Masalah yang Sering Dihadapi Ibu Menyusui

Diposting pada

Masalah yang Sering Dihadapi Ibu Menyusui – Kegiatan menyusui pada ibu baru bisa cukup merepotkan. Transisi dari proses melahirkan kini berubah menjadi kegiatan menyusui yang akan mungkin terasa “aneh”. Nah, untuk mempersiapkan anda menghadapi masa menyusui, berikut ini beberapa masalah yang pada umumnya sering dihadapi ibu menyusui dan cara mengatasinya.

Sebelumnya, kami ucapkan terlebih dahulu atas proses kelahiran dan perjuangan yang dilakukan oleh ibu. Lahirnya si buah hati tentu memberikan kebahagiaan yang besar untuk ibu dan pasangan. Hanya saja, berhasilnya proses ini tidak membuat perjuangan ibu tehenti sampai disini. Perjuangan yang panjang dan sebenarnya masih menanti anda didepan sana. Ini adalah awal dari perjuangan yang besar, lahirnya si buah hati tentu menjadi bakal perjuangan anda yang seutuhnya.

Nah, setelah usainya proses ini kini ibu akan dihadapkan dengan proses menyusui. Masa ini adalah hal yang penting baik untuk ibu dan si bayi. Bukan hanya menjadi kewajiban, periode masa menyusui tentu menjadi momen yang besar untuk membangun kedekatan dan ikatan antara ibu dan anaknya yang baru saja dilahirkan.

Pada ibu yang baru saja mengalami persalinan, periode masa menyusui mungkin menjadi hal yang terasa aneh dan mungkin masih canggung. Selain itu, beberapa penyesuaian lainnya mungkin akan anda perlukan. Hal ini dikarenakan seorang ibu tentu ini melaksanakan proses menyusui dengan nyaman dan lancar.

Namun sayangnya, terkadang terdapat beberapa masalah yang menganggu kenyaman dalam menyusui. Kondisi inilah yang pada umumnya membuat ibu menyusui merasa canggung dan khawatir menyusui si kecil. Padahal, momen menyusui bukan hanya menjadi bagian kecil. Akan tetapi, ini pun menjadi saat dimana anda mendukung asupan vitamin dan nutrisi dalam tubuh buah hatinya.

Masalah yang Sering Dihadapi Ibu Menyusui

Masalah yang Sering Dihadapi Ibu Menyusui

Ya, menyusui merupakan media untuk menyalurkan sebagian nutrisi dan vitamin dari tubuh ibu kedalam tubuh si bayi. Sebagaimana kita ketahui pada masa ini bayi anda belum mendapatkan asupan lainnya dari makanan. Untuk itulah, ASI menjadi satu-satunya asupan berharga untuk si kecil. Oleh karenanya kualitas ASI perlu dijaga dengan baik agar asupan ini dapat berjalan dengan lancar sehingga pertumbuhan si kecil tidak terkendala.

Munculnya gangguan atau ketidaknyamanan selama menyusui tentu akan memberikan perasaan yang berbeda pada anda selama menunaikan kewajiban ini. Untuk itulah, sebagai gambaran untuk anda mengenal kendala yang umum yang dialami oleh ibu menyusui sehingga anda dapat memberikan solusi untuk masalah ini. Maka dibawah ini mari kita kenali lebih dalam masalah yang sering dihadapi ibu menyusui.

Jenis Masalah yang Dihadapi Selama Menyusui

Memberikan asupan ASI ekslusif pada bayi umumya dilakukan selama 6 bulan sebelum bayi diperkenalkan pada aneka jenis makanan pendampingnya. Meksi demikian, ada sebagian lain yang tetap memberikan ASI pada bayinya sampai si kecil berusia 2 tahun. Hal ini umumnya dilakukan guna memaksimalkan tumbuh kembang si kecil agar asupan nutrisi dalam tubuhnya tetap terjaga dengan baik.

Nah, mengingat usia ini bukanlah waktu yang sebentar, maka mungkin masalah yang anda hadapi selama masa ini akan sangat menganggu. Jadi demikian, penting sekali mengenali masalah apa saja yang seringkali dihadapi ibu menyusui dan bagaimana mengatasinya. Simak dibawah ini.

Payudara Bengkak

Masalah pertama yang seringkali dihadapi oleh banyak ibu menyusui adalah payudara yang bengkak. Sekitar hari ketiga atau keempat selepas melahirkan, payudara umumnya akan terasa lebih penuh, tegang dan terasa nyeri. Kondisi seperti ini dikenal dengan sebutan engorgement (payudara bengkak). Kodisi seperti ini terjadi akibar adanya statis di bagian vena dan pembuluh darah bening. Kondisi ini merupakan tanda bahwa ASI mulai bayak disekresi.

Dampak Payudara Bengkak Jika Menghindari Menyusui

Nah, bila dalam kondisi ini ibu menghindari menyusukan ASI-nya pada si kecil karena dengan alasan rasa nyeri. Lalu dalam waktu yang bersamaan memberikan prelacteal feeding (makanan tambahan ) pada bayi maka justru kondisi ini malah akan berlanjut dan semakin memburuk. Payudara ibu akan mungkin bertambah membengkak dan menjadi penuh.

Kondisi ini terjadi karena sekresi ASI terus berlangsung, sementara si kecil tidak diberikan ASI sehingga kondisi ini membuat tidak adanya perangsangan pada puting susu. Pada akhirnya kondisi ini akan dapat mengakibatkan timbulnya refleksi oktitosin tidak terjadi dan ASI tidak dapat dikeluarkan.

Bila kondisi ini tidak segera diatasi, maka ASI yang disekresi akan terus menumpuk pada bagian payudara. Pada selanjutnya akan mengakibatkan areola (bagian berwarna hitam yang melingkari puting) lebih menonjol. Dimana bagian puting malah lebih datar dan sukar untuk dihisap bayi pada saat anda mensusukan mereka. Jika kondisinya sudah seperti in maka payudara akan nampak merah mengkilat, terasa nyeri dan ibu menyusui akan terserang dengan demam seperti influenza.

Cara Mengatasi Payudara Bengkak

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi payudara bengkak selama proses menyusui, beberapa hal ini dianjurkan untuk dilakukan.

  • Segera susui bayi anda setelah mereka dilahirkan, apabila kondisi ini memang memungkinkan.
  • Keluarkan ASI dengan menggunakan tangan atau dengan menggunakan pompa, apabila produksi ASI melebihi kebutuhan bayi.
  • Susukan bayi tanda dijadwal atau on demam pada saat si bayi menginginkannya.
  • Lakukan perawatan payudara pasca persalinan secara teratur.
  • Berikan kompres air dingin untuk mengurangi perasaan sakit pada bagian payudara dengan baik.
  • Berikan kompres air hangat sebelum menyusui guna memudahkan si kecil mengisap puting susu.
  • Keluarkan sedikit ASI pada saat menyusui, agar payudara menjadi lebih lembek sehingga puting akan mudah dijangkau oleh si kecil.

Puting Susu Lecet dan Terasa Nyeri

Kondisi timbulnya puting susu yang lecet dan menimbulkan perasaan nyeri pada ibu menyusui umumnya disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Posisi menyusui bayi yang salah, yakni pada saat puting tidak masuk kedalam mulut bayi sampai pada areola. Sehingga kondisi ini membuat bayi hanya menghisap puting susu saja. Perlu diketahui, rasa nyeri yang timbul diakibatkan oleh hisapan atau tekanan yang etrjadi secara terus menerus pada bagian tertentu.
  • Pemakaian sabun, cream, alkohol, lotion dan lain-lain yang dapat mengiritasi bagian puting susu. Sehingga perasaan nyeri menjadi hal yang tidak lagi dapat terhindarkan.
  • Tali lidah bayi yang pendek (frenulum linguae) sehingga kondisi ini membuat bayi suli menghisap hingga kebagian areola. Slain itu, hisapan pada puting saja dapat menyebabkan lecet bila dilakukan secara terus menerus.
  • Kurang hati-hati ketika melepaskan puting saat bayi berhenti menyusu.

Cara Mengatasi Puting Susu Lecet dan Terasa Nyeri

Kondisi nyeri pada bagian puting susu umumya dapat disembuhan dengan memperhatikan tekhnik menyusui yang baik dan benar. Terutama letak puting dalam mulut bayi yang perlu diperhatikan dengan baik. Letak puting yang benar, yakni bibir bayi diusahakan menutup bagian areola. Sehingga tidak nampak dari luar, puting diatas lidah bayi dan juga areola ibu berada diantara gusi atas dan bawah.

Adapun untuk menghindari terjadinya puting susu yang lecet dan menimbulkan rasa nyeri. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Tidak membersihkan puting susu dengan menggunakan sabun, cream, lotion dan lain sebagainya yang akan dapat mengiritasi.
  • Sebaiknya selesaikan menyusukan bayi sampai ia melepaskan puting ibu dengan sendirinya. Bila ibu hendak melepaskannya dengan tiba-tiba maka lakukan dengan menekan dagu bayi atau memencet perlahan bagian hidungnya.

Air Susu Ibu yang Kurang

Tidak sedikit ibu yang merasa khawatir bila dirinya tidak dapat memberikan cukup ASI untuk sang bayi. Kondisi seperti ini pada akhirnya membuat mereka memberikan susu formula untuk membantu asupan yang cukup. Akan tetapi, mengukur kecukupan ASI pada bayi bukan dilihat seberapa sering ia menangis dan mengasumsikan hal ini sebagai rasa lapar ini meng-ASInya. Akan tetapi, lebih kepada mengukur berat badan yang normal pada bayi.

Apabila ibu memiliki status kecukupan gizi yang bai, memperhatikan cara menyusi yang benar. Maka tidak perlu merasa khawatir. Yang perlu anda perhatikan adalah perkembangan berat tubuhnya. Ketika beratnya umum dan normal maka tidak ada hal yang perlu anda resahkan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *