PerawatanBayi.com

Risiko Penyakit Asma Pada Bayi Gemuk – Berat badan berlebih pada bayi memang menjadi faktor risiko yang cukup rentan terkena penyakit tertentu. Seperti halnya penyakit asma yang sangat rentan terjadi pada bayi yang gemuk. Namun sayangnya, tidak banyak orang tua yang mengetahui akan hal yang satu ini. Agar Anda lebih mengetahuinya, berikut kami sajikan beberapa fakta dan juga penyebab risiko penyakit asma pada anak gemuk!

Tentunya, kita sudah tidak asing lagi saat mendengar penyakit asma. Ya, penyakit yang rentan menyerang anak-anak bahkan bayi ini menjadi salah satu penyakit yang wajib untuk Anda waspadai. Hal ini dikarenakan penyakit asma memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis penyakit lainnya. Tidak hanya itu, penyakit asma juga dapat terjadi pada siapa saja sehingga menjadi jenis penyakit yang harus Anda waspadai.

Penyakit asma ternyata berisiko tinggi menyerang bayi ataupun anak yang memiliki badan yang gemuk. Seperti sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa anak yang memiliki tubuh yang gemuk akan lebh cenderung mengidap penyakit asma lebih mudah dibandingkan dengan anak yang kurus. Kondisi penyakit asma pada anak yang gemuk akan lebih serius dibandingkan pada anak yang memiliki berat badan yang ideal. Meskipun banyak orang tua yang berpikir bahwa anak yang memiliki badan yang gemuk menandakan tubuh yang sehat. Padahal, anggapan tersebut tidak selamanya benar. Baca juga: 12 Rekomendasi Tas Dengan Model Terbaik Untuk Perlengkapan Bayi

Risiko Penyakit Asma Pada Bayi Gemuk

risiko penyakit asma pada bayi gemuk

Dikarenakan banyak orang tua yang beranggapan bahwa bayi yang gemuk tersebut sehat, maka tidak heran jika para orang tua kurang mewaspadai terjadinya gejala asma pada anak. Padahal penyakit asma sangat rentan terhadap anak yang memiliki berat badan yang berlebih atau gemuk. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang mengungkapkan bahwa anak atau remaja yang berbadan gemuk akan mengidap penyakit asama lebih besar.

Dari hasil penelitian tersebut yang telah ditulis di dalam American Journal of Epidemiology yang dilansri dari Newsmaxhealth.com. Para peneliti tersebut tentunya telah menemukan bahwa anak remaja yang memiliki badan yang gemuk akan cenderung memiliki asma yang cukup parah. Untuk itum, diperlukanm sebuah terapi dan juga pengobatan untuk menurunkan berat badan.

Jika saja orang tua menyadari bahwa anak yang memiliki berat badan berlebih dan cenderung obesitas akan cukup rentan memiliki masalah asma. Namun, satu hal yang harus diperhatikan yakni tidak hanya asma saja yang perlu Anda waspadai. Akan tetapi, berat badan berlebih juga menjadi kondisi yang harus diwaspadai bagi si kecil. Tidak dapat dipungkiri bahwa anak yang obesitas memiliki banyak sekali risiko penyakit yang kemungkinan menyerang anak tersebut. Lihat juga: 10 Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi | Cara Mengatasi Puting Perih

Mengapa Bagi Gemuk Berisiko Terkena Asma?

Pertanyaan tersebut tentunya berhubungan dengan beberapa penelitian yang tidak dapat diragukan lagi akan kebenarannya. Kenaikan berat badan si kecil tentunya akan cepat melonjak sehingga menyebabkan perkembangan pada organ paru-paru dan juga sistem imunitas tubuh berkembang secara tidak normal. Tentunya, tidak heran jika dokter dan juga perawat memeriksa pertumbuhan bayi jika terjadi lonjakan yang cukup signifikan pada berat badan bayi.

Hal ini tentunya diperkuat dengan peneliti utama yakni Dr. Agnes Sonnenschein van derVoort yang berasal dari Bristol University yang menyatakan bahwa adanya hubungan antara bayi yang memiliki peningkatan berat badan yang cukup dratis dalam waktu tiga bulan pertama kehidupannya, maka akan berisiko terkena penyakit asma di kemudian hari. Pernyataan tersebut ditambah dengan sebuah penelitian yang dilansir di laman Mirror yakni para peneliti telah menganalisis bahwa pada 10.000 bayi yang datanya ada di University of Bristol. Ternyata di dapatkan fakta bahwa penyakit asma sangat berisiko pada bayi yang memiliki berat badan berlebih pada waktu tiga bulan pertama.

Untuk menanggapi hasil penelitian tersebut tentunya telah diterbitkan di dalam sebuah Journal of Allergy & Clinical Immunology yakni direktur peneliti asma yakni Samantha Walker dair Inggris telah menyatakan bahwa sangat penting bagi peneliti lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas yang tentunya mendukung sebuah penelitian yang sebelumnya yang lebih mendalam lagi.

Mengenal Asma Pada Bayi

Seperti yang kita tahu bahwa asma merupakan salah satu jenis penyakit yang rentan menyerang anak-anak. Penyakit ini diketahui sebagai penyakit kronis yang disebabkan oleh munculnya sebuah peradangan pada saluran pernapasan. Dalam hal ini peradangan mmebuat saluran pernapasan menjadi sangat sensitif dan juga bengkak. Akibat yang terjadi yakni saluran pernapasan akan mengalami penyempitan sehingga aliran udara ke dalam paru-paru menjadi berkurang. Tidak hanya itu, aliran udara yang menyerang paru-paru ini tentunya menyebabkan seorang pengidap merasa sesak napas.

Sedangkan menurut WHO, dimana asma merupakan suatu penyakit yang cukup umum terjadi diantara anak-anak. Akan tetapi, menurut pada ahli banyak yang belum mengetahui akan penyebab pasti dari penyakit asma ini. Dalam hal ini penyakit asma memang dapat terjadi pada orang yang ada dalam segala jenis usia, namun yang paling sering terjadi yakni pada masa bayi, balita  dan juga anak-anak. Perlu Anda ketahui bahwa anak laki-laki akan cenderung memiliki risiko terkena asma dibandingkan dengan anak perempuan. Namun, pada orang dewasa, wanita akan lebih sering mengalami asma dibandingkan dengan pria.

Penyakit asma ini tentunya dikenal juga dengan istilan mengi dengan napas yang berbunyi lirih, batuk dan juga sesak napas. Asma yang terjadi pada bayi tentunya tidak dapat didiagnosis secara langsung oleh sokter, namun dibutuhkan hasil pemeriksaan lain untuk mendukung bahwa penyakit yang dialami oleh bayi tersebut memang asma ataukah bukan.

Setidaknya sekitar 30% bayi yang berusia di bawah 3 tahun, mengalami satu sampai dua kali gejala terjadinya mengi. Gejala yang terjadi pada bayi ini tentunya dikenal dengan istilah bronkiolitis. Penyakit ini yakni sebuah infeksi pada paru-paru yang memang umum terjadi. Kondisi ini yakni menyebabkan adanya penyumbatan dan juga peradangan yang terjadi pada saluran udara kecil di dalam paru-paru. Perlu Anda ketahui bahwa bronkiolitis ini yakni disebabkan oleh virus yang cukup rentan menyerang balita.

Penyebab Terjadinya Asma Pada Bayi

Tentunya, bronkiolitis dapat terjadi pada bayi yang disebabkan oleh adanya virus yang menginfeksi bronkiolus. Bronkiolus yakni sebuah saluran udara yang paling kecil pada bagian paru-paru. Infeksi virus ini dapat menyerang bronkiolus sehingga kondisi ini menyebabkan terjadinya peradangan dan juga pembengkakan. Jika  lendir menumpuk pada saluran tersebut tentunya dapat menyebabkan udara cukup sulit mengalir bebas pada paru-paru sehingga menyebabkan balita cukup sulit untuk bernapas.

Kebanyakan dari kasus penyakit asma ini dapat disebabkan pula oleh respiratory syncytial virus (RSV). Virus RSV ini yakni virus yang dapat menginfeksi pada hampir setiap anak yang berusia sekitar 2 tahun. Pada wabah infeksi RSV ini pada umumnya terjadi setiap musim dingin atau musim hujan. Tentunya, bronkiolitis ini dapat pula disebabkan oleh virus lain yakni virus yang menyebabkan pilek dan juga flu. Tidak heran jika bayi dapat terinfeksi kembali dengan RSV dikarenakan ada dua turunan dari virus ini.

Setidaknya ada beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya asma pada bayi, diantaranya:

Orang tua perokok

Tidak heran jika medis melarang orang tua untuk tidak merokok terutama saat hamil dan juga menyusui. Namun akan lebih baik jika orang tua tidak merokok agar kemungkinan risiko terjadinya asma pada anak dapat Anda hindari. Pada orang tua perokok tentunya anak memiliki risiko 4 kali lebih besar terkena asma dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar oleh asap rokok sama sekali.

Berat bayi lahir rendah

Penyebab kedua yang kemungkinan akan terjadi asma pada anak yakni pada bayi yang memiliki berat bayi lahir rendah. Bayi yang lahir prematur tentunya akan memiliki risiko yang lebih besar terkena asma dikarenakan organ paru-paru belum berkembang dengan normal seperti pada bayi umumnya.

Alergi makanan atau eksim

Tentunya, orang tua yang memiliki alergi terhadap makanan, maka kemungkinan besar akan menurunkan alergi pada bayi. Tentu, pada bayi yang memiliki alergi makanan tentu saja akan berisiko lebih besar terkena asma.

Orang tua yang memiliki riwayat asma

Sudah tidak diragukan lagi jika ibu ataupun ayah yang memiliki asma akan memungkinkan menurunkan risiko asma kepada bayinya. Maka, dapat disebut bahwa bayi yang memiliki asma dapat disebabkan oleh faktor genetik.

Bayi yang tinggal pada tempat yang lembap

Penyakit asma memang rentan terjadi pada tempat yang lembap dan juga dingin. Tidak heran jika penyakit asma akan lebih sering terjadi pada saat musim hujan atau musim dingin. Tentunya, banyak kasus anak yang terkena asma yang disebabkan oleh musim hujan.

Bayi gemuk

Tidak hanya berat bayi lahir rendah yang dapat terserang asma, namun pada bayi yang memiliki berat badan yang gemuk juga tidak dapat terhindar dari penyakit asma. Seperti yang sudah kami sebutkan di atas bahwa ada kaitan yang cukup kuat antara penyakit asma dengan bayi yang memiliki berat badan berlebih. Dalam hal ini berat badan berlebih dapat memperburuk kondisi asma pada tubuh anak balita. Sedangkan menurut para ilmuwan menyatakan bahwa tubuh bayi yang gemuk memiliki kapasitas napas yang lebih terbatas saat bernapas.

Tentu, bagi Anda yang memiliki anak dengan berat badan berlebih harus lebih mewaspadai akan kesehatan si kecil. Alangkah lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter anak apakah ada risiko atau gejala terjadinya penyakit asma pada si kecil.

Gejala Asma Pada Bayi

Asma memang menjadi penyakit serius jika terjadi pada bayi. Dalam hal ini asma memang memiliki efek yang lebih buruk menimpa bayi. Hal ini dikarenakan sistem imunitas tubuh bayi masih belum sempurna sehingga cukup rentan penyakit asma untuk kambuh kembali. Pada bayi yang terjadinya asma tentunya disebabkan oleh terjadinya gangguan pada sistem pernapasan sehingga dapat mengakibatkan penderita sangat sulit untuk bernapas.

Bagaimanapun juga, gejala penyakit asma yang terjadi pada bayi tentunya hampir sama dengan gejala yang terjadi pada orang dewasa. Terdapat beberapa gejala asma yang terjadi pada bayi, diantaranya:

Batuk

Gejala pertama yang terjadi pada bayi yang mengalami asma yakni sering mengalami batuk. Mungkin terbilang cukup sulit untuk membedakan antara batuk biasa dengan batuk yang terkena asma. Batuk yang disebabkan oleh asma tentunya cukup sulit untuk diatasi karena memiliki sifat yang menetap.

Sulit bernapas

Gejala kedua yang dapat terjadi pada bayi yang mengalami asma yakni bayi akan cenderung kesulitan bernapas. Pada umumnya, bayi mengalami asma akan kesulitan bernapas saat makan ataupun menyusu. Bayi yang mengalami asma tentunya terlihat seperti terengah-engah ataupun tersenggal-senggal saat bernapas. Ini dikarenakan terjadinya penyempitan saluran pernapasan pada organ paru-paru bayi. Tentunya, kondisi ini akan lebih buruk saat bayi menangis.

Bayi bernapas dengan bunyi ngik-ngik

Gejala selanjutnya yang mungkin terjadi yakni perhatikan suara napas bayi. Umumnya istilah ini dikenal dengan istilah mengi. Hal ini tentunya dapat terjadi dikarenakan terjadinya penyempitan pada saluran pernapasan bayi sehingga seolah-olah mengeluarkan bunyi seperti siulan. Saat Anda mendengar bayi mengeluarkan napas dengan suara ngik-ngik, maka sebaiknya Anda periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Lemas

Pada bayi yang mengalami asma tentunya akan terlihat lemas dan seolah tidak bertenaga sama sekali. Ia cenderung merasa malas dan juga tidak bergairah saat bermain dan secara tiba-tiba ia batuk tidak jelas.

Sesak napas pada dada

Tentunya, tidak hanya itu bayi yang menderita asma akan cenderung mengalami sesak napas yang lebih sering. Tentunya, terlihat seolah-olah dada bayi kembang kempis dengan jelas.

Terjadinya eksim pada kulit

Tentunya, hal ini erat kaitannya dengan alergi yang makanan ataupun minuman. Kondisi ini tentunya menjadi indikasi dimana bayi yang terkena asma dengan berbagai jenis gejala lain akan mengalami eksim yang terjadi pada kulit.

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri terjadinya asma dimana Anda diharuskan untuk membawa si kecil ke dokter anak dengan segera, diantaranya:

– Bayi dengan perut yang terlihat kembang kempis seperti kesulitan saat menarik napas.

– Bayi yang memiliki wajah yang pucat dikarenakan kesulitan saat bernapas sehingga membuat tubuh kekurangan oksigen.

– Pada bayi yang bernapas dengan cepat-cepat atau seperti terengah-engah sehingga membuatnya kesulitan saat bayi menyusu.

Pencegahan Asma Pada Bayi

Tentunya, banyak orang tua yang tidak mengetahui bagaimana cara pencegahan asma pada bayi. Namun, hal ini cukup penting untuk Anda lakukan karena pencegahan asma pada bayi memang sangat penting untuk Anda lakukan. Berikut ini beberapa pencegahan terjadinya asma pada bayi, diantaranya:

– Anda harus mengamati tanda-tanda dan juga gejala terjadinya asma pada bayi. Bila perlu, cacat kapan kejadian asma tersebut pada bayi.

– Pahamilah apa saja yang dapat memicu terjadinya asma pada bayi

– Jauhkan bayi dari benda-benda yang dapat menyebabkan asma pada bayi

– Berikan buah dan sayur jika bayi sudah mulai diberikan mpasi.

– Orang tua hatus cepat tanggap jika sewaktu-waktu asma dapat menyerang bayi

– Bayi yang terlihat seperti tersenggal-senggal dan semakin parah saat bayi menangis.

– Kenalilah alergi yang kemungkinan berasal dari makanan ataupun susu. Kondisi ini tentunya dapat membuat produksi lendir yang terjadi pada rongga pernapasan sehingga dapat terjadinya penyumbatan pernapasan pada bayi.

– Orang tua tentunya harus selalu cepat tanggap untuk menyerang bayi agar Anda tidak panik.

Demikianlah beberapa risiko penyakit asma pada bayi gemuk yang harus Anda pahami. Semoga bermanfaat!

Rekomendasi Tas Dengan Model Terbaik Untuk Perlengkapan Bayi – Memilih model dan juga jenis tas tentu menjadi hal yang harus Anda lakukan. Hal ini dikarenakan beberapa jenis tas bisa saja tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Untuk solusi tersebut, tentunya kami merekomendasikan beberapa jenis dan juga model tas yang bisa Anda pilih saat berbelanja perlengkapan bayi. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Tas memang menjadi perlengkapan bayi yang wajib dimiliki oleh setiap ibu. Bagaimanapun juga, tas memang memiliki fungsi yang tidak dapat kita abaikan lagi akan perannya dalam membawa berbagai peralatan bayi. Saat berpergian tentunya semua perlengkapan bayi membutuhkan satu ruang khusus yang cukup mudah untuk dibawa kemana-mana. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi para ibu untuk memiliki tas yang sesuai dengan kebutuhannya.

Tas memang berfungsi untuk membawa berbagai peralatan seperti misalnya diapers, pakaian ganti, botol susu, hingga mainan favorit anak. Tentu saja, jenis dan juga tipe tas berbeda- beda sesuai dengan kebutuhan setiap bayi mulai dari tas jinjing, ransel dan juga tas cangklong. Selain itu, model tas juga harus dipertimbangkan oleh seorang ibu saat berniat akan membeli sebuah tas. Dengan banyaknya model tentunya kita membutuhkan satu tas terbaik yang memungkinkan semua yang bayi butuhkan dapat terakomodasi dalam satu tas. Baca juga: 10 Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi | Cara Mengatasi Puting Perih

Rekomendasi Tas Dengan Model Terbaik Untuk Perlengkapan Bayi

rekomendasi tas dengan model terbaik untuk perlengkapan bayi

Memilih jenis dan juga model tas memang harus sesuai dengan selera dan juga kebutuhan Anda. Jangan sampai Anda memilih salah satu dari kedua hal tersebut. Misalnya saja Anda lebih mengedepankan selera sebuah tas, namun tidak sesuai dengan kebutuhan Anda. Begitupun sebalinknya dimana Anda harus memilih tas yang sesuai selera, meskipun ada satu tas yang mencakup kebutuhan Anda. Tetap saja, hal tersebut akan membuat Anda merasa tidak puas nantinya.

Begitu pula saat Anda memilih sebuah tas untuk perlengkapan bayi. Meskipun banyak sekali tas-tas lucu perlengkapan bayi, namun jika tidak sesuai dengan keinginan Anda, maka alangkah baiknya jika hal tersebut Anda hindari. Jangan sampai Anda memilih sebuah tas lucu, namun tidak memberikan Anda rasa nyaman bahkan tidak mengakomodasi kebutuhan bayi dengan lengkap. Terlepas dari hal tersebut tentunya kami memberikan beberapa rekomendasi tas untuk memenuhi perlengkapan bayi yang tentu akan membantu Anda dalam menentukan tas yang akan Anda beli nantinya. Lantas, tas seperti apa yang direkomendasikan untuk Anda? Yuk kita simak saja berikut ini!

Lihat juga: Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak Yang Wajib Anda Ketahui

Pilih tas dengan ukuran besar

Rekomendasi tas pertama yakni dimana tas untuk perlengkapan bayi yang wajib Anda pilih yakni dengan memiliki kapasitas yang besar. Dalam hal ini Anda dapat memilih tas dengan dimensi 46 x 16 x 31 cm, tas ini tentunya memiliki ruang yang cukup besar sehingga dapat menampung beberapa set pakaian, handuk, diapers dan juga perlengkapan lainnya. Selain itu, alangkah baiknya jika Anda memilih jenis tas dengan space untuk botol susu yang terpisah misalnya pada bagian depan. Saat ini banyak sekali model tas dengan dua kantung besar pada sisi kanan dan juga kiri. Dengan menyadari pentingnya kenyamanan saat Anda membawa tas tentunya tas tersebut harus dilengkapi dengan selempang dengan bahan yang cukup kuat.

Tas dengan banyak aksesoris

Setelah Anda memilih jenis tas dengan ukuran yang cukup besar, inilah saatnya bagi Anda untuk memilih tas yang memiliki banyak aksesoris. Bagaimanapun juga, tas dengan banyak aksesoris akan membantu tampilan tas yang Anda miliki menjadi lebih cantik. Hal ini dikarenakan tas untuk perlengkapan bayi memang harus menarik perhatian. Tas dengan banyak aksesoris di sini yakni bisa terdiri dari banyak space seperti 1 tas insulator botol, 1 alas ganti popok, dan juga sepasang pengait untuk stroller. Produk dengan kriteria seperti ini tentunya cocok bagi Anda untuk melengkapi peralatan untuk si kecil.

Mini bag dengan aluminium foil

Bagi ibu tentunya menginginkan jika botol susu tetep berada dalam keadaan hangat. Dalam hal ini Anda dapat memilih jenis tas dengan jumbo bag dimana tas ini coock bagi Anda yang ingin berpergian cukup jauh. Pastikan Anda memilih jenis tas dengan beberapa saku pada bagian dalamnya sehingga cukup memungkinkan bagi Anda untuk mengorganisir perlengkapan bayi dengan cukup baik. Pilihlah jenis tas dengan aksesoris yang dilapisi dengan aluminium foil demi menjaga susu bayi tetap hangat meskipun dalam perjalanan yang cukup jauh.

Pilih tas yang fashionable

Selain dengan fungsinya yang sangat penting dalam membawa perlengkapan bayi. Tentu saja, Anda juga diharuskan untuk memilih tas yang fashionable dalam memilih tas untuk bayi. Hal ini dikarenakan tas yang fashionable akan memberikan kepuasan dan juga kenyamanan bagi kita. Dengan berukuran besar tentunya Anda memiliki kapasitas yang cukup untuk menyimpan botol susu, baju ganti bayi dan juga popok bersih. Selain itu, tas yang harus Anda pilih juga harus memiliki dua kantung dengan lapisan aluminium foil demi menjaga temperatur botol susu dan dua dompet kecil yang dapat dilepas dan juga dikaitkan. Anda juga harus memilih jenis tas fashionable agar bisa melakukan outing ke lokasi yang cukup jauh seperti misalnya piknik dan juga mudik.

Pilihlah tas ringan untuk aktivitas outdoor

Bagi ibu tentunya pasti menginginkan tas ringan yang tentu cocok untuk dapat melakukan aktivitas outdoor. Tas dengan ukuran medium tentunya harus memiliki bahan waterproff yang cukup ringan sehingga dapat praktis dibawa kemanapun. Selain itu, Anda harus mengutamakan tas dengan beberapa sekat sehingga perlengkapan bayi dapat muat dan tidak berantakan.

Alangkah lebih baik jika Anda memilih jenis tas yang memiliki bagian depan dengan satu kantong yang terbukan dan juga satu kantong yang tertutup. Kantong ini tentunya dapat digunakan untuk menyimpan tisu dan juga botol susu ataupun termos kecil. Tas jenis ini tentunya cukup cocok untuk menemani kegiatan di luar ruangan bersama dengan si kecil.

Desain tas yang simpel

Tas yang direkomendasikan tentunya harus memiliki ciri utama yakni tas dengan desain yang cukup simpel namun tetap fungsional. Saat ini banyak sekali tas dengan ukuran yang cukup simpel, namun tetap dapat mengorganisir perlengkapan bayi dengan rapi. Anda tentu dapat memilih jenis tas dengan satu yang dikerut agar barang-barang dapat terorganisir  dengan mudah. Dalam hal ini Anda dapat menyandang ataupun menjinjing tas pada pundak agar tetap nyaman. Pastikan tali dari tas tersebut terbuat dari bahan yang kuat. Tas dengan desain yang simpel tentunya sangat cocok untuk dipakai sehari-hari karena tidak memiliki model yang ribet.

Tas dengan teknologi yang tinggi

Tas yang direkomendasikan bagi ibu untuk membawa perlengkapan si kecil yakni dengan model tas yang berteknologi tinggi. Hal ini dikarenakan tas dengan teknologi yang tinggi dapat menjaga tas tetap awet. Bagaimanapun juga, tas untuk perlengkapan bayi dipakai dalam waktu yang cukup lama sehingga kita membutuhkan tas dengan ketahanan yang lebih lama dari model tas biasanya. Tas dengan kapasitas yang cukup besar diharapkan memiliki dua kantong tambahan untuk menyimpan botol yang dilengkapi dengan fitur thinsulate. Fitur ini tentunya dapat menjaga suhu tetap hangat dengan changing pada dengan bahan memory foam. Bagi Anda sebagai ibu yang bekerja di kantoran dan menitipkan anaknya. Tentunya Anda sering membawa tas perlengkapan bayi sehingga memang dibutuhkan teknologi yang tinggi agar tas tetap awet.

Desain elegan pribadi berkelas

Tas rekomendasi selanjutnya yakni dengan memilih tas dengan desain yang elegan. Dalam hal ini tas yang cocok untuk membawa perlengkapan bayi yakni dengan memiliki kualitas yang unggul, tahan air dengan beragam pilihan warna. Saat ini banyak sekali brand tas perlengkapan bayi yang terlihat elegan, namun tetap berkelas tinggi. Meskipun begitu, tas ini harus menampung beragam perlengkapan bayi mulai dari botol susu, diapers hingga baju ganti. Selain itu, tas yang bagus juga terdapat pad yang dapat menjadi alas jika sewaktu-waktu Anda mengganti popok bayi.

Desain yang cocok untuk ibu dan ayah

Dengan beragam pilihan tentunya Anda juga dapat memilih desain tas yang fleksibel dimana ibu dan juga ayah dapat membawanya. Hal ini dikarenakan tidak hanya ibu yang nantinya akan menemani bayi, namun seorang ayah juga dapat melakukan hal yang sama. Maka dari itu, model tas yang dibutuhkan untuk membawa perlengkapan bayi yakni harus dengan desain yang fleksibel. Alangkah lebih baik jika Anda memilih jenis tas tersebut yang mencakup kantung khusus cooler untuk menyimpan botol susu untuk si kecil. Pastikan tas tersebut terdapat perlak yang dapat digunakan untuk mengganti popok bayi.

Tas super stylish dan multifungsi

Rekomendasi tas selanjutnya yakni dengan memiliki tampilan yang multifungsi dan juga stylish. Tampilan stylish dan juga chic tentunya harus mengutamakan penampilan saat berpergian dengan si kecil. Jenis tas selanjutnya yakni dapat dibawa dengan fleksibel dengan ditenteng, disandang ataupun digantung pada stroller. Tas jenis ini pada umumnya memiliki 12 kantong serbaguna yang dapat digunakan sebagai pelengkap pada penyimpanan yang utama. Selain itu, Anda cukup membawa beberapa barang dengan memilih tas yang memiliki dimensi 17×6,5×12 inchi.

Tips Memilih Tas Perlengkapan Bayi

Tas perlengkapan bayi tentunya dapat berkembang baik baik dari segi desain, tipe dan juga fungsinya. Saat Anda memilih tas tentunya ada beberapa tips yang dapat Anda pilih yakni sebagai berikut:

– Pilihlah tipe tas yang nyaman untuk Anda gunakan sehari-hari. Bagaimanapun juga banyak tas dengan berbagai model yang bisa Anda pilih. Namun dalam hal ini Anda wajib memilih jenis tas yang sesuai dengan kebutuhan dan juga kenyamanan Anda.

– Sesuaikan dengan gaya Anda. Setelah kita memilih jenis tas yang sesuai dengan tipe kita. Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan yakni dengan menyesuaikan gaya Anda. Dalam hal ini juga Anda harus mempertimbangkan tujuan saat memilih jenis tas untuk perlengkapan bayi tersebut. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk memilih tas sesuai dengan gaya hidup Anda.

– Desain tas memang penting. Tas untuk perlengkapan bayi memang tidak jauh dari fungsi dan ukuran. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan desain tas.

Itulah beberapa rekomendasi tas dengan model terbaik untuk perlengkapan bayi yang wajib Anda miliki. Semoga bermanfaat!

Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi – Saat bayi tumbuh gigi tentunya ada momen dimana sang ibu akan merasakan sakit yang luar biasa dikarenakan puting yang kerap digigit oleh bayi. Meskipun begitu, hal tersebut memang cukup wajah karena bayi mengalami pertumbuhan gigi. Untuk mengatasi hal tersebut, tentunya ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Tips apa saja ya? Yuk kita simak pemaparan kami berikut ini!

Menyusui memang menjadi salah satu aktivitas untuk membangun ikatan batin antara ibu dan juga anak. Bagi ibu yang memberikan air susu kepada bayinya, maka akan terasa lebih lengkap rasanya Anda menjadi seorang ibu dibandingkan dengan bayi yang menggunakan susu formula. Menyusui memang menjadi sarana untuk menyalurkan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi yang berasal dari ibunya. Aktivitas menyusui ini memang menjadi momen yang paling membahagiakan bagi ibu karena momen ini sulit untuk Anda lupakan.

Terlepas dari momen yang menyenangkan tentunya ada beberapa masalah saat si kecil menyusu pada ibunya. Tidak jarang ibu yang merasa kesakitan saat memberikan susu, terlebih saat si kecil menggigit dan juga menarik puting susu. Hal ini tentu tidak jarang membuat ibu merasakan sesuatu yang sangat sulit untuk dijelasakan. Bayi yang sering menggigit puting susu dikarenakan sedang terjadinya pertumbuhan gigi sehingga bayi kerap merasa gatal pada gusi. Tidak heran jika bayi akan menggigit puting ibunya saat menyusui. Baca juga: Benarkah Daun Katuk Memperbanyak ASI? Simak Faktanya Berikut ini!

Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi

tips menyusui saat bayi tumbuh gigi

Hal yang wajar jika bayi tumbuh gigi akan sedikit lebih rewel dari biasanya. Ia akan cenderung sering menangis dari biasanya, terlebih saat ia mengalami demam. Pada bayi yang akan atau sedang tumbuh gigi, maka akan terlihat gysi yang memerah dan juga terlihat bengkak di sekitar mulutnya. Ruam merah ini tentunya tidak akan membuat Anda nyaman, terlebih saat Anda intens dalam memberikan ASI kepada si kecil.

Meskipun begitu, kondisi tersebut ternyata bisa diatasi dengan beberapa tindakan yang tentunya sangat bermanfaat nagi Anda. Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang sedang mengalami tumbuh gigi akan cenderung rewel dan juga mudah menangis. Ia ingin menyusui lebih sering dari biasanya dikarenakan ia mengalami gusi yang gatal. Pada umumnya, gigi tumbuh pada bayi saat menginjak usia 4-7 bulan. Jika Anda saat ini mengalami hal yang sama dengan ibu lainnya yakni sering mengalami puting yang digigit bayi, maka lakukan beberapa hal di bawah ini agar kondisi Anda lebih baik, diantaranya:

Lihat juga: Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal | Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Memijat gusi bayi

Tips pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan memijat gusi bayi. Saat bayi tumbuh gigi tentunya bayi akan merasakan sensasi gatal pada gusi. Untuk itu, Anda memerlukan satu cara khusus untuk membuat agar gusi bayi tidak gatal. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan memijat gusi bayi dengan menggunakan jari Anda. Namun, pastikan jika jari Anda bersih dan sudah dicuci dengan bersih, lalu kemudian basuh dengan menggunakan kassa. Selain itu, Anda dapat melakukan pemijatan pada gusi bayi secara perlahan.

Memijat gusi bayi tentunya bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada gusi bayi agar tidak terlalu gatal. Pada gusi bayi yang bengkak dan juga merah tentunya akan membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga akan cenderung lebih rewel dari biasanya. Untuk itu, dengan memijat gusi bayi secara perlahan, maka akan membuat bayi merasa lebih nyaman dan rasa tersebut akan hilang. Dengan cara tersebut tentunya Anda mengurangi kemungkinan si kecil akan menggigit puting Anda karena rasa gatal sudah berkurang.

Berikan mainan gigitan

Tips kedua yang bisa Anda lakukan yakni dengan memberikan si kecil berupan mainan gigitan. Pada gusi yang gatal tentunya si kecil akan cenderung menggigit sesuatu untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Namun, banyak orang tua yang tidak mengetahui akan fakta yang satu ini. Maka, tidak heran jika bayi akan cenderung menggigit puting ibu saat menyusui. Hal ini dilakukan bayi sebagai satu usaha untuk mengurangi rasa gatal dan juga sakit pada gusi.

Dengan memberikannya mainan gigitan, setidaknya bayi Anda akan merasa lebih nyaman saat giginya mulai tumbuh. Pastikan Anda memberikan mainan gigitan yang kenyal untuk ia gigit sebelum ataupun setelah menyusui. Agar membuat bayi lebih banyak, alangkah baiknya jika Anda mendinginkan terlebih dahulu mainan gigitan tersebut agar bisa memberikan sensai dingin saat bayi menggigitnya. Dengan sensasi dingin tersebut tentunya akan membantu menenangkan rasa sakit dan juga gatal pada gusi si kecil.

Ubah posisi menyusui Anda

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan yakni dengan mengubah posisi Anda saat menyusui. Hal ini dikarenakan posisi menyusui memang menjadi salah satu hal terpenting saat memberikan nutrisi untuk si kecil. Jika pada sebelumnya Anda memiliki posisi yang cukup nyaman, namun dikarenakan puting Anda sering digigit oleh si kecil. Maka, mulailah ubah posisi menyusui Anda dengan harapan gigitan puting oleh bayi akan mudah dihindari.

Dengan mengubah posisi saat menyusui tentu sedikitnya dapat mencegah gigitan puting pada bayi. Hal ini bertujuan untuk mencegan puting yang membengkak saat gigitan si kecil terlalu kuat. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada posisi menyusui yang salah akan lebih banyak gigitan pada puting. Untuk itu, usahakan untuk memilih posisi menyusui yang paling aman sehingga dapat memungkinkan Anda melakukan kontak dengan mata si kecil. Tetapkanlah posisi tersebut jika Anda sudah menemukan posisi yang nyaman saat menyusui. Lakukan berbagai percobaan posisi untuk mendapatkan posisi yang ternyaman saat Anda menyusui.

Menyelipkan jari

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan mencoba untuk menyelipkan jari Anda diantara mulut bayi dan juga puting. Cara yang satu ini yakni untuk membantu mencegah bayi menggigit puting saat Anda menyusui. Cara yang dapat Anda lakukan tentunya cukup mudah, hanya dengan meletakkan jari telunjuk ataupun kelingking Anda ke sudut mulut bayi diantara gusinya tersebut. Selain itu, Anda dapat menyelipkan jari Anda  dan pastikan Anda mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Lalu, alihkan dengan cara menggesernya secara perlahan saat bayi Anda kemungkinan terlihat akan menggigit payudara Anda. Selain itu, Anda juga bisa melepaskan payudara Anda sejenak dari hisapan si kecil agar puting Anda tidak terlalu perih dan juga sakit

Kendalikan respon Anda

Cara yang satu ini tentunya berhubungan dengan ekspresi yang Anda tunjukkan saat bayi menggigit puting Anda. Saat Anda merasakan gigitan di puting Anda, tentunya Anda jangan sampai mengeluarkan respon yang berlebihan dikarenakan sakit yang mungkin Anda rasakan. Akan tetapi, Anda harus menghindarkan diri dari menjauhkan bayi dengan puting Anda secara tiba-tiba. Pasalnya, puting yang digigit dan juga ditarik dengan kencang akan membuat puting semakin sakit.

Meskipun memang cukup sulit menahan reaksi saat puting Anda digigit, namun hal tersebut harus Anda lakukan karena jika tiba-tiba Anda menjauhkan puting dari bayi. Maka, tidak menutup kemungkinan bayi Anda akan kaget dan enggan untuk kembali menyusui. Selain itu, usahakan juga untuk tidak berteriak dengan kencang saat si kecil mulai menggigit puting. Reaksi yang berlebihan yang dtunjukkan oleh Anda tentunya akan mengagetkan si kecil sehingga ia akan mengulang hal tersebut karena ia menganggap bahwa hal tersebut menjadi sebuah permainan yang cukup menyenangkan.

Cara Mengatasi Puting Sakit Saat Menyusui

Sebenarnya hal yang wajar dimana Anda merasakan puting yang sakit saat menyusui. Terlebih saat si kecil sudah mulai tumbuh gigi, maka kondisi ini membuat ibu merasa sedikit tidak nyaman saat menyusui. Namun, kondisi tersebut setidaknya membuat ibu merasa kesakitan sehingga cukup mengganggu momen saat menyusui si kecil. Puting perih, sakit dan juga lecet yang disebabkan oleh gigitan dari si kecil tentunya menjadi kondisi yang banyak dialami oleh ibu menyusui. Banyak sekali ibu yang menggantikan ASI dengan susu formula dikarena ia merasa tidak nyaman saat menyusui.

Jika Anda secara kebetulan mengalami hal tersebut tentunya penting bagi Anda untuk menemukan cara yang tepat agar puting Anda tidak merasa perih dan juga lecet. Berikut ini beberapa cara mengatasi puting  sakit saat Anda menyusui, diantaranya:

Berilah jeda waktu menyusui

Satu hal yang perlu Anda perhatikan yakni dengan memberikan jeda waktu bagi ibu untuk menyusui. Sedini mungkin tentunya kita tahu bahwa puting kita lecet, untuk itu berilah jeda waktu saat Anda menyusui. Anda tentunya dapat memberikan jeda waktu terlebih dahulu sekitar 12 sampai 24 jam untuk beristirahat sejenak tidak menyusui agar penyembuhan puting Anda menjadi lebih cepat. Selama beristirahat, Anda boleh menggantikan ASI dengan menggunakan susu formula. Hal ini tidak lain ialah untuk mempermudah proses penyembuhan puting.

Jika memang puting Anda lecet tentu Anda harus menghentikan pemberian ASI. Jika terus dilakukan, maka kemungkinan besar akan terjadi peradangan ataupun luka semakin parah yang terjadi pada puting dan juga payudara Anda. Jangan sampai keadaan puting Anda bertambah parah karena nantinya saluran susu akan terganggu jika Anda tidak menghentikan pemberian ASI terlebih dahulu.

Air hangat pereda sakit

Anda tentunya dapat mengompres air hangat pada bagian puting yang sakit. Lakukan cara ini secara rutin agar kondisi puting Anda menjadi lebih baik. Selain itu, cara yang bisa Anda lakukan ialah dengan mengoleskan sedikit ASI pada puting baik sebelum maupun sesudah Anda menyusui. Dengan mengoleskan ASI terlebih dahulu pada puting tentunya akan merangsang bayi Anda untuk segera menyusui. Sedangkan mengoleskan ASI setelah menyusui berfungsi sebagai desinfektan yang akan membersikan dan juga menjaga puting dari berbagai kuman penyebab penyakit.  Anda tentunya dapat mengompres puting susu dengan air hangat suam kuku selama kurang lebih 15 menit setelah Anda menyusui. Lalu, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan kantung teh celup.

Bersihkan puting

Tentunya kebersihan puting menjadi nomor satu dimana pada saat menyusui, sebelum maupun sesudah menyusui. Hal ini dikarenakan kuman dan juga bakteri kemungkinan akan masuk dan juga menempel dari berbagai sumber sehingga akan menyebabkan putih bertambah parah dan juga lecet. Kondisi inilah yang tentunya membuat ibu merasa kesakitan saat memberikan ASI pada si kecil. Bersihkan ASI secara rutin tentunya menjadi hal yang hatus Anda lakukan sekarang juga.

Teknik melepas isapan bayi

Jika Anda memiliki bayi yang sudah mulai tumbuh gigi tentunya teknik ini sangat Anda perlukan. Saat si kecil menggigit puting Anda tentunya Anda secara perlahan dapat melepaskan gigitan bayi tanpa membuatnya menangis. Teknik ini bisa Anda lakukan dengan cara memasukkan jari kelingking ibu ke sudut mulut bayi secara perlahan, kemudian tarik dagu bayi agar mulut bayi terbuka sehingga dapat menariknya keluar payudara Anda. Teknik ini kerap dilakukan oleh sebagian besar ibu saat memiliki bayi yang sudah mulai tumbuh gigi.

Perhatikan bra ibu menyusui

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan memperhatikan bra yang digunakan oleh ibu menyusui mulai dari model dan juga bahan. Untuk bra ibu menyusui tentunya rekomendasi bra yang digunakan yakni berbahan dasar katun untuk menjaga sirkulasi udara tetap terjaga pada puting. Dengan bahan katun, maka puting akan mendapatkan aliran udara yang segar dan menghindari dari udara yang lembap. Selain itu, Anda disarankan untuk menggantu breast pad atau bantalan payudara saat selesai menyusui. Tentunya, Anda jangan terburu-buru saat menggunakan bra, pastikan puting ada dalam posisi yang tepat dan juga ada dalam keadaan kering. Hal ini dikarenakan semakin lembap bra, maka semakin parah dan juga lama rasa perih pada puting.

Gunakan kantung teh hangat

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menggunakan kantung teh hangat. Cara ini merupakan alternatif tambahan yang bisa ibu lakukan untuk meredakan nyeri pada puting. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengompres puting dengan menggunakan kantung teh air hangat. Rasa hangat dari kantung teh ini akan meredakan rasa nyeri dan juga luka pada puting. Sesekali Anda harus melepaskan bra untuk memberikan nafas pada puting serta mengurangi terjadinya gesekan pada kain bra dan juga puting.

Dengan menggunakan kantung teh tentunya menjadi cara yang tepat bagi Anda. Hal ini dikarekan teh mengandung polifenol yang disebut dengan catechins yang memiliki fungsi untuk menyembuhkan luka alami. Polifenol sendiri memiliki kemampuan untuk menstimulasi keratinosit yakni lapisan kulit yang memiliki fungsi sebagai pelindung terhadap bahaya mekanis, kehilangan cairan dan juga invasi mikroba.  Ditambah dengan sensasi kompresan hangat suam kuku membuat puting merasa lebih nyaman.

Jangan Anda lupakan perawatan puting

Salah satu perawatan pada ibu menyusui yang tidak boleh diabaikan yakni perawatan puting. Perawatan puting menjadi satu hal yang harus Anda perhatikan saat Anda menyusui. Anda dapat melakukan perawatan puting sebelum dan juga sesudah Anda menyusui. Selain itu, puting memang harus dirawat akan kebersihannya. Namun, pastikan saat membersihkan puting, Anda tidak menggunakan sabun. Hal ini dikarenakan di dalam sabun mengandung bahan kimia yang dikhawatirkan akan terisap oleh bayi saat menyusui. Agar puting Anda tetap lembap, tentunya Anda bisa menggunakan pelembap alami seperti minyak kelapa murni yang berfungsi untuk menjaga kelembapan puting tanpa memberikan efek buruk sama sekali.

Mengobati dan juga merawat puting payudara Anda tetap baik dan juga sehat tentu menjadi hal yang harus Anda lakukan. Meskipun memang saat si kecil tumbuh gigi, hal tersebut cukup sulit untuk Anda lakukan. Itulah beberapa tips menyusui saat bayi tumbuh gigi untuk memperbaiki keadaan puting Anda saat menyusui. Selamat mencoba!

Daun Katuk Memperbanyak ASI – Daun yang satu ini memang memiliki khasiat yang tidak dapat diabaikan lagi dalam melancarkan ASI pada ibu menyusui. Banyak sekali ibu menyusui yang menggunakan alternatif dengan daun katuk untuk memperbanyak ASI. Lantas, apakah daun katut dapat memperbanyak ASI termasuk fakta atau mitos? Untuk lebih jelasnya, yuk kita langsung simak penjelasan kami berikut ini!

Lancar tidaknya ASI memang menjadi salah satu hal terpenting bagi setiap ibu menyusui. Jika ibu mengalami ASI yang tidak lancar tentunya ini menjadi masalah yang cukup menyita perhatian. Bagaimanapun juga, ASI menjadi salah satu asupan makanan yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Tentu, kita semua tahu bahwa dibandingkan dengan susu formula. ASI memiliki kandungan gizi dan juga nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Untuk itu, diperlukan alternatif bagi Anda untuk membantu meningkatkan produksi ASI agar lancar.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya Anda membutuhkan beberapa cara, salah satunya dengan daun katuk. Seperti yang kita tahu bahwa daun katuk menjadi salah satu jenis daun yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. Namun, banyak orang yang masih ragu akan manfaat daun katuk dalam memproduksi ASI lebih banyak. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang percaya bahwa daun katuk memang berkhasiat dalam meningkatkan produksi ASI. Lantas, apakah hal tersebut benar atau hanya mitos semata? Baca juga: Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak Yang Wajib Anda Ketahui

Popularitas Daun Katuk Di Indonesia

daun katuk melancarkan asi

Seperti yang sudah kita tahu bahwa popularitas daun katuk di Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Tidak heran jika banyak masyarakat Indonesia yang mempercayai bahwa daun katuk berperan penting dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun katuk atau dalam istilah ilmiah dikenal dengan nama Sauropus Androgynus (L.) Merr. Daun katuk merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh subur di Indonesia dan juga di beberapa negara Asia lainnya. Dikarenakan memiliki banyak manfaat, maka sampai saat ini daun katuk masih dilestarikan sehingga masih cukup mudah untuk ditemukan.

Terlepas dari manfaat daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI tentunya anggapan tersebut telah dibuktikan oleh sebuah penelitian. Beberapa penelitian tersebut tentunya telah diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI tahun 2004 telah menunjukkan bahwa bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada ibu menyusui dengan dosis sekitar 3 x 200 mg per harinya selama 15 hari. Penelitian tersebut tentunya telah mengikutsertakan sekitar 96 ibu menyusui yang dibagi ke dalam dua kelompok. Pada satu kelompok ibu menyusui yang diberikan ekstrak daun katuk didapatkan hasil dimana dapat memproduksi ASI sekitar 50,7%. Angka tersebut tentunya lebih banyak dibandingkan dengan ibu menyusui tanpa diberikan ekstrak daun katuk. Lihat juga: 10 Menu Makanan Anak Usia 1 Tahun Yang Dapat Anda Berikan Untuk Si Kecil

Penelitian Tentang Daun Katuk

Sebuah review dari A. J. A. Petrus mengenai Sauropus Androgynus (l) Meer yang telah diterbitkan oleh Asian Journal of Chemistry menyatakan bahwa fungsi daun katuk untuk memperlancar ASI berkaitan dengan kandungan galactagogue yang ada di dalam daun katuk. Galactagogue ini yakni sebuah senyawa yang dapat memicu peningkatkan produksi ASI. Sedangkan kandungan lain yang terdapat di dalam buah katuk diantaranya lemak, protein, vitamin A, vitamin B, C, zat besi, kalsium, dan juga karbohidrat serta masih masih banyak lagi. Sedangkan kandungan vitamin C yang terdapat di dalam buah katuk menambah fungsi daun katuk sebagai zat antioksidan.

Alasan lain yang memperkuat dimana ASI dipercaya dapat memperlancar produksi ASI dikarenakan efek hormonal yang ditimbulkan di dalamnya. Sebuah penelitian lain yang diterbitkan di dalam Journal of Nutrigenetics dan Nutrigenomics pada tahun 2010 telah membuktikan bahwa daun katuk dapat meningkatkan ekspresi gen prolaktin dan oksitosin pada tikus yang menyusui. Harus Anda ketahui bahwa prolaktin dan juga oksitosin ialah dua hormon yang dapat mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui.

Daun Katuk Memang Memperlancar ASI

Seperti yang kita tahu bahwa ASI merupakan kebutuhan utama untuk bayi karena ASI mengandung seluruh zat yang dibutuhkan oleh bayi. Inilah yang menjadi alasan mengapa ibu harus memberikan ASI eksklusif kepada bayinya selama 6 bulan dan ASI lanjutan hingga 2 tahun. Hal ini dikarenakan bayi membutuhkan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI untuk kebutuhan harian tubuhnya. Namun pada kenyataannya tidak semua wanita memiliki produksi ASI yang lancar dan juga banyak. Bahkan tidak sedikit wanita yang tidak memproduksi ASI.

Beberapa kasus mungkin akan Anda temukan ditengah jalan seperti misalnya produksi ASI yang semakin sedikit dan juga tidak cukup untuk bayi. Maka dari itu, terpaksa ibu harus mengganti asupan ASI dengan susu formula agar kebutuhan harian si kecil bisa tetap tercukupi. Berbagai cara kerap dilakukan oleh seorang ibu untuk meningkatkan produksi ASI. Salah satu cara tradisionalnya yakni dengan menggunakan daun katuk.

Seperti yang telah dibuktikan oleh beberapa penelitian yang diterbitkan di dalam jurnal tentunya sudah tidak dapat diragukan lagi akan manfaat dari daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI. Umumnya, ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi daun katuk agar produksi ASi dapat meningkat. Banyak ibu yang mengonsumsi daun katuk sebagai lalapan dan ada juga yang dimasak terlebih dahulu. Tidak sedikit pula yang merebus daun katuk hingga menjadi jamu dan meminum air hasil rebusannya. Akan tetapi, bagi Anda yang tidak ingin repot saat ini seiring dengan perkembangan jaman, tentu banyak produk-produk yang beredar di pasaran dengan menggunakan bahan utama di dalamnya yakni daun katuk. Namun, tetap bahan alami akan memberikan dampak yang lebih baik dibandingkan dengan bahan yang sudah diolah sebelumnya.

Apakah Cukup Makan Daun Katuk Untuk Melancarkan ASI?

Terlepas dari jawaban akan pertanyaan yang satu ini dimana apakah  untuk melancarkan ASI hanya cukup dengan memakan daun katuk saja. Maka, jawaban yang paling jelas yakni melancarkan ASI tidak hanya dengan menggunakan daun katuk saja. Namun, Anda juga bisa melakukan beberapa cara lain yakni dengan selalu menyusui si kecil dengan benar dan juga sering. Jiak Anda masih jarang menyusui si kecil, maka jangan harap Anda akan mendapatkan produksi ASI yang lancar.

Salah satu senyawa yang terdapat di dalam daun katuk yang berfungsi untuk melancarkan ASI yakni galactogogue. Selain daun katuk,  senyawa galactogogue juga ditemukan di beberapa tanaman selain daun katuk seperti blessed thistle, alfaalfa dan juga fenugreek. Akan tetapi, galactogogue hanya akan bekerja dengan efektif  saat ASI sering diisap oleh mulut bayi. Maka dari itu, galactogogue yang terdapat di dalam daun katuk lebih efektif untuk melancarkan ASI dan meningkatkan produksi ASI dibandingkan dari sumber lain.

Meskipun Anda mengonsumsi daun katuk sebanyak mungkin, namun jika Anda masih jarang memberikan ASI kepada si kecil. Maka produksi ASI juga tidak akan berjalan dengan maksimal. Hal ini tentunya menjawab pertanyaan di atas dimana ASI yang lancar tidak hanya bisa Anda dapatkan dari makan daun katuk saja, namun juga harus diiringi dengan pemberian ASI sesering mungkin kepada bayi Anda. Perlu Anda ketahui bahwa isapan bayi ialah salah satu faktor pemicu produksi ASI yang dapat memberikan sinyak ke otak untuk melepaskan hormon yang memang diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi ASI.

Resep Daun Katuk Untuk Ibu Menyusui Yang Bisa Anda Coba

Dibalik kandungan penting di dalamnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, daun katuk juga tentunya memiliki rasa yang khas. Untuk mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam daun katuk tentunya Anda dapat membuat menu variasi olahan dari daun katuk. Berikut ini kami sajikan beberapa resep olahan dari daun katuk yang dapat Anda coba sekarang juga.

Tumis Katuk Ebi

Resep pertama yang bisa Anda coba yakni dengan mencampurkan daun katuk dengan ebi. Bahan-bahan yang diperlukan diantaranya:

– 1 ikat katuk atau sedukupnya, ambil hanya daunnya saja

– 200 gram ebi, cuci bersih dan tiriskan

– 3 siung bawang merah, iris halus

– 3 siung bawang putih, iris halus

– 1/2 buah tomat, belah dua

– 2 buah cabai merah, iris serong

– 1 buah salam

– Garam dan gula secukupnya

– Minyak untuk menumis (zaitun lebih baik

Cara Membuat:

  1. Cara pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan menggoreng ebi dengan minyak hingga kering
  2. Masukkan bawang putih, bawang merah, tomat, cabai dan juga daun salam. Tumis sampai harum.
  3. Lalu, masukkan daun katuk dan biarkan sedikit layu
  4. Tambahkan air, lalu masukkan gula dan garam secukupnya. Aduk sebentar.
  5. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat.

Jus Daun Katuk

Tidak hanya dijadikan sebagai tumisan, ternyata buah katuk juga dapat diolah menjadi jus. Jika dibuat jus tentunya akan lebih memiliki rasa yang segar ditambah dengan air batu dingin. Untuk membuat jus katuk, bahan-bahan yang digunakan, diantaranya:

– 100 gram daun katuk

– 3 buah wortel berukuran sedang

– 300 ml air atau secukupnya

– 1 sdm air perasan lemon

Cara membuatnya:

  1. Cuci bersih daun katuk dan juga wortel dengan air mengalir hingga benar-benar bersih.
  2. Potong wortel sampai berukuran kecil
  3. Masukkan potongan wortel dan juga daun katuk ke dalam blender
  4. Tambahkan air perasan lemon tersebut ke dalam blender
  5. Anda tentu dapat menghaluskannya hingga lembut dan juga tercampur rata
  6. Lalu, tuang ke dalam gelas dan masukkan ke dalam kulkas
  7. Anda dapat menyajikannya dalam keadaan dingin agar lebih segar.

Banyak sekali ibu menyusui yang lebih memilih dengan sajian jus katuk dibandingkan dengan sajian tumisan.

Sayur Bening Katuk Jagung

Bagi Anda yang lebih menyukai menu olahan katuk menjadi sayur bening, tentu Anda dapat membuatnya dengan sangat mudah. Dengan cara sederhana di bawah ini tentu Anda akan mendapatkan sajikan daun katuk yang enak dan juga lezat. Bahan-bahan yang digunakan, diantaranya:

– 1 ikat daun katuk

– 70 gram jagung manis pipil

– 1 siung bawang merah, iris tipis

– 1/4 buah tomat ukuran sedang

– 1 ruas jari temu kunci, memarkan

– Garam dan gula pasir secukupnya

– 350 ml air

Cara membuatnya:

  1. Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan mendidihkan air di dalam panci
  2. Lalu, rebus jagung sampai matang
  3. Masukkan bawang merah, tomat, temu kunci, gula dan juga garam ke dalam panci yang sudah di isi air. Lalu, aduk dan diamkan sampai jagung matang.
  4. Setelah itu, masukkan daun katuk dan tutup selama 2 menit
  5. Anda dapat mematikan api dan sajikan sayur bening katuk jagung selagi hangat.

Bakwan Daun Katuk

Bagi Anda penyuka gorengan, tentu tidak salah jika Anda mengolah daun katuk menjadi bakwan. Selain dapat dimakan sebagai cemilan, daun katuk jika dibuat bakwan, maka akan memiliki rasa yang lebih nikmat. Bahan-bahan yang bisa Anda gunakan, diantaranya:

– Siapkan 20 gram daun katuk, iris-iris

– 1 sdm kacang merah, rebus dan haluskan

– 3 sdm jagung pipil, haluskan

– 1 sdm tepung terigu

– 1 batang daun seledri, iris hingga halus

– Air secukupnya

– Minyak untuk menggoreng secukupnya

Bumbu halus yang harus Anda siapkan:

– 1 siung bawang putih

– 1 siung bawang merah

– Ketumbar secukupnya

– Lada secukupnya

– Garam secukupnya

Cara membuatnya:

  1. Aduk semua bahan dan juga bumbu halus
  2. Panaskan minyak di dalam wajah hingga benar-benar panas
  3. Ambil satu sendok makan adonan dan celupkan ke dalam wajan panas
  4. Biarkan sampai adonan berwarna kuning
  5. Angkat dan tiriskan
  6. Sajikan bakwan katuk dengan nasi hangat atau dapat juga dijadikan cemilan.

Smoothie Daun Katuk Buah Naga

Selain jus dari daun katuk tentunya Anda juga bisa mengolah daun katuk dengan buah-buahan lain seperti buah naga. Buah dengan rasa khas ini memang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Bahan-bahan yang bisa Anda gunakan diantaranya:

– 1 genggam daun katuk

– 100 gram terung Belanda

– 1 genggam daun kemangi

– 50 gram buah naga

– 50 gram alpukat

Cara membuatnya:

  1. Ambil dari terung Belanda dengan cara diblender, lalu saring airnya
  2. Kemudian, masukkan ke dalam blender bersama dengan daun kemangi, alpukat, daun katuk dan juga buah naga merah.
  3. Kemudian, blender hingga halus
  4. Tuangkah smoothie daun katuk dan juga buah naga ke dalam gelas, kemudian tambahkan topping kenari jika Anda suka

Sayur Santan Daun Katuk

Selain diolah menjadi sayur bening, daun katuk juga dapat dibuat dengan menggunakan santan. Bahan-bahan yang dapat Anda gunakan diantaranya:

– 1 ikat daun katuk, cuci dan siangi

– 1 buah labu siam dan jipan, potong dadu

– 1 genggam kulit buah melinjo

– 3 buah bawang putih, iris tipis

– 3 buah cabai hijau, potong menyerong

– Daun salam

– 500 ml santan

– Gula pasir

– Garam halus

Cara membuatnya:

  1. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan memasak santan dengan api sedang. Lalu, masukkan bawang putih, daun salam dan cabai hijau.
  2. Masukkan jipan dan juga labu siam yang sudah dipotong dadu dan kulit melinjo. Lalu, masak hingga mendidih.
  3. Setelah mendidih, masukkan daun katuk. Lalu, tambahkah garam dan gula. Masak hingga matang.
  4. Kemudian, sayur santan daun katuk siap untuk disajikan.

Menjaga produksi ASI tetap lancar memang menjadi hal yang benar-benar harus Anda lakukan. Mulailah untuk mengonsumsi daun katuk demi memperlancar produksi ASI Anda. Demikianlah beberapa fakta mengenai daun katuk memperbanyak ASI serta resep-resep yang bisa Anda coba sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak  – Tidak hanya orang dewasa, ternyata anak juga sering merasakan yang namanya sakit kepala. Banyak anak yang sering mengeluhkan sakit kepala, namun dapat sembuh dengan mudah setelah diberikah obat pereda nyeri atau parasetamol. Namun, ada beberapa kondisi dimana sakit kepala pada anak tidak boleh Anda abaikan begitu saja karena dapat menjadi tanda penyakit yang serius. Berikut ini kami sajikan beberapa tanda sakit kepala berbahaya pada anak yang cukup serius!

Seperti yang kita tahu bahwa sakit kepala merupakan suatu keluhan yang paling umum terjadi pada anak-anak. Tidak sedikit anak yang mengeluhkan sakit kepala dikarenakan berbagai faktor seperti misalnya kurang makan, terkena flu bahkan kurang tidur. Namun ternyata tidak selamanya sakit kepala pada anak disebabkan oleh hal-hal yang sepela. Tentu, sakit kepala yang dirasakan oleh anak akan menjadi tanda adanya penyakit serius. Banyak sekali kemungkinan jika anak menderita sakit kepala yang cukup serius.

Terlepas dari hal tersebut tentunya Anda sebagai orang tua harus lebih waspada jika anak merasakan sakit kepala. Hal ini bisa saja terjadi dimana sakit kepala pada anak menjadi tanda adanya penyakit serius seperti tumor otak atau meningitis, migrain yang serius atau penyakit lainnya. Dikarenakan adanya kemungkinan anak mengalami beberapa penyakit serius tentunya Anda tidak boleh menyepelekan sakit kepala yang dirasakan oleh anak. Untuk itu, Anda diharuskan untuk mengenali berbagai gejala jika adanya kemungkinan penyakit yang diderita oleh anak ternyata tanda dari penyakit yang serius. Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal | Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak

tanda sakit kepala berbahaya pada anak

Sakit kepala pada anak memang dapat terjadi begitu saja. Meskipun banyak dari anak yang menderita sakit kepala yang biasa, namun tentunya Anda diharuskan untuk lebih waspadai akan sakit kepala yang diderita oleh si kecil. Bisa saja sakit kepala tersebut menjadi tanda penyakit yang serius. Dengan mengetahui beberapa tanda dan gejala yang menjadi indikasi dimana adanya penyakit serius, tentu saja menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Anak pastinya akan mengeluhkan rasa sakit kepala pada saat-saat tertentu sehingga ada sekali kemungkinan anak menderita suatu penyakit. Jika Anda mendapatkan beberapa tanda dimana si kecil merasakan sakit kepala tentunya Anda harus mengenali tanda adanya penyakit serius pada anak. Berikut ini ada beberapa gejala dimana sakit kepala pada anak tidak boleh diabaikan, diantaranya:

Lihat juga: 20 Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk Berikut Faktanya

Sakit kepala tidak berhenti

Gejala pertama sakit kepala pada anak yang perlu Anda waspadai jika sakit kepala tidak berhenti juga meski sudah minum obat. Pada umumnya, sakit kepala pada anak tentunya dapat mereda setelah meminum obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan juga paracetamol. Namun, jika sakit kepala pada anak Anda tidak juga reda dan bahkan semakin parah, maka alangkah baiknya jika Anda membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Terlebih jika sakit kepala si kecil disertai dengan gejala lainnya seperti penglihatan yang kabur, lemas dan jufga kondisi lainnya hingga mengganggu aktivitas anak sehari-hari

Sakit kepala disertai leher kaku dan demam

Gejala selanjutnya yang bisa Anda kenali ialah dengan sakit kepala disertai dengan demam dan leher kaku. Jika anak sedang sakit kepala tentunya Anda bisa mendongakkan lehernya ke atas atau menurunkannya ke bawan. Jika si kecil tidak bisa memutar dan menggelengkan kepalanya. Anda tentunya harus segera membawa si kecil ke dokter. Sakit kepala pada anak yang cukup serius tentunya dapat disertai dengan demam dan leher kaki yang menjadi tanda adanya penyakit meningistis. Seperti yang kita tahu meningitis ialah suatu peradangan yang terjadi pada selaput otak yang dapat pula disebabkan oleh adanya infeksi virus ataupun bakteri. Anak-anak dan juga bayi tentunya sangat rentan terhadap meningitis karena sistem kekebalan tubuh mereka belum cukup mampu untuk melawan infeksi seperti pada orang dewasa.

Sakit kepala terjadi berulang-ulang

Jika anak menderita sakit kepala dan dapat terjadi berulang-ulang lebih dari dua kali seminggu tentunya menjadi tanda dimana sakit kepala menjadi hal yang serius. Sakit kepala pada anak tentunya dapat membuat Anda merasa kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya. Jika sakit kepala sebaiknya Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan si kecil. Untuk itu, jika sakit kepala terjadi secara berulang-ulang, maka kondisi tersebut menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Sakit kepala dapat membangunkan anak dari tidurnya

Tanda sakit kepala yang perlu Anda perhatikan ialah saat Anda membangunkan anak dari tidurnya. Saat si anak dibangunkan dan merasakan sakit kepala yang hebat tentunya bukan penyakit yang biasa melainkan dari penyakit serius yang harus Anda tangani. Sakit kepala tentunya dapat bertambah buruk jika disertai dengan bersin, batuk dan juga sakit kepala. Selain itu, tentunya sakit kepala harus benar-benar diwaspadai ketika disertai dnegan mual dan juga muntah setiap kali anak Anda mengalami sakit kepala.

Sakit kepala dengan muntah

Sakit kepala anak akan bertambah menjadi kondisi yang serius jika disertai dengan muntah-muntah yang cukup parah. Sakit kepala dengan muntah menjadi kondisi yang cukup serius, namun tidak menunjukkan gejala lain seperti diare. Hal ini tentunya mungkin dapat disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan di dalam otak (tekanan intrakranial). Terlebih jika rasa sakit yang anak rasakan semakin berat dari sebelumnya. Untuk Anda dapat membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut lagi untuk mengetahui apakah kondisi tersebut menjadi tanda dari penyakit serius.

Hal Yang Akan Dilakukan Oleh Dokter

Jika Anda membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih, tentunya ada beberapa hal yang mungkin akan dokter lakukan untuk mengetahui kondisi si kecil. Seorang dokter tentunya tidak dapat lepas dari beberapa pertanyaan seputar sakit kepala yang dirasakan oleh si kecil. Berikut ini beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter seputar sakit kepala Anda, diantaranya:

– Bagian kepala mana yang sakit?

– Sejak kapan sakit kepala terjadi?

– Apakah sakit kepala mengubah pila tidurnya?

– Berapa lami sakit kepala yang dialami oleh si kecil?

– Apakah si kecil pernah mengalami kecelakaan atau trauma di sekitar kepala?

– Apakah ada posisi tubuh yang dapat memicu sakit kepala terjadi?

– Apakah ada tanda psikologis atau emosional yang berubah sejak anak sakit kepala?

Beberapa pertanyaan di atas tentunya menjadi poin penting yang seyogianya dilakukan oleh seorang dokter. Jika dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut tentunya dokter akan melakukan CT Scan atau MRI pada kepala anak. Seperti yang kita tahu bahwa MRI dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah menuju otak. CT Scan juga tentunya dapat membantu mencari keberadaan tumor ataupun melihat kondisi saraf yang tidak normal. Cara ini tentunya dilakukan untuk melihat kemungkinan ada atau tidaknya kondisi abnormal pada otak anak.

Cara penanganan pada sakit kepala anak tentunya tergantung dari penyebab terjadinya sakit kepala tersebut. Jika dokter memberikan hasil yang negatif, maka akan disarankan untuk memberikan obat yang dapat diminum di rumah untuk meredakan sakit kepala pada anak Anda. Jika ada hal yang serius terjadi pada otak anak, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan perawatan yang lebih lanjut berdasarkan penyebabnya.

Penyebab Sakit Kepala Pada Anak Yang Sering Umum Terjadi

Sakit kepala yang terjadi pada anak tentunya dapat disebabkan oleh beberapa hal baik dalam tingkat biasa ataupun serius. Pada usia 7 tahun setidaknya sekitar 40% anak pernah mengalam yang namanya sakit kepala. Rasa nyeri kepala pada anak tentunya dapat menjadi suatu tanda penyakit seperti sakit gigi, infeksi pada telinga dan juga flu. Seringkali si kecil mengalami yang namanya sakit kepala dikarenakan ia mengalami dehidrasi dan juga kelelahan. Pasa sebagian anak tentunya rasa sakit kepala yang ia alami dapat menjadi sebuah tanda dimana adanya penyakit serius dan sangat berbahaya. Untuk itu, sebagai orang tua Anda diharuskan untuk mengenali beberapa penyebab sakit kepala pada anak agar dapat mencegahnya. Berikut ini beberapa penyebab sakit kepala pada anak yang sering terjadi, diantaranya:

Otot-otot yang tegang

Penyebab pertama yang dapat menjadi indikasi terjadinya sakit kepala pada anak dikarenakan adanya otot-otot pada saraf yang tegang. Jenis sakit kepala ini tentunya ditandai dengan rasa sakit yang ringan, tidak tajam pada satu ataupun kedua sisi kepala. Terkadang penderita mengalami rasa seperti ikatan ketat dan tekanan yang ada di sekitar kepala. Gejala lain dari sakit kepala karena otot tegang tentunya akibat dari kecemasan, stres dan juga depresi. Sakit kepala karena otot yang tegang pada umumnya terjadi di sekolah ataupun rumah dan akan hilang saat anak beristirahat. Bagi anak yang merasakan sakit kepala tentunya akan lebih banyak tidur dibandingkan dengan bermain seperti biasanya. Sakit pada kepala akibat otot-otot yang tegang akan berlangsung selama kurang lebih 30 menit hingga beberapa hari.

Migrain

Sakit kepala pada anak tentunya cenderung turun temurun di keluarganya. Pada umumnya gejala ini timbul dari anak usia 5 hingga 8 tahun. Tentunya, sebanyak 5% dari anak usia 10 tahun akan mengalami setidaknya satu kali migrain. Pada umumnya, migrain dapat terjadi pada satu sisi kepala dan sering bertambah buruk saat si kecil melakukan aktivitas fisik. Jika anak mengalami migrain tentunya ia akan mengalami perubahan pada mood, lelah, pusing, kulit pucat dan juga penglihatan yang kabur. Beberapa anak bahkan memgalami sering mual dan mentah, diare dan juga demam. Pada anak kecil, ia tidak dapat menjelaskan akan rasa sakit pada kepalanya, ia akan cenderung menangis sambil memegang kepala untuk mengindikasi sakit kepala yang berat.

Tumor otak

Meskipun kasus ini jarang terjadi dan terjadi hanya 1 dari 40.000 anak, namun tetap saja menjadi penyebab sakit kepala yang harus Anda waspadai. Kemungkinan besar sakit kepala pada anak dapat disebabkan oleh tumor otak. Terlebih jika anak Anda menderita sakit kepala yang semakin parah, maka dengan memeriksakan dirinay ke dokter menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Meningitis

Sakit kepala tentunya sering terjadi pada anak yang disebabkan oleh meningitis. Penyakit ini yakni suatu peradangan yang terjadi pada membran menutupi otak dan juga cairan spinal dengan menekan dan juga mengurangi sirkulasi cairan spinal. Dalam kondisi yang lebih parah tentunya meningitis dapat menyebabkan mual berulang kali, demam tinggi, mengantuk, sensitif terhadap cahaya, kehilangan selera makan, dan terkadang ruam ataupun leher yang kaku. Pada posisi baring tentunya anak usia prasekolah tidak dapat menekuk kepala ke dada dikarenakan rasa sakit di kepala dan juga leher. Jika Anda mengalami gejala seperti ini tentunya Anda harus segera mengantarnya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sakit kepala cluster

Sakit kepala ini pada umumnya tidak terjadi pada anak di bawah usia 12 tahun. Namun dapat terjadi pada anak usia 12 tahun ke atas. Sakit kepala cluster ini pada umumya terjadi mulai dari satu hingga 8 kali dalam seminggu. Sakit kepala ini disertai dengan lelah, gelisah, penyumbatan dan hidung yang berair. Rasa sakit kepala ini dapat terjadi pada satu sisi kepala yang akan berlangsung selama 15 menit hingga 3 jam.

Chronic Daily Headache (CDH)

Istilah CDH ini tentunya digunakan sebagai sebutan dari sakit kepala dan juga migrain. Hal ini tentunya dapat diakibatkan oleh adanya ketegangan yang terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan dan 3 bulan. CDH ini tentunya dapat diakibatkan oleh adanya cedera kepala ringan , terlalu sering minum obat pereda nyeri dan juga infeksi.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak

Setelah kita berkonsultasi dengan dokter tentunya dokter akan memutuskan bagaimana langkah yang tepat untuk mengatasi penyebab sakit kepala pada anak dan juga mencegah terjadinya sakit kepala pada anak. Berikut ini beberapa cara terbaik untuk mengatasi penyebab sakit kepala pada anak, diantaranya:

– Minta anak untuk tidur cukup, hal ini tentunya untuk mengatasi berbagai stres. Selain itu, pastikan ia minum air putih dan minuman non-kafein untuk menghindari terjadinya dehidrasi pada tubuh anak.

– Hindari anak dari hal-hal yang membuatnya migrain seperti makanan ataupun minuman tertentu, olahraga yang berat, suara bising dan juga cahaya yang terang. Dengan begitu Anda dapat menghindarkan diri dari beberapa penyebab yang kemungkinan menjadi pemicu terjadinya sakit kepala mnigrain.

– Anda tentunya dapat mengurangi rasa stres yang dialami oleh si kecil. Dengan memberikannya jadwal makan dan juga minum yang teratur tentunya Anda dapat membuat si kecil mendapatkan kenyamanan. Jika tidak ada tanda sakit kepala akan menghilang, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli terapi untuk mengetahui berbagai akar permasalah dari sakit kepala anak Anda.

– Saat sakit kepala muncul tentunya Anda dapat memberinya obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan juga acetaminophen. Namun pada anak di bawah 10 tahun tidak boleh diberikan aspirin kecuali atas petunjuk dokter. Anda tentunya jangan memberi anak lebih dari beberapa pil dalam seminggu. Hal ini dikarenakan anak yang  minum pereda sakit kepala adanya kemungkinan untuk mengalami sakit kepala kembali setelah minum obat.

– Anda juga dapat melakukan teknik pijat pada anak Anda dengan cara memijat bahu dan juga leher dengan menggunakan kompres dingin pada bagian yang sakit.

– Cara terakhir yang bisa Anda lakukan yakni dengan sering mengunjungi dokter untuk mengetahui kondisi akan sakit kepala yang diderita oleh anak Anda.

Demikianlah beberapa tanda sakit kepala berbahaya pada anak yang wajib Anda ketahui. Semoga bermanfaat!