PerawatanBayi.com

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan – Perkembangan yang sangat menakjubkan ketika melihat si kecil tumbuh dengan baik sesuai usianya. Pada usia ini perkembangan yang mulai mencolok bahwa bayi usia 13 bulan sudah dapat berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Kenali yuk perkembangan bayi usia 13 bulan berikut ini!

Hari-hari berjalan begitu cepat, padahal tiupan lilin ulang tahun si kecil baru saja dipadamkan sebulan yang lalu saat usia bayi memasuki 12 bulan atau 1 tahun. Bulan inilah bayi mulai memasuki tahun kedua dalam hidupnya. Inilah saatnya Anda melihat perkembangan bayi Anda dengan hal-hal yang lebih menakjubkan dibanding usianya pada bulan sebelumnya.

Tentunya, memiliki seorang bayi yang sehat dan tumbuh dengan baik sesuai dengan usianya merupakan dambaan setiap orang tua. Mungkin waktu terasa cepat berlalu sejak Anda melahirkan sampai pada usia si kecil memasuki 13 bulan. Melihat perkembangan si kecil dengan baik merupakan hadiah paling terindah dalam hidup. Pasalnya, perkembangan bayi usia 13 merupakan awal dari si kecil memasuki usia 2 tahun.

Perkembangan Bayi Usia 13 Bulan

perkembangan bayi usia 13 bulan

Usia 13 tahun dapat dikatakan sebagai awal si kecil memasuki 2 tahun. Pada usia inilah si kecil mulai berkembang sesuai dengan usianya. Keinginan berkomunikasi dengan orang-orang sekitar menjadi bukti bahwa bayi 13 bulan berkembang dengan baik.

Apakah Anda saat ini tengah memiliki seorang bayi usia 13 bulan? Perkembangan apa saja yang diberikan oleh bayi Anda? Atau Apakah bayi Anda sudah dapat melakukan hal-hal diluar dugaan Anda?

Tentu, pertanyaan tersebut seringkali Anda dapatkan ketika bergaul dalam lingkungan masyarakat. Ini menjadi PR besar bagi Anda untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat sesuai dengan perkembangan anak Anda. Namun, terdapat sebagian orangtua yang tidak mengetahui dan tidak melihat perkembangan bayi usia 13 bulan dengan baik. Mereka seaakan tidak memperhatikan perkembangan bayinya, padahal mereka menunjukan prilaku yang menunjukan bahwa mereka benar-benar berkembang sesuai dengan usianya.

Nah, jika Anda ingin mengetahui perkembangan apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh bayi usia 13 bulan ini, berikut kami sajikan beberapa ciri dan aspek perkembangan bayi usia 13 bulan yang mungkin saat ini ditunjukkan oleh anak Anda. Baca juga:  Menu Makanan Bayi 13 Bulan

Perkembangan Fisik dan Prilaku Bayi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, tentu  bayi mengalami perubahan fisik. Mulai dari lebih tinggi dan lebih besar jika dibandingkan dengan usia sebelumnya. Perkembangan fisik ini tidak hanya berbicara soal perubahan fisik pada tubuh bayi, namun juga tingkah laku dan prilaku pada bayi dimana dia sudah mulai melakukan hal-hal yang ia inginkan. Berikut kami sajikan prilaku bayi usia 13 bulan secara spesifik:

1.Mulai Berjalan

Perkembangan bayi usia 13 bulan memang kerap ditandai dengan kemampuan seorang bayi yang sudah bisa berjalan. Meskipun ia mengalami jatuh berkali-kali, namun ia tetap ingin berjalan kesana kemari tanpa mengetahui keadaan. Misalnya, ia tetap berjalan  meskipun bidang tersebut tinggi atau rendah. Pasalnya, bayi usia 13 bulan belum dapat menaksir jarak dan tempat dengan tepat. Ia hanya ingin melakukan hal-hal yang memang ia inginkan tanpa takut apapun. Itulah sebabnya bayi usia 13 bulan dapat mengalami jatuh berkali-kali dan tampak limbung ketika ia sedang berjalan. Namun, bayi usia 13 bulan diberi tulang yang cukup fleksibel, meskipun tampak sedikit melengkung.

Ketika Anda mendapati bayi Anda berjalan dan jatuh, lalu berjalan dan jatuh lagi. Anda tidak usah merasa risau karena ini merupakan fase dimana anak Anda mengembangkan proses berjalannya dengan baik. Lebih baik lagi, seringlah mengajak anak Anda untuk berjalan diatas tanah, pasir dan rumput agar dapat memahami lingkungan diuar sana sehingga anak Anda dapat tumbuh baik dengan alam. Namun, Anda harus memperhatikan juga keadaan pijakan anak Anda dari benda-benda tajam dan hewan yang dapat melukainya.

Pada usia ini, anak Anda akan mulai mendorong barang-barang disekitarnya yang dapat ia gunakan seperti kursi, ember, tempat sampah dan benda-benda lainnya. Keinginan anak usia 13 tahun tidak dapat dicegah, karena ia ingin melakukan penjelajahan suatu tempat dengan sangat antusias. Anda dapat melihat seakan-akan energi dan tenaga pada tubuhnya dia pernah habis dan ia tidak merasakan kelelahan sedikitpun.

2. Mulai Mengacak-acak Benda Di Sekitar

Mungkin perkembangan ini menjengkelkan Anda ketika bayi sudah dapat mengacak-acak benda disekitarnya terutama rumah. Si kecil akan selalu mengacak-ngacak benda-benda yang Anda miliki, tidak terkecuali peralatan kosmetik Anda. Mungkin anda pernah mengalami atau sering mangalami ketika Anda sedang berdandan, si kecil ikut andil untuk merusak peralatan Anda dengan menjatuhkannya dan mengacaknya.

Tentu, moment ini merupakan moment dimana Anda akan merasa jengkel kepada bayi Anda. Mereka mulai mengacak-ngacak benda-benda di dapur, ruang keluarga bahkan mencabut tanaman dihalaman depan. Pada usia ini, sulit sekali bagi Anda membuat sebuah rumah tampak bersih dan rapi karena fase ini masa dimana keingintahuan (curiosity) anak Anda meningkat. Ia tidak bosan-bosannya membuka dan menutup lemari untuk mengelurkan isi didalamnya. Bahkan ia akan melemparkannya kesegala arah yang ia mau.

Namun, hal ini tentu wajar bagi anak Anda yang berusia 13 bulan. Diharapkan Anda jangan merasa jengkel apalagi memarahi anak Anda yang justru perkembangan ini menjadi fase berkembangnya otak si kecil. Ketika Anda mendapati hal ini, lebih baik Anda mengarahkan si kecil untuk membereskan kembali apa yang sudah diacak-acaknya dengan diberikan contoh terlebih dahulu. Memang tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, namun dengan cara ini daapt menumbuhkan pengertian dan kebiasaan nantinya pada mereka untuk membereskan mainan dan benda  apapun kembali.

3. Mulai Mencoret-Coret Apapun

perkembangan bayi usia 13 bulan

Perkembangan pada bayi usia 13 bulan dapat dikatakan sebagai fase yang mengagumkan. Pada fase ini, seorang bayi usia 13 bulan sudah dapat memegang krayon meskipun tidak benar dan tepat. Dengan kemampuannya dalam memegang alat tulis, ia akan mulai bereksplorasi menggunakan alat tersebut. Tak heran jika Anda mendapati tembok yang penuh coretan yang tidak jelas dan sembrawut. pada masa ini, si kecil sudah mulai ingin mengaplikasikan khayalan yang ada dipikirannya dengan alat tulis tersebut. Meskipun pada kenyataannya, hasil coretan tersebut tidak jelas. Mereka hanya mencoret dengan sebuah garis yang tidak beraturan.

Ketika mendapati alat tersebut, ia tidak sungkan-sungkan untuk mencoret-coret benda atau kertas-kertas disekitarnya, meskipun itu buku yang sangat penting bagi Anda. Ia akan bereksplorasi keberbagai tempat untuk mencoret-coret benda tersebut. Ketika ia menghasilkan sebuah coretan pada sebuah benda, ini menjadi hal yang menakjubkan bagi merek sehingga mereka akan terus mengulangi kegiatan tersebut.  Untuk menghindari si kecil mencoret-coret benda yang Anda miliki, lebih baik persiapkan kertas khusus sebagai medianya terlebih dahulu dan jauhkan benda-benda yang penting bagi Anda.

4. Mulai Menyusun

Pada perkembangan ini bayi usia 13 bulan sudah dapat diajak bermain. Ia sudah mulai tertarik pada sesuatu yang menurutnya menarik. Si kecil akan berusaha untuk memegang benda-benda yang menarik baik berdasarkan bentuk dan warnanya. Ia akan menghampiri benda tersebut dan akan bermain dengannya.

Seperti balok-balok yang berwana-warna yang dapat disusun membentuk sesuatu seperti menara, rumah, dan bentuk lainnya. Mereka akan mulai menyusun satu persatu, dan akan merobohkannya dengan seketika. Kondisi inilah dimana seorang bayi mulai tertarik pada sesuatu dan ingin mengulanginya terus menerus. Jangan heran jika ia menyusun balok-balok tersebut dengan rapi lalu merobohkannya, sesaat kemudian ia  akan tertawa menyaksikannya. Hal ini tentunya menjadi bagian dari perkembangan bayi untuk mengasah panca inderanya.

Untuk itu Anda sebagai orangtua harus mendampinginya dan dapat juga memberikan sentuhan sambil menggelitiknya ketika balok tersebut roboh. Cara ini dilakukan agar si kecil dapat berinteraksi dengan baik dengan orangtuanya tanpa merasa bermain sendiri.

Perkembangan Kognitif

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, si kecil sudah masuk pada perkembangan sebab dan akibat. Pada fase inilah, ia sudah mulai mengerti pada sesuatu benda berdasarkan sebab dan akibatnya. Perkembangan pada bayi usia 13 bulan ini dapat disebut dengan perkembangan kognitif.

Pada usia 13 bulan, ia sudah dapat mengetahui jika suatu benda dijatuhkan atau dilemparkan. Ketika ia mengambil botol dotnya, kemudian ia jatuhkan kebawah, maka ia sudah bisa mengetahui jika dijatuhkan maka harus ia ambil. Tak heran jika Anda mendapati si kecil yang tengah duduk diatas stroller atau kursi yang tinggi, kemudian menjatuhkan botol dot miliknya. Tentu, ia sudah mulai berpikir bagaimana jika botolnya dijatuhkan, maka sulit baginya untuk membawanya kembali.

Mungkin Anda melihat ketika si keci berjalan kesuatu arah dan ingin memegang sesuatu yang Anda larang. Namun, Anda akan jengkel ketika si kecil terus berjalan kearah tersebut tanpa menghiraukan larangan Anda. Ia tetap ingin mencapai benda tersebut karena ingin mengetahui kenapa orangtua melarangnya mendekati benda tersebut. Tentunya, ia ingin mengetahui akibat apa yang akan timbul jika ia memegang atau mendekati benda tersebut. Pertanyaan itulah yang akan ada pada pikiran si kecil.

Terkadang si kecil membutuhkan perhatian Anda, ketika ia menunjukkan sikap yang sulit diatur atau rewel. Ketika Anda mendapati kondisi seperti ini, sebaiknya Anda bersikap sabar karena ini merupakan perkembangan kognitif karena rasa ingin tahunya tersebut.

Perkembangan Bahasa dan Komunikasi

perkembangan bayi usia 13 bulan

Pada bayi usia 13 bulan, ia sudah mulai menunjukkan perkembangan dalam hal bahasa dan komunikasi. Pada umumnya, bayi usia 13 bulan menunjukkan bahasa isyarat ketika ia berkomunikasi dengan orang-orang disekitarnya. Pada fase ini sebenarnya ia sudah mulai mengenal nama-nama benda dan belajar benda baru yang ia temui setiap hari. Dengan bahasa isyarat yang ia ditunjukkan, diharapkan orang-orang disekitarny dapat mengerti dan memahami apa sebenarnya yang ia inginkan. Tentunya, berbicara adalah suatu aktifitas yang membutuhkan pergerakan otot-otot kecil untuk mengeluarkan suara.

Dengan proses seperti ini, si kecil akan berusaha mengucapkan satu atau dua kata yang akan berkembang seiring dengan usianya. Selain itu, ia juga mempelajari suatu objek dengan respon Anda. Pada umumnya, seorang bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan kemampuan berbicaranya meskipun hanya sepatah dan dua patah kata yang belum jelas seperti “mama”, “susu”, “papa” dan “nene”. Sebaiknya jika si kecil dapat mengatakan kata-kata tersebut dengan jelas, berikan pujian pada mereka.

Pada umumnya perkembangan bayi usia 13 bulan masih dengan bahasa isyarat ketika ia ingin orangtua melakukan sesuatu yang diinginkannya. Seperti ketika ingin minum susu atau air, ia pasti menyodorkan sebuah botol dot atau gelas. Ketika Anda mendapati kondisi semacam ini, pertegaslah dengan berbicara pada ia bahwa ia ingin susu.

Perkembangan Sosial dan Emosional

perkembangan bayi usia 13 bulan

Ketika bayi memasuki usia 13 bulan, perkembangan sosial dan emosional bayi menjadi lebih memuncak. Seorang bayi usia 13 bulan, ia mulai merasa bahwa seisi dunia tidak memahaminya ketika ia menginginkan sesuatu, namun tidak dikabulkan oleh orang-orang sekitarnya termasuk Anda.

Bayi usia 13 bulan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda keras kepala yang menjadi sifat pemarah dan bandel. Namun, sikap keras yang ia tunjukkan jangan membuat Anda terkejut, mungkin saja berasal dari orangtuanya. Cepat atau lambat, ia akan mulai mengerti cara untuk membuat orangtuanya senang, marah atau menurutinya.

Pada perkembangan ini, bayi usia 13 bulan sudah dapat bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya selain kedua orangtuanya. Ia sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana ia berada, ia bahkan akan berkontak mata dengan bayi seusianya disebuah kesempatan.

Pada masa ini seorang bayi usia 13 bulan sudah ingin berkeliling dan menghadapi dunia luar bahkan menyapa tetangga dan orang-orang disekitarnya. Dalam proses ini, ia akan menghadapi orang-orang baru yang baru ia kenal. Pada tahap ini, sebaiknya Anda mulai mengajak anak Anda untuk keliling komplek dan lingkungan baru agar dapat beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Mungkin Anda akan mendapati ketika Anda akan berangkat kerja dan anak Anda menangis. Kondisi ini membuat Anda pilu, namun Anda tidak usah khawatir karena emosi anak akan kembali setelah Anda berangkat kerja. Perasaan emosional pada perkembangan bayi usia 13 bulan memang belum stabil.

Perkembangan Nutrisi dan Kesehatan

Perkembangan bayi usia 13 bulan dalam hal kesehatan dan nutrisi memang lebih meningkat. Pada usia 13 bulan, bayi sudah mulai mengonsumsi makanan yang padat dan solid. Pada usia 13 bulan, bayi sudah dapat meminum minuman berjenis lain selain ASI. Konsumsi ASI pada usia ini menjadi lebih berkurang, ia lebih menginginkan minuman lain seperti air putih, jus dan minuman jenis lainnya. Pada usia 13 bulan, Anda akan merasa lebih nyaman dengan ASI yang tidak penuh dan lebih kecil kembali, karena ASI sudah jarang diberikan kepada anak Anda.

Namun, Anda harus berhati-hati dalam memberikan makanan dan minuman pada bayi usia 13 bulan. Hal ini bertujuan untuk menghindari makanan yang justru berpotensi menyebabkan alergi yang tinggi pada tubuh si kecil. Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, permberian ASI harus terus dilakukan karena ASI mengandung zat sisa makanan alami yang didapatkan khusus dari ibunya. Anda jangan heran ketika mendapati bayi usia 13 bulan yang sulit makan karena bayi sudah dapat menemukan rasa yang menurut ia enak.

Pemberian Vaksinasi

Pada perkembangan bayi usia 13 bulan, inilah saatnya anak Anda menerima imunisasi PCV dosis ke 4 dan infuenza setahun sekali sejak usia 6 bulan. Pada usia 13 bulan seharunya bayi sudah menerima vaksin yang lengkap mulai dari DPT, BCG, hepatitis B, Polio, Rotavirus dan Campak.

Perlu Anda tahu bahwa perkembangan-perkembangan pada bayi usia 6 bulan berbeda setiap anak. Hal ini tergantung dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak Anda cepat atau telat perkembangannya. Jadi, jangan heran ketika melihat anak yang lain berkembang pada salah satu bidang, namun belum bisa pada bidang lainnya. Semoga bermanfaat!

Saat ini pemerintah Indonesia sedang menyerentakkan imunisasi campak dan rubella untuk anak-anak diseluruh Indonesia. Karena pentingnya imunisasi ini, pemerintah mengajak instansi kesehatan untuk turun langsung ke lingkungan masyarakat terutama posyandu dan sekolah.

Saking pentingnya Pemerintah Indonesia menyampaikan Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) harus mendapatkan dukungan bail dari lembaga kesehatan ataupun dari masyarakat. Terlebih, Presiden berpesan kepada  masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit campak dan rubella ini. Faktanya, kedua penyakit ini sangat mengancam kesehatan manusia terutama manusia.

Imunisasi ini bertujuan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari penyakit berbahaya yang menyebabkan kelainan bawaan pada bay, gangguan indera penting, kelainan jantung dan kekurangan mental pada saat kehamilan. Baca juga: ciri-ciri orang hamil

Imunisasi Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Mengingat pentingnya imunisasi campak dan rubella membuat sejumlah masyarakat tidak melewatkan pencanangan pemerintah ini. Namun, terdapat beberapa orangtua yang belum mengeti apa pentingnya dan bagaimana resikonya jika tidak melakukan imunisasi ini kepada anaknya. Bahkan, ada beberapa orangtua yang justru tidak peduli akan imunisasi yang dilakukan oleh Pemerintah ini, tentu dengan berbagai alasan.

Untuk itu, orangtua harus mengetahui terlebih dahulu apa sebabnya mereka harus memberikan imunisasi campak dan rubella untuk anaknya. Sebelum kita berlanjut mengenai pentingnya imunisasi campak dan rubella, alangkah lebih baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu campak dan rubella.

Apa itu Campak?

Penyakit campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus rubeola dan biasanya menyerang sistem pernapasan pada seseorang. Virus ini awalnya tidak akan menimbulkan apa-apa, namun setelah berdiam dalam sistem pernapasan, maka gejala-gejala awal mulai tampak pada tubuh seseorang. Jenis virus ini merupakan virus yang menular melalui berbagai cara seperti bersin, batuk ataupun berupa sentuhan. Virus ini tersebar melalui udara sehingga dapat bertahan hidup diluar selama 2 jam. Virus ini dapat menempel pada gagang pintu, pintu toilet atau benda apapun yang ada di sekitar kita. Virus ini biasanya menyerang anak-anak terutama anak yang mulai memasuki pra-sekolah dan SD, namun terdapat beberapa pula kasus virus yang menyerang orang dewasa.

Apa itu Rubella?

Virus rubella atau yang lebih dikenal dengan campak Jerman juga merupakan penyakit yang menular dan ditandai dengan ruam merah seperti gejala pada penyakit campak. Penyebab utama pada penularan virus rubella ini dapat melalui butiran liur dari penderita ketika mereka batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dengan penderita atau menyentuh bagian tubuh penderita bahkan memegang benda yang terkena virus rubella tentu akan menular dan sangat berdampak buruk pada tubuh seseorang. Baca juga: Apa Itu Imunisasi Pentabio dan Manfaatnya?

Gejala-Gejala Penyakit Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Penyakit campak disebabkan oleh virus rubeola (bukan rubella/campak Jerman) yang menginfeksi sistem pernapasan manusia sehingga menimbulkan gejala-gejala lain seperti flu, batuk dan demam secara bersamaan. Bila seseorang terkena rubeola, maka akan tampak ruam merah atau coklat kemerahan yang hampir memenuhi seluruh tubuhnya. Gejala seperti batuk, deman dan sakit tenggorokan akan berlangsung selama 2-3 hari.

Sedangkan gejala virus rubella tidak berbeda jauh pula dari gejala penyakit campak/rubeola. Virus rubella biasanya muncul sekitar 2-3 minggu setelah tubuh terkena virus. Gejala yang sering timbul akibat dari tubuh terserang gejala rubella diantaranya demam tinggi, hidung tersumbat, hilangnya nafsu makan, telinga yang membengkak, hilangnya nafsu makan, kelenjar getah bening, sakit kepala hebat, sendi-sendi bengkak, ruam merah pada kulit tubuh dan nyeri pada wanita usia muda.

Pada umumnya ruam menyerang area wajah dan belakang telinga terlebih dahulu sebelum menyebar keseluruh tubuh lainnya. Biasanya virus ini akan menular selama empat hari sebelum gejala-gejala lain muncul dan akan hilang dengan sendirinya setelah ruam merah dan coklat hilang.

Akibat Penyakit Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Dikenal sebagai virus yang sangat berbahaya, campak dan rubella tentunya akan menyerang tubuh manusia kapan saja. Setelah mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus ini, maka akan sangat dimungkinkan virus ini menyebabkan penyakit lain bagi tubuh manusia.

Beberapa akibat yang disebabkan oleh penyakit campak dan rubella diantaranya:

1.Infeksi

Salah satu akibat yang disebabkan oleh penyakit campak dan rubella adalah infeksi pada tubuh manusia. Infeksi ini dapat berupa apa saja terutama infeksi pada telinga dan mata. Infeksi pada telinga disebabkan oleh penumpukan cairan yang terjadi terutama bagian belakang gendang telinga. Infeksi pada telinga dapat menyebabkan keluar cairan dari telinga. Infeksi pada telinga ditandai oleh gejala lain seperti sakit telinga hebat, badan lemas dan demam tinggi.

Sedangkan infeksi pada mata merupakan salah satu komplikasi dari virus rubeola dan rubella dimana kondisi mata menjadi sangat merah. Biasanya, kondisi ini diperparah dengan mata yang mengeluarkan cairan lengket pada bulu mata dan tentunya mata menjadi tidak nyaman ketika melihat.

2. Dehidrasi

Akibat dari penyakit campak dan rubella yang kerap terjadi yaitu tubuh seseorang mengalami dehidrasi yang disebabkan kadar air dalam tubuh menurun. Hal ini dikarenakan oleh penderita yang mengalami diare dan muntah dalam intensitas waktu yang sering. Penyakit ini yang menyebabkan keseimbangan tubuh menjadi terganggu karena kekurangan mineral seperti garam dan gula. Tentunya, ketika Anda mengalami dehidrasi, Anda akan merasa sangat kehausan dan mulut kering serta urin yang berwarna sangat gelap.

3. Pneumonia

Akibat dari penyakit campak yang rentan terjadi adalah pneumonia dimana menyebabkan peradangan terjadi pada bagian jaringan paru-paru. Jika virus rubeola dan rubella telah menyerang paru-paru, ini dapat dikatakan sebagai kondisi yang lebih parah sehingga menyebabkan infeksi paru-paru yang lebih parah.

Infeksi parah ini disebabkan oleh peradangan pada kantung udara pada paru-paru. Gejala-gejala yang timbul jika virus ini sudah menyerang peru-paru seseorang, diantaranya detak jantung berdetak sangat kencang, sesak nafas, demam tinggi, badan menggigil, batuk kering dan berdahak dalam waktu yang lama, tidak nafsu makan dan dada terasa sakit saat bernafas.

4. Kejang

Kejang pada umumnya terjadi karena disebabkan oleh virus rubeola pada campak. KOndisi ini terjadi karena penderita mengalami demam yang sangat tinggi. Hal ini tentu bukanlah hal sepele karena dapat menyebabkan tubuh menjadi sangat kaku dan kehilangan kesadaran. Biasanya anak-anak rentan terjadinya kejang yang ditandai dengan buang air kecil saat kejang. Tentu, Anda jangan mengabaikan kondisi ini, segeralah periksakan ke dokter jika keluarga Anda mengalami kondisi ini utnuk mendapatkan perawatan intensif.

5. Penyakit Hepatitis

Selain menyebabkan penyakit ringan, penyakit campak dan rubella juga menyebabkan penyakit dengan tingkat yang lebih parah seperti hepatitis. penyakit campak dan rubella yang tidak ditangani dengan serius akan berdampak pada munculnya penyakit hepatitis. Hal ini disebabkan virus sudah menyerang liver yang berakibat infeksi.

Gejala lain dari hepatitis sebagai akibat dari penyakit campak dan rubella diantaranya tubuh kelelahan, urin berwarna gelap, mata dan kulit menjadi kuning, nafsu makan yang kurang, rasa sakit pada sendi dan otot, dan sakit pada perut. Penyebaran virus pada tubuh yang terkena hepatitis membuat kondisi tubuh  seseorang menjadi lebih parah.

6. Gangguan Kehamilan yang Berat

Efek dari campak dan rubella tentu tidak kalah berbahaya pada sebuah kehamilan. Jika seorang ibu hamil terkena campak, maka harus dilakukan perawatan yang intensif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti:

– Keguguran

Tidak diragukan lagi bahwa campak dan rubella menyebabkan seorang wanita hamil akan mengalami keguguran. Ini disebabkan oleh virus yang menyerang janin ketika didalam kandungan. Tentu, virus ini menyerang sistem perkembangan janin dan menyebabkan janin merasakan kesakitan bahkan menimbulkan kematian.

– Berat bayi lahir rendah

Campak dan rubella yang menyerang ibu hamil dapat menyebabkan resiko berat bayi lahir rendah. Virus yang menyerang janin merusak semua nutrisi yang harusnya disalurkan kepada janin sehingga perkembangan janin terganggu.

– Kelahiran prematur

Dimungkinkan jika seorang ibu terkena campak dan rubella akan melahirkan bayi prematur yang membuat kesehatan dan keselamatan bayi terganggu.

Itulah beberapa akibat dari penyakit campak dan rubella yang harus Anda perhatikan agar semua akibat itu tidak terjadi pada keluarga Anda.

Pentingnya Imunisasi Campak dan Rubella

imunisasi campak dan rubella

Setelah kita mengetahui apa itu campak dan rubella, gejala-gejala yang timbul dan akibat yang ditimbulkan dari campak dan rubella, apakah Anda masih berpikir bahwa imunisasi campak dan rubella itu tidak penting? Maka, tentu kita mulai berpikir bahwa sebenarnya imunisasi campak dan rubella itu sangat penting untuk dilakukan.

Hal ini sesuai dengan Pemerintah Indonesia yang mencanangkan imunisasi campak dan rubella agar anak-anak Indonesia terbebas dari penyakit dan virus yang sangat berbahaya dan tentu dapat mengancam keselamatan jiwa. Untuk itu seyogianya kita harus mendukung program Pemerintah yang tidak lain untuk keselamatan dan kesehatan anak kita sendiri.

Manfaat Imunisasi Campak dan Rubella

Berikut kami sajikan beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan setelah melakukan imunisasi campak dan rubella, diantaranya:

  1. Merangsang terbentuknya imunitas tubuh dari penyakit campak, rubella dan gondong
  2. Kekebalan tubuh anak Anda menjadi lebih kuat
  3. Mencegah dari penyakit berbahaya seperti hepatitis dan pneumonia
  4. Memberikan perlindungan kepada ketiga penyakit secara bersamaan
  5. Perlindungan terhadap ibu hamil dari dampak buruk campak dan rubella yang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi bahkan menyebabkan kematian
  6. Terhindar dari berbagai virus yang dapat menyerang tubuh manusia terutama pada anak-anak dalam masa pra-sekolah dan SD.
  7. Memberikan proteksi pada tubuh agar terhindar dari penyakit yang dapat menyerang kapan saja

Jika Anda ingin memberikan perlindungan tersebut kepada keluarga Anda, tentunya Anda harus melakukan imunisasi campak dan rubella ini. Hal ini dikarenakan tidak ada pengobatan dan pencegahan alternatif untuk terhindar dari penyakit yang berat selain pemberian imunisasi campak dan rubella. Untuk itu, mari kita berikan perlindungan terbaik bagi keluarga terutama anak Anda dengan memberikan imunisasi campak dan rubella yang saat ini tengah dilakukan.

Demikianlah beberapa poin yang dapat kami sajikan untuk mengupas permasalahan dan keraguan dari  orangtua terhadap imunisasi campak dan rubella. Tentu, kita sangat berharap mendapatkan hal yang terbaik bagi keluarga kita agar terhindar dari berbagai virus dan penyakit yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang. Satu hal lagi, jangan lupa untuk mengantar keluarga Anda terutama anak Anda untuk mendapatkan imunisasi campak dan rubella yang khusus dan gratis dari Pemerintah. Semoga bermanfaat!

Daftar Menu Makanan Bayi 6 Bulan – Setelah bayi menginjak 6 bulan, inilah peran sebagai ibu diperlukan. Pasalnya, memasuki usia 6 bulan, bayi sudah mulai diberi makanan pendamping yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi. Berikut beberapa daftar menu makanan bayi 6 bulan buatan sendiri yang bisa Anda buat dirumah.

Tentunya, usia 6 bulan menjadi masa awal bayi menerima asupan berupa makanan setelah si kecil mendapatkan ASI eksklusif. Makanan tambahan si kecil ini akrab dikenal dengan sebutan Makanan pendamping ASI (MPASI). Pada usia ini si kecil harus mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung masa pertumbuhannya. Memberikan MPASI dengan banyak kandungan gizi dan nutrisi adalah sebuah keharusan bagi setiap ibu.

Namun, beberapa ibu tidak memahami dengan jelas hal ini. Bahkan, mereka sudah memberikan MPASI pada si kecil meskipun belum genap usia 6 bulan. Tentunya, hal ini berdampak negatif bagi pencernaan si kecil, karena faktanya perut bayi belum siap sepenuhnya untuk menerima makanan yang lebih padat. Baiknya, genap usia 6 bulan, ibu baru memberikan MPASI pada bayi agar perut si kecil bisa menerima dan mencerna makanan itu dengan baik.

Daftar Menu Makanan Bayi 6 Bulan

daftar menu makanan bayi 6 bulan

Pemberian MPASI bagi bayi usia 6 bulan memang sangat diperlukan, alasannya karena kebutuhan gizi si kecil semakin meningkat dan tidak cukup dengan hanya mengandalkan ASI saja. Namun, beberapa ibu sering mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pendamping kepada si kecil terutama bagi ibu yang baru saja memiliki momongan dan belum berpengalaman dalam bidang ini. Tentunya, ini tugas yang dibilang cukup berat bagi seorang ibu.

Menyiapkan daftar menu makanan bayi 6 bulan harus dilakukan oleh seorang ibu agar si kecil terpenuhi gizi dan nutrisinya. Membuat menu makanan harian sikecil buatan sendiri memang sedikit menguras tenaga daripada Anda membeli produk-produk makanan yang tersedia dipasaran. Namun, mempunyai seorang anak yang sehat dengan gizi dan nutrisi yang cukup tentunya mengalahkan kerepotan seorang ibu.

Jika Anda ingin memiliki seorang bayi yang sehat dengan gizi yang cukup, membuat daftar menu makanan bayi 6 bulan dengan buatan sendiri dirasa sangat perlu. Berikut beberapa daftar menu makanan harian untuk si kecil yang bisa Anda buat sendiri dirumah. Yuk ikuti langkah-langkahnya!

Daftar Menu Makanan Bayi 6 Bulan dengan Bubur Susu

daftar menu makanan bayi 6 bulan

Daftar menu makanan bayi 6 bulan yang pertama merupakan menu makanan yang biasa seorang ibu berikan pada buah hatinya. Memberikan bubur susu pada si kecil memang harus dilakukan. Pasalnya, bubur susu memiliki tekstur yang sangat lembut dan sangat cocok untuk bayi usia 6 bulan. Namun, ada hal yang harus diperhatikan dalam membuat bubur susu agar kandungan gizi yang terkandung didalamnya tidak rusak dan hilang.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat bubur susu bayi usia 6 bulan diantaranya gizi yang seimbang, jangan panaskan ASI, jangan menggunakan gula aren, sebaiknya menambahkan satu macam sayur untuk tambahan bubur susu.

Cara membuat:

  1. Siapkan tepung beras/tepung kacang hijau/tepung sagu/tepung maizena/tepung hunkwe. Jangan menggunakan tepung terigu untuk membuat bubur susu.
  2. Larutkan tepung tersebut dengan air matang, lalu aduk sampai rata.
  3. Panaskan api kecil untuk memasak tepung tersebut. Tunggu sampai tepung tersebut matang dan kental sambil diaduk rata.
  4. Setelah meletup-letup, angkat bubur lalu dinginkan.
  5. Ketika bubur sudah berkurang panasnya, tuang kedalam mangkuk bayi dan tambahkan ASI. Silahkan sajikan pada buah hati tercinta.

Daftar Menu Makanan Bayi 6 Bulan dengan Pure

Memberikan makanan pendamping ASI bagi sikecil tidak hanya berupa bubur susu, tetapi asupan dari buah-buahan juga sangatlah penting. Pemberian pure buah-buahan bagi sikecil harus rutin dilakukan sebagai selingan makanan setelah bubur susu. Perlu kita tahu, pure adalah sebuah proses pelembutan bahan makanan agar lebih halus dan lembut supaya mudah dan aman dikonsumsi oleh sikecil. Beberapa daftar menu makanan bayi 6 bulan dengan proses pure berikut ini dapat Anda lakukan dengan mudah.

Pure Beras Merah atau Beras Putih

daftar menu makanan bayi 6 bulan

Makanan pure yang pertama ini terkenal sebagai makanan pendamping ASI yang paling tepat diberikan pada bayi 6 bulan. Beras merah dan beras putih sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi karena mengandung gizi yang lengkap seperti vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak. Kandungan gizi tersebut seyogianya memang sangat dibutuhkan bagi bagi berusia 6 bulan. Beras merah kaya akan sumber energi seperti vitamin B1, B6, dan B12, kandungan mineral pada beras merah membantu pertumbuhan tulang, otot dan gigi bayi, meningkatkan fungsi otak bayi dengan baik, serta menjaga kesehatan organ pencernaan pada bayi.

Berikut cara membuat pure beras merah atau beras putih:

Cara membuat:

  1. Siapkan beras merah atau putih secukupnya.
  2. Bersihkan beras terlebih dahulu, lalu masukkan kedalam panci bersih.
  3. Kemudian, masak sampai berbentuk bubur, lalu disaring agar airnya terbuang.
  4. Setelah itu, campur pure beras tersebut dengan ASI.

Pure Pisang

daftar menu makanan bayi 6 bulan

Buah pisang memiliki tekstur yang halus dan mudah untuk dicerna oleh si kecil. Segudang manfaat dari buah pisang ini tidak bisa diabaikan. Pasalnya, pisan memiliki kandungan vitamin A, C, asam folat dan kolin, mineral seperti kalsium, kalium, fosfor dan magnesium, omega 6 (asam lemak) dan karbohidrat. kandungan kalsium yang tinggi pada buah pisang sangat bermanfaat bagi bayi usia 6 bulan terutama untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Selain kandungan kalsium yang terdapat pada pisang, kandungan petcin juga berperan aktif dalam melancarkan pencernaan bayi. Memasukkan pisang kedalam daftar menu makanan bayi 6 bulan adalah ide yang sangat cerdas. Cara membuat Pure pisang sangatlah sederhana, seperti yang bisa Anda lihat berikut ini:

Cara membuat:

  1. Siapkan pisang matang secukupnya atau sekitar 15 gram, diutamakan pisang ambon.
  2. Kupas dan potong-potong pisang.
  3. Lalu, blender pisang hingga lembut agar teksturnya lebih halus.
  4. Setelah itu, tuang kedalam mangkuk. Tambahkan ASI atau jus jeruk manis agar lebih nikmat.
  5. Aduk rata dan berikan pada bayi.

Anda juga bisa menambahkan pepaya atau buah pir dalam membuat pure pisang ini.

Pure Alpukat

daftar menu makanan bayi 6 bulan

Buah yang satu ini terkenal dengan kandungan asam folatnya yang tinggi. Selain bermanfaat bagi ibu hamil, tentunya alpukat juga bermanfaat bagi bayi usia 6 bulan. Daftar menu makanan bayi 6 bulan dengan pure alpukan sangat direkomendasikan. bagaimanapun juga, buah alpukat memiliki beberapa manfaat yang sangat penting bagi pertumbuhan si kecil usia 6 bulan. Selain meningkatkan berat badan dan menyehatkan kulit si kecil, buah alpukat juga mampu untuk mencegah peradangan pada tubuh bayi usia 6 bulan.

Untuk meningkatkan perkembangan otak dan syaraf pusat sikecil, cobalah memberikan pure alpukat ini pada si kecil. Baca juga: Manfaat Alpukat Untuk Bayi yang Menakjubkan

Cara membuat:

  1. Siapkan alpukat sekitar 50 gram atau secukupnya sesuai dengan kebutuhan.
  2. Cuci dan ambil dagingnya, kemudian potong-potong.
  3. Sebelum mengambil daging alpukat ini, sebaiknya Anda terlebih dahulu memerah ASI sebagai bahan tambahan.
  4. Masukkan daging alpukat dan ASI kedalam blender yang telah dicuci tadi. Lalu, blender sampai teksturnya halus dan lembut.
  5. Sajikan pure alpukat ini pada mangkok dan gelas khusus tempat makanan si kecil.

Pure Kentang

daftar menu makanan bayi 6 bulan

Tidak hanya buah-buahan yang berperan penting dalam pertumbuhan bayi usia 6 bulan, dengan membuat pure kentang untuk si kecil juga tidak bisa diabaikan. Manfaat yang terdapat pada ketang sangat menganjurkan Anda untuk memasukkannya kedalam daftar menu makanan bayi 6 bulan.

Kentang selain mengandung karbohidrat yang tinggi, kandungan serat juga membantu melawan bakteri dan virus yang menyerang usus si kecil. Hal ini tentunya mengakibatkan fermentasi pada usus bayi. Dengan membuat pure kentang, secara otomatis Anda dapat mencegah hal itu terjadi.

Cara membuat:

  1. Siapkan kentang sekitar 3 buah, lalu kupas kulitnya, cuci dan potong-potong.
  2. Kukus kentang sampai lunak.
  3. Setelah matang, tiriskan kentang hingga dingin.
  4. Kemudian, haluskan kentang dengan menggunakan sendok atau untuk lebih simple bisa menggunakan blender atau food processor.
  5. Setelah halus, tuang kedalam mangkuk dan tambahkan ASI secukupnya, lalu aduk rata.

Lakukan cara ini agar buah hati Anda tumbuh dengan sehat dan sempurna tanpa serangan bakteri.

Pure Ubi Jalar Ungu

daftar menu makanan bayi 6 bulan

Untuk mendapatkan kandungan gizi yang seimbang, makanan pendamping ASI dengan pure ubi ungupun dapat Anda berikan pada sikecil. Kandungan gizi yang ada pada ubi jalar ungu diantaranya karbohidrat kompleks, vitamin B6, vitamin C, serat, beta-karoten, kalium dan mangan. Dengan memberikan pure ubi ungu pada si kecil, maka kebutuhan nutrisinya akan tercukupi.

Tidak hanya itu, ubi jalar ungupun sangat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh sikecil. Beta-karoten pada ubi jalar ungu akan mengusir bakteri dan virus sehingga si kecil tidak mudah sakit.

Cara memasukkan pure ubi kedalam daftar menu makanan bayi 6 bulan dengan menggunakan pure ubi tidaklah sulit bagi Anda, seperti pada cara  berikut ini:

  1. Siapkan ubi ungu 3 buah atau secukupnya sesuai kebutuhan si kecil.
  2. Bersihkan ubi dan kukus ubi jalar ungu hingga lunak.
  3. Kupas ubi jalar ungu kemudian haluskan dengan cara ditumbuk atau diblender.
  4. Tambahkan air kaldu ayam secukupnya untuk memberikan citra rasa yang lebih nikmat.

Anda dapat pula menambahkan wortel atau ASI pada ubi jalar ungu untuk membuat bubur ubi jalar ungu dengan cara:

  1. Siapkan tepung ubi jalar ungu, dan wortel, lalu bersihkan kedua bahan tersebut. Iris wortel berbentuk dadu dengan ukuran sangat kecil. 2. Ambil wadah untuk melarutkan tepung ubi jalar ungu dengan air secukupnya. Kemudian, masak sambil diasuk-asuk.
  2. Masukkan wortel yang sudah diiris tadi hingga lunak.
  3. Setelah lunak dan kedua bahan tercampur, angkat dan tuangkan pada mangkuk.
  4. Tambahkan ASI, kemudian aduk rata dan sajikan pada si kecil.

Dalam membuat daftar menu makanan bayi 6 bulan banyak hal yang harus Anda perhatikan yaitu  memilih bahan makanan yang masih segar dan membersihkannya terlebih dahulu. Selain bahan makanan, peralatan makan yang digunakan untuk menyajikan MPASI pun harus dijaga kebersihannya.

Demikianlah beberapa daftar menu makanan bayi 6 bulan yang harus Anda masukkan kedalam menu harian si kecil. Buatlah menu makanan tersebut dengan rutin agar kebutuhan gizi buah hati Anda terpenuhi. Semoga cara cara diatas dapat membantu Anda untuk menyajikan menu yang variatif bagi si kecil. Selamat mencob Bunda!

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi – Penyakit hemolitik pada bayi dikenal juga dengan sebutan HDN. Penyakit ini terjadi ketika bayi dalam kandungan ibu memiliki golongan darah yang berbeda dengan ibunya. KOndisi penyakit ini akan mungkin beresiko untuk bayi baru lahir. Bahkan pada kondisi tertentu masalah ini akan dapat menyebabkan kematian bayi. Setelah membahas mengenai penyakit ini, lantas apakah gejala hemolitik pada bayi dan seperti apa penanganannya? Simak dibawah ini.

Meski sudah berusaha keras menjaga kehamilan agar sehat dan berkualitas. Namun masalah seringkali terjadi, seperti halnya penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Kondisi penyakit ini dapat terjadi ketika golongan darah ibu tidak cocok dengan janin yang dikandungnya.

Kondisi ini pada dasarnya dapat terjadi ketika sel darah janin mengandung antigen yang tidak dimiliki oleh sang ibu. Ketika sel darah merah janin melewati bagian plasenta dan masuk ke aliran darah sang ibu. Maka kondisi ini akan memicu tubuh ibu menghasilkan antibodi. Antibodi inilah yang akhirnya menemukan jalan menuju aliran darah janin dan menghancurkan sel darah merahnya.  Baca juga: Perbedaan Gumoh dengan Muntah Pada Bayi

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi

Lalu sebenarnya apa saja gejala yang dapat menandai kondisi penyakit ini? Maka mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Mengetahui Gejala Hemolitik Pada Bayi

Penyakit hemolitik pada bayi pada dasarnya akan dapat ditemukan setelah gejala utama pada saat kehamilan dan kelahiran ditemukan. Gejala yang dialami akan berbeda pada setiap bayi. Namun dibawah ini adalah beberapa gejala paling umum yang dapat dijumpai.

Gejala Selama Kehamilan

Bukan hanya pasca kelahiran, selama masa kehamilan adapula beberapa kondisi yang akan dapat menjadi tanda dari kondisi HDN atau penyakit hemolitik pada bayi. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

  • Ketika ibu hamil melakukan pemeriksaan melalui proses amniosentesis, cairan amnion atau cairan ketuban. Maka akan ditemukan kondisi cairan ketuban yang berwarna kuning. Selain itu, cairan dalam ketuban pun umumnya mengandung bilirubin yakni cairan yang dibuat oleh hati.
  • Ketika melakukan pemeriksaan USG, bagian hati dan limpa atau bahkan jantung janin akan nampak lebih membesar dan membengkak.
  • Pemeriksaan USG pun akan dapat menunjukan cairan yang terkumpul pada bagian perut, paru-paru dan juga kulit kepala bayi.

Beberapa kondisi diatas akan mungkin mengindikasi adanya kemungkinan penyakit hemolitik pada bayi. Ketika ibu mengalami kondisi ini pada saat melakukan pemeriksaan dengan dokter. Pada umumnya dokter akan langsung melakukan penanganan untuk mengatasi kondisi yang satu ini. Dengan demikian, rajinlah melakukan check up kesehatan.

Gejala Setelah Kelahiran

Selain kehamilan, pada saat kelahiran bayi ke dunia beberapa gejala akan mungkin dialami. Beberapa kondisi ini diantaranya adalah:

  • Bayi yang terlihat pucat seperti orang yang mengalami anemia
  • Penyakit kuning pada bayi akan muncul. Kondisi ini dipengaruhi akibat cairan amnion atau ketuban yang berwarna kuning.
  • Adanya pembesaran limpa dan hati pada bayi baru lahir.
  • Adanya pembengkakan dibawah kulit (edema) yang terjadi dengan kondisi yang lebih parah.

Ketika mendapati kondisi seperti diatas maka penting sekali untuk segera mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter. Untuk anda yang melahirkan di dokter atau rumah sakit maka biasanya usai kelahiran, dokter akan melakukan pengecekan kesehatan pada bayi. Dengan begini maka biasanya kondisi keluhan semacam ini akan dapat ditemukan dengan lebih dini. Sehingga demikian, penanganan yang diberikan pun akan jauh lebih cepat dan efektif.

Mengapa Anak Perlu Imunisasi? – Bayi dan anak-anak yang berada dibawah usia balita wajib mendapatkan imunisasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah mereka dari serangan penyakit kedalam tubuhnya. Akan tetapi demikian, pada beberapa kasus masih banyak orangtua yang takut setelah mendapatkan imunisasi si kecil akan sakit. Hal inilah yang membuat sebagian orangtua dengan mudah melewatkan imunisasi penting pada anak. Lalu mengapa anak perlu imunisasi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasi menariknya dibawah ini.

Apakah si kecil sudah mendapatkan imunisasi yang lengkap bun? Imunisasi adalah rangkaian penting dari vaksinasi untuk mencegah si kecil dari penyakit. Akan tetapi sayangnya, beberapa imunisasi yang menyebabkan si kecil sakit setelahnya. Membuat sebagian ibu merasa khawatir dan memutuskan untuk tidak mengikut sertakan si buah hati pada imunisasi.

Padahal ketika masih kecil, sistem imun pada anak belum terbentuk dengan sempurna. Hal inilah yang akan membuat penyakit dan bakteri akan mudah menyerang tubuhnya. Akibatnya, buah hati anda akan mudah terserang dengan penyakit. Baca juga: Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Mengapa Anak Perlu Imunisasi?

Nah, sebagian dari anda mungkin masih bertanya-tanya mengapa anak perlu diimunisasi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini.

Mengapa Anak Perlu Imunisasi?

Sebagian diantara ibu mungkin masih ragu mengikuti imunisasi untuk buah hatinya. Apalagi ketika efek dari beberapa imunisasi yang membuat si kecil sakit dan rewel. Pada akhirnya membuat ibu memilih untuk melewatkan imunisasi pada anak. Hal inilah yang membuat si kecil tidak mendapatkan vaksin yang mereka butuhkan.

Lalu mengapa anak perlu diimunisasi? Seberapa pentingkah peran imunisasi untuk kesehatan anak? Mari kita simak secara langsung beberapa informasi menariknya dibawah ini.

Bayi amat rentan dengan yang namanya penyakit. Kondisi ini dapat terjadi sebab sistem imun dalam tubuh bayi belumlah terbentuk dengan sempurna. Dengan melakukan imunisasi, ini artinya anda melindungi si kecil dari berbagai ancaman penyakit yang mungkin menyerang tubuhnya.

Vaksin yang disuntikkan kedalam tubuh bayi akan dapat membantu membentuk kekebalan tubuh atau antibodi si kecil. Yang mana hal ini akan berfungsi untuk membantu tubuh si kecil lebih kebal dari serangan virus yang masuk kedalam tubuhnya.

Dengan begini maka si kecil akan dapat terhindar dari serangan penyakit yang mudah masuk kedalam tubuh dan mengganggu kesehatannya.

Lebih dari itu, imunisasi pun akan dapat menyelamatkan hidup si kecil. Pada zaman dahulu banyak sekali kasus yang dijumpai dimana si kecil menderita sakit seperti polio. Kondisi penyakit ini cukup parah dimana pada gilirannya si kecil akan mungkin menghadapi kematian.

Akan tetapi, terimakasih kepada kemajuan tekhnologi yang ada saat ini. Dimana tercipta vaksin untuk memberantas penyakit tersebut dengan mudah. Hasilnya kini sedikit sekali anak-anak yang mengalami resiko penyakit berbahaya ini.

Beberapa pemberian imunisasi pada tubuh anak memang membuat si kecil sakit. Bahkan beberapa mungkin membuat mereka demam, rewel dan sulit makan. Akan tetapi, hal ini pada dasarnya adalah hal yang wajar. Selain itu, kondisi semacam ini pun tidaklah berlangsung terlalu lama.

Rasa sakit yang ditimbulkan pada tubuh anak ini akan tentu jauh lebih baik dibandingkan sakit yang dialami si kecil pada saat mereka tidak mendapatkan imunisasi. Selain itu, sakit yang timbul pun pada dasarnya merupakan respon tubuh terhadap zat yang dimasukkan kedalam tubuh si buah hati.