Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi – Saat bayi tumbuh gigi tentunya ada momen dimana sang ibu akan merasakan sakit yang luar biasa dikarenakan puting yang kerap digigit oleh bayi. Meskipun begitu, hal tersebut memang cukup wajah karena bayi mengalami pertumbuhan gigi. Untuk mengatasi hal tersebut, tentunya ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Tips apa saja ya? Yuk kita simak pemaparan kami berikut ini!

Menyusui memang menjadi salah satu aktivitas untuk membangun ikatan batin antara ibu dan juga anak. Bagi ibu yang memberikan air susu kepada bayinya, maka akan terasa lebih lengkap rasanya Anda menjadi seorang ibu dibandingkan dengan bayi yang menggunakan susu formula. Menyusui memang menjadi sarana untuk menyalurkan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi yang berasal dari ibunya. Aktivitas menyusui ini memang menjadi momen yang paling membahagiakan bagi ibu karena momen ini sulit untuk Anda lupakan.

Terlepas dari momen yang menyenangkan tentunya ada beberapa masalah saat si kecil menyusu pada ibunya. Tidak jarang ibu yang merasa kesakitan saat memberikan susu, terlebih saat si kecil menggigit dan juga menarik puting susu. Hal ini tentu tidak jarang membuat ibu merasakan sesuatu yang sangat sulit untuk dijelasakan. Bayi yang sering menggigit puting susu dikarenakan sedang terjadinya pertumbuhan gigi sehingga bayi kerap merasa gatal pada gusi. Tidak heran jika bayi akan menggigit puting ibunya saat menyusui. Baca juga: Benarkah Daun Katuk Memperbanyak ASI? Simak Faktanya Berikut ini!

Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi

tips menyusui saat bayi tumbuh gigi

Hal yang wajar jika bayi tumbuh gigi akan sedikit lebih rewel dari biasanya. Ia akan cenderung sering menangis dari biasanya, terlebih saat ia mengalami demam. Pada bayi yang akan atau sedang tumbuh gigi, maka akan terlihat gysi yang memerah dan juga terlihat bengkak di sekitar mulutnya. Ruam merah ini tentunya tidak akan membuat Anda nyaman, terlebih saat Anda intens dalam memberikan ASI kepada si kecil.

Meskipun begitu, kondisi tersebut ternyata bisa diatasi dengan beberapa tindakan yang tentunya sangat bermanfaat nagi Anda. Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang sedang mengalami tumbuh gigi akan cenderung rewel dan juga mudah menangis. Ia ingin menyusui lebih sering dari biasanya dikarenakan ia mengalami gusi yang gatal. Pada umumnya, gigi tumbuh pada bayi saat menginjak usia 4-7 bulan. Jika Anda saat ini mengalami hal yang sama dengan ibu lainnya yakni sering mengalami puting yang digigit bayi, maka lakukan beberapa hal di bawah ini agar kondisi Anda lebih baik, diantaranya:

Lihat juga: Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal | Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Memijat gusi bayi

Tips pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan memijat gusi bayi. Saat bayi tumbuh gigi tentunya bayi akan merasakan sensasi gatal pada gusi. Untuk itu, Anda memerlukan satu cara khusus untuk membuat agar gusi bayi tidak gatal. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan memijat gusi bayi dengan menggunakan jari Anda. Namun, pastikan jika jari Anda bersih dan sudah dicuci dengan bersih, lalu kemudian basuh dengan menggunakan kassa. Selain itu, Anda dapat melakukan pemijatan pada gusi bayi secara perlahan.

Memijat gusi bayi tentunya bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada gusi bayi agar tidak terlalu gatal. Pada gusi bayi yang bengkak dan juga merah tentunya akan membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga akan cenderung lebih rewel dari biasanya. Untuk itu, dengan memijat gusi bayi secara perlahan, maka akan membuat bayi merasa lebih nyaman dan rasa tersebut akan hilang. Dengan cara tersebut tentunya Anda mengurangi kemungkinan si kecil akan menggigit puting Anda karena rasa gatal sudah berkurang.

Berikan mainan gigitan

Tips kedua yang bisa Anda lakukan yakni dengan memberikan si kecil berupan mainan gigitan. Pada gusi yang gatal tentunya si kecil akan cenderung menggigit sesuatu untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Namun, banyak orang tua yang tidak mengetahui akan fakta yang satu ini. Maka, tidak heran jika bayi akan cenderung menggigit puting ibu saat menyusui. Hal ini dilakukan bayi sebagai satu usaha untuk mengurangi rasa gatal dan juga sakit pada gusi.

Dengan memberikannya mainan gigitan, setidaknya bayi Anda akan merasa lebih nyaman saat giginya mulai tumbuh. Pastikan Anda memberikan mainan gigitan yang kenyal untuk ia gigit sebelum ataupun setelah menyusui. Agar membuat bayi lebih banyak, alangkah baiknya jika Anda mendinginkan terlebih dahulu mainan gigitan tersebut agar bisa memberikan sensai dingin saat bayi menggigitnya. Dengan sensasi dingin tersebut tentunya akan membantu menenangkan rasa sakit dan juga gatal pada gusi si kecil.

Ubah posisi menyusui Anda

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan yakni dengan mengubah posisi Anda saat menyusui. Hal ini dikarenakan posisi menyusui memang menjadi salah satu hal terpenting saat memberikan nutrisi untuk si kecil. Jika pada sebelumnya Anda memiliki posisi yang cukup nyaman, namun dikarenakan puting Anda sering digigit oleh si kecil. Maka, mulailah ubah posisi menyusui Anda dengan harapan gigitan puting oleh bayi akan mudah dihindari.

Dengan mengubah posisi saat menyusui tentu sedikitnya dapat mencegah gigitan puting pada bayi. Hal ini bertujuan untuk mencegan puting yang membengkak saat gigitan si kecil terlalu kuat. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada posisi menyusui yang salah akan lebih banyak gigitan pada puting. Untuk itu, usahakan untuk memilih posisi menyusui yang paling aman sehingga dapat memungkinkan Anda melakukan kontak dengan mata si kecil. Tetapkanlah posisi tersebut jika Anda sudah menemukan posisi yang nyaman saat menyusui. Lakukan berbagai percobaan posisi untuk mendapatkan posisi yang ternyaman saat Anda menyusui.

Menyelipkan jari

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan mencoba untuk menyelipkan jari Anda diantara mulut bayi dan juga puting. Cara yang satu ini yakni untuk membantu mencegah bayi menggigit puting saat Anda menyusui. Cara yang dapat Anda lakukan tentunya cukup mudah, hanya dengan meletakkan jari telunjuk ataupun kelingking Anda ke sudut mulut bayi diantara gusinya tersebut. Selain itu, Anda dapat menyelipkan jari Anda  dan pastikan Anda mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Lalu, alihkan dengan cara menggesernya secara perlahan saat bayi Anda kemungkinan terlihat akan menggigit payudara Anda. Selain itu, Anda juga bisa melepaskan payudara Anda sejenak dari hisapan si kecil agar puting Anda tidak terlalu perih dan juga sakit

Kendalikan respon Anda

Cara yang satu ini tentunya berhubungan dengan ekspresi yang Anda tunjukkan saat bayi menggigit puting Anda. Saat Anda merasakan gigitan di puting Anda, tentunya Anda jangan sampai mengeluarkan respon yang berlebihan dikarenakan sakit yang mungkin Anda rasakan. Akan tetapi, Anda harus menghindarkan diri dari menjauhkan bayi dengan puting Anda secara tiba-tiba. Pasalnya, puting yang digigit dan juga ditarik dengan kencang akan membuat puting semakin sakit.

Meskipun memang cukup sulit menahan reaksi saat puting Anda digigit, namun hal tersebut harus Anda lakukan karena jika tiba-tiba Anda menjauhkan puting dari bayi. Maka, tidak menutup kemungkinan bayi Anda akan kaget dan enggan untuk kembali menyusui. Selain itu, usahakan juga untuk tidak berteriak dengan kencang saat si kecil mulai menggigit puting. Reaksi yang berlebihan yang dtunjukkan oleh Anda tentunya akan mengagetkan si kecil sehingga ia akan mengulang hal tersebut karena ia menganggap bahwa hal tersebut menjadi sebuah permainan yang cukup menyenangkan.

Cara Mengatasi Puting Sakit Saat Menyusui

Sebenarnya hal yang wajar dimana Anda merasakan puting yang sakit saat menyusui. Terlebih saat si kecil sudah mulai tumbuh gigi, maka kondisi ini membuat ibu merasa sedikit tidak nyaman saat menyusui. Namun, kondisi tersebut setidaknya membuat ibu merasa kesakitan sehingga cukup mengganggu momen saat menyusui si kecil. Puting perih, sakit dan juga lecet yang disebabkan oleh gigitan dari si kecil tentunya menjadi kondisi yang banyak dialami oleh ibu menyusui. Banyak sekali ibu yang menggantikan ASI dengan susu formula dikarena ia merasa tidak nyaman saat menyusui.

Jika Anda secara kebetulan mengalami hal tersebut tentunya penting bagi Anda untuk menemukan cara yang tepat agar puting Anda tidak merasa perih dan juga lecet. Berikut ini beberapa cara mengatasi puting  sakit saat Anda menyusui, diantaranya:

Berilah jeda waktu menyusui

Satu hal yang perlu Anda perhatikan yakni dengan memberikan jeda waktu bagi ibu untuk menyusui. Sedini mungkin tentunya kita tahu bahwa puting kita lecet, untuk itu berilah jeda waktu saat Anda menyusui. Anda tentunya dapat memberikan jeda waktu terlebih dahulu sekitar 12 sampai 24 jam untuk beristirahat sejenak tidak menyusui agar penyembuhan puting Anda menjadi lebih cepat. Selama beristirahat, Anda boleh menggantikan ASI dengan menggunakan susu formula. Hal ini tidak lain ialah untuk mempermudah proses penyembuhan puting.

Jika memang puting Anda lecet tentu Anda harus menghentikan pemberian ASI. Jika terus dilakukan, maka kemungkinan besar akan terjadi peradangan ataupun luka semakin parah yang terjadi pada puting dan juga payudara Anda. Jangan sampai keadaan puting Anda bertambah parah karena nantinya saluran susu akan terganggu jika Anda tidak menghentikan pemberian ASI terlebih dahulu.

Air hangat pereda sakit

Anda tentunya dapat mengompres air hangat pada bagian puting yang sakit. Lakukan cara ini secara rutin agar kondisi puting Anda menjadi lebih baik. Selain itu, cara yang bisa Anda lakukan ialah dengan mengoleskan sedikit ASI pada puting baik sebelum maupun sesudah Anda menyusui. Dengan mengoleskan ASI terlebih dahulu pada puting tentunya akan merangsang bayi Anda untuk segera menyusui. Sedangkan mengoleskan ASI setelah menyusui berfungsi sebagai desinfektan yang akan membersikan dan juga menjaga puting dari berbagai kuman penyebab penyakit.  Anda tentunya dapat mengompres puting susu dengan air hangat suam kuku selama kurang lebih 15 menit setelah Anda menyusui. Lalu, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan kantung teh celup.

Bersihkan puting

Tentunya kebersihan puting menjadi nomor satu dimana pada saat menyusui, sebelum maupun sesudah menyusui. Hal ini dikarenakan kuman dan juga bakteri kemungkinan akan masuk dan juga menempel dari berbagai sumber sehingga akan menyebabkan putih bertambah parah dan juga lecet. Kondisi inilah yang tentunya membuat ibu merasa kesakitan saat memberikan ASI pada si kecil. Bersihkan ASI secara rutin tentunya menjadi hal yang hatus Anda lakukan sekarang juga.

Teknik melepas isapan bayi

Jika Anda memiliki bayi yang sudah mulai tumbuh gigi tentunya teknik ini sangat Anda perlukan. Saat si kecil menggigit puting Anda tentunya Anda secara perlahan dapat melepaskan gigitan bayi tanpa membuatnya menangis. Teknik ini bisa Anda lakukan dengan cara memasukkan jari kelingking ibu ke sudut mulut bayi secara perlahan, kemudian tarik dagu bayi agar mulut bayi terbuka sehingga dapat menariknya keluar payudara Anda. Teknik ini kerap dilakukan oleh sebagian besar ibu saat memiliki bayi yang sudah mulai tumbuh gigi.

Perhatikan bra ibu menyusui

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan memperhatikan bra yang digunakan oleh ibu menyusui mulai dari model dan juga bahan. Untuk bra ibu menyusui tentunya rekomendasi bra yang digunakan yakni berbahan dasar katun untuk menjaga sirkulasi udara tetap terjaga pada puting. Dengan bahan katun, maka puting akan mendapatkan aliran udara yang segar dan menghindari dari udara yang lembap. Selain itu, Anda disarankan untuk menggantu breast pad atau bantalan payudara saat selesai menyusui. Tentunya, Anda jangan terburu-buru saat menggunakan bra, pastikan puting ada dalam posisi yang tepat dan juga ada dalam keadaan kering. Hal ini dikarenakan semakin lembap bra, maka semakin parah dan juga lama rasa perih pada puting.

Gunakan kantung teh hangat

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menggunakan kantung teh hangat. Cara ini merupakan alternatif tambahan yang bisa ibu lakukan untuk meredakan nyeri pada puting. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengompres puting dengan menggunakan kantung teh air hangat. Rasa hangat dari kantung teh ini akan meredakan rasa nyeri dan juga luka pada puting. Sesekali Anda harus melepaskan bra untuk memberikan nafas pada puting serta mengurangi terjadinya gesekan pada kain bra dan juga puting.

Dengan menggunakan kantung teh tentunya menjadi cara yang tepat bagi Anda. Hal ini dikarekan teh mengandung polifenol yang disebut dengan catechins yang memiliki fungsi untuk menyembuhkan luka alami. Polifenol sendiri memiliki kemampuan untuk menstimulasi keratinosit yakni lapisan kulit yang memiliki fungsi sebagai pelindung terhadap bahaya mekanis, kehilangan cairan dan juga invasi mikroba.  Ditambah dengan sensasi kompresan hangat suam kuku membuat puting merasa lebih nyaman.

Jangan Anda lupakan perawatan puting

Salah satu perawatan pada ibu menyusui yang tidak boleh diabaikan yakni perawatan puting. Perawatan puting menjadi satu hal yang harus Anda perhatikan saat Anda menyusui. Anda dapat melakukan perawatan puting sebelum dan juga sesudah Anda menyusui. Selain itu, puting memang harus dirawat akan kebersihannya. Namun, pastikan saat membersihkan puting, Anda tidak menggunakan sabun. Hal ini dikarenakan di dalam sabun mengandung bahan kimia yang dikhawatirkan akan terisap oleh bayi saat menyusui. Agar puting Anda tetap lembap, tentunya Anda bisa menggunakan pelembap alami seperti minyak kelapa murni yang berfungsi untuk menjaga kelembapan puting tanpa memberikan efek buruk sama sekali.

Mengobati dan juga merawat puting payudara Anda tetap baik dan juga sehat tentu menjadi hal yang harus Anda lakukan. Meskipun memang saat si kecil tumbuh gigi, hal tersebut cukup sulit untuk Anda lakukan. Itulah beberapa tips menyusui saat bayi tumbuh gigi untuk memperbaiki keadaan puting Anda saat menyusui. Selamat mencoba!

Daun Katuk Memperbanyak ASI – Daun yang satu ini memang memiliki khasiat yang tidak dapat diabaikan lagi dalam melancarkan ASI pada ibu menyusui. Banyak sekali ibu menyusui yang menggunakan alternatif dengan daun katuk untuk memperbanyak ASI. Lantas, apakah daun katut dapat memperbanyak ASI termasuk fakta atau mitos? Untuk lebih jelasnya, yuk kita langsung simak penjelasan kami berikut ini!

Lancar tidaknya ASI memang menjadi salah satu hal terpenting bagi setiap ibu menyusui. Jika ibu mengalami ASI yang tidak lancar tentunya ini menjadi masalah yang cukup menyita perhatian. Bagaimanapun juga, ASI menjadi salah satu asupan makanan yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Tentu, kita semua tahu bahwa dibandingkan dengan susu formula. ASI memiliki kandungan gizi dan juga nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Untuk itu, diperlukan alternatif bagi Anda untuk membantu meningkatkan produksi ASI agar lancar.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya Anda membutuhkan beberapa cara, salah satunya dengan daun katuk. Seperti yang kita tahu bahwa daun katuk menjadi salah satu jenis daun yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. Namun, banyak orang yang masih ragu akan manfaat daun katuk dalam memproduksi ASI lebih banyak. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang percaya bahwa daun katuk memang berkhasiat dalam meningkatkan produksi ASI. Lantas, apakah hal tersebut benar atau hanya mitos semata? Baca juga: Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak Yang Wajib Anda Ketahui

Popularitas Daun Katuk Di Indonesia

daun katuk melancarkan asi

Seperti yang sudah kita tahu bahwa popularitas daun katuk di Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Tidak heran jika banyak masyarakat Indonesia yang mempercayai bahwa daun katuk berperan penting dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun katuk atau dalam istilah ilmiah dikenal dengan nama Sauropus Androgynus (L.) Merr. Daun katuk merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh subur di Indonesia dan juga di beberapa negara Asia lainnya. Dikarenakan memiliki banyak manfaat, maka sampai saat ini daun katuk masih dilestarikan sehingga masih cukup mudah untuk ditemukan.

Terlepas dari manfaat daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI tentunya anggapan tersebut telah dibuktikan oleh sebuah penelitian. Beberapa penelitian tersebut tentunya telah diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI tahun 2004 telah menunjukkan bahwa bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada ibu menyusui dengan dosis sekitar 3 x 200 mg per harinya selama 15 hari. Penelitian tersebut tentunya telah mengikutsertakan sekitar 96 ibu menyusui yang dibagi ke dalam dua kelompok. Pada satu kelompok ibu menyusui yang diberikan ekstrak daun katuk didapatkan hasil dimana dapat memproduksi ASI sekitar 50,7%. Angka tersebut tentunya lebih banyak dibandingkan dengan ibu menyusui tanpa diberikan ekstrak daun katuk. Lihat juga: 10 Menu Makanan Anak Usia 1 Tahun Yang Dapat Anda Berikan Untuk Si Kecil

Penelitian Tentang Daun Katuk

Sebuah review dari A. J. A. Petrus mengenai Sauropus Androgynus (l) Meer yang telah diterbitkan oleh Asian Journal of Chemistry menyatakan bahwa fungsi daun katuk untuk memperlancar ASI berkaitan dengan kandungan galactagogue yang ada di dalam daun katuk. Galactagogue ini yakni sebuah senyawa yang dapat memicu peningkatkan produksi ASI. Sedangkan kandungan lain yang terdapat di dalam buah katuk diantaranya lemak, protein, vitamin A, vitamin B, C, zat besi, kalsium, dan juga karbohidrat serta masih masih banyak lagi. Sedangkan kandungan vitamin C yang terdapat di dalam buah katuk menambah fungsi daun katuk sebagai zat antioksidan.

Alasan lain yang memperkuat dimana ASI dipercaya dapat memperlancar produksi ASI dikarenakan efek hormonal yang ditimbulkan di dalamnya. Sebuah penelitian lain yang diterbitkan di dalam Journal of Nutrigenetics dan Nutrigenomics pada tahun 2010 telah membuktikan bahwa daun katuk dapat meningkatkan ekspresi gen prolaktin dan oksitosin pada tikus yang menyusui. Harus Anda ketahui bahwa prolaktin dan juga oksitosin ialah dua hormon yang dapat mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui.

Daun Katuk Memang Memperlancar ASI

Seperti yang kita tahu bahwa ASI merupakan kebutuhan utama untuk bayi karena ASI mengandung seluruh zat yang dibutuhkan oleh bayi. Inilah yang menjadi alasan mengapa ibu harus memberikan ASI eksklusif kepada bayinya selama 6 bulan dan ASI lanjutan hingga 2 tahun. Hal ini dikarenakan bayi membutuhkan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI untuk kebutuhan harian tubuhnya. Namun pada kenyataannya tidak semua wanita memiliki produksi ASI yang lancar dan juga banyak. Bahkan tidak sedikit wanita yang tidak memproduksi ASI.

Beberapa kasus mungkin akan Anda temukan ditengah jalan seperti misalnya produksi ASI yang semakin sedikit dan juga tidak cukup untuk bayi. Maka dari itu, terpaksa ibu harus mengganti asupan ASI dengan susu formula agar kebutuhan harian si kecil bisa tetap tercukupi. Berbagai cara kerap dilakukan oleh seorang ibu untuk meningkatkan produksi ASI. Salah satu cara tradisionalnya yakni dengan menggunakan daun katuk.

Seperti yang telah dibuktikan oleh beberapa penelitian yang diterbitkan di dalam jurnal tentunya sudah tidak dapat diragukan lagi akan manfaat dari daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI. Umumnya, ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi daun katuk agar produksi ASi dapat meningkat. Banyak ibu yang mengonsumsi daun katuk sebagai lalapan dan ada juga yang dimasak terlebih dahulu. Tidak sedikit pula yang merebus daun katuk hingga menjadi jamu dan meminum air hasil rebusannya. Akan tetapi, bagi Anda yang tidak ingin repot saat ini seiring dengan perkembangan jaman, tentu banyak produk-produk yang beredar di pasaran dengan menggunakan bahan utama di dalamnya yakni daun katuk. Namun, tetap bahan alami akan memberikan dampak yang lebih baik dibandingkan dengan bahan yang sudah diolah sebelumnya.

Apakah Cukup Makan Daun Katuk Untuk Melancarkan ASI?

Terlepas dari jawaban akan pertanyaan yang satu ini dimana apakah  untuk melancarkan ASI hanya cukup dengan memakan daun katuk saja. Maka, jawaban yang paling jelas yakni melancarkan ASI tidak hanya dengan menggunakan daun katuk saja. Namun, Anda juga bisa melakukan beberapa cara lain yakni dengan selalu menyusui si kecil dengan benar dan juga sering. Jiak Anda masih jarang menyusui si kecil, maka jangan harap Anda akan mendapatkan produksi ASI yang lancar.

Salah satu senyawa yang terdapat di dalam daun katuk yang berfungsi untuk melancarkan ASI yakni galactogogue. Selain daun katuk,  senyawa galactogogue juga ditemukan di beberapa tanaman selain daun katuk seperti blessed thistle, alfaalfa dan juga fenugreek. Akan tetapi, galactogogue hanya akan bekerja dengan efektif  saat ASI sering diisap oleh mulut bayi. Maka dari itu, galactogogue yang terdapat di dalam daun katuk lebih efektif untuk melancarkan ASI dan meningkatkan produksi ASI dibandingkan dari sumber lain.

Meskipun Anda mengonsumsi daun katuk sebanyak mungkin, namun jika Anda masih jarang memberikan ASI kepada si kecil. Maka produksi ASI juga tidak akan berjalan dengan maksimal. Hal ini tentunya menjawab pertanyaan di atas dimana ASI yang lancar tidak hanya bisa Anda dapatkan dari makan daun katuk saja, namun juga harus diiringi dengan pemberian ASI sesering mungkin kepada bayi Anda. Perlu Anda ketahui bahwa isapan bayi ialah salah satu faktor pemicu produksi ASI yang dapat memberikan sinyak ke otak untuk melepaskan hormon yang memang diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi ASI.

Resep Daun Katuk Untuk Ibu Menyusui Yang Bisa Anda Coba

Dibalik kandungan penting di dalamnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, daun katuk juga tentunya memiliki rasa yang khas. Untuk mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam daun katuk tentunya Anda dapat membuat menu variasi olahan dari daun katuk. Berikut ini kami sajikan beberapa resep olahan dari daun katuk yang dapat Anda coba sekarang juga.

Tumis Katuk Ebi

Resep pertama yang bisa Anda coba yakni dengan mencampurkan daun katuk dengan ebi. Bahan-bahan yang diperlukan diantaranya:

– 1 ikat katuk atau sedukupnya, ambil hanya daunnya saja

– 200 gram ebi, cuci bersih dan tiriskan

– 3 siung bawang merah, iris halus

– 3 siung bawang putih, iris halus

– 1/2 buah tomat, belah dua

– 2 buah cabai merah, iris serong

– 1 buah salam

– Garam dan gula secukupnya

– Minyak untuk menumis (zaitun lebih baik

Cara Membuat:

  1. Cara pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan menggoreng ebi dengan minyak hingga kering
  2. Masukkan bawang putih, bawang merah, tomat, cabai dan juga daun salam. Tumis sampai harum.
  3. Lalu, masukkan daun katuk dan biarkan sedikit layu
  4. Tambahkan air, lalu masukkan gula dan garam secukupnya. Aduk sebentar.
  5. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat.

Jus Daun Katuk

Tidak hanya dijadikan sebagai tumisan, ternyata buah katuk juga dapat diolah menjadi jus. Jika dibuat jus tentunya akan lebih memiliki rasa yang segar ditambah dengan air batu dingin. Untuk membuat jus katuk, bahan-bahan yang digunakan, diantaranya:

– 100 gram daun katuk

– 3 buah wortel berukuran sedang

– 300 ml air atau secukupnya

– 1 sdm air perasan lemon

Cara membuatnya:

  1. Cuci bersih daun katuk dan juga wortel dengan air mengalir hingga benar-benar bersih.
  2. Potong wortel sampai berukuran kecil
  3. Masukkan potongan wortel dan juga daun katuk ke dalam blender
  4. Tambahkan air perasan lemon tersebut ke dalam blender
  5. Anda tentu dapat menghaluskannya hingga lembut dan juga tercampur rata
  6. Lalu, tuang ke dalam gelas dan masukkan ke dalam kulkas
  7. Anda dapat menyajikannya dalam keadaan dingin agar lebih segar.

Banyak sekali ibu menyusui yang lebih memilih dengan sajian jus katuk dibandingkan dengan sajian tumisan.

Sayur Bening Katuk Jagung

Bagi Anda yang lebih menyukai menu olahan katuk menjadi sayur bening, tentu Anda dapat membuatnya dengan sangat mudah. Dengan cara sederhana di bawah ini tentu Anda akan mendapatkan sajikan daun katuk yang enak dan juga lezat. Bahan-bahan yang digunakan, diantaranya:

– 1 ikat daun katuk

– 70 gram jagung manis pipil

– 1 siung bawang merah, iris tipis

– 1/4 buah tomat ukuran sedang

– 1 ruas jari temu kunci, memarkan

– Garam dan gula pasir secukupnya

– 350 ml air

Cara membuatnya:

  1. Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan mendidihkan air di dalam panci
  2. Lalu, rebus jagung sampai matang
  3. Masukkan bawang merah, tomat, temu kunci, gula dan juga garam ke dalam panci yang sudah di isi air. Lalu, aduk dan diamkan sampai jagung matang.
  4. Setelah itu, masukkan daun katuk dan tutup selama 2 menit
  5. Anda dapat mematikan api dan sajikan sayur bening katuk jagung selagi hangat.

Bakwan Daun Katuk

Bagi Anda penyuka gorengan, tentu tidak salah jika Anda mengolah daun katuk menjadi bakwan. Selain dapat dimakan sebagai cemilan, daun katuk jika dibuat bakwan, maka akan memiliki rasa yang lebih nikmat. Bahan-bahan yang bisa Anda gunakan, diantaranya:

– Siapkan 20 gram daun katuk, iris-iris

– 1 sdm kacang merah, rebus dan haluskan

– 3 sdm jagung pipil, haluskan

– 1 sdm tepung terigu

– 1 batang daun seledri, iris hingga halus

– Air secukupnya

– Minyak untuk menggoreng secukupnya

Bumbu halus yang harus Anda siapkan:

– 1 siung bawang putih

– 1 siung bawang merah

– Ketumbar secukupnya

– Lada secukupnya

– Garam secukupnya

Cara membuatnya:

  1. Aduk semua bahan dan juga bumbu halus
  2. Panaskan minyak di dalam wajah hingga benar-benar panas
  3. Ambil satu sendok makan adonan dan celupkan ke dalam wajan panas
  4. Biarkan sampai adonan berwarna kuning
  5. Angkat dan tiriskan
  6. Sajikan bakwan katuk dengan nasi hangat atau dapat juga dijadikan cemilan.

Smoothie Daun Katuk Buah Naga

Selain jus dari daun katuk tentunya Anda juga bisa mengolah daun katuk dengan buah-buahan lain seperti buah naga. Buah dengan rasa khas ini memang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Bahan-bahan yang bisa Anda gunakan diantaranya:

– 1 genggam daun katuk

– 100 gram terung Belanda

– 1 genggam daun kemangi

– 50 gram buah naga

– 50 gram alpukat

Cara membuatnya:

  1. Ambil dari terung Belanda dengan cara diblender, lalu saring airnya
  2. Kemudian, masukkan ke dalam blender bersama dengan daun kemangi, alpukat, daun katuk dan juga buah naga merah.
  3. Kemudian, blender hingga halus
  4. Tuangkah smoothie daun katuk dan juga buah naga ke dalam gelas, kemudian tambahkan topping kenari jika Anda suka

Sayur Santan Daun Katuk

Selain diolah menjadi sayur bening, daun katuk juga dapat dibuat dengan menggunakan santan. Bahan-bahan yang dapat Anda gunakan diantaranya:

– 1 ikat daun katuk, cuci dan siangi

– 1 buah labu siam dan jipan, potong dadu

– 1 genggam kulit buah melinjo

– 3 buah bawang putih, iris tipis

– 3 buah cabai hijau, potong menyerong

– Daun salam

– 500 ml santan

– Gula pasir

– Garam halus

Cara membuatnya:

  1. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan memasak santan dengan api sedang. Lalu, masukkan bawang putih, daun salam dan cabai hijau.
  2. Masukkan jipan dan juga labu siam yang sudah dipotong dadu dan kulit melinjo. Lalu, masak hingga mendidih.
  3. Setelah mendidih, masukkan daun katuk. Lalu, tambahkah garam dan gula. Masak hingga matang.
  4. Kemudian, sayur santan daun katuk siap untuk disajikan.

Menjaga produksi ASI tetap lancar memang menjadi hal yang benar-benar harus Anda lakukan. Mulailah untuk mengonsumsi daun katuk demi memperlancar produksi ASI Anda. Demikianlah beberapa fakta mengenai daun katuk memperbanyak ASI serta resep-resep yang bisa Anda coba sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk – ASI yang baik tentunya memiliki beberapa tanda dan juga ciri-ciri yang tentunya sangat mudah untuk dikenali. ASI yang tidak baik tentunya bisa memberikan dampak yang buruk bagi bayi. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri kualitas ASI yang buruk seperti yang akan kami jelaskan pada poin di bawah ini!

ASI memang menjadi asupan yang paling penting bagi bayi. Bagaimanapun juga, ASI mengandung gizi dan juga nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi dalam mendukung pertumbuhan dan juga perkembangan bayi. Bayi yang sehat dengan imun tubuh yang kuat tentunya tidak dapat lepas dari asupan gizi dan juga nutrisi yang baik dari  ibunya. Namun, tetap saja Anda harus memperhatikan akan kualitas ASI yang masih baik dan juga tepat untuk bayi.

Banyak sekali anggapan bahwa memberikan ASI dengan kualitas yang buruk akan memberikan efek negatif bagi bayi. Sebagian besar efek yang ditimbulkan dari kualitas ASI yang buruk yakni dapat menyebabkan bayi mengalami kegemukan serta bisa membuat bayi mengalami diare dan juga sakit perut. Selain dari kegemukan, kualitas ASI yang buruk juga dapat menyebabkan bayi tidak mengalami penambahan berat badan.

Terlepas dari hal tersebut tentunya banyak sekali ibu yang lebih memilih untuk memberikan susu alternatif yakni susu formula. Hal tersebut tentunya masih menjadi anggapan yang mungkin kebenarannya belum diketahui. Akan tetapi, sebagai orang tua Anda menginginkan asupan gizi dan juga nutrisi yang baik bagi bayi. Inilah alasan yang paling kuat dimana Anda harus mengetahui kualitas ASI yang buruk  dengan mengenali beberapa ciri yang bisa Anda jadikan indikasi kualitas ASI. Baca juga: 15 Penyakit Yang Rentan Menyerang Bayi Baru Lahir

Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk

ciri-ciri kualitas asi yang buruk

Setelah wanita melahirkan tentunya tubuh telah dirancang untuk memproduksi ASI sebagai asupan makanan yang terbaik untuk bayinya. Keadaan tubuh seorang wanita yang sudah melahirkan tentunya sangat menentukan kualitas ASI. Hal ini tentunya berhubungan dengan kondisi tubuh yang sangat memprioritaskan akan produksi ASI. Meskipun Anda mengalami kurangnya asupan gizi dan juga nutrisi, namun tetap saja tubuh wanita yang sudah melahirkan akan tetap memproduksi ASI.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas ASI yang baik memang ikut menentukan pertumbuhan bayi. Banyak sekali bayi yang mengalami penurunan berat badan dikarenakan kualitas ASI buruk yang diberikan kepada bayi. Kondisi tersebut cepat atau lambat tentunya akan menyebabkan kualitas ASI menjadi sangat buruk dan awal dari indikasi gizi buruk.

Tubuh wanita tentunya akan dirancang untuk mengalihkan semua kandungan yang ada di dalam tubuh kepada janin dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Untuk itu, jenis makanan yang Anda makan tentunya ikut menentukan akan kualitas serta dampak untuk bayi. Berikut ini kami sajikan beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk untuk Anda kenali! Lihat juga: Ketahuilah Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

Warna

Ciri pertama yang bisa Anda ketahui yakni dari warna ASI. Namun, warna ASI tidak berhubungan dengan apa yang dikonsumsi oleh ibu. Seperti misalnya jika ibu mengonsumsi minuman yang bersoda, buahan-buahan dan juga desert yang memiliki warna yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan banyak anggapan dimana ketika ibu mengonsumsi makanan yang berwarna, maka akan berwarna juga pada ASI. Namun, jenis makanan tersebut tidak mempengaruhi warna pada ASI. Meskipun seorang ibu mengonsumsi makanan berwarna seperti hijau, rumput laut dan juga sayuran berwarna hijau tentunya tidak akan memberikan warna tersebut pada bayi.

Banyak kasus dimana ibu memiliki ASI yang berwarna hijau. Hal ini dikarenakan di dalam saluran pencernaan jenis makanan apapun akan diproses oleh usus halus. Sebagian besar masuk ke dalam pembuluh darah dan sebagaian lagi akan disalurkan pada ASI. Di dalam proses inilah dimana ASI berubah warna.

Dalam kasus ASI berwarna pink, kondisi ini tentunya dapat disebabkan oleh adanya darah di dalam ASI. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ibu yang mengalami puting yang berdarah ataupun puting yang lecet. Jika puting ibu lecet dan mengalami pendarahan, maka dapat dipastikan ibu mengalami ASI berwarna pink. Kondisi ini tentunya bukan hal yang sepele dimana Anda harus memeriksakan diri ke dokter atau klinik yang menyediakan perawatan pijat laktasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi. Darah yang ada di dalam ASI memang tidak berbahaya, namun jika ASI tidak juga membaik, maka segeralah konsultasikan ke dokter.

Aroma

Selain dari warna, tentunya yang menjadi indikasi dimana kualitas ASI buruk yakni dari aroma yang timbul. Jika Anda mendapati ASI berbau asam atau bau amis, maka dapat dipastikan ASI tersebut sangatlah buruk dan tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada bayi. ASI yang berbau amis tentunya berhubungan dengan bagaimana cara penyimpanan pada ASI tersebut, apakah sudah benar ataukah belum. Hal ini dikarenakan penyimpanan ASI yang kurang baik akan membuat ASI menjadi sangat cepat basi.

Tekstur ASI

Bila ASI disimpan di dalam freezer selama beberapa waktu, tentunya jika disentuh seperti tekstur pada sabun yakni lunak, asam dan juga bau tengik. Maka jangan diberikan kepada bayi karena tekstur ini menyebabkan kandungan enzim lipase di dalam ASI akan meningkat dalam jumlah yang cukup banyak dan sangat berlebihan. Lemak di dalam ASI tentunya akan dipecah oleh enzim setelah ASI diperah. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus sudah mengubah cara dalam menyimpan ASI tersebut. Meskipun pada umumnya tidak terlalu membahayakan bagi bayi, namun kita sebagai orang lebih menginginkan untuk memiliki kualitas ASI yang baik dan tidak berbahaya bagi bayi.

Rasa ASI

Selain dari tekstur yang ikut mempengaruhi dalam menentukan kualitas ASI, maka rasa yang ada pada ASI juga menjadi faktor untuk menentukan kualitas ASI. Jika rasa ASI sudah asam bahkan pahit, maka ini juga menjadi ciri-ciri kualitas ASI yang buruk. Jika Anda merasa bingung untuk mencari cara agar tidak mendapatkan ASI dengan kualitas yang buruk, maka hal yang harus Anda lakukan yakni setelah memerah ASI, Anda harus mendidihkan terlebih dahulu ASI tersebut sebelum di simpan di dalam freezer. Hal ini bertujuan agar lipase dapat berhenti bekerja sehingga proses pada lemak dapat terhenti.

Perubahan struktur lemak

ASI yang beku tentunya akan Anda cairkan dengan cara didihkan atau direndam di dalam air panas. Tidak dapat dipungkiri ketika ASI dicairkan akan menghasilkan aroma dan juga tekstur seperti sabun. Kondisi inilah dimana adanya perubahan struktur pada lemak. Hal ini terjadi dikarenakan perubahan suhu yang mendadak yakni dingin menjadi panas atau hangat. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan bagi Anda untuk memanaskan ASI secara langsung atau membekukan kembali dalam keadaan masih panas.

Penting sangat kita untuk mengetahui kualitas ASI. Kita tentunya sering menemukan dimana ASI memiliki dua lapisan yakni lapisan atas dan juga lapisan bawah. Lapisan atas akan lebih kental dibandingkan dengan lapisan bawah. Jika Anda mendapati kondisi ASI seperti ini tentunya bukan berarti ASI tersebut bayi karena lapisan yang kental ini mengandung banyak lemak. Untuk itu, Anda bisa mengocok ASI secara perlahan hingga larutan homogen bisa kembali.

Fakta Tentang ASI

Selain dari ASI yang berkualitas, tentunya kita juga disarankan untuk mengetahui fakta-fakta dari ASI. Untuk memberikan asupan ASI kepada si kecil, kita juga perlu memgetahui jumlah ASI yang baik diberikan kepada bayi.  Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI termasuk ke dalam salah satu hal ajaib dan juga unik. Berikut ini fakta-fakta seputar ASI yang sangat menakjubkan diantaranya:

Mengandung dua jenis protein

Fakta selanjutnya tentang ASI dimana ASI mengandung dua jenis protein yang disebut dengan kasein dan juga whey. Protein ini tentunya menjadi salah satu asupan gizi dan juga nutrisi untuk bayi dalam mendukung tumbuh kembang. Kadar protein whey yang lebih banyak tentunya akan memiliki kemampuan dalam melawan infeksi. Jika Anda menggunakan susu formula, maka pastikan Anda untuk memilih kandungan protein yang sama dengan dua jenis protein yang ada di dalam ASI. Jika tidak, maka dimungkinkan bayi akan mengalami risiko dan juga mendapatkan kesulitan untuk mencerna susu.

ASI tidak bisa diduplikasi

Fakta selanjutnya bahwa ASI akan selalu berubah warna dan tidak bisa diduplikasi. Hal ini tentunya tidak ada ibu yang memiliki ASI yang sama. Seperti contohnya ASI yang diambil dari satu wanita tidak akan sama dengan wanita lainnya meskipun diambil dalam waktu dan hari yang sama. Untuk itu, tidak ada cara apapun untuk menduplikasi ASI.

ASI mengandung vitamin yang Anda minum

Banyak yang beranggapan bahwa susu formula lebih baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin. Namun, anggapan ini salah besar dimana ASI lebih banyak mengandung vitamin yang siap untuk si kecil. Vitamin ini tentunya didapatkan dari vitamin yang Anda minum sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI memang lebih baik dari susu formula. Inilah yang menjadi alasan mengapa seorang ibu menyusui harus banyak memakan makanan sehat dan juga vitamin seperti vitamin A, D, E, C, K, niacin, riboflavin dan juga panthothenicacid. Jika Anda sering meminum vitamin yang memang bermanfaat bagi bayi, tentunya akan mudah tersalurkan dalam bentuk ASI.

Hati-hati alkohol ada di ASI

Apapun yang Anda minum tentunya akan langsung tersalurkan pada si kecil melalui ASI. Seperti halnya jika Anda keranjingan dalam mengonsumsi alkohol. Kandungan alkohol yang Anda minum tentunya akan ada di dalam ASI seperti misalnya aliran darah. Alkohol yang Anda minum tentunya akan langsung ada di dalam ASI sehingga tidak heran jika bayi juga menyusu alkohol.

ASI menurunkan obesitas pada bayi

Fakta selanjutnya yakni ASI dipercaya dapat menurunkan risiko obesitas pada bayi. Seperti sebuah penelitian yang dilakukan pada anak usia prasekolah dimana telah membuktikan bahwa bayi yang menyusui dengan menggunakan botol atau dot akan memicu kebiasaan makan lebih tinggi. Pada anak yang menyusu pada dot atau botol akan membuat mereka tidak mengetahui kapan merasa kenyang sehingga ia akan cenderung terus makan.

ASI memiliki warna yang berbeda

Fakta ini sunggung mencengangkan dimana susu memiliki warna yang berbeda. Jika pada umumnya kita melihat ASI memiliki warna yang putih bersih, namun tidak menutup kemungkinan ASI akan mengalami perubahan warna yakni menjadi warna pelangi. Warna ini memang muncul pada ASI sebagai warna yang alami. selain dari warna alami, mengonsumsi obat-obatan juga akan berdampak pada perubahan warna ASI.

Konsistensi ASI tidak pernah sama

Dalam hal konsistensi, ASI tentunya memiliki tingkat konsistensi yang kurang dimana ASI tidak pernah sama baik dalam warna, tekstur dan juga kekentalannya. ASI yang mungkin Anda lihat tentunya memiliki banyak air dimana memang difungsikan untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Jika ASI sudah keluar, maka kandungan lemak di dalamnya akan terus meningkat sepanjang sesi menyusui.

Jika Anda memerah setelah menyusui, maka volume ASI akan menjadi lebih rendah dengan tekstur seperti krim. Semakin lamanya waktu untuk memerah ASI, maka tingkat lemak pada ASI semakin rendah. Jika Anda sedang berusaha untuk meningkatkan produksi ASI, maka cara yang paling cocok untuk solusi tersebut yaitu memerahnya dengan menggunakan pompa. Hal ini dikarenakan ASI memang dirancang sebagai salah satu makanan bagi bayi. Maka, tekstur ASI tidak akan terlalu encer, berlemak dan juga tidak akan terlihat seperti susu formula.

Payudara akan selalu memproduksi ASI

Tidak heran jika ibu yang sedang menyusui akan selalu memiliki stok. Inilah yang menyebabkan payudara selalu memproduksi ASI. Faktanya bahwa payudara akan selalu memproduksi ASI sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi dalam artian tidak lebih dan juga tidak kurang. Ketika susu diberikan kepada bayi, meskipun sudah kosong. Maka, payudara akan kembali memproduksi ASI dan payudara akan kembali penuh.

Produksi ASI membutuhkan air

Tidak heran jika wanita yang menyusui akan sering merasa kehausan. Hal ini dikarenakan produksi ASI membutuhkan unsur air. Untuk itu, dianjurkan untuk ibu menyusui agar selalu minum air sebanyak mungkin.

ASI dapat meningkatkan IQ

IQ anak yang tinggi tentunya tidak bisa lepas dari ASI yang ia dapatkan ketika bayi. Hal ini dikarenakan ASI akan meningkatkan IQ pada bayi bahkan hingga mencapai 8 poin lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang tidak menyusu. Kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI akan membantu perkembangan otak dan juga kemampuan mental si kecil serta memiliki sifat membangun pada perkembangan bayi.

Komposisi ASI berbeda setiap harinya

ASI tentunya dibagi ke dalam beberapa bagian diantaranya susu mature, susu transisi dan juga susu kolostrum. Ketiga jenis ASI tersebut tentunya memiliki perbedaan dalam komposisi dan juga kandungannya. Susu kolostrum ini dapat dikatakan sebagai sebuah obat dimana hanya memiliki jumlah yang cukup sedikit. Para ibu akan merasa kebingungan  karena menganggap ASI tidak keluar, padahal bayi menyusu ASI dalam jumlah yang sangat sedikit.

Susu kolostrum ini tentunya memiliki jumlah yang tidak banyak dimana rata-rata ASI cuma 30 cc dalam 24 jam. Ketika bayi meminum susu kolostrum tentunya jangan dianggap remeh karena  di dalam satu tetes susu kolostrum mengandung sekitar 1 juta antibodi. Namun, tidak banyak orang tua yang mengetahui akan kandungan yang terdapat di dalam kolostrum sehingga menganggapnya sepele dan bahkan diganti dengan susu formula.

Untuk susu transisi yakni sebagai salah satu jenis susu yang berfungsi sebagai penghantar sebelum susu mature. Jadi, jenis susu ini berfungsi untuk menyiapkan sistem pencernaan bayi dalam mengolah susu mature. Hal ini memang sangat diperlukan untuk mengolah susu mature yakni jenis susu yang padat untuk memenuhi kebutuhan harian bayi dan mendukung tumbuh kembang dengan baik. Waktu yang dibutuhkan untuk kandungan ASI tentunya tidak sama. Intinya sekitar 5-10 menit pertama susu yang dkeluar dinamakan dengan fore milk yang bersifat lebih cair. Sedangkan di atas 10 menit akan terdapat susu hind milk yakni susu yang mengandung komposisi yang cukup kental karena kaya akan protein, karbohidrat dan juga lemak.

ASI memberikan rasa aman pada bayi

Selain dari komposisi ASI yang berbeda-beda, fakta selanjutnya yakni dimana ASI bisa memberikan rasa yang aman bagi bayi. Hal ini tentunya dapat Anda rasakan dimana bayi akan merasakan ketenangan ketika menyusui ASI. Hal ini tentunya mengingatkan ketika ia berada di dalam kandungan. Selain itu, ASi juga menjadi sebuah medium untuk mendekatkan batin ibu dengan bayi ketika menyusui. Tidak heran jika bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sering berada di pelukan ibu karena itulah ia akan merasa disayangi, dicintai dan juga aman.

ASI memberikan imun bagi bayi

Fakta selanjutnya mungkin sudah banyak diketahui oleh sebagian besar orang. ASI memang tidak bisa lepas dari ketahanan tubuh bayi ketika mendapatkan ASI. Dalam hal ini bayi telah dibekali dengan daya tahan tubuh ketika masih berada di dalam kandungan. Jika ketika lahir bayi dilanjutkan dengan pemberian ASI, maka hal ini akan merangsang pusat daya tahan tubuh bayi demi mendapatkan sistem imunitas tubuh bayi agar lebih meningkat. Maka, Anda sebagai seorang ibu alangkah baiknya untuk memberikan si kecil ASI eksklusif agar imunitas tubuh bayi menjadi lebih aktif.

Komposisi ASI berbeda pada bayi normal dan prematur

Komposisi ASI pada ibu yang satu dengan yang lainnya tentunya berbeda-beda. Kondisi ini juga dapat terjadi pada ibu yang melahirkan dengan normal atau prematur. Ibu yang melahirkan anak prematur tentu produksi ASI masih diperuntukkan untuk bayi yang prematur. Sedangkan ibu yang melahirkan anak normal tentu memiliki komposisi ASI yang lebih banyak. Hal ini juga bisa berlaku dimana seorang ibu A menyusui anak dari ibu B. Sedangkan si ibu A tidak memiliki imunitas tubuh yang kuat. Maka jika anak si ibu A disusui oleh ibu B, maka secara langsung anak ibu A tidak akan terlindungi jika terkena virus dan juga bakteri.

Alasan Mengapa Bayi Mengalami Gangguan Pertumbuhan

Kita tentunya sering melihat sebagian besar bayi yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu. Pada umumnya, bayi yang mengalami pertumbuhan dapat disebabkan oleh asupan gizi dan juga nutrisi pada bayi tersebut. Pada ibu yang memberikan ASi eksklusif, pada dasarnya tidak akan mengalami gangguan pada pertumbuhan seperti misalnya penurunan berat badan yang tidak kunjung naik dan justru menurun seiring berjalannya waktu.

Jika buah hati Anda mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, maka penting bagi Anda untuk mengetahui apa penyebab dari pertumbuhan yang terganggu. Hal ini tidak lepas juga dari beberapa faktor dimana berat badan bayi tidak kunjung juga naik. Berikut ini beberapa penyebab dimana bayi mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, diantaranya:

Adanya infeksi

Infeksi yang terjadi pada Anda tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap sistem imunitas tubuh bayi. Jika pada dasarnya bayi harus memiliki sistem imun tubuh yang kuat, namun hal ini berbeda ketika Anda mengalami infeksi. Seorang ibu yang mengalami infeksi tentunya kemungkinan besar akan menurunkan virus dan juga bakteri sehingga imunitas tubuh bayi menjadi terganggu juga.

Frekuensi menyusu yang kurang

Ketika memberikan ASI kepada bayi tentunya janganlah sekali-kali menjadwalkan pemberian ASI. Hal ini dikarenakan bayi harus mendapatkan ASI eksklusif dimana tidak ada waktu tertentu untuk memberikan ASI. Kurangnya frekuensi dalam memberikan ASI pada bayi tentunya memiliki pengaruh buruk pada tumbuh kembang bayi. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan bayi mengalami kekurangan sehingga berdampak pada status gizi si kecil.

Jumlah ASI berkurang

Kuantitas ASI tentunya menjadi salah satu penyebab dimana bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan juga berat badan yang tidak bertambah. Hal ini dikarenakan semakin jarangnya bayi menyusui maka produksi ASI juga akan semakin berkurang. Tidak heran jika produksi ASI pada ibu juga ikut berkurang dikarenakan tidak ada rangsangan apapun. Hal ini hisapan dari mulut bayi juga dapat merangsang tubuh ibu untuk tetap menghasilkan jumlah ASI yang cukup banyak.

Terjadinya masalah pada saluran pencernaan

Pada bayi yang memiliki sistem pencernaan yang terganggu, maka perut bayi tidak bisa menyerap semua kandungan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalam ASI. Kondisi inilah yang menyebabkan berat badan tidak mengalami penambahan.

Beberapa masalah mengapa bayi mengalami penurunan berat badan dan juga cenderung menurun memang tidak bisa lepas dari kualitas ASI yang ia dapatkan. Hal ini tentu sangat penting untuk tetap menjaga kualitas ASI tetap baik dan terjaga. Demikianlah beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk serta fakta-fakta tentang ASI yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Cara Memperbanyak ASI – ASI memang kebutuhan yang paling penting bagi wanita pasca melahirkan. Hal ini dikarenakan ASI ialah asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi ketika lahir. Namun, banyak sekali wanita menyusui yang justru tidak memiliki asupan ASI yang cukup. Untuk itu, berikut kami sajikan cara memperbanyak ASI yang bisa Anda lakukan demi mendapatkan gizi terbaik bagi si kecil.

Dalam masa menyusui, tentunya setiap wanita tentunya ingin memiliki ASI yang berlimpah. Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi bayi tentu saja ASI juga menjadi satu medium dimana hubungan ibu dan juga bayi lebih erat. Tidak heran jika setiap ibu memiliki rasa cemas dan juga gelisah jika tidak memiliki ASI yang cukup banyak. Ditambah dengan keadaan bayi yang rewel ketika masih lapar, sedangkan produksi ASI pada ibunya sangat terbatas. Inilah yang menjadi permasalahan yang cukup pelik bagi setiap ibu menyusui.

Terlepas dari hal tersebut, susu formula bukanlah salah satu solusi yang cukup tepat untuk mengganti produksi ASI yang tidak lancar. Namun, dibutuhkan satu cara dan juga alternatif yang bisa membantu Anda dalam memperbanyak ASI. Jika pada saat ini Anda sebagai ibu menyusui tentunya tidak ada salahnya jika Anda mencoba beberapa cara dan juga tips yang akan kami sajikan pada poin di bawah ini! Baca juga: 10 Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI Yang Dapat Anda Deteksi Lebih Dini

Cara Memperbanyak ASI

cara memperbanyak asi

Banyak sekali masalah pada wanita yang hamil dan juga melahirkan. Seperti misalnya masalah kurangnya produksi ASI yang dapat terjadi pada awal-awal persalinan. Padahal bayi yang baru lahir membutuhkan satu-satunya asupan gizi dan juga nutrisi berupa ASI. Ini tentunya menjadi masa-masa dimana bayi sangat membutuhkan yang namanya ASI. Hal ini dikarenakan ASI mengandung zat gizi dan juga nutrisi yang sangat khusus dan juga diformulasikan untuk bayi.

Meskipun tidak banyak wanita yang memiliki permasalah pada produksi ASI, namun tentu hal ini bisa saja terjadi pada Anda. Jika produksi ASI berkurang dan justru terhambat, maka dapat dimungkinkan Anda mengalami stres dan juga tingkat kecemasan yang cukup tinggi. Memang sangat diperlukan cara dan juga upaya untuk meningkatkan produksi ASI dan juga memperbanyak ASI. Berikut ini beberapa cara memperbanyak ASI yang dapat Anda lakukan dengan mudah dan juga alami, diantaranya:

Lihat juga: Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Sering menyusui

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk memperbanyak ASI ialah dengan memberikan ASI kepada bayi dengan frekuensi yang sering. Ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk memperbanyak ASI. Hal ini juga berhubungan dengan prinsip stimulus  dan juga respon ketika bayi berusaha untuk meraih puting sekaligus belajar menyusu. Rangsangan yang ada pada mulut bayi ini tentunya dapat meningkatkan produksi ASI pada payudara sehingga sangat memungkinkan produksi ASi semakin bertambah banyak dan lancar. Pada bayi baru lahir tentunya tidak perlu menjadwal pemberian ASI, namun berikanlah ASI sesering dan semau bayi.

Bergantian payudara ketika memberikan ASI

Cara kedua yang bisa Anda lakukan ialah dengan memberikan ASI dengan cara bergantian payudara. Cara ini tentu sangat efektif dalam merangsang ASI. Ketika salah satu payudara penuh, berikanlah pada bayi sampai kosong. Kemudian lanjut pada payudara yang lain. Dengan begitu Anda memberikan kesempatan kepada kedua payudara untuk memproduksi ASi agar lebih banyak karena kapasitas produksi ASI menjadi lebih meningkat.

Lakukan pemijatan dan bersihkan payudara

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan melakukan pemijatan dan juga membersihkan payudara dengan benar. Manfaat yang bisa Anda dapatkan dari pemijatan ini yakni untuk memperbanyak ASI dan melancarkan ASI. Berikut ini teknik pemijatan payudara yang bisa Anda lakukan sendiri, diantaranya:

– Lakukan pemanasan dengan cara menghangatkan payudara terlebih dahulu dengan mengompres dengan handuk hangat selama kurang lebih 2 menit dan lakukan pengulangan selama 4-5 kali.

– Setelah itu, mulailah pijatan yang dilakukan secara perlahan dari atas dan juga bawah.

– Untuk bagian areola, Anda dapat melakukan pijatan ke atas dan  ke bawah dan dari kanak ke kiri selama kurang lebih 5-6 kali pada setiap payudara.

– Untuk langkah terakhir, Anda bisa memijat payudara secara melingkar dan mengikuti bentuk payudara selama 5-6 kali. Kemudian, pijat melingkar dan spiral ke arah areola selama kurang lebih 4 kali.

– Langkah tersebut tentunya Anda lakukan untuk masing-masing payudara.

– Hal yang perlu Anda ingat ketika membersihkan payudara ialah tidak menyabuni payudara terutama pada bagian puting dan areola karena akan menyebabkan kaku dan juga kering pada permukaan kulit payudara.

Hindari penggunaan dot susu

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menghindari penggunaan dot susu. Hal ini dikarenakan dot dapat membuat bayi ketagihan karena sangat mudahnya untuk menghisap dot dibandingkan dengan menghisap puting. Jika ini menjadi kebiasaan pada bayi, maka tidak heran jika pada nantinya bayi akan sangat sulit untuk menyusui secara alami dan menghisap puting payudara. Maka dari itu, jika tidak mengalami masalah-masalah yang cukup berat, usahakan untuk tidak memberikan dot pada bayi untuk melatih bayi agar bisa menghisap puting dengan mudah.

Pompa ASI setelah menyusui

Cara ini tentu dapat dikatakan sebagai cara yang cukup efektif dalam memperbanyak produksi ASI. Dengan cara mengosongkan volume payudara tentunya Anda memberikan kesempatan pada payudara untuk memproduksi kembali ASI. Usahakan untuk memompa ASI setelah menyusui atau setiap 15 menit setiap beberapa jam terutama bagi Anda yang wanita karir.

Gunakan teknik menyusui yang benar

Bagaimanapun juga, teknik menyusui memang menjadi salah satu hal yang harus benar-benar Anda perhatikan. Teknik dan juga posisi menyusui yang benar ialah memastikan bahwa mulut bayi menempel dengan benar pada payudara. Dagu dan juga mulut bayi dapat membuka lebar sehingga sangat besar kemungkinan areola dapat tertutup oleh mulut bayi. Dalam hal ini posisi puting dan juga lengan bayi, alangkah baiknya dalam posisi satu garis lurus sehingga bayi akan lebih leluasa dalam menghisap ASI secara pelan-pelan, namun tetap kuat.

Perbanyak konsumsi air putih

Cara ini tentunya berhubungan dengan kebutuhan Anda akan cairan tubuh. Bagaimanapun juga, air puting sangat berperan penting dalam menjaga tubuh tetap bugar dan segar. Selain itu, air putih juga dapat menghindarkan diri Anda dari dehidrasi. Namun, sebagian besar wanita menyusui seakan mengabaikan akan pentingnya asupan air putih ini untuk tubuh.  Air putih yang kita konsumsi tentunya bisa menjaga kualitas ASI tetap terjaga, kental dan lancar serta melimpah. Anda tentunya harus memenuhi asupan air putih sebanyak mungkin atau sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Tidur yang cukup

Istirahat yang cukup bagi wanita menyusui memang terbilang sangat penting. Banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dari memenuhi kebutuhan jam tidur dan juga jam istirahat yang cukup. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu yang menyusui akan senatiasa terbangun ketika malam hari. Nah, Anda tentunya dapat memanfaatkan waktu siang untuk beristirahat yang cukup. Tidur dan juga istirahat yang cukup tentunya dapat mengurangi dan juga menghindarkan diri Anda dari rasa stres dan capek dalam mengurus si kecil.

Hypno-breastfeeding

Istilah ini mungkin belum banyak dipahami oleh sebagian besar ibu menyusui. Namun, istilah ini untuk menggambarkan suatu cara dalam merangsang ASI melalui proses hypno. Dalam teknik ini, ibu menyusui tinggal merangsang ASI agar keluar deras serta membayangkan bahwa seolah-olah ASI yang keluar tersebut memang cukup banyak. Hal ini tentunya bisa memotivasi Anda agar memudahkan produksi ASI tetap lancar.

Pilih menu makanan untuk memperbanyak ASI

Bagaimanapun juga, menu makanan memang menjadi salah satu faktor penunjang dalam memperbanyak produksi ASI. Anda tentunya bisa memilih menu makanan yang bisa memiliki produksi ASI yang berlebih seperti sayuran dan buah-buahan. Selain itu, Anda juga bisa memilih jenis makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, protein dan mineral. Sedangkan untuk jumlah makananannya, alangkah baiknya untuk tidak membatasi konsumsi makanan yang dapat menambah daun pepaya dan juga daun katuk.

Konsumsi suplemen penambah ASI

Cara yang bisa Anda untuk memperbanyak ASI ialah dengan mencoba mengonsumsi suplemen penambah ASI. Namun, untuk memilih suplemen ini Anda harus berhati-hati dan pastikan untuk memilih suplemen yang bisa menambah suplemen ASI. Untuk bentuk konsumsi suplemen ASI, Anda bisa menggunakan bermacam-macam berupa teh, penambah ASI dalam bentuk kaplet, suplemen herbal dan juga lain sebagainya. Sebelum Anda memutuskan untuk memberikan suplemen penambah ASI, pastikan Anda berkonsultasi dulu ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi suplemen penambah ASI.

Hindari stres

Tidak dapat dipungkiri bahwa suasana hati seorang ibu menyusui bisa berubah. Hal ini tentunya berkaitan dengan kondisi psikis seorang ibu. Rasa stres yang berlebihan tentunya bisa mempengaruhi produksi ASI. Tidak heran jika ibu menyusui akan mengalami produksi ASI yang menurun dan bahkan tidak produksi sama sekali. Kondisi ini tentunya akan membuat produksi ASI menjadi berkurang. Kondisi ini memang sudah sepatutnya diketahui sama suami Anda agar rasa stres yang timbul tidak terlalu berlebihan.

Pentingnya peran seorang ayah

Meskipun istri yang memiliki peranan yang paling menunjang dalam mengurus si kecil. Tentunya, tidak melupakan pula akan peran seorang ayah dalam proses menyusui. Dalam hal ini suami memang sangat perlu mendukung sang istri untuk membuatnya merasa nyaman. Maka dari itu, peranan ayah dalam menemani istri memang sangat penting. Dalam hal ini ayah ASI ialah sebuah gerakan komunitas yang berperan dalam mengedukasi seorang ayah untuk memiliki pola pikir dan berubah untuk mendukung proses sang istri dalam menyusui si kecil.

Hindari konsumsi alhokol, kopi dan rokok

Jika pada sebelumnya Anda pernah atau sering melakukan beberapa kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol dan mengonsumsi kopi. Namun, ketika Anda sedang menyusui sangat direkomendasikan untuk mengatakan ‘tidak’ pada ketiga kebiasaan ini. Tentu, sudah menjadi rahasia umum jika zat dan juga senyawa yang ada di dalam ketiga objek memiliki efek yang tidak baik untuk kesehatan tubuh terlebih bagi kualitas ASI. Maka dari itu, pastikan bunda memberikan asupan ASI yang terbaik dan terhindar dari zat-zat yang beracun tersebut.

Konsumsi kurma

Mungkin banyak orang yang belum mengetahui akan khasiat dari buah kurma ini. Padahal jika kita ketahui lebih lanjut lagi bahwa mengonsumsi buah yang manis ini dapat memperlancar ASI. Buah ini pada umumnya banyak dicari khususnya ketika bulan Ramadhan. Kandungan kalsium dan zat besi yang ada di dalam buah kurma menjadi salah satu kandungan yang paling penting sebagai pembentuk ASI. Selain menjadi buah favorit selama bulan puasa, buah kurma juga menjadi buah sebagai penambah ASI di dalam payudara.

Hubungan intim dengan suami

Anda tentunya terheran-heran dengan poin yang satu ini. Namun ternyata berhubungan intim dengan suami dapat membantu melancarkan produksi ASI. Hubungan intim dengan suami tentunya dapat dilakukan setelah 4-6 minggu kelahiran (setelah nifas selesai). Melakukan hubungan intim justru memproduksi hormon oksitosin yang bisa timbul sehingga dapat membantu Anda untuk memproduksi ASI.

Makanan Yang Wajib Dikonsumsi

Setelah melahirkan tentunya sebagian besar wanita membutuhkan asupan gizi dan juga nutrisi yang cukup untuk membantunya memperbanyak produksi ASI. Olah karena itu, banyak sekali sumber makanan yang disarankan untuk Anda konsumsi yang tentu sehat sehingga akan sangat mudah memperlancar produksi ASI pada payudara. Berikut ini beberapa menu makanan yang wajib Anda konsumsi setelah melahirkan, diantaranya:

Buah Berry

Jenis makanan pertama yang wajib untuk Anda konsumsi berasal dari buah-buahan. Tidak dapat diragukan lagi akan manfaat dan juga vitamin yang ada pada buah berry ini. Buah berry tentunya memiliki beragam jenis yakni blueberry, strawberry, raspberry dan juga lainnya. Dengan memenuhi asupan gizi dengan mengonsumsi buah berry, maka Anda bisa mendapatkan manfaat yakni memperbanyak produksi ASI.

Produk olahan susu

Asupan bagi wanita menyusui tentunya akan lebih mudah dengan mengonsumsi produk olahan susu. Alangkah lebih baiknya jika Anda mengonsumsi produk olahan susu yang mengandung kalsium, vitamin B, D dan juga protein.

Ikan salmon

Sumber makanan yang selanjutnya berasal dari jenis ikan. Salmon tentunya kaya akan kandungan asam lemak yang disebut dengan DHA. Zat ini tentunya ada di dalam ASI dan memang sangat penting untuk membantu perkembangan sistem saraf pada bayi.

Sayuran berdaun hijau

Jenis makanan yang selanjutnya ialah berasal dari sayuran hijau. Sayuran berdaun hijau tentunya kaya akan vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi dan juga zat antioksidan. Dengan mengonsumsi sayuran hijau setelah melahirkan tentu  menjadi cara yang paling aman untuk menurunkan berat badan. Jenis sayuran hijau tersebut diantaranya daun bayam, daun katuk, bunga pepaya, kacang hijau, labu siam, pare, dan juga brokoli.

Telur

Sumber makanan yang selanjutnya yakni telur yang kaya akan protein sehingga untuk meningkatkan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam tubuh.

Beras cokelat

Beras cokelat ini memang sangat jarang ditemui, namun beras memang dianggap sebagai makanan para raja. Namun, ternyata kandungan yang terdapat di dalam beras cokelat memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Karbohidrat yang ada di dalam beras cokelat memiliki tingkat energi yang tetap terjaga serta mampu untuk meningkatkan kualitas ASI.

Menjaga kualitas ASI tetap terjaga  tentunya menjadi salah satu keharusan bagi Anda dengan melakukan beberapa cara memperbanyak ASI seperti yang sudah kami sebutkan di atas. Demikianlan cara memperbanyak ASI yang sangat penting bagi Anda. Selamat mencoba!

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI – Bayi baru lahir yang mengalami kurang ASI tentuya bisa saja terjadi. Hal ini tentunya menyebabkan beberapa dampak yang nantinya menghambat tumbuh kembang bayi. Untuk itu kami sajikan beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda deteksi untuk mencegah hal tersebut. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Bayi yang sehat tentunya memiliki kecukupan gizi dan juga nutrisi yang tentunya ia dapatkan dari ASI. Bayi memang tumbuh dan juga berkembang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan bayi memang dapat dilihat dari nutrisi dan juga gizi yang ia dapatkan dari ibunya. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi tentunya ini menjadi salah satu faktor mengapa tumbuh kembang bayi terhambat.

Cara yang paling tepat bagi Anda dalam memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi ialah dengan memberikannya ASI terutama dari 0-6 bulan yang disebut dengan pemberian ASI eksklusif. Tentu kita semua tahu bahwa ASI memang menjadi salah satu sumber makananbayi yang wajib ia dapatkan. Karena ASI mengandung banyak sekali gizi dan juga nutrisi di dalamnya. Namun, ada juga beberapa orang tua yang bahkan tidak memberikan ASInya kepada bayi karena beberapa faktor.

Tidak sedikit juga bayi yang mengalami kekurangan ASI seiring dengan pertumbuhan dan juga perkembangannya. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui bahwa ternyata bayi mereka mengalami yang namanya kekurangan ASI. Lantas, apa saja ciri-ciri bayi kurang ASI? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini! Baca juga: Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI

ciri-ciri bayi kurang asi

Tentunya, tidak sedikit orang tua yang tidak memberikan ASI kepada buah hatinya yang mungkin dikarenakan beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar, gangguan pada payudara bahkan ibu yang tidak ingin menyusui anaknya secara langsung. Beberapa faktor tersebut tentunya menyebabkan bayi kekurangan ASI. Jika sudah begitu tentunya ini menjadi salah satu masalah yang cukup serius dimana bayi akan mengalami beberapa gangguan pada perkembangannya.

Tentunya, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal mengenai bayi yang kekurangan ASI. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimanapun juga bayi yang kekurangan ASI bisa menyebabkan bayi tumbuh tidak sehat dan juga masalah kesehatan yang terganggu. Berikut ini beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda ketahui untuk mendeteksi bayi Anda, diantaranya:

Lihat juga: Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi Berikut Bahayanya

Dehidrasi

Ciri pertama yang bisa Anda deteksi jika bayi kekurangan ASI tentunya ia akan mengalami yang namanya dehidrasi. Dalam hal ini ASI memang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh bayi. Dapat dikatakan bahwa ASI merupakan salah satu sumber makanan sekaligus minuman bagi bayi. Jelas saja, jika bayi kekurangan ASI, maka akan berakibat fatal yakni bayi kekurangan ASI. Munmgkin awalnya bayi akan rewel, lama-kelamaan ia akan lemas akibat dehidrasi yang terjadi padanya. Kondisi ini tentunya akan terus berlanjut hingga membahayakan nyawa bayi. Itulah mengapa Anda sebagai orang tua harus mengetahui mengenai ciri-ciri bayi kurang ASI

Kurang Gizi

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang mengalami kekurangan ASI akan juga mengalami kekurangan gizi. Hal ini dikarenakan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI tidak dapat diserap oleh bayi karena memnag bayi kekurangan ASI. Seperti yang kita tahu bahwa ASI memang mengandung gizi, nutrisi dan juga vitamin yang tentu sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi.

Selain itu, ASI juga menjadi salah satu produk alami yang diproduksi oleh ibu sehingga sangat aman dan juga bebas dari pengawet. Maka dari itu, tidak heran jika bayi pada usia 0-6 bulan ini harsu mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya agar gizi dan juga nutrisi dapat dengan mudah terserap. Namun, jika pemenuhan ASI pada bayi tersebut tidak sesuai, maka akan menyebabkan suplai gizi dan juga nutrisi bayi yang terganggu. Hal ini tentunya mengakibatkan kebutuhan bayi tidak terpenuhi sehingga bayi akan mengalami yang namanya kekurangan gizi. Akibat buruk yang akan timbul tentunya bayi akan mengalami gizi buruk.

Diare

Ciri selanjutnya yang bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda kekurangan ASI ialah bayi akan mengalami diare. Diare memang sering terjadi pada bayi, namun kondisi ini tentunya bisa menjadi indikasi bahwa bayi Anda kekurangan ASI. Kondisi ini pada awalnya disebabkan oleh susu formula yang tidak cocok dengan perut bayi. Sehingga bisa menyebabkan bayi terkena diare. Utuk beberapa kasus tentunya bayi akan mengalami intoleransi laktosa susu dimana bisa menyebabkan tinja bayi menjadi lembek dan juga diare. Dalam kondisi ini penting bagi Anda untuk mengatasi atau mengobati diare yang terjadi pada bayi Anda.

Bayi Kuning

Tentunya, kita sering mendapati keadaan tubuh bayi yang kuning. Ini tentunya bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi akan mengalami yang namanya kekurangan ASI. Pada bayi yang baru lahir tentunya beberapa fungsi organ seperti hati belum bekerja secara maksimal. Dalam keadaan ini tentunya bayi akan mengalami kuning (ikterik) dikarenakan sistem metabolisme bilirubin pada tubuh bayi belum sempurna.

Warna kuning pada tubuh bayi memang dapat dibagi menjadi kondisi yang normal dan juag abnormal. Hal ini tentunya tubuh bayi yang kuning bisa disebabkan oleh kurangnya suplai ASI dari ibunya sehingga secara perlahan tubuh bayi akan menguning. Ciri bayi kuning tentunya bisa dilihat dari kulit bayi bahkan sampai bagian mata bayi. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk meningkatkan pemberian ASI ketika bayi dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan gejala kuning pada bayi.

Mudah Sakit

Bayi yang kekurangan asupan ASI tentunya memiliki daya tahan tubuh yang buruk dimana ia akan mudah sekali sakit. Hal ini dikarenakan sistem imun tubuh bayi tidak sekuat bayi yang diberikan bayi secara eksklusif. Dalam hal ini tentunya ASI memiliki peran yakni sebagai antioksidan dan juga pertahanan daya tahan tubuh bayi. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi makanan tentunya daya tahan tubuh bayi menjadi sangat terganggu. Dampak buruk yang bisa terjadi dari bayi yang mengalami kekurangan ASI ialah mudah sekali mengalami sakit seperti diare, deman dan juga batuk pilek. Ketika bayi Anda sakit tentunya pemberian ASI justru harus dilakukan agar tetap terpenuhi dan mempercepat pertumbuhan dan juga perkembangan bayi.

Badan Kurus

Ciri yang paling mudah dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah badan bayi akan cenderung kurus. Badan bayi kurus tentunya disebabkan oleh kurangnya pemenuhan gizi dan juga nutrisi yang memang seharusnya ia dapatkan dari ASI. Jika bayi kekurangan gizi tentunya tubuh akan mengambil cadangan dari sel-sel tubuh dengan membakar lemak dan juga otot tubuh. Maka dari itu, jika kondisi ini terus terjadi, maka bayi akan semakin kurus hingga tulang rusuk bayipun akan terlihat akibat kekurangan gizi yang cukup berat.

Kejang

Pada beberapa kasus bayi yang kekruangan ASI tentunya bayi akan mengalami kejang. Hal ini dikarenakan sistem metabolisme bayi dan juga kerja kelistrikan pada otak memang membutuhkan suplai oksigen dan juga glukosa supaya saraf-saraf pada otak bisa tetap terjaga. Jika bayi mengalami kekurangan ASI tentunya ini menjadi salah satu risiko yang mungkin bisa bayi Anda alami seperti tanda mulut mencucu dan juga anggota tubuh yang kaku.

Suhu Tubuh Bayi Meningkat

Pada bayi yang kekurangan ASI tentunya akan mengalami yang namanya suhu tubuh bayi yang meningkat. Hal ini dikarenakan bayi akan mengalami yang namanya dehidrasi sehingga akan mengalami kenaikan suhu tubuh seperti demam. Pada umumnya, suhu tubuh bayi tidak terlalu naik secara signifikan, namun tentunya suhu tubuh bayi yang meningkat akan menyebabkan demam pada bayi yang terus menerus.

Bayi Gelisah

Ciri selanjutnya yang menjadi tanda bahwa bayi mengalami kekurangan ASI ialah bayi akan cenderung merasa gelisah. Kondisi ini tentunya akan ditandai dengan bayi yang mudah rewel. Bayi akan terus rewel dan juga menangis karena merasa lapar. Maka, segeralah berikan bayi Anda ASI agar tidak terus menerus gelisah dan juga rewel.

Bayi Jarang BAB

Tanda selanjutnya yang bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah bayi akan jarang buang air besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami kekurangan ASI. Jika bayi kekurangan ASI, secara otomatis bayi akan jarang buang air besar karena tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Dampak buruknya, produksi tinja bayi tidak ada sehingga tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Kurangnya asupan makanan dan juga minuman tentunya bisa memperlambat produksi tinja sehingga tidak secepatnya dibuang. Akibat yang akan timbul tentunya bayi akan jarang BAB dibandingkan biasanya.

Bayi Kurang BAK

Bayi yang mengalami kekurangan ASI tentunya akan menyebabkan tubuh bayi yang kekurangan cairan dan juga dehidrasi. Jika tubuh kekurangan cairan, maka secara otomatis organ tubuh tidak akan memproduksi urin sehingga tidak ada urin yang harus dibuang. Padahal kita tahu bahwa sisaracun di dalam tubuh akibat dari proses metabolisme harus dibuang karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan bayi Anda. Jika bayi kekurangan cairan, maka produksi urin akan pekat dan juga menurun sehingga bayi akan jarang buang air kecil.

Cara Mengatasi Bayi Kurang ASI

Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa bayi yang kekurangan ASI tentunya bisa memiliki dampak yang buruk. Beberapa bayi mungkin saja akan mengalami dampak buruk yang timbul dari kurangnya asupan ASI. Bayi yang kekurangan ASI tentunya bukan tanpas ebab melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi sulit untuk menyusui.

Menyusui memang terlihat sangat mudah, namun ternyata ibu harus berjuang untuk membujuk si kecil supaya bisa menyusui dengan mudah. Banyak permasalahan yang bisa timbul dimana beberapa ibu akan merasa kurang percaya diri ketika memberikan ASI kepada si kecil, terutama pada bayi baru lahir. Hal ini tentunya disebabkan oleh bayi yang cenderung lebih suka tidur dibandingkan dengan menyusu. Dengan kondisi ini tentunya, ini menjadi tugas bagi Anda untuk menemukan cara mengatasi bayi kurang ASI diantaranya:

Pelajari Pola Tidur Bayi

Beberapa bayi mungkin jarang menyusu dikarenakan bayiyang cenderung tidur sehingga tidak ada keinginan untuk menyusu. Hal ini tentunya bisa Anda atasi dengan mempelajari pola tidur bayi. Pada beberapa bayi tentunya ia akan tidur hingga 16 jam dalam sehari. Akan tetapi, pada waktu yang normal mereka akan memiliki beberapa pola yang mungkin bayi akan tumbuh dan juga berkembang dengan sehat.

Untuk itu, usahakan Anda menyusui bayi setidaknya 2-3 jam sekali dan usahakan juga memberikan ASI pada bayi baru lahir meskipun ia sedang tertidur dan bangunkanlah si kecil. Hal ini memang sangat penting agar kita dapat mencegah si kecil dari dehidrasi ataupun kekurangan gizi dan juga nutrisi.

Biarkan Bayi Terjaga Ketika Sedang Menyusu

Ketika bayi sedang menyusu tentunya ini menjadi momen yang paling tepat bagi Anda untuk memberikan gizi dan juga nutrisi serta memperat kasih sayang antara ibu dan juga anak. Setelah seorang ibu bersusah payah untuk mengatur jadwal untuk menyusui, hal ini tentunya belum berakhir karena bayi harus tetap terjaga ketika diberikan ASI.

Jarangnya bayi menyusu tentunya ini sangat penting bayi Anda agar bayi tetap ingin menyusui. Cobalah untuk menggelitik kakinya sampai ia terbangun. Jika cara ini tidak berhasil, maka sentuhlah dengan lembut bagian kepala, telinga dan juga wajahnya. Setelah bangun, maka tetaplah susui bayi dan usahakan sebelum memberikan ASI, Anda bisa memijat terlebih dahulu payudara agar ASI mengalir dengan deras.

Perhatikan Cairan Yang Masuk Dan Keluar

Dengan mengetahui cairan yang masuk ataupun keluar tentunya ini bisa menjadi cara yang paling tepat bagi Anda untuk mengetahui apakah si kecil terpenuhi asupan gizi dan juga nutrisinya ataukah tidak. Dalam hal ini tentunya Anda bisa melihat apakah ASI yang masuk ke dalam perut bayi hampir seimbang dengan cairan yang keluar baik dalam bentuk bab maupun bak. Hal ini tentunya untuk mengetahui mengenai sistem pencernaan dan juga penyerapan gizi.

Jika air kencing dan juga fese keluar sedikit, tentunya si kecil membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak lagi. Dalam hal ini tentunya berat badan bayi yang ideal bisa memiliki pengaruh pada sistem imunitas tubuh bayi serta pertumbuhan dan juga perkembangan bayi menjadi lebih baik lagi. Bagaimanapun juga, menyusui bayi yang malas dapat dikatakan sebagai tantangan tersendiri bagi Anda sebagai orang tuanya. Dalam hal ini dukungan suami juga bisa sangat penting untuk menjaga agar ibu memberikan ASI yang lebih optimal.

Jadwal Makan

Pada umumnya, bayi akan minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari. Namun, tidak disarankan pula untuk membuat jadwal menyusui bayi karena pada nantinya bayi Anda akan memintanya atau memberikan kode ketika ia lapar. Akan tetapi, Anda sebagai orang tua harus peka dimana ketika bayi memberikan kode, Anda harus bergegas untuk memberikannya ASI. Hal ini jika Anda tidak segera memberikan ASI, maka bayi akan tertidur kembali sebelum diberikan ASI.

Tentunya memang sangat penting bagi Anda untuk memberikan ASI dan juga mengatur pemberian ASI agar bayi Anda tetap mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Selain itu, jika asupan gizi dan juga nutrisi bayi terpenuhi, maka sedikitnya Anda akan mencegah dari kondisi bayi yang kekurangan ASI. Demikianlah beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI  serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!