10 Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI Yang Dapat Anda Deteksi Lebih Dini

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI – Bayi baru lahir yang mengalami kurang ASI tentuya bisa saja terjadi. Hal ini tentunya menyebabkan beberapa dampak yang nantinya menghambat tumbuh kembang bayi. Untuk itu kami sajikan beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda deteksi untuk mencegah hal tersebut. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Bayi yang sehat tentunya memiliki kecukupan gizi dan juga nutrisi yang tentunya ia dapatkan dari ASI. Bayi memang tumbuh dan juga berkembang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan bayi memang dapat dilihat dari nutrisi dan juga gizi yang ia dapatkan dari ibunya. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi tentunya ini menjadi salah satu faktor mengapa tumbuh kembang bayi terhambat.

Cara yang paling tepat bagi Anda dalam memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi ialah dengan memberikannya ASI terutama dari 0-6 bulan yang disebut dengan pemberian ASI eksklusif. Tentu kita semua tahu bahwa ASI memang menjadi salah satu sumber makananbayi yang wajib ia dapatkan. Karena ASI mengandung banyak sekali gizi dan juga nutrisi di dalamnya. Namun, ada juga beberapa orang tua yang bahkan tidak memberikan ASInya kepada bayi karena beberapa faktor.

Tidak sedikit juga bayi yang mengalami kekurangan ASI seiring dengan pertumbuhan dan juga perkembangannya. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui bahwa ternyata bayi mereka mengalami yang namanya kekurangan ASI. Lantas, apa saja ciri-ciri bayi kurang ASI? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini! Baca juga: Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI

ciri-ciri bayi kurang asi

Tentunya, tidak sedikit orang tua yang tidak memberikan ASI kepada buah hatinya yang mungkin dikarenakan beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar, gangguan pada payudara bahkan ibu yang tidak ingin menyusui anaknya secara langsung. Beberapa faktor tersebut tentunya menyebabkan bayi kekurangan ASI. Jika sudah begitu tentunya ini menjadi salah satu masalah yang cukup serius dimana bayi akan mengalami beberapa gangguan pada perkembangannya.

Tentunya, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal mengenai bayi yang kekurangan ASI. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimanapun juga bayi yang kekurangan ASI bisa menyebabkan bayi tumbuh tidak sehat dan juga masalah kesehatan yang terganggu. Berikut ini beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda ketahui untuk mendeteksi bayi Anda, diantaranya:

Lihat juga: Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi Berikut Bahayanya

Dehidrasi

Ciri pertama yang bisa Anda deteksi jika bayi kekurangan ASI tentunya ia akan mengalami yang namanya dehidrasi. Dalam hal ini ASI memang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh bayi. Dapat dikatakan bahwa ASI merupakan salah satu sumber makanan sekaligus minuman bagi bayi. Jelas saja, jika bayi kekurangan ASI, maka akan berakibat fatal yakni bayi kekurangan ASI. Munmgkin awalnya bayi akan rewel, lama-kelamaan ia akan lemas akibat dehidrasi yang terjadi padanya. Kondisi ini tentunya akan terus berlanjut hingga membahayakan nyawa bayi. Itulah mengapa Anda sebagai orang tua harus mengetahui mengenai ciri-ciri bayi kurang ASI

Kurang Gizi

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang mengalami kekurangan ASI akan juga mengalami kekurangan gizi. Hal ini dikarenakan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI tidak dapat diserap oleh bayi karena memnag bayi kekurangan ASI. Seperti yang kita tahu bahwa ASI memang mengandung gizi, nutrisi dan juga vitamin yang tentu sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi.

Selain itu, ASI juga menjadi salah satu produk alami yang diproduksi oleh ibu sehingga sangat aman dan juga bebas dari pengawet. Maka dari itu, tidak heran jika bayi pada usia 0-6 bulan ini harsu mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya agar gizi dan juga nutrisi dapat dengan mudah terserap. Namun, jika pemenuhan ASI pada bayi tersebut tidak sesuai, maka akan menyebabkan suplai gizi dan juga nutrisi bayi yang terganggu. Hal ini tentunya mengakibatkan kebutuhan bayi tidak terpenuhi sehingga bayi akan mengalami yang namanya kekurangan gizi. Akibat buruk yang akan timbul tentunya bayi akan mengalami gizi buruk.

Diare

Ciri selanjutnya yang bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda kekurangan ASI ialah bayi akan mengalami diare. Diare memang sering terjadi pada bayi, namun kondisi ini tentunya bisa menjadi indikasi bahwa bayi Anda kekurangan ASI. Kondisi ini pada awalnya disebabkan oleh susu formula yang tidak cocok dengan perut bayi. Sehingga bisa menyebabkan bayi terkena diare. Utuk beberapa kasus tentunya bayi akan mengalami intoleransi laktosa susu dimana bisa menyebabkan tinja bayi menjadi lembek dan juga diare. Dalam kondisi ini penting bagi Anda untuk mengatasi atau mengobati diare yang terjadi pada bayi Anda.

Bayi Kuning

Tentunya, kita sering mendapati keadaan tubuh bayi yang kuning. Ini tentunya bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi akan mengalami yang namanya kekurangan ASI. Pada bayi yang baru lahir tentunya beberapa fungsi organ seperti hati belum bekerja secara maksimal. Dalam keadaan ini tentunya bayi akan mengalami kuning (ikterik) dikarenakan sistem metabolisme bilirubin pada tubuh bayi belum sempurna.

Warna kuning pada tubuh bayi memang dapat dibagi menjadi kondisi yang normal dan juag abnormal. Hal ini tentunya tubuh bayi yang kuning bisa disebabkan oleh kurangnya suplai ASI dari ibunya sehingga secara perlahan tubuh bayi akan menguning. Ciri bayi kuning tentunya bisa dilihat dari kulit bayi bahkan sampai bagian mata bayi. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk meningkatkan pemberian ASI ketika bayi dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan gejala kuning pada bayi.

Mudah Sakit

Bayi yang kekurangan asupan ASI tentunya memiliki daya tahan tubuh yang buruk dimana ia akan mudah sekali sakit. Hal ini dikarenakan sistem imun tubuh bayi tidak sekuat bayi yang diberikan bayi secara eksklusif. Dalam hal ini tentunya ASI memiliki peran yakni sebagai antioksidan dan juga pertahanan daya tahan tubuh bayi. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi makanan tentunya daya tahan tubuh bayi menjadi sangat terganggu. Dampak buruk yang bisa terjadi dari bayi yang mengalami kekurangan ASI ialah mudah sekali mengalami sakit seperti diare, deman dan juga batuk pilek. Ketika bayi Anda sakit tentunya pemberian ASI justru harus dilakukan agar tetap terpenuhi dan mempercepat pertumbuhan dan juga perkembangan bayi.

Badan Kurus

Ciri yang paling mudah dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah badan bayi akan cenderung kurus. Badan bayi kurus tentunya disebabkan oleh kurangnya pemenuhan gizi dan juga nutrisi yang memang seharusnya ia dapatkan dari ASI. Jika bayi kekurangan gizi tentunya tubuh akan mengambil cadangan dari sel-sel tubuh dengan membakar lemak dan juga otot tubuh. Maka dari itu, jika kondisi ini terus terjadi, maka bayi akan semakin kurus hingga tulang rusuk bayipun akan terlihat akibat kekurangan gizi yang cukup berat.

Kejang

Pada beberapa kasus bayi yang kekruangan ASI tentunya bayi akan mengalami kejang. Hal ini dikarenakan sistem metabolisme bayi dan juga kerja kelistrikan pada otak memang membutuhkan suplai oksigen dan juga glukosa supaya saraf-saraf pada otak bisa tetap terjaga. Jika bayi mengalami kekurangan ASI tentunya ini menjadi salah satu risiko yang mungkin bisa bayi Anda alami seperti tanda mulut mencucu dan juga anggota tubuh yang kaku.

Suhu Tubuh Bayi Meningkat

Pada bayi yang kekurangan ASI tentunya akan mengalami yang namanya suhu tubuh bayi yang meningkat. Hal ini dikarenakan bayi akan mengalami yang namanya dehidrasi sehingga akan mengalami kenaikan suhu tubuh seperti demam. Pada umumnya, suhu tubuh bayi tidak terlalu naik secara signifikan, namun tentunya suhu tubuh bayi yang meningkat akan menyebabkan demam pada bayi yang terus menerus.

Bayi Gelisah

Ciri selanjutnya yang menjadi tanda bahwa bayi mengalami kekurangan ASI ialah bayi akan cenderung merasa gelisah. Kondisi ini tentunya akan ditandai dengan bayi yang mudah rewel. Bayi akan terus rewel dan juga menangis karena merasa lapar. Maka, segeralah berikan bayi Anda ASI agar tidak terus menerus gelisah dan juga rewel.

Bayi Jarang BAB

Tanda selanjutnya yang bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah bayi akan jarang buang air besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami kekurangan ASI. Jika bayi kekurangan ASI, secara otomatis bayi akan jarang buang air besar karena tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Dampak buruknya, produksi tinja bayi tidak ada sehingga tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Kurangnya asupan makanan dan juga minuman tentunya bisa memperlambat produksi tinja sehingga tidak secepatnya dibuang. Akibat yang akan timbul tentunya bayi akan jarang BAB dibandingkan biasanya.

Bayi Kurang BAK

Bayi yang mengalami kekurangan ASI tentunya akan menyebabkan tubuh bayi yang kekurangan cairan dan juga dehidrasi. Jika tubuh kekurangan cairan, maka secara otomatis organ tubuh tidak akan memproduksi urin sehingga tidak ada urin yang harus dibuang. Padahal kita tahu bahwa sisaracun di dalam tubuh akibat dari proses metabolisme harus dibuang karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan bayi Anda. Jika bayi kekurangan cairan, maka produksi urin akan pekat dan juga menurun sehingga bayi akan jarang buang air kecil.

Cara Mengatasi Bayi Kurang ASI

Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa bayi yang kekurangan ASI tentunya bisa memiliki dampak yang buruk. Beberapa bayi mungkin saja akan mengalami dampak buruk yang timbul dari kurangnya asupan ASI. Bayi yang kekurangan ASI tentunya bukan tanpas ebab melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi sulit untuk menyusui.

Menyusui memang terlihat sangat mudah, namun ternyata ibu harus berjuang untuk membujuk si kecil supaya bisa menyusui dengan mudah. Banyak permasalahan yang bisa timbul dimana beberapa ibu akan merasa kurang percaya diri ketika memberikan ASI kepada si kecil, terutama pada bayi baru lahir. Hal ini tentunya disebabkan oleh bayi yang cenderung lebih suka tidur dibandingkan dengan menyusu. Dengan kondisi ini tentunya, ini menjadi tugas bagi Anda untuk menemukan cara mengatasi bayi kurang ASI diantaranya:

Pelajari Pola Tidur Bayi

Beberapa bayi mungkin jarang menyusu dikarenakan bayiyang cenderung tidur sehingga tidak ada keinginan untuk menyusu. Hal ini tentunya bisa Anda atasi dengan mempelajari pola tidur bayi. Pada beberapa bayi tentunya ia akan tidur hingga 16 jam dalam sehari. Akan tetapi, pada waktu yang normal mereka akan memiliki beberapa pola yang mungkin bayi akan tumbuh dan juga berkembang dengan sehat.

Untuk itu, usahakan Anda menyusui bayi setidaknya 2-3 jam sekali dan usahakan juga memberikan ASI pada bayi baru lahir meskipun ia sedang tertidur dan bangunkanlah si kecil. Hal ini memang sangat penting agar kita dapat mencegah si kecil dari dehidrasi ataupun kekurangan gizi dan juga nutrisi.

Biarkan Bayi Terjaga Ketika Sedang Menyusu

Ketika bayi sedang menyusu tentunya ini menjadi momen yang paling tepat bagi Anda untuk memberikan gizi dan juga nutrisi serta memperat kasih sayang antara ibu dan juga anak. Setelah seorang ibu bersusah payah untuk mengatur jadwal untuk menyusui, hal ini tentunya belum berakhir karena bayi harus tetap terjaga ketika diberikan ASI.

Jarangnya bayi menyusu tentunya ini sangat penting bayi Anda agar bayi tetap ingin menyusui. Cobalah untuk menggelitik kakinya sampai ia terbangun. Jika cara ini tidak berhasil, maka sentuhlah dengan lembut bagian kepala, telinga dan juga wajahnya. Setelah bangun, maka tetaplah susui bayi dan usahakan sebelum memberikan ASI, Anda bisa memijat terlebih dahulu payudara agar ASI mengalir dengan deras.

Perhatikan Cairan Yang Masuk Dan Keluar

Dengan mengetahui cairan yang masuk ataupun keluar tentunya ini bisa menjadi cara yang paling tepat bagi Anda untuk mengetahui apakah si kecil terpenuhi asupan gizi dan juga nutrisinya ataukah tidak. Dalam hal ini tentunya Anda bisa melihat apakah ASI yang masuk ke dalam perut bayi hampir seimbang dengan cairan yang keluar baik dalam bentuk bab maupun bak. Hal ini tentunya untuk mengetahui mengenai sistem pencernaan dan juga penyerapan gizi.

Jika air kencing dan juga fese keluar sedikit, tentunya si kecil membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak lagi. Dalam hal ini tentunya berat badan bayi yang ideal bisa memiliki pengaruh pada sistem imunitas tubuh bayi serta pertumbuhan dan juga perkembangan bayi menjadi lebih baik lagi. Bagaimanapun juga, menyusui bayi yang malas dapat dikatakan sebagai tantangan tersendiri bagi Anda sebagai orang tuanya. Dalam hal ini dukungan suami juga bisa sangat penting untuk menjaga agar ibu memberikan ASI yang lebih optimal.

Jadwal Makan

Pada umumnya, bayi akan minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari. Namun, tidak disarankan pula untuk membuat jadwal menyusui bayi karena pada nantinya bayi Anda akan memintanya atau memberikan kode ketika ia lapar. Akan tetapi, Anda sebagai orang tua harus peka dimana ketika bayi memberikan kode, Anda harus bergegas untuk memberikannya ASI. Hal ini jika Anda tidak segera memberikan ASI, maka bayi akan tertidur kembali sebelum diberikan ASI.

Tentunya memang sangat penting bagi Anda untuk memberikan ASI dan juga mengatur pemberian ASI agar bayi Anda tetap mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Selain itu, jika asupan gizi dan juga nutrisi bayi terpenuhi, maka sedikitnya Anda akan mencegah dari kondisi bayi yang kekurangan ASI. Demikianlah beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI  serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Loading...