Bahaya Penyakit Tetanus Pada Bayi | Definisi, Gejala, Penyebab & Pengobatan

Diposting pada

Penyakit Tetanus Pada Bayi – Tentunya, Anda jangan menganggap remeh akan penyakit yang satu ini. Pasalnya, penyakit tetanus mengancam sistem imunitas tubuh, terlebih pada bayi baru lahir. Maka dari itu, Anda diharuskan untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit tetanus tersebut, penyebab, gejala dan juga cara mencegahnya. Semua topik tersebut tentunya akan kami jelaskan dibawah ini!

Siapa yang tidak ingin memiliki tubuh yang sehat dan juga tahan terhadap penyakit. Tentunya, semua orang menginginkan kondisi tersebut ada di dalam tubuhnya, tidak terkecuali pada bayi baru lahir. Akan tetapi, keinginan tersebut memang tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Pasalnya, banyak orang yang memiliki sistem imunitas yang cukup buruk sehingga mereka mudah sakit.

Sistem imunitas tubuh yang kurang tentunya akan memudahkan bakteri dan juga virus masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan tubuh tidak dapat mengendalikannya. Seperti pada salah satu penyakit yang kerap menyerang bayi dan juga anak-anak yakni tetanus neonatorum. Penyakit ini juga dapat dibilang sebagai penyakit infeksi dimana bakteri yang masuk ke dalam tubuh dapat disebabkan oleh adanya luka pada tubuh kita. Baca juga: 26 Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Anda Ketahui

Apa Itu Tetanus?

Jika kita ingin mengetahui lebih dalam lagi apa yang dimaksud dengan tetanus, tentunya ini adalah niatan yang cukup dianjurkan bagi setiap orang. Bagaimanapun juga, mengenali akan suatu penyakit menjadikan kita lebih tahu untuk memberikan pencegahan semaksimal mungkin. Seperti yang sedikit sudah dijelaskan di atas bahwa tetanus merupakan sebuah infeksi penyakit pada luka seseorang.

Tetanus salah satu penyakit infeksi yang tergolong cukup serius dimana infeksi ini disebabkan oleh bakteriClostridium tetani. Pada umumnya, bakteri ini terdapat di dalam tanah, debu, manusia yang terinfeksi dan juga kotoran pada hewan. Bakteri tetanus yang masuk ke dalam tubuh disebabkan oleh tubuh yang terluka akibat luka bakar atau cidera. Melalui luka tersebut dimungkinkan bakteri yang masuk ke dalam tubuh lebih mudah dan langsung ke dalam peredaran darah. Lihat juga: Perkembangan Bayi 14 Bulan Yang Wajib Anda Ketahui

Bagaimanakah Tetanus Menyerang Bayi?

Lantas, bagaimana penyakit tetanus neonatirum pada bayi? Penyakit tetanus nenatorum yang rentan terjadi pada bayi tentunya dapat menyerang melalui luka [ada tali pusar. Hal ini biasanya terjadi pada bayi yang kurang mendapatkan perawatan tali pusar yang cukup baik. Biasanya terjadi di daerah terpencil dan juga pedesaaan dengan peralatan yang tidak steril.

Bakteri ini tentunya dapat menyerang luka yang sangkal ataupun luka yang dalam. Penyakit tetanus neonatorum pada bayi dapat terjadi akibat dari pemotongan tali pusar dengan menggunakan pisau atau gunting yang tidak steril. Hal ini dikarenakan juga penyakit infeksi dapat ditemukan pada pisau, besi, gunting, jarum dan juga ujung peniti terutama yang mengalami karat.

Bakteri Clostridium tetani ialah salah satu bakteri yang menghasilkan racun neurotoxin sehingga dapat menyerang sistem imunitas tubuh dan juga saraf pusat pada manusia. Penyakit tetanus nenatorum ialah suatu infeksi pada bayi baru lahir yang menyebabkan kasus kematian terbanyak pada bayi. Hal ini memang dikarenakan sistem imunitas pada tubuh bayi masih sangat rendah dan juga belum memiliki kemampuan untuk menangkal virus dan juga bakteri yang kemungkinan akan masuk ke dalam tubuh.

Untuk itu, penyakit tetanus neonatorum pada bayi tergolong pada penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit tetanus pada bayi pada umumnya disebabkan oleh ibu yang tidak melakukan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) pada saat sebelum dan juga saat hamil. Imunisasi ini memang sangat penting untuk dilakukan dengan tujuan untuk mencegah bakteri penyebab infeksi tetanus tersebut masuk ke dalam tubuh dan juga pada saat janin di dalam kandungan.

Pada beberapa kasus penyakit tetanus dapat disebabkan oleh gigitan hewan. Tidak jarang juga yang sering membersihkan gigi menggunakan peniti atau jarum yang memang rentan terkontaminasi kuman dan juga bakteri. Maka dari itu, jangan dianggap sepele akan penyakit tetanus neonatorum pada bayi karena dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kematian. Bagi para ibu yang akan dan juga sudah mendapatkan kehamilan, tentunya jangan sungkan dan juga malas untuk melakukan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) karena ini sebagai cara untuk mencegah infeksi tersebut menyerang tubuh kita.

Penyebab Tetanus Neonatorum

penyakit tetanus pada bayi

Tentunya, setiap penyakit ada bukan tanpa sebab. Hal ini juga berlaku pada kasus penyakit infeksi tetanus neonatorum pada bayi dimana penyebab utama penyakit ini ialah bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini terkenal dengan bakteri penghasil racun neorotoxin yang dapat menyerang sistem saraf pusat pada manusia.

Bakteri ini tentunya dapat ditemukan pada debu, kotoran hewan, tanah dan juga polusi. Tidak jarang juga bakteri tetanus yang terdapat pada jarum, gunting dan juga besi berkarat. Pada bayi baru lahir, penyebaran tetanus neonatorum dapat melalui pemotongan tali pusar dengan menggunakan alat-alat yang tidak steril.

Beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan bayi terserang penyakit tetanus neonatorum, diantaranya:

  1. Melakukan proses persalinan dengan menggunakan alat-alat yang tidak steril
  2. Riwayat adanya penyakit tetanus neonatorum yang terjadi pada anak sebelumnya
  3. Adanya bakteri tetani akibat paparan bahan dan juga alat yang berpotensi mengundang bakteri penyebab tetanus neonatorum pada saat persalinan
  4. Ibu yang tidak melakukan imunisasi dan juga vaksinasi TT (Tetanus Toxoid)
  5. Kurangnya melakukan perawatan tali pusar pada bayi

Itulah beberapa penyebab seseorang terkena infeksi tetanus neonatorum yang tentu harus kita hindari semaksimal mungkin.

 Gejala Penyakit Tetanus

penyakit tetanus pada bayi

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan tetanus dan juga penyebabnya. Tentunya, kita akan beranjak pada gejala-gejala yang mungkin akan timbul jika seseorang terserang penyakit tetanus. Pada bayi baru lahir, gejala tetanus dapat terlihat pasca 3-10 hari persalinan. Pada gejala awal pada bayi yang terkena tetanus, ia akan terus menangis, tidak mau menyusui dan juga tubuhnya mengalami demam. Akan tampak area tali pusar yang tampak memerah, kotor, meradang, dan juga tampak bengkak.

Tentu saja, jika salah satu gejala tersebut tampak pada seorang bayi dengan gejala lainnya, maka dapat dipastikan bahwa bayi tersebut terserang penyakit tetanus neonatorum. Penyakit tetanus neonatorum ini banyak ditemukan di negara-negara berkembang, sedangkan pada negara-negara maju sangat jarang terjadi. Hal ini mungkin disebabkan oleh teknik dan juga peralatan persalinan yang kurang higienis dan juga memadai. Untuk itu, jika hal tersebut terjadi pada bayi baru lahir, tentunya harus diberikan perawatan intensif. Jika tidak segera ditangani tentunya akan menyebabkan kematian dan juga mengancam jiwa.

Pada beberapa kasus penderita tetanus neonatorum, gejala awal dapat ditandai dengan adanya rasa gelisah, sakit kepala hebat, demam, nyeri dan juga kaku pada otot rahang, otot perut mengeras dan juga kejang hingga akhirnya menyerang seluruh tubuh. Gejala tersebut tentunya dapat terjadi pada hari ke 8 pasca tubuh terserang infeksi tersebut. Setelah gejala tersebut, biasanya  infeksi dapat menyerang tubuh selama 3 hari – 3 minggu.

Rasa nyeri pada tulang gigi dan juga rahang dapat menyebabkan seseorang sulit untuk membuka mulut dan juga menelan makanan. Dengan kondisi tersebut tentunya pasien akan mengalami sulit bernafas dan juga sesak sehingga mengakibatkan kematian. Penyakit tetanus bukanlah salah satu penyakit yang menular. Biasanya, penyakit tetanus terjadi pada seseorang yang tidak melakukan imunisasi dan juga vaksinasi tetanus. Untuk itu, seseorang  yang terkena penyakit tetanus harus diberikan perawatan intensif di rumah sakit.

Beberapa Gejala Penyakit Tetanus

Kronologisnya, bakteri yang menyerang tubuh melalui luka dapat mengacaukan kinerja sistem saraf pusat sehingga penderita mengalami kejang-kejang dan juga kaku pada otot. Pada beberapa kasus, penderita yang terserang penyakit tetanus tidak dapat membuka dan juga menutup rahangnya atau terkenal dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Beberapa gejala penyakit tetanus pada bayi dapat ditandai dengan beberapa indikasi berikut ini:

  1. Kejang yang disebabkan oleh cahaya dan juga suara ketika disentuh
  2. Mulut bayi akan terlihat kaku dan juga sulit membuka dan juga menutup ketika menyusui.
  3. Kaku pada otot tubuh dan juga spasme akan membuat tubuh bayi tampak melengkung ke belakang dan juga menegang.
  4. Otot wajah bayi dan juga rahang mulai meregang dan juga mengencang pada hari ke 2-3 setelah kelahiran.

Untuk itu, pada sebagian besar kasus tetanus neonatorum dapat terjadi antara hari ke 3-28 pasca persalinan. Meskipun jumlah kasus tetanus neonatorum pada bayi menurun, namun  harus tetap ditangani oleh bidan dan juga dokter untuk menangani penyakit tersebut pada bayi baru lahir.

Jenis-Jenis Tetanus

Tentunya, penyakit tetanus juga memiliki beberapa jenis dan juga tipe yang berbeda dan tentu memiliki gejala dan juga efek yang berbeda. Pada umumnya ada beberapa tipe dan juga jenis penyakit tetanus diantaranya tetanus umum, neonatorum, cephalic dan juga terlokalisir. Setiap jenis tetanus tersebut tentunya memiliki sifat dan juga akibat yang berbeda ketika menyerang tubuh manusia.

Tetanus neonatorum ialah salah satu jenis penyakit tetanus yang menyerang pada bayi baru lahir. Bakteri ini biasanya akan menyerang luka pada tali pusar bayi yang nantinya akan mulai menyerang sistem kekebalan pada tubuh bayi. Infeksi tetanus neonatorum menyerang tubuh bayi dengan sangat mudah dikarenakan sistem imunitas tubuh bayi masih sangat lemah. Proses persalinan yang terpapar beberapa penyebab penyakit infeksi tetanus kemungkinan besar bayi akan terserang penyakit tetanus neonatorum.

Tetanus yang dikatakan cephalic jika infeksi tersebut menyerang telinga bagian tengah karena telinga rentan mengalami kotoran. Tetanus jenis ini akan berpotensi menjadi tetanus berjenis umum.

Sedangkan tetanus terlokalisir dapat menyerang bagian tubuh tertentu pada manusia dan menyebabkan kejang lokal. Kondisi ini dapat terjadi pada saat tubuh mempunyai sistem kekebalan parsial terhadap bakteri dan juga racun tetanus. Untuk itu, seseorang yang tersering tetanus terlokalisir dapat mengalami kejang pada bagian tubuh tertentu. Tetanus jenis ini juga dapat berpotensi menjadi jenis tetanus umum.

Sedangkan tetanus umum ditandai dengan kejang yang dialami pada seluruh bagian tubuh yang dimulai pada rahang dan juga leher. Pada jenis tetanus umum tentunya disebabkan oleh penyebaran melalui luka dangkal dan juga luka dalam, tidak terkecuali juga pada luka bakar.

Beberapa jenis tetanus tersebut tentunya memiliki potensi yang sama untuk menyerang sistem kekebalan tubuh dan juga sistem saraf pada manusia. Terlebih jika jenis tetanus tersebut sudah berada pada tahap yang cukup berbahaya tentunya dapat mengancam keselamatan dan juga nyawa seseorang.

Pencegahan Penyakit Tetanus Pada Bayi

penyakit tetanus pada bayi

Satu langkah utama yang pasti harus Anda lakukan ialah dengan mengobati dan juga mencegah terjadinya penyakit tetanus. Pencegahan penyakit tetanus pada bayi dapat diberikan dengan melakukan vaksinasi yang merupakan vaksinasi wajib untuk diberikan kepada bayi. Imunisasi ini termasuk ke dalam 5 imunisasi wajib yakni imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Pemberian vaksinasi ini dilakukan melalui lima tahap diantaranya usia 2,4,6, 18 dan 4-6 tahun.

Pemberian vaksinasi juga harus dilakukan pada anak usia 7 tahun yang memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan terhadap tubuh dari penyakit tetanus. Vaksinasi Td tentunya dapat diulang setiap 10 tahun untuk mempertahankan sistem imunitas dan juga kekebalan pada tubuh. Vaksinasi juga dapat dilakukan untuk membersihkan luka agar tidak terinfeksi penyakit tetanus dan juga agar luka cepat pulih. Pemberian imunoglobulin tetanus pada umumnya dianjurkan oleh bidan dan juga dokter dalam mencegah terjadinya infeksi tetanus pada luka.

Sedangkan untuk ibu sebelum dan juga saat hamil dapat dilakukan dengan imunisasi TT (Tetanus Toxoid). Pemberian imunisasi ini dilakukan agar tubuh ibu menjadi lebih kuat dan juga mencegah tubuh dari infeksi tetanus yang dapat menyerang dengan tiba-tiba. Pasalnya, bayi yang terserang tetanus juga dapat disebabkan oleh ibu yang memang sudah terinfeksi tetanus.

Melakukan pencegahan pada setiap luka dengan cara membersihkannya semaksimal mungkin untuk mencegah pertumbuhan bakteri Clostridium tetani adalah hal yang harus dilakukan. Itulah beberapa pencegahan penyakit tetanus yang dapat dilakukan agar Anda terbebas dari penyakit tetanus tiroid saat ini juga.

Pengobatan Tetanus Pada Bayi

Jika bayi atau dewasa telah terserang penyakit tetanus, tentunya melakukan pengobatan adalah satu langkah yang harus dilakukan. Jika tidak ditangani dengan segera, maka tetanus akan menjadi pembunuh yang lambat laun akan menyebabkan kematian. Pada umumnya, seseorang yang terkena penyakit tetanus akan melakukan perawatan yang cukup intensif di rumah sakit. Akan tetapi, ada beberapa hal dapat dilakukan yang pastinya sesuai dengan instruksi dokter.

Pengobatan tetanus pada bayi dapat dilakukan dengan cara Medikamentosa melalui langkah-langkah berikut ini:

  1. Memasang jalur IV dan berikan cairan dengan dosisi yang sesuai.
  2. Memberikan diazepam sekitar 10mg/kg/hari secara IV dalam waktu 24 jam
  3. Jika jalur IV tidak terpasang, dapat digantikan dengan memasang pipa lambung, lalu berikan diazepam melalui pipa atau rektum.
  4. Dapat juga memberikan tambahan dosis 10mg/kg setiap 6 jam sekali
  5. Jika bayi mengalami frekuensi nafas yang kurang dari 30 kali/menit tanpa adanya tunjangan nafas, sebaiknya obat tersebut dihentikan.
  6. Jika bayi mengalami henti nafas, tentunya harus diberikan oksigen dengan kecepatan aliran yang sedang. Bila belum berhasil, tentunya bayi harus melakukan perawatan dengan menggunakan fasilitas NICU.
  7. Jika bayi telah mendapatkan perawatan setelah 5-7 hari, maka dosis diazepam dapat dikurangi dengan bertahap sekitar 5-10 mg/hari.
  8. Pada kondisi tertentu, kemungkinan diperlukan vencuronium untuk mengontrol spasme.

Berikan pada bayi Human Tetanus Immuniglobulin 500 U IM pada saat pemberian antitoksin tetanus sebelum melakukan tes kulit.

Pencegahan dan juga pengobatan penyakit tetanus pada bayi tentunya harus dilakukan semaksimal mungkin. Penyakit tetanus pada bayi memang sangat berbahaya yang pastinya akan mengancam nyawa dan menyebabkan kematian pada bayi. Demikianlah beberapa poin yang dapat kami jelaskan mengenai bahaya penyakit tetanus pada bayi. Pastikan untuk mencegah penyakit tersebut agar jauh dari tubuh kita. Semoga bermanfaat!

Loading...