Perkembangan Bayi 14 Bulan – Melihat perkembangan bayi tentunya moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orangtua. Pasalnya, perkembangan anak yang cepat merupakan hal yang menggembirakan bagi Anda sebagai orangtua. Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang seharusnya dimiliki oleh si kecil berikut ini.

Tentunya, perkembangan si kecil sangatlah penting bagi Anda. Bagaimana tidak, seiring bertambahnya usia si kecil, maka perkembangannya pun menjadi sangat cepat. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengenali beberapa perkembangan si kecil sesuai dengan usianya.

Terkadang terdapat beberapa anak yang tidak berkembang sesuai dengan usianya bahkan cenderung lambat. Tentunya, Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi bukan? Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk mencermati dan juga mengamati perkembangan bayi 14 bulan secara keseluruhan dan umum dimiliki. Kami sajikan beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang wajib Anda ketahui baik secara fisik maupun secara non fisik.

Perkembangan Bayi 14 Bulan

perkembangan bayi 14 bulan

Perkembangan si kecil pada usia 14 bulan tentunya akan menjadi moment yang sangat membahagiakan bagi Anda. Hal ini dikarenakan bayi usia 14 bulan sudah dapat merespon apa yang kita inginkan. Saat memasuki usia 14 bulan, bayi akan berkembang sesuai dengan tahapannya. Baca juga: 12 Rekomendasi Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan | Bentuk & Tips

Umumnya, pada usia 14 bulan, perkembangan bayi menjadi lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan bayi sebelum usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan juga dapat ditandai dengan berkurangnya nafsu makan. Hal ini memang cukup wajar karena perkembangan bayi usia 14 bulan sudah cukup matang.

Perkembangan seorang bayi tentunya menyangkut secara keseluruhan baik secara fisik maupun secara non-fisik. Perkembangan si kecil harus kita amati dengan baik agar kita dapat mengetahui apa saja perkembangan yang cepat dan juga perkembangan yang terbilang lambat bagi mereka. Tentunya, perkembangan bayi 14 bulan sudah dapat merespon perkataan kita dan juga perintah kita meskipun tidak sempurna.

Tumbuh Kembang Bayi 14 Bulan

Pertumbuhan bayi usia 14 bulan akan semakin berkurang dan juga melambat seiring dengan bertumbuhnya usia. Tidak heran jika kita mengalami kesulitan ketika memberi makan si kecil. Hal ini dikarenakan nafsu makan bayi usia 14 bulan sangatlah berkurang. Akan tetapi, Anda jangan khawatir, karena ini merupakan tanda bahwa si kecil sudah mulai berkembang.

Tidak sedikit anak berusia 14 tahun mempunyai berat badan yang menurun dari sebelumnya. Akan tetapi, Anda akan melihat badan si kecil akan lebih tinggi, tangan dan kaki yang cukup panjang. Badan si kecil pastinya akan terlihat lebih kecil dari bulan sebelumnya. Untuk itu, usia 14 tahun ditandai dengan meningginya badan dan perut yang membuncit.

Perkembangan bayi 14 bulan ini sangat berpusat pada otak sehingga ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm sejak si kecil memasuki usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan sudah memiliki kemampuan yang cukup baik secara fisik maupun non fisik. Berikut ini kami akan membagi beberapa tahapan perkembangan bayi 14 bulan secara lebih detail dan mendalam pada poin di bawah ini:

 Perkembangan Fisik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, perkembangan fisik bayi  usia 14 bulan sudah mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan. Terlihat dari bertambahnya tinggi badan dan juga panjangnya kaki dan juga tangan pada si kecil. Terlebih, Anda akan melihat perut si kecil yang mulai membuncit ke bagian depan. Tanda ini akan terlihat ketika Anda memakaikannya baju atau kaos dalam.

Perkembangan fisik si kecil memang tidak terlihat dengan jelas ketika kita mengamatinya langsung. Namun, Anda akan terkejut ketika memakaikannya baju dan juga celana pada si kecil. Akan tampak baju mulai mengecil dan celana mulai menggantung. Tanda inilah yang dapat Anda temukan pada perkembangan bayi usia 14 bulan.

Perkembangan otak juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm ketika si kecil memasuki usia 12 bulan. Secara fisik, ia akan lebih aktif dan juga susah untuk diam. Tidak heran jika usia 14, bayi sudah mulai kesana kemari meskipun Anda melarangnya.

Perkembangan Motorik

Perkembangan bayi 14 bulan ini akan terlihat dari perkembangan motorik yang ia miliki. Perkembangan motorik di sini tentunya menyangkut segala kegiatan dan juga aktifitas yang kerap ia lakukan setiap harinya. Si kecil akan membuat Anda terkejut ketika melihat perkembangan yang begitu sangat cepat.

Bayi usia 14 bulan mulai memperlihatkan kemampuan motoriknya dengan aktifitas yang ia lakukan setiap harinya. Mulai dari bangun sampai mereka tidur lagi. pada usia ini ia sudah mulai ingin melakukan apapun dengan tangannya sendiri tanpa bantuan kita. Tentunya, jika si kecil menginginkan hal itu, Anda harus menuruti keinginannya tersebut. Biarkan si kecil mengeksplorasi aktifitasnya sendiri dan belajar untuk mandiri.

Pada usia 14 bulan, si kecil sudah mulai berlari ke sana kemari, menyisir rambut, menaiki sofa dengan cepat, meloncat-loncat di tempat tidur atau di sofa, memanjat, menaiki tangga, menuruninya lalu menaikinya kembali begitupun seterusnya.

Pada usia 14 bulan, tidak heran jika si kecil sudah ingin makan sendiri tanpa ingin dibantu dengan kita. Mereka akan tertarik dengan memasukkan makanan pada mulutnya sendiri daripada disuapi oleh kita. Terlebih jika itu adalah makanan kesukaannya sendiri atau perlengkapan makan favoritnya. Agar perkembangan si kecil menjadi lebih pesat, sebaiknya Anda biarkan si kecil untuk makan sendiri dan juga beraktifitas dengan keinginan sendiri. Namun, kita juga harus tetap mengamatinya dengan baik dan juga waspada. Jauhkan segala benda berbahaya yang memiliki peluang untuk menyakiti tubuh si kecil.

Perkembangan Kognitif

Seperti yang kita tahu bahwa perkembangan kognitif pada anak merupakan perkembangan dimana si kecil sudah mulai berpikir untuk melakukan, menghubungkan dan juga menilai sesuatu dengan pertimbangan. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan perkembangan otak si kecil.

Pada bayi usia 14 bulan, perkembangan kognitif ini termasuk ke dalam periode sensorimotor. Ini merupakan periode pertama dari empat periode. Periode sensorimotor ini merupakan sebuah dorongan dari dalam otak untuk mengeksplorasi dunianya secara refleks. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan kreatifitas dan juga keingintahuan si kecil mengenai cara ataupun sesuatu yang berada di lingkungannya.

Perkembangan kognitif pada si kecil ditandai dengan bentuk otak yang mulai membesar sekitar 2 cm. Pada tahap ini bayi sudah muali berkembang untuk merespon perintah dari orang-orang sekitarnya dengan cukup baik. Selain itu, ia juga sudah mulai dapat diajak bicara dan menjawab pertanyaan kita meskipun dengan bahasa yang masih belum sempurna.

Keingintahuan dalam dirinya sangatlah tinggi. Si kecil tidak akan segan-segan memegang atau menghampiri sesuatu terutama yang membuatnya tertarik. Untuk itu, perkembangan bayi usia 14 bulan sudah mulai pesat mengenal keadaan dan kondisi di sekitarnya.

Perkembangan Bahasa

Seperti yang sudah kita sebutkan diatas mengenai perkembangan kognitif dimana ia sudah dapat merespon pertanyaan dan perintah dengan baik. Untuk itu, perkembangan bahasa pada bayi 14 bulan juga sudah mulai terbentuk dengan sempurna. Tidak heran jika pada usia ini, si kecil sudah mulai mengoceh apapun berupa kata-kata yang singkat.

Si kecil juga sudah mulai melakukan perintah kepada orangtuanya menggunakan bahasa yang ia katakan. Ia juga sudah mulai bertanya kepada orangtuanya mengenai sesuatu yang ia lihat sehingga membuat ia ingin tahu segalanya. perkembangan bayi usia 14 bulan sudah dapat merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat meskipun berkata dengan terbata-bata dan tidak sempurna. Ia sudah ingin berinisatif untuk mengutarakan apa yang ia inginkan dan juga apa yang ia tidak inginkan.

Si kecil seolah-olah sudah mulai berkata dan bisa bercakap-cakap dengan orang-orang disekitarnya. Mengenai hal ini, tentunya Anda harus merespon apa yang dikatakan oleh si kecil. Anda jangan bosan-bosan untuk menjawab dan juga merespon perkataan si kecil.

Perkembangan Emosional

Perkembangan emosional pada bayi usia 14 bulan sudah dapat dilatih kemandirian dan juga perasaannya. Perkembangan emosional disini, bayi usia 14 bulan sudah mulai menunjukkan rasa percaya dirinya ketika bermain dengan anak seusianya. Tentunya, Anda sering menemui si kecil yang sedang bermain dengan mainan ketika dihampiri oleh kita ia menolaknya.

Begitupula ketika bermain dengan teman sebayanya, ia terkadang ingin barang milik orang lain, akan tetapi mainan yang ia punya tidak boleh dipinjam oleh orang lain. Terkadang ia juga berbagi mainan dengan orang lain tanpa keberatan. Inilah perkembangan emosional bayi usia 14 bulan dimana emosinya masih tidak stabil.

Untuk itu, Anda harus dapat mengatur dan juga menstabilkan emosinya dengan baik. Ajarkan kepada si kecil untuk berbagi mainan dan juga bersikap baik pada orang lain.

Perkembangan Sosial

Sosial di sini berarti bayi usia 14 bulan sudah dapat berinteraksi dengan teman seusianya dengan baik. Si kecil sudah bersikap mandiri dan juga individual ketiak bergabung dan bermain dengan bayi seusianya. Ia tidak segan-segan untuk menghampiri ketika ia melihat temannya sedang bermain.

Si kecil juga sudah mulai mendapatkan kemandiriannya sendiri ketika bermain dengan teman-temannya. Ia sudah mulai ingin pergi ke kamar mandi sendiri untuk buang air. Untuk itu, mengajarkan kemandirian pada anak akan hal ini tentu menjadi sebuah kewajiban bagi Anda.

Namun, sering kita temui seorang bayi usia 14 bulan yang malu ketika bergabung dan bermain dengan bayi lainnya. Jika Anda mendapati hal tersebut tentunya ini menjadi PR besar bagi Anda untuk mengajarkannya menjadi pribadi yang mandiri dan juga percaya diri.

Pemberian Nutrisi

Nutrisi yang diperlukan untuk bayi usia 14 bulan memang terbilang cukup tinggi. Pemberian gizi dan juga nutrisi yang diperlukan tubuh pada bayi usia 14 bulan harus mencapai skala yang memang si kecil butuhkan. Tentunya, Anda harus mengetahui bahwa usia 14 bulan mulai kehilangan nafsu makan sehingga Anda harus memilih dan mencari menu makanan yang sekiranya diinginkan oleh si kecil.

Untuk itu, ada beberapa menu makanan yang dapat Anda pilih untuk bayi usia 14 bulan yang tentu akan ia sukai, diantaranya:

1. Mulailah memasukkan makanan berjenis sayuran dan buah-buahan untuk si kecil. Jangan sungkan-sungkan untuk memberinya varian sayuran dan juga buah meskipun yang belum pernah ia makan. Hal ini tentunya akan memberikan kesempatan bagi si kecil untuk dapat mencicipi berbagai jenis sayuran dan juga buah-buahan.

Sayuran dan buah sangatlah bagus untuk si kecil karena dapat bermanfaat untuk menjaga imun tubuh tetap kuat. Akan tetapi, hindari untuk memberikan jenis buah-buahan seperti nanas, nangka dan durian pada bayi usia 14 bulan ini karena mengandung alkohol yang dapat menyebabkan perut si kecil menjadi tidak nyaman.

2. Berikan sumber makanan lain pada bayi usia 14 bulan sangatlah dianjurkan bagi Anda. Memberikan ia biskuit bayi, jagung, kentang dan juga cemilan aman lainnya akan mendapatkan asupan karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Anda juga dapat menghidangkan sumber protein nabati dan juga hewani seperti nasi beras, roti, telur, daging ayam dan juga sumber protein lainnya.

3.Siapkan cemilan yang si kecil sukai karena makanan pokok saja tidak cukup. Lengkapilan main si kecil dengan memberikan biskuit,  snack cracker jagung atau gandum. Pastinya, jika si kecil susah makan, Anda dapat memberinya cemilan yang baik bagi tubuh si kecil.

Dalam memberikan makanan bernutrisi pada si kecil, tentunya Anda harus membiasakan diri untuk memberikan makanan pokok pada si kecil pada waktu yang sama setiap harinya agar pola makan si kecil menjadi teratur. Alangkah baiknya untuk mengenalkan makanan bernutrisi dan bergizi pada bayi sejak 2 tahun pertama. Hal ini akan membuat bayi terbiasa untuk menerima asupan makanan nantinya.

Pemberian Vaksinasi

Vaksinasi yang diberikan pada bayi usia 14 bulan memang sangat diwajibkan. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi si kecil dalam menjaga ketahanan dan imun tubuh. Jika si kecil tidak mendapatkan imunisasi, maka ia akan tumbuh dengan lambat juga akan sering mengalami sakit-sakitan.

Imunisasi yang umum diberikan pada bayi usia 14 bulan ialah imunisasi PCV dan imunisasi influenza. Perkembangan bayi 14 bulan memang cukup pesat terlebih ketika ia sudah mengenal lingkungan luar. Penting bagi Anda untuk memberikan imunisasi pada si kecil.

Imunisasi PVC boleh diberikan pada bayi dengan rentang usia 12-15 bulan setelah ia mendapati imunisasi dasar seperti BCG, polio, DPT, Hepatitis B dan juga campak.

Tips Agar Perkembangan Bayi 14 Bulan Lebih Cepat

perkembangan bayi 14 bulan

Pastinya, Anda menginginkan si kecil tumbuh sehat dan juga berkembang dengan cepat. Tentu saja, ini memerlukan peran yang cukup untuk mendukung perkembangan si kecil. Kita tidak hanya menunggu perkembangan si kecil, akan tetapi kita diharuskan untuk melakukan cara agar si kecil dapat berkembang dengan cepat. Berikut kami sajikan beberapa tips agar bayi usia 14 bulan dapat berkembang dengan cepat.

1. Respon setiap ocehannya

Jangan karena si kecil terus mengoceh, lantas Anda bosan meresponnya. Jika Anda ingin melihat perkembangan si kecil, tentunya Anda harus terus merespon si kecil sehingga kemampuan berbahasa dan juga komunikasi si kecil menjadi lebih pesat.

2. Ajak bermain

Jika Anda ingin menumbuhkan jiwa sosial dan juga interaksi pada si kecil. Anda dapat mengajak Anda bermain sehingga si kecil tampak lebih aktif. Anda dapat memberikan gambar-gambar dan juga flash card berupa kata-kata dan huruf yang dapat ia atur.

3. Latih anak bicara

Ajak anak untuk berkomunikasi agar anak dapat lebih cepat tanggap sehingga si kecil akan dapat merangsang kemampuan komunikasi si kecil.

4. Berikan stimulasi pada bayi

Memberikan stimulasi pada bayi memang sangat dianjurkan. Pasalnya, rangsangan berupa visual dan verbal dapat membuat otak si kecil cukup berkembang.

Perkembangan bayi 14 bulan memang sangat menentukan kemampuan dan juga keterampilan nantinya. Itulah beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang harus Anda ketahui agar dapat melihat perkembangan bayi Anda dengan baik sehingga Anda dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi si kecil. Semoga bermanfaat!

Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan – Mainan memang sangat direkomendasikan bayi guna merangsang perkembangan kognitif dan juga motoriknya. Mainan tidak hanya membuat si kecil senang, akan tetapi mainan juga bermanfaat menjalankan fungsi otak pada si kecil. Berikut ini kami sajikan beberapa rekomendasi mainan bayi untuk usia 6-12 bulan dan juga tips memilih mainan untuk bayi Anda.

Mainan tentunya menjadi perbincangan yang cukup hangat diantara para orangtua yang memiliki seorang bayi ataupun balita. Membuat si kecil senang dan mengajaknya bermain merupakan kewajiban setiap orangtua. Bermain bagi si kecil adalah suatu aktifitas yang tidak boleh dilewatkan bagi Anda dan juga si kecil setiap harinya.

Di dalam bermain tentunya terdapat beberapa manfaat terutama bagi si kecil. Bermain selain menyenangkan si kecil juga dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi tumbuh kembangnya. Tentunya, Anda sebagai orangtua jangan sembarang memilih sebuah mainan sebagai perlengkapan bayi, Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah permainan tersebut ada manfaatnya untuk perkembangan kognitif si kecil ataukah tidak. Maka dari itu, artikel ini khusus membahas beberapa rekomedasi mainan bayi usia 6-2 yang tepat untuk diberikan kepada Anak Anda.

Rekomendasi Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan

Perkembangan bayi usia 6-12 bulan tentu menjadi masa emas bagi si kecil dimana pada usia ini si kecil sudah mulai dapat menggunakan panca inderanya dengan sangat sempurna. Bayi usia 6 bulan khususnya sudah mulai tertarik dengan suatu benda yang ada disekitarnya terlebih jika benda tersebut berwarna.

Bayi usia 6-12 bulan memang menjadi awal masa bermain anak dengan lingkungan sekitar. Tidak heran jika pada masa ini, bayi usia 6-12 bulan sudah mulai ingin bermain dan memiliki mainan. Mereka akan cenderung mendekati dan juga melirik benda yang menarik disekitarnya.

Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua diwajibkan untuk menyediakan mainan bayi usia 6-12 bulan yang tepat. Pasalnya, bayi usia 6-12 bulan sudah memiliki pengetahuan dan juga kemampuan yang meningkat dengan cepat. Akan tetapi, tidak semua mainan dapat menstimulasi perkembangan otak anak Anda. Ada beberapa mainan yang justru tidak memiliki manfaat dalam merangsang otak si kecil. Baca juga: Apa Pentingnya Imunisasi Campak Dan Rubella Untuk Anak Anda

Untuk memberikan Anda referensi ketika berencana memilih mainan bayi usia 6-12 bulan, berikut ini kami sajikan beberapa rekomendasi mainan yang baik dan tepat untuk si kecil, diantaranya:

1.Papan Aktifitas (Activity Board)

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan yang pertama ini wajib melengkapi koleksi mainan si kecil.Papan aktifitas ini dilengkapi dengan berbagai mainan-mainan diatasnya. Si kecil bisa menggunakan mainan tersebut dengan cara membuka, menutup, memutar, meremas, menggetarkannya dan juga menjatuhkannya. Mainan-mainan tersebut berbentuk unik dan juga berwarna-warni sehingga akan membuat si kecil menjadi lebih tertarik untuk memainkannya.

Tentunya, papan aktifitas ini dapat melatih kordinasi tangan dan juga fungsi sensorik si kecil agar lebih seimbang. Namun, Anda harus berhati-hati dalam memberikan papan aktifitas ini kepada si kecil untuk menghindari kemungkinan sesuatu terjadi seperti pita yang dapat menjerat tangan si kecil atau bagian-bagian kecil mainan yang dapat ditelan oleh si kecil. Anda tentunya harus menemani si kecil dalam bermain menggunakan papan aktifitas ini.

2. Kayu Balok

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan yang kedua memang sudah tidak asing lagi bagi Anda terutama yang memiliki bayi. Mainan dengan balok kayu ini mengajarkan untuk sedikit menantang kepada anak Anda. Kayu balok ini memberikan media kepada anak untuk menyusun, menjatuhkan dan juga menyusunnya kembali, begitulah seterusnya. Tentunya, Anda harus mengajarkan kepada anak Anda terlebih dahulu bagaimana cara menempatkan balok-balok tersebut ke dalam sebuat wadah. Selain menyusun balok-balok kayu tersebut, Anda dapat juga mengajari anak untuk mengumpulkannya dan juga menumpahkannya kembali. Setelah itu, Anda dapat membiarkan anak Anda untuk berimajinasi sendiri dalam menggunakan mainan balok kayu tersebut.

3. Mainan Berbentuk

mainan bayi usia 6-12 bulan

Dengan benda yang berwarna-warni juga bentuk yang berbeda-beda akan membuat si kecil tertarik. Tentunya, bayi menginginkan sesuatu dengan bentuk yang lebih variatif sperti bentuk segitiga, persegi panjang, bulat, dan juga balok. Anda juga dapat memilih mainan bayi usia 6-12 bulan ini yang dilengkapi dengan balok sehingga si kecil dapat memasukkan bentuk tersebut ke dalam bentuk yang sesuai. Atau Anda juga dapat menyediakan tiang kecil untuk memasukkan bentuk-bentuk tersebut ke dalam tiang tersebut. Proses ini tentunya dapat meningkatkan perkembangan motorik si kecil.

4. Mainan Lampu

mainan bayi usia 6-12 bulan

Bentuk mainan lampu ini dapat berupa center yang terdiri dari beberapa pantulan cahaya yang berwarna-warni di dalamnnya. Dengan mainan tersebut, Anda dapat menyalakan mainan lampu senter tersebut kesegala arah saat si kecil berada pada satu ruangan. Anda dapat memindah-mindahkan sorotan lampu tersebut ke beberapa arah saat si kecil melihat pantulan cahaya tersebut.

Tentunya, Anda harus mengamati mata si kecil saat bergerak mengikuti pantulan lampu senter tersebut. Mainan bayi usia 6-12 bulan ini dapat mengasah kemampuan visual si kecil sekaligus dapat mengenalkan beberapa warna di dalamnya.

5. Soft Teether

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan ini memang sangat umum digunakan oleh para orangtua dalam memfasilitasi media bermain anaknya. Soft teether atau gigitan lembut ini sangat aman digunakan oleh bayi. Terbuat dari plastik dan juga kain yang dilengkapi dengan karet yang lembut membuat mainan ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Soft teether ini biasanya digunakan untuk marangsang pertumbuhan gigi bayi untuk mendorongnya keluar. Selain memiliki tekstur yang lembut dan juga aman, gigitan ini juga dapat mengeluarkan bunyi saat mainan ini diguncangkan.

6. Bola

mainan bayi usia 6-12 bulan

Tidak heran jika banyak orangtua yang memilih bola sebagai media bermain anaknya. Ternyata bola memiliki manfaat yang tidak kalah dari mainan bayi usia 6-12 bulan lainnya. Bola dengan bentuk yang buat tentunya dapat menarik si kecil untuk memainkannya. Berbagai cara dapat dilakukan dalam memainkan bola ini seperti digelindingkan pada arah si kecil atau juga ke arah mana saja sesuai dengan permintaan si kecil.

Jika bayi Anda berusia 12 bulan, mungkin Anda dapat bermain bersama dengan melemparkan bola tersebut kearahnya dan menyuruh anak untuk menangkapnya. Sangat seru bukan bermain dengan si kecil?

7. Media Kardus Bekas

mainan bayi usia 6-12 bulan

Kardus bekas yang sangat mudah ditemukan ini ternyata dapat juga digunakan sebagai media bermain anak. Dengan menggunakan media kardus bekas, Anda dapat menjadikannya mainan membuatnya sebagai benteng atau batas. Buatlah sebuah jalan yang ditandai dengan kardus bekas di sisinya sebagai pembatas. Anda dapat membuatnya dari satu arah ke arah lain dengan jalan yang berliku. Mintalah si kecil untuk melewati jalan tersebut dan jangan sampai merusak ataupun melebihi batas tersebut. Dengan media kardus ini, Anda dapat merangsang perkembangan motorik si kecil dengan mengajaknya berjelajah dan mengajarkan hal yang boleh dilakukan serta hal yang tidak boleh dilakukan.

8. Peralatan Memasak

mainan bayi usia 6-12 bulan

Tentunya, media mainan bayi usia 6-12 bulan ini dikhususkan untuk anak perempuan. Pasalnya, mainan ini digunakan untuk mengikuti ibunya ketika memasak. Mainan peralatan masak ini yang terdiri dari cangkir-cangkir, mangkuk, sendok dan juga peralatan lainnya dengan desain dan juga warna-warna yang menarik dapat membuat si kecil memainkannya dengan senang.

Siapkan tempat yang didesain seperti sebuah dapur mini serta letakkan sebuah meja untuk menaruh peralatan memasaknya. Anda harus ikut bermain dengan anak Anda. Namun, biarkanlah ia untuk mengekplorasi apa yang akan ia lakukan, kemungkinan besar si kecil akan menuruti ibunya ketika sedang memasak.

9. Buku

mainan bayi usia 6-12 bulan

Berikan mainan yang satu ini kepada si kecil dengan buku yang bergambar disertai dengan warna-warna yang menarik untuk dilihat. Buku tentunya tidak dapat diabaikan akan manfaatnya. Buku dapat dijadikan sebagai media bermain anak yang efektif untuk mengembangkan motorik dan juga otak si kecil.

Dengan buku, Anda dapat membacakan cerita dongeng terutama pada bayi usia 12 bulan. Atau, Anda juga dapat memilih buku dengan media yang timbul sehingga si kecil dapat merabanya dengan mudah. Buku yang timbul tersebut dapat bergambar karakter hewan, buah-buahan dan juga gambar lainnya yang ada disekitar kita. Dengan begitu, si kecil akan terus mencocokkan benda yang ada pada buku dengan benda asli yang ada disekitar kita. Sehingga si kecil akan mengingat benda yang ada pada buku dengan benda yang dilihatnya secara langsung.

10. Boneka Tangan

mainan bayi usia 6-12 bulan

Terkadang para orangtua sering mengabaikan mainan yang satu ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi memang menyukai boneka. Maka dari itulah kenapa boneka tangan dapat dijadikan media mainan bagi si kecil. Boneka tangan ini dapat dijadikan mainan yang bervariatif.

Boneka tangan ini terutama yang berbentuk unik akan mengundang perhatian si kecil untuk memainkannya. Anda juga dapat memasukkan tangan Anda ke dalam boneka tersebut, lalu bicaralah dengan si kecil menggunakan nada berbeda yang akan membuat si kecil tertawa. Media ini tentunya akan menjalin komunikasi Anda dengan di kecil dan juga dapat menstimulasi percakapan dan juga kemampuan bicara si kecil.

11. Mainan Pencet

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan yang ketika dipencet mengeluarkan bunyi tertentu juga dapat menjadi pilihan Anda dalam melengkapi mainan bayi usia 6-12 bulan ini. Pada umumnya, mainan pencet ini terbuat dari bahan-bahan sepertu plastik, karet dan juga kain dengan bentuk yang sangat beragam.

Mainan pencet ini akan membangun motorik dan juga kognitif si kecil dalam hubungannya dengan sebab-akibat. Ketika mainan tersebut dipencet, maka akan mengeluarkan bunyi. Namun, ketika dibiarkan, maka tidak akan berakibat apa-apa. Anda juga dapat bermain-main dengan si kecil dengan mentransfer mainan pencet tersebut dari satu tangan ke tangan lainnya. Sehingga si kecil akan memperhatikan dan juga mengamati pergerakan benda tersebut.

12. Mainan Putar Musik

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan putar musik ini dapat berbentuk tokoh kartun kesukaan si kecil ataupun tokoh binatang. Bentuk maianan ini apabila dinyalakan akan menghasilkan alunan musik ataupun suara-suara yang sekiranya tepat untuk didengarkan oleh si kecil. Cara bermainnya, Anda dapat menyimpan mainan tersebut disuatu tempat tersembunyi, lalu nyalakan mainan tersebut. Secara otomatis si kecil akan mendengarkan dan juga mencari dimana sumber bunyi tersebut berada. Jika si kecil berhasil menemukan sumber suara tersebut, maka Anda dapat memberikannya pujian. Mainan putar musik ini dapat membantu perkembangan syaraf-syaraf pada otak si kecil.

Tips Memilih Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan

Meskipun memang para orangtua dianjurkan untuk memberikan mainan pada anaknya, terutama bayi yang berusia 6-12 bulan. Akan tetapi, orangtua haruslah cerdas dalam memilih mainan untuk si kecil karena tidak semua mainan bermanfaat bagi perkembangan si kecil. Untuk itu, para orangtua disarankan untuk memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan mengkuti tips dibawah ini, diantaranya

1.Pilih Warna Yang Cerah

Kita semua tahu bahwa benda yang memiliki warna yang cerah akan lebih menarik dibandingkan dengan warna yang cenderung gelap.  Warna yang cerah memang memiliki daya tarik tersendiri bagi kita yang melihatnya. Begitupun bagi bayi usia 6-12 bulan. Mereka akan cenderung mengamati suatu benda dengan warna yang cerah dan juga terang sebagai bahan mainannya.

Pasalnya, warna yang cerah akan memberikan rangsangan visual yang akan menstimulasi perkembangan motorik bayi. Si kecil akan selalu melirik warna yang lebih cerah dibandingkan dengan warna yang gelap. Oleh karena itu, jika Anda benar-benar ingin membuat motorik si kecil berkembang dengan cepat, berikanlah ia mainan dengan warna yang cerah dan juga terang.

2. Pilihlah Ukuran Yang Tidak Terlalu Kecil

Mainan dengan ukuran yang kecil memang bukanlah sesuatu yang dilarang , jika memang mainan itu memiliki fungs untuk merangsang perkembangan otak bayi. Akan tetapi, demi menghindari hal yang tidak diinginkan seperti tertelan atau lainnya. Tentunya, rentang usia 6-2 bulan belum dapat membedakan mana makanan yang boleh dimakan ataupun makanan yang dilarang. Jika memang memungkinkan, alangkah baiknya jika Anda memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan ukuran yang cukup besar.

3. Pilihlah Mainan Dengan Tekstur Lembut

Bagaimanapun juga bayi usia 6-12 bulan akan selalu memasukkan apapun ke dalam mulutnya tanpa mengetahui  benar atau tidaknya, terutama jika bayi baru mengalami tumbuh gigi. Ia akan selalu merasa gatal pada gusinya sehingga akan selalul menggigit benda apapun yang ada disekitarnya. Untuk itu, sebaiknya Anda memilih mainan gigitan dengan tekstur yang lembut dan juga tidak keras. Hal ini dikarenakan mainan yang keras ketika digigit akan membahayakan bagi gigi dan gusi bayi.

4. Pilih Mainan Dengan Bentuk Variatif

Anda juga tidak dianjurkan untuk memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan warna ataupun dengan bentuk yang sama. Hal ini selain akan membuat bayi Anda bosen, mainan dengan bentuk yang sejenis kurang merangsang dan menstimulasi perkembangan motorik bayi. Bagaimanapun juga perkembangan motorik bayi didapatkan jika ia menerima stimulasi dan juga rangsang dari luar baik dengan warna ataupun dengan bentuk.

5. Pastikan Mainan Bayi Usia 6-12 bulan Bersih

Poin terakhir ini memang menjadi faktor utama dalam setiap bidang apapun. Utamakan kebersihan, begitulah slogan yang kerap muncul di lingkungan kita. Terlebih bagi mainan bayi usia 6-12 bulan haruslah dijaga akan kebersihan dan juga kehiginiesannya. Pastikan Anda memilih mainan yang bersih untuk si kecil. Jika sering digunakan, Anda dapat mencuci mainan tersebut secara berkala untuk menghindari kotorang yang menempel di dalamnnya.

Beberapa mainan bayi usia 6-12 bulan yang telah kami sajikan diatas, diharapkan akan membantu Anda menemukan referensi dalam memilih dan membeli mainan untuk si kecil.  Pastikan bahwa Anda telah memperhatikan hal-hal yang harus Anda lakukan saat membeli mainan bayi terutama bagi perkembangan motorik dan juga kognitif bayi Anda. Semoga bermanfaat!

Mempunyai bayi berat bayi lahir rendah memang membutuhkan perawatan tersendiri yang harus Anda lakukan dirumah. Anda harus memperhatikan beberapa cara dan tips merawat bayi bblr yang harus dilakukan agar kesehatan bayi Anda terjaga dan dapat tumbuh dengan sempurna.

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) memang dapat dikatakan sebagai bayi yang beresiko tinggi baik dari fisik maupun non fisik. Tentunya, Anda harus melakukan perawatan khusus bagi bayi berat lahir rendah dibanding dengan bayi lahir normal. Perawatan bayi bblr harus dilakukan dengan baik untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Tips Merawat Bayi BBLR

tips merawat bayi bblr

Penyebab Bayi Lahir Dengan Berat Rendah

Segala sesuatu yang terjadi tentu ada penyebabnya, termasuk pada bayi lahir dengan berat rendah. Dengan mengetahui beberapa penyebab pada bayi berat lahir rendah, Anda dapat menghindari beberapa hal tersebut dengan baik. BBLR disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan juga pada saat kehamilan. Berikut ini beberapa penyebab berat bayi lahir rendah, diantaranya:

1. Gizi ibu sebelum hamil

Meskipun seorang ibu belum mengalami kehamilan, namun status gizi pada sang ibu sebelum hamil ikut menentukan perkembangan bayi. Pasalnya, gizi yang harus diperoleh oleh seorang ibu sebelum hamil ikut mendukung asupan gizi bayi di dalam kandungan. Tentunya, kecukupan status gizi pada saat kehamilan dapat dinilai dengan menggunakan indeks masa tubuh. Baca juga : Apa Pentingnya Imunisasi Campak Dan Rubella Untuk Anak Anda

Salah satu fakta menyebutkan bahwa wanita dengan berbadan kurus yang ditunjukkan oleh IMT < 18,5 berpeluang dua kali lebih besar untuk melahirkan berat bayi lahir rendah dibandingkan dengan wanita dengan IMT > 18,5. Tentunya, angka yang ditunjukkan oleh IMT sebelum hamil dapat dijadikan penentu dalam menggambarkan perkembangan bayi pada nantinya. Namun, tidak sedikit juga ibu dengan berat badan kurus justru memiliki bayi dengan berat badan yang stabil bahkan gemuk.

2. Kurangnya asupan nutrisi ibu ketika sedang hamil

Jika Anda memang sedang hamil, maka asupan nutrisi pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi ikut menentukan berat bayi pada saat persalinan nanti. Selain membuat tubuh ibu menjadi lebih kuat, gizi dan nutrisi dari seorang ibu juga sangat andil dalam mendukung perkembangan bayi. Jika seorang ibu tidak terpenuhi asupan gizinya, maka otomatis bayi Anda pun sepertu demikian. Maka dari itu, penuhi asupan gizi dan nutrisi dengan cukup yang diperlukan untuk perkembangan ibu dan bayi Anda.

3. Berat badan ibu ketika sedang hamil

Pada umumnya berat badan seorang wanita hamil mengalami peningkatan sebesar 11 kg sampai 18 kg bahkan lebih. Jika ibu cenderung memiliki berat badan yang stabil dan tetap dengan usia kehamilan yang terus maju, maka Anda harus waspada akan hal ini. Kemungkinan besar bayi dan tubuh Anda tidak mengalami peningkatan berat badan yang seharusnya didapatkan ketika sedang hamil. Hal ini tentu berkaitan dengan asupan nutrisi dan gizi pada ibu hamil. Peningkatan berat badan yang cukup drastis dapat meminimalisir resiko berat bayi lahir rendah.\

4. Usia muda ketika seng hamil

Inilah kenapa kehamilan usia dini tidak diperbolehkan di dalam dunia medis. Selain kondisi fisik ibu yang belum siap untuk mengandung, kehamilan usia dini juga dapat menyebabkan resiko berat bayi lahir rendah. Kehamilan pada usia remaja sekitar 13-19 tahun sangat beresiko yang akhirnya mengakibatkan berat bayi lahir rendah lebih tinggi dan terus naik hampit mencapai 50% dari kasus kehamilan. Faktanya, tubuh dan rahim seorang remaja belum siap untuk mengalami kehamilan dikarenakan organ reproduksi masih sangat dini. Selain itu disebabkan oleh asupan nutrisi dan gizi ibu hamil usia muda yang tidak terlalu diperhatikan.

5. Jarak waktu kelahiran anak

Dengan menjaga jarak melahirkan anak, maka Anda sedikitnya mencegah terjadinya berat bayi lahir rendah. Jika ibu tidak mengatur jarak kelahiran pada Anak, dimungkinkan pada kehamilan yang kedua, seorang ibu belum menyimpan nutrisi dan gizi yang diperlukan dalam proses kehamilan. Tentunya, kebutuhan nutrisi pada ibu hamil akan terus meningkat seiring dengan usia kehamilan. Fakta membuktikan setidaknya berat bayi lahir rendah dapat terjadi pada ibu yang melahirkan anak dengan interval waktu sekitar 24 bulan dari kelahiran anak sebelumnya.

6. Hamil bayi kembar

Penyebab BBLR berikut ini memang umum terjadi pada seorang ibu dengan kehamilan bayi kembar. Kehamilan yang lebih dari satu menyebabkan seorang ibu harus membagi gizi dan nutrisi pada dua orang bayinya sehingga akan terjadi kurangnya asupan nutrisi dan gizi pada kedua bayi. Bayi kembar juga sangat rentan memiliki tubuh yang sangat kecil dikarenakan adanya batasan tempat untuk berkembang saat didalam rahim. Untuk itu, jika Anda sudah dapat mendeteksi bahwa Anda hamil dengan dua anak, maka sebaiknya Anda ekstrak banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak nutrisi yang memang diperlukan dalam mendukung perkembangan kedua bayi Anda.

7. Kesehatan ibu yang buruk

Bagaimanapun juga kehamilan dengan bayi yang sehat dipengaruhi oleh sehat atau tidaknya seorang ibu. Jika seorang ibu sehat, maka sangat besar bayi yang dikandung juga sehat, sebaliknya jika kondisi kesehatan ibu tidak baik, tidak menutup kemungkinan bayi Anda pun kurang sehat. Tidak hanya masalah fisik, tetapi juga kesehatan psikologis pada si ibu. Beberapa masalah kesehatan yang kerap dialami oleh seorang ibu yang sedang hamil dan beresiko melahirkan bayi berat rendah diantaranya anemia, infeksi, komplikasi kehamilan, riwayat keguguran, pregnancy blues dan juga paparan asap rokok dan alkohol.

8. Gaya hidup

Gaya hidup seseorang memang sangat menentukan kesehatan seseorang tersebut. Seperti pada ibu yang sedang hamil, gaya hidup yang sangat buruk selama hamil memang beresiko mengalami kelahiran bayi berat rendah. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan juga mengonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep dokter sangat berakibat untuk mendapatkan berat bayi lahir rendah.

Perbedaan Berat Bayi Lahir Rendah Dengan Bayi Prematur

tips merawat bayi bblr

Apakah berat bayi lahir rendah sama dengan bayi prematur? Pertanyaan tersebut sering diajukan oleh banyak wanita terutama yang memiliki bayi dengan kondisi seperti itu. Mereka tentunya ingin mengetahui apakah memang BBLR sama dengan bayi prematur ataukah tidak.

Membandingkan berat bayi lahir rendah dengan bayi prematur memang sangatlah tidak dibenarkan. Namun, hal ini harus dilakukan agar Anda dapat memahami keunikan pada bayi termasuk pada bayi berat bayi lahir rendah dan juga bayi prematur.

Ciri-Ciri Pada Berat Bayi Lahir Rendah

Pada umumnya, bayi yang disebut dengan berat bayi lahir rendah apabila berat bayi kurang dari 2,5 kg saat dilahirkan. Tubuh bayi BBLR tampak lebih kecil dengan kulit yang keriput. Berat bayi lahir rendah mendapatkan usia kehamilan sampai waktunya ataupun belum waktunya.

Berat bayi lahir rendah biasanya memiliki panjang kurang dari 45cm dengan kepala lebih besar dari badan. Tulang rawan pada daun telinga dapat terlihat dengan jelas belum sempurna pertumbuhannya. Lapisan lemak pada kulit sangat tipis dengan rambut lanugo yang cukup banyak. Bayi BBLR memiliki pernapasan yang tidak beraturan. Kepala tidak dapat berdiri dengan tegak serta fungsi syaraf yang belum efektif sehingga tangisan bayi begitu sangat lemah. Kira-kira pernapasan bayi BBLR berkisar antara 40-50 kali/menit dengan denyut nadi sekitar 100-140 kali/menit.

Berat bayi lahir rendah memang memiliki resiko kedinginan yang cukup hebat serta kerap mengalami gangguan pada pernapasan dan juga infeksi karena kuman.

Ciri – Ciri Pada Bayi Prematur

Lalu, bagaimana dengan bayi kurang bulan atau prematur? Perbedaannya antara berat bayi lahir rendah dengan bayi prematur memang tampak disini. Bayi yang dikatakan BBLR adalah bayi mengalami kondisi dengan berat badan yang rendah dengan umur kehamilan yang cukup atau yang tidak cukup. Sedangkan bayi prematur adalah kelahiran bayi yang disebabkan oleh kurangnya usia kehamilan atau lahir sebelum waktunya. Pada umumnya berat badan pada bayi prematur cenderung normal sesuai dengan usia kehamilan, hanya saja usia kehamilan belum mencukupi.

Ciri-ciri bayi prematur yang lainnya antara lain memiliki kulit yang sangat tipis, seluruh tubuhnya tertutup oleh lanugo, refleks belum sempurna sehingga kesulitan saat bayi menyusu, kulit terlihat lebih merah, pernapasan belum sempurna, garis kaki dan garis tangan sangat tipis, juga ukuran kepala yang tidak proporsional.

Tips Merawat Bayi BBLR

tips merawat bayi bblr

Setelah kita mengetahui penyebab dan ciri-ciri bayi BBLR, maka poin selanjutnya yang harus Anda cari tahu bagaimana cara dan tips merawat bayi BBLR dengan benar. Hal ini dimaksudkan agar para orang tua yang memiliki anak BBLR dapat tumbuh dengan sempurna seperti anak normal pada umumnya.

Tips merawat bayi BBLR hampir sama dengan merawat bayi prematur dikarenakan penyebab serta ciri-ciri yang hampir sama pula. Tentunya, tips merawat bayi BBLR ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko gangguan akan perkembangan dan masalah kesehatannya. Berikut ini beberapa tips merawat bayi BBLR yang umum dilakukan oleh banyak orang tua, diantaranya:

Pemberian ASI Eksklusif

Memberikan ASI eksklusif pada bayi memang sangat dianjurkan bagi para ibu baik untuk bayi lahir normal, bayi prematur maupun bayi BBLR. Seperti yang kita tahu bahwa ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. ASI memang didapatkan langsung dari ibu yang berasal dari sisa-sisa nutrisi dan gizi yang dikonsumsi oleh ibu. Pada ASI terdapat beberapa kandungan yang bernilai tinggi seperti protein, bermacam-macam asam, laktalbumin dan zat yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh bayi.

Ada beberapa cara seorang ibu memberikan ASI untuk anaknya antara lain menyusu langsung, memakai dot atau memakai sendok. Namun, cara yang terbaik untuk memberikan ASI pada anak ialah dengan diberikan langsung melalui payudara. Dianjurkan untuk memberikan ASI sedikit demi sedikit namun sering untuk mencukupi kebutuhan si kecil.

Berikan Pakaian Yang Nyaman

Bagi bayi BBLR tentu saja mengalami suhu badan yang kedinginan dikarenakan jaringan lemak pada kulit masih sangat tipis. Berikan pakaian yang cukup tebal untuk menghindari tubuh bayi dari kedinginan. Hal yang perlu Anda tahu, jangan sampai menunda popok bayi sampai basah karena ompol. Segeralah mengganti popok dengan yang kering dan bersih agar dapat memberikan kenyamanan pada bayi Anda. Hal ini tentunya menghindari terjadinya kuman pada ompol dan basah berlebih pada tubuh bayi.

Berikan kehangatan pada bayi

Tips merawat bayi BBLR berikut ini, seorang ibu wajib memberikan kehangatan pada tubuh bayi. Ketika hendak mengganti baju bayi, jika memang diperlukan berikanlah secukupnya penghangat seperti minyak telon pada tubuh bayi agar bayi tetap merasa hangat.

Jaga kebersihan lingkungan

Bagaimanapun juga bayi BBLR memang sangat rentan terserang penyakit. Hal ini diakibatkan oleh kondisi tubuh bayi yang masih lemah serta imun tubuh yang belum memadai. Tentu saja, ini tugas bagi orangtua untuk selalu menjaga lingkungan tetap bersih. Orangtua hendaklah mencuci dulu tangan menggunakan sabun atau mengganti dulu baju setelah pulang beraktifitas diluar sana. Virus dan juga bakteri dari luar dapat juga menempel pada tubuh dan pakaian Anda. Untuk itu, sangatlah disarankan untuk menjaga kebersihan untuk melindungi bayi Anda dari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Menggunakan sorot lampu

Bayi berat lahir rendah jika dirawat di rumah, maka Anda harus mempersiapkan lampu sorot untuk menyinari tubuh bayi. Lampu sorot disini sebagai pengganti inkubator seperti di rumah sakit. Rasa hangat yang dihasilkan oleh lampu dapat membuat tubuh bayi merasa hangat dan tidak kedinginan. Namun, Anda harus berhati-hati ketika memasangkan lampu sorot.

Untuk itu, sebaiknya letakan sedikit lebih jauh dari bayi dan hindari menyorot bagian mata. Anda dapat memasang penghalang pada bagian mata bayi dengan kain atau kardus. Satu lagi, Anda dianjurkan untuk menyorot bagian dada, untuk itu tempatkan lampu sorot disamping kasur bayi anda, jangan diatas kepalanya. Hal ini untuk menghindari mata juling pada bayi. Tips merawat bayi BBLR dengan teknik ini memang perlu dilakukan terutama merawat bayi di rumah.

Menemani bayi tidur

Tips merawat bayi BBLR berikut ini sebaiknya dilakukan pada bulan pertama usia bayi. Menemani bayi tidur bukan berarti Anda juga tidur. Hal ini lebih pada perbuatan Anda seperti menggendong bayi atau diletakkan pada pangkuan ibu ketika sedang tertidur. Bayi sebaiknya diletakkan lebih dekat dengan ibu saat tidur terutama pada malam hari.

Memonitor perkembangan bayi

Bayi BBLR memang memerlukan pengawasan dengan tips merawat bayi BBLR yang lebih khusus dari bayi-bayi normal pada umumnya. Selalu mengecek perkembangan bayi Anda secara rutin ke bidan atau ke dokter untuk melihat kemajuan pada bayi Anda. Untuk itu, selalu lakukan pengawasan pada bayi secara teratur dan rutin untuk memperhatikan sistem pernapasan pada bayi, permukaan kulit serta suhu tubuh pada bayi.

Jika bayi Anda mengalami gejala seperti sakit kuning, sesak nafas, demam, bayi tidak mau menyusu, bayi terlihat lemas bahkan tidak sadarkan diri, maka segeralah pergi ke bidan atau dokter untuk segera melakukan pemeriksaan.

Tips Merawat Bayi BBLR Dengan Metode Kanguru

tips merawat bayi bblr

Terdapat pula tips merawat bayi BBLR dengan menggunakan Perawatan Metode Kanguru (PMK) yang saat ini banyak dilakukan oleh orangtua yang mempunyai bayi BBLR atau bayi prematur. Metode kanguru ini adalah sebuah metode dengan melakukan kontak langsung antara kulit ibu dengan kulit bayi.

Metode kanguru dapat dilakukan di rumah sakit ataupun di dalam rumah dengan posisi duduk, berbaring ataupun berdiri.

Cara melakukan metode kanguru

  1. Ibu harus melepaskan semua baju bagian atas. Disarankan untuk memakai pakaian yang memiliki kantung dibagian depan agar dapat dengan mudah menempatkan bayi Anda.
  2. Tidak hanya ibu, bayi juga harus melepaskan pakaiannya. Namun, tetap masih bisa menggunakan popok, topi dan kaos kaki.
  3. Sebelum meletakan bayi pada tubuh Anda, pastikan untuk membersihkan bagian perut dan dada terlebih dahulu.
  4. Setelah itu, letakkan bayi pada tubuh ibu dalam posisi tegak. Anda dapat meminta bantuan suami atau keluarga untuk meletakkan bayi ditubuh Anda.
  5. Pastikan dada bayi menempel pada dada ibu
  6. Posisikan kepala bayi pada salah satu sisi agar hidung bayi tidak terhalang karena akan menyebabkan bayi sulit bernafas.
  7. Usahakan tangan bayi dalam posisi fleksi
  8. Sentuh dan peluk seluruh bagian tubuh bayi terutama kaki bayi yang harus menyerupai posisi pada kaki katak
  9. Jika Anda tidak memiliki kantung pada bagian baju depan, maka Anda dapat mengikat kain antara ibu dan bayi agar tidak terjatuh.
  10. Pastikan untuk menggendong tubuh bayi dengan hanya mencapai bagian telinga bawah bayi Anda.

Tentunya, dengan usaha yang keras, Anda dapat melakukan tips merawat bayi BBLR ini dengan mudah. Pastikan untuk mengikuti tips-tips yang sudah kami jelaskan diatas. Semoga tips merawat bayi BBLR ini dapat membantu Anda.

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan – Perkembangan yang sangat menakjubkan ketika melihat si kecil tumbuh dengan baik sesuai usianya. Pada usia ini perkembangan yang mulai mencolok bahwa bayi usia 13 bulan sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Kenali yuk perkembangan bayi usia 13 bulan berikut ini!

Hari-hari berjalan begitu cepat, padahal tiupan lilin ulang tahun si kecil baru saja dipadamkan sebulan yang lalu saat usia bayi memasuki 12 bulan atau 1 tahun. Bulan inilah bayi mulai memasuki tahun kedua dalam hidupnya. Inilah saatnya Anda melihat perkembangan bayi Anda dengan hal-hal yang lebih menakjubkan dibanding usianya pada bulan sebelumnya.

Tentunya, memiliki seorang bayi yang sehat dan tumbuh dengan baik sesuai dengan usianya merupakan dambaan setiap orang tua. Mungkin waktu terasa cepat berlalu sejak Anda melahirkan sampai pada usia si kecil memasuki 13 bulan. Melihat perkembangan si kecil dengan baik merupakan hadiah paling terindah dalam hidup. Pasalnya, perkembangan bayi usia 13 merupakan awal dari si kecil memasuki usia 2 tahun.

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan

perkembangan bayi usia 13 bulan

Usia 13 tahun dapat dikatakan sebagai awal si kecil memasuki 2 tahun. Pada usia inilah si kecil mulai berkembang sesuai dengan usianya. Keinginan berkomunikasi dengan orang-orang sekitar menjadi bukti bahwa bayi 13 bulan berkembang dengan baik.

Apakah Anda saat ini tengah memiliki seorang bayi usia 13 bulan? Perkembangan apa saja yang diberikan oleh bayi Anda? Atau Apakah bayi Anda sudah dapat melakukan hal-hal diluar dugaan Anda?

Tentu, pertanyaan tersebut seringkali Anda dapatkan ketika bergaul dalam lingkungan masyarakat. Ini menjadi PR besar bagi Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat sesuai dengan perkembangan anak Anda. Namun, terdapat sebagian orangtua yang tidak mengetahui dan tidak melihat perkembangan bayi usia 13 bulan dengan baik. Mereka seaakan tidak memperhatikan perkembangan bayinya, padahal mereka menunjukan prilaku yang menunjukan bahwa mereka benar-benar berkembang sesuai dengan usianya.

Nah, jika Anda ingin mengetahui perkembangan apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh bayi usia 13 bulan ini, berikut kami sajikan beberapa ciri dan aspek perkembangan bayi usia 13 bulan yang mungkin saat ini ditunjukkan oleh anak Anda. Baca juga:  Menu Makanan Bayi 13 Bulan

Perkembangan Fisik dan Prilaku Bayi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, tentu  bayi mengalami perubahan fisik. Mulai dari lebih tinggi dan lebih besar jika dibandingkan dengan usia sebelumnya. Perkembangan fisik ini tidak hanya berbicara soal perubahan fisik pada tubuh bayi, namun juga tingkah laku dan prilaku pada bayi dimana dia sudah mulai melakukan hal-hal yang ia inginkan. Berikut kami sajikan prilaku bayi usia 13 bulan secara spesifik:

1.Mulai Berjalan

Perkembangan bayi usia 13 bulan memang kerap ditandai dengan kemampuan seorang bayi yang sudah bisa berjalan. Meskipun ia mengalami jatuh berkali-kali, namun ia tetap ingin berjalan kesana kemari tanpa mengetahui keadaan. Misalnya, ia tetap berjalan  meskipun bidang tersebut tinggi atau rendah. Pasalnya, bayi usia 13 bulan belum dapat menaksir jarak dan tempat dengan tepat. Ia hanya ingin melakukan hal-hal yang memang ia inginkan tanpa takut apapun. Itulah sebabnya bayi usia 13 bulan dapat mengalami jatuh berkali-kali dan tampak limbung ketika ia sedang berjalan. Namun, bayi usia 13 bulan diberi tulang yang cukup fleksibel, meskipun tampak sedikit melengkung.

Ketika Anda mendapati bayi Anda berjalan dan jatuh, lalu berjalan dan jatuh lagi. Anda tidak usah merasa risau karena ini merupakan fase dimana anak Anda mengembangkan proses berjalannya dengan baik. Lebih baik lagi, seringlah mengajak anak Anda untuk berjalan diatas tanah, pasir dan rumput agar dapat memahami lingkungan diuar sana sehingga anak Anda dapat tumbuh baik dengan alam. Namun, Anda harus memperhatikan juga keadaan pijakan anak Anda dari benda-benda tajam dan hewan yang dapat melukainya.

Pada usia ini, anak Anda akan mulai mendorong barang-barang disekitarnya yang dapat ia gunakan seperti kursi, ember, tempat sampah dan benda-benda lainnya. Keinginan anak usia 13 tahun tidak dapat dicegah, karena ia ingin melakukan penjelajahan suatu tempat dengan sangat antusias. Anda dapat melihat seakan-akan energi dan tenaga pada tubuhnya dia pernah habis dan ia tidak merasakan kelelahan sedikitpun.

2. Mulai Mengacak-acak Benda Di Sekitar

Mungkin perkembangan ini menjengkelkan Anda ketika bayi sudah dapat mengacak-acak benda disekitarnya terutama rumah. Si kecil akan selalu mengacak-ngacak benda-benda yang Anda miliki, tidak terkecuali peralatan kosmetik Anda. Mungkin anda pernah mengalami atau sering mangalami ketika Anda sedang berdandan, si kecil ikut andil untuk merusak peralatan Anda dengan menjatuhkannya dan mengacaknya.

Tentu, moment ini merupakan moment dimana Anda akan merasa jengkel kepada bayi Anda. Mereka mulai mengacak-ngacak benda-benda di dapur, ruang keluarga bahkan mencabut tanaman dihalaman depan. Pada usia ini, sulit sekali bagi Anda membuat sebuah rumah tampak bersih dan rapi karena fase ini masa dimana keingintahuan (curiosity) anak Anda meningkat. Ia tidak bosan-bosannya membuka dan menutup lemari untuk mengelurkan isi didalamnya. Bahkan ia akan melemparkannya kesegala arah yang ia mau.

Namun, hal ini tentu wajar bagi anak Anda yang berusia 13 bulan. Diharapkan Anda jangan merasa jengkel apalagi memarahi anak Anda yang justru perkembangan ini menjadi fase berkembangnya otak si kecil. Ketika Anda mendapati hal ini, lebih baik Anda mengarahkan si kecil untuk membereskan kembali apa yang sudah diacak-acaknya dengan diberikan contoh terlebih dahulu. Memang tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, namun dengan cara ini daapt menumbuhkan pengertian dan kebiasaan nantinya pada mereka untuk membereskan mainan dan benda  apapun kembali.

3. Mulai Mencoret-Coret Apapun

perkembangan bayi usia 13 bulan

Perkembangan pada bayi usia 13 bulan dapat dikatakan sebagai fase yang mengagumkan. Pada fase ini, seorang bayi usia 13 bulan sudah dapat memegang krayon meskipun tidak benar dan tepat. Dengan kemampuannya dalam memegang alat tulis, ia akan mulai bereksplorasi menggunakan alat tersebut. Tak heran jika Anda mendapati tembok yang penuh coretan yang tidak jelas dan sembrawut. pada masa ini, si kecil sudah mulai ingin mengaplikasikan khayalan yang ada dipikirannya dengan alat tulis tersebut. Meskipun pada kenyataannya, hasil coretan tersebut tidak jelas. Mereka hanya mencoret dengan sebuah garis yang tidak beraturan.

Ketika mendapati alat tersebut, ia tidak sungkan-sungkan untuk mencoret-coret benda atau kertas-kertas disekitarnya, meskipun itu buku yang sangat penting bagi Anda. Ia akan bereksplorasi keberbagai tempat untuk mencoret-coret benda tersebut. Ketika ia menghasilkan sebuah coretan pada sebuah benda, ini menjadi hal yang menakjubkan bagi merek sehingga mereka akan terus mengulangi kegiatan tersebut.  Untuk menghindari si kecil mencoret-coret benda yang Anda miliki, lebih baik persiapkan kertas khusus sebagai medianya terlebih dahulu dan jauhkan benda-benda yang penting bagi Anda.

4. Mulai Menyusun

Pada perkembangan ini bayi usia 13 bulan sudah dapat diajak bermain. Ia sudah mulai tertarik pada sesuatu yang menurutnya menarik. Si kecil akan berusaha untuk memegang benda-benda yang menarik baik berdasarkan bentuk dan warnanya. Ia akan menghampiri benda tersebut dan akan bermain dengannya.

Seperti balok-balok yang berwana-warna yang dapat disusun membentuk sesuatu seperti menara, rumah, dan bentuk lainnya. Mereka akan mulai menyusun satu persatu, dan akan merobohkannya dengan seketika. Kondisi inilah dimana seorang bayi mulai tertarik pada sesuatu dan ingin mengulanginya terus menerus. Jangan heran jika ia menyusun balok-balok tersebut dengan rapi lalu merobohkannya, sesaat kemudian ia  akan tertawa menyaksikannya. Hal ini tentunya menjadi bagian dari perkembangan bayi untuk mengasah panca inderanya.

Untuk itu Anda sebagai orangtua harus mendampinginya dan dapat juga memberikan sentuhan sambil menggelitiknya ketika balok tersebut roboh. Cara ini dilakukan agar si kecil dapat berinteraksi dengan baik dengan orangtuanya tanpa merasa bermain sendiri.

Perkembangan Kognitif

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, si kecil sudah masuk pada perkembangan sebab dan akibat. Pada fase inilah, ia sudah mulai mengerti pada sesuatu benda berdasarkan sebab dan akibatnya. Perkembangan pada bayi usia 13 bulan ini dapat disebut dengan perkembangan kognitif.

Pada usia 13 bulan, ia sudah dapat mengetahui jika suatu benda dijatuhkan atau dilemparkan. Ketika ia mengambil botol dotnya, kemudian ia jatuhkan kebawah, maka ia sudah bisa mengetahui jika dijatuhkan maka harus ia ambil. Tak heran jika Anda mendapati si kecil yang tengah duduk diatas stroller atau kursi yang tinggi, kemudian menjatuhkan botol dot miliknya. Tentu, ia sudah mulai berpikir bagaimana jika botolnya dijatuhkan, maka sulit baginya untuk membawanya kembali.

Mungkin Anda melihat ketika si keci berjalan kesuatu arah dan ingin memegang sesuatu yang Anda larang. Namun, Anda akan jengkel ketika si kecil terus berjalan kearah tersebut tanpa menghiraukan larangan Anda. Ia tetap ingin mencapai benda tersebut karena ingin mengetahui kenapa orangtua melarangnya mendekati benda tersebut. Tentunya, ia ingin mengetahui akibat apa yang akan timbul jika ia memegang atau mendekati benda tersebut. Pertanyaan itulah yang akan ada pada pikiran si kecil.

Terkadang si kecil membutuhkan perhatian Anda, ketika ia menunjukkan sikap yang sulit diatur atau rewel. Ketika Anda mendapati kondisi seperti ini, sebaiknya Anda bersikap sabar karena ini merupakan perkembangan kognitif karena rasa ingin tahunya tersebut.

Perkembangan Bahasa dan Komunikasi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Pada bayi usia 13 bulan, ia sudah mulai menunjukkan perkembangan dalam hal bahasa dan komunikasi. Pada umumnya, bayi usia 13 bulan menunjukkan bahasa isyarat ketika ia berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Pada fase ini sebenarnya ia sudah mulai mengenal nama-nama benda dan belajar benda baru yang ia temui setiap hari. Dengan bahasa isyarat yang ia ditunjukkan, diharapkan orang-orang disekitarny dapat mengerti dan memahami apa sebenarnya yang ia inginkan. Tentunya, berbicara adalah suatu aktifitas yang membutuhkan pergerakan otot-otot kecil untuk mengeluarkan suara.

Dengan proses seperti ini, si kecil akan berusaha mengucapkan satu atau dua kata yang akan berkembang seiring dengan usianya. Selain itu, ia juga mempelajari suatu objek dengan respon Anda. Pada umumnya, seorang bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan kemampuan berbicaranya meskipun hanya sepatah dan dua patah kata yang belum jelas seperti “mama”, “susu”, “papa” dan “nene”. Sebaiknya jika si kecil dapat mengatakan kata-kata tersebut dengan jelas, berikan pujian pada mereka.

Pada umumnya perkembangan bayi usia 13 bulan masih dengan bahasa isyarat ketika ia ingin orangtua melakukan sesuatu yang diinginkannya. Seperti ketika ingin minum susu atau air, ia pasti menyodorkan sebuah botol dot atau gelas. Ketika Anda mendapati kondisi semacam ini, pertegaslah dengan berbicara pada ia bahwa ia ingin susu.

Perkembangan Sosial dan Emosional

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, perkembangan sosial dan emosional bayi menjadi lebih memuncak. Seorang bayi usia 13 bulan, ia mulai merasa bahwa seisi dunia tidak memahaminya ketika ia menginginkan sesuatu, namun tidak dikabulkan oleh orang-orang sekitarnya termasuk Anda.

Bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda keras kepala yang menjadi sifat pemarah dan bandel. Namun, sikap keras yang ia tunjukkan jangan membuat Anda terkejut, mungkin saja berasal dari orangtuanya. Cepat atau lambat, ia akan mulai mengerti cara untuk membuat orangtuanya senang, marah atau menurutinya.

Pada perkembangan ini, bayi usia 13 bulan sudah dapat bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya selain kedua orangtuanya. Ia sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana ia berada, ia bahkan akan berkontak mata dengan bayi seusianya disebuah kesempatan.

Pada masa ini seorang bayi usia 13 bulan sudah ingin berkeliling dan menghadapi dunia luar bahkan menyapa tetangga dan orang-orang disekitarnya. Dalam proses ini, ia akan menghadapi orang-orang baru yang baru ia kenal. Pada tahap ini, sebaiknya Anda mulai mengajak anak Anda untuk keliling komplek dan lingkungan baru agar dapat beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Mungkin Anda akan mendapati ketika Anda akan berangkat kerja dan anak Anda menangis. Kondisi ini membuat Anda pilu, namun Anda tidak usah khawatir karena emosi anak akan kembali setelah Anda berangkat kerja. Perasaan emosional pada perkembangan bayi usia 13 bulan memang belum stabil.

Perkembangan Nutrisi dan Kesehatan

Perkembangan bayi usia 13 bulan dalam hal kesehatan dan nutrisi memang lebih meningkat. Pada usia 13 bulan, bayi sudah mulai mengonsumsi makanan yang padat dan solid. Pada usia 13 bulan, bayi sudah dapat meminum minuman berjenis lain selain ASI. Konsumsi ASI pada usia ini menjadi lebih berkurang, ia lebih menginginkan minuman lain seperti air putih, jus dan minuman jenis lainnya. Pada usia 13 bulan, Anda akan merasa lebih nyaman dengan ASI yang tidak penuh dan lebih kecil kembali, karena ASI sudah jarang diberikan kepada anak Anda.

Namun, Anda harus berhati-hati dalam memberikan makanan dan minuman pada bayi usia 13 bulan. Hal ini bertujuan untuk menghindari makanan yang justru berpotensi menyebabkan alergi yang tinggi pada tubuh si kecil. Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, permberian ASI harus terus dilakukan karena ASI mengandung zat sisa makanan alami yang didapatkan khusus dari ibunya. Anda jangan heran ketika mendapati bayi usia 13 bulan yang sulit makan karena bayi sudah dapat menemukan rasa yang menurut ia enak.

Pemberian Vaksinasi

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, inilah saatnya anak Anda menerima imunisasi PCV dosis ke 4 dan infuenza setahun sekali sejak usia 6 bulan. Pada usia 13 bulan seharunya bayi sudah menerima vaksin yang lengkap mulai dari DPT, BCG, hepatitis B, Polio, Rotavirus dan Campak.

Perlu Anda tahu bahwa perkembangan-perkembangan pada bayi usia 6 bulan berbeda setiap anak. Hal ini tergantung dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak Anda cepat atau telat perkembangannya. Jadi, jangan heran ketika melihat anak yang lain berkembang pada salah satu bidang, namun belum bisa pada bidang lainnya. Semoga bermanfaat!

Saat ini pemerintah Indonesia sedang menyerentakkan imunisasi campak dan rubella untuk anak-anak diseluruh Indonesia. Karena pentingnya imunisasi ini, pemerintah mengajak instansi kesehatan untuk turun langsung ke lingkungan masyarakat terutama posyandu dan sekolah.

Saking pentingnya Pemerintah Indonesia menyampaikan Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) harus mendapatkan dukungan bail dari lembaga kesehatan ataupun dari masyarakat. Terlebih, Presiden berpesan kepada  masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit campak dan rubella ini. Faktanya, kedua penyakit ini sangat mengancam kesehatan manusia terutama manusia.

Imunisasi ini bertujuan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit berbahaya yang menyebabkan kelainan bawaan pada bay, gangguan indera penting, kelainan jantung dan kekurangan mental pada saat kehamilan. Baca juga: ciri-ciri orang hamil

Imunisasi Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Mengingat pentingnya imunisasi campak dan rubella membuat sejumlah masyarakat tidak melewatkan pencanangan pemerintah ini. Namun, terdapat beberapa orangtua yang belum mengeti apa pentingnya dan bagaimana resikonya jika tidak melakukan imunisasi ini kepada anaknya. Bahkan, ada beberapa orangtua yang justru tidak peduli akan imunisasi yang dilakukan oleh Pemerintah ini, tentu dengan berbagai alasan.

Untuk itu, orangtua harus mengetahui terlebih dahulu apa sebabnya mereka harus memberikan imunisasi campak dan rubella untuk anaknya. Sebelum kita berlanjut mengenai pentingnya imunisasi campak dan rubella, alangkah lebih baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu campak dan rubella.

Apa itu Campak?

Penyakit campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus rubeola dan biasanya menyerang sistem pernapasan pada seseorang. Virus ini awalnya tidak akan menimbulkan apa-apa, namun setelah berdiam dalam sistem pernapasan, maka gejala-gejala awal mulai tampak pada tubuh seseorang. Jenis virus ini merupakan virus yang menular melalui berbagai cara seperti bersin, batuk ataupun berupa sentuhan. Virus ini tersebar melalui udara sehingga dapat bertahan hidup diluar selama 2 jam. Virus ini dapat menempel pada gagang pintu, pintu toilet atau benda apapun yang ada di sekitar kita. Virus ini biasanya menyerang anak-anak terutama anak yang mulai memasuki pra-sekolah dan SD, namun terdapat beberapa pula kasus virus yang menyerang orang dewasa.

Apa itu Rubella?

Virus rubella atau yang lebih dikenal dengan campak Jerman juga merupakan penyakit yang menular dan ditandai dengan ruam merah seperti gejala pada penyakit campak. Penyebab utama pada penularan virus rubella ini dapat melalui butiran liur dari penderita ketika mereka batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dengan penderita atau menyentuh bagian tubuh penderita bahkan memegang benda yang terkena virus rubella tentu akan menular dan sangat berdampak buruk pada tubuh seseorang. Baca juga: Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya?

Gejala-Gejala Penyakit Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Penyakit campak disebabkan oleh virus rubeola (bukan rubella/campak Jerman) yang menginfeksi sistem pernapasan manusia sehingga menimbulkan gejala-gejala lain seperti flu, batuk dan demam secara bersamaan. Bila seseorang terkena rubeola, maka akan tampak ruam merah atau coklat kemerahan yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya. Gejala seperti batuk, deman dan sakit tenggorokan akan berlangsung selama 2-3 hari.

Sedangkan gejala virus rubella tidak berbeda jauh pula dari gejala penyakit campak/rubeola. Virus rubella biasanya muncul sekitar 2-3 minggu setelah tubuh terkena virus. Gejala yang sering timbul akibat dari tubuh terserang gejala rubella diantaranya demam tinggi, hidung tersumbat, hilangnya nafsu makan, telinga yang membengkak, hilangnya nafsu makan, kelenjar getah bening, sakit kepala hebat, sendi-sendi bengkak, ruam merah pada kulit tubuh dan nyeri pada wanita usia muda.

Pada umumnya ruam menyerang area wajah dan belakang telinga terlebih dahulu sebelum menyebar keseluruh tubuh lainnya. Biasanya virus ini akan menular selama empat hari sebelum gejala-gejala lain muncul dan akan hilang dengan sendirinya setelah ruam merah dan coklat hilang.

Akibat Penyakit Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Dikenal sebagai virus yang sangat berbahaya, campak dan rubella tentunya akan menyerang tubuh manusia kapan saja. Setelah mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus ini, maka akan sangat dimungkinkan virus ini menyebabkan penyakit lain bagi tubuh manusia.

Beberapa akibat yang disebabkan oleh penyakit campak dan rubella diantaranya:

1.Infeksi

Salah satu akibat yang disebabkan oleh penyakit campak dan rubella adalah infeksi pada tubuh manusia. Infeksi ini dapat berupa apa saja terutama infeksi pada telinga dan mata. Infeksi pada telinga disebabkan oleh penumpukan cairan yang terjadi terutama bagian belakang gendang telinga. Infeksi pada telinga dapat menyebabkan keluar cairan dari telinga. Infeksi pada telinga ditandai oleh gejala lain seperti sakit telinga hebat, badan lemas dan demam tinggi.

Sedangkan infeksi pada mata merupakan salah satu komplikasi dari virus rubeola dan rubella dimana kondisi mata menjadi sangat merah. Biasanya, kondisi ini diperparah dengan mata yang mengeluarkan cairan lengket pada bulu mata dan tentunya mata menjadi tidak nyaman ketika melihat.

2. Dehidrasi

Akibat dari penyakit campak dan rubella yang kerap terjadi yaitu tubuh seseorang mengalami dehidrasi yang disebabkan kadar air dalam tubuh menurun. Hal ini dikarenakan oleh penderita yang mengalami diare dan muntah dalam intensitas waktu yang sering. Penyakit ini yang menyebabkan keseimbangan tubuh menjadi terganggu karena kekurangan mineral seperti garam dan gula. Tentunya, ketika Anda mengalami dehidrasi, Anda akan merasa sangat kehausan dan mulut kering serta urin yang berwarna sangat gelap.

3. Pneumonia

Akibat dari penyakit campak yang rentan terjadi adalah pneumonia dimana menyebabkan peradangan terjadi pada bagian jaringan paru-paru. Jika virus rubeola dan rubella telah menyerang paru-paru, ini dapat dikatakan sebagai kondisi yang lebih parah sehingga menyebabkan infeksi paru-paru yang lebih parah.

Infeksi parah ini disebabkan oleh peradangan pada kantung udara pada paru-paru. Gejala-gejala yang timbul jika virus ini sudah menyerang peru-paru seseorang, diantaranya detak jantung berdetak sangat kencang, sesak nafas, demam tinggi, badan menggigil, batuk kering dan berdahak dalam waktu yang lama, tidak nafsu makan dan dada terasa sakit saat bernafas.

4. Kejang

Kejang pada umumnya terjadi karena disebabkan oleh virus rubeola pada campak. KOndisi ini terjadi karena penderita mengalami demam yang sangat tinggi. Hal ini tentu bukanlah hal sepele karena dapat menyebabkan tubuh menjadi sangat kaku dan kehilangan kesadaran. Biasanya anak-anak rentan terjadinya kejang yang ditandai dengan buang air kecil saat kejang. Tentu, Anda jangan mengabaikan kondisi ini, segeralah periksakan ke dokter jika keluarga Anda mengalami kondisi ini utnuk mendapatkan perawatan intensif.

5. Penyakit Hepatitis

Selain menyebabkan penyakit ringan, penyakit campak dan rubella juga menyebabkan penyakit dengan tingkat yang lebih parah seperti hepatitis. penyakit campak dan rubella yang tidak ditangani dengan serius akan berdampak pada munculnya penyakit hepatitis. Hal ini disebabkan virus sudah menyerang liver yang berakibat infeksi.

Gejala lain dari hepatitis sebagai akibat dari penyakit campak dan rubella diantaranya tubuh kelelahan, urin berwarna gelap, mata dan kulit menjadi kuning, nafsu makan yang kurang, rasa sakit pada sendi dan otot, dan sakit pada perut. Penyebaran virus pada tubuh yang terkena hepatitis membuat kondisi tubuh  seseorang menjadi lebih parah.

6. Gangguan Kehamilan yang Berat

Efek dari campak dan rubella tentu tidak kalah berbahaya pada sebuah kehamilan. Jika seorang ibu hamil terkena campak, maka harus dilakukan perawatan yang intensif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti:

– Keguguran

Tidak diragukan lagi bahwa campak dan rubella menyebabkan seorang wanita hamil akan mengalami keguguran. Ini disebabkan oleh virus yang menyerang janin ketika didalam kandungan. Tentu, virus ini menyerang sistem perkembangan janin dan menyebabkan janin merasakan kesakitan bahkan menimbulkan kematian.

– Berat bayi lahir rendah

Campak dan rubella yang menyerang ibu hamil dapat menyebabkan resiko berat bayi lahir rendah. Virus yang menyerang janin merusak semua nutrisi yang harusnya disalurkan kepada janin sehingga perkembangan janin terganggu.

– Kelahiran prematur

Dimungkinkan jika seorang ibu terkena campak dan rubella akan melahirkan bayi prematur yang membuat kesehatan dan keselamatan bayi terganggu.

Itulah beberapa akibat dari penyakit campak dan rubella yang harus Anda perhatikan agar semua akibat itu tidak terjadi pada keluarga Anda.

Pentingnya Imunisasi Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Setelah kita mengetahui apa itu campak dan rubella, gejala-gejala yang timbul dan akibat yang ditimbulkan dari campak dan rubella, apakah Anda masih berpikir bahwa imunisasi campak dan rubella itu tidak penting? Maka, tentu kita mulai berpikir bahwa sebenarnya imunisasi campak dan rubella itu sangat penting untuk dilakukan.

Hal ini sesuai dengan Pemerintah Indonesia yang mencanangkan imunisasi campak dan rubella agar anak-anak Indonesia terbebas dari penyakit dan virus yang sangat berbahaya dan tentu dapat mengancam keselamatan jiwa. Untuk itu seyogianya kita harus mendukung program Pemerintah yang tidak lain untuk keselamatan dan kesehatan anak kita sendiri.

Manfaat Imunisasi Campak dan Rubella

Berikut kami sajikan beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan setelah melakukan imunisasi campak dan rubella, diantaranya:

  1. Merangsang terbentuknya imunitas tubuh dari penyakit campak, rubella dan gondong
  2. Kekebalan tubuh anak Anda menjadi lebih kuat
  3. Mencegah dari penyakit berbahaya seperti hepatitis dan pneumonia
  4. Memberikan perlindungan kepada ketiga penyakit secara bersamaan
  5. Perlindungan terhadap ibu hamil dari dampak buruk campak dan rubella yang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi bahkan menyebabkan kematian
  6. Terhindar dari berbagai virus yang dapat menyerang tubuh manusia terutama pada anak-anak dalam masa pra-sekolah dan SD.
  7. Memberikan proteksi pada tubuh agar terhindar dari penyakit yang dapat menyerang kapan saja

Jika Anda ingin memberikan perlindungan tersebut kepada keluarga Anda, tentunya Anda harus melakukan imunisasi campak dan rubella ini. Hal ini dikarenakan tidak ada pengobatan dan pencegahan alternatif untuk terhindar dari penyakit yang berat selain pemberian imunisasi campak dan rubella. Untuk itu, mari kita berikan perlindungan terbaik bagi keluarga terutama anak Anda dengan memberikan imunisasi campak dan rubella yang saat ini tengah dilakukan.

Demikianlah beberapa poin yang dapat kami sajikan untuk mengupas permasalahan dan keraguan dari  orangtua terhadap imunisasi campak dan rubella. Tentu, kita sangat berharap mendapatkan hal yang terbaik bagi keluarga kita agar terhindar dari berbagai virus dan penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Satu hal lagi, jangan lupa untuk mengantar keluarga Anda terutama anak Anda untuk mendapatkan imunisasi campak dan rubella yang khusus dan gratis dari Pemerintah. Semoga bermanfaat!