Saat ini pemerintah Indonesia sedang menyerentakkan imunisasi campak dan rubella untuk anak-anak diseluruh Indonesia. Karena pentingnya imunisasi ini, pemerintah mengajak instansi kesehatan untuk turun langsung ke lingkungan masyarakat terutama posyandu dan sekolah.

Saking pentingnya Pemerintah Indonesia menyampaikan Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) harus mendapatkan dukungan bail dari lembaga kesehatan ataupun dari masyarakat. Terlebih, Presiden berpesan kepada  masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit campak dan rubella ini. Faktanya, kedua penyakit ini sangat mengancam kesehatan manusia terutama manusia.

Imunisasi ini bertujuan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit berbahaya yang menyebabkan kelainan bawaan pada bay, gangguan indera penting, kelainan jantung dan kekurangan mental pada saat kehamilan. Baca juga: ciri-ciri orang hamil

Imunisasi Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Mengingat pentingnya imunisasi campak dan rubella membuat sejumlah masyarakat tidak melewatkan pencanangan pemerintah ini. Namun, terdapat beberapa orangtua yang belum mengeti apa pentingnya dan bagaimana resikonya jika tidak melakukan imunisasi ini kepada anaknya. Bahkan, ada beberapa orangtua yang justru tidak peduli akan imunisasi yang dilakukan oleh Pemerintah ini, tentu dengan berbagai alasan.

Untuk itu, orangtua harus mengetahui terlebih dahulu apa sebabnya mereka harus memberikan imunisasi campak dan rubella untuk anaknya. Sebelum kita berlanjut mengenai pentingnya imunisasi campak dan rubella, alangkah lebih baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu campak dan rubella.

Apa itu Campak?

Penyakit campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus rubeola dan biasanya menyerang sistem pernapasan pada seseorang. Virus ini awalnya tidak akan menimbulkan apa-apa, namun setelah berdiam dalam sistem pernapasan, maka gejala-gejala awal mulai tampak pada tubuh seseorang. Jenis virus ini merupakan virus yang menular melalui berbagai cara seperti bersin, batuk ataupun berupa sentuhan. Virus ini tersebar melalui udara sehingga dapat bertahan hidup diluar selama 2 jam. Virus ini dapat menempel pada gagang pintu, pintu toilet atau benda apapun yang ada di sekitar kita. Virus ini biasanya menyerang anak-anak terutama anak yang mulai memasuki pra-sekolah dan SD, namun terdapat beberapa pula kasus virus yang menyerang orang dewasa.

Apa itu Rubella?

Virus rubella atau yang lebih dikenal dengan campak Jerman juga merupakan penyakit yang menular dan ditandai dengan ruam merah seperti gejala pada penyakit campak. Penyebab utama pada penularan virus rubella ini dapat melalui butiran liur dari penderita ketika mereka batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dengan penderita atau menyentuh bagian tubuh penderita bahkan memegang benda yang terkena virus rubella tentu akan menular dan sangat berdampak buruk pada tubuh seseorang. Baca juga: Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya?

Gejala-Gejala Penyakit Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Penyakit campak disebabkan oleh virus rubeola (bukan rubella/campak Jerman) yang menginfeksi sistem pernapasan manusia sehingga menimbulkan gejala-gejala lain seperti flu, batuk dan demam secara bersamaan. Bila seseorang terkena rubeola, maka akan tampak ruam merah atau coklat kemerahan yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya. Gejala seperti batuk, deman dan sakit tenggorokan akan berlangsung selama 2-3 hari.

Sedangkan gejala virus rubella tidak berbeda jauh pula dari gejala penyakit campak/rubeola. Virus rubella biasanya muncul sekitar 2-3 minggu setelah tubuh terkena virus. Gejala yang sering timbul akibat dari tubuh terserang gejala rubella diantaranya demam tinggi, hidung tersumbat, hilangnya nafsu makan, telinga yang membengkak, hilangnya nafsu makan, kelenjar getah bening, sakit kepala hebat, sendi-sendi bengkak, ruam merah pada kulit tubuh dan nyeri pada wanita usia muda.

Pada umumnya ruam menyerang area wajah dan belakang telinga terlebih dahulu sebelum menyebar keseluruh tubuh lainnya. Biasanya virus ini akan menular selama empat hari sebelum gejala-gejala lain muncul dan akan hilang dengan sendirinya setelah ruam merah dan coklat hilang.

Akibat Penyakit Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Dikenal sebagai virus yang sangat berbahaya, campak dan rubella tentunya akan menyerang tubuh manusia kapan saja. Setelah mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus ini, maka akan sangat dimungkinkan virus ini menyebabkan penyakit lain bagi tubuh manusia.

Beberapa akibat yang disebabkan oleh penyakit campak dan rubella diantaranya:

1.Infeksi

Salah satu akibat yang disebabkan oleh penyakit campak dan rubella adalah infeksi pada tubuh manusia. Infeksi ini dapat berupa apa saja terutama infeksi pada telinga dan mata. Infeksi pada telinga disebabkan oleh penumpukan cairan yang terjadi terutama bagian belakang gendang telinga. Infeksi pada telinga dapat menyebabkan keluar cairan dari telinga. Infeksi pada telinga ditandai oleh gejala lain seperti sakit telinga hebat, badan lemas dan demam tinggi.

Sedangkan infeksi pada mata merupakan salah satu komplikasi dari virus rubeola dan rubella dimana kondisi mata menjadi sangat merah. Biasanya, kondisi ini diperparah dengan mata yang mengeluarkan cairan lengket pada bulu mata dan tentunya mata menjadi tidak nyaman ketika melihat.

2. Dehidrasi

Akibat dari penyakit campak dan rubella yang kerap terjadi yaitu tubuh seseorang mengalami dehidrasi yang disebabkan kadar air dalam tubuh menurun. Hal ini dikarenakan oleh penderita yang mengalami diare dan muntah dalam intensitas waktu yang sering. Penyakit ini yang menyebabkan keseimbangan tubuh menjadi terganggu karena kekurangan mineral seperti garam dan gula. Tentunya, ketika Anda mengalami dehidrasi, Anda akan merasa sangat kehausan dan mulut kering serta urin yang berwarna sangat gelap.

3. Pneumonia

Akibat dari penyakit campak yang rentan terjadi adalah pneumonia dimana menyebabkan peradangan terjadi pada bagian jaringan paru-paru. Jika virus rubeola dan rubella telah menyerang paru-paru, ini dapat dikatakan sebagai kondisi yang lebih parah sehingga menyebabkan infeksi paru-paru yang lebih parah.

Infeksi parah ini disebabkan oleh peradangan pada kantung udara pada paru-paru. Gejala-gejala yang timbul jika virus ini sudah menyerang peru-paru seseorang, diantaranya detak jantung berdetak sangat kencang, sesak nafas, demam tinggi, badan menggigil, batuk kering dan berdahak dalam waktu yang lama, tidak nafsu makan dan dada terasa sakit saat bernafas.

4. Kejang

Kejang pada umumnya terjadi karena disebabkan oleh virus rubeola pada campak. KOndisi ini terjadi karena penderita mengalami demam yang sangat tinggi. Hal ini tentu bukanlah hal sepele karena dapat menyebabkan tubuh menjadi sangat kaku dan kehilangan kesadaran. Biasanya anak-anak rentan terjadinya kejang yang ditandai dengan buang air kecil saat kejang. Tentu, Anda jangan mengabaikan kondisi ini, segeralah periksakan ke dokter jika keluarga Anda mengalami kondisi ini utnuk mendapatkan perawatan intensif.

5. Penyakit Hepatitis

Selain menyebabkan penyakit ringan, penyakit campak dan rubella juga menyebabkan penyakit dengan tingkat yang lebih parah seperti hepatitis. penyakit campak dan rubella yang tidak ditangani dengan serius akan berdampak pada munculnya penyakit hepatitis. Hal ini disebabkan virus sudah menyerang liver yang berakibat infeksi.

Gejala lain dari hepatitis sebagai akibat dari penyakit campak dan rubella diantaranya tubuh kelelahan, urin berwarna gelap, mata dan kulit menjadi kuning, nafsu makan yang kurang, rasa sakit pada sendi dan otot, dan sakit pada perut. Penyebaran virus pada tubuh yang terkena hepatitis membuat kondisi tubuh  seseorang menjadi lebih parah.

6. Gangguan Kehamilan yang Berat

Efek dari campak dan rubella tentu tidak kalah berbahaya pada sebuah kehamilan. Jika seorang ibu hamil terkena campak, maka harus dilakukan perawatan yang intensif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti:

– Keguguran

Tidak diragukan lagi bahwa campak dan rubella menyebabkan seorang wanita hamil akan mengalami keguguran. Ini disebabkan oleh virus yang menyerang janin ketika didalam kandungan. Tentu, virus ini menyerang sistem perkembangan janin dan menyebabkan janin merasakan kesakitan bahkan menimbulkan kematian.

– Berat bayi lahir rendah

Campak dan rubella yang menyerang ibu hamil dapat menyebabkan resiko berat bayi lahir rendah. Virus yang menyerang janin merusak semua nutrisi yang harusnya disalurkan kepada janin sehingga perkembangan janin terganggu.

– Kelahiran prematur

Dimungkinkan jika seorang ibu terkena campak dan rubella akan melahirkan bayi prematur yang membuat kesehatan dan keselamatan bayi terganggu.

Itulah beberapa akibat dari penyakit campak dan rubella yang harus Anda perhatikan agar semua akibat itu tidak terjadi pada keluarga Anda.

Pentingnya Imunisasi Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Setelah kita mengetahui apa itu campak dan rubella, gejala-gejala yang timbul dan akibat yang ditimbulkan dari campak dan rubella, apakah Anda masih berpikir bahwa imunisasi campak dan rubella itu tidak penting? Maka, tentu kita mulai berpikir bahwa sebenarnya imunisasi campak dan rubella itu sangat penting untuk dilakukan.

Hal ini sesuai dengan Pemerintah Indonesia yang mencanangkan imunisasi campak dan rubella agar anak-anak Indonesia terbebas dari penyakit dan virus yang sangat berbahaya dan tentu dapat mengancam keselamatan jiwa. Untuk itu seyogianya kita harus mendukung program Pemerintah yang tidak lain untuk keselamatan dan kesehatan anak kita sendiri.

Manfaat Imunisasi Campak dan Rubella

Berikut kami sajikan beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan setelah melakukan imunisasi campak dan rubella, diantaranya:

  1. Merangsang terbentuknya imunitas tubuh dari penyakit campak, rubella dan gondong
  2. Kekebalan tubuh anak Anda menjadi lebih kuat
  3. Mencegah dari penyakit berbahaya seperti hepatitis dan pneumonia
  4. Memberikan perlindungan kepada ketiga penyakit secara bersamaan
  5. Perlindungan terhadap ibu hamil dari dampak buruk campak dan rubella yang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi bahkan menyebabkan kematian
  6. Terhindar dari berbagai virus yang dapat menyerang tubuh manusia terutama pada anak-anak dalam masa pra-sekolah dan SD.
  7. Memberikan proteksi pada tubuh agar terhindar dari penyakit yang dapat menyerang kapan saja

Jika Anda ingin memberikan perlindungan tersebut kepada keluarga Anda, tentunya Anda harus melakukan imunisasi campak dan rubella ini. Hal ini dikarenakan tidak ada pengobatan dan pencegahan alternatif untuk terhindar dari penyakit yang berat selain pemberian imunisasi campak dan rubella. Untuk itu, mari kita berikan perlindungan terbaik bagi keluarga terutama anak Anda dengan memberikan imunisasi campak dan rubella yang saat ini tengah dilakukan.

Demikianlah beberapa poin yang dapat kami sajikan untuk mengupas permasalahan dan keraguan dari  orangtua terhadap imunisasi campak dan rubella. Tentu, kita sangat berharap mendapatkan hal yang terbaik bagi keluarga kita agar terhindar dari berbagai virus dan penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Satu hal lagi, jangan lupa untuk mengantar keluarga Anda terutama anak Anda untuk mendapatkan imunisasi campak dan rubella yang khusus dan gratis dari Pemerintah. Semoga bermanfaat!

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi – Penyakit hemolitik pada bayi dikenal juga dengan sebutan HDN. Penyakit ini terjadi ketika bayi dalam kandungan ibu memiliki golongan darah yang berbeda dengan ibunya. KOndisi penyakit ini akan mungkin beresiko untuk bayi baru lahir. Bahkan pada kondisi tertentu masalah ini akan dapat menyebabkan kematian bayi. Setelah membahas mengenai penyakit ini, lantas apakah gejala hemolitik pada bayi dan seperti apa penanganannya? Simak dibawah ini.

Meski sudah berusaha keras menjaga kehamilan agar sehat dan berkualitas. Namun masalah seringkali terjadi, seperti halnya penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Kondisi penyakit ini dapat terjadi ketika golongan darah ibu tidak cocok dengan janin yang dikandungnya.

Kondisi ini pada dasarnya dapat terjadi ketika sel darah janin mengandung antigen yang tidak dimiliki oleh sang ibu. Ketika sel darah merah janin melewati bagian plasenta dan masuk ke aliran darah sang ibu. Maka kondisi ini akan memicu tubuh ibu menghasilkan antibodi. Antibodi inilah yang akhirnya menemukan jalan menuju aliran darah janin dan menghancurkan sel darah merahnya.  Baca juga: Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi

Lalu sebenarnya apa saja gejala yang dapat menandai kondisi penyakit ini? Maka mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi

Penyakit hemolitik pada bayi pada dasarnya akan dapat ditemukan setelah gejala utama pada saat kehamilan dan kelahiran ditemukan. Gejala yang dialami akan berbeda pada setiap bayi. Namun dibawah ini adalah beberapa gejala paling umum yang dapat dijumpai.

Gejala Selama Kehamilan

Bukan hanya pasca kelahiran, selama masa kehamilan adapula beberapa kondisi yang akan dapat menjadi tanda dari kondisi HDN atau penyakit hemolitik pada bayi. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

  • Ketika ibu hamil melakukan pemeriksaan melalui proses amniosentesis, cairan amnion atau cairan ketuban. Maka akan ditemukan kondisi cairan ketuban yang berwarna kuning. Selain itu, cairan dalam ketuban pun umumnya mengandung bilirubin yakni cairan yang dibuat oleh hati.
  • Ketika melakukan pemeriksaan USG, bagian hati dan limpa atau bahkan jantung janin akan nampak lebih membesar dan membengkak.
  • Pemeriksaan USG pun akan dapat menunjukan cairan yang terkumpul pada bagian perut, paru-paru dan juga kulit kepala bayi.

Beberapa kondisi diatas akan mungkin mengindikasi adanya kemungkinan penyakit hemolitik pada bayi. Ketika ibu mengalami kondisi ini pada saat melakukan pemeriksaan dengan dokter. Pada umumnya dokter akan langsung melakukan penanganan untuk mengatasi kondisi yang satu ini. Dengan demikian, rajinlah melakukan check up kesehatan.

Gejala Setelah Kelahiran

Selain kehamilan, pada saat kelahiran bayi ke dunia beberapa gejala akan mungkin dialami. Beberapa kondisi ini diantaranya adalah:

  • Bayi yang terlihat pucat seperti orang yang mengalami anemia
  • Penyakit kuning pada bayi akan muncul. Kondisi ini dipengaruhi akibat cairan amnion atau ketuban yang berwarna kuning.
  • Adanya pembesaran limpa dan hati pada bayi baru lahir.
  • Adanya pembengkakan dibawah kulit (edema) yang terjadi dengan kondisi yang lebih parah.

Ketika mendapati kondisi seperti diatas maka penting sekali untuk segera mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter. Untuk anda yang melahirkan di dokter atau rumah sakit maka biasanya usai kelahiran, dokter akan melakukan pengecekan kesehatan pada bayi. Dengan begini maka biasanya kondisi keluhan semacam ini akan dapat ditemukan dengan lebih dini. Sehingga demikian, penanganan yang diberikan pun akan jauh lebih cepat dan efektif.

Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi – Seringkali tidak sedikit ibu yang menghadapi kekeliruan pada gumoh dan muntah bayi. Kekeliruan ini penting sekali untuk diluruskan dengan baik. Karena bisa jadi muntah pada bayi menjadi pertanda adanya gangguan pencernaan atau kesehatan pada tubuhnya.

Bayi anda setelah selesai menyusu, lantas beberapa saat kemudian mengeluarkan kembali ASI tersebt dari bagian mulutnya. Kondisi ini seringkali membuat ibu kebingungan apakah hal ini adalah gumoh atau muntah pada bayi?

Mengetahui perbedaan gumoh dan muntah pada bayi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini dikarenakan muntah pada bayi bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan pada tubuhnya. Untuk itu, mari simak apa perbedaan gumoh dengan muntah pada bayi dibawah ini. Baca juga: Apa Itu Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir?

Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Berbeda halnya dengan muntah yang dirasakan, gumoh pada bayi tidak terlihat seperti muntah. Umumnya pada muntah bayi akan terlihat kepayahan menahan rasa sakit pada perutnya. Hal ini tentu tidak terjadi pada gumoh. Gumoh pada bayi hanya berupa keluarnya air susu dari mulutnya tanpa membuat bayi terlihat sakit atau mengeluh.

Selain itu, perbedaan ini akan nampak terlihat pada bayi yang muntah. Pada kondisi muntah bayi akan terlihat rewel dan menangis. Ia pun akan cenderung terlihat seperti orang yang kesakitan. Bahkan si kecil pun akan mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Pada saat muntah usia disusui, si kecil akan mungkin terlihat berusaha dengan kuat untuk mengeluarkan susu dari mulutnya pada saat ia muntah. Namun berbeda pada gumoh yang akan nampak lebih tenang seolah ia menumpahkan susu secara tidak sengaja. Lantas apa itu gumoh? Mari simak dibawah ini.

Apa Itu Gumoh?

Gumoh pada bayi adalah sebuah kondisi yang normal dan hampir setiap bayi mengalami haln yang serupa. Biasanya pada usia tiga bulan pertamanya, si kecil akan mengalami kondisi gumoh yang sering. Baru pada saat 1 tahun, gumoh akan berhenti dengan sendirinya.

Kondisi gumoh pada bayi dapat terjadi sebab terdapat katup esofagus dan lambung yang berfungsi agar makanan yang masuk kedalam bagian lambung tidak naik ke atas. Nah, pada saat katup tersebut terbuka maka makanan yang sudah masuk kedalam lambung dan ketika katup tertutup maka makanan tidak akan naik kembali keatas. Fungsi katup inilah yang belum terbentuk dengan sempurna pada bayi. Sehingga membuat makanan dapat kembali ke atas.

Bukan hanya itu, bayi yang memiliki ukuran lambung yang kecil pun akan mengalami kondisi ini. Hal inilah yang menyebabkan makanan yang sudah masuk kedalam lambung naik kembali keatas. Kondisi inilah yang kita kenal dengan sebutan gumoh pada bayi.

Lalu Bagaimana Mencegah Gumoh Pada Bayi

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah agar gumoh pada bayi tidak terjadi. Beberapa hal ini dapat kita simak dipoin-poin dibawah ini.

  • Pastikan si kecil dalam posisi tegak setelah selesai meng-ASI
  • Jangan berikan ASI terlalu banyak
  • Biarkan si kecil untuk bersendawa usai meng-ASI
  • Hindari tekanan pada bagian perut bayi pada saat ia meng-ASI
  • Biarkan bayi anda tidur telentang

Demikianlah beberapa informasi menarik yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga informasi mengenai perbedaan gumoh dan muntah pada bayi diatas akan dapat memberikan anda manfaat dan wawasa yang lebih banyak dan lebih luas seputar merawat bayi.

Meski telah berusaha susah payah untuk menjaga kesehatan kehamilan dengan baik. Akan tetapi seringkali masalah dan ancaman penyakit mudah sekali menyerang. Salah satu kondisi kesehatan yang mengancam bayi baru lahir adalah masalah hemolitik. Kondisi ini terjadi ketika golongan darah ibu tidak cocok dengan golongan darah bayi. Untuk lebih jelasnya mengenai penyakit hemolitik maka mari kita simak informasi menariknya dibawah ini.

Walaupun perencanaan yang hati-hati dan persiapan yang matang dalam menjaga kehamilan. Akan tetapi tetap saja, permasalahan seringkali datang diluar kendali. Hal inilah yang umumnya membuat banyak orang tidak siap menghadapi sebuah masalah dan ujian.

Seperti halnya yang terjadi dengan masalah atau keluhan yang timbul pada bayi baru lahir. Ada beberapa penyakit tertentu yang dapat membahayakan bayi yang belum lahir. Dimana kondisi ini akan mungkin mengancam keselamatan si kecil pada saat mereka dilahirkan.  Baca juga: Mengenal Sindrom Asperger Pada Anak

Apa Itu Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir?

Apa Itu Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir?

Hemolitik pada bayi baru lahir atau yang lebih dikenal dengan sebutan HDN adalah sebuah kondisi yang terjadi dimana golongan darah ibu dan bayi berbeda.

Pada dasarnya kondisi ini dapat terjadi ketika sel darah merah janin dalam kandungan ibu memiliki antigen. Antigen yang sama tidak dimiliki oleh sang ibu dan hal inilah yang membuat golongan darah ibu dan janin menjadi berbeda.

Ketika sel darah merah janin melewati plasenta dan masuk kedalam aliran darah yang dimiliki snag ibu. Maka hal ini dianggap oleh tubuh sebagai kondisi yang berbahaya. Hal ini juga yang membuat tubuh ibu menghasilkan antibodi. Antibodi inilah yang akhirnya menemukan jalan menuju aliran darah janin dan menghancurkan sel darah merah pada janin ibu.

Teori HDN untuk pertama kali ditemukan pada tahun 1600-an. Setelah seorang bidan berkebangsaan Perancis melahirkan anak kembar yang keduanya meninggal usai dilahirkan. Kondisi ini membuat salah satunya bengkak dan salah satu bayi lain mengalami kondisi bayi kuning.

Ada banyak kasus serupa yang menyebabkan janin atau bayi meninggal pada waktu tersebut. Untuk itulah, dibutuhkan waktu sekitar 300 tahun lamanya untuk benar-benar memahami diagnosa penyakit akibat HDN.

Selain penyebabnya yang telah pasti, program pencegahan dan pengobatan dimulai pada ibu yang kehamilan beresiko HDN. Hal ini tentu saja bermaksud untuk membantu mengurangi terjadinya HDN secara dramatis.

Lantas apa sebenarnya yang dapat memicu kondisi HDN atau hemolitik pada bayi baru lahir bisa terjadi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasi yang akan kami berikan kali ini.

Penyebab Penyakit Hemolitik Pada Bayi Baru Lahir

Ada beberapa pemicu yang dapat menyebabkan hemolitik pada bayi baru lahir dapat terjadi. Beberapa penyebab ini akan kami bahas dibawah ini.

Perbedaan Faktor Rhesus (Rh)

Guna lebih memahami faktor rhesus adalah jenis protein pada permukaan sel darah merah. Apabila protein ini terhadap pada sel darah merah janin. Maka kondisi ini mengindikasikan Rh positif. Sementara bila kondisi ini sebaliknya maka ini menunjukan Rh negatif.

HDN dapat terjadi ketika ibu hamil didiagnosis mengalami Rh negatif sementara si bayi dinyatakan memiliki Rh positif. Kondisi ini membuat tubuh ibu menganggap sel darah bayi sebagai sesuatu yang berbahaya. Antibodi yang dihasilkan dari tubuh ibu inilah yang akan dapat mengancam sel darah merah janin. Untuk itulah kondisi HDN atau hemolitik pada bayi bisa terjadi.

Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua – Hipotermia atau turunnya suhu tubuh yang terjadi secara drastis akan mungkin membahayakan kesehatan seseorang. Apalagi jika dalam kasus ini yang mengalaminya adalah bayi. Perlu diketahui hipotermia yang parah akan dapat berujung kematian. Sehingga demikian penting sekali untuk anda mengetahui penanganan hipotermia pada bayi.

Hipotermia termasuk kedalam kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis darurat dengan segera. Keadaan ini dapat terjadi ketikan suhu atau temperatur tubuh menurun secara drastis dibawah suhu yang normal. Dimana suhu tubuh normal akan dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh lainnya, yakni dibawah 35 derajat Celcius.

Ketika temperatur tubuh berada jauh dibawah titik yang normal. Maka kondisi ini akan dapat membuat sistem syaraf dan fungsi organ tubuh lainnya menjadi terganggu. Bila tidak segera ditangani kondisi ini akan dapat menyebabkan kegagalan sistem pernapasan dan sistem sirkulasi jantung. Pada kondisi yang lebih buruk hal ini akan dapat menyebabkan kematian.

Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua

Apalagi pengaruhnya akan jauh lebih buruk ketika kondisi ini terjadi pada anak atau bayi baru lahir. Terutama bila mengingat suhu tubuh bayi umumnya begitu hangat. Nah, untuk mengetahui penanganan hipotermia pada bayi maka mari simak dibawah ini. Baca juga: Pahami Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Penanganan Hipotermia Pada Bayi yang Penting Diketahui Orangtua

Ada cukup banyak faktor yang dapat membuat seseorang mengalami hipotermia, termasuk pada bayi. Kondisi ini dapat diakibatkan dari kurangnya pakaian yang hangat pada cuaca dingin. Terlalu sering berada ditempat dingin, sering membawa bayi keluar rumah saat cuaca ekstrim dan masih banyak lagi.

Sementara itu, untuk mengetahui penanganan hipotermia pada bayi. Maka dibawah ini anda akan dapat menyimak informasi pentingnya.

Berikan Pakaian yang Hangat

Hal penting pertama ketika orangtua mendapati si kecil menggigil dan kedinginan. Maka segera berikan mereka pakaian yang lebih hangat. Atau bila anda kesulitan mendapatkan pakaian atau baju yang hangat maka bungkus mereka dengan selimut.

Gejala hipotermia pada bayi akan mungkin sulit dikenali dibandingkan dengan yang terjadi pada orang dewasa. Apalagi jika yang anda hadapi adalah bayi baru lahir. Untuk mengetahui kondisi ini anda dapat menyentuh tubuh dan tangan si kecil. Ketika tubuhnya dingin dan terasa janggal pada saat cuaca dingin. Maka segera hangatkan mereka dengan cepat.

Masukkan dalam Inkubator

Penanganan hipotermia pada bayi yang lainnya adalah dengan menempatkan bayi kedalam tabung inkubator. Dimana alat yang satu ini akan memungkinkan si kecil mendapatkan suhu yang lebih hangat untuk mengembalikan suhu tubuhnya pada kondisi yang normal.

Hal ini akan dapat dilakukan di rumah sakit atau di bidan yang menyediakan mesin inkubator. Penanganan hipotermia pada bayi memang penting untuk segera diberikan. Terlebih lagi jika si buah hati memiliki riwayat kesehatan yang buruk sejak mereka lahir.

Pemberian Oksigen

Hal lainnya dalam penanganan hipotermia pada bayi adalah dengan memberikan oksigen pada si kecil. Hal ini dikarenakan hipotermia akan mungkin membuat si kecil mengalami gangguan pernapasan yang membuat mereka mengalami sesak. Oleh karenanya, pemberian oksigen dengan segera akan sangat dibutuhkan untuk membantu si kecil mengembalikan kondisinya dengan baik.

Kekurangan oksigen akan dapat menyebabkan fungsi otak menjadi menurun dan kondisi ini pun akan dapat menyebabkan fungsi organ tubuh pun ikut menurun. Jadi demikian, pemberian oksigen akan sangat dibutuhkan dengan segera.