Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi Berikut Bahayanya

Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi – Kejadian mengenai bayi yang menelan air ketuban tentu bsia saja terjadi dan bahkan memang banyak terjadi. Hal ini tentunya membuat Anda sebagai orang tua akan khawatir akibat apa yang ditimbulkan dari air ketuban yang terminum oleh bayi. Di bawah ini kami sajikan beberapa cara mengobati air ketuban yang terminum oleh bayi!

Seperti yang kita tahu bahwa air ketuban memnag menjadi salah satu bagian dari kehamilan yang paling penting bagi bayi. Ketika bayi masih di dalam rahim tentunya membutuhkan satu cairan amnion yang berfungsi untuk melindungi bayi dari goncangand dan juga bahaya lainnya. Air ketuban memang sangat diperlukan untuk menjaga bayi di dalam kandungan. Untuk itu, cairan ini memang sangat penting sehingga kita sebisa mungkin harus menjaga cairan ini tetap stabil.

Dapat dipastikan jika jumlah cairan di dalam janin tersebut berkurang, maka bisa membahayakan bayi di dalam kandungan. Kondisi yang berbahaya bagi bayi juga terjadi ketika bayi kelebihan cairan ketuban. Meskipun memang pada dasarnya bayi akan meminum air ketuban dan juga membuang urin. Namun, jika kehamilan sudah memasuki usia 40 minggu, tentunya ada risiko bayi keracunan air ketuban. Dampak yang ditimbulkan dari bayi yang meminum air ketuban terlalu banyak tentunya akan memiliki sindrom aspirasi mekonium dan ini memang berdampak buruk bagi perkembangan janin di dalam kandungan.  Untuk itu, berikut kami sajikan beberapa fakta, cara mengobati air ketuban yang terminum oleh bayi setelah dilahirkan serta bahaya yang akan timbul. Yuk kita simak berikut ini! Baca juga: 8 Cara Agar Anak Tidak Makan Junk Food Serta Pengaruh Buruknya Terhadap Perkembangan Anak

Fakta Mengenai Air Ketuban

cara ,engobati air ketuban yang terminum oleh bayi cara ,engobati air ketuban yang terminum oleh bayi

Tentunya sebelum kita mengetahui bagaimana cara untuk mengobati air ketuban yang terminum oleh bayi. ALangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu mengenai air ketuban. Seperti yang kita tahu bahwa air ketuban ialah salah satu cairan yang dikenal dengan istilah amnion yakni cairan yang berada pada selaput dari janin. Dalam hal ini air ketuban tentunya berperan penting dalam pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Berikut ini beberapa fakta yang harus Anda ketahui mengenai fakta-fakta dari air ketuban, diantaranya:

– Air ketuban dapat mencegah terjadinya kekeringan yang terjadi pada tali pusat sehingga menyebabkan terhambatnya aliran oksigen pada janin

– Air ketuban dapat membuat janin bsia bergerak dengan sangat bebas

– Air ketuban juga bisa membuat cadangan dan juga sumber nutrisi sementara

– Air ketuban dapat membantu sistem pencernaan pada janin

– Air ketuban tentunya bisa berfungsi sebagai incubator pada janin

– Air ketuban dapat mengembangkan sistem pernafasan pada bayi sehingga janin bisa berkembang dengan sangat baik

– Air ketuban sebagai perlindungan janin dari bahaya yang mungkin terjadi dari luar seperti goncangan sehingga mengurangi risiko keguguran

Lihat juga: Perhatikan Pola Makan Bayi Usia 6 Bulan Agar Tumbuh Dengan Baik

Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Bayi

Bagaimanapun juga proses persalinan ialah salah satu proses yang banyak ditunggu-tunggu oleh setiap wanita. Pasalnya, ketika proses kelahiran tersebuh sudah terlewati, maka Anda akan merasa bahagia dengan hadirnya si mungil di hidup kita. Setiap orang tentunya menginginkan suatu proses persalinan yang lancar. Namun tentunya tidak semua orang bisa menghadapi proses persalinan ini dengan lancar. Untuk itu, Anda harus benar-benar menjaga proses persalinan agar tetap lancar.

Beberapa kondisi yang sering terjadi ketika proses persalinan ialah bayi yang keracunan atau meminum air ketuban. Tentunya, ini menjadi salah satu kondisi dimana Anda harus benar-benar mengkhawatirkan akan kondisi tersebut. Bagaimanapun juga, jika air ketuban terminum, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh bati. Jika bayi sudah terlanjur meminum atau keracunan air ketuban, tentunya ada beberapa cara dan juga tips untuk mengobati bayi yang keracunan air ketuban seperti yang akan kami jelaskan di bawah ini:

Pemeriksaan Setelah Lahir

Cara pertama yang dianggap sebagai cara yang paling tepat ialah pemeriksaan bayi setelah dilahirkan. Setelah ibu melewati fase pembukaan ketika melahirkan dan bisa berhasil pada tahap pembukaan ke 10. Tentunya, ini menjadi salah satu alasan mengapa Anda harus melakukan pemeriksaan dengan teliti kepada bayi. Terlebih jika seorang ibu yang mengandung lebih dari 40 minggu, maka akan memiliki dampak yang buruk dimana ketuban sudah sangat sedikit dan akan berubah menjadi racun.

Bagaimanapun juga air ketuban yang masuk ke dalam perut bayi bisa masuk ke paru-paru sehingga menyebabkan bayi sesak nafas akibat kekurangan oksigen. Ketika bayi dilahirkan, maka dokter akan melakukan serangkaian tes apakah air ketuban tersebut masuk ke dalam perut bayi ataukah tidak. Jika memang positif, tentunya dokter akan melakukan penyedotan yang dilakukan oleh alat khusus melalui hidung dan juga mulut bayi. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui detak jantung bayi, otot bayi dan juga refleks bayi. Cara pertama ini memang sangat diperlukan untuk mendeteksi lebih dini mengenai apakah air ketuban tersebut terminum oleh bayi ataukah tidak.

Memberi Oksigen

Setelah bayi dilahirkan tentunya dokter akan melakukan pemberian oksigen pada bayi. Jika penyedotan sudah dilakukan pada bayi tentunya dokter akan memberikan masker khusus yang dilakukan pada bagian hidung dan juga mulut agar bayi mendapatkan oksigen yang cukup. Jika kondisi bayi bertambah buruk, maka dokter akan memasang sebuah alat pemberi tekanan oksigen dengan menggunakan CPAP yang juga sering dilakukan untuk menangani bayi asfiksia setelah bayi dilahirkan.

Penghisapan atau Suction

Meksipun memang kondisi bayi berbeda pasca meminum air ketuban. Namun, ada juga beberapa bayi yang tidak memerlukan penangan yang khusus. Tentu saja kondisi ini menyebabkan kekhawatiran pada Anda sebagai orang tua. Untuk itu, jika ketuban yang diminum oleh bayi sudah bercampur dengan mekonium, maka bisa menyebabkan bayi tidak menangis setelah dilahirkan. Untuk itu, dokter akan melakukan penghisapan kotoran dan juga cairan sampai ke bagian trakea. Langkah ini tentunya untuk mencegah paru-paru bayi yang tiba-tiba berhenti berfungsi.

Intubasi dan Ventilator

Langkah selanjutnya yang biasa digunakan untuk menyedot air ketuban pada paru-paru bayi tentunya akan dilakukan tindakan intubasi dan juga ventilator. Langkah ini tentunya bisa membantu bayi mendapatkan oksigen yang cukup baik. Langkah ini tentunya dilakukan dengan cara menempatkan sebuah tabung dari mulut bayi ke bagian saluran udara. Tabung ini tentunya bisa menghubungkan ventilator yang akan mendorong oksigen masuk ke dalam paru-paru bayi. Akibatnya, oksigen yang masuk ke dalam paru-paru bayi serta pernapasan bayi akan bekerja dengan normal kembali.

Melakukan Tindakan ECMO

Langkah yang selanjutnya tentunya dikenal dengan istilah EMCO yakni Extracorporeal Membrane Oxygenation. Ketika bayi meminum air ketuban dalam jumlah yang sangat banyak tentunya akan menyebabkan kondisi bayi bertambah parah. Ketika sudah dilakukan sebuah tindakan yakni ventilator dan juga intubasi, namun belum cukup. Tentunya, dokter akan melakukan langkah selanjutnya yakni EMCO.

Dalam tindakan ini tentunya dilakukan ketika sindrom aspirasi mekonium sangat parah. Maka, dokter akan melakukan tindakan EMCO dimana bayi akan dipasangi mesin by pass paru-paru. Mesin ini tentunya akan bekerja seperti paru-paru bayi dimana jantung dan juga paru-paru bisa beristirahat dan juga membantu agar oksigen bisa masuk langsung pada tubuh bayi agar bayi sehat kembali. Alat ini tentunya memang sangat membantu, namun juga memiliki efek yang lebih buruk dari ventilator.

Perawatan Paru-Paru Bayi

Pada umumnya bayi memang sangat rentan meminum air ketuban karena memang bayi bergerak di dalam kantong rahim. Pada bayi yang meminum air ketuban tentunya akan mengalami beberapa dampak buruk sehingga kesehatan paru-parunya menjadi terganggu. Kondisi ini juga bisa berlangsung selama kurang lebih 6 bulan sehingga tidak memerlukan perawatan yang lebih lama lagi. Hal yang paling penting untuk Anda lakukan ialah selalu merawat paru-paru bayi dengan tepat. Lakukan perintah dokter dan jauhkan dari beberapa sumber yang tentunya bisa membuat kondisi paru-paru bayi bertambah parah. Tindakan ini juga tentunya untuk mencegah infeksi pada paru-paru bayi.

Terapi Dengan Sinar Matahari

Bagaimanapun juga sinar matahari memang memiliki dampak yang cukup baik bagi perkembangan dan juga pertumbuhan bayi. Jika bayi mengalami gangguan seperti meminum air ketuban, tentunya Anda bisa melakukan perawatan dengan terapi sinar matahari. Hal ini dikarenakan paru-paru bayi memang masih sangat lemah. Kondisi ini tentunya membuat sistem kekebalan tubuh bayi menurun sehingga bayi mudah sakit. Dengan teknik penjemuran pada bayi yang dilakukan setiap pagi selama kurang lebih 15 menit. Maka Anda sudah bisa mengurangi kondisi paru-paru bayi yang buruk dengan teknik yang cukup sederhana.

Terapi Dengan Pijat

Beberapa ahli tentunya menyarankan untuk memberikan pijatan yang cukup lembut pada tubuh bayi. Pijatan ini tentunya untuk merangsang dan juga memberikan stimulasi pada sistem tubuh bayi. Terkadang beberapa cairan ketuban bisa dimuntahkan kembali oleh bayi setelah dimuntahkan. Dapat dipastikan bahwa salhas atu manfaat dari pijat bayi ialah membuat otot dan juga sistem tubuh bayi kembali membaik.

Berikan ASI Secara Rutin

Bayi memang sangat memerlukan asaupan cairan yang satu ini yaitu ASI. Dengan memberikan ASI secara rutin dan juga sesering mungkin, maka bayi akan mudah mengeluarkan air ketuban yang sudah terminum. Hal ini dikarenakan air ketuban yang terminum oleh bayi tidak hanya masuk pada paru-paru, namun juga masuk ke dalam perut bayi dan masuk ke saluran pencernaan. Untuk itu, bayi akan sangat mudah mengeluarkan air ketuban yang bercampur dengan kotoran bayi.

Jauhkah Bayi Dari Alergi

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah menjauhkan bayi dari alergi. Bayi yang meminum air ketuban tentunya bisa mengalami sesak nafas ataupun mengeluarkan suara yang keras. Hal ini tentunya disebabkan oleh air ketuban yang masuk ke dalam paru-paru bayi. Namun tidak selamanya seperti itu karena kesulitan bernafas dan juga suara keras disebabkan oleh cairan ketuban saja. Hal ini tentunya bisa juga disebabkan oleh alergi. Untuk itu satu hal yang pasti Anda harus menjauhkan sumber alergi tersebut dari bayi agar bayi memiliki kualitas udara yang berkualitas.

Jangan Memberikan ASI Formula

Tentunya banyak sekali orang tua yang memberikan ASI formula karena dianggap sebagai susu tambahan bagi bayi. Namun ternyata tindakan ini tidak dibetulkan dimana Anda dilarang untuk memberikan susu formula terutama pada bayi yang meminum air ketuban. Dalam hal ini ASI memang lebih baik dibandingkan dengan susu formula karena mengandung zat antibodiyang bisa membuat tubuh agar tidak mudah sakit. Meskipun dalam hal ini bayi sudah melewati waktu yang cukup berat ketika meminum air ketuban dalam jumlah yang cukup banyak.

Beberapa pengobatan mungkin saja banyak dilakukan oleh sebagian besar orang tua yang tentu tidak masuk pada daftar caramengobati bayi yang meminum air ketuban tersebut. Namun, pastikan Anda melakukan cara tersebut untuk mengurangi agar air ketuban tidak memberikan efek yang terlalu buruk bagi tubuh bayi.

Bahaya Air Ketuban Jika Terminum Oleh Bayi

Pada umumnya ketika bayi masih di dalam kandungan tentunya hal yang bisa saja terjadi jika bayi menelan air ketuban. Akan tetapi, jika air ketuban tersebut tertelan oleh bayi, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh bayi, terlebih jika bayi sudah mulai bernafas. Ketika bayi sudah keluar dan juga bernafas tentunya air ketuban tidak boleh tertelan atau masuk ke dalam tubuh bayi.

Terlepas dari hal tersebut tentunya ada beberapa dampak buruk yang bisa timbul karena bayi sedang mengalami nafas pertamanya. Bagaimanapun juga, air ketuban yang sudah tertelan oleh bayi mengandung kandungan meconium yang tentu sangat berbahaya bagi tubuh bayi. Berikut ini beberapa bahaya dan juga dampak buruk dari air ketuban yang tertelan oleh bayi diantaranya:

Terdapat Kandungan Meconium

Bahaya pertama yang dapat timbul jika bayi menelan air ketuban karena kandungan yang ada di dalamnya. Bagaimanapun juga, kandungan meconium ini memiliki dampak buruk bagi kesehatan bayi. Gangguan yang paling sering terjadi pada bayi yang menelan air ketuban ialah gangguan sistem pernafasan bayi. Hal ini tentunya disebabkan oleh air ketuban mengandung air seni bayi tersebut hasil dari eksresi yang berada di dalam kandungan.

Kondisi ini tentunya memiliki pengaruh yang cukup buruk bagi pernafasan dan juga paru-paru pernafasan bayi. Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika bayi lahir, maka akan diberikan serangkaian tes dan juga asesmen untuk mengetahui kondisi bayi yang sesungguhnya, apakah bayi tersebut mengalami gangguan ataukah tidak. Jika muncul salah satu indikasi tentunya bayi akan sengaja menelan air ketuban dan mengalami gejala sesak nafas.

Sesak Nafas

Dampak buruk kedua yang bisa saja terjadi ialah bayi akan mengalami sesak nafas. Mungkin kita banyak mendapati beberapa bayi yang terkena sesak nafas meskipun baru saja dilahirkan. Gejala sesak nafas bsia disebabkan oleh air ketuban yang masuk ke dalam paru-paru bayi serta menghambat kinerja dari paru-paru bayi tersebut sehingga bayi mengalami yang namanya sesak nafas.

Bagaimanapun juga sesak nafas akan mempengaruhi kondisi si kecil ketika sudah tumbuh dewasa. Dengan adanya kondisi seperti ketika masih bayi tentunya ada kemungkinan bayi akan mengalami tumbuh kembang yang terhambat serta pernafasan yang melemah dan juga terganggu. Seperti halya penyakit asma yang kerap terjadi pada sebagaian besar anak sehingga anak sangat berat untuk bernafas.

Untuk itu memang sangat penting bagi bayi ketika dilahirkan dilakukan sejumlah tes dan juga pemeriksaan secara teliti untuk mendapatkan hasil.  Jika memang terbukti bayi mengalami keracunan air ketuban tentunya bisa dilakukan beberapa cara ataupun pengobatabn secara intensif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya. Itulah beberapa hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai fakta air ketuban,  cara mengobato air ketuban jiak tertelan oleh bayi serta bahaya yang akan timbul jika bayi menelan air ketuban tersebut. Semoga bermanfaat!

Loading...