Mengenal Milia Pada Bayi dan Cara Penanganannya

Mengenal Milia Pada Bayi dan Cara Penanganannya – Pernahkah ibu mendengar penyakit milia yang terjadi pada bayi? Penyakit milia pada bayi adalah penyakit yang terjadi pada bagian kulit bayi. Kondisi ini adalah timbulnya bercak-bercak dengan ukuran yang sangat kecil berwarna putih biasanya milia terdapat pada bagian hidung, pipi atau mungkin dagu si kecil. Perlu diketahui bahwa milia adalah kondisi yang umum dan hampir sebagian besar bayi mengalami kondisi yang sama. Namun yang jadi pertanyaan seberapa besar kondisi ini mempengaruhi bayi dan seperti apa penanganannya. Nah, informasinya bisa anda simak di bawah ini.

Mengurus bayi, terutama bayi baru lahir untuk pertama kali bisa mungkin menjadi momen yang menyenangkan sekaligus menegangkan untuk sebagian besar ibu. Betapa tidak, kurangnya pengalaman dan terbatasnya pengetahuan dalam mengurus bayi seringkali membuat ibu panik pada saat terjadi keluhan atau sesuatu yang janggal dengan kesehatan si kecil.

Mengenal Milia Pada Bayi dan Cara Penanganannya

Mengenal Milia Pada Bayi dan Cara Penanganannya

Hal inilah yang tak jarang membuat dokter menjadi langganan untuk setiap keluhan yang sebenarnya bisa ditangani sendiri di rumah dengan langkah yang sederhana. Termasuk dengan keluhan milia yang mungkin terdengar seperti sebuah penyakit yang menyeramkan dan berbahaya untuk si kecil.

Namun sebenarnya milia adalah sebuah kondisi yang wajar dimana hampir sebagian besar bayi mengalami kondisi yang satu ini. Namun memang dampak dari milia yang terjadi pada bayi akan dapat menyebabkan ketidak nyamanan untuk si kecil. Selain itu, ibu dan ayah yang menyaksikan kondisi ini biasanya dibuat khawatir. Untuknya mari kita kenali lebih dalam apa itu milia dan seperti apa penanganannya.

Apa Itu Milia Pada Bayi?

Milia adalah sebuah kondisi gangguan kulit yang ditandai seperti bintik-bintik yang muncul pada wajah dimana bentuknya mirip sekali dengan jerawat. Yakni berupa benjolan-benjolan atau bintik-bintik kecil dan berwarna putih. Milia pada umumnya dapat dialami bayi baru lahir dan kondisi ini bisa muncul dalam jumlah yang banyak dan berkelompok pada bagian wajah. Adapun bagian wajah yang seringkali diserang oleh milia diantaranya adalah pipi, dahi dan hidung si kecil.

Kemunculan dari milia dikenal pula dengan sebutan kista milium yang mana kondisi ini tidak dapat dicegah kehadirannya. Namun kebanyakan gangguan yang satu ini tidak berdampak bahaya sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus karena milia akan dapat menghilang dengan sendirinya.

Namun demikian, bila milia yang dialami bayi mulai mengganggu kenyamanan mereka maka bunda penting mengkonsultasikan masalah ini bersama dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Pada sebagian bayi, milia bisa muncul dalam jumlah yang sedikit. Sementara sebagian lainnya bisa muncul dalam jumlah yang banyak. Selain bagian wajah, milia pun dapat menyerang bagian kulit kepala dan tubuh bagian atas pada bayi. Ketika kondisi ini muncul biasanya orang salah mengira milia sebagai jerawat itulah mengapa seringkali sebagian ibu dibuat kebingungan dengan kehadiran milia yang satu ini. Biasanya bayi mulai terkena dengan milia pada saat setelah usia mereka 2 sampai dengan 3 minggu setelah dilahirkan ke dunia.

Ketika kondisi ini muncul dan bagian tubuh si kecil dipenuhi dengan bintik-bintik sebaiknya ibu tak perlu khawatir bila memang tandanya adalah milia maka kondisi ini tidak memerlukan penanganan dari dokter sebab dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu kondisi ini akan dapat kembali normal dengan sendirinya. Jadi tak perlu susah payah mengunjungi dokter untuk keluhan yang sebenarnya tak memerlukan pengobatan.

Penyebab Milia Pada Bayi

Milia dapat muncul sebab adanya protein di dalam tubuh yang disebut dengan keratin atau sel kulit mati yang terperangkap di bawah permukaan kulit bayi. Ketika sel kulit mati ini pecah, maka bintik tersebut akan dapat menghilang dengan sendirinya. Itulah mengapa milia menjadi kondisi keluhan kulit yang tidak menular dan dapat menghilang dengan sendirinya sekitar 2 sampai dengan 3 minggu tanpa memerlukan perawatan khusus yang dilakukan oleh dokter.

Sementara itu, untuk milia yang menyerang bayi kondisi ini dikenal dengan sebutan neonatal milia. Bila kondisi ini menyerang orang dewasa maka milia disebut dengan Primary Milia. Pada orang dewasa dan anak-anak milia tak hanya muncul pada bagian wajah dan dahi saja. Akan tetapi bagian lain seperti dibagian kelopak mata bawah pun seringkali terserang dengan kondisi yang satu ini. Namun sama halnya dengan milia pada bayi kondisi ini akan dapat menghilang dengan sendirinya.

Gejala Milia Pada Bayi

Secara umum Milia tidak menunjukkan gejala yang khsuus selain dari penampakan fisik yang muncul pada kulit bayi, yakni berupa benjolan berwarna putih atau keuningan seukuran 1-2 mm. Kemunculan milia biasanya terjadi secara berkelompok dan menyerang beberapa bagian tertentu pada wajah seperti halnya hidung, mata, dahi, pipi, dada dan bahkan di bagian kulit kepala.

Bila yang ditemukan hanya satu benjolan maka istilah yang digunakan adalah milium. Sementara bila benjolan tersebut ada dalam jumlah yang banyak maka kita menyebutnya milia. Pada kebanyakan kasus yang dijumpai, umumnya tidak ada gejala khusus yang dijumpai pada bayi yang terserang milia, selain munculnya benjolan mirip jerawat yang ada pada bagian kulit. Namun demikian sebagian kasus ada beberapa bayi yang mengalami rasa gatal pada saat kondisi ini muncul.

Cara Penanganan Milia

Kehadiran bintik-bintik kecil mirip jerawat yang ada pada wajah dan tubuh si kecil meski tidak membuat mereka terganggu. Namun terkadang beberapa ibu merasa tidak nyaman dan takut dengan kondisi yang satu ini. Untuknya, daripada menangani masalah ini ke dokter yang mana dokter pun akan mengatakan hal tersebut aman-aman saja. Anda bisa melakukan penanganan milia pada si kecil dengan beberapa langkah sederhana di rumah yang tentunya aman.

Apa saja cara penanganan milia pada bayi yang penting diperhatikan dengan baik? Di bawah ini adalah informasi yang akan dapat anda simak dengan baik.

Gunakan Kompres Hangat

Cara pertama yang akan dapat anda lakukan sebagai tindakan penanganan milia pada bayi adalah dengan memberikan kompres hangat pada si kecil. Terutama di bagian yang terkena dengan milia. Namun hal penting yang harus anda ingat adalah jangan memencek atau mengikis milia yang ada pada kulit bayi. Sebab hal ini malah akan meningkatkan risiko indeksi yang terjadi pada kulit bayi.

Alternatif yang bisa anda lakukan untuk menangani kehadiran benjolan pada kulit bayi ini adalah dengan mengompresnya menggunakan kain bersih yang sudah dicelupkan pada air hangat dengan suhu yang hangat-hangat kuku. Ingat suhu air pun perlu diperhatikan dengan baik karena suhu yang terlalu panas akan membuat kulit si kecil terbakar. Selain itu, suhu yang terlalu panas akan membuat kulit si kecil kering.

Oleh karenanya, guna memudahkan anda mendapatkan panduan mengompres milia yang ada pada kulit bayi. Maka di bawah ini adalah informasi yang akan dapat anda simak dengan baik. Seperti apa saja? Simaklah di bawah ini.

  • Langkah pertama silahkan siapkan sebuah baskom bersih dengan ukuran yang sedang. Kemudian tuangkan air panas ke dalamnya dan isi dengan air dingin. Suhu panas janganlah terlalu tinggi melainkan hangat-hangat kukus saja.
  • Setelah itu, kemudian ambil kain yang bersih dan celupkan kain tersebut ke dalamnya dengan merata. Diamkan sebentar agar air panasnya meresap ke dalam kain dengan merata. Lalu setelah itu, angkat dan peras dengan perlahan.
  • Jangan terlalu basah dan peras air dengan merata untuk memastikan kain yang digunakan untuk mengompres tidaklah terlalu basah.
  • Kompreskan kain pada bagian tubuh yang terdapat milia. Sentuhkan dengan lembut dan diamkan selama kurang lebih 2 menit. Baru kemudian angkat dengan perlahan.
  • Lakukan treatment ini sebanyak tiga kali dalam satu hari setiap hari selama satu minggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Apabila treatment ini dilakukan dengan rutin maka kemungkinan besar bintik milium yang ada pada kuilt bayi akan mengering dan mengelupas dengan sendirinya. Namun demikian, untuk benar-benar menghilangkan milia dengan merata akan tentu butuh waktu yang tidak sebentar. Pada tahapan ini anda hanya perlu membiarkannya secara merata sehingga proses penyembuhan milia dapat berjalan dengan sendirinya.

Lap dengan Handuk Sampai Kering

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menangani milia yang ada pada kulit bayi adalahb dengan memastikan anda mengelap kulit bayi sampai kering. Jangan biarkan milia dirembesi dengan keringat atau air yang akan membuat bagian tersebut menjadi lembab. Karena bisa saja, hal ini membuat bagian tersebut menjadi lecet atau tidak nyaman untuk si buah hati.

Penggunaan lap atau handuk untuk mengeringkan bagian kulit yang terkena dengan milia sebaiknya tidak digunakan dari sembarangan kain. Pilih kain yang lembut sebab kulit bayi masih sangat sensitif. Anda bisa menggunakan kain handuk dari serat-serat yang sangat lembut. Cara mengeringkannya pun bukan digosok seperti anda mengeringkan tubuh setelah mandi.

Melainkan sentuhkan dengan perlahan dan lakukan beberapa kali sampai air atau keringat yang ada pada bagian permukaan kulit yang terkena dengan milia dapat dibersihkan dan dikeringkan dengan merata. Adapun panduan yang bisa anda lakukan untuk mengeringkan kulit bayi yang terkena dengan milia diantaranya adalah:

  • Langkah pertama silahkan baringkan bayi di atas tempat tidur dan pastikan bagian kasur di alasi dengan alas yang bersih.
  • Bersihkan pula tangan ibu dengan menggunakan sabun atau menggunakan cairan desinfektan untuk menghindari penularan bakteri dari tangan yang tak pernah kita duga.
  • Ambil kain yang bersih kemudian sentuhkan dengan lembut pada bagian kulit bayi yang terkena dengan milia setelah anda mengompresnya dengan air hangat. Ingat jangan mengeringkannya dengan cara digosok sebab cara ini akan sangat bahaya bisa mengiritasi kulit bayi yang masih sangat sensitif.
  • Selain menggunakan handuk anda pun dapat mengeringkan bagian kulit bayi dengan menggunakan tisu dan lakukan dengan perlahan. Bila sudah kering diamkan selama beberapa saat sebelum anda mengaplikasikan bahan atau produk untuk bayi selanjutnya.

Perawatan semacam ini akan penting dilakukan sebab bagian kulit bayi yang terkena milia apabila dibiarkan lembab bisa mungkin membuat bakteri dan debu masuk ke dalam pori yang kemudian membuat kulit bayi menjadi iritasi.

Memanfaatkan Lulur Almond

Selain penggunaan air hangat untuk mengompres bagian kulit bayi yang terkena dengan milia. Cara lain yang akan dapat anda lakukan untuk penanganan milia pada bayi adalah dengan memanfaatkan lulur almond. Penggunaan bahan alami ini akan baik digunakan untuk menangani milia yang terjadi pada bayi.

Bahan lulur almond tidak hanya digunakan dari komposisi satu bahan saja. Melainkan memberikan campuran susu untuk sedikit mengencerkan bahan lulur kali ini. Susu punya manfaat baik untuk membuat milia pada bayi menjadi lebih cepat mengering dan mengelupas. Untuknya daripada sulit dan jauh-jauh pergi ke dokter anda akan bisa memanfaatkan bahan alami ini di rumah.

Cara pembuatan lulur almond ini pun cenderung cukup mudah. Ya, lulur almond yang digunakan sebaiknya dibuat sendiri agar anda bisa memastikan tidak ada campuran bahan-bahan berbahaya yang akan membuat kulit bayi mengalami keluhan. Adapun pembuatan lulur almond untuk obat penghilang milia pada bayi bisa disimak di bawah ini.

  • Cara pembuatannya cukup mudah anda hanya perlu menyiapkan almond beberapa buah saja.
  • Siapkan sebuah wadah dan isikan dengan air ke dalamnya. Rendam almond ke dalamnya selama kurang lebih 3-4 jam lamanya. Cara ini dilakukan untuk membuat almond lebih mudah halus pada saat digiling.
  • Kemudian haluskan sajian ini dengan menggunakan mesin blender sampai anda memastikan tekstur dari kacang almond sudah lembut dengan merata.
  • Tambahkan sedikit susu untuk merubah almond kering agar teksturnya menjadi mirip dengan pasta. Lalu setelah itu, aduk dengan merata. Pastikan peralatan yang anda gunakan untuk membuat bahan lulur ini sudah dibersihkan dengan merata.
  • Bila sudah selesai cobalah dengan perlahan aplikasikan lulur almond ini pada bagian punggung tangan ibu. Pastikan teksturnya benar-benar halus dengan merata hal ini dikarenakan kulit bayi yang masih sangat sensitif membuat tekstur yang sedikit keras akan dapat bermasalah untuk mereka.

Jangan aplikasikan lulur dengan cara menggosoknya terlalu keras sebagaimana lulur yang digunakan pada orang dewasa. Anda cukup mengaplikasikan pasta lulur dengan perlahan kemudian sentuh dengan lembut dan biarkan sampai agar meresap pada kulit bayi. Angkat dengan tangan dan kemudian bilas kembali kulit bayi sampai bersih dan merata.

Menerapkan Kebiasaan Baik

Rutinitas yang baik dan sehat sebenarnya adalah kunci untuk menghilangkan milia yang ada pada kulit bayi. Jadi dalam penangananya, ibu cukup memastikan perawatan kulit pada bayi anda dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini akan cukup membuat milia dapat menghilang dengan cepat dibandingkan meminta resep obat pada dokter.

Adapun beberapa rutinitas yang baik yang sebaiknya diperhatikan dalam menangani kulit bayi yang terkena dengan milia diantaranya adalah:

  • Mencuci wajah bayi setiap hari. Gunakan air hangat dan manfaatkan sabun bayi dari formula yang bebas dari bahan-bahan berbahaya.
  • Ketika mengeringkan kulit bayi, sebaiknya hindari menggosoknya dengan terlalu kering. Alih-alih menggosok anda bisa menepuk-nepuknya dengan perlahan dengan kain yang lembut.
  • Jaga suhu ruangan bayi tetap nyaman, jangan biarkan bayi kepanasan dimana hal ini akan membuat milia menjadi semakin parah
  • Hindarkan menyelimuti bayi atau memakaikan pakaian yang terlalu tebal terutama pada saat musim panas. Karena hal ini akan memicu produksi keringat yang berlebihan.

 

Loading...