Penyebab Sindrom Edward Pada Bayi | Gejala & Cara Mencegahnya

Diposting pada

Penyebab Sindrom Edward – Berbagai kelainan pada bayi tentunya sangat banyak terjadi. Tidak terkecuali Sindrom Edward yang sering menyerang pada bayi yang tentunya memiliki dampak yang sangat buruk bagi perkembangan bayi. Untuk lebih jelasnya, kami sajikan beberapa hal mengenai penyebab Sindrom Edward pada bayi di bawah ini. Yuk kita simak saja!

Kelainan pada bayi tentunya menjadi menjadi sebuah permasalahan yang cukup besar terutama bagi orangtua. Bayi yang memiliki kelainan pada saat lahir tentunya menjadi sebuah tugas yang cukup berat bagi kita untuk membuat kondisi tersebut lebih baik. Kelainan pada bayi tentunya disebabkan oleh berbagai faktor yang tentu tidak kita sadari sebelumnya. Salah satunya yaitu Sindrom Edward yang rentan menyerang bayi.

Sebagian besar orangtua mungkin belum bahkan tidak mengenal apa itu Sindrom Edward. Namun satu hal yang pasti bahwa sindrom ini merupakan salah satu kelainan pada bayi yang memiliki dampak yang sangat buruk bagi tumbuh kembang bayi. Bagaimanapun juga, kelainan pada bayi tentunya menjadi satu hal yang membuat para orangtua merasa sangat khawatir. Untuk itu, Anda sebagai orangtua diwajibkan untuk mengenal dan juga mengetahui apa itu Sindrom Edward yang akan kami jelaskan pada poin selanjutnya. Baca juga: Bahaya Penyakit Tetanus Pada Bayi | Definisi, Gejala, Penyebab & Pengobatan

Apa Itu Sindrom Edward

penyebab sindrom edward

Mengenal Sindrom Edward tentunya menjadi salah satu yang wajib Anda ketahui. Pasalnya, Sindrom ini merupakan salah satu sindrom yang rentan menyerang bayi. Sindrom Edward ialah salah satu kelainan kongenital yang terjadi pada bayi di dalam kandungan. Sindrom ini juga dikenal dengan sebutan trisomi 18.

Jika seorang bayi terserang Sindrom Edward tentunya dapat diketahui dengan berbagai tanda kelainan seperti tangan, kepala, jantung, cacat pada telinga, ginjal dan juga gangguan tumbuh kembang pada bayi yang lebih lambat dibanding dengan usianya. Salah satu ciri khas yang menandai bahwa bayi terserang Sindrom Edward ialah telapak tangan pada jari yang terlihat saling tumpang tindih tidak seperti pada keadaan bayi pada umumnya. Lihat juga: 26 Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Anda Ketahui

Perlu Anda tahu bahwa Sindrom Edward terjadi saat bayi masih di dalam kandungan atau biasa dikenal dengan kelainan bawaan lahir. Sindrom ini tentunya salah satu kelainan genetik kedua yang terjadi setelah trisomi 21 atau lebih yang disebut dengan Sindrom Down. Seorang bayi yang terserang Sindrom ini memang jarang terjadi, namun jika menyerang bayi tentunya menjadi hal yang sangat serius.

Sindrom ini pertama kali diperkenalkan oleh John Hilton Edward yang menyebutkan bahwa Sindrom ini yakni trisomi 18 yang disebabkan adanya penambahan salah satu kromoson pada satu pasangan nomor 18. Karena Sindrom Edward merupakan kelainan yang sangat langka dan jarang terjadi, setidaknya kasus ini terjadi pada 1 dari 5000 kelahiran. Wanita yang hamil pada usia senja tentunya sangat rentan terkena serangan Sindrom Edward ini. Meskipun bayi yang terkena Sindrom Edward ini memiliki kelainan yang fatal saat dilahirkan, namun tidak jarang juga yang tidak bisa diselamatkan. Jika dilahirkan pun, bayi yang terjangkit Sindrom Edward hanya bisa bertahan selama 1 bulan setelah dilahirkan.

Terlepas dari hal tersebut tentunya ini menjadi sesuatu hal yang harus Anda waspadai dan juga cegah dengan sebaik mungkin. Karena tentunya tidak ada orangtua yang menginginkan sesuatu hal yang buruk terjadi kepada bayinya. Terlebih jika bayi yang dilahirkannya terkena salah satu penyakit yang menyebabkan kecacatan bahkan meninggal dunia.

Jenis-Jenis Sindrom Edward

Sindrom Edward tentunya tidak hidup dengan hanya memiliki satu jenis. Namun, terdiri dari beberapa jenis yang pastinya memiliki perbedaan dari satu jenis pada jenis lainnya. Pembagian jenis Sindrom Edward tersebut tentunya berdasarkan pada banyaknya kromosom yang muncul dalam satu kehamilan dalam jumlah yang sangat berlebih. Jenis-jenis Sindrom Edward tersebut, diantaranya:

Trisomi 18 Mosaik

Salah satu jenis Sindrom Edward yang paling ringan ialah trisomi 18 Mosaik. Jenis sindrom ini tentunya beberapa sel yang mempunyai sel 18. Hal ini tentunya menjadi sebuah parameter bahwa semakin sedikit sel dan jumlah kromosom yang berlebih, semakin ringan pula keadaan sindrom Edward.

Meskipun terbilang ringan, namun jika seorang bayi terkena sindrom ini tetap saja ia memiliki perbedaan dengan bayi lainnya. Pada umumnya, bayi yang selamat dan hidup dengan Sindrom Edward tentunya memiliki tumbuh kembang yang sangat lambat dibanding dengan usianya. Namun, bayi yang terkena Sindrom Edward tentunya dapat bertahan hidup setidaknya pada saat satu tahun pertama. Setidaknya hanya sedikit anak yang dapat bertahan hidup hingga awal dewasa meski ia mengidap Sindrom Edward ini.

Trisomi 18 Parsial

Sindrom Edward jenis kedua ini tentunya jenis sindrom menengah dan lebih parah dibandingkan dengan trisomi mosaik 18. Trisomi parsial 18 ini dapat terjadi karena sebagian kromosom 18 tambahan yang telah muncul di dalam sel. Keadaan tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap janin di dalam kandungan. Parah atau tidaknya, hal ini bergantung pada bagian kromoson 18 yang muncul pada sel tersebut.

Trisomi 18 penuh

Jenis Sindrom Edward yang terakhir terbilang sangat parah dan paling umum terjadi. Trisomi 18 penuh tentunya sebuah kondisi dimana keseluruhan bagian kromoson 18 tambahan berada pada semua sel pada tubuh bayi. Tentunya, ini merupakan jenis sindrom Edward yang sangat parah dan juga sangat berdampak buruk bagi kesehatan bayi.

 

Ciri-Ciri Penyakit Sindrom Edwards (ES)

Tentunya, bayi yang terkena Sindrom Edward akan memiliki beberapa karakteristik yang pastinya menjadi sebuah ciri bahwa seorang bayi terkena Sindrom Edward. Berikut ini kami sajikan beberapa ciri jika bayi terkena Sindrom Edward, diantaranya:

  1. Adanya defisiensi pertumbuhan pada bayi
  2. Kesulitan untuk bernapas
  3. Malformasi pada ginjal
  4. Terjadinya keterbelakangan perkembangan dan juga mental
  5. Keadaan usus yang menonjol di luar tubuh dan atresia esofagus
  6. Mengalami cacat jantung struktural pada saat lahir diantaranya patent ductus arteriosus, cacat septum ventrikel dan defek septum atrium.
  7. Arthrogryposis yaitu adanya gangguan otot yang menyebabkan kontraktur sendi beberapa saat setelah lahir.

Itulah beberapa ciri jika seorang bayi terkena Sindrom Edward yang patut Anda ketahui.

Penyebab Sindrom Edward

Tentunya, setiap kelainan yang terjadi pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Seperti pada bayi yang terkena Sindrom Edward diantaranya:

Kelainan Kromosom

Penyebab pertama jika seorang bayi terjangkit Sindrom Edward ialah adanya kelainan kromosom. Pada manusia normal jumlah kromosom berjumlah 46 buah yang diantaranya 22 pasang kromosom somatik dan 1 pasang kromosom kelamin. Namun, ada juga beberapa kasus dengan variasi jumlah kromosom yang biasa dinamakan dengan aneuploidi.

Pada seseorang yang terkena kasus aneuploidi tentunya dapat mengakibatkan variasi pada jumlah kromosom. Hal ini menyebabkan adanya pasangan kromosom yang kekurangan dan menyisakan kromosom biasa atau yang sering disebut dengan monosomi. Akan tetapi, tidak jarang juga yang mempunyai kelebihan kromosom yang nantinya mengakibatkan pasangan kromosom mempunyai 3 kromosom yang biasa dikenal dengan sebutan trisomi. Pada kelainan 3 kromosom inilah yang mengakibatkan seorang bayi terkena Sindrom Edward. Pada umumnya, bayi yang terkena Sindrom Edward memiliki tambahan pasangan pada kromosom nomor 18. Hal ini tentunya dapat menimbulkan masalah pada seseorang yang menderita Sindrom Edward tersebut. Tambahan kromosom tersebut tentunya dapat menyebar ke hanya sebagian sel atau juga ke sel somantik. Dampak dari tambahan sel kromosom tersebut tentunya sangat bervariasi tergantung dari kromosom dan juga riwayat generik tersebut berperan.

Faktor usia pada ibu

Faktor usia memang menjadi salah satu penyebab seorang bayi terkena Sindrom Edward. Tentunya, ibu yang mengandung bayi di atas usia 35 tahun sangat rentan mengalami kromosom yang lebih besar jika dibandingkan dengan ibu hamil yang masih muda. Hal ini tentunya disebabkan oleh perbedaan usia sel telur perempuan yang masih muda dan juga sudah tua.

Tidak bisa dipungkiri bahwa wanita terlahir dengan memiliki sejumlah sel telur di dalam ovariumnya. Namun, sel telur tersebut jumlahnya tidak akan bertambah dan justru akan berkurang setiap bulannya. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan sel telur bisa dibuahi oleh sperma, akan tetapi jika tidak dibuahi, maka perempuan akan mengalami siklus menstruasi setiap bulannya.

Sel telur yang sudah matang tentunya dilepaskan oleh ovarium setiap bulannya. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu sel telur pada wanita pun akan semakin berkurang dan bergantung pada usia wanita tersebut. Sel telur pada usia 50 tahun tentunya sel telur akan semakin berkurang dan begitulah seterusnya. Akibat yang ditimbulkan dari kelainan kromosom ini tentunya seringkali terjadi karena adanya penuaan yang telah terjadi pad sel telur atau jumlah kromosom yang salah ketika terjadinya pembuahan. Hal ini dikarenakan wanita yang sudah tua akan sangat rentan terjadi kesalahan ketika mengalami proses mitosis atau meiosis.

Gejala Sindrom Edward Pada Bayi

Setelah kita mengetahui penyebab dan juga cara memastikan sindrom Edward pada bayi. Tentunya, kita dihadapkan pada beberapa gejala yang kemungkinan timbul jika seorang bayi terkena sindrom Edward. Berikut ini beberapa gejala yang timbul jika seorang bayi terkena Sindrom Edward, diantaranya:

1. Bayi sering mengalami sembelit

Gejala pertama yang mungkin timbul jika seorang bayi terkena sindrom Edward ialah sering mengalami sembelit. Sembelit tentunya diakibatkan oleh keadaan otot yang sangat buruk. Jika seorang bayi terkena sindrom Edward dan bisa bertahan hidup tentunya ia akan mengalami sembelit seumur hidupnya.

Akibatnya bayi sangat rewel karena merasa tidak nyman ketika buang air besar. Kondisi ini juga menyebabkan bayi merasakan kelelahan yang sangat luar biasa. Pada umumnya obat anti gas, susu formula khusus, obat pelunak feses dan juga supositoria sangat diperlukan untuk melakukan perawatan pada bayi yang terkena sindrom Edward. Akan tetapi, enema tidak harus diberikan kepada bayi karena bisa mengubah komposisi cairan yang ada di dalam tubuh. Hal ini dikarenak enema dapat menguras elektrolit pada tubuh bayi dan juga mengubah komposisi cairan di dalam tubuh.

2. Berat badan bayi lahir rendah

Pada bayi yang terkena Sindrom Edward tentunya ditandai pula dengan berat bayi lahir rendah. Hal ini juga akan terlihat pada bayi yang terlihat lemah ketika ia sedang menangis. Kelainan sindrom Edward tentunya memiliki masalah ketika bayi menerima asupan makanan dan juga mengalami kegagalan ketika berkembang.

Bayi yang terkena sindrom Edward memang sudah memiliki berat yang cukup rendah dibandingkan dengan kesehatan yang lainnya. Pada beberapa kondisi kemungkinan bayi memang sangat lemah dan juga dapt bertahan hidup hanya 2-3 bulan saja. Ada juga bayi yang dapat bertahan hidup meski hanya 2-3 bulan saja. Sangat tipis kemungkinan bayi dapat bertahan hidup hingga 1 tahun, meski mereka mengalami kelainan pada mental dan juga fisik.

3. Kelainan fisik pada bayi yang tidak sempurna

Bagi bayi yang menderita kelainan sindrom Edward tentunya memiliki bentuk fisik tubuh yang sempurna. Kelainan bentuk fisik tubuh ini tentunya ditandai dengan kecacatan pada bagian rahang dengan bentuk yang cukup kecil atau micrognathia, bentuk kepala yang begitu kecil ditambah dengan bagian ubun-ubun bayi yang terlihat menonjol, terjadinya lipatan pada kelopak mata yang sedikit sempit, mengalami bibir sumbing serta langit-langit ditambah dengan kondisi hidung yang terbalik, jempol tangan mengarah ke bagian belakang, tulang dada yang pendek, kuku jari bayi yang terkadang tidak ada sama sekali, tangan yang terkepal, testis pada bayi yang tidak turun dan biasanya kaki yang sedikit pengkor.

4. Perkembangan buruk bagi bayi

Bayi yang menderita sindrom Edward tentunya memiliki perkembangan bayi yang lebih buruk. Perkembangan bayi yang mengalami sindrom tentunya rentan mengalami kecacatan dan juga perkembangan bayi yang sangat buruk. Selain itu, perkembangan komunikasi verbal tentunya sangat terbatas dan terkadang tidak kita mengerti.

Cara Memastikan Sindrom Edward

Tentunya, saat bayi masih dalam kandungan, seorang dokter akan memastikan kemungkinan bayi terkena sindrom Edward. Cara memastikan sindrom Edward tentunya seorang dokter akan melakukan pemeriksaan USG. Meskipun, pemeriksaan ini terbilang kurang akurat untuk mendiagnosa adanya sindrom Edward pada tubuh bayi.

Jika bayi sudah lahir tentunya dokter dapat mendiagnosa apakah bayi terkena Sindrom Edward ataukah tidak. Pada umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan dengan cara mengamati bagian wajah dan juga anggota tubuh lainnya. Tentunya, bayi yang terkena Sindrom Edward akan ditemukan ciri pada  bagian kepala yang tampak lebih besar dan juga jari yang tumpang tindih.

Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan kepada bayi baru lahir dengan pemeriksaan melalui darah untuk memastikan kondisi trisomi 18. Pemeriksaan darah yang dilakukan oleh dokter juga dapat mendiagnosis adanya kemungkinan bayi terkena Sindrom Edward. Hal ini tentunya membuat para ibu hamil untuk lebih waspada akan kehamilan yang selanjutnya.

Namun, sebelum memastikan bahwa bayi yang baru lahir terkena Sindrom Edward, pada kebanyakan bayi sudah diketahui meninggal di dalam kandungan terlebih dahulu. Atau tidak jarang juga yang meninggal setelah satu minggu pertama bayi tersebut dilahirkan. Ada juga bayi yang baru lahir pada satu tahun pertamanya, namun jumlahnya hanya sedikit sekitar 5-10% saja.

Memastikan apakah bayi terkena Sindrom Edward ataukah tidak tentunya ini menjadi salah satu tugas bagi kita diman kita dapat mencegah dan juga mengobati kelainan tersebut dengan sigap. Hal ini tidak lain ialah untuk melakukan pencegahan yang lebih kepada bayi kita.

Beberapa Penyebab Sindrom Edward mungkin belum diketahui penyebabnya. Akan tetapi kita sebagai orangtua harus melakukan pencegahan terhadap datangnya penyakit tersebut. Bagaimanapun juga, kita tidak menginginkan sesuatu terjadi kepada buah hati kita. Demikianlah beberapa penyebab, gejala dan juga cara mengatasi Sindrom Edward yang wajib kita lakukan. Semoga bermanfaat!

Loading...