Home » Makanan Bayi » Tips Cerdas Menyimpan Makanan Bayi Agar Awet

Tips Cerdas Menyimpan Makanan Bayi Agar Awet

Tidak sedikit ibu yang merasa kerepotan ketika menyiapkan makanan untuk bayi. Agar lebih praktis dan mudah, ibu bisa membuat makanan sekaligus dan menyimpannya dengan tips menyimpan makanan bayi agar awet.

Menyiapkan semua kebutuhan bayi adalah hal yang harus dilakukan oleh setiap orang tua. Salah satu kebutuhan bayi terbilang gampang-gampang susah ketika mengurusnya yaitu makanan bayi.

Setelah selama 6 bulan mendapatkan ASI sebagai asupan pertamanya, kini si kecil sudah bisa mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI. Pola makan bayi umumnya memiliki perbedaan dengan pola makan orang dewasa. Dimana bayi memiliki frekuensi makan yang lebih sering dari orang dewasa. Jam makan yang terhitung lebih sering ini kerapkali membuat orang tua merasa kewalahan. Akan tetapi sudah menjadi tuntutan menjadi orang tua, anda harus tetap membuat dan menyiapkan makanan untuk bayi pada saat tiba waktunya jam makan.

menyimpan makanan bayi

Daya tahan tubuh bayi masih sangat sensitif dibandingkan dengan orang dewasa atau anak berusia di atasnya, oleh karena itu mengolah atau meracik makanan sendiri di rumah merupakan pilihan yang tepat dan aman untuk diberikan pada si kecil. Dengan membuat makanan sendiri di rumah, anda bisa dengan mudah mengatur porsi dan mengontrol komposisi makanan tersebut sesuai dengan kebutuhan gizi dan nutrisi harian si kecil.

Karena masih dalam tahap pengenalan atau beradaptasi dengan makanan, biasanya porsi makanan yang diberikan pada si kecil akan lebih sedikit. Menyiapkan makanan dengan porsi makan yang sedikit ini sepertinya akan sedikit menyusahkan ibu pada saat waktu makan bayi tiba. Ketika itu ibu harus pergi ke dapur untuk menyiapkan dan memasak makanan untuk bayinya. Banyak di antaranya ibu yang lebih memilih untuk memperkerjakan asisten rumah tangga atau baby sitter agar lebih mudah dalam mengurus dan membantu ibu ketika menyiapkan semua keperluan bayinya. Tidak jarang juga ibu yang meminta bantuan keluarga lain untuk melakukannya.

Akan tetapi, faktanya tidak semua ibu bisa mendapatkan bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Karena seperti itu tentunya ibu akan merasa kerepotan, ditambah lagi jika ibu memiliki kesibukan di luar rumah atau wanita karir.

Sebenarnya dalam menyiapkan makanan bayi ibu tidak harus membuatnya langsung ketika waktu makan sudah tiba. Dimana ibu bisa mengolah makanan bayi dalam jumlah yang cukup untuk beberapa kali makan. Makanan bayi tersebut bisa disimpan dalam waktu tertentu. Sehingga pada saat tiba waktunya si kecil makan, ibu bisa langsung mengambil makanan tersebut dan sedikit mengolahnya. Salah satu cara menyimpan makanan bayi yaitu dengan dibekukan.

Amankah Membekukan Makanan Bayi?

Menyimpan makanan bayi dengan cara dibekukan dianggap aman agar makanan lebih awet atau tahan lama. Metode menyimpan makanan bayi dengan cara dibekukan ini sudah terbukti dibeberapa negara, serta menjadi metode alternatif agar ibu tidak kesusahan atau kerepotan ketika menyiapkan makanan untuk bayinya. Namun meskipun begitu, ada beberapa metode penting yang harus ibu perhatikan pada saat hendak membekukan makanan bayi. Tujuannya yaitu agar makanan bayi tetap higenis dikonsumsi oleh si kecil.

Lantas bagaimana cara membekukan makanan bayi? Untuk mengetahuinya anda bisa langsung simak penjelasan di bawah ini.

Tips Cerdas Menyimpan Makanan Bayi Agar Awet

Cara Membuat Makanan

Puree merupakan salah satu menu makanan bayi atau makanan pendamping ASI yang bisa diberikan untuk si kecil. Anda bisa membuat puree dan disimpan agar lebih mudah ketika menyiapkan makanan untuk bayi.

Anda dapat mencuci semua bahan-bahan yang sudah disiapkan untuk membuat puree sampai benar-benar bersih. Beberapa bahan yang dimaksud di antaranya seperti ayam, daging, sayuran atau ikan.
Potong bahan-bahan makanan tersebut menjadi kecil-kecil sehingga makanan lebih mudah empuk dan lebih mudah dihaluskan.

Jika sudah anda bisa langsung merebus bahan makanan tersebut sampai matang total. Anda bisa menambahkan sedikit air agar puree tidak terlalu encer. Kemudian haluskan bahan makanan menggunakan blender hingga teksturnya seperti bubur. Tunggu beberapa saat hingga puree benar-benar dingin.

Cara Membekukan Makanan Bayi

Apabila puree sudah dalam keadaan dingin anda bisa langsung menuangkannya ke dalam wadah pembeku. Kemudian tutup puree dengan menggunakan penutup wadah pembeku tersebut. Apabila wadah tersebut tidak memiliki penutup, maka anda bisa menutupnya dengan menggunakan plastik atau plastik wrap. Ketika menutupnya anda harus memastikan bahwa tidak ada celah sedikit pun. Apabila terdapat celah maka makanan bayi akan mudah terkontaminasi oleh makanan lain yang berada dalam satu ruangan dengan puree atau makanan bayi yang akan dibekukan.

Apabila makanan bayi ini sudah beku atau membentuk balok es, maka anda bisa memindahkannya ke dalam kantong plastik yang higenis dan baru. Bentuk puree atau makanan bayi kini sudah menjadi beberapa balok es, dimana penggunaannya akan lebih mudah dan praktis. Ketika waktu makan si kecil sudah tiba, anda bisa menyiapkannya atau mencairkan 1 sampai 2 kotak puree atau sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Demikian tips cerdas menyimpan makanan bayi agar lebih awet. Anda tetap harus memperhatikan batas waktu penyimpanan makanan tersebut. Jangan sampai makanan yang sudah lama disimpan atau dibekukan tetap anda gunakan untuk makanan si kecil.