10 Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi Yang Wajib Diketahui

Diposting pada

Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi – Garam memang menjadi salah satu asupan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, begitu pula untuk anak Anda. Akan tetapi, ada hal yang perlu digarisbawahi yaitu kadar dan juga porsi garam yang dibutuhkan oleh anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Tentunya, akan ada dampak negatif yang bisa ditimbulkan jika anak kelebihan garam sebagai berikut!

Setiap menu makanan tentunya tidak lepas dari kandungan garam baik yang berjumlah banyak maupun sedikit. Bagaimanapun juga, garam memang memegang peranan yang cukup penting dalam tubuh manusia. Bagi anak-anak, asupan garam tentunya harus diperhatikan dengan sangat baik. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kesehatan tubuh si kecil.

Bagaimanapun juga, kebutuhan garam yang dibutuhkan oleh anak-anak dan juga orang dewasa sangatlah berbeda. Hal ini tentunya tidak terlepas dari berapa usia anak tersebut. Jangan sampai si kecil kelebihan kadar garam yang memang seharusnya karena akan mengakibatkan beberapa risiko penyakit, tidak terkecuali pada anak Anda.

Maka dari itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui kadar garam yang memang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Beberapa risiko dan juga dampak negatif tentunya akan muncul begitu saja jika kita memang tidak memiliki aturan yang teoat dalam konsumsi garam. Asupan garam yang diberikan kepada si kecil tentunya tergantung dari orang tuanya. Jika orang tuanya kerap memberikan makanan yang cukup asin, maka nantinya si kecil akan terbiasa mengonsumsi makanan asin tersebut. Sebaliknya, jika si kecil jarang diberikan makanan yang berasa, maka nantinya si kecil tidak akan susah untuk memakan makanan meski memiliki rasa yang hambar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda membatasi konsumsi garam untuk diberikan kepada si kecil. Baca juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk Yang Harus Anda Lakukan

Fakta Tentang Garam

dampak kelebihan garam pada bayi

Sebelum kita mengetahui berapa kadar garam yang dibutuhkan serta dampak negatif yang kemungkinan akan timbul jika anak terlalu banyak mengonsumsi garam. Akan lebih baik jika Anda mengenal terlebih dahulu fakta-fakta mengenai garam yang tentu tidak banyak orang yang tahu mengenai hal tersebut. Seperti yang kita tahu bahwa garam menjadi salah satu bumbu dapur yang memang paling dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dapat dikatakan bahwa garam menjadi salah satu inti dari hidangan masakan.

Seperti yang sering kita jumpai bahwa garam memiliki warna yang khas yaitu putih meskipun ada beberapa jenis garam yang berwarna putih kepink-pinkan. Garam dapat dikatakan sebagai suatu zat yang berbentuk kristal, padat serta berwarna putih karena hasil dari sulingan air laut.  Garam memang dihasilkan dengan cara mengeringkan air laut hingga mendapatkan kristal-kristal mineral.  Lihat juga: Penyebab Kaki X Pada Anak-Anak Serta Cara Mengatasinya

Berapa Kadar Garam Yang Dibutuhkan Oleh Anak

Setelah kita mengetahui fakta-fakta mengenai garam, kali ini kita akan dihadapkan pada berapa kadar garam yang sesungguhnya dibutuhkan oleh anak. Ketika masih bayi dan juga anak-anak memberikan garam menjadi salah satu hal yang harus benar-benar dipertimbangkan bagi Anda. Hal ini dikarenakan garam dapat berdampak buruk bagi kesehatan si kecil. Hal yang perlu Anda tahu bahwa bayi membutuhkan garam yang sangat sedikit pada menu harian mereka.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya ini menjadi hal yang cukup penting bagi Anda dimana memberikan garam menjadi pertimbangan yang cukup berarti. Untuk itu, memang Anda disarankan untuk memberikan garam pada anak dalam jumlah yang cukup sedikit dan tidak terlalu berlebihan dalam memberikannya pada si kecil. Berikut kadar garam yang dibutuhkan oleh bayi dan juga anak-anak:

– Dibawah 6 bulan: Sebelum si kecil berumur 6 bulan, anak hanya membutuhkan kandungan garam yang ada pada ASI ataupun susu formula saja. Maka dari itu, jangan sampai Anda memberikan MPASI bagi si kecil yang belum mencapai usia 6 bulan.

– Usia 6-12 bulan: Pada usia ini, si kecil hanya membutuhkan kurang dari 1 gram saja garam dalam sehari (kurang dari 0.4 gr sodium)

– Usia 1-3 tahun: Pada usia ini anak hanya membutuhkan 2 gram garam saja dalam sehari (0.8 gr sodium)

– Usia 4-6 tahun: Pada usia ini anak sudah membutuhkan garam sekitar 3 gram saja dalam sehari (1.2 gr sodium)

– Usia 7-10: Pada usia ini si kecil sudah dapat mengonsumsi garam sebanyak 5 gram dalam sehari (2 gr sodium)

– Usia 11 tahun ke atas: Pada usia ini si kecil sudah membutuhkan garam sebanyak 6 gr dalam sehari (2.4 gr sodium)

Pada bayi yang diberikan ASI tentunya asupan garam pada si kecil sudah dirasa cukup. Selain itu, bayi yang mengonsumsi susu formula juga mengandung garam yang kurang lebih sama dengan ASI yang diberikan oleh ibu.

Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi

dampak kelebihan garam pada bayi

Setelah kita mengetahui fakta-fakta mengenai garam dan juga kadar yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Tentunya, kita akan beranjak pada apa saja dampak kelebihan garam pada bayi. Bagi orang dewasa, menu makanan yang kurang garam memang akan terasa hambar. Akan tetapi, bagi anak di bawah 1 tahun, menu makanan tanpa garam memang sangat dianjurkan. Makanan bayi tanpa garam sebenarnya sudah dapat dinikmati oleh bayi karena indera pengecap bayi masih sangat sensitif.

Bayi sebenarnya belum membutuhkan asupan makanan yang sudah tercampur dengan garam. Namun, para orangtua seringkali menyiapkan menu makanan dengan menggunakan garam. Ternyata, menu makanan bayi yang mengandung garam dapat menyebabkan beberapa risiko dan juga dampak buruk pada bayi Anda. Beberapa risiko tersebut diantaranya:

Ginjal

Dampak buruk pertama yang kemungkinan menyerang bayi Anda ialah munculnya gejala penyakit ginjal. Menurut ahli gizi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) yaitu Leana Suniar menyebutkan bahwa anak di bawah satu tahun memiliki ginjal yang belum bekerja dengan sempurna. Ketika ia mengonsumsi garam secara berlebihan, tentunya ginjal akan berkerja sangat ekstra dalam menyaring kandungan mineral dan juga natrium yang ada di dalamnya. Hingga akhirnya jika terus bekerja, maka akan memicu pembengkakan pada ginjal.

Hipertensi

Selain orang dewasa, hipertensi juga bisa diderita oleh anak-anak. Anak yang sering mengonsumsi makanan yang mengandung garam tentunya dapat berpotensi lebih besar mengidap penyakit darah tinggi atau hipertensi. Penelitian mengungkapkan bahwa sejumlah anak yang berusia enam bulan akan mendapatkan banyak asupan garam serta memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang berdiet garam atau tidak terlalu sering mengonsumsi garam. Hal ini tentunya berkaitan dengan usia ketika ia dewasa.

Nafsu makan

Ketika bayi sudah mulai diberikan makanan dengan perasa asin dari garam. Tentunya, kondisi ini akan menyebabkan bayi sudah mulai memilih dan juga memilah makanan yang menurutnya enak. Cita rasa yang didapatkan dari garam pada menu makanan mereka tentunya akan menimbulkan persepsi kenikmatan pada pikiran mereka. Hal ini akan menyulitkan kita dalam memberikan menu makanan pada bayi karena anak cenderung memilih makanan tersebut. Mereka akan mulai tidak ingin makan sayuran karena seenak apapun sayuran di masak, maka tidak akan seenak menu makanan dari ikan dan juga daging.

Hal yang perlu Anda ingat bahwa bayi usia enam bulan tentunya masih membutuhkan asupan ASI sebagai asupan pokok. Sebenarnya, ASI sudah mengandung banyak gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh anak termasuk kandungan garam. Anak dapat diberikan makan jika usianya sudah mencapai usia satu tahun, namun tetap Anda harus memperhatikan jumlah yang diberikan kepada anak tersebut.

Retensi cairan

Garam natrium memang snagat erat kaitannya dengan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan garam memiliki sifat menyerap cairan. Jika mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih tentunya akan menyebabkan adanya cairan yang menumpuk pada tubuh Anda. Penumpukan cairan tentunya dapat terjadi pula pada pembuluh darah. Efeknya, ginjal akan merasakan kesulitan dalam mengeliminasi kadar garam. Jika sudah begini, tentunya cairan akan tetap tertahan dan menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Jantung

Selain menyebabkan hipertensi, mengonsumsi garam juag secara tidak langsung dapat menyebabkan anak terkena penyakit jantung. Hal ini tentunya disebabkan oleh meningkatnya potensi hipertensi pada tubuh anak. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan anak berpeluang besar terkena penyakit jantung. Terlebih jika anak ketika masih kecil sudah mendapatkan makanan dengan perasa yang cukup kuat. Namun, untuk kasus ini jarang kita temui secara pasti.

Stroke

Jika penyakit hipertensi sudah ada pada  si kecil, tidak menutup kemungkinan si kecil akan terkena penyakit stroke di usianya yang sudah lanjut. Hal ini dikarenakan penyakit hipertensi dan juga stroke memang sangat berkaitan. Risiko terkena stroke tentunya dapat diawali pada kebiasaan anak yang sering mengonsumsi makanan asin sejak kecil. Jika asupan makanan dengan garam yang berlebihan, maka akan menyebabkan penyakit stroke pada anak. Risiko terkena penyakit stroke tentunya dapat berkurang dengan mengurangi asupan garam 1 gram saja.

Gangguan Kardiovaskuler

Gangguan yang terjadi pada tubuh ini tentunya menjadi masalah yang cukup serius dan akan berkembang menjadi penyakit jantung lainnya. Hal ini dikarenakan asupan garam yang terlalu banyak dapat membuat tubuh mengalami penyumbatan pembuluh darah yang lebih serius. Pada awalnya, mungkin banyak yang berpikir bahwa anak Anda menderita penyakit hipertensi, akan tetapi darah tinggi tersebut akan berlanjut hingga menyebabkan gangguan kardiovaskuler.

Kerontokan Rambut

Asupan garam yang terlalu banyak tentunya dapat menyebabkan terjadinya kerontokan rambut secara berlebihan. Garam yang tidak terkontrol tentunya dapat mengakibatkan rambut akan beruban lebih awal jika dibandingkan dengan usia anak ketika menginjak remaja.

Dehidrasi

Selain adanya gangguan pada kardiovaskuler, anak yang sering mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih tentunya sangat rentan juga terkena dehidrasi. Hal ini tentunya banyak yang mengira bahwa tubuh yang dehidrasi dapat diatasi dengan garam untuk meningkatkan cairan pada tubuh seseorang. Akan tetapi, jika dalam jumlah yang berlebih, justru akan menimbulkan efek yang sebaliknya.

Hal ini dikarenakan kinerja garam memang sangat mirip, cairan akan ditarik dalam darah sehingga tubuh akan mengalami yang namanya dehidrasi. Jika berlebihan tentunya tidak akan terkendali dengan segera dan air akan ditarik keluar melalui proses yang dinamakan dengan osmosis. Maka dari itu, batasilah asupan garam yang masuk pada si kecil  mulai dari sekarang juga.

Gangguan pada saraf

Kepekaan saraf manusia tentunya dadpat didukung pula oleh adanya fungsi terhadap stimulan. Garam tentunya dapat bekerja sama dengan kalium dalam mempertahankan proses pengiriman rangsangan ke dalam serabut saraf. Ketika garam pada tubuh sudah mulai banyak dan kadar yang terlalu tinggi, maka terjadilah pembengkakan pada jaringan saraf. Jika penanangan tersebut tidak segera di atasi, maka akan menimbulkan damapk yang lebih parah yakni koma.

Tips Memberi Susu Pada Anak Tanpa Tambahan Garam

Susu memang menjadi sumber makanan utama bagi bayi. Sumber nutrisi yang lengkap ini dapat mendukung perkembangan saraf dan juga otak pada masa pertumbuhan. Hal ini dikarenakan susu mengandung lemak, vitamin D, kalsium, tidak terkecuali sodium. Meskipun memiliki kandungan yang cukup lengkap, namun tetap saja bahwa konsumsi susu pada anak harus ditakar agar tidak berlebihan.

Jika penambahan berat badan pada anak melebihi penambahan tinggi badan, maka alangkah baiknya Anda mengganti susu yang tinggi lemak dengan susu yang rendah lemak meski usia anak masih di bawah 2 tahun. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak para orang tua yang menambahkan garam pada susu formula untuk sekedar memberi rasa gurih pada susu tersebut. Namun, ternyata hal tersebut tidaklah dibenarkan. Anda lebih baik menghindari untuk menambahkan garam pada susu si kecil. Susu formula dan juga ASI memang sudah mengandung sodium dan juga garam sehingga Anda tidak perlu lagi memberikan tambahan garm terhadap susu yang biasa dikonsumsi oleh si kecil.

Menjaga asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh anak memang menjadi sebuah keharusan bagi Anda. Namun, tetap Anda harus mempertimbangkan dalam pemberian makanan tersebut. Itulah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengenai dampak kelebihan garam pada bayi. Semoga bermanfaat!

Loading...