Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Makanan Anak 1 tahun – Menu makanan anak 1 tahun kerap membuat para orang tua bingung. Hal ini dikarenakan rasa cemas orang tua dengan memberi makan anak dengan menu tertentu yang dikhawatirkan akan memberi dampak burukpada pertumbuhan anak. Seperti pada anak 1 tahun, apakah sudah boleh diberi nasi ataukah belum. Dilema tersebut tentunya akan kami bahas pada pemaparan berikut ini!

Seperti yang kita tahu bahwa makanan untuk bayi harus disesuaikan dengan usia dan juga pertumbuhan dan perkembangan bayi. Memilih menu makanan bayi memang terbilang susah-susah gampang. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga dibutuhkan menu makanan yang lunak dan juga lembek. Jika Anda tidak pintar-pintar dalam memilih menu makanan bayi, maka akan berdampak buruk pada sistem pencernaan bayi.

Hal ini tentunya menjadi dilema dimana ibu harus benar-benar memilih menu makanan yang sesuai dengan usianya. Seperti halnya dilema yang ada pada sebagian besar ibu dimana untuk bayi 1 tahun sudah boleh diberi makanan padat ataukah belum. Memang butuh pertimbangan dimana apakah bayi yang berumur 1 tahun sudah bisa mencerna makanan dengan baik ataukah belum. Untuk itu, beberapa uraian mengenai menu makanan anak 1 tahun akan dijelaskan pada beberapa poin di bawah ini! Baca juga: Perkembangan Anak Usia 16 Bulan Secara Fisik & Non-Fisik

Bolehkan Anak 1 Tahun DiBeri Nasi?

makanan anak 1 tahun

Dalam memberi makanan padar pada bayi tentunya dibutuhkan pertimbangan yang cukup matang. Hal ini tentunya tidak bisa lepas dari berapa usia anak tersebut. Makanan padat yang diberikan pada anak tentunya harus pula sesuai dengan usia dan juga perkembangan bayi tersebut. Tidak semua bayi mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan yang sama sehingga memberi makanan padat memang tergantung dari tumbuh kembang bayi tersebut.

Terlepas dari hal tersebut, pada umumnya bayi usia 1 tahun atau bahkan belum genap satu tahun sebenarnya sudah boleh diberi makanan padat berupa nasi. Yang terpenting bayi usia 1 tahun tidak memiliki masalah pada gastrointestinalnya. Istilah tersebut tentunya untuk mendefinisikan suatu sistem pencernaan dengan tugas menerima, memecah ataupun mencerna makanan yang menjadi nutrisi yang dapat diserap untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh tubuh melalui darah.

Lihat juga: 8 Cara Agar Anak Tidak Makan Junk Food Serta Pengaruh Buruknya Terhadap Perkembangan Anak

Pada anak 1 tahun yang boleh dan juga tidak boleh mengonsumsi makanan padat. Hal ini tentunya kembali pada kondisi dimana anak Anda apakah sudah diberikan makanan lunak sebelumnya. Jika sudah, maka Anda jangan langsung memberinya makanan pdat berupa nasi. Namun, berikanlah terlebih dahulu berupa nasi yang lembek ataupun lunak seperti tim. Hal ini dikarenakan jika Anda memberinya langsung nasi dari sebelumnya bubur. Maka dikhawatirkan sistem pencernaan pada si kecil akan sulit untuk mencerna nasi tersebut atau istilah lain pencernaan si kecil akan terkejut.

Jika Anda ingin memberik nasi pada si kecil, cobalah untuk memberinya dengan porsi yang sangat sedikit dan lunakkan nasi, namun jangan sampai menjadi bubur. Dengan mengonsumsi nasi lembek terlebih dahulu, maka perut si kecil akan mulai beradaptasi untuk mencerna makanan padat.

Proses Urutan Dalam Memberi Makanan Padat

Meskipun diperbolehkan untuk memberi makan anak dengan makanan padat. Nmaun tetap saja harus dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan urutan yang sesuai. Misalnya sebelum bayi mengonsumsi makanan bayi, lalu kemudian lanjut pada bubur tim saring baik kasar  dan juga halus. Cara ini dilakukan untuk membiasakan usus bayi dapat beradaptasi dengan jenis makanan tertentu.

Dengan cara tersebut tentunya menjadi proses perkenalan dengan perut bayi yang nantinya akan terbiasa dengan jenis makanan padat. Makanan padat tersebut tentunya bisa berupa nasi dan juga sayuran. Namun jika bayi sudah terlanjur diberi makan nasi dan juga lauk, maka Anda harus memperhatikan apakah bayi lahap memakan makanan tersebut ataukah cenderung memuntahkannya. Jika bayi memuntahkan makanan padat tersebut, maka bisa jadi bayi Anda belum terbiasa untuk menerima makanan padat. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mencoba menu tersebut, namun lebih lunak dan berikan dengan porsi yang sedikit.

Dalam memberi makanan padat pada bayi tentunya Anda harus benar-benar berhati-hati karena bisa jadi si kecil menderita alergi atau sakit pada perut. Kemungkinan besar faktor penyebabnya dikarenakan nasi dan lauk yang tidak cocok. Untuk sementara, lebih baik Anda menghentikan pemberian nasi dan juga lauk jenis tertentu. Langkah selanjutnya Anda bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan rekomendasi makanan yang sesuai dengan perut dan juga usus bayi.

Khusus untuk bayi yang mengalami alergai akan pemberian nasi dan juga lauk tertentu. Meskipun memang sangat sulit untuk mengetahui kondisi anak yang terkena alergi, namun tetap saja Anda harus melakukan pemeriksaan. Jika tidak terdapat masalah apapun pada sistem pencernaan anak, maka hal ini bsia menjadi indikasi dimana si kecil sudah dapat menerima jenis makanan padat dan sudah siap untuk mencerna berbagai jenis makanan padat tersebut.

Benarkah Nasi Bukan Makanan Padat Untuk Bayi?

Jika Anda menganggapnya seperti itu, maka sampai kapanpun Anda akan merasa khawatir jika harus memberi makan si kecil dengan menu makanan nasi. Memang nasi bukan makanan yang cocok untuk bayi yang berusia 6 bulan atau baru dikenalkan makanan. Terlepas dari hal tersebut, tentunya nasi menjadi salah satu menu makanan pada bayi yang sangat cocok untuk diberikan pada usia 10 bulan sampai 1 tahun.

Hal ini dikarenakan pada usia tersebut, sistem pencernaan bayi sudah lebih kuat dan bisa mencerna makanan dengan baik. Meskipun memang banyak bayi yang muntah dan juga sakit perut ketika diberi makanan nasi. Kondisi ini tentunya menjadi hal yang membingungkan bagi Anda dimana Anda harus mempertimbangkan kembali dalam memberi makanan pada si kecil. Namun, jika pada awalnya Anda memberi makanan lunak secara terus menerus pada bayi, maka dapat dipastikan perut bayi belum terbiasa untuk menerima makanan padat ini.

Seperti pada umumnya, nasi yang dimakan oleh orang dewasa memang seharusnya diberikan kepada bayi ketika sudah memasuki usia 10 dan juga 1 tahun. Usia ini memang baru diperbolehkan bayi mengenal makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Jika Anda sudah mulai ingin mengenalkan makanan padat, alangkah baiknya jika Anda memulai dengan makanan yang lunak dan pilihlah jenis makanan dengan tekstur yang bisa dilumatkan oleh mulut dan juga lidah bayi ketika belum memiliki gigi yang lengkap.

Hal ini jika makanan yang diberikan kepada bayi terlalu keras dan sulit untuk dilumatkan. Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan bayi sakit perut dan juga bermasalah pada sistem pencernaannya. Untuk itu, berikanlah MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada bayi sesuai dengan yang direkomendasikan. Terlepas dari anggapan nasi tidak cocok untuk bayi memang dilihat dari usia bayi tersebut.

Risiko Lebih Awal Memberi Makanan Padat Pada Bayi

Dalam memberikan makanan padat tentu sudah dijelaskan bahwa harus sesuai dengan usia bayi. Apakah usia bayi sudah mampu mencerna makanan padat ataukah belum. Hal ini dikarenakan jika perut bayi belum siap untuk menerima makanan padat, maka akan berdampak buruk pada kesehatan tubuhnya. Beberapa faktor risiko di bawah ini bisa saja terjadi dimana Anda memberi makanan padat pada bayi sebelum waktunya.

Risiko Malnutrisi Lebih Besar

Ketika memberikan makanan padat pada bayi sebelum waktunya, maka dapat menyebabkan bayi mengalami kekurangan dan kelebihan zat gizi. Hal ini tentunya berhubungan dengan kebutuhan gizi dan juga nutrisi pada bayi. Jika bayi sudah diberi makanan padat sebelum waktunya, tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dikarenakan asupan kalori yang berlebih.

Menurut Kelly Scanlon seorang peneliti di Center of Disease Control Bagian Gizi, Aktivitas Fisik dan Obesitas. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya akan memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit kronis yakni penyakit celiac, kegemukan dan juga diabetes. Selain kelebihan gizi dan juga nutrisi, kekurangan gizi juga bisa menjadi faktor risiko ketika bayi diberi makanan padat sebelum waktunya.

Inilah yang menjadi alasan mengapa bayi tidak disarankan untuk menerima jenis makanan padat sebelum waktunya. Selain itu akan menyebabkan bayi mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi dari ASI menjadi lebih singkat. Tentu kondisi ini sangat disayangkan  dimana ASI yang didapatkan sebagai antibodi justru diberikan sesingkat mungkin. Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan ibu menganggap bahwa bayi sudah kenyang ketika diberikan makanan padat sehingga bayi tidak lagi diberi ASI. Bagi bayi, ASI memang mengandung zat gizi yang memang sangat dibutuhkan baik pada kualitas dan juga kuantitasnya.

Refleks Yang Belum Sempurna

Bagi bayi yang diberi makanan padat tentunya ada kemungkinan si kecil menjadi tersendak. Kondisi ini tentunya berkaitan dengan kemampuan bayi dalam mengunyah dan juga menelan belum sempurna. Sehingga hal ini menyebabkan sistem pencernaan bayi belum sempurna dan akan mengalami masalah pada pencernaan. Jika masalah pencernaan bayi belum siap untuk menerima makanan padat, maka akan mengakibatkan bayi sakit perut, diare hingga infeksi pada saluran pencernaan. Terlebih lagi jika Anda memberikan makanan pada bayi sembarangan dan tidak dijaga kebersihannya.

Antibodi Bayi Belum Sempurna

Selain refleks yang belum sempurna, bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya juga akan sangat rentan terkena infeksi. Hal ini dikarenakan pencernaan bayi masih sangat sensitif sehingga bayi sangat mudah terkena infeksi. Selain itu, jika Anda memberi bayi makanan padat sebelum waktunya, maka antibodi bayi belum terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini menyebabkan bayi sangat sulit untuk menangkal virus dan juga bakteri yang kemungkinan masuk ke dalam sistem pencernaan melalui makanan padat yang diberikan.

Bayi Mengalami Alergi Terhadap Makanan

Jika bayi diberikan makanan padat sebelum waktunya, maka kemungkinan besar bayi bayi mengalami alergi makanan akan lebih besar. Hal ini dikarenakan sel-sel yang ada di sekitar usus bayi memang belum siap dalam menghadapi unsur-unsur makanan dan zat makanan yang dikonsumsinya. Dalam hal ini makanan dapat menimbulkan reaksi imunitas tubuh sehingga peluang bayi untuk mengalami alergi terhadap  makanan memang lebih mudah.

Pada umumnya, produksi antibodi dan juga penutupan usus akan berlangsung dalam usia sekitar 6 bulan. Sedangkan, jika Anda memberi MPASI di bawah usia tersebut, maka dapat akan menyebabkan pencernaan bayi terkejut dan mengakibatkan bayi mengalami alergi terhadap makanan. Pemberian ASI secara eksklusif akan menyebabkan zat antibodi dapat masuk langsung melalui alliran darah bayi dan juga melapisi organ pencernaan bayi dengan sangat baik. Maka dari itu, berikanlah makanan padat pada bayi sesuai dengan usianya.

Kuman Dapat Masuk Lebih Besar

Sistem imunitas bayi pada usia 6 bulan ke bawah memang belum terbentuk secara sempurna. Ketika Anda memutuskan untuk memberi makanan padat pada bayi sebelum waktunya, maka Anda membuka kesempatan untuk kuman dan juga bakteri masuk ke dalam tubuh si kecil. Jika sudah begini, maka kuman dan bakteri akan tumbuh pada tubuh si kecil sehingga menyebabkan si kecil mudah sakit.

Berbagai penelitian tentunya mengungkapkan bahwa bayi yang mendapatkan makanan sebelum usia 6 bulan cenderung mengalami diare, sembelit, demam, batuk dan pilek. Dengan memberi ASI eksklusif, maka dapat dipastikan bayi akan mengalami sistem kekebalan tubuh yang berkurang serta dapat melindungi tubuh bayi dari berbagai sumber penyakit. ASI eksklusif ini tentunya dapat melindungi si kecil dari kekurangan zat besi, gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh bayi.

Manfaat Nasi Untuk Bayi

Seperti yang kita tahu bahwa nasi atau beras ialahs alah satu sumber karbohidrat yang paling penting dan juga utama terutama pada orang-orang yang hidup di iklim tropis. Selain kandungan karbohidrat di dalamnya, nasi juga mengandung vitamin B seperti niasin, tiamin, zat besai dan juga asam folat. Selain nasi, sumber karbohidrat lain yang tidak kalah pentingnya ialah kentang.

Kentang merupakan sumber karbohidrat alternatif bagi orang Indonesia. Selain karbohidrat, kentang juga mengandung serat dan juga kalium yang cukup besar. Kandungan yang ada pada nasi dan juga kentang memang sama-sama mengandung karbohidrat. Akan tetapi, berbagai kandungan zat lain tentu berbeda. Kentang bisa menjadi alternatif bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat sebagai pengganti nasi.

Ketika balita tentunya bayi sudah diharuskan untuk mengenal makanan padat terutama kandungan karbohidrat. Selain itu, anak juga diharuskan untuk mengenal jenis makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Pastikan balita terpenuhi akan kebutuhan gizi dan juga nutrisinya mulai dari lemak, serat, karbohidrat, vitamin dan juga mineral.

Berikut ini beberapa manfaat nasi untuk bayi, diantaranya:

– Sebagai sumber karbohidrat yang sangat baik untuk kebutuhan gizi dan nutrisi bayi

– Sebagai sumber energi yang sangat penting untuk membuat tubuh lebih kuat

– Mendukung pertumbuhan manusia dari bayi hingga berusia tua

– Sebagai pencegahan kanker

– Meningkatkan mood dengan baik

– Nasi tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol

– Nasi kaya akan vitamin

– Nasi dapat mengobati disentri

– Nasi sangat baik untuk tulang bayi

– Nasi sangat baik untuk pertumbuhan gigi bayi

– Sumber antioksidan yang sangat baik

– Nasi baik untuk sistem pencernaan

Meskipun memang nasi memiliki manfaat yang sangat banyak, namun tetap saja jika diberikan pada bayi, Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu akan porsi dan juga teksturnya. Hal ini karena sistem pencernaan bayi sangat berbeda dengan orang dewasa. Itulah beberapa polemik mengenai bolehkah bayi makan nasi serta makanan anak 1 tahun. Semoga bermanfaat!

Loading...