PerawatanBayi.com

Penyebab Sindrom Edward – Berbagai kelainan pada bayi tentunya sangat banyak terjadi. Tidak terkecuali Sindrom Edward yang sering menyerang pada bayi yang tentunya memiliki dampak yang sangat buruk bagi perkembangan bayi. Untuk lebih jelasnya, kami sajikan beberapa hal mengenai penyebab Sindrom Edward pada bayi di bawah ini. Yuk kita simak saja!

Kelainan pada bayi tentunya menjadi menjadi sebuah permasalahan yang cukup besar terutama bagi orangtua. Bayi yang memiliki kelainan pada saat lahir tentunya menjadi sebuah tugas yang cukup berat bagi kita untuk membuat kondisi tersebut lebih baik. Kelainan pada bayi tentunya disebabkan oleh berbagai faktor yang tentu tidak kita sadari sebelumnya. Salah satunya yaitu Sindrom Edward yang rentan menyerang bayi.

Sebagian besar orangtua mungkin belum bahkan tidak mengenal apa itu Sindrom Edward. Namun satu hal yang pasti bahwa sindrom ini merupakan salah satu kelainan pada bayi yang memiliki dampak yang sangat buruk bagi tumbuh kembang bayi. Bagaimanapun juga, kelainan pada bayi tentunya menjadi satu hal yang membuat para orangtua merasa sangat khawatir. Untuk itu, Anda sebagai orangtua diwajibkan untuk mengenal dan juga mengetahui apa itu Sindrom Edward yang akan kami jelaskan pada poin selanjutnya. Baca juga: Bahaya Penyakit Tetanus Pada Bayi | Definisi, Gejala, Penyebab & Pengobatan

Apa Itu Sindrom Edward

penyebab sindrom edward

Mengenal Sindrom Edward tentunya menjadi salah satu yang wajib Anda ketahui. Pasalnya, Sindrom ini merupakan salah satu sindrom yang rentan menyerang bayi. Sindrom Edward ialah salah satu kelainan kongenital yang terjadi pada bayi di dalam kandungan. Sindrom ini juga dikenal dengan sebutan trisomi 18.

Jika seorang bayi terserang Sindrom Edward tentunya dapat diketahui dengan berbagai tanda kelainan seperti tangan, kepala, jantung, cacat pada telinga, ginjal dan juga gangguan tumbuh kembang pada bayi yang lebih lambat dibanding dengan usianya. Salah satu ciri khas yang menandai bahwa bayi terserang Sindrom Edward ialah telapak tangan pada jari yang terlihat saling tumpang tindih tidak seperti pada keadaan bayi pada umumnya. Lihat juga: 26 Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Anda Ketahui

Perlu Anda tahu bahwa Sindrom Edward terjadi saat bayi masih di dalam kandungan atau biasa dikenal dengan kelainan bawaan lahir. Sindrom ini tentunya salah satu kelainan genetik kedua yang terjadi setelah trisomi 21 atau lebih yang disebut dengan Sindrom Down. Seorang bayi yang terserang Sindrom ini memang jarang terjadi, namun jika menyerang bayi tentunya menjadi hal yang sangat serius.

Sindrom ini pertama kali diperkenalkan oleh John Hilton Edward yang menyebutkan bahwa Sindrom ini yakni trisomi 18 yang disebabkan adanya penambahan salah satu kromoson pada satu pasangan nomor 18. Karena Sindrom Edward merupakan kelainan yang sangat langka dan jarang terjadi, setidaknya kasus ini terjadi pada 1 dari 5000 kelahiran. Wanita yang hamil pada usia senja tentunya sangat rentan terkena serangan Sindrom Edward ini. Meskipun bayi yang terkena Sindrom Edward ini memiliki kelainan yang fatal saat dilahirkan, namun tidak jarang juga yang tidak bisa diselamatkan. Jika dilahirkan pun, bayi yang terjangkit Sindrom Edward hanya bisa bertahan selama 1 bulan setelah dilahirkan.

Terlepas dari hal tersebut tentunya ini menjadi sesuatu hal yang harus Anda waspadai dan juga cegah dengan sebaik mungkin. Karena tentunya tidak ada orangtua yang menginginkan sesuatu hal yang buruk terjadi kepada bayinya. Terlebih jika bayi yang dilahirkannya terkena salah satu penyakit yang menyebabkan kecacatan bahkan meninggal dunia.

Jenis-Jenis Sindrom Edward

Sindrom Edward tentunya tidak hidup dengan hanya memiliki satu jenis. Namun, terdiri dari beberapa jenis yang pastinya memiliki perbedaan dari satu jenis pada jenis lainnya. Pembagian jenis Sindrom Edward tersebut tentunya berdasarkan pada banyaknya kromosom yang muncul dalam satu kehamilan dalam jumlah yang sangat berlebih. Jenis-jenis Sindrom Edward tersebut, diantaranya:

Trisomi 18 Mosaik

Salah satu jenis Sindrom Edward yang paling ringan ialah trisomi 18 Mosaik. Jenis sindrom ini tentunya beberapa sel yang mempunyai sel 18. Hal ini tentunya menjadi sebuah parameter bahwa semakin sedikit sel dan jumlah kromosom yang berlebih, semakin ringan pula keadaan sindrom Edward.

Meskipun terbilang ringan, namun jika seorang bayi terkena sindrom ini tetap saja ia memiliki perbedaan dengan bayi lainnya. Pada umumnya, bayi yang selamat dan hidup dengan Sindrom Edward tentunya memiliki tumbuh kembang yang sangat lambat dibanding dengan usianya. Namun, bayi yang terkena Sindrom Edward tentunya dapat bertahan hidup setidaknya pada saat satu tahun pertama. Setidaknya hanya sedikit anak yang dapat bertahan hidup hingga awal dewasa meski ia mengidap Sindrom Edward ini.

Trisomi 18 Parsial

Sindrom Edward jenis kedua ini tentunya jenis sindrom menengah dan lebih parah dibandingkan dengan trisomi mosaik 18. Trisomi parsial 18 ini dapat terjadi karena sebagian kromosom 18 tambahan yang telah muncul di dalam sel. Keadaan tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap janin di dalam kandungan. Parah atau tidaknya, hal ini bergantung pada bagian kromoson 18 yang muncul pada sel tersebut.

Trisomi 18 penuh

Jenis Sindrom Edward yang terakhir terbilang sangat parah dan paling umum terjadi. Trisomi 18 penuh tentunya sebuah kondisi dimana keseluruhan bagian kromoson 18 tambahan berada pada semua sel pada tubuh bayi. Tentunya, ini merupakan jenis sindrom Edward yang sangat parah dan juga sangat berdampak buruk bagi kesehatan bayi.

Cara Memastikan Sindrom Edward

Tentunya, saat bayi masih dalam kandungan, seorang dokter akan memastikan kemungkinan bayi terkena sindrom Edward. Cara memastikan sindrom Edward tentunya seorang dokter akan melakukan pemeriksaan USG. Meskipun, pemeriksaan ini terbilang kurang akurat untuk mendiagnosa adanya sindrom Edward pada tubuh bayi.

Beberapa Penyebab Sindrom Edward mungkin belum diketahui penyebabnya. Akan tetapi kita sebagai orangtua harus melakukan pencegahan terhadap datangnya penyakit tersebut. Bagaimanapun juga, kita tidak menginginkan sesuatu terjadi kepada buah hati kita. Demikianlah beberapa penyebab, gejala dan juga cara mengatasi Sindrom Edward yang wajib kita lakukan. Semoga bermanfaat!

Penyakit Tetanus Pada Bayi – Tentunya, Anda jangan menganggap remeh akan penyakit yang satu ini. Pasalnya, penyakit tetanus mengancam sistem imunitas tubuh, terlebih pada bayi baru lahir. Maka dari itu, Anda diharuskan untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit tetanus tersebut, penyebab, gejala dan juga cara mencegahnya. Semua topik tersebut tentunya akan kami jelaskan dibawah ini!

Siapa yang tidak ingin memiliki tubuh yang sehat dan juga tahan terhadap penyakit. Tentunya, semua orang menginginkan kondisi tersebut ada di dalam tubuhnya, tidak terkecuali pada bayi baru lahir. Akan tetapi, keinginan tersebut memang tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Pasalnya, banyak orang yang memiliki sistem imunitas yang cukup buruk sehingga mereka mudah sakit.

Sistem imunitas tubuh yang kurang tentunya akan memudahkan bakteri dan juga virus masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan tubuh tidak dapat mengendalikannya. Seperti pada salah satu penyakit yang kerap menyerang bayi dan juga anak-anak yakni tetanus neonatorum. Penyakit ini juga dapat dibilang sebagai penyakit infeksi dimana bakteri yang masuk ke dalam tubuh dapat disebabkan oleh adanya luka pada tubuh kita. Baca juga: 26 Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Anda Ketahui

Apa Itu Tetanus?

Jika kita ingin mengetahui lebih dalam lagi apa yang dimaksud dengan tetanus, tentunya ini adalah niatan yang cukup dianjurkan bagi setiap orang. Bagaimanapun juga, mengenali akan suatu penyakit menjadikan kita lebih tahu untuk memberikan pencegahan semaksimal mungkin. Seperti yang sedikit sudah dijelaskan di atas bahwa tetanus merupakan sebuah infeksi penyakit pada luka seseorang.

Tetanus salah satu penyakit infeksi yang tergolong cukup serius dimana infeksi ini disebabkan oleh bakteriClostridium tetani. Pada umumnya, bakteri ini terdapat di dalam tanah, debu, manusia yang terinfeksi dan juga kotoran pada hewan. Bakteri tetanus yang masuk ke dalam tubuh disebabkan oleh tubuh yang terluka akibat luka bakar atau cidera. Melalui luka tersebut dimungkinkan bakteri yang masuk ke dalam tubuh lebih mudah dan langsung ke dalam peredaran darah. Lihat juga: Perkembangan Bayi 14 Bulan Yang Wajib Anda Ketahui

Bagaimanakah Tetanus Menyerang Bayi?

Lantas, bagaimana penyakit tetanus neonatirum pada bayi? Penyakit tetanus nenatorum yang rentan terjadi pada bayi tentunya dapat menyerang melalui luka [ada tali pusar. Hal ini biasanya terjadi pada bayi yang kurang mendapatkan perawatan tali pusar yang cukup baik. Biasanya terjadi di daerah terpencil dan juga pedesaaan dengan peralatan yang tidak steril.

Bakteri ini tentunya dapat menyerang luka yang sangkal ataupun luka yang dalam. Penyakit tetanus neonatorum pada bayi dapat terjadi akibat dari pemotongan tali pusar dengan menggunakan pisau atau gunting yang tidak steril. Hal ini dikarenakan juga penyakit infeksi dapat ditemukan pada pisau, besi, gunting, jarum dan juga ujung peniti terutama yang mengalami karat.

Bakteri Clostridium tetani ialah salah satu bakteri yang menghasilkan racun neurotoxin sehingga dapat menyerang sistem imunitas tubuh dan juga saraf pusat pada manusia. Penyakit tetanus nenatorum ialah suatu infeksi pada bayi baru lahir yang menyebabkan kasus kematian terbanyak pada bayi. Hal ini memang dikarenakan sistem imunitas pada tubuh bayi masih sangat rendah dan juga belum memiliki kemampuan untuk menangkal virus dan juga bakteri yang kemungkinan akan masuk ke dalam tubuh.

Untuk itu, penyakit tetanus neonatorum pada bayi tergolong pada penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit tetanus pada bayi pada umumnya disebabkan oleh ibu yang tidak melakukan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) pada saat sebelum dan juga saat hamil. Imunisasi ini memang sangat penting untuk dilakukan dengan tujuan untuk mencegah bakteri penyebab infeksi tetanus tersebut masuk ke dalam tubuh dan juga pada saat janin di dalam kandungan.

Pada beberapa kasus penyakit tetanus dapat disebabkan oleh gigitan hewan. Tidak jarang juga yang sering membersihkan gigi menggunakan peniti atau jarum yang memang rentan terkontaminasi kuman dan juga bakteri. Maka dari itu, jangan dianggap sepele akan penyakit tetanus neonatorum pada bayi karena dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kematian. Bagi para ibu yang akan dan juga sudah mendapatkan kehamilan, tentunya jangan sungkan dan juga malas untuk melakukan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) karena ini sebagai cara untuk mencegah infeksi tersebut menyerang tubuh kita.

Penyebab Tetanus Neonatorum

penyakit tetanus pada bayi

Tentunya, setiap penyakit ada bukan tanpa sebab. Hal ini juga berlaku pada kasus penyakit infeksi tetanus neonatorum pada bayi dimana penyebab utama penyakit ini ialah bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini terkenal dengan bakteri penghasil racun neorotoxin yang dapat menyerang sistem saraf pusat pada manusia.

Bakteri ini tentunya dapat ditemukan pada debu, kotoran hewan, tanah dan juga polusi. Tidak jarang juga bakteri tetanus yang terdapat pada jarum, gunting dan juga besi berkarat. Pada bayi baru lahir, penyebaran tetanus neonatorum dapat melalui pemotongan tali pusar dengan menggunakan alat-alat yang tidak steril.

Beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan bayi terserang penyakit tetanus neonatorum, diantaranya:

  1. Melakukan proses persalinan dengan menggunakan alat-alat yang tidak steril
  2. Riwayat adanya penyakit tetanus neonatorum yang terjadi pada anak sebelumnya
  3. Adanya bakteri tetani akibat paparan bahan dan juga alat yang berpotensi mengundang bakteri penyebab tetanus neonatorum pada saat persalinan
  4. Ibu yang tidak melakukan imunisasi dan juga vaksinasi TT (Tetanus Toxoid)
  5. Kurangnya melakukan perawatan tali pusar pada bayi

Itulah beberapa penyebab seseorang terkena infeksi tetanus neonatorum yang tentu harus kita hindari semaksimal mungkin.

 Gejala Penyakit Tetanus

penyakit tetanus pada bayi

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan tetanus dan juga penyebabnya. Tentunya, kita akan beranjak pada gejala-gejala yang mungkin akan timbul jika seseorang terserang penyakit tetanus. Pada bayi baru lahir, gejala tetanus dapat terlihat pasca 3-10 hari persalinan. Pada gejala awal pada bayi yang terkena tetanus, ia akan terus menangis, tidak mau menyusui dan juga tubuhnya mengalami demam. Akan tampak area tali pusar yang tampak memerah, kotor, meradang, dan juga tampak bengkak.

Tentu saja, jika salah satu gejala tersebut tampak pada seorang bayi dengan gejala lainnya, maka dapat dipastikan bahwa bayi tersebut terserang penyakit tetanus neonatorum. Penyakit tetanus neonatorum ini banyak ditemukan di negara-negara berkembang, sedangkan pada negara-negara maju sangat jarang terjadi. Hal ini mungkin disebabkan oleh teknik dan juga peralatan persalinan yang kurang higienis dan juga memadai. Untuk itu, jika hal tersebut terjadi pada bayi baru lahir, tentunya harus diberikan perawatan intensif. Jika tidak segera ditangani tentunya akan menyebabkan kematian dan juga mengancam jiwa.

Pada beberapa kasus penderita tetanus neonatorum, gejala awal dapat ditandai dengan adanya rasa gelisah, sakit kepala hebat, demam, nyeri dan juga kaku pada otot rahang, otot perut mengeras dan juga kejang hingga akhirnya menyerang seluruh tubuh. Gejala tersebut tentunya dapat terjadi pada hari ke 8 pasca tubuh terserang infeksi tersebut. Setelah gejala tersebut, biasanya  infeksi dapat menyerang tubuh selama 3 hari – 3 minggu.

Rasa nyeri pada tulang gigi dan juga rahang dapat menyebabkan seseorang sulit untuk membuka mulut dan juga menelan makanan. Dengan kondisi tersebut tentunya pasien akan mengalami sulit bernafas dan juga sesak sehingga mengakibatkan kematian. Penyakit tetanus bukanlah salah satu penyakit yang menular. Biasanya, penyakit tetanus terjadi pada seseorang yang tidak melakukan imunisasi dan juga vaksinasi tetanus. Untuk itu, seseorang  yang terkena penyakit tetanus harus diberikan perawatan intensif di rumah sakit.

Beberapa Gejala Penyakit Tetanus

Kronologisnya, bakteri yang menyerang tubuh melalui luka dapat mengacaukan kinerja sistem saraf pusat sehingga penderita mengalami kejang-kejang dan juga kaku pada otot. Pada beberapa kasus, penderita yang terserang penyakit tetanus tidak dapat membuka dan juga menutup rahangnya atau terkenal dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Beberapa gejala penyakit tetanus pada bayi dapat ditandai dengan beberapa indikasi berikut ini:

  1. Kejang yang disebabkan oleh cahaya dan juga suara ketika disentuh
  2. Mulut bayi akan terlihat kaku dan juga sulit membuka dan juga menutup ketika menyusui.
  3. Kaku pada otot tubuh dan juga spasme akan membuat tubuh bayi tampak melengkung ke belakang dan juga menegang.
  4. Otot wajah bayi dan juga rahang mulai meregang dan juga mengencang pada hari ke 2-3 setelah kelahiran.

Untuk itu, pada sebagian besar kasus tetanus neonatorum dapat terjadi antara hari ke 3-28 pasca persalinan. Meskipun jumlah kasus tetanus neonatorum pada bayi menurun, namun  harus tetap ditangani oleh bidan dan juga dokter untuk menangani penyakit tersebut pada bayi baru lahir.

Jenis-Jenis Tetanus

Tentunya, penyakit tetanus juga memiliki beberapa jenis dan juga tipe yang berbeda dan tentu memiliki gejala dan juga efek yang berbeda. Pada umumnya ada beberapa tipe dan juga jenis penyakit tetanus diantaranya tetanus umum, neonatorum, cephalic dan juga terlokalisir. Setiap jenis tetanus tersebut tentunya memiliki sifat dan juga akibat yang berbeda ketika menyerang tubuh manusia.

Tetanus neonatorum ialah salah satu jenis penyakit tetanus yang menyerang pada bayi baru lahir. Bakteri ini biasanya akan menyerang luka pada tali pusar bayi yang nantinya akan mulai menyerang sistem kekebalan pada tubuh bayi. Infeksi tetanus neonatorum menyerang tubuh bayi dengan sangat mudah dikarenakan sistem imunitas tubuh bayi masih sangat lemah. Proses persalinan yang terpapar beberapa penyebab penyakit infeksi tetanus kemungkinan besar bayi akan terserang penyakit tetanus neonatorum.

Tetanus yang dikatakan cephalic jika infeksi tersebut menyerang telinga bagian tengah karena telinga rentan mengalami kotoran. Tetanus jenis ini akan berpotensi menjadi tetanus berjenis umum.

Sedangkan tetanus terlokalisir dapat menyerang bagian tubuh tertentu pada manusia dan menyebabkan kejang lokal. Kondisi ini dapat terjadi pada saat tubuh mempunyai sistem kekebalan parsial terhadap bakteri dan juga racun tetanus. Untuk itu, seseorang yang tersering tetanus terlokalisir dapat mengalami kejang pada bagian tubuh tertentu. Tetanus jenis ini juga dapat berpotensi menjadi jenis tetanus umum.

Sedangkan tetanus umum ditandai dengan kejang yang dialami pada seluruh bagian tubuh yang dimulai pada rahang dan juga leher. Pada jenis tetanus umum tentunya disebabkan oleh penyebaran melalui luka dangkal dan juga luka dalam, tidak terkecuali juga pada luka bakar.

Beberapa jenis tetanus tersebut tentunya memiliki potensi yang sama untuk menyerang sistem kekebalan tubuh dan juga sistem saraf pada manusia. Terlebih jika jenis tetanus tersebut sudah berada pada tahap yang cukup berbahaya tentunya dapat mengancam keselamatan dan juga nyawa seseorang.

Pencegahan Penyakit Tetanus Pada Bayi

penyakit tetanus pada bayi

Satu langkah utama yang pasti harus Anda lakukan ialah dengan mengobati dan juga mencegah terjadinya penyakit tetanus. Pencegahan penyakit tetanus pada bayi dapat diberikan dengan melakukan vaksinasi yang merupakan vaksinasi wajib untuk diberikan kepada bayi. Imunisasi ini termasuk ke dalam 5 imunisasi wajib yakni imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Pemberian vaksinasi ini dilakukan melalui lima tahap diantaranya usia 2,4,6, 18 dan 4-6 tahun.

Pemberian vaksinasi juga harus dilakukan pada anak usia 7 tahun yang memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan terhadap tubuh dari penyakit tetanus. Vaksinasi Td tentunya dapat diulang setiap 10 tahun untuk mempertahankan sistem imunitas dan juga kekebalan pada tubuh. Vaksinasi juga dapat dilakukan untuk membersihkan luka agar tidak terinfeksi penyakit tetanus dan juga agar luka cepat pulih. Pemberian imunoglobulin tetanus pada umumnya dianjurkan oleh bidan dan juga dokter dalam mencegah terjadinya infeksi tetanus pada luka.

Sedangkan untuk ibu sebelum dan juga saat hamil dapat dilakukan dengan imunisasi TT (Tetanus Toxoid). Pemberian imunisasi ini dilakukan agar tubuh ibu menjadi lebih kuat dan juga mencegah tubuh dari infeksi tetanus yang dapat menyerang dengan tiba-tiba. Pasalnya, bayi yang terserang tetanus juga dapat disebabkan oleh ibu yang memang sudah terinfeksi tetanus.

Melakukan pencegahan pada setiap luka dengan cara membersihkannya semaksimal mungkin untuk mencegah pertumbuhan bakteri Clostridium tetani adalah hal yang harus dilakukan. Itulah beberapa pencegahan penyakit tetanus yang dapat dilakukan agar Anda terbebas dari penyakit tetanus tiroid saat ini juga.

Pengobatan Tetanus Pada Bayi

Jika bayi atau dewasa telah terserang penyakit tetanus, tentunya melakukan pengobatan adalah satu langkah yang harus dilakukan. Jika tidak ditangani dengan segera, maka tetanus akan menjadi pembunuh yang lambat laun akan menyebabkan kematian. Pada umumnya, seseorang yang terkena penyakit tetanus akan melakukan perawatan yang cukup intensif di rumah sakit. Akan tetapi, ada beberapa hal dapat dilakukan yang pastinya sesuai dengan instruksi dokter.

Pengobatan tetanus pada bayi dapat dilakukan dengan cara Medikamentosa melalui langkah-langkah berikut ini:

  1. Memasang jalur IV dan berikan cairan dengan dosisi yang sesuai.
  2. Memberikan diazepam sekitar 10mg/kg/hari secara IV dalam waktu 24 jam
  3. Jika jalur IV tidak terpasang, dapat digantikan dengan memasang pipa lambung, lalu berikan diazepam melalui pipa atau rektum.
  4. Dapat juga memberikan tambahan dosis 10mg/kg setiap 6 jam sekali
  5. Jika bayi mengalami frekuensi nafas yang kurang dari 30 kali/menit tanpa adanya tunjangan nafas, sebaiknya obat tersebut dihentikan.
  6. Jika bayi mengalami henti nafas, tentunya harus diberikan oksigen dengan kecepatan aliran yang sedang. Bila belum berhasil, tentunya bayi harus melakukan perawatan dengan menggunakan fasilitas NICU.
  7. Jika bayi telah mendapatkan perawatan setelah 5-7 hari, maka dosis diazepam dapat dikurangi dengan bertahap sekitar 5-10 mg/hari.
  8. Pada kondisi tertentu, kemungkinan diperlukan vencuronium untuk mengontrol spasme.

Berikan pada bayi Human Tetanus Immuniglobulin 500 U IM pada saat pemberian antitoksin tetanus sebelum melakukan tes kulit.

Pencegahan dan juga pengobatan penyakit tetanus pada bayi tentunya harus dilakukan semaksimal mungkin. Penyakit tetanus pada bayi memang sangat berbahaya yang pastinya akan mengancam nyawa dan menyebabkan kematian pada bayi. Demikianlah beberapa poin yang dapat kami jelaskan mengenai bahaya penyakit tetanus pada bayi. Pastikan untuk mencegah penyakit tersebut agar jauh dari tubuh kita. Semoga bermanfaat!

Makanan Pelancar ASI – ASI yang lancar memang ditentukan pula oleh asupan makanan yang bergizi dan juga bernutrisi. Seorang ibu hamil perlu memperhatikan menu makanan harian yang akan ia konsumsi setiap harinya. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk memilih menu makanan yang bervariasi agar dapat memperlancar produksi ASI.

Memiliki produksi ASI yang berlimpah tentunya keinginan setiap ibu menyusui. Produksi ASI yang lancar dan juga berlimpah tentunya dapat membuat seorang wanita merasa bangga akan dirinya. Terlebih ketika  memberikan ASI kepada bayinya tersebut. Namun, tidak semua ibu hamil memiliki ASI yang berlimpah pasca melahirkan.

Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan bayi seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Faktanya, memberikan ASI kepada si kecil memang sudah menjadi kewajiban seorang ibu. Akan tetapi, bagaimana jika ibu hamil tersebut tidak memiliki produksi ASI yang cukup untuk diberikan kepada bayinya? Tentunya, pertanyaan tersebut muncul seiring dengan pernyataan bahwa menyusui bayi adalah sebuah keharusan.

Tentunya, Anda tidak akan berdiam diri dan juga menerima akan kondisi tersebut, bukan? Banyak hal-hal yang memang dapat Anda lakukan untuk membuat produksi ASI menjadi semakin lancar. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan menjaga asupan makanan pelancar ASI untuk ibu menyusui.

Baca Juga: Tips Merawat Bayi BBLR Di Rumah Yang Paling Mudah

Makanan Pelancar ASI Untuk Ibu Menyusui

makanan pelancar ASI

Makanan memang memiliki peranan penting di dalam hidup kita. Untuk itu, Anda jangan menyepelekan akan khasiat dan juga manfaat yang berasal dari makanan. Makanan yang kita konsumsi tentunya ikut menentukan kondisi tubuh kita, terutama bagi seorang ibu hamil.

Makanan pelancar ASI memang sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang kita tidak menyadari akan manfaat yang dapat kita ambil dari makanan jenis tertentu. Perlu Anda tahu bahwa makanan pelancar ASI yang paling banyak ialah makanan yang memiliki senyawa galaktogogus. Lihat Juga: Tips Nyaman Menyusui Untuk Ibu dengan Payudara Besar

Lantas, apa yang dimaksud dengan senyawa galaktogogus? Barangkali, istilah ini memanng sangat jarang didengar oleh kita, namun tentunya Anda harus mengetahui definisi akan istilah tersebut terutama bagi ibu menyusui. Senyawa galaktogogus ialah sebuah zat atau senyawa yang dapat merangsang produksi ASI di dalam tubuh ibu menyusui.

Oleh karena itu, pastikan Anda untuk mengonsumsi jenis makanan yang mengandung senyawa galaktogogus dari beberapa jenis makanan berikut ini:

1. Beras merah

Salah satu jenis makanan yang terkenal akan senyawa galaktogogus ialah beras merah. Beras merah memang sangat dikenal baik untuk melancarkan produksi ASI. Selain itu, beras merah juga dapat memulihkan wanita pasca melahirkan.

Memasukkan beras merah ke dalam menu makanan ibu menyusui memang sangat dianjurkan. Anda dapat dengan mudah mengonsumsi beras merah sebagai pengganti beras putih pada menu makanan harian Anda. Beras berah juga dapat menstabilkan gula darah di dalam darah dan meningkatkan nafsu makan ibu menyusui.

2. Wortel

Sayuran yang satu ini tidaklah susah untuk kita dapatkan. Seperti yang kita tahu bahwa wortel mengandung vitamin A yang memang sangat baik utnuk mata kita. Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui. Wortel memiliki manfaat dan juga kandungan zat yang hampir sama dengan bayam.

Dengan kandungan vitam A yang cukup tinggi pada wortel tentunya dipercaya dapat melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Ibu menyusui tentunay dapat membuat sop dan juga jus wortel pada saat sarapan dan juga makan siang, Alangkah baik untuk dikonsumsi setiap hari.

3. Bayam dan buah bit

Seperti yang sudah dijelaskan di aas, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada bayam memang sama wortel. Begitupula dengan kandungan yang terdapat pada buah bit seperti asam folat, zat besi dan juga kalsium. Kedua makanan ini memiliki potensi yang cukup besar untuk mempelancar produksi ASI pada ibu menyusui.

Bayam mengandung senyawa yang dapat mencegah terjadinya kanker payudara. Dengan mengonsumsi kedua bahan makanan ini tentunya Anda akan mendapatkan hasil yang luar biasa dalam produksi ASI.

4. Labu

makanan pelancar ASI

Labu memang termasuk ke dalam sayuran yang tidak memiliki banyak penikmat akan rasa yang cukup khas. Labu yang biasa kita temukan di pasar tenyata dapat membantu menstabilkan kadar gula di dalam darah. Selain itu, hal yang perlu Anda ingat bahwa labu sebagai ASI booster alami yang dapat meningkatkan kualitas dan juga kuantitas ASI pada ibu menyusui. Anda tentunya dapat membuat labu dengan varian menu seperti puding, kolak dan juga varian lainnya.

5. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan tentunya memiliki kandungan protein dan juga zat besi dalam kadar yang cukup banyak. Mengonsumsi kacang-kacangan setiap hari seperti kacang merah, hitam, almond dan juga jenis kacang lainnya terbukati dapat membuat produksi ASi menjadi lancar. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengonsumsi kacang-kacangan pada menu makanan Anda.

6. Daun katuk

Daun katuk yang memiliki kandungan fosfor, kalium dan juga protein memang sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun katuk memang dikenal sebagai makanan pelancar ASI yang wajib dikonsumsi oleh ibu pasca melahirkan. Seperti penelitian yang dilakukan di Yogyakarta pada tahun 2004 menyatakan bahwa daun katuk memiliki potensi sekitar 50% dari volume ASI. Daun katuk dapat diolah menjadi sayur bening yang dapat Anda konsumsi setiap hari juga dapat ditambah dengan jagung.

7. Daun pepaya

Rasa khas yang dimiliki oleh daun pepaya memang membuat pepaya jarang dilirik oleh sebagian besar orang. Daun pepaya dengan rasa pahitnya tersebut ternyata memiliki khasiat untuk melancarkan produksi ASI. Mengolah daun pepaya memang susah-susah gampang. Jika dilakukan dengan cara yang tepat mengonsumsi buah pepaya justru tidak akan menghasilkan rasa pahit. Anda dapat membuat olahan daun pepaya dengan varian menu makanan seperti urab, lalap dan juga tumis.

8. Pare

Selain daun pepaya, sayuran dengan rasa pahit yang khas untuk melancarkan ASI ialah pare. Tidak disangka bahwa pare memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C dan juga antioksidan yang tinggi. Buah pare juga memiliki khasiat untuk mencegah penyakit diabetes melitus serta menurunkan kadar gula di dalam darah. Mengonsumsi pare berarti Anda melakukan sedikit langkah untuk mencegah kanker payudara, cacing usus dan juga virus yang sewaktu-waktu dapat menyerang manusia.

9. Asparagus

makanan pelancar ASI

Makanan yang jarang ditemui ini ternyata tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Selain digunakan untuk menu diet, asparagus juga memang sangat baik untuk ibu menyusui. Kandungan asam folat yang tinggi tentunya dapat membuat tubuh menjadi lebih baik serta dapat membuat si kecil menjadi lebih sehat. Anda dapat membuat menu masakan dari asparagus dengan membuatnya menjadi sup yang dapat Anda konsumsi ketika makan siang dan juga makan malam.

10. Edamame

Jika Anda menemukan jenis kacang ini tentunya Anda jangan melewatkannya begitu saja. Kandungan di dalam edamame memang terbukti bagus untuk melancarkan produksi ASI. Jenis makanan ini mengandung zat dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin K, fosfor, magnesium, kalium dan ribonflavin. Untuk itu, sangat mudah untuk mengonsumsi menu makanan ini sebagai cemilan dengan cara direbus terlebih dahulu.

11. Buah pepaya

Tidak ada keraguan lagi akan manfaat dan juga khasiat yang akan didapatkan oleh ibu hamil dari buah yang satu ini. Buah yang memiliki vitamin C yang cukup banyak ini terbukti dapat membuat produksi ASI menjadi lebih lancar. Buah pepaya telah digunakan sebagai obat penenang alami sebagai makanan pelancar ASI. Olahan buah pepaya memang sangat mudah, Anda dapat memakannya secara langsung dan juga dapat direbus agar tekstur buah pepaya menjadi lebih lembut.

12. Buncis

Sayur yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar ibu ini memang memiliki kandungan vitamin B-kompleks, kalsium dan juga serat pangan yang sangat banyak. Tidak heran jika buah ini sangat baik untuk melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Olahan makanan dari buncis tentunya sangat bervariatif, Anda dapat membuat tumis, lalap, atau rendam dan juga rebus buncis untuk dinikmati sebagai salad.

13. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini ternyata memiliki kandungan senyawa galaktogogus yang mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Bawang putih dianggap sebagai jenis makanan pelancar ASI terbaik. Mengonsumsi bawang putih di dalam masakan dan sayur tentu sering kita dapatkan. Untuk itu, jangan membuang irisan bawang putih yang ada pada masakan terlebih ketika Anda sedang menyusui.

14. Salmon

makanan pelancar ASI

Tidak hanya sayur dan juga buah yang memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Jenis ikan pun tentunya memiliki manfaat yang tidak kalah pentingnya bagi kesehatan manusia. Kandungan omega-3 dan juga EFA yang terdapat pada salmon memang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Kedua kandungan tersebut tentunya dapat meningkatkan produksi hormon laktasi sehingga dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. Anda dapat merebus dan juga memanggang salmon sesuai dengan selera ibu menyusui.

15. Almond

Salah satu jenis kacang yang kaya akan kandungan vitamin E dan juga Omega-3 dimiliki oleh kacang almond. Seperti yang kita tahu bahwa omega-3 dapat meningkatkan hormon yang paling penting untuk meningkatkan produksi ASI. Sedangkan vitamin E dapat menyembuhkan gatal-gatal pasca melahirkan. Tentunya, Anda dapat menjadikan kacang almond dengan dimakan secara langsung atau juga diolah kembali menjadi menu makanan lain.

16. Paha ayam

Ayam memang sering kita konsumsi menjadi menu makanan kita sehari-hari. Akan tetapi, bagian ayam yang paling kaya akan kandungan zat besi dan juga kalsium dapat melancarkan produksi ASI. Paha ayam terbukti dapat meningkatkan sistem saraf dan juga meningkatkan kekebalan tubuh pada ibu menyusui. Anda dapat mengolah paha ayam menjadi berbagai olahan masakan.

17. Ubi jalar

Salah satu umbi-umbian yang sangat kaya akan sumber kalium yang tinggi ialah ubi jalar. Selain itu, ubi jalar juga mengandung vitamin C dan juga B-kompleks serta senyawa relaksan otot yang diperlukan sebagai penghasil energi untuk melawan kelelahan pada ibu menyusui.

18. Daun kemangi

Daun yang memiliki aroma yang khas ini tentunya  dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun kemangi yang memang sangat sering kita temui ini tentunya jangan diabaikan begitu saja. Daun kemangi memiliki khasiat untuk menenangkan pada ibu menyusui. Anda juga dapat menikmati daun kemangi sebagai lalap dan juga tambahan pada salah satu menu masakan seperti pecel dan juga pepes.

19. Buah semangka

Buah dengan kandungan air yang cukup tinggi tentu didapatkan oleh buah ini. Buah semangka yang mengandung vitamin A ini tentunya dapat memenuhi kebutuhan harian ibu menyusui. kadar air yang cukup tinggi pada semangka dapat menjaga produksi ASI tetap lancar dan juga banyak. Selain itu, kandungan asam folat, kalium, vitamin A dan C dapat memenuhi cairan tubuh terutama ketika sedang menyusui.

20. Kacang hijau

Jenis kacang yang satu ini memang tidak dapat diabaikan lagi akan manfaat dan juga khasiatnya. Selain itu, kacang hijau dapat memicu hormon oksitosin yang dapat mengeluarkan ASI menjadi lebih banyak. Kacang hijau memiliki kandungan vitamin B1 dan juga kadar tiamin yang dapat mengubah karbohidrat menjadi energi. Hal ini dikarenakan asupan gizi dan juga nutrisi pada ibu hamil lebih banyak dibandingkan saat hamil.

21. Oatmeal

Makanan yang biasanya dijadikan sebagai menu makanan diet, ternyata dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Oatmeal biasanya dikonsumsi pada saat sarapan dipagi hari. Selain meningkatkan produksi ASI, oatmeal juga mengandung serat yang dibutuhkan ibu hamil untuk meningkatkan produksi ASI. Oatmela tentunya memiliki kandungan kalori yang cukup banyak sehingga dapat dijadikan sebagai menu makanan Anda sehari-hari. Oatmeal tentunya dapat disajikan dengan berbagai varian sesui dengan selera ibu menyusui.

22. Aprikot

makanan pelancar ASI

Aprikot merupakan jenis buah yang dapat melancarkan produksi ASI juga dapat dijadikan sebagai penambah pasokan ASI. Terdapat beberapa perubahan pada hormon saat sedang hamil. Aprikot yang kaya akan serat dan juga kalsium dapat membantu menormalkan perubahan hormon tersebut.

23. Jintan hitam

Biji jintan hitam dipercaya dapat membakar lemak yang ada pada tubuh. jintan hitam juga dipercaya dapat meningkatkan produksi dan juga jumlah ASI pada payudara ibu menyusui. Selain itu, jintan hitam dapat mencegah terjadinya iritasi pada pencernaan. Jintan hitam merupakan makanan pelancar ASI yang paling tepat Anda konsumsi. Anda juga dapat menambahkan jintan hitam pada susu atau jenis minuman lainnya.

24. Wijen

Wijen diyakini sebagai booster alami yang paling bagus dan juga sebagai sumber kalsium. Setidaknya Anda dapat mencampurkan biji wijen ke dalam susu, almond atau gula. Anda tentunya dapat mengonsumsi wijen dalam jumlah yang terbatas.

25. Buah pisang

Buah pisang dapat dijadikan sebagai menu makanan yang memang terbukti sebagai penambah ASI. Pisang tentunya banyak ditemukan diberbagai daerah sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya. Buah ini memang mengandung vitamin C dan juga asam folat sehingga dapat meningkatkan produksi ASI dengan cepat.

26. Biji Adas

Biji yang biasa digunakan sebagai bumbu, obat herbal dan juga tambahan minuman ternyata memiliki kandungan yang dapat menambah produksi ASI pada ibu menyusui. Tentunya, biji adas dapat diolah dengan cara ditambahkan ke dalam minuman. Biji adas juga dapat ditemukan di perkampungan dan juga pedesaan.

Menjaga ASI tetap lancar tentunya menjadi sebuah keharusan bagi  Anda. Bagaimanapun juga, ASI memang sangat penting bagi perkembangan si kecil. Demikianlah beberapa makanan pelancar ASI yang dapat Anda konsumsi setiap harinya. Semoga bermanfaat!

Perkembangan Bayi 14 Bulan – Melihat perkembangan bayi tentunya moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap orangtua. Pasalnya, perkembangan anak yang cepat merupakan hal yang menggembirakan bagi Anda sebagai orangtua. Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang seharusnya dimiliki oleh si kecil berikut ini.

Tentunya, perkembangan si kecil sangatlah penting bagi Anda. Bagaimana tidak, seiring bertambahnya usia si kecil, maka perkembangannya pun menjadi sangat cepat. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengenali beberapa perkembangan si kecil sesuai dengan usianya.

Terkadang terdapat beberapa anak yang tidak berkembang sesuai dengan usianya bahkan cenderung lambat. Tentunya, Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi bukan? Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk mencermati dan juga mengamati perkembangan bayi 14 bulan secara keseluruhan dan umum dimiliki. Kami sajikan beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang wajib Anda ketahui baik secara fisik maupun secara non fisik.

Perkembangan Bayi 14 Bulan

perkembangan bayi 14 bulan

Perkembangan si kecil pada usia 14 bulan tentunya akan menjadi moment yang sangat membahagiakan bagi Anda. Hal ini dikarenakan bayi usia 14 bulan sudah dapat merespon apa yang kita inginkan. Saat memasuki usia 14 bulan, bayi akan berkembang sesuai dengan tahapannya. Baca juga: 12 Rekomendasi Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan | Bentuk & Tips

Umumnya, pada usia 14 bulan, perkembangan bayi menjadi lebih lambat dibandingkan dengan perkembangan bayi sebelum usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan juga dapat ditandai dengan berkurangnya nafsu makan. Hal ini memang cukup wajar karena perkembangan bayi usia 14 bulan sudah cukup matang.

Perkembangan seorang bayi tentunya menyangkut secara keseluruhan baik secara fisik maupun secara non-fisik. Perkembangan si kecil harus kita amati dengan baik agar kita dapat mengetahui apa saja perkembangan yang cepat dan juga perkembangan yang terbilang lambat bagi mereka. Tentunya, perkembangan bayi 14 bulan sudah dapat merespon perkataan kita dan juga perintah kita meskipun tidak sempurna.

Tumbuh Kembang Bayi 14 Bulan

Pertumbuhan bayi usia 14 bulan akan semakin berkurang dan juga melambat seiring dengan bertumbuhnya usia. Tidak heran jika kita mengalami kesulitan ketika memberi makan si kecil. Hal ini dikarenakan nafsu makan bayi usia 14 bulan sangatlah berkurang. Akan tetapi, Anda jangan khawatir, karena ini merupakan tanda bahwa si kecil sudah mulai berkembang.

Tidak sedikit anak berusia 14 tahun mempunyai berat badan yang menurun dari sebelumnya. Akan tetapi, Anda akan melihat badan si kecil akan lebih tinggi, tangan dan kaki yang cukup panjang. Badan si kecil pastinya akan terlihat lebih kecil dari bulan sebelumnya. Untuk itu, usia 14 tahun ditandai dengan meningginya badan dan perut yang membuncit.

Perkembangan bayi 14 bulan ini sangat berpusat pada otak sehingga ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm sejak si kecil memasuki usia 12 bulan. Bayi usia 14 bulan sudah memiliki kemampuan yang cukup baik secara fisik maupun non fisik. Berikut ini kami akan membagi beberapa tahapan perkembangan bayi 14 bulan secara lebih detail dan mendalam pada poin di bawah ini:

 Perkembangan Fisik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, perkembangan fisik bayi  usia 14 bulan sudah mulai mengalami pertumbuhan yang signifikan. Terlihat dari bertambahnya tinggi badan dan juga panjangnya kaki dan juga tangan pada si kecil. Terlebih, Anda akan melihat perut si kecil yang mulai membuncit ke bagian depan. Tanda ini akan terlihat ketika Anda memakaikannya baju atau kaos dalam.

Perkembangan fisik si kecil memang tidak terlihat dengan jelas ketika kita mengamatinya langsung. Namun, Anda akan terkejut ketika memakaikannya baju dan juga celana pada si kecil. Akan tampak baju mulai mengecil dan celana mulai menggantung. Tanda inilah yang dapat Anda temukan pada perkembangan bayi usia 14 bulan.

Perkembangan otak juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Ukuran otak akan bertambah sekitar 2 cm ketika si kecil memasuki usia 12 bulan. Secara fisik, ia akan lebih aktif dan juga susah untuk diam. Tidak heran jika usia 14, bayi sudah mulai kesana kemari meskipun Anda melarangnya.

Perkembangan Motorik

Perkembangan bayi 14 bulan ini akan terlihat dari perkembangan motorik yang ia miliki. Perkembangan motorik di sini tentunya menyangkut segala kegiatan dan juga aktifitas yang kerap ia lakukan setiap harinya. Si kecil akan membuat Anda terkejut ketika melihat perkembangan yang begitu sangat cepat.

Bayi usia 14 bulan mulai memperlihatkan kemampuan motoriknya dengan aktifitas yang ia lakukan setiap harinya. Mulai dari bangun sampai mereka tidur lagi. pada usia ini ia sudah mulai ingin melakukan apapun dengan tangannya sendiri tanpa bantuan kita. Tentunya, jika si kecil menginginkan hal itu, Anda harus menuruti keinginannya tersebut. Biarkan si kecil mengeksplorasi aktifitasnya sendiri dan belajar untuk mandiri.

Pada usia 14 bulan, si kecil sudah mulai berlari ke sana kemari, menyisir rambut, menaiki sofa dengan cepat, meloncat-loncat di tempat tidur atau di sofa, memanjat, menaiki tangga, menuruninya lalu menaikinya kembali begitupun seterusnya.

Pada usia 14 bulan, tidak heran jika si kecil sudah ingin makan sendiri tanpa ingin dibantu dengan kita. Mereka akan tertarik dengan memasukkan makanan pada mulutnya sendiri daripada disuapi oleh kita. Terlebih jika itu adalah makanan kesukaannya sendiri atau perlengkapan makan favoritnya. Agar perkembangan si kecil menjadi lebih pesat, sebaiknya Anda biarkan si kecil untuk makan sendiri dan juga beraktifitas dengan keinginan sendiri. Namun, kita juga harus tetap mengamatinya dengan baik dan juga waspada. Jauhkan segala benda berbahaya yang memiliki peluang untuk menyakiti tubuh si kecil.

Perkembangan Kognitif

Seperti yang kita tahu bahwa perkembangan kognitif pada anak merupakan perkembangan dimana si kecil sudah mulai berpikir untuk melakukan, menghubungkan dan juga menilai sesuatu dengan pertimbangan. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan perkembangan otak si kecil.

Pada bayi usia 14 bulan, perkembangan kognitif ini termasuk ke dalam periode sensorimotor. Ini merupakan periode pertama dari empat periode. Periode sensorimotor ini merupakan sebuah dorongan dari dalam otak untuk mengeksplorasi dunianya secara refleks. Perkembangan kognitif ini berhubungan dengan kreatifitas dan juga keingintahuan si kecil mengenai cara ataupun sesuatu yang berada di lingkungannya.

Perkembangan kognitif pada si kecil ditandai dengan bentuk otak yang mulai membesar sekitar 2 cm. Pada tahap ini bayi sudah muali berkembang untuk merespon perintah dari orang-orang sekitarnya dengan cukup baik. Selain itu, ia juga sudah mulai dapat diajak bicara dan menjawab pertanyaan kita meskipun dengan bahasa yang masih belum sempurna.

Keingintahuan dalam dirinya sangatlah tinggi. Si kecil tidak akan segan-segan memegang atau menghampiri sesuatu terutama yang membuatnya tertarik. Untuk itu, perkembangan bayi usia 14 bulan sudah mulai pesat mengenal keadaan dan kondisi di sekitarnya.

Perkembangan Bahasa

Seperti yang sudah kita sebutkan diatas mengenai perkembangan kognitif dimana ia sudah dapat merespon pertanyaan dan perintah dengan baik. Untuk itu, perkembangan bahasa pada bayi 14 bulan juga sudah mulai terbentuk dengan sempurna. Tidak heran jika pada usia ini, si kecil sudah mulai mengoceh apapun berupa kata-kata yang singkat.

Si kecil juga sudah mulai melakukan perintah kepada orangtuanya menggunakan bahasa yang ia katakan. Ia juga sudah mulai bertanya kepada orangtuanya mengenai sesuatu yang ia lihat sehingga membuat ia ingin tahu segalanya. perkembangan bayi usia 14 bulan sudah dapat merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat meskipun berkata dengan terbata-bata dan tidak sempurna. Ia sudah ingin berinisatif untuk mengutarakan apa yang ia inginkan dan juga apa yang ia tidak inginkan.

Si kecil seolah-olah sudah mulai berkata dan bisa bercakap-cakap dengan orang-orang disekitarnya. Mengenai hal ini, tentunya Anda harus merespon apa yang dikatakan oleh si kecil. Anda jangan bosan-bosan untuk menjawab dan juga merespon perkataan si kecil.

Perkembangan Emosional

Perkembangan emosional pada bayi usia 14 bulan sudah dapat dilatih kemandirian dan juga perasaannya. Perkembangan emosional disini, bayi usia 14 bulan sudah mulai menunjukkan rasa percaya dirinya ketika bermain dengan anak seusianya. Tentunya, Anda sering menemui si kecil yang sedang bermain dengan mainan ketika dihampiri oleh kita ia menolaknya.

Begitupula ketika bermain dengan teman sebayanya, ia terkadang ingin barang milik orang lain, akan tetapi mainan yang ia punya tidak boleh dipinjam oleh orang lain. Terkadang ia juga berbagi mainan dengan orang lain tanpa keberatan. Inilah perkembangan emosional bayi usia 14 bulan dimana emosinya masih tidak stabil.

Untuk itu, Anda harus dapat mengatur dan juga menstabilkan emosinya dengan baik. Ajarkan kepada si kecil untuk berbagi mainan dan juga bersikap baik pada orang lain.

Perkembangan Sosial

Sosial di sini berarti bayi usia 14 bulan sudah dapat berinteraksi dengan teman seusianya dengan baik. Si kecil sudah bersikap mandiri dan juga individual ketiak bergabung dan bermain dengan bayi seusianya. Ia tidak segan-segan untuk menghampiri ketika ia melihat temannya sedang bermain.

Si kecil juga sudah mulai mendapatkan kemandiriannya sendiri ketika bermain dengan teman-temannya. Ia sudah mulai ingin pergi ke kamar mandi sendiri untuk buang air. Untuk itu, mengajarkan kemandirian pada anak akan hal ini tentu menjadi sebuah kewajiban bagi Anda.

Namun, sering kita temui seorang bayi usia 14 bulan yang malu ketika bergabung dan bermain dengan bayi lainnya. Jika Anda mendapati hal tersebut tentunya ini menjadi PR besar bagi Anda untuk mengajarkannya menjadi pribadi yang mandiri dan juga percaya diri.

Pemberian Nutrisi

Nutrisi yang diperlukan untuk bayi usia 14 bulan memang terbilang cukup tinggi. Pemberian gizi dan juga nutrisi yang diperlukan tubuh pada bayi usia 14 bulan harus mencapai skala yang memang si kecil butuhkan. Tentunya, Anda harus mengetahui bahwa usia 14 bulan mulai kehilangan nafsu makan sehingga Anda harus memilih dan mencari menu makanan yang sekiranya diinginkan oleh si kecil.

Untuk itu, ada beberapa menu makanan yang dapat Anda pilih untuk bayi usia 14 bulan yang tentu akan ia sukai, diantaranya:

1. Mulailah memasukkan makanan berjenis sayuran dan buah-buahan untuk si kecil. Jangan sungkan-sungkan untuk memberinya varian sayuran dan juga buah meskipun yang belum pernah ia makan. Hal ini tentunya akan memberikan kesempatan bagi si kecil untuk dapat mencicipi berbagai jenis sayuran dan juga buah-buahan.

Sayuran dan buah sangatlah bagus untuk si kecil karena dapat bermanfaat untuk menjaga imun tubuh tetap kuat. Akan tetapi, hindari untuk memberikan jenis buah-buahan seperti nanas, nangka dan durian pada bayi usia 14 bulan ini karena mengandung alkohol yang dapat menyebabkan perut si kecil menjadi tidak nyaman.

2. Berikan sumber makanan lain pada bayi usia 14 bulan sangatlah dianjurkan bagi Anda. Memberikan ia biskuit bayi, jagung, kentang dan juga cemilan aman lainnya akan mendapatkan asupan karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Anda juga dapat menghidangkan sumber protein nabati dan juga hewani seperti nasi beras, roti, telur, daging ayam dan juga sumber protein lainnya.

3.Siapkan cemilan yang si kecil sukai karena makanan pokok saja tidak cukup. Lengkapilan main si kecil dengan memberikan biskuit,  snack cracker jagung atau gandum. Pastinya, jika si kecil susah makan, Anda dapat memberinya cemilan yang baik bagi tubuh si kecil.

Dalam memberikan makanan bernutrisi pada si kecil, tentunya Anda harus membiasakan diri untuk memberikan makanan pokok pada si kecil pada waktu yang sama setiap harinya agar pola makan si kecil menjadi teratur. Alangkah baiknya untuk mengenalkan makanan bernutrisi dan bergizi pada bayi sejak 2 tahun pertama. Hal ini akan membuat bayi terbiasa untuk menerima asupan makanan nantinya.

Pemberian Vaksinasi

Vaksinasi yang diberikan pada bayi usia 14 bulan memang sangat diwajibkan. Hal ini tentu akan bermanfaat bagi si kecil dalam menjaga ketahanan dan imun tubuh. Jika si kecil tidak mendapatkan imunisasi, maka ia akan tumbuh dengan lambat juga akan sering mengalami sakit-sakitan.

Imunisasi yang umum diberikan pada bayi usia 14 bulan ialah imunisasi PCV dan imunisasi influenza. Perkembangan bayi 14 bulan memang cukup pesat terlebih ketika ia sudah mengenal lingkungan luar. Penting bagi Anda untuk memberikan imunisasi pada si kecil.

Imunisasi PVC boleh diberikan pada bayi dengan rentang usia 12-15 bulan setelah ia mendapati imunisasi dasar seperti BCG, polio, DPT, Hepatitis B dan juga campak.

Tips Agar Perkembangan Bayi 14 Bulan Lebih Cepat

perkembangan bayi 14 bulan

Pastinya, Anda menginginkan si kecil tumbuh sehat dan juga berkembang dengan cepat. Tentu saja, ini memerlukan peran yang cukup untuk mendukung perkembangan si kecil. Kita tidak hanya menunggu perkembangan si kecil, akan tetapi kita diharuskan untuk melakukan cara agar si kecil dapat berkembang dengan cepat. Berikut kami sajikan beberapa tips agar bayi usia 14 bulan dapat berkembang dengan cepat.

1. Respon setiap ocehannya

Jangan karena si kecil terus mengoceh, lantas Anda bosan meresponnya. Jika Anda ingin melihat perkembangan si kecil, tentunya Anda harus terus merespon si kecil sehingga kemampuan berbahasa dan juga komunikasi si kecil menjadi lebih pesat.

2. Ajak bermain

Jika Anda ingin menumbuhkan jiwa sosial dan juga interaksi pada si kecil. Anda dapat mengajak Anda bermain sehingga si kecil tampak lebih aktif. Anda dapat memberikan gambar-gambar dan juga flash card berupa kata-kata dan huruf yang dapat ia atur.

3. Latih anak bicara

Ajak anak untuk berkomunikasi agar anak dapat lebih cepat tanggap sehingga si kecil akan dapat merangsang kemampuan komunikasi si kecil.

4. Berikan stimulasi pada bayi

Memberikan stimulasi pada bayi memang sangat dianjurkan. Pasalnya, rangsangan berupa visual dan verbal dapat membuat otak si kecil cukup berkembang.

Perkembangan bayi 14 bulan memang sangat menentukan kemampuan dan juga keterampilan nantinya. Itulah beberapa perkembangan bayi 14 bulan yang harus Anda ketahui agar dapat melihat perkembangan bayi Anda dengan baik sehingga Anda dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi si kecil. Semoga bermanfaat!

Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan – Mainan memang sangat direkomendasikan bayi guna merangsang perkembangan kognitif dan juga motoriknya. Mainan tidak hanya membuat si kecil senang, akan tetapi mainan juga bermanfaat menjalankan fungsi otak pada si kecil. Berikut ini kami sajikan beberapa rekomendasi mainan bayi untuk usia 6-12 bulan dan juga tips memilih mainan untuk bayi Anda.

Mainan tentunya menjadi perbincangan yang cukup hangat diantara para orangtua yang memiliki seorang bayi ataupun balita. Membuat si kecil senang dan mengajaknya bermain merupakan kewajiban setiap orangtua. Bermain bagi si kecil adalah suatu aktifitas yang tidak boleh dilewatkan bagi Anda dan juga si kecil setiap harinya.

Di dalam bermain tentunya terdapat beberapa manfaat terutama bagi si kecil. Bermain selain menyenangkan si kecil juga dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi tumbuh kembangnya. Tentunya, Anda sebagai orangtua jangan sembarang memilih sebuah mainan sebagai perlengkapan bayi, Anda harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah permainan tersebut ada manfaatnya untuk perkembangan kognitif si kecil ataukah tidak. Maka dari itu, artikel ini khusus membahas beberapa rekomedasi mainan bayi usia 6-2 yang tepat untuk diberikan kepada Anak Anda.

Rekomendasi Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan

Perkembangan bayi usia 6-12 bulan tentu menjadi masa emas bagi si kecil dimana pada usia ini si kecil sudah mulai dapat menggunakan panca inderanya dengan sangat sempurna. Bayi usia 6 bulan khususnya sudah mulai tertarik dengan suatu benda yang ada disekitarnya terlebih jika benda tersebut berwarna.

Bayi usia 6-12 bulan memang menjadi awal masa bermain anak dengan lingkungan sekitar. Tidak heran jika pada masa ini, bayi usia 6-12 bulan sudah mulai ingin bermain dan memiliki mainan. Mereka akan cenderung mendekati dan juga melirik benda yang menarik disekitarnya.

Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua diwajibkan untuk menyediakan mainan bayi usia 6-12 bulan yang tepat. Pasalnya, bayi usia 6-12 bulan sudah memiliki pengetahuan dan juga kemampuan yang meningkat dengan cepat. Akan tetapi, tidak semua mainan dapat menstimulasi perkembangan otak anak Anda. Ada beberapa mainan yang justru tidak memiliki manfaat dalam merangsang otak si kecil. Baca juga: Apa Pentingnya Imunisasi Campak Dan Rubella Untuk Anak Anda

Untuk memberikan Anda referensi ketika berencana memilih mainan bayi usia 6-12 bulan, berikut ini kami sajikan beberapa rekomendasi mainan yang baik dan tepat untuk si kecil, diantaranya:

1.Papan Aktifitas (Activity Board)

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan yang pertama ini wajib melengkapi koleksi mainan si kecil.Papan aktifitas ini dilengkapi dengan berbagai mainan-mainan diatasnya. Si kecil bisa menggunakan mainan tersebut dengan cara membuka, menutup, memutar, meremas, menggetarkannya dan juga menjatuhkannya. Mainan-mainan tersebut berbentuk unik dan juga berwarna-warni sehingga akan membuat si kecil menjadi lebih tertarik untuk memainkannya.

Tentunya, papan aktifitas ini dapat melatih kordinasi tangan dan juga fungsi sensorik si kecil agar lebih seimbang. Namun, Anda harus berhati-hati dalam memberikan papan aktifitas ini kepada si kecil untuk menghindari kemungkinan sesuatu terjadi seperti pita yang dapat menjerat tangan si kecil atau bagian-bagian kecil mainan yang dapat ditelan oleh si kecil. Anda tentunya harus menemani si kecil dalam bermain menggunakan papan aktifitas ini.

2. Kayu Balok

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan yang kedua memang sudah tidak asing lagi bagi Anda terutama yang memiliki bayi. Mainan dengan balok kayu ini mengajarkan untuk sedikit menantang kepada anak Anda. Kayu balok ini memberikan media kepada anak untuk menyusun, menjatuhkan dan juga menyusunnya kembali, begitulah seterusnya. Tentunya, Anda harus mengajarkan kepada anak Anda terlebih dahulu bagaimana cara menempatkan balok-balok tersebut ke dalam sebuat wadah. Selain menyusun balok-balok kayu tersebut, Anda dapat juga mengajari anak untuk mengumpulkannya dan juga menumpahkannya kembali. Setelah itu, Anda dapat membiarkan anak Anda untuk berimajinasi sendiri dalam menggunakan mainan balok kayu tersebut.

3. Mainan Berbentuk

mainan bayi usia 6-12 bulan

Dengan benda yang berwarna-warni juga bentuk yang berbeda-beda akan membuat si kecil tertarik. Tentunya, bayi menginginkan sesuatu dengan bentuk yang lebih variatif sperti bentuk segitiga, persegi panjang, bulat, dan juga balok. Anda juga dapat memilih mainan bayi usia 6-12 bulan ini yang dilengkapi dengan balok sehingga si kecil dapat memasukkan bentuk tersebut ke dalam bentuk yang sesuai. Atau Anda juga dapat menyediakan tiang kecil untuk memasukkan bentuk-bentuk tersebut ke dalam tiang tersebut. Proses ini tentunya dapat meningkatkan perkembangan motorik si kecil.

4. Mainan Lampu

mainan bayi usia 6-12 bulan

Bentuk mainan lampu ini dapat berupa center yang terdiri dari beberapa pantulan cahaya yang berwarna-warni di dalamnnya. Dengan mainan tersebut, Anda dapat menyalakan mainan lampu senter tersebut kesegala arah saat si kecil berada pada satu ruangan. Anda dapat memindah-mindahkan sorotan lampu tersebut ke beberapa arah saat si kecil melihat pantulan cahaya tersebut.

Tentunya, Anda harus mengamati mata si kecil saat bergerak mengikuti pantulan lampu senter tersebut. Mainan bayi usia 6-12 bulan ini dapat mengasah kemampuan visual si kecil sekaligus dapat mengenalkan beberapa warna di dalamnya.

5. Soft Teether

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan bayi usia 6-12 bulan ini memang sangat umum digunakan oleh para orangtua dalam memfasilitasi media bermain anaknya. Soft teether atau gigitan lembut ini sangat aman digunakan oleh bayi. Terbuat dari plastik dan juga kain yang dilengkapi dengan karet yang lembut membuat mainan ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Soft teether ini biasanya digunakan untuk marangsang pertumbuhan gigi bayi untuk mendorongnya keluar. Selain memiliki tekstur yang lembut dan juga aman, gigitan ini juga dapat mengeluarkan bunyi saat mainan ini diguncangkan.

6. Bola

mainan bayi usia 6-12 bulan

Tidak heran jika banyak orangtua yang memilih bola sebagai media bermain anaknya. Ternyata bola memiliki manfaat yang tidak kalah dari mainan bayi usia 6-12 bulan lainnya. Bola dengan bentuk yang buat tentunya dapat menarik si kecil untuk memainkannya. Berbagai cara dapat dilakukan dalam memainkan bola ini seperti digelindingkan pada arah si kecil atau juga ke arah mana saja sesuai dengan permintaan si kecil.

Jika bayi Anda berusia 12 bulan, mungkin Anda dapat bermain bersama dengan melemparkan bola tersebut kearahnya dan menyuruh anak untuk menangkapnya. Sangat seru bukan bermain dengan si kecil?

7. Media Kardus Bekas

mainan bayi usia 6-12 bulan

Kardus bekas yang sangat mudah ditemukan ini ternyata dapat juga digunakan sebagai media bermain anak. Dengan menggunakan media kardus bekas, Anda dapat menjadikannya mainan membuatnya sebagai benteng atau batas. Buatlah sebuah jalan yang ditandai dengan kardus bekas di sisinya sebagai pembatas. Anda dapat membuatnya dari satu arah ke arah lain dengan jalan yang berliku. Mintalah si kecil untuk melewati jalan tersebut dan jangan sampai merusak ataupun melebihi batas tersebut. Dengan media kardus ini, Anda dapat merangsang perkembangan motorik si kecil dengan mengajaknya berjelajah dan mengajarkan hal yang boleh dilakukan serta hal yang tidak boleh dilakukan.

8. Peralatan Memasak

mainan bayi usia 6-12 bulan

Tentunya, media mainan bayi usia 6-12 bulan ini dikhususkan untuk anak perempuan. Pasalnya, mainan ini digunakan untuk mengikuti ibunya ketika memasak. Mainan peralatan masak ini yang terdiri dari cangkir-cangkir, mangkuk, sendok dan juga peralatan lainnya dengan desain dan juga warna-warna yang menarik dapat membuat si kecil memainkannya dengan senang.

Siapkan tempat yang didesain seperti sebuah dapur mini serta letakkan sebuah meja untuk menaruh peralatan memasaknya. Anda harus ikut bermain dengan anak Anda. Namun, biarkanlah ia untuk mengekplorasi apa yang akan ia lakukan, kemungkinan besar si kecil akan menuruti ibunya ketika sedang memasak.

9. Buku

mainan bayi usia 6-12 bulan

Berikan mainan yang satu ini kepada si kecil dengan buku yang bergambar disertai dengan warna-warna yang menarik untuk dilihat. Buku tentunya tidak dapat diabaikan akan manfaatnya. Buku dapat dijadikan sebagai media bermain anak yang efektif untuk mengembangkan motorik dan juga otak si kecil.

Dengan buku, Anda dapat membacakan cerita dongeng terutama pada bayi usia 12 bulan. Atau, Anda juga dapat memilih buku dengan media yang timbul sehingga si kecil dapat merabanya dengan mudah. Buku yang timbul tersebut dapat bergambar karakter hewan, buah-buahan dan juga gambar lainnya yang ada disekitar kita. Dengan begitu, si kecil akan terus mencocokkan benda yang ada pada buku dengan benda asli yang ada disekitar kita. Sehingga si kecil akan mengingat benda yang ada pada buku dengan benda yang dilihatnya secara langsung.

10. Boneka Tangan

mainan bayi usia 6-12 bulan

Terkadang para orangtua sering mengabaikan mainan yang satu ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi memang menyukai boneka. Maka dari itulah kenapa boneka tangan dapat dijadikan media mainan bagi si kecil. Boneka tangan ini dapat dijadikan mainan yang bervariatif.

Boneka tangan ini terutama yang berbentuk unik akan mengundang perhatian si kecil untuk memainkannya. Anda juga dapat memasukkan tangan Anda ke dalam boneka tersebut, lalu bicaralah dengan si kecil menggunakan nada berbeda yang akan membuat si kecil tertawa. Media ini tentunya akan menjalin komunikasi Anda dengan di kecil dan juga dapat menstimulasi percakapan dan juga kemampuan bicara si kecil.

11. Mainan Pencet

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan yang ketika dipencet mengeluarkan bunyi tertentu juga dapat menjadi pilihan Anda dalam melengkapi mainan bayi usia 6-12 bulan ini. Pada umumnya, mainan pencet ini terbuat dari bahan-bahan sepertu plastik, karet dan juga kain dengan bentuk yang sangat beragam.

Mainan pencet ini akan membangun motorik dan juga kognitif si kecil dalam hubungannya dengan sebab-akibat. Ketika mainan tersebut dipencet, maka akan mengeluarkan bunyi. Namun, ketika dibiarkan, maka tidak akan berakibat apa-apa. Anda juga dapat bermain-main dengan si kecil dengan mentransfer mainan pencet tersebut dari satu tangan ke tangan lainnya. Sehingga si kecil akan memperhatikan dan juga mengamati pergerakan benda tersebut.

12. Mainan Putar Musik

mainan bayi usia 6-12 bulan

Mainan putar musik ini dapat berbentuk tokoh kartun kesukaan si kecil ataupun tokoh binatang. Bentuk maianan ini apabila dinyalakan akan menghasilkan alunan musik ataupun suara-suara yang sekiranya tepat untuk didengarkan oleh si kecil. Cara bermainnya, Anda dapat menyimpan mainan tersebut disuatu tempat tersembunyi, lalu nyalakan mainan tersebut. Secara otomatis si kecil akan mendengarkan dan juga mencari dimana sumber bunyi tersebut berada. Jika si kecil berhasil menemukan sumber suara tersebut, maka Anda dapat memberikannya pujian. Mainan putar musik ini dapat membantu perkembangan syaraf-syaraf pada otak si kecil.

Tips Memilih Mainan Bayi Usia 6-12 Bulan

Meskipun memang para orangtua dianjurkan untuk memberikan mainan pada anaknya, terutama bayi yang berusia 6-12 bulan. Akan tetapi, orangtua haruslah cerdas dalam memilih mainan untuk si kecil karena tidak semua mainan bermanfaat bagi perkembangan si kecil. Untuk itu, para orangtua disarankan untuk memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan mengkuti tips dibawah ini, diantaranya

1.Pilih Warna Yang Cerah

Kita semua tahu bahwa benda yang memiliki warna yang cerah akan lebih menarik dibandingkan dengan warna yang cenderung gelap.  Warna yang cerah memang memiliki daya tarik tersendiri bagi kita yang melihatnya. Begitupun bagi bayi usia 6-12 bulan. Mereka akan cenderung mengamati suatu benda dengan warna yang cerah dan juga terang sebagai bahan mainannya.

Pasalnya, warna yang cerah akan memberikan rangsangan visual yang akan menstimulasi perkembangan motorik bayi. Si kecil akan selalu melirik warna yang lebih cerah dibandingkan dengan warna yang gelap. Oleh karena itu, jika Anda benar-benar ingin membuat motorik si kecil berkembang dengan cepat, berikanlah ia mainan dengan warna yang cerah dan juga terang.

2. Pilihlah Ukuran Yang Tidak Terlalu Kecil

Mainan dengan ukuran yang kecil memang bukanlah sesuatu yang dilarang , jika memang mainan itu memiliki fungs untuk merangsang perkembangan otak bayi. Akan tetapi, demi menghindari hal yang tidak diinginkan seperti tertelan atau lainnya. Tentunya, rentang usia 6-2 bulan belum dapat membedakan mana makanan yang boleh dimakan ataupun makanan yang dilarang. Jika memang memungkinkan, alangkah baiknya jika Anda memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan ukuran yang cukup besar.

3. Pilihlah Mainan Dengan Tekstur Lembut

Bagaimanapun juga bayi usia 6-12 bulan akan selalu memasukkan apapun ke dalam mulutnya tanpa mengetahui  benar atau tidaknya, terutama jika bayi baru mengalami tumbuh gigi. Ia akan selalu merasa gatal pada gusinya sehingga akan selalul menggigit benda apapun yang ada disekitarnya. Untuk itu, sebaiknya Anda memilih mainan gigitan dengan tekstur yang lembut dan juga tidak keras. Hal ini dikarenakan mainan yang keras ketika digigit akan membahayakan bagi gigi dan gusi bayi.

4. Pilih Mainan Dengan Bentuk Variatif

Anda juga tidak dianjurkan untuk memilih mainan bayi usia 6-12 bulan dengan warna ataupun dengan bentuk yang sama. Hal ini selain akan membuat bayi Anda bosen, mainan dengan bentuk yang sejenis kurang merangsang dan menstimulasi perkembangan motorik bayi. Bagaimanapun juga perkembangan motorik bayi didapatkan jika ia menerima stimulasi dan juga rangsang dari luar baik dengan warna ataupun dengan bentuk.

5. Pastikan Mainan Bayi Usia 6-12 bulan Bersih

Poin terakhir ini memang menjadi faktor utama dalam setiap bidang apapun. Utamakan kebersihan, begitulah slogan yang kerap muncul di lingkungan kita. Terlebih bagi mainan bayi usia 6-12 bulan haruslah dijaga akan kebersihan dan juga kehiginiesannya. Pastikan Anda memilih mainan yang bersih untuk si kecil. Jika sering digunakan, Anda dapat mencuci mainan tersebut secara berkala untuk menghindari kotorang yang menempel di dalamnnya.

Beberapa mainan bayi usia 6-12 bulan yang telah kami sajikan diatas, diharapkan akan membantu Anda menemukan referensi dalam memilih dan membeli mainan untuk si kecil.  Pastikan bahwa Anda telah memperhatikan hal-hal yang harus Anda lakukan saat membeli mainan bayi terutama bagi perkembangan motorik dan juga kognitif bayi Anda. Semoga bermanfaat!