Mengenal 5 Kebiasaan Bayi Saat Tidur

Seringkali saat tidur bayi melakukan beberapa perilaku yang menjadi kebiasaan tidurnya. Meskipun dianggap sebagai hal yang normal, tetapi penting mengetahui lebih jauh kebiasaan bayi saat tidur tersebut.

Bagi orangtua, memandangi bayi ketika sedang tidur dapat membuat mereka merasa lebih tenang. Akan tetapi terkadang bayi mengalami masalah pada tidurnya yang membuat orangtua merasa khawatir. Tidak semua bayi dapat tidur dengan nyenyak dan tenang. Beberapa bayi memiliki kebiasaan ketika ia tidur. Bayi tidak dapat tidur nyenyak dan berkualitas. Seperti yang kita ketahui, tidur nyenyak dan berkualitas pada bayi memiliki banyak manfaatnya.

Ketika tidur terkadang bayi menangis, merengek, merintih, menendang atau lain sebagainya. Menghadapi masalah ini terkadang menjadi kondisi yang membingungkan untuk orangtua, khususnya orangtua baru.

Kebiasaan bayi saat tidur

Pada saat bayi anda sedang tidur, anda dapat memperhatikan keadaannya. Bisa saja bayi anda berhenti bernafas saat tidur. Atau beberapa keadaan lain yang mungkin dialami oleh bayi yaitu tersentak atau tiba-tiba terbangun. Bahkan si kecil juga mungkin akan mengeratkan atau membunyikan giginya, menggerakan tubuhnya atau membenturkan kepalanya.

Hal seperti itu merupakan beberapa kebiasaan bayi saat ia tidur. Namun, kebiasaan tersebut dianggap sebagai hal yang wajar, serta tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Meskipun begitu, penting bagi orangtua untuk mengetahui lebih dalam mengenai kebiasaan tidur pada bayi tersebut, karena bisa saja terjadi sesuatu yang tidak normal. Berikut ini 5 kebiasaan tidur bayi yang penting diketahui oleh orangtua:

5 Kebiasaan Bayi Saat Tidur

Jeda Bernafas

Kebiasaan tidur pada bayi yang pertama yaitu bayi mengalami jeda bernafas. Anda dapat perhatikan sendiri ritme nafas bayi anda saat ia sedang tidur. Mungkin saja bayi anda akan bernafas lebih cepat ketik awal, kemudian akan menjadi melambat, bahkan ia akan mengalami berhenti bernafas selama kurang lebih 15 detik sebelum akhirnya kembali pada pola nafas normal. Menghadapi keadaan seperti ini seringkali orangtua merasa khawatir dan menganggap bahwa ini adalah keadaan yang serius. Keadaan seperti ini disebut dengan istilah periodic breathing. Dimana keadaan ini umum dialami oleh bayi sampai usianya sekitar 6 bulan.

Pola nafas bayi akan seperti ini hingga sampai 5 % tidurnya. Akan tetapi, apabila bayi anda lahir kurang bulan atau prematur, maka pola nafasnya akan seperti ini sekitar 10% dari waktu tidurnya. Kebiasaan pola nafas yang tidak teratur pada bayi ini pada kebanyakan kasus tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Bukanlah hal yang aneh apabila tangan dan kaki bayi menjadi kebiruan. Namun, apabila bagian tubuh bayi tertentu seperti misalkan kuku, lidah, kening dan bibirnya menjadi membiru, maka itu tandanya bayi anda mengalami masalah untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Untuk membantu bayi anda bernafas, langkah yang dapat anda lakukan yaitu memposisikan tidurnya telentang.

Apabila anda merasa bayi anda berhenti bernafas, anda dapat menggoyangkan tubuhnya dengan pelan dan lembut untuk melihat apakah si kecil merespon atau tidak. Namun, apabila bayi anda tidak merespon maka bisa saja ia sedang mengalami apnea tidur. Jika seperti itu, maka penting untuk mengatasi masalah ini dengan cepat.

Langkah yang dapat anda lakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan memberikan pernafasan buatan (CPR). Anda dapat meminta pasangan anda untuk menghubungi dokter.
Apabila bayi anda mengalami berhenti bernafas kemudian tubuhnya lemas, tubuhnya menjadi pucat dan kebiruan, seperti tercekik, mungkin saja bayi anda mengalami apparent life-threatening event. Dimana kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan medis dengan cepat.

Berkeringat

Ketika bayi berkeringat saat sedang tidur, maka itu tandanya ia sedang menghabiskan lebih banyak waktu dalam tahap tidur terdalam. Dan biasanya berkeringat saat tidur umum dialami oleh bayi, dibandingkan dengan anak yang usianya lebih tua atau orang dewasa.

Meskipun berkeringat dianggap sebagai hal yang wajar, tetapi anda harus tetap waspada akan keadaan ini. Jika anda merasa ada yang salah pada kondisi bayi anda, maka anda perlu mewaspadainya. Apabila bayi anda mengeluarkan keringat banyak, maka bisa saja itu tanda ia mengalami masalah kesehatan seperti penyakit jantung bawaan atau infeksi dan apnea tidur. Ketika berkeringat mungkin saja bayi anda berhenti bernafas sehingga mengeluarkan keringat berlebih.

Selain itu, berkeringat saat tidur dapat disebabkan karena bayi kepanasan. Dimana kepanasan dapat memicu atau meningkatkan risiko SIDS, yakni sindrom kematian mendadak pada bayi. Agar tidur bayi menjadi lebih nyaman, maka anda dapat memakaikannya pakaian yang tipis, mengatur suhu ruangan dan menghindari membungkus tubuhnya dengan kain.

Sering Bergerak

Kebiasaan sering bergerak atau menggoyangkan badan saat tidur biasanya akan dimulai saat usia bayi 6 bulan.

Kebiasaan bergerak saat tidur merupakan perilaku yang ia lakukan sebagai upaya untuk menenangkan dirinya sendiri. Umumnya, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan asalkan tidak membahayakan bayi.
Yang harus anda lakukan yaitu menjauhkan tempat tidur bayi dari dinding. Anda juga harus memastikan baut dan sekrup pada tempat tidurnya kuat karena gerakannya saat tidur dapat membuat tempat tidurnya menjadi kendor dan meningkatkan risiko bayi terjatuh.

Kebiasaan bayi bergerak saat tidur biasanya diikuti dengan kebiasaan membenturkan kepala. Dimana kebiasaan ini dapat membuat bayi merasa lebih nyaman atau menghilangkan rasa sakit ketika bayi tumbuh gigi atau mengalami infeksi telinga. Kebiasaan membenturkan kepala pada bayi biasanya mulai dilakukan saat pertengahan kedua tahun pertamanya, dan puncaknya yaitu saat usianya 18 sampai 24 bulan. Kebiasaan ini dapat dilakukan bayi beberapa bulan atau bahkan sampai beberapa tahun. Namun, biasanya kebiasaan ini akan berhenti saat usia anak 3 tahun.

Tidur Sambil Menggertakan Gigi

Umumnya, kebanyakan bayi memiliki kebiasaan menggertakan giginya ketika tidur. Dimana kebiasaan seperti ini sering terjadi pada saat bayi mendapatkan gigi pertama atau gigi permanennya. Bayi melakukan kebiasaan seperti ini karena ia merasa ada sensasi dari gigi barunya, rasa sakit atau tidak nyaman karena pertumbuhan gigi, mengalami masalah pernafasan atau infeksi telinga.

Beberapa bayi membunyikan giginya hingga menyebabkan rusaknya lapisan gigi. Anda dapat berkonsultasi mengenai masalah ini dengan dokter. Dokter anak atau dokter gigi dapat memeriksa kerusakan pada gigi mereka dan mencari penyebab akan keadaan ini.

Mendengkur dan Mendengus

Apabila suara dengusan atau dengkuran bayi memiliki irama yang teratur, maka anda tidak perlu terlalu khawatir. Keadaan seperti ini biasanya disebabkan karena bayi anda mengalami masalah hidung tersumbat.

Akan tetapi, anda perlu waspada apabila dengkuran yang dialami bayi seperti terengah-engah. Keadaan tersebut mungkin saja disebabkan karena adanya sumbatan pada sistem pernafasannya seperti misalkan kelenjar gondok atau amandel. Bahkan bisa saja dengkuran yang dikeluarkan bayi disebabkan karena masalah alergi pada bayi.

Apabila dengkuran pada bayi anda tidak biasa, maka anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menentukan solusi atau perawatan apa yang harus dilakukan.

Itulah 5 kebiasaan bayi saat tidur. Selalu perhatikan keadaan bayi anda setiap saat dan segera konsultasikan pada dokter apabila ada kejanggalan yang anda rasakan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *