Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk – ASI yang baik tentunya memiliki beberapa tanda dan juga ciri-ciri yang tentunya sangat mudah untuk dikenali. ASI yang tidak baik tentunya bisa memberikan dampak yang buruk bagi bayi. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri kualitas ASI yang buruk seperti yang akan kami jelaskan pada poin di bawah ini!

ASI memang menjadi asupan yang paling penting bagi bayi. Bagaimanapun juga, ASI mengandung gizi dan juga nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi dalam mendukung pertumbuhan dan juga perkembangan bayi. Bayi yang sehat dengan imun tubuh yang kuat tentunya tidak dapat lepas dari asupan gizi dan juga nutrisi yang baik dari  ibunya. Namun, tetap saja Anda harus memperhatikan akan kualitas ASI yang masih baik dan juga tepat untuk bayi.

Banyak sekali anggapan bahwa memberikan ASI dengan kualitas yang buruk akan memberikan efek negatif bagi bayi. Sebagian besar efek yang ditimbulkan dari kualitas ASI yang buruk yakni dapat menyebabkan bayi mengalami kegemukan serta bisa membuat bayi mengalami diare dan juga sakit perut. Selain dari kegemukan, kualitas ASI yang buruk juga dapat menyebabkan bayi tidak mengalami penambahan berat badan.

Terlepas dari hal tersebut tentunya banyak sekali ibu yang lebih memilih untuk memberikan susu alternatif yakni susu formula. Hal tersebut tentunya masih menjadi anggapan yang mungkin kebenarannya belum diketahui. Akan tetapi, sebagai orang tua Anda menginginkan asupan gizi dan juga nutrisi yang baik bagi bayi. Inilah alasan yang paling kuat dimana Anda harus mengetahui kualitas ASI yang buruk  dengan mengenali beberapa ciri yang bisa Anda jadikan indikasi kualitas ASI. Baca juga: 15 Penyakit Yang Rentan Menyerang Bayi Baru Lahir

Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk

ciri-ciri kualitas asi yang buruk

Setelah wanita melahirkan tentunya tubuh telah dirancang untuk memproduksi ASI sebagai asupan makanan yang terbaik untuk bayinya. Keadaan tubuh seorang wanita yang sudah melahirkan tentunya sangat menentukan kualitas ASI. Hal ini tentunya berhubungan dengan kondisi tubuh yang sangat memprioritaskan akan produksi ASI. Meskipun Anda mengalami kurangnya asupan gizi dan juga nutrisi, namun tetap saja tubuh wanita yang sudah melahirkan akan tetap memproduksi ASI.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas ASI yang baik memang ikut menentukan pertumbuhan bayi. Banyak sekali bayi yang mengalami penurunan berat badan dikarenakan kualitas ASI buruk yang diberikan kepada bayi. Kondisi tersebut cepat atau lambat tentunya akan menyebabkan kualitas ASI menjadi sangat buruk dan awal dari indikasi gizi buruk.

Tubuh wanita tentunya akan dirancang untuk mengalihkan semua kandungan yang ada di dalam tubuh kepada janin dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Untuk itu, jenis makanan yang Anda makan tentunya ikut menentukan akan kualitas serta dampak untuk bayi. Berikut ini kami sajikan beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk untuk Anda kenali! Lihat juga: Ketahuilah Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

Warna

Ciri pertama yang bisa Anda ketahui yakni dari warna ASI. Namun, warna ASI tidak berhubungan dengan apa yang dikonsumsi oleh ibu. Seperti misalnya jika ibu mengonsumsi minuman yang bersoda, buahan-buahan dan juga desert yang memiliki warna yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan banyak anggapan dimana ketika ibu mengonsumsi makanan yang berwarna, maka akan berwarna juga pada ASI. Namun, jenis makanan tersebut tidak mempengaruhi warna pada ASI. Meskipun seorang ibu mengonsumsi makanan berwarna seperti hijau, rumput laut dan juga sayuran berwarna hijau tentunya tidak akan memberikan warna tersebut pada bayi.

Banyak kasus dimana ibu memiliki ASI yang berwarna hijau. Hal ini dikarenakan di dalam saluran pencernaan jenis makanan apapun akan diproses oleh usus halus. Sebagian besar masuk ke dalam pembuluh darah dan sebagaian lagi akan disalurkan pada ASI. Di dalam proses inilah dimana ASI berubah warna.

Dalam kasus ASI berwarna pink, kondisi ini tentunya dapat disebabkan oleh adanya darah di dalam ASI. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ibu yang mengalami puting yang berdarah ataupun puting yang lecet. Jika puting ibu lecet dan mengalami pendarahan, maka dapat dipastikan ibu mengalami ASI berwarna pink. Kondisi ini tentunya bukan hal yang sepele dimana Anda harus memeriksakan diri ke dokter atau klinik yang menyediakan perawatan pijat laktasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi. Darah yang ada di dalam ASI memang tidak berbahaya, namun jika ASI tidak juga membaik, maka segeralah konsultasikan ke dokter.

Aroma

Selain dari warna, tentunya yang menjadi indikasi dimana kualitas ASI buruk yakni dari aroma yang timbul. Jika Anda mendapati ASI berbau asam atau bau amis, maka dapat dipastikan ASI tersebut sangatlah buruk dan tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada bayi. ASI yang berbau amis tentunya berhubungan dengan bagaimana cara penyimpanan pada ASI tersebut, apakah sudah benar ataukah belum. Hal ini dikarenakan penyimpanan ASI yang kurang baik akan membuat ASI menjadi sangat cepat basi.

Tekstur ASI

Bila ASI disimpan di dalam freezer selama beberapa waktu, tentunya jika disentuh seperti tekstur pada sabun yakni lunak, asam dan juga bau tengik. Maka jangan diberikan kepada bayi karena tekstur ini menyebabkan kandungan enzim lipase di dalam ASI akan meningkat dalam jumlah yang cukup banyak dan sangat berlebihan. Lemak di dalam ASI tentunya akan dipecah oleh enzim setelah ASI diperah. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus sudah mengubah cara dalam menyimpan ASI tersebut. Meskipun pada umumnya tidak terlalu membahayakan bagi bayi, namun kita sebagai orang lebih menginginkan untuk memiliki kualitas ASI yang baik dan tidak berbahaya bagi bayi.

Rasa ASI

Selain dari tekstur yang ikut mempengaruhi dalam menentukan kualitas ASI, maka rasa yang ada pada ASI juga menjadi faktor untuk menentukan kualitas ASI. Jika rasa ASI sudah asam bahkan pahit, maka ini juga menjadi ciri-ciri kualitas ASI yang buruk. Jika Anda merasa bingung untuk mencari cara agar tidak mendapatkan ASI dengan kualitas yang buruk, maka hal yang harus Anda lakukan yakni setelah memerah ASI, Anda harus mendidihkan terlebih dahulu ASI tersebut sebelum di simpan di dalam freezer. Hal ini bertujuan agar lipase dapat berhenti bekerja sehingga proses pada lemak dapat terhenti.

Perubahan struktur lemak

ASI yang beku tentunya akan Anda cairkan dengan cara didihkan atau direndam di dalam air panas. Tidak dapat dipungkiri ketika ASI dicairkan akan menghasilkan aroma dan juga tekstur seperti sabun. Kondisi inilah dimana adanya perubahan struktur pada lemak. Hal ini terjadi dikarenakan perubahan suhu yang mendadak yakni dingin menjadi panas atau hangat. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan bagi Anda untuk memanaskan ASI secara langsung atau membekukan kembali dalam keadaan masih panas.

Penting sangat kita untuk mengetahui kualitas ASI. Kita tentunya sering menemukan dimana ASI memiliki dua lapisan yakni lapisan atas dan juga lapisan bawah. Lapisan atas akan lebih kental dibandingkan dengan lapisan bawah. Jika Anda mendapati kondisi ASI seperti ini tentunya bukan berarti ASI tersebut bayi karena lapisan yang kental ini mengandung banyak lemak. Untuk itu, Anda bisa mengocok ASI secara perlahan hingga larutan homogen bisa kembali.

Fakta Tentang ASI

Selain dari ASI yang berkualitas, tentunya kita juga disarankan untuk mengetahui fakta-fakta dari ASI. Untuk memberikan asupan ASI kepada si kecil, kita juga perlu memgetahui jumlah ASI yang baik diberikan kepada bayi.  Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI termasuk ke dalam salah satu hal ajaib dan juga unik. Berikut ini fakta-fakta seputar ASI yang sangat menakjubkan diantaranya:

Mengandung dua jenis protein

Fakta selanjutnya tentang ASI dimana ASI mengandung dua jenis protein yang disebut dengan kasein dan juga whey. Protein ini tentunya menjadi salah satu asupan gizi dan juga nutrisi untuk bayi dalam mendukung tumbuh kembang. Kadar protein whey yang lebih banyak tentunya akan memiliki kemampuan dalam melawan infeksi. Jika Anda menggunakan susu formula, maka pastikan Anda untuk memilih kandungan protein yang sama dengan dua jenis protein yang ada di dalam ASI. Jika tidak, maka dimungkinkan bayi akan mengalami risiko dan juga mendapatkan kesulitan untuk mencerna susu.

ASI tidak bisa diduplikasi

Fakta selanjutnya bahwa ASI akan selalu berubah warna dan tidak bisa diduplikasi. Hal ini tentunya tidak ada ibu yang memiliki ASI yang sama. Seperti contohnya ASI yang diambil dari satu wanita tidak akan sama dengan wanita lainnya meskipun diambil dalam waktu dan hari yang sama. Untuk itu, tidak ada cara apapun untuk menduplikasi ASI.

ASI mengandung vitamin yang Anda minum

Banyak yang beranggapan bahwa susu formula lebih baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin. Namun, anggapan ini salah besar dimana ASI lebih banyak mengandung vitamin yang siap untuk si kecil. Vitamin ini tentunya didapatkan dari vitamin yang Anda minum sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI memang lebih baik dari susu formula. Inilah yang menjadi alasan mengapa seorang ibu menyusui harus banyak memakan makanan sehat dan juga vitamin seperti vitamin A, D, E, C, K, niacin, riboflavin dan juga panthothenicacid. Jika Anda sering meminum vitamin yang memang bermanfaat bagi bayi, tentunya akan mudah tersalurkan dalam bentuk ASI.

Hati-hati alkohol ada di ASI

Apapun yang Anda minum tentunya akan langsung tersalurkan pada si kecil melalui ASI. Seperti halnya jika Anda keranjingan dalam mengonsumsi alkohol. Kandungan alkohol yang Anda minum tentunya akan ada di dalam ASI seperti misalnya aliran darah. Alkohol yang Anda minum tentunya akan langsung ada di dalam ASI sehingga tidak heran jika bayi juga menyusu alkohol.

ASI menurunkan obesitas pada bayi

Fakta selanjutnya yakni ASI dipercaya dapat menurunkan risiko obesitas pada bayi. Seperti sebuah penelitian yang dilakukan pada anak usia prasekolah dimana telah membuktikan bahwa bayi yang menyusui dengan menggunakan botol atau dot akan memicu kebiasaan makan lebih tinggi. Pada anak yang menyusu pada dot atau botol akan membuat mereka tidak mengetahui kapan merasa kenyang sehingga ia akan cenderung terus makan.

ASI memiliki warna yang berbeda

Fakta ini sunggung mencengangkan dimana susu memiliki warna yang berbeda. Jika pada umumnya kita melihat ASI memiliki warna yang putih bersih, namun tidak menutup kemungkinan ASI akan mengalami perubahan warna yakni menjadi warna pelangi. Warna ini memang muncul pada ASI sebagai warna yang alami. selain dari warna alami, mengonsumsi obat-obatan juga akan berdampak pada perubahan warna ASI.

Konsistensi ASI tidak pernah sama

Dalam hal konsistensi, ASI tentunya memiliki tingkat konsistensi yang kurang dimana ASI tidak pernah sama baik dalam warna, tekstur dan juga kekentalannya. ASI yang mungkin Anda lihat tentunya memiliki banyak air dimana memang difungsikan untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Jika ASI sudah keluar, maka kandungan lemak di dalamnya akan terus meningkat sepanjang sesi menyusui.

Jika Anda memerah setelah menyusui, maka volume ASI akan menjadi lebih rendah dengan tekstur seperti krim. Semakin lamanya waktu untuk memerah ASI, maka tingkat lemak pada ASI semakin rendah. Jika Anda sedang berusaha untuk meningkatkan produksi ASI, maka cara yang paling cocok untuk solusi tersebut yaitu memerahnya dengan menggunakan pompa. Hal ini dikarenakan ASI memang dirancang sebagai salah satu makanan bagi bayi. Maka, tekstur ASI tidak akan terlalu encer, berlemak dan juga tidak akan terlihat seperti susu formula.

Payudara akan selalu memproduksi ASI

Tidak heran jika ibu yang sedang menyusui akan selalu memiliki stok. Inilah yang menyebabkan payudara selalu memproduksi ASI. Faktanya bahwa payudara akan selalu memproduksi ASI sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi dalam artian tidak lebih dan juga tidak kurang. Ketika susu diberikan kepada bayi, meskipun sudah kosong. Maka, payudara akan kembali memproduksi ASI dan payudara akan kembali penuh.

Produksi ASI membutuhkan air

Tidak heran jika wanita yang menyusui akan sering merasa kehausan. Hal ini dikarenakan produksi ASI membutuhkan unsur air. Untuk itu, dianjurkan untuk ibu menyusui agar selalu minum air sebanyak mungkin.

ASI dapat meningkatkan IQ

IQ anak yang tinggi tentunya tidak bisa lepas dari ASI yang ia dapatkan ketika bayi. Hal ini dikarenakan ASI akan meningkatkan IQ pada bayi bahkan hingga mencapai 8 poin lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang tidak menyusu. Kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI akan membantu perkembangan otak dan juga kemampuan mental si kecil serta memiliki sifat membangun pada perkembangan bayi.

Komposisi ASI berbeda setiap harinya

ASI tentunya dibagi ke dalam beberapa bagian diantaranya susu mature, susu transisi dan juga susu kolostrum. Ketiga jenis ASI tersebut tentunya memiliki perbedaan dalam komposisi dan juga kandungannya. Susu kolostrum ini dapat dikatakan sebagai sebuah obat dimana hanya memiliki jumlah yang cukup sedikit. Para ibu akan merasa kebingungan  karena menganggap ASI tidak keluar, padahal bayi menyusu ASI dalam jumlah yang sangat sedikit.

Susu kolostrum ini tentunya memiliki jumlah yang tidak banyak dimana rata-rata ASI cuma 30 cc dalam 24 jam. Ketika bayi meminum susu kolostrum tentunya jangan dianggap remeh karena  di dalam satu tetes susu kolostrum mengandung sekitar 1 juta antibodi. Namun, tidak banyak orang tua yang mengetahui akan kandungan yang terdapat di dalam kolostrum sehingga menganggapnya sepele dan bahkan diganti dengan susu formula.

Untuk susu transisi yakni sebagai salah satu jenis susu yang berfungsi sebagai penghantar sebelum susu mature. Jadi, jenis susu ini berfungsi untuk menyiapkan sistem pencernaan bayi dalam mengolah susu mature. Hal ini memang sangat diperlukan untuk mengolah susu mature yakni jenis susu yang padat untuk memenuhi kebutuhan harian bayi dan mendukung tumbuh kembang dengan baik. Waktu yang dibutuhkan untuk kandungan ASI tentunya tidak sama. Intinya sekitar 5-10 menit pertama susu yang dkeluar dinamakan dengan fore milk yang bersifat lebih cair. Sedangkan di atas 10 menit akan terdapat susu hind milk yakni susu yang mengandung komposisi yang cukup kental karena kaya akan protein, karbohidrat dan juga lemak.

ASI memberikan rasa aman pada bayi

Selain dari komposisi ASI yang berbeda-beda, fakta selanjutnya yakni dimana ASI bisa memberikan rasa yang aman bagi bayi. Hal ini tentunya dapat Anda rasakan dimana bayi akan merasakan ketenangan ketika menyusui ASI. Hal ini tentunya mengingatkan ketika ia berada di dalam kandungan. Selain itu, ASi juga menjadi sebuah medium untuk mendekatkan batin ibu dengan bayi ketika menyusui. Tidak heran jika bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sering berada di pelukan ibu karena itulah ia akan merasa disayangi, dicintai dan juga aman.

ASI memberikan imun bagi bayi

Fakta selanjutnya mungkin sudah banyak diketahui oleh sebagian besar orang. ASI memang tidak bisa lepas dari ketahanan tubuh bayi ketika mendapatkan ASI. Dalam hal ini bayi telah dibekali dengan daya tahan tubuh ketika masih berada di dalam kandungan. Jika ketika lahir bayi dilanjutkan dengan pemberian ASI, maka hal ini akan merangsang pusat daya tahan tubuh bayi demi mendapatkan sistem imunitas tubuh bayi agar lebih meningkat. Maka, Anda sebagai seorang ibu alangkah baiknya untuk memberikan si kecil ASI eksklusif agar imunitas tubuh bayi menjadi lebih aktif.

Komposisi ASI berbeda pada bayi normal dan prematur

Komposisi ASI pada ibu yang satu dengan yang lainnya tentunya berbeda-beda. Kondisi ini juga dapat terjadi pada ibu yang melahirkan dengan normal atau prematur. Ibu yang melahirkan anak prematur tentu produksi ASI masih diperuntukkan untuk bayi yang prematur. Sedangkan ibu yang melahirkan anak normal tentu memiliki komposisi ASI yang lebih banyak. Hal ini juga bisa berlaku dimana seorang ibu A menyusui anak dari ibu B. Sedangkan si ibu A tidak memiliki imunitas tubuh yang kuat. Maka jika anak si ibu A disusui oleh ibu B, maka secara langsung anak ibu A tidak akan terlindungi jika terkena virus dan juga bakteri.

Alasan Mengapa Bayi Mengalami Gangguan Pertumbuhan

Kita tentunya sering melihat sebagian besar bayi yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu. Pada umumnya, bayi yang mengalami pertumbuhan dapat disebabkan oleh asupan gizi dan juga nutrisi pada bayi tersebut. Pada ibu yang memberikan ASi eksklusif, pada dasarnya tidak akan mengalami gangguan pada pertumbuhan seperti misalnya penurunan berat badan yang tidak kunjung naik dan justru menurun seiring berjalannya waktu.

Jika buah hati Anda mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, maka penting bagi Anda untuk mengetahui apa penyebab dari pertumbuhan yang terganggu. Hal ini tidak lepas juga dari beberapa faktor dimana berat badan bayi tidak kunjung juga naik. Berikut ini beberapa penyebab dimana bayi mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, diantaranya:

Adanya infeksi

Infeksi yang terjadi pada Anda tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap sistem imunitas tubuh bayi. Jika pada dasarnya bayi harus memiliki sistem imun tubuh yang kuat, namun hal ini berbeda ketika Anda mengalami infeksi. Seorang ibu yang mengalami infeksi tentunya kemungkinan besar akan menurunkan virus dan juga bakteri sehingga imunitas tubuh bayi menjadi terganggu juga.

Frekuensi menyusu yang kurang

Ketika memberikan ASI kepada bayi tentunya janganlah sekali-kali menjadwalkan pemberian ASI. Hal ini dikarenakan bayi harus mendapatkan ASI eksklusif dimana tidak ada waktu tertentu untuk memberikan ASI. Kurangnya frekuensi dalam memberikan ASI pada bayi tentunya memiliki pengaruh buruk pada tumbuh kembang bayi. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan bayi mengalami kekurangan sehingga berdampak pada status gizi si kecil.

Jumlah ASI berkurang

Kuantitas ASI tentunya menjadi salah satu penyebab dimana bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan juga berat badan yang tidak bertambah. Hal ini dikarenakan semakin jarangnya bayi menyusui maka produksi ASI juga akan semakin berkurang. Tidak heran jika produksi ASI pada ibu juga ikut berkurang dikarenakan tidak ada rangsangan apapun. Hal ini hisapan dari mulut bayi juga dapat merangsang tubuh ibu untuk tetap menghasilkan jumlah ASI yang cukup banyak.

Terjadinya masalah pada saluran pencernaan

Pada bayi yang memiliki sistem pencernaan yang terganggu, maka perut bayi tidak bisa menyerap semua kandungan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalam ASI. Kondisi inilah yang menyebabkan berat badan tidak mengalami penambahan.

Beberapa masalah mengapa bayi mengalami penurunan berat badan dan juga cenderung menurun memang tidak bisa lepas dari kualitas ASI yang ia dapatkan. Hal ini tentu sangat penting untuk tetap menjaga kualitas ASI tetap baik dan terjaga. Demikianlah beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk serta fakta-fakta tentang ASI yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Cara Memperbanyak ASI – ASI memang kebutuhan yang paling penting bagi wanita pasca melahirkan. Hal ini dikarenakan ASI ialah asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi ketika lahir. Namun, banyak sekali wanita menyusui yang justru tidak memiliki asupan ASI yang cukup. Untuk itu, berikut kami sajikan cara memperbanyak ASI yang bisa Anda lakukan demi mendapatkan gizi terbaik bagi si kecil.

Dalam masa menyusui, tentunya setiap wanita tentunya ingin memiliki ASI yang berlimpah. Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi bayi tentu saja ASI juga menjadi satu medium dimana hubungan ibu dan juga bayi lebih erat. Tidak heran jika setiap ibu memiliki rasa cemas dan juga gelisah jika tidak memiliki ASI yang cukup banyak. Ditambah dengan keadaan bayi yang rewel ketika masih lapar, sedangkan produksi ASI pada ibunya sangat terbatas. Inilah yang menjadi permasalahan yang cukup pelik bagi setiap ibu menyusui.

Terlepas dari hal tersebut, susu formula bukanlah salah satu solusi yang cukup tepat untuk mengganti produksi ASI yang tidak lancar. Namun, dibutuhkan satu cara dan juga alternatif yang bisa membantu Anda dalam memperbanyak ASI. Jika pada saat ini Anda sebagai ibu menyusui tentunya tidak ada salahnya jika Anda mencoba beberapa cara dan juga tips yang akan kami sajikan pada poin di bawah ini! Baca juga: 10 Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI Yang Dapat Anda Deteksi Lebih Dini

Cara Memperbanyak ASI

cara memperbanyak asi

Banyak sekali masalah pada wanita yang hamil dan juga melahirkan. Seperti misalnya masalah kurangnya produksi ASI yang dapat terjadi pada awal-awal persalinan. Padahal bayi yang baru lahir membutuhkan satu-satunya asupan gizi dan juga nutrisi berupa ASI. Ini tentunya menjadi masa-masa dimana bayi sangat membutuhkan yang namanya ASI. Hal ini dikarenakan ASI mengandung zat gizi dan juga nutrisi yang sangat khusus dan juga diformulasikan untuk bayi.

Meskipun tidak banyak wanita yang memiliki permasalah pada produksi ASI, namun tentu hal ini bisa saja terjadi pada Anda. Jika produksi ASI berkurang dan justru terhambat, maka dapat dimungkinkan Anda mengalami stres dan juga tingkat kecemasan yang cukup tinggi. Memang sangat diperlukan cara dan juga upaya untuk meningkatkan produksi ASI dan juga memperbanyak ASI. Berikut ini beberapa cara memperbanyak ASI yang dapat Anda lakukan dengan mudah dan juga alami, diantaranya:

Lihat juga: Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Sering menyusui

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk memperbanyak ASI ialah dengan memberikan ASI kepada bayi dengan frekuensi yang sering. Ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk memperbanyak ASI. Hal ini juga berhubungan dengan prinsip stimulus  dan juga respon ketika bayi berusaha untuk meraih puting sekaligus belajar menyusu. Rangsangan yang ada pada mulut bayi ini tentunya dapat meningkatkan produksi ASI pada payudara sehingga sangat memungkinkan produksi ASi semakin bertambah banyak dan lancar. Pada bayi baru lahir tentunya tidak perlu menjadwal pemberian ASI, namun berikanlah ASI sesering dan semau bayi.

Bergantian payudara ketika memberikan ASI

Cara kedua yang bisa Anda lakukan ialah dengan memberikan ASI dengan cara bergantian payudara. Cara ini tentu sangat efektif dalam merangsang ASI. Ketika salah satu payudara penuh, berikanlah pada bayi sampai kosong. Kemudian lanjut pada payudara yang lain. Dengan begitu Anda memberikan kesempatan kepada kedua payudara untuk memproduksi ASi agar lebih banyak karena kapasitas produksi ASI menjadi lebih meningkat.

Lakukan pemijatan dan bersihkan payudara

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan melakukan pemijatan dan juga membersihkan payudara dengan benar. Manfaat yang bisa Anda dapatkan dari pemijatan ini yakni untuk memperbanyak ASI dan melancarkan ASI. Berikut ini teknik pemijatan payudara yang bisa Anda lakukan sendiri, diantaranya:

– Lakukan pemanasan dengan cara menghangatkan payudara terlebih dahulu dengan mengompres dengan handuk hangat selama kurang lebih 2 menit dan lakukan pengulangan selama 4-5 kali.

– Setelah itu, mulailah pijatan yang dilakukan secara perlahan dari atas dan juga bawah.

– Untuk bagian areola, Anda dapat melakukan pijatan ke atas dan  ke bawah dan dari kanak ke kiri selama kurang lebih 5-6 kali pada setiap payudara.

– Untuk langkah terakhir, Anda bisa memijat payudara secara melingkar dan mengikuti bentuk payudara selama 5-6 kali. Kemudian, pijat melingkar dan spiral ke arah areola selama kurang lebih 4 kali.

– Langkah tersebut tentunya Anda lakukan untuk masing-masing payudara.

– Hal yang perlu Anda ingat ketika membersihkan payudara ialah tidak menyabuni payudara terutama pada bagian puting dan areola karena akan menyebabkan kaku dan juga kering pada permukaan kulit payudara.

Hindari penggunaan dot susu

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menghindari penggunaan dot susu. Hal ini dikarenakan dot dapat membuat bayi ketagihan karena sangat mudahnya untuk menghisap dot dibandingkan dengan menghisap puting. Jika ini menjadi kebiasaan pada bayi, maka tidak heran jika pada nantinya bayi akan sangat sulit untuk menyusui secara alami dan menghisap puting payudara. Maka dari itu, jika tidak mengalami masalah-masalah yang cukup berat, usahakan untuk tidak memberikan dot pada bayi untuk melatih bayi agar bisa menghisap puting dengan mudah.

Pompa ASI setelah menyusui

Cara ini tentu dapat dikatakan sebagai cara yang cukup efektif dalam memperbanyak produksi ASI. Dengan cara mengosongkan volume payudara tentunya Anda memberikan kesempatan pada payudara untuk memproduksi kembali ASI. Usahakan untuk memompa ASI setelah menyusui atau setiap 15 menit setiap beberapa jam terutama bagi Anda yang wanita karir.

Gunakan teknik menyusui yang benar

Bagaimanapun juga, teknik menyusui memang menjadi salah satu hal yang harus benar-benar Anda perhatikan. Teknik dan juga posisi menyusui yang benar ialah memastikan bahwa mulut bayi menempel dengan benar pada payudara. Dagu dan juga mulut bayi dapat membuka lebar sehingga sangat besar kemungkinan areola dapat tertutup oleh mulut bayi. Dalam hal ini posisi puting dan juga lengan bayi, alangkah baiknya dalam posisi satu garis lurus sehingga bayi akan lebih leluasa dalam menghisap ASI secara pelan-pelan, namun tetap kuat.

Perbanyak konsumsi air putih

Cara ini tentunya berhubungan dengan kebutuhan Anda akan cairan tubuh. Bagaimanapun juga, air puting sangat berperan penting dalam menjaga tubuh tetap bugar dan segar. Selain itu, air putih juga dapat menghindarkan diri Anda dari dehidrasi. Namun, sebagian besar wanita menyusui seakan mengabaikan akan pentingnya asupan air putih ini untuk tubuh.  Air putih yang kita konsumsi tentunya bisa menjaga kualitas ASI tetap terjaga, kental dan lancar serta melimpah. Anda tentunya harus memenuhi asupan air putih sebanyak mungkin atau sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Tidur yang cukup

Istirahat yang cukup bagi wanita menyusui memang terbilang sangat penting. Banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dari memenuhi kebutuhan jam tidur dan juga jam istirahat yang cukup. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu yang menyusui akan senatiasa terbangun ketika malam hari. Nah, Anda tentunya dapat memanfaatkan waktu siang untuk beristirahat yang cukup. Tidur dan juga istirahat yang cukup tentunya dapat mengurangi dan juga menghindarkan diri Anda dari rasa stres dan capek dalam mengurus si kecil.

Hypno-breastfeeding

Istilah ini mungkin belum banyak dipahami oleh sebagian besar ibu menyusui. Namun, istilah ini untuk menggambarkan suatu cara dalam merangsang ASI melalui proses hypno. Dalam teknik ini, ibu menyusui tinggal merangsang ASI agar keluar deras serta membayangkan bahwa seolah-olah ASI yang keluar tersebut memang cukup banyak. Hal ini tentunya bisa memotivasi Anda agar memudahkan produksi ASI tetap lancar.

Pilih menu makanan untuk memperbanyak ASI

Bagaimanapun juga, menu makanan memang menjadi salah satu faktor penunjang dalam memperbanyak produksi ASI. Anda tentunya bisa memilih menu makanan yang bisa memiliki produksi ASI yang berlebih seperti sayuran dan buah-buahan. Selain itu, Anda juga bisa memilih jenis makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, protein dan mineral. Sedangkan untuk jumlah makananannya, alangkah baiknya untuk tidak membatasi konsumsi makanan yang dapat menambah daun pepaya dan juga daun katuk.

Konsumsi suplemen penambah ASI

Cara yang bisa Anda untuk memperbanyak ASI ialah dengan mencoba mengonsumsi suplemen penambah ASI. Namun, untuk memilih suplemen ini Anda harus berhati-hati dan pastikan untuk memilih suplemen yang bisa menambah suplemen ASI. Untuk bentuk konsumsi suplemen ASI, Anda bisa menggunakan bermacam-macam berupa teh, penambah ASI dalam bentuk kaplet, suplemen herbal dan juga lain sebagainya. Sebelum Anda memutuskan untuk memberikan suplemen penambah ASI, pastikan Anda berkonsultasi dulu ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi suplemen penambah ASI.

Hindari stres

Tidak dapat dipungkiri bahwa suasana hati seorang ibu menyusui bisa berubah. Hal ini tentunya berkaitan dengan kondisi psikis seorang ibu. Rasa stres yang berlebihan tentunya bisa mempengaruhi produksi ASI. Tidak heran jika ibu menyusui akan mengalami produksi ASI yang menurun dan bahkan tidak produksi sama sekali. Kondisi ini tentunya akan membuat produksi ASI menjadi berkurang. Kondisi ini memang sudah sepatutnya diketahui sama suami Anda agar rasa stres yang timbul tidak terlalu berlebihan.

Pentingnya peran seorang ayah

Meskipun istri yang memiliki peranan yang paling menunjang dalam mengurus si kecil. Tentunya, tidak melupakan pula akan peran seorang ayah dalam proses menyusui. Dalam hal ini suami memang sangat perlu mendukung sang istri untuk membuatnya merasa nyaman. Maka dari itu, peranan ayah dalam menemani istri memang sangat penting. Dalam hal ini ayah ASI ialah sebuah gerakan komunitas yang berperan dalam mengedukasi seorang ayah untuk memiliki pola pikir dan berubah untuk mendukung proses sang istri dalam menyusui si kecil.

Hindari konsumsi alhokol, kopi dan rokok

Jika pada sebelumnya Anda pernah atau sering melakukan beberapa kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol dan mengonsumsi kopi. Namun, ketika Anda sedang menyusui sangat direkomendasikan untuk mengatakan ‘tidak’ pada ketiga kebiasaan ini. Tentu, sudah menjadi rahasia umum jika zat dan juga senyawa yang ada di dalam ketiga objek memiliki efek yang tidak baik untuk kesehatan tubuh terlebih bagi kualitas ASI. Maka dari itu, pastikan bunda memberikan asupan ASI yang terbaik dan terhindar dari zat-zat yang beracun tersebut.

Konsumsi kurma

Mungkin banyak orang yang belum mengetahui akan khasiat dari buah kurma ini. Padahal jika kita ketahui lebih lanjut lagi bahwa mengonsumsi buah yang manis ini dapat memperlancar ASI. Buah ini pada umumnya banyak dicari khususnya ketika bulan Ramadhan. Kandungan kalsium dan zat besi yang ada di dalam buah kurma menjadi salah satu kandungan yang paling penting sebagai pembentuk ASI. Selain menjadi buah favorit selama bulan puasa, buah kurma juga menjadi buah sebagai penambah ASI di dalam payudara.

Hubungan intim dengan suami

Anda tentunya terheran-heran dengan poin yang satu ini. Namun ternyata berhubungan intim dengan suami dapat membantu melancarkan produksi ASI. Hubungan intim dengan suami tentunya dapat dilakukan setelah 4-6 minggu kelahiran (setelah nifas selesai). Melakukan hubungan intim justru memproduksi hormon oksitosin yang bisa timbul sehingga dapat membantu Anda untuk memproduksi ASI.

Makanan Yang Wajib Dikonsumsi

Setelah melahirkan tentunya sebagian besar wanita membutuhkan asupan gizi dan juga nutrisi yang cukup untuk membantunya memperbanyak produksi ASI. Olah karena itu, banyak sekali sumber makanan yang disarankan untuk Anda konsumsi yang tentu sehat sehingga akan sangat mudah memperlancar produksi ASI pada payudara. Berikut ini beberapa menu makanan yang wajib Anda konsumsi setelah melahirkan, diantaranya:

Buah Berry

Jenis makanan pertama yang wajib untuk Anda konsumsi berasal dari buah-buahan. Tidak dapat diragukan lagi akan manfaat dan juga vitamin yang ada pada buah berry ini. Buah berry tentunya memiliki beragam jenis yakni blueberry, strawberry, raspberry dan juga lainnya. Dengan memenuhi asupan gizi dengan mengonsumsi buah berry, maka Anda bisa mendapatkan manfaat yakni memperbanyak produksi ASI.

Produk olahan susu

Asupan bagi wanita menyusui tentunya akan lebih mudah dengan mengonsumsi produk olahan susu. Alangkah lebih baiknya jika Anda mengonsumsi produk olahan susu yang mengandung kalsium, vitamin B, D dan juga protein.

Ikan salmon

Sumber makanan yang selanjutnya berasal dari jenis ikan. Salmon tentunya kaya akan kandungan asam lemak yang disebut dengan DHA. Zat ini tentunya ada di dalam ASI dan memang sangat penting untuk membantu perkembangan sistem saraf pada bayi.

Sayuran berdaun hijau

Jenis makanan yang selanjutnya ialah berasal dari sayuran hijau. Sayuran berdaun hijau tentunya kaya akan vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi dan juga zat antioksidan. Dengan mengonsumsi sayuran hijau setelah melahirkan tentu  menjadi cara yang paling aman untuk menurunkan berat badan. Jenis sayuran hijau tersebut diantaranya daun bayam, daun katuk, bunga pepaya, kacang hijau, labu siam, pare, dan juga brokoli.

Telur

Sumber makanan yang selanjutnya yakni telur yang kaya akan protein sehingga untuk meningkatkan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam tubuh.

Beras cokelat

Beras cokelat ini memang sangat jarang ditemui, namun beras memang dianggap sebagai makanan para raja. Namun, ternyata kandungan yang terdapat di dalam beras cokelat memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Karbohidrat yang ada di dalam beras cokelat memiliki tingkat energi yang tetap terjaga serta mampu untuk meningkatkan kualitas ASI.

Menjaga kualitas ASI tetap terjaga  tentunya menjadi salah satu keharusan bagi Anda dengan melakukan beberapa cara memperbanyak ASI seperti yang sudah kami sebutkan di atas. Demikianlan cara memperbanyak ASI yang sangat penting bagi Anda. Selamat mencoba!

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI – Bayi baru lahir yang mengalami kurang ASI tentuya bisa saja terjadi. Hal ini tentunya menyebabkan beberapa dampak yang nantinya menghambat tumbuh kembang bayi. Untuk itu kami sajikan beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda deteksi untuk mencegah hal tersebut. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Bayi yang sehat tentunya memiliki kecukupan gizi dan juga nutrisi yang tentunya ia dapatkan dari ASI. Bayi memang tumbuh dan juga berkembang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan bayi memang dapat dilihat dari nutrisi dan juga gizi yang ia dapatkan dari ibunya. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi tentunya ini menjadi salah satu faktor mengapa tumbuh kembang bayi terhambat.

Cara yang paling tepat bagi Anda dalam memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi ialah dengan memberikannya ASI terutama dari 0-6 bulan yang disebut dengan pemberian ASI eksklusif. Tentu kita semua tahu bahwa ASI memang menjadi salah satu sumber makananbayi yang wajib ia dapatkan. Karena ASI mengandung banyak sekali gizi dan juga nutrisi di dalamnya. Namun, ada juga beberapa orang tua yang bahkan tidak memberikan ASInya kepada bayi karena beberapa faktor.

Tidak sedikit juga bayi yang mengalami kekurangan ASI seiring dengan pertumbuhan dan juga perkembangannya. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui bahwa ternyata bayi mereka mengalami yang namanya kekurangan ASI. Lantas, apa saja ciri-ciri bayi kurang ASI? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini! Baca juga: Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI

ciri-ciri bayi kurang asi

Tentunya, tidak sedikit orang tua yang tidak memberikan ASI kepada buah hatinya yang mungkin dikarenakan beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar, gangguan pada payudara bahkan ibu yang tidak ingin menyusui anaknya secara langsung. Beberapa faktor tersebut tentunya menyebabkan bayi kekurangan ASI. Jika sudah begitu tentunya ini menjadi salah satu masalah yang cukup serius dimana bayi akan mengalami beberapa gangguan pada perkembangannya.

Tentunya, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa hal mengenai bayi yang kekurangan ASI. Hal ini tentunya bertujuan untuk mencegah apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagaimanapun juga bayi yang kekurangan ASI bisa menyebabkan bayi tumbuh tidak sehat dan juga masalah kesehatan yang terganggu. Berikut ini beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI yang bisa Anda ketahui untuk mendeteksi bayi Anda, diantaranya:

Lihat juga: Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi Berikut Bahayanya

Dehidrasi

Ciri pertama yang bisa Anda deteksi jika bayi kekurangan ASI tentunya ia akan mengalami yang namanya dehidrasi. Dalam hal ini ASI memang sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh bayi. Dapat dikatakan bahwa ASI merupakan salah satu sumber makanan sekaligus minuman bagi bayi. Jelas saja, jika bayi kekurangan ASI, maka akan berakibat fatal yakni bayi kekurangan ASI. Munmgkin awalnya bayi akan rewel, lama-kelamaan ia akan lemas akibat dehidrasi yang terjadi padanya. Kondisi ini tentunya akan terus berlanjut hingga membahayakan nyawa bayi. Itulah mengapa Anda sebagai orang tua harus mengetahui mengenai ciri-ciri bayi kurang ASI

Kurang Gizi

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang mengalami kekurangan ASI akan juga mengalami kekurangan gizi. Hal ini dikarenakan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI tidak dapat diserap oleh bayi karena memnag bayi kekurangan ASI. Seperti yang kita tahu bahwa ASI memang mengandung gizi, nutrisi dan juga vitamin yang tentu sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi.

Selain itu, ASI juga menjadi salah satu produk alami yang diproduksi oleh ibu sehingga sangat aman dan juga bebas dari pengawet. Maka dari itu, tidak heran jika bayi pada usia 0-6 bulan ini harsu mendapatkan ASI tanpa makanan tambahan lainnya agar gizi dan juga nutrisi dapat dengan mudah terserap. Namun, jika pemenuhan ASI pada bayi tersebut tidak sesuai, maka akan menyebabkan suplai gizi dan juga nutrisi bayi yang terganggu. Hal ini tentunya mengakibatkan kebutuhan bayi tidak terpenuhi sehingga bayi akan mengalami yang namanya kekurangan gizi. Akibat buruk yang akan timbul tentunya bayi akan mengalami gizi buruk.

Diare

Ciri selanjutnya yang bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda kekurangan ASI ialah bayi akan mengalami diare. Diare memang sering terjadi pada bayi, namun kondisi ini tentunya bisa menjadi indikasi bahwa bayi Anda kekurangan ASI. Kondisi ini pada awalnya disebabkan oleh susu formula yang tidak cocok dengan perut bayi. Sehingga bisa menyebabkan bayi terkena diare. Utuk beberapa kasus tentunya bayi akan mengalami intoleransi laktosa susu dimana bisa menyebabkan tinja bayi menjadi lembek dan juga diare. Dalam kondisi ini penting bagi Anda untuk mengatasi atau mengobati diare yang terjadi pada bayi Anda.

Bayi Kuning

Tentunya, kita sering mendapati keadaan tubuh bayi yang kuning. Ini tentunya bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi akan mengalami yang namanya kekurangan ASI. Pada bayi yang baru lahir tentunya beberapa fungsi organ seperti hati belum bekerja secara maksimal. Dalam keadaan ini tentunya bayi akan mengalami kuning (ikterik) dikarenakan sistem metabolisme bilirubin pada tubuh bayi belum sempurna.

Warna kuning pada tubuh bayi memang dapat dibagi menjadi kondisi yang normal dan juag abnormal. Hal ini tentunya tubuh bayi yang kuning bisa disebabkan oleh kurangnya suplai ASI dari ibunya sehingga secara perlahan tubuh bayi akan menguning. Ciri bayi kuning tentunya bisa dilihat dari kulit bayi bahkan sampai bagian mata bayi. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk meningkatkan pemberian ASI ketika bayi dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan gejala kuning pada bayi.

Mudah Sakit

Bayi yang kekurangan asupan ASI tentunya memiliki daya tahan tubuh yang buruk dimana ia akan mudah sekali sakit. Hal ini dikarenakan sistem imun tubuh bayi tidak sekuat bayi yang diberikan bayi secara eksklusif. Dalam hal ini tentunya ASI memiliki peran yakni sebagai antioksidan dan juga pertahanan daya tahan tubuh bayi. Jika bayi kekurangan gizi dan juga nutrisi makanan tentunya daya tahan tubuh bayi menjadi sangat terganggu. Dampak buruk yang bisa terjadi dari bayi yang mengalami kekurangan ASI ialah mudah sekali mengalami sakit seperti diare, deman dan juga batuk pilek. Ketika bayi Anda sakit tentunya pemberian ASI justru harus dilakukan agar tetap terpenuhi dan mempercepat pertumbuhan dan juga perkembangan bayi.

Badan Kurus

Ciri yang paling mudah dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah badan bayi akan cenderung kurus. Badan bayi kurus tentunya disebabkan oleh kurangnya pemenuhan gizi dan juga nutrisi yang memang seharusnya ia dapatkan dari ASI. Jika bayi kekurangan gizi tentunya tubuh akan mengambil cadangan dari sel-sel tubuh dengan membakar lemak dan juga otot tubuh. Maka dari itu, jika kondisi ini terus terjadi, maka bayi akan semakin kurus hingga tulang rusuk bayipun akan terlihat akibat kekurangan gizi yang cukup berat.

Kejang

Pada beberapa kasus bayi yang kekruangan ASI tentunya bayi akan mengalami kejang. Hal ini dikarenakan sistem metabolisme bayi dan juga kerja kelistrikan pada otak memang membutuhkan suplai oksigen dan juga glukosa supaya saraf-saraf pada otak bisa tetap terjaga. Jika bayi mengalami kekurangan ASI tentunya ini menjadi salah satu risiko yang mungkin bisa bayi Anda alami seperti tanda mulut mencucu dan juga anggota tubuh yang kaku.

Suhu Tubuh Bayi Meningkat

Pada bayi yang kekurangan ASI tentunya akan mengalami yang namanya suhu tubuh bayi yang meningkat. Hal ini dikarenakan bayi akan mengalami yang namanya dehidrasi sehingga akan mengalami kenaikan suhu tubuh seperti demam. Pada umumnya, suhu tubuh bayi tidak terlalu naik secara signifikan, namun tentunya suhu tubuh bayi yang meningkat akan menyebabkan demam pada bayi yang terus menerus.

Bayi Gelisah

Ciri selanjutnya yang menjadi tanda bahwa bayi mengalami kekurangan ASI ialah bayi akan cenderung merasa gelisah. Kondisi ini tentunya akan ditandai dengan bayi yang mudah rewel. Bayi akan terus rewel dan juga menangis karena merasa lapar. Maka, segeralah berikan bayi Anda ASI agar tidak terus menerus gelisah dan juga rewel.

Bayi Jarang BAB

Tanda selanjutnya yang bisa menjadi salah satu indikasi dimana bayi mengalami yang namanya kekurangan ASI ialah bayi akan jarang buang air besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami kekurangan ASI. Jika bayi kekurangan ASI, secara otomatis bayi akan jarang buang air besar karena tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Dampak buruknya, produksi tinja bayi tidak ada sehingga tidak ada sisa makanan yang harus dibuang. Kurangnya asupan makanan dan juga minuman tentunya bisa memperlambat produksi tinja sehingga tidak secepatnya dibuang. Akibat yang akan timbul tentunya bayi akan jarang BAB dibandingkan biasanya.

Bayi Kurang BAK

Bayi yang mengalami kekurangan ASI tentunya akan menyebabkan tubuh bayi yang kekurangan cairan dan juga dehidrasi. Jika tubuh kekurangan cairan, maka secara otomatis organ tubuh tidak akan memproduksi urin sehingga tidak ada urin yang harus dibuang. Padahal kita tahu bahwa sisaracun di dalam tubuh akibat dari proses metabolisme harus dibuang karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan bayi Anda. Jika bayi kekurangan cairan, maka produksi urin akan pekat dan juga menurun sehingga bayi akan jarang buang air kecil.

Cara Mengatasi Bayi Kurang ASI

Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa bayi yang kekurangan ASI tentunya bisa memiliki dampak yang buruk. Beberapa bayi mungkin saja akan mengalami dampak buruk yang timbul dari kurangnya asupan ASI. Bayi yang kekurangan ASI tentunya bukan tanpas ebab melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi sulit untuk menyusui.

Menyusui memang terlihat sangat mudah, namun ternyata ibu harus berjuang untuk membujuk si kecil supaya bisa menyusui dengan mudah. Banyak permasalahan yang bisa timbul dimana beberapa ibu akan merasa kurang percaya diri ketika memberikan ASI kepada si kecil, terutama pada bayi baru lahir. Hal ini tentunya disebabkan oleh bayi yang cenderung lebih suka tidur dibandingkan dengan menyusu. Dengan kondisi ini tentunya, ini menjadi tugas bagi Anda untuk menemukan cara mengatasi bayi kurang ASI diantaranya:

Pelajari Pola Tidur Bayi

Beberapa bayi mungkin jarang menyusu dikarenakan bayiyang cenderung tidur sehingga tidak ada keinginan untuk menyusu. Hal ini tentunya bisa Anda atasi dengan mempelajari pola tidur bayi. Pada beberapa bayi tentunya ia akan tidur hingga 16 jam dalam sehari. Akan tetapi, pada waktu yang normal mereka akan memiliki beberapa pola yang mungkin bayi akan tumbuh dan juga berkembang dengan sehat.

Untuk itu, usahakan Anda menyusui bayi setidaknya 2-3 jam sekali dan usahakan juga memberikan ASI pada bayi baru lahir meskipun ia sedang tertidur dan bangunkanlah si kecil. Hal ini memang sangat penting agar kita dapat mencegah si kecil dari dehidrasi ataupun kekurangan gizi dan juga nutrisi.

Biarkan Bayi Terjaga Ketika Sedang Menyusu

Ketika bayi sedang menyusu tentunya ini menjadi momen yang paling tepat bagi Anda untuk memberikan gizi dan juga nutrisi serta memperat kasih sayang antara ibu dan juga anak. Setelah seorang ibu bersusah payah untuk mengatur jadwal untuk menyusui, hal ini tentunya belum berakhir karena bayi harus tetap terjaga ketika diberikan ASI.

Jarangnya bayi menyusu tentunya ini sangat penting bayi Anda agar bayi tetap ingin menyusui. Cobalah untuk menggelitik kakinya sampai ia terbangun. Jika cara ini tidak berhasil, maka sentuhlah dengan lembut bagian kepala, telinga dan juga wajahnya. Setelah bangun, maka tetaplah susui bayi dan usahakan sebelum memberikan ASI, Anda bisa memijat terlebih dahulu payudara agar ASI mengalir dengan deras.

Perhatikan Cairan Yang Masuk Dan Keluar

Dengan mengetahui cairan yang masuk ataupun keluar tentunya ini bisa menjadi cara yang paling tepat bagi Anda untuk mengetahui apakah si kecil terpenuhi asupan gizi dan juga nutrisinya ataukah tidak. Dalam hal ini tentunya Anda bisa melihat apakah ASI yang masuk ke dalam perut bayi hampir seimbang dengan cairan yang keluar baik dalam bentuk bab maupun bak. Hal ini tentunya untuk mengetahui mengenai sistem pencernaan dan juga penyerapan gizi.

Jika air kencing dan juga fese keluar sedikit, tentunya si kecil membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak lagi. Dalam hal ini tentunya berat badan bayi yang ideal bisa memiliki pengaruh pada sistem imunitas tubuh bayi serta pertumbuhan dan juga perkembangan bayi menjadi lebih baik lagi. Bagaimanapun juga, menyusui bayi yang malas dapat dikatakan sebagai tantangan tersendiri bagi Anda sebagai orang tuanya. Dalam hal ini dukungan suami juga bisa sangat penting untuk menjaga agar ibu memberikan ASI yang lebih optimal.

Jadwal Makan

Pada umumnya, bayi akan minum ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari. Namun, tidak disarankan pula untuk membuat jadwal menyusui bayi karena pada nantinya bayi Anda akan memintanya atau memberikan kode ketika ia lapar. Akan tetapi, Anda sebagai orang tua harus peka dimana ketika bayi memberikan kode, Anda harus bergegas untuk memberikannya ASI. Hal ini jika Anda tidak segera memberikan ASI, maka bayi akan tertidur kembali sebelum diberikan ASI.

Tentunya memang sangat penting bagi Anda untuk memberikan ASI dan juga mengatur pemberian ASI agar bayi Anda tetap mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Selain itu, jika asupan gizi dan juga nutrisi bayi terpenuhi, maka sedikitnya Anda akan mencegah dari kondisi bayi yang kekurangan ASI. Demikianlah beberapa ciri-ciri bayi kurang ASI  serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Bahaya Air Putih Bagi Bayi – Air putih memang menjadi salah satu asupan yang paling penting bagi tubuh manusia. Namun, hal ini berbeda jika diberikan kepada bayi yang tentunya akan memberikan dampak yang cukup buruk. Lantas, apa dampak dan bahaya air putih bagi bayi? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini!

Tidak dapat dipungkiri bahwa air putih memang menjadi air yang dinilai sangat penting dan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Bagaimanapun juga, air putih memang berfungsi untuk menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai serangan bakteri dan juga penyakit. Air yang terbilang sangat murah dan juga mudah untuk didapatkan ini memang tidak dapat diragukan lagi akan khasiatnya bagi tubuh.

Akan tetapi, sepenting apapun air putih tentunya bisa juga memberikan dampak yang cukup buruk, terlebih bagi bayi. Mengapa air putih berbahaya bagi bayi? Tentunya hal ini berkaitan dengan berbagai organ yang ada di dalam tubuh bayi. Hal ini karena organ bayi masih sangat rentan untuk menerima zat asing untuk masuk ke dalam tubuhnya. Lantas, apa bahaya air putih bagi bayi? Baca juga:Perkembangan Bayi Usia 15 Bulan Secara Lengkap

Bahaya Air Putih Bagi Bayi

bahaya air putih bagi bayi

Air putih bagi bayi mungkin tidak begitu berkhasiat dan juga penting untuk sistem metabolisme tubuh. Ini tentunya juga berkaitan dengan fungsi organ yang belum bisa dan stabil dalam menerima asupan lain meskipun itu berupa cairan. Tentunya, ini sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa bahaya air putih bagi bayi. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi karena diberi asupan air putih. Berikut kami sajikan beberapa bahaya air putih bagi bayi, diantaranya:

Imun bayi belum siap

Bahaya pertama yang mungkin dapat terjadi pada bayi dikarenakan sistem imun tubuh bayi belum siap. Bagaimanapun juga, air putih dapat mengganggu kekebalan tubuh bayi. Hal ini dikarenakan tubuh bayi belum siap menerima zat berupa cairan kecuali ASI. Jika bayi terpaksa menerima asupan cairan selain ASI secara terus menerus. Besar kemungkinan tubuh bayi akan mudah terserang penyakit demam.

Lihat juga: Susu Formula Menyebabkan Bayi Obesitas, Benarkah?

Ginjal bayi belum siap

Bahaya kedua yang mungkin sangat mudah untuk kita sadari ialah bahwa ginjal bayi belum siap untuk menerima cairan. Dalam hal ini pemberian air putih secara berlebihan memang sangat tidak cocok bagi bayi terutama usia 0-6 bulan. Bagaimanapun juga, rentang waktu usia tersebut, ginjal bayi memang belum terbentuk secara sempurna. Masuknya air putih ke dalam tubuh bayi tentunya akan mengeluarkan banyak sodium serta dapat memperburuk kinerja otak dan akan memicu suhu tubuh menjadi lebih rendah. JIka terus dibiarkan, maka kondisi ini akan menyebabkan tubuh bayi mudah terserang penyakit kejang-kejang.

Perkembangan tubuh bayi terhambat

Selain fungsi ginjal yang belum stabil, pemberian air putih bagi bayi juga dapat membuat perkembangan bayi menjadi lebih terhambat. Terlebih air putih yang sudah terkontaminasi bakteri dapat membuat perkembangan bayi tidak ada peningkatan justru cenderung telat mengalami perkembangan. Tidak heran juga jika bobot bayi cenderung terus menurun. Kondisi ini tentunya dapat menimbulkan kurangnya asupan nutrisi dari ASI jika memang bayi diberi asupan air putih.

Ketidakseimbangan elektrolit

Bahaya air putih bagi bayi selanjutnya yakni dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini dapat membuat elektrolit di dalam tubuh bayi menjadi lebih kacau dan juga dapat memperburuk penyerapan ASI yang merupakan asupan nutrisi terpenting bagi tubuh bayi usia 0-6 bulan. Utuk itu, janganlah memberikan asupan cairan selain ASI karena dapat membuat elektrolit tubuh bayi tidak seimbang.

Menyebabkan demam dan kejang otot

Jika air putih diberikan kepada bayi secara terus menerus tentunya dapat menyebabkan bayi deman dan juga kejang otot. Pada bayi usia 0-6 bulan, kondisi ini dapat memicu juga keracunan intoksikasi yang tentunya dapat terjadi gejala cerebral palsy pada bayi.

Menyebabkan diare

Bahaya selanjutnya yang dapat berbahaya bagi bayi yakni air putih dapat menyebabkan diare pada bayi. Bagaimanapun juga, air putih yang terinfeksi kuman dan juga jamur dapat membuat kondisi air kurang higienis sehingga dapat menyebabkan diare pada bayi, demam tinggi dan juga mual-mual.

Menyebabkan perut kembung pada bayi

Perut kembung pada bayi tentunya dapat disebabkan pula oleh pemberian air. Bagaiamnapun juga, pemberian air pada bayi dapat menyebabkan perut bayi menjadi kembung dan penuh. Perut bayi akan merasa tidak nyaman sehingga tidak heran jika bayi terus menerus menangis dan juga sering rewel.

Kekebalan tubuh bayi berkurang

Pada bayi tentunya kekebalan tubuh masih tidak stabil. Seperti yang kita tahu bahwa tubuh bayi memang sangat rentan terhadap penyakit. Jika kondisi ini ditambah dengan pemberian air pada tubuh bayi. Tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami kekebalan tubuh yang terganggu. Selain pemberian ASI, tentunya tidak dianjurkan untuk memberikan air putih. Hal ini dikarenakan air putih dapat mendominasi ASI yang tentu sangat berguna untuk menjaga kekebalan tubuh. JIka terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan bayi akan mudah jatuh sakit. ASI tentunya diperlukan untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh bayi dalam keadaan apapun.

Selera bayi pada ASI menurun

Selain menyebabkan kekebalan tubuh menjadi terganggu, pemberian ASI pada bayi juga dapat menyebabkan selera bayi pada ASI menurun. Sehingga tidak heran jika bayi tidak menyusu seperti biasanya bahkan cenderung tidak mau. Bayi yang sering menerima air putih tentunya dapat menyebabkan bayi tidak lagi tertarik pada ASI. Padahal memang ASI sangat diperlukan oleh tubuh bayi terutama usia 0-6 bulan hingga 3 tahun.

ASI menjadi gampang basi

Jika tidak diberikan ASI secara teratur, tentunya dapat menyebabkan bayi tidak lagi menyusu. Pemberian ASI yang tdiak teratur atau bahkan jarang tentunya dapat membuat kualitas ASI menjadi tidak baik. ASI akan cenderung gampang basi serta jumlahnya menjadi sangat sedikit. Bayi yang jarang menyusui tentunya akan sering minum air putih dibandingkan dengan ASI. Tidak heran jika payudara ibu menjadi membengkak dan juga nyeri. Hal ini dikarenakan produksi air susu ibu melimpah, namun tidak dimanfaatkan oleh bayi secara tepat.

Bayi akan mudah haus

Air putih tentunya berbeda dengan ASI, dimana ASI akan membuat bayi menjadi lebih kuat. Tidak heran pada bayi yang sering menerima air putih akan merasa sering kehausan dan terserang dehidrasi ringan. Dalam hal ini memang pemberian ASI pada bayi dapat mengatasi rasa haus dan juga dehidrasi yang berlebih. Untuk itu, jangan biarkan bayi 0-6 bulan diberikan air putih.

Menyebabkan gangguan gizi pada bayi

Pemberian susu formula untuk bayi usia 6 bulan tentunya memiliki takaran air putih yang lebih dibandingkan dengan susunya. Maka tidak heran jika kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam susu tersebut berkurang. Jika terus menerus dibiarkan, maka akan menyebabkan bayi mengalami kelaparan dan juga bobot tubuh bayi yang menurun.

Alasan Mengapa ASI Lebih Baik Dibandingkan Air Putih

bagaimanapun juga, ASI memang sangat diperuntukkan bagi bayi usia 0-6 bulan. Selain ASI, tentunya jangan sampai jenis cairan lainnya masuk ke dalam perut bayi. ASI tentunya menjadi sumber terbaik yang dapat diberikan kepada bayi khususnya usia 0-6 bulan. Selain itu, ASI juga menjadi sumber alami yang dapat digunakan untuk menjaga kekebalan tubuh dan juga sistem imunitas tubuh. Seperti yang kita tahu bahwa ASI menjadi sumber antibiotik alami yang dapat melawan bakteri dan juga virus yang dapat menyebabkan bayi terkena penyakit.

Pemberian air putih pada bayi di atas 6 bulan tentunya tidak masalah karena pada usia ini sudah mulai diberikan MPASI. Selain itu, susunan ginjal sudah sempurna dalam mencerna cairan selain ASI. Namun tetap saja, Anda harus memberikan air putih secara teratur dan jangan berlebihan yang justru akan membuat perut bayi menjadi kembung. Penberian air putih sangat cocok pada bayi yang mendapatkan bubur bayi. Hal ini tentunya untuk memudahkan makanan masuk ke dalam perut bayi.

Pada usia bayi 0-6 bulan, tentunya belum membutuhkan makanan dan juga air putih. Hal ini dikarenakan kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada ASI sangat mampu untuk membuat perut menjadi kenyang dan terhindar dari dehidrasi. Selain itu, pemberian ASI yang sering dapat membuat tubuh bayi menjadi lebih sehat sehingga dapat meningkatkan produksi air susu.

Untuk itu, Anda sebagai orangtua harus menjaga asupan ASI tetap seimbang dan hindari memberikannya pada bayi dibawah 6 bulan. Itulah beberapa alasan mengenai ASI yang lebih baik dibandingkan dengan air putih serta bahaya air putih bagi bayi yang harus nda waspadai. Semoga bermanfaat!

Susu Formula Menyebabkan Obesitas Pada Bayi – Susu formula memang menjadi salah satu solusi bagi para orang tua yang mengalami ASI tidak lancar. Pemberian susu formula kerap kali dilakukan oleh orang tua yang ingin memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang instan. Tapi, tahukah Anda bahwa susu formula menyebabkan obesitas pada bayi? Yuk kita simak saja penjelasannya berikut ini!

Dengan segala kepraktisan yang saat ini menjadi hal yang biasa dilakukan oleh banyak orang. Hal ini membuat para orang tua juga melakukan hal yang cukup instan dalam berbagai hal termasuk mengurus bayinya. Sekarang ini, para orang tua semakin terbuai dengan memberikan susu formula kepada bayinya agar tidak terlalu repot. Padahal memberikan susu formula pada bayi dengan kadar yang berlebih justru akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh si kecil.

Ada hal yang perlu Anda tahu bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula ternyata rentan mengalami kelebihan berat badan pada bayi terutama ketika si kecil menginjak usia 5 tahun. Kondisi ini tentunya sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang meunjukkan bahwa semakin bertambahnya usia si kecil, semakin bertambah juga berat badan pada si kecil. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan membuat bayi rentan mengalami berbagai penyakit. Baca juga: 10 Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi Yang Wajib Diketahui

Kaitan Antara Susu Formula Dengan Obesitas

susu formula menyebabkan obesitas pada bayi

Anggapan bahwa susu formula menyebabkan obesitas pada bayi memang sangat benar adanya. Hal ini tentunya sesuai juga dengan data-data yang ada di WHO ataupun Kementerian Kesehatan RI yang merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Akan tetapi, ada beberapa bayi yang mungkin tidak diberikan ASI karena berbagai faktor tertentu. Faktor-faktor tersebut diantaranya ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak ingin menyusu bahkan ada juga ibu yang tidak ingin menyusui bayinya. Jika kondisinya sudah seperti itu, maka orang tua akhirnya mencari alternatif yang cukup mudah yaitu pemberian susu formula.

Terlepas dari kondisi tersebut tentunya ini menjadi hal yang perlu dipertimbangkan karena pemberian susu formula dapat meningkatkan risiko obesitas pada bayi. Kelebihan berat badan pada bayi tentunya bukan tanpa sebab, melainkan konsumsi susu formula yang berlebihan. Dapat disimpulkan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula memiliki peluang lebih besar mengalami kegemukan. Lihat juga: Menu Makanan Bayi Agar Cerdas Untuk Diberikan Kepada Si Kecil

Penelitian Antara Susu Formula Dengan Obesitas

Seperti sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris yang menunjukkan bahwa bayi yang mengonsumsi kalori secara berlebihan dapat mengalami penambahan berat badan. Penelitian yang menunjukkan bahwa sekitar 20% orang dewasa yang menderita obesitas disebabkan oleh kelebihan gizi dan juga nutrisi ketika mereka masih bayi. Selain itu, penelitian membuktikan bahwa bayi yang mengonsumsi susu formula diperkaya dengan asupan vitamin, potein dan juga nutrisi lainnya yang memamng dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Akibatnya, jika asupan protein, vitamin dan juga gizi didapatkan secara berlebihan ketika sedang bayi. Maka tidak menutup kemungkinan bayi akan mengalami penumpukan lemak sebanyak 22% hingga 38%. Hal ini tentunya ketika si kecil sudah menginjak usia 5 sampai 8 tahun dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi ASI.

Para ahli tentunya telah mewanti-wanti bahwa dalam memberikan gizi dan juga nutrisi harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang sesuai. Pemberian susu formula dengan kadar nutrisi yang tinggi sebenarnya direkomendasikan untuk bayi yang kekurangan berat badan atau bayi yang lahir prematur. Para peneliti juga telah menemukan bahwa sejumlah bayi yang lahir di beberapa rumah sakit seperti Cambridge, Leicester, Glasglow dan juga Nottingham. Para ibu tentunya tidak tahu jenis susu formula yang dikonsumsi oleh bayi mereka. Apakah termasuk pada susu berstandar ataukah tidak.

Susu Formula Kelebihan Berat Badan Dibandingkan Dengan ASI

Jika dikaitkan lebih jauh, susu formula memang dipercaya dapat menyebabkan kelebihan berat badan pada bayi. Beberapa kaitan antara susu formula dengan kelebihan berat badan bayi akan kami sajikan berikut ini:

1. Susu formula mengandung protein dan lemak

Kaitan pertama yang menyebabkan susu formula rentan kelebihan berat badan dikarenakan susu formula mengandung lemak dan juga protein. Selain itu, susu formua mengandung tinggi lemak, protein dan juga tinggi gula. Kandungan tersebut tentunya menyebabkan bayi kelebihan asupan kalori sehingga sangat rentan mengalami kelebihan berat badan.

Susu formula yang dikonsumsi oleh bayi sekitar 70% akan menyebabkan lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi ASI pada usia 3-6 bulan. Hal ini tentunya tidak cukup baik karena asupan protein yang sangat tinggi sehingga akan merangsang pelepasan hormon insulin lebih banyak. Akibatnya, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya penumpukan lemak yang lebih banyak pada tubuh bayi.

2. Formula lebih mudah untuk dikonsumsi oleh bayi

Kaitan kedua yang dapat dijadikan sebagai kaitan antara susu formula dengan bayi yang obesitas dikarenakan susu formula mungkin lebih mudah untuk dikonsumsi oleh bayi. Tidak seperti ASI, susu formula lebih mudah untuk diberikan sehingga ia juga mengonsumsi susu formula dalam takaran yang lebih banyak. Dengan begitu, bayi tidak memiliki kendali yang cukup baik dalam mengisap botol susu sehingga asupan susu akan lebih banyak.

Susu formula yang diberikan kepada bayi akan lebih berpengaruh terhadap nafsu makan bayi tersebut pada saat nantinya. Sedangkan, bayi yang mendapatkan ASI harus bekerja lebih keras agar mendapatkan ASI lebih banyak. Selain itu, bayi juga bisa membatasi sendiri ASI yang didapatkan dari ibunya sehingga bayi akan lebih mudah untuk dikontrol nafsu makannya.

3. Susu formula dapat meningkatkan nafsu makan bayi

Selain mudah dikonsumsi, susu formula juga ternyata dapat meningkatkan nafsu makan bayi sehingga bayi tidak akan terkontrol nafsu makannya tersebut. Hal ini juga menyebabkan bayi yang mengonsumsi susu formula akan kurang sensitif terhadap leptin di kemudian hari.

Seperti yang kita tahu bahwa leptin ialah salah satu hormon yang dapat mengatur nafsu makan dan juga lemak di dalam tubuh. Kurangnya sensitivitas pada tubuh terhadap leptin tentunya dapat membuat nafsu makan bayi menjadi lebih besar sehingga akan menyebabkan bayi makan yang berlebihan. Hingga pada akhirnya bayi akan mengalami kelebihan berat badan ataupun obesitas.

Memberikan ASI pada bayi dipercaya dapat memberikan dampak yang positif terhadap kadar leptin selama dalam masa bayi dan juga balita. Kondisi ini tentunya membuat bayi lebih kenal dengan rasa lapar dan juga kenyang di dalam tubuhnya. Dengan begitu, ia akan bisa mengatur sendiri asupan makanan agar tidak dikonsumsi secara berlebihan.

4. Bayi lebih memiliki dorongan untuk menghabiskan susu

Saat mendapatkan susu formula yang ada pada botol, inilah kondisi dimana bayi akan memiliki dorongan yang lebih kuat. Tentunya dalam hal menghabiskan susu di dalam botolnya tersebut. Hal ini tentunya berhubungan pula dengan ibu yang lebih merujuk pada petunjuk pemberian di dalam kemasan. Pastinya, disesuaikan dengan usia bayi. Petunjuk yang ada pada kemasan tersebut tentunya mendorong para orang tua juga untuk mematuhi instruksi tersebut meskipun sebenarnya bayi belum memerlukannya hingga sebanyak itu.

Kaitan antara bayi yang obesitas dan juga susu formula memang sangat berkaitan. Hal ini tentunya menjadi tugas yang cukup besar bagi kita untuk tidak memaksakan diri dalam memberikan susu formula pada bayi Anda. Itulah beberapa alasan dan juga kaitan antara susu formula menyebabkan obesitas pada bayi. Semoga bermanfaat!