Home » Makanan Bayi » Tips Mengatur Pola Makan Bayi yang Sehat

Tips Mengatur Pola Makan Bayi yang Sehat

Mengatur pola makan sejak bayi penting dilakukan. Beberapa tips mengatur pola makan bayi bisa anda coba terapkan.

Menyaksikan buah hati tumbuh sehat adalah harapan semua orang tua. Guna kesehatan si kecil, sebagai orang tua anda harus memperhatikan faktor yang menunjang kesehatannya, selain perawatan yang tepat anda juga harus memperhatikan asupan makanannya.

Umumnya bayi mengkonsumsi makanan setelah ia menginjak usia 6 bulan, karena sebelumnya asupan bayi hanyalah ASI atau air susu ibu. Membiasakan pola makan yang sehat sejak dini akan membantu anak tetap sehat. Food combining akan membantu tubuh bayi bekerja secara optimal.

Tips Mengatur Pola Makan Bayi

Beberapa hal perlu diperhatikan atau yang berkaitan dengan pola makan anak. Dimana salah satunya yaitu kebiasaan ia dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, penyedap dan pewarna. Beberapa makanan bayi yang harus dikaji ulang serta harus dipertahankan ialah seperti berikut ini.

Tips Mengatur Pola Makan Bayi yang Sehat

Urutan Memperkenalkan Makanan

Sebenarnya tidak ada urutan baku dalam memperkenalkan makanan pada bayi. Akan tetapi pada umumnya bisa dimulai dari karbohidrat, protein, sayuran dan buah.

Protein didahulukan sebelum sayuran dan buah karena bayi membutuhkan zat besi. Pada saat ia mulai mengenal MPASI, maka konsumsi ASI akan berkurang. Apabila tidak segera diperkenalkan dengan protein maka ia memiliki resiko kekurangan zat besi.

Kenalkan Sayur Sebelum Buah

Sayur dan buah merupakan jenis makanan sehat yang mengandung banyak nutrisi untuk kesehatan bayi. Pengenalan buah dan sayur bisa anda lakukan sejak dini sebagai makanan sehat. Akan tetapi sebelum memperkenalkan buah ada baiknya jika anda memperkenalkan sayur terlebih dahulu.

Sejak lahir pada dasarnya manusia lebih mudah menerima rasa manis dibandingkan dengan rasa makanan yang lainnya. Ini bisa terjadi pada anak anda, dimana ketika anda memperkenalkan buah terlebih dahulu, maka kemungkinan besar si kecil menolak sayuran yang umumnya memiliki rasa hambar. Akan tetapi anda tidak perlu bingung dalam memperkenalkan sayuran maupun buah untuk pertama kalinya pada si kecil. Anda hanya membutuhkan sedikit trik untuk mengenalkannya. Seperti misalkan, anda dapat memberikan sayuran yang cenderung memiliki cita rasa manis seperti halnya labu siam, wortel, kentang dan lain sebagainya.

Memperkenalkan makanan pada bayi tidaklah mudah, oleh karena itu sebagai orang tua anda harus ekstra sabar. Kenalkanlah makanan bayi dengan penuh kasih sayang sehingga si kecil mampu menerimanya dengan baik. Bayi umumnya membutuhkan sekitar 15 sampai 20 kali mencoba hingga pada akhirnya ia bisa menerima makanan baru.

Tentukan Jadwal Makan

Menentukan jadwal makan bisa dilakukan oleh setiap orang tua dalam memberikan menu makanan pada buah hatinya, atau sebagai langkah tips mengatur pola makan bayi. Penentuan jadwal makan ini akan bermanfaat untuk si kecil sehingga ia bisa menentukan kapan merasa lapar atau kenyang. Anda bisa menentukan jadwal makan pada si kecil setelah usianya 8 bulan.

Kenalkan Makanan Padat Pada Usia 6 Bulan

Makanan padat atau makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan pada si kecil ketika usianya menginjak 6 bulan. Pasalnya, pada usia ini pencernaan si kecil sudah siap menerima asupan lainnya selain ASI. Memutuskan memberikan makanan padat sebelum usia si kecil 6 bulan memiliki resiko terhadap sistem pencernaannya, dimana sistem pencernaan akan mengalami gangguan.

Tunda Memberikan Telur Hingga Usia 1 Tahun

Beberapa makanan harus ditunda pemberiannya hingga usia bayi 1 tahun. Dimana makanan yang dimaksud di antaranya yaitu telur, selai kacang dan ikan. Pasalnya, jenis makanan tersebut dikaitkan sebagai makanan yang memicu alergi paling besar pada bayi. Akan tetapi berdasarkan penelitian tidak terdapat bukti mengalami masalah alergi apabila keluarga tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan. Meskipun begitu, pemberian jenis makanan tersebut harus disesuaikan berdasarkan dengan kemampuan si kecil.

Telur itu sendiri bisa diberikan pada anak berusia 8 bulan, yang diberikan hanya kuning telur saja. Pada usia yang sama, ia sudah bisa mendapatkan ikan seperti ikan salmon dan ikan tenggiri. Sedangkan untuk selai kacang bisa diberikan pada anak berusia lebih dari 1 tahun, itupun dengan mengoleskan tipis dan merata pada roti sehingga tidak akan membuat anak tersedak.

Kombinasikan Dengan Makanan Lain

Makanan padat pertama yang diberikan pada bayi yaitu bubur beras. Dimana bubur beras itu sendiri menjadi makanan utama untuk si kecil. Hal ini disebabkan karena bubur beras tidak memiliki resiko alergi. Meskipun begitu bukan berarti jika anda tidak bisa memilih makanan lainnya untuk si kecil. Agar si kecil tidak merasa bosan dan kebutuhan nutrisi hariannya terpenuhi, anda bisa mencampurkannya dengan bahan makanan lain seperti sayuran atau daging merah yang mengandung banyak kandungan gizi.

Perhatikan Kandungan Pada Makanan Kemasan

Puree merupakan salah satu makanan bayi, dimana puree bisa kita buat sendiri di rumah. Puree buatan sendiri dianggap lebih baik dibandingkan dengan puree kemasan. Selain menggunakan bahan alami dan komposisinya bisa kita kontrol, puree buatan sendiri pun kebersihannya terjamin. Jika tidak ada pilihan lain anda bisa memberikan puree kemasan pada anak. Akan tetapi anda harus memperhatikan bahan bahan yang terkandung di dalamnya, anda harus memastikan jika puree tersebut tidak mengandung bahan pengawet, penyedap rasa dan tambahan garam atau gula. Anda juga harus selalu mengcek tanggal kadaluarsa makanan tersebut.

Berikan Waktu Agar Bayi Bisa Beradaptasi Dengan Makanan Lain

Sebelum mencoba atau memperkenalkan makanan lainnya, anda bisa memberikan waktu hingga 3-4 hari. Pemberian waktu ini dilakukan agar si kecil bisa beradaptasi dengan makanan tersebut sekaligus mengetahui apakah ada reaksi alergi atau tidak.