Berikan Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh

Seringkali orangtua panik ketika bayinya terjatuh dari tempat tidur. Ketika si kecil terjatuh, anda dapat memberikan pertolongan pertama saat bayi jatuh berikut ini.

Melihat perkembangan bayi yang semakin menakjubkan tentunya membawa kebahagiaan tersendiri untuk para orangtua. Perkembangan bayi sampai usia batita yang semakin pesat selain membuat orangtua gembira, juga akan terasa lebih merepotkan dan melelahkan.

Tugas menjadi orangtua akan semakin bertambah. Pada masa ini pengawasan terhadap si kecil harus dilakukan dengan intens dibandingkan saat mereka baru lahir karena umumnya bayi baru lahir menghabiskan waktunya untuk tidur lelap dalam waktu yang cukup lama.

Pertolongan pertama saat bayi jatuh

Selain menjadi orangtua, anda tentu harus menyelesaikan tugas menjadi ibu rumah tangga. Berbagai pekerjaan rumah tentu menanti untuk dikerjakan. Tidak akan menjadi masalah jika anda memiliki seorang asisten rumah tangga sehingga semua waktu yang anda miliki akan fokus pada si kecil. Lantas bagaimana jika mengurus bayi dan pekerjaan rumah dilakukan seorang diri?

Karena kesibukan sebagai orangtua dan ibu rumah tangga, tentunya waktu yang anda miliki harus terbagi. Sehingga keadaan ini kadang kala membuat pengawasan terhadap si kecil menjadi sedikit berkurang. Bahkan ketika anda lengah, berbagai hal dapat dialami si kecil, termasuk terjatuh dari ranjangnya.

Bahaya Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

Kerusakan Tengkorak

Apabila bayi terjatuh di atas ketinggian minimal 50 cm, maka risiko yang akan terjadi yaitu tengkorak kepala bayi mengalami kerusakan, baik retak atau bentuk tengkorak yang berubah.

Terganggunya Syaraf Pusat

Risiko fatal lainnya yang dapat dialami bayi ketika terjatuh di tempat tidur yaitu mengalami kerusakan pada syaraf pusatnya. Syaraf pusat terdapat pada otak, apabila syaraf pusat terganggu maka akan mempengaruhi syaraf yang berpusat padanya.

Terganggunya Penglihatan

Keadaan ini dapat terjadi jika bayi yang terjatuh mengalami masalah pada syaraf pusatnya. Dimana salah satu syaraf yang berpusat pada otak yaitu syaraf mata.

Masalah Pendengaran

Salah satu syaraf yang dibawahi oleh syaraf pusat yaitu saraf pendengaran. Ketika syaraf pusat terganggu maka bayi dapat mengalami gangguan pendengaran.

Kejang

Tanda bahaya yang harus diwaspadai ketika bayi terjatuh dari tempat tidurnya yaitu kejang-kejang. Kejang yang dialami bayi menjadi tanda adanya masalah pada syaraf pusat. Bawa bayi ke dokter apabila mengalami kejang-kejang setelah terjatuh dari tempat tidurnya.

Gegar Otak

Bayi yang terjatuh ari tempat tidurnya rentan mengalami gegar otak.

Penggumpalan Darah

Penggumpalan darah merupakan salah satu risiko yang harus diwaspadai. Terjadinya penggumpalan darah setelah terjatuh sering tidak disadari. Selain bayi, sebenarnya orang dewasa pun dapat mengalaminya. Penggumpalan darah terjadi apabila benturan yang terjadi pada kepala mengakibatkan pembekuan darah di pembuluh darah. Darah yang membeku dapat menyebabkan terhambatnya aliran darah. Ketika aliran darah pada otak terhambat maka akibatnya berbagai macam masalah pada otak dapat terjadi.

Cedera

Jatuh dari atas tempat tidur dapat memicu terjadinya cedera. Cedera dapat dialami bayi dari cedera ringan sampai cedera berat.

Kematian

Dampak yang paling fatal ketika bayi terjatuh di tempat tidur yaitu dapat menyebabkan kematian. Dimana kematian pada bayi dapat dipicu karena berbagai hal seperti gegar otak berat yang tidak segera ditangani atau penggumpalan darah yang terlambat diketahui.

Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh

Pertolongan pertama saat bayi jatuh dapat anda lakukan seperti berikut ini:

  • Ketika anda melihat si kecil terjatuh dari ranjangnya, maka anda dapat segera mengangkatnya, kemudian gendong si kecil dan tenangkan. Ketika terjatuh biasanya bayi akan menangis dan ia akan berhenti menangis ketika didekap dan ditimang-timang.
  • Anda dapat memeriksa keadaan tubuh bayi dengan teliti. Perhatikan bagian tubuh mana yang terbentur, apakah kepala, wajah atau bagian tubuh yang lainnya. Jika terdapat benjolan anda dapat mengompresnya dengan menggunakan es. Jika terdapat luka yang menyebabkan perdarahan, maka anda dapat menekan lukanya dengan menggunakan kapas bersih selama kurang lebih 10 menit. Namun, jika perdarahan tetap tidak berhenti, segara bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.
  • Jika tidak ada luka pada tubuh si kecil dan ia sudah merasa tenang, anda dapat memberikannya ASI. Setelah mendapatkan ASI biasanya si kecil akan langsung tertidur.

Perhatikan Keadaan Bayi Untuk Memastikan Tanda Bahaya

Apabila si kecil sudah tenang, maka anda dapat melakukan pengamatan lebih lanjut dengan melakukan pemeriksaan seperti berikut:

Amati Bagian Tubuh yang Terbentur dan Kronologi Kejadian

Saat si kecil terjatuh perhatikan ketinggian tempat tidurnya. Perhatikan pula apakah si kecil membentur benda lain yang ada di sekitarnya atau tidak. Selain itu, perhatikan pula posisi si kecil ketika terjatuh, apakah telungkup, tengkurap dan amati bagian tubuh mana yang mengalami benturan.

Periksa Bagian Kepala, Tangan dan Kaki

Cobalah untuk menggerakan tangan bayi anda, baik ke atas, ke depan, samping dan rentangkan. Apabila si kecil menangis ketika digerakan tangannya, anda dapat memeriksa bagian mana yang menimbulkan lebam-lebam. Lakukan langkah yang sama pada bagian kakinya.

Untuk bagian kepala, anda dapat menengokannya ke samping kanan atau samping kiri. Dekatkan secara perlahan dagu bayi ke dadanya. Apabila ia menangis maka kemungkinan ada bagian yang ia rasa sakit. Apabila ada keluhan, baik memar atau benjolan anda dapat mencatatnya sebagai data saat si kecil dibawa ke dokter.

Perhatikan Benjolan di Kepala

Periksa dan raba kepala bayi anda untuk memastikan benjolan atau keadaan lainnya pada kepala. Jika pada ubun-ubun terasa terdapat benjolan, maka keadaan ini kemungkinan disebabkan karena terjadi peningkatan dalam otak, yang disebabkan karena perdarahan atau edema otak. Apabila keadaan ini terjadi, anda harus segera bawa si kecil ke dokter. Terlebih lagi jika terdapat benjolan di kepalanya, khususnya di dareah samping kepala atau temporal. Jika pada daerah ini terjadi retak tulang, maka akan menyebabkan pembuluh darah pada dinding tulang kepala robek, yang pada akhirnya akan menyebabkan perdarahan.

Amati Fungsi Penglihatan

Untuk mengamati fungsi penglihatan, anda dapat memanfaatkan senter. Kemudian lakukan langkah seperti berikut:

  • Arahkan senter ke mata bayi anda. Jika mata bayi merespon senter dengan menutup mata, berkedip atau kaget berarti tidak ada penglihatannya yang terganggu.
  • Jika bayi mengikuti gerakan senter, maka itu berarti penglihatan bayi baik baik saja.
  • Jika pupil mata kanan dan kiri bayi ukurannya tidak sama, baik tidak sama kecil atau tidak sama besar, maka anda dapat segera membawanya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cek Kesadaran Bayi

Penting mengcek kesadaran anak 2-3 jam ke depannya. Apabila anda mendapati bayi tidak sadarkan diri, maka anda dapat segera membawanya ke dokter.

Tips Mencegah Bayi Terjatuh dari Tempat Tidur

  • Jika bayi sudah bisa merangkak, maka sebaiknya hindari menggunakan ranjang. Sebagai gantinya orangtua hanya menggunakan kasur untuk tidur. Ini dilakukan sebagai langkah untuk menghindari bayi terjatuh di tempat tidur.
  • Sedangkan apabila bayi sudah bisa merangkak, maka penggunaan box bayi dapat dihindari. Meskipun box bayi dilengkapi dengan kunci, tetapi ia dapat merangkak naik ke atas dan membuatnya terjatuh.
  • Penting bagi orangtua untuk selalu mengawasi bayi. Terlebih lagi jika bayi sudah tengkurap atau merangkak.
  • Untuk keamanan bayi, anda dapat memasang kasur tipis di bawah tempat tidurnya.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *