Tips Menyiasati Gizi Ibu Menyusui Saat Puasa

Tips Menyiasati Gizi Ibu Menyusui Saat Puasa – Selama bulan Ramadhan, umat muslim yang ada di penjuru dunia akan menjalankan ibadah puasa. Semua orang sangat antusias menyambut bulan suci ini. Nah, ibu menyusui sebenarnya boleh tidak ikut berpuasa. Hanya saja, sebagian ibu merasa berat harus meninggalkan ibadah di bulan Ramadhan ini. Anda jangan khawatir, ibu menyusui tetap bisa ikut berpuasa yang terpenting kebutuhan nutrisi harian dapat dipenuhi dengan baik. Agar kualitas ASI tetap baik meskipun sedang berpuasa, anda harus bisa menyiasati asupan gizi. Yuk simak tipsnya berikut ini.

Gizi Ibu Menyusui Saat Puasa

Baca juga : Tips Sahur Untuk Ibu Menyusui

Tips Menyiasati Gizi Ibu Menyusui Saat Puasa

Ketika ibu menyusui akan berpuasa, hal penting yang harus diperhatikan yaitu tetap memenuhi asupan gizi dengan baik. Ketika menjalankan puasa, maka ibu akan menahan haus dan lapar dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Pada waktu tersebut tubuh ibu tidak akan mendapatkan asupan makanan ataupun minuman apapun. Nah, untuk mengatur gizi ibu menyusui, berikut ini beberapa tips yang dapat anda perhatikan.

Mencatat Asupan Makanan

Supaya asupan gizi ibu menyusui tetap terpenuhi, anda bisa mencatat makanan apa saja yang dikonsumsi dan berapa kebutuhan kalori yang tubuh perlukan. Dengan mencatat asupan makanan yang anda konsumsi, maka anda dapat memperkirakan jumlah asupan gizi yang anda konsumsi, serta memperkirakan cadangan kalori dan nutrisi untuk menjalankan hari.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi dapat anda lakukan ketika makan sahur. Oleh karena itu, saat sahur pastikan anda mengonsumsi makanan yang baik dan sehat seperti bayam, brokoli, telur, katuk, ikan salmon, kacang merah dan daging tanpa kandungan lemak. Selain itu, anda juga bisa melengkapinya dengan suplemen vitamin D ketika sahur yang dipercaya bagus untuk ibu yang sedang menyusui.

Asupan Cairan Tubuh Harus Terpenuhi

Ibu menyusui yang akan melaksanakan ibadah puasa juga sebaiknya memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan ketika puasa. Tentunya dehidrasi menjadi kondisi yang berbahaya bagi ibu menyusui.

Apabila anda mengalami gejala dehidrasi seperti pusing, haus berlebih, lelah, lemas, mulut kering dan lain sebagainya, sebaiknya anda segera membatalkan puasa. Kemudian minum air atau cairan dengan kandungan elektrolit agar tubuh terhidrasi.

Ketika berbuka dan sahur disarankan untuk minum cukup cairan supaya puasa tetap berjalan dengan lancar. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mengganti cairan tubuh anda yang hilang selama puasa. Selain itu, pada saat sahur ibu menyusui juga disarankan untuk banyak minum.

Tidak hanya itu, mencegah dehidrasi saat puasa juga bisa dilakukan dengan cara manajemen kegiatan. Saat puasa sebaiknya anda menghindari aktivitas fisik yang berat sebelum buka puasa. Selama menjalankan puasa, ibu menyusui juga sebaiknya selalu ada di tempat yang sejuk dan teduh. Pastikan juga istirahat yang cukup. Dengan seperti itu, tubuh akan tetap sehat dan bugar.

Konsumsi Makanan dengan Kandungan Potasium, Zink dan Magnesium

Saat ibu menyusui ikut berpuasa, maka kandungan magnesium, potasium dan zink yang terdapat pada ASI disebut akan berkurang. Nah, untuk menyiasati kondisi ini anda harus selalu mengonsumsi makanan dengan kandungan ketiga nutrisi tersebut ketika sahur atau buka puasa.

Untuk ibu menyusui yang ikut berpuasa, penting untuk memahami kondisi tubuh ketika menyusui, serta apa saja yang diperlukan. Jika diperlukan, anda bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum ikut berpuasa.

Loading...