Ketahui Penyebab Berat Badan Bayi Kurang Yang Paling Umum Terjadi

Berat Badan Bayi Kurang – Salah satu masalah ini memang kerap terjadi pada bayi dimana bayi memiliki kekurangan berat badan. Mungkin kondisi ini pada awalnya tidak menimbulkan gejala dan juga dampak apapun bagi bayi. Namun jika kondisi ini tetap dibiarkan tentunya tidak menutup kemungkinan akan terjadinya beberapa dampak buruk bagi bayi. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk lebih mengetahui akan penyebab, gejala dan juga dampak buruk berat badan bayi kurang seperti yang akan kami sajikan berikut ini!

Memiliki seorang anak tentunya menjadi momen yang paling membahagiakan bagi setiap orangtua. Bagaimanapun juga, kehadiran seorang anak tentunya tidak dapat dibandingkan dengan segala apapun di dunia ini akan kebahagiaan yang kita rasakan. Dapat disebut bahwa anak memang menjadi anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita. Melalui rahim seorang wanita tentunya di dalam anak mengalir darah dan juga gen yang diwariskan dari kedua orangtuanya.

Untuk itu, tidak heran jika anak memiliki hal serupa baik dari sikap, sifat dan juga kebiasaan yang sama dengan orangtuanya. Hal ini tentunya menjadi tugas bagi kita untuk senantiasa melakukan hal-hal yang baik. Mengingat bahwa anak memang menjadi titipan dan juga anugerah yang harus dijaga, makanya kita sebagai orang tua wajib memberikan hal terbaik bagi tumbuh kembang anak. Tidak terkecuali akan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang sangat dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Maka dari itu, kita harus benar-benar memperhatikan akan asupan gizi dan juga nutrisi yang terbaik bagi tubuh si kecil. Banyak anak yang justru memiliki berat badan kurang yang tidak sesuai dengan usia anak tersebut. Kondisi berat badan bayi kurang tentunya tidak lepas dari beberapa faktor penyebab dan juga dampak buruk yang akan terjadi pada anak kita. Baca juga: 10 Hal Yang Harus Dilakukan Ketika Melakukan Perjalanan Dengan Bayi

Berat Badan Bayi Kurang dan Susah Naik

berat-badan-bayi-kurang

Tidak dapat dipungkiri bahwa berat badan bayi merupakan salah satu parameter dalam mengukur adanya pertumbuhan pada bayi. Makanya tidak heran jika bayi yang memiliki berat badan yang besar dan terus naik menjadi indikasi bahwa bayi tersebut sehat. Namun sebaliknya, jika berat badan bayi kurang dan juga cenderung susah naik, maka kondisi ini tentunya harus kita waspadai. Mengukur dan juga menilai pertumbuhan bayi memang tidaklah sulit. Anda dapat menilainya dengan berat badan dan juga tinggi pada bayi.

Tubuh bayi yang sudah naik memang selalu dihubungkan dengan bayi yang cacingan dan juga kurang gizi. Akan tetapi, tidak semua bayi yang memiliki berat badan yang kurang mengalami cacingan dan juga sebagainya. Berat badan bayi tentunya harus disesuaikan dengan tinggi badan pada bayi. Jika berat badan pada bayi tidak diiringi oleh tinggi yang terus bertambah, tentunya kondisi ini juga harus Anda waspadai dengan sangat hati-hati. Jangan sampai berat badan pada bayi bertambah sedangkan tinggi tidak bertambah. Kondisi ini tentunya dapat menimbulkan gejala bayi mengalami obesitas.

Seperti yang kita tahu bahwa bayi yang mengalami pertumbuhan berarti sel-sel di dalam tubuh juga ikut membesar dan juga berkembang dengan cukup cepat. Namun, sebaliknya jika bayi tidak mengalami pertumbuhan, tentunya tidak akan ada yang namanya perkembangan sel-sel di dalam tubuh. Untuk itu, berat badan bayi tentunya harus sesuai juga dengan perkembangan tinggi badan pada bayi. Ada juga bayi yang bertambah tinggi dan tidak terlalu terlihat jika bayi tersebut mengalami penambahan berat badan. Maka dari itu, bayi yang mengalami kekurangan berat badan tidak selamanya dikatakan sebagai bayi yang mengalami cacingan dan lambat akan pertumbuhan. Bisa jadi juga bayi tersebut memang tidak mengalami penambahan pada bdan yang besar, namun terlihat pada tinggi badannya saja. Lihat juga: Perkembangan Bayi 14 Bulan Yang Wajib Anda Ketahui

Berat badan bayi kurang tentunya memang disebabkan oleh beberapa faktor baik nutrisi maupun non nutrisi. Bagaimanapun juga, kedua faktor tersebut memang sangat mempengaruhi akan pertumbuhan dan juga perkembangan pada bayi. Beberapa faktor dan penyebab berat badan bayi kurang tersebut akan kami jelaskan pada poin di bawah ini!

Penyebab Berat Badan Bayi Kurang

Mengenai bayi yang mengalami berat badan yang kurang tentunya memang mengharuskan para orangtua untuk lebih memperhatikan akan apa yang dibutuhkan oleh bayi. Tentunya, ini menjadi salah satu faktor untuk mengindikasi bahwa adanya beberapa masalah pada gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Beberapa faktor di bawah ini tentunya ikut menjadi penyebab berat badan bdayi kurang, diantaranya:

Faktor Nutrisi

Faktor pertama yang dapat menjadi penyebab berat badan bayi kurang ialah berhubungan dengan faktor nutrisi. Faktor ini tentunya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan juga perkembangan pada bayi. Gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi tentunya harus mengandung vitamin dan juga zat-zat untuk mendukung tumbuh kembang anak. Beberapa nutrisi yang direkomendasikan untuk membantu tumbuh kembang bayi diantaranya karbohidrat, protein, lemak, mineral dan juga kalsium. Bagaimanapun juga, gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi akan membuat bayi menjadi lebih bisa tumbuh dan juga berkembang dengan sangat cepat. Dalam hal ini tentunya, para orangtua dapat memahami dengan jelas apa yang menjadi kesukaan dan juga kegemaran bayi. Hal ini tentunya bertujuan untuk memudahkan Anda untuk memberikan makanan pada bayi. Oleh karena itu, sudah menjadi sebuah keharusan bagi Anda untuk memikirkan dan juga memperhatikan akan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh bayi Anda.

Faktor Non-Nutrisi

Faktor kedua yang menjadi penyebab berat badan bayi kurang ialah faktor nutrisi. Berat badan kurang yang disebabkan oleh faktor non nutrisi dapat berupa alergi, penyerapan gizi, juga nutrisi yang kurang baik serta adanya gangguan pada sistem pencernaan si kecil. Untuk itu, Anda memang seharusnya mencari cara dan juga alternatif yang bisa Anda lakukan untuk membuat si kecil terhindar dari diare agar bayi tidak mudah sakit. Jika bayi mengalami diare baik dari makanan ataupun susu formula, sebaiknya Anda mulai berpikir untuk mengganti asupan susu formula.

Endogenous

Penyebab selanjutnya tentunya berhubungan dengan tradisi yang disebut dengan bayi yang gagal mengalami pertumbuhan. Ini disebabkan oleh gangguan pada anak akan masalah fisik dan juga mental. Tentunya, ini menjadi cakupan dalam berbagai hal yang menjadi salah satu kesalahan dalam sebuah proses metabolisme bawaan. Gangguan pencernaan biasanya terjadi dikarenakan tubuh kurang dapat menyerap gizi dan juga nutrisi dengan sangat baik oleh tubuh. Untuk itu, gangguan ini menyebabkan bayi mengalami pertumbuhan yang cukup terganggu dan juga berat badan bayi menjadi kurang.

Exogenous

Ini tentunya dapat disebabkan oleh adanya penyebab yang dilakukan oleh pengasuh ataupun orang tuanya sendiri. Dalam hal pengasuhan dan juga ketidakmampuan ibu dalam memberikan ASI dikarenakan terganggunya produksi ASI yang tidak cukup untuk buah hati.

Campuran

Faktor ini tentunya dapat disebut sebagai penyebab campuran dimana seorang anak yang tidak mendapatkan gizi dan juga nutrisi yang tidak cukup akan bertindak sesuai dengan keinginan anak. Hal ini sering terjadi dimana anak menolak makanan dan juga minuman karena adanya gangguan pada pencernaan. Melihat kondisi ini tentunya ini membuat orang tua merasa malas untuk memberi makan dan juga minum. Sehingga kondisi ini menyebabkan orang tua memberikan makan dan juga minum bayi sesuai dengan keinginan di kecil. Tidak jarang pengasuh dan juga orang tua memberikan makan sesuai dengan frekuensi dan juga volume yang cukup dan sesuai dengan keinginan si kecil tanpa adanya usaha untuk memberikan makan yang lebih banyak lagi.

Fakta Mengenai Berat Badan Pada Bayi

Pertumbuhan dan juga perkembangan  pada bayi tentunya dapat ditentukan oleh berat badan dan juga tinggi badan pada bayi. Hal ini tentunya bisa menjadi acuan bagi Anda para orang tua agar bisa melihat pertumbuhan bayi dengan sangat jelas. Untuk itu, pastinya Anda membutuhkan suatu acuan dalam mengetahui berat badan bayi kurang dan juga normal.

Acuan badan bayi kurus

Acuan pertama yang mengindikasi bahwa berat badan bayi Anda kurus ialah kurang dari 2.5 kg saat dilahirkan. Pada bayi yang normal tentunya berat badan bayi tentunya harus mencapai 2.5 kg dan bahkan lebih. Jika bayi terlalu kecil saat dilahirkan meski telah mencapai usia kehamilan yang pas, dikhawatirkan bayi akan mengalami tumbuh kembang yang tidak sempurna dan terhambat. Sebaliknya pula, jika bayi terlalu besar ditakutkan juga bayi mengalami kesulitan untuk dilahirkan secara normal dan hanya bisa dilakukan secara caesar.

Pada umumnya, berat badan bayi bisa dilihat pada saat triwulan dengan kenaikan sekitar 150-250 gram/minggunya, triwulan II kenaikan berat badannya dapat bertambah hingga 500-600 gram/ bulan sedangkan pada triwulan III akan naik sebesar 350-400 gram/bulan dan triwulan IV akan bertambah menjadi sekitar 250-350 gram/ bulan. Untuk mellihat apakan bayi mengalami penambahan berat badan. Hal ini tentunya dapat dilihat pada saat bayi mencapai usia 6 bulan- 1 tahun. Rentang waktu ini seharusnya menjadi masa dimana bayi mengalami kenaikan berat badan hingga 3 kali lipat. Jika berat badan bayi rendah pada saat dilahirkan, tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami kekurangan berat badan dalam pertumbuhan dan juga perkembangan pada bayi.

Berat badan bayi mandek

Selain pada saat lahir bayi mengalami berat badan rendah, berat badan bayi kurang tentunya dapat pula terjadi meskipun bayi lahir dengan berat yang normal. Kondisi ini biasanya disebut sebagai berat badan bayi yang mandek dan juga berada pada garis yang sama setiap bulannya tanpa bertambah kembali. Sedangkan dalam fase tertentu tentunya ada sebuah kecenderungan berat badan bayi yang lambat sekitar 1-6 bulan. Kondisi ini banyak yang terjadi hampir pada seluruh bayi.

Hal ini tentunya disebabkan oleh bayi yang sudah aktif bergerak dan juga perkembangannya cenderung lambat. Jika berat badan bayi tidak normal pada usia 6 bulan tentunya Anda harus benar-benar mewaspadainya dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan akan berdampak buruk bagi kesehatan dan juga perkembangan si kecil. Mungkin saja ada masalah pada tubuh si kecil seperti terserang diare dan juga TBC. Bagaimanapun juga, penyakit tersebut menjadi penyakit yang benar-benar harus diwaspadai. Inilah menjadi satu indikator bahwa berat badan bayi mengalami gangguan yang membuatnya tidak bisa tumbuh dengan baik.

Berat badan bayi normal

Berat badan bayi yang dikatakan normal tentunya memiliki pertumbuhan yang cukup pesat. Berikut ini beberapa uraian mengenai berat badan yang dikatakan normal yaitu sebagai berikut:

– Pada umur 1 – 3 bulan, berat badan sudah bertambah sebesar 700 gram per empat minggunya sedangkan 170-200 gram meningkat per minggunya.

– Pada umur 3 – 6 bulan berat badan pada bayi yang normal berkisar 125 gram per minggunya.

– Pada umur 6- 12 bulan bayi mulai memiliki penambahan berat badan sekitar 350 gram setiap 4 minggunya.

Menjaga berat badan bayi agar tetap stabil tentunya menjadi sebuah keharusan bagi Anda. Bagaimanapun juga, berat badan bayi kurang dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang tentunya bisa terjadi pada buah hati Anda juga. Itulah beberapa penyebab dan juga fakta yang harus Anda ketahui mengenai berat badan bayi kurang. Semoga bermanfaat!

Loading...