20 Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk Berikut Faktanya

Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk – ASI yang baik tentunya memiliki beberapa tanda dan juga ciri-ciri yang tentunya sangat mudah untuk dikenali. ASI yang tidak baik tentunya bisa memberikan dampak yang buruk bagi bayi. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri kualitas ASI yang buruk seperti yang akan kami jelaskan pada poin di bawah ini!

ASI memang menjadi asupan yang paling penting bagi bayi. Bagaimanapun juga, ASI mengandung gizi dan juga nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi dalam mendukung pertumbuhan dan juga perkembangan bayi. Bayi yang sehat dengan imun tubuh yang kuat tentunya tidak dapat lepas dari asupan gizi dan juga nutrisi yang baik dari  ibunya. Namun, tetap saja Anda harus memperhatikan akan kualitas ASI yang masih baik dan juga tepat untuk bayi.

Banyak sekali anggapan bahwa memberikan ASI dengan kualitas yang buruk akan memberikan efek negatif bagi bayi. Sebagian besar efek yang ditimbulkan dari kualitas ASI yang buruk yakni dapat menyebabkan bayi mengalami kegemukan serta bisa membuat bayi mengalami diare dan juga sakit perut. Selain dari kegemukan, kualitas ASI yang buruk juga dapat menyebabkan bayi tidak mengalami penambahan berat badan.

Terlepas dari hal tersebut tentunya banyak sekali ibu yang lebih memilih untuk memberikan susu alternatif yakni susu formula. Hal tersebut tentunya masih menjadi anggapan yang mungkin kebenarannya belum diketahui. Akan tetapi, sebagai orang tua Anda menginginkan asupan gizi dan juga nutrisi yang baik bagi bayi. Inilah alasan yang paling kuat dimana Anda harus mengetahui kualitas ASI yang buruk  dengan mengenali beberapa ciri yang bisa Anda jadikan indikasi kualitas ASI. Baca juga: 15 Penyakit Yang Rentan Menyerang Bayi Baru Lahir

Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk

ciri-ciri kualitas asi yang buruk

Setelah wanita melahirkan tentunya tubuh telah dirancang untuk memproduksi ASI sebagai asupan makanan yang terbaik untuk bayinya. Keadaan tubuh seorang wanita yang sudah melahirkan tentunya sangat menentukan kualitas ASI. Hal ini tentunya berhubungan dengan kondisi tubuh yang sangat memprioritaskan akan produksi ASI. Meskipun Anda mengalami kurangnya asupan gizi dan juga nutrisi, namun tetap saja tubuh wanita yang sudah melahirkan akan tetap memproduksi ASI.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas ASI yang baik memang ikut menentukan pertumbuhan bayi. Banyak sekali bayi yang mengalami penurunan berat badan dikarenakan kualitas ASI buruk yang diberikan kepada bayi. Kondisi tersebut cepat atau lambat tentunya akan menyebabkan kualitas ASI menjadi sangat buruk dan awal dari indikasi gizi buruk.

Tubuh wanita tentunya akan dirancang untuk mengalihkan semua kandungan yang ada di dalam tubuh kepada janin dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Untuk itu, jenis makanan yang Anda makan tentunya ikut menentukan akan kualitas serta dampak untuk bayi. Berikut ini kami sajikan beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk untuk Anda kenali! Lihat juga: Ketahuilah Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

Warna

Ciri pertama yang bisa Anda ketahui yakni dari warna ASI. Namun, warna ASI tidak berhubungan dengan apa yang dikonsumsi oleh ibu. Seperti misalnya jika ibu mengonsumsi minuman yang bersoda, buahan-buahan dan juga desert yang memiliki warna yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan banyak anggapan dimana ketika ibu mengonsumsi makanan yang berwarna, maka akan berwarna juga pada ASI. Namun, jenis makanan tersebut tidak mempengaruhi warna pada ASI. Meskipun seorang ibu mengonsumsi makanan berwarna seperti hijau, rumput laut dan juga sayuran berwarna hijau tentunya tidak akan memberikan warna tersebut pada bayi.

Banyak kasus dimana ibu memiliki ASI yang berwarna hijau. Hal ini dikarenakan di dalam saluran pencernaan jenis makanan apapun akan diproses oleh usus halus. Sebagian besar masuk ke dalam pembuluh darah dan sebagaian lagi akan disalurkan pada ASI. Di dalam proses inilah dimana ASI berubah warna.

Dalam kasus ASI berwarna pink, kondisi ini tentunya dapat disebabkan oleh adanya darah di dalam ASI. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ibu yang mengalami puting yang berdarah ataupun puting yang lecet. Jika puting ibu lecet dan mengalami pendarahan, maka dapat dipastikan ibu mengalami ASI berwarna pink. Kondisi ini tentunya bukan hal yang sepele dimana Anda harus memeriksakan diri ke dokter atau klinik yang menyediakan perawatan pijat laktasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi. Darah yang ada di dalam ASI memang tidak berbahaya, namun jika ASI tidak juga membaik, maka segeralah konsultasikan ke dokter.

Aroma

Selain dari warna, tentunya yang menjadi indikasi dimana kualitas ASI buruk yakni dari aroma yang timbul. Jika Anda mendapati ASI berbau asam atau bau amis, maka dapat dipastikan ASI tersebut sangatlah buruk dan tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada bayi. ASI yang berbau amis tentunya berhubungan dengan bagaimana cara penyimpanan pada ASI tersebut, apakah sudah benar ataukah belum. Hal ini dikarenakan penyimpanan ASI yang kurang baik akan membuat ASI menjadi sangat cepat basi.

Tekstur ASI

Bila ASI disimpan di dalam freezer selama beberapa waktu, tentunya jika disentuh seperti tekstur pada sabun yakni lunak, asam dan juga bau tengik. Maka jangan diberikan kepada bayi karena tekstur ini menyebabkan kandungan enzim lipase di dalam ASI akan meningkat dalam jumlah yang cukup banyak dan sangat berlebihan. Lemak di dalam ASI tentunya akan dipecah oleh enzim setelah ASI diperah. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus sudah mengubah cara dalam menyimpan ASI tersebut. Meskipun pada umumnya tidak terlalu membahayakan bagi bayi, namun kita sebagai orang lebih menginginkan untuk memiliki kualitas ASI yang baik dan tidak berbahaya bagi bayi.

Rasa ASI

Selain dari tekstur yang ikut mempengaruhi dalam menentukan kualitas ASI, maka rasa yang ada pada ASI juga menjadi faktor untuk menentukan kualitas ASI. Jika rasa ASI sudah asam bahkan pahit, maka ini juga menjadi ciri-ciri kualitas ASI yang buruk. Jika Anda merasa bingung untuk mencari cara agar tidak mendapatkan ASI dengan kualitas yang buruk, maka hal yang harus Anda lakukan yakni setelah memerah ASI, Anda harus mendidihkan terlebih dahulu ASI tersebut sebelum di simpan di dalam freezer. Hal ini bertujuan agar lipase dapat berhenti bekerja sehingga proses pada lemak dapat terhenti.

Perubahan struktur lemak

ASI yang beku tentunya akan Anda cairkan dengan cara didihkan atau direndam di dalam air panas. Tidak dapat dipungkiri ketika ASI dicairkan akan menghasilkan aroma dan juga tekstur seperti sabun. Kondisi inilah dimana adanya perubahan struktur pada lemak. Hal ini terjadi dikarenakan perubahan suhu yang mendadak yakni dingin menjadi panas atau hangat. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan bagi Anda untuk memanaskan ASI secara langsung atau membekukan kembali dalam keadaan masih panas.

Penting sangat kita untuk mengetahui kualitas ASI. Kita tentunya sering menemukan dimana ASI memiliki dua lapisan yakni lapisan atas dan juga lapisan bawah. Lapisan atas akan lebih kental dibandingkan dengan lapisan bawah. Jika Anda mendapati kondisi ASI seperti ini tentunya bukan berarti ASI tersebut bayi karena lapisan yang kental ini mengandung banyak lemak. Untuk itu, Anda bisa mengocok ASI secara perlahan hingga larutan homogen bisa kembali.

Fakta Tentang ASI

Selain dari ASI yang berkualitas, tentunya kita juga disarankan untuk mengetahui fakta-fakta dari ASI. Untuk memberikan asupan ASI kepada si kecil, kita juga perlu memgetahui jumlah ASI yang baik diberikan kepada bayi.  Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI termasuk ke dalam salah satu hal ajaib dan juga unik. Berikut ini fakta-fakta seputar ASI yang sangat menakjubkan diantaranya:

Mengandung dua jenis protein

Fakta selanjutnya tentang ASI dimana ASI mengandung dua jenis protein yang disebut dengan kasein dan juga whey. Protein ini tentunya menjadi salah satu asupan gizi dan juga nutrisi untuk bayi dalam mendukung tumbuh kembang. Kadar protein whey yang lebih banyak tentunya akan memiliki kemampuan dalam melawan infeksi. Jika Anda menggunakan susu formula, maka pastikan Anda untuk memilih kandungan protein yang sama dengan dua jenis protein yang ada di dalam ASI. Jika tidak, maka dimungkinkan bayi akan mengalami risiko dan juga mendapatkan kesulitan untuk mencerna susu.

ASI tidak bisa diduplikasi

Fakta selanjutnya bahwa ASI akan selalu berubah warna dan tidak bisa diduplikasi. Hal ini tentunya tidak ada ibu yang memiliki ASI yang sama. Seperti contohnya ASI yang diambil dari satu wanita tidak akan sama dengan wanita lainnya meskipun diambil dalam waktu dan hari yang sama. Untuk itu, tidak ada cara apapun untuk menduplikasi ASI.

ASI mengandung vitamin yang Anda minum

Banyak yang beranggapan bahwa susu formula lebih baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin. Namun, anggapan ini salah besar dimana ASI lebih banyak mengandung vitamin yang siap untuk si kecil. Vitamin ini tentunya didapatkan dari vitamin yang Anda minum sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI memang lebih baik dari susu formula. Inilah yang menjadi alasan mengapa seorang ibu menyusui harus banyak memakan makanan sehat dan juga vitamin seperti vitamin A, D, E, C, K, niacin, riboflavin dan juga panthothenicacid. Jika Anda sering meminum vitamin yang memang bermanfaat bagi bayi, tentunya akan mudah tersalurkan dalam bentuk ASI.

Hati-hati alkohol ada di ASI

Apapun yang Anda minum tentunya akan langsung tersalurkan pada si kecil melalui ASI. Seperti halnya jika Anda keranjingan dalam mengonsumsi alkohol. Kandungan alkohol yang Anda minum tentunya akan ada di dalam ASI seperti misalnya aliran darah. Alkohol yang Anda minum tentunya akan langsung ada di dalam ASI sehingga tidak heran jika bayi juga menyusu alkohol.

ASI menurunkan obesitas pada bayi

Fakta selanjutnya yakni ASI dipercaya dapat menurunkan risiko obesitas pada bayi. Seperti sebuah penelitian yang dilakukan pada anak usia prasekolah dimana telah membuktikan bahwa bayi yang menyusui dengan menggunakan botol atau dot akan memicu kebiasaan makan lebih tinggi. Pada anak yang menyusu pada dot atau botol akan membuat mereka tidak mengetahui kapan merasa kenyang sehingga ia akan cenderung terus makan.

ASI memiliki warna yang berbeda

Fakta ini sunggung mencengangkan dimana susu memiliki warna yang berbeda. Jika pada umumnya kita melihat ASI memiliki warna yang putih bersih, namun tidak menutup kemungkinan ASI akan mengalami perubahan warna yakni menjadi warna pelangi. Warna ini memang muncul pada ASI sebagai warna yang alami. selain dari warna alami, mengonsumsi obat-obatan juga akan berdampak pada perubahan warna ASI.

Konsistensi ASI tidak pernah sama

Dalam hal konsistensi, ASI tentunya memiliki tingkat konsistensi yang kurang dimana ASI tidak pernah sama baik dalam warna, tekstur dan juga kekentalannya. ASI yang mungkin Anda lihat tentunya memiliki banyak air dimana memang difungsikan untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Jika ASI sudah keluar, maka kandungan lemak di dalamnya akan terus meningkat sepanjang sesi menyusui.

Jika Anda memerah setelah menyusui, maka volume ASI akan menjadi lebih rendah dengan tekstur seperti krim. Semakin lamanya waktu untuk memerah ASI, maka tingkat lemak pada ASI semakin rendah. Jika Anda sedang berusaha untuk meningkatkan produksi ASI, maka cara yang paling cocok untuk solusi tersebut yaitu memerahnya dengan menggunakan pompa. Hal ini dikarenakan ASI memang dirancang sebagai salah satu makanan bagi bayi. Maka, tekstur ASI tidak akan terlalu encer, berlemak dan juga tidak akan terlihat seperti susu formula.

Payudara akan selalu memproduksi ASI

Tidak heran jika ibu yang sedang menyusui akan selalu memiliki stok. Inilah yang menyebabkan payudara selalu memproduksi ASI. Faktanya bahwa payudara akan selalu memproduksi ASI sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi dalam artian tidak lebih dan juga tidak kurang. Ketika susu diberikan kepada bayi, meskipun sudah kosong. Maka, payudara akan kembali memproduksi ASI dan payudara akan kembali penuh.

Produksi ASI membutuhkan air

Tidak heran jika wanita yang menyusui akan sering merasa kehausan. Hal ini dikarenakan produksi ASI membutuhkan unsur air. Untuk itu, dianjurkan untuk ibu menyusui agar selalu minum air sebanyak mungkin.

ASI dapat meningkatkan IQ

IQ anak yang tinggi tentunya tidak bisa lepas dari ASI yang ia dapatkan ketika bayi. Hal ini dikarenakan ASI akan meningkatkan IQ pada bayi bahkan hingga mencapai 8 poin lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang tidak menyusu. Kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI akan membantu perkembangan otak dan juga kemampuan mental si kecil serta memiliki sifat membangun pada perkembangan bayi.

Komposisi ASI berbeda setiap harinya

ASI tentunya dibagi ke dalam beberapa bagian diantaranya susu mature, susu transisi dan juga susu kolostrum. Ketiga jenis ASI tersebut tentunya memiliki perbedaan dalam komposisi dan juga kandungannya. Susu kolostrum ini dapat dikatakan sebagai sebuah obat dimana hanya memiliki jumlah yang cukup sedikit. Para ibu akan merasa kebingungan  karena menganggap ASI tidak keluar, padahal bayi menyusu ASI dalam jumlah yang sangat sedikit.

Susu kolostrum ini tentunya memiliki jumlah yang tidak banyak dimana rata-rata ASI cuma 30 cc dalam 24 jam. Ketika bayi meminum susu kolostrum tentunya jangan dianggap remeh karena  di dalam satu tetes susu kolostrum mengandung sekitar 1 juta antibodi. Namun, tidak banyak orang tua yang mengetahui akan kandungan yang terdapat di dalam kolostrum sehingga menganggapnya sepele dan bahkan diganti dengan susu formula.

Untuk susu transisi yakni sebagai salah satu jenis susu yang berfungsi sebagai penghantar sebelum susu mature. Jadi, jenis susu ini berfungsi untuk menyiapkan sistem pencernaan bayi dalam mengolah susu mature. Hal ini memang sangat diperlukan untuk mengolah susu mature yakni jenis susu yang padat untuk memenuhi kebutuhan harian bayi dan mendukung tumbuh kembang dengan baik. Waktu yang dibutuhkan untuk kandungan ASI tentunya tidak sama. Intinya sekitar 5-10 menit pertama susu yang dkeluar dinamakan dengan fore milk yang bersifat lebih cair. Sedangkan di atas 10 menit akan terdapat susu hind milk yakni susu yang mengandung komposisi yang cukup kental karena kaya akan protein, karbohidrat dan juga lemak.

ASI memberikan rasa aman pada bayi

Selain dari komposisi ASI yang berbeda-beda, fakta selanjutnya yakni dimana ASI bisa memberikan rasa yang aman bagi bayi. Hal ini tentunya dapat Anda rasakan dimana bayi akan merasakan ketenangan ketika menyusui ASI. Hal ini tentunya mengingatkan ketika ia berada di dalam kandungan. Selain itu, ASi juga menjadi sebuah medium untuk mendekatkan batin ibu dengan bayi ketika menyusui. Tidak heran jika bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sering berada di pelukan ibu karena itulah ia akan merasa disayangi, dicintai dan juga aman.

ASI memberikan imun bagi bayi

Fakta selanjutnya mungkin sudah banyak diketahui oleh sebagian besar orang. ASI memang tidak bisa lepas dari ketahanan tubuh bayi ketika mendapatkan ASI. Dalam hal ini bayi telah dibekali dengan daya tahan tubuh ketika masih berada di dalam kandungan. Jika ketika lahir bayi dilanjutkan dengan pemberian ASI, maka hal ini akan merangsang pusat daya tahan tubuh bayi demi mendapatkan sistem imunitas tubuh bayi agar lebih meningkat. Maka, Anda sebagai seorang ibu alangkah baiknya untuk memberikan si kecil ASI eksklusif agar imunitas tubuh bayi menjadi lebih aktif.

Komposisi ASI berbeda pada bayi normal dan prematur

Komposisi ASI pada ibu yang satu dengan yang lainnya tentunya berbeda-beda. Kondisi ini juga dapat terjadi pada ibu yang melahirkan dengan normal atau prematur. Ibu yang melahirkan anak prematur tentu produksi ASI masih diperuntukkan untuk bayi yang prematur. Sedangkan ibu yang melahirkan anak normal tentu memiliki komposisi ASI yang lebih banyak. Hal ini juga bisa berlaku dimana seorang ibu A menyusui anak dari ibu B. Sedangkan si ibu A tidak memiliki imunitas tubuh yang kuat. Maka jika anak si ibu A disusui oleh ibu B, maka secara langsung anak ibu A tidak akan terlindungi jika terkena virus dan juga bakteri.

Alasan Mengapa Bayi Mengalami Gangguan Pertumbuhan

Kita tentunya sering melihat sebagian besar bayi yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu. Pada umumnya, bayi yang mengalami pertumbuhan dapat disebabkan oleh asupan gizi dan juga nutrisi pada bayi tersebut. Pada ibu yang memberikan ASi eksklusif, pada dasarnya tidak akan mengalami gangguan pada pertumbuhan seperti misalnya penurunan berat badan yang tidak kunjung naik dan justru menurun seiring berjalannya waktu.

Jika buah hati Anda mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, maka penting bagi Anda untuk mengetahui apa penyebab dari pertumbuhan yang terganggu. Hal ini tidak lepas juga dari beberapa faktor dimana berat badan bayi tidak kunjung juga naik. Berikut ini beberapa penyebab dimana bayi mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, diantaranya:

Adanya infeksi

Infeksi yang terjadi pada Anda tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap sistem imunitas tubuh bayi. Jika pada dasarnya bayi harus memiliki sistem imun tubuh yang kuat, namun hal ini berbeda ketika Anda mengalami infeksi. Seorang ibu yang mengalami infeksi tentunya kemungkinan besar akan menurunkan virus dan juga bakteri sehingga imunitas tubuh bayi menjadi terganggu juga.

Frekuensi menyusu yang kurang

Ketika memberikan ASI kepada bayi tentunya janganlah sekali-kali menjadwalkan pemberian ASI. Hal ini dikarenakan bayi harus mendapatkan ASI eksklusif dimana tidak ada waktu tertentu untuk memberikan ASI. Kurangnya frekuensi dalam memberikan ASI pada bayi tentunya memiliki pengaruh buruk pada tumbuh kembang bayi. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan bayi mengalami kekurangan sehingga berdampak pada status gizi si kecil.

Jumlah ASI berkurang

Kuantitas ASI tentunya menjadi salah satu penyebab dimana bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan juga berat badan yang tidak bertambah. Hal ini dikarenakan semakin jarangnya bayi menyusui maka produksi ASI juga akan semakin berkurang. Tidak heran jika produksi ASI pada ibu juga ikut berkurang dikarenakan tidak ada rangsangan apapun. Hal ini hisapan dari mulut bayi juga dapat merangsang tubuh ibu untuk tetap menghasilkan jumlah ASI yang cukup banyak.

Terjadinya masalah pada saluran pencernaan

Pada bayi yang memiliki sistem pencernaan yang terganggu, maka perut bayi tidak bisa menyerap semua kandungan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalam ASI. Kondisi inilah yang menyebabkan berat badan tidak mengalami penambahan.

Beberapa masalah mengapa bayi mengalami penurunan berat badan dan juga cenderung menurun memang tidak bisa lepas dari kualitas ASI yang ia dapatkan. Hal ini tentu sangat penting untuk tetap menjaga kualitas ASI tetap baik dan terjaga. Demikianlah beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk serta fakta-fakta tentang ASI yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Loading...