Panduan Bijak Mengajari Anak Autisme Mengendalikan Diri

Panduan Bijak Mengajari Anak Autisme Mengendalikan Diri – Salah satu tantangan terbesar dalam membesarkan anak dengan keterbelakangan autisme adalah mengajarkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan efektif. Apalagi umumnya anak dengan sindrom yang satu ini seringkali mengamuk atau mengalami tantrum. Namun tak perlu khawatir dibawah ini adalah panduan bijak mengajari anak autisme mengendalikan dirinya dengan lebih baik.

Memang bukan hal mudah dalam membesarkan seorang anak, apalagi ketika anda dihadapkan pada situasi buah hati yang mengalami keterbelakangan. Anak dengan sindrom autisme seringkali mudah meledak dan mengalami tantrum. Apalagi tantangan terbesar dari membesarkan anak dengan sindrom autisme adalah sulitnya mengajarkan mereka untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Baca juga: Cara Mencegah Kejang Pada Bayi Sesuai dengan Penyebab

Meski si kecil dalam keadaan meltdown atau tenang, namun tantrum bisa saja menyerang dan membuat mereka menjadi tidak tenang. Belum lagi, si kecil yang mengalami kesulitan dalam mengungkapan emosi dan pikiran mereka dengan jelas.

Panduan Bijak Mengajari Anak Autisme Mengendalikan Diri

Seringkali menimbulkan ketidak selarasan pengertian makna pada orang tua. Hal ini pun pada akhirnya malah membuat anda dan si kecil sama-sama mengalami masalah. Lalu bagaimana sebenarnya cara mengajarkan anak autisme supaya dapat mengendalikan dirinya saat meltdown? Mari simak panduan bijak mengajari anak autisme mengendalikan diri.

Panduan Bijak Mengajari Anak Autisme Mengendalikan Diri

Kondisi meltdownadalah kontradiksi dari kondisi tantrum yang umum dialami oleh anak-anak. Jika pada kondisi tantrum anak dengan sindrom autisme akan mudah mengamuk dan meledak kapan saja. Pada kasus meltdown anak akan menjadi lebih tenang dan tidak berusaha mencari perhatian siapa pun. mereka justru akan cenderung tidak peduli dengan orang-orang yang ada disekitarnya.

Selain itu, umumnya kondisi meltdown ini dapat terjadi karena anak dengan sindrom autisme merasa tidak berdaya. Sementara dalam kondisi tantrum si kecil akan merasa bahwa mereka memiliki kekuatan dan cara agar keinginan dan maksudnya bisa dikabulkan.

Nah, untuk membantu anda mengendalikan anak dengan autisme untuk dapat mengendalikan dirinya dengan lebih baik. Maka mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Menetapkan Batasan Waktu

Hal pertama yang akan dapat anda lakukan sebagai panduan mengajari anak autisme mengendalikan diri adalah dengan menetapkan batasan waktu. Ketika anak bermain cobalah berikan batasan waktu yang jelas dan sampaikan pada mereka dengan perlahan sampai mereka mengerti. Si kecil akan mungkin merasa gelisah pada saat orangtua belanja terlalu lama atau berada ditempat yang kurang menyenangkan untuk mereka.

Kondisi ini bisa mungkin memicu tantrum atau kegelisahan yang besar untuk anak-anak. Oleh karenanya, silahkan tenangkan anak dengan memberitahu mereka “lima menit lagi sayang” Hal ini akan lebih ampuh dibandingkan dengan meminta mereka menunggu terlalu lama dengan waktu yang tidak jelas.

Berikan Arahan yang Jelas

Anak dengan sindrom autisme akan mulai meltdown ketika ia merasa bingung dan kaget. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Jadi demikian usahakan untuk selalu memberikan arahan yang jelas. Misalkan “setelah ini kamu mandi sayang” atau mungkin “setelah makan ibu akan mengantar kamu ke kamar dan tidur” Hal ini akan memberikan anak petunjuk yang tertata. Sebab biasanya mereka akan cenderung gelisah pada saat kebingungan menentukan hal apa lagi yang akan mereka lakukan.

Menyanjung Perilaku Baik

Sama halnya dengan anak-anak normal lainnya memberikan apresiasi adalah hal penting untuk diberikan pada anak-anak. Apalagi anak dengan sindrom autism akan merasa lebih senang ketika mereka dihargai dengan baik. Oleh karenanya, tidak ada salahnya jika ibu menyanjung si kecil tiap kali mereka berhasil melakukan suatu hal, bahkan meski hal tersebut adalah hal kecil.

Loading...