Kiat Mengatur Waktu Saat Punya Bayi Agar Ibu Tak Kerepotan

Kiat Mengatur Waktu Saat Punya Bayi Agar Ibu Tak Kerepotan – Siapa sih yang tidak gembira saat punya seorang anak dalam kehidupan rumah tangga yang dibina bersama dengan pasangan? Ya, kehadiran seorang anak adalah anugerah dari Tuhan yang dititipkan kepada pasangan suami istri yang telah menanti-nanti momen yang satu ini. Anda dan semua pasangan suami istri di dunia tentu sepakat bahwa salah satu tujuan dari pernikahan adalah kehadiran seorang buah hati untuk meneruskan garis keturunan anda dan pasangan.

Momen-momen awal pernikahan dan menanti-nanti dua garis merah pada saat pengujian tes kehamilan seringkali menjadi momen yang mendebarkan. Dan pada akhirnya ketika anda pertama kali dinyatakan mengandung tentu ini menjadi kabar yang mengharukan sekaligus menggembirakan.

Sembilan bulan berlalu dan kini si kecil hadir dalam pelukan bunda dan ayah. Namun rupanya setelah beberapa saat punya bayi seringkali si ibu kerepotan dalam membagi waktu dalam kesehariannya. Meski sudah berusaha mati-matian untuk bergerak dengan cepat namun tetap saja ada banyak hal yang terlewat dan ini seringkali membuat ibu merasa kecewa dengan dirinya sendiri.

Kiat Mengatur Waktu Saat Punya Bayi Agar Ibu Tak Kerepotan

Ya, management waktu setelah punya anak memang seringkali menjadi hal yang terlupakan namun ini menjadi hal yang sekaligus paling penting dalam kehidupan seorang ibu. Sebab sebagai seorang ibu sekaligus seorang istri, kita memainkan banyak peran. Mulai dari mengurus anak, membersihkan rumah dan peran menjadi istri untuk senantiasa melayani suami.

Kesibukan yang berubah drastis ini seringkali membuat ibu kebingungan dan keteteran. Akibatnya saat salah satu perannya tak terpenuhi dengan baik seringkali ibu merasa kecewa dan menyalahkan dirinya sendiri. Nah, untuk membantu ibu mengatasi permasalahan seperti ini di bawah ini mari kita simak kiat mengatur waktu saat punya bayi agar ibu tak kerepotan.

Buat Susunan Rencana

Banyaknya pekerjaan dan kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang ibu dalam satu waktu seringkali membuat mereka keteteran dengan banyaknya aktivitas yang harus diselesaikan. Tak jarang hal ini seringkali membuat ibu mudah mengalami stress dan kelelahan yang besar. Meski ibu merasa sudah sangat maksimal dan bergerak dengan sangat gesit untuk menunaikan banyak peran di dalam rumah tangganya. Namun tetap saja, ada beberapa hal yang seringkali terlewat dan hal tersebut biasanya hal yang penting.

Alhasil tidak sedikit ibu yang seringkali merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak mampu menyelesaikan hal tersebut dengan baik. Nah, daripada anda membebani diri anda dengan kesibukan yang tidak teratur akan lebih baik jika mulai memasukkan semua kegiatan yang harus anda kerjakan ke dalam sebuah susunan rencana.

Anda bisa menulisnya dalam jurnal atau mungkin buku harian anda. Tuliskan satu per satu kegiatan dari mulai anda bangun sampai anda tidur lagi di malam hari. Rincian ini akan memudahkan anda untuk mengetahui apa saja yang harus anda kerjakan secara tersusun.

Selain itu, susunan ini pun akan memudahkan anda memilah mana kegiatan yang harus didahulukan dan mana kegiatan yang bisa ditunda untuk kemudian dikerjakan esok hari. Sehingga ibu tidak akan merasa seperti setiap harinya bekerja-bekerja dan bekerja.

Catat pula target atau rencana kegiatan penting seperti mengantar bayi ke posyandu, imunisasi si kecil, jadwal memberikan makan atau susu sampai dengan waktu untuk melakukan hobi anda. Sebab bagaimanapun ibu berhak untuk punya waktu melakukan sesuatu yang ibu senangi. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari stress yang mungkin terjadi karena tekanan menjadi seorang ibu sekaligus istri terutama anda yang baru pertama kali mengalami hal ini akan terasa sangat berat di awal-awal.

Menguraikan Kegiatan Esok Hari

Jangan hanya menulis susunan acara untuk satu hari saja. Namun kegiatan esok hari pun perlu untuk anda uraikan dengan baik. Tujuannya adalah agar anda tidak melupakan beberapa rencana yang memang sudah anda buat sebelumnya. Tentukan apakah terdapat agenda yang perlu didahulukan, dibatalkan atau mungkin ditunda sampai hari berikutnya.

Susunan rencana semacam ini akan penting untuk memudahkan anda mengetahui kapan jadwal sibuk anda dan di waktu mana anda bisa punya waktu bersantai. Karena merasa sibuk terus menerus dengan apa yang anda kerjakan akan tentu membuat ibu mudah mengalami stres. Padahal jiwa ibu yang punya bayi haruslah sehat agar kegiatan merawat bayi bisa berjalan dengan lancar dan juga menyenangkan.

Selain itu, jangan pula terlalu sibuk dengan segala kegiatan lain yang harus anda kerjakan. Ibu harus punya waktu yang cukup untuk berinteraksi bersama dengan si kecil dan menikmati waktu-waktu berkuliatas berdua agar tumbuh kembang si kecil serta perkembangan mentalnya pun terjaga dengan baik.

Berbagi Tugas Bersama dengan Pasangan

Pada sebagian besar kasus ibu kesulitan mengatur waktu ketika punya bayi adalah karena semua tugasnya dilakukan seorang diri. Padahal, energi fisik dan mental yang anda miliki tidak akan cukup untuk melakukan semua aktivitas tersebut tanpa adanya bantuan dari orang lain. Dalam hal ini ibu perlu melibatkan si ayah.

Cobalah diskusikan masalah pembagian pekerjaan rumah dengan si ayah. Namun hindari membandingkan banyaknya pekerjaan ibu dengan ayah sebab ini akan dapat membuat percecokan antara anda dan pasangan menjadi semakin memanas.

Cobalah sampai dengan lembut dan tawarkan bila ayah bisa berkontribusi apa saja dari semua daftar pekerjaan rumah yang harus ibu kerjakan. Baik itu, membersihkan rumah atau menjaga si kecil selagi ibu mengambil alih seluruh kegiatan rumah tangga.

Atau bila memang anda mampu untuk menggunakan jasa asisten rumah tangga maka ini akan lebih baik sehingga anda akan bisa lebih focus dalam mengurus dan menjaga buah hati anda. Sementara pekerjaan rumah dan kegiatan rumah tangga lainnya dibantu oleh asisten rumah tangga anda.

Jangan Terlalu Fokus Pada Aturan

Membuat susunan rencana kegiatan yang akan anda kerjakan memang menjadi hal penting yang harus anda lakukan agar anda tahu mana yang perlu didahulukan, ditunda atau bahkan dibatalkan dari sekian banyak kegiatan yang harus dikerjakan. Akan tetapi, hanya karena anda sudah membuat daftar rencana ini dan ditengah-tengah terjadi kegiatan tak terduga lantas anda tidak bisa menjadi fleksibel dengan semua ini.

Bagaimanapun kerasnya kita berencana akan sesuatu namun skenario yang Tuhan miliki jauh lebih misteri dari apa yang kita prediksi. Jadi demikian, jadilah fleksibel dan selalu siapkan rencana cadangan agar anda tak kerepotan pada saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dengan anda. Seperti halnya anak sakit, kunjungan dari saudara jauh dan lain sebagainya.

Biasanya beberapa hal diatas akan cukup menyita banyak waktu anda. Namun demikian, bukan berarti anda lantas menjadi kesal dengan keadaan dan merasa rencana anda sudah berantakan dan hancur begitu saja. Karena hal tersebut adalah hal yang wajar selanjutnya maka anda perlu memilah mana kegiatan yang perlu dilakukan selanjutnya.

Berpikir dengan Matang Sebelum Menerima Ajakan

Setelah punya bayi waktu kita memang menjadi sangat terbatas namun demikian bukan berarti anak anda membelenggu anda dan membuat anda menarik diri dari lingkungan. Bayi yang masih sangat kecil memang belum bisa diajak ke luar mengunjungi sembarang tempat karena ada banyak factor yang mungkin membuat tubuhnya belum siap dibawa ke tempat-tempat tertentu.

Jadi demikian, anda perlu berpikir dengan matang saat menerima undangan atau ajakan dari teman anda. Meski mungkin terdengar menyenangkan dan anda akan bisa ‘bernapas’ sejenak ketika menerima ajakan tersebut namun pikirkan kembali apakah si kecil akan bisa anda ajak bersama atau amankah bila anda meninggalkan si kecil bersama dengan orang lain?

Pemikiran seperti ini kini menjadi hal yang perlu anda perhatikan dengan baik karena anda sudah bukan lagi seorang gadis single yang bebas pergi kemana-mana. Ada tanggung jawab penuh diri anda terhadap anak yang anda lahirkan. Maka dari itu, jangan egois karena peran anda menjadi ibu yang terus terusan diikuti oleh si kecil kemana-mana tidak akan berlangsung lama. Sebab nantinya ada masanya anak anda sudah tidak ingin ikut anda kemana-mana.

Sempatkan Me Time

Kesibukan yang anda miliki setelah punya seorang bayi akan tentu menyita tenaga dan pikiran anda. Perubahan aktivitas dari seorang gadis yang bebas pergi kemana-mana dan jarang melakukan banyak kegiatan di rumah akan sangat anda rasakan ketika anda sudah punya seorang bayi dimana hari-hari anda akan terasa sangat sibuk.

Tanpa ‘pengalihan’ dengan melakukan kegiatan yang anda senangi maka kesibukan mengurus si buah hati akan terasa menjemukan dan mudah membuat anda stress. Untuknya, jangan terus menerus terjebak mengejar peran menjadi ibu yang sempurna dan menjalankan semuanya seorang diri. Tidak ada salahnya sesekali menyempatkan diri untuk punya waktu berkualitas untuk diri anda. Tak perlu lama, cukup 1 sampai 2 jam manfaatkan waktu tersebut untuk mengerjakan apa saja yang anda senangi.

Entah itu tidur atau mungkin pergi ke salon, nonton film di rumah bersama dengan si kecil dan lain sebagainya. Percayalah setelah anda menikmati waktu ini maka perasaan segar dan siap kembali mengurus si buah hati akan anda rasakan.

Jangan Terobsesi Menjadi Sempurna

Hanya karena ada satu atau dua kegiatan yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang sama anda lantas merasa kecewa dan menghakimi diri anda tidak cukup baik. Perasaan semacam ini malah akan terus menerus membuat anda mudah mengalami stress. Diri anda butuh penghargaan yang baik maka dari itu jangan terus menerus mengutuk.

Hindarkan pemikiran untuk menjadi sempurna karena pada dasarnya kesempurnaan hanya milik Tuhan semata. Anda tidak berdosa hanya karena tidak bisa mencuci pakaian si kecil hari ini karena kesibukan yang begitu banyak yang anda hadapi di hari tersebut. Tenanglah, masih ada hari esok yang mana anda bisa mengerjakannya di hari tersebut.

Loading...