Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Ketika Sakit?

Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Ketika Sakit? – Banyak kekhawatiran yang melanda seorang ibu dalam memberikan ASI untuk buah hatinya, termasuk pada saat sakit. Lantas amankah tetap memberikan ASI sewaktu sakit? Untuk lebih jelasnya mari kita simak pemaparan dibawah ini.

Seorang wanita tentu menginginkan menjadi seorang ibu seutuhnya. Untuk mencapai semua hal ini maka seorang wanita diharuskan untuk dapat menempuh jalan dan perjuangan yang tidak mudah. Mulai dari mengandung bayi selama sembilan bulan lamanya dan mempertaruhkan nyawa ketika melahirkan. Akan tetapi, perjuangan itu nyatanya tak habis sampai disana, setelahnya masih ada perjuangan dalam memberikan ASI ekslusif untuk buah hatinya. Hal ini tentunya menjadi serangkaian panjang dan perjuangan yang tak kenal lelah yang dilakukan oleh seorang wanita.

Kebahagiaan seorang ibu tidak bisa digambarkan dengan hal apapun terlebih lagi jika untuk pertama kalinya mereka mendengar tangisan bayi mereka setelah dilahirkan. Selain haru dan perasaan bangga sekaligus senang yang menghujani benaknya, tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan dari momen ini.

Berbicara mengenai pemberian ASI pada bayi, umumnya seorang ibu diwajibkan memberikan asupan nutrisi ini hingga si kecil berusia 6 bulan. Hal ini tentu dilakukan guna meningkatkan dan mendukung tumbuh kembang si kecil dengan lebih baik.

ASI memiliki manfaat yang sangat baik dan banyak diantara lain adalah untuk melengkapi nutrisi, mengoptimalkan perkembangan serta menjaga daya tahan tubuh pada bayi. Selain itu, pemberian ASI yang dilakukan pada bayi pun dapat menjadi media untuk menjalin ikatan emosional antara ibu dengan anaknya menjadi lebih erat dan kuat.

Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Ketika Sakit?

Bolehkah Ibu Tetap Menyusui Ketika Sakit?

Sayangnya, perjuangan mulia dalam memberikan nutrisi besar pada sang buah hati ini seringkali dipenuhi dengan perjuangan. Salah satunya adalah kondisi kesehatan ibu yang tidak prima dan membuatnya lemah tak berdaya.

Akan tetapi, disamping itu kewajiban dalam memenuhi nutrisi pada si kecil pun tentu menjadi tuntutan yang utama. Sehingga demikianlah, kondisi seperti ini seringkali menuai banyak pertanyaan apakah ibu menyusui boleh tetap memberikan ASI meski tengah sakit? Mari kita bahas dibawah ini.

Banyak yang menyatakan bahwa ketika ibu menyusui dilanda sakit maka pemberian ASI-nya harus segera dihentikan. Hal ini dikhawatirkan bila kondisi tersebut akan dapat menular pada buah hatinya. Benarkah demikian?
Untuk ibu yang tetap ingin memberikan ASI pada saat sakit nampaknya anda dapat menghirup udara segar.

Pasalnya, ibu menyusui yang tengah sakit diperbolehkan untuk tetap memberikan ASI pada buah hatinya. Tidak ada larangan medis yang tertulis untuk setiap ibu menyusui agar menghentikan kewajiban mulia yang satu ini.

Memberikan ASI selama sakit pada buah hati anda adalah hal yang boleh-boleh saja dilakukan. Hal ini dikarenakan terdapat anti-bodi yang dibentuk ibu yang sedang sakit akan terdapat dalam ASI. Dimana hal ini akan dapat memberikan zat kekebalan tubuh yang akan menghindarkan si bayi tertular dengan kondisi penyakit yang ibu rasakan.

Begitupula dengan kondisi obat-obatan yang tengah ibu konsumsi. Hampir tidak ada pengaruhnya untuk ASI yang anda berikan pada si kecil. Terkecuali untuk obat anti-kanker dan ibu tengah menjalani pengobatan radioaktif maka kondisi ini akan cukup beresiko.

Jadi demikian, pada intinya ibu yang tengah dilanda sakit selama proses menyusui boleh tetap memberikan ASI untuk bayinya. Tidak ada larangan medis mengenai hal ini. Hanya saja, ada beberapa kondisi yang memungkinkan ibu mengalami kendala dalam menyusui si kecil. Akan tetapi, untuk mencegah penularan yang terjadi lewat kontak langsung maka beberapa hal ini perlu diperhatikan dengan baik.

Beberapa Kondisi Penyakit yang Perlu Diperhatikan Selama Menyusui

Pada dasarnya penularan penyakit dari ibu yang tengah menyusui kepada bayinya lebih mungkin terjadi akibat kontak langsung, bukan dari ASI yang diberikan. Nah, untuk mengatasi beberapa kemungkinan penyebaran dan tetap memperhatikan kualitas ASI mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Ibu Menderita Flu/Demam

Kondisi penyakit yang satu ini pada umumnya akan membuat ibu seringkali bersin atau batuk. Seperti yang kita ketahui penyebaran flu pada umumnya akan begitu mudah, apalagi untuk bayi. Jadi demikian, guna menghindari kemungkinan penyebaran penyakit ini maka sebaiknya gunakan masker. Penggunaan masker dilakukan guna menghindari penularan virus flu sewaktu anda bersin atau batuk. Selain itu, tetap konsumsi obat-obatan penghilang flu agar penyakit anda cepat sembuh.

Ibu Mengalami Diare

Kondisi penyakit ini pada umumnya disebakan oleh kurangnya cairan dalam tubuh. Pada penyakit diare, pasien akan lebih sering buang air besar dalam intensitas yang sering (lebih dari 6 kali dalam satu hari). Mengingat kurangnya cairan menjadi penyebab utama penyakit ini maka sebaiknya perhatikan kembali. Jangan sampai tubuh anda mengalami dehidrasi dengan selalu mencukupi kebutuhan cairan dengan baik. Sebaiknya pilih cairan yang lebih alami dan tidak merangsang lambung. Seperti misalkan air putih atau penggantinya seperti teh dan lain sebagainya.

Ibu Menderita Diabetes

Diabetes mellitus (DM) memang bukan sebuah penyakit yang menular, akan tetapi penyakit ini perlu mendapatkan perhatian yang baik. Jangan pernah remehkan kehadiran diabetes dalam tubuh anda. Akan tetapi, rupanya selama proses menyusui, kegiatan ini akan dapat menguntungkan untuk kesehatan.

Ibu yang menderita diabetes saat proses menyusui akan berkurang resikonya menderita diabetes dimasa yang akan datang. Perubahan hormon didalam tubuh akan dapat membantu mencegah meningkatnya kadar gula didalam darah. Sehingga kondisi ini akan membuat ibu merasa lebih baik lagi. Misalnya, hormon oksitosin dalam tubuh akan dapat mengilangkan stes yang akan dapat dialami oleh seorang ibu menyusui selepas melahirkan. Seperti yang kita ketahui bahwasanya stres pun dapat memicu peningkatan kadar gula didalam darah.

Ibu Menderita Hepatitis A

Hingga sampai saat ini, menurut American Academy of Pediatrics belum ada bukti ditemukan adanya penularan penyakit hepatitis A melalui ASI pada bayi. Akan tetapi, guna mencegah kemungkinan bayi tertular, sang ibu perlu rajin mencuci tangan sebelum menyusui si kecil. Sama halnya dengan penggunaan obat flu, obat yang dikonsumsi untuk menangani penyakit hepatitis A juga tidak akan mempengaruhi produksi ASI.

Manfaat Memberikan ASI Pada Bayi

Mencukupi Kebutuhan Nutrisi

Bayi yang baru lahir membutuhkan asupan nutrisi dan vitamin yang banyak untuk tubuhnya dapat mengembangkan kemampuannnya dengan baik. Jadi demikian, pemberian ASI adalah hal penting dalam hal ini.

Menjaga Daya Tahan Tubuh

Terdapat banyak kandungan dan manfaat yang baik didalam ASI yang akan berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh bayi. Terutama bayi baru lahir umumnya akan lebih rentan terkena dengan penyakit. Oleh karenanya, pemberian ASI akan sangat bermanfaat.

Demikianlah pemaparan lebih dalam mengenai bolehkah ibu tetap menyusui saat sedang sakit. Pada dasarnya, hal ini boleh tetap dilakukan karena tidak ada pengaruh konsumsi obat-obatan yang akan terjadi pada ASI. Selain itu, penyakit yang ibu alami pun tidak akan menular lewat pemberian ASI.

Sebaliknya penularan dapat terjadi lewat kontak langsung, seperti ketika bersin atau batuk. Jadi demikian, lindungi diri anda dengan baik agar sebisa mungkin virus tidak mudah menyebar pada buah hati anda.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *