Bolehkah Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan?

Bolehkah Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan? Meskipun bayi anda sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), tetapi tidak semua makanan dapat ia terima. Dalam mengolah makanan, sebelum anda menambahkan bahan pelengkap atau bumbu seperti santan, sebaiknya perhatikan aturan dan kapan waktu yang tepat bayi dapat menerimanya.

Selama 6 bulan awal kehidupan bayi, makanan satu satunya hanyalah ASI. Setelah bayi menginjak usia 6 bulan, pemberian makanan pendamping ASI dilakukan untuk memperkenalkan berbagai kandungan nutrisi pada bahan makanan. Sebelum berusia 6 bulan kebutuhan nutrisi bayi sudah terpenuhi dalam ASI. Namun, ada saatnya nutrisi dalam ASI tidak memenuhi lagi kebutuhan bayi, sehingga bayi membutuhkan tambahan nutrisi yang didapatkan dari makanan pendamping ASI.

Sistem pencernaan bayi berbeda dengan sistem pencernaan orang dewasa yang mampu menerima berbagai jenis makanan dengan mudah. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna, sehingga penting memperhatikan makanan yang akan diberikan pada bayi. Pemberian makanan pendamping itu sendiri harus dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan dan usia bayi, baik dari tekstur, jenis makanan atau lain sebagainya.

Bayi Mengkonsumsi Makanan Bersantan

Selain selektif dalam memilih makanan bayi, anda juga harus memperhatikan cara mengolah dan penambahan bahan atau bumbu pada makanan yang digunakan. Penambahan garam dan gula pada makanan bayi tidak disarankan karena dapat mempengaruhi kesehatan bayi. Lantas bagaimana dengan tambahan santan pada makanan bayi?

Santan merupakan cairan putih kental yang dihasilkan dari kelapa. Dalam santan terkandung lemak yang dapat membuat olahan makanan terasa lebih gurih dan sedap. Untuk menyempurnakan rasa, santan biasanya dijadikan tambahan ketika membuat kue atau memasak makanan tertentu.

Kapan Bayi Boleh Diberi Santan?

Meskipun santan memiliki rasa gurih alami dari kelapa, tetapi ada waktu tepat kapan bayi boleh mengkonsumsi makanan bersantan. Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga tidak semua makanan dapat diberikan pada bayi. Meskipun si kecil sudah diberi makanan pendamping ASI, tetapi pemberian makanan bersantan sebaiknya tidak dilakukan saat bayi berusia 6 bulan. Anda dapat menunda pemberian makanan bersantan hingga bayi berusia 9 bulan.

Setelah bayi berusia 9 bulan, anda bisa membuat makanan pendamping sesuai usianya atau nasi tim dengan tambahan satu sendok santan dan bahan pelengkap sayuran. Sayuran dibutuhkan bayi untuk melengkapi mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi. Makanan bayi akan semakin lengkap dengan tambahan lemak dari santan. Dalam membuat makanan bersantan untuk bayi sebaiknya buatlah makanan hanya satu porsi saja. Pasalnya, makanan yang disimpan dalam suhu ruangan dapat cepat basi dan jika tetap dikonsumsi dapat mengganggu sistem pencernaan bayi.

Manfaat Santan Pada Makanan Bayi

Di dalam santan terkandung protein, kalsium, serat dan asam lemak omega 3. Tidak hanya itu, dalam santan juga terkandung asam folat, vitamin C, potasium, tembaga, posfor, magnesium, thiamin, vitamin K, vitamin B6 dan zat besi. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam santan bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan gizi bayi pada masa pertumbuhannya. Berikut ini beberapa manfaat penambahan santan pada makanan bayi:

Meningkatkan Perkembangan Otak Bayi

Asam lemak omega 3 terkandung dalam santan yang bermanfaat untuk kecerdasan dan perkembangan otak bayi.

Melancarkan Metabolisme Tubuh

Lemak alami yang terkandung dalam santan dapat membantu melancarkan proses metabolisme tubuh bayi. Berikan santan pada bayi saat bayi berusia 9 bulan ke atas dan dalam jumlah yang wajar karena seperti yang kita ketahui sistem pencernaan bayi masih sangat rentan.

Membantu Penyerapan Vitamin

Pemberian makanan bersantan pada bayi dapat membantu mengoptimalkan penyerapan vitamin seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, vitamin K. Dimana semua vitamin tersebut bermanfaat dan dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi.

Membantu Pembentukan Organ

Kandungan lemak pada santan dapat membantu mengoptimalkan pembentukan organ pada tubuh bayi seperti jaringan otot, empedu, ginjal, hati, kelenjar adrenalin dan plasma darah. Dalam beberapa kondisi bayi mungkin tidak menerima makanan bersantan. Untuk itu, anda harus menghentikan penambahan santan pada makanan pendamping bayi.

Sumber Lemak Alami Untuk Bayi

Santan mengandung lemak yang merupakan sumber kalori tinggi yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi bayi pada masa pertumbuhannya. Agar kandungan dalam santan dapat diserap dengan optimal, maka berikan makanan mengandung santan pada bayi saat usianya 9 bulan ke atas.

Beberapa bayi tidak dapat menerima santan karena keadaan perut yang masih rentan. Untuk itu, setelah diberi makanan bersantan pastikan anda mengawasi gejala yang terjadi. Sebaiknya hentikan penambahan santan dalam makanan bayi apabila si kecil tidak dapat menerimanya.

Sumber lemak pada makanan tidak hanya terkandung dalam santan. Apabila si kecil tidak dapat menerima santan, maka anda dapat memberikan makanan alternatif sebagai asupan lemak.

Lemak dalam santan memang memiliki manfaat tinggi. Meskipun begitu orangtua tetap harus selektif dalam memilih makanan untuk buah hatinya, karena terkadang beberapa bayi tidak dapat menyerap zat yang terkandung dalam makanan tertentu. Setelah diberikan makanan pendamping ASI, penting untuk selalu memperhatikan keadaan bayi. Alergi dapat saja terjadi dan dialami bayi karena metabolisme yang masih rentan. Atur intensitas dan jumlah dalam memberikan santan pada makanan bayi agar manfaat santan untuk bayi dapat diserap dengan maksimal.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *