Penting Diketahui, Inilah Bahaya Bayi Tidur Bersama Orangtua

Meskipun dapat memperkuat ikatan antara ibu dan bayi, serta memudahkan ibu ketika menyusui di malam hari, tetapi tidur satu ranjang dengan bayi dapat menimbulkan bahaya. Penting mengetahui bahaya bayi tidur bersama orangtua.

Anak merupakan segalanya untuk orangtua. Untuk memastikan keamanan anaknya, terlebih lagi jika anaknya masih usia bayi, tentu orangtua akan selalu berada di dekatnya, termasuk ketika malam hari. Saat malam hari, tidak sedikit orangtua yang memutuskan menidurkan bayinya satu ranjang dengan mereka. Selain untuk alasan keamanan, hal tersebut juga dilakukan karena rasa sayang yang begitu besar pada buah hatinya.

Apabila si kecil tidur satu ranjang dengan orangtua, mereka akan merasa lebih aman. Padahal faktanya, menurut dokter tidur satu ranjang dengan bayi justru berbahaya.

Bahaya Bayi Tidur Bersama Orangtua

Para pakar tidak menyarankan orangtua untuk tidur bersama dengan bayinya pada ranjang yag sama, terlebih lagi saat tiga bulan awal kehidupan bayi. Selain itu, orangtua disarankan untuk tidak tidur bersama dengan bayinya apabila bayi lahir dengan berat badan rendah atau lahir kurang bulan/prematur. Pasalnya keterampilan motorik, serta kekuatan ototnya belum terbentuk dengan sempurna sehingga si kecil akan mengalami kesulitan ketika menghindari ancaman bahaya.

Bahaya Bayi Tidur Bersama Orangtua

Meningkatkan Risiko SIDS

Sudden infant death syndrome (SIDS), diketahui menjadi penyebab kematian utama pada bayi berusia 1 sampai 12 bulan.

Sudden infant death syndrome (SIDS) merupakan sindrom kematian mendadak pada bayi di bawa usia 1 tahun, dimana hasil otopsi tidak menunjukan adanya penyebab kematian yang jelas. Diketahui, hampir semua SIDS terjadi tanpa adanya gejala ketika bayi tidur.

Berdasarkan para pakar menyatakan, bahwa bayi yang tidur bersama dengan orangtua atau orang dewasa memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pada sistem pernafasannya. Selain itu, bayi juga memungkinkan merasa kepanasan, kepalanya tertutup, dan ia kembali mengirup udara yang dikeluarkan. Dimana hal itu semua merupakan beberapa faktor pemicu SIDS pada bayi. Tidak hanya itu, beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko SIDS pada bayi di antaranya adalah seperti berikut ini:

  • Bayi yang tidur satu ranjang dengan orangtuanya dan ia ditempatkan di antara orangtuanya atau di tengah-tengah.
  • Orangtua yang baru saja atau memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman keras atau obat-obatan.
    Orangtua merasa lelah, akibatnya mereka kehilangan kewaspadaan terhadap keselamatan bayi.
  • Bayi tidur bersama dengan orangtuanya atau orang dewasa dengan menggunakan selimut dan bantal.
    Orangtua, baik ayah atau ibu yang memiliki kebiasaan merokok.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah SIDS atau sindorm kematian mendadak di antarnya yaitu menidurkan bayi pada posisi telentang dengan ruang yang cukup untuk bergerak, memastikan bayi tidak mengalami kepanasan dan menghindari paparan asap rokok.

Risiko Mengalami Masalah di Tempat Tidur

Menidurkan bayi di tempat tidur orang dewasa agar bisa tidur bersama-sama dapat berbahaya karena bayi bisa mengalami masalah di tempat tidur dari segi keamanan. Perlu diketahui, tempat tidur orang dewasa tidak dirancang khusus untuk bayi, sehingga keamanannya kurang diperhatikan dan berisiko membuat bayi terjebak di antara kasur dan tembok apabila bayi ditidurkan di sisi, terjatuh dari kasur, mengalami sesak nafas, terjepit atau mengalami mati lemas.

Selain di ranjang, tidur di sofa bersama dengan bayi justru dampaknya akan semakin buruk lagi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menyatakan, tidur di sofa bersama bayi secara signifikan dapat meningkatkan risiko SIDS atau sindrom kematian mendadak.

Orangtua Sulit Tidur

Selain karena keamanan bayi, tidur bersama dengan bayi dalam satu ranjang membuat orangtua terus waspada sepanjang malam untuk memastikan keamanannya agar si kecil tidak tersakiti tanpa disengaja. Apabila terus seperti ini, maka anda tidak akan mendapatkan kuantitas dan kualitas tidur malam. Bahkan anda tidak akan memiliki stamina yang cukup untuk merawat dan mengasuh si kecil ketika esok harinya.

Selain itu, membiasakan si kecil tidur satu ranjang dengan orangtua, akan membuat si kecil ketergantungan. Ia akan mengalami kesulitan tidur jika tidak tidur di samping orangtuanya.

Tips Tidur Aman Bersama dengan Bayi

Sebenarnya tidur bersama dengan bayi pun memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu untuk meningkatkan hubungan antara ibu dan anak. Tidak hanya itu, ketika malam hari ibu akan menjadi lebih mudah untuk menyusui si kecil.

Beberapa bayi harus tidur dengan orangtuanya, khususnya ibunya karena ia memiliki kesulitan dalam membiasakan tidur sendiri setelah selama sembilan bulan berada dalam kandungan sang ibu. Akan tetapi, beberapa bayi yang lainnya justru merasa tidak nyaman apabila harus tidur bersama dengan orangtuanya. Mereka cenderung rewel dan gelisah kerana mereka tidak memiliki ruang gerak yang cukup. Jika seperti itu, maka anda tidak harus memaksakan bayi untuk tidur bersama pada satu ranjang.

Namun, apabila anda tetap ingin tidur bersama dengan si kecil, beberapa tips aman seperti di bawah ini dapat anda lakukan.

  • Jika anda memutuskan menidurkan bayi dengan alasan untuk keamanan atau agar selalu berada dekat dengannya ketika malam hari, maka anda bisa tetap tidur dalam kamar yang sama namun dengan tempat tidur yang berbeda. Tidur berdekatan dengan bayi, meskipun tidak tidur satu ranjang, tetapi orangtua dan bayi tetap ada dalam jarak sensorik di antara satu sama lainnya. Artinya, anda dan si kecil bisa tetap melihat, menyentuh atau mencium aroma tubuhnya.
  • Anda bisa meletakan boks bayi anda menempel di samping tempat tidur agar anda dan si kecil tetap bisa merasakan kedekatan antara satu sama lainnya. Serta ibu akan menjadi lebih mudah ketika menyusui bayinya.
  • Cobalah untuk memilih tempat tidur bayi yang rendah, serta kasur yang tidak terlalu empuk. Anda harus memastikan jika boks atau tempat tidur bayi dirancang khusus sesuai dengan kriteria keamanan bayi.
  • Sebagai upaya untuk menghindari risiko mati lemas, maka anda harus menjauhkan bayi anda dari bantal.
  • Tidurkan bayi anda dalam posisi telentang.
  • Jangan simpan benda-benda lembut pada tempat tidur bayi anda seperti misalkan selimut lembut, boneka atau lain sebagainya. benda-benda seperti itu hanya akan meningkatkan risiko SIDS pada bayi.

Jika Tetap Harus Tidur Satu Ranjang

  • Apabila harus tetap tidur satu ranjang dengan bayi, maka beberapa hal seperti berikut ini perlu anda perhatikan:
  • Pastikan celah di antara kasur dan dinding rapat. Anda bisa menutup celah tersebut dengan menggunakan bantal. Guna keamanan, anda dapat memberikan alas di lantai dekat kasur. Alasi lantai dengan karpet lembut atau bantal. Pastikan seprai terpasang dengan benar untuk menghindari risiko seprai menutup wajah bayi anda.
  • Hindari menidurkan bayi anda di pangkuan atau di atas dada anda.
  • Hindari tidur bersama dengan bayi di sofa.
  • Jangan tidurkan bayi dengan kakak atau anak balita pada satu tempat tidur.
  • Jangan tidurkan bayi di dekat tirai. Ini dilakukan untuk menghindari risiko bayi terjerat oleh tirai.
  • Posisikan bayi tidur di samping ibu, hindari meletakan bayi di antara ayah dan ibu.
    Hindari menggunakan kasur yang memiliki ukuran berbeda dengan ranjang karena akan meningkatkan risiko bayi terjepit.
  • Tetap kontrol bayi anda ketika tidur, terlebih lagi jika bayi anda masih berusia 0-6 bulan. Hal ini dilakukan untuk memastikan sistem pernafasan bayi tidak terganggu.

Dengan demikian, sebaiknya anda membiasakan untuk tidak tidur satu ranjang dengan bayi dan membiarkan bayi tidur di tempat tidurnya sendiri demi keamanan dan kenyamanan bayi. Anda tidak perlu memposisikan tempat tidur bayi berjauhan, yang terpenting anda dan bayi tidak berada pada tempat tidur yang sama.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *