Bolehkah Ibu Hamil Menyusui?

Diposting pada

Bolehkah Ibu Hamil Menyusui? – Jenjang waktu kehamilan kedua yang tidak jauh dengan kelahiran pertama sang anak membuat anda dituntut untuk dapat menyusui si kecil yang masih bayi. Hanya saja, kondisi kehamilan yang anda miliki saat ini membuat kekhawatiran seringkali terjadi. Lantas bolehkah ibu hamil menyusui? Simak penjelasannya dibawah ini.

Direncanakan atau tidak, kehamilan bisa terjadi saat ibu masih dalam kondisi menyusui. Akan tetapi, ini adalah anugerah yang besar Tuhan berikan untuk anda. Oleh karenanya bersyukur adalah hal penting untuk selalu dipanjatkan kehadirat-Nya. Baca juga: ciri-ciri orang hamil

Banyak yang berpikir bahwa kegiatan menyusui harus segera dihentikan saat anda hamil. Hal ini dikarenakan janin didalam perut ibu akan “bersaing” mendapatkan gizi dengan si bayi yang saat ini tengah menyusu. Selain itu, keselamatan bayi yang ada didalam kandungan pun juga dipertaruhkan. Mendengar hal ini tentu akan menjadi dilema yang besar utnuk sebagian ibu. Mereka menjadi resah dan khawatir bila kondisi ini membuat si kecil didalam kandungan menjadi terganggu pertumbuhannya.

Akan tetapi, disamping itu juga kehadiran si buah hati yang masih bayi tentu membuat mereka masih membutuhkan asupan ASI. Terlebih lagi untuk mereka anak bayi yang berada pada usia dibawah 6 bulan. Dimana umumnya anak bayi berusia ini belum dapat diberikan makanan pendamping lain. Hal ini tentu menjadikan ASI sebagai satu-satunya asupan nutrisi kedalam tubuh si kecil yang harus selalu dipenuhi.

Hal inilah yang pada akhirnya menimbulkan banyak pertanyaan mengenai bolehkah ibu hamil menyusui anaknya? Nah, untuk menjawab pertanyaan anda mari kita bahas penjelasannya dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Menyusui?

Bolehkah Ibu Hamil Menyusui?

Kegiatan menyusui saat periode kehamilan juga dikenal dengan istilah Tandem Nursing. Banyak yang mengatakan bahwa kondisi ini akan dapat berbahaya untuk janin dalam kandungan ibu, ibu hamil dan juga si bayi yang tenagh disususi.

Akan tetapi berdasarkan penelitian medis, Tandem Nursing relatif aman dan tidak akan dapat berbahaya. Selama ibu hamil dapat mematuhi beberapa rambu-rambu penting dalam melakukan kegiatan ini maka boleh-boleh saja dilakukan. Terutama, ibu hamil perlu memperhatikan pemenuhan gizi selama melakukan Tandem Nursing. Hal ini dikarenakan ada dua orang lebih yang membutuhkan asupan nutrisi dari tubuh anda. Sehingga kekurangan asupan nutrisi akan mungkin beresiko untuk kesehatan ibu hamil.

Kegiatan Tandem Nursing memerlukan asupan makanan yang penuh dengan kandungan protein dan juga karbohidrat. Hal ini dilakukan agar ibu hamil tidak mudah merasakan lemas. Selain itu, jumlah asupan dari beberapa zat makanan ini lebih tinggi dibandingkan dengan biasanya. Karenanya ibu hamil dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrii untuk janin dan menghasilkan ASI yang berkualitas untuk anak bayi yang tengah disusuinya.

Sementara itu, kalsium dan kebutuhan vitamin pun perlu diperhatikan dengan baik. Bila ibu tidak mendapatkan cukup asupan nutrisi maka kombinasikan pula suplemen dengan asupan makanan alami menjadi taktik terbaik dalam melakukan hal ini. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Tandem Nursing

Beberapa Hal Penting dalam Melakukan Tandem Nursing

Guna mendapatkan produksi ASI yang lancar dan kondisi kehamilan yang senantiasa terjaga dengan baik tanpa masalah. Maka dibawah ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan.

Penuhi Kebutuhan Gizi dengan Baik

Kondisi kehamilan yang anda alami saat ini dan tuntutan menyusui yang harus tetap dijalankan membuat tubuh anda akan membutuhkan asupan nutrisi sebanyak dua kali lipat. Karenanya, untuk membutuhkan kbutuhan ASI bagi bayi dan menjaga perkembangan janin maka asupan ini perlu diperhatikan betul.

Pastikan kebutuhan protein, mineral, serat, vitamin dan karbohidrat anda terjaga dengan baik. Sebagai tambahan, anda dapat mengkonsumsi suplemen yang didapatkan dari hail konsultasi bersama dengan dokter.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pada umumnya kehamilan membuat anda tidak dapat mengkonsumsi sembarang obat-obatan. Vitamin yang didapatkan dari resep dokter akan aman karena tentunya diberikan sesuai dosis yang tepat. Dan menimbang kondisi kehamilan anda saat ini.

Perbanyak Konsumsi Cairan

Ibu hamil yang tengah menyusui diwajibkan untuk bisa mendapatkan asupan cairan yang banyak kedalam tubuhnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko terjadinya dehidrasi. Selain itu, air juga berfungsi untuk membawa nutrisi ke janin dalam kandungan anda. Bukan hanya itu, hal ini pun akan dapat melindungi janin dalam rahim dengan lebih baik.

Karenanya ibu hamil akan membutuhkan asupan cairan lebih banyak dibandingkan orang normal pada umumnya. Kebutuhan cairan yang terpenuhi akan pula membuat produksi ASI menjadi lebih lancar. Sehingga demikian, anda tetap dapat menjaga kehamilan anda dengan baik sementara ASI anda tetap melimpah. Yang mana ini artinya anda akan dapat menjalankan dua peran ini dengan baik.

Dapatkan Waktu Istirahat yang Cukup

Kehamilan yang dialami oleh seorang wanita tentu membutuhkan tubuh yang bugar. Apalagi jika dalam waktu yang bersamaan kewajiban anda ditambah dengan aktivitas menyusui si buah hati. Untuk itu, upayakan tubuh anda tetap fit dengan selalu mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Salah satu cara mendapatkan istirahat terbaik agar tubuh bisa kembali segar adalah dengan mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Hindari begadang atau terjaga sampai larut malam dengan waktu yang sering. Kondisi ini akan membuat tubuh kelelahan. Pada akhirnya yang terjadi dengan tubuh anda adalah stres yang mudah timbul.

Menyusui dengan Rileks dan Tenang

Kondisi kehamilan yang anda alami pada saat masih dalam proses menyusui akan mungkin membuat anda kurang nyaman. Untuk itu, perhatikan posisi menyusui anda dan upayakan mendapatkan posisi yang nyaman, aman dan rileks. Ketika pikiran anda tenang, maka produksi ASI akan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Untuk itu, silahkan tentukan sendiri posisi mana yang lebih baik apakah posisi berbaring atau posisi dudu. Pastikan bayi anda menyusu dengan tenang dan tidak banyak bergerak. Selain itu, pada umumnya bayi yang sedang disusui akan cenderung sering menendang. Untuk itu, silahkan lindungi bagian perut anda dengan menggunakan tangan. Upayakan agar si kecil tidak menendang dengan keras kebagian tersebut.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil menyusui. Pada dasarnya selama ibu memperhatikan beberapa rambu-rambu diatas maka kegiatan menyusui akan boleh dan aman untuk dilakukan.

Sementara itu, bila selama menyusui anda merasakan kontraksi secara berlanjut dan disertai dengan timbulnya flek. Maka anda disarankan untuk segera mengkonsultasikan kondisi ini ke dokter. Terutama untuk anda yang memiliki riwayat susah hamil atau memiliki riwayat melahirkan bayi premature.

Hal ini dikarenakan kondisi keluarnya flek dan kontraksi bisa mungkin menjadi tanda yang bahaya. Berkonsultasi ke dokter atas segala keluhan yang anda rasakan akan dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi dengan kesehatan anda.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *