PerawatanBayi.com

Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal – Tidur tanpa bantal memang menjadi sebuah dilematik bagi setiap orang tua. Kondisi ini tentunya tidak bisa lepas dari bahaya yang akan timbul jika menggunakan ataupun tanpa menggunakan bantal. Lantas, apa bahaya bayi tidur dengan bantal? Yuk kita simak faktanya berikut ini!

Tidur dengan bantal memang memberikan kenyamanan tersendiri bagi kita. Tanpa bantal, sebagian besar orang tidak bisa merasakan tidur dengan enak dan juga nyaman. Hal ini mungkin saja berlaku untuk orang dewasa, namun tidak untuk bayi dimana bayi yang tidur dengan bantal ternyata memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatannya. Namun, kondisi ini tidak banyak disadari oleh sebagian besar orang tua. Bahkan banyak yang menganggap bahwa bayi tidur dengan bantal akan membuat bayi merasa lebih nyaman dan juga terjaga.

Terlepas dari hal tersebut tentunya bantal yang digunakan oleh bayi tidak akan membuat bayi merasa nyaman, justru akan berbahaya bagi bayi. Hal ini tentunya kita tahu bahwa yang tidur dengan menggunakan bantal terlebih bantal yang tidak nyaman akan membuat kepala bayi terasa sakit dan juga tegang. Meskipun bayi tidak menangis, namun tetap saja membuat bayi tidur tidak nyaman. Persiapan orang tua dalam menyambut kelahiran bayi memang wajar dilakukan seperti bot tempat tidur yang sudah dilengkapi dengan bantal dan juga guling. Maka, hal ini memang sangat sayang untuk dilewatkan. Baca juga: 20 Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk Berikut Faktanya

Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal

bahaya bayi tidur dengan bantal

Terlepas dari boleh ataupun tidak mengenai bayi yang tidur dengan bantal, tentu sangat penting untuk kita ketahui.  Disamping persiapan orang tua dalam menyiapkan bantal dan juga gulung, tentu banyak orang tua yang memilih bentuk bantal U dan juga O pada bagian tengahnya. Sebagian besar orang tua berpendapat bahwa dengan pemilihan model bantal ini akan sangat membantu bayi merasa lebih nyaman dan membentuk kepala bayi agar lebih bundar dengan sempurna.

Mengenai boleh atau tidaknya bayi menggunakan bantal tentunya tidak bisa lepas dari penelitian para ahli yang dilakukan oleh National Institute of Child Health and Human Development (NICHHD) yang menyatakan bahwa tidak direkomendasikan penggunaan bantal pada bayi yang berusia di bawah usia satu tahun. Hal ini akan meningkatkan risiko bayi terkena sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi.

Selain itu, penggunaan bantal pada bayi akan membuat mulut dan juga hidung bayi tertutup ketika kepala bayi bergerak ke kanan ataupun ke kiri. Selain itu, bantal juga akan membuat bayi susah bernapas. Kasus ini telah dibuktikan bahwa setidaknya ada sekitar 38 kematian pada bayi pertahunnya dikarenakan bantal yang digunakan sebagai alas tidur membuat bayi susah untuk bernapas. Sebagian besar kematian bayi terjadi pada usia tiga bulan kurang.

Lihat juga: 20+ Cara Memperbanyak ASI Secara Alami Yang Terbukti Paling Ampuh

Sebenarnya akan lebih baik jika bayi tidur tanpa bantal, hal ini untuk membuat bayi lebih bebas menggerakkan kepalanya. Selain itu, dengan menggunakan bantal, kepala bayi akan lebih tinggi dari tubuhnya sehingga akan membuat tubuh bayi menjadi sedikit bengkok. Untuk itu, jika tidak menggunakan bantal, maka tubuh bayi akan lurus dari kaki, punggung, leher dan juga kepala bayi. Hal ini untuk membuat tubuh bayi menjadi lebih teratur dan mengurangi risiko bengkok pada tubuh bayi.

Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Setelah kita mengetahui bahwa bayi tidur dengan menggunakan bantal akan meningkatkan beberapa risiko seperti misalnya bentuk tubuh bayi.  Adanya larangan penggunaan bantal pada bayi juga tidak bisa lepas dari bayi yang masih sensitif terhadap debu yang kemungkinan akan menempel pada bantal bayi. Selain itu, ada beberapa faktor risiko dimana tidur dengan bantal akan menyebabkan beberapa bahaya lainnya seperti yang akan kami jelaskan berikut ini!

Risiko SIDS

Bahaya pertama yang bisa terjadi dimana bayi menggunakan bantal yaitu terjadinya risiko SIDS dimana dapat terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini tentunya bisa terjadi pertama kali pada bayi yang mengalami lemah akibat kurangnya asupan oksigen pada tubuhnya. Hal ini juga dipicu oleh bantal yang digunakan dari bahan busa ataupun manik-manik khusus untuk bantal bayi. Lalu, ketika bagian tersebut terlepas, maka secara tidak sengaja akan menyebabkan bayi mengalami sesak napas terlebih pada bayi yang sedang batuk sehingga dapat terkena batuk pada bayi.

Risiko bayi meninggal lemas

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang memakai bantal ketika tidur akan meningkatkan risiko meninggal dalam keadaan lemas. Mungkin jika pada awalnya Anda berpikir bahwa bantal dapat memberikan kenyamanan bagi bayi, namun anggapan tersebut justru salah besar. Hal ini dikarenakan kepala bayi masih sangat lembut sehingga kepala bayi dapat tenggelam dengan lembut. Kondisi inilah yang dapay menyebabkan bayi kekurangan oksigen ketika sedang tidur. Sedangkan lubang hidung bayi yang masih sangat halus akan terhambat dengan aliran udara yang sangat sedikit karena kepala bayi tenggelam pada bantal yang lembut dan empuk. Selain itu, kondisi ini akan membuat bayi menunjukkan beberapa gejala asma atau kesulitan dalam bernapas.

Terjadinya cedera pada leher

Seperti yang kita tahu bahwa kepala bayi memang masih sangat lembut sehingga akan terbentuk denga sendirinya sesuai dengan apa yang menjadi pembentuknya. Seperti misalnya bantal yang membentuk kepala dan juga leher bayi sehingga akan terbentuk sesuai dengan bentukannya. Dalam hal ini bantal bayi dapat menyebabkan leher bayi mengalami yang namanya cedera dikarenakan tulang leher bayi masih sangat rentan. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan organ tubuh bayi setelah lahir memang harus benar-benar diwaspadai. Kita tentu tahu bahwa permukaan leher dan juga kepala bayi memang masih sangat lembut. Ditambah dengan bantal yang tidak merata sehingga menyebabkan leher bayi merasa tidak nyaman. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan menyebabkan leher menjadi tidak nyaman. Ditambah jika bayi tidur dalam waktu yang cukup lama sehingga akan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Bahaya sindrom kepala datar

Bayi yang baru lahir dan sering menggunakan bantal ketika tidur, maka bisa menyebabkan kepala bayi menjadi datar. Kondisi tersebut tentunya bisa pulih, namun tekanan yang berlebihan dapat menyebabkan bentuk kepala bayi menjadi sangat aneh. Jadi, akan lebih baik jika kita tidak menggunakan bantal pada bayi baru lahir.

Tubuh bayi akan lebih panas

Jika pada umumnya suhu tubuh bayi normal, namun dengan penggunaan bantal saat tidur, maka akan menyebabkan tubuh bayi menjadi lebih panas. Tidak heran jika bayi yang menggunakan bantal akan menyebabkan tubuh bayi menjadi demam. Kondisi ini dapat terjadi dimana kebanyakan permukaan bantal memiliki penutup sehingga membuat kepala bayi lebih panas. Hal ini termasuk juga bahan yang digunakan untuk bantal memang terdiri dari busa sehingga akan membuat bayi merasa kurang nyaman. Jika bayi Anda demam, maka hindarilah untuk tidak menggunakan bantal saat sedang tidur.

Kapan Sebaiknya Bayi Diberi Bantal

Bantal memang sangat berguna untuk orang dewasa ketika menopang kepala sehingga akan membuat tidur menjadi lebih nyaman. Namun, seperti yang kita tahu bahwa bantal memang menjadi sesuatu yang sangat berbahaya bagi bayi. Ketika masih kecil, maka bayi belum bisa melakukan apa-apa sehingga tidak bisa menolong dirinya sendirinya. Lantas, banyak pertanyaan yang muncul kapan sebenarnya bayi boleh diberi bantal saat tidur?

Anda tentunya dapat memberikan bantal kepada bayi saat usia bayi sudah menginjak usia 2 tahun. Pada usia ini tentunya bayi sudah mampu dalam membuat gerakan-gerakan sehingga dapat menyebabkan bantal menutupi muka sehingga bayi usia ini sudah dapat menyingkirkannya. Meskipun dengan berbagai macam antal mulai dari warna, bentuk dan juga gambar yang sesuai untuk bayi. Akan tetapi, alangkah baiknya jika Anda memilih bantal yang kecil dan juga datar agar dapat menopang leher bayi dengan baik dan juga tepat.

Hal Yang Harus Diperhatikan Agar Bayi Tidur Dengan Nyaman

Pada umumnya orang tua akan selalu memperhatikan bagaimana buah hatinya tidur senyaman mungkin. Tidak heran jika para orang tua menyiapkan berbagai peralatan ketika menyambut kelahiran anaknya termasuk tempat tidur seperti bantal, guling dan juga selimut. Akan tetapi, bantal yang biasa digunakan untuk bayi ternyata memiliki efek yang sangat berbahaya bagi bayi seperti misalnya menutup mulut dan juga hidung bayi sehingga sistem pernapasan bayi dapat terhambat.

Supaya dapat membuat bayi tidur dengan aman dan nyaman tentunya Anda harus menyingkirkan beberapa benda yang dapat mengganggu pernapasan bayi. Hal ini bertujuan agar wajah bayi tidak tertutupi sehingga bayi bisa tidur dengan lebih nyaman. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni temperatur ruangan. Jangan sampai Anda membiarkan bayi kepanasan dan juga kedinginan. Ketika cuaca sedang dingin, alangkah baiknya jika Anda membedong bayi daripada memberikannya selimut. Hal ini dikhawatirkan jika selimut akan menutupi beberapa bagian wajah bayi sehingga sangat mengganggu pernapasan bayi ketika sedang tidur. Anda tentunya harus benar-benar ketika sedang membedong bayi, berikan kelonggoran agar bayi dapat bebas bergerak dan juga tidak kesulitan ketika bernapas.

Selain itu, Anda juga harus menempatkan bayi ditempat tidur ketika bayi sedang tidur. Hal ini tentunya bertujuan untuk memberikan rasa nyaman pada bayi agar dapat menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Untuk melindungi bayi dari nyamuk, tentunya Anda dapat memasang kelambu yang dipasang langsung pada tempat tidur.

Tips Menggunakan Bantal

Jika buah hati Anda sudah bisa menggunakan bantal, tentunya ada beberapa tips yang harus diperhatikan ketika menggunakan bantal, diantaranya:

– Jauhkan semua bantal dari keranjang bayi terutama ketika malam hari atau ketika bayi sedang tidak diawasi.

– Bantal tentunya boleh digunakan untuk tidur siang, namun tetap saja Anda harus mengawasinya. Jika Anda tidak dapat mengawasinya, akan lebih baik jika Anda menjauhkan bantal dari jangkauan bayi.

– Pilihlah bahan bantal yang lembut dengan sarung khusus agar membuat bayi merasa nyaman.

– Periksa bantal secara rutin

– Bersihkan bantal secara rutin agar dapat terhindar dari sarang kuman, keringan, debu dan juga kotoran.

– Jangan memberikan makan bayi di atas bantal

– Jika bayi memiliki ruam kulit, periksakan si kecil pada dokter

– Dianjurkan untuk tidak menggunakan bantal yang terbuat dari poliester karena akan mudah menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

– Jangan menggunakan bantal hias dengan manik-manik ataupun rumbai-rumbai.

Demikianlan tips menggunakan bantal serta bahaya bayi tidur dengan bantal yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk – ASI yang baik tentunya memiliki beberapa tanda dan juga ciri-ciri yang tentunya sangat mudah untuk dikenali. ASI yang tidak baik tentunya bisa memberikan dampak yang buruk bagi bayi. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri kualitas ASI yang buruk seperti yang akan kami jelaskan pada poin di bawah ini!

ASI memang menjadi asupan yang paling penting bagi bayi. Bagaimanapun juga, ASI mengandung gizi dan juga nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi dalam mendukung pertumbuhan dan juga perkembangan bayi. Bayi yang sehat dengan imun tubuh yang kuat tentunya tidak dapat lepas dari asupan gizi dan juga nutrisi yang baik dari  ibunya. Namun, tetap saja Anda harus memperhatikan akan kualitas ASI yang masih baik dan juga tepat untuk bayi.

Banyak sekali anggapan bahwa memberikan ASI dengan kualitas yang buruk akan memberikan efek negatif bagi bayi. Sebagian besar efek yang ditimbulkan dari kualitas ASI yang buruk yakni dapat menyebabkan bayi mengalami kegemukan serta bisa membuat bayi mengalami diare dan juga sakit perut. Selain dari kegemukan, kualitas ASI yang buruk juga dapat menyebabkan bayi tidak mengalami penambahan berat badan.

Terlepas dari hal tersebut tentunya banyak sekali ibu yang lebih memilih untuk memberikan susu alternatif yakni susu formula. Hal tersebut tentunya masih menjadi anggapan yang mungkin kebenarannya belum diketahui. Akan tetapi, sebagai orang tua Anda menginginkan asupan gizi dan juga nutrisi yang baik bagi bayi. Inilah alasan yang paling kuat dimana Anda harus mengetahui kualitas ASI yang buruk  dengan mengenali beberapa ciri yang bisa Anda jadikan indikasi kualitas ASI. Baca juga: 15 Penyakit Yang Rentan Menyerang Bayi Baru Lahir

Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk

ciri-ciri kualitas asi yang buruk

Setelah wanita melahirkan tentunya tubuh telah dirancang untuk memproduksi ASI sebagai asupan makanan yang terbaik untuk bayinya. Keadaan tubuh seorang wanita yang sudah melahirkan tentunya sangat menentukan kualitas ASI. Hal ini tentunya berhubungan dengan kondisi tubuh yang sangat memprioritaskan akan produksi ASI. Meskipun Anda mengalami kurangnya asupan gizi dan juga nutrisi, namun tetap saja tubuh wanita yang sudah melahirkan akan tetap memproduksi ASI.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas ASI yang baik memang ikut menentukan pertumbuhan bayi. Banyak sekali bayi yang mengalami penurunan berat badan dikarenakan kualitas ASI buruk yang diberikan kepada bayi. Kondisi tersebut cepat atau lambat tentunya akan menyebabkan kualitas ASI menjadi sangat buruk dan awal dari indikasi gizi buruk.

Tubuh wanita tentunya akan dirancang untuk mengalihkan semua kandungan yang ada di dalam tubuh kepada janin dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Untuk itu, jenis makanan yang Anda makan tentunya ikut menentukan akan kualitas serta dampak untuk bayi. Berikut ini kami sajikan beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk untuk Anda kenali! Lihat juga: Ketahuilah Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

Warna

Ciri pertama yang bisa Anda ketahui yakni dari warna ASI. Namun, warna ASI tidak berhubungan dengan apa yang dikonsumsi oleh ibu. Seperti misalnya jika ibu mengonsumsi minuman yang bersoda, buahan-buahan dan juga desert yang memiliki warna yang cukup kuat. Hal ini dikarenakan banyak anggapan dimana ketika ibu mengonsumsi makanan yang berwarna, maka akan berwarna juga pada ASI. Namun, jenis makanan tersebut tidak mempengaruhi warna pada ASI. Meskipun seorang ibu mengonsumsi makanan berwarna seperti hijau, rumput laut dan juga sayuran berwarna hijau tentunya tidak akan memberikan warna tersebut pada bayi.

Banyak kasus dimana ibu memiliki ASI yang berwarna hijau. Hal ini dikarenakan di dalam saluran pencernaan jenis makanan apapun akan diproses oleh usus halus. Sebagian besar masuk ke dalam pembuluh darah dan sebagaian lagi akan disalurkan pada ASI. Di dalam proses inilah dimana ASI berubah warna.

Dalam kasus ASI berwarna pink, kondisi ini tentunya dapat disebabkan oleh adanya darah di dalam ASI. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ibu yang mengalami puting yang berdarah ataupun puting yang lecet. Jika puting ibu lecet dan mengalami pendarahan, maka dapat dipastikan ibu mengalami ASI berwarna pink. Kondisi ini tentunya bukan hal yang sepele dimana Anda harus memeriksakan diri ke dokter atau klinik yang menyediakan perawatan pijat laktasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi. Darah yang ada di dalam ASI memang tidak berbahaya, namun jika ASI tidak juga membaik, maka segeralah konsultasikan ke dokter.

Aroma

Selain dari warna, tentunya yang menjadi indikasi dimana kualitas ASI buruk yakni dari aroma yang timbul. Jika Anda mendapati ASI berbau asam atau bau amis, maka dapat dipastikan ASI tersebut sangatlah buruk dan tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada bayi. ASI yang berbau amis tentunya berhubungan dengan bagaimana cara penyimpanan pada ASI tersebut, apakah sudah benar ataukah belum. Hal ini dikarenakan penyimpanan ASI yang kurang baik akan membuat ASI menjadi sangat cepat basi.

Tekstur ASI

Bila ASI disimpan di dalam freezer selama beberapa waktu, tentunya jika disentuh seperti tekstur pada sabun yakni lunak, asam dan juga bau tengik. Maka jangan diberikan kepada bayi karena tekstur ini menyebabkan kandungan enzim lipase di dalam ASI akan meningkat dalam jumlah yang cukup banyak dan sangat berlebihan. Lemak di dalam ASI tentunya akan dipecah oleh enzim setelah ASI diperah. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus sudah mengubah cara dalam menyimpan ASI tersebut. Meskipun pada umumnya tidak terlalu membahayakan bagi bayi, namun kita sebagai orang lebih menginginkan untuk memiliki kualitas ASI yang baik dan tidak berbahaya bagi bayi.

Rasa ASI

Selain dari tekstur yang ikut mempengaruhi dalam menentukan kualitas ASI, maka rasa yang ada pada ASI juga menjadi faktor untuk menentukan kualitas ASI. Jika rasa ASI sudah asam bahkan pahit, maka ini juga menjadi ciri-ciri kualitas ASI yang buruk. Jika Anda merasa bingung untuk mencari cara agar tidak mendapatkan ASI dengan kualitas yang buruk, maka hal yang harus Anda lakukan yakni setelah memerah ASI, Anda harus mendidihkan terlebih dahulu ASI tersebut sebelum di simpan di dalam freezer. Hal ini bertujuan agar lipase dapat berhenti bekerja sehingga proses pada lemak dapat terhenti.

Perubahan struktur lemak

ASI yang beku tentunya akan Anda cairkan dengan cara didihkan atau direndam di dalam air panas. Tidak dapat dipungkiri ketika ASI dicairkan akan menghasilkan aroma dan juga tekstur seperti sabun. Kondisi inilah dimana adanya perubahan struktur pada lemak. Hal ini terjadi dikarenakan perubahan suhu yang mendadak yakni dingin menjadi panas atau hangat. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan bagi Anda untuk memanaskan ASI secara langsung atau membekukan kembali dalam keadaan masih panas.

Penting sangat kita untuk mengetahui kualitas ASI. Kita tentunya sering menemukan dimana ASI memiliki dua lapisan yakni lapisan atas dan juga lapisan bawah. Lapisan atas akan lebih kental dibandingkan dengan lapisan bawah. Jika Anda mendapati kondisi ASI seperti ini tentunya bukan berarti ASI tersebut bayi karena lapisan yang kental ini mengandung banyak lemak. Untuk itu, Anda bisa mengocok ASI secara perlahan hingga larutan homogen bisa kembali.

Fakta Tentang ASI

Selain dari ASI yang berkualitas, tentunya kita juga disarankan untuk mengetahui fakta-fakta dari ASI. Untuk memberikan asupan ASI kepada si kecil, kita juga perlu memgetahui jumlah ASI yang baik diberikan kepada bayi.  Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI termasuk ke dalam salah satu hal ajaib dan juga unik. Berikut ini fakta-fakta seputar ASI yang sangat menakjubkan diantaranya:

Mengandung dua jenis protein

Fakta selanjutnya tentang ASI dimana ASI mengandung dua jenis protein yang disebut dengan kasein dan juga whey. Protein ini tentunya menjadi salah satu asupan gizi dan juga nutrisi untuk bayi dalam mendukung tumbuh kembang. Kadar protein whey yang lebih banyak tentunya akan memiliki kemampuan dalam melawan infeksi. Jika Anda menggunakan susu formula, maka pastikan Anda untuk memilih kandungan protein yang sama dengan dua jenis protein yang ada di dalam ASI. Jika tidak, maka dimungkinkan bayi akan mengalami risiko dan juga mendapatkan kesulitan untuk mencerna susu.

ASI tidak bisa diduplikasi

Fakta selanjutnya bahwa ASI akan selalu berubah warna dan tidak bisa diduplikasi. Hal ini tentunya tidak ada ibu yang memiliki ASI yang sama. Seperti contohnya ASI yang diambil dari satu wanita tidak akan sama dengan wanita lainnya meskipun diambil dalam waktu dan hari yang sama. Untuk itu, tidak ada cara apapun untuk menduplikasi ASI.

ASI mengandung vitamin yang Anda minum

Banyak yang beranggapan bahwa susu formula lebih baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin. Namun, anggapan ini salah besar dimana ASI lebih banyak mengandung vitamin yang siap untuk si kecil. Vitamin ini tentunya didapatkan dari vitamin yang Anda minum sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI memang lebih baik dari susu formula. Inilah yang menjadi alasan mengapa seorang ibu menyusui harus banyak memakan makanan sehat dan juga vitamin seperti vitamin A, D, E, C, K, niacin, riboflavin dan juga panthothenicacid. Jika Anda sering meminum vitamin yang memang bermanfaat bagi bayi, tentunya akan mudah tersalurkan dalam bentuk ASI.

Hati-hati alkohol ada di ASI

Apapun yang Anda minum tentunya akan langsung tersalurkan pada si kecil melalui ASI. Seperti halnya jika Anda keranjingan dalam mengonsumsi alkohol. Kandungan alkohol yang Anda minum tentunya akan ada di dalam ASI seperti misalnya aliran darah. Alkohol yang Anda minum tentunya akan langsung ada di dalam ASI sehingga tidak heran jika bayi juga menyusu alkohol.

ASI menurunkan obesitas pada bayi

Fakta selanjutnya yakni ASI dipercaya dapat menurunkan risiko obesitas pada bayi. Seperti sebuah penelitian yang dilakukan pada anak usia prasekolah dimana telah membuktikan bahwa bayi yang menyusui dengan menggunakan botol atau dot akan memicu kebiasaan makan lebih tinggi. Pada anak yang menyusu pada dot atau botol akan membuat mereka tidak mengetahui kapan merasa kenyang sehingga ia akan cenderung terus makan.

ASI memiliki warna yang berbeda

Fakta ini sunggung mencengangkan dimana susu memiliki warna yang berbeda. Jika pada umumnya kita melihat ASI memiliki warna yang putih bersih, namun tidak menutup kemungkinan ASI akan mengalami perubahan warna yakni menjadi warna pelangi. Warna ini memang muncul pada ASI sebagai warna yang alami. selain dari warna alami, mengonsumsi obat-obatan juga akan berdampak pada perubahan warna ASI.

Konsistensi ASI tidak pernah sama

Dalam hal konsistensi, ASI tentunya memiliki tingkat konsistensi yang kurang dimana ASI tidak pernah sama baik dalam warna, tekstur dan juga kekentalannya. ASI yang mungkin Anda lihat tentunya memiliki banyak air dimana memang difungsikan untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Jika ASI sudah keluar, maka kandungan lemak di dalamnya akan terus meningkat sepanjang sesi menyusui.

Jika Anda memerah setelah menyusui, maka volume ASI akan menjadi lebih rendah dengan tekstur seperti krim. Semakin lamanya waktu untuk memerah ASI, maka tingkat lemak pada ASI semakin rendah. Jika Anda sedang berusaha untuk meningkatkan produksi ASI, maka cara yang paling cocok untuk solusi tersebut yaitu memerahnya dengan menggunakan pompa. Hal ini dikarenakan ASI memang dirancang sebagai salah satu makanan bagi bayi. Maka, tekstur ASI tidak akan terlalu encer, berlemak dan juga tidak akan terlihat seperti susu formula.

Payudara akan selalu memproduksi ASI

Tidak heran jika ibu yang sedang menyusui akan selalu memiliki stok. Inilah yang menyebabkan payudara selalu memproduksi ASI. Faktanya bahwa payudara akan selalu memproduksi ASI sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan bayi dalam artian tidak lebih dan juga tidak kurang. Ketika susu diberikan kepada bayi, meskipun sudah kosong. Maka, payudara akan kembali memproduksi ASI dan payudara akan kembali penuh.

Produksi ASI membutuhkan air

Tidak heran jika wanita yang menyusui akan sering merasa kehausan. Hal ini dikarenakan produksi ASI membutuhkan unsur air. Untuk itu, dianjurkan untuk ibu menyusui agar selalu minum air sebanyak mungkin.

ASI dapat meningkatkan IQ

IQ anak yang tinggi tentunya tidak bisa lepas dari ASI yang ia dapatkan ketika bayi. Hal ini dikarenakan ASI akan meningkatkan IQ pada bayi bahkan hingga mencapai 8 poin lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang tidak menyusu. Kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI akan membantu perkembangan otak dan juga kemampuan mental si kecil serta memiliki sifat membangun pada perkembangan bayi.

Komposisi ASI berbeda setiap harinya

ASI tentunya dibagi ke dalam beberapa bagian diantaranya susu mature, susu transisi dan juga susu kolostrum. Ketiga jenis ASI tersebut tentunya memiliki perbedaan dalam komposisi dan juga kandungannya. Susu kolostrum ini dapat dikatakan sebagai sebuah obat dimana hanya memiliki jumlah yang cukup sedikit. Para ibu akan merasa kebingungan  karena menganggap ASI tidak keluar, padahal bayi menyusu ASI dalam jumlah yang sangat sedikit.

Susu kolostrum ini tentunya memiliki jumlah yang tidak banyak dimana rata-rata ASI cuma 30 cc dalam 24 jam. Ketika bayi meminum susu kolostrum tentunya jangan dianggap remeh karena  di dalam satu tetes susu kolostrum mengandung sekitar 1 juta antibodi. Namun, tidak banyak orang tua yang mengetahui akan kandungan yang terdapat di dalam kolostrum sehingga menganggapnya sepele dan bahkan diganti dengan susu formula.

Untuk susu transisi yakni sebagai salah satu jenis susu yang berfungsi sebagai penghantar sebelum susu mature. Jadi, jenis susu ini berfungsi untuk menyiapkan sistem pencernaan bayi dalam mengolah susu mature. Hal ini memang sangat diperlukan untuk mengolah susu mature yakni jenis susu yang padat untuk memenuhi kebutuhan harian bayi dan mendukung tumbuh kembang dengan baik. Waktu yang dibutuhkan untuk kandungan ASI tentunya tidak sama. Intinya sekitar 5-10 menit pertama susu yang dkeluar dinamakan dengan fore milk yang bersifat lebih cair. Sedangkan di atas 10 menit akan terdapat susu hind milk yakni susu yang mengandung komposisi yang cukup kental karena kaya akan protein, karbohidrat dan juga lemak.

ASI memberikan rasa aman pada bayi

Selain dari komposisi ASI yang berbeda-beda, fakta selanjutnya yakni dimana ASI bisa memberikan rasa yang aman bagi bayi. Hal ini tentunya dapat Anda rasakan dimana bayi akan merasakan ketenangan ketika menyusui ASI. Hal ini tentunya mengingatkan ketika ia berada di dalam kandungan. Selain itu, ASi juga menjadi sebuah medium untuk mendekatkan batin ibu dengan bayi ketika menyusui. Tidak heran jika bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sering berada di pelukan ibu karena itulah ia akan merasa disayangi, dicintai dan juga aman.

ASI memberikan imun bagi bayi

Fakta selanjutnya mungkin sudah banyak diketahui oleh sebagian besar orang. ASI memang tidak bisa lepas dari ketahanan tubuh bayi ketika mendapatkan ASI. Dalam hal ini bayi telah dibekali dengan daya tahan tubuh ketika masih berada di dalam kandungan. Jika ketika lahir bayi dilanjutkan dengan pemberian ASI, maka hal ini akan merangsang pusat daya tahan tubuh bayi demi mendapatkan sistem imunitas tubuh bayi agar lebih meningkat. Maka, Anda sebagai seorang ibu alangkah baiknya untuk memberikan si kecil ASI eksklusif agar imunitas tubuh bayi menjadi lebih aktif.

Komposisi ASI berbeda pada bayi normal dan prematur

Komposisi ASI pada ibu yang satu dengan yang lainnya tentunya berbeda-beda. Kondisi ini juga dapat terjadi pada ibu yang melahirkan dengan normal atau prematur. Ibu yang melahirkan anak prematur tentu produksi ASI masih diperuntukkan untuk bayi yang prematur. Sedangkan ibu yang melahirkan anak normal tentu memiliki komposisi ASI yang lebih banyak. Hal ini juga bisa berlaku dimana seorang ibu A menyusui anak dari ibu B. Sedangkan si ibu A tidak memiliki imunitas tubuh yang kuat. Maka jika anak si ibu A disusui oleh ibu B, maka secara langsung anak ibu A tidak akan terlindungi jika terkena virus dan juga bakteri.

Alasan Mengapa Bayi Mengalami Gangguan Pertumbuhan

Kita tentunya sering melihat sebagian besar bayi yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu. Pada umumnya, bayi yang mengalami pertumbuhan dapat disebabkan oleh asupan gizi dan juga nutrisi pada bayi tersebut. Pada ibu yang memberikan ASi eksklusif, pada dasarnya tidak akan mengalami gangguan pada pertumbuhan seperti misalnya penurunan berat badan yang tidak kunjung naik dan justru menurun seiring berjalannya waktu.

Jika buah hati Anda mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, maka penting bagi Anda untuk mengetahui apa penyebab dari pertumbuhan yang terganggu. Hal ini tidak lepas juga dari beberapa faktor dimana berat badan bayi tidak kunjung juga naik. Berikut ini beberapa penyebab dimana bayi mengalami pertumbuhan berat badan yang terganggu, diantaranya:

Adanya infeksi

Infeksi yang terjadi pada Anda tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap sistem imunitas tubuh bayi. Jika pada dasarnya bayi harus memiliki sistem imun tubuh yang kuat, namun hal ini berbeda ketika Anda mengalami infeksi. Seorang ibu yang mengalami infeksi tentunya kemungkinan besar akan menurunkan virus dan juga bakteri sehingga imunitas tubuh bayi menjadi terganggu juga.

Frekuensi menyusu yang kurang

Ketika memberikan ASI kepada bayi tentunya janganlah sekali-kali menjadwalkan pemberian ASI. Hal ini dikarenakan bayi harus mendapatkan ASI eksklusif dimana tidak ada waktu tertentu untuk memberikan ASI. Kurangnya frekuensi dalam memberikan ASI pada bayi tentunya memiliki pengaruh buruk pada tumbuh kembang bayi. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan bayi mengalami kekurangan sehingga berdampak pada status gizi si kecil.

Jumlah ASI berkurang

Kuantitas ASI tentunya menjadi salah satu penyebab dimana bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan juga berat badan yang tidak bertambah. Hal ini dikarenakan semakin jarangnya bayi menyusui maka produksi ASI juga akan semakin berkurang. Tidak heran jika produksi ASI pada ibu juga ikut berkurang dikarenakan tidak ada rangsangan apapun. Hal ini hisapan dari mulut bayi juga dapat merangsang tubuh ibu untuk tetap menghasilkan jumlah ASI yang cukup banyak.

Terjadinya masalah pada saluran pencernaan

Pada bayi yang memiliki sistem pencernaan yang terganggu, maka perut bayi tidak bisa menyerap semua kandungan gizi dan juga nutrisi yang terkandung di dalam ASI. Kondisi inilah yang menyebabkan berat badan tidak mengalami penambahan.

Beberapa masalah mengapa bayi mengalami penurunan berat badan dan juga cenderung menurun memang tidak bisa lepas dari kualitas ASI yang ia dapatkan. Hal ini tentu sangat penting untuk tetap menjaga kualitas ASI tetap baik dan terjaga. Demikianlah beberapa ciri-ciri kualitas ASI yang buruk serta fakta-fakta tentang ASI yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Bayi baru lahir memang belum memiliki sistem imunitas tubuh yang kuat. Tidak heran jika bayi baru lahir akan sangat rentan terkena penyakit yang bahkan mengancam jiwa. Tidak heran jika banyak para orang tua yang dibuat khawatir dan juga gelisah ketika memiliki bayi baru lahir. Pasalnya, terdapat banyak sekali bayi yang harus merasakan sakit akibat terserang suatu penyakit.

Terlepas dari kekhawatiran pada ibu, tentunya hal tersebut memang terbilang wajar karena bayi baru lahir memang memiliki kekebalan tubuh yang belum sempurna. Saat ini banyak sekali jenis penyakit yang rentan menyerang bayi baru lahir sehingga menjadi sebuah teror yang benar-benar harus Anda waspadai. Mulai dari penyakit luar yang menyerang kulit si kecil hingga penyakit yang menyerang bagian dalam tubuh si kecil.

Tentunya kita semua tahu bahwa kuit bayi memang masih sangat sensitif sehingga memiliki kemungkinan besar baginya untuk terserang berbagai jenis penyakit kulit. Namun, keadaan seperti ini janganlah membuat Anda menjadi khawatir. Alangkah baiknya jika Anda mencari cara untuk mencegah dan juga mengatasi adanya kemungkinan besar penyakit tersebut menyerang manusia. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa jenis penyakit yang rentan menyerang bayi seperti yang akan kami sajikan pada poin di bawah ini!

Baca juga: 20+ Cara Memperbanyak ASI Secara Alami Yang Terbukti Paling Ampuh

Penyakit Yang Rentan Menyerang Bayi

penyakit yang rentan menyerang bayi

Penyakit yang menyerang bayi memang tidak bisa dideteksi dengan sangat mudah. Kondisi ini tentunya dapat terbilang bahwa penyakit bayi memang menjadi salah satu penyakit yang sangat sulit untuk diketahui. Pasalnya, bayi tidaklah seperti orang dewasa yang bisa merasakan adanya ketidaknyamanan yang terjadi pada tubuh. Namun, hal ini berbeda dengan bayi dimana bayi tidak akan mengatakan apa yang ia rasakan kepada orang tuanya. Dengan menangis dan juga rewel yang dapat menjadi tanda bahwa ia memiliki masalah pada kesehatannya.

Maka dari itu, kita sebagai orang tua memang harus lebih peka terhadap apa yang dirasakan oleh si kecil. Bayi yang sering rewel dan juga menangis dapat menjadi tanda bahwa ia mengalami sesuatu yang bermasalah pada tubuhnya. Berikut ini kami sajikan beberapa jenis penyakit yang rentan menyerang bayi yang harus Anda waspadai!

Lihat juga: Cara Mengobati Air Ketuban Yang Terminum Oleh Bayi Berikut Bahayanya

Penyakit kuning

Jenis penyakit pertama yang sangat umum terjadi dan banyak menyerang bayi ialah penyakit kuning. Penyakit kuning ini akan menyerang bayi yang ditandai dengan warna kulit bayi yang menguning disertai dengan mata. Penyakit ini terjadi karena ada gangguan pada fungsi hati bayi. Kondisi ini disebabkan oleh zat bilubirin atau pigmen kuning yang ada di dalam sel darah merah bayi meningkat sehingga membuat seluruh kulit bayi menguning.

Pada umumnya, penyakit kuning ini akan hilang dalam kurun waktu selama 2 minggu. Namun, ada juga kasus penyakit kuning yang terjadi pada bayi bahkan berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Penyakit kuning yang terjadi pada bayi biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan ASI pada tubuh bayi. Jika kondisi ini sudah terjadi, maka tidak heran jika bayi enggan meminum ASI. Pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi ialah dengan memberikan asupan ASI sebanyak-banyaknya dan juga sesering mungkin. Anda juga bisa menjemur bayi setiap pagi sekitar jam 8 selama kurang lebih 15 menit agar fungsi hati dapat bekerja dengan baik.

Eksim susu

Mungkin banyak bayi yang mengalami kondisi seperti ini dimana sering dikaitkan dengan percikan ASI yang menimpa pada pipi bayi. Hal ini menyebabkan  bayi mengalami penyakit eksim yang pada umumnya terdapat pada pipi bayi. Namun, anggapan tersebut hanyalah mitos dimana penyakit eksim susu dapat disebabkan oleh tiga faktor. Kondisi kulit bayi yang kering, cuaca yang cukup panas kotor dan berdebu serta adanya faktor keturunan dari orang tuanya  yang kemungkinan besar akan menimpa bayinya.

Ketiga faktor tersebut tentunya menjadi penyebab dimana bayi mengalami yang namanya eksis susu. Jenis penyakit ini tentunya bisa menimpa setiap bayi yang membuat kulit bayi menjadi sangat kasar dan juga kemerahan pada pipi. Tidak heran jika kondisi ini membuat bayi merasa gatal dan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Ruam popok

Penyakit selanjutnya yang menyerang bayi ialah terjadinya ruam popok pada bayi. Ruam popok ini ialah suatu kondisi dimana adanya bercak merah dan bentol yang terjadi pada sekitar bokong bayi. Kondisi ini pada umumnya disebabkan oleh terlalu lamanya popok dipakai bayi. Kulit bayi yang sensitif tentu menyebabkan kulit bayi mengalami gesekan sehingga terjadinya iritasi pada bokong bayi.

Terdapat beberap hal dimana kondisi ini terjadi pada bayi diantaranya bayi alergi pada bahan popok, kulit bayi sering terkena air seni dan tinja dalam waktu yang cukup lama dan popok kain memakai jenis pencuci atau pemutih dengan  kandungan zat yang tinggi serta tidak dibilas dengan sempurna sehingg masih meninggalkan deterjen ataupun sabun. Hal ini menyebabkan bayi merasa tidak nyaman karena rasa gatal yang hebat. Alangkah baiknya jika Anda rutin dalam mengecek apakah air seni bayi sudah penuh dan apakah bayi buang air besar ataukah tidak.

Penyakit Apnea

Jenis penyakit ini memang menjadi penyakit yang benar-benar harus Anda waspadai. Jenis penyakit ini termasuk pada jenis penyakit yang sangat rentan menyerang bayi terutama bayi baru lahir. Apnea ini diketahui sebagai suatu jenis penyakit yang membuat bayi tiba-tibatidak bernapas dalam hitungan detik. Jenis penyakit ini tentunya akan membuat para orang tua khawatir.

Kondisi bayi yang  terkena penyakit apnea ini akan mengalami kulit pada area mulut berubah menjadi kebiruan karena menderita oksigen. Penyakit apnea ini juga disebabkan oleh beberapa hal yakni terjadinya pertumbuhan syaraf yang belum sempurna dalam mengatur sistem pernapasan bayi dan saluran pernapasan bayi yang terhambat. Tidak heran jika bayi akan mengalami pernapasan yang terhenti selama beberapa detik.

Batuk pilek

Jenis penyakit yang satu ini tentu tidak heran jika menyerang bayi. Hal ini dikarenakan hampir setiap bayi akan sangat rentan terkena penyakit batuk pilek. Penyakit jenis ini tentunya akan disertai dengan demam. Pada umumnya, batuk pilek ini akan menyerang bayi dalam waktu 2-3 hari bahkan lebih. Meskipun hanya sebentar, namun kondisi ini harus Anda waspadai karena akan membuat bayi menjadi rewel dan tidak nyaman.

Jika bayi Anda mengalami batuk pilek bahkan lebih dari seminggu disertai dengan muntah dan tidak ingin menyusu. Inilah saatnya Anda untuk membawanya ke dokter agar dapat ditangani dengan sangat baik oleh dokter. Penyakit batuk pilek yang menyerang bayoi dapat menjadi gejala bahwa gangguan pencernaan pada bayi terganggu.

Perut kembung

Banyak sekali bayi yang mengalami penyakit seperti ini dimana perut bayi mengalami kembung. Seperti yang kita tahu bahwa bayi memiliki perut yang menonjol. Namun, jika perut bayi bengkak dan keras, ini menjadi tanda bahwa bayi Anda mengalami kembung. Kondisi ini tentunya tidak bisa lepas dari adanya gas yang berlebihan pada perut bayi. Kondisi ini biasanya disebut dengan konstipasi. Namun tentunya bengkak yang terjadi pada perut si kecil bisa menjadi indikasi dimana adanya gejala penyakit serius pada tubuh bayi.

Kulit bayi kebiruan

Jenis penyakit yang satu ini tentunya sangat rentan terjadi pada bayi. Kulit kebiruan ini dapat terjadi pada area tangan, kaki, lidah dan juga mulut bayi. Warna kulit kebiruan yang terjadi pada bayi akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika warna kulit pada bayi tidak kunjung normal, maka segeralah konsultasi pada dokter anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sehingga Anda bisa mengetahui  gejala penyakit yang terjadi pada tubuh bayi.

Gangguan pernapasan

Jenis penyakit yang satu ini tentunya sangat rentan dan juga berisiko terjadi pada bayi baru lahir. Gangguan pernapasan pada bayi baru lahir biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur. Pada umumnya, butuh wakti sekitar beberapa jam pada bayi untuk bisa bernapas dengan sempurna. Namun, ada juga bayi yang mengalami kesulitan ketika bernapas.

Kondisi tertentu mungkin dapat diatasi dengan memberinya tetasan saline atau larutan garam. Akan tetapi, ada beberapa kondisi dimana Anda harus membawa si keci ke dokter diantaranya kulit kebiruan yang tidak kunjung pudar, munculnya bunyi dengkuran ketika sedang bernapas, frekuensi napas yang cepat dan hidung yang tampak mengembang dan juga mengempis.

Muntah

Muntah dapat digolongkan menjadi salah satu penyakit yang rentan menyerang bayi. Pada bayi yang normal mungkin akan mengalami yang namanya muntah setelah minum susu serta kondisi perut yang penuh. Namun berbeda ketika terjadi pada bayi baru lahir dan mengalami muntah. Biasanya kondisi muntah pada bayi terjadi karena bayi mengalamialergi susu atau intoleransi glukosa. Jika hal ini terjadi, maka Anda harus merangsang bayi agar bersendawa untuk mengurangi gejala penuh pada perut bayi.

Berat badan bayi di bawah ideal dengan kondisi bayi yang sering muntah tentunya menjadi gejala dimana Anda harus memeriksakan si kecil ke dokter. Anda juga perlu mengamati pada muntah bayi. Jika warna muntah bayi hijau, kemungkinan besar terjadi infeksi pada sistem pencernaan bayi. Selain itu, gangguan pencernaan pada bayi juga bisa membuat bayi mengalami muntah yang cukup berlebihan.

Demam

Jenis penyakit selanjutnya yang rentan menyerang bayi baru lahir ialah demam. Demam yang terjadi pada bayi baru lahir memang menjadi tanda bahwa sistem imunitas tubuh bayi sedang menyerang dan melawan infeksi yang kemungkinan besar akan masuk ke dalam tubuhnya. Demam dalam batas normal memang tidak perlu penanganan yang khusus. Namun jika bayi mengalami demam di atas 38,8 derajat celcius, maka dikhawatirkan dapt memicu terjadinya kejang pada tubuh bayi.

Infeksi telinga

Mungkin kita sering melihat bayi menyentuh telinga dan tampak rewel. Kondisi ini tentunya menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Jenis penyakit ini tentunya bisa menjadi indikasi bayi mengalami infeksi telinga.

Diare

Salah satu penyakit yang biasa menyerang bayi ialah diare. Penyakit ini tentunya menjadi penyakit yang sering dialami oleh bayi. Kondisi ini tentunya membuat bayi akan dehidrasi sehingga Anda perlu memeriksakan diri ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kolik

Jenis penyakit selanjutnya yang sering menyerang bayi ialah kolik. Kolik terjadi pada bayi yang disebabkan oleh terjadinya alergi terhadap susu formula. Pada umumnya, kebanyakan kasus kolik juga bisa sembuh dengan sendirinya hingga mencapai usia 3 bulan.

Penyakit kulit

Jenis penyakit pada bayi baru lahir yang sering terjadi ialah penyakit kulit. Pada kulit bayi baru lahir tentunya sangat sensitif sehingga sangat berisiko terkena beberapa kondisi diantaranya:

– Dermatitis seborhoik

Jika terjadi penyakit kulit pada bayi baru lahir tentunya Anda bisa menggunakan sampo dan cucilah rambut bayi setiap hari.

– Ruam pokok

Penyakit kulit yang terjadi pada bayi yang disebabkan oleh ruam pokok. Anda tentunya dapat mencegah popok secara rutin. Anda tentunya dapat menggunakan krim serta cucilah popok dengan menggunakan deterjen dengan menggunakan pewarna dan juga pewangi.

Cedera saat lahir

Pada bayi baru lahir tentunya sering mengalami cedera yang disebabkan oleh bengkoknya tulang selangka, otot lemah dan juga lain sebagainya. Sedangkan pada kebanyakan kasus, bayi bisa pulih dengan sangat cepat sehingga jangan terlalu mencemaskan keadaan bayi.

Sariawan

Penyakit yang sering terjadi pada bayi baru lahir ialah sariawan. Sariawan tentunya dapat menyerang bayi baru lahir yang tentu dapat disebabkan oleh jamur. Anda tentunya bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan antijamur yang dapat membuat kondisi menjadi lebih baik.

Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Bayi

Tubuh bayi memang akan rentan terkena berbagai jenis penyakit. Untuk itu, diperlukan cara yang tepat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, diantaranya:

Penuhi nutrisi bayi

Cara pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan memberikan nutrisi pada bayi. Hal ini memang sangat penting untuk Anda karena nutrisi tersebut akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Alangkah baiknya jika Anda memberikan buah dan juga sayur yang mengandung jeruk dan juga wortel.

Berikan waktu tidur bayi secukupnya

Sistem kekebalan tubuh bayi dapat meningkat jika memiliki pola tidur yang cukup. Selama bayi tidur tentunya bayi akan membangun sel-sel baru yang ada pada tubuh bayi. Bayi yang memiliki pola tidur sekitar 16-18 jam perharinya dapat memiliki waktu tidur yang cukup sehingga dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh bayi.

Berikan ASI eksklusif

Asupan paling penting yang bisa Anda berikan pada bayi ialah dengan memberinya asupan ASI eksklusif. Hal ini dikarenakan ASI dapat membunuh bakteri yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Selain itu, ASI juga dapat melindungi tubuh bayi dari berbagai infeksi yang dapat menyerang tubuh bayi.

Terapkan pola hidup bersih

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menerapkan pola hidup bersih. Pada bayi baru lahir tentunya Anda dapat menyerang bakteri dan juga virus. Anda tentunya dapat membiasakan cuci tangan sebelum memberikan makanan pada bayi. Cara ini tentunya untuk menghindari kemungkinan adanya infeksi dan juga bakteri.

Tetap menjaga pola hidup bersih dan juga sehat memang menjadi salah satu kewajiban bagi Anda. Bagaimanapun juga, Anda tentunya harus memberikan asupan gizi dan juga nutrisi agar tubuh bayi tetap kuat dan dapat terhindari dari berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang bayi. Itulah beberapa jenis penyakit yang rentan menyerang bayi terutama bayi baru lahir. Selamat mencoba!

Cara Memperbanyak ASI – ASI memang kebutuhan yang paling penting bagi wanita pasca melahirkan. Hal ini dikarenakan ASI ialah asupan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi ketika lahir. Namun, banyak sekali wanita menyusui yang justru tidak memiliki asupan ASI yang cukup. Untuk itu, berikut kami sajikan cara memperbanyak ASI yang bisa Anda lakukan demi mendapatkan gizi terbaik bagi si kecil.

Dalam masa menyusui, tentunya setiap wanita tentunya ingin memiliki ASI yang berlimpah. Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi bayi tentu saja ASI juga menjadi satu medium dimana hubungan ibu dan juga bayi lebih erat. Tidak heran jika setiap ibu memiliki rasa cemas dan juga gelisah jika tidak memiliki ASI yang cukup banyak. Ditambah dengan keadaan bayi yang rewel ketika masih lapar, sedangkan produksi ASI pada ibunya sangat terbatas. Inilah yang menjadi permasalahan yang cukup pelik bagi setiap ibu menyusui.

Terlepas dari hal tersebut, susu formula bukanlah salah satu solusi yang cukup tepat untuk mengganti produksi ASI yang tidak lancar. Namun, dibutuhkan satu cara dan juga alternatif yang bisa membantu Anda dalam memperbanyak ASI. Jika pada saat ini Anda sebagai ibu menyusui tentunya tidak ada salahnya jika Anda mencoba beberapa cara dan juga tips yang akan kami sajikan pada poin di bawah ini! Baca juga: 10 Ciri-Ciri Bayi Kurang ASI Yang Dapat Anda Deteksi Lebih Dini

Cara Memperbanyak ASI

cara memperbanyak asi

Banyak sekali masalah pada wanita yang hamil dan juga melahirkan. Seperti misalnya masalah kurangnya produksi ASI yang dapat terjadi pada awal-awal persalinan. Padahal bayi yang baru lahir membutuhkan satu-satunya asupan gizi dan juga nutrisi berupa ASI. Ini tentunya menjadi masa-masa dimana bayi sangat membutuhkan yang namanya ASI. Hal ini dikarenakan ASI mengandung zat gizi dan juga nutrisi yang sangat khusus dan juga diformulasikan untuk bayi.

Meskipun tidak banyak wanita yang memiliki permasalah pada produksi ASI, namun tentu hal ini bisa saja terjadi pada Anda. Jika produksi ASI berkurang dan justru terhambat, maka dapat dimungkinkan Anda mengalami stres dan juga tingkat kecemasan yang cukup tinggi. Memang sangat diperlukan cara dan juga upaya untuk meningkatkan produksi ASI dan juga memperbanyak ASI. Berikut ini beberapa cara memperbanyak ASI yang dapat Anda lakukan dengan mudah dan juga alami, diantaranya:

Lihat juga: Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Sering menyusui

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk memperbanyak ASI ialah dengan memberikan ASI kepada bayi dengan frekuensi yang sering. Ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu cara yang paling efektif untuk memperbanyak ASI. Hal ini juga berhubungan dengan prinsip stimulus  dan juga respon ketika bayi berusaha untuk meraih puting sekaligus belajar menyusu. Rangsangan yang ada pada mulut bayi ini tentunya dapat meningkatkan produksi ASI pada payudara sehingga sangat memungkinkan produksi ASi semakin bertambah banyak dan lancar. Pada bayi baru lahir tentunya tidak perlu menjadwal pemberian ASI, namun berikanlah ASI sesering dan semau bayi.

Bergantian payudara ketika memberikan ASI

Cara kedua yang bisa Anda lakukan ialah dengan memberikan ASI dengan cara bergantian payudara. Cara ini tentu sangat efektif dalam merangsang ASI. Ketika salah satu payudara penuh, berikanlah pada bayi sampai kosong. Kemudian lanjut pada payudara yang lain. Dengan begitu Anda memberikan kesempatan kepada kedua payudara untuk memproduksi ASi agar lebih banyak karena kapasitas produksi ASI menjadi lebih meningkat.

Lakukan pemijatan dan bersihkan payudara

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan melakukan pemijatan dan juga membersihkan payudara dengan benar. Manfaat yang bisa Anda dapatkan dari pemijatan ini yakni untuk memperbanyak ASI dan melancarkan ASI. Berikut ini teknik pemijatan payudara yang bisa Anda lakukan sendiri, diantaranya:

– Lakukan pemanasan dengan cara menghangatkan payudara terlebih dahulu dengan mengompres dengan handuk hangat selama kurang lebih 2 menit dan lakukan pengulangan selama 4-5 kali.

– Setelah itu, mulailah pijatan yang dilakukan secara perlahan dari atas dan juga bawah.

– Untuk bagian areola, Anda dapat melakukan pijatan ke atas dan  ke bawah dan dari kanak ke kiri selama kurang lebih 5-6 kali pada setiap payudara.

– Untuk langkah terakhir, Anda bisa memijat payudara secara melingkar dan mengikuti bentuk payudara selama 5-6 kali. Kemudian, pijat melingkar dan spiral ke arah areola selama kurang lebih 4 kali.

– Langkah tersebut tentunya Anda lakukan untuk masing-masing payudara.

– Hal yang perlu Anda ingat ketika membersihkan payudara ialah tidak menyabuni payudara terutama pada bagian puting dan areola karena akan menyebabkan kaku dan juga kering pada permukaan kulit payudara.

Hindari penggunaan dot susu

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menghindari penggunaan dot susu. Hal ini dikarenakan dot dapat membuat bayi ketagihan karena sangat mudahnya untuk menghisap dot dibandingkan dengan menghisap puting. Jika ini menjadi kebiasaan pada bayi, maka tidak heran jika pada nantinya bayi akan sangat sulit untuk menyusui secara alami dan menghisap puting payudara. Maka dari itu, jika tidak mengalami masalah-masalah yang cukup berat, usahakan untuk tidak memberikan dot pada bayi untuk melatih bayi agar bisa menghisap puting dengan mudah.

Pompa ASI setelah menyusui

Cara ini tentu dapat dikatakan sebagai cara yang cukup efektif dalam memperbanyak produksi ASI. Dengan cara mengosongkan volume payudara tentunya Anda memberikan kesempatan pada payudara untuk memproduksi kembali ASI. Usahakan untuk memompa ASI setelah menyusui atau setiap 15 menit setiap beberapa jam terutama bagi Anda yang wanita karir.

Gunakan teknik menyusui yang benar

Bagaimanapun juga, teknik menyusui memang menjadi salah satu hal yang harus benar-benar Anda perhatikan. Teknik dan juga posisi menyusui yang benar ialah memastikan bahwa mulut bayi menempel dengan benar pada payudara. Dagu dan juga mulut bayi dapat membuka lebar sehingga sangat besar kemungkinan areola dapat tertutup oleh mulut bayi. Dalam hal ini posisi puting dan juga lengan bayi, alangkah baiknya dalam posisi satu garis lurus sehingga bayi akan lebih leluasa dalam menghisap ASI secara pelan-pelan, namun tetap kuat.

Perbanyak konsumsi air putih

Cara ini tentunya berhubungan dengan kebutuhan Anda akan cairan tubuh. Bagaimanapun juga, air puting sangat berperan penting dalam menjaga tubuh tetap bugar dan segar. Selain itu, air putih juga dapat menghindarkan diri Anda dari dehidrasi. Namun, sebagian besar wanita menyusui seakan mengabaikan akan pentingnya asupan air putih ini untuk tubuh.  Air putih yang kita konsumsi tentunya bisa menjaga kualitas ASI tetap terjaga, kental dan lancar serta melimpah. Anda tentunya harus memenuhi asupan air putih sebanyak mungkin atau sesuai kebutuhan tubuh Anda.

Tidur yang cukup

Istirahat yang cukup bagi wanita menyusui memang terbilang sangat penting. Banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dari memenuhi kebutuhan jam tidur dan juga jam istirahat yang cukup. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu yang menyusui akan senatiasa terbangun ketika malam hari. Nah, Anda tentunya dapat memanfaatkan waktu siang untuk beristirahat yang cukup. Tidur dan juga istirahat yang cukup tentunya dapat mengurangi dan juga menghindarkan diri Anda dari rasa stres dan capek dalam mengurus si kecil.

Hypno-breastfeeding

Istilah ini mungkin belum banyak dipahami oleh sebagian besar ibu menyusui. Namun, istilah ini untuk menggambarkan suatu cara dalam merangsang ASI melalui proses hypno. Dalam teknik ini, ibu menyusui tinggal merangsang ASI agar keluar deras serta membayangkan bahwa seolah-olah ASI yang keluar tersebut memang cukup banyak. Hal ini tentunya bisa memotivasi Anda agar memudahkan produksi ASI tetap lancar.

Pilih menu makanan untuk memperbanyak ASI

Bagaimanapun juga, menu makanan memang menjadi salah satu faktor penunjang dalam memperbanyak produksi ASI. Anda tentunya bisa memilih menu makanan yang bisa memiliki produksi ASI yang berlebih seperti sayuran dan buah-buahan. Selain itu, Anda juga bisa memilih jenis makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, protein dan mineral. Sedangkan untuk jumlah makananannya, alangkah baiknya untuk tidak membatasi konsumsi makanan yang dapat menambah daun pepaya dan juga daun katuk.

Konsumsi suplemen penambah ASI

Cara yang bisa Anda untuk memperbanyak ASI ialah dengan mencoba mengonsumsi suplemen penambah ASI. Namun, untuk memilih suplemen ini Anda harus berhati-hati dan pastikan untuk memilih suplemen yang bisa menambah suplemen ASI. Untuk bentuk konsumsi suplemen ASI, Anda bisa menggunakan bermacam-macam berupa teh, penambah ASI dalam bentuk kaplet, suplemen herbal dan juga lain sebagainya. Sebelum Anda memutuskan untuk memberikan suplemen penambah ASI, pastikan Anda berkonsultasi dulu ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi suplemen penambah ASI.

Hindari stres

Tidak dapat dipungkiri bahwa suasana hati seorang ibu menyusui bisa berubah. Hal ini tentunya berkaitan dengan kondisi psikis seorang ibu. Rasa stres yang berlebihan tentunya bisa mempengaruhi produksi ASI. Tidak heran jika ibu menyusui akan mengalami produksi ASI yang menurun dan bahkan tidak produksi sama sekali. Kondisi ini tentunya akan membuat produksi ASI menjadi berkurang. Kondisi ini memang sudah sepatutnya diketahui sama suami Anda agar rasa stres yang timbul tidak terlalu berlebihan.

Pentingnya peran seorang ayah

Meskipun istri yang memiliki peranan yang paling menunjang dalam mengurus si kecil. Tentunya, tidak melupakan pula akan peran seorang ayah dalam proses menyusui. Dalam hal ini suami memang sangat perlu mendukung sang istri untuk membuatnya merasa nyaman. Maka dari itu, peranan ayah dalam menemani istri memang sangat penting. Dalam hal ini ayah ASI ialah sebuah gerakan komunitas yang berperan dalam mengedukasi seorang ayah untuk memiliki pola pikir dan berubah untuk mendukung proses sang istri dalam menyusui si kecil.

Hindari konsumsi alhokol, kopi dan rokok

Jika pada sebelumnya Anda pernah atau sering melakukan beberapa kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol dan mengonsumsi kopi. Namun, ketika Anda sedang menyusui sangat direkomendasikan untuk mengatakan ‘tidak’ pada ketiga kebiasaan ini. Tentu, sudah menjadi rahasia umum jika zat dan juga senyawa yang ada di dalam ketiga objek memiliki efek yang tidak baik untuk kesehatan tubuh terlebih bagi kualitas ASI. Maka dari itu, pastikan bunda memberikan asupan ASI yang terbaik dan terhindar dari zat-zat yang beracun tersebut.

Konsumsi kurma

Mungkin banyak orang yang belum mengetahui akan khasiat dari buah kurma ini. Padahal jika kita ketahui lebih lanjut lagi bahwa mengonsumsi buah yang manis ini dapat memperlancar ASI. Buah ini pada umumnya banyak dicari khususnya ketika bulan Ramadhan. Kandungan kalsium dan zat besi yang ada di dalam buah kurma menjadi salah satu kandungan yang paling penting sebagai pembentuk ASI. Selain menjadi buah favorit selama bulan puasa, buah kurma juga menjadi buah sebagai penambah ASI di dalam payudara.

Hubungan intim dengan suami

Anda tentunya terheran-heran dengan poin yang satu ini. Namun ternyata berhubungan intim dengan suami dapat membantu melancarkan produksi ASI. Hubungan intim dengan suami tentunya dapat dilakukan setelah 4-6 minggu kelahiran (setelah nifas selesai). Melakukan hubungan intim justru memproduksi hormon oksitosin yang bisa timbul sehingga dapat membantu Anda untuk memproduksi ASI.

Makanan Yang Wajib Dikonsumsi

Setelah melahirkan tentunya sebagian besar wanita membutuhkan asupan gizi dan juga nutrisi yang cukup untuk membantunya memperbanyak produksi ASI. Olah karena itu, banyak sekali sumber makanan yang disarankan untuk Anda konsumsi yang tentu sehat sehingga akan sangat mudah memperlancar produksi ASI pada payudara. Berikut ini beberapa menu makanan yang wajib Anda konsumsi setelah melahirkan, diantaranya:

Buah Berry

Jenis makanan pertama yang wajib untuk Anda konsumsi berasal dari buah-buahan. Tidak dapat diragukan lagi akan manfaat dan juga vitamin yang ada pada buah berry ini. Buah berry tentunya memiliki beragam jenis yakni blueberry, strawberry, raspberry dan juga lainnya. Dengan memenuhi asupan gizi dengan mengonsumsi buah berry, maka Anda bisa mendapatkan manfaat yakni memperbanyak produksi ASI.

Produk olahan susu

Asupan bagi wanita menyusui tentunya akan lebih mudah dengan mengonsumsi produk olahan susu. Alangkah lebih baiknya jika Anda mengonsumsi produk olahan susu yang mengandung kalsium, vitamin B, D dan juga protein.

Ikan salmon

Sumber makanan yang selanjutnya berasal dari jenis ikan. Salmon tentunya kaya akan kandungan asam lemak yang disebut dengan DHA. Zat ini tentunya ada di dalam ASI dan memang sangat penting untuk membantu perkembangan sistem saraf pada bayi.

Sayuran berdaun hijau

Jenis makanan yang selanjutnya ialah berasal dari sayuran hijau. Sayuran berdaun hijau tentunya kaya akan vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi dan juga zat antioksidan. Dengan mengonsumsi sayuran hijau setelah melahirkan tentu  menjadi cara yang paling aman untuk menurunkan berat badan. Jenis sayuran hijau tersebut diantaranya daun bayam, daun katuk, bunga pepaya, kacang hijau, labu siam, pare, dan juga brokoli.

Telur

Sumber makanan yang selanjutnya yakni telur yang kaya akan protein sehingga untuk meningkatkan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam tubuh.

Beras cokelat

Beras cokelat ini memang sangat jarang ditemui, namun beras memang dianggap sebagai makanan para raja. Namun, ternyata kandungan yang terdapat di dalam beras cokelat memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Karbohidrat yang ada di dalam beras cokelat memiliki tingkat energi yang tetap terjaga serta mampu untuk meningkatkan kualitas ASI.

Menjaga kualitas ASI tetap terjaga  tentunya menjadi salah satu keharusan bagi Anda dengan melakukan beberapa cara memperbanyak ASI seperti yang sudah kami sebutkan di atas. Demikianlan cara memperbanyak ASI yang sangat penting bagi Anda. Selamat mencoba!

Cara Memilih Baju Bayi Baru Lahir – Memilih baju untuk bayi baru lahir memang sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap orang tua menjelang persalinan. Hal ini tentu tidak lepas dari apa saja perlengkapan yang harus ada dan juga bagaimana cara memilih baju untuk bayi baru lahir. Untuk itu, berikut ini kami sajikan beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir yang bisa Anda lakukan ketika membeli perlengkapan bayi!

Tidak dapat dipungkiri bahwa melahirkan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap ibu. Mengandung janin selama 9 bulan tentu akan terbayarkan dengan lahirnya seorang anak di hidup Anda. Terlebih jika Anda mengandung anak pertama dimana kehadirannya memang sangat diharapkan. Dalam mendekati persalinan tentunya seorang ibu akan disibukkan dengan menyiapkan beberapa perlengkapan bayi dalam menyambut kehadiran bayi tersebut.

Ketika memilih perlengkapan bayi tentunya tidak bisa lepas dari keinginan para ibu baik dalam model ataupun warna serta perlengkapan apa saja yang harus dipersiapkan. Beberapa perlengkapan tentunya harus dipilih sebaik mungkin karena akan dipakai oleh bayi setiap harinya. Seperti halnya memilih baju bayi baru lahir dimana harus memenuhi syarat tertentu. Dalam memilih perlengkapan bayi tentunya ada beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir yang akan kami sajikan di bawah ini! Baca juga: Ketahuilah Manfaat Sarapan Sereal Gandum Bagi Anak

Cara Memilih Baju Bayi Baru Lahir

cara memilih baju bayi baru lahir

Seperti yang kita tahu bahwa pakaian bayi memang menjadi salah satu perlengkapan yang harus ada menjelang persalinan. Hal ini dikarenakan perlengkapan yang pertama kali digunakan ialah baju. Tentu, ada banyak sekali model baju bayi yang ada di pasaran baik dengan harga mahal ataupun terjangkau. Namun, belum tentu baju bayi dengan harga mahal memenuhi kriteria untuk bayi.

Dalam memilih baju bayi baru lahir tentunya tidak cukup hanya dengan masalah harga, namun juga berhubungan dengan kenyamanan bayi. Bagi bayi kenyamanan memang hal yang sangat penting ditambah lagi bahwa kulit bayi memang masih sensitif sehingga kita jangan sembarangan dalam memilih baju untuk bayi. Beberapa tips dan cara memilih baju bayi baru lahir di bawah ini diharapkan dapat membantu Anda dalam membeli perlengkapan untuk bayi baru lahir. Lihat juga: Bolehkah Bayi 1 Tahun DiBeri Nasi? | Makanan Anak 1 Tahun

Belilah Baju Bayi Dengan Ukuran Besar

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan mempertimbangkan ukuran baju yang akan dikenakan oleh bayi. Tips dari kami dalam memilih baju bayi baru lahir alangkah baiknya untuk memilih baju bayi dengan ukuran yang lebih besar. Hal ini dikarenakan bayi mengalami pertumbuhan yang cukup pesat sehingga jika Anda memilih baju dengan ukuran yang kecil. Maka, tidak akan terpakai dalam waktu yang cukup lama. Ditambah lagi baju bayi akan ketat sehingga membuat bayi merasa sesak dan juga tidak nyaman nantinya.

Bayi akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat hingga beberapa bulan. Selain untuk menghindari ukuran baju yang ketat, tentu kita juga belum bisa mengetahui bobot bayi karena masih di dalam kandungan. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk membelin baju dengan ukuran yang lebih besar untuk mengantisipasi ukuran baju bayi yang pas.

Pilih Model Sederhana

Dalam memilih baju bayi tentu kita harus mengabaikan terlebih dahulu dalam hal model. Hal ini karena bayi baru lahir tidak membutuhkan model baju yang lagi tren atau up-to-date. Model baju bayi pada umumnya memang sangat simpel. Janganlah Anda memilih model baju yang rumit karena akan menyusahkan Anda ketika mengenakannya pada bayi. Dalam memilih model baju bayi tentunya Anda harus menghindari untuk memilih model baju yang tidak berkerah. Karena dengan model baju seperti itu tentunya akan menyulitkan bayi untuk bergerak bebas akibatnya membuat bayi merasa terkekang. Dalam memutuskan warna yang akan dipilih tentunya harus sesuai dengan selera Anda dan juga tergantung dari jenis kelamin bayi. Namun, masalah warna pada bayi baru lahir bukanlah masalah yang cukup serius karena apapun warnanya akan sangat cocok untuk bayi baru lahir.

Pilihlan Bahan Katun

Bahan katun untuk baju bayi baru lahir memang lebih cocok. Hal ini dikarenakan baju katun sangat mudah untuk menyerap keringat. Selain itu, baju katun akan membuat tubuh bayi bergerak lebih leluasa dan bayi akan bernafas dengan baik. Perlu Anda perhatikan untuk tidak memilih baju bayi dengan bahan serat yang tinggi karena akan membuat bayi kesulitan  bernafas saat sedang tidur.

Pilih Baju Yang Mudah Dilepas

Bayi memang akan sering mengalami yang namanya buang air besar dan juga buang air kecil. Semua aktivitas tersebut tentunya akan membuat Anda sering mengganti baju bayi. Untuk itu, dalam memilih baju bayi, Anda perlu memperhatikan apakah baju bayi mudah dilepas ataukah tidak. Bayi memang cenderung bergerak dengan bebas sehingga jangan terlalu banyak kancing dan juga ornamen di dalam baju bayi. Hal ini tentu akan merepotkan Anda sendiri ketika membuka dan juga melepas pakaian bayi.

Pilih Bahan Yang Mudah Menyerap Keringat

Cara memilih baju bayi baru lahir yang sangat penting untuk diperhatikan yakni pilihlah bahan yang dapat menyerap keringat. Hal ini dikarenakan kulit bayi baru lahir memang sangat sensitif termasuk pakaian yang dikenakan oleh bayi. Bahan baju bayi memang harus menyerap keringat dengan baik, jika tidak maka akan menyebabkan kulit bayi menjadi iritasi.

Pilihlah Baju Yang Hangat

Baju hangat memang sangat diperlukan oleh tubuh bayi. Hal ini tentu bayi baru lahir memang membutuhkan kehangatan terlebih ketika bayi sedang tidur. Kulit dan tubuh bayi memang masih sangat sensitif sehingga tidak dapat diabaikan bahwa bayi memang membutuhkan baju yang hangat. Baju yang hangat tentunya akan membuat tidur bayi merasa terjaga dan juga nyaman. Selain itu, baju yang hangat juga akan melindungi kulit bayi dari iritasi. Namun, perlu diperhatikan juga untuk tidak memilih baju bayi dengan bahan yang sangat kasar.

Pilih Baju Yang Tipis

Untuk baju yang digunakan sehari-hari oleh bayi tentunya harus memilih baju dengan bahan yang tipis. Ketika siang hari udara memang sangat panas sehingga membutuhkan baju bayi dengan bahan yang tipis. Jika baju dikenakan dengan bahan yang tebal tentunya bayi akan rewel karena merasa kepanasan. Selain itu, baju dengan bahan yang tipis akan mudah dicuci dan mudah kering.

Jangan Memilih Baju Berukuran Pas

Jika Anda memilih baju dengan ukuran yang pas tentunya sangat mungkin bagi bayi untuk tidak dikenakan dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan bayi mengalami pertumbuhan yang cukup singkat sehingga jika baju yang Anda pilih berukuran pas, maka akan membuat bayi tidak akan lama mengenakan baju tersebut. Selain itu, ukuran baju bayi yang terlalu pas akan menyebabkan bayi mengalami iritasi kulit.

Sebagian besar para ibu tentu akan memilih perlengkapan yang terbaik untuk buah hatinya. Begitupula dengan beberapa perlengkapan yang harus dipenuhi oleh seorang ibu dalam mempersiapkan kelahiran. Pastikan Anda mengikuti beberapa tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir di atas untuk memberikan kenyamanan pada bayi.

Daftar Perlengkapan Bayi Yang Harus Dipersiapkan

Setelah kita mengetahui tips dan juga cara memilih baju bayi baru lahir. Tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas mengani daftar perlengkapan bayi yang harus dipersiapkan menjelang kelahiran. Beberapa perlengkapan bayi baru lahir yang harus ada, diantaranya:

Bedong

Perlengkapan bayi pertama yang tentu harus ada ialah bedong. Seperti yang kita tahu bahwa bedong digunakan untuk menghangatkan tubuh bayi. Dalam memilih kain bedong tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti ukuran dan juga bahan yang digunakan. Pada umumnya, kain bedong memiliki ukuran sekitar 110 cm x 90 cm. Akan lebih baik jika Anda memilih kain bedong yang lebar agar dapat dengan mudah untuk membedong bayi. Dalam menyiapkan bedong, Anda setidaknya harus memiliki sekitar 2 lusin. Hal ini karena bayi akan sering mengganti pakaian ketika buang air kecil dan juga buang air besar.

Popok Bayi

perlengkapan kedua yang sangat penting untuk Anda miliki ialah popok. Untuk bayi popok digunakan sebagai celana dan memang akan diganti sesering mungkin. Terlebih jika cuaca dingin, bayi akan sering pipis sehingga mengharuskan kita untuk menggantinya. Pada umumnya, bayi akan mengganti popok lebih sering pada siang hari dibandingkan pada malam hari. Agar menghindari popok bayi yang tidak cukup, setidaknya Anda harus menyiapkan popok sebanyak 3 lusin.

Celana Bayi

Celana memang sangat dibutuhkan oleh bayi setelah popok. Bayi tentunya akan dikenakan celana setelah popok bayi. Pada umumnya, celana bayi yang sering digunakan ialah model celana Pop. Model celana pendek dapat dipakai oleh bayi pada siang hari, sedangkan untuk malam hari harus dipakaikan celana panjang. kebutuhan celana pada bayi baru lahir memang sangat diperlukan dalam jumlah yang cukup banyak karena bayi akan sering buang air kecil.

Kaos Kaki dan Sarung Tangan

Perlengkapan selanjutnya yang harus ada menjelang kelahiran bayi ialah dengan menyiapkan kaos kaki dan juga sarung tangan bayi. Kedua benda ini tentunya berfungsi untuk melindungi tangan dan kaki bayi dari udara dingin. Kedua perlengkapan ini sering kali disepelekan, namun ternyata memiliki peranan yang cukup penting untuk bayi.

Bagaimanapun juga, jika kaki dan tangan bayi kedinginan, maka akan membuat bayi mengalami susah tidur. Selain itu, kaos kaki dan juga sarung tangan bayi berfungsi untuk menghangatkan dan melindungi kuku bayi agar tidak mencakar wajahnya. Dalam memenuhi perlengkapan kaos kaki dan jug sarung tangan bayi, alangkah baiknya jika Anda menyiapkan sekitar 1 lusin kaos kaki dan juga sarung tangan bayi.

Peralatan Mandi Bayi

Bagaimanapun juga, peralatan mandi bayi harus benar-benar diperhatikan. Tentu saja, Anda harus memilih produk sabun dan juga sampo bayi yang aman. Jika kita tidak pintar memilih, maka akan menyebabkan kulit dan tubuh bayi mengalami iritasi. Untuk memilih peralatan mandi bayi, alangkah baiknya jika Anda memilih handuk yang lembut  serta menjaga peralatan mandi tersebut agar tidak terkena kuman.

Selimut

Bagaimanapun juga, bayi baru lahir memang membutuhkan kehangatan. Dalam hal ini selimut bayi memang sangat penting dan termasuk ke dalam salah satu perlengkapan yang harus ada. Selain di rumah, selimut bayi juga memang dibutuhkan ketika berpergian karena dapat melindungi bayi dari cuaca dingin dan juga hembusan angin. Dalam memilih selimut pilihlah bahan yang lembut dan juga nyaman.

Gendongan Bayi

Gendongan bayi tentunya memang sangat perlu untuk digunakan ketika menggendong bayi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini karena ketika bayi digendong dengan tangan akan membuat bayi merasa kurang nyaman sehingga akan membuat bayi Anda menjadi rewel. Untuk itu, gunakanlah gendongan bayi yang didepan. Sedangkan jika Anda ingin menggendong di belakang, Anda tentunya bisa menggunakannya ketika bayi sudah dapat berjalan.

Tempat Tidur Bayi

Agar bayi bisa tidur dengan nyaman, setidaknya persiapkanlah tempat tidur bayi senyaman mungkin. Dalam memilih tempat tidur alangkah baiknya jika dilengkapi dengan kelambu agar dapat melindungi bayi dari sengatan nyamuk. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini banyak sekali model tempat tidur yang lucu dengan model yang portable sehingga dapat dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Terpal Anti Pipis

Hampir ibu tentunya melengkapi peralatan bayi dengan benda yang satu ini. Perlengkapan bayi ini tentuya digunakan untuk menghindari agar pipis bayi tidak langsung menyerap ke bawah kasur. Benda ini lebih sering disebut sebagai alat bayi. Untuk membeli terpal ini, Anda bisa membeli ukuran terpal dengan ukuran 70 cm x 90 cm agar dapat dengan luas melapisi bagian bawah bayi agar air pipisnya tidak merembes langsung ke kasur. Anda bisa membeli terpal bayi setidaknya dua buah agar dapat digunakan secara bergantian.

Bantal dan Guling Bayi

Biasanya tempat tidur bayi sudah dilengkapi dengan bantal dan juga kasur. Setidaknya bayi Anda membutuhkan 2 bantal dan guling yang ditempatkan di samping bayi. Dalam memilih bantal dan guling bayi, alangkah baiknya jika Anda memilih bahan yang bagus agar tidak mudah kempes dan juga lepek.

Botol Dot

Tidak dapat dipungkiri bahwa ASI merupakan salah satu sumber nutrisi yang paling baik dalam mendukung perkembangan buah hati Anda. Akan tetapi, tidak semua ibu dapat memberikan ASI yang cukup untuk buah hatinya. Hal ini tentunya disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Untuk itu, diperlukan salah satu cara dan juga alternatif yang bisa Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan ASI si kecil. Memerah ASI dan dimasukkan ke dalam botol yang steril tentunya menjadi langkah yang harus Anda lakukan. Untuk alat sterilisasi, Anda tentunya bisa memilih BPA Free untuk menjaga kesehatan bayi Anda. Setidaknya belilah botol dot bayi sebanyak 4 buah dan 1 alat sterilisasi agar dapat di ganti sesering mungkin. Langkah ini tentunya untuk mencegah agar kuman dan juga virus tidak dapat berkembang di dalam botol bayi.

Kaos Dalam

Kaos dalam atau singlet merupakan pakaian dalam yang digunakan setelah bayi berumur 2 bulan atau tergantung dari bobot badan bayi. Untuk bayi dibutuhkan kenyamanan, maka salah satu alternatif dimana bayi bisa menggunakan singlet. Untuk kaos dalam bayi sebanyak 1 lusin sudah lebih dari cukup.

Demikianlah beberapa perlengkapan bayi baru lahir sekaligus tips dan cara memilih baju bayi baru lahir yang tentu sangat bermanfaat untuk Anda. Semoga bermanfaat!