Home » ASI (Air Susu Ibu) » Tips Menu Diet Ibu Menyusui

Tips Menu Diet Ibu Menyusui

Ibu menyusui membutuhkan asupan energi yang lebih banyak dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kualitas ASI. Apabila memutuskan untuk diet, maka ibu menyusui harus menerapkan menu diet ibu menyusui yang tepat.

Menyusui merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap ibu setelah melahirkan bayinya. Pasalnya, ASI atau air susu ibu merupakan makanan utama bayi sebelum usia bayi 6 bulan atau sebelum ia mendapatkan makanan pendamping ASI.

Demi kesehatan buah hatinya, terkadang ibu menyusui perlu memperhatikan pola makan dan menu makanan yang dikonsumsinya. Bahkan banyak dari ibu mempertanyakan proses menyusui dengan perubahan pola makan. Ketika menyusui, anda sebenarnya tidak perlu melakukan perubahan besar pada pola makan. Meskipun begitu, anda tetap harus mempertimbangkan beberapa hal untuk menjaga kesehatan bayi dan diri anda sendiri.

Menu Diet Ibu Menyusui

Menu diet ibu menyusui yang tepat akan membantu ibu menyusui dalam menjaga kesehatan tubuhnya, menjaga kesehatan bayi, kualitas ASI dan berat badan yang diinginkan. Menu diet seimbang perlu ibu terapkan sebagai pilihan terbaik.

Tips Menu Diet Ibu Menyusui

Kesehatan Ibu Menyusui dan Anak

ASI atau air susu ibu merupakan sumber makanan utama bayi dari usia 0 sampai 6 bulan. Manfaat ASI eksklusif untuk bayi sungguh luar biasa besar. Dimana ASI eksklusif itu sendiri mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi. Apabila anda melakukan diet rendah kalori atau hanya bergantung pada satu kelompok makanan saja, dimana anda mengesampingkan nilai gizi yang berada pada menu makanan lainnya, ini akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI.

Apabila anda tidak mendapatkan nutrisi yang anda butuhkan dari menu diet, maka tubuh akan memanfaatkan nutrisi cadangan yang akhirnya sedikit demi sedikit akan habis. Padahal ibu yang berada dalam periode menyusui membutuhkan stamina dan kekuatan, selain untuk menyusui juga untuk merawat bayinya. Ibu menyusui terkadang sering merasa lapar karena tubuhnya dipaksa untuk bekerja sepanjang waktu. Sehingga untuk mengatasinya cemilan sehat bisa menjadi pilihan.

Penting bagi ibu menyusui untuk menjaga kesehatan selama periode menyusui bayinya. Pasalnya, kuantitas dan kualitas dari ASI itu sendiri salah satunya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu menyusui. Selain kesehatan fisik, kesehatan emosional pun menentukan. Kesehatan emosional yang nyaman dan tenang dapat membantu ibu dalam memproduksi ASI lebih banyak. Pemberian ASI dengan baik akan mendukung tumbuh kembang bayi.

Kalori yang Dibutuhkan Ibu Menyusui

Tidak ada kepastian akan kalori yang dibutuhkan oleh ibu menyusui. Akan tetapi, secara umum kalori yang dibutuhkan oleh ibu menyusui sekitar 500 kalori lebih banyak dari wanita atau ibu yang tidak menyusui.

Anda tidak perlu khawatir terhadap kalori yang masuk ke dalam tubuh anda, apabila anda bisa makan tepat pada waktunya dan mengkonsumsi sedikit cemilan yang kurang sehat. Anda bisa menerapkan jadwal makan sehat seperti misalkan sarapan tepat pada waktunya, ketika siang makan dengan menu yang seimbang, sedangkan untuk malam makan dengan asupan yang dibutuhkan oleh tubuh.
Di selang waktu makan besar, anda bisa mengkonsumsi cemilan sehat seperti buah-buahan atau sayuran.

Tips Mengatur Menu Diet Ibu Menyusui

Diet ibu menyusui selain untuk mendapatkan berat badan yang ideal juga untuk kesehatan, kuantitas dan kualitas ASI. Jika anda bermaksud untuk diet setelah melahirkan, maka anda jangan melakukannya sekaligus tetapi bertahap. Anda bisa merencanakan diet dalam waktu 10 sampai 12 bulan. Ini dilakukan untuk tetap menjaga peran anda sebagai ibu menyusui guna mendukung gizi dan nutrisi terbaik untuk kesehatan buah hati.

Diet rendah kalori beberapa bulan pertama setelah kelahiran buah hati justru tidak baik karena hanya akan mengurangi produksi ASI. Berikut ini menu diet ibu menyusui yang sehat.

  • Karbohidrat Kompleks

Kunci diet yang sehat yaitu keseimbangan dan ragam. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, protein dan lemak sehat akan membantu anda merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama dan menyumbang nutrisi yang dibutuhkan. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti sereal , biji-bijian dan lain sebagainya selain mengandung gizi juga dapat menjadi sumber energi untuk anda.

  • Batasi Lemak Jenuh

Menghindari lemak trans dan membatasi lemak jenuh bisa anda lakukan, karena kedua lemak ini dianggap tidak sehat. Lemak jenuh itu sendiri terdapat pada daging yang tinggi akan lemak, minyak tropis, susu, mentega dan lain sebagainya. Sedangkan minyak terhidrogenasi parsial merupakan minyak yang mengandung lemak trans. Biasanya keterangan lemak jenuh atau lemak trans akan tercantum dalam label produk. Selain tidak baik untuk menu diet, kedua lemak ini tidak baik untuk kesehatan dan dapat merubah komposisi lemak di dalam ASI sehingga tidak baik untuk kesehatan buah hati anda.

  • Minimalkan Kontaminan dalam Makanan

Keputusan yang tepat apabila anda mencoba untuk meminimalkan kontaminan di dalam makanan ketika anda sedang berada pada periode menyusui. Insektisida, pestisida dan kandungan kimia lainnya bisa tidak sengaja dikonsumsi oleh ibu menyusui. Bahan kimia lingkungan akan mempengaruhi kesehatan bayi dalam jangka panjang.

Apabila anda mengkonsumsi makanan yang memiliki resiko tinggi terhadap kandungan bahan kimia, maka hindari mengkonsumsi makanan tersebut dalam keadaan mentah. Sebelum dimasak dengan cara dikukus atau direbus sebaiknya cuci terlebih dahulu makanan tersebut. Memasak dengan cara mengukus atau merebus tidak akan mengurangi nilai gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

  • Protein Dari Berbagai Sumber

Bagi ibu menyusui penting untuk mendapatkan kandungan protein dari banyak sumber salah satunya yaitu ikan. Berdasarkan The American Heart Association merekomendasikan konsumsi ikan sebagai menu diet jantung yang sehat.

Beberapa ikan mengandung DHA dan EPA serta omega 3 bermanfaat untuk perkembangan mata dan otak bayi. Bayi anda mendapatkan omega 3 dari ASI yang dikonsumsinya. Selain bermanfaat untuk bayi, DHA juga bermanfaat untuk anda. Berdasarkan penelitian, ibu yang memiliki tingkat DHA lebih rendah dan konsumsi ikan laut rendah, memiliki resiko lebih tinggi mengembangkan depresi postpartum.
Perlu anda ketahui, beberapa jenis ikan mangandung kontaminan yang dapat berpengaruh pada ibu menyusui dan wanita hamil. Beberapa ikan yang perlu dihindari yaitu ikan todak, ikan king mackerel, ikan hiu dan tilefish. Ikan tersebut diketahui mengandung merkuri dalam jumlah yang banyak.
Selain ikan, salah satu sumber protein yang mudah ditemukan yaitu telur. Anda dapat menyajikan telur menjadi berbagai hidangan, seperti direbus, digoreng, dicampurkan dalam salad atau lain sebagainya.

  • Daging Tanpa Lemak

Jika anda hendak mengkonsumsi daging, maka pilihlah daging tanpa lemak. Daging tanpa lemak mengandung protein, zat besi dan vitamin B12. Dimana kandungan tersebut dapat memenuhi energi yang dibutuhkan oleh ibu menyusui.

  • Buah dan Sayuran

Pada menu diet ibu menyusui minimal terdapat konsumsi buah atau jus buah sebanyak dua kali dalam sehari.

Sayuran hijau mengandung vitamin A dan C serta kalsium dan zat besi. Dimana kandungan pada sayuran ini baik untuk bayi dan ibu menyusui. Selain kandungan yang sudah disebutkan tadi, sayuran hijau juga mengandung antioksidan serta rendah kalori yang baik untuk jantung.

Hindari diet ibu menyusui yang banyak menguras kalori atau membuat berat badan turun dengan drastis. Karena jika dilakukan akan mempengaruhi produksi ASI. Sebisa mungkin terapkan pola makan yang sehat dan rutin olahraga. Apabila dirasa perlu, anda bisa konsultasi dengan dokter mengenai menu diet ibu menyusui yang tepat.