PerawatanBayi.com

Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi – Garam memang menjadi salah satu asupan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, begitu pula untuk anak Anda. Akan tetapi, ada hal yang perlu digarisbawahi yaitu kadar dan juga porsi garam yang dibutuhkan oleh anak tentu berbeda dengan orang dewasa. Tentunya, akan ada dampak negatif yang bisa ditimbulkan jika anak kelebihan garam sebagai berikut!

Setiap menu makanan tentunya tidak lepas dari kandungan garam baik yang berjumlah banyak maupun sedikit. Bagaimanapun juga, garam memang memegang peranan yang cukup penting dalam tubuh manusia. Bagi anak-anak, asupan garam tentunya harus diperhatikan dengan sangat baik. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kesehatan tubuh si kecil.

Bagaimanapun juga, kebutuhan garam yang dibutuhkan oleh anak-anak dan juga orang dewasa sangatlah berbeda. Hal ini tentunya tidak terlepas dari berapa usia anak tersebut. Jangan sampai si kecil kelebihan kadar garam yang memang seharusnya karena akan mengakibatkan beberapa risiko penyakit, tidak terkecuali pada anak Anda.

Maka dari itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui kadar garam yang memang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Beberapa risiko dan juga dampak negatif tentunya akan muncul begitu saja jika kita memang tidak memiliki aturan yang teoat dalam konsumsi garam. Asupan garam yang diberikan kepada si kecil tentunya tergantung dari orang tuanya. Jika orang tuanya kerap memberikan makanan yang cukup asin, maka nantinya si kecil akan terbiasa mengonsumsi makanan asin tersebut. Sebaliknya, jika si kecil jarang diberikan makanan yang berasa, maka nantinya si kecil tidak akan susah untuk memakan makanan meski memiliki rasa yang hambar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda membatasi konsumsi garam untuk diberikan kepada si kecil. Baca juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk Yang Harus Anda Lakukan

Fakta Tentang Garam

dampak kelebihan garam pada bayi

Sebelum kita mengetahui berapa kadar garam yang dibutuhkan serta dampak negatif yang kemungkinan akan timbul jika anak terlalu banyak mengonsumsi garam. Akan lebih baik jika Anda mengenal terlebih dahulu fakta-fakta mengenai garam yang tentu tidak banyak orang yang tahu mengenai hal tersebut. Seperti yang kita tahu bahwa garam menjadi salah satu bumbu dapur yang memang paling dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dapat dikatakan bahwa garam menjadi salah satu inti dari hidangan masakan.

Seperti yang sering kita jumpai bahwa garam memiliki warna yang khas yaitu putih meskipun ada beberapa jenis garam yang berwarna putih kepink-pinkan. Garam dapat dikatakan sebagai suatu zat yang berbentuk kristal, padat serta berwarna putih karena hasil dari sulingan air laut.  Garam memang dihasilkan dengan cara mengeringkan air laut hingga mendapatkan kristal-kristal mineral.  Lihat juga: Penyebab Kaki X Pada Anak-Anak Serta Cara Mengatasinya

Berapa Kadar Garam Yang Dibutuhkan Oleh Anak

Setelah kita mengetahui fakta-fakta mengenai garam, kali ini kita akan dihadapkan pada berapa kadar garam yang sesungguhnya dibutuhkan oleh anak. Ketika masih bayi dan juga anak-anak memberikan garam menjadi salah satu hal yang harus benar-benar dipertimbangkan bagi Anda. Hal ini dikarenakan garam dapat berdampak buruk bagi kesehatan si kecil. Hal yang perlu Anda tahu bahwa bayi membutuhkan garam yang sangat sedikit pada menu harian mereka.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya ini menjadi hal yang cukup penting bagi Anda dimana memberikan garam menjadi pertimbangan yang cukup berarti. Untuk itu, memang Anda disarankan untuk memberikan garam pada anak dalam jumlah yang cukup sedikit dan tidak terlalu berlebihan dalam memberikannya pada si kecil. Berikut kadar garam yang dibutuhkan oleh bayi dan juga anak-anak:

– Dibawah 6 bulan: Sebelum si kecil berumur 6 bulan, anak hanya membutuhkan kandungan garam yang ada pada ASI ataupun susu formula saja. Maka dari itu, jangan sampai Anda memberikan MPASI bagi si kecil yang belum mencapai usia 6 bulan.

– Usia 6-12 bulan: Pada usia ini, si kecil hanya membutuhkan kurang dari 1 gram saja garam dalam sehari (kurang dari 0.4 gr sodium)

– Usia 1-3 tahun: Pada usia ini anak hanya membutuhkan 2 gram garam saja dalam sehari (0.8 gr sodium)

– Usia 4-6 tahun: Pada usia ini anak sudah membutuhkan garam sekitar 3 gram saja dalam sehari (1.2 gr sodium)

– Usia 7-10: Pada usia ini si kecil sudah dapat mengonsumsi garam sebanyak 5 gram dalam sehari (2 gr sodium)

– Usia 11 tahun ke atas: Pada usia ini si kecil sudah membutuhkan garam sebanyak 6 gr dalam sehari (2.4 gr sodium)

Pada bayi yang diberikan ASI tentunya asupan garam pada si kecil sudah dirasa cukup. Selain itu, bayi yang mengonsumsi susu formula juga mengandung garam yang kurang lebih sama dengan ASI yang diberikan oleh ibu.

Dampak Kelebihan Garam Pada Bayi

dampak kelebihan garam pada bayi

Setelah kita mengetahui fakta-fakta mengenai garam dan juga kadar yang memang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Tentunya, kita akan beranjak pada apa saja dampak kelebihan garam pada bayi. Bagi orang dewasa, menu makanan yang kurang garam memang akan terasa hambar. Akan tetapi, bagi anak di bawah 1 tahun, menu makanan tanpa garam memang sangat dianjurkan. Makanan bayi tanpa garam sebenarnya sudah dapat dinikmati oleh bayi karena indera pengecap bayi masih sangat sensitif.

Bayi sebenarnya belum membutuhkan asupan makanan yang sudah tercampur dengan garam. Namun, para orangtua seringkali menyiapkan menu makanan dengan menggunakan garam. Ternyata, menu makanan bayi yang mengandung garam dapat menyebabkan beberapa risiko dan juga dampak buruk pada bayi Anda. Beberapa risiko tersebut diantaranya:

Ginjal

Dampak buruk pertama yang kemungkinan menyerang bayi Anda ialah munculnya gejala penyakit ginjal. Menurut ahli gizi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) yaitu Leana Suniar menyebutkan bahwa anak di bawah satu tahun memiliki ginjal yang belum bekerja dengan sempurna. Ketika ia mengonsumsi garam secara berlebihan, tentunya ginjal akan berkerja sangat ekstra dalam menyaring kandungan mineral dan juga natrium yang ada di dalamnya. Hingga akhirnya jika terus bekerja, maka akan memicu pembengkakan pada ginjal.

Hipertensi

Selain orang dewasa, hipertensi juga bisa diderita oleh anak-anak. Anak yang sering mengonsumsi makanan yang mengandung garam tentunya dapat berpotensi lebih besar mengidap penyakit darah tinggi atau hipertensi. Penelitian mengungkapkan bahwa sejumlah anak yang berusia enam bulan akan mendapatkan banyak asupan garam serta memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang berdiet garam atau tidak terlalu sering mengonsumsi garam. Hal ini tentunya berkaitan dengan usia ketika ia dewasa.

Nafsu makan

Ketika bayi sudah mulai diberikan makanan dengan perasa asin dari garam. Tentunya, kondisi ini akan menyebabkan bayi sudah mulai memilih dan juga memilah makanan yang menurutnya enak. Cita rasa yang didapatkan dari garam pada menu makanan mereka tentunya akan menimbulkan persepsi kenikmatan pada pikiran mereka. Hal ini akan menyulitkan kita dalam memberikan menu makanan pada bayi karena anak cenderung memilih makanan tersebut. Mereka akan mulai tidak ingin makan sayuran karena seenak apapun sayuran di masak, maka tidak akan seenak menu makanan dari ikan dan juga daging.

Hal yang perlu Anda ingat bahwa bayi usia enam bulan tentunya masih membutuhkan asupan ASI sebagai asupan pokok. Sebenarnya, ASI sudah mengandung banyak gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh anak termasuk kandungan garam. Anak dapat diberikan makan jika usianya sudah mencapai usia satu tahun, namun tetap Anda harus memperhatikan jumlah yang diberikan kepada anak tersebut.

Retensi cairan

Garam natrium memang snagat erat kaitannya dengan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan garam memiliki sifat menyerap cairan. Jika mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih tentunya akan menyebabkan adanya cairan yang menumpuk pada tubuh Anda. Penumpukan cairan tentunya dapat terjadi pula pada pembuluh darah. Efeknya, ginjal akan merasakan kesulitan dalam mengeliminasi kadar garam. Jika sudah begini, tentunya cairan akan tetap tertahan dan menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Jantung

Selain menyebabkan hipertensi, mengonsumsi garam juag secara tidak langsung dapat menyebabkan anak terkena penyakit jantung. Hal ini tentunya disebabkan oleh meningkatnya potensi hipertensi pada tubuh anak. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan anak berpeluang besar terkena penyakit jantung. Terlebih jika anak ketika masih kecil sudah mendapatkan makanan dengan perasa yang cukup kuat. Namun, untuk kasus ini jarang kita temui secara pasti.

Stroke

Jika penyakit hipertensi sudah ada pada  si kecil, tidak menutup kemungkinan si kecil akan terkena penyakit stroke di usianya yang sudah lanjut. Hal ini dikarenakan penyakit hipertensi dan juga stroke memang sangat berkaitan. Risiko terkena stroke tentunya dapat diawali pada kebiasaan anak yang sering mengonsumsi makanan asin sejak kecil. Jika asupan makanan dengan garam yang berlebihan, maka akan menyebabkan penyakit stroke pada anak. Risiko terkena penyakit stroke tentunya dapat berkurang dengan mengurangi asupan garam 1 gram saja.

Gangguan Kardiovaskuler

Gangguan yang terjadi pada tubuh ini tentunya menjadi masalah yang cukup serius dan akan berkembang menjadi penyakit jantung lainnya. Hal ini dikarenakan asupan garam yang terlalu banyak dapat membuat tubuh mengalami penyumbatan pembuluh darah yang lebih serius. Pada awalnya, mungkin banyak yang berpikir bahwa anak Anda menderita penyakit hipertensi, akan tetapi darah tinggi tersebut akan berlanjut hingga menyebabkan gangguan kardiovaskuler.

Kerontokan Rambut

Asupan garam yang terlalu banyak tentunya dapat menyebabkan terjadinya kerontokan rambut secara berlebihan. Garam yang tidak terkontrol tentunya dapat mengakibatkan rambut akan beruban lebih awal jika dibandingkan dengan usia anak ketika menginjak remaja.

Dehidrasi

Selain adanya gangguan pada kardiovaskuler, anak yang sering mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih tentunya sangat rentan juga terkena dehidrasi. Hal ini tentunya banyak yang mengira bahwa tubuh yang dehidrasi dapat diatasi dengan garam untuk meningkatkan cairan pada tubuh seseorang. Akan tetapi, jika dalam jumlah yang berlebih, justru akan menimbulkan efek yang sebaliknya.

Hal ini dikarenakan kinerja garam memang sangat mirip, cairan akan ditarik dalam darah sehingga tubuh akan mengalami yang namanya dehidrasi. Jika berlebihan tentunya tidak akan terkendali dengan segera dan air akan ditarik keluar melalui proses yang dinamakan dengan osmosis. Maka dari itu, batasilah asupan garam yang masuk pada si kecil  mulai dari sekarang juga.

Gangguan pada saraf

Kepekaan saraf manusia tentunya dadpat didukung pula oleh adanya fungsi terhadap stimulan. Garam tentunya dapat bekerja sama dengan kalium dalam mempertahankan proses pengiriman rangsangan ke dalam serabut saraf. Ketika garam pada tubuh sudah mulai banyak dan kadar yang terlalu tinggi, maka terjadilah pembengkakan pada jaringan saraf. Jika penanangan tersebut tidak segera di atasi, maka akan menimbulkan damapk yang lebih parah yakni koma.

Tips Memberi Susu Pada Anak Tanpa Tambahan Garam

Susu memang menjadi sumber makanan utama bagi bayi. Sumber nutrisi yang lengkap ini dapat mendukung perkembangan saraf dan juga otak pada masa pertumbuhan. Hal ini dikarenakan susu mengandung lemak, vitamin D, kalsium, tidak terkecuali sodium. Meskipun memiliki kandungan yang cukup lengkap, namun tetap saja bahwa konsumsi susu pada anak harus ditakar agar tidak berlebihan.

Jika penambahan berat badan pada anak melebihi penambahan tinggi badan, maka alangkah baiknya Anda mengganti susu yang tinggi lemak dengan susu yang rendah lemak meski usia anak masih di bawah 2 tahun. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak para orang tua yang menambahkan garam pada susu formula untuk sekedar memberi rasa gurih pada susu tersebut. Namun, ternyata hal tersebut tidaklah dibenarkan. Anda lebih baik menghindari untuk menambahkan garam pada susu si kecil. Susu formula dan juga ASI memang sudah mengandung sodium dan juga garam sehingga Anda tidak perlu lagi memberikan tambahan garm terhadap susu yang biasa dikonsumsi oleh si kecil.

Menjaga asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh anak memang menjadi sebuah keharusan bagi Anda. Namun, tetap Anda harus mempertimbangkan dalam pemberian makanan tersebut. Itulah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengenai dampak kelebihan garam pada bayi. Semoga bermanfaat!

Penyebab Kaki X Pada Anak-Anak – Kaki X memang dibilang sering terjadi pada anak. Namun, tentunya Anda sebagai orangtua harus tetap waspada akan kondisi ini. Bagaimanapun juga, kaki x memang membuat anak Anda merasa tidak nyaman dan juga sedikit minder untuk bermain dengan teman-temannya. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab kaki x pada anak-anak untuk meminimalisir risiko tersebut.

Kaki x memang sering dialami oleh beberapa anak yang tentunya menjadi hal yang harus diwaspadai. Selain itu, kaki x juga dapat ditemukan pada orang dewasa yang tentunya sangat mengganggu penampilan. Gangguan kaki x ini umumnya tidak dapat dicegah, namun dapat diminimalisir agar dampaknya tidak terlalu signifikan.

Terlepas dari kondisi tersebut tentunya Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada anak Anda, bukan? Maka dari itu, dengan mengetahui penyebab dan juga cara mengobati kaki x pada anak sedikitnya Anda sudah dapat meminimalkan risiko terjadinya kaki x pada anak. Sebelum kita mengetahui cara pengobatan pada anak yang memiliki kaki x, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui penyebab kaki x pada anak seperti yang akan kami jelaskan pada poin di bawah ini! Baca juga: Menu Makanan Bayi Agar Cerdas Untuk Diberikan Kepada Si Kecil

Penyebab Kaki X Pada Anak

penyebab kaki x pada anak Kaki X pada anak tentunya dapat terlihat dengan jelas ketika anak sudah mulai berusia 4 tahun. Terkadang para orangtua tidak menyadarinya bahkan seringkali bagian dari pertumbuhan anak yang cukup normal. Oleh karena itu, para orang tua berpikir bahwa kondisi tersebut memang baik-baik saja.

Pada umumnya, kaki anak akan lurus dan juga normal ketika anak sudah mulai berusia enam tahun atau tujuh tahun. Akan tetapi, pada kondisi genu valgum, kaki x akan berlanjut hingga anak beranjak dewasa. Tentunya, hal ini akan membuat kondisi kaki anak lebih parah dan akan merasa tidak nyaman. Pada seorang anak yang mengalami kaki x akan ditandai dengan jarak antara pergelangan kaki satu dengan yang lainnya berjarak sekitar 8 cm ataupun lebih. Sehingga hal ini memang sangat jelas terlihat pada anak-anak. Lihat juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk Yang Harus Anda Lakukan

Bentuk kaki x ini memang sering dialami oleh beberapa anak sehat sebagai sebuah fase pertumbuhan seorang anak dan akan kembali normal dengan sendirinya. Akan tetapi, ada beberapa orang yang akan mengalami kecacatan tersebut yang pada umumnya disebabkan oleh faktor keturunan, tulang metabolik dan juga kelainan genetik.

Untuk itu, kami klasifikasikan beberapa penyebab terjadinya kaki x pada anak sebagai berikut:

Rakhitis

Penyebab utama yang menjadi memicu terjadinya kaki x pada anak ialah rakhitis. Hal ini memang sangat sering terjadi pada perkembangan anak. Biasanya, rakhitis terjadi pada anak dengan kondisi kekurangan jumlah vitamin D yang ada pada tubuh mereka. Kekurangan vitamin D juga dapat dialami oleh bayi yang baru lahir dimana ibunya tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup. Hal ini dikarenakan ibu hamil yang kurang mengonsumsi susu dan juga kurang menjemur anak ketika masih bayi.

Osteomielitis

Kondisi seseorang yang mengalami kaki x juga dapat disebabkan oleh osteomielitis dimana hal ini merupakan sebuah infeksi yang disebabkan oleh jamur, kuman dan juga bakteri tertentu yang masuk ke dalam tubuh anak.

Osteochondroma

Penyebab selanjutnya yang terjadi pada anak yang mengalami x juga dapat disebabkan oleh adanya kecacatan dalam bentuk tulang ketika sedang mengalami pertumbuhan dan juga perkembangan. Kecacatan ini juga dapat disebabkan oleh adanya pertumbuhan tumor tulang jinak pada sekitar ujung tulang panjang.

Arthritis

Penyebab kaki x pada anak tentunya tidak dapat terlepas dari adanya peradangan di dalam sendi. Penyebab radang ini tentunya dapat disebabkan oleh penyakit kronis yang dipercaya sebagai sebuah mekanisme autoimun.

Kondisi rematik

Pada beberapa kasus penyebab kaki x pada dewasa dapat disebabkan oleh adanya penyakit rematik yang menyebabkan rasa nyeri pada bagian persendian.

Osteodistrofi ginjal

Penyebab selanjutnya yang menyebabkan kaki x pada anak, tidak lepas dari adanya beberapa komplikasi dari penyakit lain seperti osteodistrofi ginjal. Penyakit ini merupakan sebuah penyakit tulang yang dapat terjadi ketika ginjal tidak mampu mempertahankan kalsium dan juga jumlah fosfor yang tepat di dalam darah sehingga menyebabkan terganggunya asupan kalsium dan juga fosfor yang seharusnya dialirkan pada tulang.

Obesitas

Penyebab lain yang memungkinkan jika seseorang mengalami kaki x disebabkan oleh obesitas. Banyak orang yang percaya bahwa obesitas ialah penyebab dari terjadinya kaki x pada bayi. Namun, hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Dalam hal ini obesitas hanyalah sebagai sebuah faktor yang dapat memperparah beberapa masalah kaki x pada anak. Hal ini tentunya disebabkan oleh jumlah beban yang cukup berlebihan yang tentunya harus ditopang oleh lutut.

Cedera tulang kering

Beberapa penyebab terjadinya kaki x pada bayi disebabkan oleh terjadinya cedera pada tulang kering. Hal ini tentunya dapat terjadi yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan dari tanggung jawab tulang kering.

Multiple epiphyseal dysplasia (MED)

Penyebab terjadinya kaki x pada anak juga dapat disebabkan oleh adanya suatu kelainan pada tulang rawan dan juga tulang pengembang di bagian ujung tulang panjang di dalam kaki dan juga lengan.

Faktor genetik

Penyebab terjadinya kaki x pada bayi dapat disebabkan adanya faktor genetik. Hal ini tentunya kelainan genetik juga dapat mempengaruhi perkembangan persendian dan juga tulang. Faktor genetik ini juga dapat disebabkan oleh faktor yang terjadi pada orang tuanya. Jika orang tuanya mengalami kaki x, maka akan sangat memungkinkan jika anaknya juga mengalami hal yang sama.

Pertumbuhan

Penyebab lain jika seseorang mengalami terjadinya kaki x disebabkan oleh pertumbuhan yang terjadi pada anak. Seiring dengan perkembangan dan juga pertumbuhan anak, tentunya ada beberapa bagian tubuh yang mengalami pertumbuhan yang berbeda dan juga pada tingkat yang berbeda. Akibat yang mungkin ditimbulkan dari perubahan pertumbuhan ialah adanya ketidakselarasan pada tulang sehingga dapat menyebabkan penampilan yang tidak biasa pada umur tertentu.

Latihan Untuk Memperbaiki Kaki  X Pada Anak

penyebab kaki x pada anak

Kaki X tentunya dapat diperbaiki agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Melakukan penekukan pada bagian bawah lutut tentunya dapat disebabkan oleh otot abduktor yang cukup lemah pada area paha dan juga pinggul. Untuk memperbaiki kaki X tentunya Anda dapat melakukan beberapa latihan sebagai berikut:

1. Mengangkat satu kaki sambil berbaring

Dalam posisi berbaring menyamping tentunya Anda dapat memposisikan kaki kiri berada di atas kaki kanan. Lalu, angkat kaki kiri Anda sekitar 45o, tahan beberapa hitungan, kemudian turunkan lagi ke posisi semula. Lakukan gerakan ini paling tidak sekitar 10-12 kali. ganti posisi berbaring Anda, kemudian lakukan gerakan tersebut pada kaki kanan Anda secara bergiliran.

2. Menekuk satu sisi lutut

Dalam memperbaiki kaki X tentunya Anda dapat melebarkan kedua kaki hingga selebar pinggul, kemudian letakkan lengandi depan dada Anda. Kemudian, Anda dapat melangkahkan satu kaki kiri Anda ke samping, lalu luruskan. Kemudian, posisikan kaki kanan Anda lalu tekuk. Pada posisi ini, rasakan kontraksi kuat pada bagian paha dan juga pinggul. Posisikan kembali diri Anda seperti semula. Setelah itu, lakukan serangkaian gerakan sampai 10 sampai 12 kali. Anda tentunya dapat menukar posisi dengan kaki yang satunya lagi.

3. Side step-ups

Untuk melakukan gerakan ini tentunya Anda memerlukan bangku yang cukup berat dalam menopang tubuh Anda. Dalam melakukan gerakan ini tentunya Anda harus memastikan terlebih dahulu bangku yang akan Anda gunakan. Pastikan bangku yang Anda gunakan tidak mudah jatuh, hal ini tentunya untuk menghindari Anda ketika terjatuh saat berlatih.

Cara yang dapat Anda lakukan tentunya dengan menggunakan sisi kanan yang menghadap bangku dan juga lengan di depan dada Anda. Posisikan kaki kanan Anda di atas bangku, kemudian kaki kiri tetap menyentuh tanah. Anda tentunya dapat berdiri dengan menggunakan kaki kanan dengan menekan bangku. Ketika kaki kanan Anda ada dalam posisi tegak lurus, tahan selama satu detik. Lalu, turunkan posisi semula dan lakukan 10-12 kali dengan berganti posisi.

4. Straight leg lift

Pada gerakan ini tentunya dapat berbaring dengan terlentang. Anda dapat membiarkan tubuh tetap rileks. Setelah itu, posisikan kaki kanan Anda lurus dan juga lutut kiri yang sedikit menekuk. Anda tentunya dapat mengencangkan otot paha di bagian kaki kanan yang lurus. Anda tentunya dapat mengangkat kaki hingga beberapa centimeter dari bagian lantai, kemudian tahan sekitar 5 detik. Anda juga dapat mengulangi gerakan tersebut hingga 2 kali pada setiap satu sisi kaki secara bergantian.

5. Hamstring curls

Dalam melakukan gerakan ini tentunya Anda dapat memegang bagian belakang kursi. Kemudian, tahan berat badan dengan menggunakan satu kaki. Lalu, tekuk kaki yang satunya lagi ke bagian belakang. Anda tentunya dapat mengencangkan paha pada bagian kaki yang ditekuk ke belakang. Anda tentunya dapat menahan posisi tersebut selama 5 detik, kemudian turunkan pada posisi semula. Anda tentunya dapat mengulangi gerakan tersebut hingga 8-9 kali dan ganti posisi tersebut secara bergiliran. Latihan ini tentunya dapat memperbaiki tekukan lutut pada bentuk kaki x.

6. Knee press

Pada latihan ini tentunya Anda dapat duduk dilantai ataupun dibangku. Anda juga dapat menggulungkan handuk untuk melakukan latihan ini. Simpan handuk di bawah lutut Anda. Kemudian, luruskan kaki kanan Anda sampai tidak menyentuh lantai. Anda tentunya dapat membiarkan lutut kaki kiri Anda menekuk dan juga tumit yang menyentuh lantai. Anda dapat menurunkan kaki kanan Anda dengan memberikan tekanan pada handuk tersebut. Tahan selama 3 detik, kemudian kembalikan posisi ke awal. Anda tentunya dapat mengulangi latihan ini hingga 9 atau 10 kali latihan.

Beberapa latihan kaki tersebut tentunya berpeluang besar untuk mengembalikan kelainan kaki X pada anak. Maka dari itu, memang sangat penting bagi Anda untuk melakukan sesuatu agar terhindar dari adanya kelainan kaki X pada anak.

Cara Mendeteksi Dini Kaki X Pada Anak

Kaki X dan juga kaki O memang sangat erat kaitannya dengan berbagai masalah tulang yang tentunya kerap terjadi pada anak-anak. Pembentukan kaki memang kerap terjadi pada saat usia pertumbuhan pada anak-anak. Pada umumnya, kelainan kaki X pada anak sangat terabaikan, kecuali jika si kecil sudah mulai merasa kesakitan dan juga memperlihatkan perbedaan yang cukup mendasar.

Sebagian besar kasus yang terjadi memang bentuk kaki yang tidak normal ketika balita dan akan lurus dengan sendirinya hingga si kecil berusia lebh dewasa. Akan tetapi, terdapat beberapa kasus kaki X pada anak yang tidak kembali normal hingga ia berusia dewasa. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan cara anak Anda berjalan dan juga postur tubuh yang ia miliki ketika mengalami pertumbuhan.

Kaki X memang terjadi pada anak-anak, akan tetapi jika umur si kecil lebih dari tiga tahun, tentunya Anda harus memperhatikan cara si kecil berjalan dan juga bentuk kaki yang normal. Hal tersebuut bertujuan untuk mengetahui akan adanya kelainan pada tulang ataukah tidak. Tentunya, terdapat beberapa cara yang cukup mudah untuk mengetahui adanya kelainan kaki X pada bayi.

Cara yang umum dilakukan untuk mendeteksi kelainan kaki X pada bayi ialah dengan cara merekatkan mata kaki ataupun tumit kanan dan juga kiri si kecil. Jika kedua kaki tersebut menyatu atau berdekatan tentunya Anda tidak perlu khawatir karena si kecil terbebas dari kelainan kaki X. Jika sebaliknya, maka Anda harus sudah menentukan terapi dan juga pengobatan akan terjadinya kaki X pada si kecil.

Cara Mendeteksi Kaki X Pada Bayi

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan cara ketika ia berjalan apakah terbnetuk kaki X atau O ataukah juga normal pada umumnya. Hal tersebut juga untuk mengindikasi berjalan kaki picang dan juga terlalu berjalan terlalu pendek seiring dengan usianya. Untuk itu, Anda secara rutin harus mulai mengecek tinggi badan si kecil karena hal ini sangat mempengaruhi dalam menyebabkan kelainan kaki X pada bayi. Jika Anda mendapatkan beberapa gejala yang sudah kami sebutkan di atas, segeralah periksakan si kecil kepada dokter Ortopedi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut lagi. Jika ditangani secara terlambat, maka masalah tersebut justru akan lebih sulit untuk ditangani.

Selain adanya kelainan kaki X dan juga O, tentunya ada pula kelainan bawaan pada bayi yang disebut dengan clubfoot. Pada kasus kelainan clubfoot ini telapak kaki si kecil lebih menghadap ke dalam dan menyerupai stick golf. Jika tidak ditangai secara cepat dan juga tepat, maka pasien akan mengalami kesulitan yang lebih parah ketika berjalan dan pada akhirnya akan mengakibatkan penurunan dalam hal produktivitas.

Seorang dokter Dr. Aryadi menyarankan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan metode ponseti yang tentunya telah diakui oleh WHO dan telah memiliki angka keberhasilan sebesar 98%. Kesempatan besar tersebut tentunya akan tercipta jika dilakukan oleh tenaga ahli yang lebih terampil dan juga dilakukan pengecekan sedini mungkin.

Kelainan kaki X pada anak tentunya bukan tanpa sebab, melainkan adanya beberapa faktor yang mendukung kelainan tersebut terjadi pada si kecil. Memang sangat penting bagi Anda untuk mendeteksi secara lebih dini demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Bagaimanapun juga, kelainan kaki X pada anak akan membuat anak merasa tidak percaya diri ketika ia sudah beranjak dewasa. Melakukan pengecekan dan juga melatih kaki dengan beberapa cara yang cukup mudah memang sebuah keharusan bagi Anda. Itulah beberapa hal yang perlu Anda lakukan dan juga perhatikan untuk mendapatkan kaki yang kembali normal. Semoga bermanfaat!

Menu Makanan Bayi Agar Cerdas – Seorang bayi yang cerdas tentunya memiliki asupan gizi dan juga nutrisi yang memang diinginkan oleh setiap orang tua. Tentunya, ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan pada anak. Hal ini memang erat kaitannya dengan nutrisi yang didapatkan oleh bayi tersebut. Maka dari itu, kami sajikan beberapa menu makanan bayi agar cerdas berikut ini!

Para orang tua pastinya menginginkan anaknya memiliki kecerdasan yang luar biasa. Tingkat kecerdasan memang didapatkan oleh anak karena adanya faktor tertentu yang memang mendukung anak tersebut. Selain dari kesehatan jasmani dan juga rohani, faktor penting dalam meningkatkan kecerdasan pada anak tidak luput pula dari asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Oleh karena itu, memang sangat penting bagi Anda untuk menjaga asupan nutrisi untuk si kecil.

Hal yang memang sering diabaikan oleh orang tua ialah mengenai masalah gizi dan juga nutrisi. Padahal, asupan ini memang sangat penting bagi si kecil. Otak anak memang menjadi lebih peka dalam menerima dan juga memberi informasi jika asupan gizi dan juga gizi terpenuhi. Memberikan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh menjadi sumber dalam membuat otak si kecil menjadi lebih cerdas. dalam memberikan menu makanan pada si kecil tentunya Anda jangan sembarangan. Ada beberapa menu makanan yang justru akan membuat tingkat kecerdasan si kecil menjadi menurun. Berikut ini kami sajikan menu makanan bayi agar cerdas untuk Anda! Baca juga: Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk Yang Harus Anda Lakukan

Menu Makanan Bayi Agar Cerdas

menu makanan bayi agar cerdas

Makanan memang menjadi sumber terpenting dalam tubuh manusia. Hal ini dikarenakan makanan memang mengandung gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh tubuh. Bagi bayi tentunya mendapatkan kandungan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan dalam perkembangan dan juga pertumbuhan bayi.

Kandungan ASI memang berperan aktif dalam menjaga sistem imunitas dan juga daya tahan tubuh bayi. ASI dapat membantu dan juga melindungi kesehatan tubuh bayi. ASI mengandung vitamin-vitamin dan juga omega-3 yang sangat baik untuk membantu perkembangan otak. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dapat memiliki IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi oleh susu formula. Lihat juga: 26 Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Anda Ketahui

Tentunya, banyak juga penelitian yang membuktikan bahwa bayi yang mendapatkan ASI berisiko lebih rendah dalam terkena infeksi pernapasan dan juga saluran pencernaan. Dalam memberikan ASI kepada bayi tentunya tidak ada batasan sama sekali jumlah yang harus diberikan. Dalam hal ini tentunya Anda dapat memberikan bayi sesering mungkin hingga bayi merasa puas.

Akan tetapi, ketika bayi berusia 4 bulan, tentunya bayi akan mendapatkan minimal 600 ml ASI setiap harinya. Pada usia 6 bulan, ASI merupakan makanan utama yang memang paling baik dan juga penting bagi perkembangan bayi. ASI dan juga susu formula memang sudah lebih dari cukup dalam memenuhi kebutuhan bayi Anda. Untuk itu, jangan memberikan menu makanan dan juga minuman lain seperti jus.

Daftar Menu Makanan Bayi Agar Cerdas

1. Produk Susu

Jenis menu makanan bayi yang pertama ialah menu makanan dari produk susu. Hal ini memang sangat wajar mengingat susu menjadi salah satu sumber makanan bagi bayi. Baik ASI maupun susu formula memang menjadi jenis minuman sehat yang memang mengandung nutrisi dan juga gizi yang dibutuhkan oleh bayi. Pada ASI ataupun susu formula mengandung kalium kalsium, protein, vitamin B dan juga vitamin D yang memiliki peran yang cukup penting bagi pertumbuhan dan juga perkembangan otak bayi dan juga enzim.

Ketika si kecil sedang dalam masa pertumbuhan, inilah saatnya bagi Anda untuk memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh bayi. Gizi dan juga nutrisi yang ada pada susu pastinya menjadi sumber bagi tumbuh kembang si kecil. Sumber ini bukan hanya berupa susu, akan tetapi berlaku untuk beberapa jenis produk olahan lainnya yang terbuat dari susu yaitu yogurt dan juga keju yang sangat disukai oleh si kecil. Namun, Anda harus hati-hati dalam memilih produk olahan susu bagi si kecil. Pastikan Anda untuk memilih produk olahan susu yang terbaik dan juga yang memiliki kualitas yang premium juga.

2. Buah Berry

Beberapa jenis buah yang termasuk ke dalam buah berry yaitu strawberry, raspberry, blueberry dan juga blackberry. Semua jenis buah berry itu memang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Ternyata, buah berry memiliki kandungan yang dapat meningkatkan kecerdasan otak dan juga mendukung dalam tumbuh kembang si kecil. Buah berry tentunya dapat diberikan langsung pada si kecil atau juga diolah dulu menjadi minuman lunak seperti jus. Buah berry memang tidak diragukan lagi akan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalamnya untuk perkembangan dan juga pertumbuhan si kecil terutama kecerdasan pada otak si kecil.

Bukan hanya daging dari buahnya saja, biji dari buah berry juga mengandung asam lemak omega 3 yang dikenal sebagai salah satu jenis sumber nutrisi yang memiliki peranan yang cukup baik untuk membantu perkembangan tubuh dan juga kecerdasan otak si kecil. Vitamin C dan juga anti-oksidan yang ada dalam buah berry setidaknya mengurang stres dan juga meningkatkan kekebalan pada tubuh si kecil.

3. Beras Merah dan Gandum Utuh

Gandum dan juga beras merah memang sudah tidak bisa diragukan lagi akan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalamnya. Pasalnya, beras merah dan juga gandum membantu pertumbuhan dan juga perkembangan otak si kecil dalam masa pertumbuhannya. Tidak heran jika banyak produk MPPASI yang berasal dari beras merah dan juga gandum.

Untuk memberikan olahan sumber makanan ini untuk si kecil, tentunya Anda dapat mengolah menu makanan ini menjadi sajian lain seperti bubur beras merah dan juga bubur gandum. Agar memiliki nutrisi dan juga gizi yang lebih, Anda dapat mencampurkan beras merah dan juga gandum dengan menu makanan lainnya seperti daging dan juga sayuran. Selain menghidangkan rasa yang lezat bagi si kecil, mencampurkan sumber makanan juga menjadi sesuatu yang cukup penting bagi Anda.

4. Bubur

Tentunya, memilih menu makanan bubur untuk bayi memang sangat banyak dan juga bervariatif. Bubur memang menjadi sumber makanan terbaik bagi si kecil. Ada beberapa menu makanan si kecil yang berasal dari bubur, diantaranya:

– Bubur Kentang

Kentang memang termasuk ke dalam jenis makanan yang mengandung karbohidrat. Memberikannya untuk si kecil tentunya menjadi pilihan yang sangat tepat bagi Anda. Untuk membuat bubur dari kentang, Anda cukup menghaluskan kentang yang sudah dikukus dengan menggunakan blender atau alat penumbuk. Setelah itu, campurkan dengan sedikit demi sedikit ASI sekitar 50 ml kemudian aduk sampai benar-benar halus. Anda dapat mengganti ASI dengan susu formula jika memungkinkan.

– Bubur Sayur

Sayur memang sudah tidak dapat diragukan lagi akan manfaat dan juga khasiatnya untuk tubuh kita. Tidak hanya bayi, orang dewasa juga memang diharuskan untuk mengonsumsi sayuran setiap harinya. Seperti brokoli yang merupakan sayuran yang terbaik untuk bayi Anda. Anda dapat mengukus brokoli, lalu haluskan dengan cara diblender dan campurkan dengan ASI ataupun susu formula. Anda juga dapat mengganti jenis sayuran seperti wortel.

– Bubur Buah

Selain sayur, bubur buah juga memang menjadi salah satu sumber makanan bagi bayi. Bubur buah memang mengandung banyak vitamin C yang sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama bagi pertumbuhan dan juga perkembangan si kecil. Jenis buah yang paling banyak digunakan untuk membuat bubur ialah pisang ambon. Pasalnya, pisang ini memang menjadi salah satu jenis pisang yang paling banyak mengandung asam folat yang baik untuk mendukung otak si kecil. Dalam pembuatannya memang cukup mudah, pisang ambon dihaluskan dan diblender. Lalu campurkan ASI ataupun susu formula ke dalamnya, aduk sampai merata. Selain itu, Anda dapat mengganti buah pisang dengan buah alpukat sebagai menu harian si kecil.

– Bubur susu

Bubur susu memang kerap dijadikan sebagai menu makanan utama bagi bayi. Bubur susu ini dibuat dengan mencampurkan tepung beras dan ASI ataupun susu formula sebagai pengencernya. Cara yang dapat lakukan ialah dengan membuat tepung beras terlebih dahulu. Lalu, larutkan tepung beras dengan susu dan masak di api yang kecil hingga mendidih dan campuran tepung beras tersebut sedikit mengental. Jika terlihat ada tepung yang menggumpal, lebih baik Anda saring terlebih dahulu.

Menjaga asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil memang menjadi hal yang harus Anda lakukan. Bagaimanapun juga, nutrisi dan gizi anak memang sangat dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan tubuh dan juga perkembangan otak. Maka dari itu, membuat menu makanan bayi agar cerdas memang sebuah keharusan bagi Anda. Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai menu makanan bayi agar cerdas. Semoga bermanfaat!

Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk – Bayi gemuk tentunya diinginkan oleh setiap orangtua. Pasalnya, bayi yang gemuk menjadi sebuah tanda bahwa gizi dan juga nutrisi si kecil terpenuhi dengan baik. Namun, tidak semua bayi yang sudah lahir dan dirawat dengan baik memiliki tubuh yang gemuk. Untuk itu kami sajikan beberapa cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk berikut ini!

Memiliki bayi yang gemuk tentunya tidak akan ditolak oleh setiap orang tua. Terkadang seorang ibu benar-benar menginginkan bayi yang ia lahirkan menjadi bayi yang gemuk dan juga sehat. Dengan berbagai cara yang dilakukan oleh orang tuanya tentunya ini menjadi sebuah tugas bagi kita untuk membuat si kecil menjadi gemuk dan juga sehat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tugas ini termasuk ke dalam tugas yang cukup berat dan juga sulit untuk para orangtua. Terlebih mengurus bayi yang baru lahir agar cepat gemuk. Tentunya, Anda harus tahu bahwa bayi yang baru lahir akan mendapatkan berat badan ketika berusia 14 hari. Pada masa inilah menjadi gerbang penambahan berat badan yang cukup drastis bagi si kecil. Pada usia 3-4 bulan menjadi masa dimana berat badan si kecil mulai berganda.

Namun, tidak setiap keinginan orang tua tersebut menjadi sebuah kenyataan. Meskipun memberikan asupan gizi dan juga nutrisi yang baik bagi si kecil, namun tetap saja si kecil memiliki berat badan yang kurus dan juga sulit bertambah. Terlepas dari hal tersebut tentunya ini menjadi sebuah PR besar bagi orang tua untuk mulai melakukan beberapa cara agar bayi yang dilahirkannya memiliki bobot tubuh yang gemuk tapi stabil. Tentunya, Anda juga tidak menginginkan si kecil memiliki berat badan yang berlebih atau yang sering kita sebut dengan obesitas. Untuk menjawab keinginan Anda, berikut kami sajikan beberapa cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk pada poin selanjutnya. Baca juga: 12+ Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi Secara Alami

Cara Merawat Bayi Baru Lahir Agar Cepat Gemuk

cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk

Jika Anda memiliki bayi dengan berat badan yang kurang tentunya ini menjadi sebuah masalah yang pastinya menyita pikiran Anda. Rasa gelisah dan juga khawatir akan apa yang terjadi pada si kecil tentunya ikut andil dalam pikiran tersebut. Tidak sedikit bayi yang mulai memiliki penambahan berat badan pada usia 3 bulan, namun tidak jarang juga bayi yang tidak memiliki penambahan berat badan yang cukup drastis.

Tentunya, hal tersebut seharusnya tidak menjadi beban pikiran Anda. Jika bayi Anda tidak mengalami penambahan berat badan yang cukup, namun si kecil masih tetap aktif dan juga tetap mendapatkan nutrisi yang terbaik. Kondisi tersebut tentunya jangan menjadi beban berat dalam pikiran Anda. Hal ini dikarenakan banyak bayi yang tidak mengalami penambahan berat badan, namun ternyata memiliki tubuh yang sehat dan juga kuat. Lihat juga: 10 Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi Secara Alami Yang Bisa Anda Coba

Untuk menghindari Anda mendapatkan beban pikiran yang seharusnya tidak terlalu dipikirkan. Berikut kami sajikan beberapa cara dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk membuat si kecil cepat gemuk, diantaranya:

Berikan ASI Eksklusif

Hal pertama yang menjadi sebuah cara yang harus Anda lakukan ialah dengan memberikan ASI eksklusif kepada si kecil. Pasalnya, ASI memang menjadi sumber utama makanan bayi yang pastinya sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil. Bagaimanapun juga, ASI memang menjadi asupan gizi dan juga nutrisi yang alami dan berperan bai dalam menjaga kesehatan si kecil. Terutama jika si kecil mendapatkan kolostrum dari ibunya, tentunya ini menjadi cara yang paling ampuh dalam menjaga sistem imunitas tubuh si kecil.

Namun, ketika memberikan ASI pada si kecil tentunya Anda juga tidak terlepas dari pemberian ASI yang benar dan juga sesuai dengan prosedur. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memberikan ASI kepada si kecil, diantaranya:

– Pastikan ibu memberikan ASI yang tepat waktu atau ketika si kecil merasa haus. Biasanya bayi yang baru lahir akan merasa haus dan menerima langsung ASI dari payudara sang ibu. Untuk itu, berikanlah ASI kepada si kecil sebanyak dan juga sesering mungkin ketika bayi menginginkannya.

– Jika ibu masih merasa kesulitan dalam memberikan ASI kepada si kecil. Mintalah bantuan keluarga dan juga orang-orang sekitar untuk membantu Anda dalam memberikan ASI dengan posisi yang cukup tepat. Jika Anda termasuk pada seorang yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI yang berlimpah, Anda dapat melakukan pijat laktasi yang tentunya cara yang sangat berguna untuk mendapatkan ASI yang subur dan juga lancar.

– Jika memang bayi tidak menginginkan mendapatkan ASI yang langsung dari ibunya dikarenakan puting yang cukup kecil. Anda jangan dulu memutuskan untuk memberikan susu formula tetapi cobalah untuk memerah ASI Anda dengan menggunakan alat khusus terlebih dahulu dan masukkan ke dalam dot.

– Satu hal yang jangan pernah Anda lakukan ialah membiarkan bayi menangis terus menerus karena lapar dan juga haus. Untuk itu, pakailah baju yang mendukung Anda memberikan ASI dengan cepat seperti baju yang memiliki kancing pada bagian depan.

– Jika Anda mengalami infeksi pada puting, segeralah melakukan perawatan. Kondisi ini tentunya menyebabkan ASI keluar tidak lancar dan akan tertahan di dalam. Hal ini menyebabkan si kecil tidak mau menerima ASI sehingga akan mengalami penurunan berat badan dengan cukup cepat.

Berikan Waktu Tidur Yang Tepat Bagi Bayi

Cara kedua yang dapat Anda lakukan untuk membuat bayi cepat gemuk ialah dengan memberikan waktu tidur yang tepat bagi si kecil. Bagaimanapun juga, waktu tidur memang menjadi sebuah cara yang harus Anda lakukan agar bayi dapat mengalami penambahan berat badan yang cukup sempurna. Pasalnya, bayi baru lahir memang melakukan aktivitas yaitu makan dan juga tidur. Semua bayi pastinya akan lebih banyak tidur dan juga minum ASI ataupun susu formula.

Kedua aktivitas ini memang menjadi aktivitas penting bagi bayi untuk mendapatkan berat badan yang memang diinginkan oleh kedua orang tuanya. Namun, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan terkait masalah tidur pada bayi, diantaranya:

– Berikan waktu tidur pada bayi lebih banyak karena bayi memang membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan anak-anak. Pada umumnya, bayi baru lahir akan tidur selama 16 jam per hari. Namun, ibu juga harus tetap mengatur pemberian ASI bagi si kecil. Untuk itu, ibu dapat mengikuti pola tidur bayi demi mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

– Pastikan bayi tidur ditempat yang paling nyaman dan juga aman sehingga bayi tidak jatuh dari tempat tidurnya. Jika bayi disimpan di dalam box saat tidur, jangan sampai jarak Anda dengan bayi terlalu jauh. Dengan begitu ketika bayi menangis, maka ibu akan segera bangun dan juga memberikan bayi ASI.

– Pertimbangkan bahwa tempat tidur bayi dan juga ruangan untuk bayi paling nyaman untuk membuat bayi tidur dengan nyenyak. Dengan pola tidur yang seimbang tentunya ini menjadi sebuah cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat bayi Anda cepat gemuk.

Pertimbangkan Ketika Memberikan Susu Formula Pada Bayi

Tentunya, tidak semua bayi mampu mendapatkan ASI langsung dari ibunya. Hal ini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti ASI yang tidak lancar dan juga kondisi bayi yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan ASI. Hal ini tentunya membuat Anda berpikir dan mulai mengganti ASI dengan susu formula.

Akan tetapi, dalam mengganti susu formula, seorang ibu harus mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai merk susu formula yang memang cocok untuk si kecil. Seorang ibu tentunya dapat menerima saran dokter mengenai merk susu formula untuk diberikan kepada si kecil. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis merk susu formula yang justru mengganggu sistem pencernaan si kecil. Terlebih dahulu tentunya Anda harus memeriksakan si kecil kepada dokter apakah mengalami alergi susu ataukah tidak.

Lakukan Perawatan Kulit Bayi

Hal ini memang sangat dianjurkan bagi Anda untuk melakukan perawatan kulit bayi dengan benar. Kulit bayi memang terbilang masih sensitif dan juga lembap. Untuk itu, Anda harus bisa menjaga kesehatan dan juga kelembapan kulit bayi agar tetap terjaga. Kesehatan kulit bayi dan juga penambahan berat badan pada bayi memang sangat berkaitan satu sama lain.

Jika kulit bayi sehat dan juga terjaga, maka dapat dipastikan bahwa berat badan si kecil juga dapat mengalami peningkatan. Berikut kami sajikan tips-tips yang dapat Anda lakukan dalam melakukan perawatan pada bayi, diantaranya:

– Pilihlah bedong bayi yang dapat membuat kulit bayi terasa nyaman. Berikan bayi kain bedong yang halus dan juga dapat menyerap keringat dengan baik agar terhindar dari pertumbuhan biang keringat.

– Mandikan bayi secara teratur jika memang tidak ada apa-apa dengan keadaan bayi Anda. Memandikan bayi secara teratur tentunya dapat membuat kulit bayi menjadi lebih sehat dan juga lebih lembap serta bayi dapat terhindar dari penyakit kulit lainnya. Ketika kulit bayi sehat tentunya bayi akan mendapatkan tidur yang nyenyak sehingga berat badan bayi akan bertambah dengan sangat cepat.

– Hindari penggunaan semua jenis produk untuk kulit bayi secara berlebihan. Jika Anda sudah menemukan produk yang cocok untuk bayi Anda, jangan lah lagi menggunakan produk yang lain karena ditakutkan akan menimbulkan alergi pada kulit bayi. Jenis produk bayi tentunya dapat menyebabkan bayi mengalami iritasi dan akan terkena infeksi kulit.

Cobalah Menenangkan Bayi Dengan Tepat

Menenangkan bayi tentunya menjadi hal yang harus Anda lakukan demi mendapatkan pertumbuhan badan si kecil. Bayi yang rewel dan juga sering menangis tentunya akan membuat bayi cenderung mendapatkan penurunan berat badan pada bayi. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh bayi yang lapar dan juga jam tidur yang tidak cukup.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi memang selalu rewel dan juga mudah menangis. Tidak heran jika Anda merasakan kesulitan dalam mengurus si kecil dan dampaknya akan membuat si kecil mengalami penurunan berat badan. Untuk itu, diperlukan tips dan juga cara untuk menenangkan si kecil seperti pada berikut ini:

– Ketika bayi rewel dan juga mudah menangis tentunya ini menjadi satu kondisi seperti berada di dalam rahim. Anda tentunya dapat menggendong dan juga mengayun bayi agar membuat bayi menjadi lebih tenang.

– Ketika bayi tidak nyaman tentunya akan memberikan tanda seperti menangis dan juga rewel. Untuk itu, berikan posisi yang nyaman dan juga kenali apa yang membuat bayi Anda merasa tidak nyaman. Selain itu, Anda juga dapat memutar lagu atau suara yang dapat membuat bayi Anda merasa sedikit nyaman.

Itulah beberapa tips dan juga cara merawat bayi baru lahir agar cepat gemuk yang wajib untuk Anda lakukan sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi – Bayi tentunya sangat rentan mengalami perut kembung yang tentu disebabkan oleh beberapa faktor. Perut kembung pada bayi tentunya harus segera di atasi. Jika tidak, kondisi ini tentunya akan lebih memperparah keadaan bayi sehingga bayi akan senantiasa rewel. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi yang tentu dapat Anda lakukan sekarang juga!

Jika bayi mengalami perut kembung pastinya ini menjadi sebuah masalah yang cukup berat bagi kita sebagai orangtuanya. Hal ini dikarenakan bayi akan terus rewel dan juga sulit untuk beraktivitas seperti biasanya. Perut kembung pada bayi tentunya dialami baik oleh bayi baru lahir maupun abyi yang sudah menginjak usia balita. Tentunya, perut kembung pada bayi dapat ditandai dengan bayi yang terus menangis, sulit tidur dan juga sering menggeliat. Baca juga: 10 Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi Secara Alami Yang Bisa Anda Coba

Jika Anda menemukan tanda tersebut pada bayi Anda, dapat dipastikan bahwa bayi Anda terkena perut kembung. Bagaimanapun juga, perut kembung pada bayi akan memberikan tanda-tanda yang mengekspresikan bayi merasa tidak nyaman serta tidak segan-segan untuk menolak ASI ataupun susu formula. Perut kembung menjadi tanda bahwa adanya angin yang masuk ke dalam tubuh bayi sehingga membuat perut bayi sedikit keras dann juga tidak nyaman.

Jika bayi Anda merasakan hal tersebut, jangan terlalu khawatir. Alangkah baiknya jika Anda mencari solusi dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk meringankan perut kembung tersebut pada bayi Anda. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi secara alami berikut ini!

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

cara mengatasi perut kembung pada bayi

Peurt kembung pada bayi juga dapat disebabkan oleh adanya masalah pada pencernaan perut bayi. Hal ini dikarenakan bayi yang belum memiliki sistem pencernaan yang belum bekerja sempurna sehingga dapat memungkinkan beberapa masalah terjadi. Masalah pencernaan tentunya mengakibatkan adanya angin yang berkumpul di dalam perut bayi. Kemungkinan kondisi ini ada kaitannya dengan terlalu banyak dan lama ketika ia menyusu. Lihat juga: Penyebab Sindrom Edward Pada Bayi | Gejala & Cara Mencegahnya

Jika bayi terlalu lama menyusu tentunya rentan angin untuk masuk ke dalam perut bersama dengan susu. Mungkin, beberapa tips alami dibawah ini dapat membantu Anda sebagai cara mengatasi perut kembung pada bayi. Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Kurangi susu formula

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengurangi pemberian susu formula untuk bayi. Terlebih jika memberikan takaran yang cukup banyak pada bayi, hal ini tentunya akan mengakibatkan bayi mengalami kesakitan. Kondisi ini tentunya dapat berakibat bayi mengalami sembelit sehingga susah untuk buang air besar.

Seperti yang sudah kita tahu bahwa susu formula memang lebih banyak air daripada kandungan susu didalamnya. Tidak heran jika bayi yang diberikan susu formula lebih rentan mengalami perut kembung dibandingkan dengan yang diberi ASI. Bahkan jika bayi sering mengalami perut kembung dapat menjadi ciri bahwa ia terkena alergi susu. Jika dibiarkan, maka kondisi ini akan menjadi lebih serius dan membutuhkan penangan dokter. Anda juga dapat mengganti merk susu formula yang biasa digunakan untuk mengatasi kemungkinan susu tersebut tidak cocok untuk bayi Anda.

Gosok perut bayi

Cara mengatasi perut kembung pada bayi yang kedua ialah dengan mencoba menggosok perut bayi dengan kedua tangan Anda secara perlahan. Selain itu, cara ini dipercaya dapat membuat tubuh bayi menjadi lebih hangat. Jika perut bayi ditepuk tentunya akan keluar suara nyaring dari dalam perut bayi.

Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan menggosok peurt bayi dari arah punggung hingga ke pusar. Lalu, beri tekanan yang cukup lembut saat akan mendekati pusar bayi. Namun, Anda jangan terlalu keras dalam menekan perut bayi karena akan membuat perut bayi Anda sakit.

Biarkan bayi bergerak aktif

Dengan membiarkan bayi bergerak dengan aktif tentunya dapat mengurangi angin di dalam perut. Aktif bergerak akan memungkinkan bayi untuk membuang gas secara tiba-tiba. Hal yang tidak dianjurkan bagi Anda tentunya jangan terlalu sering menggendong bayi karena akan membatasi bayi untuk bergerak kurang aktif.

Selain itu, bergerak bebas dapat membuat pekembangan fisik dan juga otak bayi berjalan secara sempurna. Ajaklah anak Anda bermain dan melatih fisik sesuai dengan kemampuannya. Berbagai macam gerakan ini akan mengundang bayi untuk bersendawa sehingga akan mengurangi angin yang berkumpul di dalam perut bayi.

Mandikan bayi dengan air hangat

Ketika bayi Anda sedang kembung tentunya jangan sekali-sekali memandikannya dengan menggunakan air dingin. Hal ini tentunya akan lebih memperparah keadaan perut bayi. Mandi dengan menggunakan air hangat tentunya sebagai cara yang biasa dilakukan baik pada bayi baru lahir ataupun bayi yang sudah berbulan-bulan.

Cara ini terbilang efektif dimana air hangat dapat membuat perut bayi menjadi lebih nyaman. Namun, jika bayi biasa menerima asupan susu formula atau sudah diberikan MPPASI. Memberikan bayi sedikit air hangat untuk diminum memang lebih dianjurkan bagi Anda.

Buatlah bayi bergerak lebih aktif

Perkembangan fisik sesuai dengan usia tentunya membuat bayi lebih aktif bergerak dari usia sebelumnya. Untuk itu, jika bayi mengalami perut kembung, biarkan bayi bergerak lebih aktif dan juga lincah. Gerakan ini tentunya dapat membantu bayi untuk menghilangkan gas sendiri di dalam perutnya.

Ketika bayi bergerak tentunya Anda jangan membatasi gerakan pada bayi karena bayi memiliki naluri alami untuk melakukan gerakannya sendiri. Maka dari itu, biarkan bayi melakukan gerakan sendiri seperti berguling-guling atau mengangkat kakinya ke atas. Gerakan menekan otot kaki ke dalam perut dapat membuat hilang dengan sendirinya. Cara ini juga dapat membuat bayi dapat agar cepat berjalan dengan mudah dan cepat.

Tepuk punggung bayi

Tentunya, perut kembung pada bayi dapat menjadi masalah yang cukup serius karena angin yang terperangkap di dalam perut bayi. Kondisi ini dapat terjadi setelah bayi minum ASI, susu formula dan juga pendamping ASI lainnya. Selain itu, efek dari makanan dan juga minuman yang masuk ke dalam perut bayi menyebabkan bayi bersendawa.

Jika bayi sudah dalam posisi tegak pada otot leher tentunya Anda dapat menepuk ringan pada bagian punggung bayi tersebut. Lakukan gerakan lembut ini sampai bayi bisa bersendawa. Biasanya setelah bayi bersendawa, maka perut kembung pada bayi akan sembuh dengan cepat. Cara ini juga membantu bayi bersendawa dan mengatasi gumoh pada bayi.

Susui bayi dengan benar

Kesalahan yang sering dilakukan oleh para orangtua dalam menyusui anaknya memang sangat sering terjadi. Teknik menyusui bayi yang salah tentunya dapat menyebabkan perut bayi menjadi kembung. Tentunya, Anda harus melakukan cara yang terbaik sebagai teknik yang benar ketika menyusui bayi.

Jaga kepala dan juga leher lebih tinggi dibandingkan dengan perut bayi, jangan biarkan bayi terlalu cepat dalam mengisap ASI, usahakan bayi dalam posisi yang tepat untuk menghindari angin masuk bersama dengan susu. Selain itu, jika botol susu sudah habis, bantulah bayi untuk menegak susu agar bayi tidak banyak menghisap udara yang menyebabkan perut kembung pada bayi.

Pijat bayi

Cara mengatasi perut kembung pada bayi dapat dilakukan dengan cara melakukan teknik pijat pada bayi. Teknik pijat yang biasa dilakukan pada bayi ini memang menjadi cara sekaligus alternatif untuk mengatasi perut kembung pada bayi. Pijatan pada bayi tentunya dapat dilakukan pada seluruh badan bayi.

Pijat pada bayi yang benar dapat dimulai dari kedua kaki, tangan, perut lalu punggung bayi. Jika Anda tidak dapat melakukannya sendiri atau takut, Anda dapat membawa bayi ke klinik babyspa yang saat ini mulai banyak bermunculan. Saat pijat umumnya bayi menggunakan minyak penghangat seperti minyak telon atau minyak kelapa untuk menghangatkan perut dan juga tubuh bayi.

Jangan biarkan bayi menghisap ASI terlalu lambat dan cepat

Memberikan ASI memang menjadi sebuah peranan yang penting bagi Anda. Namun, tentunya Anda harus melakukan teknik menyusui dengan benar. Jangan sampai bayi terlalu cepat dan juga lambat ketika menyusu karena akan membuat angin lebih banyak masuk ke dalam perut bayi.

Memberikan ASI tentunya harus dilakukan sesuai dengan usia bayi. Jika bayi sudah bisa menyusui sambil tidur, hal ini tentunya dapat Anda coba. Jika bayi terlalu lama menghisap puting, alangkah baiknya agak sedikit ditekan untuk menghentikan ASI. Langkah ini juga cukup penting untuk membantu agar bayi tidak tersedak.

Biarkan Anda bersendawa setelah minum susu

Setelah bayi minum susu tentunya Anda harus membuat bayi agar bersendawa terlebih dahulu. Ketika bayi tidak dibiarkan bersendawa tentunya akan membuat angin berkumpul di dalam perut bersamaan dengan susu sehingga menyebabkan perut bayi menjadi kembung. Bersendawa memang sangat dianjurkan agar dapat melegakan otot diafragma di dalam perut bayi.

Hal ini tentunya dapat mengatasi agar udara tidak terperangkap di dalam perut bayi. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan seperti menggendong bayi, menepuk punggung bayi dan juga menegakkan kepala bayi. Cara ini juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengatasi muntah pada bayi setelah diberikan ASI.

Posisikan bayi seperti akan terbang

Gerakan seperti membuat bayi akan terbang tentunya dapat membantu melapaskan gas yang ada di dalam perut bayi. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan membuat wajah bayi ada di lengan Anda, sedangkan kaki berada di lengan yang lain. Berat badan pada bayi bertumpu pada perut bayi, lalu gosok lembut bagian punggung bayi. Gerakan seperti bayi akan terbang tersebut tentunya dapat membantu bayi untuk membuang gas di dalam perut sehingga akan membuat bayi menjadi lebih nyaman.

Biarkan bayi tengkurak cukup lama

Cara mengatasi perut kembung pada bayi tentunya dapat dilakukan dengan membiarkan bayi tengkurap sedikit lama. Ketika bayi sedang tengkurap tentunya Anda dapat melihat ekspresinya, apakah bayi merasa sakit nyaman ataukah memperlihatkan wajah yang aneh.

Ketika bayi tengkurap tentunya akan memberikan sedikit tekanan dari perut bayi sehingga akan membantu bayi mengeluarkan gas. Hal ini tentunya dapat ditandai dengan bayi yang buang angin dan juga bersendawa. Selain itu, Anda dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga bayi akan membuka  mulutnya sehingga dapat membantu mengeluarkan udara di dalam perut.

Lakukan gerakan pada bayi seperti bersepeda

Untuk membuang gas di dalam perut tentunya menjadi hal yang cukup menantang bagi Anda. Tentunya, Anda membutuhkan cara dan juga alternatif dengan menggerakkan kaki bayi seperti sedang bersepeda. Gerakkan pada kaki tentunya dapat menekan otot perut sehingga dapat mengeluarkan gas dan juga udara yang ada di dalam perut bayi.

Langkah selanjutnya, Anda dapat mengajak bayi Anda tertawa dan juga berkomunikasi. Gerakan bersepeda yang daoat mendorong gas bergerak hingga kerongkongan dapat dibantu pula dengan mulut bayi yang terbuka ketika sedang berkomunikasi. Gerakan tersebut tentunya dapat mencegah rasa kelelahan yang berlebih pada bayi.

Bedong bayi yang berusia kurang dari 2 bulan

Bayi yang kurang dari dua bulan memang sangat rentan mengalami perut kembung. Maka dari itu, tetaplah buat bayi Anda merasa hangat untuk mencegah perut kembung pada bayi. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan membedong bayi agar tetap membuat tubuhnya menjadi hangat.

Hal ini disebabkan pula oleh suhu udara dan juga lingkungan yang cukup dingin. Keadaan ini memang membuat bayi Anda merasa tidak nyaman sehingga bayi akan merasakan kedinginan yang cukup hebat. Untuk itu, cobalah Anda membedong bayi dengan cara yang tepat dan juga benar.

Jangan berikan empeng untuk bayi

Memberikan empeng pada bayi tentunya menjadi cara yang cukup sederhana untuk mengatasi bayi rewel dan juga menangis. Namun, cara ini terbilang cara yang cukup bahaya jika dilakukan secara terus menerus. Empeng yang diberikan pada bayi tentunya akan membuat bayi menghisap dan juga menggigit sehingga akan memungkinkan udara akan masuk ke dalam tubuh bayi.

Perut pada bayi tentunya akan membuat perut kembung pada bayi sehingga akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Maka dari itu, jangan berikan empeng pada bayi dalam waktu yang cukup lama karena akan menimbulkan kumpulan gas dan udara di dalam perut. Untuk itu, hindari menggunakan cara memberikan empeng ini agar tidak membahayakan bayi.

Pijat perut bayi dengan menggunakan bawang merah

Bawang merah tentunya memiliki manfaat yang cukup banyak dalam hal mengatasi keluhan penyakit pada bayi. Jika Anda memijat lembut perut bayi, namun tidak memberikan hasil sama sekali. Anda tentunya dapat memijat bayi dengan menggunakan bawang merah untuk memberikan kehangatan pada bayi.

Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengupas bwang terlebih dahulu, lalu cuci bersih kemudian hancurkan menjadi lebih lembut. Gunakan bawang merah tersebut untuk mengusap bagian perut bayi mulai dari punggung bagian bawah. Anda dapat menggunakan tiga jari Anda untuk memberikan tekanan pada perut agar tidak menyakiti bayi. Akan tetapi, bawang merah tidak boleh terlalu banyak karena dapat menimbulkan masalah pada kulit bayi.

Pilihlah jenis botol minum susu yang tepat

Dalam pemilihan botol susu tentunya ikut menentukan berbagai penyebab perut kembung pada bayi. Bentuk, ukuran dan juga jenis puting tentunya harus diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini tentunya berkaitan pula dengan bentuk mulut bayi yang mudah dijangkau serta lembut untuk dikunyah oleh bayi. Jika bentuk botol susu sudah tepat, maka hal ini akan menyebabkan perut kembung pada bayi.

Menjaga perut bayi untuk tidak kembung memang sangat dianjurkan bagi Anda. Maka dari itu, lakukan cara yang sudah kami sebutkan di atas agar menjaga kondisi bayi tetap hangat dan terhindar dari masuk angin dan juga perut kembung. Itulah beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi yang dapat Anda lakukan sekarang juga. Semoga bermanfaat!