Home » Penyakit Bayi » Waspada Radang Usus Buntu Pada Bayi

Waspada Radang Usus Buntu Pada Bayi

Meskipun jarang terjadi, tetapi tidak menutup kemungkinan bayi mengalami radang usus buntu. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk mengetahui lebih lanjut mengenai radang usus buntu pada bayi.

Bayi rentan terhadap masalah kesehatan, dimana salah satu masalah kesehatan yang rentan menimpa bayi yaitu masalah sistem pencernaan. Penyakit sistem pencernaan itu sendiri terdiri dari beberapa jenis, selain sembelit atau diare, salah satu penyakit sistem pencernaan yang harus diwaspadai pada bayi yaitu usus buntu.

Usus buntu atau appendicitis merupakan peradangan yang terjadi pada appendix atau usus buntu. Appendix atau usus buntu itu sendiri merupakan organ tubuh yang berukuran kecil, memiliki bentuk seperti jari, memiliki rongga , serta terletak di awal usus besar. Infeksi dan peradangan yang terjadi pada usus ini terjadi pada saat bakteri terjebak pada appendix atau usus buntu.

Radang Usus Buntu Pada Bayi

Terjebaknya bakteri di dalam appendix berasal dari nodus limfa atau kotoran keras yang menahan dan menghambat pembukaan. Ketika usus buntu mengalami infeksi, maka salah satu organ sistem pencernaan ini harus diangkat. Tujuan pengangkatan dilakukan untuk mencegah pecahnya usus dan penyebaran bakteri ke seluruh bagian perut.

Jumlah radang usus buntu saat ini sudah mengalami penurunan. Berdasarkan para ahli, penurunan jumlah penderita radang usus buntu disebabkan karena kesadaran individu untuk mengkonsumsi lebih banyak serat, dimana serat dapat mencegah terjadinya penyumbatan usus.

Radang usus buntu atau appendicitis merupakan masalah kesehatan yang jarang terjadi pada bayi, akan tetapi kemungkinan bayi mengalami masalah kesehatan ini tetap ada. Radang usus bantu yang terjadi pada bayi terkadang cukup sulit untuk dikenali oleh orang tua. Biasanya gejala yang ditimbulkan oleh usus buntu ini hampir sama dengan flu perut.

Gejala Radang Usus Buntu Pada Bayi

Gejala umum yang terjadi yaitu bayi atau balita akan merasakan sakit pada bagian perutnya, muntah dan demam pada bayi. Meskipun jarang terjadi, penyakit usus buntu dapat membuat penderitanya mengalami diare. Perut bayi anda akan menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan. Apabila peradangan mengganggu otot yang terletak menuju kakinya, bayi mungkin akan menekukan tubuhnya ke bagian sisi kanan.

Pada anak yang usianya lebih besar, ia mungkin akan dengan mudah memberitahu keluhan yang ia rasakan pada orang tuanya, seperti sakit pada perut bawah sebelah kanan. Sedangkan jika si kecil usianya masih bayi, untuk membuat orang tuanya mengerti terhadap apa yang dirasakannya mungkin hanya dengan tangisan.

Anda bisa segera bawa si kecil ke dokter apabila ia menunjukan gejala radang usus buntu seperti berikut ini:

  • Perut kembung, khususnya pada bayi.
  • Selera makan mulai menghilang.
  • Mengalami mual dan muntah.
  • Demam, meskipun dalam tingkat rendah.
  • Diare pada bayi yang jumlahnya sedikit akan tetapi disertai lendir.
  • Terasa sakit di bagian perut, terlebih lagi pada bagian di sekitar pusat atau di perut kanan bawah. Rasa sakit tersebut datang dan pergi, akan tetapi menjadi semakin tajam dan konsisten.

Gejala radang usus buntu pada bayi yang terjadi biasanya bervariasi sesuai dengan usia anak. Gejala yang paling umum terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun yaitu muntah dan kembung pada perut yang disertai dengan rasa sakit. Apabila anda curiga si kecil mengalami peradangan pada usus buntunya, anda bisa segera menghubungi dokter dan hindari memberikan obat apapun kepadanya atau sesuatu yang dimakan terkeculi jika anda sudah memeriksanya ke dokter.

Apabila memiliki riwayat keluarga pernah mengalami radang usus buntu, maka ia akan rentan terkena penyakit ini. Biasanya pria memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami usus buntu dibandingkan dengan perempuan.

Pengobatan Radang Usus Buntu Pada Bayi

Satu satunya langkah yang harus anda lakukan ketika mengetahui si kecil mengalami radang usus buntu yaitu dengan langsung membawanya ke dokter. Ketika itu dokter akan memberikan saran pada anda apakah perlu membawa si kecil ke rumah sakit atau tidak. Penting melakukan pengobatan segera pada kasus radang usus buntu, mengingat apabila pecah usus buntu dapat menyebarkan infeksi.
Sebelum anda membawa si kecil ke dokter, sebaiknya buat ia merasa tenang dan hindari memberikan obat-obatan apapun. Karena pemberian obat-obatan atau sesuatu yang dimakan akan menyebabkan usus buntu pecah.

Ketika di rumah sakit, dokter akan mengambil tindakan untuk segera memeriksa bayi anda. Dokter mungkin akan melakukan penyinaran dengan menggunakan sinar X, CAT scan atau USG. Prosedur ini tidak akan menimbulkan rasa sakit, justru akan membantu dokter untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari usus buntu bayi anda.

Selain itu, dokter bisa saja melakukan tes darah. Dimana tes darah ini dilakukan untuk melihat apakah ada infeksi yang muncul atau tidak. Selain itu, dokter juga akan berkonsultasi dengan dokter bedah untuk memastikan apakah perlu pembedahan atau tidak.

Apabila radang usus buntu tidak segera diobati, maka usus yang mengalami peradangan bisa saja pecah dalam waktu 24 jam sampai 72 jam setelah gejala muncul. Rasa sakit akan si kecil rasa hampir pada seluruh bagian perutnya, selain itu ia mungkin saja akan mengalami demam yang sangat tinggi bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Anda harus selalu waspada terhadap keadaan atau perubahan yang dialami oleh si kecil. Jika si kecil menunjukan keadaan yang tidak wajar, anda harus segera membawanya ke dokter.