Ketahui Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Pipis Semalaman – Bayi baru lahir hanya mendapatkan asupan makanan dan minumannya dari ASI. Tak heran bila mereka bisa sangat rampus ketika diberikan ASI dan bisa terus menerus meng-ASI pada ibunya. Kondisi inilah yang mungkin membuat si kecil mudah mengompol atau pipis setiap waktu. Hanya saja, dalam beberapa kondisi ada bayi yang dijumpai tidak pipis semalaman. Lantas apakah kondisi tersebut berbahaya? Lalu apa penyebabnya? Simak dibawah ini.

Bayi baru lahir memang dikenal cepat mengompol dan membuat persediaan popok yang ibu siapkan cepat habis. Maklum lah bu, saat ini kan si kecil hanya minum dan makan ASI saja. Ketika porsi ASI yang didapatnya berlebih maka yang terjadi adalah si kecil yang akan sering mengompol. Namun selama kondisi ini adalah hal yang wajar dan porsi ASI yang ibu berikan padanya tidak melebihi batas yang ditentukan maka kondisi ini baik-baik saja.

Hanya saja, dalam suatu kondisi bisa jadi ibu menemukan si kecil yang biasanya sering mengompol. Namun pada pagi hari ibu tidak sama sekali mendapati popoknya basah. Hal ini lantas membuat ibu mengasumsikan bahwa si kecil tidak pipis semalaman?  Nah, apakah kondisi ini wajar? Lalu apa sih penyebabnya? Mari simak dibawah ini. Baca juga: Mengetahui Takaran Porsi Makan Bayi Sesuai dengan Usianya

Ketahui Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Pipis Semalaman

Ketahui Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Pipis Semalaman

Bayi baru lahir umumnya akan cepat menangis pada saat popoknya basah akibat pipisnya. Hanya saja, pada saat si kecil tidak pipis sama sekali semalaman hal ini mungkin membuat ibu merasa bingung. Akan tetapi demikian, kondisi ini memang perlu mendapatkan perhatian lebih. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kondisi ini terjadi? Mari simak dibawah ini.

Bayi Alami Dehidrasi

Hal pertama yang dapat menyebabkan bayi tidak pipis semalaman bisa jadi diakibatkan oleh dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi yang dapat terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan asupan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh.
Ketika kondisi ini terjadi pada bayi, apalagi bayi baru lahir yang belum mendapatkan asupan makanan pendamping dan cairan lain. Maka dampaknya bisa berbahaya. Oleh karenanya, penting sekali memastikan si kecil mendapatkan asupan ASI yang cukup dalam tubuhnya.

Terkadang si kecil pun akan butuh untuk meng-ASI pada malam hari. Jadi demikian, sebelum ibu tertidur maka sebaiknya pastikan mengasup mereka dengan ASI terlebih dahulu. Akan tetapi demikian, biasanya bayi yang kurang ASI umumnya akan sering menangis. Nah, tangisan ini bisa menjadi sinyal untuk ibu bisa memberikan mereka ASI.

Bayi Anda Sedang Demam

Penyebab lain yang membuat si kecil tidak pipis semalaman bisa jadi dipengaruhi oleh demam yang diderita oleh si kecil. Hal ini dikarenakan ketika tubuh bayi naik suhunya maka kondisi ini akan mungkin membuat bagian tubuhnya yang lain mengeluarkan banyak keringat.

Sehingga demikian, keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh si kecil membuat pipis atau air seni yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit. Untuk itu, ketika ibu mendapati si kecil tidak pipis semalaman maka silahkan cek suhu tubuhnya dengan baik.

Bayi Anda Terkena Diare

Jika bayi anda terkena dengan diare maka kondisi ini akan membuat si kecil lebih beresiko mengalami dehidrasi. Diare pada bayi akan dapat menyebabkan cairan dalam tubuh menjadi terkuras habis dan keluar bersama dengan pada saat mereka buang air besar. Kondisi inilah yang akan rentan membuat si kecil mengalami kekurangan cairan dan hampir jarang pipis.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir – Bayi baru lahir atau bayi muda acapkali mengalami gejala non-spesifik dan tanda bahaya yang mengindikasikan adanya penyakit yang parah. Tanda-tanda ini mungkin terlihat saat atau setelah persalinan. Ataupun pada beberapa hari setelah si bayi berusia 1 bulan setelah kelahiran. Untuk itu, waspadai dan kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir dengan baik.

Memiliki bayi baru lahir adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Wajar bila rasanya, kita ingin memberikan segala sesuatunya dengan baik untuk si buah hati kita yang baru saja lahir. Naluri alamiah seorang ibu dan orangtua akan dengan sendirinya ingin melindungi si kecil dari sesuatu yang akan mungkin membahayakannya.

Bukan sebuah hal yang berlebihan bila anda ingin melakukan hal tersebut pada si kecil. Apalagi jika mengingat si kecil adalah darah daging anda dan kehadirannya dicapai dengan perjuangan yang tidak mudah. Selain itu, umumnya bayi baru lahir memang terlihat begitu rentan. Jadi, bukanlah sebuah hal yang berlebihan bila anda begitu ingin melindungi dan menjaganya dengan baik.

Jangankan melihat si kecil berada dalam bahaya atau tubuhnya yang dihinggapi dengan masalah. Melihat bekas gigitan nyamuk pada lengannya saja, akan mungkin membuat anda merasa panik. Belum lagi, buah hati anda yang masih begitu kecil umumnya belum mampu berkomunikasi. Sehingga kesakitan atau keluhan kesehatan yang mereka alami tidak akan mungkin bisa diketahui dengan mudah. Selain menangis atau tertawa, tidak banyak hal yang bisa dilakukan oleh bayi baru lahir.

Sementara itu, tubuhnya yang rentan terhadap segala macam hal membuat bayi baru lahir akan mudah terserang dengan penyakit. Belum lagi, sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna, membuat penyakit akan mudah menyerang bayi baru lahir.

Sehingga demikian, tak jarang hal ini membuat orangtua yang memiliki bayi baru lahir akan dibuat sedikit risau mengenai masalah kesehatannya. Hal ini tentunya diperparah dengan ketidakmampuan bayi untuk mengkomunikasikan sesuatu membuat ibu sulit untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada bayi.

Ya, neonatus atau bayi baru lahir dan bayi muda memang seringkali mengalami gejala non-spesifik atau tanda yang menunjukan adanya indikasi penyakit dalam tubuhnya. Tanda-tanda seperti ini mungkin dapat dilihat saat atau setelah persalinan. Atau bisa pula pada beberapa hari sampai dengan usia si kecil 1 bulan setelah persalinan. Baik si kecil yang masih berada di rumah sakit atau pada saat mereka sudah berada di rumah.

Perhatian penuh, terhadap kesehatan bayi adalah hal penting yang perlu dilakukan oleh pada orangtua. Terlebih lagi untuk mereka yang memiliki bayi prematur. Sebab tentunya penanganan lebih dini terhadap jenis penyakit tertentu akan dapat mencegah kemungkinan penyakit yang lebih parah.

Memang tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh bayi baru lahir ketika terjadi gangguan kesehatan dalam tubuhnya. Selain menangis dan menjadi rewel, umumnya akan cukup sulit untuk ibu memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan buah cintanya.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Untuk itulah, kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir adalah hal penting untuk dilakukan. Berusahalah untuk menjadi ibu yang siaga dan waspada, terutama bila anda melihat sesuatu yang janggal dengan si kecil.

Nah, dibawah ini kami bantu anda kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir dengan mengenali beberapa hal dibawah ini.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Mengapa penting mengetahui tanda bahaya pada bayi baru lahir? Hal ini dikarenakan bayi baru lahir umumnya memang lebih rentan terhadap gangguan penyakit. Jika mereka jatuh sakit biasanya kondisi ini akan berubah cepat menjadi kondisi yang serius dan berat. Bahkan, pada kondisi tertentu yang lebih parah kematian bisa menjadi hal yang amat mengerikan.

Gejala sakit pada bayi baru lahir memang sulit untuk dikenali. Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat mendapatkan pertolongan sehingga kemungkinan terburuk dari kondisi ini bisa dihindari.

Banyaknya kasus kematian pada bayi umumnya dipengaruhi karena terlambat diagnosa, terlambat memutuskan membawa bayi berobat ke dokter dan bahkan terlambat sampai ke tempat pengobatan. Nah, untuk mewaspadai kondisi tersebut berikut ini kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir.

Bayi Tidak Mau Menyusu

Bayi baru lahir umumnya akan lebih sering menyusu karena mereka membutuhkan zat untuk dapat bertumbuh dan berkembang. Selain itu, satu-satunya sumber asupan makanannya hanya didapat dari ASI. Jadi ketika bayi anda tidak mau menyusu sebaiknya curigai kondisi ini.

Bayi yang tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup akan membuat asupan nutrisi dalam tubuhnya berkurang. Hal ini tentu akan berdampak pada kesehatan tubuhnya. Selain itu, bayi yang tidak menyusu bisa jadi tubuhnya merasa lemas atau mungkin si kecil mengalami dehidrasi yang berat.

Kejang

Kejang pada bayi memang seringkali menjadi hal yang sering terjadi. Akan tetapi, yang perlu anda perhatikan dari hal ini adalah bagaimana kondisi yang memicu kejang pada si kecil. Apakah kejang terjadi saat si kecil demam. Apabilala ya, maka kemungkinan demam tersebut mengakibatkan kondisi buruk pada tubuh si kecil.

Segera konsultasikan masalah ini dengan dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa anda dapatkan. Selain itu, bila rupanya kejang terjadi saat tidak demam, maka mungkin masalah yang lebih besar terjadi dengan kesehatan si kecil.

Lemah

Bayi baru lahir pada umumnya memang belum banyak melakukan aktvitas. Akan tetapi, anda bisa mengenali bayi anda baik-baik saja dari pergerakan dan raut wajahnya. Bayi yang baik-baik saja umumnya akan terlihat ceria dan aktif bergerak meski hanya terbaring. Akan tetapi, pada bayi yang lemah umumnya mereka akan terlihat lesu dan tidak mau menyusu. Untuk itu, sebaiknya kenali tanda bahaya bayi baru lahir yang satu ini.

Merintih

Bayi baru lahir memang belum dapat mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan dengan baik. Akan tetapi bayi anda bisa merintih karena kondisi tertentu. Bahkan setelah anda memberikan mereka ASI atau setelah anda menenangkan mereka. Untuk itu, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter bila kondisi si kecil semakin parah.

Sesak Nafas

Frekuensi nafas pada bayi umumnya lebih cepat dibandingkan dengan kita atau anak-anak lain yang lebih besar. Umumnya, sekitar 30-60 kali per menit bayi bisa menghembuskan nafas dalam waktu tersebut.

Nah, apabila bayi anda kurang dari 30 kali per menit atau lebih dari 60 kali per menit menghembuskan nafasnya maka mungkin anda perlu waspada dengan hal ini. Perhatikan dinding dadanya, terdapat tarikan yang berat atau tidak dibagian tersebut. Bila ya, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah kemungkinan buruk dari kondisi ini.

Diatas adalah segelintir tanda yang perlu diketahui dari Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir. Semoga bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Cara Menghangatkan Bayi Baru Lahir – Bayi baru lahir membutuhkan kehangatan ekstra. Suhu normal tubuh bayi baru lahir umumnya berkisar antara 36,5 sampai dengan 37,5 derajat Celcius. Untuk itulah, kengahatan tubuh mungilnya perlu dijaga dengan baik. Hal ini dikarenakan umumnya tubuh bayi baru lahir mudah mengalami perubahan suhu.

Memiliki bayi baru lahir tentu menuai kebahagiaan yang besar untuk anda dan pasangan. Akhirnya pengorbanan dan perjuangan besar yang anda lakukan dimeja persalinan dapat berbuah lahirnya buah hati yang lucu. Untuk pertama kalinya, kini anda dapat menggenggam dan menimang si kecil dalam pelukan. Perasaan senang dan haru mungkin akan bercampur menjadi satu. Apalagi bila anda adalah seorang ibu baru.

Pengalaman pertama kali menggenggam darah daging anda ini tentu membuat anda merasa sedih dan senang yang bercampur menjadi satu. Namun tahukah anda, kebahagiaan yang anda rasakan ini tidak hanya dirasakan oleh sang suami. Orang-orang disekitar anda yang telah begitu menantikan kehadiran si kecil pun akan membuat mereka sumringah menyambut kehadiran si kecil.

Ibu anda, mertua anda, sanak saudara dan teman-teman anda akan mungkin tak sabar untuk segera mengunjungi anda di rumah atau rumah bersalin. Tidak heran bila saat ini, banyak orang silih berganti ingin bergantian menjaga anda dan si bayi yang masih begitu mungil.

Hanya saja, kondisi menjenguk ini umumnya membuat bayi baru lahir anda akan dengan secara bergilir digendong, dielus, dipegang, ditimang dan disentuh silih berganti oleh orang-orang yang ingin menemuinya. Dengan demikian, ini artinya bayi baru lahir anda tidak memiliki cukup waktu untuk mereka dapat beristirahat dengan tenang dan tanpa gangguan.

Akan tetapi, melarang orang lain untuk menggendong si buah hati sepertinya akan terdengar kurang sopan. Belum lagi, perasaan tak tega menghentikan rasa antusias mereka menggendong buah hati anda akan mungkin membuat anda segan menegur mereka.

Cara Menghangatkan Bayi Baru Lahir

Hanya saja, disamping lain, buah hati anda juga memerlukan waktu untuk beristirahat. Belum lagi, silih berganti menimang akan membuat si kecil tidak beritirahat dan membuat tubuhnya kedinginan. Apalagi, umumnya mengingat banyak orang yang menjenguk akan membuat anda membuka bagian jendela atau menyalakan kipas angin agar tamu yang datang tidak merasa pengap atau kegerahan.

Untuk orang dewasa, terbukanya celah jendela atau hembusan kipas angin mungkin akan membuat ruangan menjadi sejuk dan nyaman. Hanya saja, untuk bayi baru lahir kondisi ini akan mungkin membuat suhu tubuhnya menjadi menurun dan membuat mereka kedinginan. Padahal bayi baru lahir sepatutnya tetap merasa hangat dan dijaga kehangatannya dengan baik.

Sayangnya, akan sulit mungkin untuk anda memberikan larangan untuk orang lain yang ingin menjenguk atau melihat si kecil. Rasanya akan kurang pantas juga bila anda memberikan teguran. Akan tetapi, disamping lain juga kesehatan bayi anda tetap perlu menjadi yang utama.

Nah, untuk mengatasi hal ini anda mungkin akan butuh untuk memberikan pemahaman pada keluarga dan oranglainnya. Upayakan untuk mendapatkan perhatian mereka dan buat mereka mengerti. Selain itu, penyampaian maksud anda pun haruslah tepat sasaran agar sebisa mungkin oranglain tidak meraa tersinggung atau tidak enak dengan permintaan anda.

Nah selain itu, berbicara mengenai kehangatan pada tubuh bayi baru lahir. Hal ini tentunya penting untuk diperhatikan dan dijaga dengan baik. Sebab pada umumnya suhu tubuh bayi baru lahir akan cenderung mudah berubah-ubah. Hanya saja, anda dituntut untuk dapat memastikan bila bayi baru lahir anda tetap dapat terjaga kehangatannya. Untuk itulah, penting sekali mengetahui cara menghangatkan bayi baru lahir sebagai metode penting untuk memandu anda dalam merawat mereka.

Selain itu, hal penting lain yang perlu anda pahami adalah bahwa pusat pengaturan suhu tubuh bayi baru lahir belumlah berjalan dengan sempurna. Tubuh bayi baru lahir yang begitu kecil pun membuatnya belum mampu memproduksi dan menyimpan panas dengan baik.

Selain itu, ditambah lagi, bayi baru lahir umumnya belum mampu mengatur posisi tubuh dan pakaiannya agar tidak kedinginan. Sehingga cara menghangatkan bayi baru lahir penting untuk anda ketahui dengan baik.

Cara menghangatkan dan mempertahankan suhu tubuh bayi, anda pun perlu memahami beberapa triknya. Ingin tahu seperti apa cara menghangatkan bayi baru lahir? Mari simak beberapa hal dibawah ini.

Cara Menggangatkan Bayi Baru Lahir

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua sebagai cara menghangatkan bayi baru lahir. Berikut ini adalah beberapa hal yang penting anda perhatikan:

  1. Yang pertama adalah dengan menempatkan bayi pada ruangan yang hangat. Maksudnya adalah menghindarkan bayi dari ruangan ber-AC
  2. Yang kedua adalah dengan melakukan kontak bersama dengan si buah hati. Tempelkan kulit bayi dengan kulit ibu agar si kecil merasakan kehangatan tubuh ibu
  3. Yang ketiga adalah dengan menyusui si kecil. Hal ini akan membuat buah hati anda merasa hangat karena dekapan pada tubuh ibu membuatnya nyaman.
  4. Lakukan perawatan dengan metode kangguru

Kontak kulit ibu dengan bayi baru lahir dalam dilakukan metode kangguru. Metode ini dapat bekerja untuk mempertahankan suhu bayi dan mencegah bayi dari kedinginan. Adapun keuntungan dari perawatan in adalah selain memberikan kehangatan, juga bayi anda akan lebih sering menetek.

Selain manfaat tersebut, bayi anda akan cenderung tidak mudah rewel dan kenaikan berat badannya akan lebih cepat. Dengan mengaplikasikan metode ini, ibu pun akan merasakan kedekatan yang lebih bersama dengan si buah hati. Bahkan ibu tetap dapat melakukan aktivitas sambil menggendong buah hatinya.
Lantas bagaimana menerapkan metode kangguru untuk menghangatkan si buah hati baru lahir? Mari simak dibawah ini.

Cara Menghangatkan Bayi Baru Lahir: Metode Kangguru

Umumnya bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah akan membutuhkan perawatan melalui inkubator. Hal ini dikarenakan bayi memerlukan perawatan intensif untuk menjaga suhu tubuhnya. Suhu tubuh bayi baru lahir memang belumlah stabil dan umumnya mereka akan cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Akan tetapi, ada metode lain yang dapat dilakukan untuk menghangatkan bayi baru lahir, yakni dengan metode kangguru.

Metode kangguru adalah sebuah cara menghangatkan bayi dengan menempelkan tubuh bayi pada bagian dada ibu. Hal ini tentu difungsikan untuk mengalirkan kehangatan dari tubuh ibu ke bayi melalui kontak skin to skin.

  • Adapun, cara melakukannya adalah dengan mengaplikasikan:
    Gunakan tutup kepala karena sebanyak 25 persen panas hilang pada bayi baru lahir melalui kepala. Untuk itu, upayakan bayi anda mengenakan hoodie atau kupluk.
  • Dekap si buah hati diantara payudara ibu dengan posisi bayi telungkup dan posisi kaki seperti kodok dengan kepala menoleh pada satu sisi
  • Metode kangguru dapat dilakukan pada posisi ibu tidur dan istirahat. Namun lakukan dengan hati-hati.
  • Metode ini pada umumnya bukan hanya dapat dilakukan oleh ibu. Ayah ataupun anggota keluarga lainnya dapat pula melakukannya.

Demikianlah Cara menghangatkan bayi baru lahir, semoga bermanfaat!

Cara menggendong bayi sesuai usia akan menjadi salah satu hal yang penting untuk diketahui setiap orangtua. Sebab tidak sedikit orangtua yang mengabaikan kegiatan yang satu ini.

Menggendong bayi yang lucu memang menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk orangtua. Bukan hanya untuk anda dan pasangan saja, banyak orang senang berada dekat dengan bayi yang mungil. Menciumi pipinya, mengelus kulitnya yang halus dan menggendong bayi adalah kegiatan yang menyenangkan. Hanya saja, kegiatan menggendong bayi pada umumnya tidak bisa dilakukan dengan sembarang. Sebab bila tidak hati-hati kegiatan yang satu ini akan dapat berbahaya untuk buah hati anda.

Untuk ibu hamil, umumnya anda akan diajarkan bagiamana menggendong bayi yang tepat saat masih di rumah persalinan. Hanya saja, kegiatan yang satu ini bisa menjadi hal yang cukup mendebarkan ketika diberikan pada si ayah. Ketidakpahaman cara menggendong yang tepat pada si kecil bisa jadi membuat si ayah enggan melakukan hal yang satu ini sampai anaknya berusia lebih besar.

Selain itu, cara menggendong bayi perlu dilakukan dengan hati-hati dan ada trik menggendong sesuai dengan usianya. Jadi, pada dasarnya kegiatan yang satu ini tidaklah dapat dilakukan dengan sembarangan.

Selain itu, alat yang digunakan untuk menggendong si kecil pun perlulah diperhatikan dengan baik. Sebaiknya, jangan memilih gendongan duduk untuk bayi baru lahir. Tulang tubuh bayi baru lahir masih begitu rapuh dan lunak. Kesalahan menggendong pada saat ia diasuh akan menimbulkan bahaya dan gangguan terhadap perkembangan tulangnya. Untuk itu, sebaiknya hindarkan melakukan kegiatan yang satu ini dengan sembarangan. Agar keselamatan dan tumbuh kembang pada si kecil tidak terganggu.

Cara Menggendong Bayi Sesuai Usia

Berdasarkan survey yang dilakukan beberapa negara menunjukan semakin tingginya kasus bayi yang meninggal akibat salah posisi leher sewaktu digendong. Dan kasus ini banyak dialami terutama untuk bayi yang berusia kurang dari 3 bulan.

Seiring dengan perkembangan ini, industri fashion memunculkan banyak inovasi baru dalam model gendongan yang dijualnya. Bukan hanya sekedar gendongan yang disimpul dengan menggunakan kain saja. Akan tetapi, cukup banyak model dan jenis gendongan untuk bayi.

Keberagaman model gendongan yang tersedia dipasaran ini membuat ibu dan orangtua menjadi lebih leluasa dalam memilih salah satunya. Untuk itu, maka sebaiknya sesuaikan jenis gendongan dan tekhnik menggendong yang dilakukan pada buah hati anda. Agar keselamatan mereka senantiasa terjaga dengan baik.

Nah, untuk mengetahui cara menggendong bayi sesuai usia maka mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Cara Menggendong Bayi Sesuai Usia

Menggendong bayi baru lahir adalah salah satu cata yang paling efektif yang perlu dilakukan oleh para orangtua. Selain itu, cara ini pun dapat dijadikan media untuk mempererat ikatan batin antara orangtua bersama dengan anaknya. Akan tetapi, cara menggendong bayi pun perlu benar-benar diperhatikan dengan baik. Sebab bila tidak hati-hati, kegiatan yang satu ini akan dapat berdampak tidak baik untuk si buah hati.

Cara Menggendong Bayi Baru Lahir

Cara menggendong bayi agar memperoleh hasil yang optimal membutuhkan beberapa tips yang tepat, terutama untuk bayi baru lahir. Dalam hal ini, cara menggendong bayi perlu dikategorikan menurut usia bayi, sebab setiap bayi baru lahir hingga usia 8 bulan ke atas membutuhkan kebutuhan yang berbeda-beda.

Guna mengurangi resiko-resiko yang berbahaya bagi bayi karena kesalahan dalam menggendong bayi baru lahir akan dapat memperoleh hasil yang optimal. Untuk itulah, anda perlu memperhatikan beberapa cara dalam menggendong bayi seperti dibawah ini.

Cara Menggendong Bayi Usia 0-3 Bulan

Untuk bayi berusia 0 higga 3 bulan, kegiatan menggendong bayi perlu benar-benar dilakukan dengan hati-hati. Hal ini dikarenakan usia ini membuat tulang pada tubuh bayi masih begitu lemah.

Untuk itulah, sebaiknya posisikan gendongan bayi yang terbaik. Caranya adalah dengan membaringkan bayi tepat pada bagian lengan anda. Sementara satu lipatan lain dari siku dapat digunakan untuk menopang leher serta kepala bayi dengan perlahan. Sementara untuk tangan yang satunya lagi, gunakan untuk menopang punggung serta pantat bayi.

Cara Menggendong Bayi Usia 4 Bulan

Posisikan cara menggendong bayi usia ini dengan penuh kehati-hatian. Sama halnya dengan bayi baru lahir, usia ini membuat tubuh bayi masih begitu rentan. Untuk itu, cara menggendong bayi pada usia ini metodenya hampir sama. Hanya saja, yang membedakan adalah posisi gendongan bayi yang sesekali bisa didudukan dibagian pangkuan anda. Posisikan dengan kepala si kecil yang dapat disandarkan pada bagian dada anda dan wajahnya menghadap ke bagian depan.

Cara Menggendong Bayi Usia 5 Bulan

Untuk bayi berusia 5 bulan, anda sudah dapat menggendong si kecil dengan memposisikannya tepat pada bagian pinggang. Yakni dengan melingkarkan kaki si bayi ke bagian pinggul anda dengan perlahan. Hal ini dikarenakan usia si kecil pada usia ini membuat tubuhnya udah mampu menopang bagian kepalanya sendiri sehingga anda dapat melakukan posisi ini sewaktu menggendongnya.

Cara Menggendong Bayi Usia 6 Bulan

Untuk usia ini tubuh si kecil sudah lebih kuat dan lebih siap sehingga ibu dapat menggendong bayi di punggung. Sebab pada saat ini si kecil sudah mampu menolang kepalanya sendiri dengan sempurna. Bila anda ingin menggunakan gendongan duduk didepan pun maka pada masa ini anda akan dapat melakukanya.

Variasi gendongan yang dijual dipasaran akan bisa anda pilih salah satunya. Hanya saja, pastikan bila keamanan si gendongan dapat dijaga dengan baik.

Cara Menggendong Bayi Usia 8 Bulan

Untuk usia ini berat tubuh si bayi mungkin udah semakin besar sehingga anda akan membutuhkan gendongan yang lebih kuat. Selain itu, pada masa ini anda hanya dianjurkan untuk sesekali menggendong si kecil.

Sementara sisanya berikan kesempatan untuk buah hati anda agar dapat bereksplorasi. Biarkan bayi mengeksplorasi kemampuan ingin tahunya dengan lingkungan dan lain sebagainya. Akan tetapi, pada masa ini pengawasan orangtua akan sangat dibutuhkan.

Biarkan si kecil merangkakak kesana kemari, baik didalam rumah atau di taman bermain. Yang terpenting adalah jangan sampai pengawasan anda lengah. Selain itu, hindarkan pula si kecil dari segala hal yang akan membahayakan keselamatannya. Seperti peralatan tajam dan benda yang berat yang ada dirumah.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari cara menggendong bayi sesuai dengan usia. Kegiatan menggendong adalah cara yang efektif untuk mempererat hubungan si kecil dengan orangtua. Akan tetapi, bila kegiatan ini tidak dilakukan dengan berhati-hati maka akan fatal akibatnya.

Dengan mengetahui cara diatas diharapkan anda dapat menggendong si kecil dengan metode yang tepat sehingga hasil yang optimal dari kegiatan ini bisa didapatkan. Semoga cara diatas bermanfaat dan dapat anda praktikan dengan mudah.

Tekhnik Mengajarkan Latch On Pada Bayi Baru Lahir adalah hal yang penting dilakukan. Menyusui yang tepat akan dapat mengurangi rasa sakit pada ibu dan hal ini pun akan mengalirkan ASI yang baik untuk bayi. Untuk itulah, mengajarkan tekhnik ini pada bayi baru lahir adalah hal yang penting.

Bayi baru lahir belum bisa diberikan jenis makanan atau minuman lainnya. Untuk itulah, satu-satunya sumber gizi dan nutrisi yang didapatkannya, diperoleh dari ASI dari ibunya. Pemberian ASI pada si bayi adalah hal yang penting sebab dengan begini tumbuh kembangnya akan dapat berjalan dengan baik. Pasokan ASI yang kurang atau terkendala pada si kecil akan membuat tumbuh kembangnya menjadi terkendala. Dampaknya bayi baru lahir anda akan mungkin tidak mengembangkan kemampuannya dengan baik.

Untuk itulah, dalam hal ini ibu perlu mendukung dan memfasilitasi si buah hati agar bisa mendapatkan asupan ASI yang cukup. Selain mengupayakan agar ASI ibu deras dan melimpah, tekhnik menyusi bayi baru lahir pun perlu diperhatikan dengan baik. Memperhatikan cara pemberian ASI yang tepat akan membuat si bayi bisa mendapatkan air susu yang cukup dan sesuai. Sebaliknya, tekhnik menyusui yang salah akan mungkin membuat si kecil tidak mendapatkan air susu. Selain itu, hal ini akan mungkin membuat si kecil yang menyusu berada dalam resiko yang berbahaya.

Tekhnik Mengajarkan Latch On Pada Bayi Baru Lahir

Penelitian menunjukan bahwa salah satu faktor yang dapat memicu timbulnya sindrom kematian mendadak pada bayi adalah tekhnik menyusui yang salah. Terkadang ibu yang kurang teliti dalam memberikan ASI pada si kecil membuat mereka tersedak. Hal ini tentunya akan membuat saluran pernapasannya menjadi terhambat dan terhalang. Bila kondisi ini tidak segera ditangani maka kematian menjadi hal yang paling menakutkan.

Mengenal Tekhnik Latch On

Posisi dan pelekatan atau yang saat ini lebih dikenal dengan tekhnik latch on menyusui mungkin menjadi hal yang mudah. Bahkan sebagian orangtua menganggap bahwa hal ini terlalu sederhana sehingga rasanya tidak perlu pelajaran terhadap tekhnik yang satu ini.

Beberapa tahun yang lalu ketika kampanye ASI dan menyusui belum terdengar gaungannya di Indonesia. Istilah Latch on mungin masih terdengar aneh atau asing ditelinga para ibu. Dan mungkin cara menyusui telah diajarkan secara turun-temurun oleh keluarga terdekat.

Padahal, tekhnik latch on adalah hal yang amat penting diketahui para ibu dan merupakan proses berharga dari kegiatan menyusui. Proses yang salah sewaktu menyusi akan membuat payudara ibu terasa nyeri. Selain itu, ASI mungkin tidak mengalir dengan lancar. Akibatnya, bayi anda pun bisa tidak mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya dan produksi ASI bisa berkurang.

Adalah sangat wajar untuk ibu yang baru pertama kali memiliki anak mendapatkan kesulitan dalam mencari posisi menyusui yang tepat. Selain itu, para peneliti setuju bahwa menyusui adalah cara terbaik untuk menyediakan gizi , memberikan kenyamanan dan mencipatkan ikatan antara ibu dan bayi. Untuk itulah, kegiatan ini perlu dilakukan dengan tepat dan sesuai.

Apa Itu Lacth On?

Latch on adalah stilah yang digunakan ketika bayi mendapatkan posisi yang tepat saat menempelkan mulutnya pada putih ibu. Dengan begini ia akan dapat mendapatkan ASI dengan tepat dan nyaman.

Sayangnya, proses ini pada praktiknya tidak pernah dilakukan secara benar-benar alami. Melainkan ibu yang selalu mengarahkan bagian puting kedalam mulut si kecil. Kekhawatiran ibu terhadap buah hati yang masih begitu kecil membuat ibu seringkali melakukan hal ini.

Akan tetapi, lewat metode latch on, bayi akan dapat meraih sendiri puting ibunya sehingga mendapatkan posisi yang nyaman dan sesuai saat menyusui. Untuk itulah, penting sekali mengajarkan tekhinik latch on pada bayi baru lahir. Ingin tahu seperti apa caranya? Simak dibawah ini.

Tekhnik Mengajarkan Latch On Pada Bayi Baru Lahir

Tekhnik latch on penting diajarkan pada bayi agar bayi mendapatkan posisi yang nyaman dan sesuai sewaktu menyusu dari ibunya. Selain itu, lewat metode ini pun ibu menyusui akan terhindar dari rasa sakit atau aliran ASI yang tidak sesuai.

Tekhnik latch on yang diajarkan pada si kecil akan memungkinkan produksi ASI lebih lancar dan bayi mendapatkan air susu sesuai dengan kebutuhannya. Berikut ini adalah tekhnik mengajarkan latch on pada bayi baru lahir.

  1. Untuk pertama kali dalam mengajarkan latch on pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan menggendong bayi. Tempatkan bayi anda diposisi perut anda menempel dengan perut bayi. Atur posisi ini senyaman mungkin.
  2. Selanjutnya adalah dengan memposisikan tubuh bayi agar bagian bahu, telinga dan pinggulnya sejajar. Hal ini difungsikan untuk memudahkan menelan.
  3. Sangga payudara dengan tangan anda, lalu dekatkan payudara ke mulut bayi sampai ia membuka mulutnya.
  4. Saat mulutnya telah terbuka, maka dekatkan kembali tubuh anda agar si kecil bisa menjangkau puting anda.
  5. Pastikan mulut bayi anda terbuka lebar, sehingga bagian besar aerola, terutama bagian bawah aerola masuk kemulut bayi.
  6. Selama proses menyusui dagu bayi menempel ke payudara, sehingga hidungnya tidak terututp. Akan tetapi, jaga agar dagu bayi tidak menempel ke dadanya.
  7. Terakhir adalah dengan menyangga tubuh bayi, terutama dibagian badan dan bokongnya selama menyusui.

Dalam hal ini penggunaan bantal atau sesuatu yang nyaman akan membuat anda dapat mengurangi beban tubuh si kecil selama proses menyusui. Yang terpenting dalam hal ini adalah si kecil mulai dapat menjangkau sendiri puting ibu dengan perlahan.

Membantu Ibu Merasa Nyaman Saat Menyusui

Selain itu, perhatikan segala hal yang akan membuat si kecil berada dalam bahaya. Sebaiknya susui dengan keadaan duduk yang nyaman sehingga anda tidak mudah pegal. Selain beberapa hal tersebut, berikut ini adalah hal yang akan membuat ibu merasa nyaman selama menyusui.

  1. Cari posisi duduk yang nyaman agar anda tidak perlu bergunta-ganti tempat duduk.
  2. Kenakan pakaian yang memiliki akses untuk dapat menyusui dengan lebih mudah.
  3. Gendong bayi anda dalam posisi yang membuatnya nyaman. Sehingga anda tak menghabiskan wkatu untuk menyiapkan diri.
  4. Kontak kulit selama proses menyusui akan membaut si kecil merasa nyaman. Sehingga ia akan dapat melepaskan puting ibu dari mulutnya dengan mudah.
  5. Bila proses menyusui terasa sakit, maka sebaiknya lepaskan sementara untuk mengganti posisi yang lebih nyaman.
  6. Tunggu sampai si kecil membuka mulutnya saat mama akan menyusuinya sehingga ia akan dapat menjangkaunya dengan mudah.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan guna membantu ibu mendapatkan posisi yang nyaman selama menyusui. Tekhnik latch on yang diterapkan dengan baik akan berguna untuk si kecil dan ibu. Dengan begini si kecil akan bisa mendapatkan ASI yang dibutuhkannya tanpa membuat ibu merasakan sakit saat menyusui.

Semoga pembahasan dari menerapkan Tekhnik Mengajarkan Latch On Pada Bayi Baru Lahir kali ini bermanfaat untuk anda!