Cara Memilih Baju Bayi Baru Lahir – Memilih baju untuk bayi baru lahir memang sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap orang tua menjelang persalinan. Hal ini tentu tidak lepas dari apa saja perlengkapan yang harus ada dan juga bagaimana cara memilih baju untuk bayi baru lahir. Untuk itu, berikut ini kami sajikan beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir yang bisa Anda lakukan ketika membeli perlengkapan bayi!

Tidak dapat dipungkiri bahwa melahirkan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap ibu. Mengandung janin selama 9 bulan tentu akan terbayarkan dengan lahirnya seorang anak di hidup Anda. Terlebih jika Anda mengandung anak pertama dimana kehadirannya memang sangat diharapkan. Dalam mendekati persalinan tentunya seorang ibu akan disibukkan dengan menyiapkan beberapa perlengkapan bayi dalam menyambut kehadiran bayi tersebut.

Ketika memilih perlengkapan bayi tentunya tidak bisa lepas dari keinginan para ibu baik dalam model ataupun warna serta perlengkapan apa saja yang harus dipersiapkan. Beberapa perlengkapan tentunya harus dipilih sebaik mungkin karena akan dipakai oleh bayi setiap harinya. Seperti halnya memilih baju bayi baru lahir dimana harus memenuhi syarat tertentu. Dalam memilih perlengkapan bayi tentunya ada beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir yang akan kami sajikan di bawah ini! Baca juga: Ketahuilah Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

Cara Memilih Baju Bayi Baru Lahir

cara memilih baju bayi baru lahir

Seperti yang kita tahu bahwa pakaian bayi memang menjadi salah satu perlengkapan yang harus ada menjelang persalinan. Hal ini dikarenakan perlengkapan yang pertama kali digunakan ialah baju. Tentu, ada banyak sekali model baju bayi yang ada di pasaran baik dengan harga mahal ataupun terjangkau. Namun, belum tentu baju bayi dengan harga mahal memenuhi kriteria untuk bayi.

Dalam memilih baju bayi baru lahir tentunya tidak cukup hanya dengan masalah harga, namun juga berhubungan dengan kenyamanan bayi. Bagi bayi kenyamanan memang hal yang sangat penting ditambah lagi bahwa kulit bayi memang masih sensitif sehingga kita jangan sembarangan dalam memilih baju untuk bayi. Beberapa tips dan cara memilih baju bayi baru lahir di bawah ini diharapkan dapat membantu Anda dalam membeli perlengkapan untuk bayi baru lahir. Lihat juga: Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Belilah Baju Bayi Dengan Ukuran Besar

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan mempertimbangkan ukuran baju yang akan dikenakan oleh bayi. Tips dari kami dalam memilih baju bayi baru lahir alangkah baiknya untuk memilih baju bayi dengan ukuran yang lebih besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sehingga jika Anda memilih baju dengan ukuran yang kecil. Maka, tidak akan terpakai dalam waktu yang cukup lama. Ditambah lagi baju bayi akan ketat sehingga membuat bayi merasa sesak dan juga tidak nyaman nantinya.

Bayi akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat hingga beberapa bulan. Selain untuk menghindari ukuran baju yang ketat, tentu kita juga belum bisa mengetahui bobot bayi karena masih di dalam kandungan. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk membelin baju dengan ukuran yang lebih besar untuk mengantisipasi ukuran baju bayi yang pas.

Pilih Model Sederhana

Dalam memilih baju bayi tentu kita harus mengabaikan terlebih dahulu dalam hal model. Hal ini karena bayi baru lahir tidak membutuhkan model baju yang lagi tren atau up-to-date. Model baju bayi pada umumnya memang sangat simpel. Janganlah Anda memilih model baju yang rumit karena akan menyusahkan Anda ketika mengenakannya pada bayi. Dalam memilih model baju bayi tentunya Anda harus menghindari untuk memilih model baju yang tidak berkerah. Karena dengan model baju seperti itu tentunya akan menyulitkan bayi untuk bergerak bebas akibatnya membuat bayi merasa terkekang. Dalam memutuskan warna yang akan dipilih tentunya harus sesuai dengan selera Anda dan juga tergantung dari jenis kelamin bayi. Namun, masalah warna pada bayi baru lahir bukanlah masalah yang cukup serius karena apapun warnanya akan sangat cocok untuk bayi baru lahir.

Pilihlan Bahan Katun

Bahan katun untuk baju bayi baru lahir memang lebih cocok. Hal ini dikarenakan baju katun sangat mudah untuk menyerap keringat. Selain itu, baju katun akan membuat tubuh bayi bergerak lebih leluasa dan bayi akan bernafas dengan baik. Perlu Anda perhatikan untuk tidak memilih baju bayi dengan bahan serat yang tinggi karena akan membuat bayi kesulitan  bernafas saat sedang tidur.

Pilih Baju Yang Mudah Dilepas

Bayi memang akan sering mengalami yang namanya buang air besar dan juga buang air kecil. Semua aktivitas tersebut tentunya akan membuat Anda sering mengganti baju bayi. Untuk itu, dalam memilih baju bayi, Anda perlu memperhatikan apakah baju bayi mudah dilepas ataukah tidak. Bayi memang cenderung bergerak dengan bebas sehingga jangan terlalu banyak kancing dan juga ornamen di dalam baju bayi. Hal ini tentu akan merepotkan Anda sendiri ketika membuka dan juga melepas pakaian bayi.

Pilih Bahan Yang Mudah Menyerap Keringat

Cara memilih baju bayi baru lahir yang sangat penting untuk diperhatikan yakni pilihlah bahan yang dapat menyerap keringat. Hal ini dikarenakan kulit bayi baru lahir memang sangat sensitif termasuk pakaian yang dikenakan oleh bayi. Bahan baju bayi memang harus menyerap keringat dengan baik, jika tidak maka akan menyebabkan kulit bayi menjadi iritasi.

Pilihlah Baju Yang Hangat

Baju hangat memang sangat diperlukan oleh tubuh bayi. Hal ini tentu bayi baru lahir memang membutuhkan kehangatan terlebih ketika bayi sedang tidur. Kulit dan tubuh bayi memang masih sangat sensitif sehingga tidak dapat diabaikan bahwa bayi memang membutuhkan baju yang hangat. Baju yang hangat tentunya akan membuat tidur bayi merasa terjaga dan juga nyaman. Selain itu, baju yang hangat juga akan melindungi kulit bayi dari iritasi. Namun, perlu diperhatikan juga untuk tidak memilih baju bayi dengan bahan yang sangat kasar.

Pilih Baju Yang Tipis

Untuk baju yang digunakan sehari-hari oleh bayi tentunya harus memilih baju dengan bahan yang tipis. Ketika siang hari udara memang sangat panas sehingga membutuhkan baju bayi dengan bahan yang tipis. Jika baju dikenakan dengan bahan yang tebal tentunya bayi akan rewel karena merasa kepanasan. Selain itu, baju dengan bahan yang tipis akan mudah dicuci dan mudah kering.

Jangan Memilih Baju Berukuran Pas

Jika Anda memilih baju dengan ukuran yang pas tentunya sangat mungkin bagi bayi untuk tidak dikenakan dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan bayi mengalami pertumbuhan yang cukup singkat sehingga jika baju yang Anda pilih berukuran pas, maka akan membuat bayi tidak akan lama mengenakan baju tersebut. Selain itu, ukuran baju bayi yang terlalu pas akan menyebabkan bayi mengalami iritasi kulit.

Sebagian besar para ibu tentu akan memilih perlengkapan yang terbaik untuk buah hatinya. Begitupula dengan beberapa perlengkapan yang harus dipenuhi oleh seorang ibu dalam mempersiapkan kelahiran. Pastikan Anda mengikuti beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir di atas untuk memberikan kenyamanan pada bayi.

Daftar Perlengkapan Bayi Yang Harus Dipersiapkan

Setelah kita mengetahui tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir. Tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas mengani daftar perlengkapan bayi yang harus dipersiapkan menjelang kelahiran. Beberapa perlengkapan bayi baru lahir yang harus ada, diantaranya:

Bedong

Perlengkapan bayi pertama yang tentu harus ada ialah bedong. Seperti yang kita tahu bahwa bedong digunakan untuk menghangatkan tubuh bayi. Dalam memilih kain bedong tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti ukuran dan juga bahan yang digunakan. Pada umumnya, kain bedong memiliki ukuran sekitar 110 cm x 90 cm. Akan lebih baik jika Anda memilih kain bedong yang lebar agar dapat dengan mudah untuk membedong bayi. Dalam menyiapkan bedong, Anda setidaknya harus memiliki sekitar 2 lusin. Hal ini karena bayi akan sering mengganti pakaian ketika buang air kecil dan juga buang air besar.

Popok Bayi

perlengkapan kedua yang sangat penting untuk Anda miliki ialah popok. Untuk bayi popok digunakan sebagai celana dan memang akan diganti sesering mungkin. Terlebih jika cuaca dingin, bayi akan sering pipis sehingga mengharuskan kita untuk menggantinya. Pada umumnya, bayi akan mengganti popok lebih sering pada siang hari dibandingkan pada malam hari. Agar menghindari popok bayi yang tidak cukup, setidaknya Anda harus menyiapkan popok sebanyak 3 lusin.

Celana Bayi

Celana memang sangat dibutuhkan oleh bayi setelah popok. Bayi tentunya akan dikenakan celana setelah popok bayi. Pada umumnya, celana bayi yang sering digunakan ialah model celana Pop. Model celana pendek dapat dipakai oleh bayi pada siang hari, sedangkan untuk malam hari harus dipakaikan celana panjang. kebutuhan celana pada bayi baru lahir memang sangat diperlukan dalam jumlah yang cukup banyak karena bayi akan sering buang air kecil.

Kaos Kaki dan Sarung Tangan

Perlengkapan selanjutnya yang harus ada menjelang kelahiran bayi ialah dengan menyiapkan kaos kaki dan juga sarung tangan bayi. Kedua benda ini tentunya berfungsi untuk melindungi tangan dan kaki bayi dari udara dingin. Kedua perlengkapan ini sering kali disepelekan, namun ternyata memiliki peranan yang cukup penting untuk bayi.

Bagaimanapun juga, jika kaki dan tangan bayi kedinginan, maka akan membuat bayi mengalami susah tidur. Selain itu, kaos kaki dan juga sarung tangan bayi berfungsi untuk menghangatkan dan melindungi kuku bayi agar tidak mencakar wajahnya. Dalam memenuhi perlengkapan kaos kaki dan jug sarung tangan bayi, alangkah baiknya jika Anda menyiapkan sekitar 1 lusin kaos kaki dan juga sarung tangan bayi.

Peralatan Mandi Bayi

Bagaimanapun juga, peralatan mandi bayi harus benar-benar diperhatikan. Tentu saja, Anda harus memilih produk sabun dan juga sampo bayi yang aman. Jika kita tidak pintar memilih, maka akan menyebabkan kulit dan tubuh bayi mengalami iritasi. Untuk memilih peralatan mandi bayi, alangkah baiknya jika Anda memilih handuk yang lembut  serta menjaga peralatan mandi tersebut agar tidak terkena kuman.

Selimut

Bagaimanapun juga, bayi baru lahir memang membutuhkan kehangatan. Dalam hal ini selimut bayi memang sangat penting dan termasuk ke dalam salah satu perlengkapan yang harus ada. Selain di rumah, selimut bayi juga memang dibutuhkan ketika berpergian karena dapat melindungi bayi dari cuaca dingin dan juga hembusan angin. Dalam memilih selimut pilihlah bahan yang lembut dan juga nyaman.

Gendongan Bayi

Gendongan bayi tentunya memang sangat perlu untuk digunakan ketika menggendong bayi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini karena ketika bayi digendong dengan tangan akan membuat bayi merasa kurang nyaman sehingga akan membuat bayi Anda menjadi rewel. Untuk itu, gunakanlah gendongan bayi yang didepan. Sedangkan jika Anda ingin menggendong di belakang, Anda tentunya bisa menggunakannya ketika bayi sudah dapat berjalan.

Tempat Tidur Bayi

Agar bayi bisa tidur dengan nyaman, setidaknya persiapkanlah tempat tidur bayi senyaman mungkin. Dalam memilih tempat tidur alangkah baiknya jika dilengkapi dengan kelambu agar dapat melindungi bayi dari sengatan nyamuk. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini banyak sekali model tempat tidur yang lucu dengan model yang portable sehingga dapat dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Terpal Anti Pipis

Hampir ibu tentunya melengkapi peralatan bayi dengan benda yang satu ini. Perlengkapan bayi ini tentuya digunakan untuk menghindari agar pipis bayi tidak langsung menyerap ke bawah kasur. Benda ini lebih sering disebut sebagai alat bayi. Untuk membeli terpal ini, Anda bisa membeli ukuran terpal dengan ukuran 70 cm x 90 cm agar dapat dengan luas melapisi bagian bawah bayi agar air pipisnya tidak merembes langsung ke kasur. Anda bisa membeli terpal bayi setidaknya dua buah agar dapat digunakan secara bergantian.

Bantal dan Guling Bayi

Biasanya tempat tidur bayi sudah dilengkapi dengan bantal dan juga kasur. Setidaknya bayi Anda membutuhkan 2 bantal dan guling yang ditempatkan di samping bayi. Dalam memilih bantal dan guling bayi, alangkah baiknya jika Anda memilih bahan yang bagus agar tidak mudah kempes dan juga lepek.

Botol Dot

Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI merupakan salah satu sumber nutrisi yang paling baik dalam mendukung perkembangan buah hati Anda. Akan tetapi, tidak semua ibu dapat memberikan ASI yang cukup untuk buah hatinya. Hal ini tentunya disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Untuk itu, diperlukan salah satu cara dan juga alternatif yang bisa Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan ASI si kecil. Memerah ASI dan dimasukkan ke dalam botol yang steril tentunya menjadi langkah yang harus Anda lakukan. Untuk alat sterilisasi, Anda tentunya bisa memilih BPA Free untuk menjaga kesehatan bayi Anda. Setidaknya belilah botol dot bayi sebanyak 4 buah dan 1 alat sterilisasi agar dapat di ganti sesering mungkin. Langkah ini tentunya untuk mencegah agar kuman dan juga virus tidak dapat berkembang di dalam botol bayi.

Kaos Dalam

Kaos dalam atau singlet merupakan pakaian dalam yang digunakan setelah bayi berumur 2 bulan atau tergantung dari bobot badan bayi. Untuk bayi dibutuhkan kenyamanan, maka salah satu alternatif dimana bayi bisa menggunakan singlet. Untuk kaos dalam bayi sebanyak 1 lusin sudah lebih dari cukup.

Demikianlah beberapa perlengkapan bayi baru lahir sekaligus tips dan cara memilih baju bayi baru lahir yang tentu sangat bermanfaat untuk Anda. Semoga bermanfaat!

Seperti yang kita tahu bahwa sarapan memang menjadi satu aktivitas yang paling penting dan harus dilakukan oleh setiap orang sebelum menjalani aktivitas padatnya. Hal ini dikarenakan sarapan menjadi faktor penting dimana makanan dan juga minuman dapat masuk ke tubuh dan berubah menjadi energi. Selain untuk orang dewasa, sarapan juga memang sangat dianjurkan untuk anak-anak.

Sarapan yang sehat tentu menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak terlebih ketika dalam masa pertumbuhan. Tentu, dalam menyiapkan sarapan bagi si kecil, terdapat banyak sekali menu yang dapat Anda pilih. Namun, tentu harus mengandung gizi dan juga nutrisi yang cukup banyak. Seperti halnya sarapan gandum dan juga sereal yang banyak dikonsumsi oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan gandum dan juga sereal kaya akan nutrisi yang menyehatkan bagi tubuh si kecil. Untuk itu, ketahui manfaat sarapan sereal gandum bagi anak pada poin di bawah ini!

Baca juga: Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

manfaat sereal gandum bagi anak

Seperti yang kita tahu bahwa para ahli menyebut bahwa sarapan memang memiliki peran yang sangat banyak dalam menunjang kinerja otak. Sarapan yang sehat tentu dapat meningkatkan daya ingat dan juga konsentrasi  ketika sedang berlajar. Tercacat bahwa anak yang sarapan sebelum sekolah memiliki tingkat konsentrasi yang lebih dibandingkan dengan anak yang tidak sarapan sebelumnya.

Selain itu, sarapan juga bisa membuat anak menjadi lebih aktif dalam bergerak dan juga membantu menjaga berat badan anak tetap ideal. Meskipun terkadang banyak anak yang tidak memperdulikan sarapan, namun inilah yang menjadi para orang tua untuk tetap memberikan asupan pada si kecil pada pagi hari sebelum beraktivitas. Jika si kecil tidak memiliki keinginan untuk makan nasi, tentu Anda bisa beralih pada menu sarapan lain yakni gandum dan juga sereal. Kedua jenis makanan ini tentu dipercaya dapat menggantikan nasi karena termasuk pada jenis makanan padat.

Dalam memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi anak tentunya tidak perlu repot-repot. Anda cukup memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi si kecil dengan kelompok makanan utama yaitu protein, lemak sehat, produk susu, biji-bijian, sayuran dan juga buah-buahan. Beberapa jenis makanan tersebut tentunya memiliki kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil.

Dalam mempersiapkan sarapan untuk si kecil tentu tidak membutuhkan waktu yang lama. terdapat beberapa menu sarapan yang dibuat semudah dan secepat mungkin. Menu makanan tersebut ialah sereal gandum. Jenis makanan ini tentu memiliki nutrisi yang cukup banyak dan kaya akan energi sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai menu sarapan si kecil.

Lihat juga: Perkembangan Anak Usia 16 Bulan Secara Fisik & Non-Fisik

Menu sarapan dari sereal gandum ini tentunya memiliki beberapa kandungan dan juga manfaat yang ada di dalamnya. Perlu Anda tahu bahwa sereal dibuat dengan bahan utama yakni gandum. Bukan hanya memberikan rasa yang lezat saja, namun gandum juga memberikan berbagai macam gizi dan juga nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa kandungan gizi yang terdapat di dalam sereal, diantaranya:

Karbohidrat

Kandungan pertama yang terdapat di dalam sereal tentu tidak lepas dari karbohidrat. Sumber utama yang dibutuhkan oleh tubuh manusia ini tentunya dibentuk dari beberapa unsur seperti Hidrogen (H), Carbon (C), dan juga oksigen (O). Karbohidrat memang dibutuhkan oleh tubuh yang merupakan sumber energi dan juga pasokan tubuh. Selain itu, karbohidrat memiliki fungsi yang cukup banyak diantaranya cadangan energi dalam otot dan hati, sumber energi utama di dalam tubuh, untuk memperluas sistem pencernaan dan juga sebagai pemanis alami.

Protein

Selain kandungan karbohidrat yang terdapat di dalam sereal gandum, tentu tidak bisa lepas juga dari kandungan proteinnya. Kandungan protein yang terdapat di dalam sereal gandum ini tentu memiliki jenis protein nabati. Protein dapat dikatakan sebagai senyawa organik komplek yang memiliki bobt molekul besar. Di dalam molekul ini tentunya terdapat beberapa asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida.

Di dalam molekul protein setidaknya mengandung hidrogen, nitrogen, karbon, oksigen dan juga fosfor. Di dalam tubuh protein memiliki fungsi untuk membentuk struktur jaringan, regulasi sel-sel makhluk hidup dan juga fungsi. Selain itu, protein juga memiliki manfaat untuk membawa oksigen di dalam darah untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Protein juga membantu sistem kekebalan tubuh kita dan juga berfungsi untuk sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Lemak

Did alam sereal gandum juga terdapat kandungan lemak. Kita tentunya berpikir bahwa lemak menjadi salah satu kandungan yang memiliki dampak yang cukup buruk bagi tubuh kita. Namun ternyata, peran lemak memang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Lemak merupakan senyawa yang tdiak larut di dalam air. Lemak juga dibentuk oleh beberapa unsur yakni Oksigen (O), Hidrogen (H) dan juga karbon (C).

Dalam hal ini lemak juga membangun membran-membran sel dan juga beberapa organel sel. Selama proses pencernaan lemak tersebut akan pecah dan menjadi asam lemak yang akan terserap oleh organ pencernaan. Kandungan lemak yang terdapat di dalam sereal gandum tentunya sangat sedikit dan juga bukan lemak jenuh sehingga sangat aman untuk proses metabolisme tubuh.

Vitamin dan Mineral

Vitamin dan juga mineraltentu menjadi salah satu kandungan yang terdapat di dalam sereal gandum. Vitamim ialah senyawa organik yang memang diperlukan oleh tubuh dalam mempertahankan kesehatan dan sering berperan sebagai enzim metabolisme. Mineral juga memiliki peran yang cukup penting dalam memelihata jaringan termasuk tulang.

Selain itu, vitamin dan juga mineral memiliki peran dalam pembentukan energi dan juga sistem metabolisme tubuh, bekerja dalam proses penglihatan yang tentu kurang pencahayaan. Untuk itu, jika kita menyiapkan sarapan dengan menu sereal gandum tentu akan sangat mudah bagi kita untuk mendapatkan sumber energi yang kita perlukan sehari-hari. Dari berbagai sumber mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti magnesium, fosfor, besi, tembaga dan juga seng tentu terdapat di dalam sereal gandum.

Gula

Kandungan gula yang terdapat di dalam sereal gandum tentunya memiliki peran dalam meningkatkan sumber energi. Rasa manis yang terdapat di dalam sereal tentunya berubah menjadi sumber serat, mineral dan juga vitamin yang cukup baik. Dengan catatan, Anda harus menyeimbangkan porsi gula yang dibutuhkan oleh tubuh. Jangan sampai Anda melebihi kebutuhan gula di dalam tubuh sehingga nantinya akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Dalam hal ini sereal tentunya menjadi sumber vitamin, serat dan juga mineral yang sangat baik untuk tubuh.

Antioksidan

Antioksidan ialah salah satu kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti yang kita tahu bahwa antiosidan dibutuhkan oleh tubuh untuk menangkal radikal bebas yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Dalam hal ini antioksidan berperan dalam mencegah dan memperlambat proses oksidasi. Oksidasi di sini ialah sebuah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas sehingga dapat berpotensi dalam reaksi berantai yang dapat merusak sel.

Kandungan antioksidan yang terdapat di dalam sereal gandum tentunya  dapat membantu menyeimbangkan kadar kolesterol di dalam darah. Dengan begitu, Anda tentunya dapat mencegah penyakit kolesterol agar tidak terjadi pada tubuh Anda.

Dalam memilih sereal gandum tentunya disarankan untuk memilih sereal dengan kandungan gandum yang utuh untuk sarapan si kecil dengan artian dibuat dari gandum asli. Hal ini dikarenakan dengan mengonsumsi sereal yang terbuat dari gandum yang asli, maka akan menbuat perut si kecil menjadi kenyang lebih panjang. Selain itu, gandum yang utuh tentunya mengandung gandum utuh dan memiliki kandungan gula yang cukup. Selain itu, sereal gandum kaya akan vitamin dan juga mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menunjang sistem kekebalan tubuh akan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari.

Berapakah Kebutuhan Nutrisi Anak Setiap Hari?

Setelah kita membahas kandungan dan juga manfaat dari sereal gandum, tentu tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas berapa kebutuhan nutrisi anak kita setiap hari. Kebutuhan gizi dan juga nutrisi pada orang dewasa seperti karbohidrat, lemak, protein, vitain dan juga mineral. Pada umumnya, kebutuhan nutrisi anak setiap hari memang hampir sama dengan orang dewasa hanya saja memiliki perbedaan dalam hal jumlah dan juga kebutuhannya.

Selain itu, pastikan juga Anda memberikan asupan gula untuk si kecil sebagai sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Meskipun kandungan gula memang sangat dibutuhkan, namun tetap saja Anda harus memperhatikan agar tidak mengonsumsi jumlah gula agar tidak berlebihan ataupun kekurangan. Pemenuhan asupan gula untuk anak-anak ideaknya sekitar 20 gram untuk anak usia 4-6 tahun,  untuk anak usia 7-10 tahun cukup dengan 25 gram gula, sedangkan kebutuhan gula untuk anak di atas 11 tahun sebesar 30 gram.

Kebutuhan Asupan Gula Pada Anak

Pada umumnya, anak yang berusia 2-3 tahun harus mendapatkan asupan gula sekitar 1.000 – 1.400 kalori per harinya. Akan tetapi, hal ini tergantung dari aktivitas dan juga tingkat pertumbuhan di kecil. Sedangkan untuk anak usia 4-8 tahun tentunya membutuhkan sekitar 1.200 – 2.000 kalori per harinya. Seiring dengan pertumbuhan si kecil, maka kalori yang dibutuhkan pun menjadi semakin meningkat dan juga tinggi.

Kebutuhan kalori pada anak laki-laki dan juga perempuan tentunya berbeda. Anak perempuan yang berusia 9-13 tahun tentunya membutuhkan kalori sebanyak 1.400 – 2.000 kalori per harinya. Sedangkan pada anak laki-laki pada usia tersebut membutuhkan sekiatr 1.600 – 2.600 kalori per harinya. Untuk itu, pastikan anak Anda mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan dan juga aktivitas sehari-hari si kecil.

Sarapan dengan menu sereal gandum tentu akan disukai oleh setiap anak. Selain memiliki rasa yang lezat, sarapan sereal gandum juga akan menarik perhatian si kecil dibandingkan dengan sarapan nasi. Namun, tetap Anda harus mempertimbangkan dan juga menyiapkan kebutuhan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Pastikan juga Anda memiliki sarapan sereal dengan gandum yang utuh agar asupan gizi dan juga nutrisi si kecil menjadi tercukupi. Itulah beberapa manfaat sarapan sereal gandum bagi anak yang tentu bisa Anda berikan di setiap waktu sarapan. Selamat mencoba!

 

Makanan Anak 1 tahun – Menu makanan anak 1 tahun kerap membuat para orang tua bingung. Hal ini dikarenakan rasa cemas orang tua dengan memberi makan anak dengan menu tertentu yang dikhawatirkan akan memberi dampak burukpada pertumbuhan anak. Seperti pada anak 1 tahun, apakah sudah boleh diberi nasi ataukah belum. Dilema tersebut tentunya akan kami bahas pada pemaparan berikut ini!

Seperti yang kita tahu bahwa makanan untuk bayi harus disesuaikan dengan usia dan juga pertumbuhan dan perkembangan bayi. Memilih menu makanan bayi memang terbilang susah-susah gampang. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga dibutuhkan menu makanan yang lunak dan juga lembek. Jika Anda tidak pintar-pintar dalam memilih menu makanan bayi, maka akan berdampak buruk pada sistem pencernaan bayi.

Hal ini tentunya menjadi dilema dimana ibu harus benar-benar memilih menu makanan yang sesuai dengan usianya. Seperti halnya dilema yang ada pada sebagian besar ibu dimana untuk bayi 1 tahun sudah boleh diberi makanan padat ataukah belum. Memang butuh pertimbangan dimana apakah bayi yang berumur 1 tahun sudah bisa mencerna makanan dengan baik ataukah belum. Untuk itu, beberapa uraian mengenai menu makanan anak 1 tahun akan dijelaskan pada beberapa poin di bawah ini! Baca juga: Perkembangan Anak Usia 16 Bulan Secara Fisik & Non-Fisik

Bolehkan Anak 1 Tahun DiBeri Nasi?

makanan anak 1 tahun

Dalam memberi makanan padar pada bayi tentunya dibutuhkan pertimbangan yang cukup matang. Hal ini tentunya tidak bisa lepas dari berapa usia anak tersebut. Makanan padat yang diberikan pada anak tentunya harus pula sesuai dengan usia dan juga perkembangan bayi tersebut. Tidak semua bayi mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan yang sama sehingga memberi makanan padat memang tergantung dari tumbuh kembang bayi tersebut.

Terlepas dari hal tersebut, pada umumnya bayi usia 1 tahun atau bahkan belum genap satu tahun sebenarnya sudah boleh diberi makanan padat berupa nasi. Yang terpenting bayi usia 1 tahun tidak memiliki masalah pada gastrointestinalnya. Istilah tersebut tentunya untuk mendefinisikan suatu sistem pencernaan dengan tugas menerima, memecah ataupun mencerna makanan yang menjadi nutrisi yang dapat diserap untuk selanjutnya disalurkan ke seluruh tubuh melalui darah.

Lihat juga: 8 Cara Agar Anak Tidak Makan Junk Food Serta Pengaruh Buruknya Terhadap Perkembangan Anak

Pada anak 1 tahun yang boleh dan juga tidak boleh mengonsumsi makanan padat. Hal ini tentunya kembali pada kondisi dimana anak Anda apakah sudah diberikan makanan lunak sebelumnya. Jika sudah, maka Anda jangan langsung memberinya makanan pdat berupa nasi. Namun, berikanlah terlebih dahulu berupa nasi yang lembek ataupun lunak seperti tim. Hal ini dikarenakan jika Anda memberinya langsung nasi dari sebelumnya bubur. Maka dikhawatirkan sistem pencernaan pada si kecil akan sulit untuk mencerna nasi tersebut atau istilah lain pencernaan si kecil akan terkejut.

Jika Anda ingin memberik nasi pada si kecil, cobalah untuk memberinya dengan porsi yang sangat sedikit dan lunakkan nasi, namun jangan sampai menjadi bubur. Dengan mengonsumsi nasi lembek terlebih dahulu, maka perut si kecil akan mulai beradaptasi untuk mencerna makanan padat.

Proses Urutan Dalam Memberi Makanan Padat

Meskipun diperbolehkan untuk memberi makan anak dengan makanan padat. Nmaun tetap saja harus dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan urutan yang sesuai. Misalnya sebelum bayi mengonsumsi makanan bayi, lalu kemudian lanjut pada bubur tim saring baik kasar  dan juga halus. Cara ini dilakukan untuk membiasakan usus bayi dapat beradaptasi dengan jenis makanan tertentu.

Dengan cara tersebut tentunya menjadi proses perkenalan dengan perut bayi yang nantinya akan terbiasa dengan jenis makanan padat. Makanan padat tersebut tentunya bisa berupa nasi dan juga sayuran. Namun jika bayi sudah terlanjur diberi makan nasi dan juga lauk, maka Anda harus memperhatikan apakah bayi lahap memakan makanan tersebut ataukah cenderung memuntahkannya. Jika bayi memuntahkan makanan padat tersebut, maka bisa jadi bayi Anda belum terbiasa untuk menerima makanan padat. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mencoba menu tersebut, namun lebih lunak dan berikan dengan porsi yang sedikit.

Dalam memberi makanan padat pada bayi tentunya Anda harus benar-benar berhati-hati karena bisa jadi si kecil menderita alergi atau sakit pada perut. Kemungkinan besar faktor penyebabnya dikarenakan nasi dan lauk yang tidak cocok. Untuk sementara, lebih baik Anda menghentikan pemberian nasi dan juga lauk jenis tertentu. Langkah selanjutnya Anda bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan rekomendasi makanan yang sesuai dengan perut dan juga usus bayi.

Khusus untuk bayi yang mengalami alergai akan pemberian nasi dan juga lauk tertentu. Meskipun memang sangat sulit untuk mengetahui kondisi anak yang terkena alergi, namun tetap saja Anda harus melakukan pemeriksaan. Jika tidak terdapat masalah apapun pada sistem pencernaan anak, maka hal ini bsia menjadi indikasi dimana si kecil sudah dapat menerima jenis makanan padat dan sudah siap untuk mencerna berbagai jenis makanan padat tersebut.

Benarkah Nasi Bukan Makanan Padat Untuk Bayi?

Jika Anda menganggapnya seperti itu, maka sampai kapanpun Anda akan merasa khawatir jika harus memberi makan si kecil dengan menu makanan nasi. Memang nasi bukan makanan yang cocok untuk bayi yang berusia 6 bulan atau baru dikenalkan makanan. Terlepas dari hal tersebut, tentunya nasi menjadi salah satu menu makanan pada bayi yang sangat cocok untuk diberikan pada usia 10 bulan sampai 1 tahun.

Hal ini dikarenakan pada usia tersebut, sistem pencernaan bayi sudah lebih kuat dan bisa mencerna makanan dengan baik. Meskipun memang banyak bayi yang muntah dan juga sakit perut ketika diberi makanan nasi. Kondisi ini tentunya menjadi hal yang membingungkan bagi Anda dimana Anda harus mempertimbangkan kembali dalam memberi makanan pada si kecil. Namun, jika pada awalnya Anda memberi makanan lunak secara terus menerus pada bayi, maka dapat dipastikan perut bayi belum terbiasa untuk menerima makanan padat ini.

Seperti pada umumnya, nasi yang dimakan oleh orang dewasa memang seharusnya diberikan kepada bayi ketika sudah memasuki usia 10 dan juga 1 tahun. Usia ini memang baru diperbolehkan bayi mengenal makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Jika Anda sudah mulai ingin mengenalkan makanan padat, alangkah baiknya jika Anda memulai dengan makanan yang lunak dan pilihlah jenis makanan dengan tekstur yang bisa dilumatkan oleh mulut dan juga lidah bayi ketika belum memiliki gigi yang lengkap.

Hal ini jika makanan yang diberikan kepada bayi terlalu keras dan sulit untuk dilumatkan. Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan bayi sakit perut dan juga bermasalah pada sistem pencernaannya. Untuk itu, berikanlah MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada bayi sesuai dengan yang direkomendasikan. Terlepas dari anggapan nasi tidak cocok untuk bayi memang dilihat dari usia bayi tersebut.

Risiko Lebih Awal Memberi Makanan Padat Pada Bayi

Dalam memberikan makanan padat tentu sudah dijelaskan bahwa harus sesuai dengan usia bayi. Apakah usia bayi sudah mampu mencerna makanan padat ataukah belum. Hal ini dikarenakan jika perut bayi belum siap untuk menerima makanan padat, maka akan berdampak buruk pada kesehatan tubuhnya. Beberapa faktor risiko di bawah ini bisa saja terjadi dimana Anda memberi makanan padat pada bayi sebelum waktunya.

Risiko Malnutrisi Lebih Besar

Ketika memberikan makanan padat pada bayi sebelum waktunya, maka dapat menyebabkan bayi mengalami kekurangan dan kelebihan zat gizi. Hal ini tentunya berhubungan dengan kebutuhan gizi dan juga nutrisi pada bayi. Jika bayi sudah diberi makanan padat sebelum waktunya, tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dikarenakan asupan kalori yang berlebih.

Menurut Kelly Scanlon seorang peneliti di Center of Disease Control Bagian Gizi, Aktivitas Fisik dan Obesitas. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya akan memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit kronis yakni penyakit celiac, kegemukan dan juga diabetes. Selain kelebihan gizi dan juga nutrisi, kekurangan gizi juga bisa menjadi faktor risiko ketika bayi diberi makanan padat sebelum waktunya.

Inilah yang menjadi alasan mengapa bayi tidak disarankan untuk menerima jenis makanan padat sebelum waktunya. Selain itu akan menyebabkan bayi mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi dari ASI menjadi lebih singkat. Tentu kondisi ini sangat disayangkan  dimana ASI yang didapatkan sebagai antibodi justru diberikan sesingkat mungkin. Kondisi ini tentunya bisa menyebabkan ibu menganggap bahwa bayi sudah kenyang ketika diberikan makanan padat sehingga bayi tidak lagi diberi ASI. Bagi bayi, ASI memang mengandung zat gizi yang memang sangat dibutuhkan baik pada kualitas dan juga kuantitasnya.

Refleks Yang Belum Sempurna

Bagi bayi yang diberi makanan padat tentunya ada kemungkinan si kecil menjadi tersendak. Kondisi ini tentunya berkaitan dengan kemampuan bayi dalam mengunyah dan juga menelan belum sempurna. Sehingga hal ini menyebabkan sistem pencernaan bayi belum sempurna dan akan mengalami masalah pada pencernaan. Jika masalah pencernaan bayi belum siap untuk menerima makanan padat, maka akan mengakibatkan bayi sakit perut, diare hingga infeksi pada saluran pencernaan. Terlebih lagi jika Anda memberikan makanan pada bayi sembarangan dan tidak dijaga kebersihannya.

Antibodi Bayi Belum Sempurna

Selain refleks yang belum sempurna, bayi yang diberi makanan padat sebelum waktunya juga akan sangat rentan terkena infeksi. Hal ini dikarenakan pencernaan bayi masih sangat sensitif sehingga bayi sangat mudah terkena infeksi. Selain itu, jika Anda memberi bayi makanan padat sebelum waktunya, maka antibodi bayi belum terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini menyebabkan bayi sangat sulit untuk menangkal virus dan juga bakteri yang kemungkinan masuk ke dalam sistem pencernaan melalui makanan padat yang diberikan.

Bayi Mengalami Alergi Terhadap Makanan

Jika bayi diberikan makanan padat sebelum waktunya, maka kemungkinan besar bayi bayi mengalami alergi makanan akan lebih besar. Hal ini dikarenakan sel-sel yang ada di sekitar usus bayi memang belum siap dalam menghadapi unsur-unsur makanan dan zat makanan yang dikonsumsinya. Dalam hal ini makanan dapat menimbulkan reaksi imunitas tubuh sehingga peluang bayi untuk mengalami alergi terhadap  makanan memang lebih mudah.

Pada umumnya, produksi antibodi dan juga penutupan usus akan berlangsung dalam usia sekitar 6 bulan. Sedangkan, jika Anda memberi MPASI di bawah usia tersebut, maka dapat akan menyebabkan pencernaan bayi terkejut dan mengakibatkan bayi mengalami alergi terhadap makanan. Pemberian ASI secara eksklusif akan menyebabkan zat antibodi dapat masuk langsung melalui alliran darah bayi dan juga melapisi organ pencernaan bayi dengan sangat baik. Maka dari itu, berikanlah makanan padat pada bayi sesuai dengan usianya.

Kuman Dapat Masuk Lebih Besar

Sistem imunitas bayi pada usia 6 bulan ke bawah memang belum terbentuk secara sempurna. Ketika Anda memutuskan untuk memberi makanan padat pada bayi sebelum waktunya, maka Anda membuka kesempatan untuk kuman dan juga bakteri masuk ke dalam tubuh si kecil. Jika sudah begini, maka kuman dan bakteri akan tumbuh pada tubuh si kecil sehingga menyebabkan si kecil mudah sakit.

Berbagai penelitian tentunya mengungkapkan bahwa bayi yang mendapatkan makanan sebelum usia 6 bulan cenderung mengalami diare, sembelit, demam, batuk dan pilek. Dengan memberi ASI eksklusif, maka dapat dipastikan bayi akan mengalami sistem kekebalan tubuh yang berkurang serta dapat melindungi tubuh bayi dari berbagai sumber penyakit. ASI eksklusif ini tentunya dapat melindungi si kecil dari kekurangan zat besi, gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh bayi.

Manfaat Nasi Untuk Bayi

Seperti yang kita tahu bahwa nasi atau beras ialahs alah satu sumber karbohidrat yang paling penting dan juga utama terutama pada orang-orang yang hidup di iklim tropis. Selain kandungan karbohidrat di dalamnya, nasi juga mengandung vitamin B seperti niasin, tiamin, zat besai dan juga asam folat. Selain nasi, sumber karbohidrat lain yang tidak kalah pentingnya ialah kentang.

Kentang merupakan sumber karbohidrat alternatif bagi orang Indonesia. Selain karbohidrat, kentang juga mengandung serat dan juga kalium yang cukup besar. Kandungan yang ada pada nasi dan juga kentang memang sama-sama mengandung karbohidrat. Akan tetapi, berbagai kandungan zat lain tentu berbeda. Kentang bisa menjadi alternatif bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat sebagai pengganti nasi.

Ketika balita tentunya bayi sudah diharuskan untuk mengenal makanan padat terutama kandungan karbohidrat. Selain itu, anak juga diharuskan untuk mengenal jenis makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Pastikan balita terpenuhi akan kebutuhan gizi dan juga nutrisinya mulai dari lemak, serat, karbohidrat, vitamin dan juga mineral.

Berikut ini beberapa manfaat nasi untuk bayi, diantaranya:

– Sebagai sumber karbohidrat yang sangat baik untuk kebutuhan gizi dan nutrisi bayi

– Sebagai sumber energi yang sangat penting untuk membuat tubuh lebih kuat

– Mendukung pertumbuhan manusia dari bayi hingga berusia tua

– Sebagai pencegahan kanker

– Meningkatkan mood dengan baik

– Nasi tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol

– Nasi kaya akan vitamin

– Nasi dapat mengobati disentri

– Nasi sangat baik untuk tulang bayi

– Nasi sangat baik untuk pertumbuhan gigi bayi

– Sumber antioksidan yang sangat baik

– Nasi baik untuk sistem pencernaan

Meskipun memang nasi memiliki manfaat yang sangat banyak, namun tetap saja jika diberikan pada bayi, Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu akan porsi dan juga teksturnya. Hal ini karena sistem pencernaan bayi sangat berbeda dengan orang dewasa. Itulah beberapa polemik mengenai bolehkah bayi makan nasi serta makanan anak 1 tahun. Semoga bermanfaat!

Perkembangan Anak Usia 16 Bulan – Seiring berjalannya waktu tentunya bayi akan terus mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan. Orang tua akan merasa sangat bahagia jika tumbuh kembang anak berjalan sesuai dengan usianya atau bahkan melebihi pertumbuhan yang seharusnya. Namun, banyak orang tua yang tidak mengerti akan pertumbuhan dan juga perkembangan bayi sehingga tidak memperhatikan dengan teliti pertumbuhan si kecil. Untuk itu berikut kami sajikan beberapa perkembangan anak usia 16 bulan yang wajib Anda ketahui!

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang tua yang menganggap sepele akan pertumbuhan dan juga perkembangan bayi yang sesuai dengan usianya. Bahkan banyak bayi yang justru tidak berkembang sesuai dengan usianya dikarenakan lalainya para orang tua dalam memperhatikan pertumbuhan dan juga perkembangan anak. Padahal perkembangan anak harus benar-benar diperhatikan untuk mencegah lambatnya tumuh kembang si kecil. Para orang tua cenderung membiarkan anak untuk berkembang dengan sendirinya tanpa dibantu oleh stimulasi yang sangat bermanfaat untuk si kecil.

Berbicara mengenai perkembangan anak tentunya kami akan membahas mengenai perkembangan bayi usia 16 tahun yang tentu memberikan ciri-ciri yang sangat signifikan. Namun, para orang tua terkadang menganggap hal yang sepele. Padahal tumbuh kembang anak memang sangat penting dan itu berarti bahwa imajinasi anak belita memang sudah mulai tumbuh dan juga berkembang dengan sangat signifikan. Di bawah ini kami sajikan beberapa ciri perkembangan anak usia 16 bulan yang tentu wajib untuk Anda pahami sebagai orang tua. Baca juga: 10 Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI Yang Dapat Anda Deteksi Lebih Dini

Perkembangan Anak Usia 16 Bulan

perkembangan anak usia 16 bulan

Bagaimanapun juga, tumbuh kembang bayi memang menjadi salah satu indikasi untuk mengetahui kondisi kesehatan si kecil. Proses perkembangan yang pesat pada si kecil juga menjadi tanda bahwa kesehatan tubuh si kecil memang sangat baik. Si kecil yang berusia 16 tahun tentunya akan terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Hal ini tentunya tergantung dari kemauan si kecil untuk belajar dan juga stimulasi yang diberikan oleh orang tua agar si kecil mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan yang sangat baik.

Pada bayi usia 16 bulan tentunya akan memberikan ciri-ciri yang cukup signifikan dimana si kecil sudah dapat tumbuh dan berkembang lebih pesat lagi. Untuk mengukur tumbuh kembang si kecil tentunya dapat dinilai dari beberapa poin. Hal ini tentu berhubungan dengan perkembangan secara fisik dan juga non fisik. Ini memang sangat penting untuk mengukur perkembangan anak usia 16 bulan yang tentu tidak hanya diukur melalui perkembangan fisik saja, namun juga secara mental. Lihat juga: 8 Cara Agar Anak Tidak Makan Junk Food Serta Pengaruh Buruknya Terhadap Perkembangan Anak

Perkembangan Secara Fisik

Untuk perkembangan secara fisik tentunya menyangkut pertumbuhan si kecil dari ukuran badan yang bertambah besar serta tubuh yang terus bertambah tinggi. Namun, ada juga beberapa indikasi yang dapat Anda ketahui seperti perkembangan otak, tinggi badan, berat badan serta pertumbuhan akan bagian tubuh yang lainnya. Pertumbuhan fisik ini menjadi indikator akan keadaan dan juga kondisi kesehatan si kecil.

Pada umumnya, anak yang berusia 16 tahun akan mengalami perkembangan otak sekitar 70% dimana akan terus berkembang pesat pada usia 2 tahun pertama kehidupannya. Di masa ini tentunya lingkar kepala pada si kecil akan terus berkembang dan juga bertambah sekitar 2 cm setiap tahunnya sehingga ukuran kepala akan terus membesar. Untuk berat badan tentunya bayi yang berusia 16 bulan akan mencapai rata-rata 11,5 kg untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan mencapai 10,5- 11 kg. Sementara itu, untuk tinggi badan di kecil pada usia 16 bulan ini bisa mencapai 78 cm untuk perempuan dan 80 cm untuk laki-laki. Namun, ukuran ini bukanlah ukuran yang mutlak dimana untuk berat badan bisa saja berubah baik untuk laki-laki maupun untuk perempuan. Maka, jika Anda mendapati berat badan dan tinggi badan si kecil kurang dari ukuran di atas, tentu dapat dipastikan bahwa si kecil mengalami perlambatan pertumbuhan.

Perkembangan Motorik Kasar

Jika dilihat secara fisik tentunya bayi usia 16 bulan sudah bisa menunjukkan perkembangan fisik secara motorik kasarnya. Ia sudah mampu berjalan mundur dan juga berlari serta naik tangga dengan sendirinya tanpa dibantu lagi oleh orang tuanya. Untuk itu, pada usia 16 bulan tentunya Anda sebagai orang tua jangan sampai lengah untuk terus memperhatikan aktivitas si kecil. Meskipun memang ia sudah bisa sendiri dalam melakukan berbagai hal, namun tetap saja peran orang tua dalam menjaga anak sangatlah dibutuhkan.

Pada usia ini si kecil sudah mulai menerima apa yang dilakukan oleh orang di sekitarnya termasuk kebiasaan orang tua dan juga kakaknya. Tidak heran jika ia mulai bisa mencontoh prilaku orang tua dan melakukan aktivitas orang dewasa yang ada di sekitarnya. Jika pada anak yang berusia 16 bulan dikatakan normal, maka ia sudah bisa berjalan dengan tegak dan lebih tegas tanpa digandeng oleh orang tua dan bahkan ia sudah bisa memegang mainan ketika ia berjalan.

Ia juga sudah bisa mempraktekan bagaimana cara menggapai, memegang, melempar barang, berlari, berjalan mundur dan juga masih banyak lagi. Untuk itu, Anda ikuti si kecil jika ingin pergi ke luar rumah untuk mengawasi si kecil serta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan agar tidak terjadi pada si kecil seperti terjatuh dan juga diserang oleh binatang. Di lingkungan luar juga ia akan mulai memperhatikan mobil dan juga motor yang sedang berlalu lalang. Ia juga akan mulai tertarik dengan permainan yang ada di taman seperti jungkat jungkit dan juga seluncuran. Akan tetapi, alat permainan seperti itu belum cocok karena tubuhnya masih sangat kecil.

Perkembangan Motorik Halus

Setelah kita mengetahui perkembangan motorik kasar, tentunya kita juga diharuskan untuk mengetahui perkembangan motorik halus pada bayi. Untuk perkembangan motorik halus, anak usia 16 bulan sudah bisa menyusun menara dari 2 atau 3 balok serta mampu untuk menggunakan alat tulis. Salah satu ciri yang menjadi tumbuh kembang bayi usia 16 bulan ialah adanya perubahan akan kegemaran. Ia juga akan mulai mengambil sebuah balok mainan yang cukup mengagumkan serta akan mulai menerima telepon dan juga mengganggap bahwa ponsel sebagai mainannya.

Ini tentunya menjadi salah satu proses yang sangat mengagumkan dan juga menandakan adanya imajinasi yang ada di benak bayi usia 16 bulan. Otak si kecil yang berusia 16 bulan tentunya sudah mulai tumbuh dan juga sudah bisa membayangkan barang yang ia sukai. Tidak heran jika anak yang berusia 16 tahun cepat bosan dalam memainkan mainan karena ia akan mulai fokus kembali pada barang yang ia sukai bahkan kurang dari 20 menit.

Cara Untuk Menstimulasi Motorik Halus

Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan cara membacakan buku cerita dengan gambar yang berwarna warni dan juga memiliki tulisan yang besar-besar sehingga akan tampak lebih jelas. Pada anak usia 16 bulan tentunya sudah bisa membolak-balikan halaman pada sebuah buku serta mengamati gambar dan juga tulisan yang ada di dalam buku tersebut. Ia juga sudah mulai bisa memperhatikan dan juga memahami apa yang dibicarakan oleh orang tuanya.

Seperti yang kita ketahui bahwa membaca memang sangat penting bagi Anda. Maka dari itu, Anda sebagai orang tua harus sudah menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Bahkan sesering mungkin Anda membacakan cerita pada si kecil serta meluangkan waktu luang untuk Anda. Sempatkanlah membacakan cerita pada si kecil meskipun dalam waktu yang sebentar.

Perkembangan Sosial dan Emosional

Untuk perkembangan emosional dan juga sosial tentunya untuk bayi yang berusia 16 bulan sudah bisa menggunakan peralatan makan seperti garpu, gelas, sendok, dan juga ikit serta dalam membantu pekerjaan rumah. Anak yang berusia 16 tahun tentunya sudah mulai bisa bergaul ditengah-tengah orang banyak. Akan tetapi, ia belum memahami ketika ia sudah mulai berbagi dengan anak yang lain.

Bagi balita tentunya tidak heran jika ia memiliki sifat pelit untuk tidak meminjamkan mainan pada anak seusianya. Hal ini dikarenakan anak usia 16 bulan masih memiliki sifat ego dan juga ingin menang sendiri. Ia akan marah ketika orang lain tidak memperhatikannya atau perhatian tidak tertuju padaya. Ia juga akan cenderung rewel jika sedang bermain dengan teman seusianya dan diganggu oleh orang lain. Bahkan banyak anak yang ingin diperhatikan oleh orang tuanya dengan tangisan.

Untuk anak usia 16 bulan ini sudah mulai menampakkan emosinya ketika ia merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya. Usia ini juga sangat memungkinkan si kecil untuk bertingkah semaunya ketika harus berhadapan dengan orang yang ada disekitarnya hanya untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari orang di sekitarnya. Anda tentunya jangan pernah merasa bersalah pada si kecil ketika ia menangis. Hal ini dikarenakan tangisannya tersebut memang menunjukkan bahwa ia ingin mendapatkan perhatian dari orangtuanya.

Kabar baiknya, anak usia 16 tahun sudah mulai bisa ditinggalkan oleh ibunya. Karena ia sudah mulai mau bermain atau bersosialisasi dengan orang dewasa di sekitarnya seperti ayah, nenek, kakak, dan juga bibi. Anda sudah bisa menikmati urusan Anda sendiri atau sering dikenal dengan istilah me time.  Hanya untuk sekedar perawatan di salon kecantikan dan juga berkunjung ke rumah teman. Bagaimanapun juga, seorang ibu memang perlu untuk mendapatkan suasana di luar sana untuk menghilangkan rasa jenuh dan penat.  Dalam kondisi setelah berlama-lama mengurus anak dan rumah tangga di dalam rumah.

Perkembangan Bahasa

Pertumbuhan dan juga perkembangan si kecil tentunya bisa pula dilihat dari kemampuannya dalam berbahasa. Bayi usia 16 bulan sudah mulai menunjukkan keinginannya untuk bisa bercakap-cakap dengan orang yang ada di sekitarnya. Mungkin kita juga sering mendapati bahasa bayi yang sangat sulit untuk dimengerti oleh orang dewasa. Namun dengan kemampuan seperti ini tentunya ia memiliki kemauan dalam memahami apa yang orang dewasa katakan.

Pada bayi usia 16 bulan tentunya Anda sudah harus mengajak si kecil untuk bercakap-cakap dan ajarkan si kecil untuk berbicara kata-kata yang mudah seperti ‘Mama’, ‘Papa’, ‘nggak’. Anda juga jangan menyerah untuk berbicara dengan si kecil karena ia sedang berusaha untuk memahami apa yang dibicarakan oleh orang Anda. Hal ini tentunya menjadi satu kondisi dimana si kecil sudah mulai menirukan cara Anda bicara.

Cepat atau lambat tentunya Anda sudah mulai menyadari bahwa ia sedang menirukan gaya Anda bicara. Untuk itu, jangan sampai Anda terkecoh dengan sikapnya yang diam ataupun sibuk dengan mainannya sendiri. Hal ini dikarenakan pada otak bayi usia 16 bulan sedang berkerja keras dan juga belajar menyerap semua kata dan juga nada bicara Anda. Untuk itu, berhati-hatilah ketika mengatakan sesuatu di depan di kecil karena ia sudah mulai menuruti apa yang Anda bicarakan. Hindarilah untuk mengucapkan kata-kata kasar dan jangan sampai Anda mengatakan kata-kata yang tidak pantas baik yang tidak disengaja maupun yang disengaja.

Makanan dan Gizi Pada Bayi Usia 16 Bulan

Untuk bayi usia 16 bulan tentunya dibutuhkan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh si kecil. Tumbuh kembang si kecil tentunya tidak bisa lepas dari kesukaannya yang kerap berubah-ubah untuk makanan. Anda tentunya akan mendapati ketika hari ini ia akan habis memakan bubur sampai habis, sedangkan besok ia mungkin hanya makan beberapa sendok saja.

Melihat kondisi ini tentunya Anda jangan merasa khawatir karena lambung anak kecil masih berukuran sangat kecil.  Sehingga tidak heran jika ia akan makan dalam porsi yang kecil selama tiga kali dalam sehari. Terlebih jika bayi Anda masih aktif dan juga ceria meskipun ia makan dalam jumlah yang sedikit dibandingkan dengan anak lainnya. Untuk itu, Anda jangan lupa untuk memeriksa bayi usia 16 bulan yang sedang tumbuh gigi. Hal ini dikarenakan bayi usia 16 bulan akan mengalami tumbuh gigi yang tentunya akan menjadi penyebab bayi sulit untuk makan karena gusi akan merasa tidak nyaman.

Untuk itu, sediakan selalu cemilan khusus untuk anak seperti jus buah, biskuit dan juga kurangi cemilan yang terlalu manis dan juga banyak mengandung gula. Selain itu, makanan yang memiliki rasa manis akan membuat bayi sulit untuk makan. Hal ini dikarenakan rasa manis akan membuat perut bayi merasa kenyang.

Tidak heran juga jika nafsu makan bayi usia 16 bulan mulai menurun dibandingkan dengan usianya ketika usia 1 tahun. Untuk makanan tentunya tidak ada larangan akan jenis makanan tertentu. Namun, alangkah baiknya jika Anda juga memberikan menu makanan yang baru agar si kecil bisa menikmati cita rasa makanan yang selalu baru. Sedangkan untuk minuman berikanlah ASI, air putih dan juga sisi formula.

Jenis Makanan Untuk Anak Usia 16 Bulan

Jenis makanan tertentu memang harus benar-benar dipilih, hal ini untuk mencegah anak untuk tidak tersedak. Beberapa makanan yang harus dihindari, diantaranya:

– Makanan yang memiliki ukuran yang sangat kecil dan juga keras seperti permen, biji-bijian dan juga popcorn

– Makanan bersifat lengket dan juga lunak seperti permen karet, marshmallow dan juga jelly.

– Makanan yang memiliki ukuran yang cukup besar seperti kacang polong.

Bayi usia 16 bulan tentunya akan terus mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan yang signifikan. Hal ini tentunya sangat penting bagi Anda untuk tetap menjaga gizi dan juga nutrisi agar tetap tercukupi. Selain itu, cukupnya gizi dan juga nutrisi memang sangat penting agar si kecil bisa tumbuh dengan sempurna. Demikianlah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai perkembangan anak usia 16 bulan yang sangat penting bagi Anda. Semoga bermanfaat!

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI – Bayi baru lahir yang mengalami kurang ASI tentuya bisa saja terjadi. Hal ini tentunya menyebabkan beberapa dampak yang nantinya menghambat tumbuh kembang bayi. Untuk itu kami sajikan beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda deteksi untuk mencegah hal tersebut. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Bayi yang sehat tentunya memiliki kecukupan gizi dan juga nutrisi yang tentunya ia dapatkan dari ASI. Bayi memang tumbuh dan juga berkembang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan bayi memang dapat dilihat dari nutrisi dan juga gizi yang ia dapatkan dari ibunya. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi tentunya ini menjadi salah satu faktor mengapa tumbuh kembang bayi terhambat.

Cara yang paling tepat bagi Anda dalam memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi ialah dengan memberikannya ASI terutama dari 0-6 bulan yang disebut dengan pemberian ASI eksklusif. Tentu kita semua tahu bahwa ASI memang menjadi salah satu sumber makananbayi yang wajib ia dapatkan. Karena ASI mengandung banyak sekali gizi dan juga nutrisi di dalamnya. Namun, ada juga beberapa orang tua yang bahkan tidak memberikan ASInya kepada bayi karena beberapa faktor.

Tidak sedikit juga bayi yang mengalami kekurangan ASI seiring dengan pertumbuhan dan juga perkembangannya. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui bahwa ternyata bayi mereka mengalami yang namanya kekurangan ASI. Lantas, apa saja ciri-ciri bayi kurang ASI? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini! Baca juga: Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI

ciri-ciri bayi kurang asi

Tentunya, tidak sedikit orang tua yang tidak memberikan ASI kepada buah hatinya yang mungkin dikarenakan beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar, gangguan pada payudara bahkan ibu yang tidak ingin menyusui anaknya secara langsung. Beberapa faktor tersebut tentunya menyebabkan bayi kekurangan ASI. Jika sudah begitu tentunya ini menjadi salah satu masalah yang cukup serius dimana bayi akan mengalami beberapa gangguan pada perkembangannya.

Tentunya, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal mengenai bayi yang kekurangan ASI. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimanapun juga bayi yang kekurangan ASI bisa menyebabkan bayi tumbuh tidak sehat dan juga masalah kesehatan yang terganggu. Berikut ini beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda ketahui untuk mendeteksi bayi Anda, diantaranya:

Lihat juga: Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi Berikut Bahayanya

Dehidrasi

Ciri pertama yang bisa Anda deteksi jika bayi kekurangan ASI tentunya ia akan mengalami yang namanya dehidrasi. Dalam hal ini ASI memang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh bayi. Dapat dikatakan bahwa ASI merupakan salah satu sumber makanan sekaligus minuman bagi bayi. Jelas saja, jika bayi kekurangan ASI, maka akan berakibat fatal yakni bayi kekurangan ASI. Munmgkin awalnya bayi akan rewel, lama-kelamaan ia akan lemas akibat dehidrasi yang terjadi padanya. Kondisi ini tentunya akan terus berlanjut hingga membahayakan nyawa bayi. Itulah mengapa Anda sebagai orang tua harus mengetahui mengenai ciri-ciri bayi kurang ASI

Kurang Gizi

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang mengalami kekurangan ASI akan juga mengalami kekurangan gizi. Hal ini dikarenakan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI tidak dapat diserap oleh bayi karena memnag bayi kekurangan ASI. Seperti yang kita tahu bahwa ASI memang mengandung gizi, nutrisi dan juga vitamin yang tentu sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi.

Selain itu, ASI juga menjadi salah satu produk alami yang diproduksi oleh ibu sehingga sangat aman dan juga bebas dari pengawet. Maka dari itu, tidak heran jika bayi pada usia 0-6 bulan ini harsu mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya agar gizi dan juga nutrisi dapat dengan mudah terserap. Namun, jika pemenuhan ASI pada bayi tersebut tidak sesuai, maka akan menyebabkan suplai gizi dan juga nutrisi bayi yang terganggu. Hal ini tentunya mengakibatkan kebutuhan bayi tidak terpenuhi sehingga bayi akan mengalami yang namanya kekurangan gizi. Akibat buruk yang akan timbul tentunya bayi akan mengalami gizi buruk.

Diare

Ciri selanjutnya yang bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda kekurangan ASI ialah bayi akan mengalami diare. Diare memang sering terjadi pada bayi, namun kondisi ini tentunya bisa menjadi indikasi bahwa bayi Anda kekurangan ASI. Kondisi ini pada awalnya disebabkan oleh susu formula yang tidak cocok dengan perut bayi. Sehingga bisa menyebabkan bayi terkena diare. Utuk beberapa kasus tentunya bayi akan mengalami intoleransi laktosa susu dimana bisa menyebabkan tinja bayi menjadi lembek dan juga diare. Dalam kondisi ini penting bagi Anda untuk mengatasi atau mengobati diare yang terjadi pada bayi Anda.

Bayi Kuning

Tentunya, kita sering mendapati keadaan tubuh bayi yang kuning. Ini tentunya bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi akan mengalami yang namanya kekurangan ASI. Pada bayi yang baru lahir tentunya beberapa fungsi organ seperti hati belum bekerja secara maksimal. Dalam keadaan ini tentunya bayi akan mengalami kuning (ikterik) dikarenakan sistem metabolisme bilirubin pada tubuh bayi belum sempurna.

Warna kuning pada tubuh bayi memang dapat dibagi menjadi kondisi yang normal dan juag abnormal. Hal ini tentunya tubuh bayi yang kuning bisa disebabkan oleh kurangnya suplai ASI dari ibunya sehingga secara perlahan tubuh bayi akan menguning. Ciri bayi kuning tentunya bisa dilihat dari kulit bayi bahkan sampai bagian mata bayi. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk meningkatkan pemberian ASI ketika bayi dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan gejala kuning pada bayi.

Mudah Sakit

Bayi yang kekurangan asupan ASI tentunya memiliki daya tahan tubuh yang buruk dimana ia akan mudah sekali sakit. Hal ini dikarenakan sistem imun tubuh bayi tidak sekuat bayi yang diberikan bayi secara eksklusif. Dalam hal ini tentunya ASI memiliki peran yakni sebagai antioksidan dan juga pertahanan daya tahan tubuh bayi. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi makanan tentunya daya tahan tubuh bayi menjadi sangat terganggu. Dampak buruk yang bisa terjadi dari bayi yang mengalami kekurangan ASI ialah mudah sekali mengalami sakit seperti diare, deman dan juga batuk pilek. Ketika bayi Anda sakit tentunya pemberian ASI justru harus dilakukan agar tetap terpenuhi dan mempercepat pertumbuhan dan juga perkembangan bayi.

Badan Kurus

Ciri yang paling mudah dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah badan bayi akan cenderung kurus. Badan bayi kurus tentunya disebabkan oleh kurangnya pemenuhan gizi dan juga nutrisi yang memang seharusnya ia dapatkan dari ASI. Jika bayi kekurangan gizi tentunya tubuh akan mengambil cadangan dari sel-sel tubuh dengan membakar lemak dan juga otot tubuh. Maka dari itu, jika kondisi ini terus terjadi, maka bayi akan semakin kurus hingga tulang rusuk bayipun akan terlihat akibat kekurangan gizi yang cukup berat.

Kejang

Pada beberapa kasus bayi yang kekruangan ASI tentunya bayi akan mengalami kejang. Hal ini dikarenakan sistem metabolisme bayi dan juga kerja kelistrikan pada otak memang membutuhkan suplai oksigen dan juga glukosa supaya saraf-saraf pada otak bisa tetap terjaga. Jika bayi mengalami kekurangan ASI tentunya ini menjadi salah satu risiko yang mungkin bisa bayi Anda alami seperti tanda mulut mencucu dan juga anggota tubuh yang kaku.

Suhu Tubuh Bayi Meningkat

Pada bayi yang kekurangan ASI tentunya akan mengalami yang namanya suhu tubuh bayi yang meningkat. Hal ini dikarenakan bayi akan mengalami yang namanya dehidrasi sehingga akan mengalami kenaikan suhu tubuh seperti demam. Pada umumnya, suhu tubuh bayi tidak terlalu naik secara signifikan, namun tentunya suhu tubuh bayi yang meningkat akan menyebabkan demam pada bayi yang terus menerus.

Bayi Gelisah

Ciri selanjutnya yang menjadi tanda bahwa bayi mengalami kekurangan ASI ialah bayi akan cenderung merasa gelisah. Kondisi ini tentunya akan ditandai dengan bayi yang mudah rewel. Bayi akan terus rewel dan juga menangis karena merasa lapar. Maka, segeralah berikan bayi Anda ASI agar tidak terus menerus gelisah dan juga rewel.

Bayi Jarang BAB

Tanda selanjutnya yang bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah bayi akan jarang buang air besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami kekurangan ASI. Jika bayi kekurangan ASI, secara otomatis bayi akan jarang buang air besar karena tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Dampak buruknya, produksi tinja bayi tidak ada sehingga tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Kurangnya asupan makanan dan juga minuman tentunya bisa memperlambat produksi tinja sehingga tidak secepatnya dibuang. Akibat yang akan timbul tentunya bayi akan jarang BAB dibandingkan biasanya.

Bayi Kurang BAK

Bayi yang mengalami kekurangan ASI tentunya akan menyebabkan tubuh bayi yang kekurangan cairan dan juga dehidrasi. Jika tubuh kekurangan cairan, maka secara otomatis organ tubuh tidak akan memproduksi urin sehingga tidak ada urin yang harus dibuang. Padahal kita tahu bahwa sisaracun di dalam tubuh akibat dari proses metabolisme harus dibuang karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan bayi Anda. Jika bayi kekurangan cairan, maka produksi urin akan pekat dan juga menurun sehingga bayi akan jarang buang air kecil.

Cara Mengatasi Bayi Kurang ASI

Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa bayi yang kekurangan ASI tentunya bisa memiliki dampak yang buruk. Beberapa bayi mungkin saja akan mengalami dampak buruk yang timbul dari kurangnya asupan ASI. Bayi yang kekurangan ASI tentunya bukan tanpas ebab melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi sulit untuk menyusui.

Menyusui memang terlihat sangat mudah, namun ternyata ibu harus berjuang untuk membujuk si kecil supaya bisa menyusui dengan mudah. Banyak permasalahan yang bisa timbul dimana beberapa ibu akan merasa kurang percaya diri ketika memberikan ASI kepada si kecil, terutama pada bayi baru lahir. Hal ini tentunya disebabkan oleh bayi yang cenderung lebih suka tidur dibandingkan dengan menyusu. Dengan kondisi ini tentunya, ini menjadi tugas bagi Anda untuk menemukan cara mengatasi bayi kurang ASI diantaranya:

Pelajari Pola Tidur Bayi

Beberapa bayi mungkin jarang menyusu dikarenakan bayiyang cenderung tidur sehingga tidak ada keinginan untuk menyusu. Hal ini tentunya bisa Anda atasi dengan mempelajari pola tidur bayi. Pada beberapa bayi tentunya ia akan tidur hingga 16 jam dalam sehari. Akan tetapi, pada waktu yang normal mereka akan memiliki beberapa pola yang mungkin bayi akan tumbuh dan juga berkembang dengan sehat.

Untuk itu, usahakan Anda menyusui bayi setidaknya 2-3 jam sekali dan usahakan juga memberikan ASI pada bayi baru lahir meskipun ia sedang tertidur dan bangunkanlah si kecil. Hal ini memang sangat penting agar kita dapat mencegah si kecil dari dehidrasi ataupun kekurangan gizi dan juga nutrisi.

Biarkan Bayi Terjaga Ketika Sedang Menyusu

Ketika bayi sedang menyusu tentunya ini menjadi momen yang paling tepat bagi Anda untuk memberikan gizi dan juga nutrisi serta memperat kasih sayang antara ibu dan juga anak. Setelah seorang ibu bersusah payah untuk mengatur jadwal untuk menyusui, hal ini tentunya belum berakhir karena bayi harus tetap terjaga ketika diberikan ASI.

Jarangnya bayi menyusu tentunya ini sangat penting bayi Anda agar bayi tetap ingin menyusui. Cobalah untuk menggelitik kakinya sampai ia terbangun. Jika cara ini tidak berhasil, maka sentuhlah dengan lembut bagian kepala, telinga dan juga wajahnya. Setelah bangun, maka tetaplah susui bayi dan usahakan sebelum memberikan ASI, Anda bisa memijat terlebih dahulu payudara agar ASI mengalir dengan deras.

Perhatikan Cairan Yang Masuk Dan Keluar

Dengan mengetahui cairan yang masuk ataupun keluar tentunya ini bisa menjadi cara yang paling tepat bagi Anda untuk mengetahui apakah si kecil terpenuhi asupan gizi dan juga nutrisinya ataukah tidak. Dalam hal ini tentunya Anda bisa melihat apakah ASI yang masuk ke dalam perut bayi hampir seimbang dengan cairan yang keluar baik dalam bentuk bab maupun bak. Hal ini tentunya untuk mengetahui mengenai sistem pencernaan dan juga penyerapan gizi.

Jika air kencing dan juga fese keluar sedikit, tentunya si kecil membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak lagi. Dalam hal ini tentunya berat badan bayi yang ideal bisa memiliki pengaruh pada sistem imunitas tubuh bayi serta pertumbuhan dan juga perkembangan bayi menjadi lebih baik lagi. Bagaimanapun juga, menyusui bayi yang malas dapat dikatakan sebagai tantangan tersendiri bagi Anda sebagai orang tuanya. Dalam hal ini dukungan suami juga bisa sangat penting untuk menjaga agar ibu memberikan ASI yang lebih optimal.

Jadwal Makan

Pada umumnya, bayi akan minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari. Namun, tidak disarankan pula untuk membuat jadwal menyusui bayi karena pada nantinya bayi Anda akan memintanya atau memberikan kode ketika ia lapar. Akan tetapi, Anda sebagai orang tua harus peka dimana ketika bayi memberikan kode, Anda harus bergegas untuk memberikannya ASI. Hal ini jika Anda tidak segera memberikan ASI, maka bayi akan tertidur kembali sebelum diberikan ASI.

Tentunya memang sangat penting bagi Anda untuk memberikan ASI dan juga mengatur pemberian ASI agar bayi Anda tetap mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Selain itu, jika asupan gizi dan juga nutrisi bayi terpenuhi, maka sedikitnya Anda akan mencegah dari kondisi bayi yang kekurangan ASI. Demikianlah beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI  serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!