Kentut Bayi Bau Busuk – Mengenal bau kentut pada bayi tentunya menjadi hal yang harus Anda lakukan. Langkah ini tentunya bertujuan untuk mewaspadai dan juga dikhawatirkan ada beberapa pertanda yang kemungkinan terjadi di dalam tubuh si kecil. Untuk itu, ketahuilah beberapa jenis kentut bayi bau yang perlu diperiksa berikut ini!

Seperti yang kita tahu bahwa kentut ialah gas yang diproduksi oleh bakteri normal yang berada di dalam usus kecil dan juga empedu yang dikeluarkan oleh hati. Umumnya, bayi mengeluarkan gas sebanyak 13-21 kali sehari karena mereka memiliki peluang yang cukup besar dalam menelan udara. Hal ini sering terjadi dimana bayi tidak sengaja ketika sedang menyusu, menangis, minum dari dalam botol susu dan juga saat menghisap dot. Dalam hal ini gas yang didapatkan oleh bayi telah terjebak di dalam perut sehingga dikeluarkan dalam bentuk sendawa dan juga kentut.

Faktanya ketika bayi berusia 4 bulan memang sangat rentan mengalami kolik. Kondisi ini ditandai dengan bayi yang sering menangis lebih dari 3 jam dan terjadi selama lebih dari 3 hari di dalam seminggu. Kondisi ini tentunya sering diperparah dengan bayi yang banyak menelan udara ketika sering menangis dan dilanjutkan dengan membuang gas. Kentut memang menjadi kondisi dimana tubuh seseorang normal, akan tetapi Anda tetap harus mewaspadai jenis kentut bayi yang perlu diperiksakan. Berikut kami sajikan jenis kentut bayi seperti apa yang memerlukan penanganan lebih lanjut lagi! Baca juga: Ketahui Penyebab Berat Badan Bayi Kurang Yang Paling Umum Terjadi

Kentut Bayi Bau Busuk

kentut bayi bau busuk

Bau kentut yang dialami oleh bayi memang menjadi tanda yang paling utama dimana bayi mengalami gangguan di dalam ususnya. Kondisi ini tentunya mengindikasi bahwa berapa lama tinja yang ada di dalam perut bayi tidak keluar. Bau kentut yang berlebih tentunya dapat menjadi tanda bahwa adanya bakteri yang telah lama berkembang di dalam perut si kecil. Selain itu, bau kentut pada bayi dapat disebabkan oleh adanya alergi dan juga intoleransi makanan sehingga menyebabkan kentut menjadi sangat asam dan juga busuk.

Kentut bayi yang bau tentunya tidak jauh dari penyebab adanya beberapa jenis makanan yang dikonsumsi. Meskipun kondisi ini ialah kondisi yang cukup normal, namun tetap saja Anda harus mewaspadainya dikarenakan adanya kemungkinan gangguan dan juga masalah lain di dalam perut si kecil. Lihat juga: Susu Formula Menyebabkan Bayi Obesitas, Benarkah?

Ketika bayi lahir tentunya bayi akan lebih sering kentut dan menghasilkan kentut yang tidak berbau karena konsumsi ASI. Sementara itu, pada bayi yang mengonsumsi susu formula memang lebih sering mengalami kentut dengan bau yang sangat alami. Kentut bayi yang bau tentunya sering dialami oleh bayi yang telah menginjak usia 6 bulan ke atas. Kondisi inipun terjadi setelah ia mengonsumsi makanan padat. Terlebih lagi jika si kecil sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein.

Jika Anda mencium kentut bayi yang sangat bau dan juga busuk tentunya hal ini dapat mengindikasi bahwa adanya masalah dan juga gangguan di dalam perut si kecil. Untuk itu ketika Anda mencium bau kentut si kecil yang sangat berbau busuk, tentunya langkah utama yang dapat Anda lakukan ialah dengan berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui dan juga menangani lebih lanjut lagi akan penyebab kentut bayi berbau busuk.

Jenis-Jenis Kentut Bayi

Kentut Bayi Tidak Berbau

Jenis kentut pertama yang sering dialami oleh bayi ialah kentut yang tidak berbau. Jenis kentut ini dapat disebabkan oleh adanya gas yang menumpuk di dalam perut bayi dikarenakan oleh adanya udara yang tertelan ketika makan dan saat menangis. Dan juga disebabkan oleh adanya hasil pemecahan makanan yang ada di dalam sisem pencernaan bayi. Dikarenakan proses tersebut, kentut bayi biasanya tidak berbau dan juga normal terjadi. Anda memang akan mendengar suara kentut bayi, namun tidak mencium bau apapun.

Kentut Bayi Bau Ringan

Jenis kentut bayi yang kedua ialah jenis kentut yang tergolong ringan dan berbau belerang karena disebabkan oleh makanan yang mengandung belerang yang memang dikonsumsi oleh bayi. Jenis makanan ini yakni sayuran terutama kembang kol dan brokoli serta kacang-kacangan. Jenis makanan ini mungkin saja tidak dikonsumsi langsung oleh bayi, namun dikonsumsi oleh ibu melalui ASI. Kondisi kentut bayi ini tentunya tergantung pula oleh makanan yang ibunya makan. Bau kentut bayi yang cukup ringan dan juga normal akan hilang denga sendirinya.

Kentut Bayi Bau Belerang

Jenis kentut bayi yang selanjutnya ialah kentut bayi yang kuat seperti bau belerang. Jenis kentut ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa jenis makanan yang dikonsumsi oleh bayi melalui ASI. Jenis makanan berupa sayuran tentunya memang sangat rentan mengalami bau gas pada bayi terutama yang banyak mengandung pati dan juga serat. Dalam hal ini jenis makanan berupa daging juga dapat menyebabkan kentut bayi menjadi lebih bau dibandingkan dengan sayuran. Hal ini dikarenakan daging merah mengandung senyawa belerang. Untuk itu, jika Anda mendapati kentut bayi yang sangat bau dan juga busuk, kenalikan apakah Anda memamng mengonsumsi makanan yang menghasilkan bau yang cukup busuk, ataukah tidak.

Kentut Bayi Bau Busuk

Jenis kentut bayi yang terakhir yakni kentut bayi yang berbau sangat busuk. Jika Anda mendapati jenis kentut pada bayi yang berbau busuk tentunya ini dapat menjadi suatu kondisi yang perlu Anda waspadai. Kondisi ini bisa saja menjadi penyebab bayi mengalami infeksi dan juga masalah yang terjadi pada sistem pencernaan dan juga beberapa penyerapan nutrisi seperti susu dan juga laktosa. Terlebih lagi jika kentut bayi yang busuk ini dihasilkan oleh bayi yang mengonsumsi produk susu yang kaya akan laktosa.

Penyebab Kentut Bayi Bau Busuk

Setelah kita mengetahui beberapa jenis kentut bayi yang perlu diperiksakan tentunya inilah saatnya bagi kita untuk mengetahui apa saja penyebab kentut bayi bau busuk. Berikut kami sajikan beberapa penyebab kentut bayi berbau busuk untu Anda, diantaranya:

Saluran Pencernaan Belum Matang

Penyebab utama dimana kentut bayi berbau bususk ialah karena adanya saluran pencernaan pada bayi yang belum matang. Faktanya memang bahwa sistem pencernaan bayi belum matang sepenuhnya dan masih akan terus berkembang. Inilah penyebab dimana kentut bayi mengalami bau yang cukup busuk. Bagaimanapun juga, kentut bayi dihasilkan oleh usus yang mencerna nutrisi, laktosa, dan juga protein yang ada di dalam makanan tersebut. Seiring dengan adanya perkembangan sistem pencernaan yang dihasilkan oleh bayi tentunya kentut bau akan berkurang frekuensinya.

Menelan Udara

Penyebab kedua yang menjadikan kentut bayi berbau busuk ialah bayi yang sering menelan udara. Udara yang ditelan tersebut tentunya mengandung gas dan telah menumouk di dalam tubuh bayi dan akan dikeluarkan melalui kentut. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada bayi yang mengonsumsi botol susu sehingga menelan lebih banyak udara.

Makanan Mengandung Gas

Penyebab selanjutnya yang menjadi penyebab kentut bayi bau dikarenakan adanya makanan yang mengandung gas. Sama halnya dengan orang dewasa, jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung gas, tentunya akan menghasilkan bau kentut yang sangat busuk. Ketika kita memakan sayuran dan juga kacang-kacangan tentunya akan menyebabkan perut menghasilkan kentut berbau busuk. Tentunya, bayi yang mendapatkan sumber makanan dari ibunya yang dapat menyebabkan perut bayi menghasilkan kentut yang berbau busuk pula. Selain itu, perut bayi juga akan menyebabkan perut bayi menjadi kembung sehingga kentut akan berbau sangat busuk.

Sering Menangis

Penyebab kentut bayi berbau busuk tentunya tidak bisa lepas dari bayi yang sering menangis. Pada bayi yang sering menangis tentunya akan memungkinkan lebih banyak udara yang masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan gas menumpuk di dalam perut bayi. Kondisi inilah yang tentunya menyebabkan gas menumpuk di dalam saluran dan juga sistem pencernaan sehingga dapat menyebabkan kentut bayi bau busuk.

Bayi Baru Mulai Memakan Makanan Padat

Penyebab terakhir tentunya bayi yang baru mulai memakan makanan padat. Pada umumnya, bayi yang berusia 6 bulan mulai mengenal makanan padat sehingga tidak heran jika pada usia ini kentut bayi menjadi lebih bau. Dalam hal ini tentunya bayi membutuhkan waktu untuk terbiasa dalam mencerna makanan padat. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan adanya masalah pencernaan pada bayi dan juga perut bayi.

Gejala Kentut Bayi Busuk

Bau kentut bayi yang busuk tentunya menjadi tanda bahwa berapa lama tinja di dalam perut bayi sudah menumpuk dan berkembang di dalam usus bayi. Dalam hal ini tentunya menjadi tanda bahwa bakteri tersebut telah lama dan juga berkembang di dalam tinja. Tentunya, jika bayi mengalami gejala-gejala seperti yang akan kami sajikan di bawah sudah dipastikan bahwa bayi mengalami sistem pencernaan yang terganggu, diantaranya:

– Badan bayi yang mengalami demam tinggi

– Tidak buang air besar

– Buang air besar yang bercampur

– Mengalami muntah

– Bayi sering rewel

– Perut bayi menjadi kembung

– Adanya lendir yang menjadi tanda bahwa adanya intoleransi makanan dan juga infeksi

– Adanya perubahan kepadatan pada tinja bayi, bisa semakin cair dan juga keras

– Terlihat melengkungnya punggung dan jusa terlihat kesakitan ketika bayi menggeliat karena bayi merasa tidak nyaman

– perubahan warna juga terjadi pada tinja terutama setelah mengonsumsi makanan baru. Tinja yang berwarna hitam ini tentunya menjadi tanda bahwa adanya darah dari usus kecil maupun lambung. Sedangkan tinja putih tentunya menjadi tanda bahwa bayi tidak lagi  memproduksi cukup empedu. Sementara jika tinja berwarna merah dapat menjadi tanda bahwa adanya darah yang berasal dari usus besar dan juga dubur.

Perlu Anda tahu bahwa kentut bayi yang berbau busuk bukan menjadi tanda bahwa bayi mengalami gangguan kesehatan. Untuk itu, orangtua diharuskan untuk jangan terlalu panik dan alangkah lebih baik jika memantau si kecil baik makanan yang ia makan ataupun aktivitasnya. Jika bayi terlihat kurang bersemangat dan tidak menunjukkan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, tentunya ada kemungkinan itu menjadi kondisi yang cukup normal. Akan tetapi, jika kondisi pada bayi disertai dengan gejala-gejala dan disertai dengan bau busuk pada bayi. Anda sebagai orangtua tentunya segera memeriksakan si kecil ke dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Tips Cara Mengatasi Bau Kentut Pada Bayi

Setelah kita mengetahui akan penyebab dan juga gejala kentut bayi bau. Tentunya, ini menjadi tugas yang cukup besar bagi kita untuk mencari cara dalam mengatasi kentut bayi busuk. Ada beberapa metode yang tentunya memang terbukti mengatasi kentut bayi bau, diantaranya:

– Pada bayi yang minum susu botol tentunya harus dipilih ukuran yang paling tepat. Jika dot berukuran lebih besar, tentunya ini dapat menyebabkan bayi kehabisan susu dengan sangat cepat. Sedangkan untuk yang lebih kecil bayi akan mengarah pada asupan yang lebih banyak gas.

– Berbicara tentang kentut pada bayi tentunya dapat menepuk punggung setiap 3-5 menit. Cara yang dapat Anda gunakan ialah untuk mengurangi akumulasi gas yang ada pada saluran pencernaan.

– Anda juga tentunya dapat memijat lembut perut bayi dengan minyak pijat. Tentunya, ini tentunya dapat membantu menghilangkan adanya gelembung gas dari sistem pencernaan.

– Penyebab bayi kentut berbau busuk tentunya dapat disebabkan oleh adanya intoleransi yang ada di dalam makanan. Untuk itu ibu harus benar-benar ketat dalam mewaspadai pola makan si kecil.

– Bantulah bayi untuk dapat bersendawa. Ketika sedang menyusui bayi seringkali menelan udara yang cukup banyak. Untuk itu, berusahalah untuk membuat bayi bersendawa untuk mengurangi gas yang ada di dalam perut.

Cara Lain Mengatasi Kentut Bayi Bau Busuk

– Ketika Anda sedang menyusui bayi, pastikan untuk membuat kepala bayi menjadi lebih tinggi dari perutnya. Tentunya cara ini akan membuat susu bisa langsung masuk ke dalam perut bayi dan juga udara ke atas sehingga tidak akan adanya penumpukan gas di dalam perut bayi.

– Buatlah bayi bergerak lebih bebas agar bayi dapat mengeluarkan gas yang ada di dalam perutnya. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan membuat si kecil terlentang, kemudian biarkan ia bergerak bebas dengan mengangkat kakinya dengan gerakan seperti mengayuh sepeda.

– Jika Anda terbiasa memberi makan susu botol, aturlah posisi botol sehingga puting botol akan terisi dengan susu bukan dengan udara. Hal ini tentunya untuk menghindari perut bayi akan kemasukan gas.

– Dengan makanan padat bayi juga bisa mengalami yang namanya penumpukan gas akibat makanan padat yang si kecil konsumsi.

– Ketika sedang memberikan ASI ekslusif, usahakan untuk tidak memberikan makanan yang banyak mengandung gas kepada si kecil. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi yang belum matang sehingga dapat menyebabkan bayi sering kentut dengan bau yang sangat busuk.

Bagaimanapun juga, bayi yang mengalami kelebihan gas di dalam perutnya sangat rewel dan juga akan terus menangis. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena jika bayi kentut dan tidak mengeluarkan bau busuk karena akan itu tandanya bahwa bayi Anda sehat. Akan lebih baik jika Anda melakukan cara-cara untuk mengeluarkan penumpukan gas yang ada di dalam perut si kecil.

Bagaimanapun juga, bayi memang sangat rentan terkena perut kembung dan juga penumpukan gas. Hal ini tentunya dikarenakan beberapa faktor yang telah kami sebutkan di atas. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk tetap menjaga perut bayi. Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai kentut bayi bau busuk. Semoga bermanfaat!

Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi – Garam memang menjadi salah satu asupan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, begitu pula untuk anak Anda. Akan tetapi, ada hal yang perlu digarisbawahi yaitu kadar dan juga porsi garam yang dibutuhkan oleh anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Tentunya, akan ada dampak negatif yang bisa ditimbulkan jika anak kelebihan garam sebagai berikut!

Setiap menu makanan tentunya tidak lepas dari kandungan garam baik yang berjumlah banyak maupun sedikit. Bagaimanapun juga, garam memang memegang peranan yang cukup penting dalam tubuh manusia. Bagi anak-anak, asupan garam tentunya harus diperhatikan dengan sangat baik. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kesehatan tubuh si kecil.

Bagaimanapun juga, kebutuhan garam yang dibutuhkan oleh anak-anak dan juga orang dewasa sangatlah berbeda. Hal ini tentunya tidak terlepas dari berapa usia anak tersebut. Jangan sampai si kecil kelebihan kadar garam yang memang seharusnya karena akan mengakibatkan beberapa risiko penyakit, tidak terkecuali pada anak Anda.

Maka dari itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui kadar garam yang memang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Beberapa risiko dan juga dampak negatif tentunya akan muncul begitu saja jika kita memang tidak memiliki aturan yang teoat dalam konsumsi garam. Asupan garam yang diberikan kepada si kecil tentunya tergantung dari orang tuanya. Jika orang tuanya kerap memberikan makanan yang cukup asin, maka nantinya si kecil akan terbiasa mengonsumsi makanan asin tersebut. Sebaliknya, jika si kecil jarang diberikan makanan yang berasa, maka nantinya si kecil tidak akan susah untuk memakan makanan meski memiliki rasa yang hambar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda membatasi konsumsi garam untuk diberikan kepada si kecil. Baca juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk Yang Harus Anda Lakukan

Fakta Tentang Garam

dampak kelebihan garam pada bayi

Sebelum kita mengetahui berapa kadar garam yang dibutuhkan serta dampak negatif yang kemungkinan akan timbul jika anak terlalu banyak mengonsumsi garam. Akan lebih baik jika Anda mengenal terlebih dahulu fakta-fakta mengenai garam yang tentu tidak banyak orang yang tahu mengenai hal tersebut. Seperti yang kita tahu bahwa garam menjadi salah satu bumbu dapur yang memang paling dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dapat dikatakan bahwa garam menjadi salah satu inti dari hidangan masakan.

Seperti yang sering kita jumpai bahwa garam memiliki warna yang khas yaitu putih meskipun ada beberapa jenis garam yang berwarna putih kepink-pinkan. Garam dapat dikatakan sebagai suatu zat yang berbentuk kristal, padat serta berwarna putih karena hasil dari sulingan air laut.  Garam memang dihasilkan dengan cara mengeringkan air laut hingga mendapatkan kristal-kristal mineral.  Lihat juga: Penyebab Kaki X Pada Anak-Anak Serta Cara Mengatasinya

Berapa Kadar Garam Yang Dibutuhkan Oleh Anak

Setelah kita mengetahui fakta-fakta mengenai garam, kali ini kita akan dihadapkan pada berapa kadar garam yang sesungguhnya dibutuhkan oleh anak. Ketika masih bayi dan juga anak-anak memberikan garam menjadi salah satu hal yang harus benar-benar dipertimbangkan bagi Anda. Hal ini dikarenakan garam dapat berdampak buruk bagi kesehatan si kecil. Hal yang perlu Anda tahu bahwa bayi membutuhkan garam yang sangat sedikit pada menu harian mereka.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya ini menjadi hal yang cukup penting bagi Anda dimana memberikan garam menjadi pertimbangan yang cukup berarti. Untuk itu, memang Anda disarankan untuk memberikan garam pada anak dalam jumlah yang cukup sedikit dan tidak terlalu berlebihan dalam memberikannya pada si kecil. Berikut kadar garam yang dibutuhkan oleh bayi dan juga anak-anak:

– Dibawah 6 bulan: Sebelum si kecil berumur 6 bulan, anak hanya membutuhkan kandungan garam yang ada pada ASI ataupun susu formula saja. Maka dari itu, jangan sampai Anda memberikan MPASI bagi si kecil yang belum mencapai usia 6 bulan.

– Usia 6-12 bulan: Pada usia ini, si kecil hanya membutuhkan kurang dari 1 gram saja garam dalam sehari (kurang dari 0.4 gr sodium)

– Usia 1-3 tahun: Pada usia ini anak hanya membutuhkan 2 gram garam saja dalam sehari (0.8 gr sodium)

– Usia 4-6 tahun: Pada usia ini anak sudah membutuhkan garam sekitar 3 gram saja dalam sehari (1.2 gr sodium)

– Usia 7-10: Pada usia ini si kecil sudah dapat mengonsumsi garam sebanyak 5 gram dalam sehari (2 gr sodium)

– Usia 11 tahun ke atas: Pada usia ini si kecil sudah membutuhkan garam sebanyak 6 gr dalam sehari (2.4 gr sodium)

Pada bayi yang diberikan ASI tentunya asupan garam pada si kecil sudah dirasa cukup. Selain itu, bayi yang mengonsumsi susu formula juga mengandung garam yang kurang lebih sama dengan ASI yang diberikan oleh ibu.

Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi

dampak kelebihan garam pada bayi

Setelah kita mengetahui fakta-fakta mengenai garam dan juga kadar yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Tentunya, kita akan beranjak pada apa saja dampak kelebihan garam pada bayi. Bagi orang dewasa, menu makanan yang kurang garam memang akan terasa hambar. Akan tetapi, bagi anak di bawah 1 tahun, menu makanan tanpa garam memang sangat dianjurkan. Makanan bayi tanpa garam sebenarnya sudah dapat dinikmati oleh bayi karena indera pengecap bayi masih sangat sensitif.

Bayi sebenarnya belum membutuhkan asupan makanan yang sudah tercampur dengan garam. Namun, para orangtua seringkali menyiapkan menu makanan dengan menggunakan garam. Ternyata, menu makanan bayi yang mengandung garam dapat menyebabkan beberapa risiko dan juga dampak buruk pada bayi Anda. Beberapa risiko tersebut diantaranya:

Ginjal

Dampak buruk pertama yang kemungkinan menyerang bayi Anda ialah munculnya gejala penyakit ginjal. Menurut ahli gizi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) yaitu Leana Suniar menyebutkan bahwa anak di bawah satu tahun memiliki ginjal yang belum bekerja dengan sempurna. Ketika ia mengonsumsi garam secara berlebihan, tentunya ginjal akan berkerja sangat ekstra dalam menyaring kandungan mineral dan juga natrium yang ada di dalamnya. Hingga akhirnya jika terus bekerja, maka akan memicu pembengkakan pada ginjal.

Hipertensi

Selain orang dewasa, hipertensi juga bisa diderita oleh anak-anak. Anak yang sering mengonsumsi makanan yang mengandung garam tentunya dapat berpotensi lebih besar mengidap penyakit darah tinggi atau hipertensi. Penelitian mengungkapkan bahwa sejumlah anak yang berusia enam bulan akan mendapatkan banyak asupan garam serta memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang berdiet garam atau tidak terlalu sering mengonsumsi garam. Hal ini tentunya berkaitan dengan usia ketika ia dewasa.

Nafsu makan

Ketika bayi sudah mulai diberikan makanan dengan perasa asin dari garam. Tentunya, kondisi ini akan menyebabkan bayi sudah mulai memilih dan juga memilah makanan yang menurutnya enak. Cita rasa yang didapatkan dari garam pada menu makanan mereka tentunya akan menimbulkan persepsi kenikmatan pada pikiran mereka. Hal ini akan menyulitkan kita dalam memberikan menu makanan pada bayi karena anak cenderung memilih makanan tersebut. Mereka akan mulai tidak ingin makan sayuran karena seenak apapun sayuran di masak, maka tidak akan seenak menu makanan dari ikan dan juga daging.

Hal yang perlu Anda ingat bahwa bayi usia enam bulan tentunya masih membutuhkan asupan ASI sebagai asupan pokok. Sebenarnya, ASI sudah mengandung banyak gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh anak termasuk kandungan garam. Anak dapat diberikan makan jika usianya sudah mencapai usia satu tahun, namun tetap Anda harus memperhatikan jumlah yang diberikan kepada anak tersebut.

Retensi cairan

Garam natrium memang snagat erat kaitannya dengan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan garam memiliki sifat menyerap cairan. Jika mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih tentunya akan menyebabkan adanya cairan yang menumpuk pada tubuh Anda. Penumpukan cairan tentunya dapat terjadi pula pada pembuluh darah. Efeknya, ginjal akan merasakan kesulitan dalam mengeliminasi kadar garam. Jika sudah begini, tentunya cairan akan tetap tertahan dan menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Jantung

Selain menyebabkan hipertensi, mengonsumsi garam juag secara tidak langsung dapat menyebabkan anak terkena penyakit jantung. Hal ini tentunya disebabkan oleh meningkatnya potensi hipertensi pada tubuh anak. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan anak berpeluang besar terkena penyakit jantung. Terlebih jika anak ketika masih kecil sudah mendapatkan makanan dengan perasa yang cukup kuat. Namun, untuk kasus ini jarang kita temui secara pasti.

Stroke

Jika penyakit hipertensi sudah ada pada  si kecil, tidak menutup kemungkinan si kecil akan terkena penyakit stroke di usianya yang sudah lanjut. Hal ini dikarenakan penyakit hipertensi dan juga stroke memang sangat berkaitan. Risiko terkena stroke tentunya dapat diawali pada kebiasaan anak yang sering mengonsumsi makanan asin sejak kecil. Jika asupan makanan dengan garam yang berlebihan, maka akan menyebabkan penyakit stroke pada anak. Risiko terkena penyakit stroke tentunya dapat berkurang dengan mengurangi asupan garam 1 gram saja.

Gangguan Kardiovaskuler

Gangguan yang terjadi pada tubuh ini tentunya menjadi masalah yang cukup serius dan akan berkembang menjadi penyakit jantung lainnya. Hal ini dikarenakan asupan garam yang terlalu banyak dapat membuat tubuh mengalami penyumbatan pembuluh darah yang lebih serius. Pada awalnya, mungkin banyak yang berpikir bahwa anak Anda menderita penyakit hipertensi, akan tetapi darah tinggi tersebut akan berlanjut hingga menyebabkan gangguan kardiovaskuler.

Kerontokan Rambut

Asupan garam yang terlalu banyak tentunya dapat menyebabkan terjadinya kerontokan rambut secara berlebihan. Garam yang tidak terkontrol tentunya dapat mengakibatkan rambut akan beruban lebih awal jika dibandingkan dengan usia anak ketika menginjak remaja.

Dehidrasi

Selain adanya gangguan pada kardiovaskuler, anak yang sering mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih tentunya sangat rentan juga terkena dehidrasi. Hal ini tentunya banyak yang mengira bahwa tubuh yang dehidrasi dapat diatasi dengan garam untuk meningkatkan cairan pada tubuh seseorang. Akan tetapi, jika dalam jumlah yang berlebih, justru akan menimbulkan efek yang sebaliknya.

Hal ini dikarenakan kinerja garam memang sangat mirip, cairan akan ditarik dalam darah sehingga tubuh akan mengalami yang namanya dehidrasi. Jika berlebihan tentunya tidak akan terkendali dengan segera dan air akan ditarik keluar melalui proses yang dinamakan dengan osmosis. Maka dari itu, batasilah asupan garam yang masuk pada si kecil  mulai dari sekarang juga.

Gangguan pada saraf

Kepekaan saraf manusia tentunya dadpat didukung pula oleh adanya fungsi terhadap stimulan. Garam tentunya dapat bekerja sama dengan kalium dalam mempertahankan proses pengiriman rangsangan ke dalam serabut saraf. Ketika garam pada tubuh sudah mulai banyak dan kadar yang terlalu tinggi, maka terjadilah pembengkakan pada jaringan saraf. Jika penanangan tersebut tidak segera di atasi, maka akan menimbulkan damapk yang lebih parah yakni koma.

Tips Memberi Susu Pada Anak Tanpa Tambahan Garam

Susu memang menjadi sumber makanan utama bagi bayi. Sumber nutrisi yang lengkap ini dapat mendukung perkembangan saraf dan juga otak pada masa pertumbuhan. Hal ini dikarenakan susu mengandung lemak, vitamin D, kalsium, tidak terkecuali sodium. Meskipun memiliki kandungan yang cukup lengkap, namun tetap saja bahwa konsumsi susu pada anak harus ditakar agar tidak berlebihan.

Jika penambahan berat badan pada anak melebihi penambahan tinggi badan, maka alangkah baiknya Anda mengganti susu yang tinggi lemak dengan susu yang rendah lemak meski usia anak masih di bawah 2 tahun. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak para orang tua yang menambahkan garam pada susu formula untuk sekedar memberi rasa gurih pada susu tersebut. Namun, ternyata hal tersebut tidaklah dibenarkan. Anda lebih baik menghindari untuk menambahkan garam pada susu si kecil. Susu formula dan juga ASI memang sudah mengandung sodium dan juga garam sehingga Anda tidak perlu lagi memberikan tambahan garm terhadap susu yang biasa dikonsumsi oleh si kecil.

Menjaga asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh anak memang menjadi sebuah keharusan bagi Anda. Namun, tetap Anda harus mempertimbangkan dalam pemberian makanan tersebut. Itulah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengenai dampak kelebihan garam pada bayi. Semoga bermanfaat!

Penyebab Kaki X Pada Anak-Anak – Kaki X memang dibilang sering terjadi pada anak. Namun, tentunya Anda sebagai orangtua harus tetap waspada akan kondisi ini. Bagaimanapun juga, kaki x memang membuat anak Anda merasa tidak nyaman dan juga sedikit minder untuk bermain dengan teman-temannya. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab kaki x pada anak-anak untuk meminimalisir risiko tersebut.

Kaki x memang sering dialami oleh beberapa anak yang tentunya menjadi hal yang harus diwaspadai. Selain itu, kaki x juga dapat ditemukan pada orang dewasa yang tentunya sangat mengganggu penampilan. Gangguan kaki x ini umumnya tidak dapat dicegah, namun dapat diminimalisir agar dampaknya tidak terlalu signifikan.

Terlepas dari kondisi tersebut tentunya Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada anak Anda, bukan? Maka dari itu, dengan mengetahui penyebab dan juga cara mengobati kaki x pada anak sedikitnya Anda sudah dapat meminimalkan risiko terjadinya kaki x pada anak. Sebelum kita mengetahui cara pengobatan pada anak yang memiliki kaki x, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui penyebab kaki x pada anak seperti yang akan kami jelaskan pada poin di bawah ini! Baca juga: Menu Makanan Bayi Agar Cerdas Untuk Diberikan Kepada Si Kecil

Penyebab Kaki X Pada Anak

penyebab kaki x pada anak Kaki X pada anak tentunya dapat terlihat dengan jelas ketika anak sudah mulai berusia 4 tahun. Terkadang para orangtua tidak menyadarinya bahkan seringkali bagian dari pertumbuhan anak yang cukup normal. Oleh karena itu, para orang tua berpikir bahwa kondisi tersebut memang baik-baik saja.

Pada umumnya, kaki anak akan lurus dan juga normal ketika anak sudah mulai berusia enam tahun atau tujuh tahun. Akan tetapi, pada kondisi genu valgum, kaki x akan berlanjut hingga anak beranjak dewasa. Tentunya, hal ini akan membuat kondisi kaki anak lebih parah dan akan merasa tidak nyaman. Pada seorang anak yang mengalami kaki x akan ditandai dengan jarak antara pergelangan kaki satu dengan yang lainnya berjarak sekitar 8 cm ataupun lebih. Sehingga hal ini memang sangat jelas terlihat pada anak-anak. Lihat juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk Yang Harus Anda Lakukan

Bentuk kaki x ini memang sering dialami oleh beberapa anak sehat sebagai sebuah fase pertumbuhan seorang anak dan akan kembali normal dengan sendirinya. Akan tetapi, ada beberapa orang yang akan mengalami kecacatan tersebut yang pada umumnya disebabkan oleh faktor keturunan, tulang metabolik dan juga kelainan genetik.

Untuk itu, kami klasifikasikan beberapa penyebab terjadinya kaki x pada anak sebagai berikut:

Rakhitis

Penyebab utama yang menjadi memicu terjadinya kaki x pada anak ialah rakhitis. Hal ini memang sangat sering terjadi pada perkembangan anak. Biasanya, rakhitis terjadi pada anak dengan kondisi kekurangan jumlah vitamin D yang ada pada tubuh mereka. Kekurangan vitamin D juga dapat dialami oleh bayi yang baru lahir dimana ibunya tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Hal ini dikarenakan ibu hamil yang kurang mengonsumsi susu dan juga kurang menjemur anak ketika masih bayi.

Osteomielitis

Kondisi seseorang yang mengalami kaki x juga dapat disebabkan oleh osteomielitis dimana hal ini merupakan sebuah infeksi yang disebabkan oleh jamur, kuman dan juga bakteri tertentu yang masuk ke dalam tubuh anak.

Osteochondroma

Penyebab selanjutnya yang terjadi pada anak yang mengalami x juga dapat disebabkan oleh adanya kecacatan dalam bentuk tulang ketika sedang mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan. Kecacatan ini juga dapat disebabkan oleh adanya pertumbuhan tumor tulang jinak pada sekitar ujung tulang panjang.

Arthritis

Penyebab kaki x pada anak tentunya tidak dapat terlepas dari adanya peradangan di dalam sendi. Penyebab radang ini tentunya dapat disebabkan oleh penyakit kronis yang dipercaya sebagai sebuah mekanisme autoimun.

Kondisi rematik

Pada beberapa kasus penyebab kaki x pada dewasa dapat disebabkan oleh adanya penyakit rematik yang menyebabkan rasa nyeri pada bagian persendian.

Osteodistrofi ginjal

Penyebab selanjutnya yang menyebabkan kaki x pada anak, tidak lepas dari adanya beberapa komplikasi dari penyakit lain seperti osteodistrofi ginjal. Penyakit ini merupakan sebuah penyakit tulang yang dapat terjadi ketika ginjal tidak mampu mempertahankan kalsium dan juga jumlah fosfor yang tepat di dalam darah sehingga menyebabkan terganggunya asupan kalsium dan juga fosfor yang seharusnya dialirkan pada tulang.

Obesitas

Penyebab lain yang memungkinkan jika seseorang mengalami kaki x disebabkan oleh obesitas. Banyak orang yang percaya bahwa obesitas ialah penyebab dari terjadinya kaki x pada bayi. Namun, hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Dalam hal ini obesitas hanyalah sebagai sebuah faktor yang dapat memperparah beberapa masalah kaki x pada anak. Hal ini tentunya disebabkan oleh jumlah beban yang cukup berlebihan yang tentunya harus ditopang oleh lutut.

Cedera tulang kering

Beberapa penyebab terjadinya kaki x pada bayi disebabkan oleh terjadinya cedera pada tulang kering. Hal ini tentunya dapat terjadi yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan dari tanggung jawab tulang kering.

Multiple epiphyseal dysplasia (MED)

Penyebab terjadinya kaki x pada anak juga dapat disebabkan oleh adanya suatu kelainan pada tulang rawan dan juga tulang pengembang di bagian ujung tulang panjang di dalam kaki dan juga lengan.

Faktor genetik

Penyebab terjadinya kaki x pada bayi dapat disebabkan adanya faktor genetik. Hal ini tentunya kelainan genetik juga dapat mempengaruhi perkembangan persendian dan juga tulang. Faktor genetik ini juga dapat disebabkan oleh faktor yang terjadi pada orang tuanya. Jika orang tuanya mengalami kaki x, maka akan sangat memungkinkan jika anaknya juga mengalami hal yang sama.

Pertumbuhan

Penyebab lain jika seseorang mengalami terjadinya kaki x disebabkan oleh pertumbuhan yang terjadi pada anak. Seiring dengan perkembangan dan juga pertumbuhan anak, tentunya ada beberapa bagian tubuh yang mengalami pertumbuhan yang berbeda dan juga pada tingkat yang berbeda. Akibat yang mungkin ditimbulkan dari perubahan pertumbuhan ialah adanya ketidakselarasan pada tulang sehingga dapat menyebabkan penampilan yang tidak biasa pada umur tertentu.

Latihan Untuk Memperbaiki Kaki  X Pada Anak

penyebab kaki x pada anak

Kaki X tentunya dapat diperbaiki agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Melakukan penekukan pada bagian bawah lutut tentunya dapat disebabkan oleh otot abduktor yang cukup lemah pada area paha dan juga pinggul. Untuk memperbaiki kaki X tentunya Anda dapat melakukan beberapa latihan sebagai berikut:

1. Mengangkat satu kaki sambil berbaring

Dalam posisi berbaring menyamping tentunya Anda dapat memposisikan kaki kiri berada di atas kaki kanan. Lalu, angkat kaki kiri Anda sekitar 45o, tahan beberapa hitungan, kemudian turunkan lagi ke posisi semula. Lakukan gerakan ini paling tidak sekitar 10-12 kali. ganti posisi berbaring Anda, kemudian lakukan gerakan tersebut pada kaki kanan Anda secara bergiliran.

2. Menekuk satu sisi lutut

Dalam memperbaiki kaki X tentunya Anda dapat melebarkan kedua kaki hingga selebar pinggul, kemudian letakkan lengandi depan dada Anda. Kemudian, Anda dapat melangkahkan satu kaki kiri Anda ke samping, lalu luruskan. Kemudian, posisikan kaki kanan Anda lalu tekuk. Pada posisi ini, rasakan kontraksi kuat pada bagian paha dan juga pinggul. Posisikan kembali diri Anda seperti semula. Setelah itu, lakukan serangkaian gerakan sampai 10 sampai 12 kali. Anda tentunya dapat menukar posisi dengan kaki yang satunya lagi.

3. Side step-ups

Untuk melakukan gerakan ini tentunya Anda memerlukan bangku yang cukup berat dalam menopang tubuh Anda. Dalam melakukan gerakan ini tentunya Anda harus memastikan terlebih dahulu bangku yang akan Anda gunakan. Pastikan bangku yang Anda gunakan tidak mudah jatuh, hal ini tentunya untuk menghindari Anda ketika terjatuh saat berlatih.

Cara yang dapat Anda lakukan tentunya dengan menggunakan sisi kanan yang menghadap bangku dan juga lengan di depan dada Anda. Posisikan kaki kanan Anda di atas bangku, kemudian kaki kiri tetap menyentuh tanah. Anda tentunya dapat berdiri dengan menggunakan kaki kanan dengan menekan bangku. Ketika kaki kanan Anda ada dalam posisi tegak lurus, tahan selama satu detik. Lalu, turunkan posisi semula dan lakukan 10-12 kali dengan berganti posisi.

4. Straight leg lift

Pada gerakan ini tentunya dapat berbaring dengan terlentang. Anda dapat membiarkan tubuh tetap rileks. Setelah itu, posisikan kaki kanan Anda lurus dan juga lutut kiri yang sedikit menekuk. Anda tentunya dapat mengencangkan otot paha di bagian kaki kanan yang lurus. Anda tentunya dapat mengangkat kaki hingga beberapa centimeter dari bagian lantai, kemudian tahan sekitar 5 detik. Anda juga dapat mengulangi gerakan tersebut hingga 2 kali pada setiap satu sisi kaki secara bergantian.

5. Hamstring curls

Dalam melakukan gerakan ini tentunya Anda dapat memegang bagian belakang kursi. Kemudian, tahan berat badan dengan menggunakan satu kaki. Lalu, tekuk kaki yang satunya lagi ke bagian belakang. Anda tentunya dapat mengencangkan paha pada bagian kaki yang ditekuk ke belakang. Anda tentunya dapat menahan posisi tersebut selama 5 detik, kemudian turunkan pada posisi semula. Anda tentunya dapat mengulangi gerakan tersebut hingga 8-9 kali dan ganti posisi tersebut secara bergiliran. Latihan ini tentunya dapat memperbaiki tekukan lutut pada bentuk kaki x.

6. Knee press

Pada latihan ini tentunya Anda dapat duduk dilantai ataupun dibangku. Anda juga dapat menggulungkan handuk untuk melakukan latihan ini. Simpan handuk di bawah lutut Anda. Kemudian, luruskan kaki kanan Anda sampai tidak menyentuh lantai. Anda tentunya dapat membiarkan lutut kaki kiri Anda menekuk dan juga tumit yang menyentuh lantai. Anda dapat menurunkan kaki kanan Anda dengan memberikan tekanan pada handuk tersebut. Tahan selama 3 detik, kemudian kembalikan posisi ke awal. Anda tentunya dapat mengulangi latihan ini hingga 9 atau 10 kali latihan.

Beberapa latihan kaki tersebut tentunya berpeluang besar untuk mengembalikan kelainan kaki X pada anak. Maka dari itu, memang sangat penting bagi Anda untuk melakukan sesuatu agar terhindar dari adanya kelainan kaki X pada anak.

Cara Mendeteksi Dini Kaki X Pada Anak

Kaki X dan juga kaki O memang sangat erat kaitannya dengan berbagai masalah tulang yang tentunya kerap terjadi pada anak-anak. Pembentukan kaki memang kerap terjadi pada saat usia pertumbuhan pada anak-anak. Pada umumnya, kelainan kaki X pada anak sangat terabaikan, kecuali jika si kecil sudah mulai merasa kesakitan dan juga memperlihatkan perbedaan yang cukup mendasar.

Sebagian besar kasus yang terjadi memang bentuk kaki yang tidak normal ketika balita dan akan lurus dengan sendirinya hingga si kecil berusia lebh dewasa. Akan tetapi, terdapat beberapa kasus kaki X pada anak yang tidak kembali normal hingga ia berusia dewasa. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan cara anak Anda berjalan dan juga postur tubuh yang ia miliki ketika mengalami pertumbuhan.

Kaki X memang terjadi pada anak-anak, akan tetapi jika umur si kecil lebih dari tiga tahun, tentunya Anda harus memperhatikan cara si kecil berjalan dan juga bentuk kaki yang normal. Hal tersebuut bertujuan untuk mengetahui akan adanya kelainan pada tulang ataukah tidak. Tentunya, terdapat beberapa cara yang cukup mudah untuk mengetahui adanya kelainan kaki X pada bayi.

Cara yang umum dilakukan untuk mendeteksi kelainan kaki X pada bayi ialah dengan cara merekatkan mata kaki ataupun tumit kanan dan juga kiri si kecil. Jika kedua kaki tersebut menyatu atau berdekatan tentunya Anda tidak perlu khawatir karena si kecil terbebas dari kelainan kaki X. Jika sebaliknya, maka Anda harus sudah menentukan terapi dan juga pengobatan akan terjadinya kaki X pada si kecil.

Cara Mendeteksi Kaki X Pada Bayi

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan cara ketika ia berjalan apakah terbnetuk kaki X atau O ataukah juga normal pada umumnya. Hal tersebut juga untuk mengindikasi berjalan kaki picang dan juga terlalu berjalan terlalu pendek seiring dengan usianya. Untuk itu, Anda secara rutin harus mulai mengecek tinggi badan si kecil karena hal ini sangat mempengaruhi dalam menyebabkan kelainan kaki X pada bayi. Jika Anda mendapatkan beberapa gejala yang sudah kami sebutkan di atas, segeralah periksakan si kecil kepada dokter Ortopedi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut lagi. Jika ditangani secara terlambat, maka masalah tersebut justru akan lebih sulit untuk ditangani.

Selain adanya kelainan kaki X dan juga O, tentunya ada pula kelainan bawaan pada bayi yang disebut dengan clubfoot. Pada kasus kelainan clubfoot ini telapak kaki si kecil lebih menghadap ke dalam dan menyerupai stick golf. Jika tidak ditangai secara cepat dan juga tepat, maka pasien akan mengalami kesulitan yang lebih parah ketika berjalan dan pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan dalam hal produktivitas.

Seorang dokter Dr. Aryadi menyarankan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan metode ponseti yang tentunya telah diakui oleh WHO dan telah memiliki angka keberhasilan sebesar 98%. Kesempatan besar tersebut tentunya akan tercipta jika dilakukan oleh tenaga ahli yang lebih terampil dan juga dilakukan pengecekan sedini mungkin.

Kelainan kaki X pada anak tentunya bukan tanpa sebab, melainkan adanya beberapa faktor yang mendukung kelainan tersebut terjadi pada si kecil. Memang sangat penting bagi Anda untuk mendeteksi secara lebih dini demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bagaimanapun juga, kelainan kaki X pada anak akan membuat anak merasa tidak percaya diri ketika ia sudah beranjak dewasa. Melakukan pengecekan dan juga melatih kaki dengan beberapa cara yang cukup mudah memang sebuah keharusan bagi Anda. Itulah beberapa hal yang perlu Anda lakukan dan juga perhatikan untuk mendapatkan kaki yang kembali normal. Semoga bermanfaat!

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi – Bayi tentunya sangat rentan mengalami perut kembung yang tentu disebabkan oleh beberapa faktor. Perut kembung pada bayi tentunya harus segera di atasi. Jika tidak, kondisi ini tentunya akan lebih memperparah keadaan bayi sehingga bayi akan senantiasa rewel. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi yang tentu dapat Anda lakukan sekarang juga!

Jika bayi mengalami perut kembung pastinya ini menjadi sebuah masalah yang cukup berat bagi kita sebagai orangtuanya. Hal ini dikarenakan bayi akan terus rewel dan juga sulit untuk beraktivitas seperti biasanya. Perut kembung pada bayi tentunya dialami baik oleh bayi baru lahir maupun abyi yang sudah menginjak usia balita. Tentunya, perut kembung pada bayi dapat ditandai dengan bayi yang terus menangis, sulit tidur dan juga sering menggeliat. Baca juga: 10 Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi Secara Alami Yang Bisa Anda Coba

Jika Anda menemukan tanda tersebut pada bayi Anda, dapat dipastikan bahwa bayi Anda terkena perut kembung. Bagaimanapun juga, perut kembung pada bayi akan memberikan tanda-tanda yang mengekspresikan bayi merasa tidak nyaman serta tidak segan-segan untuk menolak ASI ataupun susu formula. Perut kembung menjadi tanda bahwa adanya angin yang masuk ke dalam tubuh bayi sehingga membuat perut bayi sedikit keras dann juga tidak nyaman.

Jika bayi Anda merasakan hal tersebut, jangan terlalu khawatir. Alangkah baiknya jika Anda mencari solusi dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk meringankan perut kembung tersebut pada bayi Anda. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi secara alami berikut ini!

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

cara mengatasi perut kembung pada bayi

Peurt kembung pada bayi juga dapat disebabkan oleh adanya masalah pada pencernaan perut bayi. Hal ini dikarenakan bayi yang belum memiliki sistem pencernaan yang belum bekerja sempurna sehingga dapat memungkinkan beberapa masalah terjadi. Masalah pencernaan tentunya mengakibatkan adanya angin yang berkumpul di dalam perut bayi. Kemungkinan kondisi ini ada kaitannya dengan terlalu banyak dan lama ketika ia menyusu. Lihat juga: Penyebab Sindrom Edward Pada Bayi | Gejala & Cara Mencegahnya

Jika bayi terlalu lama menyusu tentunya rentan angin untuk masuk ke dalam perut bersama dengan susu. Mungkin, beberapa tips alami dibawah ini dapat membantu Anda sebagai cara mengatasi perut kembung pada bayi. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Kurangi susu formula

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengurangi pemberian susu formula untuk bayi. Terlebih jika memberikan takaran yang cukup banyak pada bayi, hal ini tentunya akan mengakibatkan bayi mengalami kesakitan. Kondisi ini tentunya dapat berakibat bayi mengalami sembelit sehingga susah untuk buang air besar.

Seperti yang sudah kita tahu bahwa susu formula memang lebih banyak air daripada kandungan susu didalamnya. Tidak heran jika bayi yang diberikan susu formula lebih rentan mengalami perut kembung dibandingkan dengan yang diberi ASI. Bahkan jika bayi sering mengalami perut kembung dapat menjadi ciri bahwa ia terkena alergi susu. Jika dibiarkan, maka kondisi ini akan menjadi lebih serius dan membutuhkan penangan dokter. Anda juga dapat mengganti merk susu formula yang biasa digunakan untuk mengatasi kemungkinan susu tersebut tidak cocok untuk bayi Anda.

Gosok perut bayi

Cara mengatasi perut kembung pada bayi yang kedua ialah dengan mencoba menggosok perut bayi dengan kedua tangan Anda secara perlahan. Selain itu, cara ini dipercaya dapat membuat tubuh bayi menjadi lebih hangat. Jika perut bayi ditepuk tentunya akan keluar suara nyaring dari dalam perut bayi.

Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan menggosok peurt bayi dari arah punggung hingga ke pusar. Lalu, beri tekanan yang cukup lembut saat akan mendekati pusar bayi. Namun, Anda jangan terlalu keras dalam menekan perut bayi karena akan membuat perut bayi Anda sakit.

Biarkan bayi bergerak aktif

Dengan membiarkan bayi bergerak dengan aktif tentunya dapat mengurangi angin di dalam perut. Aktif bergerak akan memungkinkan bayi untuk membuang gas secara tiba-tiba. Hal yang tidak dianjurkan bagi Anda tentunya jangan terlalu sering menggendong bayi karena akan membatasi bayi untuk bergerak kurang aktif.

Selain itu, bergerak bebas dapat membuat pekembangan fisik dan juga otak bayi berjalan secara sempurna. Ajaklah anak Anda bermain dan melatih fisik sesuai dengan kemampuannya. Berbagai macam gerakan ini akan mengundang bayi untuk bersendawa sehingga akan mengurangi angin yang berkumpul di dalam perut bayi.

Mandikan bayi dengan air hangat

Ketika bayi Anda sedang kembung tentunya jangan sekali-sekali memandikannya dengan menggunakan air dingin. Hal ini tentunya akan lebih memperparah keadaan perut bayi. Mandi dengan menggunakan air hangat tentunya sebagai cara yang biasa dilakukan baik pada bayi baru lahir ataupun bayi yang sudah berbulan-bulan.

Cara ini terbilang efektif dimana air hangat dapat membuat perut bayi menjadi lebih nyaman. Namun, jika bayi biasa menerima asupan susu formula atau sudah diberikan MPPASI. Memberikan bayi sedikit air hangat untuk diminum memang lebih dianjurkan bagi Anda.

Buatlah bayi bergerak lebih aktif

Perkembangan fisik sesuai dengan usia tentunya membuat bayi lebih aktif bergerak dari usia sebelumnya. Untuk itu, jika bayi mengalami perut kembung, biarkan bayi bergerak lebih aktif dan juga lincah. Gerakan ini tentunya dapat membantu bayi untuk menghilangkan gas sendiri di dalam perutnya.

Ketika bayi bergerak tentunya Anda jangan membatasi gerakan pada bayi karena bayi memiliki naluri alami untuk melakukan gerakannya sendiri. Maka dari itu, biarkan bayi melakukan gerakan sendiri seperti berguling-guling atau mengangkat kakinya ke atas. Gerakan menekan otot kaki ke dalam perut dapat membuat hilang dengan sendirinya. Cara ini juga dapat membuat bayi dapat agar cepat berjalan dengan mudah dan cepat.

Tepuk punggung bayi

Tentunya, perut kembung pada bayi dapat menjadi masalah yang cukup serius karena angin yang terperangkap di dalam perut bayi. Kondisi ini dapat terjadi setelah bayi minum ASI, susu formula dan juga pendamping ASI lainnya. Selain itu, efek dari makanan dan juga minuman yang masuk ke dalam perut bayi menyebabkan bayi bersendawa.

Jika bayi sudah dalam posisi tegak pada otot leher tentunya Anda dapat menepuk ringan pada bagian punggung bayi tersebut. Lakukan gerakan lembut ini sampai bayi bisa bersendawa. Biasanya setelah bayi bersendawa, maka perut kembung pada bayi akan sembuh dengan cepat. Cara ini juga membantu bayi bersendawa dan mengatasi gumoh pada bayi.

Susui bayi dengan benar

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para orangtua dalam menyusui anaknya memang sangat sering terjadi. Teknik menyusui bayi yang salah tentunya dapat menyebabkan perut bayi menjadi kembung. Tentunya, Anda harus melakukan cara yang terbaik sebagai teknik yang benar ketika menyusui bayi.

Jaga kepala dan juga leher lebih tinggi dibandingkan dengan perut bayi, jangan biarkan bayi terlalu cepat dalam mengisap ASI, usahakan bayi dalam posisi yang tepat untuk menghindari angin masuk bersama dengan susu. Selain itu, jika botol susu sudah habis, bantulah bayi untuk menegak susu agar bayi tidak banyak menghisap udara yang menyebabkan perut kembung pada bayi.

Pijat bayi

Cara mengatasi perut kembung pada bayi dapat dilakukan dengan cara melakukan teknik pijat pada bayi. Teknik pijat yang biasa dilakukan pada bayi ini memang menjadi cara sekaligus alternatif untuk mengatasi perut kembung pada bayi. Pijatan pada bayi tentunya dapat dilakukan pada seluruh badan bayi.

Pijat pada bayi yang benar dapat dimulai dari kedua kaki, tangan, perut lalu punggung bayi. Jika Anda tidak dapat melakukannya sendiri atau takut, Anda dapat membawa bayi ke klinik babyspa yang saat ini mulai banyak bermunculan. Saat pijat umumnya bayi menggunakan minyak penghangat seperti minyak telon atau minyak kelapa untuk menghangatkan perut dan juga tubuh bayi.

Jangan biarkan bayi menghisap ASI terlalu lambat dan cepat

Memberikan ASI memang menjadi sebuah peranan yang penting bagi Anda. Namun, tentunya Anda harus melakukan teknik menyusui dengan benar. Jangan sampai bayi terlalu cepat dan juga lambat ketika menyusu karena akan membuat angin lebih banyak masuk ke dalam perut bayi.

Memberikan ASI tentunya harus dilakukan sesuai dengan usia bayi. Jika bayi sudah bisa menyusui sambil tidur, hal ini tentunya dapat Anda coba. Jika bayi terlalu lama menghisap puting, alangkah baiknya agak sedikit ditekan untuk menghentikan ASI. Langkah ini juga cukup penting untuk membantu agar bayi tidak tersedak.

Biarkan Anda bersendawa setelah minum susu

Setelah bayi minum susu tentunya Anda harus membuat bayi agar bersendawa terlebih dahulu. Ketika bayi tidak dibiarkan bersendawa tentunya akan membuat angin berkumpul di dalam perut bersamaan dengan susu sehingga menyebabkan perut bayi menjadi kembung. Bersendawa memang sangat dianjurkan agar dapat melegakan otot diafragma di dalam perut bayi.

Hal ini tentunya dapat mengatasi agar udara tidak terperangkap di dalam perut bayi. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan seperti menggendong bayi, menepuk punggung bayi dan juga menegakkan kepala bayi. Cara ini juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengatasi muntah pada bayi setelah diberikan ASI.

Posisikan bayi seperti akan terbang

Gerakan seperti membuat bayi akan terbang tentunya dapat membantu melapaskan gas yang ada di dalam perut bayi. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan membuat wajah bayi ada di lengan Anda, sedangkan kaki berada di lengan yang lain. Berat badan pada bayi bertumpu pada perut bayi, lalu gosok lembut bagian punggung bayi. Gerakan seperti bayi akan terbang tersebut tentunya dapat membantu bayi untuk membuang gas di dalam perut sehingga akan membuat bayi menjadi lebih nyaman.

Biarkan bayi tengkurak cukup lama

Cara mengatasi perut kembung pada bayi tentunya dapat dilakukan dengan membiarkan bayi tengkurap sedikit lama. Ketika bayi sedang tengkurap tentunya Anda dapat melihat ekspresinya, apakah bayi merasa sakit nyaman ataukah memperlihatkan wajah yang aneh.

Ketika bayi tengkurap tentunya akan memberikan sedikit tekanan dari perut bayi sehingga akan membantu bayi mengeluarkan gas. Hal ini tentunya dapat ditandai dengan bayi yang buang angin dan juga bersendawa. Selain itu, Anda dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga bayi akan membuka  mulutnya sehingga dapat membantu mengeluarkan udara di dalam perut.

Lakukan gerakan pada bayi seperti bersepeda

Untuk membuang gas di dalam perut tentunya menjadi hal yang cukup menantang bagi Anda. Tentunya, Anda membutuhkan cara dan juga alternatif dengan menggerakkan kaki bayi seperti sedang bersepeda. Gerakkan pada kaki tentunya dapat menekan otot perut sehingga dapat mengeluarkan gas dan juga udara yang ada di dalam perut bayi.

Langkah selanjutnya, Anda dapat mengajak bayi Anda tertawa dan juga berkomunikasi. Gerakan bersepeda yang daoat mendorong gas bergerak hingga kerongkongan dapat dibantu pula dengan mulut bayi yang terbuka ketika sedang berkomunikasi. Gerakan tersebut tentunya dapat mencegah rasa kelelahan yang berlebih pada bayi.

Bedong bayi yang berusia kurang dari 2 bulan

Bayi yang kurang dari dua bulan memang sangat rentan mengalami perut kembung. Maka dari itu, tetaplah buat bayi Anda merasa hangat untuk mencegah perut kembung pada bayi. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan membedong bayi agar tetap membuat tubuhnya menjadi hangat.

Hal ini disebabkan pula oleh suhu udara dan juga lingkungan yang cukup dingin. Keadaan ini memang membuat bayi Anda merasa tidak nyaman sehingga bayi akan merasakan kedinginan yang cukup hebat. Untuk itu, cobalah Anda membedong bayi dengan cara yang tepat dan juga benar.

Jangan berikan empeng untuk bayi

Memberikan empeng pada bayi tentunya menjadi cara yang cukup sederhana untuk mengatasi bayi rewel dan juga menangis. Namun, cara ini terbilang cara yang cukup bahaya jika dilakukan secara terus menerus. Empeng yang diberikan pada bayi tentunya akan membuat bayi menghisap dan juga menggigit sehingga akan memungkinkan udara akan masuk ke dalam tubuh bayi.

Perut pada bayi tentunya akan membuat perut kembung pada bayi sehingga akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Maka dari itu, jangan berikan empeng pada bayi dalam waktu yang cukup lama karena akan menimbulkan kumpulan gas dan udara di dalam perut. Untuk itu, hindari menggunakan cara memberikan empeng ini agar tidak membahayakan bayi.

Pijat perut bayi dengan menggunakan bawang merah

Bawang merah tentunya memiliki manfaat yang cukup banyak dalam hal mengatasi keluhan penyakit pada bayi. Jika Anda memijat lembut perut bayi, namun tidak memberikan hasil sama sekali. Anda tentunya dapat memijat bayi dengan menggunakan bawang merah untuk memberikan kehangatan pada bayi.

Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengupas bwang terlebih dahulu, lalu cuci bersih kemudian hancurkan menjadi lebih lembut. Gunakan bawang merah tersebut untuk mengusap bagian perut bayi mulai dari punggung bagian bawah. Anda dapat menggunakan tiga jari Anda untuk memberikan tekanan pada perut agar tidak menyakiti bayi. Akan tetapi, bawang merah tidak boleh terlalu banyak karena dapat menimbulkan masalah pada kulit bayi.

Pilihlah jenis botol minum susu yang tepat

Dalam pemilihan botol susu tentunya ikut menentukan berbagai penyebab perut kembung pada bayi. Bentuk, ukuran dan juga jenis puting tentunya harus diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini tentunya berkaitan pula dengan bentuk mulut bayi yang mudah dijangkau serta lembut untuk dikunyah oleh bayi. Jika bentuk botol susu sudah tepat, maka hal ini akan menyebabkan perut kembung pada bayi.

Menjaga perut bayi untuk tidak kembung memang sangat dianjurkan bagi Anda. Maka dari itu, lakukan cara yang sudah kami sebutkan di atas agar menjaga kondisi bayi tetap hangat dan terhindar dari masuk angin dan juga perut kembung. Itulah beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi yang dapat Anda lakukan sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi – Pilek memang sangat rentan menyerang manusia baik dewasa, anak-anak bahkan bayi sekalipun. Penyakit pilek memang sangat rentan dialami oleh bayi yang baru dilahirkan ataupun bayi yang sudah beberapa bulan. Untuk itu, Anda sebagai orangtua diwajibkan untuk mengetahui cara mengatasi pilek pada bayi seperti yang akan kami sajikan di bawah ini!

Pilek memang menjadi salah satu penyakit yang memang rentan dialami oleh bayi. Tentunya, penyakit ini membuat seorang bayi merasa tidak nyaman. Tidak jarang bayi yang menderita batuk, demam, tidak ingin menyusu juga rewel. Hal ini diakibatkan oleh adanya komplikasi dari penyakit tersebut.

Pilek tentunya sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Setidaknya orang dewasa perah mengalami pilek dengan frekuensi 2-4 kali dalam setahun. Sedangkan untuk anak-anak, pilek menjadi lebih besar yaitu dari 7-10 kali dalam setahun. Akan tetapi, bayi dan juga anak-anak memang lebih sering terkena pilek dibandingkan dengan orang dewasa. Tentunya, pilek pada bayi bukan tanpa sebab melainkan dikarenakan oleh beberapa faktor yang akan kami paparkan di bawah ini! Baca juga: Penyebab Sindrom Edward Pada Bayi | Gejala & Cara Mencegahnya

Penyebab Pilek Pada Bayi

cara mengatasi pilek pada bayi

Pilek pada bayi tentunya bukan karena sebab, kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab pilek pada bayi baru lahir tentunya tidak jauh dari penyebab pilek pada orang dewasa. Jenis virus yang masuk pada tubuh yang menyebabkan pilek dapat melalui perantara udara ketika batuk ataupun bersin atau juga melalui sentuhan tangan antara penderita pilek dengan calon penderita.

Pilek dapat dikatakan penyakit yang cukup biasa menyerang orang-orang. Pada umumnya, pilek mengganggu sistem kekebalan tubuh pada masing-masing individu sehingga virus akan mudah berperan aktif di dalam tubuh. Gejala pilek pada bayi tentunya dapat ditandai dengan adanya ingus dan juga hidung yang tersumbat. Lihat juga:

Pada awalnya, ingus pada bayi berwarna bening dan juga jernih, lalu akan berubah menjadi lebih kuning dan juga hijau. Hidung yang tersumbat pada bayi diakibatkan oleh lubang hidung pada bayi yang masih sangat kecil sehingga mereka akan bernafas melalui mulut. Dengan begitu, bayi Anda akan terlihat sesak karena bernafas melalui mulut. Pilek pada bayi sering ditandai dengan adanya demam, waktu tidur yang terganggu, mata merah, menyusui menurun, bersih, batuk, dan juga suhu tubuh yang cukup tinggi pada bayi sekitar <38oC.

Beberapa faktor lain yang menyebabkan seorang bayi terkena pilek, diantaranya:

  1. Terpapar asap rokok
  2. Paparan dari orang dewasa yang memang sedang sakit pilek bisa orangtuanya sendiri atau orang di sekitarnya.
  3. Tidak mendapatkan ASI yang eksklusif tentunya hal ini menyebabkan bayi rentan terkena bersin-bersin dan juga pilek.

Tentunya, Anda dapat dengan mudah mengenali penyebab dan juga faktor yang memang menyebabkan sakit pilek pada bayi.

Gejala Sakit Pilek Pada Bayi

Setelah kita mengetahui penyebab sakit pilek pada bayi tentunya kita akan beranjak pada beberapa gejala pilek yang rentan dialami oleh bayi, diantaranya:

  1. Bersin yang terus menerus
  2. Batuk yang terus menerus terutama ketika bayi berumur di bawah 28 hari
  3. Suhu tubuh kurang dari 38oC
  4. Terdengar bunyi seperti mengi ketika bayi bernafas
  5. Bayi terihat kesulitan untuk bernafas
  6. Bayi jarang bernapas atau menghirup nafas yang sangat dangkal
  7. Napas begitu cepat normalnya sekitar 30-60 kali dalam semenit
  8. Saat bayi bernapas tentunya kulit pada sekitar iga tertarik ke dalam
  9. Bayi akan lebih rewel dari biasanya
  10. Kulit bayi akan berubah warna dan kulit akan lebih pucat pada bagian mulut dan juga bawah kuku
  11. Bayi akan merintih kesakitan
  12. Bayi jarang bisa ditenangkan ketika rewel dan juga menangis
  13. Bayi sangat sulit untuk dibangunkan dan muka bayi akan tampak lebih lesu
  14. Bayi sepertinya sangat malas untuk bergerak dan juga menetek pada ibunya
  15. Kulit pada bayi akan terlihat kemerah-merahan
  16. Bayi akan sering muntah
  17. Leher bayi akan terlihat kaku
  18. Batuk sangat hebat sehingga menyebabkan bayi menjadi muntah
  19. Akan terlihat nanah di tenggorokan
  20. Bayi batuk ketika diberikan makan atau susu
  21. Popok bayi tidak penuh atau basah dalam kurun waktu 8 jam.

Gejala-gejala tersebut tentunya dialami oleh bayi yang mengalami sakit pilek. Anda seyogianya harus mewaspadai jika gejala-gejala pada di atas ada pada bayi Anda. Hal yang wajib Anda lakukan ialah dengan mencari cara mengatasi pilek pada bayi. Karena jika bayi mengalami pilek di bawah umur 3 bulan akan sangat rentan terkena komplikasi yang lebih serius seperti radang paru-paru, sesak napas dan juga infeksi telinga.

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi

cara mengatasi pilek pada bayi

Setelah kita mengetahui penyebab dan juga gejala sakit pilek pada bayi, saatnya sekarang kita mengetahui cara mengatasi pilek pada bayi. Tentunya, Anda tidak ingin melihat bayi Anda menderita sakit pilek yang berkepanjangan karena akan membuat bayi Anda lebih parah. Ada beberapa cara mengatasi pilek pada bayi secara alami, diantaranya:

1. Menghirup uap alami

Cara mengatasi pilek pada bayi yang pertama ialah dengan menghirup uap alami berupa air panas. Anda dapat menuangkan air panas pada sebuah wadah. Kemudian dekatkan uap panas tersebut pada bayi, namun jangan terlalu dekat karena akan membuat bayi Anda kepanasan. Biarkan bayi Anda menghirup uap panas tersebut. Pasalnya, uap panas dipercaya dapat membantu melegakan hidung bayi yang tersumbat sehingga ingus yang menghambat pernapasan akan keluar secara perlahan. Ingus yang mampet inilah yang tentunya menghambat pernapasan pada bayi.

2. Memijat hidung bayi

Cara mengatasi pilek pada bayi yang kedua ialha dengan melakukan pemijatan pada hidung bayi. Berikan pijatan lembut pada bayi mulai dari hidung, alis dan sekitarnya. Memberikan pijatan lembut pada hidung bayi tentunya dapat mencairkan ingus yang mampet sehingga hidung akan terasa lebih lega. Pijatan lembut yang dilakukan oleh orangtua tentunya dapat membantu mengeluarkan lendir yang ada dan mengganggu hidung Anda.

3. Menghangatkan tubuh bayi

Tubuh bayi yang dingin tentunya sangat berpotensi membuat bayi terserang penyakit pilek. Untuk itu, demi menghindarkan bayi Anda dari penyaki pilek. Hal yang perlu Anda lakukan ialah dengan memberikan kehangatan pada bayi. Kehangatan tersebut tentunya dapat membantu melegakan hidung bayi yang tersumbat. Tubuh yang senantiasa hangat tentunya dapat menjaga bayi dari terserang penyakit pilek. Selain itu, Anda dapat memandikan bayi dengan menggunakan air hangat, lalu menjemurnya agar tubuh bayi terkena sinar matahari alami.

4. Mengatur posisi tidur bayi

Cara mengatasi pilek pada bayi yang selanjutnya ialah dengan mengatur posisi tidur bayi. Posisi tidur yang miring tentunya dapat membuat bayi lebih mudah dan juga bebas untuk bernapas. Untuk itu, Anda dapat memiringkan tubuh bayi ke arah kiri ketika hidung kanan tersumbat atau sebaliknya. Posisi tidur yang terlentang tentunya dapat membuat kondisi bayi bertambah parah.

5. Istirahatkan bayi

Ketika bayi mengalami pilek, tentunya Anda harus membuat jadwal istirahat bayi lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Bayi yang beristirahat lebih banyak tentunya dapat mempercepat penyembuhan pilek pada bayi. Berikan bayi Anda istirahat yang cukup baik siang maupun malam hari.

Selain dari cara mengatasi pilek pada bayi secara alami, tentunya Anda dapat memberikan beberapa obat alami yang tentu sangat aman untuk bayi Anda. Cara mengatasi pilek pada bayi dengan cara alami, Anda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini:

1. Berikan larutan garam

Obat pertama yang dipercaya mampu mmebuat bayi lebih baik dari penyakit pilek yang dideritanya ialah dengan memberikan larutan air garam. Larutan ini tentunya dapat mempercepat gejala pilek menjadi lebih cepat. Anda dapat memberikan dua tetes garam dengan menggunakan pipet tetes kepada hidung bayi setidaknya tiga kali dalam sehari. Tetesan garam tersebut tentunya dapat mencairkan ingus bayi dan juga dapat melegakan hidung bayi yang tersumbat. Anda dapat melarutkan garam sekitar setengah sendok makan garam dengan segelas air hangat. Lakukan tips dan juga cara ini dengan tepat dan juga tetap berhati-hati.

2. Bawang merah dan juga minyak telon

Bawang merah tentunya dipercaya dapat menghilangkan dan juga menyembuhkan masuk angin dan juga demam pada bayi. Anda dapat mencampurkan bawang merah dan juga minyak telon bayi pada dada, punggung dan juga perut bayi. Berikan bawang merah dan juga minyak telon bayi tersebut dengan melakukan pijatan-pijatan lembut agar memberikan kehangatan pada tubuh bayi.

3. Berikan jeruk nipis dan juga madu

Selain cara di atas tentunya Anda dapat memberikan bayi dengan meminum air hangat dicampur dengan madu dan juga jeruk nipis. Campuran tersebut tentunya dapat membantu melegakan pernapasan pada bayi. campuran jeruk nipis dan juga madu tentunya dapat lebih melegakan pernapasan pada hidung yang tersumbat pada bayi.

Pencegahan Pilek Pada Bayi

Tentunya, Anda tidak ingin pilek menyerang bayi Anda terus menerus. Untuk itu, Anda harus melakukan cara dan juga alternatif sebagai pencegahan pada bayi. Pilek pada bayi tentunya tidak akan bertambah berat dan juga tidak akan terulang jika kita melakukan cara-cara pencegahan sebagai berikut:

1. Berikan ASI

Penyakit pilek pada bayi tentunya dapat menyerang sistem imun pada tubuh bayi. Jika sistem imun pada tubuh bayi lemah, tentunya virus yang menyebabkan pilek akan sangat mudah menyerang tubuh manusia. Untuk itu, Anda dapat melakukan pencegahan pada bayi dengan memberikannya ASI eksklusif hingga 6 bulan. ASI eksklusif inilah yang menjadi sebuah benteng untuk mencegah virus pilek masuk ke dalam tubuh Anda. Kondisi inilah yang dapat memberikan kemampuan pada tubuh bayi untuk menolak virus pilek masuk pada tubuh bayi.

2. Orangtua tetap hidup sehat

Ketika orangtua menderita sakit pilek atau sedang sakit apapun, tentunya kita sebagai oarngtua harus mencegah supaya virus yang ada di dalam kita tidak masuk ke dalam tubuh bayi. Untuk itu, Anda harus memakai masker ketika menyentuh dan juga memberikan ASI pada bayi. Hal ini dikarenakan penyakit pada orang dewasa sangat mudah terpapar pada tubuh bayi.

3. Bersihkan lingkungan

Lingkungan yang tidak bersih tentunya dapat membuat kondisi bayi menjadi lebih buruk lagi bagi kesehatan bayi. Anda tentunya dapat membersihkan lingkungan di rumah dan juga lingkungan tempat bayi bermain agar dapat terhindar dari virus. Tentunya, Anda harus seulet mungkin untuk membersihkan mainan secara rutin seperti boneka, robot dan juga mainan lainnya.

4. Selalu mencuci tangan

Ketika Anda hendak menyentuh atau menggendong bayi, tentunya hal yang harus Anda lakukan ilah dengan selalu mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Mencuci tangan tentunya dapat menghindarkan diri dari beberapa penyakit yang kemungkinan akan menyerang tubuh kita. Anda harus mencuci tangan untuk mencegah penyakit pilek pada bayi sebelum menyuapi bayi, setelah Anda batuk atau bersin dan juga setelah menggendong atau memegang bayi.

5. Pastikan benda bayi bersih

Benda bayi di sini tentunya berhubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan mulut bayi. Benda-benda di sini diantaranya dot, dan mainan gigitan pada bayi. Untuk itu, sebelum memasukkan dot pada mulut bayi, alangkah baiknya jika Anda membersihkannya terlebih dahulu agar benda tersebut dapat terhindar dari kuman dan juga bakteri yang menempel pada dot tersebut. Pasalnya, bayi yang masih merangkak sangat rentan memungut benda asing dan juga memasukan ke dalam mulutnya.

6. Jauhkan bayi

Anda tentunya dapat menjauhkan bayi dari orang yang sedang sakit atau bahkan yang sedang terkena pilek. Hal ini dikarenakan orang yang sedang sakit sangat mudah menularkan virus terutama pada bayi. Tubuh bayi yang masih lemah tentu sangat rentan terkena virus dari orang dewasa yang sedang sakit. Jangan biarkan orang yang sedang sakit memberikan makanan dan juga bersentuhan dengan bayi secara langsung.

7. Usahakan untuk tutup mulut saat batuk

Tidak dapat dipungkiri bahwa Anda sebagai orangtuanya akan terkena batuk. Ketika sedang batuk tentunya Anda harus menutup mulut Anda agar virus batuk tidak langsung masuk ke dalam tubuh bayi melalui udara. Pilek dapat disebut sebagai penyakit yang mudah sekali menular, tidak terkecuali pada bayi. Maka dari itu, menutup mulut Anda sedang batuk dapat menghindarkan diri dari virus batuk.

Melakukan pengobatan dan juga pencegahan pada bayi agar tidak terserang pilek memang sangt dianjurkan bagi Anda. Bagaimanapun juga, penyakit pilek memang sangat rentan menyerang baik kepada orang dewasa maupun kepada anak-anak. Mengobati pilek dengan cara yang alami tentunya  dapat membuat bayi Anda lebih aman dan juga sehat. Demikianlah beberapa cara mengatasi pilek pada bayi yang wajib Anda lakukan sekarang juga. Pastikan untuk selalu mencegah beberapa kemungkinan penyebab pilek pada bayi semaksimal mungkin. Semoga bermanfaat!