada penyebabnya, termasuk pada bayi lahir dengan berat rendah. Dengan mengetahui beberapa penyebab pada bayi berat lahir rendah, Anda dapat menghindari beberapa hal tersebut dengan baik. BBLR disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan juga pada saat kehamilan. Berikut ini beberapa penyebab berat bayi lahir rendah, diantaranya:

1. Gizi ibu sebelum hamil

Meskipun seorang ibu belum mengalami kehamilan, namun status gizi pada sang ibu sebelum hamil ikut menentukan perkembangan bayi. Pasalnya, gizi yang harus diperoleh oleh seorang ibu sebelum hamil ikut mendukung asupan gizi bayi di dalam kandungan. Tentunya, kecukupan status gizi pada saat kehamilan dapat dinilai dengan menggunakan indeks masa tubuh. Baca juga : Apa Pentingnya Imunisasi Campak Dan Rubella Untuk Anak Anda

Salah satu fakta menyebutkan bahwa wanita dengan berbadan kurus yang ditunjukkan oleh IMT < 18,5 berpeluang dua kali lebih besar untuk melahirkan berat bayi lahir rendah dibandingkan dengan wanita dengan IMT > 18,5. Tentunya, angka yang ditunjukkan oleh IMT sebelum hamil dapat dijadikan penentu dalam menggambarkan perkembangan bayi pada nantinya. Namun, tidak sedikit juga ibu dengan berat badan kurus justru memiliki bayi dengan berat badan yang stabil bahkan gemuk.

2. Kurangnya asupan nutrisi ibu ketika sedang hamil

Jika Anda memang sedang hamil, maka asupan nutrisi pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi ikut menentukan berat bayi pada saat persalinan nanti. Selain membuat tubuh ibu menjadi lebih kuat, gizi dan nutrisi dari seorang ibu juga sangat andil dalam mendukung perkembangan bayi. Jika seorang ibu tidak terpenuhi asupan gizinya, maka otomatis bayi Anda pun sepertu demikian. Maka dari itu, penuhi asupan gizi dan nutrisi dengan cukup yang diperlukan untuk perkembangan ibu dan bayi Anda.

3. Berat badan ibu ketika sedang hamil

Pada umumnya berat badan seorang wanita hamil mengalami peningkatan sebesar 11 kg sampai 18 kg bahkan lebih. Jika ibu cenderung memiliki berat badan yang stabil dan tetap dengan usia kehamilan yang terus maju, maka Anda harus waspada akan hal ini. Kemungkinan besar bayi dan tubuh Anda tidak mengalami peningkatan berat badan yang seharusnya didapatkan ketika sedang hamil. Hal ini tentu berkaitan dengan asupan nutrisi dan gizi pada ibu hamil. Peningkatan berat badan yang cukup drastis dapat meminimalisir resiko berat bayi lahir rendah.\

4. Usia muda ketika seng hamil

Inilah kenapa kehamilan usia dini tidak diperbolehkan di dalam dunia medis. Selain kondisi fisik ibu yang belum siap untuk mengandung, kehamilan usia dini juga dapat menyebabkan resiko berat bayi lahir rendah. Kehamilan pada usia remaja sekitar 13-19 tahun sangat beresiko yang akhirnya mengakibatkan berat bayi lahir rendah lebih tinggi dan terus naik hampit mencapai 50% dari kasus kehamilan. Faktanya, tubuh dan rahim seorang remaja belum siap untuk mengalami kehamilan dikarenakan organ reproduksi masih sangat dini. Selain itu disebabkan oleh asupan nutrisi dan gizi ibu hamil usia muda yang tidak terlalu diperhatikan.

5. Jarak waktu kelahiran anak

Dengan menjaga jarak melahirkan anak, maka Anda sedikitnya mencegah terjadinya berat bayi lahir rendah. Jika ibu tidak mengatur jarak kelahiran pada Anak, dimungkinkan pada kehamilan yang kedua, seorang ibu belum menyimpan nutrisi dan gizi yang diperlukan dalam proses kehamilan. Tentunya, kebutuhan nutrisi pada ibu hamil akan terus meningkat seiring dengan usia kehamilan. Fakta membuktikan setidaknya berat bayi lahir rendah dapat terjadi pada ibu yang melahirkan anak dengan interval waktu sekitar 24 bulan dari kelahiran anak sebelumnya.

6. Hamil bayi kembar

Penyebab BBLR berikut ini memang umum terjadi pada seorang ibu dengan kehamilan bayi kembar. Kehamilan yang lebih dari satu menyebabkan seorang ibu harus membagi gizi dan nutrisi pada dua orang bayinya sehingga akan terjadi kurangnya asupan nutrisi dan gizi pada kedua bayi. Bayi kembar juga sangat rentan memiliki tubuh yang sangat kecil dikarenakan adanya batasan tempat untuk berkembang saat didalam rahim. Untuk itu, jika Anda sudah dapat mendeteksi bahwa Anda hamil dengan dua anak, maka sebaiknya Anda ekstrak banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak nutrisi yang memang diperlukan dalam mendukung perkembangan kedua bayi Anda.

7. Kesehatan ibu yang buruk

Bagaimanapun juga kehamilan dengan bayi yang sehat dipengaruhi oleh sehat atau tidaknya seorang ibu. Jika seorang ibu sehat, maka sangat besar bayi yang dikandung juga sehat, sebaliknya jika kondisi kesehatan ibu tidak baik, tidak menutup kemungkinan bayi Anda pun kurang sehat. Tidak hanya masalah fisik, tetapi juga kesehatan psikologis pada si ibu. Beberapa masalah kesehatan yang kerap dialami oleh seorang ibu yang sedang hamil dan beresiko melahirkan bayi berat rendah diantaranya anemia, infeksi, komplikasi kehamilan, riwayat keguguran, pregnancy blues dan juga paparan asap rokok dan alkohol.

8. Gaya hidup

Gaya hidup seseorang memang sangat menentukan kesehatan seseorang tersebut. Seperti pada ibu yang sedang hamil, gaya hidup yang sangat buruk selama hamil memang beresiko mengalami kelahiran bayi berat rendah. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan juga mengonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep dokter sangat berakibat untuk mendapatkan berat bayi lahir rendah.

Perbedaan Berat Bayi Lahir Rendah Dengan Bayi Prematur

tips merawat bayi bblr

Apakah berat bayi lahir rendah sama dengan bayi prematur? Pertanyaan tersebut sering diajukan oleh banyak wanita terutama yang memiliki bayi dengan kondisi seperti itu. Mereka tentunya ingin mengetahui apakah memang BBLR sama dengan bayi prematur ataukah tidak.

Membandingkan berat bayi lahir rendah dengan bayi prematur memang sangatlah tidak dibenarkan. Namun, hal ini harus dilakukan agar Anda dapat memahami keunikan pada bayi termasuk pada bayi berat bayi lahir rendah dan juga bayi prematur.

Ciri-Ciri Pada Berat Bayi Lahir Rendah

Pada umumnya, bayi yang disebut dengan berat bayi lahir rendah apabila berat bayi kurang dari 2,5 kg saat dilahirkan. Tubuh bayi BBLR tampak lebih kecil dengan kulit yang keriput. Berat bayi lahir rendah mendapatkan usia kehamilan sampai waktunya ataupun belum waktunya.

Berat bayi lahir rendah biasanya memiliki panjang kurang dari 45cm dengan kepala lebih besar dari badan. Tulang rawan pada daun telinga dapat terlihat dengan jelas belum sempurna pertumbuhannya. Lapisan lemak pada kulit sangat tipis dengan rambut lanugo yang cukup banyak. Bayi BBLR memiliki pernapasan yang tidak beraturan. Kepala tidak dapat berdiri dengan tegak serta fungsi syaraf yang belum efektif sehingga tangisan bayi begitu sangat lemah. Kira-kira pernapasan bayi BBLR berkisar antara 40-50 kali/menit dengan denyut nadi sekitar 100-140 kali/menit.

Berat bayi lahir rendah memang memiliki resiko kedinginan yang cukup hebat serta kerap mengalami gangguan pada pernapasan dan juga infeksi karena kuman.

Ciri – Ciri Pada Bayi Prematur

Lalu, bagaimana dengan bayi kurang bulan atau prematur? Perbedaannya antara berat bayi lahir rendah dengan bayi prematur memang tampak disini. Bayi yang dikatakan BBLR adalah bayi mengalami kondisi dengan berat badan yang rendah dengan umur kehamilan yang cukup atau yang tidak cukup. Sedangkan bayi prematur adalah kelahiran bayi yang disebabkan oleh kurangnya usia kehamilan atau lahir sebelum waktunya. Pada umumnya berat badan pada bayi prematur cenderung normal sesuai dengan usia kehamilan, hanya saja usia kehamilan belum mencukupi.

Ciri-ciri bayi prematur yang lainnya antara lain memiliki kulit yang sangat tipis, seluruh tubuhnya tertutup oleh lanugo, refleks belum sempurna sehingga kesulitan saat bayi menyusu, kulit terlihat lebih merah, pernapasan belum sempurna, garis kaki dan garis tangan sangat tipis, juga ukuran kepala yang tidak proporsional.

Tips Merawat Bayi BBLR

tips merawat bayi bblr

Setelah kita mengetahui penyebab dan ciri-ciri bayi BBLR, maka poin selanjutnya yang harus Anda cari tahu bagaimana cara dan tips merawat bayi BBLR dengan benar. Hal ini dimaksudkan agar para orang tua yang memiliki anak BBLR dapat tumbuh dengan sempurna seperti anak normal pada umumnya.

Tips merawat bayi BBLR hampir sama dengan merawat bayi prematur dikarenakan penyebab serta ciri-ciri yang hampir sama pula. Tentunya, tips merawat bayi BBLR ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko gangguan akan perkembangan dan masalah kesehatannya. Berikut ini beberapa tips merawat bayi BBLR yang umum dilakukan oleh banyak orang tua, diantaranya:

Pemberian ASI Eksklusif

Memberikan ASI eksklusif pada bayi memang sangat dianjurkan bagi para ibu baik untuk bayi lahir normal, bayi prematur maupun bayi BBLR. Seperti yang kita tahu bahwa ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. ASI memang didapatkan langsung dari ibu yang berasal dari sisa-sisa nutrisi dan gizi yang dikonsumsi oleh ibu. Pada ASI terdapat beberapa kandungan yang bernilai tinggi seperti protein, bermacam-macam asam, laktalbumin dan zat yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh bayi.

Ada beberapa cara seorang ibu memberikan ASI untuk anaknya antara lain menyusu langsung, memakai dot atau memakai sendok. Namun, cara yang terbaik untuk memberikan ASI pada anak ialah dengan diberikan langsung melalui payudara. Dianjurkan untuk memberikan ASI sedikit demi sedikit namun sering untuk mencukupi kebutuhan si kecil.

Berikan Pakaian Yang Nyaman

Bagi bayi BBLR tentu saja mengalami suhu badan yang kedinginan dikarenakan jaringan lemak pada kulit masih sangat tipis. Berikan pakaian yang cukup tebal untuk menghindari tubuh bayi dari kedinginan. Hal yang perlu Anda tahu, jangan sampai menunda popok bayi sampai basah karena ompol. Segeralah mengganti popok dengan yang kering dan bersih agar dapat memberikan kenyamanan pada bayi Anda. Hal ini tentunya menghindari terjadinya kuman pada ompol dan basah berlebih pada tubuh bayi.

Berikan kehangatan pada bayi

Tips merawat bayi BBLR berikut ini, seorang ibu wajib memberikan kehangatan pada tubuh bayi. Ketika hendak mengganti baju bayi, jika memang diperlukan berikanlah secukupnya penghangat seperti minyak telon pada tubuh bayi agar bayi tetap merasa hangat.

Jaga kebersihan lingkungan

Bagaimanapun juga bayi BBLR memang sangat rentan terserang penyakit. Hal ini diakibatkan oleh kondisi tubuh bayi yang masih lemah serta imun tubuh yang belum memadai. Tentu saja, ini tugas bagi orangtua untuk selalu menjaga lingkungan tetap bersih. Orangtua hendaklah mencuci dulu tangan menggunakan sabun atau mengganti dulu baju setelah pulang beraktifitas diluar sana. Virus dan juga bakteri dari luar dapat juga menempel pada tubuh dan pakaian Anda. Untuk itu, sangatlah disarankan untuk menjaga kebersihan untuk melindungi bayi Anda dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Menggunakan sorot lampu

Bayi berat lahir rendah jika dirawat di rumah, maka Anda harus mempersiapkan lampu sorot untuk menyinari tubuh bayi. Lampu sorot disini sebagai pengganti inkubator seperti di rumah sakit. Rasa hangat yang dihasilkan oleh lampu dapat membuat tubuh bayi merasa hangat dan tidak kedinginan. Namun, Anda harus berhati-hati ketika memasangkan lampu sorot.

Untuk itu, sebaiknya letakan sedikit lebih jauh dari bayi dan hindari menyorot bagian mata. Anda dapat memasang penghalang pada bagian mata bayi dengan kain atau kardus. Satu lagi, Anda dianjurkan untuk menyorot bagian dada, untuk itu tempatkan lampu sorot disamping kasur bayi anda, jangan diatas kepalanya. Hal ini untuk menghindari mata juling pada bayi. Tips merawat bayi BBLR dengan teknik ini memang perlu dilakukan terutama merawat bayi di rumah.

Menemani bayi tidur

Tips merawat bayi BBLR berikut ini sebaiknya dilakukan pada bulan pertama usia bayi. Menemani bayi tidur bukan berarti Anda juga tidur. Hal ini lebih pada perbuatan Anda seperti menggendong bayi atau diletakkan pada pangkuan ibu ketika sedang tertidur. Bayi sebaiknya diletakkan lebih dekat dengan ibu saat tidur terutama pada malam hari.

Memonitor perkembangan bayi

Bayi BBLR memang memerlukan pengawasan dengan tips merawat bayi BBLR yang lebih khusus dari bayi-bayi normal pada umumnya. Selalu mengecek perkembangan bayi Anda secara rutin ke bidan atau ke dokter untuk melihat kemajuan pada bayi Anda. Untuk itu, selalu lakukan pengawasan pada bayi secara teratur dan rutin untuk memperhatikan sistem pernapasan pada bayi, permukaan kulit serta suhu tubuh pada bayi.

Jika bayi Anda mengalami gejala seperti sakit kuning, sesak nafas, demam, bayi tidak mau menyusu, bayi terlihat lemas bahkan tidak sadarkan diri, maka segeralah pergi ke bidan atau dokter untuk segera melakukan pemeriksaan.

Tips Merawat Bayi BBLR Dengan Metode Kanguru

tips merawat bayi bblr

Terdapat pula tips merawat bayi BBLR dengan menggunakan Perawatan Metode Kanguru (PMK) yang saat ini banyak dilakukan oleh orangtua yang mempunyai bayi BBLR atau bayi prematur. Metode kanguru ini adalah sebuah metode dengan melakukan kontak langsung antara kulit ibu dengan kulit bayi.

Metode kanguru dapat dilakukan di rumah sakit ataupun di dalam rumah dengan posisi duduk, berbaring ataupun berdiri.

Cara melakukan metode kanguru

  1. Ibu harus melepaskan semua baju bagian atas. Disarankan untuk memakai pakaian yang memiliki kantung dibagian depan agar dapat dengan mudah menempatkan bayi Anda.
  2. Tidak hanya ibu, bayi juga harus melepaskan pakaiannya. Namun, tetap masih bisa menggunakan popok, topi dan kaos kaki.
  3. Sebelum meletakan bayi pada tubuh Anda, pastikan untuk membersihkan bagian perut dan dada terlebih dahulu.
  4. Setelah itu, letakkan bayi pada tubuh ibu dalam posisi tegak. Anda dapat meminta bantuan suami atau keluarga untuk meletakkan bayi ditubuh Anda.
  5. Pastikan dada bayi menempel pada dada ibu
  6. Posisikan kepala bayi pada salah satu sisi agar hidung bayi tidak terhalang karena akan menyebabkan bayi sulit bernafas.
  7. Usahakan tangan bayi dalam posisi fleksi
  8. Sentuh dan peluk seluruh bagian tubuh bayi terutama kaki bayi yang harus menyerupai posisi pada kaki katak
  9. Jika Anda tidak memiliki kantung pada bagian baju depan, maka Anda dapat mengikat kain antara ibu dan bayi agar tidak terjatuh.
  10. Pastikan untuk menggendong tubuh bayi dengan hanya mencapai bagian telinga bawah bayi Anda.

Tentunya, dengan usaha yang keras, Anda dapat melakukan tips merawat bayi BBLR ini dengan mudah. Pastikan untuk mengikuti tips-tips yang sudah kami jelaskan diatas. Semoga tips merawat bayi BBLR ini dapat membantu Anda.

Mengapa Anak Perlu Imunisasi? – Bayi dan anak-anak yang berada dibawah usia balita wajib mendapatkan imunisasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah mereka dari serangan penyakit kedalam tubuhnya. Akan tetapi demikian, pada beberapa kasus masih banyak orangtua yang takut setelah mendapatkan imunisasi si kecil akan sakit. Hal inilah yang membuat sebagian orangtua dengan mudah melewatkan imunisasi penting pada anak. Lalu mengapa anak perlu imunisasi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasi menariknya dibawah ini.

Apakah si kecil sudah mendapatkan imunisasi yang lengkap bun? Imunisasi adalah rangkaian penting dari vaksinasi untuk mencegah si kecil dari penyakit. Akan tetapi sayangnya, beberapa imunisasi yang menyebabkan si kecil sakit setelahnya. Membuat sebagian ibu merasa khawatir dan memutuskan untuk tidak mengikut sertakan si buah hati pada imunisasi.

Padahal ketika masih kecil, sistem imun pada anak belum terbentuk dengan sempurna. Hal inilah yang akan membuat penyakit dan bakteri akan mudah menyerang tubuhnya. Akibatnya, buah hati anda akan mudah terserang dengan penyakit. Baca juga: Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Mengapa Anak Perlu Imunisasi?

Nah, sebagian dari anda mungkin masih bertanya-tanya mengapa anak perlu diimunisasi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini.

Mengapa Anak Perlu Imunisasi?

Sebagian diantara ibu mungkin masih ragu mengikuti imunisasi untuk buah hatinya. Apalagi ketika efek dari beberapa imunisasi yang membuat si kecil sakit dan rewel. Pada akhirnya membuat ibu memilih untuk melewatkan imunisasi pada anak. Hal inilah yang membuat si kecil tidak mendapatkan vaksin yang mereka butuhkan.

Lalu mengapa anak perlu diimunisasi? Seberapa pentingkah peran imunisasi untuk kesehatan anak? Mari kita simak secara langsung beberapa informasi menariknya dibawah ini.

Bayi amat rentan dengan yang namanya penyakit. Kondisi ini dapat terjadi sebab sistem imun dalam tubuh bayi belumlah terbentuk dengan sempurna. Dengan melakukan imunisasi, ini artinya anda melindungi si kecil dari berbagai ancaman penyakit yang mungkin menyerang tubuhnya.

Vaksin yang disuntikkan kedalam tubuh bayi akan dapat membantu membentuk kekebalan tubuh atau antibodi si kecil. Yang mana hal ini akan berfungsi untuk membantu tubuh si kecil lebih kebal dari serangan virus yang masuk kedalam tubuhnya.

Dengan begini maka si kecil akan dapat terhindar dari serangan penyakit yang mudah masuk kedalam tubuh dan mengganggu kesehatannya.

Lebih dari itu, imunisasi pun akan dapat menyelamatkan hidup si kecil. Pada zaman dahulu banyak sekali kasus yang dijumpai dimana si kecil menderita sakit seperti polio. Kondisi penyakit ini cukup parah dimana pada gilirannya si kecil akan mungkin menghadapi kematian.

Akan tetapi, terimakasih kepada kemajuan tekhnologi yang ada saat ini. Dimana tercipta vaksin untuk memberantas penyakit tersebut dengan mudah. Hasilnya kini sedikit sekali anak-anak yang mengalami resiko penyakit berbahaya ini.

Beberapa pemberian imunisasi pada tubuh anak memang membuat si kecil sakit. Bahkan beberapa mungkin membuat mereka demam, rewel dan sulit makan. Akan tetapi, hal ini pada dasarnya adalah hal yang wajar. Selain itu, kondisi semacam ini pun tidaklah berlangsung terlalu lama.

Rasa sakit yang ditimbulkan pada tubuh anak ini akan tentu jauh lebih baik dibandingkan sakit yang dialami si kecil pada saat mereka tidak mendapatkan imunisasi. Selain itu, sakit yang timbul pun pada dasarnya merupakan respon tubuh terhadap zat yang dimasukkan kedalam tubuh si buah hati.

Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya? – Pernahkah anda mendengar nama imunisasi pentabio? Ini adalah jenis imunisasi yang terdiri dari lima jenis vaksin. Vaksin ini sangat penting diberikan pada si kecil untuk mencegah beberapa resiko penyakit tertentu yang dapat menyerang tubuhnya. Selain itu, imunisasi pentabio memiliki sejumlah manfaat yang baik. Untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak beberapa informasi menarik yang akan kami berikan kali ini.

Memberikan vaksin pada anak sejak mereka masih kecil memang menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Penggunaan vaksin dilakukan untuk melindungi tubuh anak dari serangan penyakit dan bahaya kedalam tubuhnya.
Adapun penggunaan imunisasi pentabio dalam hal ini akan dapat berfungsi untuk mencegah anak dari penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan haemophilus influenza tipe B. Baca juga: Mengenali Ciri dan Tanda Sindrom Asperger Pada Anak

Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya?

Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya

Vaksin ini adalah salah stau jenis vaksin yang diproduksi oleh perusahaan Bio Farma. Vaksin ini pernah disarankan oleh dokter ketika terjadi kelangkaan imunisasi DPT.

Meski beberapa orangtua cenderung ragu dengan vaksin yang satu ini. Namun rupanya vaksin yang satu ini sangat aman diberikan pada si buah hati. Selain itu, beberapa manfaat yang bisa didapat dari vaksin ini diantaranya adalah?

Manfaat Vaksin Pentabio

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan si buah hati ketika ibu memberikan mereka vaksin yang satu ini. Diantaranya mari kita simak beberapa manfaat nya dibawah ini.

Mencegah Penyakit Difteri

Penyakit difteri termasuk kedalam jenis penyakit menular yang sangat berbahaya. Penyakit ini dapat menyebabkan infeksi pada bagian tenggorokan atau pada bagian selaput lendir pada saluran pernapasan. Awal penyakit ini memang mirip dengan penyakit pilek atau flu pada umumnya. Akan tetapi, beberapa anak pun akan pula menunjukan gejala radang amandel.

Bila tidak dirawat dengan baik, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih cepat. Bahkan pada kondisi terburuk penyakit ini akan dapat menyebabkan kematian pada buah hati.

Mencegah Penyakit Pertusis

Pertusis adalah salah satu penyakit yang dapat membuat anak dan bayi mengalami batuk rejan yang amat parah. Kondisi ini akan dapat membuat kondisi kesehatan si kecil menjadi parah. Bila tidak segera ditangani dengan baik maka penyakit ini akan mungkin menyebabkan penularan yang lebih cepat.

Pada bayi penyakit yang satu ini perlu segera ditangani dengan baik sebab dampaknya bisa memicu komplikasi. Segera tangani penyakit ini dan berkonsultasilah dengan dokter agar demikian penanganan yang tepat bisa segera diberikan.

Mencegah Penyakit Tetanus

Penyakit tetanus dapat terjadi sebab adanya infeksi bakter dari jenis clostridium tetani. Bakteri yang satu ini akan dapat menghasilkan racun yang dampaknya cukup bahaya untuk kesehatan tubuh. Adapun penularan bakteri yang satu ini dapat muncul dari kotoran hewan kemudian memicu terjadinya infeksi saat bakteri ini masuk kedalam tubuh.

Ketika bakteri terkena dengan oksigen maka bakteri akan mati sehingga tidak akan dapat memicu terjadinya infeksi.
Infeksi yang muncul dari kondisi ini dampaknya bisa sangat parah dan dapat menyebabkan kejang otot, sulit bernapas dan masih banyak lagi. Sehingga demikian, penting sekali menangani kondisi ini dengan baik.

Demikianlah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menggunakan imunisasi pentabio pada anak. Mengingat manfaatnya yang akan cukup banyak dan baik untuk kesehatan si kecil maka penting sekali memberikan vaksin ini sejak mereka masih kecil.

Mengenali Ciri dan Tanda Sindrom Asperger Pada Anak – Sindrom Asperger pada anak terjadi dengan tanda mirip dengan autisme. Hanya saja, jika pada anak yang menderita sindrom autisme mereka akan mengalami kesulitan berbicara, berbahasa dan lain sebagainya. Anak dengan sindrom Asperger tidak mengalami kondisi yang satu ini.

Justru sebaliknya, mereka lebih mampu hidup normal dengan kecerdasan rata-rata. Sehingga kondisi inilah yang lebih sulit dikenali. Untuk itu, mari simak mengenali ciri dan tanda Sindrom Asperger pada anak dibawah ini.

Pada umumnya ciri yang ditunjukan oleh pengidap sindrom Asperger akan cenderung lebih mirip dengan autisme. Sehingga sebagian orang seringkali mendapatkan diagnosis yang keliru dari kondisi ini. Sindrom Asperger memang berada dalam spektrum autisme. Akan tetapi, kondisi ini seringkali dianggap sebagai autisme yang ringan. Sebab mereka yang mengidap sindrom ini tidak mengalami gejala parah pada anak autisme. Baca juga: Tips Mengajarkan Anak Menghormati Bulan Puasa

Mengenali Ciri dan Tanda Sindrom Asperger Pada Anak

Umumnya anak-anak autisme menunjukan gejala dimana mereka mengalami kesulitan berbicara, berkomunikasi, belajar dan masih banyak lagi. Akan tetapi, tidak demikian dengan anak yang menderita Sindrom Asperger. Mereka justru cenderung lebih cerdas, kreatif dan bahkan kehidupan mereka pun tidak mengalami kendala.

Nah, karena gejala yang dinampakan oleh penderita sindrom asperger nampak abu-abu. Maka mari kita simak mengenali ciri dan tanda sindrom asperger pada anak dibawah ini.

Mengenali Ciri dan Tanda Sindrom Asperger Pada Anak

Diagnosis terhadap sindrom Asperger bisa ditegakkan setelah dokter atau spesialis melakukan serangkaian test berdasarkan instrumen tertentu. Namun, umumnya mereka yang mengidap sindrom ini akan mulai menunjukkan gejala seperti:

Gangguan Berkomunikasi

Anak-anak yang menderita sindrom yang satu ini akan mulai menunjukan gejala seperti kesulitan pada saat berkomunikasi. Meskipun kemampuan berbahasa mereka nampak lancar dan bahkan piawai. Akan tetapi, pada saat berkomunikasi tentunya bukan hanya kemampuan menyusun kosa kata saja yang penting diperhatikan. Namun dalam hal ini ada ekspresi yang dibutuhkan agar kosa kata yang disusun mampu tersampaikan dengan baik.

Inilah yang terjadi dengan anak yang menderita sindrom asperger. Mereka tidak mampu mengekspresikan hal0hal yang bersifat abstrak atau bermakna ganda. Selain itu, anak dengan sindrom ini pun akan cenderung memotong pembicaraan orang lain yang dianggapnya bertele-tele.

Gangguan Interaksi Sosial

Selain bermasalah dalam hal berkomunikasi, anak yang mengidap sindrom Asperger pun akan cenderung kesulitan dalam interaksi sosialnya. Hal ini terjadi sebab mereka kerap merasa berbeda dari orang lain. Selain itu, masalah kesulitan dalam memahami atau dipahami dalam masyarakat. Cenderung membuat anak-anak dengan sindrom ini akan menarik diri dari pergaulannya. Akibatnya mereka akan lebih senang menyendiri dan tidak mengekspresikan dirinya dihadapan orang lain.

Rutinitas yang Berulang

Sama halnya dengan anak-anak yang menderita autisme. Anak yang menderita sindrom Asperger pada umumnya tidak menyukai hal-hal atau kegiatan yang berubah dan baru. Mereka akan cenderung melakukan aktivitas secara repetitif.

Kesulitan dalam menyesuaikan dengan kondisi tertentu diklaim menjadi hal yang mempengaruhi kondisi ini. Sehingga demikian, ketika orangtua merubah pola aktivitas hariannya. Maka si kecil akan cenderung kebingungan atau bahkan tidak memberikan respon yang baik pada hal-hal tersebut.

Demikianlah beberapa ciri dan tanda Sindrom Asperger pada anak yang penting untuk dipahami. Pada dasarnya kondisi sindrom asperger yang terjadi pada anak bukanlah sebuah penyakit yang akan mempengaruhi kualitas hidup si kecil. Jadi demikian, tak perlu merasa pusing atau bingung bagaimana mengobati kondisi ini. Yang diperlukan oleh buah hati anda adalah bimbingan dan kehadiran anda untuk mendukungnya.

Mengenal Sindrom Asperger Pada Anak – Bila anda menemui anak yang sangat cerdas dan memiliki bakat yang luar biasa. Namun mereka cenderung pemalu dan sulit berinteraksi dengan orang lain. Bisa jadi si kecil mengidap sindrom asperger. Banyak orang menyalah artikan sindrom asperger dengan sindrom autisme. Kekeliruan ini perlu segera diperbaiki agar orangtua paham penanganan anak sesuai dengan kondisi yang mereka alami.

Sindrom asperger untuk pertama kali ditemukan pada tahun 1941 oleh seorang bernama Hans Asperger. Setelah itu, sindrom tersebut resmi menjadi diagnosis medis yang berada dalam golongan gangguan spektrum autistik (GSA) di tahun 1981.

Di Indonesia sendiri belum ada data pasti yang menunjukan prevelensi penderita sindrom asperger. Akan tetapi, rata-rata diseluruh dunia tercatat ada 4 dari 1.000 pasien yang mengidap sindrom yang satu ini.

Sementara itu dari data yang dirangkum, kebanyakan pasien yang menderita kondisi ini adalah laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Lalu apa sebenarnya sindrom asperger pada anak? Mari simak dibawah ini. Baca juga: Pahami Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Mengenal Sindrom Asperger Pada Anak

Mengenal Sindrom Asperger Pada Anak

Sindrom Asperger berada dalam spektrum autisme. Adapun gejala atau ciri-ciri yang ditunjukkan dari kondisi ini adalah autisme yang amat mirip. Kondisi inilah yang seringkali membuat diagnosis seringkali keliru.

Akan tetapi, pada sindrom asperger kondisi ini dianggap sebagai autisme yang ringan. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam belajar, berbahasa maupun memproses informasi seperti yang dialami oleh penderita autisme.

Justru sebaliknya, anak dengan sindrom Asperger akan cenderung terlihat lebih cerdas dan menunjukan bakat yang luarbiasa. Bahkan kecerdasan mereka bisa melebihi rata-rata.

Tak seperti penderita autisme. Mereka yang mengalami sindrom asperger lebih cenderung mampu menjalani aktivitasnya seperti biasa. Hanya saja, adakalanya mereka mengalami kesulitan untuk dapat menyesuaikan diri.

Perlu diketahui bahwa diagnosis dari sindrom asperger sudah dapat diketahui sejak anak berusia 3 tahun. Akan tetapi, beberapa orang baru akan mulai menunjukan gejala saat mereka masuk usia pendidikan akademik. Seperti mislakan sekolah, remaja atau bahkan saat si kecil beranjak dewasa.

Mereka yang mengalami sindrom Asperger akan cenderung rentan dengan gangguan perkembangan mental. Hal ini bisa mungkin mengakibatkan persepsi dan pola pikir yang berbeda dengan orang kebanyakannya.

Apa Penyebab Sindrom Asperger?

Sebenarnya hingga sampai saat ini, belum ada penelitian atau research pasti yang menyatakan pemicu dari sindrom asperger pada anak dapat terjadi. Hanya saja, para ahli percaya bahwa kondisi ini antara lain dipengaruhi karena faktor lingkungan dan genetik.

Jadi demikian, anak yang menderita sindrom asperger bisa jadi mendapatkan kondisi ini sebagai kondisi warisan dari keluarga atau saudaranya. Ketika anda mendapati si kecil mengalami kondisi ini. Coba periksa kembali apakah dari silsilah keluarga anda ada yang menderita kondisi serupa atau tidak. Bila tidak, maka kondisi ini dikembangkan akibat dari lingkungan.

Penanganan Sindrom Asperger

Pada dasarnya kondisi ini bukanlah gangguan penyakit atau disabilitas yang akan dapat memepengaruhi kualitas hidup si penderita secara negatif. Tak berarti pula mereka yang didiagnosis menderita sindrom ini maka kehidupan si buah hati tidak akan berkembang dengan baik layaknya orang lain.

Banyak anak yang menderita sindrom asperger mampu tumbuh dewasa dan membangun karir. Tak sedikit diantara mereka bahkan mampu memimpin diri mereka sendiri dan hidup dengan normal. Jadi demikian, tak perlu terlalu khawatir dengan kondisi ini anda hanya perlu memberikan perhatian penuh pada si buah hati.