Susu Formula Menyebabkan Obesitas Pada Bayi – Susu formula memang menjadi salah satu solusi bagi para orang tua yang mengalami ASI tidak lancar. Pemberian susu formula kerap kali dilakukan oleh orang tua yang ingin memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang instan. Tapi, tahukah Anda bahwa susu formula menyebabkan obesitas pada bayi? Yuk kita simak saja penjelasannya berikut ini!

Dengan segala kepraktisan yang saat ini menjadi hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang. Hal ini membuat para orang tua juga melakukan hal yang cukup instan dalam berbagai hal termasuk mengurus bayinya. Sekarang ini, para orang tua semakin terbuai dengan memberikan susu formula kepada bayinya agar tidak terlalu repot. Padahal memberikan susu formula pada bayi dengan kadar yang berlebih justru akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh si kecil.

Ada hal yang perlu Anda tahu bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula ternyata rentan mengalami kelebihan berat badan pada bayi terutama ketika si kecil menginjak usia 5 tahun. Kondisi ini tentunya sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang meunjukkan bahwa semakin bertambahnya usia si kecil, semakin bertambah juga berat badan pada si kecil. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan membuat bayi rentan mengalami berbagai penyakit. Baca juga: 10 Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi Yang Wajib Diketahui

Kaitan Antara Susu Formula Dengan Obesitas

susu formula menyebabkan obesitas pada bayi

Anggapan bahwa susu formula menyebabkan obesitas pada bayi memang sangat benar adanya. Hal ini tentunya sesuai juga dengan data-data yang ada di WHO ataupun Kementerian Kesehatan RI yang merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Akan tetapi, ada beberapa bayi yang mungkin tidak diberikan ASI karena berbagai faktor tertentu. Faktor-faktor tersebut diantaranya ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak ingin menyusu bahkan ada juga ibu yang tidak ingin menyusui bayinya. Jika kondisinya sudah seperti itu, maka orang tua akhirnya mencari alternatif yang cukup mudah yaitu pemberian susu formula.

Terlepas dari kondisi tersebut tentunya ini menjadi hal yang perlu dipertimbangkan karena pemberian susu formula dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi. Kelebihan berat badan pada bayi tentunya bukan tanpa sebab, melainkan konsumsi susu formula yang berlebihan. Dapat disimpulkan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula memiliki peluang lebih besar mengalami kegemukan. Lihat juga: Menu Makanan Bayi Agar Cerdas Untuk Diberikan Kepada Si Kecil

Penelitian Antara Susu Formula Dengan Obesitas

Seperti sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris yang menunjukkan bahwa bayi yang mengonsumsi kalori secara berlebihan dapat mengalami penambahan berat badan. Penelitian yang menunjukkan bahwa sekitar 20% orang dewasa yang menderita obesitas disebabkan oleh kelebihan gizi dan juga nutrisi ketika mereka masih bayi. Selain itu, penelitian membuktikan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula diperkaya dengan asupan vitamin, potein dan juga nutrisi lainnya yang memamng dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Akibatnya, jika asupan protein, vitamin dan juga gizi didapatkan secara berlebihan ketika sedang bayi. Maka tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami penumpukan lemak sebanyak 22% hingga 38%. Hal ini tentunya ketika si kecil sudah menginjak usia 5 sampai 8 tahun dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi ASI.

Para ahli tentunya telah mewanti-wanti bahwa dalam memberikan gizi dan juga nutrisi harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang sesuai. Pemberian susu formula dengan kadar nutrisi yang tinggi sebenarnya direkomendasikan untuk bayi yang kekurangan berat badan atau bayi yang lahir prematur. Para peneliti juga telah menemukan bahwa sejumlah bayi yang lahir di beberapa rumah sakit seperti Cambridge, Leicester, Glasglow dan juga Nottingham. Para ibu tentunya tidak tahu jenis susu formula yang dikonsumsi oleh bayi mereka. Apakah termasuk pada susu berstandar ataukah tidak.

Susu Formula Kelebihan Berat Badan Dibandingkan Dengan ASI

Jika dikaitkan lebih jauh, susu formula memang dipercaya dapat menyebabkan kelebihan berat badan pada bayi. Beberapa kaitan antara susu formula dengan kelebihan berat badan bayi akan kami sajikan berikut ini:

1. Susu formula mengandung protein dan lemak

Kaitan pertama yang menyebabkan susu formula rentan kelebihan berat badan dikarenakan susu formula mengandung lemak dan juga protein. Selain itu, susu formua mengandung tinggi lemak, protein dan juga tinggi gula. Kandungan tersebut tentunya menyebabkan bayi kelebihan asupan kalori sehingga sangat rentan mengalami kelebihan berat badan.

Susu formula yang dikonsumsi oleh bayi sekitar 70% akan menyebabkan lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi ASI pada usia 3-6 bulan. Hal ini tentunya tidak cukup baik karena asupan protein yang sangat tinggi sehingga akan merangsang pelepasan hormon insulin lebih banyak. Akibatnya, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penumpukan lemak yang lebih banyak pada tubuh bayi.

2. Formula lebih mudah untuk dikonsumsi oleh bayi

Kaitan kedua yang dapat dijadikan sebagai kaitan antara susu formula dengan bayi yang obesitas dikarenakan susu formula mungkin lebih mudah untuk dikonsumsi oleh bayi. Tidak seperti ASI, susu formula lebih mudah untuk diberikan sehingga ia juga mengonsumsi susu formula dalam takaran yang lebih banyak. Dengan begitu, bayi tidak memiliki kendali yang cukup baik dalam mengisap botol susu sehingga asupan susu akan lebih banyak.

Susu formula yang diberikan kepada bayi akan lebih berpengaruh terhadap nafsu makan bayi tersebut pada saat nantinya. Sedangkan, bayi yang mendapatkan ASI harus bekerja lebih keras agar mendapatkan ASI lebih banyak. Selain itu, bayi juga bisa membatasi sendiri ASI yang didapatkan dari ibunya sehingga bayi akan lebih mudah untuk dikontrol nafsu makannya.

3. Susu formula dapat meningkatkan nafsu makan bayi

Selain mudah dikonsumsi, susu formula juga ternyata dapat meningkatkan nafsu makan bayi sehingga bayi tidak akan terkontrol nafsu makannya tersebut. Hal ini juga menyebabkan bayi yang mengonsumsi susu formula akan kurang sensitif terhadap leptin di kemudian hari.

Seperti yang kita tahu bahwa leptin ialah salah satu hormon yang dapat mengatur nafsu makan dan juga lemak di dalam tubuh. Kurangnya sensitivitas pada tubuh terhadap leptin tentunya dapat membuat nafsu makan bayi menjadi lebih besar sehingga akan menyebabkan bayi makan yang berlebihan. Hingga pada akhirnya bayi akan mengalami kelebihan berat badan ataupun obesitas.

Memberikan ASI pada bayi dipercaya dapat memberikan dampak yang positif terhadap kadar leptin selama dalam masa bayi dan juga balita. Kondisi ini tentunya membuat bayi lebih kenal dengan rasa lapar dan juga kenyang di dalam tubuhnya. Dengan begitu, ia akan bisa mengatur sendiri asupan makanan agar tidak dikonsumsi secara berlebihan.

4. Bayi lebih memiliki dorongan untuk menghabiskan susu

Saat mendapatkan susu formula yang ada pada botol, inilah kondisi dimana bayi akan memiliki dorongan yang lebih kuat. Tentunya dalam hal menghabiskan susu di dalam botolnya tersebut. Hal ini tentunya berhubungan pula dengan ibu yang lebih merujuk pada petunjuk pemberian di dalam kemasan. Pastinya, disesuaikan dengan usia bayi. Petunjuk yang ada pada kemasan tersebut tentunya mendorong para orang tua juga untuk mematuhi instruksi tersebut meskipun sebenarnya bayi belum memerlukannya hingga sebanyak itu.

Kaitan antara bayi yang obesitas dan juga susu formula memang sangat berkaitan. Hal ini tentunya menjadi tugas yang cukup besar bagi kita untuk tidak memaksakan diri dalam memberikan susu formula pada bayi Anda. Itulah beberapa alasan dan juga kaitan antara susu formula menyebabkan obesitas pada bayi. Semoga bermanfaat!

Makanan Pelancar ASI – ASI yang lancar memang ditentukan pula oleh asupan makanan yang bergizi dan juga bernutrisi. Seorang ibu hamil perlu memperhatikan menu makanan harian yang akan ia konsumsi setiap harinya. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk memilih menu makanan yang bervariasi agar dapat memperlancar produksi ASI.

Memiliki produksi ASI yang berlimpah tentunya keinginan setiap ibu menyusui. Produksi ASI yang lancar dan juga berlimpah tentunya dapat membuat seorang wanita merasa bangga akan dirinya. Terlebih ketika  memberikan ASI kepada bayinya tersebut. Namun, tidak semua ibu hamil memiliki ASI yang berlimpah pasca melahirkan.

Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan bayi seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Faktanya, memberikan ASI kepada si kecil memang sudah menjadi kewajiban seorang ibu. Akan tetapi, bagaimana jika ibu hamil tersebut tidak memiliki produksi ASI yang cukup untuk diberikan kepada bayinya? Tentunya, pertanyaan tersebut muncul seiring dengan pernyataan bahwa menyusui bayi adalah sebuah keharusan.

Tentunya, Anda tidak akan berdiam diri dan juga menerima akan kondisi tersebut, bukan? Banyak hal-hal yang memang dapat Anda lakukan untuk membuat produksi ASI menjadi semakin lancar. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan menjaga asupan makanan pelancar ASI untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Tips Merawat Bayi BBLR Di Rumah Yang Paling Mudah

Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui

makanan pelancar ASI

Makanan memang memiliki peranan penting di dalam hidup kita. Untuk itu, Anda jangan menyepelekan akan khasiat dan juga manfaat yang berasal dari makanan. Makanan yang kita konsumsi tentunya ikut menentukan kondisi tubuh kita, terutama bagi seorang ibu hamil.

Makanan pelancar ASI memang sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita tidak menyadari akan manfaat yang dapat kita ambil dari makanan jenis tertentu. Perlu Anda tahu bahwa makanan pelancar ASI yang paling banyak ialah makanan yang memiliki senyawa galaktogogus. Lihat Juga: Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Lantas, apa yang dimaksud dengan senyawa galaktogogus? Barangkali, istilah ini memanng sangat jarang didengar oleh kita, namun tentunya Anda harus mengetahui definisi akan istilah tersebut terutama bagi ibu menyusui. Senyawa galaktogogus ialah sebuah zat atau senyawa yang dapat merangsang produksi ASI di dalam tubuh ibu menyusui.

Oleh karena itu, pastikan Anda untuk mengonsumsi jenis makanan yang mengandung senyawa galaktogogus dari beberapa jenis makanan berikut ini:

1. Beras merah

Salah satu jenis makanan yang terkenal akan senyawa galaktogogus ialah beras merah. Beras merah memang sangat dikenal baik untuk melancarkan produksi ASI. Selain itu, beras merah juga dapat memulihkan wanita pasca melahirkan.

Memasukkan beras merah ke dalam menu makanan ibu menyusui memang sangat dianjurkan. Anda dapat dengan mudah mengonsumsi beras merah sebagai pengganti beras putih pada menu makanan harian Anda. Beras berah juga dapat menstabilkan gula darah di dalam darah dan meningkatkan nafsu makan ibu menyusui.

2. Wortel

Sayuran yang satu ini tidaklah susah untuk kita dapatkan. Seperti yang kita tahu bahwa wortel mengandung vitamin A yang memang sangat baik utnuk mata kita. Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui. Wortel memiliki manfaat dan juga kandungan zat yang hampir sama dengan bayam.

Dengan kandungan vitam A yang cukup tinggi pada wortel tentunya dipercaya dapat melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Ibu menyusui tentunay dapat membuat sop dan juga jus wortel pada saat sarapan dan juga makan siang, Alangkah baik untuk dikonsumsi setiap hari.

3. Bayam dan buah bit

Seperti yang sudah dijelaskan di aas, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada bayam memang sama wortel. Begitupula dengan kandungan yang terdapat pada buah bit seperti asam folat, zat besi dan juga kalsium. Kedua makanan ini memiliki potensi yang cukup besar untuk mempelancar produksi ASI pada ibu menyusui.

Bayam mengandung senyawa yang dapat mencegah terjadinya kanker payudara. Dengan mengonsumsi kedua bahan makanan ini tentunya Anda akan mendapatkan hasil yang luar biasa dalam produksi ASI.

4. Labu

makanan pelancar ASI

Labu memang termasuk ke dalam sayuran yang tidak memiliki banyak penikmat akan rasa yang cukup khas. Labu yang biasa kita temukan di pasar tenyata dapat membantu menstabilkan kadar gula di dalam darah. Selain itu, hal yang perlu Anda ingat bahwa labu sebagai ASI booster alami yang dapat meningkatkan kualitas dan juga kuantitas ASI pada ibu menyusui. Anda tentunya dapat membuat labu dengan varian menu seperti puding, kolak dan juga varian lainnya.

5. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan tentunya memiliki kandungan protein dan juga zat besi dalam kadar yang cukup banyak. Mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari seperti kacang merah, hitam, almond dan juga jenis kacang lainnya terbukati dapat membuat produksi ASi menjadi lancar. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengonsumsi kacang-kacangan pada menu makanan Anda.

6. Daun katuk

Daun katuk yang memiliki kandungan fosfor, kalium dan juga protein memang sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun katuk memang dikenal sebagai makanan pelancar ASI yang wajib dikonsumsi oleh ibu pasca melahirkan. Seperti penelitian yang dilakukan di Yogyakarta pada tahun 2004 menyatakan bahwa daun katuk memiliki potensi sekitar 50% dari volume ASI. Daun katuk dapat diolah menjadi sayur bening yang dapat Anda konsumsi setiap hari juga dapat ditambah dengan jagung.

7. Daun pepaya

Rasa khas yang dimiliki oleh daun pepaya memang membuat pepaya jarang dilirik oleh sebagian besar orang. Daun pepaya dengan rasa pahitnya tersebut ternyata memiliki khasiat untuk melancarkan produksi ASI. Mengolah daun pepaya memang susah-susah gampang. Jika dilakukan dengan cara yang tepat mengonsumsi buah pepaya justru tidak akan menghasilkan rasa pahit. Anda dapat membuat olahan daun pepaya dengan varian menu makanan seperti urab, lalap dan juga tumis.

8. Pare

Selain daun pepaya, sayuran dengan rasa pahit yang khas untuk melancarkan ASI ialah pare. Tidak disangka bahwa pare memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C dan juga antioksidan yang tinggi. Buah pare juga memiliki khasiat untuk mencegah penyakit diabetes melitus serta menurunkan kadar gula di dalam darah. Mengonsumsi pare berarti Anda melakukan sedikit langkah untuk mencegah kanker payudara, cacing usus dan juga virus yang sewaktu-waktu dapat menyerang manusia.

9. Asparagus

makanan pelancar ASI

Makanan yang jarang ditemui ini ternyata tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Selain digunakan untuk menu diet, asparagus juga memang sangat baik untuk ibu menyusui. Kandungan asam folat yang tinggi tentunya dapat membuat tubuh menjadi lebih baik serta dapat membuat si kecil menjadi lebih sehat. Anda dapat membuat menu masakan dari asparagus dengan membuatnya menjadi sup yang dapat Anda konsumsi ketika makan siang dan juga makan malam.

10. Edamame

Jika Anda menemukan jenis kacang ini tentunya Anda jangan melewatkannya begitu saja. Kandungan di dalam edamame memang terbukti bagus untuk melancarkan produksi ASI. Jenis makanan ini mengandung zat dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin K, fosfor, magnesium, kalium dan ribonflavin. Untuk itu, sangat mudah untuk mengonsumsi menu makanan ini sebagai cemilan dengan cara direbus terlebih dahulu.

11. Buah pepaya

Tidak ada keraguan lagi akan manfaat dan juga khasiat yang akan didapatkan oleh ibu hamil dari buah yang satu ini. Buah yang memiliki vitamin C yang cukup banyak ini terbukti dapat membuat produksi ASI menjadi lebih lancar. Buah pepaya telah digunakan sebagai obat penenang alami sebagai makanan pelancar ASI. Olahan buah pepaya memang sangat mudah, Anda dapat memakannya secara langsung dan juga dapat direbus agar tekstur buah pepaya menjadi lebih lembut.

12. Buncis

Sayur yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar ibu ini memang memiliki kandungan vitamin B-kompleks, kalsium dan juga serat pangan yang sangat banyak. Tidak heran jika buah ini sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Olahan makanan dari buncis tentunya sangat bervariatif, Anda dapat membuat tumis, lalap, atau rendam dan juga rebus buncis untuk dinikmati sebagai salad.

13. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini ternyata memiliki kandungan senyawa galaktogogus yang mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Bawang putih dianggap sebagai jenis makanan pelancar ASI terbaik. Mengonsumsi bawang putih di dalam masakan dan sayur tentu sering kita dapatkan. Untuk itu, jangan membuang irisan bawang putih yang ada pada masakan terlebih ketika Anda sedang menyusui.

14. Salmon

makanan pelancar ASI

Tidak hanya sayur dan juga buah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Jenis ikan pun tentunya memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya bagi kesehatan manusia. Kandungan omega-3 dan juga EFA yang terdapat pada salmon memang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Kedua kandungan tersebut tentunya dapat meningkatkan produksi hormon laktasi sehingga dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. Anda dapat merebus dan juga memanggang salmon sesuai dengan selera ibu menyusui.

15. Almond

Salah satu jenis kacang yang kaya akan kandungan vitamin E dan juga Omega-3 dimiliki oleh kacang almond. Seperti yang kita tahu bahwa omega-3 dapat meningkatkan hormon yang paling penting untuk meningkatkan produksi ASI. Sedangkan vitamin E dapat menyembuhkan gatal-gatal pasca melahirkan. Tentunya, Anda dapat menjadikan kacang almond dengan dimakan secara langsung atau juga diolah kembali menjadi menu makanan lain.

16. Paha ayam

Ayam memang sering kita konsumsi menjadi menu makanan kita sehari-hari. Akan tetapi, bagian ayam yang paling kaya akan kandungan zat besi dan juga kalsium dapat melancarkan produksi ASI. Paha ayam terbukti dapat meningkatkan sistem saraf dan juga meningkatkan kekebalan tubuh pada ibu menyusui. Anda dapat mengolah paha ayam menjadi berbagai olahan masakan.

17. Ubi jalar

Salah satu umbi-umbian yang sangat kaya akan sumber kalium yang tinggi ialah ubi jalar. Selain itu, ubi jalar juga mengandung vitamin C dan juga B-kompleks serta senyawa relaksan otot yang diperlukan sebagai penghasil energi untuk melawan kelelahan pada ibu menyusui.

18. Daun kemangi

Daun yang memiliki aroma yang khas ini tentunya  dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kemangi yang memang sangat sering kita temui ini tentunya jangan diabaikan begitu saja. Daun kemangi memiliki khasiat untuk menenangkan pada ibu menyusui. Anda juga dapat menikmati daun kemangi sebagai lalap dan juga tambahan pada salah satu menu masakan seperti pecel dan juga pepes.

19. Buah semangka

Buah dengan kandungan air yang cukup tinggi tentu didapatkan oleh buah ini. Buah semangka yang mengandung vitamin A ini tentunya dapat memenuhi kebutuhan harian ibu menyusui. kadar air yang cukup tinggi pada semangka dapat menjaga produksi ASI tetap lancar dan juga banyak. Selain itu, kandungan asam folat, kalium, vitamin A dan C dapat memenuhi cairan tubuh terutama ketika sedang menyusui.

20. Kacang hijau

Jenis kacang yang satu ini memang tidak dapat diabaikan lagi akan manfaat dan juga khasiatnya. Selain itu, kacang hijau dapat memicu hormon oksitosin yang dapat mengeluarkan ASI menjadi lebih banyak. Kacang hijau memiliki kandungan vitamin B1 dan juga kadar tiamin yang dapat mengubah karbohidrat menjadi energi. Hal ini dikarenakan asupan gizi dan juga nutrisi pada ibu hamil lebih banyak dibandingkan saat hamil.

21. Oatmeal

Makanan yang biasanya dijadikan sebagai menu makanan diet, ternyata dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Oatmeal biasanya dikonsumsi pada saat sarapan dipagi hari. Selain meningkatkan produksi ASI, oatmeal juga mengandung serat yang dibutuhkan ibu hamil untuk meningkatkan produksi ASI. Oatmela tentunya memiliki kandungan kalori yang cukup banyak sehingga dapat dijadikan sebagai menu makanan Anda sehari-hari. Oatmeal tentunya dapat disajikan dengan berbagai varian sesui dengan selera ibu menyusui.

22. Aprikot

makanan pelancar ASI

Aprikot merupakan jenis buah yang dapat melancarkan produksi ASI juga dapat dijadikan sebagai penambah pasokan ASI. Terdapat beberapa perubahan pada hormon saat sedang hamil. Aprikot yang kaya akan serat dan juga kalsium dapat membantu menormalkan perubahan hormon tersebut.

23. Jintan hitam

Biji jintan hitam dipercaya dapat membakar lemak yang ada pada tubuh. jintan hitam juga dipercaya dapat meningkatkan produksi dan juga jumlah ASI pada payudara ibu menyusui. Selain itu, jintan hitam dapat mencegah terjadinya iritasi pada pencernaan. Jintan hitam merupakan makanan pelancar ASI yang paling tepat Anda konsumsi. Anda juga dapat menambahkan jintan hitam pada susu atau jenis minuman lainnya.

24. Wijen

Wijen diyakini sebagai booster alami yang paling bagus dan juga sebagai sumber kalsium. Setidaknya Anda dapat mencampurkan biji wijen ke dalam susu, almond atau gula. Anda tentunya dapat mengonsumsi wijen dalam jumlah yang terbatas.

25. Buah pisang

Buah pisang dapat dijadikan sebagai menu makanan yang memang terbukti sebagai penambah ASI. Pisang tentunya banyak ditemukan diberbagai daerah sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya. Buah ini memang mengandung vitamin C dan juga asam folat sehingga dapat meningkatkan produksi ASI dengan cepat.

26. Biji Adas

Biji yang biasa digunakan sebagai bumbu, obat herbal dan juga tambahan minuman ternyata memiliki kandungan yang dapat menambah produksi ASI pada ibu menyusui. Tentunya, biji adas dapat diolah dengan cara ditambahkan ke dalam minuman. Biji adas juga dapat ditemukan di perkampungan dan juga pedesaan.

Menjaga ASI tetap lancar tentunya menjadi sebuah keharusan bagi  Anda. Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan si kecil. Demikianlah beberapa makanan pelancar ASI yang dapat Anda konsumsi setiap harinya. Semoga bermanfaat!

Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar – Bentuk dan ukuran payudara pada masing-masing perempuan akan tentu berbeda-beda. Keberagaman inilah yang membuat perempuan memang terlihat sempurna dan begitu unik. Namun demikian, apapun ukuran dan bentuk payudara yang anda miliki. Anda akan tetap dapat memberikan ASI atau menyusui si kecil dengan baik. Termasuk untuk anda yang memiliki payudara dengan ukuran yang besar. Mari simak tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar dibawah ini.
Memiliki ukuran payudara yang besar mungkin menuai sedikit kekhawatiran pada beberapa wanita. Terutama pada saat dihadapkan pada kegiatan menyusui si buah hati. Hal ini membuat mereka khawatir bahwa si kecil akan mungkin mudah tersedak. Atau mungkin karena beberapa alasan lain si kecil akan mungkin terhimpit pada saat menyusui.
Hal inilah yang pada akhirnya membuat ibu yang memiliki ukuran payudara yang besar mengalami banyak kekhawatiran. Namun demikian apapun ukuran payudara anda, sebenarnya seorang ibu akan dapat memberikan ASI pada si kecil dengan baik.  Mari kita simak beberapa tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar. Ingin tahu seperti apa? Simak
informasinya dibawah ini.  Baca juga: Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya?
Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Untuk anda yang memiliki ukuran payudara yang cenderung lebih besar. Maka anda tak perlu khawatir dengan masalah ini. Sebab beberapa tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar dibawah ini akan membantu anda melakukannya.

Topang Payudara Selama Menyusui

Payudara dengan ukuran yang lebih besar butuh penopang pada saat menyusui. Hal ini dilakukan agar kegiatan menyusui dapat berlangsung dengan aman dan nyaman untuk si buah hati. Selain itu, tanpa adanya penopangan, biasanya ukuran payudara yang lebih besar akan mudah membuat ibu merasa sakiy punggung.
Maka dari itu pada saat memberikan ASI pada buah hati. Topang payudara dengan kuat. Gunakan tangan atau bantal dibagian pinggir untuk memudahkan anda melakukannya dengan mudah.

Ganjal dengan Bantal

Hal lain yang akan dapat memberikan anda tips nyaman menyusui untuk ibu dengan payudara besar adalah menggunakan bantal. Ketika menyusui, postur tubuh ibu akan cenderung condong ke bafgian depan.
Hal ini dikarenakan beban dari payudara dan bayi. Bila tidak ditopang atau diganjal dengan menggunakan bantal maka mungkin hal ini akan membuat ibu mudah sakit leher.
Bukan hanya itu, ibu pun akan mungkin merasakan kondisi yang tidak nyaman karena pundak yang terasa pegal. Untuk mengatasi kondisi ini maka gunakanlah bantal yang nyaman.

Perhatikan Posisi

Memperhatikan posisi pada saat menyusui pun menjadi hal penting untuk diperhatikan dengan baik. Hal ini dikarenakan berbeda dengan mereka yang memiliki ukuran payudara yang lebih kecil. Ibu dengan payudara yang lebih besar akan cenderung mudah mengalami pegal saat menyusui.
Untuk itu, menemukan posisi menyusui yang tepat akan sangat membantu ibu untuk bisa menyusui si buah hati dengan nyaman. Jadi demikian, meskipun kegiatan menyusui berlangsung lama. Namun kenyamanan ibu tetap terjaga dengan baik.

Perhatikan Saluran Pernapasan Bayi

Pada saat menyusui si kecil baiknya perhatikan dan monitor dengan baik kondisi si kecil. Ukuran payudara ibu yang lebih besar akan mungkin membahayakan untuk si kecil. Bisa jadi karena kurang teliti si kecil terhimpit atau mungkin saluran pernasapannya tertindih bagian payudara ibu. Untuk itu, perhatikan dengan baik masalah ini.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui Saat Puasa – Tidak sedikit ibu menyusui yang ingin ikut menjalankan ibadah puasa saat bulan Ramadhan. Akan tetapi, demi menjaga kesehatan dan terjaganya asupan nutrisi yang baik dari ASI yang diberikan pada si buah hati. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ibu menyusui saat puasa. Ingin tahu seperti apa? Mari simak informasi menariknya dibawah ini.

Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib yang dijalankan oleh umat Muslim. Meski sebenarnya ada ketetapan tertentu sebagai syarat para pelaku wajib puasa. Akan tetapi terkadang, ibu hamil dan ibu menyusui pun selalu ingin ikut andil dalam menjalankan ibadah yang satu ini.

Hanya saja, banyak kekhawatiran yang menyatakan bila puasa akan dapat mempengaruhi asupan gizi pada tubuh ibu. Sehingga kondisi ini bisa mungkin mempengaruhi produksi ASI untuk si kecil.

Namun demikian, bila memang ibu menyusui dalam kondisi yang memadai untuk menjalankan ibadah puasa. Maka ibadah ini akan dapat dilakukan dengan baik. Hanya saja, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama menjalankan ibadah puasa untuk ibu menyusui. Mari simak hal-hal yang harus diperhatikan ibu menyusui saat puasa. Baca juga: Tips Menjaga Nutrisi dan Gizi Anak Selama Berpuasa

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui Saat Puasa

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui Saat Puasa

Demi menjaga produksi ASI dan kualitasnya dengan baik maka ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini tentu dilakukan agar kegiatan memberikan ASI pada si buah hati tidak terhalang atau terkendala. Ingin tahu seperti apa? Mari kita simak hal-hal yang harus diperhatikan ibu menyusui saat puasa.

Memenuhi Kebutuhan Serat Lebih Banyak

Saat puasa dalam masa menyusui, ibu akan ada dalam fase hobi makan. Nah, apalagi saat menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, pada saat menjalankan ibadah puasa sebaiknya asupan makanan yang dikonsumsi tidak dilakukan dengan sembarangan. Tubuh yang menahan lapar selama setengah hari penuh akan mungkin membuat anda merasa kelaparan.

Pada saat buka puasa hal ini akan cenderung membuat ibu mengasup tubuhnya dengan aneka makanan. Bahkan makanan yang kurang sehat pun bisa mereka santap kedalam tubuhnya. Namun hal ini bukanlah pilihan yang baik dilakukan. Daripada mengasup tubuh dengan makanan kurang sehat. Sebaiknya pastikan anda mengasup dengan makanan kaya akan serat.

Sayur dan buah adalah pilihan makanan yang baik yang bisa anda konsumsi selama sahur dan berbuka. Selain itu, nutrisi dan gizi dalam bahan makanan inipun akan dapat membantu anda memberikan gizi yang lebih baik dari ASI berkualitas untuk si kecil.

Dapatkan Istirahat yang Cukup

Ketika menjalankan ibadah puasa, ibu menyusui dianjurkan untuk dapat menjaga kesehatannya dengan baik. Hal ini dikarenakan tubuh yang terlalu lelah dan mendapatkan aktivitas fisik yang banyak akan membuat anda mudah lemas. Hal ini bisa mungkin berpengaruh terhadap produksi ASI yang terhambat. Oleh karenanya, ibu menyusui dianjurkan untuk sedikitnya mendapatkan waktu tidur siang sebanyak 1 sampai 2 jam dalam satu hari.

Tetap Makan 3 Kali Sehari

Demi menjaga produksi ASI dalam tubuh yang terjaga dengan baik. Ibu menyusui dianjurkan untuk dapat menjaga porsi dan waktu makannya dengan baik. Meskipun menjalankan ibadah puasa namun anda tetap dapat mengasup makan sebanyak 3 kali dalam satu hari.

Adapun pembagian makanan ini dapat dilakukan pada saat berbuka, sahur dan sebelum tidur. Dengan begini maka asupan gizi yang cukup akan membuat produksi ASI lancar. Sehingga tumbuh kembang si kecil pun akan dapat terjaga dengan baik.

Manfaat Labu Kuning Untuk Ibu Menyusui – Proses pemberian ASI pada bayi adalah proses pemberian nutrisi paling penting pada bayi. Sebelum cukup umur diberikan makanan pendamping, satu-satunya nutrisi yang didapat si kecil adalah melalui ASI-nya. Oleh karenanya, penting sekali memperhatikan asupan makanan berkualitas pada ibu menyusui. Nah, tahukah anda labu kuning memiliki banyak manfaat yang amat sangat baik untuk ibu menyusui.

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan labu kuning. Salah satu tumbuhan khas yang tumbuh merambat ini memang telah sejak lama dikenal sebagai salah satu buah dengan ukuran besar. Dibeberapa daerah, orang mengenal buah atau satu ini dengan sebutan waluh.

Banyak masyarakat Indonesia memanfaatkan bahan yang satu ini untuk dijadikan olahan makanan. Seperti direbus, disayur, atau bahkan dimakan sebagai kudapan cukup dengan direbus sebentar. Baca juga: Penyebab Bayi Susah Makan dan Hanya Mau Minum Susu

Nah, selain nikmat dijadikan kudapan sehari-hari. Bahan labu kuning pun memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan. Terutama untuk ibu yang masih menyusui buah hatinya. Kandungan dan manfaat dari buah yang satu ini cukup mencengangkan. Ingin tahu seperti apa? Mari simak infromasinya dibawah ini.

Manfaat Labu Kuning Untuk Ibu Menyusui

Manfaat Labu Kuning Untuk Ibu Menyusui

Ada cukup banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh ibu menyusui terkait dengan konsumsi bahan makanan yang satu ini. Selain itu, manfaat labu kuning untuk bayi pun cukup baik.

Hal inilah yang membuat bahan makanan ini cocok dijadikan sebagai makanan. Labu kuning untuk bayi akan sangat baik untuk kesehatannya. Sementara itu, manfaat labu kuning untuk ibu menyusui dapat anda simak dibawah ini. Penasaran seperti apa? Simak informasinya dibawah ini.

Sumber Vitamin

Manfaat pertama yang bisa didapatkan ibu hamil yang mengkonsumsi buah labu kuning adalah vitamin melimpah yang ada didalamnya. Sedikitnya ada tiga jenis vitamin yang terkandung dalam buah yang satu ini. Diantaranya adalah vitamin A, C, dan E. Sebagaimana kita pahami bahwa kandungan vitamin A akan sangat baik dalam menjaga kesehatan mata.

Hal ini tentu akan baik untuk kesehatan ibu menyusui. Dan ketika labu kuning dikonsumsi maka sari vitamin A ini akan pula didapatkan oleh si kecil. Dengan begini kesehatan mata si kecil akan senantiasa terjaga dengan baik.
Sementara itu, dua kandungan vitamin C dan E akan sangat baik untuk tubuh dan kulit anda dan bayi. Kandungan vitamin E akan menjadi bahan alami agar kulit bayi putih. Sementara itu, manfaat dari vitamin C akan baik dalam meningkatkan system imun tubuh ibu dan bayi.

Meningkatkan Kualitas ASI

Mengingat ada cukup banyak kandungan vitamin dan nutrisi dari labu kuning maka ketika anda mengkonsumsi bahan ini akan baik untuk kualitas ASI. Dengan begini maka kesehatan dan tumbuh kembang si kecil akan senantiasa terjaga dengan baik. Sehingga kebutuhan vitamin dan nutrisi si kecil pun akan terpenuhi.

Sumber Energi

Kandungan kalori rendah gula yang terdapat pada labu kuning akan sangat baik anda manfaatkan sebagai makanan penambah energy. Terkadang usai melahirkan dan pada masa menyusui tubuh ibu yang kekurangan vitamin akan terasa lemas. Nah, konsumsi bahan makanan ini akan menjadi sumber energy yang baik untuk anda dan kualitas ASI yang diberikan pada si kecil pun baik.

Melancarkan Sistem Pencernaan

Kandungan serat yang tinggi yang ada pada buah yang satu ini akan sangat baik untuk kesehatan. Salah satunya adalah dengan menjaga system pencernaan dengan baik. Untuk anda yang tengah menyusui dan seringkali mengalami masalah pencernaan. Maka bahan makanan ini akan sangat baik anda konsumsi.