Shaken baby syndrome (SBS) merupakan kekerasan terhadap anak, khususnya bayi karena guncangan yang terlalu keras. Keadaan ini dapat berakibat fatal, sehingga penting untuk mewaspadainya.

Merawat bayi merupakan suatu pengalaman yang begitu berharga untuk para orangtua. Orangtua harus mampu memahami bayinya dan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi pada bayi. Pada kondisi tertentu, bayi anda mungkin akan rewel dan menangis. Untuk menenangkan tangisannya tersebut, terkadang cara yang dianggap paling efektif selain menyusui bayi yaitu dengan menggendong dan mengayunnya. Seorang bayi tentunya akan begitu suka ketika diayun. Ayunan lembut yang dilakukan oleh orangtuanya ibaratkan seperti buaian yang dapat membuat bayi merasa tenang dan terlelap. Akan tetapi, ayunan lembut ini berbeda dengan guncangan.

Seringkali, baik untuk menenangkan bayi atau mengajak bayi bercanda, orangtua berusaha untuk mengayunkan atau mengguncang bayinya dengan keras agar si kecil tenang dan berhenti menangis. Guncangan seperti ini perlu diwaspadai. Mengapa demikian? Guncangan terlalu keras pada bayi dapat mengakibatkan cedera pada si kecil, bahkan akibatnya dapat sangat fatal dialami oleh bayi anda. Hal seperti ini disebut dengan Shaken Baby Syndrome (SBS). Shaken Baby Syndrome (SBS) itu sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan kekerasan terhadap anak. Keadaan ini disebabkan oleh guncangan keras yang dilakukan pada anak.

Shaken Baby Syndrome

Penyebab utama terjadnya tindakan kekerasan yang dapat berakibat pada SBS yaitu agar bayi berhenti menangis atau rewel. Diketahui, penyebab yang lainnya yaitu karena anak sulit makan.

Risiko Shaken Baby Syndrome (SBS) Pada Anak

Shaken baby syndrome itu sendiri biasanya sering ditemukan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Namun, keadaan ini tidak menutup kemungkinan dialami oleh anak usia balita atau dari dua sampai lima tahun.

Pada beberapa kasus, shaken baby syndrome ini dapat menyebabkan cacat permanen. Bahkan dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan kematian. Selain itu, cedera otak permanen, pendarahan pada mata, cedera urat saraf tulang belakang dapat dialami oleh bayi. Berdasarkan data dari Amerika, terdapat sekitar 1.000 sampai 1.500 kasus shaken baby syndrome dalam setiap tahunnya. Korban yang mengalami shaken baby syndrome sebagian besar yaitu bayi berusia 3-8 bulan.

Mengapa Shaken Baby Syndrome Dapat Berakibat Fatal?

Keadaan ini dapat berakibat fatal karena struktur tubuh yang masih dalam keadaan lemah. Otak bayi masih berisi banyak cairan, selain itu otot leher bayi masih belum bisa menyangga dengan baik dan stabil. Apabila guncangan yang kuat dilakukan pada bayi, maka akibatnya dapat menyebabkan terjadinya tarikan atau rentangan di antara otak dengan selaput otak yang melekat pada tulang kepala. Dimana tarikan atau rentangan ini dapat mengakibatkan terjadinya robekan pembuluh darah yang berperan untuk menghubungkan otak dengan selaput otak. Meskipun robekan yang terjadi sangat kecil, tetapi tetap saja akibatnya dapat fatal dialami bayi. Jika perdarahan diotak terjadi, maka akan cukup sulit untuk diatasi.

Jika perdarahan di otak terjadi, maka gejala yang akan dialami oleh bayi di antaranya yaitu muntah-muntah dan kejang-kejang. Dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan bayi tidak sadarkan diri, bahkan hingga menyebabkan kematian. Gejala lainnya yaitu dapat menyebabkan perdarahan pada retina mata, dimana keadaan ini dapat menyebabkan kebutaan.

Guncangan atau ayunan yang dilakukan terlalu kuat juga dapat menyebabkan tulang kaki, lengan, tungkai patah. Keadaan ini dapat terjadi karena saat mengayunkan bayi yang dipegang bukan badannya, melainkan kaki, lengan atau ketiaknya.

Berikut ini beberapa gejala umum shaken baby syndrome pada bayi:

  • Bayi terlihat lesu, dan ia tidak banyak senyum seperti biasanya.
  • Bayi tidak kuat untuk menghisap dan menelan.
  • Nafsu makan bayi mengalami penurunan, bayi sulit makan dan ia mengalami muntah tanpa sebab.
  • Bayi jarang tersenyum.
  • Mengalami kejang-kejang.
  • Bayi jarang tersenyum.
  • Mengalami sulit bernafas.
  • Tidak mampu untuk mengangkat kepala.
  • Kepala atau jidat bayi lebih besar dibandingkan dengan biasanya. Dalam beberapa kasus, kepala bayi dapat mengalami pembengkakan.
  • Penglihatan bayi menjadi tidak fokus, gerakan mata berubah-ubah dan ukuran pupil mata bayi tidak sama.

Apabila bayi menunjukan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, maka orangtua wajib waspada. Tanpa pikir panjang, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik.

Pencegahan Shaken Baby Syndrome (SBS)

Mengetahui shaken baby syndrome dapat berakibat fatal, maka anda harus mampu mencegahnya. Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah keadaan ini seperti misalkan:

  • Hindari mengguncang anak atau bayi, meskipun guncangan yang dilakukan tidak terlalu keras.
    Ketika anda sedang emosi, alangkah lebih baik untuk meletakan bayi dalam boksnya. Karena pada saat kemarahan memuncak, apapun dapat dilakukan tidak terkecuali mengguncang bayi yang berada dalam gendongan anda.
  • Hindari menghukum anak pada saat anda sedang emosi karena bisa saja anda menjadi lupa diri. Alangkah lebih baik untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Setelah itu, anda dapat menerapkan hukuman yang tepat pada anak anda.
  • Hindari bermain atau bercanda dengan bayi dengan cara mengguncang atau mengayunkan bayi.
    Apabila anda hendak meletakan bayi anda pada ayunan, maka sebaiknya gunakan ayunan khusus dan ayunkan dengan lembut serta hati-hati.
  • Selalu awasi bayi anda pada saat ia sedang bermain dengan kaka atau anak lainnya yang usianya lebih besar.
  • Pilih pengasuh anak yang dapat benar-benar dipercaya.
  • Hindari setiap benturan yang akan dialami oleh bayi anda.
  • Hindari mengguncang bayi terlalu keras ketika anda menggendongnya.
  • Jika orangtua mengalami masalah psikis, maka sebaiknya segera mencari bantuan profesional yang terkait. Ini dilakukan agar orangtua dapat mengasuh anaknya dengan aman dan bertanggung jawab.

Guncangan yang Dapat Menyebabkan Shaken Baby Syndrome

Sebenarnya tidak ada angka yang jelas berapa kali guncangan yang dapat menimbulkan akibat medis, atau berapa lama guncangan yang dapat menimbulkan akibat fatal pada bayi. Umumnya, kebanyakan guncangan berlangsung dalam waktu sekitar 20 detik atau kurang.

Dalam beberapa kasus, periode guncangan sekitar 5-10 detik dan guncangan yang dilakukan dengan kekuatan yang keras.

Diagnosis Shaken Baby Syndrome (SBS)

Untuk mendiagnosis keadaan ini, maka diperlukan wawancara bersama dengan orang yang mengasuh anak setiap harinya. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan seperti misalkan CT scan atau MRI kepala. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada otak dan perdarahan. Selain itu, Foto Rontgen dapat membantu mendeteksi patah tulang. Pemeriksaan mata biasanya dilakukan untuk mencari ada atau tidak adanya perdarahan pada retina mata.

Mengetahui shaken baby syndrome akibatnya sangat fatal untuk bayi, maka sebisa mungkin hindari mengayunkan bayi terlalu keras. Cegah keadaan ini dengan beberapa langkah pencegahan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Intinya, sebagai orangtua anda harus lebih waspada terhadap kondisi anak anda. Bayi masih lemah, untuk itu penting memperlakukannya dengan lembut dan hati-hati.

Alopecia areata merupakan salah satu masalah rambut bayi yang dapat menyebabkan kebotakan.
Merawat bayi merupakan pengalaman dan momen yang begitu menyenangkan untuk para orangtua. Orangtua memiliki peran besar dalam merawat buah hatinya dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Perawatan yang tepat akan menjadikan bayi sehat atau terhindar dari masalah kesehatan. Semua bagian tubuh bayi, tidak terkecuali rambut perlu diperhatikan oleh orangtua.

Rambut anak yang indah, sehat dan lebat tentu menjadi dambaan setiap orangtua. Agar rambut anak seperti yang diharapkan, maka orangtua dapat melakukan perawatan yang terbaik dan dapat dilakukan sejak dini. Namun, terkadang masalah yang menyerang rambut anak kerap kali terjadi. Salah satu masalah rambut anak yang dapat dialami oleh si kecil yaitu alopecia areata. Alopecia areata itu sendiri merupakan masalah kekebalan yang dapat menyebabkan bagian di kepala mengalami kebotakan. Keadaan ini sebenarnya jarang terjadi pada anak di bawah berusia 18 bulan dan sering terjadi pada masa kanak-kanak, bahkan bisa muncul pada usia berapapun.

Apabila bayi anda mengalami masalah rambut yang satu ini, maka sistem kekebalan tubuh bayi bisa saja menyerang folikel rambut. Serangan yang terjadi dapat mengkerutkan folikel, kemudian produksi rambut akan menjadi sangat lambat. Akibatnya tidak ada rambut yang terlihat selama berbulan-bulan atau hingga bertahun-tahun. Kebotakan yang dialami oleh bayi anda dapat sebagian atau seluruh bagian kulit kepala.

Alopecia Areata

Apa Penyebab Alopecia Areata?

Penyebab alopecia areata itu sendiri sebenarnya tidak diketahui dengan pasti. Berdasarkan peneliti, genetik memiliki kaitan dan berperan serta menjadi penyebab keadaan ini. Diketahui, satu dari lima orang dengan masalah ini diduga mempunyai anggota keluarga dengan penyakit yang sama.

Risiko seseorang mengalami alopecia areata akan lebih tinggi jika keluarga memiliki riwayat demam, asma pada bayi, eksim atopik, diabetes anak-anak, atau penyakit auto imun yang lainnya. Namun, faktor luar diduga dapat menyebabkan keadaan ini seperti misalkan virus.

Kebanyakan orang beranggapan bahwa rambut rontok biasanya terjadi karena keadaan stres atau tertekan. Namun, lain halnya dengan alopecia areata yang tidak sama sekali memiliki kaitan dengan stres.

Mendeteksi Alopecia Areata Pada Bayi

Untuk mengetahui penyebab kerontokan pada bayi karena alopecia areata yaitu, apabila bayi anda berusia kurang dari 6 bulan, dimana ia kehilangan rambutnya, maka penyebabnya kemungkinan besar bukanlah karena alopecia areata. Pada usia kurang dari 6 bulan, bayi kehilangan rambutnya dianggap sebagai keadaan yang normal.

Namun, apabila usia bayi lebih dari 6 bulan, serta terlihat gumpalan rambut rontok, oval, botak, maka bisa saja penyebabnya karena alopecia areata. Ketika bayi anda mengalami masalah rambut yang satu ini, maka kulit kepalanya cenderung terlihat halus. Bahkan terlihat bagian rambut yang pendek.
Tumbuh kembali atau tidaknya rambut bayi karena alopecia areata sebenarnya tidak dapat diprediksi. Namun, apabila area botak pada kepala bayi kurang dari setengah kulit kepala, maka kesempatan rambut untuk tumbuh masih tetap ada. Akan tetapi, dibutuhkan waktu yang cukup lama atau bahkan hingga bertahun-tahun.

Gejala Alopecia Areata

Gejala umum dari masalah ini yaitu kulit kepala mengalami kekosongan rambut alias botak. Bagian yang memiliki kekosongan ini biasanya memiliki bentuk bulat atau bahkan oval.

Pengobatan Alopecia Areata

Sebenarnya belum ada obat untuk mengatasi alopecia areata. Namun, ada obat yang dapat membantu memicu tumbuhnya rambut baru. Apabila anda khawatir mengenai jumlah rambut anak yang rontok, maka anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter kulit.

Penyebab Kebotakan Lainnya Pada Bayi

Sebenarnya, selain alopecia areata kebotakan pada bayi dapat disebabkan oleh keadaan yang lainnya seperti misalkan:

Tinea Capitis

Tinea capitis atau lebih sering disebut dengan kadas kulit kepala merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh infeksi jamur dan sering dialami oleh anak. Keadaan ini akan terlihat seperti kulit bersisik pada kepala anak yang tidak ditumbuhi oleh rambut. Area kulit kepala yang terkena masalah ini biasanya memiliki bentuk oval atau bundar.

Untuk mengatasi masalah rambut yang satu ini, anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Untuk mendiagnosanya, biasanya akan dilakukan pemeriksaan mikroskopik. Dokter akan memberikan obat untuk mengatasinya. Biasanya, anak disarankan untuk menggunakan shampo anti jamur. Karena masalah rambut ini dapat menular, maka anak dilarang untuk menggunakan topi, jepit rambut, bantal atau sisir bersamaan dengan orang lain.

Telogen effluvium

Telogen effluvium merupakan keadaan stres yang disebabkan oleh berbagai hal yang dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Folikel rambut akan berhenti tumbuh dan masuk pada fase istirahat. Antara 6 sampai 16 minggu selanjutnya, kerontokan yang berlebih pada rambut akan terjadi yang dapat memicu terjadinya kebotakan pada sebagian kulit kepala atau bahkan seluruhnya.

Pertumbuhan rambut anak akan kembali terjadi sekitar 6 bulan sampai satu tahun pada saat stres yang dialami anak berakhir.

Trichotillomania

Trichotillomania merupakan keadaan dimana anak memiliki keinginan untuk menarik atau memelintir rambutnya. Trichotillomania disebabkan karena anak mengalami kecemasan atau stres.
Untuk mengatasi trichotillomania, maka anda dapat membantu anak untuk mengatasi stresnya agar kebiasaan ini hilang.

Masalah Endokrin

Pada beberapa anak, penyebab rambut rontok bisa saja karena hypothyroidism. Hypothyroidism merupakan keadaan dimana tiroid tidak memproduksi hormon yang cukup yang dibutuhkan untuk mengatur metabolisme.

Kekurangan nutrisi

Hilangnya rambut dapat juga disebabkan karena kekurangan nutrisi tertentu , meskipun jarang terjadi, seperti berikut ini:

  • Zinc. Zinc merupakan mineral penting yang dibutuhkan dalam berbagai aspek metabolisme. Mineral ini juga berperan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal selama masa kehamilan, masa anak-anak, serta masa menjelang dewasa awal.
  • Vitamin H atau biotin, yang merupakan salah satu vitamin B kompleks yang dapat membantu tubuh untuk mengubah karbohidrat menjadi glukosa.
  • Hilangnya rambut juga bisa terjadi sebagai gejala terlalu banyak asupan vitamin A.
  • Kondisi hilangnya rambut dapat kembali membaik dengan sendiri seiring dengan berjalannya waktu, jika penyebabnya seperti berikut:

Mengikat Rambut

Rambut anak dapat rontok karena terlalu kencang ketika mengepang atau mengikatnya. Namun, perawatan yang tepat dapat memulihkan keadaan ini dengan sendirinya.

Gesekan

Gesekan dengan kasur biasanya akan menyebabkan area botak pada kulit kepala bayi, khususnya pada bayi berusia 3-6 bulan. Jika anak anda sudah mulai duduk, biasanya rambutnya akan kembali tumbuh.

Bayi baru lahir

Rambut rontok pada bayi baru lahir umum terjadi, keadaan ini dapat terjadi pada beberapa bulan kehidupan pertamanya. Rambut bayi akan digantikan dengan rambut permanen.

Hal yang Harus Diperhatikan

Apabila bayi anda kehilangan rambutnya, maka anda harus lebih hati hati dan waspada. Upayakan untuk selalu menjaga bayi anda agar terlindung dari sinar matahari. Ketika ke luar rumah, anda dapat memakaikannya topi atau pelindung yang lainnya.

Penyebab rambut rontok pada bayi cukup banyak. Segera bawa bayi anda ke dokter apabila anda menduga keadaan rambut rontok pada bayi dipicu karena masalah kesehatan.

Diperlukan persiapan khusus untuk perencanaan kamar bayi. Ketahui, beberapa tips mempersiapkan kamar bayi yang aman dan tepat.

Dalam menyambut kelahiran sang buah hati, banyak hal yang perlu dipersiapkan, salah satunya yaitu kamar bayi. Pemilihan atau perencanaan kamar tidur yang tepat adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan untuk menunjang kesehatan dan tumbuh kembang bayi anda. Pertumbuhan dan perkembangan bayi akan berlangsung saat tidur. Untuk itu, penting membuat tidurnya berkualitas. Dimana salah satu cara agar tidur bayi berkualitas yaitu dengan memperhatikan kenyamanan kamar tidurnya.

Kamar untuk bayi baru lahir sebaiknya tidak terpisah dengan kamar tidur anda. Apabila ruangan atau kamar tidur anda cukup luas, maka anda dapat menempatkan tempat tidurnya di pinggir tempat tidur anda. Ini dilakukan agar anda dapat menjaga keamanan bayi anda sepenuhnya ketika malam hari.
Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan untuk melatih kemandiriannya, maka anda bisa mempersiapkan tempat tidur bayi anda dengan ruangan yang berbeda dengan ruangan tempat tidur anda.

Tips Mempersiapkan Kamar Bayi

Tips Mempersiapkan Kamar Bayi

Berikut ini beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk merencanakan kamar bayi:

Mempertimbangkan Lokasi

Dalam mempertimbangkan lokasi kamar bayi, maka sebaiknya pilihlah lokasi yang dekat dengan kamar tidur anda. Sehingga akan memudahkan anda menghampiri si kecil ketika malam hari. Anda harus memastikan bahwa ruangan yang dijadikan untuk kamar tidur bayi anda memiliki ventilasi yang baik, memiliki pencahayaan alami saat pagi hari dan memiliki pertukaran udara.

Dekorasi

Desain kamar untuk bayi anda baiknya disesuaikan dengan gaya rumah anda. Anda dapat mendesain kamar bayi anda yang mencerminkan kepribadian anda agar anda merasa lebih nyaman dan tenang ketika berada di kamar si kecil.

Tema

Tentukan tema sesuai dengan jenis kelamin anak anda.

Buat Kamar Bayi Menjadi Nyaman dan Simple

Anda dapat menentukan apakah kamar baik untuk si kecil atau tidak sesuai dengan suasana yang anda rasakan. Siapkanlah kamar untuk bayi anda yang nyaman dan simple. Hal ini berkaitan dengan tambahan aksesoris yang mungkin akan mendukung kamar bayi anda. Hindari terlalu banyak menggunakan aksesoris karena hanya akan membuat ruangan terkesan sempit, serta tidak akan membuat ruangan terasa nyaman. Pilihlah tambahan aksesoris sesuai dengan usia bayi anda.

Warna Kamar Bayi

Ada baiknya jika anda memilih warna yang menenangkan untuk kamar bayi anda. Biasanya seiring dengan pertumbuhan anak anda, ia sudah memiliki warna favorit, ia akan menentukan warna kamarnya sendiri. Warna yang menenangkan untuk bayi yang bisa anda jadikan pilihan di antaranya yaitu merah muda, cream atau biru muda.

Dekorasi Sesuai dengan Pertumbuhan Bayi

Dalam mendekorasi kamar untuk bayi anda, maka anda harus mempertimbangkan berapa lama dekorasi tersebut dapat diminati oleh bayi anda. Untuk perencanaan kamar bayi baru lahir, alangkah lebih baiknya jika anda menggunakan dekorasi yang simple. Anda dapat memilih dinding stiker yang bisa dengan mudah diganti. Selain itu, harganya pun relatif murah.

Ciptakan Kamar yang Aman Untuk Bayi

Sebisa mungkin ciptakan kamar untuk bayi anda yang aman dan nyaman. Keamanan kamar bayi biasanya memiliki hubungan dengan aksesoris. Pastikan kamar bayi anda aman dari benda-benda atau aksesoris yang dapat membahayakannya.

Perhatikan Keseimbangan Bentuk dan Fungsi

Dalam pemilihan benda-benda untuk kamar bayi anda, ketahui apa saja fungsi dari benda-benda tersebut sehingga anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang menunjang perkembangannya. Hindari pemilihan benda-benda yang anda rasa tidak memiliki fungsi yang optimal.

Anda dapat merencanakan atau mempersiapkan kamar bayi anda sesuai dengan keinginan anda. Persiapkanlah kamar bayi yang aman dan nyaman, serta tetap mempertimbangkan kesehatannya.

Tips Memilih dan Mempersiapkan Tempat Tidur Bayi

Selain perencanaan kamar, tempat tidur bayi perlu diperhatikan. Berikut ini, tips memilih tempat tidur bayi:

  • Anda dapat memilih tempat tidur bayi atau ranjang bayi yang terbuat dari bahan stainles, bukan besi. Ini dilakukan untuk mencegah karat yang dapat membahayakan kesehatan bayi anda.
    Sebaiknya sesuaikan ukuran tempat tidur bayi anda dengan usianya. Hindari memilih tempat tidur bayi yang terlalu luas atau terlalu sempit.
  • Pilihlah ranjang bayi dengan matras yang mudah diatur. Ini dilakukan agar dapat disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan bayi anda. Matras bisa sedikit ditinggikan untuk bayi baru lahir. Saat usia bayi semakin besar, maka posisi matras bisa direndahkan sebagai upaya untuk mencegah agar si kecil tidak terjatuh.
  • Anda harus memastikan tidak ada celah di antara ranjang dan kasur bayi anda untuk menghindari bayi terjepit.
  • Periksalah dengan berkala baud-baud yang menyangga ranjang bayi anda. Pastikan baud tidak longgar dan berada pada kondisi yang benar.
  • Hindari memilih ranjang bayi yang dilengkapi pintu di bagian samping karena akan meningkatkan risiko bayi terjatuh.
  • Untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk, maka anda dapat menggunakan kelambu untuk menutupi ranjangnya. Pilih kelambu yang ukurannya lebih panjang dibandingkan dengan ranjang agar dapat menutupi semua bagian tempat tidur bayi.
  • Dalam memilih perlengkapan tidur si kecil seperti misalkan sprei dan selimut, maka sebaiknya pilihlah yang berbahan katun yang lembut. Hindari memilih selimut berbulu karena akan meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

Beberapa masalah dapat dialami bayi saat tumbuh gigi. Ketahui masalah saat bayi tumbuh gigi dan solusinya.

Tumbuhnya gigi pada bayi merupakan proses normal yang terjadi saat gigi susu mulai keluar dari gusi. Meskipun sebenarnya gigi susu pada bayi sudah mulai muncul ketika bayi berada dalam kandungan. Akan tetapi, gigi baru keluar dari gusi ketika bayi berusia 6-9 bulan.

Tumbuhnya gigi merupakan salah satu penyebab bayi sering terbangun saat malam hari. Karena merasa tidak nyaman, si kecil akan mudah rewel.

Masalah saat bayi tumbuh gigi

Ketika tumbuh gigi ini terjadi pada si kecil, beberapa masalah kemungkinan akan dialami. Penting mengetahui beberapa masalah saat bayi tumbuh gigi agar anda dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Nah,berikut ini masalah saat bayi tumbuh gigi dan solusinya.

Masalah Saat Bayi Tumbuh Gigi dan Solusinya

Bayi Mengalami Demam

Sebelum gigi pertama bayi tumbuh, biasanya si kecil akan mengalami demam pada bayi. Demam yang dialami si kecil biasanya dengan temperatur rata-rata 38,3 derajat C. Apabila bayi anda mengalami demam lebih dari temperatur tersebut, maka jangan tunggu lama lagi segera bawa bayi anda ke dokter. Dokter akan memastikan apakah demam yang dialami si kecil disebabkan karena pertumbuhan gigi atau bukan.

Bertambahnya Intensitas Air Liur

Pada saat awal pertumbuhan gigi, intensitas air liur akan menjadi bertambah. Bahkan intensitasnya akan semakin bertambah lagi apabila gigi seri tengahnya mulai tumbuh. Apabila hal ini terjadi, maka anda harus selalu menyiapkan handuk kecil atau saputangan dengan si kecil. Ini dilakukan agar anda bisa segera mungkin membersihkan air liur yang mengenai area wajahnya untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit si kecil yang masih sensitif.

Gusi Terasa Gatal

Gusi akan terasa gatal ketika awal pertumbuhan gigi si kecil. Gatalnya gusi disebabkan karena proses perubahan pada permukaan gusi. Gusi akan menjadi bengkak dan menonjol. Agar anda bisa meredakan gatal pada gusi, anda bisa memberikan barang yang bisa si kecil gigit sehingga akan membuat keadaannya menjadi nyaman. Benda yang dapat anda berikan seperti misalkan teether atau buah, itupun jika bayi anda sudah lulus ASI eksklusif atau berusia di atas 6 bulan.

Bayi Kehilangan Nafsu Makan

Karena rasa yang tidak nyaman pada gusinya, kemungkinan besar bayi kehilangan nafsu makannya. Jika si kecil tidak nafsu makan dalam waktu yang lama, maka hal ini dapat mempengaruhi sistem pencernaannya. Tidak sedikit dari mereka mengalami gangguan pencernaan, salah satunya diare. Untuk mengatasi masalah ini atau mengembalikan nafsu makan si kecil, anda bisa membuat menu makanan yang berkreasi sehingga dapat meningkatkan nafsu makan si kecil.

Gigi Berlubang

Gisi susu bayi membutuhkan perawatan, sama halnya dengan gigi orang dewasa. Apabila tidak dibersihkan, maka sisa makanan, kuman dan kotoran dapat menyebabkan masalah gigi yang berlubang pada anak. Untuk menghindari masalah ini, anda dapat membersihkan gigi si kecil dengan menggunakan sikat gigi dengan rutin atau sebanyak dua kali sehari. Untuk sikat gigi, sebaiknya pilih sikat gigi dengan pegangan yang panjang, kepala sikat yang kecil, sikat lembut dan ujung sikat bulat. Anda harus mengganti sikat gigi setiap 10-12 minggu sekali atau hingga bentuk sikat tidak baik. Untuk pasta gigi, sebaiknya pilihlah pasta gigi yang bebas fluoride, serta aman jika tertelan. Pasalnya, bayi belum bisa meludah.

Hematoma Pada Gusi

Saat bayi tumbuh gigi, tidak menutup kemungkinan bayi mengalami pendarahan pada bagian bawah gusi. Ciri-ciri dari masalah ini yaitu terdapat gumpalan berwarna kemerahan pada gusi bayi bagian bawah. Akan tetapi, anda jangan terlalu khawatir. Pasalnya, keadaan ini dapat segera sembuh dengan cara mengompresnya dengan menggunakan es batu yang sudah dibungkus dengan kain kecil.

Rewel

Pada saat giginya tumbuh dan menekan area gusinya, maka si kecil akan merasakan sakit dan tidak nyaman. Akibat dari keadaan ini si kecil bisa saja menjadi lebih mudah rewel. Anda harus mengerti akan kesakitan yang dialami oleh si kecil. Apabila si kecil terus menerus menangis, maka anda bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa sakit dengan mengajaknya bermain atau memberikannya mainan untuk digigit.

Perawatan Gigi Pada Bayi

Meskipun giginya belum lengkap, tetapi penting untuk melakukan perawatan yang dimulai sejak dini, bahkan sejak gigi pertama bayi tumbuh.

  • Waktu yang tepat membersihkan gigi bayi yaitu setelah selesai makan atau sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi khusus bayi dengan sikat yang lembut. Gunakan pula sedikit pasta gigi khusus bayi.
  • Hindari membiasakan memberi makanan yang manis manis pada bayi. Pasalnya, gula yang tertinggal dapat meningkatkan risiko karies gigi.
  • Selain itu, hindari pula kebiasaan membiarkan botol susu bayi tetap berada pada mulut saat ia tertidur.

Itulah beberapa masalah saat bayi tumbuh gigi. Beberapa keadaan perlu anda waspadai, bawa si kecil ke dokter apabila si kecil mengalami demam lebih dari temperatur 38,3 derajat Celcius dan demam berlangsung lebih dari 1 hari, bayi sering menarik telinga, mengalami diare pada bayi, gigi pertama si kecil belum tumbuh saat usinya 12 bulan, terlihat tanda adanya kerusakan gigi, ditemukan kelainan pada rahang atau mulut bayi, gigi permanen anak tumbuh saat gigi susu belum tanggal.

Stimulasi Agar Anak Lancar Belajar Berbicara – Proses belajar berbicara anak akan menjadi lancar dengan dibarengi stimulasi. Beberapa stimulasi diketahui dapat membantu proses belajar anak.

Setiap anak memiliki kemampuan perkembangan berbicara yang berbeda-beda. Beberapa anak mengalami perkembangan bicara yang cepat, namun beberapa anak yang lainnya mengalami perkembangan berbicara yang lambat. Bahkan untuk membantu mereka berbicara dibutuhkan stimulasi yang berulang-ulang.

Berdasarkan penelitian, anak sudah mulai belajar berbicara saat usianya 7 bulan. Meskipun setiap anak memiliki perkembangan berbicara yang berbeda, tetapi tidak ada salahnya jika anda memberikan stimulasi untuk memperlancar proses bicara anak.

Stimulasi Untuk Memperlancar Anak Berbicara

Beberapa stimulasi mudah dan sederhana dapat anda lakukan bersama dengan si kecil sambil bermain seperti berikut ini. (baca juga: Stimulasi Melatih Bayi Merangkak)

Stimulasi Agar Anak Lancar Belajar Berbicara

Meminta Pendapat Si Kecil

Pada saat anda mengajak berbicara pada anak anda, maka anda dapat memberikan jeda pada si kecil agar ia dapat membalas kata-kata yang anda lontarkan untuknya. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan pada anak anda tentang ritme percakapan. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mendorong si kecil agar berpartisipasi. Meskipun si kecil belum bisa berbicara, tetapi si kecil dapat membalasnya dengan gumaman. Anda juga harus merespon hal tersebut.

Baca Buku Bersama

Membaca buku bersama dengan si kecil merupakan stimulasi yang tepat dan dapat anda lakukan untuk memperlancar proses belajar bicara anak anda. Banyak hal yang dapat dipelajari dari stimulasi seperti ini. Berdasarkan penelitian menyatakan, bahwa anak-anak belajar dengan mendengar, maka akan banyak kata yang baru dan berbeda yang ia dapatkan. Tidak hanya itu, si kecil pun akan belajar untuk mengaitkan antara ojek dengan kata. Pada saat memberikan stimulasi dengan membaca bersama, maka si kecil akan belajar untuk membuka halaman dan memegang buku. Anak anda akan belajar mengenai pola membaca yang bermanfaat kelak di masa depan.

Matikan Televisi

Sebaiknya matikan televisi saat anda mengobrol atau berbicara dengan anak anda. Suara bising dari tv, beserta dengan gambar yang ditampilkan akan memperpendek waktu mengobrol anak bersama dengan orangtua. Selain itu, waktu bermain anak pun akan menjadi singkat. Matikan tv dan habiskan waktu dengan mengobrol bersama dengan si kecil.

Bicara dengan Bahasa yang Baik dan Benar

Penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi dengan bicara menggunakan bahasa yang baik dan benar. Anak belajar dengan meniru kata-kata dari orang yang ada di dekatnya. Anda dapat berbicara pada si kecil dengan bahasa yang seharusnya, hindari meniru gaya bahasa si kecil atau mencadelkannya. Karena hal seperti ini justru hanya akan membuat si kecil merasa bingung. Anda harus menggunakan intonasi yang lembut. Hindari mengucapkan kata-kata kasar atau kotor karena dapat terekam dalam memori si kecil.

Ajak Anak Bernyanyi

Ajaklah si kecil untuk bernyanyi. Anda dapat menyanyikan lagu anak-anak yang riang dan memiliki syair yang pendek. Nyanyikan lagu tersebut secara berulang agar mudah diingat oleh si kecil. Pastikan bahasanya sederhana agar mudah ditiru.

Ajukan Pertanyaan

Ajukan pertanyaan pada si kecil. Ajukan pertanyaan yang berupa pilihan. Tanyakan padanya apakah ia ingin buah jeruk atau pisang. Jika anak anda tidak menjawabnya, namun hanya menunjuknya, maka sebaiknya jangan memberikan apa yang diinginkan. Anda dapat mengatakan padanya akan buah atau benda yang dipilihnya. Dengan seperti ini maka kosakatanya akan semakin bertambah, bahkan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat si kecil menjawab pertanyaan anda.

Ajak Anak Berbicara Pada Suasana yang Menyenangkan

Agar lebih mudah untuk dimengerti, maka anda dapat mengajak berbicara atau mengobrol si kecil pada suasana menyenangkan. Sebagai contoh, jika anda berbicara mengenai hujan, maka anda bisa memperbolehkan si kecil untuk menadahkan tangannya merasakan air hujan. Selain itu, anda juga bisa menyanyikan lagu-lagu tentang hujan. Dengan seperti ini, kemampuan bicara anak anda akan semakin terasah.

Berikan Pujian Pada Anak

Pada saat anak anda telah berhasil mengucapkan kosa kata, meskipun kosa kata yang diucapkan sederhana, maka anda bisa tetap memberikan pujian. Dengan seperti itu anak anda akan merasa dihargai, sehingga ia akan berusaha untuk mengeluarkan kosa kata yang lainnya.

Itulah beberapa stimulasi yang dapat anda lakukan agar proses belajar berbicara anak menjadi lancar. Namun, jika anak anda mengalami keterlambatan berbicara, sebagai orangtua anda harus lebih tanggap.
Sebelum anda menyatakan si kecil mengalami keterlambatan berbicara, penting mengetahui tahapan berbicara normal yang dilalui oleh seorang anak seperti berikut:

  • Usia 1 sampai 6 bulan : Dapat merespon suara orang lain dengan bergumam atau bunyi yang lainnya yang di keluarkan.
  • Usia 6 sampai 9 bulan: Bayi dapat mengoceh atau bisa disebut dengan bahasa bayi.
  • Usia 10 sampai 11 bulan: Dapat mengikuti suara orang lain. Ia dapat berbicara “mama” atau “papa” tanpa tujuan.
  • Usia 12 bulan: Berbicara “mama” atau “papa” dengan tujuan, atau mengikuti 2 sampai 3 kata.
  • Usia 13 sampai 15 bulan: Anak dapat berbicara 4 sampai 7 kata, namun isi dari pembicaraan anak belum dapat dimengerti.
  • Usia 16 sampai 18 bulan: Anak dapat berbicara 10 kata dan ia dapat mengulang kata yang diucapkan oleh oranglain.
  • Usia 19 sampai 21 bulan: Anak sudah mampu berbicara 20 kata dan bicaranya sudah mulai dimengerti orang lain.
  • Usia 22 sampai 24 bulan: Anak mampu berbicara 50 kata, ia mampu membuat kalimat dengan 2 buah kata. Sebagian kalimatnya dapat dimengerti oleh orang lain.
  • Usia 2 sampai 2,5 tahun: Anak mampu berbicara lebih dari 400 kata, termasuk nama. Ia dapat membuat kalimat dengan 2-3 kata. Isi pembicaraan anak sudah mulai dapat dimengerti.
  • Usia 2,5 sampai 3 tahun : Anak mengetahui usia dan jenis kelamin. Ia sudah mampu menghitung sampai dengan 3. Menggunakan 3-5 kata dalam satu kalimat, serta isi pembicaraannya sudah mulai dimengerti.
  • Usia 3 sampai 4 tahun : Dalam setiap kalimat ia menggunakan 3 sampai 6 huruf. Ia sudah mampu membentuk kalimat tanya dan membuat cerita.
  • Usia 4 sampai 5 tahun : Dalam setiap kalimat ia menggunakan 6 sampai 8 huruf, ia sudah mengenali warna dan sudah mampu menghitung sampai angka 10.

Hal yang Harus Dilakukan Jika Anak Terlambat Berbicara

Beberapa hal harus anda perhatikan apabila anak anda mengalami keterlambatan berbicara seperti berikut:

  • Segera konsultasikan pada dokter mengenai apa yang seharusnya dikuasai oleh si kecil pada usianya tersebut.
  • Jangan terlalu lama membiarkan anak anda menonton TV. Pasalnya, hal ini dapat berdampak tidak baik pada perkembangan anak. Ketika si kecil sedang menonton TV, maka ia akan merasa nyaman. Tayangan gambar yang bergerak dan penuh warna akan memanjakan matanya. Dengan seperti itu, maka anak akan kurang tertarik terhadap obyek yang statis dan kurang berwarna yang berada pada lingkungan di sekitarnya. Akibat dari keadaan ini, anak akan menjadi kurang peka, serta kurang fokus pada saat berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan yang dibutuhkan oleh si kecil agar dapat mengadopsi kata-kata yang diucapkan oleh orang lain yaitu dengan cara meniru. Dalam proses ini diperlukan keaktifan, sensitifitas dan konsentrasi.
  • Anda harus tetap memberikan stimulasi pada anak anda. Selalu stimulasi dengan mengajaknya berkomunikasi dengan cara berkomunikasi dengan bayi yang benar meskipun ia belum dapat berbicara dengan baik. Apabila anda dengan intens mengajak si kecil berbicara, maka kosa kata yang dimiliki anak akan semakin banyak.
  • Sediakan waktu agar anak anda dapat berinteraksi dengan teman yang usianya sebaya. Dengan hal seperti ini maka anak anda akan terangsang, ia akan termotivasi untuk belajar berbicara. Pasalnya bermain dengan anak-anak yang lainnya membutuhkan kemampuan komunikasi verbal.
    Ajarkan kata yang jelas pada anak anda dengan intonasi, bentuk bibir dan mulut saat mengucapkannya.