Mencegah Puting Berdarah Sewaktu Menyusui

Mencegah Puting Berdarah Sewaktu Menyusui – Puting yang lecet dan terluka adalah langganan bagi para ibu yang menyusui. Selain perih dan menyakitkan, puting yang berdarah mungkin menjadi penampakan yang menyeramkan dan bahkan membuat rasa sakit terasa lebih nyeri ketika ibu menyadari lecet puting mereka disertai dengan keluarnya darah.

Bagi ibu pemula mengalami puting yang lecet sampai berdarah bisa mungkin menjadi pengalaman yang paling menyakitkan. Betapa tidak. keberadaan puting yang selama ini kita jaga dan rawat dengan hati-hati akhirnya harus lecet dan terluka karena memberikan ASI pada si buah hati. Jangankan sampai terluka dulu kala pada saat masih gadis, puting susu yang terkena benturan sedikit saja rasanya bisa sangat menyakitkan. Namun demikian bukan berarti anda lantas menolak memberikan ASI ekslusif pada buah hati anda hanya karena tidak ingin puting anda menjadi rusak.

Sebaliknya, menolak memberikan ASI pada si kecil akan mungkin bermasalah untuk kesehatan ibu sendiri. Payudara anda akan bengkak dengan air susu yang tidak disalurkan dengan baik. Selain itu, menyusui adalah salah satu cara untuk terhindar dari kanker payudara. Nah, adapun untuk mencegah puting berdarah sewaktu menyusui mari simak di bawah ini beberapa hal yang bisa anda praktikan di rumah.

Mencegah Puting Berdarah Sewaktu Menyusui

Salah satu penyebab paling umum dari puting yang berdarah sewaktu menyusui bayi adalah puting lecet dan pecah-pecah sehingga menyebabkan luka muncul. Nah, kunci penting untuk mencegah puting ibu berdarah sewaktu menyusui adalah dengan menjaga kebersihan kulit payudara ibu sendiri serta berhati-hati pada saat memilih bra. Lebih jelasnya lagi di bawah ini adalah informasi yang akan anda simak dengan baik.

Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Menyusui

Tidak sedikit ibu yang menyepelekan kebersihan tangan pada saat akan menyusui. Karena menganggap kegiatan menyusui tidak telalu banyak menggunakan tangan maka dengan mudah kebersihan tangan dilupakan begitu saja. Padahal, baik sedikit maupun banyak tangan kita terlibat dalam setiap kegiatan mengurus bayi dan si kecil, termasuk pada saat menyusui buah hati anda.

Membiasakan diri mencuci tangan baik sebelum maupun sesudah menyusui si kecil akan memperkecil kemungkinan terjadinya infeksi bakteri yang berpindah dari tangan ke bagian puting. Apalagi pada saat puting anda terluka dan mengeluarkan darah dimana hal ini akan tentu membuat pori terbuka dan bakteri yang berpindah dari tangan bisa saja masuk ke dalam tubuh.

Sewaktu ibu menyusui, tanpa disadari anda seringkali melibatkan bagian tangan. Dimana tangan akan digunakan untuk mengarahkan payudara saat si kecil berusaha mencari puting anda. Bila tangan anda sudah memegang sampah atau barang-barang yang kotor maka bakteri yang ada pada tangan anda bukan hanya dapat memicu terjadinya infeksi pada puting anda namun hal ini pun akan pula masuk ke dalam tubuh si kecil lewat mulutnya.

Untuknya, tidak ada salahnya untuk memastikan membersihkan tangan anda dengan menggunakan sabun atau desinfektan guna memastikan kotoran, kuman dan bakteri yang mungkin terdapat pada tangan anda dibersihkan dengan merata. Sehingga kegiatan memberikan ASI pada buah hati anda berjalan dengan aman dan lancar.

Membersihkan Puting dan Payudara Saat Mandi

Membersihkan bagian puting dan payudara menjadi kegiatan penting yang harus anda perhatikan dengan baik. Sebagaimana dilansir dari sebuah situs kesehatan terpercaya menjelaskan bahwa membersihkan payudara dan puting dengan air bersih adalah hal penting yang harus diperhatikan para ibu menyusui. Namun demikian jangan pula membersihkan bagian tersebut terlalu sering. Cukup bersihkan puting dan bagian payudara hanya ketika anda sedang mandi saja.

Hal ini dikarenakan terlalu sering mencuci areola (puting) dan payudara dengan menggunakan sabun mandi akan dapat menghilangkan kandungan minyak alami yang ada pada bagian sekitaran kulit puting anda. Kondisi ini bila terjadi akan dapat berisiko membuat puting mengalami iritasi, lecet dan berdarah. Oleh karenanya membersihkan payudara cukup pada saat mandi saja.

Setelahnya, anda bisa mengeringkan puting secara perlahan dengan menggunakan handuk halus. Namun jangan menggosoknya terlalu kasar cukup tekan-tekan dengan lembut untuk memastikan air yang membekas bisa meresap pada handuk secara merata.

Karena menggosoknya terlalu kencang malah akan menimbulkan lecet dan luka yang tentu menyebabkan perasaan tidak nyaman. Selain itu, sebaiknya jangan gunakan lotion atau produk apapun setelahnya terutama pada bagian payudara anda karena khawatir termakan oleh si kecil.

Rajin Mengganti Bra

Pada saat menyusui terkadang tanpa disadari ASI bisa tumpah pada bagian bra dan ini seringkali membuat bra menjadi basah dan ketika mengering pun noda bekas ASI seringkali berbekas juga menimbulkan tekstur keras dan kasar pada bagian bra.

Belum lagi, kucuran keringat setelah anda beraktivitas selama seharian penuh bisa jadi membuat bra menyerap keringat tersebut dan menjadikannya lembab. Bila kondisi ini tidak segera ditangani dengan mengganti bra dengan yang baru maka tanpa disadari bra anda akan menjadi tempat berkembang biak kuman dan bakteri yang berbahaya. Akibatnya payudara dan puting akan rentan dengan yang namanya infeksi.

Oleh karenanya, anda dianjurkan untuk rajin mengganti bra anda selama menyusui. Pastikan ketika anda merasa bra anda sudah kotor dengan keringat atau banyak terkena tumpahan ASI maka segera ganti bra dengan yang baru. Jangan sampai bra yang anda kenakan menjadi media untuk menyalurkan bakteri dan kuman bagi si kecil sebab ini akan dapat berbahaya untuk kesehatannya.

Pastikan pula anda memilih bra yang nyaman untuk dikenakan. Bra menyusui dari bahan katun punya kemampuan yang akan membuat anda merasa nyaman. Selain itu, serat kain dari bahan katun akan dapat menyerap keringat dengan baik. Sehingga anda terhindar dari bagian payudara yang lembab akibat keringat yang menumpuk.

Oleskan ASI ke Puting

Tahukah ibu obat dari segala keluhan yang terjadi pada payudara sewaktu menyusui, termasuk puting lecet dan berdarah adalah dengan mengoleskan ASI pada bagian areola dan puting anda secara merata. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh American Pregnancy Association menjelaskan dimana ASI punya zat efektif untuk menjaga kelembapan daerah sekitar areola untuk tetap terjaga dengan baik dan meredakan nyeri pada bagian puting.

Sayangnya, hal sepenting ini seringkali diabaikan dan tidak dipraktikan oleh para ibu menyusui. Padahal penyuluhan semacam ini seringkali disampaikan oleh tenaga medis pada saat ibu hamil berkonsultasi menjelang persalinan mereka. Dimana ketika menjelang persalinan, hal semacam ini banyak disampaikan tentang apa saja yang perlu dilakukan ibu pada saat merawat bayi mereka.

Caranya cukup mudah dan sederhana, anda hanya perlu mengoleskan ASI sebelum dan sesudah menyusui buah hati anda. Lakukan pemijatan dengan sederhana sebelum anda memberikan ASI pada si kecil biarkan rembesannya keluar kemudian dengan tangan yang bersih ratakan ASI dengan merata pada bagian areola. Tunggu sebentar dan biarkan mengering dengan merata. Begitupun pada saat setelah menyusui untuk mencegah puting lecet atau berdarah.

Apa Saja Penyebab ASI Berdarah

Selain karena isapan bayi yang terlalu kuat, puting yang berdarah pun bisa disebabkan oleh banyak hal. Beberapa penyebab puting berdarah diantaranya adalah:

Puting Luka

Penyebab pertama puting berdarah sewaktu menyusui adalah puting terluka. Luka yang terjadi ini bisa dipicu oleh banyak hal diantaranya adalah isapan bayi yang terlalu kuat, gigitan bayi sewaktu menyusu dan bayi yang seringkali menarik puting ibu saat menyusu. Kebiasaan yang dilakukan oleh bayi anda inilah yang mungkin perlahan menyebabkan puting menjadi renggang dan timbul pecah-pecah akibatnya lecet dan berdarah seringkali terjadi.

Untuk mengatasi kondisi ini, mengoleskan ASI pada bagian areola termasuk puting adalah obat yang manjur yang bisa anda gunakan. Selain itu, ASI menjadi obat yang aman tanpa memberikan efek samping berbahaya saat termakan oleh si kecil. Namun demikian saat puting anda tak kunjung membaik karena kondisi tersebut maka pemeriksaan lebih lanjut ke dokter menjadi hal penting yang harus anda perhatikan.

Pembuluh Darah Kapiler di Payudara Pecah

Pemicu lain yang membuat munculnya darah pada bagian puting adalah pecahnya pembuluh darah kapiler yang ada pada bagian payudara nada. Kondisi ini dapat terjadi sebab isapan bayi anda yang terlalu keras atau kasar, terutama hal ini bisa terjadi saat ASI anda sedang sangat penuh.

Pecahnya pembuluh darah kapilier pun dapat terjadi sebab tekanan yang muncul akibat pompa ASI yang terlalu keras. Untuknya, penting sekali memperhatikan pompa ASI anda. Pastikan payudara anda dalam posisi yang benar dan rileks pada saat anda memompa ASI.

Pembuluh Darah Bengkak

Bagian payudara nada punya pembuluh darah yang bisa membengkak dan pecah pada saat anda pertama kali menyusui si buah hati. Hal inilah yang menyebabkan darah bisa timbul pada saat anda menyusui buah hati anda. Apalagi sewaktu aliran darah ke payudara meningkat seiring dengan perkembangan jaringan payudara. Namun demikian, tak perlu khawatir sebab kondisi ini akan dapat kembali dengan sendirinya dan anda akan pulih tanpa perlu pergi ke dokter.

Pompa ASI yang Tidak Sesuai

Penyebab lain yang bisa memicu puting berdarah sewaktu menyusui adalah akibat pengunaan pompa ASI yang tidak nyaman yang anda gunakan. Hal ini bisa terjadi sebab isapan pada pompa ASI yang terlalu keras menekan bagian payudara anda sehingga membuat pembuluh darah bengkak dan pecah.

Untuknya, anda mungkin perlu melakukan riset untuk menemukan pompa ASI yang nyaman. Selain itu, hindari menggunakan pompa ASI dengan isapan yang terlalu kencang dan kuat sebab ini akan mungkin melukai bagian payudara anda dan membuat puting berdarah.

Adanya Tumor Jinak

Kondisi lain yang mungkin memicu adanya darah pada bagian puting saat menyusui bisa mungkin adanya tumor jinak di payudara. Tumor pada payudara tersebut disebut dengan fibrokistik atau papilloma intraductal yang dapat menyebabkan ASI menjadi berdarah. Meskipun tergolong ke dalam tumor jinak akan tetapi anda perlu memeriksakan kondisi ini ke dokter.

Apakah ASI Bercampur Darah Aman Diminum Bayi?

Beberapa ibu yang memiliki ASI berdarah seringkali khawatir dan takut memberikan ASI pada bayinya. Ketakutan terjadi sebab mereka khawatir jika ASI yang bercampur dengan darah akan dapat berbahaya untuk si kecil dan merusak nutrisi yang ada dalam ASI. Akan tetapi sebenarnya ASI yang bercampur dengan sedikit darah aman dikonsumsi untuk bayi.

Selama kandungan darah yang dijumpai pada ASI jumlahnya tidaklah terlalu banyak maka aman-aman saja diberikan pada si kecil.

Akan tetapi, hal penting yang harus anda perhatikan adalah ketika si kecil menyusu. Jika si kecil menolak diberikan ASI mungkin tandanya rasa ASI sudah berubah karena tercampur dengan darah. Untuk mensiasati hal tersebut sebaiknya anda buang ASI tersebut dan perah kembali yang baru.

Jangan sampai si kecil merasa tidak nyaman dan mengasumsikan bahwa ASI anda berubah menjadi tidak enak. Dimana hal ini akan membuat ia malas untuk minum ASI.

Tips Menyusui yang Benar

Salah satu pemicu puting lecet dan sakit pada saat menyusui bisa disebabkan karena posisi menyusui yang tidak tepat. Untuknya mari simak tips menyusui yang benar di bawah ini hanya untuk anda.

Pastikan Posisi Anda dan Si Kecil dalam Keadaan Nyaman

Hal pertama yang menjadi pondasi menyusui yang menyenangkan adalah memastikan posisi ibu dan bayi pada saat menyusui sama-sama nyaman. Posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan dengan tubuhnya. Hal ini dimaksudkan agar proses menelan pada si kecil berjalan dengan nyaman dan lancar. Tangan ibu bisa menyangga kepala si kecil atau mengganjalnya dengan menggunakan bantal. Setelah itu, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting ibu dengan begini si kecil akan lebih mudah membuka mulutnya.

Mendekatkan Bayi Pada Bagian Payudara

Bayi yang ingin menyusu biasanya ditandai dengan gerakan membuka mulutnya. Ketika ibu mendapati kondisi ini maka bantu si kecil untuk menyusu dengan cara mendekatkan bayi ke bagian payudara ibu dengan perlahan. Tunggu sampai mulut si kecil terbuka lebar dengan posisi bagian lidah ke arah bawah. Dengan begini artinya bayi anda sudah siap untuk menyusu.

Perhatikan Perlekatan yang Benar

Posisi perlekatan bayi pada puting ibu sewaktu menyusui menjadi hal penting yang harus diperhatikan dengan baik. Jangan hanya melihat bayi anda menempel pada bagian puting tanpa memperhatikan proses perlekatan yang benar. Karena perlekatan yang benar akan juga menentukan seberapa banyak kecukupan ASI yang didapatkan oleh buah hati anda dan hal ini pun akan berdampak mencegah puting lecet atau terluka.

Bayi anda perlu membuka mulutnya dengan lebar dan memasukan puting bersama dengan areola sewaktu menyusui. Bayi yang hanya menghisap bagian ujung puting akan mungkin mendapatkan ASI yang sedikit dan hal ini pun akan dapat mempengaruhi puting anda mudah terluka.

Betulkan Posisi Bayi

Saat ibu merasakan nyeri ketika menyusui bayi maka anda bisa melepaskan hisapan si kecil dengan memasukkan jari kelingking anda ke dalam mulutnya diantara gusinya. Saat si kecil melepaskan hisapannya silahkan benarkan posisi menyusui agar anda merasa nyaman. Dan koreksi perlekatan dengan baik.

Loading...