PerawatanBayi.com

Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi – Saat bayi tumbuh gigi tentunya ada momen dimana sang ibu akan merasakan sakit yang luar biasa dikarenakan puting yang kerap digigit oleh bayi. Meskipun begitu, hal tersebut memang cukup wajah karena bayi mengalami pertumbuhan gigi. Untuk mengatasi hal tersebut, tentunya ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut. Tips apa saja ya? Yuk kita simak pemaparan kami berikut ini!

Menyusui memang menjadi salah satu aktivitas untuk membangun ikatan batin antara ibu dan juga anak. Bagi ibu yang memberikan air susu kepada bayinya, maka akan terasa lebih lengkap rasanya Anda menjadi seorang ibu dibandingkan dengan bayi yang menggunakan susu formula. Menyusui memang menjadi sarana untuk menyalurkan gizi dan juga nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi yang berasal dari ibunya. Aktivitas menyusui ini memang menjadi momen yang paling membahagiakan bagi ibu karena momen ini sulit untuk Anda lupakan.

Terlepas dari momen yang menyenangkan tentunya ada beberapa masalah saat si kecil menyusu pada ibunya. Tidak jarang ibu yang merasa kesakitan saat memberikan susu, terlebih saat si kecil menggigit dan juga menarik puting susu. Hal ini tentu tidak jarang membuat ibu merasakan sesuatu yang sangat sulit untuk dijelasakan. Bayi yang sering menggigit puting susu dikarenakan sedang terjadinya pertumbuhan gigi sehingga bayi kerap merasa gatal pada gusi. Tidak heran jika bayi akan menggigit puting ibunya saat menyusui. Baca juga: Benarkah Daun Katuk Memperbanyak ASI? Simak Faktanya Berikut ini!

Tips Menyusui Saat Bayi Tumbuh Gigi

tips menyusui saat bayi tumbuh gigi

Hal yang wajar jika bayi tumbuh gigi akan sedikit lebih rewel dari biasanya. Ia akan cenderung sering menangis dari biasanya, terlebih saat ia mengalami demam. Pada bayi yang akan atau sedang tumbuh gigi, maka akan terlihat gysi yang memerah dan juga terlihat bengkak di sekitar mulutnya. Ruam merah ini tentunya tidak akan membuat Anda nyaman, terlebih saat Anda intens dalam memberikan ASI kepada si kecil.

Meskipun begitu, kondisi tersebut ternyata bisa diatasi dengan beberapa tindakan yang tentunya sangat bermanfaat nagi Anda. Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang sedang mengalami tumbuh gigi akan cenderung rewel dan juga mudah menangis. Ia ingin menyusui lebih sering dari biasanya dikarenakan ia mengalami gusi yang gatal. Pada umumnya, gigi tumbuh pada bayi saat menginjak usia 4-7 bulan. Jika Anda saat ini mengalami hal yang sama dengan ibu lainnya yakni sering mengalami puting yang digigit bayi, maka lakukan beberapa hal di bawah ini agar kondisi Anda lebih baik, diantaranya:

Lihat juga: Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal | Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Memijat gusi bayi

Tips pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan memijat gusi bayi. Saat bayi tumbuh gigi tentunya bayi akan merasakan sensasi gatal pada gusi. Untuk itu, Anda memerlukan satu cara khusus untuk membuat agar gusi bayi tidak gatal. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan memijat gusi bayi dengan menggunakan jari Anda. Namun, pastikan jika jari Anda bersih dan sudah dicuci dengan bersih, lalu kemudian basuh dengan menggunakan kassa. Selain itu, Anda dapat melakukan pemijatan pada gusi bayi secara perlahan.

Memijat gusi bayi tentunya bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada gusi bayi agar tidak terlalu gatal. Pada gusi bayi yang bengkak dan juga merah tentunya akan membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga akan cenderung lebih rewel dari biasanya. Untuk itu, dengan memijat gusi bayi secara perlahan, maka akan membuat bayi merasa lebih nyaman dan rasa tersebut akan hilang. Dengan cara tersebut tentunya Anda mengurangi kemungkinan si kecil akan menggigit puting Anda karena rasa gatal sudah berkurang.

Berikan mainan gigitan

Tips kedua yang bisa Anda lakukan yakni dengan memberikan si kecil berupan mainan gigitan. Pada gusi yang gatal tentunya si kecil akan cenderung menggigit sesuatu untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Namun, banyak orang tua yang tidak mengetahui akan fakta yang satu ini. Maka, tidak heran jika bayi akan cenderung menggigit puting ibu saat menyusui. Hal ini dilakukan bayi sebagai satu usaha untuk mengurangi rasa gatal dan juga sakit pada gusi.

Dengan memberikannya mainan gigitan, setidaknya bayi Anda akan merasa lebih nyaman saat giginya mulai tumbuh. Pastikan Anda memberikan mainan gigitan yang kenyal untuk ia gigit sebelum ataupun setelah menyusui. Agar membuat bayi lebih banyak, alangkah baiknya jika Anda mendinginkan terlebih dahulu mainan gigitan tersebut agar bisa memberikan sensai dingin saat bayi menggigitnya. Dengan sensasi dingin tersebut tentunya akan membantu menenangkan rasa sakit dan juga gatal pada gusi si kecil.

Ubah posisi menyusui Anda

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan yakni dengan mengubah posisi Anda saat menyusui. Hal ini dikarenakan posisi menyusui memang menjadi salah satu hal terpenting saat memberikan nutrisi untuk si kecil. Jika pada sebelumnya Anda memiliki posisi yang cukup nyaman, namun dikarenakan puting Anda sering digigit oleh si kecil. Maka, mulailah ubah posisi menyusui Anda dengan harapan gigitan puting oleh bayi akan mudah dihindari.

Dengan mengubah posisi saat menyusui tentu sedikitnya dapat mencegah gigitan puting pada bayi. Hal ini bertujuan untuk mencegan puting yang membengkak saat gigitan si kecil terlalu kuat. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada posisi menyusui yang salah akan lebih banyak gigitan pada puting. Untuk itu, usahakan untuk memilih posisi menyusui yang paling aman sehingga dapat memungkinkan Anda melakukan kontak dengan mata si kecil. Tetapkanlah posisi tersebut jika Anda sudah menemukan posisi yang nyaman saat menyusui. Lakukan berbagai percobaan posisi untuk mendapatkan posisi yang ternyaman saat Anda menyusui.

Menyelipkan jari

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan mencoba untuk menyelipkan jari Anda diantara mulut bayi dan juga puting. Cara yang satu ini yakni untuk membantu mencegah bayi menggigit puting saat Anda menyusui. Cara yang dapat Anda lakukan tentunya cukup mudah, hanya dengan meletakkan jari telunjuk ataupun kelingking Anda ke sudut mulut bayi diantara gusinya tersebut. Selain itu, Anda dapat menyelipkan jari Anda  dan pastikan Anda mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Lalu, alihkan dengan cara menggesernya secara perlahan saat bayi Anda kemungkinan terlihat akan menggigit payudara Anda. Selain itu, Anda juga bisa melepaskan payudara Anda sejenak dari hisapan si kecil agar puting Anda tidak terlalu perih dan juga sakit

Kendalikan respon Anda

Cara yang satu ini tentunya berhubungan dengan ekspresi yang Anda tunjukkan saat bayi menggigit puting Anda. Saat Anda merasakan gigitan di puting Anda, tentunya Anda jangan sampai mengeluarkan respon yang berlebihan dikarenakan sakit yang mungkin Anda rasakan. Akan tetapi, Anda harus menghindarkan diri dari menjauhkan bayi dengan puting Anda secara tiba-tiba. Pasalnya, puting yang digigit dan juga ditarik dengan kencang akan membuat puting semakin sakit.

Meskipun memang cukup sulit menahan reaksi saat puting Anda digigit, namun hal tersebut harus Anda lakukan karena jika tiba-tiba Anda menjauhkan puting dari bayi. Maka, tidak menutup kemungkinan bayi Anda akan kaget dan enggan untuk kembali menyusui. Selain itu, usahakan juga untuk tidak berteriak dengan kencang saat si kecil mulai menggigit puting. Reaksi yang berlebihan yang dtunjukkan oleh Anda tentunya akan mengagetkan si kecil sehingga ia akan mengulang hal tersebut karena ia menganggap bahwa hal tersebut menjadi sebuah permainan yang cukup menyenangkan.

Cara Mengatasi Puting Sakit Saat Menyusui

Sebenarnya hal yang wajar dimana Anda merasakan puting yang sakit saat menyusui. Terlebih saat si kecil sudah mulai tumbuh gigi, maka kondisi ini membuat ibu merasa sedikit tidak nyaman saat menyusui. Namun, kondisi tersebut setidaknya membuat ibu merasa kesakitan sehingga cukup mengganggu momen saat menyusui si kecil. Puting perih, sakit dan juga lecet yang disebabkan oleh gigitan dari si kecil tentunya menjadi kondisi yang banyak dialami oleh ibu menyusui. Banyak sekali ibu yang menggantikan ASI dengan susu formula dikarena ia merasa tidak nyaman saat menyusui.

Jika Anda secara kebetulan mengalami hal tersebut tentunya penting bagi Anda untuk menemukan cara yang tepat agar puting Anda tidak merasa perih dan juga lecet. Berikut ini beberapa cara mengatasi puting  sakit saat Anda menyusui, diantaranya:

Berilah jeda waktu menyusui

Satu hal yang perlu Anda perhatikan yakni dengan memberikan jeda waktu bagi ibu untuk menyusui. Sedini mungkin tentunya kita tahu bahwa puting kita lecet, untuk itu berilah jeda waktu saat Anda menyusui. Anda tentunya dapat memberikan jeda waktu terlebih dahulu sekitar 12 sampai 24 jam untuk beristirahat sejenak tidak menyusui agar penyembuhan puting Anda menjadi lebih cepat. Selama beristirahat, Anda boleh menggantikan ASI dengan menggunakan susu formula. Hal ini tidak lain ialah untuk mempermudah proses penyembuhan puting.

Jika memang puting Anda lecet tentu Anda harus menghentikan pemberian ASI. Jika terus dilakukan, maka kemungkinan besar akan terjadi peradangan ataupun luka semakin parah yang terjadi pada puting dan juga payudara Anda. Jangan sampai keadaan puting Anda bertambah parah karena nantinya saluran susu akan terganggu jika Anda tidak menghentikan pemberian ASI terlebih dahulu.

Air hangat pereda sakit

Anda tentunya dapat mengompres air hangat pada bagian puting yang sakit. Lakukan cara ini secara rutin agar kondisi puting Anda menjadi lebih baik. Selain itu, cara yang bisa Anda lakukan ialah dengan mengoleskan sedikit ASI pada puting baik sebelum maupun sesudah Anda menyusui. Dengan mengoleskan ASI terlebih dahulu pada puting tentunya akan merangsang bayi Anda untuk segera menyusui. Sedangkan mengoleskan ASI setelah menyusui berfungsi sebagai desinfektan yang akan membersikan dan juga menjaga puting dari berbagai kuman penyebab penyakit.  Anda tentunya dapat mengompres puting susu dengan air hangat suam kuku selama kurang lebih 15 menit setelah Anda menyusui. Lalu, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan kantung teh celup.

Bersihkan puting

Tentunya kebersihan puting menjadi nomor satu dimana pada saat menyusui, sebelum maupun sesudah menyusui. Hal ini dikarenakan kuman dan juga bakteri kemungkinan akan masuk dan juga menempel dari berbagai sumber sehingga akan menyebabkan putih bertambah parah dan juga lecet. Kondisi inilah yang tentunya membuat ibu merasa kesakitan saat memberikan ASI pada si kecil. Bersihkan ASI secara rutin tentunya menjadi hal yang hatus Anda lakukan sekarang juga.

Teknik melepas isapan bayi

Jika Anda memiliki bayi yang sudah mulai tumbuh gigi tentunya teknik ini sangat Anda perlukan. Saat si kecil menggigit puting Anda tentunya Anda secara perlahan dapat melepaskan gigitan bayi tanpa membuatnya menangis. Teknik ini bisa Anda lakukan dengan cara memasukkan jari kelingking ibu ke sudut mulut bayi secara perlahan, kemudian tarik dagu bayi agar mulut bayi terbuka sehingga dapat menariknya keluar payudara Anda. Teknik ini kerap dilakukan oleh sebagian besar ibu saat memiliki bayi yang sudah mulai tumbuh gigi.

Perhatikan bra ibu menyusui

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan memperhatikan bra yang digunakan oleh ibu menyusui mulai dari model dan juga bahan. Untuk bra ibu menyusui tentunya rekomendasi bra yang digunakan yakni berbahan dasar katun untuk menjaga sirkulasi udara tetap terjaga pada puting. Dengan bahan katun, maka puting akan mendapatkan aliran udara yang segar dan menghindari dari udara yang lembap. Selain itu, Anda disarankan untuk menggantu breast pad atau bantalan payudara saat selesai menyusui. Tentunya, Anda jangan terburu-buru saat menggunakan bra, pastikan puting ada dalam posisi yang tepat dan juga ada dalam keadaan kering. Hal ini dikarenakan semakin lembap bra, maka semakin parah dan juga lama rasa perih pada puting.

Gunakan kantung teh hangat

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan ialah dengan menggunakan kantung teh hangat. Cara ini merupakan alternatif tambahan yang bisa ibu lakukan untuk meredakan nyeri pada puting. Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengompres puting dengan menggunakan kantung teh air hangat. Rasa hangat dari kantung teh ini akan meredakan rasa nyeri dan juga luka pada puting. Sesekali Anda harus melepaskan bra untuk memberikan nafas pada puting serta mengurangi terjadinya gesekan pada kain bra dan juga puting.

Dengan menggunakan kantung teh tentunya menjadi cara yang tepat bagi Anda. Hal ini dikarekan teh mengandung polifenol yang disebut dengan catechins yang memiliki fungsi untuk menyembuhkan luka alami. Polifenol sendiri memiliki kemampuan untuk menstimulasi keratinosit yakni lapisan kulit yang memiliki fungsi sebagai pelindung terhadap bahaya mekanis, kehilangan cairan dan juga invasi mikroba.  Ditambah dengan sensasi kompresan hangat suam kuku membuat puting merasa lebih nyaman.

Jangan Anda lupakan perawatan puting

Salah satu perawatan pada ibu menyusui yang tidak boleh diabaikan yakni perawatan puting. Perawatan puting menjadi satu hal yang harus Anda perhatikan saat Anda menyusui. Anda dapat melakukan perawatan puting sebelum dan juga sesudah Anda menyusui. Selain itu, puting memang harus dirawat akan kebersihannya. Namun, pastikan saat membersihkan puting, Anda tidak menggunakan sabun. Hal ini dikarenakan di dalam sabun mengandung bahan kimia yang dikhawatirkan akan terisap oleh bayi saat menyusui. Agar puting Anda tetap lembap, tentunya Anda bisa menggunakan pelembap alami seperti minyak kelapa murni yang berfungsi untuk menjaga kelembapan puting tanpa memberikan efek buruk sama sekali.

Mengobati dan juga merawat puting payudara Anda tetap baik dan juga sehat tentu menjadi hal yang harus Anda lakukan. Meskipun memang saat si kecil tumbuh gigi, hal tersebut cukup sulit untuk Anda lakukan. Itulah beberapa tips menyusui saat bayi tumbuh gigi untuk memperbaiki keadaan puting Anda saat menyusui. Selamat mencoba!

Daun Katuk Memperbanyak ASI – Daun yang satu ini memang memiliki khasiat yang tidak dapat diabaikan lagi dalam melancarkan ASI pada ibu menyusui. Banyak sekali ibu menyusui yang menggunakan alternatif dengan daun katuk untuk memperbanyak ASI. Lantas, apakah daun katut dapat memperbanyak ASI termasuk fakta atau mitos? Untuk lebih jelasnya, yuk kita langsung simak penjelasan kami berikut ini!

Lancar tidaknya ASI memang menjadi salah satu hal terpenting bagi setiap ibu menyusui. Jika ibu mengalami ASI yang tidak lancar tentunya ini menjadi masalah yang cukup menyita perhatian. Bagaimanapun juga, ASI menjadi salah satu asupan makanan yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Tentu, kita semua tahu bahwa dibandingkan dengan susu formula. ASI memiliki kandungan gizi dan juga nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Untuk itu, diperlukan alternatif bagi Anda untuk membantu meningkatkan produksi ASI agar lancar.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya Anda membutuhkan beberapa cara, salah satunya dengan daun katuk. Seperti yang kita tahu bahwa daun katuk menjadi salah satu jenis daun yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. Namun, banyak orang yang masih ragu akan manfaat daun katuk dalam memproduksi ASI lebih banyak. Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang percaya bahwa daun katuk memang berkhasiat dalam meningkatkan produksi ASI. Lantas, apakah hal tersebut benar atau hanya mitos semata? Baca juga: Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak Yang Wajib Anda Ketahui

Popularitas Daun Katuk Di Indonesia

daun katuk melancarkan asi

Seperti yang sudah kita tahu bahwa popularitas daun katuk di Indonesia sudah tidak dapat diragukan lagi. Tidak heran jika banyak masyarakat Indonesia yang mempercayai bahwa daun katuk berperan penting dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Daun katuk atau dalam istilah ilmiah dikenal dengan nama Sauropus Androgynus (L.) Merr. Daun katuk merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh subur di Indonesia dan juga di beberapa negara Asia lainnya. Dikarenakan memiliki banyak manfaat, maka sampai saat ini daun katuk masih dilestarikan sehingga masih cukup mudah untuk ditemukan.

Terlepas dari manfaat daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI tentunya anggapan tersebut telah dibuktikan oleh sebuah penelitian. Beberapa penelitian tersebut tentunya telah diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI tahun 2004 telah menunjukkan bahwa bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada ibu menyusui dengan dosis sekitar 3 x 200 mg per harinya selama 15 hari. Penelitian tersebut tentunya telah mengikutsertakan sekitar 96 ibu menyusui yang dibagi ke dalam dua kelompok. Pada satu kelompok ibu menyusui yang diberikan ekstrak daun katuk didapatkan hasil dimana dapat memproduksi ASI sekitar 50,7%. Angka tersebut tentunya lebih banyak dibandingkan dengan ibu menyusui tanpa diberikan ekstrak daun katuk. Lihat juga: 10 Menu Makanan Anak Usia 1 Tahun Yang Dapat Anda Berikan Untuk Si Kecil

Penelitian Tentang Daun Katuk

Sebuah review dari A. J. A. Petrus mengenai Sauropus Androgynus (l) Meer yang telah diterbitkan oleh Asian Journal of Chemistry menyatakan bahwa fungsi daun katuk untuk memperlancar ASI berkaitan dengan kandungan galactagogue yang ada di dalam daun katuk. Galactagogue ini yakni sebuah senyawa yang dapat memicu peningkatkan produksi ASI. Sedangkan kandungan lain yang terdapat di dalam buah katuk diantaranya lemak, protein, vitamin A, vitamin B, C, zat besi, kalsium, dan juga karbohidrat serta masih masih banyak lagi. Sedangkan kandungan vitamin C yang terdapat di dalam buah katuk menambah fungsi daun katuk sebagai zat antioksidan.

Alasan lain yang memperkuat dimana ASI dipercaya dapat memperlancar produksi ASI dikarenakan efek hormonal yang ditimbulkan di dalamnya. Sebuah penelitian lain yang diterbitkan di dalam Journal of Nutrigenetics dan Nutrigenomics pada tahun 2010 telah membuktikan bahwa daun katuk dapat meningkatkan ekspresi gen prolaktin dan oksitosin pada tikus yang menyusui. Harus Anda ketahui bahwa prolaktin dan juga oksitosin ialah dua hormon yang dapat mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui.

Daun Katuk Memang Memperlancar ASI

Seperti yang kita tahu bahwa ASI merupakan kebutuhan utama untuk bayi karena ASI mengandung seluruh zat yang dibutuhkan oleh bayi. Inilah yang menjadi alasan mengapa ibu harus memberikan ASI eksklusif kepada bayinya selama 6 bulan dan ASI lanjutan hingga 2 tahun. Hal ini dikarenakan bayi membutuhkan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam ASI untuk kebutuhan harian tubuhnya. Namun pada kenyataannya tidak semua wanita memiliki produksi ASI yang lancar dan juga banyak. Bahkan tidak sedikit wanita yang tidak memproduksi ASI.

Beberapa kasus mungkin akan Anda temukan ditengah jalan seperti misalnya produksi ASI yang semakin sedikit dan juga tidak cukup untuk bayi. Maka dari itu, terpaksa ibu harus mengganti asupan ASI dengan susu formula agar kebutuhan harian si kecil bisa tetap tercukupi. Berbagai cara kerap dilakukan oleh seorang ibu untuk meningkatkan produksi ASI. Salah satu cara tradisionalnya yakni dengan menggunakan daun katuk.

Seperti yang telah dibuktikan oleh beberapa penelitian yang diterbitkan di dalam jurnal tentunya sudah tidak dapat diragukan lagi akan manfaat dari daun katuk untuk meningkatkan produksi ASI. Umumnya, ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi daun katuk agar produksi ASi dapat meningkat. Banyak ibu yang mengonsumsi daun katuk sebagai lalapan dan ada juga yang dimasak terlebih dahulu. Tidak sedikit pula yang merebus daun katuk hingga menjadi jamu dan meminum air hasil rebusannya. Akan tetapi, bagi Anda yang tidak ingin repot saat ini seiring dengan perkembangan jaman, tentu banyak produk-produk yang beredar di pasaran dengan menggunakan bahan utama di dalamnya yakni daun katuk. Namun, tetap bahan alami akan memberikan dampak yang lebih baik dibandingkan dengan bahan yang sudah diolah sebelumnya.

Apakah Cukup Makan Daun Katuk Untuk Melancarkan ASI?

Terlepas dari jawaban akan pertanyaan yang satu ini dimana apakah  untuk melancarkan ASI hanya cukup dengan memakan daun katuk saja. Maka, jawaban yang paling jelas yakni melancarkan ASI tidak hanya dengan menggunakan daun katuk saja. Namun, Anda juga bisa melakukan beberapa cara lain yakni dengan selalu menyusui si kecil dengan benar dan juga sering. Jiak Anda masih jarang menyusui si kecil, maka jangan harap Anda akan mendapatkan produksi ASI yang lancar.

Salah satu senyawa yang terdapat di dalam daun katuk yang berfungsi untuk melancarkan ASI yakni galactogogue. Selain daun katuk,  senyawa galactogogue juga ditemukan di beberapa tanaman selain daun katuk seperti blessed thistle, alfaalfa dan juga fenugreek. Akan tetapi, galactogogue hanya akan bekerja dengan efektif  saat ASI sering diisap oleh mulut bayi. Maka dari itu, galactogogue yang terdapat di dalam daun katuk lebih efektif untuk melancarkan ASI dan meningkatkan produksi ASI dibandingkan dari sumber lain.

Meskipun Anda mengonsumsi daun katuk sebanyak mungkin, namun jika Anda masih jarang memberikan ASI kepada si kecil. Maka produksi ASI juga tidak akan berjalan dengan maksimal. Hal ini tentunya menjawab pertanyaan di atas dimana ASI yang lancar tidak hanya bisa Anda dapatkan dari makan daun katuk saja, namun juga harus diiringi dengan pemberian ASI sesering mungkin kepada bayi Anda. Perlu Anda ketahui bahwa isapan bayi ialah salah satu faktor pemicu produksi ASI yang dapat memberikan sinyak ke otak untuk melepaskan hormon yang memang diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi ASI.

Resep Daun Katuk Untuk Ibu Menyusui Yang Bisa Anda Coba

Dibalik kandungan penting di dalamnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, daun katuk juga tentunya memiliki rasa yang khas. Untuk mendapatkan asupan gizi dan juga nutrisi yang ada di dalam daun katuk tentunya Anda dapat membuat menu variasi olahan dari daun katuk. Berikut ini kami sajikan beberapa resep olahan dari daun katuk yang dapat Anda coba sekarang juga.

Tumis Katuk Ebi

Resep pertama yang bisa Anda coba yakni dengan mencampurkan daun katuk dengan ebi. Bahan-bahan yang diperlukan diantaranya:

– 1 ikat katuk atau sedukupnya, ambil hanya daunnya saja

– 200 gram ebi, cuci bersih dan tiriskan

– 3 siung bawang merah, iris halus

– 3 siung bawang putih, iris halus

– 1/2 buah tomat, belah dua

– 2 buah cabai merah, iris serong

– 1 buah salam

– Garam dan gula secukupnya

– Minyak untuk menumis (zaitun lebih baik

Cara Membuat:

  1. Cara pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan menggoreng ebi dengan minyak hingga kering
  2. Masukkan bawang putih, bawang merah, tomat, cabai dan juga daun salam. Tumis sampai harum.
  3. Lalu, masukkan daun katuk dan biarkan sedikit layu
  4. Tambahkan air, lalu masukkan gula dan garam secukupnya. Aduk sebentar.
  5. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat.

Jus Daun Katuk

Tidak hanya dijadikan sebagai tumisan, ternyata buah katuk juga dapat diolah menjadi jus. Jika dibuat jus tentunya akan lebih memiliki rasa yang segar ditambah dengan air batu dingin. Untuk membuat jus katuk, bahan-bahan yang digunakan, diantaranya:

– 100 gram daun katuk

– 3 buah wortel berukuran sedang

– 300 ml air atau secukupnya

– 1 sdm air perasan lemon

Cara membuatnya:

  1. Cuci bersih daun katuk dan juga wortel dengan air mengalir hingga benar-benar bersih.
  2. Potong wortel sampai berukuran kecil
  3. Masukkan potongan wortel dan juga daun katuk ke dalam blender
  4. Tambahkan air perasan lemon tersebut ke dalam blender
  5. Anda tentu dapat menghaluskannya hingga lembut dan juga tercampur rata
  6. Lalu, tuang ke dalam gelas dan masukkan ke dalam kulkas
  7. Anda dapat menyajikannya dalam keadaan dingin agar lebih segar.

Banyak sekali ibu menyusui yang lebih memilih dengan sajian jus katuk dibandingkan dengan sajian tumisan.

Sayur Bening Katuk Jagung

Bagi Anda yang lebih menyukai menu olahan katuk menjadi sayur bening, tentu Anda dapat membuatnya dengan sangat mudah. Dengan cara sederhana di bawah ini tentu Anda akan mendapatkan sajikan daun katuk yang enak dan juga lezat. Bahan-bahan yang digunakan, diantaranya:

– 1 ikat daun katuk

– 70 gram jagung manis pipil

– 1 siung bawang merah, iris tipis

– 1/4 buah tomat ukuran sedang

– 1 ruas jari temu kunci, memarkan

– Garam dan gula pasir secukupnya

– 350 ml air

Cara membuatnya:

  1. Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan mendidihkan air di dalam panci
  2. Lalu, rebus jagung sampai matang
  3. Masukkan bawang merah, tomat, temu kunci, gula dan juga garam ke dalam panci yang sudah di isi air. Lalu, aduk dan diamkan sampai jagung matang.
  4. Setelah itu, masukkan daun katuk dan tutup selama 2 menit
  5. Anda dapat mematikan api dan sajikan sayur bening katuk jagung selagi hangat.

Bakwan Daun Katuk

Bagi Anda penyuka gorengan, tentu tidak salah jika Anda mengolah daun katuk menjadi bakwan. Selain dapat dimakan sebagai cemilan, daun katuk jika dibuat bakwan, maka akan memiliki rasa yang lebih nikmat. Bahan-bahan yang bisa Anda gunakan, diantaranya:

– Siapkan 20 gram daun katuk, iris-iris

– 1 sdm kacang merah, rebus dan haluskan

– 3 sdm jagung pipil, haluskan

– 1 sdm tepung terigu

– 1 batang daun seledri, iris hingga halus

– Air secukupnya

– Minyak untuk menggoreng secukupnya

Bumbu halus yang harus Anda siapkan:

– 1 siung bawang putih

– 1 siung bawang merah

– Ketumbar secukupnya

– Lada secukupnya

– Garam secukupnya

Cara membuatnya:

  1. Aduk semua bahan dan juga bumbu halus
  2. Panaskan minyak di dalam wajah hingga benar-benar panas
  3. Ambil satu sendok makan adonan dan celupkan ke dalam wajan panas
  4. Biarkan sampai adonan berwarna kuning
  5. Angkat dan tiriskan
  6. Sajikan bakwan katuk dengan nasi hangat atau dapat juga dijadikan cemilan.

Smoothie Daun Katuk Buah Naga

Selain jus dari daun katuk tentunya Anda juga bisa mengolah daun katuk dengan buah-buahan lain seperti buah naga. Buah dengan rasa khas ini memang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Bahan-bahan yang bisa Anda gunakan diantaranya:

– 1 genggam daun katuk

– 100 gram terung Belanda

– 1 genggam daun kemangi

– 50 gram buah naga

– 50 gram alpukat

Cara membuatnya:

  1. Ambil dari terung Belanda dengan cara diblender, lalu saring airnya
  2. Kemudian, masukkan ke dalam blender bersama dengan daun kemangi, alpukat, daun katuk dan juga buah naga merah.
  3. Kemudian, blender hingga halus
  4. Tuangkah smoothie daun katuk dan juga buah naga ke dalam gelas, kemudian tambahkan topping kenari jika Anda suka

Sayur Santan Daun Katuk

Selain diolah menjadi sayur bening, daun katuk juga dapat dibuat dengan menggunakan santan. Bahan-bahan yang dapat Anda gunakan diantaranya:

– 1 ikat daun katuk, cuci dan siangi

– 1 buah labu siam dan jipan, potong dadu

– 1 genggam kulit buah melinjo

– 3 buah bawang putih, iris tipis

– 3 buah cabai hijau, potong menyerong

– Daun salam

– 500 ml santan

– Gula pasir

– Garam halus

Cara membuatnya:

  1. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan memasak santan dengan api sedang. Lalu, masukkan bawang putih, daun salam dan cabai hijau.
  2. Masukkan jipan dan juga labu siam yang sudah dipotong dadu dan kulit melinjo. Lalu, masak hingga mendidih.
  3. Setelah mendidih, masukkan daun katuk. Lalu, tambahkah garam dan gula. Masak hingga matang.
  4. Kemudian, sayur santan daun katuk siap untuk disajikan.

Menjaga produksi ASI tetap lancar memang menjadi hal yang benar-benar harus Anda lakukan. Mulailah untuk mengonsumsi daun katuk demi memperlancar produksi ASI Anda. Demikianlah beberapa fakta mengenai daun katuk memperbanyak ASI serta resep-resep yang bisa Anda coba sekarang juga. Semoga bermanfaat!

Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak  – Tidak hanya orang dewasa, ternyata anak juga sering merasakan yang namanya sakit kepala. Banyak anak yang sering mengeluhkan sakit kepala, namun dapat sembuh dengan mudah setelah diberikah obat pereda nyeri atau parasetamol. Namun, ada beberapa kondisi dimana sakit kepala pada anak tidak boleh Anda abaikan begitu saja karena dapat menjadi tanda penyakit yang serius. Berikut ini kami sajikan beberapa tanda sakit kepala berbahaya pada anak yang cukup serius!

Seperti yang kita tahu bahwa sakit kepala merupakan suatu keluhan yang paling umum terjadi pada anak-anak. Tidak sedikit anak yang mengeluhkan sakit kepala dikarenakan berbagai faktor seperti misalnya kurang makan, terkena flu bahkan kurang tidur. Namun ternyata tidak selamanya sakit kepala pada anak disebabkan oleh hal-hal yang sepela. Tentu, sakit kepala yang dirasakan oleh anak akan menjadi tanda adanya penyakit serius. Banyak sekali kemungkinan jika anak menderita sakit kepala yang cukup serius.

Terlepas dari hal tersebut tentunya Anda sebagai orang tua harus lebih waspada jika anak merasakan sakit kepala. Hal ini bisa saja terjadi dimana sakit kepala pada anak menjadi tanda adanya penyakit serius seperti tumor otak atau meningitis, migrain yang serius atau penyakit lainnya. Dikarenakan adanya kemungkinan anak mengalami beberapa penyakit serius tentunya Anda tidak boleh menyepelekan sakit kepala yang dirasakan oleh anak. Untuk itu, Anda diharuskan untuk mengenali berbagai gejala jika adanya kemungkinan penyakit yang diderita oleh anak ternyata tanda dari penyakit yang serius. Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal | Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Tanda Sakit Kepala Berbahaya Pada Anak

tanda sakit kepala berbahaya pada anak

Sakit kepala pada anak memang dapat terjadi begitu saja. Meskipun banyak dari anak yang menderita sakit kepala yang biasa, namun tentunya Anda diharuskan untuk lebih waspadai akan sakit kepala yang diderita oleh si kecil. Bisa saja sakit kepala tersebut menjadi tanda penyakit yang serius. Dengan mengetahui beberapa tanda dan gejala yang menjadi indikasi dimana adanya penyakit serius, tentu saja menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Anak pastinya akan mengeluhkan rasa sakit kepala pada saat-saat tertentu sehingga ada sekali kemungkinan anak menderita suatu penyakit. Jika Anda mendapatkan beberapa tanda dimana si kecil merasakan sakit kepala tentunya Anda harus mengenali tanda adanya penyakit serius pada anak. Berikut ini ada beberapa gejala dimana sakit kepala pada anak tidak boleh diabaikan, diantaranya:

Lihat juga: 20 Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk Berikut Faktanya

Sakit kepala tidak berhenti

Gejala pertama sakit kepala pada anak yang perlu Anda waspadai jika sakit kepala tidak berhenti juga meski sudah minum obat. Pada umumnya, sakit kepala pada anak tentunya dapat mereda setelah meminum obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan juga paracetamol. Namun, jika sakit kepala pada anak Anda tidak juga reda dan bahkan semakin parah, maka alangkah baiknya jika Anda membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Terlebih jika sakit kepala si kecil disertai dengan gejala lainnya seperti penglihatan yang kabur, lemas dan jufga kondisi lainnya hingga mengganggu aktivitas anak sehari-hari

Sakit kepala disertai leher kaku dan demam

Gejala selanjutnya yang bisa Anda kenali ialah dengan sakit kepala disertai dengan demam dan leher kaku. Jika anak sedang sakit kepala tentunya Anda bisa mendongakkan lehernya ke atas atau menurunkannya ke bawan. Jika si kecil tidak bisa memutar dan menggelengkan kepalanya. Anda tentunya harus segera membawa si kecil ke dokter. Sakit kepala pada anak yang cukup serius tentunya dapat disertai dengan demam dan leher kaki yang menjadi tanda adanya penyakit meningistis. Seperti yang kita tahu meningitis ialah suatu peradangan yang terjadi pada selaput otak yang dapat pula disebabkan oleh adanya infeksi virus ataupun bakteri. Anak-anak dan juga bayi tentunya sangat rentan terhadap meningitis karena sistem kekebalan tubuh mereka belum cukup mampu untuk melawan infeksi seperti pada orang dewasa.

Sakit kepala terjadi berulang-ulang

Jika anak menderita sakit kepala dan dapat terjadi berulang-ulang lebih dari dua kali seminggu tentunya menjadi tanda dimana sakit kepala menjadi hal yang serius. Sakit kepala pada anak tentunya dapat membuat Anda merasa kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya. Jika sakit kepala sebaiknya Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan si kecil. Untuk itu, jika sakit kepala terjadi secara berulang-ulang, maka kondisi tersebut menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Sakit kepala dapat membangunkan anak dari tidurnya

Tanda sakit kepala yang perlu Anda perhatikan ialah saat Anda membangunkan anak dari tidurnya. Saat si anak dibangunkan dan merasakan sakit kepala yang hebat tentunya bukan penyakit yang biasa melainkan dari penyakit serius yang harus Anda tangani. Sakit kepala tentunya dapat bertambah buruk jika disertai dengan bersin, batuk dan juga sakit kepala. Selain itu, tentunya sakit kepala harus benar-benar diwaspadai ketika disertai dnegan mual dan juga muntah setiap kali anak Anda mengalami sakit kepala.

Sakit kepala dengan muntah

Sakit kepala anak akan bertambah menjadi kondisi yang serius jika disertai dengan muntah-muntah yang cukup parah. Sakit kepala dengan muntah menjadi kondisi yang cukup serius, namun tidak menunjukkan gejala lain seperti diare. Hal ini tentunya mungkin dapat disebabkan oleh adanya peningkatan tekanan di dalam otak (tekanan intrakranial). Terlebih jika rasa sakit yang anak rasakan semakin berat dari sebelumnya. Untuk Anda dapat membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut lagi untuk mengetahui apakah kondisi tersebut menjadi tanda dari penyakit serius.

Hal Yang Akan Dilakukan Oleh Dokter

Jika Anda membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih, tentunya ada beberapa hal yang mungkin akan dokter lakukan untuk mengetahui kondisi si kecil. Seorang dokter tentunya tidak dapat lepas dari beberapa pertanyaan seputar sakit kepala yang dirasakan oleh si kecil. Berikut ini beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh dokter seputar sakit kepala Anda, diantaranya:

– Bagian kepala mana yang sakit?

– Sejak kapan sakit kepala terjadi?

– Apakah sakit kepala mengubah pila tidurnya?

– Berapa lami sakit kepala yang dialami oleh si kecil?

– Apakah si kecil pernah mengalami kecelakaan atau trauma di sekitar kepala?

– Apakah ada posisi tubuh yang dapat memicu sakit kepala terjadi?

– Apakah ada tanda psikologis atau emosional yang berubah sejak anak sakit kepala?

Beberapa pertanyaan di atas tentunya menjadi poin penting yang seyogianya dilakukan oleh seorang dokter. Jika dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut tentunya dokter akan melakukan CT Scan atau MRI pada kepala anak. Seperti yang kita tahu bahwa MRI dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah menuju otak. CT Scan juga tentunya dapat membantu mencari keberadaan tumor ataupun melihat kondisi saraf yang tidak normal. Cara ini tentunya dilakukan untuk melihat kemungkinan ada atau tidaknya kondisi abnormal pada otak anak.

Cara penanganan pada sakit kepala anak tentunya tergantung dari penyebab terjadinya sakit kepala tersebut. Jika dokter memberikan hasil yang negatif, maka akan disarankan untuk memberikan obat yang dapat diminum di rumah untuk meredakan sakit kepala pada anak Anda. Jika ada hal yang serius terjadi pada otak anak, maka dokter akan menyarankan untuk melakukan perawatan yang lebih lanjut berdasarkan penyebabnya.

Penyebab Sakit Kepala Pada Anak Yang Sering Umum Terjadi

Sakit kepala yang terjadi pada anak tentunya dapat disebabkan oleh beberapa hal baik dalam tingkat biasa ataupun serius. Pada usia 7 tahun setidaknya sekitar 40% anak pernah mengalam yang namanya sakit kepala. Rasa nyeri kepala pada anak tentunya dapat menjadi suatu tanda penyakit seperti sakit gigi, infeksi pada telinga dan juga flu. Seringkali si kecil mengalami yang namanya sakit kepala dikarenakan ia mengalami dehidrasi dan juga kelelahan. Pasa sebagian anak tentunya rasa sakit kepala yang ia alami dapat menjadi sebuah tanda dimana adanya penyakit serius dan sangat berbahaya. Untuk itu, sebagai orang tua Anda diharuskan untuk mengenali beberapa penyebab sakit kepala pada anak agar dapat mencegahnya. Berikut ini beberapa penyebab sakit kepala pada anak yang sering terjadi, diantaranya:

Otot-otot yang tegang

Penyebab pertama yang dapat menjadi indikasi terjadinya sakit kepala pada anak dikarenakan adanya otot-otot pada saraf yang tegang. Jenis sakit kepala ini tentunya ditandai dengan rasa sakit yang ringan, tidak tajam pada satu ataupun kedua sisi kepala. Terkadang penderita mengalami rasa seperti ikatan ketat dan tekanan yang ada di sekitar kepala. Gejala lain dari sakit kepala karena otot tegang tentunya akibat dari kecemasan, stres dan juga depresi. Sakit kepala karena otot yang tegang pada umumnya terjadi di sekolah ataupun rumah dan akan hilang saat anak beristirahat. Bagi anak yang merasakan sakit kepala tentunya akan lebih banyak tidur dibandingkan dengan bermain seperti biasanya. Sakit pada kepala akibat otot-otot yang tegang akan berlangsung selama kurang lebih 30 menit hingga beberapa hari.

Migrain

Sakit kepala pada anak tentunya cenderung turun temurun di keluarganya. Pada umumnya gejala ini timbul dari anak usia 5 hingga 8 tahun. Tentunya, sebanyak 5% dari anak usia 10 tahun akan mengalami setidaknya satu kali migrain. Pada umumnya, migrain dapat terjadi pada satu sisi kepala dan sering bertambah buruk saat si kecil melakukan aktivitas fisik. Jika anak mengalami migrain tentunya ia akan mengalami perubahan pada mood, lelah, pusing, kulit pucat dan juga penglihatan yang kabur. Beberapa anak bahkan memgalami sering mual dan mentah, diare dan juga demam. Pada anak kecil, ia tidak dapat menjelaskan akan rasa sakit pada kepalanya, ia akan cenderung menangis sambil memegang kepala untuk mengindikasi sakit kepala yang berat.

Tumor otak

Meskipun kasus ini jarang terjadi dan terjadi hanya 1 dari 40.000 anak, namun tetap saja menjadi penyebab sakit kepala yang harus Anda waspadai. Kemungkinan besar sakit kepala pada anak dapat disebabkan oleh tumor otak. Terlebih jika anak Anda menderita sakit kepala yang semakin parah, maka dengan memeriksakan dirinay ke dokter menjadi hal yang harus Anda lakukan.

Meningitis

Sakit kepala tentunya sering terjadi pada anak yang disebabkan oleh meningitis. Penyakit ini yakni suatu peradangan yang terjadi pada membran menutupi otak dan juga cairan spinal dengan menekan dan juga mengurangi sirkulasi cairan spinal. Dalam kondisi yang lebih parah tentunya meningitis dapat menyebabkan mual berulang kali, demam tinggi, mengantuk, sensitif terhadap cahaya, kehilangan selera makan, dan terkadang ruam ataupun leher yang kaku. Pada posisi baring tentunya anak usia prasekolah tidak dapat menekuk kepala ke dada dikarenakan rasa sakit di kepala dan juga leher. Jika Anda mengalami gejala seperti ini tentunya Anda harus segera mengantarnya ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sakit kepala cluster

Sakit kepala ini pada umumnya tidak terjadi pada anak di bawah usia 12 tahun. Namun dapat terjadi pada anak usia 12 tahun ke atas. Sakit kepala cluster ini pada umumya terjadi mulai dari satu hingga 8 kali dalam seminggu. Sakit kepala ini disertai dengan lelah, gelisah, penyumbatan dan hidung yang berair. Rasa sakit kepala ini dapat terjadi pada satu sisi kepala yang akan berlangsung selama 15 menit hingga 3 jam.

Chronic Daily Headache (CDH)

Istilah CDH ini tentunya digunakan sebagai sebutan dari sakit kepala dan juga migrain. Hal ini tentunya dapat diakibatkan oleh adanya ketegangan yang terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan dan 3 bulan. CDH ini tentunya dapat diakibatkan oleh adanya cedera kepala ringan , terlalu sering minum obat pereda nyeri dan juga infeksi.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Pada Anak

Setelah kita berkonsultasi dengan dokter tentunya dokter akan memutuskan bagaimana langkah yang tepat untuk mengatasi penyebab sakit kepala pada anak dan juga mencegah terjadinya sakit kepala pada anak. Berikut ini beberapa cara terbaik untuk mengatasi penyebab sakit kepala pada anak, diantaranya:

– Minta anak untuk tidur cukup, hal ini tentunya untuk mengatasi berbagai stres. Selain itu, pastikan ia minum air putih dan minuman non-kafein untuk menghindari terjadinya dehidrasi pada tubuh anak.

– Hindari anak dari hal-hal yang membuatnya migrain seperti makanan ataupun minuman tertentu, olahraga yang berat, suara bising dan juga cahaya yang terang. Dengan begitu Anda dapat menghindarkan diri dari beberapa penyebab yang kemungkinan menjadi pemicu terjadinya sakit kepala mnigrain.

– Anda tentunya dapat mengurangi rasa stres yang dialami oleh si kecil. Dengan memberikannya jadwal makan dan juga minum yang teratur tentunya Anda dapat membuat si kecil mendapatkan kenyamanan. Jika tidak ada tanda sakit kepala akan menghilang, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahli terapi untuk mengetahui berbagai akar permasalah dari sakit kepala anak Anda.

– Saat sakit kepala muncul tentunya Anda dapat memberinya obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan juga acetaminophen. Namun pada anak di bawah 10 tahun tidak boleh diberikan aspirin kecuali atas petunjuk dokter. Anda tentunya jangan memberi anak lebih dari beberapa pil dalam seminggu. Hal ini dikarenakan anak yang  minum pereda sakit kepala adanya kemungkinan untuk mengalami sakit kepala kembali setelah minum obat.

– Anda juga dapat melakukan teknik pijat pada anak Anda dengan cara memijat bahu dan juga leher dengan menggunakan kompres dingin pada bagian yang sakit.

– Cara terakhir yang bisa Anda lakukan yakni dengan sering mengunjungi dokter untuk mengetahui kondisi akan sakit kepala yang diderita oleh anak Anda.

Demikianlah beberapa tanda sakit kepala berbahaya pada anak yang wajib Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Makanan Anak Usia 1 Tahun – Usia 1 tahun memang dapat dikatakan sebagai gerbang bagi si kecil untuk mulai mengenal makanan dewasa. Tidak seperti usia 6 bulan dimana si kecil masih diberikan MPASI yang lunak. Sedangkan pada usia 1 tahun ini, anak sudah dapat diberikan makanan layaknya orang dewasa. Untuk itu, berikut ini kami sajikan beberapa panduan dan juga menu makanan anak usia 1 tahun!

Seperti yang kita tahu bahwa saat bayi menginjak usia 6 bulan tentunya diharuskan bagi para orang tua untuk memberikan MPASI untuk si kecil. Terlebih jika usia anak sudah mulai menginjak usia 1 tahun dimana fase tumbuh kembang telah dimulai. Maka dari itu, asupan gizi dan juga nutrisi si kecil untuk satu tahun pertama memang sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan bayi memiliki kecepatan pertumbuhan yang lebih cepat dan juga mengagumkan.

Perlu Anda tahu bahwa pada usia 1 tahun, si kecil sudah dapat diberikan jadwal makan sebanyak 3 kali dalam sehari. Pada waktu-waktu tertentu, menu makanan bayi dapat diselingi dengan cemilan sehat seperti buah-buahan dan juga biskuit. Selain itu, Anda sudah diharuskan untuk mulai memperkenalkan makanan padat dan juga makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang dewasa. Dengan catatan, makanan padat tersebut harus lunak dan juga mudah untuk dikonsumsi oleh si kecil. Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal | Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Makanan Anak Usia 1 Tahun

makanan anak usia 1 tahun

Menu makanan anak usia 1 tahun tentunya harus dimulai dengan menu yang bervariasi. Hal ini tentunya bertujuan untuk memperkenalkan kepada si kecil berbagai jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang dewasa. Selain dapat membuat si kecil lebih mudah untuk mengenal makanan tertentu tentunya diharapkan si kecil dapat terbiasa dengan makanan tersebut saat menginjak usia anak-anak. Dengan begitu susah makan akan menu makanan yang asing dapat dengan mudah untuk Anda atasi.

Meskipun terdapat beberapa menu makanan yang disarankan untuk si kecil. Namun, tidak ada salahnya bagi Anda untuk memperkenalkan berbagai menu makanan yang biasa Anda konsumsi bersama keluarga. Beberapa jenis makanan yang diwajibkan untuk dikonsumsi oleh si kecil diantaranya olahan dari kacang kedelai, biji-bijian, ikan dan juga telur. Anda tentunya harus tetap memperhatikan beberapa asupan makanan untuk anak 1 tahun agar kebutuhan gizi dan juga nutrisinya tercukupi dengan baik. Beberapa rekomendasi menu makanan anak usia 1 tahun ini tentunya dapat membantu Anda untuk memberikannya kepada si kecil, diantaranya:

Lihat juga: 20 Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk Berikut Faktanya

Nasi coklat

Menu makanan pertama yang direkomendasikan untuk bayi usia 1 tahun yaitu nasi coklat. Jenis makanan yang satu ini tentu memberikan kebutuhan akan zat besi bagi si kecil. Hal ini tentunya sangat penting bagi Anda dikarenakan pertumbuhan pada anak usia 1 tahun memang cukup pesat. Dengan memenuhi kebutuhan akan gizi dan juga nutrisinya dari nasi coklat tentu terbilang cukup mudah untuk kebutuhan si kecil. Selain itu, nasi coklat memiliki kandungan karbohidrat yang cukup kompleks sehingga lebih lama terserap oleh tubuh manusia. Dengan begitu, kadar glukosa yang ada di dalam darah dapat menjadi sumber energi yang siap untuk dipakai sehingga menjadi lebih stabil. Untuk itu, nasi coklat memang dapat dijadikana sebagai sumber energi pertama untuk tubuh si kecil.

Daging merah

Makanan selanjutnya yang dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi yakni daging merah. Jenis makanan yang satu ini mengandung zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Seperti yang kita tahu bahwa daging merah memang sangat penting untuk tumbuh kembang si kecil. Zat besi yang ada di dalam daging merah tentunya dapat dengan mudah terserap oleh tubuh. Untuk itu, Anda dapat memberikan daging merah pada anak usia satu tahun cukup hanya dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Daging ayam

Setelah daging merah, daging selanjutnya yang dapat Anda berikan pada si kecil ialah daging ayam. Seperti yang kita tahu bahwa daging ayam memiliki lemak dengan jumlah yang sedikit dibandingkan dengan daging merah. Namun sebaliknya dengan kulit ayam dimana bagian ini justru mengandung lebih banyak lemak dibandingkan dengan jenis daging yang lainnya.

Ikan

Selain makanan berupa daging tentunya ikan dapat digunakan sebagai menu makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi si kecil. Perlu Anda ketahui bahwa banyak sekali kandungan yang terdapat di dalam ikan seperti protein rendah lemak, kalsium, selenium dan juga magnesium. Selain itu, ikan juag berperan penting dalam mencegah terjadinya radikal bebas sehingga sangat baik untuk mendongkrak sistem kekebalan tubuh Anda. Jenis ikan yang baik untuk si kecil yakni ikan salmon dan juga ikan tongkol karena mengandung banyak sekali lemak esensial yang dapat menunjang perkembangan otak.

Ubi

Selain makanan berupa ikan dan juga daging tentunya ubi dapat menjadi makanan yang dapat Anda berikan untuk si kecil. Hal ini dikarenakan ubi mengandung vitamin A dan juga vitamin C serta kaya akan fitokimia. Fungsi dari senyawa fitokimia ini yakni sebagai benteng bagi tubuh untuk menghadapi berbagai serangan penyakit. Ubi tentunya dapat Anda berikan pada si kecil dengan direbus ataupun diblender.

Sayuran berwarna terang

Seperti yang kita tahu bahwa sayuran memang sangat penting bagi pertumbuhan manusia. Sayuran kaya akan vitamin dimana dapat menjadi asupan yang paling penting bagi tubuh manusia. Selain itu, sayuran mengandung aneka fitokimia yang berperan baik dalam mencegah berbagai macam penyakit seperti kanker dan juga jantung koroner. Jenis sayuran yang dapat Anda berikan yakni sayuran berwarna terang dan juga sayuran hijau seperti wortel, bayam dan juga jenis sayuran lainnya.

Jeruk

Jeruk memang mengandung vitamin C yang cukup banyak. Namun, jika Anda berniat untuk memberikannya kepada si kecil tentu harus memilih jeruk yang memiliki rasa manis. Hindari untuk memberikan jeruk yang memiliki rasa masam meski sedikitpun. Hal ini tentu akan menyebabkan gangguan kesehatan terutama sistem pencernaan si kecil. Dalam memberikan jeruk kepada si kecil tentunya harus dilakukan sesudah makan.

Wortel

Jenis sayuran yang sangat direkomendasikan untuk si kecil yakni wortel. Jenis sayuran ini memang sudah dikenal sebagai sayuran yang tinggi akan vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata. Untuk itu, Anda disarankan untuk memberikan wortel pada si kecil untuk menjaga kesehatan mata.

Susu

Asupan lain yang memang dibutuhkan oleh si kecil yakni susu. Meskipun makanan anak usia 1 tahun memang sudah cukup banyak, namun tetap saja Anda harus melanjutkan dalam memberikan susu pada si kecil. Susu memang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang si kecil dikarenakan kaya akan kandungan vitamin D dan juga kalsium yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan juga gigi.

Cara Mencegah Anak Menjadi Seorang Pemilih Makanan

Seperti yang kita tahu bahwa memberikan makanan pada anak usia 1 tahun memang terbilang susah susah gampang. Dpata disebut gampang karena banyak sekali jenis makanan yang dapat diberikan kepada si kecil. Akan tetapi, menjadi hal yang cukup sulit dimana anak sangat sulit untuk makan makanan tertentu atau cenderung memilih-milih makanan. Sebaliknya, jika anak terlalu suka makan terlebih jenis makanan yang manis karena akan mengakibatkan si kecil mengalami obesitas. Cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah si kecil sebagai pemilih makanan yakni dengan melakukan berbagai cara berikut ini, diantaranya:

Jangan selalu turuti keinginan si kecil

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah jangan selalu menuruti apa yang diinginkan oleh si kecil. Kita tentunya akan selalu menghadapi dimana anak menginginkan makanan tertentu yang tidak sehat dan akan rewel jika tidak dikabulkan.

Tentunya, Anda dapat mengalihkan perhatian si kecil dengan menggunakan hal lain agar si kecil tidak makan terus menerus. Untuk alternatif yang lain tentunya Anda dapat memberikan berbagai pilihan makanan lain yang lebih menarik supaya si kecil tidak menjadi seorang pemilih.

Buat anak agar terlibat

Dengan mengajak si kecil menyiapkan berbagai makanan tentunya dapat membuat si kecil lebih tertarik untuk mencicipi makanan dan juga mengolah makanan. Dengan menumbuhkan minat anak tentunya membuat si kecil akan lebih tertarik terhadap makanan.

Orang tua adalah contoh

Seorang anak tentunya hanya mencontoh prilaku orang tuanya. Pola makan orang tua tentunya juga harus teratur. Maka dari itu, usahakan waktu makan si kecil dengan pola makan orang tua. Selain itu, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang sama dengan apa yang dikonsumsi orang tua.

Variasi bentuk makanan

Usahakan Anda untuk membuat makanan dalam bentuk yang bervariasi dan juga menarik. Selain itu, variasi makanan dapat menghindarkan anak dari rasa bosan saat menyantap makanan.

Itulah beberapa menu makanan anak usia 1 tahun beserta  cara mencegah anak menjadi seorang pemilih makanan yang dapat Anda lakukan. Semoga bermanfaat!

Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal – Tidur tanpa bantal memang menjadi sebuah dilematik bagi setiap orang tua. Kondisi ini tentunya tidak bisa lepas dari bahaya yang akan timbul jika menggunakan ataupun tanpa menggunakan bantal. Lantas, apa bahaya bayi tidur dengan bantal? Yuk kita simak faktanya berikut ini!

Tidur dengan bantal memang memberikan kenyamanan tersendiri bagi kita. Tanpa bantal, sebagian besar orang tidak bisa merasakan tidur dengan enak dan juga nyaman. Hal ini mungkin saja berlaku untuk orang dewasa, namun tidak untuk bayi dimana bayi yang tidur dengan bantal ternyata memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatannya. Namun, kondisi ini tidak banyak disadari oleh sebagian besar orang tua. Bahkan banyak yang menganggap bahwa bayi tidur dengan bantal akan membuat bayi merasa lebih nyaman dan juga terjaga.

Terlepas dari hal tersebut tentunya bantal yang digunakan oleh bayi tidak akan membuat bayi merasa nyaman, justru akan berbahaya bagi bayi. Hal ini tentunya kita tahu bahwa yang tidur dengan menggunakan bantal terlebih bantal yang tidak nyaman akan membuat kepala bayi terasa sakit dan juga tegang. Meskipun bayi tidak menangis, namun tetap saja membuat bayi tidur tidak nyaman. Persiapan orang tua dalam menyambut kelahiran bayi memang wajar dilakukan seperti bot tempat tidur yang sudah dilengkapi dengan bantal dan juga guling. Maka, hal ini memang sangat sayang untuk dilewatkan. Baca juga: 20 Ciri-Ciri Kualitas ASI Yang Buruk Berikut Faktanya

Bolehkah Bayi Tidur Tanpa Bantal

bahaya bayi tidur dengan bantal

Terlepas dari boleh ataupun tidak mengenai bayi yang tidur dengan bantal, tentu sangat penting untuk kita ketahui.  Disamping persiapan orang tua dalam menyiapkan bantal dan juga gulung, tentu banyak orang tua yang memilih bentuk bantal U dan juga O pada bagian tengahnya. Sebagian besar orang tua berpendapat bahwa dengan pemilihan model bantal ini akan sangat membantu bayi merasa lebih nyaman dan membentuk kepala bayi agar lebih bundar dengan sempurna.

Mengenai boleh atau tidaknya bayi menggunakan bantal tentunya tidak bisa lepas dari penelitian para ahli yang dilakukan oleh National Institute of Child Health and Human Development (NICHHD) yang menyatakan bahwa tidak direkomendasikan penggunaan bantal pada bayi yang berusia di bawah usia satu tahun. Hal ini akan meningkatkan risiko bayi terkena sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi.

Selain itu, penggunaan bantal pada bayi akan membuat mulut dan juga hidung bayi tertutup ketika kepala bayi bergerak ke kanan ataupun ke kiri. Selain itu, bantal juga akan membuat bayi susah bernapas. Kasus ini telah dibuktikan bahwa setidaknya ada sekitar 38 kematian pada bayi pertahunnya dikarenakan bantal yang digunakan sebagai alas tidur membuat bayi susah untuk bernapas. Sebagian besar kematian bayi terjadi pada usia tiga bulan kurang.

Lihat juga: 20+ Cara Memperbanyak ASI Secara Alami Yang Terbukti Paling Ampuh

Sebenarnya akan lebih baik jika bayi tidur tanpa bantal, hal ini untuk membuat bayi lebih bebas menggerakkan kepalanya. Selain itu, dengan menggunakan bantal, kepala bayi akan lebih tinggi dari tubuhnya sehingga akan membuat tubuh bayi menjadi sedikit bengkok. Untuk itu, jika tidak menggunakan bantal, maka tubuh bayi akan lurus dari kaki, punggung, leher dan juga kepala bayi. Hal ini untuk membuat tubuh bayi menjadi lebih teratur dan mengurangi risiko bengkok pada tubuh bayi.

Bahaya Bayi Tidur Dengan Bantal

Setelah kita mengetahui bahwa bayi tidur dengan menggunakan bantal akan meningkatkan beberapa risiko seperti misalnya bentuk tubuh bayi.  Adanya larangan penggunaan bantal pada bayi juga tidak bisa lepas dari bayi yang masih sensitif terhadap debu yang kemungkinan akan menempel pada bantal bayi. Selain itu, ada beberapa faktor risiko dimana tidur dengan bantal akan menyebabkan beberapa bahaya lainnya seperti yang akan kami jelaskan berikut ini!

Risiko SIDS

Bahaya pertama yang bisa terjadi dimana bayi menggunakan bantal yaitu terjadinya risiko SIDS dimana dapat terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini tentunya bisa terjadi pertama kali pada bayi yang mengalami lemah akibat kurangnya asupan oksigen pada tubuhnya. Hal ini juga dipicu oleh bantal yang digunakan dari bahan busa ataupun manik-manik khusus untuk bantal bayi. Lalu, ketika bagian tersebut terlepas, maka secara tidak sengaja akan menyebabkan bayi mengalami sesak napas terlebih pada bayi yang sedang batuk sehingga dapat terkena batuk pada bayi.

Risiko bayi meninggal lemas

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi yang memakai bantal ketika tidur akan meningkatkan risiko meninggal dalam keadaan lemas. Mungkin jika pada awalnya Anda berpikir bahwa bantal dapat memberikan kenyamanan bagi bayi, namun anggapan tersebut justru salah besar. Hal ini dikarenakan kepala bayi masih sangat lembut sehingga kepala bayi dapat tenggelam dengan lembut. Kondisi inilah yang dapay menyebabkan bayi kekurangan oksigen ketika sedang tidur. Sedangkan lubang hidung bayi yang masih sangat halus akan terhambat dengan aliran udara yang sangat sedikit karena kepala bayi tenggelam pada bantal yang lembut dan empuk. Selain itu, kondisi ini akan membuat bayi menunjukkan beberapa gejala asma atau kesulitan dalam bernapas.

Terjadinya cedera pada leher

Seperti yang kita tahu bahwa kepala bayi memang masih sangat lembut sehingga akan terbentuk denga sendirinya sesuai dengan apa yang menjadi pembentuknya. Seperti misalnya bantal yang membentuk kepala dan juga leher bayi sehingga akan terbentuk sesuai dengan bentukannya. Dalam hal ini bantal bayi dapat menyebabkan leher bayi mengalami yang namanya cedera dikarenakan tulang leher bayi masih sangat rentan. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan organ tubuh bayi setelah lahir memang harus benar-benar diwaspadai. Kita tentu tahu bahwa permukaan leher dan juga kepala bayi memang masih sangat lembut. Ditambah dengan bantal yang tidak merata sehingga menyebabkan leher bayi merasa tidak nyaman. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan menyebabkan leher menjadi tidak nyaman. Ditambah jika bayi tidur dalam waktu yang cukup lama sehingga akan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Bahaya sindrom kepala datar

Bayi yang baru lahir dan sering menggunakan bantal ketika tidur, maka bisa menyebabkan kepala bayi menjadi datar. Kondisi tersebut tentunya bisa pulih, namun tekanan yang berlebihan dapat menyebabkan bentuk kepala bayi menjadi sangat aneh. Jadi, akan lebih baik jika kita tidak menggunakan bantal pada bayi baru lahir.

Tubuh bayi akan lebih panas

Jika pada umumnya suhu tubuh bayi normal, namun dengan penggunaan bantal saat tidur, maka akan menyebabkan tubuh bayi menjadi lebih panas. Tidak heran jika bayi yang menggunakan bantal akan menyebabkan tubuh bayi menjadi demam. Kondisi ini dapat terjadi dimana kebanyakan permukaan bantal memiliki penutup sehingga membuat kepala bayi lebih panas. Hal ini termasuk juga bahan yang digunakan untuk bantal memang terdiri dari busa sehingga akan membuat bayi merasa kurang nyaman. Jika bayi Anda demam, maka hindarilah untuk tidak menggunakan bantal saat sedang tidur.

Kapan Sebaiknya Bayi Diberi Bantal

Bantal memang sangat berguna untuk orang dewasa ketika menopang kepala sehingga akan membuat tidur menjadi lebih nyaman. Namun, seperti yang kita tahu bahwa bantal memang menjadi sesuatu yang sangat berbahaya bagi bayi. Ketika masih kecil, maka bayi belum bisa melakukan apa-apa sehingga tidak bisa menolong dirinya sendirinya. Lantas, banyak pertanyaan yang muncul kapan sebenarnya bayi boleh diberi bantal saat tidur?

Anda tentunya dapat memberikan bantal kepada bayi saat usia bayi sudah menginjak usia 2 tahun. Pada usia ini tentunya bayi sudah mampu dalam membuat gerakan-gerakan sehingga dapat menyebabkan bantal menutupi muka sehingga bayi usia ini sudah dapat menyingkirkannya. Meskipun dengan berbagai macam antal mulai dari warna, bentuk dan juga gambar yang sesuai untuk bayi. Akan tetapi, alangkah baiknya jika Anda memilih bantal yang kecil dan juga datar agar dapat menopang leher bayi dengan baik dan juga tepat.

Hal Yang Harus Diperhatikan Agar Bayi Tidur Dengan Nyaman

Pada umumnya orang tua akan selalu memperhatikan bagaimana buah hatinya tidur senyaman mungkin. Tidak heran jika para orang tua menyiapkan berbagai peralatan ketika menyambut kelahiran anaknya termasuk tempat tidur seperti bantal, guling dan juga selimut. Akan tetapi, bantal yang biasa digunakan untuk bayi ternyata memiliki efek yang sangat berbahaya bagi bayi seperti misalnya menutup mulut dan juga hidung bayi sehingga sistem pernapasan bayi dapat terhambat.

Supaya dapat membuat bayi tidur dengan aman dan nyaman tentunya Anda harus menyingkirkan beberapa benda yang dapat mengganggu pernapasan bayi. Hal ini bertujuan agar wajah bayi tidak tertutupi sehingga bayi bisa tidur dengan lebih nyaman. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni temperatur ruangan. Jangan sampai Anda membiarkan bayi kepanasan dan juga kedinginan. Ketika cuaca sedang dingin, alangkah baiknya jika Anda membedong bayi daripada memberikannya selimut. Hal ini dikhawatirkan jika selimut akan menutupi beberapa bagian wajah bayi sehingga sangat mengganggu pernapasan bayi ketika sedang tidur. Anda tentunya harus benar-benar ketika sedang membedong bayi, berikan kelonggoran agar bayi dapat bebas bergerak dan juga tidak kesulitan ketika bernapas.

Selain itu, Anda juga harus menempatkan bayi ditempat tidur ketika bayi sedang tidur. Hal ini tentunya bertujuan untuk memberikan rasa nyaman pada bayi agar dapat menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Untuk melindungi bayi dari nyamuk, tentunya Anda dapat memasang kelambu yang dipasang langsung pada tempat tidur.

Tips Menggunakan Bantal

Jika buah hati Anda sudah bisa menggunakan bantal, tentunya ada beberapa tips yang harus diperhatikan ketika menggunakan bantal, diantaranya:

– Jauhkan semua bantal dari keranjang bayi terutama ketika malam hari atau ketika bayi sedang tidak diawasi.

– Bantal tentunya boleh digunakan untuk tidur siang, namun tetap saja Anda harus mengawasinya. Jika Anda tidak dapat mengawasinya, akan lebih baik jika Anda menjauhkan bantal dari jangkauan bayi.

– Pilihlah bahan bantal yang lembut dengan sarung khusus agar membuat bayi merasa nyaman.

– Periksa bantal secara rutin

– Bersihkan bantal secara rutin agar dapat terhindar dari sarang kuman, keringan, debu dan juga kotoran.

– Jangan memberikan makan bayi di atas bantal

– Jika bayi memiliki ruam kulit, periksakan si kecil pada dokter

– Dianjurkan untuk tidak menggunakan bantal yang terbuat dari poliester karena akan mudah menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

– Jangan menggunakan bantal hias dengan manik-manik ataupun rumbai-rumbai.

Demikianlan tips menggunakan bantal serta bahaya bayi tidur dengan bantal yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!