Makanan Anak Usia 1 Tahun – Usia 1 tahun memang dapat dikatakan sebagai gerbang bagi si kecil untuk mulai mengenal makanan dewasa. Tidak seperti usia 6 bulan dimana si kecil masih diberikan MPASI yang lunak. Sedangkan pada usia 1 tahun ini, anak sudah dapat diberikan makanan layaknya orang dewasa. Untuk itu, berikut ini kami sajikan beberapa panduan dan juga menu makanan anak usia 1 tahun!

Seperti yang kita tahu bahwa saat bayi menginjak usia 6 bulan tentunya diharuskan bagi para orang tua untuk memberikan MPASI untuk si kecil. Terlebih jika usia anak sudah mulai menginjak usia 1 tahun dimana fase tumbuh kembang telah dimulai. Maka dari itu, asupan gizi dan juga nutrisi si kecil untuk satu tahun pertama memang sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan bayi memiliki kecepatan pertumbuhan yang lebih cepat dan juga mengagumkan.

Perlu Anda tahu bahwa pada usia 1 tahun, si kecil sudah dapat diberikan jadwal makan sebanyak 3 kali dalam sehari. Pada waktu-waktu tertentu, menu makanan bayi dapat diselingi dengan cemilan sehat seperti buah-buahan dan juga biskuit. Selain itu, Anda sudah diharuskan untuk mulai memperkenalkan makanan padat dan juga makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang dewasa. Dengan catatan, makanan padat tersebut harus lunak dan juga mudah untuk dikonsumsi oleh si kecil. Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal | Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Makanan Anak Usia 1 Tahun

makanan anak usia 1 tahun

Menu makanan anak usia 1 tahun tentunya harus dimulai dengan menu yang bervariasi. Hal ini tentunya bertujuan untuk memperkenalkan kepada si kecil berbagai jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang dewasa. Selain dapat membuat si kecil lebih mudah untuk mengenal makanan tertentu tentunya diharapkan si kecil dapat terbiasa dengan makanan tersebut saat menginjak usia anak-anak. Dengan begitu susah makan akan menu makanan yang asing dapat dengan mudah untuk Anda atasi.

Meskipun terdapat beberapa menu makanan yang disarankan untuk si kecil. Namun, tidak ada salahnya bagi Anda untuk memperkenalkan berbagai menu makanan yang biasa Anda konsumsi bersama keluarga. Beberapa jenis makanan yang diwajibkan untuk dikonsumsi oleh si kecil diantaranya olahan dari kacang kedelai, biji-bijian, ikan dan juga telur. Anda tentunya harus tetap memperhatikan beberapa asupan makanan untuk anak 1 tahun agar kebutuhan gizi dan juga nutrisinya tercukupi dengan baik. Beberapa rekomendasi menu makanan anak usia 1 tahun ini tentunya dapat membantu Anda untuk memberikannya kepada si kecil, diantaranya:

Lihat juga: 20 Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk Berikut Faktanya

Nasi coklat

Menu makanan pertama yang direkomendasikan untuk bayi usia 1 tahun yaitu nasi coklat. Jenis makanan yang satu ini tentu memberikan kebutuhan akan zat besi bagi si kecil. Hal ini tentunya sangat penting bagi Anda dikarenakan pertumbuhan pada anak usia 1 tahun memang cukup pesat. Dengan memenuhi kebutuhan akan gizi dan juga nutrisinya dari nasi coklat tentu terbilang cukup mudah untuk kebutuhan si kecil. Selain itu, nasi coklat memiliki kandungan karbohidrat yang cukup kompleks sehingga lebih lama terserap oleh tubuh manusia. Dengan begitu, kadar glukosa yang ada di dalam darah dapat menjadi sumber energi yang siap untuk dipakai sehingga menjadi lebih stabil. Untuk itu, nasi coklat memang dapat dijadikana sebagai sumber energi pertama untuk tubuh si kecil.

Daging merah

Makanan selanjutnya yang dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi yakni daging merah. Jenis makanan yang satu ini mengandung zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Seperti yang kita tahu bahwa daging merah memang sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil. Zat besi yang ada di dalam daging merah tentunya dapat dengan mudah terserap oleh tubuh. Untuk itu, Anda dapat memberikan daging merah pada anak usia satu tahun cukup hanya dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Daging ayam

Setelah daging merah, daging selanjutnya yang dapat Anda berikan pada si kecil ialah daging ayam. Seperti yang kita tahu bahwa daging ayam memiliki lemak dengan jumlah yang sedikit dibandingkan dengan daging merah. Namun sebaliknya dengan kulit ayam dimana bagian ini justru mengandung lebih banyak lemak dibandingkan dengan jenis daging yang lainnya.

Ikan

Selain makanan berupa daging tentunya ikan dapat digunakan sebagai menu makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi si kecil. Perlu Anda ketahui bahwa banyak sekali kandungan yang terdapat di dalam ikan seperti protein rendah lemak, kalsium, selenium dan juga magnesium. Selain itu, ikan juag berperan penting dalam mencegah terjadinya radikal bebas sehingga sangat baik untuk mendongkrak sistem kekebalan tubuh Anda. Jenis ikan yang baik untuk si kecil yakni ikan salmon dan juga ikan tongkol karena mengandung banyak sekali lemak esensial yang dapat menunjang perkembangan otak.

Ubi

Selain makanan berupa ikan dan juga daging tentunya ubi dapat menjadi makanan yang dapat Anda berikan untuk si kecil. Hal ini dikarenakan ubi mengandung vitamin A dan juga vitamin C serta kaya akan fitokimia. Fungsi dari senyawa fitokimia ini yakni sebagai benteng bagi tubuh untuk menghadapi berbagai serangan penyakit. Ubi tentunya dapat Anda berikan pada si kecil dengan direbus ataupun diblender.

Sayuran berwarna terang

Seperti yang kita tahu bahwa sayuran memang sangat penting bagi pertumbuhan manusia. Sayuran kaya akan vitamin dimana dapat menjadi asupan yang paling penting bagi tubuh manusia. Selain itu, sayuran mengandung aneka fitokimia yang berperan baik dalam mencegah berbagai macam penyakit seperti kanker dan juga jantung koroner. Jenis sayuran yang dapat Anda berikan yakni sayuran berwarna terang dan juga sayuran hijau seperti wortel, bayam dan juga jenis sayuran lainnya.

Jeruk

Jeruk memang mengandung vitamin C yang cukup banyak. Namun, jika Anda berniat untuk memberikannya kepada si kecil tentu harus memilih jeruk yang memiliki rasa manis. Hindari untuk memberikan jeruk yang memiliki rasa masam meski sedikitpun. Hal ini tentu akan menyebabkan gangguan kesehatan terutama sistem pencernaan si kecil. Dalam memberikan jeruk kepada si kecil tentunya harus dilakukan sesudah makan.

Wortel

Jenis sayuran yang sangat direkomendasikan untuk si kecil yakni wortel. Jenis sayuran ini memang sudah dikenal sebagai sayuran yang tinggi akan vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata. Untuk itu, Anda disarankan untuk memberikan wortel pada si kecil untuk menjaga kesehatan mata.

Susu

Asupan lain yang memang dibutuhkan oleh si kecil yakni susu. Meskipun makanan anak usia 1 tahun memang sudah cukup banyak, namun tetap saja Anda harus melanjutkan dalam memberikan susu pada si kecil. Susu memang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang si kecil dikarenakan kaya akan kandungan vitamin D dan juga kalsium yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan juga gigi.

Cara Mencegah Anak Menjadi Seorang Pemilih Makanan

Seperti yang kita tahu bahwa memberikan makanan pada anak usia 1 tahun memang terbilang susah susah gampang. Dpata disebut gampang karena banyak sekali jenis makanan yang dapat diberikan kepada si kecil. Akan tetapi, menjadi hal yang cukup sulit dimana anak sangat sulit untuk makan makanan tertentu atau cenderung memilih-milih makanan. Sebaliknya, jika anak terlalu suka makan terlebih jenis makanan yang manis karena akan mengakibatkan si kecil mengalami obesitas. Cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah si kecil sebagai pemilih makanan yakni dengan melakukan berbagai cara berikut ini, diantaranya:

Jangan selalu turuti keinginan si kecil

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah jangan selalu menuruti apa yang diinginkan oleh si kecil. Kita tentunya akan selalu menghadapi dimana anak menginginkan makanan tertentu yang tidak sehat dan akan rewel jika tidak dikabulkan.

Tentunya, Anda dapat mengalihkan perhatian si kecil dengan menggunakan hal lain agar si kecil tidak makan terus menerus. Untuk alternatif yang lain tentunya Anda dapat memberikan berbagai pilihan makanan lain yang lebih menarik supaya si kecil tidak menjadi seorang pemilih.

Buat anak agar terlibat

Dengan mengajak si kecil menyiapkan berbagai makanan tentunya dapat membuat si kecil lebih tertarik untuk mencicipi makanan dan juga mengolah makanan. Dengan menumbuhkan minat anak tentunya membuat si kecil akan lebih tertarik terhadap makanan.

Orang tua adalah contoh

Seorang anak tentunya hanya mencontoh prilaku orang tuanya. Pola makan orang tua tentunya juga harus teratur. Maka dari itu, usahakan waktu makan si kecil dengan pola makan orang tua. Selain itu, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang sama dengan apa yang dikonsumsi orang tua.

Variasi bentuk makanan

Usahakan Anda untuk membuat makanan dalam bentuk yang bervariasi dan juga menarik. Selain itu, variasi makanan dapat menghindarkan anak dari rasa bosan saat menyantap makanan.

Itulah beberapa menu makanan anak usia 1 tahun beserta  cara mencegah anak menjadi seorang pemilih makanan yang dapat Anda lakukan. Semoga bermanfaat!

Seperti yang kita tahu bahwa sarapan memang menjadi satu aktivitas yang paling penting dan harus dilakukan oleh setiap orang sebelum menjalani aktivitas padatnya. Hal ini dikarenakan sarapan menjadi faktor penting dimana makanan dan juga minuman dapat masuk ke tubuh dan berubah menjadi energi. Selain untuk orang dewasa, sarapan juga memang sangat dianjurkan untuk anak-anak.

Sarapan yang sehat tentu menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak terlebih ketika dalam masa pertumbuhan. Tentu, dalam menyiapkan sarapan bagi si kecil, terdapat banyak sekali menu yang dapat Anda pilih. Namun, tentu harus mengandung gizi dan juga nutrisi yang cukup banyak. Seperti halnya sarapan gandum dan juga sereal yang banyak dikonsumsi oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan gandum dan juga sereal kaya akan nutrisi yang menyehatkan bagi tubuh si kecil. Untuk itu, ketahui manfaat sarapan sereal gandum bagi anak pada poin di bawah ini!

Baca juga: Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

manfaat sereal gandum bagi anak

Seperti yang kita tahu bahwa para ahli menyebut bahwa sarapan memang memiliki peran yang sangat banyak dalam menunjang kinerja otak. Sarapan yang sehat tentu dapat meningkatkan daya ingat dan juga konsentrasi  ketika sedang berlajar. Tercacat bahwa anak yang sarapan sebelum sekolah memiliki tingkat konsentrasi yang lebih dibandingkan dengan anak yang tidak sarapan sebelumnya.

Selain itu, sarapan juga bisa membuat anak menjadi lebih aktif dalam bergerak dan juga membantu menjaga berat badan anak tetap ideal. Meskipun terkadang banyak anak yang tidak memperdulikan sarapan, namun inilah yang menjadi para orang tua untuk tetap memberikan asupan pada si kecil pada pagi hari sebelum beraktivitas. Jika si kecil tidak memiliki keinginan untuk makan nasi, tentu Anda bisa beralih pada menu sarapan lain yakni gandum dan juga sereal. Kedua jenis makanan ini tentu dipercaya dapat menggantikan nasi karena termasuk pada jenis makanan padat.

Dalam memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi anak tentunya tidak perlu repot-repot. Anda cukup memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi si kecil dengan kelompok makanan utama yaitu protein, lemak sehat, produk susu, biji-bijian, sayuran dan juga buah-buahan. Beberapa jenis makanan tersebut tentunya memiliki kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil.

Dalam mempersiapkan sarapan untuk si kecil tentu tidak membutuhkan waktu yang lama. terdapat beberapa menu sarapan yang dibuat semudah dan secepat mungkin. Menu makanan tersebut ialah sereal gandum. Jenis makanan ini tentu memiliki nutrisi yang cukup banyak dan kaya akan energi sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai menu sarapan si kecil.

Lihat juga: Perkembangan Anak Usia 16 Bulan Secara Fisik & Non-Fisik

Menu sarapan dari sereal gandum ini tentunya memiliki beberapa kandungan dan juga manfaat yang ada di dalamnya. Perlu Anda tahu bahwa sereal dibuat dengan bahan utama yakni gandum. Bukan hanya memberikan rasa yang lezat saja, namun gandum juga memberikan berbagai macam gizi dan juga nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa kandungan gizi yang terdapat di dalam sereal, diantaranya:

Karbohidrat

Kandungan pertama yang terdapat di dalam sereal tentu tidak lepas dari karbohidrat. Sumber utama yang dibutuhkan oleh tubuh manusia ini tentunya dibentuk dari beberapa unsur seperti Hidrogen (H), Carbon (C), dan juga oksigen (O). Karbohidrat memang dibutuhkan oleh tubuh yang merupakan sumber energi dan juga pasokan tubuh. Selain itu, karbohidrat memiliki fungsi yang cukup banyak diantaranya cadangan energi dalam otot dan hati, sumber energi utama di dalam tubuh, untuk memperluas sistem pencernaan dan juga sebagai pemanis alami.

Protein

Selain kandungan karbohidrat yang terdapat di dalam sereal gandum, tentu tidak bisa lepas juga dari kandungan proteinnya. Kandungan protein yang terdapat di dalam sereal gandum ini tentu memiliki jenis protein nabati. Protein dapat dikatakan sebagai senyawa organik komplek yang memiliki bobt molekul besar. Di dalam molekul ini tentunya terdapat beberapa asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida.

Di dalam molekul protein setidaknya mengandung hidrogen, nitrogen, karbon, oksigen dan juga fosfor. Di dalam tubuh protein memiliki fungsi untuk membentuk struktur jaringan, regulasi sel-sel makhluk hidup dan juga fungsi. Selain itu, protein juga memiliki manfaat untuk membawa oksigen di dalam darah untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Protein juga membantu sistem kekebalan tubuh kita dan juga berfungsi untuk sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Lemak

Did alam sereal gandum juga terdapat kandungan lemak. Kita tentunya berpikir bahwa lemak menjadi salah satu kandungan yang memiliki dampak yang cukup buruk bagi tubuh kita. Namun ternyata, peran lemak memang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Lemak merupakan senyawa yang tdiak larut di dalam air. Lemak juga dibentuk oleh beberapa unsur yakni Oksigen (O), Hidrogen (H) dan juga karbon (C).

Dalam hal ini lemak juga membangun membran-membran sel dan juga beberapa organel sel. Selama proses pencernaan lemak tersebut akan pecah dan menjadi asam lemak yang akan terserap oleh organ pencernaan. Kandungan lemak yang terdapat di dalam sereal gandum tentunya sangat sedikit dan juga bukan lemak jenuh sehingga sangat aman untuk proses metabolisme tubuh.

Vitamin dan Mineral

Vitamin dan juga mineraltentu menjadi salah satu kandungan yang terdapat di dalam sereal gandum. Vitamim ialah senyawa organik yang memang diperlukan oleh tubuh dalam mempertahankan kesehatan dan sering berperan sebagai enzim metabolisme. Mineral juga memiliki peran yang cukup penting dalam memelihata jaringan termasuk tulang.

Selain itu, vitamin dan juga mineral memiliki peran dalam pembentukan energi dan juga sistem metabolisme tubuh, bekerja dalam proses penglihatan yang tentu kurang pencahayaan. Untuk itu, jika kita menyiapkan sarapan dengan menu sereal gandum tentu akan sangat mudah bagi kita untuk mendapatkan sumber energi yang kita perlukan sehari-hari. Dari berbagai sumber mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti magnesium, fosfor, besi, tembaga dan juga seng tentu terdapat di dalam sereal gandum.

Gula

Kandungan gula yang terdapat di dalam sereal gandum tentunya memiliki peran dalam meningkatkan sumber energi. Rasa manis yang terdapat di dalam sereal tentunya berubah menjadi sumber serat, mineral dan juga vitamin yang cukup baik. Dengan catatan, Anda harus menyeimbangkan porsi gula yang dibutuhkan oleh tubuh. Jangan sampai Anda melebihi kebutuhan gula di dalam tubuh sehingga nantinya akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Dalam hal ini sereal tentunya menjadi sumber vitamin, serat dan juga mineral yang sangat baik untuk tubuh.

Antioksidan

Antioksidan ialah salah satu kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti yang kita tahu bahwa antiosidan dibutuhkan oleh tubuh untuk menangkal radikal bebas yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Dalam hal ini antioksidan berperan dalam mencegah dan memperlambat proses oksidasi. Oksidasi di sini ialah sebuah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas sehingga dapat berpotensi dalam reaksi berantai yang dapat merusak sel.

Kandungan antioksidan yang terdapat di dalam sereal gandum tentunya  dapat membantu menyeimbangkan kadar kolesterol di dalam darah. Dengan begitu, Anda tentunya dapat mencegah penyakit kolesterol agar tidak terjadi pada tubuh Anda.

Dalam memilih sereal gandum tentunya disarankan untuk memilih sereal dengan kandungan gandum yang utuh untuk sarapan si kecil dengan artian dibuat dari gandum asli. Hal ini dikarenakan dengan mengonsumsi sereal yang terbuat dari gandum yang asli, maka akan menbuat perut si kecil menjadi kenyang lebih panjang. Selain itu, gandum yang utuh tentunya mengandung gandum utuh dan memiliki kandungan gula yang cukup. Selain itu, sereal gandum kaya akan vitamin dan juga mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menunjang sistem kekebalan tubuh akan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari.

Berapakah Kebutuhan Nutrisi Anak Setiap Hari?

Setelah kita membahas kandungan dan juga manfaat dari sereal gandum, tentu tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas berapa kebutuhan nutrisi anak kita setiap hari. Kebutuhan gizi dan juga nutrisi pada orang dewasa seperti karbohidrat, lemak, protein, vitain dan juga mineral. Pada umumnya, kebutuhan nutrisi anak setiap hari memang hampir sama dengan orang dewasa hanya saja memiliki perbedaan dalam hal jumlah dan juga kebutuhannya.

Selain itu, pastikan juga Anda memberikan asupan gula untuk si kecil sebagai sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Meskipun kandungan gula memang sangat dibutuhkan, namun tetap saja Anda harus memperhatikan agar tidak mengonsumsi jumlah gula agar tidak berlebihan ataupun kekurangan. Pemenuhan asupan gula untuk anak-anak ideaknya sekitar 20 gram untuk anak usia 4-6 tahun,  untuk anak usia 7-10 tahun cukup dengan 25 gram gula, sedangkan kebutuhan gula untuk anak di atas 11 tahun sebesar 30 gram.

Kebutuhan Asupan Gula Pada Anak

Pada umumnya, anak yang berusia 2-3 tahun harus mendapatkan asupan gula sekitar 1.000 – 1.400 kalori per harinya. Akan tetapi, hal ini tergantung dari aktivitas dan juga tingkat pertumbuhan di kecil. Sedangkan untuk anak usia 4-8 tahun tentunya membutuhkan sekitar 1.200 – 2.000 kalori per harinya. Seiring dengan pertumbuhan si kecil, maka kalori yang dibutuhkan pun menjadi semakin meningkat dan juga tinggi.

Kebutuhan kalori pada anak laki-laki dan juga perempuan tentunya berbeda. Anak perempuan yang berusia 9-13 tahun tentunya membutuhkan kalori sebanyak 1.400 – 2.000 kalori per harinya. Sedangkan pada anak laki-laki pada usia tersebut membutuhkan sekiatr 1.600 – 2.600 kalori per harinya. Untuk itu, pastikan anak Anda mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan dan juga aktivitas sehari-hari si kecil.

Sarapan dengan menu sereal gandum tentu akan disukai oleh setiap anak. Selain memiliki rasa yang lezat, sarapan sereal gandum juga akan menarik perhatian si kecil dibandingkan dengan sarapan nasi. Namun, tetap Anda harus mempertimbangkan dan juga menyiapkan kebutuhan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Pastikan juga Anda memiliki sarapan sereal dengan gandum yang utuh agar asupan gizi dan juga nutrisi si kecil menjadi tercukupi. Itulah beberapa manfaat sarapan sereal gandum bagi anak yang tentu bisa Anda berikan di setiap waktu sarapan. Selamat mencoba!

 

Makanan Anak 1 tahun – Menu makanan anak 1 tahun kerap membuat para orang tua bingung. Hal ini dikarenakan rasa cemas orang tua dengan memberi makan anak dengan menu tertentu yang dikhawatirkan akan memberi dampak burukpada pertumbuhan anak. Seperti pada anak 1 tahun, apakah sudah boleh diberi nasi ataukah belum. Dilema tersebut tentunya akan kami bahas pada pemaparan berikut ini!

Seperti yang kita tahu bahwa makanan untuk bayi harus disesuaikan dengan usia dan juga pertumbuhan dan perkembangan bayi. Memilih menu makanan bayi memang terbilang susah-susah gampang. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga dibutuhkan menu makanan yang lunak dan juga lembek. Jika Anda tidak pintar-pintar dalam memilih menu makanan bayi, maka akan berdampak buruk pada sistem pencernaan bayi.

Hal ini tentunya menjadi dilema dimana ibu harus benar-benar memilih menu makanan yang sesuai dengan usianya. Seperti halnya dilema yang ada pada sebagian besar ibu dimana untuk bayi 1 tahun sudah boleh diberi makanan padat ataukah belum. Memang butuh pertimbangan dimana apakah bayi yang berumur 1 tahun sudah bisa mencerna makanan dengan baik ataukah belum. Untuk itu, beberapa uraian mengenai menu makanan anak 1 tahun akan dijelaskan pada beberapa poin di bawah ini! Baca juga: Perkembangan Anak Usia 16 Bulan Secara Fisik & Non-Fisik

Bolehkan Anak 1 Tahun DiBeri Nasi?

makanan anak 1 tahun

Dalam memberi makanan padar pada bayi tentunya dibutuhkan pertimbangan yang cukup matang. Hal ini tentunya tidak bisa lepas dari berapa usia anak tersebut. Makanan padat yang diberikan pada anak tentunya harus pula sesuai dengan usia dan juga perkembangan bayi tersebut. Tidak semua bayi mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan yang sama sehingga memberi makanan padat memang tergantung dari tumbuh kembang bayi tersebut.

Terlepas dari hal tersebut, pada umumnya bayi usia 1 tahun atau bahkan belum genap satu tahun sebenarnya sudah boleh diberi makanan padat berupa nasi. Yang terpenting bayi usia 1 tahun tidak memiliki masalah pada gastrointestinalnya. Istilah tersebut tentunya untuk mendefinisikan suatu sistem pencernaan dengan tugas menerima, memecah ataupun mencerna makanan yang menjadi nutrisi yang dapat diserap untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh tubuh melalui darah.

Lihat juga: 8 Cara Agar Anak Tidak Makan Junk Food Serta Pengaruh Buruknya Terhadap Perkembangan Anak

Pada anak 1 tahun yang boleh dan juga tidak boleh mengonsumsi makanan padat. Hal ini tentunya kembali pada kondisi dimana anak Anda apakah sudah diberikan makanan lunak sebelumnya. Jika sudah, maka Anda jangan langsung memberinya makanan pdat berupa nasi. Namun, berikanlah terlebih dahulu berupa nasi yang lembek ataupun lunak seperti tim. Hal ini dikarenakan jika Anda memberinya langsung nasi dari sebelumnya bubur. Maka dikhawatirkan sistem pencernaan pada si kecil akan sulit untuk mencerna nasi tersebut atau istilah lain pencernaan si kecil akan terkejut.

Jika Anda ingin memberik nasi pada si kecil, cobalah untuk memberinya dengan porsi yang sangat sedikit dan lunakkan nasi, namun jangan sampai menjadi bubur. Dengan mengonsumsi nasi lembek terlebih dahulu, maka perut si kecil akan mulai beradaptasi untuk mencerna makanan padat.

Proses Urutan Dalam Memberi Makanan Padat

Meskipun diperbolehkan untuk memberi makan anak dengan makanan padat. Nmaun tetap saja harus dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan urutan yang sesuai. Misalnya sebelum bayi mengonsumsi makanan bayi, lalu kemudian lanjut pada bubur tim saring baik kasar  dan juga halus. Cara ini dilakukan untuk membiasakan usus bayi dapat beradaptasi dengan jenis makanan tertentu.

Dengan cara tersebut tentunya menjadi proses perkenalan dengan perut bayi yang nantinya akan terbiasa dengan jenis makanan padat. Makanan padat tersebut tentunya bisa berupa nasi dan juga sayuran. Namun jika bayi sudah terlanjur diberi makan nasi dan juga lauk, maka Anda harus memperhatikan apakah bayi lahap memakan makanan tersebut ataukah cenderung memuntahkannya. Jika bayi memuntahkan makanan padat tersebut, maka bisa jadi bayi Anda belum terbiasa untuk menerima makanan padat. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mencoba menu tersebut, namun lebih lunak dan berikan dengan porsi yang sedikit.

Dalam memberi makanan padat pada bayi tentunya Anda harus benar-benar berhati-hati karena bisa jadi si kecil menderita alergi atau sakit pada perut. Kemungkinan besar faktor penyebabnya dikarenakan nasi dan lauk yang tidak cocok. Untuk sementara, lebih baik Anda menghentikan pemberian nasi dan juga lauk jenis tertentu. Langkah selanjutnya Anda bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan rekomendasi makanan yang sesuai dengan perut dan juga usus bayi.

Khusus untuk bayi yang mengalami alergai akan pemberian nasi dan juga lauk tertentu. Meskipun memang sangat sulit untuk mengetahui kondisi anak yang terkena alergi, namun tetap saja Anda harus melakukan pemeriksaan. Jika tidak terdapat masalah apapun pada sistem pencernaan anak, maka hal ini bsia menjadi indikasi dimana si kecil sudah dapat menerima jenis makanan padat dan sudah siap untuk mencerna berbagai jenis makanan padat tersebut.

Benarkah Nasi Bukan Makanan Padat Untuk Bayi?

Jika Anda menganggapnya seperti itu, maka sampai kapanpun Anda akan merasa khawatir jika harus memberi makan si kecil dengan menu makanan nasi. Memang nasi bukan makanan yang cocok untuk bayi yang berusia 6 bulan atau baru dikenalkan makanan. Terlepas dari hal tersebut, tentunya nasi menjadi salah satu menu makanan pada bayi yang sangat cocok untuk diberikan pada usia 10 bulan sampai 1 tahun.

Hal ini dikarenakan pada usia tersebut, sistem pencernaan bayi sudah lebih kuat dan bisa mencerna makanan dengan baik. Meskipun memang banyak bayi yang muntah dan juga sakit perut ketika diberi makanan nasi. Kondisi ini tentunya menjadi hal yang membingungkan bagi Anda dimana Anda harus mempertimbangkan kembali dalam memberi makanan pada si kecil. Namun, jika pada awalnya Anda memberi makanan lunak secara terus menerus pada bayi, maka dapat dipastikan perut bayi belum terbiasa untuk menerima makanan padat ini.

Seperti pada umumnya, nasi yang dimakan oleh orang dewasa memang seharusnya diberikan kepada bayi ketika sudah memasuki usia 10 dan juga 1 tahun. Usia ini memang baru diperbolehkan bayi mengenal makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Jika Anda sudah mulai ingin mengenalkan makanan padat, alangkah baiknya jika Anda memulai dengan makanan yang lunak dan pilihlah jenis makanan dengan tekstur yang bisa dilumatkan oleh mulut dan juga lidah bayi ketika belum memiliki gigi yang lengkap.

Hal ini jika makanan yang diberikan kepada bayi terlalu keras dan sulit untuk dilumatkan. Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan bayi sakit perut dan juga bermasalah pada sistem pencernaannya. Untuk itu, berikanlah MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada bayi sesuai dengan yang direkomendasikan. Terlepas dari anggapan nasi tidak cocok untuk bayi memang dilihat dari usia bayi tersebut.

Risiko Lebih Awal Memberi Makanan Padat Pada Bayi

Dalam memberikan makanan padat tentu sudah dijelaskan bahwa harus sesuai dengan usia bayi. Apakah usia bayi sudah mampu mencerna makanan padat ataukah belum. Hal ini dikarenakan jika perut bayi belum siap untuk menerima makanan padat, maka akan berdampak buruk pada kesehatan tubuhnya. Beberapa faktor risiko di bawah ini bisa saja terjadi dimana Anda memberi makanan padat pada bayi sebelum waktunya.

Risiko Malnutrisi Lebih Besar

Ketika memberikan makanan padat pada bayi sebelum waktunya, maka dapat menyebabkan bayi mengalami kekurangan dan kelebihan zat gizi. Hal ini tentunya berhubungan dengan kebutuhan gizi dan juga nutrisi pada bayi. Jika bayi sudah diberi makanan padat sebelum waktunya, tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dikarenakan asupan kalori yang berlebih.

Menurut Kelly Scanlon seorang peneliti di Center of Disease Control Bagian Gizi, Aktivitas Fisik dan Obesitas. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya akan memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit kronis yakni penyakit celiac, kegemukan dan juga diabetes. Selain kelebihan gizi dan juga nutrisi, kekurangan gizi juga bisa menjadi faktor risiko ketika bayi diberi makanan padat sebelum waktunya.

Inilah yang menjadi alasan mengapa bayi tidak disarankan untuk menerima jenis makanan padat sebelum waktunya. Selain itu akan menyebabkan bayi mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi dari ASI menjadi lebih singkat. Tentu kondisi ini sangat disayangkan  dimana ASI yang didapatkan sebagai antibodi justru diberikan sesingkat mungkin. Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan ibu menganggap bahwa bayi sudah kenyang ketika diberikan makanan padat sehingga bayi tidak lagi diberi ASI. Bagi bayi, ASI memang mengandung zat gizi yang memang sangat dibutuhkan baik pada kualitas dan juga kuantitasnya.

Refleks Yang Belum Sempurna

Bagi bayi yang diberi makanan padat tentunya ada kemungkinan si kecil menjadi tersendak. Kondisi ini tentunya berkaitan dengan kemampuan bayi dalam mengunyah dan juga menelan belum sempurna. Sehingga hal ini menyebabkan sistem pencernaan bayi belum sempurna dan akan mengalami masalah pada pencernaan. Jika masalah pencernaan bayi belum siap untuk menerima makanan padat, maka akan mengakibatkan bayi sakit perut, diare hingga infeksi pada saluran pencernaan. Terlebih lagi jika Anda memberikan makanan pada bayi sembarangan dan tidak dijaga kebersihannya.

Antibodi Bayi Belum Sempurna

Selain refleks yang belum sempurna, bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya juga akan sangat rentan terkena infeksi. Hal ini dikarenakan pencernaan bayi masih sangat sensitif sehingga bayi sangat mudah terkena infeksi. Selain itu, jika Anda memberi bayi makanan padat sebelum waktunya, maka antibodi bayi belum terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini menyebabkan bayi sangat sulit untuk menangkal virus dan juga bakteri yang kemungkinan masuk ke dalam sistem pencernaan melalui makanan padat yang diberikan.

Bayi Mengalami Alergi Terhadap Makanan

Jika bayi diberikan makanan padat sebelum waktunya, maka kemungkinan besar bayi bayi mengalami alergi makanan akan lebih besar. Hal ini dikarenakan sel-sel yang ada di sekitar usus bayi memang belum siap dalam menghadapi unsur-unsur makanan dan zat makanan yang dikonsumsinya. Dalam hal ini makanan dapat menimbulkan reaksi imunitas tubuh sehingga peluang bayi untuk mengalami alergi terhadap  makanan memang lebih mudah.

Pada umumnya, produksi antibodi dan juga penutupan usus akan berlangsung dalam usia sekitar 6 bulan. Sedangkan, jika Anda memberi MPASI di bawah usia tersebut, maka dapat akan menyebabkan pencernaan bayi terkejut dan mengakibatkan bayi mengalami alergi terhadap makanan. Pemberian ASI secara eksklusif akan menyebabkan zat antibodi dapat masuk langsung melalui alliran darah bayi dan juga melapisi organ pencernaan bayi dengan sangat baik. Maka dari itu, berikanlah makanan padat pada bayi sesuai dengan usianya.

Kuman Dapat Masuk Lebih Besar

Sistem imunitas bayi pada usia 6 bulan ke bawah memang belum terbentuk secara sempurna. Ketika Anda memutuskan untuk memberi makanan padat pada bayi sebelum waktunya, maka Anda membuka kesempatan untuk kuman dan juga bakteri masuk ke dalam tubuh si kecil. Jika sudah begini, maka kuman dan bakteri akan tumbuh pada tubuh si kecil sehingga menyebabkan si kecil mudah sakit.

Berbagai penelitian tentunya mengungkapkan bahwa bayi yang mendapatkan makanan sebelum usia 6 bulan cenderung mengalami diare, sembelit, demam, batuk dan pilek. Dengan memberi ASI eksklusif, maka dapat dipastikan bayi akan mengalami sistem kekebalan tubuh yang berkurang serta dapat melindungi tubuh bayi dari berbagai sumber penyakit. ASI eksklusif ini tentunya dapat melindungi si kecil dari kekurangan zat besi, gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh bayi.

Manfaat Nasi Untuk Bayi

Seperti yang kita tahu bahwa nasi atau beras ialahs alah satu sumber karbohidrat yang paling penting dan juga utama terutama pada orang-orang yang hidup di iklim tropis. Selain kandungan karbohidrat di dalamnya, nasi juga mengandung vitamin B seperti niasin, tiamin, zat besai dan juga asam folat. Selain nasi, sumber karbohidrat lain yang tidak kalah pentingnya ialah kentang.

Kentang merupakan sumber karbohidrat alternatif bagi orang Indonesia. Selain karbohidrat, kentang juga mengandung serat dan juga kalium yang cukup besar. Kandungan yang ada pada nasi dan juga kentang memang sama-sama mengandung karbohidrat. Akan tetapi, berbagai kandungan zat lain tentu berbeda. Kentang bisa menjadi alternatif bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat sebagai pengganti nasi.

Ketika balita tentunya bayi sudah diharuskan untuk mengenal makanan padat terutama kandungan karbohidrat. Selain itu, anak juga diharuskan untuk mengenal jenis makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Pastikan balita terpenuhi akan kebutuhan gizi dan juga nutrisinya mulai dari lemak, serat, karbohidrat, vitamin dan juga mineral.

Berikut ini beberapa manfaat nasi untuk bayi, diantaranya:

– Sebagai sumber karbohidrat yang sangat baik untuk kebutuhan gizi dan nutrisi bayi

– Sebagai sumber energi yang sangat penting untuk membuat tubuh lebih kuat

– Mendukung pertumbuhan manusia dari bayi hingga berusia tua

– Sebagai pencegahan kanker

– Meningkatkan mood dengan baik

– Nasi tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol

– Nasi kaya akan vitamin

– Nasi dapat mengobati disentri

– Nasi sangat baik untuk tulang bayi

– Nasi sangat baik untuk pertumbuhan gigi bayi

– Sumber antioksidan yang sangat baik

– Nasi baik untuk sistem pencernaan

Meskipun memang nasi memiliki manfaat yang sangat banyak, namun tetap saja jika diberikan pada bayi, Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu akan porsi dan juga teksturnya. Hal ini karena sistem pencernaan bayi sangat berbeda dengan orang dewasa. Itulah beberapa polemik mengenai bolehkah bayi makan nasi serta makanan anak 1 tahun. Semoga bermanfaat!

Cara Agar Anak Tidak Makan Junk Food – Jenis makanan yang satu ini memang sangat menggoda dengan rasa yang sangat lezat. Tidak heran jika banyak orang baik dewasa maupun anak-anak memiliki ketertarikan akan makanan yang satu ini. Namun, tahukah Anda jika junk food diberikan pada anak, maka akan berdampak buruk bagi kesehatannya. Lantas, apa saja bahaya junk food serta cara mengatasi agar anak tidak tergoda makanan yang satu ini? Yuk kita langsung simak saja pemaparannya berikut ini!

Seperti yang kita tahu bahwa junk food memang menjadi salah satu makanan primadona yang tentunya penasaran untuk kita nikmati. Makanan yang satu ini memang memberikan cita rasa yang lezat dibandingkan dengan makanan sehat yang terbuat dari rumah. Maka dari itu, tidak heran jika makanan yang satu ini kerap membuat banyak orang mengonsumsi jenis makanan yang satu ini.

Jenis makanan junk food biasanya disamakan dengan fast food. Namun ternyata kedua jenis makanan ini memiliki definisi yang berbeda. Sekilas memang tampak sama namun fast food disebut sebagai makanan cepat saji atau yang kita kenal dengan makanan instan. Sedangkan junk food berarti makanan sampah. Entah apa yang menyebabkan jenis makanan ini diberi nama ‘makanan sampah’, namun satu hal yang pasti bahwa makanan ini memang terbilang tidak layak untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan makanan berjenis junk food memang tidak memiliki nutrisi sama sekali, justru memiliki zat yang bahkan berbahaya bagi tubuh kita.

Banyak orang kenapa lebih banyak mengonsumsi junk food dibandingkan makanan sehat. Karena junk food lebih menggoda baik penyajian maupun rasanya. Kita tahu bahwa beberapa jenis makanan junk food seperti kentang goreng, cola, burger, kebab, MCDonald’s, Pizza Hut dan juga KFC. Berbagai jenis makanan tersebut tentunya sering kita konsumsi dan bahkan menjadi menu kita sehari-hari. Namun, bahaya yang timbul dari jenis makanan seperti ini juga tidak kalah buruknya. Untuk itu, diperlukan cara yang paling tepat bagi si kecil agar tidak mengonsumsi makanan junk food. Baca juga: 8 Penyebab Batuk Pada Bayi Yang Paling Sering Terjadi

Pengaruh Buruk Junk Food Terhadap Anak-Anak

cara agar anak tidak makan junk food

Sebelum kita membahas akan cara agar anak tidak makan junk food. Alangkah baiknya jika kita membahas terlebih dahulu akan pengaruh buruk dari junk food yang mungkin tidak kita sadari sebelumnya. Anak tentunya menjadi masa dimana tempatnya pertumbuhan dan juga perkembangan baik secara fisik maupun secara mental. Dalam hal pertumbuhan fisik dan juga otak anak, tentunya diperlukan pemenuhan gizi serta memperhatikan makanan yang mereka konsumsi. Makanan memang memiliki pengaruh yang paling signifikan dalam membentuk tumbuh kembang anak.

Terlepas dari anak yang mengonsumsi junk food, tentunya kita sudah tahu bahwa junk food ialah salah satu jenis makanan yang tidak memiliki nilai gizi sama sekali bahkan banyak yang menyebutnya makanan sampah. Meskipun memang junk food memiliki rasa yang lezat. Namun, ternyata junk food memiliki efek yang cukup buruk dimana dapat menganggu mental dan juga emosi anak-anak. Pernyataan ini tentunya tidak berasal dari isu ataupaun pendapat yang tidak jelas. Namun telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Deakin University, Melbourne, Australia.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa jika ibu hamil mengonsumsi lebih banyak junk food atau makanan yang tidak sehat, maka akan memiliki anak yang mengalami gangguan emosional dan juga metal. Setelah dibuktikan dengan penelitian pada ibu hamil yang nantinya berpengaruh pada anaknya. Maka, sudah dipastikan bahwa anak yang mengonsumsi makanan junk food dalam kadar yang berlebihan secara langsung akan memiliki gangguan secar emosional dan juga mental. Berikut ini beberapa bahaya junk food yang tentu memiliki pengaruh yang buruk terhadap anak, diantaranya:

Lihat juga: Perhatikan Pola Makan Bayi Usia 6 Bulan Agar Tumbuh Dengan Baik

Membuat anak menjadi hyperaktif

Dampak buruk yang pertama yang terjadi pada anak yaitu membuatnya menjadi lebih hyperaktif. Meskipun memang banyak orang yang menganggap bahwa anak yang hyperaktif disebabkan oleh banyaknya makanan yang manis-manis yang ia konsumsi. Dalam hal ini makanan manis dapat menjadi salah satu alasan mengapa anak tidak bisa mengontrol prilakunya sehingga cenderung banyak tingkah yang membuat orang disekelilingnya merasa sangat terganggu.

Terlepas dari hal tersebut tentunya ini bisa dibenarkan dimana makanan yang manis banyak mengandung glukosa sehingga meningkatkan kadar gula di dalam darah menjadi sangat meningkat. Peningkatan kadar gula ini tentunya menyebabkan anak menjadi sangat sulit untuk berkonsentrasi dengan fokus dan juga baik. Makanan dan juga minuman manis ini tentunya banyak sekali anak dapatkan mulai dari cola, teh manis kemasan dan juga minuman dalam penyajian yang sangat cepat.

Memicu prilaku adiktif atau kecanduan

Istilah adiktif ialah sebuah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan akan prilaku yang cenderung adanya ketergantungan terhadap sesuatu. Dalam hal masalah junk food tentunya tidak heran jika jenis makanan junk food dapat memberikan efek buruk terhadap prilaku anak dimana anak akan lebih ketergantungan untuk terus mengonsumsi makanan yang satu ini. Tidak hanya rasa yang enak, ternyata junk food juga bisa memberikan prilaku adiktif sehingga anak akan mengalami kecanduan.

Contoh ilustrasi yang cukup sederhana dimana ketika kita memberikan kepada anak makanan yang manis, asin, dan juga berlemak. Maka tidak heran jika anak akan memintanya lagi dikemudian hari. Jika kondisi ini terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan bagi anak untuk terus mengonsumsi makanan ini meskipun dilarang oleh orang tuanya. Faktanya bahwa ternyata karbohidrat sederhana hampir mirip dengan gula dimana berhubungan dengan stimulasi pada otak anak sehingga menghasilkan rasa puas dan juga senang ketika mengonsumsinya.

Seperti hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 yang menunjukkan bahwa anak yang mengonsumsi junk food akan sangat menikmati baik tekstur dan juga rasanya. Perasaan puas dan juga senang ini tentunya akan terjadi pada hampir setiap anak. Sehingga tidak heran jika hampir semua anak memiliki rasa kecanduan terhadap berbagai jenis makanan berlabel junk food ini.

Membuat anak cenderung agresif

Mungkin banyak dari kita yang memiliki anak atau melihat anak yang cenderung agresif. Hal ini ternyata berhubungan dengan apa yang ia konsumsi dalam menu sehari-harinya. Sebuah penelitian tentunya telah mengungkapkan bahwa adanya hubungan antara apa yang dimakan oleh anak dengan sifat agresif yang ia miliki. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa jika anak mengonsumsi lima atau lebih kalengn soda dalam sehari, maka 9%-15% lebih berisiko memiliki sifat yang agresif. Dalam hal ini minuman bersoda bisa menyebabkan perubahan zat kimia yang terjadi di dalam otak dan juga hormon yang mengatur prilaku dan juga pola pikir anak Anda.

Mengganggu pertumbuhan anak

Makanan yang berlabel junk food yang sering disebut makanan sampah ini bisa mengganggu tumbuh kembang si kecil. Makanan yang manis tentunya bisa mempengaruhi prilaku anak, lantas, bagaimana dengan zat ain yang ada di dalam makanan tersebut? Dalam hal ini junk food tentunya mengandung banyak sekali zat-zat yang ternyata tidak dibutuhkan oleh tubuh dan cenderung berbahaya bagi tubuh manusia.

Sadarkah Anda bahwa sebenarnya banyak sekali zat-zat yang terkandung di dalam junk food ini. Tidak hanya manis, namun juga asin, lemak dan juga zat lainnya. Anda tentunya harus sadar bahwa zat tambahan pada makanan lain tentunya bisa memiliki bahaya yang cukup buruk bagi kesehatan tubuh anak dan juga mental anak. Pewarna dan juga pemanis buatan kerap kali digunakan di dalam olahan junk food ini. Tidak terkecuali zat pengawet yang digunakan untuk membuat makanan lebih tahan lama. Semua zat tersebut tentunya memiliki efek yang cuklup buruk dalam mempengaruhi prilaku dan juga kesehatan tubuh anak. Seperti penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 dimana telah dimuat di dalam European Journal of Clinical Nutrition yanng menyatakan bahwa makanan yang mengandung lemak trans, lemak jenuh dan juga natrium dapat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mengubah dan juga mempengaruhi prilaku seorang anak.

Mempengaruhi kesehatan mental anak

Junk food tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam mengganggu kesehatan mental anak. Dalam hal ini tentunya junk food tidak memiliki nilai gizi sama sekali bahkan hampir tidak ada. Jika banyak orang yang mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan justru akan menyebabkan munculnya risiko penyakit degeneratif. Meskipun memang hampir setiap junk food memiliki rasa yang lezat dan juga enak, namun efek dari konsumsi junk food ini sangatlah berbahaya bagi kesehatan mental anak. Dalam hal ini mental anak akan terganggu sehingga sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Seperti penelitian yang telah dibuktikan bahwa mengonsumsi makanan berlabel junk food bisa mempengaruhi emosional dan juga gangguan mental si kecil.

Cara Agar Anak Tidak Makan Junk Food

Makanan berjenis junk food yang kita ketahui memiliki dampak buruk tentunya jangan dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Hal ini dikarenakan makanan junk food tidak memiliki nilai gizi sama sekali. Namun, dikarenakan rasa yang sangat lezat dan juga enak tentunya banyak sekali anak-anak yang sering mengonsumsi jenis makanan yang satu ini. Makanan junk food yang ada dupinggir jalan tentunya akan memiliki pengaruh yang buruk serta menimbulkan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, dan juga kanker.

Tentunya, kita semua tahu bahwa berbagai penyakit tersebut bisa membuat tubuh terganggu dalam jangka waktu yang cukup panjang. Namun, anak-anak sering kali tidak mengindahkan bahwa jenis makanan tersebut bisa mengganggu pertumbuhan dan juga perkembangan. Untuk itu, ini tentunya menjadi tugas yang cukup besar bagi kita sebagai orang tua dimana harus mencari cara agar anak tidak makan junk food. Ini tentunya menjadi tugas yang cukup berat karena anak tentunya bergaul dengan lingkungan sekitar yang memungkinkan ia akan mengonsumsi makanan junk food ini. Jika Anda ingin agar anak tidak mengonsumsi makanan ini, berikut kami sajikab beberapa cara dan juga tips agar anak bisa berhenti makan makanan junk food, diantaranya:

Siapkan cemilan yang sehat

Cara pertama yang bisa Anda lakukan agar anak berhenti makan makanan junk food ialah dengan menyiapkan cemilan yang sehat. Cemailan yag sehat disini bsia berupa buah-buahan, sayuran yang diolah ataupun biskuit gandung dengan keju. Jika memang memungkinkan Anda tentunya bisa membuat jenis makanan junk food yang dibuat di rumah yang tentu lebih sehat. Siapkan makanan jenis junk food tersebut yang dapat dijangkau oleh anak-anak seperti di meja makan ataupun di meja ruang keluarga.

Maka ketika ia lapar, si kecil akan langsung mengambilnya dengan sangat mudah. Untuk itu siapkan mangkuk yang berisi buah-buahan dalam tempat yang sangnat cantik utuk menarik perhatian si kecil. Hal ihi dikarenakan anak-anak akan cenderung memakan apa yang ada di hadapan mereka secara langsung. Jika cara ini Anda lakukan, maka sedikitnya Anda bisa menghindari si kecil untuk tidak mengonsumsi makanan junk food dan akan lupa dengan sendirinya.

Jangan tawar menawar dengan anak

Mungkin tips dan juga cara ini Anda bisa menghentikan si kecil untuk tidak mengosumsi junk food. Tentunya, jangan gunakan junk food sebagai alat tawar menawar yangn biasa digunakan sebagai hadiah untuk si kecil. Hal ini memberikan hadiah berupa junk food bisa menjadi satu langkah dimana anak akan meminta lagi nantinya. Bagaimanapun juga, junk food memang memberikan daya tarik tersendiri sehingga anak akan terus memintanya. Dalam hal ini tentunya anak-anak juga harus diukur akan seberapa banyak makanan yang boleh ia makan beserta aman atau tidaknya. Karena memaksakan anak untuk menghabiskan makanan bisa menyebabakan berlebihan di kemudian hari terutama tren dengan makanan dalam porsi yang sangat besar.

Jangan bawa junk food ke rumah

Jika Anda tidak ingin si kecil mengonsumsi makanan junk food, maka jangan sampai Anda mengonsumsi makanan junk food dan membawanya ke rumah. Dengan begitu, si kecil tidak akan pernah mengenal junk food dari orang tuanya. Bagaimanapun juga junk food memang jangan dikonsumsi secara berlebih baik oleh orang tua maupun oleh anak-anak. Cara lain yang bisa Anda lakukan ialah dengan membuat olahan dari makanan sehat yang mirip dengan junk food. Tips ini tentunya bisa mengurangi ketertarikan si kecil pada makanan junk food yang ada di luar sana.

Berikan contoh pada diri sendiri

Jika si kecil tidak ingin mengonsumsi makanan junk food tentunya Anda sebagai orang tuanya juga dilarang untuk mengonsumsi junk food. Dalam hal ini tentunya sangat berlaku dimana anak-anak belajar dan juga melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Jika si kecil tidak ingin memakan junk food tentunya Anda juga harus menghindari agar si kecil tidak memakan junk food. Selain dari itu, maka izinkanlah si kecil untuk memilih menu cemilan sehat yang ia sukai.

Jangan larang anak makan junk food

Melarang anak untuk tidak memakan junk food justru akan membuat anak merasa penasaran cukup tinggi sehingga ia akan diam-diam mengonsumsinya. Kondisi ini tentunya akan membuat anak makan cenderung lebih banyak makanan junk food jika ada kesemapatan seperti dipesta ulang tahun, sekolah dan juga acara lainnya. Alangkah baiknya jika Anda menjelaskan kepada si kecil akan bahaya makanan junk food jika memang mereka sudah mengerti akan hal ini.

Jangan berikan junk food sebagai hadiah

Tentunya, banyak dari para orang tua yang telah salah dalam mendidik anaknya. Mereka akan cenderung memberikan hadian berupa junk food saat ulang tahun dan juga kenaikan kelas. Nah, ini tentunya menjadi peluang bagi si kecil untuk mengonsumsi makanan junk food yang nantinya akna meminta kembali kepada orang tuanya jika ada kesempatan. Alangkah lebih baik jika Anda memberikan hadiah kepada di kecil dengan memberikan alat yang ia sukai dan mendukung hobinya seperti alat melukis, alat olah raga dan juga benda-benda lainnya yang lebih bermanfaat dibandingkan dengan junk food.

Itulah beberapa bahaya akan junk food serta tips mengatasi sebagai cara agar anak tidak makan junk food. Selamat mencoba!

Pola Makan Bayi Usia 6 Bulan – Bayi usia 6 bulan memang muali dikenalkan akan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Usia ini memang dianjurkan bagi bayi untuk mulai menerima makanan padat selain dari ASI. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para ibu ketika memberikan MPASI. Hal ini berkaitan dengan pola makan bayi usia 6 bulan. Berikut kami sajikan bagaimana mengatur pola makan bayi usia 6 bulan yang paling tepat untuk Anda!

Apakah bayi Anda sudah siap untuk menerima makanan padat selain dari asupan ASI? Apakah Anda juga siap untuk memberikan asupan makanan padat yang terbaik untuk si kecil? Atau memang Anda sudah siap menyiapkan segala sesuatunya untuk memberikan MPASI bagi si kecil? Pertanyaan tersebut tentunya wajib diajukan pada ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan yang tentu sudah seharusnya diberikan makanan padat.

Terlepas dari hal tersebut tentunya sebagian besar ibu memang sangat antusias untuk menyiapkan berbagai jenis makanan padat untuk si kecil ketika mulai menginjak usia 6 bulan. Dalam hal ini tentunya perkembangan bayi usia 6 bulan terutama pada saluran pencernaan memang sudah siap diberikan makanan padat. Jangan sampai Anda memberikan makanan padat ketika si kecil belum genap usia 6 bulan. Hal ini dikarenakan usia dibawah 6 bulan belum siap menerima jenis makanan padat. Baca juga: 10+ Bahaya Air Putih Bagi Bayi Yang Jarang Diketahui Oleh Moms

Pola Makan Bayi Usia 6 Bulan

pola makan bayi usia 6 bulan

Ketika si kecil sudah menginjak usia 6 bulan, memang sangat penting bagi Anda untuk menyiapkan jenis makanan padat untuk diberikankan kepada si kecil. Bagaimanapun juga, usia 6 bulan tentunya gerakan motorik dari bayi sudah berkembang dengan sangat baik. Bahkan mereka sudah dapat memegang apapun dengan jari-jari mungilnya, tidak terkecuali makanan.

Meskipun begitu, tentunya Anda harus memperhatikan beberapa hal yang tentu menunjang dalam pemberian makanan padat bagi si kecil.  Hal ini dikarenakan bayi usia 6 bulan membutuhkan perhatian ekstra. Untuk itu, diperlukan pola makan bayi usia 6 bulan yang paling tepat dan paling direkomendasikan untuk Anda. Dalam mengatur pola makan bayi usia 6 bulan tentunya ada beberapa poin yang harus Anda garisbawahi diantaranya jadwal makan bayi, berapa kebutuhan susu bagi bayi, jenis makanan padat yang dianjurkan untuk bayi dan juga bagaimana tekstur makanan padat bagi bayi. Lihat juga: Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Jadwal Makan Bayi

Dalam pola makan bayi, poin pertama yang akan kami bahas ialah emngenai jadwal makan bayi yang biasa diabaikan oleh para ibu. Sebagain besar para ibu bahkan tidak menghiraukan kapan waktu yang tepat yang sebenarnya untuk bagi dalam menerima makanan padat. Mereka cenderung memberikan bayi makan sesuka hati dan tidak terjadwal. Namun ternyata ada beberapa poin yang harus diperhatikan bagi Anda sebagai ibu dalam memberikan makanan padat pada bayi.

Rincian dalam memberikan makan pada bayi di bawah ini, seyogianya dapat membantu Anda dalam memberikan makan padat pada bayi.

Jam 06.30

Pada jam ini, biasanya bayi bangun tidur, meskipun ada beberapa bayi yang sudah bangun dari jam 04.00. Pada jam ini tentunya Anda bisa memberikan si kecil ASI ataupun susu formula selama yang ia mau. Hal ini dikarenakan sesudah tidur bayi akan kekurangan cairan yang dibutuhkannya ketika ia sedang tidur. Cairan tersebut tentunya berasal dari ASI yang telah dibuang dalam bentuk air kencing atau keringat.

Jam 07.45

Setelah bayi diberikan ASI atau susu formula, tentu ini saatnya bagi Anda untuk memberikan MPASI dengan tekstir semi padat artinya tidak terlalu padat dan juga tidak terlalu cair. Anda dapat memberikan makanan semi padat ini sebagai sarapan untuk si kecil. Memberikan makanan semi padat bagi si kecil tentunya akan membuat perut bayi menjadi lebih nyaman dan juga kenyang.

Jam 08.30

Pada jam ini pada umumnya bayi akan merasa kenyang. Inilah saatnya bagi Anda untuk memandikan si kecil. Setelah itu berikan ASI atau susu formula untuk si kecil. Tentunya, Anda bisa mengajak si kecil untuk tidur dan biasanya bayi akan tidur selama 1 jam.

Jam 10.00

Pada umumnya bayi akan bangun. Anda tentunya dapat memberikan si kecil ASI atau susu formula kembali. Pada jam segini tentunya bayi akan menerima ASI atau susu formula seperti ketika orang dewasa mengonsumsi cemilan.

Jam 11.30

Setelah memberikannya ASI, biasanya si kecil akan bermain dan ajaklah si kecil untuk bermain. Jika bayi sudah merasa cape, tentunya ia akan kembali tidur antara 30 sampai 45 menit setelah ia menerima ASI atau susu formula dari ibunya.

Jam 13.00

Pada jam ini, biasanya bayi akan bangun dan tentunya Anda harus memberikannya ASI atau susu formula untuk mengembalikan cairan yang telah dibuang ketika sedang tidur berupa air kencing dan juga keringat. Inilah saatnya bagi bayi untuk menerima jenis makanan semi padat kembali.

Jam 14.00

Pada jam ini tentunya bayi akan mengajak Anda bermain dalam waktu yang cukup lama. Di sela-sela jam ini tentunya Anda bisa memberikannya ASI atau susu formula.

Jam 15.00

Pada umumnya bayi akan merasa ngantuk setelah berlama-lama bermain dengan Anda. Ketika jam ini biasanya bayi akan tidur sebelum mandi.

Jam 16.30

Pada jam ini pada umumnya waktunya bagi bayi untuk mandi atau ada juga orang tua yang lebih memilih untuk memberikan bayi makanan padat sebagai makan makan.

Jam 17.00

Sebagian besar orang tua lebih memilih untuk memberikan makanan semi padat bagi bayi pada jam ini. Hal ini tentunya untuk menyiapkan perut bayi kenyang dan penuh sebagai bekal untuk malam hari.

Jam 17.30

Pada jam ini tentunya Anda bisa mengajak si kecil untuk bermain sebentar sebelum akhirnya ia mulai mengantuk dan juga tidur. Sebagian besar bayi akan tidur pada jam ini, namun tidak sedikit juga bayi yang akan tidur pada jam selanjutnya.

Jam 19.00

Inilah saatnya bagi bayi untuk tidur di malam hari. Anda tentunya bisa memberikan ASI ataupun susu formula agar bayi bisa tidur lebih nyenyak di malam hari.

Bayi yang sudah masuk usia 6 bulan tentunya akan merasa lebih puas karena bayi sudah diberikan makanan semi padat. Akan tetapi, tidak semua bayi memiliki karakter yang sama. Banyak sekali bayi yang meminta ASI dan juga susu formula selama 1-2 kali ketika malam hari.

Kebutuhan Susu Bayi Usia 6 Bulan

Pada bayi usia 6 bulan tentunya si kecil sudah membutuhkan sekitar 24 sampai 32 ons susu. Tentunya, Anda direkomendasikan untuk memberikan ASI ataupun susu formula sebanyak 5 hingga 6 kali. Di usia 6 bulan tentunya bayi tetap membutuhkan ASI karena akan memberikan manfaat yang cukup bagi perkembangan bayi. Hal ini dikarenakan ASI memang memberikan manfaat yang luar biasa. Selain ASI, tentunya si kecil dapat diberikan susu formula jika memang si kecil tidak memungkinkan untuk diberikan ASI.

Biasanya, usia 6 bulan sudah dapat diberikan susu formula sebagai susu pendamping dari ASI. Hal ini dikarenakan usia 6 bulan memang tidak cukup jika hanya diberikan ASI. Selain itu, pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan sudah terlewati dan Anda sudah bisa memberikan susu formula. Hal ini dikarenakan susu formula sudah dapat mengurangi rasa lapar yang tentu sesuai dengan kebutuhan bayi.

Jika usia si kecil sudah genap usia 6 bulan tentunya saatnya bagi si kecil untuk mendapatkan MPASI berupa makanan semi padat. Setelah diberikan makanan padat, biasanya bayi sudah tidak terlalu antusias dengan susu. Mereka akan lebih menginginkan air putih, namun tentunya hati-hati dalam pemberian air putih karena jika terlalu banyak akan sangat berbahaya bagi si kecil. Alangkah baiknya jika Anda hanya memberinya ASI atau susu formula karena di dalam susu formula sudah mengandung banyak air. Jikalau ingin diberikan air putih, tentunya berikanlah air putih dalam porsi yang sedikit. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa pola makan setiap bayi memang berbeda.

Tekstur Makanan Padat Bayi Usia 6 Bulan

Tekstur jenis makanan padat tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan motorik usia bayi. Di awal perkenalan, tekstur MPASI tentunya dapat dibuat puree. Hal ini dikarenakan puree menjadi salah satu jenis makanan bayi yang paling direkomendasikan bagi si kecil. Dalam membuat puree ini tentunya Anda dapat diperoleh dengan menggunakan blender, menggunakan over processor atau juga dihancurkan dengan sendok.

Penggunaan blender tentunya dapat membuat tekstur MPASI sangat cair karena membutuhkan asupan air lebih banyak. Seperti yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO) bahwa pembuatan makanan dengan tekstur yang terlalu kental dan tidak terlalu cair memang sangat direkomendasikan. Jika tekstur makanan bayi terlalu kenyal tentunya bisa membuat bayi kesulitan untuk memakannya. Sebaliknya juga, jika tekstur makanan bayi terlalu cair, maka akan membuat kebutuhan nutrisi harian si kecil menjadi sangat sedikit.

Untuk mengeceknya, tentunya Anda dapat memiringkan sendok yang berisi bubur atau puree bayi. Jika tidak jatuh ketika sendok dimiringkan, maka sudah dipastikan tekstur bayi sesuai dengan harapan kita. Tentunya, ini akan membuat bayi menjadi lebih mudah dalam mengonsumsi makanan semi padat dan akan mudah diproses di dalam pencernaannya. Bagaimanapun juga, sistem pencernaan bayi masih belum stabil dan juga kuat dalam mencerna makanan.

Jenis Makanan Padat Bagi Bayi Usia 6 Bulan

pada bayi usia 6 bulan tentunya jangan sampai diberikan makanan padat seperti orang dewasa. Bayi memang masih sangat mengenal dan juga beradaptasi dengan berbagai jenis makanan semi padat ataupun padat yang akan ia konsumsi. Beberapa jenis makanan padat yang Anda berikan, diantaranya:

– Bubur

Jenis bubur yang biasannya diberikan diantaranya bubur beras merah, bubur bayi, bubur tepung dan juga sereal. Semua jenis makanan semi padat tersebut tentunya memang sangat direkomendasikan bagi si kecil. Bagaimanapun juga, jenis semua jenis bubur bayi tersebut memang sangat dikhususkan bagi bayi. Tentunya, ada beberapa jenis bubur bayi yang dapat Anda beli dan banayk beredar di supermarket. Jenis bubur bayi tersebut tentunya diperkaya dengan rasa dan juga nutrisi tambahan serta lebih praktis bagi kita dalam menyajikannya.

Akan tetapi, jika Anda lebih memilih membuatnya sendiri untuk si kecil, maka dapat dipastikan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam bubur bayi tersebut lebih banyak dibandingkan dengan produk yang kita beli. Hal yang perlu Anda perhatikan pastikan bahwa bubur bayi yang akan Anda buat sudah lunak dan juga lembut setelah dimasak. Mungkin dnegan membaut sendiri Anda akan sedikit lebih repot, namun tentunya manfaat yang akan kita dapatkan juga akan lebih banyak

– Sayuran

Jenis makanan kedua yang direkomendasikan untuk bayi ialah sayuran. Bayi usia 6 bulan tentunya sudah bisa dikenalkan dengan berbagai jenis sayuran yang memiliki rasa manis atau yang bisa dimasak dengan lunak. Untuk membuat jenis makanan untuk bayi usia 6 bulan tentunya Anda dapat mencampurkan bayam dan juga wortel ketika dimasak menjadi bubur. Akan tetapi, pastikan semua jenis makanan tersebut sudah sangat lunak dan lembut.

– Buah-buahan

Selain sayur, jenis buah-buahan juga dapt diberikan pada bayi usia 6 bulan. Namun, tidak semua jenis buah-buahan dapat diberikan pada bayi usia 6 bulan. Jenis buah-buahan seperti alpukat dan juga pisang tentu sangat direkomendasikan bagi Anda. Bagaimanapun juga, kedua jenis buah-buahan ini memang sangat lunak dan juga lembut untuk diberikan kepada si kecil. Sehingga si kecil bisa dengan mudah mengunyah dan juag menelannya. Pastikan Anda untuk mulai mengenalkan buah dengan rasa manis, bukan asam. Anda tentu dapat menghaluskan buah-buahan tersebut dengan menggunakan blender atau dihaluskan dengan sendok.

Alasan Mengapa Harus Memberikan Makanan Semi Padat Bagi Bayi

Memang menjadi salah satu hal yang perlu Anda pertimbangkan dimana Anda harus memberikan makanan semi padat bagi bayi. Tentunya, hal tersebut bukan tanpa alasan, melainkan ada beberapa poin penting mengapa bayi usia 6 bulan harus diberikan jenis makanan semi padat seperti yang akan kami sajikan berikut ini:

  1. Meskipun ASi memang sangat penting bagi bayi usia 6 bulan dan memiliki fungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dengan sangat baik. Tentunya bagi bayi usia 6 bulan sudah harus mulai dikenalkan pendamping ASI. Hal ini dikarenakan perut bayi sudah mulai membesar dan lebih membutuhkan asupan makanan lain selain dair ASI. Jika Anda sudah mulai mengenalkan makanan semi padat pada bayi usia 6 bulan, maka Anda sudah bisa membantu bayi dalam mengatasi deteksi terhadap alergi ataupun penyakit gangguan pencernaan.
  2. Pemberian makanan semi padat untuk bayi usia 6 bulan, tentunya sedikitnya dapat membantu bayi dalam mengurangi risiko terhadat anemia. Bagaimanapun juga, hal ini disebabkan oleh bayi yang memang sudah mulai membutuhkan zat besi yang lebih tinggi dari usia sebelumnya. Zat besi memang sangat dibutuhkan bagi bayi untuk mendukung perkembangan fisik dan juga sistem metabolisme di dalam tubuh bayi.
  3. Jika Anda mengenalkan makanan semi padat kepada bayi yang mengandung gluten sejak awal. Hal ini tentunya sangat memungkinkan bagi bayi untuk bisa memiliki sistem pencernaan yang lebih baik nantinya. Bayi diharuskan untuk diberikan makanan semi padat, namun bukan jenis makanan seperti pada orang dewasa.
  4. Pada umumnya, bayi memang sangat dikenalkan untuk diberikan makanan semi padat sejak awal. Namun, Anda harus mempunyai perlindungan yang cukup tinggi. Tentunya dalam hal kadar gula dan juga garam yang harus seimbang. Jangan sampai bayi diberikan bumbu berlebih yang dapat memicu berkembangnya penyakit diabetes dan juga gangguan pencernaan.

Tanda Ketika Bayi Sudah Siap Diberi Makanan Semi Padat

Dalam memberikan makanan padat bagi bayi tentunya Anda jangan sembarang. Ada beberapa kriteria atau tanda jika si kecil sudah siap untuk menerima jenis makanan semi padat. Meskipun si kecil sudah berusia 6 bulan, belum tentu mereka sudah siap untuk diberikan makanan padat. Dibawah ini ada beberapa tanda yang bisa Anda kenali jika bayi usia 6 bulan sudah siap untuk meneriman jenis makanan padat, diantaranya:

Kepala bayi sudah tegak

Bayi sudah mulai menegakkan kepala dengan sangat baik tanpa perlu dibantu oleh orang dewasa. Ini tentunya menandakan bahwa saluran pencernaan bagian atas sudah bisa bekerja dengan sangat baik dan dapat menelan jenis makanan semi padat tanpa adanya masalah apapun.

Duduk semi tegak

Setelah kita memastikan bahwa kepala bayi sudah tegak, maka pastikan bayi sudah dapat duduk semi tegak ketika ia bersandai di kursi. Kemampuan pada bayi ini tentunya ada pada bagian punggung dan juga perut. Ini tentunya sudah dapat berkembang dengan sangat baik sehingga bayi sudah bisa menerima jenis makanan semi padat. Jika bayi sudah dapat duduk semi tegak tentunya ini menjadi salah satu indikasi bahwa organ pencernaan si kecil sudah sangat siap untuk menerima janis makanan semi padat dan juga padat.

Bayi tertarik dengan makanan

Ini tentunya menjadi salah satu indikasi utama dimana bayi sudah mulai tertarik dengan makanan. Apapun yang dimakan oleh orang dewasa tentunya menarik perhatian si kecil. Selain ASI dan juga susu formula tentunya bayi sudah menginginkan jenis makanan lain. Jika Anda mendapati sikap si kecil seperti ini tentunya Anda bida mencoba memberikan jenis makanan padat di depan bayi. ketika bayi membuka mulut atau memegang makanan dan memasukkan kepada mulutnya, ini tentu bisa menjadi tanda bahwa si kecil sudah siap untuk diberikan jenis makanan semi padat. Satu hal yang harus Anda perhatikan tentunya jangan memberikan jenis makanan padat pada bayi jika memang bayi belum siap dan belum tertarik pada makanan.

Bayi sudah bisa menelan

Satu hal yang pasti, jika bayi sudah diberikan jenis makanan semi padat, maka bayi akan berusaha untuk mengunyah dan juga menelan makanan tersebut meskipun belum memiliki gigi. Meskipun belum memiliki gigi, tapu si kecil akan berusaha menelan dengan sangat baik tanpa merasa kesulitan ataupun tersedak.

Setelah kita mengetahui beberapa tanda bahwa si kecil sudah siap untuk mendapatkan jenis makanan semi padat. Tentu, ini menjadi waktu yang paling tepat bagi Anda untuk memberikan jenis makanan semi padat kepada si kecil.

Bagaimanapun juga, pola makan si kecil usia 6 bulan harus benar-benar dijaga dengan sangat baik. Pastikan juga untuk memberikan jenis makanan yang paling tepat. Pola makan bayi usia 6 bulan menjadi awal dari adanya perubahan dari jenis makanan untuk bayi. Ini tentunya menjadi tugas seorang ibu dalam mengatur jenis makanan dan juga pola makan untuk si kecil. Jika tidak diatur sejak dini tentunya akan berdampak pada pola makan ketika ia sudah mulai menginjak anak-anak.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai pola makan bayi usia 6 bulan dan juga jenis makanan semi padat yang direkomendasikan untuk si kecil. Semoga bermanfaat!