Menu Makanan Bayi Agar Cerdas – Seorang bayi yang cerdas tentunya memiliki asupan gizi dan juga nutrisi yang memang diinginkan oleh setiap orang tua. Tentunya, ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan pada anak. Hal ini memang erat kaitannya dengan nutrisi yang didapatkan oleh bayi tersebut. Maka dari itu, kami sajikan beberapa menu makanan bayi agar cerdas berikut ini!

Para orang tua pastinya menginginkan anaknya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tingkat kecerdasan memang didapatkan oleh anak karena adanya faktor tertentu yang memang mendukung anak tersebut. Selain dari kesehatan jasmani dan juga rohani, faktor penting dalam meningkatkan kecerdasan pada anak tidak luput pula dari asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Oleh karena itu, memang sangat penting bagi Anda untuk menjaga asupan nutrisi untuk si kecil.

Hal yang memang sering diabaikan oleh orang tua ialah mengenai masalah gizi dan juga nutrisi. Padahal, asupan ini memang sangat penting bagi si kecil. Otak anak memang menjadi lebih peka dalam menerima dan juga memberi informasi jika asupan gizi dan juga gizi terpenuhi. Memberikan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh menjadi sumber dalam membuat otak si kecil menjadi lebih cerdas. dalam memberikan menu makanan pada si kecil tentunya Anda jangan sembarangan. Ada beberapa menu makanan yang justru akan membuat tingkat kecerdasan si kecil menjadi menurun. Berikut ini kami sajikan menu makanan bayi agar cerdas untuk Anda! Baca juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk Yang Harus Anda Lakukan

Menu Makanan Bayi Agar Cerdas

menu makanan bayi agar cerdas

Makanan memang menjadi sumber terpenting dalam tubuh manusia. Hal ini dikarenakan makanan memang mengandung gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh. Bagi bayi tentunya mendapatkan kandungan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan dalam perkembangan dan juga pertumbuhan bayi.

Kandungan ASI memang berperan aktif dalam menjaga sistem imunitas dan juga daya tahan tubuh bayi. ASI dapat membantu dan juga melindungi kesehatan tubuh bayi. ASI mengandung vitamin-vitamin dan juga omega-3 yang sangat baik untuk membantu perkembangan otak. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dapat memiliki IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi oleh susu formula. Lihat juga: 26 Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Anda Ketahui

Tentunya, banyak juga penelitian yang membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI berisiko lebih rendah dalam terkena infeksi pernapasan dan juga saluran pencernaan. Dalam memberikan ASI kepada bayi tentunya tidak ada batasan sama sekali jumlah yang harus diberikan. Dalam hal ini tentunya Anda dapat memberikan bayi sesering mungkin hingga bayi merasa puas.

Akan tetapi, ketika bayi berusia 4 bulan, tentunya bayi akan mendapatkan minimal 600 ml ASI setiap harinya. Pada usia 6 bulan, ASI merupakan makanan utama yang memang paling baik dan juga penting bagi perkembangan bayi. ASI dan juga susu formula memang sudah lebih dari cukup dalam memenuhi kebutuhan bayi Anda. Untuk itu, jangan memberikan menu makanan dan juga minuman lain seperti jus.

Daftar Menu Makanan Bayi Agar Cerdas

1. Produk Susu

Jenis menu makanan bayi yang pertama ialah menu makanan dari produk susu. Hal ini memang sangat wajar mengingat susu menjadi salah satu sumber makanan bagi bayi. Baik ASI maupun susu formula memang menjadi jenis minuman sehat yang memang mengandung nutrisi dan juga gizi yang dibutuhkan oleh bayi. Pada ASI ataupun susu formula mengandung kalium kalsium, protein, vitamin B dan juga vitamin D yang memiliki peran yang cukup penting bagi pertumbuhan dan juga perkembangan otak bayi dan juga enzim.

Ketika si kecil sedang dalam masa pertumbuhan, inilah saatnya bagi Anda untuk memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh bayi. Gizi dan juga nutrisi yang ada pada susu pastinya menjadi sumber bagi tumbuh kembang si kecil. Sumber ini bukan hanya berupa susu, akan tetapi berlaku untuk beberapa jenis produk olahan lainnya yang terbuat dari susu yaitu yogurt dan juga keju yang sangat disukai oleh si kecil. Namun, Anda harus hati-hati dalam memilih produk olahan susu bagi si kecil. Pastikan Anda untuk memilih produk olahan susu yang terbaik dan juga yang memiliki kualitas yang premium juga.

2. Buah Berry

Beberapa jenis buah yang termasuk ke dalam buah berry yaitu strawberry, raspberry, blueberry dan juga blackberry. Semua jenis buah berry itu memang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Ternyata, buah berry memiliki kandungan yang dapat meningkatkan kecerdasan otak dan juga mendukung dalam tumbuh kembang si kecil. Buah berry tentunya dapat diberikan langsung pada si kecil atau juga diolah dulu menjadi minuman lunak seperti jus. Buah berry memang tidak diragukan lagi akan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalamnya untuk perkembangan dan juga pertumbuhan si kecil terutama kecerdasan pada otak si kecil.

Bukan hanya daging dari buahnya saja, biji dari buah berry juga mengandung asam lemak omega 3 yang dikenal sebagai salah satu jenis sumber nutrisi yang memiliki peranan yang cukup baik untuk membantu perkembangan tubuh dan juga kecerdasan otak si kecil. Vitamin C dan juga anti-oksidan yang ada dalam buah berry setidaknya mengurang stres dan juga meningkatkan kekebalan pada tubuh si kecil.

3. Beras Merah dan Gandum Utuh

Gandum dan juga beras merah memang sudah tidak bisa diragukan lagi akan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalamnya. Pasalnya, beras merah dan juga gandum membantu pertumbuhan dan juga perkembangan otak si kecil dalam masa pertumbuhannya. Tidak heran jika banyak produk MPPASI yang berasal dari beras merah dan juga gandum.

Untuk memberikan olahan sumber makanan ini untuk si kecil, tentunya Anda dapat mengolah menu makanan ini menjadi sajian lain seperti bubur beras merah dan juga bubur gandum. Agar memiliki nutrisi dan juga gizi yang lebih, Anda dapat mencampurkan beras merah dan juga gandum dengan menu makanan lainnya seperti daging dan juga sayuran. Selain menghidangkan rasa yang lezat bagi si kecil, mencampurkan sumber makanan juga menjadi sesuatu yang cukup penting bagi Anda.

4. Bubur

Tentunya, memilih menu makanan bubur untuk bayi memang sangat banyak dan juga bervariatif. Bubur memang menjadi sumber makanan terbaik bagi si kecil. Ada beberapa menu makanan si kecil yang berasal dari bubur, diantaranya:

– Bubur Kentang

Kentang memang termasuk ke dalam jenis makanan yang mengandung karbohidrat. Memberikannya untuk si kecil tentunya menjadi pilihan yang sangat tepat bagi Anda. Untuk membuat bubur dari kentang, Anda cukup menghaluskan kentang yang sudah dikukus dengan menggunakan blender atau alat penumbuk. Setelah itu, campurkan dengan sedikit demi sedikit ASI sekitar 50 ml kemudian aduk sampai benar-benar halus. Anda dapat mengganti ASI dengan susu formula jika memungkinkan.

– Bubur Sayur

Sayur memang sudah tidak dapat diragukan lagi akan manfaat dan juga khasiatnya untuk tubuh kita. Tidak hanya bayi, orang dewasa juga memang diharuskan untuk mengonsumsi sayuran setiap harinya. Seperti brokoli yang merupakan sayuran yang terbaik untuk bayi Anda. Anda dapat mengukus brokoli, lalu haluskan dengan cara diblender dan campurkan dengan ASI ataupun susu formula. Anda juga dapat mengganti jenis sayuran seperti wortel.

– Bubur Buah

Selain sayur, bubur buah juga memang menjadi salah satu sumber makanan bagi bayi. Bubur buah memang mengandung banyak vitamin C yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama bagi pertumbuhan dan juga perkembangan si kecil. Jenis buah yang paling banyak digunakan untuk membuat bubur ialah pisang ambon. Pasalnya, pisang ini memang menjadi salah satu jenis pisang yang paling banyak mengandung asam folat yang baik untuk mendukung otak si kecil. Dalam pembuatannya memang cukup mudah, pisang ambon dihaluskan dan diblender. Lalu campurkan ASI ataupun susu formula ke dalamnya, aduk sampai merata. Selain itu, Anda dapat mengganti buah pisang dengan buah alpukat sebagai menu harian si kecil.

– Bubur susu

Bubur susu memang kerap dijadikan sebagai menu makanan utama bagi bayi. Bubur susu ini dibuat dengan mencampurkan tepung beras dan ASI ataupun susu formula sebagai pengencernya. Cara yang dapat lakukan ialah dengan membuat tepung beras terlebih dahulu. Lalu, larutkan tepung beras dengan susu dan masak di api yang kecil hingga mendidih dan campuran tepung beras tersebut sedikit mengental. Jika terlihat ada tepung yang menggumpal, lebih baik Anda saring terlebih dahulu.

Menjaga asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil memang menjadi hal yang harus Anda lakukan. Bagaimanapun juga, nutrisi dan gizi anak memang sangat dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan tubuh dan juga perkembangan otak. Maka dari itu, membuat menu makanan bayi agar cerdas memang sebuah keharusan bagi Anda. Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai menu makanan bayi agar cerdas. Semoga bermanfaat!

Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk – Bayi gemuk tentunya diinginkan oleh setiap orangtua. Pasalnya, bayi yang gemuk menjadi sebuah tanda bahwa gizi dan juga nutrisi si kecil terpenuhi dengan baik. Namun, tidak semua bayi yang sudah lahir dan dirawat dengan baik memiliki tubuh yang gemuk. Untuk itu kami sajikan beberapa cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk berikut ini!

Memiliki bayi yang gemuk tentunya tidak akan ditolak oleh setiap orang tua. Terkadang seorang ibu benar-benar menginginkan bayi yang ia lahirkan menjadi bayi yang gemuk dan juga sehat. Dengan berbagai cara yang dilakukan oleh orang tuanya tentunya ini menjadi sebuah tugas bagi kita untuk membuat si kecil menjadi gemuk dan juga sehat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tugas ini termasuk ke dalam tugas yang cukup berat dan juga sulit untuk para orangtua. Terlebih mengurus bayi yang baru lahir agar cepat gemuk. Tentunya, Anda harus tahu bahwa bayi yang baru lahir akan mendapatkan berat badan ketika berusia 14 hari. Pada masa inilah menjadi gerbang penambahan berat badan yang cukup drastis bagi si kecil. Pada usia 3-4 bulan menjadi masa dimana berat badan si kecil mulai berganda.

Namun, tidak setiap keinginan orang tua tersebut menjadi sebuah kenyataan. Meskipun memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang baik bagi si kecil, namun tetap saja si kecil memiliki berat badan yang kurus dan juga sulit bertambah. Terlepas dari hal tersebut tentunya ini menjadi sebuah PR besar bagi orang tua untuk mulai melakukan beberapa cara agar bayi yang dilahirkannya memiliki bobot tubuh yang gemuk tapi stabil. Tentunya, Anda juga tidak menginginkan si kecil memiliki berat badan yang berlebih atau yang sering kita sebut dengan obesitas. Untuk menjawab keinginan Anda, berikut kami sajikan beberapa cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk pada poin selanjutnya. Baca juga: 12+ Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi Secara Alami

Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk

cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk

Jika Anda memiliki bayi dengan berat badan yang kurang tentunya ini menjadi sebuah masalah yang pastinya menyita pikiran Anda. Rasa gelisah dan juga khawatir akan apa yang terjadi pada si kecil tentunya ikut andil dalam pikiran tersebut. Tidak sedikit bayi yang mulai memiliki penambahan berat badan pada usia 3 bulan, namun tidak jarang juga bayi yang tidak memiliki penambahan berat badan yang cukup drastis.

Tentunya, hal tersebut seharusnya tidak menjadi beban pikiran Anda. Jika bayi Anda tidak mengalami penambahan berat badan yang cukup, namun si kecil masih tetap aktif dan juga tetap mendapatkan nutrisi yang terbaik. Kondisi tersebut tentunya jangan menjadi beban berat dalam pikiran Anda. Hal ini dikarenakan banyak bayi yang tidak mengalami penambahan berat badan, namun ternyata memiliki tubuh yang sehat dan juga kuat. Lihat juga: 10 Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi Secara Alami Yang Bisa Anda Coba

Untuk menghindari Anda mendapatkan beban pikiran yang seharusnya tidak terlalu dipikirkan. Berikut kami sajikan beberapa cara dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk membuat si kecil cepat gemuk, diantaranya:

Berikan ASI Eksklusif

Hal pertama yang menjadi sebuah cara yang harus Anda lakukan ialah dengan memberikan ASI eksklusif kepada si kecil. Pasalnya, ASI memang menjadi sumber utama makanan bayi yang pastinya sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil. Bagaimanapun juga, ASI memang menjadi asupan gizi dan juga nutrisi yang alami dan berperan bai dalam menjaga kesehatan si kecil. Terutama jika si kecil mendapatkan kolostrum dari ibunya, tentunya ini menjadi cara yang paling ampuh dalam menjaga sistem imunitas tubuh si kecil.

Namun, ketika memberikan ASI pada si kecil tentunya Anda juga tidak terlepas dari pemberian ASI yang benar dan juga sesuai dengan prosedur. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memberikan ASI kepada si kecil, diantaranya:

– Pastikan ibu memberikan ASI yang tepat waktu atau ketika si kecil merasa haus. Biasanya bayi yang baru lahir akan merasa haus dan menerima langsung ASI dari payudara sang ibu. Untuk itu, berikanlah ASI kepada si kecil sebanyak dan juga sesering mungkin ketika bayi menginginkannya.

– Jika ibu masih merasa kesulitan dalam memberikan ASI kepada si kecil. Mintalah bantuan keluarga dan juga orang-orang sekitar untuk membantu Anda dalam memberikan ASI dengan posisi yang cukup tepat. Jika Anda termasuk pada seorang yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI yang berlimpah, Anda dapat melakukan pijat laktasi yang tentunya cara yang sangat berguna untuk mendapatkan ASI yang subur dan juga lancar.

– Jika memang bayi tidak menginginkan mendapatkan ASI yang langsung dari ibunya dikarenakan puting yang cukup kecil. Anda jangan dulu memutuskan untuk memberikan susu formula tetapi cobalah untuk memerah ASI Anda dengan menggunakan alat khusus terlebih dahulu dan masukkan ke dalam dot.

– Satu hal yang jangan pernah Anda lakukan ialah membiarkan bayi menangis terus menerus karena lapar dan juga haus. Untuk itu, pakailah baju yang mendukung Anda memberikan ASI dengan cepat seperti baju yang memiliki kancing pada bagian depan.

– Jika Anda mengalami infeksi pada puting, segeralah melakukan perawatan. Kondisi ini tentunya menyebabkan ASI keluar tidak lancar dan akan tertahan di dalam. Hal ini menyebabkan si kecil tidak mau menerima ASI sehingga akan mengalami penurunan berat badan dengan cukup cepat.

Berikan Waktu Tidur Yang Tepat Bagi Bayi

Cara kedua yang dapat Anda lakukan untuk membuat bayi cepat gemuk ialah dengan memberikan waktu tidur yang tepat bagi si kecil. Bagaimanapun juga, waktu tidur memang menjadi sebuah cara yang harus Anda lakukan agar bayi dapat mengalami penambahan berat badan yang cukup sempurna. Pasalnya, bayi baru lahir memang melakukan aktivitas yaitu makan dan juga tidur. Semua bayi pastinya akan lebih banyak tidur dan juga minum ASI ataupun susu formula.

Kedua aktivitas ini memang menjadi aktivitas penting bagi bayi untuk mendapatkan berat badan yang memang diinginkan oleh kedua orang tuanya. Namun, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan terkait masalah tidur pada bayi, diantaranya:

– Berikan waktu tidur pada bayi lebih banyak karena bayi memang membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan anak-anak. Pada umumnya, bayi baru lahir akan tidur selama 16 jam per hari. Namun, ibu juga harus tetap mengatur pemberian ASI bagi si kecil. Untuk itu, ibu dapat mengikuti pola tidur bayi demi mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

– Pastikan bayi tidur ditempat yang paling nyaman dan juga aman sehingga bayi tidak jatuh dari tempat tidurnya. Jika bayi disimpan di dalam box saat tidur, jangan sampai jarak Anda dengan bayi terlalu jauh. Dengan begitu ketika bayi menangis, maka ibu akan segera bangun dan juga memberikan bayi ASI.

– Pertimbangkan bahwa tempat tidur bayi dan juga ruangan untuk bayi paling nyaman untuk membuat bayi tidur dengan nyenyak. Dengan pola tidur yang seimbang tentunya ini menjadi sebuah cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat bayi Anda cepat gemuk.

Pertimbangkan Ketika Memberikan Susu Formula Pada Bayi

Tentunya, tidak semua bayi mampu mendapatkan ASI langsung dari ibunya. Hal ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar dan juga kondisi bayi yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan ASI. Hal ini tentunya membuat Anda berpikir dan mulai mengganti ASI dengan susu formula.

Akan tetapi, dalam mengganti susu formula, seorang ibu harus mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai merk susu formula yang memang cocok untuk si kecil. Seorang ibu tentunya dapat menerima saran dokter mengenai merk susu formula untuk diberikan kepada si kecil. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis merk susu formula yang justru mengganggu sistem pencernaan si kecil. Terlebih dahulu tentunya Anda harus memeriksakan si kecil kepada dokter apakah mengalami alergi susu ataukah tidak.

Lakukan Perawatan Kulit Bayi

Hal ini memang sangat dianjurkan bagi Anda untuk melakukan perawatan kulit bayi dengan benar. Kulit bayi memang terbilang masih sensitif dan juga lembap. Untuk itu, Anda harus bisa menjaga kesehatan dan juga kelembapan kulit bayi agar tetap terjaga. Kesehatan kulit bayi dan juga penambahan berat badan pada bayi memang sangat berkaitan satu sama lain.

Jika kulit bayi sehat dan juga terjaga, maka dapat dipastikan bahwa berat badan si kecil juga dapat mengalami peningkatan. Berikut kami sajikan tips-tips yang dapat Anda lakukan dalam melakukan perawatan pada bayi, diantaranya:

– Pilihlah bedong bayi yang dapat membuat kulit bayi terasa nyaman. Berikan bayi kain bedong yang halus dan juga dapat menyerap keringat dengan baik agar terhindar dari pertumbuhan biang keringat.

– Mandikan bayi secara teratur jika memang tidak ada apa-apa dengan keadaan bayi Anda. Memandikan bayi secara teratur tentunya dapat membuat kulit bayi menjadi lebih sehat dan juga lebih lembap serta bayi dapat terhindar dari penyakit kulit lainnya. Ketika kulit bayi sehat tentunya bayi akan mendapatkan tidur yang nyenyak sehingga berat badan bayi akan bertambah dengan sangat cepat.

– Hindari penggunaan semua jenis produk untuk kulit bayi secara berlebihan. Jika Anda sudah menemukan produk yang cocok untuk bayi Anda, jangan lah lagi menggunakan produk yang lain karena ditakutkan akan menimbulkan alergi pada kulit bayi. Jenis produk bayi tentunya dapat menyebabkan bayi mengalami iritasi dan akan terkena infeksi kulit.

Cobalah Menenangkan Bayi Dengan Tepat

Menenangkan bayi tentunya menjadi hal yang harus Anda lakukan demi mendapatkan pertumbuhan badan si kecil. Bayi yang rewel dan juga sering menangis tentunya akan membuat bayi cenderung mendapatkan penurunan berat badan pada bayi. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh bayi yang lapar dan juga jam tidur yang tidak cukup.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi memang selalu rewel dan juga mudah menangis. Tidak heran jika Anda merasakan kesulitan dalam mengurus si kecil dan dampaknya akan membuat si kecil mengalami penurunan berat badan. Untuk itu, diperlukan tips dan juga cara untuk menenangkan si kecil seperti pada berikut ini:

– Ketika bayi rewel dan juga mudah menangis tentunya ini menjadi satu kondisi seperti berada di dalam rahim. Anda tentunya dapat menggendong dan juga mengayun bayi agar membuat bayi menjadi lebih tenang.

– Ketika bayi tidak nyaman tentunya akan memberikan tanda seperti menangis dan juga rewel. Untuk itu, berikan posisi yang nyaman dan juga kenali apa yang membuat bayi Anda merasa tidak nyaman. Selain itu, Anda juga dapat memutar lagu atau suara yang dapat membuat bayi Anda merasa sedikit nyaman.

Itulah beberapa tips dan juga cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk yang wajib untuk Anda lakukan sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi – Bayi tentunya sangat rentan mengalami perut kembung yang tentu disebabkan oleh beberapa faktor. Perut kembung pada bayi tentunya harus segera di atasi. Jika tidak, kondisi ini tentunya akan lebih memperparah keadaan bayi sehingga bayi akan senantiasa rewel. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi yang tentu dapat Anda lakukan sekarang juga!

Jika bayi mengalami perut kembung pastinya ini menjadi sebuah masalah yang cukup berat bagi kita sebagai orangtuanya. Hal ini dikarenakan bayi akan terus rewel dan juga sulit untuk beraktivitas seperti biasanya. Perut kembung pada bayi tentunya dialami baik oleh bayi baru lahir maupun abyi yang sudah menginjak usia balita. Tentunya, perut kembung pada bayi dapat ditandai dengan bayi yang terus menangis, sulit tidur dan juga sering menggeliat. Baca juga: 10 Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi Secara Alami Yang Bisa Anda Coba

Jika Anda menemukan tanda tersebut pada bayi Anda, dapat dipastikan bahwa bayi Anda terkena perut kembung. Bagaimanapun juga, perut kembung pada bayi akan memberikan tanda-tanda yang mengekspresikan bayi merasa tidak nyaman serta tidak segan-segan untuk menolak ASI ataupun susu formula. Perut kembung menjadi tanda bahwa adanya angin yang masuk ke dalam tubuh bayi sehingga membuat perut bayi sedikit keras dann juga tidak nyaman.

Jika bayi Anda merasakan hal tersebut, jangan terlalu khawatir. Alangkah baiknya jika Anda mencari solusi dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk meringankan perut kembung tersebut pada bayi Anda. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi secara alami berikut ini!

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

cara mengatasi perut kembung pada bayi

Peurt kembung pada bayi juga dapat disebabkan oleh adanya masalah pada pencernaan perut bayi. Hal ini dikarenakan bayi yang belum memiliki sistem pencernaan yang belum bekerja sempurna sehingga dapat memungkinkan beberapa masalah terjadi. Masalah pencernaan tentunya mengakibatkan adanya angin yang berkumpul di dalam perut bayi. Kemungkinan kondisi ini ada kaitannya dengan terlalu banyak dan lama ketika ia menyusu. Lihat juga: Penyebab Sindrom Edward Pada Bayi | Gejala & Cara Mencegahnya

Jika bayi terlalu lama menyusu tentunya rentan angin untuk masuk ke dalam perut bersama dengan susu. Mungkin, beberapa tips alami dibawah ini dapat membantu Anda sebagai cara mengatasi perut kembung pada bayi. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Kurangi susu formula

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengurangi pemberian susu formula untuk bayi. Terlebih jika memberikan takaran yang cukup banyak pada bayi, hal ini tentunya akan mengakibatkan bayi mengalami kesakitan. Kondisi ini tentunya dapat berakibat bayi mengalami sembelit sehingga susah untuk buang air besar.

Seperti yang sudah kita tahu bahwa susu formula memang lebih banyak air daripada kandungan susu didalamnya. Tidak heran jika bayi yang diberikan susu formula lebih rentan mengalami perut kembung dibandingkan dengan yang diberi ASI. Bahkan jika bayi sering mengalami perut kembung dapat menjadi ciri bahwa ia terkena alergi susu. Jika dibiarkan, maka kondisi ini akan menjadi lebih serius dan membutuhkan penangan dokter. Anda juga dapat mengganti merk susu formula yang biasa digunakan untuk mengatasi kemungkinan susu tersebut tidak cocok untuk bayi Anda.

Gosok perut bayi

Cara mengatasi perut kembung pada bayi yang kedua ialah dengan mencoba menggosok perut bayi dengan kedua tangan Anda secara perlahan. Selain itu, cara ini dipercaya dapat membuat tubuh bayi menjadi lebih hangat. Jika perut bayi ditepuk tentunya akan keluar suara nyaring dari dalam perut bayi.

Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan menggosok peurt bayi dari arah punggung hingga ke pusar. Lalu, beri tekanan yang cukup lembut saat akan mendekati pusar bayi. Namun, Anda jangan terlalu keras dalam menekan perut bayi karena akan membuat perut bayi Anda sakit.

Biarkan bayi bergerak aktif

Dengan membiarkan bayi bergerak dengan aktif tentunya dapat mengurangi angin di dalam perut. Aktif bergerak akan memungkinkan bayi untuk membuang gas secara tiba-tiba. Hal yang tidak dianjurkan bagi Anda tentunya jangan terlalu sering menggendong bayi karena akan membatasi bayi untuk bergerak kurang aktif.

Selain itu, bergerak bebas dapat membuat pekembangan fisik dan juga otak bayi berjalan secara sempurna. Ajaklah anak Anda bermain dan melatih fisik sesuai dengan kemampuannya. Berbagai macam gerakan ini akan mengundang bayi untuk bersendawa sehingga akan mengurangi angin yang berkumpul di dalam perut bayi.

Mandikan bayi dengan air hangat

Ketika bayi Anda sedang kembung tentunya jangan sekali-sekali memandikannya dengan menggunakan air dingin. Hal ini tentunya akan lebih memperparah keadaan perut bayi. Mandi dengan menggunakan air hangat tentunya sebagai cara yang biasa dilakukan baik pada bayi baru lahir ataupun bayi yang sudah berbulan-bulan.

Cara ini terbilang efektif dimana air hangat dapat membuat perut bayi menjadi lebih nyaman. Namun, jika bayi biasa menerima asupan susu formula atau sudah diberikan MPPASI. Memberikan bayi sedikit air hangat untuk diminum memang lebih dianjurkan bagi Anda.

Buatlah bayi bergerak lebih aktif

Perkembangan fisik sesuai dengan usia tentunya membuat bayi lebih aktif bergerak dari usia sebelumnya. Untuk itu, jika bayi mengalami perut kembung, biarkan bayi bergerak lebih aktif dan juga lincah. Gerakan ini tentunya dapat membantu bayi untuk menghilangkan gas sendiri di dalam perutnya.

Ketika bayi bergerak tentunya Anda jangan membatasi gerakan pada bayi karena bayi memiliki naluri alami untuk melakukan gerakannya sendiri. Maka dari itu, biarkan bayi melakukan gerakan sendiri seperti berguling-guling atau mengangkat kakinya ke atas. Gerakan menekan otot kaki ke dalam perut dapat membuat hilang dengan sendirinya. Cara ini juga dapat membuat bayi dapat agar cepat berjalan dengan mudah dan cepat.

Tepuk punggung bayi

Tentunya, perut kembung pada bayi dapat menjadi masalah yang cukup serius karena angin yang terperangkap di dalam perut bayi. Kondisi ini dapat terjadi setelah bayi minum ASI, susu formula dan juga pendamping ASI lainnya. Selain itu, efek dari makanan dan juga minuman yang masuk ke dalam perut bayi menyebabkan bayi bersendawa.

Jika bayi sudah dalam posisi tegak pada otot leher tentunya Anda dapat menepuk ringan pada bagian punggung bayi tersebut. Lakukan gerakan lembut ini sampai bayi bisa bersendawa. Biasanya setelah bayi bersendawa, maka perut kembung pada bayi akan sembuh dengan cepat. Cara ini juga membantu bayi bersendawa dan mengatasi gumoh pada bayi.

Susui bayi dengan benar

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para orangtua dalam menyusui anaknya memang sangat sering terjadi. Teknik menyusui bayi yang salah tentunya dapat menyebabkan perut bayi menjadi kembung. Tentunya, Anda harus melakukan cara yang terbaik sebagai teknik yang benar ketika menyusui bayi.

Jaga kepala dan juga leher lebih tinggi dibandingkan dengan perut bayi, jangan biarkan bayi terlalu cepat dalam mengisap ASI, usahakan bayi dalam posisi yang tepat untuk menghindari angin masuk bersama dengan susu. Selain itu, jika botol susu sudah habis, bantulah bayi untuk menegak susu agar bayi tidak banyak menghisap udara yang menyebabkan perut kembung pada bayi.

Pijat bayi

Cara mengatasi perut kembung pada bayi dapat dilakukan dengan cara melakukan teknik pijat pada bayi. Teknik pijat yang biasa dilakukan pada bayi ini memang menjadi cara sekaligus alternatif untuk mengatasi perut kembung pada bayi. Pijatan pada bayi tentunya dapat dilakukan pada seluruh badan bayi.

Pijat pada bayi yang benar dapat dimulai dari kedua kaki, tangan, perut lalu punggung bayi. Jika Anda tidak dapat melakukannya sendiri atau takut, Anda dapat membawa bayi ke klinik babyspa yang saat ini mulai banyak bermunculan. Saat pijat umumnya bayi menggunakan minyak penghangat seperti minyak telon atau minyak kelapa untuk menghangatkan perut dan juga tubuh bayi.

Jangan biarkan bayi menghisap ASI terlalu lambat dan cepat

Memberikan ASI memang menjadi sebuah peranan yang penting bagi Anda. Namun, tentunya Anda harus melakukan teknik menyusui dengan benar. Jangan sampai bayi terlalu cepat dan juga lambat ketika menyusu karena akan membuat angin lebih banyak masuk ke dalam perut bayi.

Memberikan ASI tentunya harus dilakukan sesuai dengan usia bayi. Jika bayi sudah bisa menyusui sambil tidur, hal ini tentunya dapat Anda coba. Jika bayi terlalu lama menghisap puting, alangkah baiknya agak sedikit ditekan untuk menghentikan ASI. Langkah ini juga cukup penting untuk membantu agar bayi tidak tersedak.

Biarkan Anda bersendawa setelah minum susu

Setelah bayi minum susu tentunya Anda harus membuat bayi agar bersendawa terlebih dahulu. Ketika bayi tidak dibiarkan bersendawa tentunya akan membuat angin berkumpul di dalam perut bersamaan dengan susu sehingga menyebabkan perut bayi menjadi kembung. Bersendawa memang sangat dianjurkan agar dapat melegakan otot diafragma di dalam perut bayi.

Hal ini tentunya dapat mengatasi agar udara tidak terperangkap di dalam perut bayi. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan seperti menggendong bayi, menepuk punggung bayi dan juga menegakkan kepala bayi. Cara ini juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengatasi muntah pada bayi setelah diberikan ASI.

Posisikan bayi seperti akan terbang

Gerakan seperti membuat bayi akan terbang tentunya dapat membantu melapaskan gas yang ada di dalam perut bayi. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan membuat wajah bayi ada di lengan Anda, sedangkan kaki berada di lengan yang lain. Berat badan pada bayi bertumpu pada perut bayi, lalu gosok lembut bagian punggung bayi. Gerakan seperti bayi akan terbang tersebut tentunya dapat membantu bayi untuk membuang gas di dalam perut sehingga akan membuat bayi menjadi lebih nyaman.

Biarkan bayi tengkurak cukup lama

Cara mengatasi perut kembung pada bayi tentunya dapat dilakukan dengan membiarkan bayi tengkurap sedikit lama. Ketika bayi sedang tengkurap tentunya Anda dapat melihat ekspresinya, apakah bayi merasa sakit nyaman ataukah memperlihatkan wajah yang aneh.

Ketika bayi tengkurap tentunya akan memberikan sedikit tekanan dari perut bayi sehingga akan membantu bayi mengeluarkan gas. Hal ini tentunya dapat ditandai dengan bayi yang buang angin dan juga bersendawa. Selain itu, Anda dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga bayi akan membuka  mulutnya sehingga dapat membantu mengeluarkan udara di dalam perut.

Lakukan gerakan pada bayi seperti bersepeda

Untuk membuang gas di dalam perut tentunya menjadi hal yang cukup menantang bagi Anda. Tentunya, Anda membutuhkan cara dan juga alternatif dengan menggerakkan kaki bayi seperti sedang bersepeda. Gerakkan pada kaki tentunya dapat menekan otot perut sehingga dapat mengeluarkan gas dan juga udara yang ada di dalam perut bayi.

Langkah selanjutnya, Anda dapat mengajak bayi Anda tertawa dan juga berkomunikasi. Gerakan bersepeda yang daoat mendorong gas bergerak hingga kerongkongan dapat dibantu pula dengan mulut bayi yang terbuka ketika sedang berkomunikasi. Gerakan tersebut tentunya dapat mencegah rasa kelelahan yang berlebih pada bayi.

Bedong bayi yang berusia kurang dari 2 bulan

Bayi yang kurang dari dua bulan memang sangat rentan mengalami perut kembung. Maka dari itu, tetaplah buat bayi Anda merasa hangat untuk mencegah perut kembung pada bayi. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan membedong bayi agar tetap membuat tubuhnya menjadi hangat.

Hal ini disebabkan pula oleh suhu udara dan juga lingkungan yang cukup dingin. Keadaan ini memang membuat bayi Anda merasa tidak nyaman sehingga bayi akan merasakan kedinginan yang cukup hebat. Untuk itu, cobalah Anda membedong bayi dengan cara yang tepat dan juga benar.

Jangan berikan empeng untuk bayi

Memberikan empeng pada bayi tentunya menjadi cara yang cukup sederhana untuk mengatasi bayi rewel dan juga menangis. Namun, cara ini terbilang cara yang cukup bahaya jika dilakukan secara terus menerus. Empeng yang diberikan pada bayi tentunya akan membuat bayi menghisap dan juga menggigit sehingga akan memungkinkan udara akan masuk ke dalam tubuh bayi.

Perut pada bayi tentunya akan membuat perut kembung pada bayi sehingga akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Maka dari itu, jangan berikan empeng pada bayi dalam waktu yang cukup lama karena akan menimbulkan kumpulan gas dan udara di dalam perut. Untuk itu, hindari menggunakan cara memberikan empeng ini agar tidak membahayakan bayi.

Pijat perut bayi dengan menggunakan bawang merah

Bawang merah tentunya memiliki manfaat yang cukup banyak dalam hal mengatasi keluhan penyakit pada bayi. Jika Anda memijat lembut perut bayi, namun tidak memberikan hasil sama sekali. Anda tentunya dapat memijat bayi dengan menggunakan bawang merah untuk memberikan kehangatan pada bayi.

Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengupas bwang terlebih dahulu, lalu cuci bersih kemudian hancurkan menjadi lebih lembut. Gunakan bawang merah tersebut untuk mengusap bagian perut bayi mulai dari punggung bagian bawah. Anda dapat menggunakan tiga jari Anda untuk memberikan tekanan pada perut agar tidak menyakiti bayi. Akan tetapi, bawang merah tidak boleh terlalu banyak karena dapat menimbulkan masalah pada kulit bayi.

Pilihlah jenis botol minum susu yang tepat

Dalam pemilihan botol susu tentunya ikut menentukan berbagai penyebab perut kembung pada bayi. Bentuk, ukuran dan juga jenis puting tentunya harus diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini tentunya berkaitan pula dengan bentuk mulut bayi yang mudah dijangkau serta lembut untuk dikunyah oleh bayi. Jika bentuk botol susu sudah tepat, maka hal ini akan menyebabkan perut kembung pada bayi.

Menjaga perut bayi untuk tidak kembung memang sangat dianjurkan bagi Anda. Maka dari itu, lakukan cara yang sudah kami sebutkan di atas agar menjaga kondisi bayi tetap hangat dan terhindar dari masuk angin dan juga perut kembung. Itulah beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi yang dapat Anda lakukan sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi – Pilek memang sangat rentan menyerang manusia baik dewasa, anak-anak bahkan bayi sekalipun. Penyakit pilek memang sangat rentan dialami oleh bayi yang baru dilahirkan ataupun bayi yang sudah beberapa bulan. Untuk itu, Anda sebagai orangtua diwajibkan untuk mengetahui cara mengatasi pilek pada bayi seperti yang akan kami sajikan di bawah ini!

Pilek memang menjadi salah satu penyakit yang memang rentan dialami oleh bayi. Tentunya, penyakit ini membuat seorang bayi merasa tidak nyaman. Tidak jarang bayi yang menderita batuk, demam, tidak ingin menyusu juga rewel. Hal ini diakibatkan oleh adanya komplikasi dari penyakit tersebut.

Pilek tentunya sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. Setidaknya orang dewasa perah mengalami pilek dengan frekuensi 2-4 kali dalam setahun. Sedangkan untuk anak-anak, pilek menjadi lebih besar yaitu dari 7-10 kali dalam setahun. Akan tetapi, bayi dan juga anak-anak memang lebih sering terkena pilek dibandingkan dengan orang dewasa. Tentunya, pilek pada bayi bukan tanpa sebab melainkan dikarenakan oleh beberapa faktor yang akan kami paparkan di bawah ini! Baca juga: Penyebab Sindrom Edward Pada Bayi | Gejala & Cara Mencegahnya

Penyebab Pilek Pada Bayi

cara mengatasi pilek pada bayi

Pilek pada bayi tentunya bukan karena sebab, kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Penyebab pilek pada bayi baru lahir tentunya tidak jauh dari penyebab pilek pada orang dewasa. Jenis virus yang masuk pada tubuh yang menyebabkan pilek dapat melalui perantara udara ketika batuk ataupun bersin atau juga melalui sentuhan tangan antara penderita pilek dengan calon penderita.

Pilek dapat dikatakan penyakit yang cukup biasa menyerang orang-orang. Pada umumnya, pilek mengganggu sistem kekebalan tubuh pada masing-masing individu sehingga virus akan mudah berperan aktif di dalam tubuh. Gejala pilek pada bayi tentunya dapat ditandai dengan adanya ingus dan juga hidung yang tersumbat. Lihat juga:

Pada awalnya, ingus pada bayi berwarna bening dan juga jernih, lalu akan berubah menjadi lebih kuning dan juga hijau. Hidung yang tersumbat pada bayi diakibatkan oleh lubang hidung pada bayi yang masih sangat kecil sehingga mereka akan bernafas melalui mulut. Dengan begitu, bayi Anda akan terlihat sesak karena bernafas melalui mulut. Pilek pada bayi sering ditandai dengan adanya demam, waktu tidur yang terganggu, mata merah, menyusui menurun, bersih, batuk, dan juga suhu tubuh yang cukup tinggi pada bayi sekitar <38oC.

Beberapa faktor lain yang menyebabkan seorang bayi terkena pilek, diantaranya:

  1. Terpapar asap rokok
  2. Paparan dari orang dewasa yang memang sedang sakit pilek bisa orangtuanya sendiri atau orang di sekitarnya.
  3. Tidak mendapatkan ASI yang eksklusif tentunya hal ini menyebabkan bayi rentan terkena bersin-bersin dan juga pilek.

Tentunya, Anda dapat dengan mudah mengenali penyebab dan juga faktor yang memang menyebabkan sakit pilek pada bayi.

Gejala Sakit Pilek Pada Bayi

Setelah kita mengetahui penyebab sakit pilek pada bayi tentunya kita akan beranjak pada beberapa gejala pilek yang rentan dialami oleh bayi, diantaranya:

  1. Bersin yang terus menerus
  2. Batuk yang terus menerus terutama ketika bayi berumur di bawah 28 hari
  3. Suhu tubuh kurang dari 38oC
  4. Terdengar bunyi seperti mengi ketika bayi bernafas
  5. Bayi terihat kesulitan untuk bernafas
  6. Bayi jarang bernapas atau menghirup nafas yang sangat dangkal
  7. Napas begitu cepat normalnya sekitar 30-60 kali dalam semenit
  8. Saat bayi bernapas tentunya kulit pada sekitar iga tertarik ke dalam
  9. Bayi akan lebih rewel dari biasanya
  10. Kulit bayi akan berubah warna dan kulit akan lebih pucat pada bagian mulut dan juga bawah kuku
  11. Bayi akan merintih kesakitan
  12. Bayi jarang bisa ditenangkan ketika rewel dan juga menangis
  13. Bayi sangat sulit untuk dibangunkan dan muka bayi akan tampak lebih lesu
  14. Bayi sepertinya sangat malas untuk bergerak dan juga menetek pada ibunya
  15. Kulit pada bayi akan terlihat kemerah-merahan
  16. Bayi akan sering muntah
  17. Leher bayi akan terlihat kaku
  18. Batuk sangat hebat sehingga menyebabkan bayi menjadi muntah
  19. Akan terlihat nanah di tenggorokan
  20. Bayi batuk ketika diberikan makan atau susu
  21. Popok bayi tidak penuh atau basah dalam kurun waktu 8 jam.

Gejala-gejala tersebut tentunya dialami oleh bayi yang mengalami sakit pilek. Anda seyogianya harus mewaspadai jika gejala-gejala pada di atas ada pada bayi Anda. Hal yang wajib Anda lakukan ialah dengan mencari cara mengatasi pilek pada bayi. Karena jika bayi mengalami pilek di bawah umur 3 bulan akan sangat rentan terkena komplikasi yang lebih serius seperti radang paru-paru, sesak napas dan juga infeksi telinga.

Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi

cara mengatasi pilek pada bayi

Setelah kita mengetahui penyebab dan juga gejala sakit pilek pada bayi, saatnya sekarang kita mengetahui cara mengatasi pilek pada bayi. Tentunya, Anda tidak ingin melihat bayi Anda menderita sakit pilek yang berkepanjangan karena akan membuat bayi Anda lebih parah. Ada beberapa cara mengatasi pilek pada bayi secara alami, diantaranya:

1. Menghirup uap alami

Cara mengatasi pilek pada bayi yang pertama ialah dengan menghirup uap alami berupa air panas. Anda dapat menuangkan air panas pada sebuah wadah. Kemudian dekatkan uap panas tersebut pada bayi, namun jangan terlalu dekat karena akan membuat bayi Anda kepanasan. Biarkan bayi Anda menghirup uap panas tersebut. Pasalnya, uap panas dipercaya dapat membantu melegakan hidung bayi yang tersumbat sehingga ingus yang menghambat pernapasan akan keluar secara perlahan. Ingus yang mampet inilah yang tentunya menghambat pernapasan pada bayi.

2. Memijat hidung bayi

Cara mengatasi pilek pada bayi yang kedua ialha dengan melakukan pemijatan pada hidung bayi. Berikan pijatan lembut pada bayi mulai dari hidung, alis dan sekitarnya. Memberikan pijatan lembut pada hidung bayi tentunya dapat mencairkan ingus yang mampet sehingga hidung akan terasa lebih lega. Pijatan lembut yang dilakukan oleh orangtua tentunya dapat membantu mengeluarkan lendir yang ada dan mengganggu hidung Anda.

3. Menghangatkan tubuh bayi

Tubuh bayi yang dingin tentunya sangat berpotensi membuat bayi terserang penyakit pilek. Untuk itu, demi menghindarkan bayi Anda dari penyaki pilek. Hal yang perlu Anda lakukan ialah dengan memberikan kehangatan pada bayi. Kehangatan tersebut tentunya dapat membantu melegakan hidung bayi yang tersumbat. Tubuh yang senantiasa hangat tentunya dapat menjaga bayi dari terserang penyakit pilek. Selain itu, Anda dapat memandikan bayi dengan menggunakan air hangat, lalu menjemurnya agar tubuh bayi terkena sinar matahari alami.

4. Mengatur posisi tidur bayi

Cara mengatasi pilek pada bayi yang selanjutnya ialah dengan mengatur posisi tidur bayi. Posisi tidur yang miring tentunya dapat membuat bayi lebih mudah dan juga bebas untuk bernapas. Untuk itu, Anda dapat memiringkan tubuh bayi ke arah kiri ketika hidung kanan tersumbat atau sebaliknya. Posisi tidur yang terlentang tentunya dapat membuat kondisi bayi bertambah parah.

5. Istirahatkan bayi

Ketika bayi mengalami pilek, tentunya Anda harus membuat jadwal istirahat bayi lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Bayi yang beristirahat lebih banyak tentunya dapat mempercepat penyembuhan pilek pada bayi. Berikan bayi Anda istirahat yang cukup baik siang maupun malam hari.

Selain dari cara mengatasi pilek pada bayi secara alami, tentunya Anda dapat memberikan beberapa obat alami yang tentu sangat aman untuk bayi Anda. Cara mengatasi pilek pada bayi dengan cara alami, Anda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini:

1. Berikan larutan garam

Obat pertama yang dipercaya mampu mmebuat bayi lebih baik dari penyakit pilek yang dideritanya ialah dengan memberikan larutan air garam. Larutan ini tentunya dapat mempercepat gejala pilek menjadi lebih cepat. Anda dapat memberikan dua tetes garam dengan menggunakan pipet tetes kepada hidung bayi setidaknya tiga kali dalam sehari. Tetesan garam tersebut tentunya dapat mencairkan ingus bayi dan juga dapat melegakan hidung bayi yang tersumbat. Anda dapat melarutkan garam sekitar setengah sendok makan garam dengan segelas air hangat. Lakukan tips dan juga cara ini dengan tepat dan juga tetap berhati-hati.

2. Bawang merah dan juga minyak telon

Bawang merah tentunya dipercaya dapat menghilangkan dan juga menyembuhkan masuk angin dan juga demam pada bayi. Anda dapat mencampurkan bawang merah dan juga minyak telon bayi pada dada, punggung dan juga perut bayi. Berikan bawang merah dan juga minyak telon bayi tersebut dengan melakukan pijatan-pijatan lembut agar memberikan kehangatan pada tubuh bayi.

3. Berikan jeruk nipis dan juga madu

Selain cara di atas tentunya Anda dapat memberikan bayi dengan meminum air hangat dicampur dengan madu dan juga jeruk nipis. Campuran tersebut tentunya dapat membantu melegakan pernapasan pada bayi. campuran jeruk nipis dan juga madu tentunya dapat lebih melegakan pernapasan pada hidung yang tersumbat pada bayi.

Pencegahan Pilek Pada Bayi

Tentunya, Anda tidak ingin pilek menyerang bayi Anda terus menerus. Untuk itu, Anda harus melakukan cara dan juga alternatif sebagai pencegahan pada bayi. Pilek pada bayi tentunya tidak akan bertambah berat dan juga tidak akan terulang jika kita melakukan cara-cara pencegahan sebagai berikut:

1. Berikan ASI

Penyakit pilek pada bayi tentunya dapat menyerang sistem imun pada tubuh bayi. Jika sistem imun pada tubuh bayi lemah, tentunya virus yang menyebabkan pilek akan sangat mudah menyerang tubuh manusia. Untuk itu, Anda dapat melakukan pencegahan pada bayi dengan memberikannya ASI eksklusif hingga 6 bulan. ASI eksklusif inilah yang menjadi sebuah benteng untuk mencegah virus pilek masuk ke dalam tubuh Anda. Kondisi inilah yang dapat memberikan kemampuan pada tubuh bayi untuk menolak virus pilek masuk pada tubuh bayi.

2. Orangtua tetap hidup sehat

Ketika orangtua menderita sakit pilek atau sedang sakit apapun, tentunya kita sebagai oarngtua harus mencegah supaya virus yang ada di dalam kita tidak masuk ke dalam tubuh bayi. Untuk itu, Anda harus memakai masker ketika menyentuh dan juga memberikan ASI pada bayi. Hal ini dikarenakan penyakit pada orang dewasa sangat mudah terpapar pada tubuh bayi.

3. Bersihkan lingkungan

Lingkungan yang tidak bersih tentunya dapat membuat kondisi bayi menjadi lebih buruk lagi bagi kesehatan bayi. Anda tentunya dapat membersihkan lingkungan di rumah dan juga lingkungan tempat bayi bermain agar dapat terhindar dari virus. Tentunya, Anda harus seulet mungkin untuk membersihkan mainan secara rutin seperti boneka, robot dan juga mainan lainnya.

4. Selalu mencuci tangan

Ketika Anda hendak menyentuh atau menggendong bayi, tentunya hal yang harus Anda lakukan ilah dengan selalu mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Mencuci tangan tentunya dapat menghindarkan diri dari beberapa penyakit yang kemungkinan akan menyerang tubuh kita. Anda harus mencuci tangan untuk mencegah penyakit pilek pada bayi sebelum menyuapi bayi, setelah Anda batuk atau bersin dan juga setelah menggendong atau memegang bayi.

5. Pastikan benda bayi bersih

Benda bayi di sini tentunya berhubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan mulut bayi. Benda-benda di sini diantaranya dot, dan mainan gigitan pada bayi. Untuk itu, sebelum memasukkan dot pada mulut bayi, alangkah baiknya jika Anda membersihkannya terlebih dahulu agar benda tersebut dapat terhindar dari kuman dan juga bakteri yang menempel pada dot tersebut. Pasalnya, bayi yang masih merangkak sangat rentan memungut benda asing dan juga memasukan ke dalam mulutnya.

6. Jauhkan bayi

Anda tentunya dapat menjauhkan bayi dari orang yang sedang sakit atau bahkan yang sedang terkena pilek. Hal ini dikarenakan orang yang sedang sakit sangat mudah menularkan virus terutama pada bayi. Tubuh bayi yang masih lemah tentu sangat rentan terkena virus dari orang dewasa yang sedang sakit. Jangan biarkan orang yang sedang sakit memberikan makanan dan juga bersentuhan dengan bayi secara langsung.

7. Usahakan untuk tutup mulut saat batuk

Tidak dapat dipungkiri bahwa Anda sebagai orangtuanya akan terkena batuk. Ketika sedang batuk tentunya Anda harus menutup mulut Anda agar virus batuk tidak langsung masuk ke dalam tubuh bayi melalui udara. Pilek dapat disebut sebagai penyakit yang mudah sekali menular, tidak terkecuali pada bayi. Maka dari itu, menutup mulut Anda sedang batuk dapat menghindarkan diri dari virus batuk.

Melakukan pengobatan dan juga pencegahan pada bayi agar tidak terserang pilek memang sangt dianjurkan bagi Anda. Bagaimanapun juga, penyakit pilek memang sangat rentan menyerang baik kepada orang dewasa maupun kepada anak-anak. Mengobati pilek dengan cara yang alami tentunya  dapat membuat bayi Anda lebih aman dan juga sehat. Demikianlah beberapa cara mengatasi pilek pada bayi yang wajib Anda lakukan sekarang juga. Pastikan untuk selalu mencegah beberapa kemungkinan penyebab pilek pada bayi semaksimal mungkin. Semoga bermanfaat!

Rambu-Rambu Makanan Bayi 6 Bulan – Bayi yang berusia 6 bulan tentunya sudah mulai diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Makanan bagi bayi tentunya harus diperhatikan sebaik mungkin. Anda tidak boleh sembarangan memasukkan menu makanan pada bayi karena akan berakibat fatal. Untuk itu, kami sajikan beberapa rambu-rambu makanan bayi 6 bulan.

Makanan pendamping ASI pada bayi 6 bulan tentunya memiliki tekstur yang cukup padat. Meskipun bertekstur padat, namun tentunya makanan bayi 6 bulan berbeda dengan tekstur padat orang dewasa. Menginjak usia 6 bulan tentunya susah menjadi sebuah keharusan bagi setiap ibu untuk mulai memilih dan juga memilah menu makanan untuk bayi usia 6 bulan.

Kebanyakan orangtua memilih makanan pendamping ASI untuk anaknya dengan membeli produk yang beredar di pasaran. Namun, dalam memilih produk tersebut tentunya Anda harus selektif karena tidak semua produk mengandung gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan untuk tubuh bayi. Produk bayi yang beredar tentunya mengandung zat pengawet sehingga Anda benar-benar harus memilih dengan cara yang paling tepat.

Mengolah makanan sendiri untuk bayi memang mengharuskan kita sedikit ribet. Akan tetapi, hasil yang didapat pun dapat lebih baik jika dibandingkan dengan produk yang beredar di pasaran. Melalui proses pengolahan makanan yang panjang dan juga lama tentu memiliki hasil yang lebih baik pula. Namun, tetap Anda harus memperhatikan beberapa rambu-rambu dalam memberi makan bayi 6 bulan. Lihat juga: 26 Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Anda Ketahui

Rambu-Rambu Makanan Bayi 6 Bulan

rambu rambu makanan bayi 6 bulan

Usia 6 bulan memang menjadi usia bagi bayi untuk mendapatkan asupan makanan. Pada usia 6 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri. Mereka tentunya sudah mulai tertarik dengan makanan yang dikonsumsi oleh orangtuanya. Tidak jarang kita melihat bayi yang terus melihat orang dewasa ketika mereka makan.

Banyak produk yang sudah beredar dipasaran, namun tidak memenuhi nutrisi dan juga gizi yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Seharusnya pada bayi usia 6 bulan mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Untuk itu, Anda disarankan untuk mengolah makanan untuk bayi Anda sendiri tanpa harus membelinya di supermarket. Baca juga: Perkembangan Bayi 14 Bulan Yang Wajib Anda Ketahui

Tentunya, dalam memberikan makanan pada bayi harus memperhatikan beberapa rambu-rambu. Mulai dari makanan yang boleh dan tidak boleh serta cara memberi makan pada bayi usia 6 bulan tersebut. Hal ini memang sangat penting untuk Anda karena cara pemberian makan pada bayi sangatlah berbeda dengan orang dewasa.

Beberapa Menu Makanan Bayi 6 Bulan

Makanan pada bayi 6 bulan pada umumnya terdiri dari beberapa menu diantaranya:

– Sereal

Sereal memang menjadi menu makanan andalan bagi bayi Anda. Tentunya, sereal menjadi menu makanan yang banyak diolah oleh para ibu untuk bayinya. Namun, Anda harus memilih kandungan yang ada pada sereal tersebut. Alangkah baiknya jika Anda memilih sereal yang bebas dari gluten.

– Buah dan sayuran

Menu makanan ini memang sudah tidak bisa diragukan lagi akan khasiat dan juga manfaatnya bagi manusia. Tidak hanya bayi, orang dewasa juga memang dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan juga sayuran. Menu makanan ini memang sangat baik untuk pertumbuhan dan juga perkembangan bayi.

Buah dan juga sayur memang mengandung vitamin yang memang dibutuhkan bagi tubuh bayi. Vitamin tentunya menjadi sumber utama bagi bayi untuk menunjang perkembangan baik otak maupun organ yang lainnya. Anda dapat memilih beberapa buah dan juga sayur yang memang cocok untuk bayi Anda seperti pisang, pir, wortel, kentang, kol, apel, stroberi, anggur, mentimun, anggur, tomat, alpukat, brokoli, bayam dan juga ubi.

– Bubur yang dihaluskan

Bubur memang sering dijadikan sebagai menu makanan utama bagi anak usia 6 bulan. Bubur tentunya terdiri dari beberapa menu dan juga bahan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan juga keinginan si kecil. Beberapa bubur bayi yang dihaluskan memang terbuat dari nasi yang dapat dicampurkan dengan bahan makanan lainnya seperti telur, ayam dan juga brokoli.

Akan tetapi, Anda juga bisa memilih beberapa menu makanan bayi untuk dibuat bubur seperti bubur susu, pure alpukat, bubur beras merah, pure pepaya, bubur tahu, kentang dan juga bubur lainnya. Tidak sedikit ibu yang mengolah makanan bubur bayi dari bahan lain seperti kacang hijau, kacang merah dan juga edamame.

Panduan Makanan Bayi Usia 6 Bulan

Pada bayi usia 6 bulan tentunya menjadi awal dari bayi mendapatkan makanan. Pada bayi usia 6 bulan tentunya sudah mampu mengonsumsi sekitar satu sendok teh buah dalam sekali makan dan juga satu sendok teh sayur sekali makan. Akan tetapi, setelah beberapa lama porsi makannya akan berubah seiring dengan berjalannya usia bayi. Setelah mengonsumsi buah dan juga sayur, maka bayi usia 6 bulan sudah dapat mengonsumsi makanan lain seperti nasi, roti, telur, ikan dan juga pasta.

Maka dari itu, tentunya Anda harus mencermati menu makanan bagi bayi. Tentunya, tidak setiap anak memiliki kondisi tubuh yang sama dan juga baik. Mungkin ada beberapa anak yang justru alergi terhadap makanan tertentu sehingga orangtua harus lebih selektif. Sebelum memberikan makanan terhadap bayi tentunya harus dilakukan pengamatan. Anda tentunya dapat mulai beralih memperkenalkan makanan yang memang cocok untuk anak Anda.

Waktu yang dibutuhkan oleh seorang anak dalam menyerap makanan baru yaitu sekitar tiga hari. Waktu inilah yang memang umum diperlukan dalam mengenalkan jenis makanan baru kepada anak. Waktu tersebut menjadi rentan waktu yang baik untuk melihat reaksi alergi terhadap tubuh terutama bagi yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi.

Menu makanan bayi

Jika Anda ingin mengenalkan jenis makanan tertentu yang rentan terhadap alergi. Anda dapat mencoba mengenalkan beberapa jenis menu makanan seperti kerang, gandum, ikan, kedelai, telur dan juga susu sapi. Jika dalam waktu tidak hari tidak bereaksi apa-apa, tentunya Anda dapat melanjutkan pemberian makanan tersebut kepada anak Anda. Namun, jika tidak bereaksi apa-apa, ini menjadi sebuah keuntungan bagi anak Anda karena tidak memiliki reaksi alergi apapun.

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan beberapa menu makanan lain yang dapat memicu timbulnya gas pada lambung. Beberapa menu makanan yang menghasilkan gas diantaranya bawang, gandum, kacang dan juga produk olahan susu. Beberapa makanan tersebut tentunya akan membuat bayi sedikit tidak nyaman.

Tentunya, Anda dapat menghindari pemberian madu pada anak di bawah satu tahun dalam mengurangi risiko botulisme. Sementara itu, produk yang terbuat dari susu sapi yakni keju lebih aman diberikan kepada bayi dibandingkan dengan madu. Akan tetapi,  Anda harus menunda dulu dalam memberikan olahan dari susu sapi untuk anak Anda sampai berusia lebih dari satu tahun.

Rambu-Rambu Makanan Bayi 6 Bulan

rambu rambu makanan bayi 6 bulan

Jika Anda sudah mulai memperkenalkan makanan kepada anak Anda, tentunya Anda harus memperhatikan beberapa rambu-rambu makanan diantaranya:

1. Perhatikan menu makanan bayi

Makanan pada bayi tentunya harus memperhatikan beberapa hal, mulai dari jenis makanan yang cocok untuk diberikan kepada bayi. Beberapa menu makanan tersebut diantaranya:

  1. Sereal
  2. Bubur khusus
  3. Bubur kacang-kacangan: kacang merah, kacang hijau dan juga edamame
  4. Buah dan sayuran
  5. Pure buah dan juga sayur

Semua bahan makanan tersebut tentunya dapat dicampur dengan ASI dan susu formula diberikan kepada bayi.

2. Perhatikan cocok tidaknya makanan bagi bayi

Makanan yang cocok dan juga tidak cocok menjadi satu hal yang harus diperhatikan bagi seorang ibu. Tentunya, tidak setiap bayi akan cocok terhadap jenis makanan tertentu. Ada yang alergi terhadap jenis makanan tertentu dan juga tidak. Seperti yang telah kami sajikan di atas bahwa dalam mengetahui alergi tidaknya bayi terhadap makanan dapat dilihat dalam waktu selama tiga hari setelah memberikan makanan padat pada bayi.

Perhatikan jika Anda memberikan makanan dengan menu kedelai, susu sapi, telur, ikan, gandum dan juga gandum. Karena menu makanan tersebut dapat memicu alergi. Sedangkan bawang, produk olahan susu dan juga gandum dapat memicu terjadinya asam lambung. Untuk itu, ibu harus mengetahui menu makanan yang baik bagi bayi usia 6 bulan.

3. Atur jadwal makan bayi

Rambu-rambu ketiga tentunya sangat penting bagi Anda untuk mengatur jadwal makan bayi. Jadwal makan bayi tentunya harus diatur sebaik mungkin. Hal ini tentunya menjadi sebuah jalan bagi Anda agar dapat dengan mudah menentukan menu makanan pada bayi Anda. Selain itu, ini dapat menjadi sebuah kebiasaan bagi kebutuhan bayi Anda.

Perlu Anda tahu bahwa bayi yang berusia 6 bulan sudah membutuhkan asupan makanan pendamping ASI sebagai kalori utama. Meskipun sudah mendapatkan susu formula, namun di usia 6 bulan sudah mulai harus diberikan makanan bertekstur agak padat. Pada usia 6 bulan tentunya bayi sudah mulai menyusu sebanyak 4-6 kali dalam sehari dan menghabiskan sekitar 180-240 ml susu dalam setiap kali waktu makan. Namun, total jumlah susu yang diberikan kepada bayi tidak boleh lebih dari 960 ml.

4. Pilih waktu yang tepat

Dalam mengatur jadwal makan si kecil sebagai MPASI, setidaknya berikan pada bayi Anda makanan pendamping ASI sebanyak dua kali dalam sehari atau sekitar dua sendok makan per waktu makan. Tentunya, jumlah ini tergantung dari kemampuan dan juga ukuran makan bayi. Anda tentunya harus menggunakan sendok makan bayi untuk menyuapi bayi Anda. Sebagai tahap awal tentunya Anda dapat mencampur 4-5 sendok teh ASI atau juga susu formula yang dicampurkan dengan pure MPASI. Sehingga perbandingannya dapat ditingkatkan menjadi 1 sendok makan puree MPASI.

Waktu makan pada bayi tentunya dapat ditingkatkan dari mulai 2 kali dalam sehari sampai 3 atau 4 kali dalam sehari. Jika Anda ingin memberikan jus pada bayi, lebih baik jika Anda memberikan jus buatan sendiri yang tentu kandungannya lebih baik dibandingkan dengan jus yang sudah dalam kemasan atau Anda beli. Anda dapat memberikan takaran pemberian jus pada bayi setidaknya 120 ml perhari dalam pemberian jus buah murni kepada bayi Anda.

Pemilihan waktu yang paling tepat ketika bayi Anda tidak dalam keasaan lelah dan juga gelisah. Jangan sampai Anda memberikan makan pada bayi ketika bayi sudah sangat lapar. Hal ini dikarenakan bayi akan rewel dan justru sangat sulit untuk makan. Alangkah baiknya jika Anda memberi makan pada bayi yang tidak terlalu lapar. Untuk itu, pastikan Anda menyediakan takaran susu yang biasa digunakan sebagai makanan pendamping ASI.

Urutan Memberi Jenis Makanan Pada Bayi

Sebelum mulai memberi makan pada bayi 6 bulan, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai urutan untuk memberi jenis makan pada bayi, diantaranya:

Berikan Sereal Nasi dan Sereal Berat Lainnya

Pada tahapan utama tentunya jenis makanan yang harus diperkenalkan pada bayi ialah makanan padat berupa sereal nasi dan juga sereal lainnya. Memilih makanan berat pada bayi memang menjadi hal utama yang memang perlu dipertimbangkan bagi Anda. Hal ini dikarenakan jenis makanan yang harus diberikan kepada bayi harus diberikan secara bertahap. Mulai dari makanan bertekstur lunak hingga makanan dengan tekstur yang cukup padat.

Tentunya, dalam membagi makanan kepada anak harus sesuai dengan urutan seperti nasi-sereal oat, sereal barley hingga sereal gandum. Jenis makanan berupa gandum memang harus dipilih sebagai menu makanan yang terakhir dikarenakan dapat menjadi alergen yaitu gluten. Tentunya untuk beberapa bayi yang memiliki alergi akan mengalami masalah gangguan pada tubuh dan akan mengalami masalah sebagai sebuah reaksi dari alergi.

Maka dari itu, dalam mengenalkan makanan kepada anak harus dicoba terlebih dahulu selama 3 hari hingga 7 hari. Selama waktu tersebut, Anda dapat melihat terlebih dahulu tanda-tanda alergi yang kemungkinan muncul pada tubuh bayi setelah memakan sesuatu yang diberikan oleh ibunya. Jika timbul alergi ataupun tanda-tanda lain yang menjadi ciri bahwa menu makanan tersebut tidak cocok, maka orangtua harus menghentikan pemberian makan untuk bayinya tersebut. Namun, jika tidak terdapat gejala apapun seperti alergi, maka menu makanan tersebut dapat diberikan secara terus menerus kepada bayi Anda.

Pure Ayam dan Daging Sapi

Setelah tahapan pertama dalam memberikan makan pada bayi, jenis makanan kedua yang boleh Anda berikan ialah dari jenis daging baik daging sapi maupun daging ayam. Memasukkan menu makanan berupa daging tentunya menjadi sebuah keharusan bagi Anda karena daging mengandung zat besi yang memang dibutuhkan oleh tubuh.

Namun, tidak semua bagian daging boleh diberikan kepada bayi, melainkan Anda harus memilih bagian lain seperti paha ayam karena bagian ini memang sangat kaya akan zat besi dibandingkan dengan bagian dada. Untuk mengolahnya diperlukan beberapa cara seperti mengukusnya, menghaluskan dan juga dapat menggunakan blender. Tentunya, seroang ibu harus mencampurkan menu makanan tersebut dengan sereal nasi atau menu lain yang mungkin akan disukai oleh anak Anda.

Pure Sayur dan Buah

Setelah pure daging, kita juga bisa memberikan kepada si kecil pure dari sayuran dan buah-buahan. Bahan makanan yang satu ini memang memiliki rasa dan juga varian yang cukup banyak. Anda dapat memberikan sayuran hijau terlebih dahulu sebelum sayuran yang berwarna orange. Sedangkan untuk buah Anda dapat memberikan jenis buah yang memiliki tekstur lunak seperti alpukat, pisang dan lain sebagainya

Bagaimanapun juga sayuran dan buah-buahan memang mengandung zat besi, vitamin, asam folat dan juga kandungan gizi yang memang diperlukan oleh tubuh manusia. Anda tentunya jangan merebus sayuran terlalu lama karena akan kehilangan gizi dan juga nutrisinya. Tentu, jika kekurangan gizi dan nutrisi akan sangat berdampak buruk bagi kesehatan dan perkembangan anak menjadi terganggu.

Menjaga asupan makanan pada bayi usia 6 bulan tentunya harus Anda lakukan sebaik mungkin. Rambu-rambu makanan bayi usia 6 bulan memang harus diperhatikan sebaik mungkin. Itulah beberapa rambu-rambu makanan bayi usia 6 bulan. Semoga bermanfaat!