Kenali Tanda Anak Kurang Gizi

Sebagai orangtua , penting untuk memberikan semua yang terbaik pada buah hati tercinta. Kenali tanda anak kurang gizi agar anda dapat mengatasi keadaan tersebut lebih dini.

Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan, anak membutuhkan nutrisi dan gizi yang cukup, sehingga tidak heran apabila ia membutuhkan gizi yang tinggi dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya. Akan tetapi, terkadang gizi anak tidak terpenuhi sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga akibatnya anak kekurangan gizi. Kasus kurang gizi pada anak itu sendiri sebenarnya sudah semakin berkurang di daerah perkotaan. Namun, khususnya di daerah yang masih belum terjamah oleh teknologi, kasus kurang gizi pada anak masih cukup banyak ditemukan.

Kurang gizi itu sendiri ialah keadaan sebagai dampak kebutuhan gizi anak yang tidak terpenuhi dalam waktu lama. Bahkan keadaan kurang gizi ini bisa terjadi semenjak anak berada dalam kandungan.
Akibat dari kurang gizi itu sendiri yaitu dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi, yang mana keadaan ini dapat berdampak pada kehidupan anak selanjutnya. Ketika anak mengalami kurang gizi, berat badan anak biasanya kurang, pendek, sangat kurus dan kekurangan mineral serta vitamin.
Kurang gizi itu sendiri dapat disebabkan karena nafsu makan anak yang kurang, ketersediaan makanan yang kurang, anak mengalami masalah sistem pencernaan dan lain sebagainya. Keadaan kurang gizi dapat semakin diperparah apabila anak sering menderita infeksi.

Cara Merangsang Otak Bayi

Ketahui tanda kurang gizi yang lainnya pada anak berdasarkan jenis vitamin dan mineral. Dengan mengetahui tanda kurang gizi pada anak, anda dapat mengatasinya lebih dini untuk mencegah berbagai risiko yang akan dialami oleh anak.

Tanda Anak Kurang Gizi

Kekurangan Zat Besi

Tanda yang ditunjukan anak ketika ia kekurangan zat besi yaitu terlihat pucat, kesulitan bernafas, lemah, tidak tahan terhadap suhu dingin atau bahkan sering rewel. Apabila anak kekurangan zat besi, maka akibatnya pertumbuhan dan kemampuan belajar anak akan mengalami hambatan.

Kekurangan Kalsium

Kurang gizi pada anak dapat terdeteksi ketika si kecil masih bayi. Apabila anak anda menunjukan beberapa tanda seperti misalkan sulit tidur, mengalami kejang, anggota badannya terlihat berkedut, sering rewel, serta detak jantung lemah, maka kemungkinan anak anda kekurangan kalsium.

Kekurangan Vitamin D

Anak membutuhkan vitamin D untuk proses pembentukan tulang. Jika anak mengalami kekurangan vitamin D, maka akan berdampak pada bentuk tulangnya. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan deformasi, dimana tulang anak berbentuk O atau X, betis anak melengkung, atau anak menderita rakhitis.

Kekurangan Vitamin C

Kekurangan vitamin C dapat dialami oleh semua usia, baik orang dewasa atau anak-anak. Pada orang dewasa, tanda paling umum kekurangan vitamin C yaitu sariawan. Apabila kurang vitamin C dialami oleh anak, maka tandanya bisa diikuti dengan luka yang tidak kunjung membaik, anak mudah lelah, atau rambut anak nampak kusut. Selain itu, tanda lainnya apabila anak kekurangan vitamin C yaitu depresi, seperti misalkan anak yang kehilangan semangat, sering murung atau bayi yang sering rewel.

Kekurangan Vitamin B9 (Asam Folat)

Ketika hamil, apabila ibu kekurangan asam folat, maka risiko ibu melahirkan bayi dengan anencephaly sangat tinggi. Anencephaly itu sendiri merupakan keadaan dimana perkembangan tengkorak kepala anak tidak maksimal. Gejala lainnya yang ditunjukan yaitu hidrocepalus.

Tanda anak kurang gizi dengan jenis asam folat ini di antaranya yaitu mengalami diare, kulit anak pucat, terjadi pembengkakan pada lidah dan anak mengalami sariawan.

Kekurangan Vitamin K

Bayi yang baru lahir memiliki risiko mengalami kekurangan vitamin K. Keadaan ini disebabkan karena dalam usus bayi baru lahir, jumlah bakteri yang dibutuhkan untuk menghasilkan vitamin K masih sedikit.

Apabila anak mengalami kekurangan vitamin K, maka beberapa tanda yang ditunjukan di antaranya yaitu munculnya memar di bagian kepala atau wajah, anak mengalami muntah, lebih rewel, mengalami pendarahan meskipun tidak terluka, kulit terlihat pucat atau bayi menjadi kuning.

Kekurangan Vitamin A

Ketika anak kekurangan vitamin A, maka tanda yang paling umum dialami anak yaitu mengalami gangguan penglihatan. Keluhan yang mungkin akan dialami oleh anak yaitu penglihatan yang semakin menurun ketika malam hari atau anak mengalami radang selaput mata.

Kekurangan Seng

Nafsu makan yang menurun, mudah sakit yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menurun merupakan tanda balita kekurangan seng. Jika anak anda mengalami keadaan ini sangat penting untuk segera mengatasinya. Pasalnya, jika keadaan ini dibiarkan akan menyebabkan risiko yang lainnya seperti misalkan rambut rontok, diare, berat badan menurun, penglihatan anak menurun ketika malam hari atau anak mengalami luka yang tidak kunjung sembuh.

Kekurangan Vitamin B1, B2, B3, B6, B12

Penyakit yang ditimbulkan apabila anak mengalami kekurangan vitamin B1 yaitu beriberi. Gejala yang muncul biasanya yaitu anak atau bayi sering menangis dengan nada yang tinggi dan disertai dengan muntah-muntah.

Sedangkan jika anak kekurangan vitamin B2, B12 dan B3, tandanya yaitu anak mengalami sakit tenggorokan, lidah anak menjadi bengkak, kulit di sudut bibir mengelupas dan bibir anak pecah-pecah. Jika anak anda sudah sekolah, dimana ia sering mengeluh karena sulit berkonsentrasi, maka bisa saja anak anda mengalami kurang vitamin B12

Apabila tanda-tanda di atas diikuti dengan diare, maka anda harus lebih mewaspadainya, karena bisa saja anak mengalami kekurangan vitamin B3. Akibat anak kekurangan semua jenis vitamin B, anak terlihat lebih murung, apabila masih bayi ia akan sering rewel tanpa sebab. Tanda kekurangan semua jenis vitamin B yaitu mengalami depresi.

Kekurangan Protein

Anak yang mengalami kurang gizi dari protein ditandai dengan perubahan warna rambut dan rambut menjadi kering, kulit kering, perut anak membesar, pertumbuhan menjadi melambat, berat badan anak menurun, luka yang tidak kunjung sembuh pada tubuh.

Kekurangan Asam Lemak

Tanda anak kekurangan asam lemak di antaranya yaitu, anak mudah mengantuk yang diikuti dengan diare, demam, nafsu makan menurun, pucat dan anak mengalami muntah-muntah.

Kekurangan Yodium

Apabila anak mengalami pembesaran kelenjar tiroid atau yang lebih sering disebut dengan gondok, pertumbuhan fisik anak yang lambat, maka itu tandanya anak mengalami kurang gizi jenis yodium. Pada tingkat lanjut, keadaan ini dapat menyebabkan keterbelakangan mental pada anak.

Tips Mencegah Kurang Gizi Pada Anak

Kurang gizi pada anak dapat dicegah, dimana pencegahan kurang gizi pada anak yaitu dengan memenuhi semua gizi sesuai dengan yang dibutuhkan anak. Karena sedang dalam masa pertumbuhan, anak membutuhkan gizi yang cukup tinggi. Penting memberikan makanan mengandung gizi seimbang pada anak anda. Menjaga kesehatan anak dan memantau pertumbuhan, serta perkembangan anak adalah hal yang perlu anda lakukan.

Demikian beberapa tanda kurang gizi pada anak berdasarkan dengan jenisnya. Apabila anak mengalami tanda-tanda seperti yang sudah dijelaskan di atas, maka anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk benar-benar memastikan penyebabnya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *