Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk – Bayi gemuk tentunya diinginkan oleh setiap orangtua. Pasalnya, bayi yang gemuk menjadi sebuah tanda bahwa gizi dan juga nutrisi si kecil terpenuhi dengan baik. Namun, tidak semua bayi yang sudah lahir dan dirawat dengan baik memiliki tubuh yang gemuk. Untuk itu kami sajikan beberapa cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk berikut ini!

Memiliki bayi yang gemuk tentunya tidak akan ditolak oleh setiap orang tua. Terkadang seorang ibu benar-benar menginginkan bayi yang ia lahirkan menjadi bayi yang gemuk dan juga sehat. Dengan berbagai cara yang dilakukan oleh orang tuanya tentunya ini menjadi sebuah tugas bagi kita untuk membuat si kecil menjadi gemuk dan juga sehat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tugas ini termasuk ke dalam tugas yang cukup berat dan juga sulit untuk para orangtua. Terlebih mengurus bayi yang baru lahir agar cepat gemuk. Tentunya, Anda harus tahu bahwa bayi yang baru lahir akan mendapatkan berat badan ketika berusia 14 hari. Pada masa inilah menjadi gerbang penambahan berat badan yang cukup drastis bagi si kecil. Pada usia 3-4 bulan menjadi masa dimana berat badan si kecil mulai berganda.

Namun, tidak setiap keinginan orang tua tersebut menjadi sebuah kenyataan. Meskipun memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang baik bagi si kecil, namun tetap saja si kecil memiliki berat badan yang kurus dan juga sulit bertambah. Terlepas dari hal tersebut tentunya ini menjadi sebuah PR besar bagi orang tua untuk mulai melakukan beberapa cara agar bayi yang dilahirkannya memiliki bobot tubuh yang gemuk tapi stabil. Tentunya, Anda juga tidak menginginkan si kecil memiliki berat badan yang berlebih atau yang sering kita sebut dengan obesitas. Untuk menjawab keinginan Anda, berikut kami sajikan beberapa cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk pada poin selanjutnya. Baca juga: 12+ Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi Secara Alami

Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk

cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk

Jika Anda memiliki bayi dengan berat badan yang kurang tentunya ini menjadi sebuah masalah yang pastinya menyita pikiran Anda. Rasa gelisah dan juga khawatir akan apa yang terjadi pada si kecil tentunya ikut andil dalam pikiran tersebut. Tidak sedikit bayi yang mulai memiliki penambahan berat badan pada usia 3 bulan, namun tidak jarang juga bayi yang tidak memiliki penambahan berat badan yang cukup drastis.

Tentunya, hal tersebut seharusnya tidak menjadi beban pikiran Anda. Jika bayi Anda tidak mengalami penambahan berat badan yang cukup, namun si kecil masih tetap aktif dan juga tetap mendapatkan nutrisi yang terbaik. Kondisi tersebut tentunya jangan menjadi beban berat dalam pikiran Anda. Hal ini dikarenakan banyak bayi yang tidak mengalami penambahan berat badan, namun ternyata memiliki tubuh yang sehat dan juga kuat. Lihat juga: 10 Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi Secara Alami Yang Bisa Anda Coba

Untuk menghindari Anda mendapatkan beban pikiran yang seharusnya tidak terlalu dipikirkan. Berikut kami sajikan beberapa cara dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk membuat si kecil cepat gemuk, diantaranya:

Berikan ASI Eksklusif

Hal pertama yang menjadi sebuah cara yang harus Anda lakukan ialah dengan memberikan ASI eksklusif kepada si kecil. Pasalnya, ASI memang menjadi sumber utama makanan bayi yang pastinya sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil. Bagaimanapun juga, ASI memang menjadi asupan gizi dan juga nutrisi yang alami dan berperan bai dalam menjaga kesehatan si kecil. Terutama jika si kecil mendapatkan kolostrum dari ibunya, tentunya ini menjadi cara yang paling ampuh dalam menjaga sistem imunitas tubuh si kecil.

Namun, ketika memberikan ASI pada si kecil tentunya Anda juga tidak terlepas dari pemberian ASI yang benar dan juga sesuai dengan prosedur. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memberikan ASI kepada si kecil, diantaranya:

– Pastikan ibu memberikan ASI yang tepat waktu atau ketika si kecil merasa haus. Biasanya bayi yang baru lahir akan merasa haus dan menerima langsung ASI dari payudara sang ibu. Untuk itu, berikanlah ASI kepada si kecil sebanyak dan juga sesering mungkin ketika bayi menginginkannya.

– Jika ibu masih merasa kesulitan dalam memberikan ASI kepada si kecil. Mintalah bantuan keluarga dan juga orang-orang sekitar untuk membantu Anda dalam memberikan ASI dengan posisi yang cukup tepat. Jika Anda termasuk pada seorang yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI yang berlimpah, Anda dapat melakukan pijat laktasi yang tentunya cara yang sangat berguna untuk mendapatkan ASI yang subur dan juga lancar.

– Jika memang bayi tidak menginginkan mendapatkan ASI yang langsung dari ibunya dikarenakan puting yang cukup kecil. Anda jangan dulu memutuskan untuk memberikan susu formula tetapi cobalah untuk memerah ASI Anda dengan menggunakan alat khusus terlebih dahulu dan masukkan ke dalam dot.

– Satu hal yang jangan pernah Anda lakukan ialah membiarkan bayi menangis terus menerus karena lapar dan juga haus. Untuk itu, pakailah baju yang mendukung Anda memberikan ASI dengan cepat seperti baju yang memiliki kancing pada bagian depan.

– Jika Anda mengalami infeksi pada puting, segeralah melakukan perawatan. Kondisi ini tentunya menyebabkan ASI keluar tidak lancar dan akan tertahan di dalam. Hal ini menyebabkan si kecil tidak mau menerima ASI sehingga akan mengalami penurunan berat badan dengan cukup cepat.

Berikan Waktu Tidur Yang Tepat Bagi Bayi

Cara kedua yang dapat Anda lakukan untuk membuat bayi cepat gemuk ialah dengan memberikan waktu tidur yang tepat bagi si kecil. Bagaimanapun juga, waktu tidur memang menjadi sebuah cara yang harus Anda lakukan agar bayi dapat mengalami penambahan berat badan yang cukup sempurna. Pasalnya, bayi baru lahir memang melakukan aktivitas yaitu makan dan juga tidur. Semua bayi pastinya akan lebih banyak tidur dan juga minum ASI ataupun susu formula.

Kedua aktivitas ini memang menjadi aktivitas penting bagi bayi untuk mendapatkan berat badan yang memang diinginkan oleh kedua orang tuanya. Namun, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan terkait masalah tidur pada bayi, diantaranya:

– Berikan waktu tidur pada bayi lebih banyak karena bayi memang membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan anak-anak. Pada umumnya, bayi baru lahir akan tidur selama 16 jam per hari. Namun, ibu juga harus tetap mengatur pemberian ASI bagi si kecil. Untuk itu, ibu dapat mengikuti pola tidur bayi demi mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

– Pastikan bayi tidur ditempat yang paling nyaman dan juga aman sehingga bayi tidak jatuh dari tempat tidurnya. Jika bayi disimpan di dalam box saat tidur, jangan sampai jarak Anda dengan bayi terlalu jauh. Dengan begitu ketika bayi menangis, maka ibu akan segera bangun dan juga memberikan bayi ASI.

– Pertimbangkan bahwa tempat tidur bayi dan juga ruangan untuk bayi paling nyaman untuk membuat bayi tidur dengan nyenyak. Dengan pola tidur yang seimbang tentunya ini menjadi sebuah cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat bayi Anda cepat gemuk.

Pertimbangkan Ketika Memberikan Susu Formula Pada Bayi

Tentunya, tidak semua bayi mampu mendapatkan ASI langsung dari ibunya. Hal ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar dan juga kondisi bayi yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan ASI. Hal ini tentunya membuat Anda berpikir dan mulai mengganti ASI dengan susu formula.

Akan tetapi, dalam mengganti susu formula, seorang ibu harus mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai merk susu formula yang memang cocok untuk si kecil. Seorang ibu tentunya dapat menerima saran dokter mengenai merk susu formula untuk diberikan kepada si kecil. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis merk susu formula yang justru mengganggu sistem pencernaan si kecil. Terlebih dahulu tentunya Anda harus memeriksakan si kecil kepada dokter apakah mengalami alergi susu ataukah tidak.

Lakukan Perawatan Kulit Bayi

Hal ini memang sangat dianjurkan bagi Anda untuk melakukan perawatan kulit bayi dengan benar. Kulit bayi memang terbilang masih sensitif dan juga lembap. Untuk itu, Anda harus bisa menjaga kesehatan dan juga kelembapan kulit bayi agar tetap terjaga. Kesehatan kulit bayi dan juga penambahan berat badan pada bayi memang sangat berkaitan satu sama lain.

Jika kulit bayi sehat dan juga terjaga, maka dapat dipastikan bahwa berat badan si kecil juga dapat mengalami peningkatan. Berikut kami sajikan tips-tips yang dapat Anda lakukan dalam melakukan perawatan pada bayi, diantaranya:

– Pilihlah bedong bayi yang dapat membuat kulit bayi terasa nyaman. Berikan bayi kain bedong yang halus dan juga dapat menyerap keringat dengan baik agar terhindar dari pertumbuhan biang keringat.

– Mandikan bayi secara teratur jika memang tidak ada apa-apa dengan keadaan bayi Anda. Memandikan bayi secara teratur tentunya dapat membuat kulit bayi menjadi lebih sehat dan juga lebih lembap serta bayi dapat terhindar dari penyakit kulit lainnya. Ketika kulit bayi sehat tentunya bayi akan mendapatkan tidur yang nyenyak sehingga berat badan bayi akan bertambah dengan sangat cepat.

– Hindari penggunaan semua jenis produk untuk kulit bayi secara berlebihan. Jika Anda sudah menemukan produk yang cocok untuk bayi Anda, jangan lah lagi menggunakan produk yang lain karena ditakutkan akan menimbulkan alergi pada kulit bayi. Jenis produk bayi tentunya dapat menyebabkan bayi mengalami iritasi dan akan terkena infeksi kulit.

Cobalah Menenangkan Bayi Dengan Tepat

Menenangkan bayi tentunya menjadi hal yang harus Anda lakukan demi mendapatkan pertumbuhan badan si kecil. Bayi yang rewel dan juga sering menangis tentunya akan membuat bayi cenderung mendapatkan penurunan berat badan pada bayi. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh bayi yang lapar dan juga jam tidur yang tidak cukup.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi memang selalu rewel dan juga mudah menangis. Tidak heran jika Anda merasakan kesulitan dalam mengurus si kecil dan dampaknya akan membuat si kecil mengalami penurunan berat badan. Untuk itu, diperlukan tips dan juga cara untuk menenangkan si kecil seperti pada berikut ini:

– Ketika bayi rewel dan juga mudah menangis tentunya ini menjadi satu kondisi seperti berada di dalam rahim. Anda tentunya dapat menggendong dan juga mengayun bayi agar membuat bayi menjadi lebih tenang.

– Ketika bayi tidak nyaman tentunya akan memberikan tanda seperti menangis dan juga rewel. Untuk itu, berikan posisi yang nyaman dan juga kenali apa yang membuat bayi Anda merasa tidak nyaman. Selain itu, Anda juga dapat memutar lagu atau suara yang dapat membuat bayi Anda merasa sedikit nyaman.

Itulah beberapa tips dan juga cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk yang wajib untuk Anda lakukan sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Ketahui Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Pipis Semalaman – Bayi baru lahir hanya mendapatkan asupan makanan dan minumannya dari ASI. Tak heran bila mereka bisa sangat rampus ketika diberikan ASI dan bisa terus menerus meng-ASI pada ibunya. Kondisi inilah yang mungkin membuat si kecil mudah mengompol atau pipis setiap waktu. Hanya saja, dalam beberapa kondisi ada bayi yang dijumpai tidak pipis semalaman. Lantas apakah kondisi tersebut berbahaya? Lalu apa penyebabnya? Simak dibawah ini.

Bayi baru lahir memang dikenal cepat mengompol dan membuat persediaan popok yang ibu siapkan cepat habis. Maklum lah bu, saat ini kan si kecil hanya minum dan makan ASI saja. Ketika porsi ASI yang didapatnya berlebih maka yang terjadi adalah si kecil yang akan sering mengompol. Namun selama kondisi ini adalah hal yang wajar dan porsi ASI yang ibu berikan padanya tidak melebihi batas yang ditentukan maka kondisi ini baik-baik saja.

Hanya saja, dalam suatu kondisi bisa jadi ibu menemukan si kecil yang biasanya sering mengompol. Namun pada pagi hari ibu tidak sama sekali mendapati popoknya basah. Hal ini lantas membuat ibu mengasumsikan bahwa si kecil tidak pipis semalaman?  Nah, apakah kondisi ini wajar? Lalu apa sih penyebabnya? Mari simak dibawah ini. Baca juga: Mengetahui Takaran Porsi Makan Bayi Sesuai dengan Usianya

Ketahui Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Pipis Semalaman

Ketahui Penyebab Bayi Baru Lahir Tidak Pipis Semalaman

Bayi baru lahir umumnya akan cepat menangis pada saat popoknya basah akibat pipisnya. Hanya saja, pada saat si kecil tidak pipis sama sekali semalaman hal ini mungkin membuat ibu merasa bingung. Akan tetapi demikian, kondisi ini memang perlu mendapatkan perhatian lebih. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kondisi ini terjadi? Mari simak dibawah ini.

Bayi Alami Dehidrasi

Hal pertama yang dapat menyebabkan bayi tidak pipis semalaman bisa jadi diakibatkan oleh dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi yang dapat terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan asupan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh.
Ketika kondisi ini terjadi pada bayi, apalagi bayi baru lahir yang belum mendapatkan asupan makanan pendamping dan cairan lain. Maka dampaknya bisa berbahaya. Oleh karenanya, penting sekali memastikan si kecil mendapatkan asupan ASI yang cukup dalam tubuhnya.

Terkadang si kecil pun akan butuh untuk meng-ASI pada malam hari. Jadi demikian, sebelum ibu tertidur maka sebaiknya pastikan mengasup mereka dengan ASI terlebih dahulu. Akan tetapi demikian, biasanya bayi yang kurang ASI umumnya akan sering menangis. Nah, tangisan ini bisa menjadi sinyal untuk ibu bisa memberikan mereka ASI.

Bayi Anda Sedang Demam

Penyebab lain yang membuat si kecil tidak pipis semalaman bisa jadi dipengaruhi oleh demam yang diderita oleh si kecil. Hal ini dikarenakan ketika tubuh bayi naik suhunya maka kondisi ini akan mungkin membuat bagian tubuhnya yang lain mengeluarkan banyak keringat.

Sehingga demikian, keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh si kecil membuat pipis atau air seni yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit. Untuk itu, ketika ibu mendapati si kecil tidak pipis semalaman maka silahkan cek suhu tubuhnya dengan baik.

Bayi Anda Terkena Diare

Jika bayi anda terkena dengan diare maka kondisi ini akan membuat si kecil lebih beresiko mengalami dehidrasi. Diare pada bayi akan dapat menyebabkan cairan dalam tubuh menjadi terkuras habis dan keluar bersama dengan pada saat mereka buang air besar. Kondisi inilah yang akan rentan membuat si kecil mengalami kekurangan cairan dan hampir jarang pipis.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir – Bayi baru lahir atau bayi muda acapkali mengalami gejala non-spesifik dan tanda bahaya yang mengindikasikan adanya penyakit yang parah. Tanda-tanda ini mungkin terlihat saat atau setelah persalinan. Ataupun pada beberapa hari setelah si bayi berusia 1 bulan setelah kelahiran. Untuk itu, waspadai dan kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir dengan baik.

Memiliki bayi baru lahir adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Wajar bila rasanya, kita ingin memberikan segala sesuatunya dengan baik untuk si buah hati kita yang baru saja lahir. Naluri alamiah seorang ibu dan orangtua akan dengan sendirinya ingin melindungi si kecil dari sesuatu yang akan mungkin membahayakannya.

Bukan sebuah hal yang berlebihan bila anda ingin melakukan hal tersebut pada si kecil. Apalagi jika mengingat si kecil adalah darah daging anda dan kehadirannya dicapai dengan perjuangan yang tidak mudah. Selain itu, umumnya bayi baru lahir memang terlihat begitu rentan. Jadi, bukanlah sebuah hal yang berlebihan bila anda begitu ingin melindungi dan menjaganya dengan baik.

Jangankan melihat si kecil berada dalam bahaya atau tubuhnya yang dihinggapi dengan masalah. Melihat bekas gigitan nyamuk pada lengannya saja, akan mungkin membuat anda merasa panik. Belum lagi, buah hati anda yang masih begitu kecil umumnya belum mampu berkomunikasi. Sehingga kesakitan atau keluhan kesehatan yang mereka alami tidak akan mungkin bisa diketahui dengan mudah. Selain menangis atau tertawa, tidak banyak hal yang bisa dilakukan oleh bayi baru lahir.

Sementara itu, tubuhnya yang rentan terhadap segala macam hal membuat bayi baru lahir akan mudah terserang dengan penyakit. Belum lagi, sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna, membuat penyakit akan mudah menyerang bayi baru lahir.

Sehingga demikian, tak jarang hal ini membuat orangtua yang memiliki bayi baru lahir akan dibuat sedikit risau mengenai masalah kesehatannya. Hal ini tentunya diperparah dengan ketidakmampuan bayi untuk mengkomunikasikan sesuatu membuat ibu sulit untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada bayi.

Ya, neonatus atau bayi baru lahir dan bayi muda memang seringkali mengalami gejala non-spesifik atau tanda yang menunjukan adanya indikasi penyakit dalam tubuhnya. Tanda-tanda seperti ini mungkin dapat dilihat saat atau setelah persalinan. Atau bisa pula pada beberapa hari sampai dengan usia si kecil 1 bulan setelah persalinan. Baik si kecil yang masih berada di rumah sakit atau pada saat mereka sudah berada di rumah.

Perhatian penuh, terhadap kesehatan bayi adalah hal penting yang perlu dilakukan oleh pada orangtua. Terlebih lagi untuk mereka yang memiliki bayi prematur. Sebab tentunya penanganan lebih dini terhadap jenis penyakit tertentu akan dapat mencegah kemungkinan penyakit yang lebih parah.

Memang tidak banyak hal yang dapat dilakukan oleh bayi baru lahir ketika terjadi gangguan kesehatan dalam tubuhnya. Selain menangis dan menjadi rewel, umumnya akan cukup sulit untuk ibu memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan buah cintanya.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Untuk itulah, kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir adalah hal penting untuk dilakukan. Berusahalah untuk menjadi ibu yang siaga dan waspada, terutama bila anda melihat sesuatu yang janggal dengan si kecil.

Nah, dibawah ini kami bantu anda kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir dengan mengenali beberapa hal dibawah ini.

Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir

Mengapa penting mengetahui tanda bahaya pada bayi baru lahir? Hal ini dikarenakan bayi baru lahir umumnya memang lebih rentan terhadap gangguan penyakit. Jika mereka jatuh sakit biasanya kondisi ini akan berubah cepat menjadi kondisi yang serius dan berat. Bahkan, pada kondisi tertentu yang lebih parah kematian bisa menjadi hal yang amat mengerikan.

Gejala sakit pada bayi baru lahir memang sulit untuk dikenali. Dengan mengetahui tanda bahaya, bayi akan cepat mendapatkan pertolongan sehingga kemungkinan terburuk dari kondisi ini bisa dihindari.

Banyaknya kasus kematian pada bayi umumnya dipengaruhi karena terlambat diagnosa, terlambat memutuskan membawa bayi berobat ke dokter dan bahkan terlambat sampai ke tempat pengobatan. Nah, untuk mewaspadai kondisi tersebut berikut ini kenali tanda bahaya pada bayi baru lahir.

Bayi Tidak Mau Menyusu

Bayi baru lahir umumnya akan lebih sering menyusu karena mereka membutuhkan zat untuk dapat bertumbuh dan berkembang. Selain itu, satu-satunya sumber asupan makanannya hanya didapat dari ASI. Jadi ketika bayi anda tidak mau menyusu sebaiknya curigai kondisi ini.

Bayi yang tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup akan membuat asupan nutrisi dalam tubuhnya berkurang. Hal ini tentu akan berdampak pada kesehatan tubuhnya. Selain itu, bayi yang tidak menyusu bisa jadi tubuhnya merasa lemas atau mungkin si kecil mengalami dehidrasi yang berat.

Kejang

Kejang pada bayi memang seringkali menjadi hal yang sering terjadi. Akan tetapi, yang perlu anda perhatikan dari hal ini adalah bagaimana kondisi yang memicu kejang pada si kecil. Apakah kejang terjadi saat si kecil demam. Apabilala ya, maka kemungkinan demam tersebut mengakibatkan kondisi buruk pada tubuh si kecil.

Segera konsultasikan masalah ini dengan dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa anda dapatkan. Selain itu, bila rupanya kejang terjadi saat tidak demam, maka mungkin masalah yang lebih besar terjadi dengan kesehatan si kecil.

Lemah

Bayi baru lahir pada umumnya memang belum banyak melakukan aktvitas. Akan tetapi, anda bisa mengenali bayi anda baik-baik saja dari pergerakan dan raut wajahnya. Bayi yang baik-baik saja umumnya akan terlihat ceria dan aktif bergerak meski hanya terbaring. Akan tetapi, pada bayi yang lemah umumnya mereka akan terlihat lesu dan tidak mau menyusu. Untuk itu, sebaiknya kenali tanda bahaya bayi baru lahir yang satu ini.

Merintih

Bayi baru lahir memang belum dapat mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan dengan baik. Akan tetapi bayi anda bisa merintih karena kondisi tertentu. Bahkan setelah anda memberikan mereka ASI atau setelah anda menenangkan mereka. Untuk itu, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter bila kondisi si kecil semakin parah.

Sesak Nafas

Frekuensi nafas pada bayi umumnya lebih cepat dibandingkan dengan kita atau anak-anak lain yang lebih besar. Umumnya, sekitar 30-60 kali per menit bayi bisa menghembuskan nafas dalam waktu tersebut.

Nah, apabila bayi anda kurang dari 30 kali per menit atau lebih dari 60 kali per menit menghembuskan nafasnya maka mungkin anda perlu waspada dengan hal ini. Perhatikan dinding dadanya, terdapat tarikan yang berat atau tidak dibagian tersebut. Bila ya, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah kemungkinan buruk dari kondisi ini.

Diatas adalah segelintir tanda yang perlu diketahui dari Kenali Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir. Semoga bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Cara Menghangatkan Bayi Baru Lahir – Bayi baru lahir membutuhkan kehangatan ekstra. Suhu normal tubuh bayi baru lahir umumnya berkisar antara 36,5 sampai dengan 37,5 derajat Celcius. Untuk itulah, kengahatan tubuh mungilnya perlu dijaga dengan baik. Hal ini dikarenakan umumnya tubuh bayi baru lahir mudah mengalami perubahan suhu.

Memiliki bayi baru lahir tentu menuai kebahagiaan yang besar untuk anda dan pasangan. Akhirnya pengorbanan dan perjuangan besar yang anda lakukan dimeja persalinan dapat berbuah lahirnya buah hati yang lucu. Untuk pertama kalinya, kini anda dapat menggenggam dan menimang si kecil dalam pelukan. Perasaan senang dan haru mungkin akan bercampur menjadi satu. Apalagi bila anda adalah seorang ibu baru.

Pengalaman pertama kali menggenggam darah daging anda ini tentu membuat anda merasa sedih dan senang yang bercampur menjadi satu. Namun tahukah anda, kebahagiaan yang anda rasakan ini tidak hanya dirasakan oleh sang suami. Orang-orang disekitar anda yang telah begitu menantikan kehadiran si kecil pun akan membuat mereka sumringah menyambut kehadiran si kecil.

Ibu anda, mertua anda, sanak saudara dan teman-teman anda akan mungkin tak sabar untuk segera mengunjungi anda di rumah atau rumah bersalin. Tidak heran bila saat ini, banyak orang silih berganti ingin bergantian menjaga anda dan si bayi yang masih begitu mungil.

Hanya saja, kondisi menjenguk ini umumnya membuat bayi baru lahir anda akan dengan secara bergilir digendong, dielus, dipegang, ditimang dan disentuh silih berganti oleh orang-orang yang ingin menemuinya. Dengan demikian, ini artinya bayi baru lahir anda tidak memiliki cukup waktu untuk mereka dapat beristirahat dengan tenang dan tanpa gangguan.

Akan tetapi, melarang orang lain untuk menggendong si buah hati sepertinya akan terdengar kurang sopan. Belum lagi, perasaan tak tega menghentikan rasa antusias mereka menggendong buah hati anda akan mungkin membuat anda segan menegur mereka.

Cara Menghangatkan Bayi Baru Lahir

Hanya saja, disamping lain, buah hati anda juga memerlukan waktu untuk beristirahat. Belum lagi, silih berganti menimang akan membuat si kecil tidak beritirahat dan membuat tubuhnya kedinginan. Apalagi, umumnya mengingat banyak orang yang menjenguk akan membuat anda membuka bagian jendela atau menyalakan kipas angin agar tamu yang datang tidak merasa pengap atau kegerahan.

Untuk orang dewasa, terbukanya celah jendela atau hembusan kipas angin mungkin akan membuat ruangan menjadi sejuk dan nyaman. Hanya saja, untuk bayi baru lahir kondisi ini akan mungkin membuat suhu tubuhnya menjadi menurun dan membuat mereka kedinginan. Padahal bayi baru lahir sepatutnya tetap merasa hangat dan dijaga kehangatannya dengan baik.

Sayangnya, akan sulit mungkin untuk anda memberikan larangan untuk orang lain yang ingin menjenguk atau melihat si kecil. Rasanya akan kurang pantas juga bila anda memberikan teguran. Akan tetapi, disamping lain juga kesehatan bayi anda tetap perlu menjadi yang utama.

Nah, untuk mengatasi hal ini anda mungkin akan butuh untuk memberikan pemahaman pada keluarga dan oranglainnya. Upayakan untuk mendapatkan perhatian mereka dan buat mereka mengerti. Selain itu, penyampaian maksud anda pun haruslah tepat sasaran agar sebisa mungkin oranglain tidak meraa tersinggung atau tidak enak dengan permintaan anda.

Nah selain itu, berbicara mengenai kehangatan pada tubuh bayi baru lahir. Hal ini tentunya penting untuk diperhatikan dan dijaga dengan baik. Sebab pada umumnya suhu tubuh bayi baru lahir akan cenderung mudah berubah-ubah. Hanya saja, anda dituntut untuk dapat memastikan bila bayi baru lahir anda tetap dapat terjaga kehangatannya. Untuk itulah, penting sekali mengetahui cara menghangatkan bayi baru lahir sebagai metode penting untuk memandu anda dalam merawat mereka.

Selain itu, hal penting lain yang perlu anda pahami adalah bahwa pusat pengaturan suhu tubuh bayi baru lahir belumlah berjalan dengan sempurna. Tubuh bayi baru lahir yang begitu kecil pun membuatnya belum mampu memproduksi dan menyimpan panas dengan baik.

Selain itu, ditambah lagi, bayi baru lahir umumnya belum mampu mengatur posisi tubuh dan pakaiannya agar tidak kedinginan. Sehingga cara menghangatkan bayi baru lahir penting untuk anda ketahui dengan baik.

Cara menghangatkan dan mempertahankan suhu tubuh bayi, anda pun perlu memahami beberapa triknya. Ingin tahu seperti apa cara menghangatkan bayi baru lahir? Mari simak beberapa hal dibawah ini.

Cara Menggangatkan Bayi Baru Lahir

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orangtua sebagai cara menghangatkan bayi baru lahir. Berikut ini adalah beberapa hal yang penting anda perhatikan:

  1. Yang pertama adalah dengan menempatkan bayi pada ruangan yang hangat. Maksudnya adalah menghindarkan bayi dari ruangan ber-AC
  2. Yang kedua adalah dengan melakukan kontak bersama dengan si buah hati. Tempelkan kulit bayi dengan kulit ibu agar si kecil merasakan kehangatan tubuh ibu
  3. Yang ketiga adalah dengan menyusui si kecil. Hal ini akan membuat buah hati anda merasa hangat karena dekapan pada tubuh ibu membuatnya nyaman.
  4. Lakukan perawatan dengan metode kangguru

Kontak kulit ibu dengan bayi baru lahir dalam dilakukan metode kangguru. Metode ini dapat bekerja untuk mempertahankan suhu bayi dan mencegah bayi dari kedinginan. Adapun keuntungan dari perawatan in adalah selain memberikan kehangatan, juga bayi anda akan lebih sering menetek.

Selain manfaat tersebut, bayi anda akan cenderung tidak mudah rewel dan kenaikan berat badannya akan lebih cepat. Dengan mengaplikasikan metode ini, ibu pun akan merasakan kedekatan yang lebih bersama dengan si buah hati. Bahkan ibu tetap dapat melakukan aktivitas sambil menggendong buah hatinya.
Lantas bagaimana menerapkan metode kangguru untuk menghangatkan si buah hati baru lahir? Mari simak dibawah ini.

Cara Menghangatkan Bayi Baru Lahir: Metode Kangguru

Umumnya bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah akan membutuhkan perawatan melalui inkubator. Hal ini dikarenakan bayi memerlukan perawatan intensif untuk menjaga suhu tubuhnya. Suhu tubuh bayi baru lahir memang belumlah stabil dan umumnya mereka akan cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Akan tetapi, ada metode lain yang dapat dilakukan untuk menghangatkan bayi baru lahir, yakni dengan metode kangguru.

Metode kangguru adalah sebuah cara menghangatkan bayi dengan menempelkan tubuh bayi pada bagian dada ibu. Hal ini tentu difungsikan untuk mengalirkan kehangatan dari tubuh ibu ke bayi melalui kontak skin to skin.

  • Adapun, cara melakukannya adalah dengan mengaplikasikan:
    Gunakan tutup kepala karena sebanyak 25 persen panas hilang pada bayi baru lahir melalui kepala. Untuk itu, upayakan bayi anda mengenakan hoodie atau kupluk.
  • Dekap si buah hati diantara payudara ibu dengan posisi bayi telungkup dan posisi kaki seperti kodok dengan kepala menoleh pada satu sisi
  • Metode kangguru dapat dilakukan pada posisi ibu tidur dan istirahat. Namun lakukan dengan hati-hati.
  • Metode ini pada umumnya bukan hanya dapat dilakukan oleh ibu. Ayah ataupun anggota keluarga lainnya dapat pula melakukannya.

Demikianlah Cara menghangatkan bayi baru lahir, semoga bermanfaat!

Cara menggendong bayi sesuai usia akan menjadi salah satu hal yang penting untuk diketahui setiap orangtua. Sebab tidak sedikit orangtua yang mengabaikan kegiatan yang satu ini.

Menggendong bayi yang lucu memang menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk orangtua. Bukan hanya untuk anda dan pasangan saja, banyak orang senang berada dekat dengan bayi yang mungil. Menciumi pipinya, mengelus kulitnya yang halus dan menggendong bayi adalah kegiatan yang menyenangkan. Hanya saja, kegiatan menggendong bayi pada umumnya tidak bisa dilakukan dengan sembarang. Sebab bila tidak hati-hati kegiatan yang satu ini akan dapat berbahaya untuk buah hati anda.

Untuk ibu hamil, umumnya anda akan diajarkan bagiamana menggendong bayi yang tepat saat masih di rumah persalinan. Hanya saja, kegiatan yang satu ini bisa menjadi hal yang cukup mendebarkan ketika diberikan pada si ayah. Ketidakpahaman cara menggendong yang tepat pada si kecil bisa jadi membuat si ayah enggan melakukan hal yang satu ini sampai anaknya berusia lebih besar.

Selain itu, cara menggendong bayi perlu dilakukan dengan hati-hati dan ada trik menggendong sesuai dengan usianya. Jadi, pada dasarnya kegiatan yang satu ini tidaklah dapat dilakukan dengan sembarangan.

Selain itu, alat yang digunakan untuk menggendong si kecil pun perlulah diperhatikan dengan baik. Sebaiknya, jangan memilih gendongan duduk untuk bayi baru lahir. Tulang tubuh bayi baru lahir masih begitu rapuh dan lunak. Kesalahan menggendong pada saat ia diasuh akan menimbulkan bahaya dan gangguan terhadap perkembangan tulangnya. Untuk itu, sebaiknya hindarkan melakukan kegiatan yang satu ini dengan sembarangan. Agar keselamatan dan tumbuh kembang pada si kecil tidak terganggu.

Cara Menggendong Bayi Sesuai Usia

Berdasarkan survey yang dilakukan beberapa negara menunjukan semakin tingginya kasus bayi yang meninggal akibat salah posisi leher sewaktu digendong. Dan kasus ini banyak dialami terutama untuk bayi yang berusia kurang dari 3 bulan.

Seiring dengan perkembangan ini, industri fashion memunculkan banyak inovasi baru dalam model gendongan yang dijualnya. Bukan hanya sekedar gendongan yang disimpul dengan menggunakan kain saja. Akan tetapi, cukup banyak model dan jenis gendongan untuk bayi.

Keberagaman model gendongan yang tersedia dipasaran ini membuat ibu dan orangtua menjadi lebih leluasa dalam memilih salah satunya. Untuk itu, maka sebaiknya sesuaikan jenis gendongan dan tekhnik menggendong yang dilakukan pada buah hati anda. Agar keselamatan mereka senantiasa terjaga dengan baik.

Nah, untuk mengetahui cara menggendong bayi sesuai usia maka mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Cara Menggendong Bayi Sesuai Usia

Menggendong bayi baru lahir adalah salah satu cata yang paling efektif yang perlu dilakukan oleh para orangtua. Selain itu, cara ini pun dapat dijadikan media untuk mempererat ikatan batin antara orangtua bersama dengan anaknya. Akan tetapi, cara menggendong bayi pun perlu benar-benar diperhatikan dengan baik. Sebab bila tidak hati-hati, kegiatan yang satu ini akan dapat berdampak tidak baik untuk si buah hati.

Cara Menggendong Bayi Baru Lahir

Cara menggendong bayi agar memperoleh hasil yang optimal membutuhkan beberapa tips yang tepat, terutama untuk bayi baru lahir. Dalam hal ini, cara menggendong bayi perlu dikategorikan menurut usia bayi, sebab setiap bayi baru lahir hingga usia 8 bulan ke atas membutuhkan kebutuhan yang berbeda-beda.

Guna mengurangi resiko-resiko yang berbahaya bagi bayi karena kesalahan dalam menggendong bayi baru lahir akan dapat memperoleh hasil yang optimal. Untuk itulah, anda perlu memperhatikan beberapa cara dalam menggendong bayi seperti dibawah ini.

Cara Menggendong Bayi Usia 0-3 Bulan

Untuk bayi berusia 0 higga 3 bulan, kegiatan menggendong bayi perlu benar-benar dilakukan dengan hati-hati. Hal ini dikarenakan usia ini membuat tulang pada tubuh bayi masih begitu lemah.

Untuk itulah, sebaiknya posisikan gendongan bayi yang terbaik. Caranya adalah dengan membaringkan bayi tepat pada bagian lengan anda. Sementara satu lipatan lain dari siku dapat digunakan untuk menopang leher serta kepala bayi dengan perlahan. Sementara untuk tangan yang satunya lagi, gunakan untuk menopang punggung serta pantat bayi.

Cara Menggendong Bayi Usia 4 Bulan

Posisikan cara menggendong bayi usia ini dengan penuh kehati-hatian. Sama halnya dengan bayi baru lahir, usia ini membuat tubuh bayi masih begitu rentan. Untuk itu, cara menggendong bayi pada usia ini metodenya hampir sama. Hanya saja, yang membedakan adalah posisi gendongan bayi yang sesekali bisa didudukan dibagian pangkuan anda. Posisikan dengan kepala si kecil yang dapat disandarkan pada bagian dada anda dan wajahnya menghadap ke bagian depan.

Cara Menggendong Bayi Usia 5 Bulan

Untuk bayi berusia 5 bulan, anda sudah dapat menggendong si kecil dengan memposisikannya tepat pada bagian pinggang. Yakni dengan melingkarkan kaki si bayi ke bagian pinggul anda dengan perlahan. Hal ini dikarenakan usia si kecil pada usia ini membuat tubuhnya udah mampu menopang bagian kepalanya sendiri sehingga anda dapat melakukan posisi ini sewaktu menggendongnya.

Cara Menggendong Bayi Usia 6 Bulan

Untuk usia ini tubuh si kecil sudah lebih kuat dan lebih siap sehingga ibu dapat menggendong bayi di punggung. Sebab pada saat ini si kecil sudah mampu menolang kepalanya sendiri dengan sempurna. Bila anda ingin menggunakan gendongan duduk didepan pun maka pada masa ini anda akan dapat melakukanya.

Variasi gendongan yang dijual dipasaran akan bisa anda pilih salah satunya. Hanya saja, pastikan bila keamanan si gendongan dapat dijaga dengan baik.

Cara Menggendong Bayi Usia 8 Bulan

Untuk usia ini berat tubuh si bayi mungkin udah semakin besar sehingga anda akan membutuhkan gendongan yang lebih kuat. Selain itu, pada masa ini anda hanya dianjurkan untuk sesekali menggendong si kecil.

Sementara sisanya berikan kesempatan untuk buah hati anda agar dapat bereksplorasi. Biarkan bayi mengeksplorasi kemampuan ingin tahunya dengan lingkungan dan lain sebagainya. Akan tetapi, pada masa ini pengawasan orangtua akan sangat dibutuhkan.

Biarkan si kecil merangkakak kesana kemari, baik didalam rumah atau di taman bermain. Yang terpenting adalah jangan sampai pengawasan anda lengah. Selain itu, hindarkan pula si kecil dari segala hal yang akan membahayakan keselamatannya. Seperti peralatan tajam dan benda yang berat yang ada dirumah.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari cara menggendong bayi sesuai dengan usia. Kegiatan menggendong adalah cara yang efektif untuk mempererat hubungan si kecil dengan orangtua. Akan tetapi, bila kegiatan ini tidak dilakukan dengan berhati-hati maka akan fatal akibatnya.

Dengan mengetahui cara diatas diharapkan anda dapat menggendong si kecil dengan metode yang tepat sehingga hasil yang optimal dari kegiatan ini bisa didapatkan. Semoga cara diatas bermanfaat dan dapat anda praktikan dengan mudah.