Penyebab dan Cara Mengatasi Konstipasi Pada Ibu Menyusui

Penyebab dan Cara Mengatasi Konstipasi Pada Ibu Menyusui – Sesaat setelah melahirkan dan berganti peran dari ibu hamil ke ibu menyusui membuat banyak perubahan dan keluhan dialami oleh sang ibu. Sembelit dan konstipasi menjadi salah satu kondisi yang paling sering dialami dimana kondisi ini biasanya bagian dari perubahan hormon di dalam tubuh. Meskipun konstipasi pada ibu menyusui akan dapat sembuh dengan sendirinya namun demikian bila anda tidak melakukan tindakan penanganan yang cepat maka bisa mungkin kondisi ini bertahan cukup lama.

Sembelit atau konstipasi adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan buang air besar. Buang Air Besar (BAB) normalnya terjadi setiap hari atau dua hari sekali pada seseorang. Namun pada mereka yang mengalami kontipasi BAB bisa saja terjadi dengan sangat jarang dan pada saat hendak buang air biasanya feses yang dikeluarkan mengeras sehingga lebih sulit untuk dikeluarkan dengan baik.

Konstipasi pada ibu menyusui memang sebenarnya bukanlah sebuah kondisi yang serius dimana kondisi ini biasanya akan kembali membaik dengan sendirinya tanpa perlu penanganan dari dokter. Hanya saja, pada beberapa ibu menyusui bisa saja mereka mengalami konstipasi yang parah dimana pengerasan feses yang sulit dikeluarkan sampai membuat mereka mengalami ambien.

Lalu apa sih sebenarnya penyebab dari konstipasi yang terjadi pada ibu menyusui? Seberapa rentankah mereka mengembangkan kondisi yang sama setelah melahirkan? Jawabannya akan dibahas di bawah ini dengan jelas.

Penyebab Konstipasi Pada Ibu Menyusui

Pada dasarnya intesitas buang air besar pada masing-masing orang berbeda satu dengan yang lainnya. Sebagian mungkin bisa mengeluarkan zat sisa dari dalam tubuh mereka ini setiap hari. Namun sebagian bisa mungkin buang air besar setiap dua hari sekali tergantung dari kinerja sistem pencernaannya. Namun bagi mereka yang mengalami sulit buang air besar bahkan sampai berhari-hari dengan pengerasan feses maka mungkin anda mengalami konstipasi.

Konstipasi memang menjadi sebuah kondisi yang rentan menyerang ibu hamil dan mereka yang sudah melahirkan di tahapan ibu menyusui. Penyebabnya bisa beragam diantaranya adalah:

Sisa Efek Kehamilan

Salah satu penyebab timbulnya konstipasi pada saat usai melahirkan bisa jadi dipicu karena adanya peningkatan hormon di dalam tubuh. Apalagi pada saat menyusui, sisa-sisa efek kehamilan tentu tidak akan bersih dengan cepat dari tubuh anda. Kadar hormon kehamilan seperti hormon progesteon yang masih tinggi terdapat di dalam tubuh anda bisa mungkin memicu konstipasi terjadi.

Selain itu, tubuh anda pun mungkin masih mengalami efek dari berat badan janin yang anda kandung dalam rahim selama 9 bulan ini. Yang mana keberadaan janin sebelumnya yang bertumbuh bisa jadi menekan bagian sistem pencernaan anda dan membuat laju sistem ini menjadi lambat. Akibatnya susah buang air besar menjadi kondisi yang anda alami bahkan setelah anda melahirkan.

Namun tak perlu khawatir bila anda mengalami kesulitan buang air besar setelah beberapa saat anda pulang dari rumah sakit dan masuk ke dalam tahapan menyusui namun BAB tak kunjung terjadi sebaiknya jangan terburu pergi ke dokter. Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan senantiasa menjaga asupan makanan sehat yang bisa menstimulasi pengeluaran zat sisa dari dalam tubuh bekerja dengan lebih baik.

Salah satunya adalah dengan konsumsi makanan berserat tinggi untuk membantu kinerja usus dan sistem pencernaan anda menjadi lebih lancar. Selain itu, buah-buahan seperti papaya adalah jenis makanan sehat yang akan dapat melancarkan BAB yang sulit. Anda bisa mengkonsumsinya secara rutin agar BAB anda bisa kembali normal dengan cepat.

Asupan Suplemen Zat Besi Selama Hamil

Selama hamil hampir setiap wanita diberikan anjuran untuk mendapatkan asupan zat besi tambahan lewat suplemen atau jenis vitamin lainnya. Suplemen ini biasanya diberikan tiap bulan atau pada saat berkonsultasi ke bidan atau tenaga medis lainnya selama ibu mengandung. Asupan suplemen zat besi selama kehamilan menjadi hal penting yang harus dilakukan agar pasokan zat besi untuk bayi dan ibu selama hamil tetap terjaga dengan baik.

Namun rupanya, konsumsi zat besi yang diberikan dalam jumlah yang banyak ini dapat berdampak terhadap konstipasi yang terjadi pada ibu. Jadi wajar ibu menyusui akan mudah terkena dengan risiko konstipasi. Maka dari itu, saat ini anda yang baru saja melahirkan maka wajar bila anda mengalami kondisi yang satu ini.

Jadi tak perlu khawatir setelah pengaruh suplemen tersebut menghilang dari dalam tubuh anda maka nantinya sistem pencernaan anda akan dapat bekerja dengan lebih baik dan lebih lancar. Anda hanya perlu meneruskan memberikan ASI pada si buah hati sambil memperhatikan asupan cairan ke dalam tubuh dan perhatikan pula jenis makanan yang dikonsumsi.

Tindakan Episiotomi

Ibu hamil yang mendapatkan episiotomi pada saat melahirkan akan cenderung lebih rentan dengan yang namanya konstipasi. Episiotomi adalah tindakan penyayatan pada bagian kulit yang terdapat diantara anus dan vagina. Tindakan episiotomi biasanya dilakukan untuk memperlebar jalan lahir bayi pada saat dilahirkan.

Ibu yang mengalami episiotomi akan tentu merasakan rasa sakit yang hebat dibagian perineum atau bagian kulit antara anus dan vagina. Sehingga ketika hendak buang air besar biasanya rasa sakit tersebut akan semakin hebat dan luar biasa. Tak heran bila sebagian ibu akan enggan untuk buang air besar dan memilih menahan perasaan tersebut. Secara tidak sadar bila kondisi ini terus menerus terjadi maka sembelit dan konstipasi akan sangat rentan anda alami.

Maka dari itu, anda mungkin akan perlu saran dari dokter untuk mengatasi permasalahan ini. Dokter biasanya memberikan obat pencahar untuk memudahkan anda buang air besar dengan feses yang lebih lembut sehingga bagian anus anda tidak perlu menekan dengan terlalu keras. Untuknya, kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik tentang masalah yang satu ini.

Penggunaan Forcep

Bila anda melahirkan normal dengan bantuan alat Forcep maka hal ini akan dapat meningkatkan risiko konstipasi terhadap ibu menyusui. Forcep adalah alat menyerupai sepasang sendok besar dimana nantinya alat tersebut akan menjepit bagian kepala bayi yang masih di dalam rahim. Karena terkadang berbagai hal bisa terjadi yang menghambat persalinan normal.

Ibu yang sudah mengejan sedemikian rupa namun tak kunjung mengeluarkan bayi dengan baik maka alat bantu forcep ini akan digunakan. Nantinya dokter akan memberikan panduan pada pasien sehingga bayi bisa dilahirkan dari rahim ibu. Penggunaan forcep meski memudahkan bayi lahir namun hal ini bisa menyebabkan masalah pada bagian anus. Akibatnya ibu yang melahirkan normal dengan bantuan forcep akan mengembangkan kemungkinan konstipasi yang jauh lebih besar.

Untuk mengatasi permasalahan ini anda mungkin akan perlu saran dari dokter sehingga BAB yang sulit dikeluarkan akan perlu dibicarakan dengan dokter. Dokter biasanya tahu penanganan yang aman dan baik untuk diberikan pada mereka yang mengalami keluhan yang satu ini.

Operasi Caesar

Siapa yang menyangka jika tindakan operasi caesar pun tidak luput dari keluhan yang mungkin terjadi setelahnya. Seusai menjalani operasi caesar bukan hanya perasaan sakit yang hebat akibat luka yang belum kering.

Namun selama menyusui pun anda akan rentan dengan yang namanya konstipasi. Hal ini dikarenakan bedah sayatan pasca melahirkan dengan jalan caesar membuat bagian usus anda terganggu. Sehingga dibutuhkan beberapa lama untuk bisa mengembalikan bagian pencernaan anda dapat kembali bekerja dengan baik seperti sediakala.

Namun biasanya dokter memberikan obat pencahar pada anda yang mengalami persalinan Caesar karena luka yang masih baru membuat rasa sakit yang muncul mungkin menghambat anda untuk bisa melakukan aktivitas. Termasuk dengan buang air karena pada saat buang air besar, terdapat tekanan  pada bagian perut yang mungkin membuat anda mengalami rasa sakit yang hebat.

Obat pencahar yang diberikan oleh dokter akan memecah feses yang keras menjadi lebih lembut sehingga nantinya akan lebih mudah dikeluarkan. Namun bila anda mengalami masalah dengan kondisi ini setelah operasi yang anda jalani maka tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi yang satu ini.

Dehidrasi

Penyebab lain yang juga memicu kondisi konstipasi atau kesulitan buang air besar bisa disebabkan oleh dehidrasi. Kurangnya cairan di dalam tubuh menyebabkan pelumas pada saat buang air besar diproduksi dengan jumlah yang kecil. Akibatnya, buang air besar anda akan terasa sangat menyakitkan. Belum lagi selama menyusui sejumlah cairan dalam tubuh anda sebagian besarnya dialirkan pada ASI yang anda berikan pada si kecil.

Maka dari itu, pastikan anda mencukupi kebutuhan cairan bahkan lebih banyak dari pasokan cairan harian anda sebelumnya. Takarannya bisa sampai 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan saat anda sebelum menyusui karena tubuh anda akan lebih terjaga saat kebutuhan cairan anda terpenuhi dengan baik.

Terapi Obat Pereda Nyeri

Setelah melahirkan beberapa ibu mungkin mendapatkan obat pereda nyeri seperti halnya petidin dan diamorfin. Perlu diketahui jika obat pereda nyeri ini akan dapat memperlambat gerak usus anda setelah melahirkan atau yang dalam dunia medis kondisi ini dinamakan dengan enema sehingga tak heran bila anda mengalami kesulitan buang air besar.  Untuk mengatasi kondisi yang satu ini anda mungkin perlu ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Pada dasarnya konstipasi yang terjadi selama menyusui adalah kondisi yang wajar terjadi dan ini bukanlah digolongkan ke dalam kondisi yang serius. Hanya saja bila gejala dari konstipasi tersebut sudah berlebihan dan keluarnya feses disertai dengan darah atau nanah maka anda perlu mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter.

Mencegah Konstipasi Pada Ibu Menyusui

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk mencegah konstipasi pada ibu menyusui. Hal-hal tersebut dapat anda simak di bawah ini.

Banyak Bergerak

Salah satu penyebab rentannya ibu menyusui dengan konstipasi adalah karena anda sangat pasif bergerak setelah melahirkan. Luka jahitan yang masih terasa sakit memang membuat anda malas untuk bergerak atau mungkin sebagian besar merasa khawatir bila bergerak membuat luka tersebut menjadi sembuh lama.

Namun demikian bukan berarti lantas menjadikan alasan bagi anda untuk bermalas-malasan. Anda disarankan untuk lebih banyak bergerak untuk menghindari masalah konstipasi atau sulit buang air besar setelah melahirkan. Karena terlalu banyak duduk atau berbaring dalam waktu yang lama malah akan semakin meningkatkan risiko anda terkena dengan konstipasi.

Konsumsi Makanan Berserat Tinggi

Selain menjadi lebih aktif dalam bergerak hal lain yang perlu anda perhatikan dengan baik untuk mencegah risiko konstipasi setelah melahirkan adalah dengan memperhatikan asupan makanan sehat ke dalam tubuh anda. Makanan yang tinggi akan serat menjadi pelumas yang baik untuk melancarkan sistem pencernaan sehingga anda akan terhindar dari risiko buang air besar yang sulit atau terkendala.

Beberapa jenis makanan dengan kandungan serat yang tinggi diantaranya adalah buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh dan masih banyak lagi. Selain itu, jus apel dan anggur dipercaya sebagai obat alami untuk meringankan sembelit dan konstipasi yang bisa terjadi pada ibu melahirkan. Hal ini dikarenakan apel dan anggur kaya akan kandungan sorbitol. Bahan ini adalah pencahar alami yang dapat mengatasi permasalahan susah buang air besar.

Minum Air Hangat

Obat pencahar alami yang lain yang akan dapat anda nikmati dengan mudah adalah konsumsi air hangat. Air hangat akan menjadi obat manjur untuk mengatasi konstipasi dan sembelit tanpa perlu obat dari dokter. Anda bisa mencampurkan air hangat dengan perasan lemon, teh herbal atau teh chamomile.

Sebagaimana disebutkan di atas konsumsi terhadap cairan memang menjadi hal penting yang harus anda perhatikan dengan baik. Nah, jenis cairan yang terbaik adalah air hangat maka dari itu pastikan dengan baik jika anda memenuhi kebutuhan cairan anda dengan seksama yakni dengan air putih bersama dengan bahan campuran lain yang sehat.

Hindari Konsumsi Makanan Pedas

Sesaat setelah melahirkan asupan makanan biasanya menjadi hal yang begitu didambakan betapa tidak untuk pertama kalinya nafsu makan anda akan kembali dan rasa mual muntah kini tak lagi mempengaruhi diri anda. Tak heran bila hasrat menyantap makanan semakin terasa saat ini. Namun perhatikan dengan baik jangan sampai anda sembarangan mengkonsumsi makanan yang berbahaya.

Terutama makanan pedas dan asam dimana jenis makanan ini biasanya akan dapat membuat anda meningkatkan risiko terhadap sembelit dan konstipasi yang semakin nyata. Alih-alih mengikuti hawa nafsu untuk menyantap makanan pedas dan asam akan lebih baik jika anda melampiaskannya pada makanan sehat.

Jenis makanan sehat bisa anda nikmati dalam jumlah yang banyak tanpa khawatir berdampak bahaya terhadap kesehatan anda. Jenis makanan yang dianjurkan setelah melahirkan adalah makanan kaya akan protein, serat dan gizi yang seimbang.

Hindari Stress

Setelah melahirkan sebaiknya upayakan untuk terhindar dari stress. Karena stress adalah penyebab konstipasi yang seringkali tidak disadari. Parahnya lagi, usai melahirkan stress menjadi hal yang tak terhindarkan sehingga membuat konstipasi seolah menjadi hal yang sulit pula dicegah. Namun bila anda mampu mencegah stress maka risiko sembelit akan dapat anda hindari dengan baik.

Loading...