Mengenali Lebih Dalam Let Down Reflex Kunci ASI Mengalir Deras

Diposting pada

Mengenali Lebih Dalam Let Down Reflex Kunci ASI Mengalir Deras – Tidak sedikit ibu yang mengeluhkan masalah ASI yang kurang subur atau tidak mengalir deras. Mereka khawatir bahwa kondisi seperti ini akan dapat mempengaruhi perkembangan buah hatinya. Untuk itu, mari kita kenali lebih dalam Let Down Reflex (LDR) kunci dari ASI yang mengalir deras.

Banyak dijumpai ibu menyusui gagal memberikan ASI ekslusif untuk buah hatinya dan menyerah memberikan asupan penting ini pada si kecil. Akhirnya kondisi ini membuat mereka beralih dengan memberikan susu formula atau memberikan makanan pendampaing ASI (MPASI) secara dini.

Memberikan asupan makanan pendamping pada bayi yang belum cukup umur untuk diberikan jenis makanan ini tentu bukanlah tindakan yang bijk. Sebab hal ini mungkin memberikan masalah seperti tersedak atau bayi yang tidak dapat mencerna dengan baik asupan makanan yang ibu berikan. Hal ini dikarenakan sebelum usia 6 bulan, sistem pencernaan pada bayi belum siap untuk menerima segala jenis makanan lebih padat dibandingkan dengan ASI.

Untuk itulah memberikan ASI pada buah hati minimal sampai si kecil berusia 6 bulan adalah hal penting untuk dilakukan. Sebenarnya, masalah ketidak suburan ASI yang terjadi pada beberapa ibu dapat diantisipasi dan diatasi dengan baik. Hanya saja, permasalah utama sudah lebih dulu datang dari kondisi panik yang diraskan oleh si ibu menyusui. Sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi kesuburan ASI.

Nah, salah satu metode untuk memperlancar ASI adalah dengan mengenali tekhnik Let Down Reflex atau LDR.

Mengenali Lebih Dalam Let Down Reflex Kunci ASI Mengalir Deras

Mengenali Lebih Dalam Let Down Reflex Kunci ASI Mengalir Deras

Apa Itu Let Down Reflex (LDR)

Salah satu strategi menyusui yang efektif adalah mengkondisikan ASI agar dapat mengalir dengan deras dan lancar. Kunci pancaran ASI yang adekuat dan memuaskan si bayi terletak pada Let Down Reflex (LDR). Lalu apa sebenarnya tekhnik ini? Kita simak lebih dalam dibawah ini.

Let Down Reflex merupakan reflex yang diakibatkan oleh hormon dalam tubuh yang disebut dengan hormon eksitosin. Kondisi seperti ini akan dapat membuat ASI keluar dengan sendirinya secara deras dan lancar meskipun tidak dalam keadaan menysuui atau pada saat diperah.

Metode yang satu ini tentuk akan sangat bermanfaat terutama untuk ibu menyusui yang seorang pekerja. Ketika ibu berpisah dengan bayi karena pekerjaan maka LDR akan sangat bermanfaat karena membuat kegiatan memerah menjadi jauh lebih efisien, menghemat waktu dan tenaga. Sementara itu tentunya hasil ASI yang dikeluarkan akan jauh lebih banyak.

LDR dipengaruhi oleh kinerja hormon oksitosin yang efeknya pada kelenjar payudara adalah menyemburukan ASI (milk ejection). Dalam tubuh hormon oksitosin akan menyebabkan kontraksi otot-otot myoepithel di sekeliling bagian alveoli mamae atau kantong-kantong penyimpan air susu. Sehingga dengan begini maka ASI akan dapat mengalir ke saluran ASI (duktus lactiferous) dan mencapai sinus belakang areola mamae, yakni bagian hitam yang mengelilingi bagian puting.

Dengan begini pada saat si kecil menghisap bagian payudara maka ia akan menekan sinus dan ASI dapat mengalir keluar melalui lubang-lubang yang ada pada bagian puting susu.

Gejala Let Down Reflex

Sementara itu, dibutuhkan waktu beberapa detik sampai dengan menit untuk dapat memunculkan LDR. Sekitar 50% wanita yang menyusui akan dapat merasakan tanda-tanda LDR berupa perasaan nyeri pada bagian payudara seperti tertusuk dengan jarum. Bukan hanya itu, kondisi ini pun akan mungkin memberikan gejala berupa payudara yang memerah hingga mencapai LDR. Akan tetapi, terasa atau tidaknya kehadiran LDR buakn suatu tanda ada atau tidaknya LDR pada saat bunda akan menyusui si kecil. Akan tetapi, tanda ini akan mulai tidak terasa gejalanya apda saat si kecil beranjak lebih besar.

Tekhnik Melakukan LDR

Pada dasarnya tekhnik menderaskan ASI dengan lebih baik ini memang dapat dipancing atau dirangsang sendiri. Sehingga bunda dapat mengatur kapan dapat melakukan LDR untuk memuaskan si kecil pada saat meng-ASI. Nah, dibawah ini adalah beberapa stimulasi untuk merangsang LDR.

  • Untuk yang pertama sebaiknya pastikan tangan anda dalam keadaan yang bersih. Untuk itu, silahkan bersihkan tangan dengan menggunakan sabun secara merata hingga tangan anda benar-benar steril.
  • Selanjutnya adalah dengan mempersiapkan 2 botol, dimana yang satu berukuran kecil dan yang lainnya berukuran lebih besar (60 ml dan 120 ml). Fungsi dari kedua botol ini tentu saja untuk menampung ASI yang telah diperah.
  • Kemudian bukalah baju bagian depan untuk memudahkan pemerahan ASI. Sementara itu, pastikan untuk menempatkan baju anda ditempat yang bersih.
  • Mulailah untuk menempatkan bibir botol pada bagian puting payudara anda sehingga ASI yang keluar tidak tumpah atau berserakan.
  • Mulailah lakukan stimulasi LDR dengan memejamkan mata kemudian tarik nafas sedalam mungkin. Upayakan agar tubuh anda dalam keadaan rileks yang maksimal.
  • Setelah itu, usaplah puting didalam bra dengan halus secara perlahan utnuk merangsang bagian payudara akan berada dalam kondisi LDR.
  • Bila ASI sudah keluar maka segeralah memerahnya dengan cepat dan tempatkan kedalam botol yang sudah anda siapkan.
  • Selesai dengan bagian payudara yang satu silahkan lanjutkan langkah yang sama pada bagian payudara lainnya dengan ditopang oleh kedua tangan anda sehingga memudahkan proses pemerahan dengan lebih baik.
  • Gesekkan jari pada bagian payudara anda dengan lembut agar payudara tidak memar atau terasa nyeri.
  • ASI yang keluar deras harus segera ditampung dan ditutup dengan rapat untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi atau ketidak layakan ASI untuk dikonsumsi oleh bayi.

Demikianlah beberapa tekhnik yang dapat dilakukan untuk menstimulasi LDR. Sekedar informasi penting untuk diingat bahwa peralihan memerah LDR dari payudara yang kanan ke kiri atau sebaliknya membutuhkan waktu sedikitnya 15 sampai dengan 20 menit untuk mendapatkan ASI yang mengalir lebih deras. Jadi upayakan untuk memberikan jeda pada saat anda hendak mengganti pemerahan.

Hal-Hal yang Dapat Menghambat Let Down Reflex

Normal adanya apabila LDR lebih lama muncul pada saat payudara diperah atau dipompa daripada saat menyusui si kecil. Selain itu, banyak pula faktor penghambat yang membuat LDR menjadi lebih sulit untuk dilaukukan atau bahkan tidak terjadi refleks sama sekali. Sehingga kondisi ini mengakibatkan seolah-olah ASI tidak keluar padahal ASI tetap diproduksi dengan baik didalam bagian payudara anda. Nah, beberapa hal tersebut diantaranya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dibawah ini seperti:

Kecemasan

Perasaan cemas yang dialami oleh bunda pada saat melakukan LDR akan mungkin menimbulkan LDR menjadi lebih lambat atau terhambat pada saat dilakukan. Jadi demikian upayakan untuk tidak merasa cemas berlebihan.

Rasa Malu

Perasaan malu yang dialami pun dapat mempengaruhi terhambatnya LDR. Untuk itu, sebaiknya atasi perasaan ini dengan baik.

Stres

Sama halnya dengan perasaan cemas, kondisi ini pun akan mungkin mempengaruhi LDR menjadi terhambat. Untuk itu, upayakan agar anda merasa lebih tenang dan rileks.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini semoga bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *